
Cerita Sex Berawal Dari Kesuksesan – Hai para pembaca Ngocokers perkenalkan namaku Kyla aku wanita umur 28 tahun kata orang tubuhku proposional dari tinggiku 169 cm dan berat badanku 56 kg ukuran payudaraku 36B didukung dengan wajah cantikku berkulit putih, memang aku dulu sering jadi SPG dalam acara pameran mobil jadi bisa dibayangkan secara singkat tentang diskripsiku.
Aku sudah mempunyai suami namanya Farel umurnya lebih tua dari aku 2 tahun, sementara ditahun ini kami memang sepakat untuk menunda momongan dulu, kalau masalah seks kehidupan kami baik baik saja, Suamiku bisa dibilang Hypersex malah bisa jadi dalam sehari minta jatah 3 kali.
Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Farel bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering bertengkar karena kadang Farel harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam baru pulang.
Cerita Sex Berawal Dari Kesuksesan Ngocoks Dan mulailah cerita ini ketika Farel mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Zaki dari luar kota. Pertama diperkenalkan Zaki langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu membuatku risih.
Zaki cukup tampan gagah dan kekar. Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Farel memutuskan agar Zaki tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami.
Zaki tidur di kamar persis di seberang kamar kami. Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Farel datang bisa langsung bercinta.
Pernah suatu saat ketika pagi hari kami aku dan Farel bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Farel dari depan, tiba-tiba Zaki muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Farel yang membelakangi Zaki dan aku juga tidak tega menghentikan Farel.
Akhirnya ku biarkan Zaki melihat kami bercinta tanpa Farel sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Zaki melihat tubuh telanjangku ketika Farel melepaskan rudalnya dan terjongkok di bawah meja.
Setelah kejadian itu Zaki lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Farel benar2 sibuk sehingga hampir seminggu tidak menyentuhku. Di hari Jum’at kantor tempat Farel bekerja mengadakan pesta dinner bersama di rumah atasan Farel.
Rumahnya terdiri dari dua lantai yang sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik. Kami datang bertiga dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH.
Bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat seksi dan Zaki pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar. ceritasexdewasa.org Sebelum berangkat aku dan Farel sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami.
Ternyata Zaki mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untu melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya karena letih atau terburu-buru mau pergi Farel orgasme terlebih dahulu dan aku dibiarkannya tertahan.
Dan Zaki mengetahui hal itu. Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Farel dipanggil oleh atasannya untuk diperkenalkan oleh customer. Farel berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2 ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang besar itu.
Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan, tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Zaki .
“Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!”, canda Zaki
“Ah bisa aja kamu Zaki”, balasku tersipu malu.
Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Zaki meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.
“Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi”, katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut.
Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi.
Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Zaki meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Zaki telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku lemas dan masih dengan memegang gelas Zaki yang telah menyudutkanku di dinding dan menciumi leherku dari depan.
“Zaki apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Zaki..lepas..!”,Reltaku tapi Zaki tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.
Zaki terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas dia bebas meraba buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meRelta-Relta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Zaki mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku.
“Zakiz..hentikan Zaki aku mohon..tolong Zaki..jangan lakukan itu..”,rintihku, tapi Zaki terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir serambi lempitku yang ternyata telah basah karena serangan itu.
Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku.
Ketika Zaki sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Farel memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Zaki terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Farel yang tidak melihat kami dan meninggalkan Zaki dengan G-string hitamku.
Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori diperkosa.
Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Farel mengatakan dia harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Zaki.
Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Zaki, diperjalanan dia hanya mengakatakan
“Maaf Kyla.. kamu sungguh cantik malam ini.” Sepanjang jalan kami tidak berKylara apapun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah.
Tanpa sadar ternyata Zaki telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’.
“Kyla aku ingin mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Zaki telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya.
Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku. Aku meRelta-Relta sambil menendang-nendang?
”Zakiz.. lepaskan aku Zaki..ingat kau teman suamiku Zaki..jangan..ahh..aku mohon”, erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Zaki terus menekan hingga aku berteriak saat rudalnya menyeruak masuk ke dalam serambi lempitku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.
“Ahhhh?Zakiz..kau..:’ Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku, akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara rudalnya yang besar keluar masuk di dalam serambi lempitku yang sudah sangat basah hingga memudahkan rudalnya bergerak.
Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang
“Ahhh?..” ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami perkosaan yang aku nikmati. Ceritasex.site
Sepuluh menit kemudian Zaki mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Zaki di telingaku “Ahhh..hmmfff?” aku merasakan serambi lempitku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian Zaki terkulai di atasku.
“Maaf Kyla aku tak kuasa menahan nafsuku..”bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa Farel pulang hingga pagi harinya. Esok paginya di hari sabtu seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang Farel dan Zaki berpamitan untuk nerangkat ke kantor.
Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa disadari, Zaki ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang, karena Farel sangat mempercayainya maka dia izinkan Zaki pulang sendiri.
Zaki masuk dengan kunci milik Farel dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya,
“Zakiz..kenapa kau ada di sini?” tanyaku,
“Tenang Kyla suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya”, aku melihat tubuhnya yang kekar dan rudalnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam
“Pantas sajaku semalam serambi lempitku terasa penuh sekali”‘pikirku.
Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Zaki di dalam kolam.
Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan serambi lempitku hangat sekali, ternyata Zaki ada di bawah air dan sedang menjilati serambi lempitku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meRelta.
Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi serambi lempitku dan memasuki liang senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama dia mengerjai serambi lempitku, nafasnya kuat sekali pikirku.
Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan rudalnya yang besar telah meneyruak menggantian lidahnya?
“Arrgghh..” erangku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Farel. Akhirnya aku membiarkan dia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang.
Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati buah dadaku sambil terus memasukan rudalnya keluar masuk.
Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman suamiku.
Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..”Kau sangat cantik dan seksi Kyla..ahh” bisiknya ditelingaku.
Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Hanya suara eranggannya dan suara rudalnya maju mundur di dalam serambi lempitku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya.
Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku
“Ahhh..” aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam,
“Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar kemudian Zaki lah yang berteriak panjang,
“Kau hebat Kyla.. aku cinta kau.. AAHHH..HHH” dan aku merasakan semburan kuat di dalam serambi lempitku.
Gila hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku. Setelah dia mencabut rudalnya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut rudalnya dari serambi lempitku yang masih lapar.
Bersambung… Setelah Farel pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi tadi, aku berharap Farel dapat memberikan kepuasan padaku.
Dengan hanya menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Farel yang masih asik di depan komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan buah dadaku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan menyerangku.
Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya “Kyla..apakah kamu tak bisa melihat kalau aku sedang sibuk?
Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras.
Dari kolam aku bisa melihat bayangan di Farel di depan komputer dan lampu di kamar Zaki. Tampak samar-samar Zaki keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku.
Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Zaki mengeringkan tubuh. Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah rudalnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku.
Aku malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali rudal itu masuk ke dalam serambi lempitku yang memang masih haus.
Perlahan aku membelai-belai serambi lempitku hingga terasa basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Zaki, dengan hati yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Zaki dan langsung mengunci pintu dari dalam.
Zaki sangat terkejut “Tyas..apa yang kamu lakukan?”, aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat agar tidak bersuara karena Farel ada di kamar seberang.
Langsung aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benagpun di hadapannya, Zaki hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku. Zaki tersenyum sambil memperlihatkan rudalnya yang semakin membesar dan tampak berotot.
Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan mengulum rudalnya, Zaki yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah perlahan merasakan rudalnya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah memuncak.
Sambil mulutku tetap di dalam rudalnya aku perlahan naik ke atas tempat tidur dan menempatkan serambi lempitku di mulut Zaki yang sudah terbaring, dia mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap serambi lempitku yang sudah sangat basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Farel yang bisa saja tiba-tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan perlahan duduk di atas rudalnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang.
Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang serambi lempitku, rasanya berbeda dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang rudal Zaki masuk ke dalam serambi lempitku
“Ahh..sssfff..Braaam!” erangku perlahan menahan suara gairahku agar tidak terdengar, aku merasakan seluruh rudalnya memenuhi serambi lempitku dan menyentuh rahimku.
Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Zaki dengan puasnya terus memainkan kedua buah dadaku memuntir-muntir putingku hingga berwarna kemerahan dan keras
“ahh..ahh..” demikian erangan kami perlahan mengiringi suara rudalnya yan keluar masuk serambi lempitku clok..clok..clok? Tak tahan dengan nafsunya mendadak Zaki duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi.
Aku sungguh tak dapat menahan gairah yang selama ini terpendam. Mungkin karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Farel mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Zaki dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara.
Kudekap erta Zaki seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Zaki merasakan rudalnya disiram cairan hangat dan tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya.
Selesai aku orgasme sekiat 30 detik, Zaki membalikan aku dengan rudalnya masih tertancap di dalam serambi lempitku. Zaki mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Zaki merasakan rudalnya kembali dapat keluar masuk dengan mudah karena serambi lempitku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya.
Dan Zaki langsung memompa rudalnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan buah dadaku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara rudalnya keluar masuk di serambi lempitku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Zaki.
Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga rudalnya menyentuh rahimku. Kupeluk Zaki dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku. Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Zaki dengan menaik turunkan pantatku.
Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Zaki diketuk Farel, “Zakiz..kau sudah tidur?”, demikian ketuk Farel.
Langsung saja Zaki melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar.
Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku. Zaki dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Farel masuk, Farel sempat terkejut melihat Zaki telanjang,
”Sedang apa kamu Zaki” tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku.
Zaki hanya tersenyum dan mengatakan,”Mau tau aja..”
Dasar Farel dia langsung memKylarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pemKylaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berKylara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi.
Setelah Farel keluar, Zaki kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,”Kyla buka pintunya..sudah aman”.
Begitu aku buka pintunya Zaki langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless rudalnya kembali memenuhi serambi lempitku.
“Ahhh..ahh..” erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Zaki melahap buah dadaku dan putingku.
Sepuluh menit berlalu dan goyang Zaki semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama
“Zakiz lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar..” desahku
“Tahan sayang kita bersamaan keluarnya”, dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam serambi lempitku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan.
“Zakizz..,” desahku tertahan.
“Ahhh Kyla.. kau hebat..” demikian katanya.
Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul.
“Terima kasih Zaki..kau hebat..” kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Farel tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Zaki di sekujur buah dadaku.
Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Farel tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya. Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Farel berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Zaki.
Kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah dadaku yang masih memar karena gigitan Zaki. Saat kami berenang aku menyadari bahwa Zaki sedang menatap kami dari kamarnya.
Dan saat Farel sedang asyik berenang kulihat Zaki memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan rudalnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.
”Rel aku mau ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Farel, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Farel memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti. Ceritasex.site
Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Zaki. Di sana Zaki sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya.
“Gila kamu Zaki..bisa ketahuan Farel lho,” protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku
“Tapi kamu menikmatinya khan?!,” goda Zaki sambil mencium leher belakangku.
Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Zaki menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga pantatku,
“Gila kau Zaki, Farel bisa melihat kita,” tapi anehnya aku tidak beReltak sama sekali dan memperhatikan Farel yang benar-benar sangat menikamti renangnya.
Di kamar Zaki pun aku sangat menikmati sentuhan Zaki.
“Kyla kamu suka ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan rudalnya ke dalam serambi lempitku dari belakang.
“AHH..Zaki..” teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani bersuara lebih kencang karena tahu Farel tidak akan mendengarnya.
Langsung saja Zaki memaju mundurkan rudalnya di serambi lempitku.
”Ahh.. Zaki lebih kencang.. fuck me Zak.. puaskan aku Zakiiii.. rudalmu sungguh luar biasa.. Aku sayang kamu..” teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Farel.
Zakipun mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga serambi lempitku terasa lebih dalam lagi tersentuh rudalnya dengan posisi ini,
”Kylaa..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Farel melihat sejenak ke kamar Zaki maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya.
Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan
“Teruuus Zaki lebih khheeenncang..ahhhh aku keluar Zakizz”, teriaku.
“Aaakuu juga Kylaa..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan.
Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Farel yang tidak menyadari kejadian itu.
Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Zaki.
Pernah suatu saat ketika akhirnya Farel mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun.
Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Zaki sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang.
Cerita Sex Godaan Mata Terberat
rudalnya langsung menusuk serambi lempitku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku,
“Zakiz kamu nakal” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Zaki kudapatkan gairah terpendamku selama ini.
Akhirnya ketika proyek kantor Farel selesai Zaki harus pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi aku dan Zaki menyempatkan bercinta kembali.