
Cerita Sex Akibat Cerewet – Sebut saja saya Bejo, seorang mahasiswa yang luar biasa malah tergolong terlalu luar biasa karena sempat DO dan sekarang pindah di kampus yg sangat tidak terkenal. Saya dari dulu entah kenapa sangat malas jika sekolah, yah mungkin bawaan orok kali yah. Saya tinggal di kost yg tidak terlalu dekat dengan kampus.
Kedua orang tua saya sudah meninggal. Saya anak bungsu dari 5bersaudara. Semua biaya kuliah saya ditanggung oleh abang saya. Abang saya seorang pengusaha, beliau memiliki 2 orang anak. Putra putri yg keduanya sudah SMA dan tinggal di asrama. Nah.. Oomnya masih kuliah gak lulus-lulus, keponakannya udah SMA.
Cerita absurd ini mengenai hubungan saya dengan kakak ipar saya, istri abang saya yang membiayai hidup saya selama ini.
Akibat Cerewet Ngocoks Kakak ipar saya, sebut saja Yanti yang kesehariannya seorang ibu rumah tangga sekaligus membantu abang saya dalam menjalankan usahanya. Kakak saya ini sangat spesial, iya spesial.. mulutnya itu udah kayak petasan cabai, cerewet dan pedas. Saya sendiri sedari masih tinggal bersama orang tua saya, sering jadi sasaran jika ada masalah.
Kejadian yang tidak disangka ini terjadi saat akhir tahun lalu, dimana kampus saya libur Natal 2minggu.
Sebelum libur saya disuruh pulang, abang tau saya selalu malas ke rumah mereka karena kakak ipar saya itu. Haha.
Saat saya pulang di depan rumah mereka, saya dengar beberapa ocehan si mulut pedas. “Alamak, belum juga masuk udah denger yang begituan, masalah apa lagi sih” pikirku. Saat saya menguping, ternyata anak pertama mereka membuat masalah di asrama, sampai orang tua di panggil. Saat suasana agak tenang, saya berniat masuk.
“Assalamu’alaikum, bang aku pulang”
Mereka pun menjawab salam dan menyuruhku masuk, tapi baru juga duduk kakak ipar saya sudah ngoceh tentang anaknya dan menghubung-hubungkan kelakuan anaknya denganku.
“Tuh Jo, keponakanmu ikutan kelakuan kamu, cari masalah di asrama. Ini pasti kamu yang ngajarin ya”
“What the fuck” pikirku, ketemu aja setahun sekali, kontak ga pernah kok aku yang kena.
Setelah banyak makan ocehan, dan ditinggal masuk kamar. Otomatis saya cari nasi, tadi makan ocehan gak pake nasi.. jadi ga kenyang. 😑
Setelah makan, saya pun istirahat sejenak sebelum bersih-bersih rumah 2 lantai yang mereka tempati. Btw, mereka punya 5 rumah yg berdekatan. Dan 3 rumah sudah di kontrakkan. Saat saya bebersih, saya dipanggil ke ruang tengah oleh kakak ipar saya.
“Jo.. kesini bentar, abangmu mau pergi nih”
Saya pun mendekat ke asal suara, dan kulihat abang saya sedang memakai sepatu bersiap pergi. Dia berkata “Jo, aku pergi dulu.. mau ngurus anak-anak di asrama. Paling 4hari lah, tapi kalo masalahnya berat ya sekalian cari sekolah baru. Nanti kalo abang belom pulang, kamu jangan balik dulu yah”. Aku pun hanya manggut-manggut.
Lalu abangku pun berangkat, aku bawa kopernya. Ku lihat suami istri itu, mereka mesra sekali padahal abis berantem. Kakak iparku mencium tangan abangku lalu mencium pipinya, abangku lalu masuk mobilnya dan berkata “jaga rumah ya”. Aku jawab “iya bang”.
Setelah abangku berangkat, aku pun masuk dan melanjutkan aktifitas sebagai orang numpang, yah apa lagi kalau bukan beres-beres. Tak lama aku pun dengar suara pintu kamar utama, kakak iparku sepertinya mau pergi. “Jo, aku pergi dulu. Kalo ada yang cari kakak, telpon atau bbm”. Aku iyakan saja, dalam hati bersorak hore gak liat kakak iparku itu untuk beberapa saat.
Setelah selesai bersih-bersih, aku pun ke rumah sebelah. Aku memang gak serumah kalau ditempat abangku ini. Aku nempati rumah yang tidak dikontrakkan, yang difungsikan untuk kumpul2 arisan atau pun sekedar pertemuan ibu2 komplek. Selesai tugas, aku pun bersantai sambil ngopi dan buka2 site yg hot.
Malam pun datang tapi kakak iparku belum pulang, sudah hampir jam 9 padahal. Ah tapi sudahlah, bukan urusanku juga.
Jam 9 lebih baru tidak seberapa lama aku mikir demikian, kakak iparku pulang dengan sehat wal afiat. “Njir aku kira dia lupa jalan pulang atau kenapa2 dari sore baru pulang”. Dia masuk sambil bawa 2 kardus kecil, lalu keluar lagi dengan wajah sengaknya dia teriak “Jo, kamu udah tidur kah? Kau ini gak makan apa, nanti kalo kamu mati kelaparan aku yang kena juga”.
Aku pun kembali asik dg hapeku yg memutar bokep bisu (silent mode). Kurang lebih jam 11 aku bangkit karena agak lapar “iyalah tadi cuma makan mie” pikirku, aku pun berniat ke rumah sebelah untuk makan. Ku ambil kunci cadangan yang selalu kubawa jika di rumah abangku, saat di depan pintu “kok tumben lampu belom pada mati” batinku.
Aku pun masuk, aku matikan lampu ruang tamu. Saat sampai di ruang tengah aku kaget liat kakak iparku tergeletak dan di dekatnya ada 2 minuman beralkohol yg mahal. “Weh pesta nih dia, atau mungkin lagi sebel karena anaknya bikin masalah?” Gumamku pelan. Aku lihat sejenak kakak iparku ini, dengan umur 40an tapi bodynya lumayan juga kalo diliat2 lagi, emang sih gak pernah dandan seksi ala tante girang.
Dia berpakaian selalu sopan, meski di dalam rumah. Misal seperti sekarang yang memakai kaos panjang dan rok panjang yang longgar. Saat itu pikiran “nakal” belom mengambil alih. Aku berlalu ke dapur, makan dikit dan minum susu. Saat aku mau keluar, aku ngetem lagi ngliatin kakak ku yg “ngglosor” di depan tv.
Aku yang sudah cukup bernafsu melirik ke bawah, “hadiuh rok panjangnya kayak minta di lepas”. Mula aku takut untuk beraksi. Tapi setelah mengingat sikapnya selama ini, jadi kayak mau balas dendam dengan cara memperkosanya selagi mabok. “Ah bodo amat, itung2 balas dendam” pikirku sambil mengangkat badannya untuk melapas koas yg dikenakannya.
Sesaat setelah berhasil ku lepas kaos itu, aku terkagum melihat bukit kembarnya. “Besar kayak yang tadi kutonton nih” pikirku senang. Lalu ku buka bhnya dan “wow” seakan berhamburan kedua bukit itu. Tak mau berlama2 aku tarik rok dan CDnya juga. “Wow mulus” tak terduga, ternyata dari sikapnya yg sadis dia punya pusaka rahasia yg mulus.
Gak mau buang waktu, aku jilat dan tusuk serambi lempitnya dengan jari tengahku. Sambil lidahku mencari kacang yg biasanya jadi pusat sensitif wanita. Ketemu. Aku sikat pakai lidahku, menarilah lidahku di sana. Kadang aku hisap kuat. Ku dengar “ehhh hemmm” aku kaget dan kulihat wajah sange kakakku yg mulut bawahnya sedang aku mainkan dengan lidah dan jariku, dia masih terpejam, bahkan mulutnya pun masih rapat.
Aku yang memiliki body tinggi dan otot yg menonjol akibat latihan 5x seminggu di pusat fitness, akan mencoba hasil kerja keras ku membangunnya. Aku arahkan, pusakaku yg sudah tegang level max ke arah serambi lempit yg terpampang di depannya. Saat rudalku menyentuh bibir serambi lempitnya, aku masukan pelan hingga mentok.
Ku ayun dengan irama yang tak menentu, sampai bosan. Lalu aku miringkan badan kakak iparku ini, aku naikan satu kakinya lalu ku hujamkan lagi pusakaku yang masih belom puas bermain di dalam goa hangat, seret dan becek milik kakak iparku ini. “Oh kak yanti, andai mulutmu seenak serambi lempitmu aku bakal betah didekatmu” kataku sambil menghujam-hujamkan rudalku ke lubang kakak ku.
Lama aku bolak balik badan kakakku dan aku hisap gigit buah dadanya yg ikut bergoyang sampai akhirnya aku K. O. di dalam serambi lempit basahnya yang legit.
Aku pun segera pakai bajuku dan kembali ke rumah sebelah setelah memakaikan kembali kaos dan roknya. Aku sengaja tak memakaikan dalamannya karena ribet dan kubawa dalamannya untuk ku buang di tempat sampah depan.
Saat aku kembali, kulihat waktu sudah jam 3. Aku buru-buru tidur agar besok tidak kesiangan. Tapi sayangnya aku tidak kunjung terlelap karena masih dihantui kejadian yg aku anggap nekad itu. Sampai adzan subuh terdengar, aku belum tertidur.
Setelah jam 5 aku bangkit dan mematikan lampu2. Aku pun ke rumah sebelah, mematikan lampu teras dan lampu samping. Saat lewat di ruang tengah, kakakku belum bangun. “Wah masih mabok nih sarang rudal” batinku dalam hati. Aku bangunkan kakak iparku ini, dengan wajah yg agak nyengir dia bangun dan berjalan ke kamarnya.
Pagi itu aku beres2 alat makan dan alat masak, menyapu rumah lalu kembali ke sebelah dan tidur. Capek oi, semalaman ga tidur.
Siangnya aku terbangun karena ada yg merasa aneh dg anggota badanku, yah tapi bukan rudalku sedang di sepong atau apa. Tapi badanku di goyang2 pakai kaki kakakku. Yah itu cara dia bangunkan aku.
“Bangun, orang kerjaannya tidur mulu. Cari kek kegiatan apa, jangan mentang2 libur jadi bisa santai terus ya!” Semerdu itulah bisikan yg berhasil membangunkan aku. Oh indahnya dunia, aku pun bangkit dan cuci muka. Aku lihat kakak iparku seperti menungguku, aku pun menemuinya. Tak ada suara keluar dari mulutnya hanya bermain hape yg dia lakukan.
Aku buka kaos dan hanya kenakan celana basket. Lalu aku ambil dhumbel dan mainkan, yah hitung2 buang stres karena dibangunkan dg cara seperti itu.
Tak lama kakak ku yang tengah memainkan hapenya kembali bersuara.
“Enak?” Katanya sambil menatapku tajam.
“Enak? Maksudnya kak?” Jawabku.
Aku hentikan kemesraanku dengan dhumbel.
“Gak sok bego, semalam kamu menyetubuhiin kakak kan? Bangun tanpa daleman, serambi lempit berasa pegel, bau pejuh. Emang siapa lagi kalo bukan ulah kamu?” Desak kakak iparku.
“Maaf kak… ak” ucapku yg terpotong.
“Trus sekarang kenapa? Kamu nyesel? Telat! Cari mati kamu” kata kakak iparku sambil berjalan mendekat.
Aku tidak tahu harus berbuat apa, sedikit sesal mulai muncul. Aku kaget saat kakakku mendorongku hingga aku terjengkal ke lantai. Aku tak berani bangkit. Lalu kakakku kembali berkicau.
“Semalam kamu berani, mana keberanianmu?” Kata dia sambil menatap tajam mataku.
Aku terdiam, lalu tiba2 dia buka kaos dan rok pendek selulut yg ia gunakan.
Aku ternganga, lalu dia berkata “semalam kamu udah liat, gak usah sok polos!”
Aku masih terdiam sampai kakak iparku menyuruhku bangun. Aku bangun dan tiba2 dia menarik celana basket dan CD yg aku pakai. Sambil berkata “entotin kakak waktu sadar kalo berani! Aku yg sudah telanjang pun mulai berani. Mulai aku belai pipinya, lalu aku cium bibirnya. Hanya “hmmm emmmm” yang terdengar diantara kami.
Setelah bibir, aku alihkan ciumanku ke pipi dan ke daun telinganya. Aku jilat bagian sekitar telinga lalu menjalar ke lehernya. Aku buka pengait BHnya. Aku buka BH itu, lalu aku bimbing bibirku ke arah putingnya. Aku mainkan ke dua puting itu bergantian. Pegal juga, karena aku harus membungkuk, aku duduk di sofa dan memangkunya lalu melanjutkan percumbuan.
Saat kami kembali berciuman, aku menarik CD yg ia kenakan. Seakan paham ia angkat pantatnya dari pangkuanku untuk memperlancar usahaku. Aku mulai memainkan clitorisnya dengan jari2ku. “Ehhmm emmhhh” hanya itu yg keluar dari bibir kakak iparku. Aku baringkan kakakku di sofa, lalu aku buka pahanya. Tak bosan aku memuji serambi lempit kakak iparku ini, bentuknya masih seperti ABG.
Takut mengecewakan kakakku, aku lanjutkan aksi yg tertunda karena mengagumi serambi lempit indah yg ada di depanku. Aku jilati dan colokan lidahku menyusuri belahan serambi lempit yg harusnya milik pribadi abangku. “Oh..” terdengar erangan kakak iparku, membuat aku lebih bersemangat. Jari tengahku ikut membantu saat lidahku bermain di clitorisnya.
Aku hentikan aksiku dan duduk di sebelahnya. Tak berapa lama setelah nafas kakakku mulai normal, aku kembali beraksi. Kini aku ingin memasukkan rudalku ke sarangnya. Dengan buru2 aku hantam, dia berteriak sambil mencakar lengan kiriku “pelan bego! rudalmu itu gede! Aku keluarkan lagi rudalku dan terdengar bunyi “plup” di serambi lempitnya.
Aku beranikan diri dan berkata “kak boleh minta hisap?” Dia tak menjawab tapi dia langsung menyongsong rudalku dengan semangat juang yang membara. Aku kelojotan dibuatnya, ternyata sepongannya super mantab!
“Kak, kakak pinter banget. Kakak paling cantik deh, ahhh… kakak..” ceracauku saat kenikmatan dari hisapan2 dan permainan lidahnya di rudalku.
Kakak iparku rupanya capek menyedot dan menjilat, ia lalu memposisikan diri untuk WOT.
Ia masukkan rudalku dengan hati2 sambil berkata “begini Jo kalo masukin, pelan aja. Enak kan?”
Aku hanya menjawab “kakak memang jago, bejo seneng punya kakak ipar kayak kakak” sambil merayu.
Dia naik turunkan dengan tempo sedang dan sesekali menggoyang seperti penyanyi dangdut. Hanya desahan yg keluar dari mulut kami, terlebih saat aku hisap putingnya sambil dia bergoyang.
Tapi hanya 10menitan kami dengan gaya itu, diakhiri dengan erangan panjang kakak iparku sambil memeluk kepalaku yang sedang memainkan putingnya. Ngocoks.com
“Akkkhhh Joo.. kakak udahhh” kata kakakku yg tengah memeluk erat kepalaku. Saat dia sudah relax, dia kembali berbicara “Jo, kamu belum ya?”
“Belom kak” jawabku singkat.
“Yaudah, nikmati aja tubuh kakak sepuas kamu” balasnya dengab mimik muka lelah dan pasrah.
Aku mulai menggenjot kakakku yang masih duduk di rudalku. Kali ini aku hujam sekuat2nya dengan tempo selaju2nya. “Ahhh jooo, anjing kamu jo… serambi lempit kakak bisa hancur jooo… aghh” desahan dan ceracau kakak iparku malah membuatku makin bersemangat.
Bosan dengan gaya itu, lalu aku baringkan tubuh lemah kakakku. Aku sodok serambi lempit itu dari belakang dengan semangat kejar setoran. Kakak iparku kembali protes “bajingan kamu joo, serambi lempit kakak jebol jooo.. ahhh jooo enakkkk”.
Aku istirahat sambil mengajak kakakku kembali saling melumat bibir. Setelah cukup, aku telungkupkan badan kakakku dan aku tunggingkan pantatnya. Kembali aku masukkan pusakaku ke liang peranakan kakak iparku yang pasrah aku hajar sampai akhirnya aku menuntaskan dengan 1 hentakan keras “kak makasih buat serambi lempitnya” croot croot..
“Jo, kamu liar ya ternyata” kata kakak iparku sambil terengah-engah sesaat setelah aku luncurkan peluru dari piston yang melumat serambi lempitnya.
“Ahh aku masih sama kok kak” balasku masa bodoh.
“Nanti malam tidur rumah aja jo, temani kakak” pinta kakakku sambil membenamkan wajahnya ke dadaku.
Hampir 2minggu kami melakukannya sampai abangku pulang, rasa bersalah menyelimutiku. Tak ada kecurigaan, abangku tak mencium ada gelagat aneh. Aku yg masih sering kena ocehan kakak iparku pun masih berlaku meski kami sering berurusan ranjang. Hal itu tak mengubah sikapnya.
Sabtu sore aku berencana kembali ke kost, aku bilang ke abangku. “Bang, nanti aku balik ke kost ya”. “Udah mau masuk kuliah lagi kah?” Tanyanya. “Iya bang besok senin”. “Ya udah kamu beli tiket bis dulu, semoga kebagian”. Lalu saat aku mau keluar, kakak iparku ambil bicara “Jo, bareng kakak aja sekalian kakak mau ke tempat temen nganter pesenan”.
Aku pun kembali ke rumah sebelah untuk mengemas barang bawaanku. Saat mengemas tiba2 ada sesuatu dilempar ke arahku. “Nih buat kamu, kalo pengen apa2 bilang kakak” kata kakak iparku saat aku menoleh ke arahnya. “Makasih kak” jawabku. Aku tak tahu apa isi amplop coklat yg dia lempar. Amplop itu langsung aku masukkan tas ranselku.
Selesai mengemas barang aku ke rumah sebelah, dan kulihat kakak iparku sudah dandan cantik. Dress pendek selutut sudah membungkus body yg selalu aku kagumi saat kami bersetubuh.
Singkatnya kami sudah dalam perjalanan menggunakan mobil, kakak iparku yg membawa. (aku ga bisa bawa mobil) 😅😅
“Jo, abangmu kira2 tau gak ya?” Tanyanya membelah suasana tenang.
“Kayaknya enggak kak” jawabku
“Semalam aku main Jo sama abangmu, tapi gak tau kenapa kok rasanya hambar. Mungkin serambi lempit ku lebih suka rudalmu kali ya jo?” Kata kakakku yg sambil mengelus batangku dari luar celana.
“Mungkin kak” jawabku singkat. “Halah bilang aja minta lagi kak” batinku yg sebenernya.
“Jo, kita beli tiketmu dulu trus ke rumah temen kakak” kata kakak iparku yg seperti memikirkan sesuatu.
Tak lama kita pun tiba agen tiket bus, kakak yang membelikan aku tiket. Aku menunggu di dalam mobil. Tak berapa lama kakak sudah kembali membawa tiket dan menyerahkannya kepadaku.
“Kok tiketnya buat besok kak? Aku kan berangkat nanti sore” tanyaku penasaran.
“Kamu nanti malam nginap hotel” jawabnya yang tumben singkat.
“Nah kan, bilang aja butuh rudal kak!” batinku.
Tak lama berselang, mobil memasuki rumah yg cukup besar. “Mungkin ini rumah teman kakak” pikirku.
“Jo, bawa kardus itu. Kakak masuk dulu.” perintah kakak ku.
Kakak ku turun lalu meninggalkan ku yg sedang mengambil kotak kardus di bagasi.
Setelah aku ambil kotak dan hendak masuk, tiba2 ada seorang pemuda yg keluar dari rumah itu dengan buru2.
Aku pun masuk sambil permisi, tapi tak ada yg menjawab.
Aku pun melangkah masuk dan meletakkan kardus bawaanku. Lalu kakak iparku keluar dengan seorang wanita cantik yang hanya mengenakan kimono tidur. “Wow, apa jangan2 cowok tadi buru2 karena lagi main sama ini perempuan ya?” pikirku.
Mereka menghampiri aku yg terbengong melihat wanita cantik yang bersama kakak iparku ini.
“Bengong aja!” pecah lamunanku dengar suara kakak ku.
“Ini kardusnya simpan mana kak?” tanyaku sambil melirik wanita sebelahnya.
“Udah situ aja, ini kenalin temen kakak” kata kakakku yang menyadari aku melirik temannya itu.
Kami pun berkenalan, teman kakak ini sebut saja Tuti. Dia cantik, putih, dada kliatan besar meski tertutup kimono, kakinya sangat mulus, tangannya halus. “Aku pengen menyetubuhi sama dia!” teriakku dalam hati.
“Jo, cantik gak temen kakak?” tanya kakak iparku yang sepertinya sangat gak rela aku ngelirik temannya terus.
“Cantik.. cantik banget malah” jawabku yg sangat terlihat antusias.
“Kamu mau gak main sama Tuti jo? Tadi cowoknya pergi tuh karna ada kakak” kata kakak iparku yg tidak bisa aku percaya. “Gimana jo?” sambungnya.
“Mau aja kalo aku kak” khayalan yg melambung tinggi terkabul pikirku.
Bersambung…
Setibanya di kamar, kak Tuti menutup pintu tanpa menguncinya. Lalu ia melihatku dan berjalan kearahku sambil melepas ikatan kimononya.
“Woaahh indahnya” kataku saat tali itu terlepas dan memperlihatkan isinya.
“Bisa aja kamu Jo” katanya sambil menghimpitku dan berusaha melepas kaosku.
Setelah kaos terbuka, “bagus juga badan kamu Jo” pujinya. “Kali ini, badan ini yang akan bersama kakak” balasku sambil mencium keningnya.
Kak Tuti mendorongku agar berbaring, ia lalu menciumi dadaku. Aku hanya bisa menikmati tingkahnya. Aku tarik kimononya, dia pun merelakan kimononya terlepas. Kini ia berbugil ria dengan aku yang masih memakai celana panjang.
Aku balikkan keadaan yang tadinya aku berbaring, kini ia yang aku baringkan. Aku cumbu pelan dari mencium keningnya, pipinya lalu merayap ke telinganya, tak ketinggalan lehernya yang jenjang dan bersih pun tak luput dari kecup dan jilatanku. Saat aku tinggalkan bekas di lehernya, dia mendesah “ahhkkkhh”.
Sesaat kemudian, aku mulai turun mencumbu dadanya yg terlihat kenyal. Aku jilat belahan, pangkal sampai ke putingnya. Tangan ini tak mau kalah, ia mendarat ke lubang yang ingin dipuaskan. “Ohhhh” begitu ceracau kak Tuti saat jemariku menari memainkan clitnya.
Jari tengah ku membelah serambi lempit yang mulus itu. “Basah banget!” Batinku saat jariku meraba2 serambi lempitnya. Aku teringat tadi ada cowok yg masih kliatan ABG keluar dari rumah ini. Astaga.. reflek aku bangkit.
“Ada apa?” tanya kak Tuti heran.
Aku pura2 mencium ketek ku “aduh kak, aku belom mandi, aku mandi dulu yah” kataku sambil melirik kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. “Sial itu serambi lempit abis dipake pasti. Hilang deh nafsu” umpat batinku.
Lalu aku masuk kamar mandi. Aku bersandar diatas closet duduk, sambil berharap kak Tuti ikut masuk dengan maksud mau aku bersihkan dulu serambi lempitnya.
Tak lama sejak aku masuk, kak Tuti pun masuk. “Nah itu pinter, peka juga ini orang” sulutku dalam hati.
Ia pun bertanya “kamu kenapa? Kamu harus layani kakak, tadi Yanti ganggu aku waktu main. Jadi kamu harus menggantikan pacarku yang kabur karena ada Yanti” cerocos wanita cantik ini yg terlihat agak kecewa.
“Maaf kak, aku bukannya ga mau. Tapi aku takut, takut kalau aku ga bisa puaskan kakak” jawabku yg aku susun agar gak menyinggung perasaannya.
“Kamu kuat kok, Yanti udah cerita semuanya kalau kamu kuat. Dia sampai kelojotan kalau main sama kamu. Malah katanya dia pernah hampir pingsan karena dientot kamu” ungkapnya sambil tersenyum dan duduk dipangkuanku.
Aku pun menciumnya, kami kembali melakukan french kiss. “Kak, mandi yuk” kataku sambil mencium pipinya. “Bilang aja minta mandiin” balasnya sambil menoel hidungku.
Dia bangun dari pangkuanku dan ingin melepas celanaku. Setelah terlepas, dia menarikku ke arah dekat shower. Bukannya menyalakan shower dia malah mengocok rudalku yang mulai menegang sambil memainkan lidahnya di putingku.
Setelah tegak sempurna, dia lalu memasukkannya ke mulutnya. Menyedotnya, menjilatnya.. “ohhh kak, katanya mau mandi” kataku mengingatkan. Padahal dalam hati “yah kok ga seenak kakak iparku yah”.
Dia pun menjawab “kakak penasaran dengan rudal kamu yang kata Yanti sampe bikin dia mau pingsan”. Setelah agak lama dan mungkin dia bosan, dia pun bangkit sambil bilang “kuat bener, pantes Yanti sampai kelojotan”. “Kakak bisa aja, kalo kakak mau, kakak boleh coba kok” jawabku merespon.
Lalu shower dia nyalakan, dia memandikan aku layaknya anak kesayangan. Yah sambil cium sana sini dan tidak ketinggalan mengocok benda nakal di selangkanganku.
Saat membilasku, dia pun aku sabuni. Dari punggung, bahu dan dada. Sampai dada tanganku seakan tak mau pindah dari situ. Dia pun berkata “betah banget disitu”. “Pemandangan di gunung indah ya kak” entah apa itu aku berasa ngelindur ngomongnya. “Kamu bisa menikmatinya kok dari gunung sampai ke lembahnya di bawah sana” respon kak Tuti yang sepertinya sudah kehausan akan sex.
Karena aku tak mau pindah dari dadanya, dia pun menyabuni serambi lempitnya sendiri memakai sabun khusus. “Bagus, aku males ama bekas cowok tadi kalo belom dicuci” batinku sambil terus meremas-remas gundukan dadanya yang masih padat.
Lalu kami pun membilas sisa2 sabun, tapi setelah selesai bukannya mengeringkan badan, aku malah mulai mencumbunya kembali. Tapi kali ini aku langsung ke dadanya. Aku hisap kuat putingnya, dan aku pilin puting satunya. Begitu kumainkan secara bergantian, kiri dan kanan. Bosan aku tarik kak Tuti ke arah closet, dia aku dudukan.
Desahan demi desahan keluar dari kak Tuti, yang membuat aku lebih bersemangat. Sampai akhirnya lidah dan jemariku mengantar kak Tuti sampai ke orgasmenya yang pertama denganku. “Akhhh.. Jo, enakkk” teriaknya saat sedang mengejang nikmat.
Aku yang sudah berada di puncak nafsu lalu mencium kak Tuti sambil meminta ijin “Kak, aku masukin yah”. “Tentu sayang” balasnya.
Aku masukkan segera burungku ke sangkarnya “ahhh” desah kami berdua. Tapi tak kurasakan sensasi sesempit kakak iparku. “Bajingan, wajah cakep, badan bagus, sikap lembut tapi serambi lempit kayak lonte.. kalah sama si petasan cabai” umpatku dalam hati. Tapi aku tak mau ambil pusing, sambil aku hujani tusukan dengan kecepatan tinggi, aku pilin kedua putingnya.
Aku hentikan genjotanku, ku angkat badannya. Kumasukkan rudalku kembali ke liangnya. Lalu ambil posisi sambil menggendongnya. Kupegang pantat sambil meremasnya. Aku mulai menghujamkan rudalku, ku hujani kembali serambi lempit itu dengan liarnya. Sampai ia mendapat orgasmenya. “Ahhhhkkkhhh Jooo, ampuuun sayang, tusukanmu enak banget” ucapnya sambil memelukku erat.
Aku kaget saat disana sudah ada kak Yanti yang sudah telanjang bulat sambil mengobel serambi lempitnya sendiri.
“Aku ikutan ya Bejo sayang” ucapnya memohon. “Iya kak, ini biar kak Tuti istirahat sebentar” jawabku.
“Jih, sayang.. giliran butuh rudal aja manis” batinku meremehkan.
Aku baringkan tubuh lemah kak Tuti. Kukecup bibirnya dan berbisik “bentar ya sayang, rudalku dipesan kakak iparku nih”.
Aku pun beranjak dari tubuh kak Tuti yang ramping dan mendekati tubuh semok kakak iparku. Aku lumat bibirnya dan aku gantikan jarinya yang mengobel serambi lempitnya dengan jariku.
“Ehmm emm” begitu erang kakak iparku saat terkejut aku menusuk-nusuk jariku ke serambi lempitnya dengan keras.
Tak lama dia melepas lumatanku dan mengerang hebat “Jooo… aku keluar” sambil merangkul ku yang ada di depannya.
Kemudian ia berbaring menunggu perlakuanku selanjutnya. Kak Yanti aku miringkan menghadap kak Tuti, ku angkat satu kakinya dan aku tusukkan rudalku dari belakang ke liang senggamanya. “Ahhkkk jooo, enakkk” racau kakak ku saat menusuknya dengan kecepatan tinggi.
Puas memamerkan sodokanku di hadapan kak Tuti, ku telungkupkan tubuh kakak iparku lalu kumasukkan kembali rudalku agar ia kembali membuat kakak iparku ini belingsatan. Dan benar saja tak lama setelah aku kayuh serambi lempitnya dengan semangat, dia mengerang “Jooo, ampunnn enakkk” dan dibarengi dengan tangannya menarik bed cover kuat-kuat.
Kak Tuti yang daritadi menonton setelah orgasmenya di kamar mandi mulai protes, “Yanti, gantian dong. Joo, serambi lempit aku mau ditusuk lagi nih” rengek kak Tuti sembari mengelus serambi lempitnya sendiri. Ngocoks.com
“Bejo siap kok kak” balasku sambil beralih ke tubuhnya.
Aku mulai kembali perbuatan nikmat ini bersama Kak Tuti, kali ini aku jilati dulu serambi lempit yang bersedia menungguku sembari aku menggarap kakak iparku.
Dia merengek meminta genjotan “joo, kakak udah ga tahan.. genjot lagii Joo.. please…”
Aku yang tak tega melihat wajah sendu yang kehausan rudal pun segera beringsut. Kumiringkan tubuh kak Tuti menghadap kakak iparku. Aku samakan dengan gaya yang aku lakukan ke kakak iparku. Ku hujamkan dengan speed yang menggila sampai kak Tuti kelojotan menerimanya.
“Jooo.. ohh.. enak… ohh… Yant, liat nih adikmu suka menyetubuhiin aku.. ahhh.. Joo…” desahnya sambil memprovokasi kakak iparku.
Aku hanya mendesah dan tetap menghantamnya.
Tiba2 aliran air di rudalku seakan tak terbendung.. aku percepat lagi sampai kak Tuti seperti melolong.. “ouhhhh” mulutnya ternganga menahan gempuran rudalku dalam serambi lempitnya. Dan tak lama “kak aku mau keluar..” kataku memburu. “Kakak juga Joo.. enakkk.. ayooo..” balas kak Tuti. Dan Croooot crooot Seerrrrr…
Kak Yanti yang menatap kami seakan masih ingin dipuaskan bangkit sambil berkata “udah sore jo”.
Aku yang masih memeluk kak Tuti dari belakang pun terdiam “kampret, udah kambuh tuh sengaknya” batinku mengumpat.
“Kakak ku sayang, kita mandi dulu yuk” ajak ku berusaha ramah pada kakak iparku. Sayangnya dia sudah kembali ke aslinya dan menjawab “mata kamu liat tuh udah jam berapa” cerocosnya sambil berpakaian.
“Hadehh itu mulut pengen gua entot sampe sobek lama2” batinku yg agak marah.
Aku segera berpakaian dan menyusul kakakku keluar. Tak lupa aku berpamitan kepada kak Tuti. “Kak aku balik ya, maaf kalo pelayananku ga seperti harapan kakak”.
“Jo bentar” dia bangun dan mengambil sesuatu dalam laci riasnya.
Amplop coklat, kembali aku teringat amplop yang tadi pagi diberi oleh kak Yanti. Kak Tuti menuliskan nomor hape dan pin bb nya lalu menyerahkannya padaku. “Buat kamu Jo” sambil senyum dan merangkulku lalu melumat bibirku. “Aku bakal kangen sama genjotanmu Jo” sambungnya.
Setelah perpisahan dengan kak Tuti, aku pun keluar kamar. Kudapati kak Yanti sedang duduk, muka ditekuk menatap layar hape. Yeah.. di mobil moga ga kena cerocos.
Saat di mobil
“Enak mana Jo?” tanya kak Yanti
“Apanya kak?” aku tanya balik
“serambi lempitnya lah, sok polos!” Balas kak Yanti
“Enak punya kakak, sempit, berasa banget di rudal Bejo. Sepongan juga enak kakak yang nyepong” jawabku santai.
Aku lirik ke kak yanti, dia tersenyum sambil menyetir. “Manis banget! Gak biasanya. Apa bakal sembuh penyakit sengaknya ya?” Tanyaku dalam hati.
“Dasar laki, nggombal doang bisanya!” Balas kak yanti padaku.
“Ya ampun, ini orang maunya apa sih?” Dalam hati mulai bingung.
“Eh Jo, bentar ya!” Perintah kak Yanti setelah mobil memasuki kawasan sebuah hotel.
Kak Yanti merapihkan dandanannya lalu keluar meninggalkan aku di parkiran, aku bertanya-tanya “apa mungkin serius aku malam ini nginap hotel?”
Tak lama berselang, Kak Yanti datang dan segera masuk mobil.
“Nih Jo, aku paling nyusul jam 8an” ucapnya sambil menyerahkan kunci kamar yang ada nomor kamar.
Tak ada obrolan berarti setelah dari hotel, hanya Kak Yanti bercerita tentang Kak Tuti yang ternyata adalah seorang janda kaya anak 2, semua perempuan. Punya hubungan spesial dengan teman main anak Kak Yanti yang besar makanya kabur saat kak Yanti memergoki mereka sedang main. “Berarti cowok tadi seumuran keponakanku yang besar” gumamku dalam hati.
Setiba masuk jalan komplek, kak Yanti berpesan “nanti kamu pura2 berangkat jam 6, kakak juga nanti mau ijin pergi juga. Jam 8 kakak nanti sampai hotel. Jangan sampai abang kamu curiga. Ngerti?”
“Iya kak, lagian hotelnya gak jauh dari tempat mangkal bus” jawabku enteng.
Sampai rumah, aku masuk dan mau laporan kalau sudah dapat tiket tapi rumah kosong, pintu terkunci. Lalu aku buka dengan kunci cadangan yang memang jatahku kalau aku pulang ke tempat abangku. Ternyata benar, rumah kosong. “Mungkin abang lagi ngawas usahanya” pikirku.
Kakak iparku masuk dan heran kok suaminya belom pulang. Aku berbaring di depan tivi ruang tengah. Kemudian kak Yanti yang keluar dari kamarnya menghampiriku dan duduk di sofa dekat aku baring.
“Jo dulu waktu kamu menyetubuhiin kakak waktu mabok, sampai berapa kali kamu keluar?” Tanya kak Yanti.
“Hehe 2x kak, dari jam12an sampai jam 3an” jawabku sambil cengengesan.
“Wah.. pantes serambi lempit kakak berasa ngilu banget waktu itu” balasnya.
“Maaf ya kak, kalo Bejo nyakitin kakak waktu itu” kataku sambil mengecup bibirnya. “Mumpung baik, waktunya bikin dia tersanjung” pikirku.
“Gak apa Jo, lagian sekarang kakak juga seneng bisa menyetubuhi sama kamu. Kamu bisa bikin kakak enak. Ngomong-ngomong nanti malem kamu bisa ngerjain kakak sampai subuh lagi loh” kata kak Yanti sambil mengecupku balik.
Lalu kami lakukan french kiss sambil ku sodok serambi lempitnya pakai jariku yang diam2 menyusup ke rok pendek harian yang biasa dia pakai.
“Ehmmm ehhhmm Jo, udah nanti malam aja. Kakak milik kamu kok, jangan sekarang ya sayangg..” protes kakak ku yang merasa tak aman.
Dan benar saja seketika terdengar abangku yang pulang, kakak iparku lalu berlari menyambutnya.
“Eh Jo, dapat tiket buat tar sore?” Tanya abangku saat melihatku di ruang tengah.
“Dapat bang, jam 6 harus disana” jawabku.
“Oke deh, nanti abang antar” kata abangku sambil berlalu ke kamarnya diikuti kakak iparku.
Terdengar obrolan mereka di kamar, sepertinya kakak iparku ijin untuk ikut temannya ke luar kota dan pulang besok sore. Lalu seketika kamar itu kembali tenang tapi samar2 terdengar suara desahan. “menyetubuhi tuh, pasti karena mau ditinggal ke luar kota!” Pikirku sambil bangkit dan pergi ke rumah sebelah.
Jam 17.30 aku bersiap diantar abang ku ke tempat pemberhentian bus. Kulihat kakak iparku juga sudah dandan, “mungkin mau sekalian perginya” pikirku.
Kami pun berangkat, seperti biasa siraman rohani terdengar dari abang dan kakak ku sebelum aku ke kota dimana aku kuliah. Gak ada yang spesial, semua sama temanya.
Sesampainya di agen bus, aku yang hendak turun namun abangku bilang, katanya gak bisa nungguin karena harus antar kakakku ke tempat teman2nya. Aku iyakan saja.
Aku pura2 menunggu bus ku di depan agen sambil menunggu mobil abangku taj terlihat. Setelah dirasa aman, aku berjalan menuju hotel yang tak jauh dari agen tersebut. Sesampainya di kamar hotel, aku berpikir “kok jadi kayak gigolo gini yah? Niatnya padahal mau balas sikap kakak ipar. Ahh sudahlah, yang penting sikapnya kalo lagi berdua ga separah dulu”.
Lalu aku sempatkan buka 2 amplop berwarna coklat yang diberi kak Yanti dan kak Tuti. Dan ternyata isinya UANG! “Shit, ini sih emang mereka anggap aku gigolo! Ahh terserah deh..” pikirku setelah melihat uang segepok dengan pecahan 100 dan 50ribuan.
Aku juga tak lupa memasukkan kontak kak Tuti ke dalam bbm ku. Langsung di accept dan langsung ada ping dari kak tuti. “Fast respon amat ini serambi lempit umum” batinku yang keheranan. Kami pun berchating ria via bbm, hanya membahas ttg kekagumannya kepadaku yg sadis kalau sudah diatas ranjang bertolak dengan sikapku biasanya yang sering dianggap culun dan pemalas.
Cerita Sex Arabian Madness
Tak terasa sudah lumayan malam, acara chat asik bersama kak Tuti yang menemani kesendirianku di kamar hotel ini. Tiba2 pintu kamar diketuk, setelah aku buka ternyata kak Yanti yang clingukan mengamati situasi kanan kiri. Dia pun masuk dan langsung mengunci pintu.
Aku yang sedang duduk senyum2 sendiri melihat gerak gerik kak yanti yang seperti maling takut ketahuan.
“Ga usah cengar cengir, kakak takut ketemu orang yang ngenalin kakak” ungkapnya.
“Aku ngenalin kakak lho” balasku masih dengan cengar cengir.
“Kamu sih dikasih serambi lempit juga diem” balasnya sambil melempar tas nya ke sofa dan menhampiriku.
Bersambung…
Bagaimana sobat Ngocokers kisah Akibat Kecewa ini? Jika bagus jangan lupa klik salah satu iklan yang ada di situs ini yah biar admin up kelanjutannya yang pasti menarik!