Bunda Maya

Folder Bunda - Blog Cerita Dewasa Ngentot Yang Selalu Update Cerita Ngentot Terbaru Setiap Hari..

Istri Tetangga Cantik Disetubuhi Anjing Golden Retriever Raksasa Saat Suami Pergi

Istri Tetangga Cantik Disetubuhi Anjing Golden Retriever Raksasa Saat Suami Pergi

Cerita Sex Anjing Golden Retriever – Malam sobat Ngocokers. Perkenalkan namaku Tiara. Usiaku 28 tahun dan aku selalu berusaha menjadi tetangga yang baik. Suamiku Nanda dan aku tinggal sebuah perumahan. Di sana masih sepi karena masih belum begitu banyak penghuninya, tetapi rumah rumah sudah berdiri hanya banyak yang masih kosong, atau dikosongkan sebagai rumah peristirahatan.

Di blok tempat tinggalku saja baru ada sekitar 12 rumah yang terisi dari 30 rumah yang ada. Tetangga sebelah kiriku, Martin dan Ci Lina, adalah yang paling akarab denganku, mereka memiliki 2 ekor anjing Golden Retriever yang besar-besar dan sangat bersahabat. Aku terbiasa bercanda dengan mereka saat aku main ke rumah Ci lina dan tak pernah ada kelakuan yang aneh pada anjing mereka, keduanya berkelamin jantan.

Suatu hari menjelang akhir tahun, Ci lina memberitahukan padaku bahwa mereka akan pergi berlibur ke Eropa selama hampir 2 minggu, untuk itu mereka telah meminta kami untuk memberi makan anjing mereka sementara mereka sedang berlibur.

Pada pagi di hari keberangkatan mereka ke Bandara, Ci Lina dan Martin datang ke rumahku, saat itu suamiku Nanda sudah berangkat kerja dan sudah ku beri tahu mengenai tetangga sebelah rumah yang meminta bantuan untuk menjaga anjing mereka. Mereka memberi tahu apa saja yang harus kami lakukan untuk merawat peliharaan mereka. Setelah itu mereka pamit dan berangkat menuju Bandara.

Cerita Sex Anjing Golden Retriever Ngocoks Ci Lina sebenarnya tidak ingin meninggalkan anjing mereka di rumah tetapi mereka sudah merencanakan perjalanan ini jauh-jauh hari dan jika harus menitipkan anjing-anjingnya di penitipan hewan akan terlalu banyak biaya yang dikeluarkan.

Aku bilang pada Ci Lina tidak perlu khawatir, aku akan mengecek dan merawat anjing mereka selalu. Lagipula anjing-anjing itu sudah mengenal aku dengan baik dan walaupun mereka anjing yang besar-besar aku tidak takut pada mereka.

Nanda dan aku tidak punya hewan peliharaan. Kami belum memiliki anak karena memang kami belum ingin, dan baru-baru ini aku berhenti minum pil KB mencoba untuk hamil. Payudara aku cukup besar dengan ukuran 36B dan sejak aku berhenti minum pil kedua payudaraku terasa bengkak dan panas dan suatu hari mulai meneteskan susu.

Aku sudah pergi ke dokter menanyakan hal ini dan dia bilang itu efek samping yang jarang terjadi dan memberitahu bawah biasanya hal itu disebabkan oleh perubahan kadar hormon. Jika dibiarkan saja mereka akan hilang dengan sendirinya. Kadang jika sedang muncul nafsuku aku suka meremas dan memainkan payudaraku sambil aku masturbasi.

Aku akan menceritakan sedikit soal kenapa aku suka masturbasi. Seks, untuk suamiku yang workaholic merupakan sebuah kewajiban saja dalam pernikahan, dia akan melakukannya saat dia ingin dan sedang tidak capek sehabis bekerja. Jadi jarang sekali dalam berhubungan seks aku bisa mencapai orgasme.

Sedang bagiku, seks adalah keharusan, sejak pertama kali mengenal seks aku selalu ingin serambi lempitku diisi oleh rudal seseorang atau apapun itu yang menyerupai rudal. Jadi masturbasi bukan sesuatu yang tabu buatku. Apakah aku hyperseks? Aku tak tahu.

Yang ku tahu paling tidak 1 hari aku harus melakukannya. Apalagi seperti saat ini dimana payudaraku mengeluarkan air susu, nafsu seksku seperti tidak pernah surut. Dan untuk menguranginya aku berusaha melakukan kesibukan apa saja yang bisa melupakan hasrat ingin disetubuhi.

Hari ini kami memiliki hari yang panjang dan cukup melelahkan dan rasanya ingin segera beristirahat. Suamiku sudah lebih dulu di tempat tidur tidur dan aku menyusulnya sambil menanggalkan pakaianku.

Aku kecewa karena suamiku sudah dibuai oleh mimpi, aku merasa malam ini sedang sangat terangsang dan ingin menuntaskannya dengan suamiku. Aku biasanya akan dalam keadaan terangsang seksli di sekitar waktu pertengahan bulan pada waktu ovulasi dan karena aku tidak minum pil kb lagi hal itu makin membuat nafsu seksku sampai ke ubun-ubun.

Tiba-tiba aku ingat aku belum memberi makan anjing sebelah. Aku lelah tapi aku harus melakukannya. Aku masih telanjang dan segera meraih jubah tidurku yang panjangnya hanya sekitrar 10 cm dari pantatku, aku mengikatnya dan berjalan keluar kamar menuju rumah sebelah. Kupikir karena hari sudah malam dan tak ada orang di luar jadi aku tak merasa takut akan ada orang yang melihatku, lagi pula sangat gelap diluar.

Aku berjalan melintasi halaman ke rumah tetangga. Aku membuka pintu depan dan melewati ruang keluarga ke halaman belakang untuk melihat anjing-anjing itu. Aku membuka pintu rumah belakang yang menghubungkan dengan halaman belakang lalu keluar untuk memeriksa air minum mereka. Anjing-anjing itu datang menyambutku. Mereka benar-benar anjing yang manis dan lucu.

Perlu sobat Ngocokers ketahui Tiba-tiba saja ada sekitar 6 ekor anak-anak anjing yang cukup besar keluar dari tempat persembunyian mereka di halaman. 6 ekor anak anjing yang lucu-lucu mereka berlarian ke arahku, menjilati kakiku dan menciuminya. Aku kaget karena Ci lina tak memberitahukanku keberadaan mereka. Seekor yang besar kembali ke tempat dimana ia tidur dan aku bingung bagaimana anak-anak anjing ini menyusu.

Aku berjalan ke tempat mangkuk makanan dan air, lalu membungkuk untuk memeriksa masih cukup atau perlu kutambahkan. Tiba-tiba aku merasakan hidung yang basah menyentuh punggungku lalu turun mengendus di antara kakiku.

Kareana posisiku jubah yang kupakai otomatis terangkat dan mengekspos ketelanjangan bagian bawahku. Salah seekor Golden Retriever laki-laki dewasa itu mendengus dan kemudian menjilat serambi lempitku. Itu mengejutkanku, tapi aku tidak berusaha untuk segera mengusirnya.

Lidahnya bergerak cepat di serambi lempitku sekarang dan aku memejamkan mata dan berpikir ini terasa begitu nikmat. Aku tersadar setelah beberapa saat dan berpikir ini salah. Lalu berdiri dan berusaha mendorong kepalanya menjauh dariku. Aku rasa karena aku sedang horny serambi lempitku mengeluarkan aroma yang disukainya, aroma seekor betina yang ingin kawin dan anjing itu merasakannya dan terus berusaha untuk bisa menjilati serambi lempit telanjangku.

Aku sedang berusaha untuk kembali ke arah pintu belakang rumah ketika salah satu anak anjing membuatku tersandung dan membuatku jatuh. Aku reflex berguling berusaha bangkit dan mengakibatkan posisiku bertumpu dengan tangan dan lututku di tanah seperti merangkak berusaha untuk berdiri. Jubah yang ku kenakan tersingkap sampai pinggulku membuat pantatku terbuka.

Aku mengatur napas untuk sesaat ketika aku merasa lidah anjing laki-laki tadi sudah berada di bibir serambi lempit berbuluku. Dia membuka bibir-bibir serambi lempitku berusaha untuk mendapatkan lebih. Lidahnya menggosok seluruh itilku yang membengkak sejak tadi. Aku tahu aku harus bangun dan pergi tapi aku ragu-ragu. Dan itu adalah sebuah kesalahan besar.

Ada perasaan yang hilang ketika anjing itu berhenti menjilati serambi lempitku. Aku pikir dia sudah bosan dan aku mulai bergerak hendak bangkit berdiri. Tiba-tiba aku merasa beban berat di punggungku mendesak aku kembali ke bawah. Anjing itu sudah berada di atas ku dengan kaki depannya melilit pinggangku.

Aku hampir tidak bisa menahan seluruh badannya ditambah lagi kedua tanganku masih berada di rerumputan jadi aku tidak bisa mendorongnya. Aku tak sadar sampai aku merasakan rudalnya mulai menyentuh kulit pantatku. rudal anjing yang meneteskan cairan penetrasinya mulai menusuk serambi lempitku. Dia mencoba untuk menyetubuhi aku.

Aku panik dan berpikir untuk minta tolong tapi itu akan sangat memalukan. Aku berharap dia akan menyerah dan melepaskanku. serambi lempitku sudah basah dari jilatan lidah anjing itu, dan mungkin di tambah lagi sedikit yang keluar dari serambi lempitku sendiri karena aku menikmatinya tadi.

Dia begitu bernafsu dan akhirnya ujung kemaluannya berhasil berada di pintu masuk serambi lempitku. Setelah ia merasa pas dengan cepat ia mendorong sebagian besar kemaluannya masuk ke dalam serambi lempitku. Aku gak tahu seberapa besar rudalnya dan bahkan belum semuanya masuk.

Bagaikan manusia saja anjing itu menarik pinggangku lebih ketat dan mendorong rudalnya lebih dalam lagi. Terasa lebih tebal dan lebih lama masuknya dari rudal suamiku. Perasaan dimasuki rudal yang besar dan panjang dalam diriku sangatlah luar biasa. Aku tidak pernah tahu atau membayangkan seberapa besar ukuran rudal ini dalam hidupku, ditambah rasanya jauh lebih panas.

Kemudian anjing itu mulai menggerakkan pantatnya maju mundur menyetubuhiku. Aku merasakan ujung kemaluannya sampai menyentuh leher rahimku. Aku merasakan orgasmeku makin dekat tapi kucoba untuk menahannya. Bahaimana mungkin aku bisa terangsang oleh seekor anjing, dan saat ini seekor anjing sedang menyetubuhi aku, aku tidak tahu harus menikmati ini atau berusaha menahannya?

“Ahhh…….eeeeeehhhhhmmmmmmmm uuuuhhhhh….!” Aku masih berusaha menahan kenikmatan ini. Tapi rasanya begitu nikmat, belum pernah kurasakan kenikmatan bersetubuh seperti ini, gesekan rudal anjing yang keras dan panas terus memaksaku menerima kenikmatan ini.

Akhirnya aku memutuskan untuk membiarkan anjing ini menyetubuhiku karena ingin tau seberapa besar kenikmatan yang kudapat. Aku mulai menikmati gesekan rudal anjing pada serambi lempitku dan aku merasakan sesuatu yang keras dan besar memukul-mukul bibir serambi lempit aku.

“Yah…. teruskan…. pejantanku….nikmati betina mu ini…..oooohhh rasanya begitu nikmat….terus sayang….setubuhi betinamu ……puaskan dahaga serambi lempit betinamu ini…..ahhhhhhh………!” Aku mulai meracau karena tak tahan dengan kenikmatan yang diberikan oleh seekor anjing.

Oooohhhhh……pejantanku….. aku maaauuuuu keellluuuaarrrr……” Orgasmeku mulai datang dan aku mulai mendorong menyambut dorongan rudal yang luar biasa besar. Tanpa ku sadari gerakanku malah membantu rudal anjing jantan itu semakin masuk dalam serambi lempitku yang sempit. Pinggulku bergetar hebat dan itilku tergesek bulu bulunya, ketika aku mendorong lagi rudal besarnya masuk ke serambi lempitku, dan anjing itu pun menyemprotkan spermanya di dalam serambi lempitku sangat keras.

Aku pun tak tahan dan orgasme dengan hebat sampai serambi lempitku terasa berkedut. Sperma anjing lebih panas dari manusia dan lebih encer. Aku merasa serambi lempitku penuh. Aahhkkkk……. aaaaiiiiiiieeeeeee…………” Hal ini menyebabkan orgasmeku datang jauh lebih hebat di dalam serambi lempitku sambil aku jepit rudalnya di dalam.

Kedutan-kedutan di dalam serambi lempit aku mulai melambat. Entah bagaimana rudal besar dan bengkaknya bisa masuk dalam diriku. Semakin lama terasa makin besar dan aku merasa takut. Aku pernah melihat seekor anjing yang kawin, dan setelahnya mereka terkunci selama beberapa lama. Dan itu terjadi padaku sekarang. Simpul (bungul) di dalam serambi lempitku telah mengunci kami berdua.

Kami tak dapat lepas begitu saja. rudal anjing jantan dilengkapi seperti ini sehingga benih mereka memiliki kesempatan yang lebih baik di dalam serambi lempit betinanya. Itulah yang aku rasakan selanjutnya, spermanya menembak di dalam serambi lempitku. Panas dan banyak sekali. Menyembur begitu jauh, hingga kurasakan sampai ke pintu rahimku.

Spermanya berada di rahimku, rahim suburku yang sedang berovulasi. Tentunya aku tidak bisa hamil, tidak dari oleh seekor anjing. Risiko dan sensasi dari semua ini membuat aku bahkan lebih bersemangat. Kami terikat ketat dan anjing itu mulai berusaha menarik lepas rudalnya posisi kami pantat ke pantat.

Ia menarik sedikit dan tetap tidak bisa keluar. rudal gagahnya masih muncrat dalam serambi lempitku. Jubahku sudah acak-acakan dan terbuka, dan payudara besarku menggantung ke bawah. Aku mengulurkan tangan dengan satu tangan dan menarik pada puting susuku. Putingku sangat sensitif dan dengan simpulnya masih menekan G-spotku, aku memejamkan mata.

Aku merasakan kehangatan yang jauh di dalam payudaraku saat aku menarik puting panjangku. Susuku mulai mengalir dari putingku, menyemprotkan ke rumput di bawahku. Aku melepaskan payudaraku dan merasakan kemaluannya masih menimbulkan kenikmatan padaku. Aku merasakan sesuatu menyentuh putingku. Aku menunduk dan melihat salah satu anak anjing menjilatnya kemudian memasukkan putingku ke dalam mulutnya.

Aku kira mereka tertarik pada aroma susuku. Karena aku tidak bisa kemana-mana maka kubiarkan saja. Tak lama anak anjing lain datang tertatih-tatih dan ikut menyusu pada puting aku yang lain dan mengisapnya. Aku menyusui dua anak anjing Golden Retriever dengan rudal besar masih terjebak dalam serambi lempitku.

Kadang gigi anjing mereka menggigit putingku dan mengirimkan kejutan pada dadaku. rudal besar masih dalam serambi lempitku dan aku bisa merasakan besarnya simpul itu yang menyebabkan perut bawahku seperti membengkak. Dia menariknya lagi tapi itu masih belum bisa. Aku tidak tahu berapa lama kami sudah terkunci bersama-sama. Tentunya ia akan menyusut kembali sehingga ia bisa keluar.

Aku tidak suka harus menjelaskan hal ini. Dia mencoba lagi dan perlahan-lahan serambi lempitku mulai meregang. Pada saat yang sama sepasang anak anjing itu telah berhenti menyusu padaku, simpul besar pada serambi lempitku mulai keluar dari rentangan serambi lempitku diikuti lepasnya rudal anjing yang besar dan tebal.

Aku menjatuhkan diri ke tanah. Aku bisa merasakan benihnya anjing itu mengalir dari serambi lempit ku. Aku tersenyum sendiri mengetahui bahwa meskipun aku tidak bisa hamil anjing besar itu telah mencoba untuk menghamili betina jalang barunya. Saat aku berbaring miring sisa anak-anak anjing menghampiriku untuk menyusu. Aku membiarkan mereka bergiliran minum dari payudaraku. Aku tidak tahu apakah susuku cukup buat mereka.

Aku merasa seperti seorang ibu saat aku mengelus mereka sementara perut kecil mereka diisi oleh air susuku. setelah semua kebagian, aku mulai bisa berdiri di atas kakiku yang gemetar, dan aku mengisi air dan makanan pada mangkuk mereka dan kembali ke rumah.

Aku berbalik dan melihat ke halaman tak ingin pergi sebenarnya. Aku melihat pejantan besar besar baruku duduk di sana menatapku. sepertinya dia tersenyum di wajahnya. Aku tersenyum juga, menutup pintu dan kembali ke rumah.

Saat aku berjalan pulang aku bisa merasakan beberapa gumpalan dari sperma anjing meleleh keluar dari serambi lempitku dan turun melalui kakiku. Ketika aku kembali ke rumah suamiku masih tertidur. Aku diam-diam pergi ke kamar mandi dan mandi.

Aku mencuci semua jejak persetubuhanku dengan anjing. Puting aku masih sakit disebabkan menyusui semua anak anjing itu. serambi lempitku telah berhenti meneteskan sperma anjing tadi jadi aku keluar dari kamar mandi dan handukan sampai kering.

Aku naik ke tempat tidur dimana suamiku tidur. Yang ada dalam pikiranku bagaimana bisa rudal anjing yang besar masuk dalam serambi lempitku. Apakah aku akan melakukannya lagi? Martin dan Ci Lina tidak akan pulang selama 2 minggu lagi. Setelah mereka kembali apa yang harus aku lakukan, memelihara anjing sendiri?

Aku akhirnya tertidur dan bermimpi aneh. Aku berada di luar rumah dan telanjang bugil. Aku berada di sebuah halaman belakang yang aneh. Aku berbaring di atas selimut dan ada banyak anak anjing berebut payudaraku. Mereka lapar dan aku harus memberi makan mereka. Aku adalah ibu mereka. Ini adalah anak-anak anjing yang aku lahirkan. Aku melihat ayah mereka berjaga-jaga di halaman. Golden Retriever besar. Dia telah membuatku hamil.

Bersambung… 2 hari setelah kejadian di rumah sebelah, aku meminta suamiku untuk memberi makan anjing tetangga kemarin karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku kembali. Sore ini saat suamiku masih bekerja. Aku menyelesaikan pekerjaan rutinku di rumah dan setelah selesai aku punya waktu luang sendirian hari ini.

Aku pergi ke kamar tidur, berdiri di depan cermin panjang. Kemudian kutanggalkan semua pakaianku hingga telanjang dan melihat bayangan diriku. Usiaku sudah hampir 30 tahun, masih terlihat cantik, kulitku putih dengan rambut panjang sampai punggungku hitam dan sedikit bergelombang, ku pikir aku masih cantik.

Tinggiku sekitar 165cm. Pinggangku ramping dan perutku masih cukup datar belum terlihat ada lemak. Pinggulku sedikit lebar dengan pantat yang membulat diikuti kakiku yang cukup panjang. pantatku tidak jatuh dan masih terlihat seksi jika aku menggunakan celana jins. Dan aku masih rajin berolah raga jogging disekitar rumahku, biasanya kulakukan pagi atau malam hari. Aku melihat di antara kedua kakiku. Bulu kemaluanku terlihat lebih gelap dari rambutku. Penuh dan tebal.

Aku pernah mencukurnya, tetapi karena suamiku tak suka jadi aku membiarkannya tumbuh kembali. bibir luar kemaluanku kecil agak tersembunyi, jadi jika dilihat kemaluanku hanya tampak sperti garis saja. Satu-satunya yang menonjol keluar adalah dadaku, putingnya agak besar dengan lingkaran areola coklat muda.

Aku sampai sekarang masih merasa payudaraku terlihat terlalu besar untuk ukuran tubuhku. Bentuknya bulat dan kenyal dan terlihat berat karena ukurannya. Dan jika ku perhatikan lagi areolaku terlihat lebih besar dari sebelum aku berhenti minum pil. Putingku selalu tegak yang kadang membuatku risih jika harus menggunakan pakaian yang mengharuskan ku tak mengenakan bra.

Aku pegang kedua payudaraku. Aku mengusapkan ibu jariku di putingnya membuatnya jadi lebih tegak dan keras. Masih terasa sedikit sakit karena kemarin anak-anak anjing itu kuat sekali menyedot puting susuku.

Aku masih berdiri menarik napas dalam-dalam, dan aku mencium sesuatu. Aku mengendus lagi dan baru ku sadari kalau bau itu berasl dari tubuhku. Aku belum mandi sejak kejadian dengan anjing rumah sebelah, dan itu 2 hari yang lalu. Aku mencium bau keringat dan bau sesuatu yang lain. Aku mencari sumber bau itu, rupanya dari bawahku, aku melebarkan kakiku, sedikit lebih lebar dan aku tahu di mana sumbernya.

Aku mengulurkan tangan di antara kedua kakiku dan tanganku meluncur masuk membelah serambi lempitku. Rasanya basah dan sedikit lengket. Aku arahkan tanganku ke hidung dan menghirupnya. Hhhemmm….Ini bau yang berbeda dari bau serambi lempitku. Bau ini sangat kuat dan aku kira ini bau feromon. Ini bau betina yang sedang terangsang, betina yang ingin dikawini oleh pejantannya, bau ini muncul pada betina yang sedang berovulasi dan memasuki masa subur. Aku heran bagaimana aku bisa mencium bau ini, biasanya hanya hewan yang mampu melakukannya.

Lalu mengapa aku sangat basah? Kenapa aku tidak mandi sejak 2 hari yang lalu? Aku tahu mengapa. Aku masih tidak ingin menghilangkan aroma rudal besar Golden Retriever jantan itu, aku masih merindukannya, menginginkannya. Ini membuatku terangsang lagi. Apakah aku harus melakukan lagi? Saat aku masih berdiri melihat tubuh telanjangku napasku meningkat dan makin berat, dan dada aku makin mengeras juga. Aku terangsang berat.

Aku menggeleng dan berkata pada diriku sendiri untuk tidak melakukanya. Martin dan Ci Lina adalah tetangga kami dan aku tidak mungkin bisa dikawini anjing mereka jika mereka telah kembali nanti. Aku memutuskan untuk berpakaian dan pergi ke rumah sebelah dan memberi mereka makan seperti janjiku pada Martin dan Ci lina. Aku akan mengabaikan perasaan yang mulai muncul. Aku mengambil celana pendek katun dan sebuah t-shirt. Aku tidak mengenakan bra dan cd lagi karena nanti aku akan mandi.

Aku berjalan melintasi halaman menuju rumah mereka di bawah sinar matahari yang hangat. T-shirtku yang aku gunakan milik suamiku dan tak terlalu besra, tapi berakibat membentuk ketat payudaraku dan putingnya terlihat menyembul kedepan. Aku sudah siap untuk menempatkan tanganku di dada jika berpapasan dengan orang lain.

Ku buka pintu depan dan masuk, berjalan santai melewati ruang tamu menuju pintu belakang. Aku tidak segera keluar dan hanya berdiri di belakang pintu. Anak-anak anjing yang pertama melihat ku dan semuanya berlari berebutan untuk sampai ke pintu. Akhirnya ku putuskan untuk bermain bersama anak anak anjing itu sejenak, mereka sangat lucu-lucu. Aku membuka pintu dan anjing-anjing kecil itu mengerubutiku.

Mereka melompat padaku jadi aku membungkukkan badan dan mengambil salah satu anak anjing. Kecil dan menggemaskan, seekor betina kecil. Aku memeluknya di lenganku dan melihat ke bawah pada yang lain. Aku merasa dan melihat sesuatu yang aneh. T-shirt yang ku kenakan muncul 2 spot basah di bagian putingnya. Menyebarkan aroma dan aku tahu aroma apa itu. Susuku kembali menetes.

Suara gonggongan anak anjing yang lapar telah menyebabkan payudara aku secara spontan mengeluarkan cairan. Aku sedang memperhatikan payudaraku dan tak percaya dengan apa yang ku lihat, anak anjing yang ku gendong sedang mengendus aroma susuku dan kepalanya berbalik sehingga bisa menjilat ke salah satu tempat basah di dadaku. Lidahnya menyapu seluruh puting aku dan dan mulutnya menyeruduk ke payudaraku mencoba untuk mendapatkan ke sumber susunya. Aku mendesah dalam hati dan aku menyerah.

Aku menurunkan anak anjing yang ku gendong dan enarik kaosku lepas dari tubuhku. Aku bisa dengan jelas melihat tetesan susu terbentuk di ujung putingku. Aku berjalan keluar menuju belakang di mana terdapat sebuah karpet yang digulung kemudian membukanya membentangkan karpet itu di rumput dan berbaring di sana.

Aku mengatur payudaraku agar kedua putingku bisa diakses oleh anak-anak anjing itu. Ada 6 ekor dari mereka sehingga mereka harus bergiliran. Dua laki-laki yang lebih besar yang lebih kuat dapat dengan cepat menemukannya. Keduanya langsung menyusu ke putingku dan menghisapnya.

Aku bisa merasakan kehangatan mulut mereka menyebar ke dadaku. Air susuku mengalir sempurna ke mulut kedua anak anjing itu. Aku tidak merasakan gigi taring mereka menusuk paudaraku, mungkin karena aku mulai terbiasa. Aku layaknya Ibu mereka yang sedang memberikan susu bergizi bagi bayi-bayinya.

Ketika masing-masing kurasakan cukup kenyang aku melepaskannya dari putingku dan mengambil yang lain untuk menggantikannya. Segera setelah mereka selesai, Aku agak merasa kecewa karena terasa begitu cepat. Aku berdiri dan membiarkan mereka kembali bermain. Mereka semua berlarian dan mencari berbagai tempat untuk tidur.

Saat aku hendak pulang, memegang handle pintu yang terbuka aku melihatnya. Golden Retriever jantan besar berada di tengah-tengah halaman menatapku. Aku membeku menatap ke arahnya dengan hanya menggunakan celana pendek. Aku melihatnya mengendus udara dan kemudian kepala bergerak-gerak yang menandakan dia tertarik pada sesuatu. Aku melihat dia mengendus lagi dan telinganya bergerak.

Mungkinkah dia mencium bau yang aku keluarkan? Tak ada betina lain disini. Apakah dia masih tertarik pada betina manusia ini? Aku harus tahu jadi aku melepas celanaku dan melemparkannya ke kemeja. Aku berdiri di sana dengan kaki agak terkangkang. Aku terengah-engah dan payudaraku naik-turun mengikuti deru napasku yang cepat. Aku merasakan hembusan angin dari dalam ruangan menerpaku dan aku bisa merasakan angin kecil melewatiku ke luar.

Seekor Golden Retriever besar mempunyai penciuman yang sangat baik karena dia langsung berdiri dan aku bisa melihat bagian ujung rudalnya yang berwarna merah mulai menyodok keluar dari sarung berbulunya. Dia perlahan-lahan mulai berjalan kearahku yang berada di pintu rumah. Aku bisa melihat otot-otot yang kuat bergerak di bawah bulu-bulunya ketika dia berjalan.

Ketika dia sampai di pintu aku bergeser untuk membiarkan dia masuk ke dalam rumah. Aku tidak pernah berencana melakukan dengan dia lagi. Tapi nafsu ini mengalahkan pikiranku dan jika aku melakukannya, aku tidak ingin terjadi di halaman belakang disaat hari masih terang.

Dia berada di dalam rumah sekarang dan dia duduk menungguku terengah-engah. rudal merahnya sudah lebih terlihat. Dia menungguku untuk melakukan langkah pertama. Dengan kaki gemetar aku berjalan ke sebuah sofa panjang dan duduk. Aku duduk di sana selama beberapa saat menatapnya bertanya-tanya apakah aku benar-benar ingin melakukan ini lagi.

Aku melihat lidah basahnya keluar dan ingat bagaimana enaknya lidah itu menjilati serambi lempitku. Aku rasa akan membiarkan dia melakukan itu lagi. Aku merebahkan diri di kursi besar dan melebarkan kakiku, menggeser pantatku lebih ke tepi kursi. Ci Lina memiliki cermin besar di ruangan ini, untuk memberikan kesan lebih lebar katanya. Aku bisa melihat diriku jelas di dalam kaca itu. Kakiku terkangkang dan bibir serambi lempitku yang sangat merah dan membengkak.

Itilku mencuat melewati bibir luar serambi lempitku. Aku bisa melihat serambi lempitku sudah basah dan rambut di sekitar kemaluanku juga basah. Aku belum pernah melihat diriku seperti ini. Benar-benar terangsang dan siap untuk dikawini.

Aku melihat ia mulai berjalan kearahku mengendus udara di sekitarnya saat ia mendekat. Dia memposisikan hidungnya tepat diantara kakiku dan mengambil hirupan cepat pada sumbernya. Lidahnya yang panjang bergerak-gerak dan dia menjilat itilku.

“Aaaahhhhkkkkkk………..eeeehhhhhhmmmmmmkkk……..”Aku mengejang dan mengerang.

Dia menyukai bau ku, tapi dia lebih menyukai rasa dari cairan serambi lempitku yang menetes keluar. Dia masih merasa belum cukup cukup rupanya. Lidahnya berusaha menemukan setiap inci dari serambi lempit aku sambil mencari lebih banyak caiaran serambi lempitku. Lidahnya sampai masuk beberapa inci dalam serambi lempitku. Tentu saja semakin dia menjilat lebih dalam, lebih banyak cairan mengalir keluar.

Karena aku sedang berovulasi dan aku sedang banyak-banyaknya menghasilkan cairan bening licin dan lengket. Aku semakin terbuai dalam perasaan nikmat ini dan ketika orgasmeitu datang aku mengejang sejadi- jadinya.

“Hhhhhaaaahhhhhhhkkkkkkkk…….. aaaaaahhhhhhh……………..” serambi lempit aku berkedut dan pinggulku terangkat dari kursi. Aku bisa merasakan semburan cairan keluar dari serambi lempitku yang langsung dia jilati. Aku terhempas ke kursi dan terengah-engah dan merasakan kejang di perutku mulai mereda.

Aku melihat dia berhenti menjilati serambi lempitku. Luar biasa, bagaimana mungkin seekor anjing dapat melakukan ini, dia seolah olah mengerti bahwa manusia sebelum melakukan persenggamaan melakukan pemanasan (foreplay) lebih dulu. Dan ini adalah foreplay terindah yang pernah kurasakan. Tidak dari seorang manusiapun.

Tak menunggu lebih lama anjing jantan itu mulai naik memposikan tubunya diantara kedua pahaku, ia meletakkan kaki depannya di kursi, berada di kedua sisi pinggang aku dan bergerak lebih dekat.

Aku begitu horny, yang aku inginkan adalah rudal besar pejantanku ini dalam diriku. Aku tidak merencanakan melakukannya dalam posisi ini, tetapi dia telah berada di posisi ini jadi ku pikir aku akan mencobanya. Pada dasarnya posisi ini adalah posisi misionaris.

Posisi yang biasa kulakukan dengan suamiku tapi hewan ini seolah tau dan mengerti apa yang harus dia perbuat, cukup mengherankanku. Dia mengarahkan pinggulnya kebih maju dan aku bisa merasakan ujung kemaluannya menyentuh mulut serambi lempitku.

Ohhhh…. sayang…. marilah….. setubuhi betinamu ini…… buat aku seperti betina- betina anjingmu……….entot aku Ohh pejantanku.” Aku merayunya sambil makin melebarkan kakiku berharap dia akan segera menusukkan rudal besarnya ke serambi lempitku. Aku merasa kemaluannya mulai membuka bibir luar kemaluanku yang berbulu lebat dan aku tahu dia akan segera memulai mengawiniku.

Aku berpikir betapa romantisnya ini. Dia berbau seperti anjing dan aku berbau seperti betina yang ingin kawin. Satu hal tentang anjing jika ingin kawin, ketika rudalnya telah menemukan tempat yang tepat dia akan langsung menusukkan rudalnya sekaligus tanpa ampun, aku telah pelajari itu dari beberapa situs di internet.

Aku tidak perlu membimbingnya ke arah lubang kemaluanku karena bibir serambi lempitku yang membengkak akan menyerupai bunga sedang mekar. Begitu rudal keras dan gemuk menemukan vagian basah terbuka milikku ia mendorongnya. Aku melengkungkan punggungku menyambut datangnya tamu kenikmatan itu di serambi lempitku. Sambil menggigit bibir bawahku, aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya ia akan terus mendorong rudalnya lebih dalam sampai dia memasukkan simpul besarnya dalam serambi lempitku.

“Ahhhh…. yyyaaahhhh …….. entot aku………. puaskan aku……beri aku kenikmatan….. Ahhhhh…..menyetubuhi….” Entah dari mana kata-kata itu keluar dari mulutku. Aku sendiri hampir tidak mempercayainya, aku bagaikan betina binal yang haus akan persetubuhan, kata kataku semakin vulgar dan itu makin membuatku terangasang.

Mengucapkan kata kata yang tak pernah keluar dari mulutku seakan menjadi keharusan bagiku. Mengalir begitu saja menambah kenikmatan lain dalam diriku saat aku dikawini seperti ini. rudalnya meluncur cepat menggesek nikmat bagian dalam serambi lempitku, tanganku meraih pundaknya, mengelus bagian belakang kepala hingga leher anjing pejantanku ini.

Kenikmatan yang ku dapat begitu intens membuatku tak dapat lagi menahan gelombang orgasme yang datang, tubuhku kembali mengejang saat orgasme itu tiba. Cairan ku keluar membasahi rudalnya yang tetap cepat bergerak memompa serambi lempitku, sampai cairan itu meleleh keluar dari sela sela mulut serambi lempitku yang penuh tersumpal oleh rudal anjing.

Belum reda rasa nikmat itu hilang aku merasakan simpul besar itu mulai menguak bibir serambi lempitku, terasa sekali memaksa untuk masuk ke lubang kemaluanku yang sempit, mulutku mengganga mataku mendelik keatas hanya terlihat bagian putihnya saja, tak ada suara yang keluar dari mulutku. Nafasku seakan terhenti sesaat ketika simpul itu akhirnya masuk sempurna di dalam serambi lempitku.

Untungnya serambi lempitku sangat basah sekali sehingga memudahkan simpul itu masuk tanpa rasa sakit sedikitpunn yang ada hanya rasa nikmat yang tak bisa kulukiskan dengan kata kata.

‘Oh ya pejantanku keluarkan benih benihmu di serambi lempitku…… buahi betinamu ini…..hamili aku….. aku adalah istrimu ….. aku siap di buahi kapanpun kau mau….ohhhh puaskan aku nikmati aku sesukamu pejantanku….” Akua meracau tak karuan.

Dalam hatiku berkata mulai saat ini serambi lempitku adalah miliknya, dia berhak mengakses miliknya kapanpun dia mau. Aku adalah betinanya, betina yang cabul dan lapar akan rudal keras dan besar miliknya. Aku telah dirasuki oleh kenikmatan yang tak pernah ku temui dari pejantan manusia manapun. Apalagi dari suamiku.

Telah ku putuskan bahwa suamiku hanya dapat menyetubuhiku disaat aku sedang tidak berovulasi. Masa suburku adalah untuk pejantan hewanku, aku ingin dia membuahiku, menghamiliku, aku ingin memiliki anak-anak anjing dari rahimku sendiri.

Sementara itu, rudal tebalnya telah mulai menampakkan tanda tanda akan menyemburkan benihnya, aku telah siap dan menanti benih anjing pejantanku didalam serambi lempitku. Posisi ini memberikan sebuah permainan seks dengan perasaan baru. rudalnya terasa lebih tebal dan lebih lama menyetubuhiku.

Aku mengangkat kakiku ke atas melingkarkannya pada pinggul belakang pejantanku dan menyebabkan rudalnya masuk lebih dalam menyentuh mulut rahimku bahkan masuk lebih dalam lagi membuat diriku merasa yakin benihnya akan membuahi sel telurku. Aku tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi dan aku merasa sedikit gugup.

Otot pantatnya yang kuat yang bergerak cepat mendorong kemaluannya jauh ke dalam diriku. Posisi Kami perut bertemu perut sekarang. rudalnya sangat dalam dan aku bisa merasakan rudalnya menyemburkan benihnya keluar beberapa kali. Aku merasa begitu penuh oleh benih anjing, aku tidak tahu apakah serambi lempitku dapat menampung lebih banyak spermanya, dan tak ada yang bisa menghentikannya.

Aku bagai betina jalang liar dan ia akan berkembang biak di dalam tubuhku. Dia tahu dari bau yang aku keluarkan bahwa ada sel telur yang menunggu untuk keturunannya. Dia melakukannya untuk memastikan kalau dia telah memompa serambi lempitku, mengisinya hingga penuh dan calon keturunannya akan mencapai sel telur itu dan berbuah di sana.

Aku menggerakkan pinggulku mencoba untuk memisahkan diri. Aku merasa geli pada itilku ketika kulit berbulunya menyentuh bibir luar vagiana berbuluku. Simpul-nya masih sangat keras.Kemudian Anjing pejantaku bergerak memutar membelakangiku. Simpulya kembali menggesek dinding serambi lempitku membuat perasaan nikmat yang lain. Simpulnya mulai tertarik keluar membuka serambi lempitku sekarang, dia berusaha menariknyanya.

Aku mengertakkan gigi dan mempersiapkan diri. Aku berkeringat karena usaha yang dia kerjakan. Aku mendongak ke cermin dan aku bisa jelas melihat simpul nya berusaha untuk keluar. Aku terkesiap berpikir tak ingin itu cepat lepas dariku.

Aku menarik kakinya menahan pantatnya. Aku menggeliat dan setengah dari simpul itu masuk kembali ke dalam. Kami berdua berdiam pada saat yang sama. Aku menatap takjub pada serambi lempitku tersambung ketat dengan rudal pejantan tangguhku ini.

Seluruh kemaluannya dalam diriku, simpulnya, rudal tebalnya. Dan berbicara tentang simpul. Aku bisa merasakan pembengkakannya mulai menyusut. Dia menyegel kami begitu ketat. Dalam posisi ini rasanya jauh lebih besar dari sebelumnya. Kemaluannya sangat tebal dalam dalam diriku.

Seberapa dalam aku tidak tahu. Rasanya seperti mencapai perutku, tak ada rudal manusia yang bisa seperti ini. Apakah nanti aku bisa puas dengan rudal suamiku?

Setelah beberapa menit dia berdiam, dia mulai bergerak ingin menjauh dariku. Dia mulai membuat tarikan dan rasanya seperti perutku akan ditarik keluar. Kami terkunci rapat dan tidak akan memisahkan untuk sementara.

Anjing ini begitu kuat, dengan rudal besar yang diterbenam diserambi lempitku, Aku membuatnya tetap sibuk dan berharap aku akan bertahan sampai ia menyusut kembali. Ia tetap diam terkunci ke serambi lempitku.

Hal ini membuatku kembali berdebar dan merasa enak. Aku akan sepertinya akan orgasme yang ke tiga segera, aku bisa merasakannya. Keadaan ini, dengan rudal yang besar masih di dalam kemaluanku, simpulnya yang bengkak sehingga tidak bisa keluar dari serambi lempitku, mengirim kenikmatan yang tak bertepi.

Dia kembali bergerak menekan G-spotku. Aku semakin dekat dengan orgasmeku. Aku bergidik saat orgasme datang menerpa seluruh tubuhku. serambi lempitku menjepit seperti catok pada kemaluannya. Aku bisa merasakan setiap denyutan pembuluh darahnya . Aku mengejang seperti orang gila dan menembakan cairan keluar di serambi lempitku yang masih terhubung.

Aku tidak pernah orgasme seperti ini sebelumnya. Bahkan saat aku mengalami orgasme dengan suamiku, yang sangat langka. Saat ini aku mendapatkanya dari seekor anjing yang mengawini aku. Perasaan dimana kami terkunci bersama benar-benar sebagai salah satu perasaan yang luar biasa. Dia mengklaim aku sebagai pelacur betinanya dan itulah yang aku inginkan. Aku tidak pernah merasa begitu hidup dan diinginkan seperti saat ini. serambi lempitku begitu menginginkannya.

Aku merintih dan mengerang ketika turun dari orgasmeku. Ketika itu terjadi aku roboh di kursi tubuhku lemas. ototku semua lemas dan aku merasa serambi lempitku melonggar dan simpulnya menyusut, cukup baginya untuk mencoba menarik keluar. Aku bisa merasakan peregangan di serambi lempitku tapi aku sudah tidak punya tenaga untuk menghentikannya.

Aku melihat di cermin simpul berukuran besar itu perlahan-lahan muncul dari serambi lempitku dan akhirnya keluar. Aku mencoba untuk memperhatikan peenisnya, tebal dan panjang. Aku berpikir bagaimana itu semua bisa masuk ke serambi lempitku. mengherankan buatku dan aku tidak tahu smapai seberapa jauh itu semua masuk dalam diriku.

Kami telah membuat berantakan di kursi. Aku harus membersihkannya dengan pembersih. Cairan masih mengalir keluar dari serambi lempitku, ada lebih banyak cairan dalam serambi lempitku. Perutku terasa penuh. Entah bagaimana aku bisa bangkit dari kursi dan berdiri. Aku menatap kekacauan yang kami sebabkan dan hanya bisa menggelengkan kepala.

Pejantanku di pojok membersihkan diri. Aku menemukan lap dan menyeka diriku sekering mungkin dari keringat. Ruang berbau cairan seks binatang. Aku akan membersihkannya besok. Martin dan Ci Lina baru akan kembali minggu depan. Aku memanggil anjing pejantanku dan membuka pintu belakang.

Aku tahu dia lelah, sambil berjalan perlahan-lahan dia ke luar. Aku memakai celana pendekku dan memakai atasanku dan entah bagaimana aku masih bisa menemukan energi untuk memberi mereka makanan dan air. Saat aku berjalan pulang aku bisa merasakan beberapa cairan gabungan kami meleleh keluar dari serambi lempitku.

Aku juga bisa merasakan benih di dalam diriku masuk ke dalam rahimku mencari sel telurku. Aku berpikir sendiri apakah betina manusia bisa melahirkan beberapa keturunan anjing? Ataukah sel telur hanya bergerak di dalam sperma anjing ini dan tetap tidak dibuahi? Atau akan ada sperma anjing kecil menembus sel telur manusia?

Bisakah embrio tertanam dan tetap melekat sebelum takdir ilahi mengatakan bahwa ini tidak akan terjadi. Yang aku sadari adalah setiap aku berhubungan seks dengan anjing itu dua kali tepatnya, di saat aku sedang berovulasi, apakah bisa sperma anjing membuahi betina manusia, aku rasa anjing itu baru saja melakukannya.

Bersambung… Pagi harinya suamiku sudah berangkat kerja, tubuhku terasa sakit semua. Semalam aku disetubuhi tiga rudal yang berbeda. Aku masih ngantuk karena kurang tidur dan seluruh tubuhku sakit semua terutama di mulut serambi lempitku. Simpul Rottweiler yang besar membuatku agak sulit berjalan dan itu akan makan waktu cukup lama sebelum aku bisa kembali bersetubuh dengan anjing lagi. Aku baru saja mau berbaring tidur siang ketika bel pintu berbunyi.

Cerita Dewasa Ngentot - Istri Tetangga Cantik Disetubuhi Anjing Golden Retriever Raksasa Saat Suami Pergi
Itu Clara dari sebelah. Dia ingin mengucapkan terima kasih karena aku telah merawat anjing peliharaan kakaknya saat mereka pergi berlibur. Aku bilang padanya bahwa itu tak masalah dan aku akan dengan senang hati melakukannya kapan saja mereka membutuhkanku.

Dia bilang dia sangat senang dan kami akhirnya bercakap-cakap soal lain. Dia membawa sesuatu di tangannya dan ia menunjukkan kepadaku. Itu gaun katunku yang aku tinggalkan di sofa tadi malam. Aku bisa saja membantah ketika dia bertanya apa ini punyamu?’ Tapi aku tidak langsung mengaku itu milikku.

Aku bilang, hei..itu seperti salah satu gaunku.” dan bertanya “di mana kau menemukannya?” “Salah satu anjingku telah menemukannya, si Jantan yang besar, di sofa. Dia mengendus-endus gaun itu dan membawa di mulutnya”. Aku pikir, dia melakukan itu karena ada aromaku” gumanku dalam hati,

Aku berpikir sejenak sebelum menjawab sambil memeriksa gaun itu, lalu berkata aku habis mencuci di sana kemarin, mesin cuciku ngadat. Kakakmu sudah biasa mengijinkanku mencuci di rumahnya.” Kataku membuat alasan.

“Ya, cici pernah cerita, dia juga cerita hanya kak Tiara teman dekatnya disini dan Clara sering sekali minta tolong kak Tiara.”

“Aku melipat beberapa pakaian di sofa kemarin sehabis mengeringkannya dan mungkin aku melewatkan yang satu itu.”

Dia menyerahkannya kepada aku tapi aku bisa melihat sedikit keraguan di wajahnya. Aku mencoba untuk mengganti topik pembicaraan dengan bertanya bagaimana anjing-anjing itu. Dia bilang mereka senang melihatnya terutama yang jantan besar.

Leo (nama anjing yang besar) senang sekali bertemu denganku, sepertinya dia sangat rindu sekali denganku” kata Clara. Aku mengerutkan kening bertanya-tanya, rindu? Apakah mereka sepasang kekasih? Lalu Clara pamit untuk pulang, dia ada beberapa hal yang harus dikerjakan dan aku mengucapkan terima kasih lagi lalu dia pergi.

Aku menutup pintu dan menarik napas lega kemudian masuk kamar untuk berbaring. Aku telah selesai berovulasi dan masa haidku akan mulai sekitar satu minggu lagi. Mungkin semua akan tenang dan kembali normal jika aku masuk pada masa haid. Aku tertidur dan masih bertanya-tanya apakah aku memang menginginkan semuanya kembali normal.

Selama minggu beristirahat aku sembuh dan kembali merasa sehat. Ada rasa sedikit kembung di perut bagian bawahku, tapi aku pikir itu karena periode masa haidku akan segera mulai. Aku sudah memberi tanda pada hari Jumat di kalender sebagai hari pertama menstruasi.

Aku juga mempunyai satu keinginan untuk mulai menjaga tubuhku dalam bentuk yang lebih baik. Aku akan mulai lari pagi untuk menjaga berat tubuhku. Sudah lama aku tidak berolah raga dan mungkin jika aku bugar aku akan semakin fit dan tak mudah sakit.

Ini hari Senin. Aku menatap kalender dan melihat hari yang kulingkari. Itu sudah lewat 3 hari dan aku belum mulai menstruasi. Aku pikir baik mungkin tunggu beberapa hari lagi, bukan masalah besar. Aku coba menyibukkan diri selama sisa minggu ini dan tiba-tiba aku baru sadar sudah Jumat lagi. Aku masih belum mulai haid, sudah seminggu penuh terlambat. Aku mulai panik jangan-jangan?

Tentunya aku tidak bisa hamil karena disetubuhi oleh seekor anjing. Aku tahu kapan hari-hari aku dalam masa subur. Ada tiga kemungkinan. Satu, entah bagaimana satu kali saat suamiku di dalam serambi lempitku, kondom yang di pakai bocor. Meskipun tidak 100% yakin, tapi ini adalah suatu kemungkinan.

Kedua, selama minggu aku berovulasi dan aku dikawini oleh anjing menyebabkan penundaan. Aku menggeleng dan berkata pada diri sendiri aku belum pernah terlambat. Aku selalu tepat di hari aku seharusnya mulai haid. Kemungkinan ketiga, aku memiliki sejumlah besar sperma anjing dalam diriku, dua sperma anjing jantan yang mengawiniku selama masa paling suburku. Jutaan sperma pembuat anjing berenang menyerang sel telurku selama seminggu penuh. Apakah ada satu yang berhasil? Tapi itu tidak mungkin?

Tunggu beberapa hari lagi, aku berkata pada diri sendiri, untuk memastikan. Aku jadi terlihat gugup di rumah. Suamiku bertanya apakah aku baik-baik saja dan aku bilang ya. Dia meninggalkan aku sendirian. Ini berlangsung sampai Kamis minggu depannya dan masih tidak ada tanda-tanda haid. Sudah hampir dua minggu terlambat. Aku bangun pagi itu dan meraba perutku. Perasaan galau merasukiku. Tiba-tiba aku merasa mual dan bergegas ke kamar mandi dan muntah. Apakah aku masuk angin atau?

Sore itu aku pergi ke apotek dan membeli beberapa alat tes kehamilan. Aku pulang ke rumah dan ke kamar mandi aku. Membuka satu sambil aku duduk di toilet dan pipis di stripnya. Aku meletakkannya di meja. Ditulis pada kemasan kalau aku harus menunggu sepuluh menit.

Aku mondar-mandir di sekitar kamar tidurku dan melihat jam sambil menghitung mundur. Tes ini seharusnya akurat dan mudah dibaca. Akan ada tanta strip 1 atau strip 2. Itu menandakan HAMIL atau TIDAK HAMIL. Sepuluh menit selesai. Aku perlahan-lahan mendekati meja. Aku mengambil perangkat tes dan melihatnya. Dan aku terkejut disitu ada tanda kalau aku, HAMIL.

Aku mencari tasku dan mengambil merek lain dari alat tes kehamilan. Aku membuka satu dan mengikuti instruksi yang tertulis. Aku menunggu dan kemudian melihat hasilnya. Hasil yang sama, tidak perlu diragukan lagi. Aku duduk di tempat tidur diam, kemudian mulai menangis.

Aku hanya duduk diam berpikir. Aku tidak bisa mengabaikan hal ini dan berpura-pura ini tidak nyata. Aku hamil, tapi siapa ayahnya dan aku hamil apa? Aku pikir usg nanti yang akan memberi jawaban. Jika itu menunjukkan bayi manusia maka itu akan baik-baik saja. Jika sesuatu yang lain maka bagaimana aku akan menjelaskan pada suamiku.

Aku akan kehilangan segalanya. Aku akan mencari dokter, tapi pertama-tama aku harus memberitahu suamiku. Aku harus bilang yang sebenarnya, tentang anjing dan segalanya. Aku berdoa dia akan mendukungku dan membantuku melalui semua ini.

Ketika suamiku pulang kerja malam itu aku sangat gugup. Kami duduk di meja dapur setelah makan malam, tanganku berkeringat dan gemetar. Dia bertanya apa ada yang salah. Aku membuka mulut untuk berbicara, tetapi mengalami kesulitan membentuk kata-kata. Tepat ketika aku akan bilang bahwa aku hamil aku merasakan sesuatu. Perutku tiba tiba terasa karam, makin lama makin kuat. Terasa seperti kram menstruasi hanya lebih kuat. Aku merasa ada kelembaban di antara kakiku dan aku bangkit dari meja.

Aku bilang aku akan segera kembali kemudian aku bergegas ke kamar mandi. Aku menarik celana pendek dan celana dalamku turun dan melihat ada gumpalan darah kental di celana dalamku. Aku duduk di toilet dan beberapa cairan kental jatuh dari serambi lempitku. Terasa kram lagi menyerangku dan lebih banyak cairan kental berwarna merah keluar. Apa pun yang ada dalam diriku sekarang sudah lenyap. Aku mengganti celana dalamku dengan yang baru dan memakai pembalut kemudian pergi tidur.

Aku kembali haid secara normal selama beberapa hari dan kemudian berhenti dan semua kembali normal. Aku merasa sehat tapi juga menyesal. Ada rasa kehilangan. Apakah aku kecewa? Apa yang aku ingin sebenarnya? Apakah aku benar-benar berharap melahirkan salah satu keturunan anjing kekasihku? Seminggu atau lebih berlalu dan aku melihat kalender untuk memastikan aku benar-benar tidak hamil.

Masa berovulasiku datang lagi. Dan aku merasa panas. Aku merasa gatal di selangkanganku. Merasa kosong pada serambi lempitku, aku perlu diisi. Aku memeriksa serambi lempitku di kamar mandi. Bibir serambi lempitku bengkak dan memerah. Aku mulai memproduksi lagi cairan licin dan lengket. Aku mengeluarkan aroma itu lagi. Aroma betina yang ingin dikawini.

Pagi tadi aku tak sempat lari pagi jadi kuputuskan untuk melakukannya malam ini. Aku harus mengakui bahwa olahraga yang kulakukan selama beberapa minggu ini mulai membentuk pantat dan kakiku. aku menggunakan celana pendek ketat berbahan katun warna hitam, tentu saja tanpa celana dalam karena aku ingin meras seksi. Jika seseorang melihat selangkanganku mereka akan jelas bisa melihat garis bibir serambi lempitku yang bengkak.

Aku mengenakan atasan sport bra berwarna abu –abu. Itu memperjelas bentuk payudaraku yang besar. Putingku terus-menerus ereksi saat ini dan tercetak jelas di sport bra yang ku pakai. Aku tak perlu kuatir menggenakan pakaian seperti ini karena dimalam hari jarang sekali orang lewat di perumahan ini, hanya sesekali kendaraan yang lewat itu pun hanya penghuni kompleks ini.

Saat aku berjalan menyusuri jalan ada beberapa orang diluar di lahan pekarangan rumah mereka. Aku melambai pada mereka. Sebagian pria menghentikan apa yang mereka kerjakan di halaman ketika aku berjalan melewati rumah mereka. Sangat jelas mata mereka mengikutiku saat aku lewat. Pertama payudara kemudian pantat yang jadi perhatian mereka. Aku tersenyum pada mereka memberi reaksi.

Mereka sangat fokus sehingga mereka tidak melihat sesuatu yang lain yang sedang terjadi. Ada anjing menggonggong. Ketika aku berjalan pada rumah-rumah tertentu aku bisa mendengar anjing di halaman menabarak pagar atau pintu gerbang mencoba untuk keluar. Aku tahu apa yang mereka inginkan. Mereka menginginkanku. Aku memberi aroma yang mendorong mereka gila dengan nafsu birahi binatang mereka.

Aku bertanya-tanya dalam hati apa yang akan terjadi jika aku berjalan menyusuri gang di belakang lebih malam lagi. Adakah beberapa dari mereka cukup mempunyai akal untuk keluar dari kurungan mereka dan menemukan betina jalang yang birahi ini. Aku bisa merasakan bagian yang basah di antara kakiku dan aku terus berlari sambil menikmati suara anjing menggonggong.

Menjelang tengah malam , ketika suamiku sudah tidur aku berdiri di halaman belakang rumahku dalam kegelapan dan memikirkan apa yang akan aku lakukan. Dari reaksi anjing anjing disekitar lingkunganku sebelumnya aku tahu aku bisa dengan mudah menemukan Seekor anjing pejantan malam ini. Tubuhku sedang dalam kondisi panas oleh birahi dan aku membutuhkan rudal besar dalam serambi lempitku.

Aku tidak lagi menggunakan segala macam kontrasepsi dan kekasih pejantanku tidak memerlukan kondom. Setiap spermanya akan ditampung dalam serambi lempitku yang akan bercampur dengan sel telurku. Benih yang unggul akan mencoba untuk menembus sel telurku. Jika salah satu berhasil menembusnya, lalu apa? Apa yang ku inginkan bisakah terjadi? Pada saat itu aku tidak peduli aku hanya perlu rudal besar.

Aku membuka seluruh pakaianku dan keluar melalui pintu gerbang belakangku ke gang dalam kondisi telanjang bulat. Berjalan menyusuri lingkunganku seperti ini menambah besar gairahku. Denagn santainya tanpa takut di lihat oleh seseorang aku berjalan perlahan menuju ujung gang, setelah sampai di ujung aku tak menemui seekor anjing pun, aku kembali ke arah rumahku dan kemudian melewatinya ke arah belakang rumah Sammy dan Ci Liani.

Si Golden Retriever jantan lebih kecil (Nero namanya) berada di halaman belakang. Jika aku tidak bisa menemukan sesuatu yang lebih menarik nanti, aku akan kembali dan membiarkan dia menyetubuhiku lagi. Aku berjalan melewati beberapa rumah lagi dan kemudian aku mendengar sesuatu di belakangku. Aku berbalik dan disana, ada di tengah-tengah gang, ada seekor anjing yang aku tidak kenali.

Dia tampak seperti tersesat, dari jenisnya mungkin seekor anjing kampung berwarna hitam dan bertubuh kurus. Kepalanya ke bawah dan ia menggeram. Aku tiba-tiba merasa sangat takut. Anjing ini telah menguntitku rupanya. Dia tertarik ke lingkungan ini mungkin karena ada aroma betina jalang yang birahi. Dan itu aku.

Aku mundur menjauh dari anjing itu tapi dia malah maju ke depan mengikutiku. Aku panik dan melakukan sesuatu yang sangat bodoh, aku berbalik dan lari. Dia mengejarku tentu saja. Aku berhasil melewati beberapa rumah, di depan kulihat ada satu tempat untuk berlindung namun belum sempat aku sampai di tempat itu anjing liar itu menangkapku. Untungnya aku sudah berada di tanah berumput ketika ia menggigit pergelangan kakiku, yang menyebabkanku terjerembab dan jatuh.

Aku mendarat di perutku menekan payudaraku yang besar. Dia dengan cepat berdiri di atasku, menggigit di bagian belakang leherku, memberitahukanku untuk diam. Dia menggeram akan menggigitku ketika aku bergerak sedikit saja. Aku sudah pasrah jika dia akan melukaiku atau memperkosaku. Aku benar-benar takut sekarang dan menyalahkan diri sendiri karena membiarkan hal ini terjadi.

Aku merasa ada cairan menetes dekat pantatku. Dia menggigit leherku sehingga aku sulit melepaskan diri, dalam hatiku bilang lebih baik aku menuruti saja apa maunya. Aku tahu apa yang di inginkannya. Dengan enggan aku mengangkat pantatku agar memudahkan dia bisa mengarahkan rudalnya ke mulut serambi lempitku.

Tiba-tiba anjing liar itu terlempar dariku. Aku berguling dan melihat tubuh anjing lain yang lebih besar membanting si anjing liar ke tanah dan langsung menahannya di tanah. Ternyata itu Rottweiler pejantanku yang telah mengawiniku beberapa minggu yang lalu. Dia mencengkram si anjing liar di rahangnya, pada bagian tenggorokan dan menggeram keras.

Dia seolah bilang bahwa dia adalah penguasa di sekitar sini dan tidak ada pejantan lain yang boleh mengawini betinanya yang sedang birahi. Dia melepaskan sianjing liar yang merintih takluk dan perlahan-lahan anjing liar itu mundur menjauh. Kekasih pejantanku menyalak keras sekali dan membuat gerakan agresif danmengancam yang membuat si anjing liar makin berlari menjauh menuruni gang dengan ekor terselip ke bawah.

Si Rolly (begitu saja aku memberi nama padanya) kembali kearahku , saat itu aku sedang duduk di rumput dan aku masih tak mampu berdiri merasakan sedikit nyeri pada kakiku akibat gigitan si anjing liar tadi. Dia telah menyelamatkanku. Dia pelindungku. Aku memeluk lehernya yang besar dan memeluknya dekat dengan payudara telanjangku. Bulu kasarnya terasa geli menggesek putingku yang tegak kaku.

“Terima kasih ya sayangku………..uuuhhhhmmmmmm………..” aku mencium mulutnya, dan dia membalas dengan lidahnya yang basah menjilati mulutku. Kami saling jilat dan cium cukup lama, melepaskan kerinduan setelah beberapa minggu tak bertemu. Tadi adalah sebuah adegan yang menarik dan memicu hormon adrenalin kami berdua.

Saat aku memeluknya tanganku mulai mengelus punggungnya merasakan otot-ototnya yang kuat. Aku membelai punggung dan sisi tubuhnya yang akhirnya tanganku sampai ke bawah perutnya. Aku menemukan sarung pelindung rudalnya dan aku meremasnya, merasakan rudalnya mulai keras dan mergerak keluar. Jariku coba menyentuh ujung rudalnya, terasa basah. Tanganku pindah kembali ke sarungnya mendorong rudalnya yang besar muncul lebih banyak. Aku membelai rudalnya yang tumbuh. Rasanya sangat aneh begitu berbeda dengan rudal manusia. keras dan gemuk. panas dan berdenyut-denyut.

Aku melepaskan lehernya dan pindah lebih rendah untuk mendapatkan penglihatan lebih baik. Aku Sudah merasakannya di serambi lempitku sekali, tapi aku belum pernah melihatnya. Aku kagum dengan ukurannya dan tidak bisa percaya rudal sebesar itu muat dan bisa masuk di serambi lempitku. Aku bergerak lebih dekat dan hanya beberapa inci dari wajahku.

engan diterangi cahaya bulan aku hanya bisa melihat lubang di tengah-tengah kepalanya yang super gemuk. Aku seperti pelacur anjing saja. Aku tahu apa yang aku lakukan adalah alami. Aku tahu bahwa aku akan terus melakukan ini dan tidak memasalahkan isu-isu moralitas di masyarakat. Berpegangan pada rudal yang besar dengan satu tangan, aku membawa wajahku lebih dekat dan mengulurkan lidahku merasakan cairannya yang mulai menetes.

Hangat dan sedikit asin. Dia berbau seperti binatang tapi aku menyukainya. Aku kembali mengarahkan bibirku ke ujung kemaluannya dan memberikannya ciuman. Ketika aku menarik bibirku cairan precumnya menempel di sana. Aku membarinkan tubuhku dalam posisi terlentang dan membuka mulut selebar-lebarnya dan memasukkan kemaluannya ke dalam mulutku. Jika saja ada orang lain lewat di tempatku berada mereka akan dengan sangat mudah melihat kemaluanku yang basah dan terbuka. Kondisi ini membuatku merasa sangat liar. Perasaan jika ada orang yang melihatku juga makin menambah tinggi birahiku.

Aku membelai rudalnya dengan bibirku, aku hanya bisa memasukan dan mengeluarkan beberapa kali dan kemudian menyusuri , menjilati porosnya sampai ke ujungnya. Dia berdiri diam dan aku yakin ia menikmati aku mem-blowjob kemaluannya.

Ini adalah sesuatu yang baru dan yang paling tabu aku lalukan, belum pernah sekalipun aku menghisap rudal manusia tapi malam ini aku melakukannya. Aku menikmati sekali menjadi betina jalang untuk kekasih anjingku ini.

Aku melanjutkan mengulum dan menjilati rudalnya, juga berusaha untuk mendapatkan lebih banyak cairan yang dikeluarkan rudalnya di mulutku. Cairan pelumasnya mengalir dengan deras sekarang. Aku menelan sebagian dan beberapa cairan turun ke dadaku tapi banyak juga yang jatuh di daguku. Aku menggunakan kedua tanganku sekarang mengocok kemaluannya dan tanganku hampir tidak muat di genggamannya.

Simpulnya yang besar dan keras dan memberi tahukanku mengapa aku sampai sakit selama seminggu kemarin. Aku bergidik, tapi aku terus saja membelainya dan membuatku makin horny. Aku memasukkan kepala rudalnya di mulutku ketika aku merasa dia akan menyemprotkan benihnya. Dimulai dari denyutan di dasar kemaluannya dan bergerak seperti gelombang sampai ke kepalanya.

Akhir yang saat yang ku tunggu tiba cairannya memyembur cepat dan kencang di mulutku. Aku tersedak dan menelannya tapi dia terus saja mengisi mulutku dengan spermanya. Aku menelan beberapa kali lagi, tapi itu terlalu banyak ku tampung di mulutku. Aku menariknya keluar dari mulutku dan dia menembakkan cairannya di wajahku kemudian ku arahkan ke arah payudaraku.

Semburannya melambat dan aku melepaskan kemaluannya. Aku menggunakan punggung tanganku untuk menyeka spermanya dari wajahku dan aku masih tergeletak di rumput. Dia bergerak ke sebelahku dan meringkuk. Bulunya terasa menggesek tubuh telanjangku dan aku pun merasa nyaman.

Aku pasti tertidur sebentar tadi karena aku terbangun saat dia berdiri di dekat aku dengan kepalanya di selangkanganku. Dia mengendus dan menjilati serambi lempitku dan dari apa yang aku rasakan pejantanku ini sudah siap untuk ronde kedua. Aku membuka kakiku selebar-lebarnya mengekspos serambi lempitku. Dia kekasihku, dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan dariku. Dia menjilat serambi lempitku mencicipi aroma dan cairanku. Layaknya seorang manusia dia merangsangku dulu sehingga birahiku langsung bangkit dan cairan serambi lempitku makin banyak keluar.

Aku sudah siap untuknya. Aku berguling, dalam posisi berlutut dan siku tanganku menyentuh rumput, layaknya seekor betina yang sudah siap dikawini. rudalnya yang besar dan gemuk itu mungkin akan membuat serambi lempitku kembali terluka, tapi aku tidak peduli. serambi lempitku telah mekar terbuka untuk rudalnya.

Dia menjilati lagi beberapa kali dan kemudian tubuhnya naik ke punggungku, memasang rudalnya di serambi lempitku. Dia menemukan mulut serambi lempitku dengan cepat dan mendorongnya ke dalam dengan sekali hentakan. Aku tidak pernah bersetubuh selama beberapa minggu terakhir, sehingga serambi lempitku kembali rapat, tapi rudalnya sangat besar. Terasa sakit di serambi lempitku dan aku hanya bisa menggigit bibirku menahan nyeri. Dia bergerak lambat dan mantap, ini membuatku betina jalangnya makin horny.

Gesekan dan rasa sesak serambi lempitku membuat jantungku berdebar. Aku mencoba untuk melebarkan kakiku lebih lebar agar rudalnya dapat lancar keluar masuk serambi lempitku, tapi tidak bisa. Ku coba lagi perlahan-lahan dan serambi lempitku mulai melonggarkan jalan rudalnya di serambi lempitku lalu dia mulai dapat mempercepat hentakannya.

Aku bisa mendengar suara hisapan rudalnya yang licin saat dia menarik rudalnya dari serambi lempitku, ini disebabkan karena serambi lempitku dengan ketat mencengkram rudalnya. Aku bangun menegakkan tanganku untuk mengistirahatkan siku ku yang pegal akibat berat tubuh pejantanku ini. Payudara besarku bergoyang – goyang di bawahku mengikuti gerakan dari dorongan pejantanku . Terasa sangat penuh dan sangat berat.

Aku bisa merasakan ujung simpulnya mulai mengenai mulut kemaluanku. Dia berusaha untuk memasukkannya, serambi lempitku meregang akibat dorongan rudalnya dan tidak ada jalan lain aku harus menerimanya. Aku mendapat orgasme kecil saat aku menerima dorongan setiap centi rudalnya yang berdenyut-denyut masuk dan keluar dari serambi lempitku. Aku ingin benihnya. Aku ingin merasakan spermanya menyembur dalam diriku.

Dia harus memasukkan simpul nya dalam diriku. Aku tidak tahu apakah aku masih bisa menerimanya. Atau aku akan pingsan karena kesakitan saat simpul itu masuk. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya aku harus mampu bertahan menerima simpul besarnya itu, dan dia memang harus melakukannya untuk memastikan bahwa keturunannya akan masuk dan bertahan di tempat yang seharusnya.

Aku mencoba untuk bersantai menerima pembukaan pada serambi lempitku. Aku membayangkan serambi lempitkui bagai bunga yang merekah saat ini. Simpulnya mendesak dengan ketat mulut serambi lempitku sekarang. Aku merasakan kaki depannya yang kuat menegang menahan ku di pinggangku. Otot pantatnya yang kuat mendorong maju. Setiap dorongan simpulnya mendesak sedikit lebih dalam. Aku mengertakkan gigiku dan meneteskan air mata, sakit sekali rasanya.

Pada kali pertama aku bersetubuh dengannya aku tidak merasakan nyeri karena mungkin serambi lempitku telah kemasukkan 2 simpul anjing pejantan lain di sebelah rumahku. Dan malam ini setelah beberapa minggu tak dikawini, aku baru merasakan sakitnya luar biasa. Tapi aku sudah bertekad untuk menerimanya, menerima rudal pejantanku seutuhnya. Aku ingin dihamili olehnya, aku berharap aku bisa.

Aku pikir jika kami berdua tidak memiliki kemauan untuk kawin dan dalam birahi tinggi tidak akan berhasil. Satu dorongan kuat lagi dan serambi lempitku membuka lebar seolah-olah memiliki pikirannya sendiri. Simpul besar pejantanku akhirnya tergelincir masuk dalam serambi lempitku. Secepat saat membuka, serambi lempitku langsung menjepit keras rudal dan simpulmya di dalam serambi lempitku dan kami langsung terikat.

Simpul itu mulai membengkak lebih besar dan sekali lagi aku merasaka kemaluannya mulai menyemburkan gumpalan besar sperma dalam diriku. Pantat ku terangkat naik karena tinggi tubuhnya. Tubuhku tergantung di bawah tubuhnya, dia gemetar saat aku menyerap benihnya ke dalam sistem reproduksiku.

Dia pelindung dan kekasih aku, aku harus menerima benihnya. Karena kemaluan kami yang masih terhubung dan posisiku yang menggantung di bagian pantat menimbulkan getaran ketaran kecil pada serambi lempitku yang membuatku akhirnya orgasme juga. Salah satu orgasme terindah dalam hidupku dalam posisi seperti ini. Disetubuhi oleh hewan di area terbuka, sebuah sensasi kenikmatan seks yang luar biasa buatku.

Setelah beberapa saat dia bisa saja berbalik seperti sebelumnya saat dia mengawiniku dulu, tapi ternyata dia tidak melakukanya. Sebaliknya, dia malah menurunkan tubuhnya, berbaring di atasku menyelimuti tubuhku dengan tuibuhnya. Kami berbaring di rumput saling tindih dengan rudalnya yang besar dan simpulnya masih menancap kuat dalam serambi lempitku.

Aku begitu lelah sehingga aku tertidur, sesaat sebelum aku memejamkan mata aku masih merasa kemaluannya berkedut dalam diriku menyemprotkan sisa saia benihnya. Kami berbaring di rumput di belakang rumah seseorang, terikat oleh kemaluan kami bersama-sama. Tidak pernah terasa begitu terlindung dan nyaman untukku.

Aku mengerlipkan mata dan merasa sedikit disorientasi. Aku membuka mata dan segera sadar waktu semakin pagi. Hari hampir fajar dan aku masih di luar. Aku merasakan sesuatu di belakangku dan aku menoleh. Kekasih Pejantanku itu masih ada diatasku. Kemaluannya dan simpul nya masih menancap dalam serambi lempitku. Aku tidak tahu berapa lama kami telah berbaring di sana, tapi aku harus pulang segera. Aku tidak tahu apakah dia telah mencoba untuk menarik keluar dariku dan tak bisa atau dia hanya suka berada di dalam serambi lempit ketatku.

Aku mencoba bangkit dan masih agak sulit karena terikat dan berat tubuhnya. Kemudian dia bangkit dan memutar tubuhnya sehingga kami berhadapan pantat ke pantat. Posisi inilah yang terbaik untuk mencoba memisahkan diri. Aku kira simpulnya telah menyusut banyak, setelah berada di dalam serambi lempitku untuk waktu yang ku tak tahu berapa lama. Dia mulai menarik keluar dariku, tapi serambi lempitku masih menjepit ketat rudalnya dan akibatnya serambi lempitku seperti menghisap rudalnya. Sesaat rasanya seperti tidak akan bisa ke luar.

Perlahan ia mencoba lagi menarik simpulnya dari lubang serambi lempitku. Dengan sedikit paksaan rudalnya keluar masih setengah keras, sebagian spermanya mengalir keluar dari serambi lempitku. Aku berdiri dan melihat ke selangkanganku ada cairan yang menetes disana. Aku menghampirinya dan memeluknya, kuciumi dia dan dia membalasku.

Lalu aku mulai berjalan tertatih ke arah rumah. Aku menyuruhnya untuk pulang saat aku mulai berlari kecil menyususi gang kembali ke rumahku. Tetapi dia malah mengikutiku, aku kira dia akan memastikan aku bisa sampai di rumah tanpa terganggu. Ketika aku sampai di gerbang pagar belakang rumahku, aku berpaling kepadanya dan tersenyum dan berkata

Pulanglah sayang… kita akan bertemu lagi segera”.

Seperti mengerti apa yang aku ucapkan dia berbalik menjauh dan menghilang di kegelapan pagi. Aku membuka pintu dan masuk. Tubuhku letih tapi tetapi terasa ringan lalu aku melihat lampu di dalam rumah ada yang menyala. Aku melihat ke dapur dan aku melihat suamiku sedang membuat kopi. Aku rasa dia bertanya-tanya di mana aku berada.

Aku telah bersiap untuk keadaan seperti ini. Aku telah menyembunyikan pakaian di balik semak-semak pagar rumahku dalam sebuah karung, beberapa pakaian olahraga dan sepatu untuk berlari. Aku bersembunyi di tempat gelap dan terlindung sambil berpakaian. Aku memakai sepatuku dan berjalan menuju pintu belakang. Aku membukanya dan berjalan ke arah suamiku sambil menyapanya.

Hei…., sudah bangun rupanya, kataku

“Hei sayang…..dari mana sepagi ini?” suamiku bertanya.

Kemudian aku bilang, “Aku terbangun pagi-pagi sekali tadi dan tak bisa tidur lagi, jadi aku putuskan untuk berlari pagi saja.”

Dia mengangguk-angguk karena itu alasan yang logis. Aku mengatakan kepadanya kalau badanku berkeringat dan bau, dan aku mau mandi. Aku tersenyum dan melambaikan tangan padanya dan langsung pergi menuju ke kamar kami dan masuk ke kamar mandi.

Aku membiarkan air panas mengalir di seluruh tubuhku dan aku menyabuni segala tanda-tanda bekas kejadian tadi malam. Ada beberapa goresan pada tubuhku dan harus ku sembunyikan, tapi secara keseluruhan aku dalam kondisi yang cukup baik.

Saat aku menyabuni bagian bawah perutku aku bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di dalam sana sekarang. Aku telah bersetubuh dengan anjing kekasihku malam ini dan aku sangat subur. Dalam sekitar sepuluh hari ke depan aku akan tahu apakah ia telah menghamili aku.

Bersambung… Sehari sesudahnya aku masih tergeletak lemah, aku sakit. Payudaraku sakit, serambi lempitku sakit, seluruh badanku sakit. Suamiku bertanya cara berjalanku aneh. Aku membuat beberapa alasan tapi tidak menceritakan kebenarannya, bahwa anjing tetangga telah menumbuk serambi lempitku dengan rudal yang besar.

Dan itu terjadi dua kali dalam minggu ini dan aku tak ingat berapa banyak sudah rahimku di buahi. Dan aku berpikir apakah aku bisa bertindak biasa saja seperti sebelum kejadian dikawini oleh anjing itu. Aku sedang dalam nafsu yang tinggi sepanjang minggu ini dan disetubuhi anjing besar itu malah membuatku semakin horny. Seperti sore ini, serambi lempitku masih menginginkan rudal anjing pejantanku mengobok-obok serambi lempitku. Tapi tubuhku dan mendukung untuk melakukannya, jadi yang bisa kulakukan hanya menahan diri.

Keesokan harinya aku merasa lebih baik. Ini hari ke 5 dari 2 minggu yang direncanakan, Martin dan Ci Lina liburan. Mereka masih akan pulang beberapa hari lagi dan aku masih harus berurusan dengan anjing mereka. Mungkin minggu depan setelah aku berhenti berovulasi akan terasa lebih tenang dan melupakan persetubuhan dengan Golden Retriever jantan mereka.

Aku juga telah membiarkan anak-anak anjing mereka menyusu padaku. Memikirkan itu rasanya aku ingin segera berlari menemui mereka, anak-anak anjing kecilku. Tapi itu tak mungkin karena ada beberapa pekerjaan rumah yang harus aku selesaikan.

Malam harinya ketika aku hendak memberi makan anjing sebelah, suamiku melarangnya. Biar aku yang melakukannya.” Kata suamiku “ Tubuhmu belum begitu sembuh benar, lebih baik kamu istirahat saja.” Suamiku lalu pergi ke sebelah untuk memberi makan anjing dan aku di rumah sendiran merasa sedikit kecewa.

Aku ingin ke sebelah sebenarnya, aku sudah menahan diri untuk bertemu dengan pejantanku dari kemarin, rasanya tak mungkin kutahan lagi. Nafsuku sudah di ujung kepala, saat itu aku mengenakan gaun tidur katun yang ringan dan tipis dengan panjang selutut. Sambil menunggu suamiku kembali aku berbaring di kamar.

Kira kira 1 jam kemudian Suamiku masuk dan naik ke tempat tidur dan menarik tubuhku mendekat padanya. Setelah beberapa menit aku merasa dia makin merapatkan tubuhnya padaku, pada saat itu posisiku memunggunginya. Lengannya memelukku dan mencari payudaraku dia meremas lembut payudara sebelah kanan. Aku tahu apa artinya ini. Dia menginginkan seks.

Aku baru mau memberitahu dia untuk tidak melkukan seks malam ini dan aku sadar dia mungkin akan curiga sebab selama ini aku tak pernah menolak dengan apa yang namanya seks. Aku bisa merasakan rudal ereksinya menggosok di antara pipi pantatku. Aku berbalik menghadapnya dan mengatakan kepadanya.

“Sayang, kalau kau mau bercinta denganku aku mau kamu pakai kondom. Kalau gak aku gak mau.” Dia menggerutu karena harus melakukan itu tapi aku tetap bersikeras. Untuk beberapa alasan aku tidak ingin hamil oleh dia bulan ini. Dia mengulurkan tangan ke laci meja dan mengambil satu bungkus kondom dan memakainya.

Aku menarik gaun tidur ke atas tapi tidak melepasnya hanya sampai batas paudaraku saja. Aku sudah tidak mengenakan celana dalam lalu suamiku mengulurkan tangannya menggosok serambi lempit berbuluku. Aku tidak tahu apakah ia berusaha untuk merangsangku atau untuk dirinya sendiri.

Kamu sudah basah sekali sayang,…kau sudah menunggu ini ya?” sambil tangannya menarik tanganku diarahkan ke rudalnya. serambi lempitku memang sudah basah sejak sore tapi bukan disebabkan olehnya.

serambi lempitku basah karena aku membayangkan rudal besar anjing sebelah rumah memasuki serambi lempitku. Lalu dia berguling memposisikan tubuhnya di atasku. Aku melebarkan kakiku agar dia lebih leluasa dan dia dapat membimbing rudalnya yang terbungkus karet lateks ke depan mulut serambi lempitku. Dia memasukkan rudalnya, mendorongnya hingga terbenam seluruhnya di serambi lempitku.

Dia mulai memompa serambi lempitku , seluruh kemaluannya sudah masuk. Agak sulit mengatakannya. Setelah 2 kali bercinta dengan rudal besar seekor anjing ada perasaan yang sangat berbeda sekarang. rudalnya sudah masuk semua dalam serambi lempitku dan aku tidak merasakan apapun. Setelah sekitar 5 menit suamiku berkomentar tentang bagaimana longgarnya serambi lempitku terasa malam ini, tapi aku masih tidak merasakan apapun.

Akhirnya agar suamiku tak curiga, Aku berpura-pura mengerang- erang, seolah-olah menikmati persetubuhan ini.aku ingin dia cepat selesai. gerakannya makin cepat dan aku melihat dia bergidik. Aku rasa dia sudah orgasme, lalu ia segera menarik kemaluannya dan pergi ke kamar mandi untuk membuang kondom. Aku menurunkan gaun tidurku turun dan menatap langit-langit. Dia naik kembali ke tempat tidur dan menciumku di pipi dan berguling kesamping, tak berselang lama sudah terdengar dia mendengkur.

Aku melamun sendiri, wow kemana nafsu seks itu. Aku tidak banyak membantu dia tadi karena terus terang aku tidak tertarik berhubungan seks dengan dia lagi. Bagaimana mungkin aku bisa puas kalau seperti itu yang aku dapatkan sampai selama sisa hidupku?

Usiaku hampir 30thn dan usia segitu adalah saat seorang wanita manusia mencapai puncaknya seksualnya. Aku kira aku memuncak lebih awal karena yang aku inginkan sekarang adalah rudal besar di serambi lempitku. Dan aku tahu harus kemana mencari pejantan yang bisa menyetubuhi dan memuaskan aku, serta bertahan dalam posisi terkunci yang lama ,menyimpan benihnya dalam diriku.

Kamar tidurku hening dan tenang sekali, kecuali suara mendengkur suamiku. Aku melihat jam saat ini jam 11:00. Aku tahu apa yang harus aku lakukan.

Aku hafal sekali jika suamiku tidur, dia akan terlelap hingga pagi selama tidak ada suara berisik yang menggangu apalagi dia sehabis melakukan seks dengan aku. Dia baru akan terbangun jika matahari sudah terang. Aku berjalan ke luar kamar menuju ke pintu depan dan perlahan membukanya lalu menutupnya di belakangku. Jalan ini gelap dan tenang.

Aku hanya seperti bayangan yang berjalan melintasi halaman menuju rumah Martin dan Ci Lani. Aku menggunakan kunci cadangan untuk membukanya dan berdiri di pintu depan. Ada beberapa lampu di dapur dan ruang depan yang menyala untuk keamanan. Dan itu hanya cukup untuk sedikit menerangi halaman belakang.

Aku berjalan dengan tujuan pintu belakang. Aku melepaskan gaun tidurku dari atas kepalaku dan melemparkannya di sofa. Aku harus bisa membuatnya menyetubuhi aku, tapi aku berharap dia akan melakukannya dengan cepat sehingga aku bisa langsung kembali ke rumah. Aku melangkah ke teras belakang menutup pintu di belakangku. Aku berjalan keluar dengan posisi merangkak. Aku telanjang bugil di ruang terbuka.

Aku bisa merasakan angin dingin di bibir serambi lempit basahku dan putingku yang berdiri tegak. Payudaraku yang besar menggantung ke bawah hampir menyentuh rumput. Tiba-tiba aku merasa ingin buang air kecil. Aku tadi terburu-buru ke sini sehinggga baru merasakannya sekarang. Aku merasa liar, seperti binatang jadi aku tidak berpikir untuk kembali ke dalam. Aku membiarkan air kencingku mengalir keluar ke rumput. Aku bisa mendengar air itu menyentuh tanah dan aku juga mencium baunya.

Aku merasakan ada gerakan di dekatku dan aku kira dia bisa mencium baunya juga. Aku menoleh ke belakang dan melihat dua ekor anjing besar berdiri tak jauh di belakangku menciumi tempat di mana aku tadi buang air kecil. Salah seekor mengangkat kakinya dan menutupi tempat itu dengan air kencingnya sendiri, aku tahu dia sedang mengklaim wilayah ini sebagai miliknya.

Kemudian dia berpindah ke belakangku dan mulai sadar kalau dia bukan pejantanku kemarin. Karena gelap aku sulit membedakannya, anjing ini sedikit lebih besar dari yang kemarin menyetubuhiku. Aku melihat pejantanku hanya berdiri mematung seolah memberi kesempatan pada temannya untuk mengaksesku.

Lidah anjing ini mulai menjilati beberapa tetes air yang jatuh dari rambut kemaluanku. Rasanya sangat nikmat ketika lidahnya ikut menggesek clitku. Lalu dia berhenti karena dia merasakan ada sesuatu yang berbeda. Bau baru, bau jantan lain. Dia pasti mencium jejak yang di tinggalkan suamiku. Aku mendengar dia menggeram sedikit. Dia cemburu. Laki-laki lain telah lebih dulu menyetubuhi betina jalang ini. Hanya ada satu yang harus dia lakukan, yaitu mengklaim aku sebagai miliknya.

Dia kembali menjilati ku beberapa kali lagi membuat clitku mengeras lalu dia naik ke atas punggungku. Aku hanya diam menanti rudalnya agar cepat menemukan lobang kenikmatanku. Kemaluannya meneteskan precum saat ia berhasil menemukannya dan memasukkannya ke dalam serambi lempitku.

“Tuhan, ini terasa jauh lebih besar dari sebelumnya.” Dalam hati ku berkata. Aku hendak menggerakkan pinggulku agar rudalnya masuk lebih dalam, tapi terdengar suara geraman di punggungku. Anjing ini mengingatkanku bahwa aku adalah miliknya, dan memang itulah yang aku inginkan.

Aku akan harus mencari cara untuk dapat terus melakukan ini denganya. Kemaluannya membengkak di serambi lempitku dan ia mencoba untuk memasukkan lebih banyak lagi ke dalam serambi lempitku. Suamiku bilang aku terasa longgar. Nah inilah penyebabnya. Pejantan baruku ini meregang serambi lempitku untuk dapat menerima kemaluannya. Jika nanti simpulnya akan masuk serambi lempitku aku rasa akan meregangkan serambi lempitku lebih lebar lagi.

Aku terengah-engah dan aku bergidik karena beberapa orgasme yang kudapat saat rudalnya mengisi serambi lempitku. Dia mulai bergerak cepat sekarang, pinggulnya keras menghantam pantatku. Kemaluannya terasa lebih panas dari pejantanku kemarin. Aku mulai merasa sesuatu yang lebih besar mulai menghantam mulut serambi lempitku.

Dia ingin memastikan bahwa aku adalah miliknya. Saya merasa simpulnya di bibir luar serambi lempitku. Akupun terkejut karena simpulnya ternyata lebih besar lagi. Kupejamkan mata lalu mendorong pantatku dengan keras membuka serambi lempitku. Saya meregang menerima simpulnya masuk sebagian serambi lempitku.

Bergerak masuk dan keluar beberapa kali dan ketika hampir seluruhnya masuk ke dalam serambi lempitku. Tiba-tiba mataku melihat satu cahaya terang dari dalam rumah. Aku membuka mata untuk lebih menegaskan ke arah sumber cahaya. Ada beberapa lampu yang kembali menyala di dalam rumah. Cerita dewasa ini di upload oleh situs ngocoks.com

Aku melihat gerakan dan kemudian kulihat Clara adik Ci Lani berjalan-jalan di dalam rumah. Oh tidak, aku lupa…..mereka pernah berkata padaku bahwa adiknya akan menengok rumah ini sekali waktu. Dia datang malam ini.  Aku membeku di halaman belakang, telanjang bulat, sedang di setubuhi oleh anjing kakaknya.

Simpulnya hampir masuk seluruhnya dalam serambi lempitku dan kami pasti akan tertangkap olehnya. Aku panik dan mencoba menarik diri darinya. Rasanya waktu begitu lama, rudal tebal dan panjang ini tak mau keluar dariku. Setelah berhasil keluar aku bergegas ke sisi lain halaman yang lebih gelap dan terlindung. Ketika aku berhasil mencapai tempat itu, Clara menyalakan lampu di halaman belakang.

Aku berjongkok bersembunyi di samping mesin cuci dan berharap dia tidak bisa melihatku. Dia memanggil anjing-anjingnya dan semua anak anjingnya ikut terbangun dan menghampirinya dengan ekor mereka bergoyang-goyang. Pejantanku yang terganggu saat menyetubuhiku ikut mendekatinya juga, ia menyapa semua anjing itu, dia mengelus mereka dan berkata kalau dia merindukan mereka. Dia mengatakan kepada mereka bahwa dia lelah dan ingin tidur dan akan melihat mereka di pagi hari. Dia mematikan lampu halaman dan menutup pintu.

Saya menarik napas lega. Dia tidak melihatku. Saya menunggu sampai semua lampu di padamkan dan tetap menunggu untuk memastikan dia sudah tidur. Aku mendekati pintu halaman belakang. Melihat gaun tidurku di sofa. Akupun mencoba membuka pintu dan ternyata tak bisa ku buka. Itu terkunci.

Cerita Sex Kronologi Pencabulan Anak SMP

Masih berdiri di depan pintu mencoba untuk mencari cara agar pintu bisa ku buka ketika anjing pejantanku menghampiri ku dan mulai mengendus selangkanganku. Aku tahu apa yang ia inginkan tapi sangat beresiko untuk melakukannya di halaman mereka. Diam-diam aku berjalan ke pagar belakang dan mencoba membuka pintu pagarnya. Itu tidak bisa terbuka juga.

Aku makin panik terjebak telanjang bugil di halaman belakang rumah, kemudian aku ingat. Pintu gerbang ini hanya tampak terkunci. Saya tarik tuasnya dan terbuka. Akupun menarik napas lega, saat aku melangkah keluar pintu pagar dan perlahan menutupnya. Saya melihat 2 ekor Golden Retriever pejantanku duduk di halaman mengawasiku. Mereka tampak kecewa karena belum selesai menyetubuhiku. Aku akan mencari cara untuk membuatnya dapat melakukan apa saja pada tubuhku, segera.