
Daftar Tokoh.
*****
RENI CARNELIA (37th): Peran utama,
RIDWAN (40th): Seorang PNS, Suami Reni
BAGAS BASKARA (62th): Seorang lelaki pribumi tua di desa, yang berkerja sebagai pemilik warung yang cukup sukses di desa, sahabat dekat Somad
DJOY SOMADI (64th): Pribumi setempat, mafia, lelaki tua, dan juga memiliki pekerjaan sebagai tukang urut.
GATOT KACA (53th): Pak Lurah setempat yang haus untuk memiliki kekuasaan, harta, dan juga wanita yang berpayudara besar.
*****
Cerita Sex Gairah Membara Reni Carnelia – Alkisah di suatu desa terpencil disalah satu pulau jawa dengan penduduknya yang sangat ramah, baik serta rukun. Pada hari ini disebut saja wanita bernama Reni Carnelia berusia 37 tahun dan suaminya baru pindah ke desa tersebut, dikarenakan perihal pekerjaan suaminya yang mengharuskan mereka pindah ke wilayah itu.
Sebenarnya reni tidak menginginkan pemindahannya saat itu, apalagi harus pindah ke wilayah yang terpencil seperti saat itu. Wanita yang biasa dipanggil dengan Reni ini memiliki tubuh yang sangat indah mirip dengan Artis jav YUMI KAZAMA ditambah parasnya yang cantik serta kulit yang putih menambah kesan seksi di mata kaum lelaki.
Reni saat ini telah bersuami, memiliki suami yang bernama Ridwan Iskandar (40 tahun) yang biasa dipanggil Ridwan, serta putra semata wayang mereka Zidan yang telah berusia 10 tahun, pada saat ini Zidan sedang melanjutkan pendidikannya di pesantren.
Cerita Sex Gairah Membara Reni Carnelia Ngocoks Pasangan Reni dan Ridwan sebenarnya menikah karena takdir cinta antara keluarga, karena hubungan kedua keluarga itu sangat baik sejak dulu. Saat ini Ridwan bekerja mengajar di instansi Sekolah Menengah Atas yang pada saat itu telah berhasil lulus sebagai PNs, memang dari dulu impian Ridwan ingin menjadi guru.
Kemudian dari segi ekonomi reni sangat cukup dari Ridwan tapi tidak dari segi seks, karna akhir-akhir ini terlihat jelas penurunan kualitas Ridwan saat bertengkar dengan reni diatas ranjang, Ridwan dan reni kurang bergairah, kadang reni merasakan hal yang sangat hambar jika berbira tentang kehidupannya di tempat tidur dengan wanita. Ridwan kemaluannya tak keras seperti awal pernikahan, kadang cepat keluar ditambah ukurannya yang sedang-sedang saja.
Tetapi sejauh ini Reni tak mempermasalahkan masalah tersebut, sebab Reni sangat menyayangi suaminya, sangat mencintainya dan tak ingin menggantikan posisinya sebagai pendamping hidupnya serta ayah dari Zidan.
Sejujurnya pada saat ini Reni memiliki hasrat seksual yang sedang tinggi-tingginya, akan tetapi sang suami sudah tidak bisa mengimbangi permainannya, bahkan kadang reni mempunyai keinginan untuk selingkuh di belakang suaminya itu meskipun sampai saat ini reni belum melakukannya.
Reni pun menyadari betapa indahnya badan yang dimilikinya ini dimata laki-laki saat ini, baik itu dikalangan muda, tua hingga tua, namun Reni sendiri belum berani untuk menduakan suaminya. Terlebih lagi saat ini Reni belum menemukan lelaki yang akan diajaknya berselingkuh, Reni sendiri memiliki fantasi bersetubuh dengan lelaki yang sangat tua darinya.
Kemudian pada hari ini Reni dan suaminya berencana pergi ke daerah tempat suaminya akan bekerja, pada hari itu mereka telah siap untuk tinggal saja sebab beberapa minggu yang lalu suaminya telah mengantarkan barang-barang dan perabot rumah tangganya ke tempat tinggal yang baru di daerah tersebut.
Kemudian saat masih di dalam mobil reni bertanya kenyamanannya…
“Ini rumahmu,” kata Reni kepada suaminya
“Iya Bu, ayo kita turun!” sambil kita tegur tetangga kita tanggung jawab suami
Pada saat turun dari mobil, Reni dan sang suami saling menyapa dengan senyum ramah kepada tetangganya, lalu Ridwan serta sang istri ikut menemui tetangganya itu satu-persatu sambil memperkenalkan diri dan agar terlihat ramah dimata tetangganya, kebetulan saat itu ada beberapa ibu-ibu yang sepertinya sudah berumur sebanyak lima orang sedang duduk disebelah rumahnya, setelah “bla la bla bla” berbincang-bincang dengan para tetangganya lalu Reni masuk ke dalam rumah untuk merapikan rumah yang baru akan ditempatinya.
Tak terasa hari beranjak sore, reni mengganti pakaiannya dengan daster selutut yang biasa dikenakannya di rumah dan yang lebih menariknya saat itu reni melepas jilbabnya maka terlihatlah rambut setengah bahu yang sangat menawan dan terlihat seksi berpadu dengan tubuh yang aduhai serta kulit putihnya, bila dirumah reni memang jarang menggunakan kerudung atau jilbabnya (ya memang sedari dulu reni kalau dirumah memang tidak menggunakan jilbab) setelah itu reni ingin keluar pergi kewarung.
Setelah meninggalkan suaminya lalu reni melangkah meninggalkannya… Pada saat keluar rumah kebetulan reni melihat ibu ida tetangga sebelah rumah yang baru siang tadi berkenalan dengannya, lalu reni menghampirinya…
“Mau ke toilet nggak? Sapa reni” “Lagi santai nggak sih..?”.
“Sama-sama mbak reni cantik” jawab buk ida
“Ini siapa sih yang ngasih ida lucu banget” ucap reni yang sambil mengusap-usap anak kecil yang sedang digendong ida
“Ini cucu saya mbak hehehe” ucap buk ida
“Aduh cucunya pantatmu,”
“oh iya toko roti yang dekat dari sini dimana tokomu?”ucap reni
..Oh mbak reni mau kewarung ya, disana mbak deket kok! itu warungnya mbak tu mbak? (ambil buku ida menunjuk ke warung yang memang berjarak empat rumah di seberang rumah buku ida)
“Owh itu ya buk, oh iya ya tu warungnya buk,” ucap reni sambil melihat kearah warung yang akan dihampirinya.
“yaudah buk reni kesana dulu ya buk”ucap reni
“Iya mbak hati-hati loh mbak nanti banyak yang kecantol sama kecantikkan mbak hehehe”ujar buk ida
“Hehehe ibu aku biasa aja, ibu juga cantik kok” balas reni
“Saya kesana dulu ya pantat, bye dedek” ucap reni sambil melangkah pergi meninggalkan pantat ida dan juga mengganti tangan ke anak kecil di gendongan pantat ida tersebut.
Kemudian reni melangkah ke warung tersebut, dengan langkah yang lemah gemulai bak primadona, reni memang memiliki tinggi yang ideal bagi wanita, sungguh menawan tampil saat itu dengan pakaian daster yang sedang digunakan saat itu pasti akan menimbulkan birahi bagi lawan jenis yang melihat maupun berpapasan di sini,
Tidak meskipun tubuh montok yang ditutupi daster tidak akan mampu menyembunyikan kemolekan tubunya terutama payudaranya yang cukup besar, sangat jelas cetakkan payudaranya yang besar itu meskipun tertutupi daster seolah menandakan dengan jelas bahwa wanita itu memiliki payudara yang besar.
Dan juga payudara besarnya reni berayun-ayun sungguh terlihat seiring-seayun dengan langkah kakinya disaat itu, sungguh bodi yang sangat aduhai yang dimiliki anak satu tersebut, pantatnya juga layaknya itik terlihat sangat menggoda dari belakang, pantatnya melentik saat berjalan yang seakan mengundang nafsu saat lelakimanapun melihat kearahnya, memang HOot bodinya dan benar-benar aduhai boddynya.
Sebenarnya dari dulu reni sangat sadar banyak laki-laki yang selalu memperhatikan/menatap tubuh seksi yang dimilikinya selama ini, tetapi di dalam hatinya reni pun tak menghiraukan merangkum-tatapan mesum dari lelaki lain, Reni juga tak peduli dan menghiraukan segalannya, bahkan dia memiliki rasa bangga bila ada laki-laki yang mengagumi tubuh aduhai yang dimilikinya, terkadang pun reni merasa bangga memiliki tubuh yang mencuri pandang lawan jenisnya.
Kemudian sesampainya diwarung..
Terlihat ada dua bapak-bapak paruh baya seusia lebih dari ayahnya bahkan mungkin setara dengan kakeknya yang duduk di warung tersebut, lalu dengan senyum ramah reni diberikan kepada bapak-bapak tersebut setelah mendekatinya, yang juga dibalasnya dengan senyuman kembali.
Saat itu ada salah satu diantara bapak tersebut yang matanya tak berkedip melihat kearah reni yang bernama bapak somad, “wajarlah wanita yang saat ini dilihatnya begitu menggairahkan”, sungguh menggairahkan bahkan tanpa di sadari membangunkan pusaka sakti yang tersimpan dibalik kain sarung yang dikenakannya, karna saat itu jugalah ia melihat wanita yang begitu menggairahkan dirinya.
Pak Somad hanya mengenakan kain sarung. Sebenarnya pak somad sendiri itu adalah lelaki yang sangat terkenal didaerah tersebut dikalangan masyarakat setempat dikarenakan pekerjaannya beliau seorang tukang urut, meskipun tukang urut pak somad juga memiliki ladang yang luas yang isinya pisang, dan juga terkadang pak somad berladang jagung, tak ada yang tak mengenali beliau Baik didaerah tempat tinggal maupun kampung sebelah,
Pak Somad juga pandai bermasyarakat kadang juga Pak Somad sebagai tempat bermufakat, bermusyawara, sebelum para pemuda dikampung itu mengambil keputusan yang baik dari segi acara namun kemungkinan besar dirinya akan sebagai tokoh penting bagi kampung antah berantah tersebut.
Meski memiliki badan yang krempeng tapi Pak Somad tetap sehat di luar dalam, beliau juga pendekar terkenal di wilayah tersebut, tak ada preman di daerah tersebut yang tak pernah merasakan “bogem mentah” beliau.
Saat ini disore itu pak somad sedang duduk-duduk dikedai bersama kawan sambil ngobrol dan memang kebetulan kalau pemilik kedai atau warung didaerah tersebut adalah teman baik beliau, namun hanya beliau yang bernama bapak bagas.
Lalu reni berjalan ke sisi warung.. “Izin pak, ada orangnya pak? saya mau beli sabun dan belanjaan lain”
“eh iya kan ada neng saya orangnya, mau beli apa neng ?” masuk aja langsung neng balas salah satu bapak tersebut(pak bagas) sambil berdiri dari tempat duduknya masuk ke tempat kasir
Kemudian reni masuk dan mengambil keperluan yang akan dibelinya, baik untuk mandi ataupun untuk yang lainnya.
“ini semua berapa pak?” jawab reni setelah selesai mengambil beberapa keperluannya
“semuanya 65rb neng!” Jawab bapak tersebut, Yang sedari tadi matanya selalu ingin tahu pandangan ke arah buahdada yang sangat menonjol itu, Yang memang sadar reni tapi tak menghiraukannya.
(Reni yang merasa diperhatikan menggerutu dihatinya, Dasar bapak-bapak dikampung ini semuanya sama aja, ngggk bisa ngelihat yang gede-gede hihihihi)
“Ini uangnya” jawab Reni sambil memberi uangnya dengan senyum manis menawannya itu
Kemudian pada saat itu juga tangan pak bagus pura-pura mengambil uangnya tetapi pak bagas dengan jail menjaili reni dengan lansung menangkap telapak tangan reni yang terasa lembut itu, tangan yang terasa halus ditambah lagi tidak ada sikap penolakan dari reni yang membuat pak bagas semakin semangat mendekati reni, malahan reni tak menghiraukan perlakuan bapak tersebut.
Lalu pak bagas….
“Jarang ada yang ngasih tahu aku neng, baru pindah ke sini?” Tanya bapak tersebut sambil tersenyum dan sorot matanya tetap ke arah dada reni, sungguh mata yang sangat mesum apalagi tangan reni tetap memegangnya saat itu seolah tak ingin melepaskan.
“iya pak, saya baru pindah kesini siang ini pak, kebetulan suami saya pindah sekolah di SMA 1 xxxxxxx itu pak” jawab reni dengan wajah manisnya
“oh suaminya guru ya neng, oh iya siapa namanya neng,?” Tanya bapak itu kemudian melepas tangan reni dan menghitung kembali uang dari uang yang diberikan reni tadi.
“Oh iya neng namanya siapa” tanya pak bagas
“bapak reni pak bapak, namanya siapa ya?” Sambil tersenyum kepada bapak tersebut
“Nenek saya, wah namanya nenek ya,” sambil nyengir memberikan kembali belanjaannya.
Setelah reni hendak keluar dari warung, pegangan tangannya ditarik kembali oleh pak bagas, sebab dari awal tak ada penolakan dari reni pak bagas semakin berani mendekati reni si wanita yang sangan montok itu.
“eh neng reni tunggu dulu dong” kata pak bagas
“kenapa lagi pak” jawab reni penasaran. “neng saya boleh minta no.Whatsapp nya kan neng?” tanya pak bagas
Sebenarnya reni tidak ingin memberikannya, tapi ada rasa penasaran dihatinya untuk menggoda bapak yang baru diketahuinya yang bernama pak bagas lebih jauh,
(Sambil berpikir dikepalanya reni antara memberikan kontaknya atau tidak dan juga Cuma no.whatsapp)
Lalu kemudiam
“nanti istrinya marah loh pak, kalau tau bapak minta no.Wa saya” ucap reni dengan genit
Dan memang saat itu istri pak bagas sedang memasak di dalam rumah, jadi saat itu pak bagas yang menjaga warungnya.
“jangan sampe tau donk neng” jawab pak bagas sambil berbisik
“Maksudnya buat apa sih pak? Nomor reni” tanya reni
“Neng, kan, neng baru di sini dan kita belum kenal dekat, jadi biar makin kenal dan makin dekat boleh lah neng bapak simpan di hp bapak, jangan lupa bilang pak tua”
“yaudah deh ini pak, 085xXXXXXXXXXX, sebenernya buat apa sih pak no.wa saya” ucap reni penasaran.
“untuk temen bobok neng” (hhehehhehe sambil tertawa) jawab pak pak bagas sambil mengetik no.wa yang diberikan reni
“makasih ya neng reni cantik, oh iya satu lagi boleh peluk ngggk neng” Tanya pak bagas sambil matanya melihat dada reni
Reni yang sadar atas tingkah laku pak bagas yang semakin nakal, maka reni menepis tangan pak bagas yang akan merangkul bahunya
“ ih bapak jangan begitu dong, nanti gak enak sama istri di dalam dan orang di luar, lagian saya baru loh pak disisni, bisa-bisanya bapak mau melakukan saya sperti itu” “satu lagi ya pak reni udah ada suami pak dan bapak juga udah beristri masa bapak mau reni temen bobok” ucap reni pelan-pelan serta memanyunkan lamaran.
(Bukannya minta maaf, pak bagas malah cengenges, nyengir kayak beruk)
“heheheh abis neng seksi sih” “bikin kepala bawah aku pusing neng”ucap pak bagas
“ini lagi gede banget ya neng, boleh juga buat bapak nggak” sambil memanyunkan bibirnya ke arah dada reni
Reni yang dari dulu memang suka mengerjai laki-laki apa lagi yang sudah berusia seperti bapak bagas ini, memiliki kesan dan sensasi tersendiri buat reni, dengan genit reni meladeni kenakalan bapak bagus tersebut.
“Jangan pak, ini punya suami saya loh pak, kalau bapak mau bapak minta sama suami saya” sambil mata berkedip-kedip dan tangannya menutupi dada
Melihat sikap reni yang semakin berani serta mulai menggiurkan membuat kelahiran lelaki tua itu semakin memuncak.
“Neng bapak gak tahan neng, dan bapak juga penasaran dengan itu, bantuin dong neng ? Sambil memegang tangan, Reni menariknya ke arah belakang sudut warung.
Namun pada saat reni tertarik dengan tangan pak bagas, ternyata istri pak bagas keluar.
Tak ingin menimbulkan kecurigaan seketika reni melepas tangan pak bagas sebelum istri pak bagas melihat, reni pun berputar lansung berjalan ke arah pintu samping warung agar bisa keluar dari warung. Memang pada saat itu warung pak bagas tersebut memiliki dua jalan keluar satu dari depan dan satunya lagi disisi samping.
Tak ingin menimbulkan rasa tak nyaman di depan istri pak bagas melihat, reni berputar cepat berjalan ke arah pintu samping warung agar bisa keluar dari warung tersebut. Sampai di luar reni berpura-pura mengambil gorengan yang ada di meja luar, kebetulan saat itu ada seorang bapak-bapak tadi yang mungkin bapak itu teman dari pak bagas yang sedang duduk di meja tersebut, Ciri-ciri bapak tersebut sebaya dengan pak bagas badannya tetapi lebih kecil dan krempeng dari pada pak bagas.
Saat itu reni telah berada didepan lelaki tua yang belum reni tahu namanya itu, Reni pun menyadari matanya tak henti-hentinya melihat kearah dada, beda dengan pak bagas lelaki tua itu telah menatapnya tajam seakan menerkam ke seluruh tubuh reni, lalu reni yang melihat kelakuannya itu ingin rasanya menjaili lelaki tua itu, saat sadar payudaranya diperhatikan oleh bapak tersebut reni semakin menundukkan badannya agar lipatan dada dapat dilihat melalui celah bajunya, berani sekali kelakuan reni saat itu dan juga libidonya memang telah naik karena dipancing pak bagas saat di dalam warung tadi.
Kemudian reni menyapa lelaki itu, “Izin pak, saya mau ngambil gorengannya ya pak” ucap reni sambil memasukkan beberapa bungkus gorengan.
“eh iya neng, tolong neng” ucap pak somad
“oh ya neng tinggal dimana kok aku baru lihat ya?” Ucap pak somad kepada reni dengan tatapan mata yang sangat tajam.
“itu bukan papa pak” itu bukan papa rumah ibu rumah tangga, kenal pak? jwab reni sambil menunjuk ke arah rumahnya.
“Aduh disitu neng, berarti kita tetanggaan dong! “ ujar Pak Somad sedikit terkejut dan tak menyangka. (Didalam hati pak somad sangat senang, ditambah lagi pusaka saktinya sudah bertambah keras saja dibalik kain sarungnya) Seperti cinta pada pandangan pertamanya seperti itulah perasaan pak somad saat itu, reni seakan menghidupkan kembali gairahnya, kemaluannya pun tak henti-hentinya tegak menjulang tinggi dibalik kain sarungnya. sarungnya karna daritadi dari awal melihat wanita montok tersebut memasuki warung.
Padahal usia Pak Somad sudah sangat sehat, tidak sama dengan orang yang sudah tua pada umumnya, Pak Somad juga memiliki fisik yang baik.
Meski bertubuh krempeng Pak Somad memiliki ukuran rudal yang sangat menakjubkan, dengan ukuran rudal yang sangat besar itu kadang membuat Pak Somad berjalan sedikit mengangkang. Bahkan buk ida saja sampai tidak mampu menuruti nafsu suaminya itu, karna dulu pernah dientot pak somad sampai pingsan, dan tak bisa berjalan selama tiga hari dibuat pak somad, sungguh rudal yang menajubkan, dan juga karna rudal itu buk ida terpaksa bunting sebanyak lima belas kali Bahasa Indonesia:
Kemudian pak somad yang masih termenung saat itu sambil menatap kearah tubuh reni, (dalam pikirannya sekarang hanya bagaimana caranya menikmati serta memiliki tubuh wanita didepannya ini, yang juga ternyata adalah tetangga barunya.
Saat mengetahui apakah mereka bertetangga kemudian Reni dan Pak Somad sedikit melanjutkan berbincang-bincangnya, Reni juga mengetahui bahwa selama perbincangannya dengan Pak Somad matanya memang selalu ingin tahu pandangan ke arah darster yang sedang digunakannya. Reni juga tahu kalau pepatah Pak Somad ternyata seorang tukang urut sekaligus penjual obat tradisional.
“Sudah pak, reni pulang dulu ya pak” ucap reni kepada pak somad yang dibalas anggukan serta “baiklah neng, hati-hati ya neng reni” ucap pak somad dengan mata yang masih menjajali seluruh tubuh reni.
Beda sama pak bagas, pak somad ini sedikit pendiam namun matanya sangat tajam keseluruh badan reni, bagaikan singa yang diam-diam mencekram mangsanya, Reni yang menyadari nya lalu berangkat pulang ke rumahnya, di dalam perjalanannya pun reni merasah aneh kepada pak somad yang dari awal selalu memperhatikan tubuhnya,
“Dalam hatinya, Reni bertanya-tanya, apakah Pak Somad masih mengagumi wanita seusianya? apakah masih kuat ya diranjang? kau sudah bisa ! hehehhe palingan aku telanjang aja uda keliatan pak tua kamu.”
Setelah kepergian Reni, dua bapak-bapak yang telah berumur itu kembali duduk bersama, mereka yang memang dari dulu bersahabat ini memang terkenal akan kenakalan keduanya. Dari kecil hingga sampai sekarang sangat banyak kejahatan yang telah dilakukan oleh dua orang paruh baya itu sampai-sampai Kedua paruh baya itu sangat terkenal, juga terkenal akan penjahat seks di kampung ini maupun kampung sebelah.
Percakapan kedua sahabat karib itu. Somad: gas, kamu lihat gas wanita tadi? moto kan?
Bersambung… Esok harinya, pada pagi ini reni telah siap menyediakan sarapan untuk suaminya yang akan pergi bekerja, persiapan yang memang biasanya dari subuh reni kerjakan itu untuk melayani sang suami tercintanya.
Pada saat sarapan bersama suaminya …
Ridwan : ma nanti papa pulangnya sore mama betahkan dirumah ?
Reni : iya pa, dibetah-betahin aja pa hehehe !
Ridwan : nanti kalau mama bosan mama main deh kerumah tetangga disebelah !
Reni : iya pa, lihat nanti aja deh pa, nanti mama palingan nyuci dulu sepertinya pa !
Ridwan : yaudah deh ma, papa berangkat dulu ya ma !
Lanjut Ridwan berdiri sambil menerima uluran tangan dari reni yang mengambil sikap untuk menyalami suami suaminya. Kedua pasangan suami istri tersebut memang tinggal berdua saja dirumah yang baru ditempati itu, karna putra semata wayangnya pergi menuntut ilmu ke pesantren dikota, karna memang ayah dari reni adalah seorang kiyai di pesantren tempat putranya menuntut imu agama tersebut.
Setelah suaminya pergi reni pergi kebelakang untuk menjemur cuciannya yang telah dicuci nya menggunakan mesin cuci, setelah pakaian siap untuk dijemur reni pergi kebelakang untuk menjemur pakaian itu diperkarangan belakang rumahnya, kebetulan dikampung ini perkarangan antara rumah buk ida dan reni tidak ada rumah warga yang lain, disisi samping juga sudah di tutupi pagar seng baik itu sisi dari rumah reni ataupun buk ida, kemudian dibelakangnya ditumbuhi semak-semak yang sangat lebat yang mengarah ke sungai yang terdapat didaerah tersebut.
Setelah suaminya pergi reni pergi kebelakang untuk menjemur cuciannya yang telah dicuci nya menggunakan mesin cuci, setelah pakaian siap untuk dijemur reni pergi kebelakang untuk menjemur pakaian itu diperkarangan belakang rumahnya, kebetulan dikampung ini perkarangan antara rumah buk ida dan reni tidak ada rumah warga yang lain, disisi samping juga sudah di tutupi pagar seng baik itu sisi dari rumah reni ataupun buk ida, kemudian dibelakangnya ditumbuhi semak-semak yang sangat lebat yang mengarah ke sungai yang terdapat didaerah tersebut.
Entah disadarinya atau tidak reni melangkah kebelakang dengan kondisi pakaian nya yang hanya memakai daster tanpa ada bra didalamnya, memang kebiasaan reni jika dirumah sering tidak memakai bra dibalik baju yang digunakannya, dikarnakan resah, gerah, ribet jika memakai bra didalam rumah. Apalagi malam tadi reni dan suamminya melakukan hubungan suami istri.
Dengan kondisi yang full sexy reni berjalan kebelakang menuju perkarangan tempat penjemuran pakaiannya, bagaimana tidak dibalik baju dasternya tersebut sangat jelas cetakan putting susu nya, ditambah dengan buah dada yang besar, padat, bagi siapapun yang melihat kondisi reni saat ini akan menelan luda dibuatnya, sangat bergairah, dan sangat menggiurkan boddy aduhai wanita yang memiliki anak satu tersebut.
Pada saat reni menjemur pakaiannya reni tersadar bahwa ada yg memperhatikannya dari arah wc yang berada tepat diujung paling belakang antara rumahnya dengan rumah buk ida, sejujurnya reni penasaran dengan siapa yang ada didalam wc tersebut tapi reni membatalkan niatnya untuk berjalan dan menyelidiki sosok tersebut kearah wc tersebut.
Sebenarnya dari dalam wc kumuh tersebut memang ada sesosok orang yang sedang memperhatikan objek yang ada diluar, objek yang telah jadi idolanya sejak pertama kali perkenalan, objek itu adalah reni wanita yang sedang menjemur pakaiannya.
Dan dari dalam wc tersebut terlihatlah sorang kakek tua dengan badan krempengnya, dia adalah pak somad yang dari tadi sedang mengocok batang pusaka nya yang sangat besar, ukurannya mungkin sebesar botol mineral aqua jika berdiri keras dan jika tidur sbesar tangkai senter, rudal tersebut berwarna hitam legam serta berurat disepanjang batangnya, sangat ngeri bila melihat batang pusaka milik pak tua ini jika keras. Sambil memperhatikan objek didepanya dengan sebelah tangan pak somad memanju-mundurkan batang kemaluannya itu.
Dari dalam wc tersebut pak somad meracau-racau…
“ah ah ah ah montok betul bodi mu neng reni,”
“sabar ya somad junior kita tunggu tanggal mainnya, kita cari kesempatan untuk mendapatkan wanita semok itu,” racau pak somad sambil mengocok
“aduuh putting susu itu rasa ingin ku jilat, ah ah ah pantatnya juga nggk kalah dengan biduan dangdudut yang dulu pernah ku sodok,” racau pak somad yang tak henti-hentinya sambil membayangkan dulu masa lalunya
Dengan cepat tangan tua itu mengocoks batang kemaluannya, cukup lama kocokannya hingga sampai dirasakan denyutan boom pada ujung kemaluannya, ya pertanda yang akan menyemprotkan semburan cairan kentalnya ! pada saat akan menembak, pak somad mengarahkan kedinding wc itu,
“ah ah ah sudah lama aku tidak merasakan nikmat sperti ini,” racau pak somad kembali.
“Aaaah sudah 3tahun lamanya ku tak merasakan gairah seperti ini, akhirnya ah” ucap pak somad sambil mengatur nafasnya.
Memang dari dulu pak somad jarang melakukan seperti ini dikarnakan pak somad sudah berubah, Bahkan pak somad telah berjanjji kepada ida istrinya tidak akan mengulangi kenakalan seprti dulu lagi, dan juga pak somad sebetulnya sekarang sudah tak bergairah lagi diranjang, dikarnakan pengaruh faktor usia. akan tetapi kehadiran Reni dikampung ini membangkitkan gairah kakek tua tersebut. Dan merubah segalanya bagi pak somad si rudal gede itu, beliau merasa gairah mudanya kembali, dan juga badannya terasa muda kembali.
“Aaaah aaaaaaaah “racau pak somad dari dalam wc kumuh itu sambil matanya yang tertutup dan mnoleh keatas atap wc, ada sekitar 10 kali semprotan sperma kental dari kemaluannya lekat didinding wc yang kumuh itu, meski telah mengeluarkan cairan kentalnya kemaluan pak somad masih keras saja, benar benar bukan lelaki tua biasa pak somad ini.
Dalam hatinya pak somad “trimahkasih Reni telah hadir dikampung ini, saya terasa jauh lebih muda dari sebelumnya, dan tunggu reni kamu akan merasakan kenikmatan pusaka ku ini.
Sementara itu didalam rumahnya reni telah selesai mandi dan kini terlihat reni hanya menggunakan handuk, handuknya berukuran sebatas pahanya, handuk yang seakan tak mampu terikat pada dadanya yang jumbo itu, dengan bergegas kemudian reni berjalan kebelakang rumah ingin menjemur hanya satu helai daster yang barusan tadi dipakainya, dengan hati-hati reni membuka pintu belakang lalu melihat disekeliling perkarangan sebelum keluar dari pintu belakang rumahnya.
Dikarnakan saat ini reni sadar akan bodinya yang menggiurkan itu apalagi saat itu hanya menggunakan handuknya maka reni harus memastikan situasi diluar memang sepi dan aman.
Saat sedang memastikan situasi dan juga saat pintu belakang tersebut sedikit dibukaknya lalu reni melihat melihat pak somad yang baru keluar dari wc kumuh yang dibelakang.
Dalam pikiran reni mengapa pak somad di wc itu ?
“ah jangan-jangan bayangan tadi adalah pak somad !” dalam hatinya reni
“ngapain juga ya pak somad didalam wc itu, apakah itu wc masih bisa terpakai ?dan jika tidak apakah tadi beliau bayangan yang sekilas aku lihat, apakah dia melihatku,? Lalu apakah pak somad tertarik ya sama badan ku ?
” ah nggk mungkin ! kan dia sudah tua” (dalam hatinya reni berkata)
Setelah memperhatikan pak somad melangkah keluar dari wc tersebut dengan hanya memakai kain sarungnya reni melihat ada yang lain menonjol dibalik sarungnya, tonjolannya besar sebesar senter diselangkangannya yang berayun-ayun seirama dengan setiap langkah kakinya, sesungguhnya reni penasaran dengan yang dilihatnya saat itu.
“aist apa itu, nggk mungkin itu kmaluan pak somad, mana ada, lagian dia kan udah tua!” (ucap reni dalam hatinya)
Setelah menunggu pak somad masuk kedalam kerumahnya, reni kemudian lansung bergegas keluar untuk menjemur sehelai baju daster yang ada ditangannya saat itu, lalu selesai dijemurnya pakaian itu reni melihat kembali ke WC tempat pak somad keluar tadi, dengan hati yang penasaran dengan wc-nya seperti apa? Lantas membuat reni berjalan kearah wc tersebut, sungguh beraninya reni kesana dan juga saat itu badannya hanya dibaluti handuk yang sesungguhnya tak mampu menutup tubuhnya yang aduhai itu.
Sebelum ke arah wc itu reni juga merasa kalau kampung tempatnya tinggal ini suasananya sepi dan ditambah lagi disekeliling belakang rumahnya yang sudah dipagar atap seeng jadi reni beranikan saja ke arah wc tersebut, lagi pula tak ada warga yg akan melihat selain keluarga pak somad.
Kemudian sesampainya diwC itu reni melihat disekitar dalamnya, sepertinya wc tersebut memang telah berhenti beroperasi, tak’ada air, juga kerannya sudah patah-patah, padahal wcnya cukup besar, dan juga lantainya masih terbilang bagus dan tidak kumuh-kumuh juga, tapi apa yang dilakukan pak somad didalam ini barusan ?(tanya reni dalam hati)
Lalu reni kembali keluar, pada saat melangkah keluar, seketika pandangannya berhenti kearah dinding, sebagai wanita yang telah bersuami tentunya reni merasa tidak asing dengan cairan kental yang tertempel didinding wc tersebut, saat reni mendekati cairan itu reni lansung mencolek cairan kental itu mengggunakan telunjuknya, lalu reni mendekatkan kearah hidungnya, baunya nya sangat menyengat, serta membangkitkan birahi reni.
“ya benar, tidak salah lagi ini sperma !” kata reni dalam hati
“tapi kenapa bisa sebanyak ini, wooow ?” kata reni penasaran dalam hatinya
“apa mungkin ini ulah pak somad ?, ah mana mungkin” kata reni tambah penasaran
Semakin penasaran saat itu reni dibuatnya, didalam benaknya nggk mungkin laki-laki yang setua pak somad masih memiliki cairan kental sperti ini di kemaluannya dan juga volume airnya sunggulah banyak bahkan suaminya tak sebanyak itu,
“Mana mungkin kerjaan pak somad, jangankan ada cairan kental nya, berdiri saja tidak mungkin, sungguh tidak mungkin.( Pikir reni berlalu saat itu…)
Kemudian reni pergi keluar wc tersebut meninggalkan dinding dengan cairan kental yang membuat nya bertanya Tanya siapakah laki-laki yang menumpahkan cairannya pada pagi ini, ataukah pagi tadi saat menjemur pakaiannya sosok bayangan yang tak sengaja di lihatnya tadi adalah laki-laki tersebut, dalam penasarannya reni juga yakin mungkin laki-laki itu melihat tubuhnya tanpa bra pagi tadi. Dan apakah itu pak somad ? ah sudahlah,
Kemudian reni kembali bergegas masuk kedalam rumahnya ….
Kemuudian…
Pada siang hari ini reni terasa sangat bosan dirumah nya seorang diri, pada saat reni melihat hpnya ternyata paket internet yang ada dihp nya telah habis, dengan melangkah kedalam kamarnya reni ingin mengganti bajunya terlebih dahulu karna reni berencana akan pergi ke konter untuk mengisi paket internet di hp nya,
Sepulangnya reni dari konter yang memang tak jauh dari rumahnya, reni disapah oleh buk nining yang kemarin sudah reni kenal.
““hai mbak reni cantik ! dari mana mbak ?” sapa buk nining
“iya buk nining, ini dari konter sana buk, habis beli paket internet nih buk,” jawab reni dengan logat imutnya ke buk nining
“oh gt ya mbak, oh iya mbak, begini mbak reni, kampung kita kan minggu depan ulangtahun, kebetulan saya ditunjuk pak rt untuk membentuk panitia acranya, jadi saya kesini mau mengajak mbak reni ikut menjadi peanitia acaranya, mau ya mbak?” ucap bu nining ke reni
“hmm gmana ya buk, bukannya nggk mau sih buk, saya belum pernah jadi panitia acara sebelumnya loh buk” jawab reni
“memangnya apa saja acara nya ya buk ? Tanya reni
“acara nya biasa aja kok mbak, sorenya kita makan bersama orang kampung sini, lalu malamnya kita dangdutan mbak” jawab buk nining
“Kita sebagai penitia cuman memantau saja mbak soalnya saat makan bersama juga sudah saya pilih koki untuk memasaknya” ucap buk nining
“Kemudian saat dangdutan juga kita hanya memantau agar acaranya berjalan dengan meriah mbak hehehe” jawab buk nining kembali.
Karena sekarang dirinya berada di daerah tersebut, tanpa berpikir panjang, reni meng-iya-kan saja buku nining tersebut.
“kamu udah gabung kan aku” ucap reni
“gtu donk cantik, nanti pasti banyak yang datang kalau kamu panitianya loh” ucap buk nining
“heheheh ibuk bisa aja, yaudah ibuk, saya ijin pulang dulu ya buk” ucap reni
Sesampainya Reni di dalam rumah tiba-tiba ada notifikasi pesan di ponselnya, saat di ceknya ternyata pak bagas.…
(pak bagas : neng, ini bapak neng, pak bagaas)
(pak bagas : neng lagi ngapain Vc yuk neng, bapak kepikiran neng reni terus saat terakhir kita diwarung neng)
Mengetahui bahwa pesan tersebut dari pak bagas juga reni men-save no tersebut tanpa membalasnya, sejujurnya reni saat diwarung kemarin memang bertujuan mengisengi pak bagas saja.
Kemudian pada saat di dalam kamarnya reni membuka akun tiktok dari dalam hpnya, reni dari tadi memang punya rencana untuk live di medsos tersebut, sebelum live reni tak lupa mengganti bajunya dengan baju yang sangat seksi, baju yang dipakai reni saat ini berupa tanktop biasa berwarna hitam dengan juga mengenakan bra didalamnya.
Biasanya reni memang menghabiskan waktunya untuk live dimedsos tersebut, bahkan kadang-kadang ada izin/penonton yang baik hatinya memberi “paus” ke reni saat live. Memang suaminya jarang melihat hp nya reni, dan jika suaminya ada dirumah reni pun tidak akan live di medsos tersebut, reni hanya melakukan live di belakang suaminya selama ini.
Pada saat ini telah berjalan dua jam lebih selama live berjalan bahkan ada yang berkomentar aneh-aneh kepadanya tapi hanya dibalas senyuman manisnya. Banyak juga yang berkomentar
“tumpahkan bh nya tante”,
ada juga yang berkomentar “nenen donk tante,”
ada juga yang menjanjikan “paus” jika reni melepas pakaiannnya,
Bagaimana tidak mempersona saat live reni sungguh sangat menggiurkan bagi kaum lelaki yang melihatnya.
Semua penonton sangat banyak yang mampir pada live reni padahal saat itu reni cuma senyum-senyum saja didepan kameranya sambil membaca dan menjawab komentar para penontonnya, akan tetapi penontonnya makin lama makin banyak, memang semuanya telah terhipnotis akan kecantikan reni ditambah reni mempunyai senyum yang menawan.
Beberapa waktu kemudian saat reni berdiri pergi kedapur untuk mengambil minum semua bersorak ria dikomentar bahkan banyak love yang berterbangan di kamerannya, semua terpesona saat reni memperlihatkan bodinya yang cantik itu saat berdiri, meskipun saat itu reni menggunakan tanktop dan tidak telanjang.
Reni juga mengaku tak berani live yang lebih nakal di medsos tersebut, lagi-lagi hanya dia orang gila yang mau memperlihatkan tubuhnya di hadapan jutaan umat manusia itu.
Setelah tiga jam lebih Reni live di Tiktok, Reni bergegas mengakhiri live-nya dan tentunya berpamitan kepada para penontonnya.
“hai semuanya kita sambung besok lagi ya, soalnya udah tiga jam lebih nih aku live, bye semua, see you, muach” ucap reni ke semua penontonnya.
Bersambung… Pada malam harinya selesai makan malam dengan suaminya reni duduk santai didepan tv sambil menonton acara yang ada diChanelTv juga bersama suaminya, pada pukul 10.00 wib karna sangat mengantuknya Ridwan beranjak tidur kekamar terlebih dahulu meninggalkan reni, saat melihat ponselnya ternyata ada notif pesan dari pak bagas yg tertera di layar kaca ponselnya, saat itu reni lansung membuka pesan tersebut yang isinya..
(pak bagas : malam neng Reni yang semok, lagi ngapain nih ? udah tidur belum)
Reni yang sebenarnya malas terpaksa membalas pesan pak bagas tersebut,
(reni : malam juga pak bagas yang nakal, ini lagi nonton tv)
(pak bagas: makasih ya neng udah balas pesan bapak, kirain neng marah lagi sama bapak)
(reni: nggk kok pak, lagian ngapain juga reni marah, reni nggk pemarah kok orangnya, reni kan penyayang)
(pak bagas: heheheh neng bisa aja, neng boleh vc nggk? Angkat ya)
(reni: boleh pak)
Dengan cepat reni memasang hansdd ke ponselnya lalu berdiri masuk kearah kamarnya sambil melihat suaminya yang saat itu sedang mengerjakan kerjaannya dilaptop, lalu sesampainya didalam kamar reni lansung menerima panggilan video dari pak bagas tersebut, terlihat pak bagas berada didalam kamar yang minim pencahaya’an.
“dimana pak, kok nggk jelas mukanya” Tanya reni
“di dalam gudang neng, hehehhe ” jawab pak bagas
“ngapain disana pak, takut ketahuan istrinya ya, heheheh” ledek reni
“nggk neng, nggk masalah itu mah, bapak berani ngorbanin istri bapak demi dapetin neng, hhehhehe” ucap pak bagas bergurau
“kemarin aja hampir saya kena masalah garah-garah kelakuan bapak loh” ucap reni
“mana main tarik-tarik aja bapaknya , hehhehe” goda reni
“heheh iya neng, maaf ya neng, tapi jujur ya neng, kemarin itu bapak nggk tahan neng, apalagi liat dadanya neng, yahuud neng” ucap bagas
“baru liat dari luar aja bapak nggk tahan, gimana kalau liat semuanya tu ? hehehhe” goda reni
“yaa lagian istri bapak kan ada, kan juga sama bentuknya, ngapain juga nyeret-nyeret saya minta pertolongan hehehhe” ucap reni dengan ketawa
“iya neng, tapi punya istri saya nggk seperti miliknya neng reni,”
“punya neng reni gede, nggk kendor, bikin berdiri adik saya melihatnya neng, apa lagi dihisap pasti enak ya neng ?” ucap pak bagas
“hehehh bapak ada-ada aja, ya mana saya tahu lah pak, Tanya aja rasanya sama suami saya pak, heheh”
“oh iya, lagian bapak masih bisa berdiri nggk pak itunya ?” Tanya reni
“heheh masih lah neng, neng mau lihat” balas pak bagas
“nggk lah pak, saya cuma bercanda kok” ucap reni
“neng bantuin lagi donk neng,” ucap bagas
“bantuin gimana lagi paak” balas reni
“bantuin ngocok rudal saya neng” ucap bagas yang kehilangan akal sehatnya
“ih bapak ngomongnya jorok, nanti kedengaran istrinya gimana? Nanti malah saya dituduh pelakor loh pak” balas reni
“Ayolah neng, kali ini aja” ucap pak bagaz
Sejujurnya reni juga penasaran dengan lelaki paruh baya itu, reni penasaran dengan bentuk ukurannya, juga fisiknya, karna
Sepengetahuan reni orang yg sudah setua pak bagas ini sangat tak mungkin kemaluannya keras ataupun bertahan lama, karna sexs juga melibatkan angka usia kita.
“Yaudah deh pak, gimana saya ngebantuinnya ? “Ucap reni
“bener neng mau bantuin bapak ?” Tanya pak bagas
“iya pak, tapi buruan ya, dan gimana caranya ?” Tanya reni
“Yauda deh neng bapak kerumah neng aja sekarang gimana?” Tanya pak bagas
“ada suami reni pak, heheh lagian mana berani bapak kesini, kalau bapak kesini nanti aku kasih deh ini(sambil mengarahkan kamera ke arah payudara ku yang hanya tertutup daster)” ucap reni sambil memancing pak bagas
Tiba-tiba pak bagas mematikan panggilan videonya bersama reni, reni juga heran kenapa pak bagas lansung mematikannya, atau jangan jangan pak bagas benar-benar kesini, pikir reni dalam hatinya merasa panik.
Padahal saat ini suaminya sedang dirumah, akan tetapi reni merasa tertantang akan ajakan pak bagas saat itu, lagi pula reni telah seminggu ini belum disentuh suaminya.
Saat ini reni menggunakan pakaian daster seatas lutut, daster yang memang digunakan untuk tidur itu sungguh sangat mengundang birahi lawan jenisnya, ditambah lagi saat itu reni tak memakai apapun dibaliknya, baik bra maupun celanadalamnya. Reni juga terbawa arus memancing pak bagas menikmati penampilanya malam ini.
5 menit sudah berlalu sembari duduk dan mengutak-atik ponsenya tiba-tiba ponsel reni berbunyi dikarnakan panggilan masuk dari pak bagas, kemudian reni menjawabnya…
“hallo neng, jadi nggk bantuin bapak, ni bapak sudah berada didalam wc yang ada dibelakang rumahnya neng” ucap pak bagas
“aduh pak, padahal reni tadi cuman bercanda loh pak,” ucap reni
“jangan bicara gitu neng, bantu bapak donk neng, bapak bener-bener udah nggk tahan neng, udah tegang nih neng” ucap pak bagas
“kan di rumah ada istrinya pak, lagian di wc itu kan gelap pak” ucap reni
“iya neng, tapi istri bapak boddy nggk seperti punya nya neng reni, bapak udah nggk nafsu sama istri bapak neng, bapak berharap sekali neng bantu bapak malam ini neng, disini nggk gelap-gelap juga kok neng, bapak sekarang didalam wc yg dibelakang ya neng, yang atapnya terbuka, kesini ya neng, pliss neng, bapak udah nggk tahan nih neng!” Ucap pak bagas
Dengan mendengarkan kata-kata dari pak bagas tersebut membuat reni merasa iba terhadapnya ditambah lagi malam ini reni memang sedang bernafsu , akan tetapi jauh dibalik segala hal itu sebenarnya reni ingin merasakan kepuasan dari lelaki lain selain dari suaminya, apalagi dari dulu reni memang memiliki fantasi berhubungan badan dengan lelaki yang lebih tua ataupun sudah dibilang uzur, kebetulan pak bagas saat ini telah berhasil menggodanya.
Sebelum pergi ketempat ppak bagas yang ada diluar reni terlebih dahulu memeriksa suaminya didalam kamar, setelah merasa aman barulah reni meninggalkan suaminya yang memang telah tidur tersebut, dengan berlahan reni membuka dan menutup kembali pintu belakang rumahnya, lalu dengan bergegas reni pergi ke-arah wc tersebut, rupanya wc tersebut memiliki dua ruangan, satu menghadap kearah rumah reni, dan yang satu menghadap kearah belakang, saat reni memasuki wc tersebut ternyata pak bagas telah membuka bajunya, reni yang telah terbawa suasana lansung mendekati pak bagas, pak bagas yang dari tadi tak bisa menahan nafsunya lagi lansung memeluk tubuh reni dan menyosor bibir reni, dengan ganasnya pak bagas mencipok bibir reni, lalu tangannya mengangkat daster reni keatas agar dia bisa meremaas-remas payudara yang besar tersebut, kini payudara itu telah bebas bergelantungan tanpa penghalangnya karna sebelumnya reni memang tidak memakai bh apalagi celana dalamnya. Setelah puas mencipok reni pak bagas melanjuti menghisap payudara reni,
“gila neng gede sekali susumu neng,” sambil nenen layaknya anak kecil.
“ah aha ah ah ah”” pelan pelan pak jangan digigit ya putingnya, juga jangan dimerahin ! ucap reni
Dan juga kini terlihat pak bagas semakin bergairah terhadap susunya reni, begitupun dengan reni yang telah merespon penetrasi yang dilakukan bapak bagas ketika itu sambil kepala nya yang dihusap-husap reni.
Pak bagas terlihat sangat rakus saat itu, dijilatinya setiap daerah payudaranya reni, semua daerah payudanya reni sekarang sudah basah oleh air liur pak bagas, pelan-pelan tangan pak bagas mendarat kearah selangkangan reni yang saat itu tanpa ada penutupnya, lalu diobok-obok nya serambi lempit reni menggunakan dua jarinya sambil mulutnya tetap tertempel dipayudara yang besar itu, sangat bernafsu bapak bagas ini pikir reni pada saat itu.
Tak lama kemudian reni merasakan diujung klimaksnya dikarnakan tangan pak bagas yang sedari tadi semakin cepat mengobok-obok serambi lempitnya, saat ini reni melenguh-lenguh tak karuan, badannya sudah dikunci semua oleh pak bagas, Susunya dari tadi disedot-sedot seakan tak mau dilepasnya, serambi lempitnya juga yang sedang diobok-obok.
“ooooh oh oh oh ooooh….” Lenguh suara reni
Saat ini pak bagas berhasil membuat reni klimaks, terlihat reni saat ini terkejang-kejang, serambi lempitnya menyemburkan cairan hingga membasahi tangan pak bagas. Reni sangat puas sekali malam ini, reni tak percaya pak bagas pandai memuaskan birahinya melebihi yang reni dapati dari suaminya. Bagi reni pak bagaslah orang yang pertama dihidupnya yang telah mengocok serambi lempitnya karna Ridwan sebagai suaminyapun belum pernah melakukan itu kepadanya.
Kemudian melihat reni yang kejang-kejang mengatakan…
“neng reni kencing ya, hheehheh”,bisik pak bagas ketelinga reni, sambil jarinya dimasukkan kembali kedalam serambi lempit reni
“ah, ah ah ah, ah ,” terdengar suara nafas reni yang saat itu kelelahan dikarnakan baru mencapai klimaksnya.
Melihat reni kelelahan saat ini Pak bagas merasa bangga sekali karna telah berhasil melumpuhkan wanita yang beberapa minggu ini baru pindah ke desa itu, pak bagas juga tak menyangka reni memiliki sisi liar sebagai seorang istri.
Pada saat merabah-rabah serambi lempit reni pak bagas memang merasa serambi lempit reni sangat beda dari wanita-wanita yang pernah dikentotnya, saat dirabah permungkaan serambi lempitnya reni terasa membengkak tebal , dalam pikirannya barangkali ini tipe serambi lempit tebel dan juga tembem khusus rudal yang gede(hehehheh) sambil nyengir pak bagas melepas tangannnya dan memberhentikan aksinya, lalu seketika pak bagas berdiri sambil melorotkan celana pendeknya kebawah, tanpa ba-bi-bu-be kemaluan yang memang telah keras tersebut terpampang dihadapan reni, kemaluan pak bagas berukuran sedikit lebih beasar jika dibandingkan dengan kemaluan suaminya.
Lalu diarahkannnya kemaluannya ke mulut reni..
“ngapain pak? Jangan pak, saya belum pernah pak” dengan gelengan kepalanya reni menolak ajakan pak bagas yang meminta mengulum kemaluannya itu
“coba dulu mbak, nanti terbiasa kok!” pinta pak bagas
“dengan rasa penasarannya, reni mencoba memasuki rudal pak bagas kemulutnya”
Entah setan apa yang sedang merasuki reni saat itu, dengan berlahan reni memasukan kemaluan pak bagas kedalam rongga mulutnya, padahal sebelumnya reni belum pernah melakukan hal seperti itu sama sekali.
Baru separuh reni memasukinya, lansung dikeluarkannya kembali…
“uhk..uhk..uhk.. bauk pak, rudal bapak bauk, udah ah, yang ada nanti muntah saya disini” tolak reni saat itu
“yaudah neng, sekarang bapak mau coba mulut neng yang ini!” ucap pak bagas sambil memegang kemaluannya yang akan diarahkan ke serambi lempit reni
“eh tunggu dulu pak,!” pinta reni, dan lansung berdiri pergi kearah baju nya yang tergeletak dilantai,
Sesa’at kembali kedekat pak bagas ternyata ditangan reni ada sebungkus kondom, rupanya reni mengambil kondom itu dikantong bajunya tadi.
“Pakai ini dulu pak, reni takut nanti bapak ngeluarinnya didalam” ucap reni
“yaudah neng hehehhe” balas pak bagas dengan sangat girang.
Setelah itu reni membuka bungkusnya dan memakaikannya ke kemaluan pak bagas, pada saat telah terpakai pak bagas sangat tak sabar memasukkan kemaluannya itu ke serambi lempit reni, sambil dikocok kocoknya rudalnya sendiri dan sedikit bergoyang goyang seakan memperlihatkan kelucuan nya kepada reni, melihat aksi yang pak bagas peragakan seperti itu membuat reni tertawa-tawa sendirinya, Setelah itu reni bersandar kedinding lansung mengangkang kearah pak bagas..
“ayuk pak, reni nggk tahan pak” pinta reni
“puaskan reni pak” ucap reni dengan genitnya
“bapak masukin rudal bapak ya neng, tahan ya” balas pak bagas
“pelan-pelan pak!” ucap reni
“aaaaah ah aaah” erangan suara reni
“duuuuh neng reni, enak sekali serambi lempit mu neng !” “aaaaaaaiiihk bakal ketagihan nanti bapak nih neng, uuuuh ah “ racau pak bagas saat memulai memaju-mundurkan kemalunnya
Pak bagas yang saat itu tanpa ada hambatan berhasil memasuki tititnya ke dalam serambi lempit reni, lalu kemudian pak bagas sambil sedang memaju-mundurkan kemaluannya itu juga lansung menyedot susu reni,.
Reni tak percaya dengan yang dilakukannya saat ini, dan juga melihat pak bagas yang telah berhasil menyetubuhinya, meskipun pak bagas sudah tua tetapi masih memiliki fisik yang prima, reni juga tak menyangka dan sangat tak reni sadari bahwa saat ini dirinya memang telah selingkuh di belakang suaminya, padahal baru seminggu mereka pindah kekampung ini, anehnya tak sedikitpun reni merasah bersalah akan kelakuannya selingkuh di belakang suaminya, dari awal reni memang mempunyai fantasi bersetubuh dengan laki-laki yang sudah berumur, bahkan sekarang dirinya telah berhasil dibuat klimaks oleh laki-laki lain.
Tak terasa sudah berjalan 30 menit pak bagas memompa tititnya keserambi lempit tembem reni, selama menyedot tititnya mulut pak bagas selalu menempel keputing susu reni, yang se’akan tak ingin melepaskannya.
Pada saat pak bagas kembali mempercepat sodokan rudalnya di dalam serambi lempit reni, reni kembali merasakan pertanda bahwa dirinya telah di ujung klimaks.
“ah ah ah ha ah ah”
“paaak reni sampai lagi pak”… “aaaaaaaaaaaaaaaaaah” eerang reni mencapai klimaksnya
“aaaa’a ‘iya neng, bapak juga dikit lagi!” kata pak bagas
Sodokan pak bagas semakin cepat, reni juga merasa tak mampu lagi membendung klimaksnya, dan hingga pada akhirnya pak bagas dan reni kembali merasakan klimaks secara bersamaan…
“ooooooh oh oh oh” lenguh reni.
Kini kedua insan tersebut tergolek rebah di lantai wc dengan nafas yang masih tak terkontrol,
“enak banget deh liat kamu neng, makasih ya” ucap pak bagas
“ee eh pak,” jawab reni yang nafasnya masih ngos ngos-san.
Setelah terasa cukup rebahan dan terasa bertenaga reni kembali berdiri lalu mengambil bajunya yang berserakan dilantai begitu pun juga dengan pak bagas, setelah reni selesai memakai bajunya kembali badanya kembali dipeluk oleh pak bagas,
“neng bapak mau lagi” bisik pak bagas sambil memeluk reni.
“Cukup Pak, nanti kapan-kapan lagi ya, nanti takutnya suami Reni bangun dan cari Reni” ucap Reni
Saat dipeluk pak bagas, reni membalas justru pelukannya, bahkan reni sekali-kali mengelus-elus rambut pak bagas saat pak bagas menciuminya, hingga sampai ke susunya. Setelah beberapa menit barulah reni dan pak bagas berencana mengakhiri pertemuannya malam itu.
Sungguh sangat menggairahkan penampilan reni dimalam ini, sangat cantik, seksi, sungguh tak pantas wanita seseksi reni bisa didapatkan oleh pak bagas, dan betapa beruntungnya pak bagas malam itu yang telah berhasil mendapatkan reni yang berbodi cantik impian para lelaki manapun.
Saat pergi duluan meninggalkan pak bagas didalam wc tersebut reni bergegas dengan berlari-lari kearah pintu belakang rumahnya, pada saat hampir didepan pintu belakang rumahnya tiba-tiba Reni terjatuh karna kakinya tersandung batu yang membuat reni terjatuh, tangannya yang saat itu menopang badannya saat tersungkur kedepan pun terasa sakit, akan tetapi reni lansung berdiri dengan cepat dan lansung masuk kedalam rumahnya.
Sementara itu pak bagas telah sampai didalam kamarnya, merasa sangat letih dan sangat puas maka pak bagas terlelap dalam tidurnya…
Bersambung… Seperti biasa pagi ini reni dan suaminya sedang melansungkan sarapannya, saat Ridwan sedang menikmati masakan istrinya, lalu pada saat Ridwan menyelesaikan makannya, Reni ngobrol dengan Ridwan sambil mengaduk-aduk isi perutnya yang terguling, sebab malam tadi saat selesai memacu birahinya dengan pak bagas reni terjatuh saat pulang yang membuat kakinya terguling..
“kaki mama keseleo pa, nih lihat pa bengkak” kata reni kepada suaminya sambil melihatkan kakinya yang terkilir
“hah, kok bisa sih? Memang mama tadi ngapain?” Tanya Ridwan saat itu melihat kaki istrinya
“tadi mama k’peleset pa didapur, jadi tadi mama jatuh pa” jawab reni dengan manja
“nggk bisa dibiarin nih mah, nanti tambah bengkak dan sakit kalau dibiarin, Kita cari tukang urut dulu yuk” ajak Ridwan
“nanti papa telat kesekolahnya, ntar sore aja deh pah” tolak reni,
“Lagian mama masih bisa jalan kok pa, cuma sedikit nyeri” ujar reni
“Sekarang papa berangkat saja lagi, papa kan baru pindah kesini. Dan juga nggk boleh telat” ucap niita
“yaudah ma, nanti sore kita ke tukang urut ya” ucap Ridwan
“iya pah, nanti kita cari dekat-dekat sini aja” ucap reni
“Ayah sudah berangkat kerja dulu ya ma” ucap Ridwan lalu memasang sepatunya dan melangkah keluar meninggalkan istrinya.
Setelah suami pergi reni pergi mandi, pada saat dikamar mandi reni telah melepas semua bajunya reni teringat kejadian malam tadi, dipegangnya meletakkan susunya saat itu dan diremas-remasnya sambil membayangkan pak bagas sedang menyedot susunya, kemudian reni senyum-senyum sendiri karna reni sangat tak menyangka bisa memberikan tubuhnya ke pak bagas, tapi reni menganggap semua tak masalah dan siap menerima risikonya bila suami mengetahui perbuatannya, sebab saat ini reni benar-benar haus akan belaian lelaki lain saat suami tak bisa meringankan dahaganya.
Pada saat selesai mandi reni lansung memilih baju yang akan dikenakannya, reni memilih baju daster diatas paha yang selalu jadi favoritnya saat berada dirumah, ya.. daster itu berwarna kuning yang begitu seksi, apalagi sangat rendah di bagian dada sehingga jika reni menunduk sangat jelas payudara besarnya , dan juga saat itu reni tidak menggunakan bra dibalik daster yang digunakannya.
Lalu reni duduk di depan tv, pada saat sedang santai dipan tv terdengar suara ketokan dipintunya, lalu reni berdiri dan berjalan dengan pelan-pelan karena kakinya sedang sakit, saat memeriksa siapa orang yang mengetok pintunya itu dibalik kaca jendela rumahnya ternyata ada tetangga sebelah….
Pada saat mengetahui bahwa yang berada di luar adalah toko ida, maka reni segera membuka pintunya dan menyambut toko ida.
“iziniii mbak reni” ucap buk ida begitu pintu dibuka reni
“eh iya buk buk ida, ada apa buk ida?” jwab reni dengan ramah
“ini mbak reni, pisang buat mbak reni, kemaren bapak panen diladangnya,” ucap buk ida sambil memberikan sesikat pisang kepada reni
“aduuuh bu ida baiklah, ya udah reni terima ya buk,” sambil mengambil pisang pemberian buk ida
Reni sangat senang buk ida ternyata baik karna telah memberikannya pisang untuknya saat itu, reni memang sangat menyukai pisang, merasa sangat senang dengan memberikan buk ida maka niita tak ingin membiarkan buk ida pulang kerumahnya, lalu reni mengajak buk ida masuk kedalam rumahnya, saat itu reni ingin agar lebih dekat dengan buk ida.
“oh iya buk, ibu masuk dulu yuk buk, kita ngobrol di dalem yuk buk temenin reni” ucap reni sambil meraih tangan ibu ida untuk mengajak ibu ida masuk dan duduk di dalam rumah
Merasa nggk enak hati menolak karna tangan juga dibimbing masuk oleh reni lalu buk ida menuruti ajakkan reni untuk masuk ke rumahnya.
Saat masuk kedalam rumah reni dan berjalan beriringan dengan reni kearah sofa yang tepat berada didepan tv saat itu buk ida melihat cara berjalan reni sedikit hati-hati yang menimbulkan pertanyaan buk ida…..
“kenapa berdiri mbak reni” ucap buk ida
“ini buk, kaki saya sakit keseleo tadi pagi” ucap reni
“boleh ibu lihat mbak reni?” ucap buk ida
“iya buk, ini buk” jawab reni sambil berjalan melihat ke arah buk ida agar di periksa
“ini nggk apa-apa kok mbak reni, tapi tetap harus diurut lebih baik mbak, begini saja mbak nanti mbak reni kerumah ibuk saja, biar diobati sama suami ibuk, dia bisa kok mengobatinya, soalnya suami ibuk tukang urut heheheh” ucap buk ida agar tak mencemaskan kaki yang terkilir
“oh pak somad kan buk?, kemaren saat diwarung reni udah kenalan sama bapak somad dan juga disana ada pak bagas buk, lalu bapak bilang kalau beliau istrinya ibuk, cuman reni nggk tau kalau bapak tukang urut buk!, tapi bapak memang bener bisa ngurut tapi? Ucap reni
“iya mbak, pak somad itu suami ibuk, owh berarti udah kenal donk, baguslah kalau sudah saling kenal nanti biar lansung ibuk bilang ke bapak soal kaki mbak, ucap buk ida
“iyaa buk makasih ya buk”ucap reni
“iyaaa mbak sam-sama, nanti kalau bapak pulang lansung ibuk ajak mbak ke rumah ya” ucap buk ida
“Bapak mau ke mana?” Tanya Reni
“Bapak baru aja pergi mbak ke kampung sebelah, buat ngurutin orang yang katanya sakit parah mbak! Jawab buk ida
“oh gt ya buk, oh iya ibuk tinggal berdua saja ya sama bapak dirumah” Tanya reni
“memang iya mbak, tapi kadang-kadang juga ada cucu ibu dirumah mbak” jawab buk ida
“hmm memang anak ibuk berapa orang buk?” Tanya reni kembali
“anak ibuk aku banyak mbak reni, ada lima belas hehehhe” ucap buk ida
“semuanya pada ngak dirumah mbak, karna semuanya udah punya keluarga, ada juga yang tinggal dikota mbak, ada juga loh mbak yang tinggal diluar negri mbak, jadi sekarang memang ibu sama bapak aja yang dirumah mbak,” ucap buk ida
“waaah buk, banyak juga ya anak ibuk, hehehheeh” “jadi sekarang enak donk buk banyak yang ngasihduit” ucap reni
“hehehhe iya sih mbak, meski begitu kadang anak-anak juga sering maksa ibuk dan bapak untuk tinggal dengan mbak, “sudah sangat sering anak-anak ngajak ibuk mbak, dan akan tetapi bapak tidak mau ngikut mbak” “katanya tidak mau jadi beban buat anaknya mbak” “bapak juga masih aja kerja jadi tukang urut mbak, kadang juga diladang mbak, kadang juga kesawah mbak, padahal tiap bulan anak-anak pada transfer duit buat keperluan kita mbak” ucap buk ida
“heheheheh mungkin bapak orangnya nggk mau santai-santai aja, trus menerima duit dari anak-anaknya buk,” ucap reni
“nggk tau lah mbak, apa maunya bapak, udah tua juga padahal” ucap buk ida
“oh iya tapi bapi bapak somad hebat juga ya buk, anaknya saja lima belas” “heheh bagaimana cara buk ngebuat sebanyak itu?” hehehh ucap reni sambil bercanda dengan buk ida.
“hehehhe begitulah mbak, dasar nafsu bapak aja yang besar mbak, bapak dulu emang ganas mbak kalau lagi bersetubuh” ucap buk ida
“trus kalau sekarang gimana buk ?””masih pingin punya anak lagi buk?” ucap reni
“Sekarang ibu saya udah ngggk bisa punya anak lagi mbak, uda tua juga mbak” ”Dan juga lagian udah ngggk bisa main lagi mbak!” hehehhe kata buk ida.
“tapi aneh nya sama suami ibuk, meski sudah tua dia masih bisa bediri anunya loh mbak, padahal ni yah bapak sudah hampir 70-an loh mbak umurnya,” ucap buk ida
“trus gimana caranya ibu ngelayaninya donk?” sebut reni
“yah mau gimana lagi mbak, terpaksa ibu cuma bisa ngocokin pakek tangan aja mbak” ucap buk ida
“hehhehehe ibuk jago ngocok ya ternyata” ucap reni sembari tertawa bersama ibuk ida.
“oh iya mbak, kalau mbak reni udah punya anak ?”
“udah buk, udah buk besar, umur 10 tahun buk, sekarang anak reni sekolah dipesantren tempat ayah reni buk” ucap reni
“owh kirain ibuk mbak reni blum melahirkan, soalnya nggk kelihatan kayak udah punya anak”hehehh ucap buk ida
“heheh ibuk bisa aja!” balas reni
“oh iya mbak, ibu pulang dulu ya mbak soalnya besok malah ibu mau pergi ke rumah anak ibu yang ada di kota jadi ibu mau nyiapin makanan buat dibawa kesana” ucap ibu ida sambil izin pulang ke arah reni
“yah nggak papa reninya kalau nanti ibu pergi” ucap reni dengan nada manja
“hehehe mbak bisa aja, palingan tiga hari ibu perginya” ucap buk ida
“yaudah deh kalau ada yang bisa bantuin reni jangan sungkan-sungkan bilang ke reni ya buk,” ujar niita
“iya iya mbak reni yang cantik” “Ibu sudah pulang dulu ya” “Ibu izin” ucap ibu ida
“oh iya nanti kalau bapak pulang ibu panggilin mbak”
“iya buk, makasih ya buk sebelumnya, nanti kabarin aja reni buk biar reni kesana buk” ucap reni. Setelah buk ida pergi pulang kerumahnya tinggalah reni yang seorang diri dirumahnya, saat itu reni merasa bosan lalu reni memutuskan untuk live saja di akun medsosnya untuk mengisi hari-harinya.
Setelah beberapa saat kemudian Ridwan suami reni pulang dari sekolah, lalu Ridwan mengajak reni pergi keluar mencari tukang urut untuk mengobati kakinya yang terkilir akan tetapi ternyata reni tidak mau dan reni menjelaskan kepada suami bahwa “pak somad” tetangga sebelah rumahnya itu adalah seorang yang berprofesi sebagai tukang urut.
Reni juga menjelaskan sebagai tukang urut pak somad juga sangat terkenal dikampung ini bahkan sampai kekampung sebelah.
Kemudian Reni pun menceritakan kepada suaminya nanti Pak Somad yang akan mengurut kakinya soalnya tadi sudah memberikan pesan kepada istri Pak Somad yaitu ibuk ida. Setelah mendengar penjelasan istrinya, Ridwan merasa tenang…
“yaudah papa mandi dulu ya ma” ucap Ridwan
“iya papa” balas reni
Kemudian saat itu reni melihat ada pesan masuk di ponselnya, lalu reni lansung mengambil ponselnya yang tadinya terletak di atas meja tv, setelah dilihatnya ternyata dari pak bagas…
[pak bagas: haii cantikku, sedang apakah dirimu saat ini?]
[reni: hai juga pak, ini lagi duduk^]
[pak bagas: neng boleh vc nggk?]
[reni: jangan pak, dirumah ada suami reni]
[pak bagas: bapak kangen sama susunya e neng]
[reni: duh, bapakku itu-itu aja, padahal istri bapakku juga ada]
[pak bagas: bapak kan mau ah yang dirumah, bapaknya juga punya neng reni aja, gede]
[Pak bagas: truss yang dirumah udah nggk nafsuin lagi neng]
[reni: lagian malam tadi kan udah reni kasih semuanya, memangnya belum puas apa pak?]
[pak bagas: kalau sama neng aku mana ada puas-puasnya. Ayolah neng bantuin bapak lagi, ini udah tegeng dari tadi karna kangen sama neng reni,]
[reni: gimana reni bantuinnya pak, lagian dirumah ada suami reni pak]
[pak bagas: gimana kalau neng fotoin susu neng aja, soalnya bapak kepikiran susu neng terus dari malam tadi]
Saat itu reni memang telah hanyut dalam kenakalannya, reni sekarang seperti maniak seks yang akan melakukan apa saja demi mewujudkan fantasi dan gairahnya.
Kemudian tanpa pikir panjang reni lansung memfoto sefti dirinya saat itu, sambil melihatkan teteknya yang besar meski masih tertutup daster yang digunakan saat itu. Setelah mengambil beberapa foto lewat kamera ponselnya kemudian langsung mengirimkannya ke pak bagas.
[reni: ini pak fotonya}
[pak bagas: nggk keliatan neng susunya, bukak semua neng, bapak udah nggk tahan neng, nih lihat foto titit bapak neng ] pak bagas sambil mengirim foto tititnya yang sudah tegang.
[reni : aih udah keras ya pak heheh, sabar ya pak]
Sambil melihat foto titit pak bagas yang dikirim lelaki tua, reni terkagum-kagum, karna tititpak bagas lebih besar dari suami, saat ini reni ngerasa sange melihat foto titit tesebut karna titit itu adalah titit kedua yang berhasil masuk ke dalam serambi lempitnya.
Reni yang saat itu dilanda birahi tanpa berpikir panjang n
lansung membuka kancing daster bagian atas lalu mengeluarkan semua susunya dan memfoto selfi, berbagai macam gaya reni pragakan demi menuntaskan nafsu pak bagas kadang reni berfose sambil menjulurkan lidahnya, lalu setelah merasa fotonya cukup juga reni lansung mengirimkannnya ke pada pak bagas…
Pak bagas yang saat itu sangat terkejut melihat kiriman dari reni lansung mengocok rudalnya sambil membalas pesan dari reni…
[pak bagas: aduh neng reni kan, gede banget, neng nggak mau jadi istri bapak aja neng, mau ya neng?]
[ reni: hheheeheh bapak mulai lagi deh suka ngaur nggk jelas gitu, yaudah deh ! Bapak lanjut aja dulu sana ngocoknya, selamat menikmati nya pak bagas]
Semakin hari reni semakin menjadii-jadi saja kelakuannya, sangat berbeda saat dulu yang setia dengan suaminya, lalu entah apa yang akan diperbuatnya kedepannya ? pasti ada lagi hal lebih gila. Cerita dewasa ini di upload oleh situs ngocoks.com
Beberapa saat kemudian Ridwan menghampiri reni yang sedang duduk didepan tv,
“Gimana mah udah datang pak somadnya? Ucap Ridwan
“Belum pah, nanti klw udah datang kan dikabari buk ida kok kesini !” Ucap reni
Tak banyak obrolan yang terjadi dari pasangan tersebut, walaupun terlihat duduk berdua di satu ruangan akan tetapi pasangan tersebut sibuk dengan urusannya masing-masing, Ridwan yang saat itu sedang sibuk dengan pekerjaannya di depan laptopnya sementara reni sibuk dengan ponselnya.
Beberapa saat kemudian datanglah buk ida berkunjung ke rumah reni memberi kabar bahwa suami saat ini telah pulang dan juga buk ida mengajak reni kerumahnya agar nanti kaki reni yang terkilir bisa diuruti suami buk ida yang tak lain ialah pak somad.
Setelah mengetahui pak somad sudah dirumahnya lalu reni lansung meminta izin kesuaminya.
“pa mama pergi ngurut kaki mama dulu ya pa kesebelah, tu buk ida udah nunggui pa” ucap reni
“aduh pak somadnya udah dirumah ya ma, iya ma cepat deh ma kalau gitu.., takutnya nanti kaki mama tambah bengkak! Ucap Ridwan
“mau papa temenin ma?” ucap Ridwan
“nggk usah deh pa, lagian mama disebelah ini cuman, dan juga ada buk ida tu” jwab reni
Setelah berbicara serta meminta izin dengan suami reni berjalan masuk kekamarnya dan mengambil jaket yang bisa dikenakannya saat ini untuk menutupi bajunya karna reni tidak memakai Bhnya dibalik daster yang sedang dikenakannya.
Cerita Sex Obat Perangsang Spanish Fly
Setelah itu lalu dengan konstruksi reni keluar rumah dan pergi ke rumah pak bagas bersama dengan buk ida, sampai nya dirumah buk ida disana telah menunggu pak somad yang sedang duduk sambil merokok didepan tv ditemani kopi hitam didepannya.
Saat reni berhadapan pandang dengan pak somad reni menyadari tatapan pak somad yang selalu tajam kepada nya apa lagi kepada badannya, tatapan yang seperti kejadian saat diwarung kemarin. Reni merasa tak enak karna pak somad memperhatikannya seperti itu didepan istrinya maka reni lansung saja lekas mencari tempat duduk diruang itu.