Bunda Maya

Folder Bunda - Blog Cerita Dewasa Ngentot Yang Selalu Update Cerita Ngentot Terbaru Setiap Hari..

Malam Ganas Roy Menjelajah Istri Setianya Setelah Dua Minggu di Lautan

Malam Ganas Roy Menjelajah Istri Setianya Setelah Dua Minggu di Lautan

NO SARA! hanya cerita, tidak ada kaitan dengan agama dan keyakinan hanya berkaitan dengan lendir. Catatan untuk pembaca Ngocokers yang setia bahwa cerita ini hanya sebagai hiburan semata!

Cerita Sex Habib Cabul – Halo sobat Ngocokers, happy weekend. Perkenalkan namaku Roy, 28 thn, aku bekerja disebuah perusahan pengeboran minyak ternama, dengan system kerja 2:1, alias dua minggu kerja, satu minggu off. Kerjanya memang berat namun bayarannya yang besar, sebanding dengan kerja keras para pekerja di Rig lepas pantai seperti aku (Tempatnya dirahasiakan). Karena oil company, perusahan minyak ternama, para crew-nya multi negara, hanya teman ku STEFI asal papua yang satu negara dengan ku WNI. Sedangkan lainnya adalah WNA.

Dom si bule ireng, hitam asal AS, Kumar asal India, Abdul asal pakistan dan Abud, si arab Gay, sehingga tidak ada yang berani satu kamar dengan dia, si abud. Berenam kami satu sift dan selalu berganti dengan Tim atau regu shift lainnya, tentu ada koki dan teknisi lain, maintenance, bersama kami.

Aku tipe pria yang tidak neko2, tidak banyak tuntut dalam kehidupan ku, aku pun tipe lelaki setia sama istri ku, Diva, kami telah menikah dan di karunia seorang anak laki berusia 5 tahun, Istri ku memilih untuk tidak menyewa pembantu dan membiarkan anak ku dibesarkan orang tua ku yang masih satu kota dan hanya setengah jam perjalanan saat rame namun hanya 10 menit saat sepi atau malam hari.

Cerita Sex Habib Cabul Ngocoks Alasannya tidak percaya sama pembantu kalau menitipkan anak dirumah, meski ia tidak bekerja dan banyak keluar sama teman2nya. Sehabis kerja dua minggu di laut, diatas rig yang kiri kanan depan belakang adalah laut melulu, yang sejauh mata memandang hanya air sampai bertemu langit.

Tidak heran kami akan sangat “ganas” kalau bertemu lawan jenis saat off kerja, kecuali Abud yang suka sejenis. Teman akrab ku tentu saja si Stefi yang sama-sama orang indonesia, meski akrab juga dengan lainnya sepertin Dom.

Stefi ini meski kecil tubuh, ia memiliki kemaluan yang besar, usut punya usut ramuan papua yang menggedekan Dick, rudal asal kota karang panas, Biak yang digunakan Stefi. Aku kadang ngeri kalau melihat ia memamerkan rudalnya (guyon menggoda) sama Abud yang Gay (gay ada dua tipe, ada yang jadi Female dan ada yg Male, si Abud adalah tipe MALE, ane lupa istilahnya).

Seakan menyindir Abud bahwa rudalnya kurang gede untuk memuaskan sejenisnya. Meski si arab ini tinggi besar, burungnya, kalah gede sama stefi, hanya si Dom yang lebih panjang dari punya Stefi, lainya juga rata2 mereka seukuran mereka. Stefi berkata pada ku, ia selalu menyimpan ramuan tersebut, pada lokernya, jika sewaktu-waktu aku butuh.

Aku ketahui ukuran rudal mereka dari foto mereka saat gangbang party di kamar hotel saat OFF kerja dengan beberapa WP. Sedangkan punya ku, rudal ku adalah tusuk gigi bagi mereka, yang menjadi bulan-bulanan guyonan mereka.

Sudah ratusan bahkan ribuan kali Stefi mengajak ku untuk mencoba ramuan papua, katanya hanya satu minggu, efeknya sudah terasa. Namun tetap ku tolak, “biar kecil tapi saat masuk dan loncat2 di dalam pepe (serambi lempit), pasti klenger juga bini !” kata ku pada Stefi. Teman-teman ku memang menyukai bercinta bersama, gangbang, agar mereka bisa saling menukar, mencicipi WP yang lain bersama.

Namun aku yang biasa disindir SUSIS, dan my little brother to small, terlalu kecil dan suami takut istri, yang setia. Padahal aku tidak susis dan aku hanya mencintai istri ku. Hanya aku yang tidak ikut kegiatan mereka, begitu juga Abud yang memiliki kegiatan dengan sejenisnya, homo bin gay.

Aku lebih memilih seks sehat dengan pasangan selama satu minggu, kemudian kembali ke tempat kerja lagi. Usul si Dom bule amerika bahwa ia memasang kamera mini untuk memantau istrinya, sehingga kegiatan istrinya bisa dilihat saat filenya di kopi dan di jadikan hiburan, mengusir rasa rindu di atas Rig oleh Si Dom.

Hebat sekali Jane, bule blonde, pirang yang cantik dan setia, karena Dom tidak melihat istrinya, sekalipun tidak, Jane setia dan tdk pernah selingkuh, bahkan setia merawat anak2nya. Aku membayangkan istri ku, Diva seperti itu.

Karena tertarik akan Jane yang setia, aku pun ingin melihat istri ku, yang dimata ku adalah wanita setia, penyayang dan sabar, di rumah ku.

Akupun memasang mini video pilihan si Dom untuk melihat tingkah laku istri ku, secara rahasia dan tersembunyi. kualitasnya sangat bagus, dan teknisinya profesional sehingga sudut ruangan mulai dari ruang tamu, ruang tengan dan kamar tidur yang dipasangi, di luar ruangan hanya pagar depan. Sedangkan ruangan lainnya tidak terpasang.

Yang dipasang hanya dalam 3 jam saat ku ajak istri ku keluar, bahkan aku takjub karena tidak ada yang berubah kecuali ada kabel data yang tersanbung dengan meja kerja ku, tempat Hardisknya di simpan. Aku mencoba penampakkannya saat istri ku tidur, kemudian mematikannya, saat aku berangkat kerja baru ku hidupkan. Aku pun berangkat kerja dan baru kembali dua minggu kemudian.

Saat aku kembali tiba dirumah, tidak sempat ku lihat penampakkan istri ku, hanya memadu hasrat, dan langsung tubruk, seperti tronton yang blong rem-nya nyasak warung pinggir jalan. Istri ku yang berbadan langsing namun buah dadanya sangat besar untuk ukuran orang indonesia.

Mungkin 36 C atau D, karena dua2-nya sering dipakai istri ku. Aku paling senang melihat buah dadanya yang bergoyang-gotang saat ku tumpangi tubuhnya, dan suaranya yang berisik saat ditumpangi membuat aku cepat melayang menuju puncak dan orgasme bersama.

Istri ku juga jago nyepong konti kecil ku, yang kata teman-teman ku kecil, namun ku kira ukuran 15 cm adalah ukuran normal orang indonesia. Namun istri ku belum pernah nelan mani ku, jijik kata istri ku, dan aku tidak pernah memaksanya.

Kemudian aku berangkat kerja dan tidak lupa mengcopy file dari hardisk mini kamera tersembunyi, hidden cam miliki ku, sebagai obat rindu. Hari pertama ku lihat saat habis kerja menjelang tidur biasa saja. Istri ku, bahkan ia telpon dan berkata ia sedang masturbasi pada ku beberapa minggu lalu dan memang benar.

Namun pada hari ke tiga setelah aku di RIG, dalam tayangan video beberapa minggu lalu, saat itu siang hari, istri datang bersama seorang lelaki dan masuk pintu pagar rumah ku mengenakan mobil ku.

Ternyata ia ku kenali sebagai Soleh, seorang Habib, guru ngaji anak ku, saat mereka masuk ruang tamu dan istri ku mengunci pintu kemudian mereka berciuman, tampak istri ku tidak menolak, bahkan mereka saling berciuman dengan mesrah dan sepertinya French Kiss pula.

Aku langsung mematikan video ini, emosi, marah dan badan ku gemeteran karena saking emosinya, dibakar api cemburu. Saat itu sudah malam dan jam istirahat, namun aku tidak bisa tidur, mundar mandir didalam kamar diperhatikan Stefi.

“bro kumat bro…. ini baru minggu pertama bro!” kata Stefi, karena kami biasa sudah gelisah kalau minggu2 terakhir. Sedangkan ini baru beberapa hari, karena tidak bisa tidur dan penasaran, akhirnya ku tonton juga perselingkuhan Istri ku kembali.

Setelah ku hidupkan player pada HP ku yang ku Pause tadi, Soleh dan istri ku masih berciuman kemudian istri jongkok dan membuka celana panjang soleh, bahkan suara mereka terdengar, benar2 niat dan kualitasnya bagus hidden cam ini, namun aku akhirnya meneyesalinya, karena suara BINAL istri ku, serong dibelakang ku makin membuat aku bertambah emosi.

Mungkin beberapa orang terangsang melihat melihat bininya begini, bagi merekan yangs senang swinger atau begitu juga di cerita2 yang pernah aku baca dan dengar. Namun aku adalah sebaliknya, tidak bernafsu, hanya emosi,cemburu dan marah.

Istri ku kemudian menarik keluar rudal Soleh dari celana soleh dan menyepongnya, terdengar mulut istri ku menyedot kuar sampai berbunyi.

“gede’an mana sama punya laki lo” tanya Soleh pada istri ku, “gedean punya mas soleh” kata istri ku dan kembali mengulum rudal soleh, aku makin gelisah mendengar istri ku menjawab dengan santai bahkan menikmati rudal soleh, Habib cabul ini di mulutnya.

Kini mereka berhadapan dengan sebuah vas bunga tempat sebuah hidden kamera itu berada dari tiga camera diruang tamu, sehingga suara istri ku dan soleh makin terdengar jelas, begitu pula gambarnya.

Apalagi rudal ku dikatakan kecil, padahal ku lihat hampir sama (atau mungkin perasaan ku saja, ego ku saat itu karena dikatakan kecil rudal ku). Namun yang jelas aku tambah emosi dan stres akhirnya kepala ku berkunang2 dan aku tidak mampu lagi melihat tayangan itu dan terbaring di tempat tidur ku dan tidak sadarkan diri, karena pingsan.

Aku terbangun di pagi hari oleh Stefi dan kami berangkat kerja, mengecek temperatur, suhu dan tekanan, kemudian kalibrasi alat, semuanya ku lakukan dengan diam seribu bahasa, aku bahkan tidak makan pagi itu. Aku kemudian teringat kata istri ku, rudal ku kecil saat melihat Stefi, si papua hitam yang tambah hitam karena belepotan minyak mentah campur lumpur, bahwa rudalnya gede.

“stefi ramuan rudal mu masih kau simpan di loker ?” tanya ku pada stefi. Karena tempo hari, ia berkata akan menyimpan ramuannya, siapa tahu aku nanti berubah pikiran.

“kenapa berubah pikiran ?” tanya balik Stefi pada ku, dan langsung ku jawab aku mau mencobanya, sebab dalam hati aku sedikit tersinggung dikatakan Diva, istri ku, bahwa rudal ku lebih kecil dari soleh.

“woiiii Roy berubah pikiran ingin gede’in otong !” teriak Stefi pada teman2 ku dan tentu saja ku jitak kepalanya dengan kunci ingglis, yang mengenai helm pengaman kepalanya (seperti helm proyek).

“diam jinggggg ember banget mulut mu !” kata ku pada Stefi, sedikit emosi karena suasana hati yang sedang kalut, Stefi yang kini melepas helmnya, dan mengelus kepalanya karena sakit. Stefi kemudian berkata masih ada di lokernya dan malam ini akan Tes Drive, ku coba.

Malam harinya langsung memasang ramuan pada sebuah bulatan bambu, karena tidak ada daun, maka digunakan perban membungkus otong ku, setiap 30 menit sehari aku harus lepas dan mengulanginya selama seminggu.

Sambil menunggu tiga puluh menit ku tonton lagi, video perselingkuhan Istri ku, saat itu Soleh membuka baju istri ku, sampai telanjang bulat dan mengocok serambi lempit istri ku dengan tangannya, kurang ajar bener soleh, aku saja belum pernah mengocok serambi lempit istri ku dengan tangan ku, namun anehnya istri ku malah menikmatinya. Bahkan bunyi kocokkan tangan soleh begitu kencang sampai berbunyi dan terdengar keras.

“Sudah mas… gatel mass serambi lempit ku !” kata istri ku, bukan main liarnya istri ku yang biasanya malu2, kini mendesah ke gatelan bersama laki-laki lain meminta serambi lempit-nya yang gatel di sodok soleh, yang adalah Habib ngaji anak ku.

Namun kini aku sudah bisa kuat menyaksikan perselingkuhan ini, tidak seperti kemaren dimana aku jatuh pingsan, saat emosi memuncak, maka kini ku tarik nafas ku sebentar saat videonya dipause, dan menontonnya kembali kemudian.

Soleh kemudian mengkangkangi kemaluan istri ku yang terbuka lebar dan masuk rudalnya, menggenjot istri ku, aku makin terenyuh melihat istri ku yang ku kira setia selama ini, ternyata serong dibelakang ku. Diva malah merintih nikmat, bahkan dalam tayangan video itu tepat dibelakang soleh, terlihat tangan istri ku memegang bokong soleh dan mendorong pantat soleh ke bawah, agar rudal Habib cabul ini masuk lebih dalam. Terlihat jelas bagaimana kemaluan soleh masuk-keluar serambi lempit istri ku dengan jelas, bahkan sangat jelas.

“enak mana sama punya laki lu !” tanya soleh.

“enakkkk punyaa Habibddd !” kata bini ku ditengah genjotan soleh. Aku geleng2 dan masih tidak percaya, istri ku yang ku cintai, ternyata tukang selingkuh. Menikmati kemaluan lelaki lain.

“bilang dong enak rudal habib daripada laki lu !” kata Habib cabul ini, yang mempermainkan istri ku. Kurang ajar benar Habib gila ini, merendahkan ku, ego ku sebagai lelaki tentu saja tidak terima.

“enakkk rudalllll Habib daripada masss royyyyy !” kata istri ku, dan ku lihat ia menjepit pinggang soleh dan menggelepar orgasme, aku hafal betul kalau ia akan orgasme. Soleh kemudian menjambak rambut istri ku dan menggenjotnya istri ku diatas sofa dengan keras sampai kemaluan mereka berbunyi kemudian masih meraih kepala istri ku dan bangkit mengarahkan rudalnya ke mulut istri ku yang membuat kaget karena kini ia akan menerima mani Soleh.

“telannnn manissss !” kata Soleh menahan orgasmenya, pada istri ku dan Diva, menelannya. Selama pernikahan ku, ia mengatakan jijik pada mani ku, namun mani Habib cabul ini ditelannya. Bahkan pada batang Soleh pun dijilati istri ku sampai kemaluan soleh bersih, Padahal selama kami ML, istri ku ga akan mau mengemut milik ku yang baru keluar dari serambi lempitnya, namun dengan soleh, ia melakukannya, tetapi tidak untuk suaminya.

Aku sangat emosi, satu tangan terkepal satu tangan lagi menerima kepalan tangan itu dalam telapak ku, memukul2 sambil melipat bibir ke dalam menahan gemes, amarah dalam dada ku. Namun asik menonton video perselingkuhan istri ku, Kali ini aku yang dijitak Stefi karena sudah lewat 30 menit sebab bengong dengan perselingkuhan istri ku.

Selama dua minggu aku tidak ada, istri ku tiga kali disambangi soleh, sekali lagi diruang tengah dan sekali lagi di kamar pengantin ku. Bahkan Istri ku berkata ia sengaja agar anak ku di rumah orang tua ku, sehingga bisa bebas selingkuh, kurang ajar bener Diva, anak sendiri di anggap menggangu kegatelan serambi lempitnya.

Selama seminggu, rudal ku sudah bertransformasi sempurna, meski ramuannya sedikit panas dan menimbulkan perih karena melepuh di dinding silinder ku, akhirnya, selesais juga ku upgrade rudal ku, menjadi super fucking Zise.

Ibarat dulu kepompong dalam kantong yang kecil, kini merekah indah seperti nkupu2. Kini bulat kepalanya besar merah ke unguan, urat2 yang melingkar seperti akar besar yang menjalar di dinding silinder rudal ku.

Bagaimana perasaan ku pada Diva istri ku ? tentu saja sudah sangat marah, apalagi sebentar lagi aku pulang dengan senjata ku yang sama besar dengan Stefi namun lebih panjang, namun masih panjang dan besar punya Dom si bule ireng. Jangan ditanya lagi, apa yang akan ku lakukan pada istri ku……..

Bersambung… Aku tiba dirumah seusai off kerja, seperti biasa, makan dengan tenang, kemudian mandi, setelah keluar kamar mandi, aku menyiapkan tayangan video pada flash disk pada tv di kamar tidur kami. kemudian aku kedapu menarik Diva dengan kasar dan menamparnya, tentu saja dia mengamuk karena ku perlakukan demikian.

Namun ku seret pada rambutnya menuju kamar dan meminta menonton video yang ku putar dari Flasdisk ke TV di kamar. Belum pernah sekalipun dalam pernikahan kami, ku tampar Diva, istri ku atau ku jambak rambutnya.

Setelah ia menonton satu kali permainan selingkuhnya dengan Soleh, ia langsung berlutut meminta maaf, namun aku sudah terbakar emosi yang sulit dipadamkan hanya dengan kata maaf. Ku minta ia membuka pakaiannya sambil ku bentak dengan suara tingg.

Diva membuka pakaiannya pelan dan lambat sambil menangis, namun ku katakan kalau Soleh yang menyuruh mu membuka pakaian, kau pasti mau bukan !, bahkan kau yang membuka celana soleh dan mengoral rudalnya.

“Ayo cepet lonte !” kata ku yang emosi pada istri ku. Istri ku sudah bugil dan langsung ku tarik menungging di kasur kamar ku, tidak ada lagi for play yang romantis. Ku masukkan jari ku, tiga jari sekaligus menusuk serambi lempitnya dan mengocok, mengaduk kasar serambi lempit Diva.

“p l a kkkk ! diam lonte, Soleh boleh kenapa aku kaga’k” kata ku pada istri ku setelah menamparnya bokongnya, karena ia menghindar dan menolak jari ku. Ingin ku perlihatkan rudal ku yang sudah gede, namun aku ingin membuatnya pingsan, seperti saat ia membuat ku pingsan karena menonton videonya, saat ia dirudalin dan digenjot Soleh tempo hari. Ku sodok ketiga jari ku keras.2….

“Seperti ini kau di sodok jari soleh Hah !, kau kegatelan bukan !” kata ku, dan Diva akhirnya orgasme dan ku tampar bokongnya yang bergetar itu sampai akhirnya tenang.

“dasar perek, bini lonte !” kata ku, sama sitri ku, Karena ia orgasme meski ku kasar’in.

“buka pantat mu, jangan tarik atau halangi tangan ku atau ku gampar kau lonteeee !” kata ku dan meludah anusnya dan menusuk jari ku masuk, saat tangannya membuka pantatnya, namun menghalangi tangan ku, sehingga ku tampar berulang-ulang bokongnya, belum pernah sekalipun ku tampar bokong istri ku, hari ini ku lakukan berulang2, sampai ia menyerah dan membiarkan tangan ku menggosok bo’olnya. Ku sodok bo’olnya dengan tangan ku sampai ia orgasme, membuat aku kaget sekaligus marah dan gemes.

“emang lonte ke gatelan…. dikasar’in tapi klimaks lagi” kata ku sambil menampar bokongnya yang bergerak2 orgasme.

Ku tarik kepalanya dan meminta ia menjilat tangan ku yang baru mengobrak abrik anusnya, ia sudah pasrah berlinang air mata dan menjilat jari ku. Aku kembali ke belakangnya membuka celana ku, menyuruhnya menghadap ke depan dan jangan menoleh kebelakang kalau tidak ingin ku tampar.

rudal ku yang mungkin sudah tiga kali lipat ukuran semula, tanpa ku basahi, bukan menggesek kemaluannya tetapi menuju anusnya. Diva mau berontak namun satu tamparan keras pada wajahnya yang mencoba menoleh kebelakang, membuat ia terdiam dengan muka terjerembab ke kasur dan terisak menahan tangis.

Saat rudal ku yang sudah bertransformasi, berubah bentuk menjadi super size ini membelah masuk, Diva menjerit dan ia menoleh kebelakang namun kembali tamparan keras diwajahnya dan ia terjerambab dengan wajah tertanam pada kasur lagi. Ku masukkan sampai setengah rudal ku.

“aaaaAAAAHHHHH” jerit kesakitan Diva saat merasakan, ku perawani bo’olnya.

“sayanngggg punya mu kok….gedeeee sakitttttt!” kata istri ku menahan sakit, mengomentari rudal ku yang baru di upgrade.

“jangan panggil aku sayanggggg babiiiii !” kata ku, karena kini rasa sayang sama istri ku sudah hilang dan diganti amarah, seakan ingin membalaskan sakit hati ku.

“ampuunnnnn sakiiiittttttt !” teriak istri ku, kemudian pingsan. Dalam hati ku ;“kau buat aku pingsan melihat kau di rudalin soleh, kini kau akan pingsan karena ku rudalin bo’ol mu”. Ku cabut burung ku dari anus istri ku, ku ambil celana dalamnya dan ku basahi dengan segayung air dari kamar mandi dan membangunkannya dari pingsan dengan membasahi wajah dan lehernya.

Saat ia mulai menggeliat matanya terbuka pelan, dan kini dalam posisi konvensional ku sodok anusnya kembali. Diva menjerit pelan, dan menahan perut ku, ku tahan kedua tangannya dan menggenjotnya keras. Ngocoks.com

“sekarang lihat lonte, kau bilang rudal ku kecil…lihat ini” kata ku, sambil bangkit mencabut rudal ku dan menunjukkan rudal ku didepan wajahnya dan ku tahan kepalanya dengan tangan ku.

“sekarang gede’an punya sapa hah ! ?” tanya ku, dan kembali ku tampar mulutnya karena tidak menjawab dan ku katakan; kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku tetapi si Habib cabul itu bertanya ! kau jawab.

“Gede’an punya mas” kata istri ku pelan.

“plakkkk….. mas siapa…. ? roy atau soleh ? !” kembali tamparan ku pada Binal ku, Bini nakal ku, sambil bertanya.

“punya masss roy” jawab istri ku ditengah isak tangisnya.

“jangan bohong dan Cuma menyenangkan aku saja kau lonte, sekarang jilat rudal mas habis masuk pantat mu” kata ku pada istri ku. “bener mas sekarang punya mas gede…!” kata istri ku.

“ayo pegang dengan tangan mu dan jilat” kata ku, dan Diva menatap ku dengan berlinang air mata dan tangis, namun ku tampar ia dan memintanya menjilat, akhirnya ia memegang rudal ku dan menjilatnya.

“jilat sampai bersih dari e’e (tai) mu !” kata ku, setelah bersih ku tahan kepalanya dan memintanya menelan rudal ku masuk lebih dalam sampai menyentuh tenggorokkannya. Ku keluarkan ia terbatuk2 dan ku masukkan lagi berulang2 sampai ia mengeluarkan banyak lendir dari mulutnya.

Kali ku tahan kepalanya dan ku genjot mulutnya, sambil menampar pipinya agar dia membuak mulutnya dengan lebar, kembali ia terbatuk2 setelah ku lepas. Mukanya penuh lendir dari mulutnya, membasahi wajah, menutup matanya dan juga membasahi rambutnya.

Ku kang-kangi diva kembali, ku buka kakinya lebar dan memasukkan rudal gede ku ke dalam serambi lempitnya dan menggenjotnya langsung keras, Diva merintih keras namun segera ku sumpal dengan celana dalamnya yang ku basahi tadi.

“aku tidak ingin mendengar rintihan lonte di kamar ku” kata ku, suara rintihannya yang dulu membangkitkan gairah, kini malah menimbulkan amarah dan kebencian. Dengan mulut tersumpal ku sodok lebih dalam dan keras, ia menggeliat menghindar sodokkan ku yang makin dalam namun sesekali mengimbanginya dan menghindar lagi ketika ku tekan sampai mentok, kandas di dalam rahimnya.

“mmmhhhhhh !” suara Diva tertahan, kembali orgasme Binal ku, bini nakal ku ini. ku cabut sumpalan dimulutnya dan meminta ia membersihkan rudal ku dari maninya. Meski diitengah kelelahan, diva yang biasanya kalau lelah menolak dan minta istirahat, kini tanpa melawan, menolak atau membantah langsung mengoral konti ku, matanya tidak henti menatap ku.

“apa yang kau lihat!” kata ku, kemudian bangkit dan mengikat matanya dengan BH-nya, kemudian ku minta mengoral rudal ku kembali. Kemudian ku tarik ia ke sofa, tempat ia di genjot soleh pertama kali dalam tayangan videonya, menunggingkan bokongnya ke atas dan ku ludahi bo’olnya dan memasukkan rudal ku kembali.

rudal ku benar2 membelah bo’ol diva, ketika ku cabut bo’olnya terbuka lebar dengan dinding merah dan bagian dalam gelap dan hitam, ku cabut berulang2 lalu meminta ia menghisapnya, sampai ia pingsan karena ku rudalin kembali dan kali ini sambil orgasme, benar ke gatelan serambi lempitnya.

Ku biarkan Diva pingsan di ruang tamu sebentar, aku meraih kopi ku dimeja dan menikmati sebatang rokok, aku tidak peduli meski belum orgasme karena bagi ku saat itu, bukan mengejar kenikmatan saja tetapi mengerjai istri ku, melampiaskan rasa sakit hati ku.

Kemudian membangunkannya kembali dan ku genjot bergantian serambi lempit dan bo’olnya. Kali ini ku minta ia diatas ku, dengan sisa tenaganya, karena toge brutalnya, seakan menambah beban tubuhnya, ku gigit sedikit keras puting Diva membuat ia menjerit. Ku kira putingnya sedikit lecet akibat gigitan ku.

“ayo naik turunkan bokong mu” kata ku, sambil menampar bokongnya, meski ia sudah sangat kelelahan, bukan saja untuk menahan tubuhnya namun untuk sekadar menjaga tubuhnya, sehingga ku tahan tubuhnya dan terus ia menunggangi ku, masih dengan matanya yang tertutup.

“maafkan aku sayang !” kata istri ku.

“sudah diam dan jangan panggil aku sayang kalau tidak ingin ku sumpal lagi mulut mu” kata ku, Diva akhirnya terdiam dan menaik turunkan tubuhnya dan ia menjerit setiap menunggangi ku pada bo’olnya, namun ia kembali orgasme sehingga ku balikkan tubuhnya dan menggenjotnya dengan kasar dan keras pada bo’ol dan serambi lempitnya, keluar masuk dan bergantian dengan cepat.

“aku ingin kau menjilat mani ku, jangan ada yang keluar kalau tidak ingin ku tampar” kata ku saat menggenggenjotnya dan mencekik lehernya, menahan tubuhnya saat ku genjot. Aku bangkit melepas ikatan pada matanya dan Diva membuka mulutnya menampung mani ku dari batang gede ku yang kini memenuhi mulutnya.

“telan habisssss !” kata ku sambil menahan kepalanya, ditelan sampai habis. aku kemudian duduk dan berkata padanya bahwa mulai sekarang jangan panggil aku sayang dan suami, cukup panggil mas. Aku berjalan ke kulkas mengambil minum. Namun saat ku rasakan akan kencing. Aku bukan ke kamar mandi tetapi menuju diva yang masih terisak diatas sofa.

“buka mulut mu, dan minum kencing ku, jangan sampai tumpah” kata ku, Diva kaget dan menatap ku marah, namun ku tampar lagi wajahnya. Ku tarik wajahnya dan ku minta ia membuka mulutnya, burung ku masuk ke dalam mulut Diva saat ia membuka mulutnya, ku paksa ia menutup mulutnya rapat2 dan kencing ku meluncur masuk, saat ku tahan mulut dan wajahnya. Wajahnya coba menghindar kiri kanan saat kencing ku masuk, namun ku tampar pipinya dan menahannya, akhirnya ia pasrah menelan kecing ku.

“sebelum pria lain menganal mu, aku harus lebih dulu, sebelum kau minum kencing pria lain, kau harus minum kencing ku, kalau kau ingin makan e’e, ku atau pria lain terserah kalau kau memang babi betina” kata ku menanti kecing ku yang masih di telannya. Saat habis, ku tendang ia dan terjatuh ke lantai, diva berjalan sambil nangis dengan menopang pada dinding menuju kamar mandi didalam kamar dan ku dengar suara muntahan dari dalam kamar mandi.

Aku kembali menghisap rokok kali ini menegak Jack Daniel sampai sedikit teler dan menggenjotnya satu setengah jam kemudian. Kali ini istri ku benar2 pingsan dan tidak sadarkan diri meski coba ku bangunkan kembali, ia tetap tidak sadar, ku genjot sampai aku klimaks dengan membuka mulutnya dan mani ku masuk ke dalam mulutnya saat ia tidak sadar.

Aku tinggal seminggu di rumah, ia memang gaptek sehingga tidak mengetahui bahwa HP-nya bisa diinstal program penyadapan sehingga Aktivitas telpon dan SMS Diva bisa diketahui dan tersambung ke HP ku. Selama seminggu itu pula ku kerjai Diva bergantian, ku perlakukan sebagai budak seks ku.

Aku mudah marah kali ini, saat ia terlambat sedikit saja melayani ku, maka sudah jelas ku kasari. Bahkan beberapa kali saat ingin, kencing, ku tarik ia ke kamar mandi, dan mengencing wajahnya.

Kalau setengah tegang rudal ku, maka ku masukkan dalam serambi lempitnya dan mengencingi serambi lempitnya, lonte ini malah orgasme dengan kencing ku. Begitu juga saat ku kencingi Bo’olnya, bokong bergerak2 geli menahan hangat kencing ku dan kakinya bergetar dan ia orgasme.

Sehari sebelum berangkat kerja, ku masukkan muka, wajah Diva ke dalam Pispot Toilet duduk kemudian ku kencingi wajah dan rambutnya. Ku paksa Diva menjilat, menyepong rudal ku sampai tegang, dan ku entot bo’olnya sambil membenamkan wajahnya pada pispot toilet duduk dimana air bercampur kencing tergenang disana, terdengar suaranya sesak nafas karena kemasukan air toilet bercampur kencing ku.

Sampai Aku Orgasme dan Diva pingsan di kamar mandi, ku biarkan ia terbaring dilantai kamar mandi, sampai setengah jam kemuduan, ku siram ia dengan air, kemudian terbangun dari pingsannnya. Kemudian Diva menjadi terbiasa atau mungkin sudah pasrah kini ia membuka mulut dan meminum kecing ku, namun aku tambah kalab dan menendangnya.

Aku kemudian mengancamnya, kalau masih bertemu dengan Soleh lagi akan ku bunuh dia. Sekaligus berkata, bahwa aku telah menyewa orang (detektif Swasta) untuk mengawasi pergerakkannya (hanya menggertaknya).

Aku juga memintanya membawa anak ku dan tinggal dengan 2 orang pembantu di rumah, sekalian ia mungkin malu utk beselingkuh dirumah.

Aku sempat memarahinya, bahkan menamparnya berkali-kali saat mengingat omongannya saat tengah digagahi soleh, bahwa ia sengaja menitipkan anak kami ke orang tua ku, agar dia memiliki waktu untuk selingkuh.

Aku kemudian ke Bandara, menuju Heliopter perusahaan yang sudah menunggu kami untuk diantar ke RIG ditengah laut selama dua minggu kemudian.

Bersambung… Aku kemudian berangkat menuju tempat kerja ketika masa seminggu off ku telah lewat, ingin ku labrak Habib cabul itu. namun melihat tayangan bahwa istri ku menikmati rudal Habib Soleh, percuma saja. Toh Diva emang niat selingkuhnya, jadi Divanya yang di setir.

Baru beberapa hari aku di tempat kerja, Diva sudah mulai kirim SMS dengan Soleh yang terpantau di HP ku. Bukan main marahnya aku, Diva bahkan mengadukkan perbuatan ku pada Soleh, soleh marah dan mengumpat pada ku dalam nada SMS-nya ke Diva.

“emang salah salah siapa ?, yang memiliki hak itu siapa ?, yang menjadi suami Diva itu siapa ?” tanya ku dalam hati.

Selama dua minggu itu ku pantau terus, mereka tampaknya tidak bertemu lagi, karena istri ku benar2 takut. Namun SMS mesrahnya, membuat aku makin emosi, ingin ku print SMS-nya dan menunjukkan padanya. Namun kalau ku lakukan itu, aku akan semakin sulit mengawasinya, saat ia mengganti HP-nya. Sebab aku ingin tahu, apakah ia benar2 ingin berubah atau tidak.

Namun melihat dan membaca SMS mereka dengan kata2 sayang, saling perhatian dan bertanya apakah sudah makan, dan sun jauh. Aku sudah emosi dan marah kembali. Ku ceritakan sama Stefi masalah ku, dan Si Dom, bule yang menawari ku CCTV.

Mereka bersimpati, dan juga tidak menyalahkan tindakkan kasar ku. Kemudian, entah dari mana ide gila datang unuk membagi istri ku dengan Stefi. Sebab rasa cinta akan saling memiliki, itu mulai luntur dengan SMS kata sayang Soleh dan Diva istri ku. Bahkan ia lebih sering SMS sama Soleh dari pada SMS sama aku.

Kuutarakan niat ku pada Stefi mengajaknya meniduri istri ku, bahkan saat Stefi menolaknya berkali-kali, aku tetap memintanya. Rasa cinta akan menjaga kesucian pernikahan ku sudah tidak berarti lagi. Bagi ku rumah tangga sudah benar2 hancur, sehingga Stefi akhirnya menyerah.

“kenapa aku yang kau ajak njinggggg !” kata Stefi, namun ku katakan dan bertanya balik padanya bahwa siapa kawan baik ku di sini, selain ia dan si Dom. Stefi diam tidak bisa membantah saat kami mengemasi pakaian kami ke dalam tas dari loker. Sebentar lagi Heli datang bersama kru pengganti, kami kemudian berjalan dan duduk bersama teman2 lainnya di tangga landasan, menunggu helikopter yang sayup2 terdengar.

“jangan pulang dulu, ke rumah ku, 1-2 hari, kita hajar Diva sampai pingsan” kata ku, Stefi memandang ku, dengan muka sedikit bingung, seakan tidak percaya.

“njingggggg ini bukan perek…. ini istri mu setannnnnn !” kata Stefi, masih mencoba, mengingatkan ku. ku bisikkan padanya; bahwa itu bukan urusannya, ia hanya ku minta bantuan melampiaskan sakit hati ku, lagi pula, bukan aku yang meretakkan pernikahan kami tetapi Diva.

Bahkan pernikahan ku sudah sangat rapuh, akibat ulahnya, karena SMS mesra dengan kata sayang antara Diva dan soleh seperti meretakkan pondasi pernikahan ku, hanya masalah waktu yang menunggu rubuh dan ambruknya pernikahan ku. Karena sudah retak pernikahan ku, sekalian saja diambrukkan, dihancurkan dan ratakan saja.

Sebelum menuju rumah ku, ku minta Diva mengantar anak ku dan pembantu kami ke rumah orang tua ku. Diva sudah ketakutan di Telpon, menyadari akan maksud tindakan ku, karena kini tidak ada anak dan pembantu dirumah.

Aku dengan Stefi menuju rumah, namun aku ingat mungkin Diva sedang di rumah Ortu ku, aku melewati Mushola tempat si Habib mengajar ngaji, stefi ku minta di rumah dan ke rumah orang tua ku, sekaligus menjenguk anak ku.

Setelah menjenguk anak, aku diberitahu bahw Diva di mushola meski anak ku sudah pulang dari ngaji sore itu. aku kemudian menuju mushola. Benar saja, dari belakang, istri ku tengah ngobrol dengan Si Habib, si Habib duduk diatas motor. Jarak mereka berjauhan sehingga orang menganggap itu omongan biasa saja.

Karena emosi, ku tabrak si Habib dari belakang dengan mobil ku, sampai ia terjerambab ke dalam parit besar ke depan bersama motornya. Parit yang warna airnya hitam dan berbau, Baju koko putih dan peci putihnya berubah warna menjadi hitam.

Didekat sana juga ada beberapa warung dan banyak yang nongkrong di sana, sebagian besar kenal sama aku. Tentu saja mereka awalnya memarahi ku, tetapi begitu ku ajak sepupu ku dan dua orang tetangga ke dalam mobil menunjukkan sekilas video perselingkuhan Istri sama si soleh yang dianggap terpandang.

Sepupu ku (ini preman di sana) bahkan keluar mobil kembali. Yuyud, nama sepupu ku ini kemudian menarik kuping Diva dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Kedua temannya, tetangga orang tua ku, sudah berdiri di pinggir parit dengan bertongkat pinggang memarahi soleh, bahkan saat soleh berusaha bangkit keluar parit di tendang salah seorang sehingga jatuh lagi ke parit.

Aku kemudian menepuk bahu Yuyud, namun aku di minta pergi sama Yuyud, biarkan ini menjadi urusannya. Aku masuk ke dalam mobil melihat istri ku yang duduk disamping ku, ia gugup dan gemetaran. Ngocoks.com

“mungin kau mau di bugil’in dan arak telanjang keliling kampung bersama Soleh ?” tanya ku sama Diva, diva tidak menjawab namun kemudian menunduk dan menangis. Saat kami berlalu, makin banyak tetangga yang kumpul, ku SMS sama YUYUD, sepupu ku, jangan sampai masalah dibawa ke polisi. Aku tidak mau berurusan dengan polisi.

Yuyud kemudian membalas bahwa; ia sering dinasehati si Habib cabul ini agar insyaf, malah si Habib yang bejad serong dengan bini orang, jadi ia ingin menghajar si Habib ini, baru kemudian melepaskannya. Ku biarkan mereka mengurus si Habib, kami kemudian menuju rumah ku.

“kenapa masi nangis, buka celana ku emut rudal ku !” kata ku pada istri ku. Diva kemudian menyeka air matanya dan mengulurkan tangannya membuka ikat pinggang kemudian membuka kait kancing celana dan menurunkan resleting celana ku. Ditarik turun celana dalam ku dan burung ku yang layu di elusnya.

“kau emang lonte kebanyakkan emut rudal dan minum peju sampat lelet ke otak mu, di bilang emut malah ngocok doang… mau ku tampar ? ayo cepet !” kata ku panjang memarahinya di dalam mobil saat aku masih menyetir menuju rumah ku.

Diva kemudian memiringkan kepalanya menuju selangkangan ku, dan menjilat kemaluan ku. Ku minta ia memasukkan ke dalam mulutnya dan ku tekan sampai amblas. Kemudian ku tarik kepalanya sehingga terlepas dari kemaluan ku.

“buka baju mu sampai bugil dan jangan membantah !” kata ku tetap menghadap kedepan, Diva terlihat ragu, namun dengan gerakkan seperti akan menamparnya ia kemudian menghindar takut kemudian meraih kancing baju dan membuka pakaiannya satu persatu.

Diva kini dalam keadaan bugil mengocok rudal ku dan mengemutnya bergantian. Kami kemudian sampai dirumah, ku masukkan rudal ku ke garasi celana, membuka pagar dan memasukkan mobil ke dalam garasi kemudian menutup pagar dan pintu garasi mobil.

“sapa suruh pake pakaian dalam mu, buka !” kata ku, saat tiba di mobil melihat Diva mencoba mengaitkan Bhnya kembali yang ku raih kembali belum sempat dikaitkannya, melolosi dari kedua tangannya. Diva belum tahu ada Stefi didalam, setelah Bh dan celana dalamnya terlepas, ku tarik dari kepala keluar, telungkup diatas kap depan mobil ku dan ku sodok bo’ol istri ku dari belakang.

“adoohhhh massss sakiitttttt!, panas MASSSS!” kata istri ku, merasa kesakitan dan kap mobil yang masih panas karena mesin mobil, menempel perut dan tobrutnya yang membuat tubuhnya bergoyang2 diatas tobrutnya yang kenyal.

“ahhhh lonte masa sakit…sering dirudalin kok sakit hah !” kata ku, tidak peduli akan keluhannya. Ku genjot makin keras, awalnya diva merintih kesakitan, namun kini merintih keenakkan.

“ehhhh..lonte..sapa suruh keenakkan…mau ku hajar lagi !” kata ku sambil menampar bokongnya dua tiga kali. Emang gatel bini ku, malah makin terangsang dan ia akhirnya orgasme juga.

Ku tarik dari kepala dan menahan pinggulnya masuk menuju ruang tengah, diva kaget dengan adanya Stefi yang duduk menonton Tv. Namun ku tahan dengan cekikkan pada lehernya dan mencubit putingnya dari belakang membuat ia menjerit tertahan.

“ayo stefi…. mulut lonte ku ngganggur !” kata ku sama Stefi yang masih ragu2, ku maki Stefi sekalian karena masih ragu. Ku gampar bokong istri ku dan mencubitnya sambil menyuruhnya, agar meminta Stefi memenyetubuhinya.

“bilang sama mas stefi yg item ini… kamu lonte yg ingin di entot !” kata ku sambil menampar dan mencubit bini lonte ku. Diva akhirnya menyerah karena ku kasari, atau mungkin pasrah, karena sudah tidak ada jalan keluar lagi.

“entot aku massss!” kata Diva tapi menundukkan wajahnya. Ku jambak rambutnya menyuruh ia membuka matanya menghadap Stefi dan meminta ia mengulangi dengan jelas sambil menyebut dirinya lonte.

“aku lonteee… entottt akuuu mas ambonnn !” kata istri ku namun segera ku tampar kembali dan memarahinya karena ia salah berbicara.

“sapa ambon… dia bukan ambon goblokkkk, namanya Stefi !” kata ku menamparnya bokongnya yang kini benar2 merah kontras dengan punggung dan pahanya yang putih.

“sudah bro… kasar amat !” kata stefi, akhirnya nurut dan menurunkan celana kemudian mengarahkan rudalnya ke mulut istri ku. Kepala diva masih terhentak – hentak ke depan karena tengah ku sodok bo’olnya.

“P L A K ! buka mulut mu lonte !” kata ku sama Diva setelah menampar pipinya kembali ditengah genjotan ku, karena tidak membuka mulutnya agar rudal Stefi bisa masuk.

Stefi yang awalnya sedikit ragu kini telah memegang Tobrut, toge brutal istri ku yang menggantung. Stefi begitu terpesona dan seperti menemukan mainannya, ia menjadi autis dan fokus ke situ beberapa saat.

“bini mu emang super toge bro” kata Stefi, sambil tetap memainkan buah dada Lonte ku yang menggantung. Yang ku balas bahwa ;”sepongan lonte ku juga maut, jika ia kurang keras menyepong rudal mu tampar saja dan suruh emut dengan keras” kata ku, namun Stefi sudah meringis kali ini.

Tampaknya Diva mendengar perkataan ku, dan mengemut rudal stefi dengan kuat, dan cepat karena kepalanya maju mundur dengan tangannya menahan rudal Stefi ke mulutnya.

Stefi kini menahan kepala Diva dengan muka meringis keenakkan saat hujaman ku makin keras menghajar bo’ol istri ku. Atau mungkin Diva juga sudah emosi karena aku memaksanya melayani teman ku.

“sepongan bini mu enakkkkk..emang mauttt apa lagiiii serambi lempitnyaa” kata Stefi. Yang ku jawab bahwa serambi lempitnya nganggur, aku lagi menyodok bo’olnya, dan mengajak stefi mencoba kempitan serambi lempit istri ku.

“kau entot pantat bini lo…. ?” tanya stefi sedikit tidak percaya, bahkan kata Stefi, tidak banyak Wp atau pecun yang mau di bo’ol’in.

“mana rudal mu gede sekarang… di bo’olnya pula” kata stefi sedikit kasihan dengan bini ku, namun aku tidak peduli, terlalui sakit hati akan dikhianati.

“ini kan lonte ku broooo !” kata ku sambil menampar bokong mungil istri ku yang menerima rudal gede ku. sambil menyuruh stefi duduk di kursi. Stefi melepas seluruh pakaiannya dan duduk di kursi.

“naik ke tubuh stefi…. lebih baik sama stefi…kamu suka rudal gedekan ?” istri binal ku hanya diam mendengar perkataan sekaligus pertanyaan ku. Ku minta jangan menolak atau melawan, toh sama soleh, Diva menikmati, tidak ada salahnya sama Stefi, karena ia teman baik ku daripada sama si Habib cabul soleh.

Diva dengan pasrah muka menunduk, menutup wajahnya dengan rambutnya, kedua tangannya menyeka air matanya, membuka kakinya, saat aku melepas pakaian ku. Diva membiarkan stefi mencoba memasukkan rudalnya, kedua tangan bini lonte ku, menutup wajahnya.

“ngapain tutup’in wajah mu, bantu masuk’in rudal stefi” kata ku, dan kemudian oleh Diva diraih rudal stefi ke bawah dan menggesek bibir kemaluannya dan stefi mencubit dan memutar puting Tobrut, toge brutal istri ku.

Kemudian lenguhan Diva saat rudal Stefi melesak masuk, baru beberapa pompaan di atas rudal stefi diva telah melenguh orgasme. Badannya bergetar dan paha Stefi telah basah maninya.

“enakkan mana sama rudal soleh” kata ku, yang kini bersiap2 dibelakang Diva menganalnya. Ku tampar dan memaksa Diva segera menjawab.

“enak rudal bang ambonnn !” kata Diva.

“P L A K ! ambon lagi… namanya Stefi, lonte !” kata ku pada Diva sambil menampar mulutnya, kemudian menyuruhnya berbicara dengan benar karena ia kembali menyebut Stefi dengan kata ambon, padahal Ambon dan papua itu berbeda seperti jawa-sumatra atau jawa-kalimantan jaraknya.

“enak rudal mas stepi” kata istri ku, dasar lidah sunda semua huruf “V” dan “F” jadi huruf “P” seperti mengatakan “Tv” jadi “Tp” atau “ti-pi”.

Ku minta Diva membuka pantatnya, tanpa ada penolakkan karena mungkin ia tahu bahwa percuma saja. Ku masuki bo’olnya kembali dan aku menggenjotnya bersamaan dengan stefi.

Lenguhannya tak tertahankan lagi, “enakk ya lonteeee !” kata ku, yang dijawab anggukkan namun ku tampar dan menyuruhnya menjawab.

“he..heh..! enak sayanggg !” kata istri ku, namun ku tampar sampai menggelepar lemes diatas tubuh Stefi.

“jangan panggil aku sayang lonteee……panggil aku tuan ato mas saja!” kata ku, kembali dengan tamparan dab darah mulai keluar dari mulutnya, dan langsung dijawab istri dan memanggil aku mas. Meski dikasarin segitu hebat, Diva meraih orgasmenya kembali.

Bahkan di balas ciuman stefi dengan liar…stefi pun melenguh orgasme kemudian mencium bini nakal ku kembali. Mani Stefi menembak ke dalam serambi lempit istri ku, membuat bokongnya yang sedang tertancap rudal ku ikut bergetar karena ia menahan geli. Ku tampar bokongnya yang ke gatelan, Diva malah melenguh dan bergetar makin liar.

“bagus… gitu dong jadi lonte !” kata ku, melihat ia mencium stefi kemudian Diva menoleh kepada ku. “apa liat2 lonte” kata ku namun ia tetap menatap ku malah seperti menantang ku. Ku tampar keras wajahnya namun ia menoleh kembali dan berkata;

“bunuh… bunuh aku sekalian mas !” kata Diva, namun ku katakan aku tidak ingin membunuhnya, hanya ingin menyiksanya dan menjadikan ia (Diva) sebagai LONTE KU.

Bersambung… Setelah mengatakan bahwa diva ingin ku jadikan LONTE KU karena selingkuh. Ku raih Diva dari atas badan Stefi, Karena ia bahkan menantang ku dengan tatapannya seakan marah, ku tarik kepalanya, dan ku sodokkan masuk rudal ku ke bo’olnya sampai setengah dan masuk lagi menyisakan sepertiga rudal.

Kalau tadi hanya setengah kemudian ku tarik keluar, kini aku ingin menyakiti bo’olnya. Ku tarik keluar lagi sampai setengah, sambil ku raih kepalanya menggenjotnya berulang masuk sampai sepertiga yang tersisa kemudian keluar lagi. Ku tahan kepalanya menghadap ku dan melihat wajahnya dalam tatapan penuh amarah kepadanya, kami saling mengadu ego dan amarah dalam perkimpoi’an ini.

Tidak ada rasa cinta dan sayang, hanya nafsu, cemburu, sakit hati dan amarah bercampur menjadi satu. saat tatapan kami sedang beradu, Diva bahkan meludahi ku dan ku tampar keras sampai darah keluar dari mulut dan hidungnya karena berani meludah pada wajah ku.

Sodokkan ku benar2 menyakiti Diva karena kini ia memejamkan mata menahan sodokkan ku dengan air mata menetes dan mulut mengeluarkan darah meringis menahan sakit, ku tampar lagi dan meminta Diva membuka matanya.

Matanya terbuka, namun terbelalak, pupil hitamnya menghilang dari kelopak biji matanya tenggelam ke balik bulu matanya yang lentik dan ia terjatuh pingsan saat ku tembakkan mani ku didalam bo’olnya.

“dasar Lonteee…. sudah..hh pingsannn…. tapi serambi lempit banjir” kata ku, merasakan serambi lempitnya membanjir orgasme didalam sana, saat ku kosongkan mani ku ke dalam bo’olnya.

Cerita Dewasa Ngentot - Malam Ganas Roy Menjelajah Istri Setianya Setelah Dua Minggu di Lautan
Setelah selesai, ku gendong ia kekamar dan ku ikat diatas tempat tidur. Ku biarkan ia menjadi mainan Stefi, Diva malah menikmatinya karena Stefi halus. Hanya di buka ikatannya oleh Stefi, kalau diantar Stefi ke kamar mandi, kalau mau kencing atau mau makan dilepas ikatannya.

Saat aku ingin kecing sesekali ku kencingi mulut, bool dan kemaluannya maka ku lepas dia dan membawa ke kamar mandi dan melakukanya, setelah selesai baru ku bawa dan mengikatnya dikamar lagi. Stefi sampai ke takutan melihat kebrutalan ku, Sebab stefi lebih lembut sama Istri ku, namun ia tidak bisa mencegah ku untuk kasar sama istri ku.

Diva mulai ketakutan saat ku dekati, seperti orang melihat hantu, bahkan badannya gemetaran didekat ku. Esoknya, ku antar Stefi pulang, Diva dalam rumah dalam keadaan bugil tanpa pakaian selama sisa masa off ku, kalau ia melawan ku ikat di ranjang atau kursi dan mengerjainya sampai pingsan. Kemudian aku kembali bekerja, dan ia terbebas.

“kalau mau cerai silahkan saja…. aku sudah siap…oh iya…kalau kamu ketahuan berhubungan lagi lewat Telpon atau sama Habib cabul itu, ku buat kau lebih parah dari sebelumnya” Kata ku panjang sama LONTE KU, Diva, tanpa menjelaskan maksud ku bahwa aku bisa mengetahui SMS-nya ke HP sang HABIB.

Kemudian ku biarkan ia menyetir pulang saat aku menunggu antaran heli menuju Rig, stefi sudah datang begitu juga Si Maho, Abud. Saat itu masuk telpon dari seorang wanita yang biasa di panggil Umi Aisyah, Istri Soleh yang menanyakan berita, apakah benar suaminya berselingkuh dengan Istri ku.

Aku jadi makin sering SMS sama istri si Habib, menanyakan gerak gerik si Habib, kami berkompromi dengan baik, terutama Yuli dan Inem pembantu ku juga menjadi mata ku ke mana dan sedang apa istri ku. Kedua pembantu ku sering mengeluh karena istri ku yang galak. “mungkin stress karena ku kerjai” pikir ku dalam hati. Aku juga berjanji bertemu dengan Aisyah dirumah ku, kalau ia ingin memarahi istri ku, ku bolehkan, bahkan ku ceritakan bagaimana ku kasari istri ku.

Ku katakan aku punya rekaman Videonya, dan bertanya dari mana ia mendapat no telpon ku, ternyata dari sepupu Preman ku Yuyud, yang mengantar Soleh pulang dalam keadaan babak belur dan mengancam keluarga soleh, kalau mau buat rame, urusan ke polisi juga tidak mengapa, toh Soleh yang selingkuh sama bini orang. Namun yuyud menjanjikan kalau sampai di lapor, maka sekeluarga mereka kena batunya.

Aku berjanji akan menghubunginya untuk berbicara dan menjelaskan saat kembali dua minggu lagi dari tempat kerja. Selama seminggu di RIG belum ada aktifitas SMS di HP istri ku yang mencurigakan, namun saat minggu kedua, istri ku mengirim SMS sama soleh; meminta Soleh melarikannya, kemanapun karena istri ku sudah tahan karena di kasari ku.

Namun soleh berkata, bahwa ia tidak bisa meninggalkan Istrinya dan anaknya, soleh pernah menikah namun istrinya meninggal menyisakkan anak semata wayang dari pernikahan terdahulu, kemudian menikah lagi dengan Aisyah, yang tempo hari menghubungi ku.

Meski di tolak soleh, namun soleh berkata, ia akan coba merayu istrinya, supaya mau di madu sehingga Diva bisa cerai dan dijadikan istri ke dua oleh soleh. Ku SMS Aisyah dan berkata, suaminya sedang SMS-an sama istri ku dan suaminya akan membujuk mu untuk mau di madu, supaya istri ku meminta cerai sama aku dan Soleh akan menikah dengan Istri ku.

Tidak ada balasan, sampai dua jam kemudian saat aku terlelap tidur, ku kira bunyi SMS Soleh dan istri ku, jadi ku biarkan saja. Sebab setiap saat saat istri ku menerima atau mengirim SMS, HP ku pun menerima SMS tersebut.

Pagi harinya, ku buka SMS dan ada SMS dari aisyah yang berkata; ia telah membaca sent out SMS suami-nya yg belum sempat dihapus, dan tepat seperti perkataan ku. Aisyah juga berkata, ia tidak sudi di madu, lebih baik cerai.

Aku masih termenung, bagaimana bisa kini situasi ku berbalik 180 derajat, terbayang saat aku pacaran dengan Diva, ku perawani dikamar kostnya. Ku lamar saat di pemancingan dengan mengikat cincin kepada kail ku dan meminta ia menarik kail dan melihat cincin menatap ku sambil aku berlutut melamarnya dan ia menitikkan air mata dan menerimanya.

Masa lalu yang indah itu, kini berakhir tragis, karena Diva meminta pada laki2 lain agar menjadikannya istri kedua. Aku sedikit merasa bersalah karena membalas sakit hati ku dengan cara yang salah dan mungkin kelewat kasar, sehingga ia membenci ku.

Namun semuanya sudah terlambat, bukan saja ia telah berubah, karena rasa cinta ku tidak ada lagi, tertiup api amarah dalam hembusan sakit hati yang menusuk dan bagai tersayat sembilu hati ku karena dikhianati. No way to turn back again, tidak ada jalan untuk kembali menyelamatkan pernikahan ku meski belum terlambat.

Apa lagi kini aku semakin dipenuhi amarah kembali, karena SMS-nya ke Soleh, mengajak Soleh menikahinya, bahkan diva kian mendesak Soleh. Kemudian hari terakhir masa kerja dua minggu, aku berangkat lagi pulang esoknya. Ngocoks.com

Ku kumpulkan teman2 ku termasuk Abud si Gay. Stefi ku minta diam ga usah banyak koment dan ku jelaskan panjang lebar masalah ku. Setelah mereka mengerti, ku minta mereka menggangbang bini ku. Semua diam hanya Abud yang mengangkat tangan dan berkata;

“ente tau ane suka nyang ginian! Kata Abud, sambil meremas rudal Abdul asal pakistan disebelahnya, yang diseling gelak tawa kawan2 ku.

“masa ente nawarin bini ente kalau ane suka nyang batangan! Kata Abud sambil menirukan gaya mengoral sambil pipinya kembung, seakan menirukan saat pipi sedang disodok rudal didalam.

“Oke penawaran buat ente bud nanti aja, diam aja disini” kata ku, dan abud membuka lengah bahunya dan terduduk kembali ke kursi.

Mereka semuanya setuju, namun Dom tidak suka kalau kasar, BTW tampangnya emang tinggi besar namun hatinya emang kelinci, ia sedikit lembut. Dulunya aku sama seperti dia, namun kini berbeda. Setelah mereka setuju, dan berjalan ke loker untuk mandi bersebelahan dengan kamar mandi.

Ku minta Abud tetap duduk, ku telpon YUYUD sambil didengar Abud, hanya abud yang bisa bahasa indonesia, karena bermukim di Indonesia. Yuyud sepupu ku yang preman itu ku janjikan uang dan “bonus” (bonusnya tidak ku beritahukan) agar mau menyekap Soleh di rumah ku, saat aku sudah tiba. Tanpa pikir panjang Yuyub berkata;

“itu mudah bang…. !” kata Yuyud dan melanjutkan kalo sudah pulang besok hubungi ia lagi.

“nah ente sudah dengar wan abud..ente kebagian Habib cabul nyang selingkuh ame bini ane..SETUJU !” kata ku, sambil mengepalkan tangan untuk tos, Abud terdiam sebentar dan membalas Tos ku, tanda ia setuju.

“ane emang suka arab krukut” kata Abud, bahwa ia menyukai Soleh yang adalah keturunan arab krukut. Buat anda yang tidak mengerti arab krukut maksud abud, bahwa arab krukut adalah; Hasil persilangan Arab2 pendatang masa lalu yang menetap jayakarta dengan gadis pribumi.

Zaman dahulu arab2 pendatang ini yang membuntungi gadis2 yang mau nikah, dan hidup di masa itu seperti zaman caligula. dahulu, arab2 yang hidup di jayakarta (batavia kemudian menjadi jakarta) selalu mencicipi tubuh gadis2 pribumi yang akan menikah dengan pujaan hatinya. Kalau bunting, maka dianggap anak pemberian “langit” (langit mane juga ane kagak tahu). Hasil dari anak2 pemberian “langit” inilah yang disebut arab Krukut.

Arab2 itu masih ada sampai sekarang, yang kemudian di sebut arab Krukut, bahkan itu ada dalam diri Soleh, jadi tidak heran karena Soleh adalah turunan arab cabul dulu, zaman Caligula, sehingga ia menjadi Habib cabul pula [No SARA-hanya oknum bejad yg menumpangi agama].

Kami berangkat esok dan tiba di bandara, dari bandara mereka berlima menuju rumah makan. Aku pulang langsung ke rumah ortu ku bersama Lonte ku, Diva, seperti dua minggu lalu, dua pembantu dan anak ku, ipul (sayful) di rumah orang tua ku. Di depan Ortu seperti biasa saja, orang tua ku mengira aku sudah melupakan perselingkuhan Diva. Dari sana, aku kemudian menuju rumah ku, bersama Diva.

Diva sudah keringat dingin, badannya bergetar karena ketakutan, gemetaran dengan melipat dan mengepalkan kedua tangannya, jadi satu dibawah dagunya. Diva memandang ku penuh ketakutan, sedangkan aku memandangnya dengan mata yang sangat buas, seperti mata seorang predator, pemangsa yang sedang menatap tajam kepada calon mangsa

“ampun mas jangan lagi !” kata Diva, saat ia menoleh menghadap ku yang sedang menyetir, namun segera wajahnya sudah bersandar dan menempel pada kaca jendelanya di pintu mobil, terkena tangan ku melayang cepat mengenai, menampar wajahnya.

“sapa suruh ngomong, diem dan nurut kalo tdk ingin ku hajar!” kata ku.

“kau minta dinikahin Soleh bukan…. SMS mu dibaca Istri Soleh dan diberitahukan pada ku !” kata ku, Diva terlihat kebingungan, mau menjawab, namun takut karena aku sudah siap2, menamparnya.

“jangan coba membela diri atau mencari alasan, aku lebih percaya istri soleh daripada Bini Lonte tukang selingkuh macam kau !” kata ku, kemudian Diva tertunduk diam, aku tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya, saat kami tiba di terminal menjemput Yuyud dan dua temannya kemudian menuju rumah ku.

Sampai dirumah, ku berikan mobil ku dibawah Yuyud dan mereka pergi mencari dan menyekap Soleh. Aku dan Diva kemudian masuk ke dalam rumah.

Ku buka bajunya, sampai bugil ku bawa ke lantai atas, ku ikat pada sebuah kursi, dengan kaki membuka lebar dan tangan terikat terikat pada kursi, tanpa sehelai benang pun di kursi.

“masss kau tega membuat aku begini dan menyerahkan ku pada teman mu si ambon tempo hari” kata Diva, namun ku balas, kau tega mengkhianati ku, dan ku tampar ia sekali lagi dan berkata nama teman ku Stefi bukan ambon, kalau soleh kau ingat kenapa Stefi yang rudalnya lebih gede kau tidak ingat dan berkata;

“aku memang menyerahkan mu pada teman ku, tapi kau satu2nya wanita yg pernah ku entot dalam hidup ku, namun kau sudah di gagahi soleh saat aku masih setia padamu” kata ku menjepit kedua putingnya dengan jepitan pakaian. Diva meringis menahan sakit.

“karena kau berkata demikian, aku akan menyewa dua atau tiga WP dan menyetubuhi dihadapan mu ato wanita lain, supaya kau bisa melihat, kalau aku mau main gila juga bisa” kata sambil mengocok kemaluan Diva kedua jari ku, jari tengan dan manis ke dalam serambi lempitnya sampai berbunyi keras. Kemudian bunyi bel rumah, ku intip dari atas teman2 ku sudah datang.

“sekarang bukan satu yang akan menikmati tubuh mu tetapi empat orang teman ku” kata ku, meninggalkan Diva yang terikat dengan pandangan gelisah dan meronta2 pelan, meski percuma saja. Aku masuk membuka pintu dan Si Stefi yang sudah tahu kondisi rumah ku langsung bertanya dimana istri ku, dan ku jawab di lantai atas, kemudian mempersilahkan mereka masuk.

Stefi langsung berjalan cepat masuk, sambil menarik tangan si Dom yang sedikit kikuk. Kumar teman india ku mengikuti, sementara Abdul meminta ijin karena sedikit masalah dengan pencernaannya, ke kemar mandi.

“I need U bathroom bro !” kata Abdul yang langsung menuju kamar mandi yang ku tunjukkan sementara si Abud tidak tidak tertarik, bahkan untuk mengintip tiga teman ku diatas pun tidak tertarik. Ku temani Abud sebentar sambil menghubungi Yuyud dan mereka OTW bersama korban si Soleh, abud kemudian merebahkan diri di ruang tengah menunggu mereka.

Aku kemudian ke atas mengintip apa yang sedang terjadi, ikatan istri ku telah dilepas mereka. Bahkan istri ku tidak melawan kini ia menikmati rudal Stefi di mulutnya, menduduki rudal Kumar di bo’olnya dan dari depan rudal dom yang paling gede diantara kami telah membuka serambi lempit istri ku, seakan membongkar kemaluan istri ku menjadi lebih besar.

“Your wife pussy sooo fucking good mannnn !” kata Dom yang botak bertato dan hitam berkeringat tengah menggenjot istri ku,ia memang harus buru2 karena penerbangan kurang lebih 19 jam menuju rumah di Houston-Texas US, sudah menanti dua jam lagi.

“oohhhh….. dammm it… I’m cumming !” umpatan Dom menumpahkan maninya diperut istri ku.

“whattttt !” suara abdul kaget di belakang ku mengernyitkan dahi sampai terangkat alisnya, melihat dom, Stefi dan kumar mengerjai isri ku.

“thats Nasty bad fucking Wife !” kata Adbul seakan tidak percaya melihat adegan ini. Dom kemudian menyingkir, Stefi kemudian menggantikan posisinya.

“can I joined ..?” kata abdul bertanya, meski tidak perlu, namun ku jawab; “yes…please and enjoyed my Wife, all her holes just for U guys ! kata ku, saat jeritan istri ku ditengah genjotan Stefi, bahkan ia meraih rudal abdul yang baru bergabung tanpa malu2 dan membenamkannya dalam mulutnya.

“sudah ku bilang kau LONTE ku !” kata ku pada istri ku, namun ditegakkan jari tengahnya seakan berkata “fuck YOU”, pada ku. Dalam hati; “mereka sopan pada mu, tidak dengan aku saat mereka pulang kau akan pingsan saat ku gagahi.

Ku tinggalkan mereka, karena mobil ku sudah datang, Yuyud mengungsikan Soleh yang terikat dan membawa ke teras samping rumah dan di ikat soleh dengan mulut tersumpal dengan tali menggantung pada lampu teras tersebut.

Tubuhnya tepat ditengah2 ,meja di pinggirkan begitu juga kursinya yang mengelilingi tubuh Soleh. Kemudian ku serahkan uang pada sepupu ku, sebagai tanda terima kasih dan mereka kemudian pamit, ku janjikan bonus mereka dua minggu lagi sat aku pulang.

Aku menerima SMS Aisyah, istri soleh katanya suaminya menghilang, dan ia bertanya apakah dengan istri ku, namun ku katakan ia sedang ku hajar di rumah ku. Malah jawaban Aisyah adalah; “silahkan di hajar tapi jangan sampai mati atau kritis…..supaya kapok, asal jangan berduaan dengan istri ku !”.

Aku kemudian membalas, langsung ku telpon dan meminta ia jika ingin melihat video perselingkuhan suaminya dan juga salinan SMS suaminya dan istri ku yang print. Aisyah setuju dan ia akan mampir.

Ku bangunkan si abud dan mengatakan korbannya sudah ada tuch tergantung di teras samping. Abud langsung horni ingin Tos, namun aku menjauh karena rudalnya sudah mendesak di selangkangannya.

“sapa mau tos sana gih ! garap korban ente” sambil jijik melihat kembung bagian depan celananya. Maho emang bikin jijik, dan susah dipahami kelainan seksnya, namun aku tidak peduli biar dirasakan Soleh, karena tujuan ku mengerjainya juga.

Aku kembali ke atas kini kumar beristirahat dan mereka kini mengeluarkan kasur sehingga Stefi tidur dan Diva diatasnya saling berciuman dan Abdul menghajar pantatnya dan menampar pantat istri ku, istri ku ingin memarahi Abdul namun melihat tatapan ku, ia langsung diam dan kembali berciuman dengan Stefi.

Bersambung… Aku tidak tahu, apakah aku kelainan atau normal, karena kata orang dan cerita2 didunia maya, kita akan bergairah dan tambah nafsu melihat istri digenjot pria lain, namun tidak bagi ku, biasa saja, bahkan rudal ku tertidur pulas.

Aku bahkan sedikit jijik, untuk menyentuh tubuh istri ku. Saat ku lihat abdul makin cepat menggenjot istri ku, badannya dicondongkan ke depan. Sehingga dari belakang dapat ku lihat dua rudal besar sedang membuat kedua lobang LONTE ku, mengembang dan mengecil mengikuti hujaman rudal mereka sampai Abdul menembak maninya didalam anus istri ku.

Stefi menyusul kemudian, menumpahkan maninya, abdul dan Kumar, meski negara mereka sering terlibat hubungan yang panas, pakistan dan India, mereka bersahabat baik. Kemudian mereka pamit pulang ke negara masing menuju bandara, dan kami baru akan bertemu satu minggu lagi.

“Thanks Bro to share You Wife Body” kata Kumar dan bersama Abud mereka menumpangi satu taksi ke bandara. Stefi ? mungkin masih diatas, namun aku sudah dengar jeritan istri ku keras sampai ke bawah, pasti digenjot Stefi lagi, padahal sebentar lagi bini Soleh datang sedangkan soleh sedang di cambuki bokongnya oleh Abud dengan menggunakan sapu lidi, untuk menyapu halaman samping rumah ku.

“ga kebayang satu batang lidih sapu mengenai bokong berkali2, pasti perih minta ampun, bahkan rudal Soleh dijepit, jepitan jemuran pakaian oleh abud yang hanya mengenakan celana dalam warna Hitam, sedangkan Soleh telah bugil.

“aauuuuww !” jeritan istri ku, membuat aku makin gemes akan suaranya, aku naik dan menampar mulutnya saat Diva menunggangi Stefi dan menyuruhnya diam.

“diam lonte…. ganjen amat !” kata ku setelah menemparnya. Stefi kemudin membalikkan tubuh istri ku membenamkan wajah istri Lonte ku ke kasur dan menggenjot Bo’olnya bergantian cepat dengan serambi lempitnya.

Aku makin il Feel ketika, Stefi mengajak ku, aku sudah tidak bergairah sama istri ku, perasaan benci dan amarah membunuh nafsu ku pada istri ku. Aku mungkin sudah kelainan namun tetap pada orientasi seks pada lawan jenis, Cuma selain dengan istri ku. Karena sedikitpun aku tidak tertarik, hanya dengan di oral baru bisa bangun, pikir ku.

Ku coba mengarahkan rudal ku ke mulut istri ku yang ku tarik kepalanya, ia mengoralnya dan memang harus dioral baru bangkit nafsu. Tidak seperti dulu, ke khawatiran ku sedikit meghilang, aku kira aku sudah mengalami sedikit kelainan seks, namun nafsu ku sama istri yang sudah berkurang.

Kemudian aku turun karena bunyi bel rumah, begitu ku buka pintu menuju pagar dan Aisyah memperkenalkan dirinya, aku kemudian berkata;

“masya Aulloh istri secantik ini masih selingkuh juga Soleh” kata ku, ternyata ia cantik, wajahnya kaya ratu Yordania, Rania, tubuhnya jenjang, dan bodynya kaya Mia Khalifa, alisnya tebal khas Arab. Aku persilahkan masuk dan langsung menunjukkan video di laptop dan print sms suaminya dan Diva, tanpa menghiraukan protesnya.

“liat aja Umi, kata ku” namuan dibalasnya jangan panggil umi, karena ia masih muda berusia 28 tahun, setahun dibawah ku. Ku tinggalkan ia kira 30 menit, Aisyah sempat menanyakan suaminya, namun ku katakan jangan kawathir, suaminya sedang di hajar dengan batang sapu lidi, hanya perih di kulit ga bakalan kritis apa lagi masuk IGD dan modar.

Aku kembali ke dekat Aisyah, nafasnya memburu, ia seperti bernafsu namun sedikit kesal menonton videonya. Jilbabnya, sangat cocok dengan tubuhnya, aku duduk didekatnya, ia menatap ku.

“kita harus membalas mereka” kata ku, Aisyah memandang ku dengan ajah outih dan pipinya merah merona dan keringatnya membasahi sela2 wajah dan jilbabnya.

“bukankah kau sudah puas menggebuk suami ku ?” tanya aisyah namun ku katakan bahwa aku tidak pernah menggebuk suaminya dan belum puas serta merasa kurang cukup melampiaskan kekeselan ku. Aisyah kemudian bertanya apakah yang harus kami lakukan agar setimpal dengan perbuatan mereka.

Jujur kemalaun ku sudah berontak didalam sana, bahkan Diva sudah tidak bisa membuat kemaluan ku bangkit seperti ini, tetapi Aisyah membuat kemaluan ku tegang sempurna.

“kita harus melakukan seperti yang mereka lakukan” kata ku pada aisyah.

“apa ? aku kurang jelas mendengarnya ?”kata aisyah.

“Kau mendengar dan mengerti maksud ku Aisyah” kata ku, menatapnya, ia pun menatap ku, makin lama dan entah siapa yang memulai seakan ada tarikan gaya magnet, wajah kamu sudah saling berdekatan, saling bertatapan sangat dekat, dengusan nafas kami terdengar dan menerpa wajah masing2.

Hidung kami mulai bersentuhan, terutama hidung mancungnya, Aisyah sudah menutup matanya, ku kira ia telah pasrah sehingga ku lumat pelan dan sangat lembut dibibirnya dan dibalasnya sambil menjilat mengecap bibirnya seolah mengecap gelora birahi dari ciuman kami yang terlepas pelan. Kemudian membuka matanya dan berkata;

“kau yakin kita harus melakukan ini ?” tanya Aisyah, ku jawab tentu saja dan kembali menciumnya. Awalnya pelan namun berubah menjadi liar dan makin cepat sampai mulut kami berbunyi setiap mengakhiri ciuman, kemudian saling melepas baju, namun aku sangat ingin cepat, tidak tahan lagi, rangsangannya sudah begitu hebat, ini pertama kalinya aku bersama wanita lain dalam hidup ku selain istri ku.

Ku angkat dan singkapkan rok gamisnya; menurunkan celana dalamnya, dan ku jilati serambi lempitnya. “ihh geli…. abah (Soleh) ga perna gitu !” kata Aisyah dan membuat ku kaget karena sama istri ku, ia menjilat serambi lempit istri ku pada permainan kedua mereka dalam rekaman ku. Dan ku ceritakan pada Aisyah bahwa suaminya, Soleh melakukannya, jilmek, jilat meki, pada istri ku.

“kalau begitu lakukan pula pada ku” kata Aisyah, ia menarik kepala ku kembali menuju serambi lempitknya. Anehnya aku berubah menjadi Roy yang dulu sama Aisyah, bukan sama istri ku, aku berubah menjadi lembut dan mengerti, tidak kasar bahkan memperlakukannya dengan sabar saat ia menjemput orgasmenya, aku menunggu tenaganya pulih sambil melepaskan bajunya.

Saat bajunya ku lolosi satu persatu menyisakan jilbabnya saja, bodynya persis mia Khalifa, bokongnya bulat montok, toketnya juga bulat dan pas dan proporsional dengan tubuh jenjangnya, tidak norak dan brutal seperti Tobrut istri ku. Ku buka pakaian ku, dan Aisyah meraih rudal ku, dan menariknya naik.

“kata bini mu di pidio gedean abah (soleh), ternyata gede’an punya mu mas” kata Aisyah saat mulai mengocoknya dan menimbang2 ukurannya dan mengocok pelan lagi sambil menatap ku, ku buka jilbabnya, melihat rambut panjangnya yang diikat jadi satu dan ku tarik terlepas.

Kemudian ia menjilat kepala rudal ku dan memasukkan ked alam mulutnya, hanya sebentar, aku sudah ingin merasakan serambi lempit wanita ke dua dalam hidup ku.

“sekarang sayang” kata ku, perhatikan bahwa aku menyebutnya dengan kata sayang, yang tidak ku katakan pada istri ku lagi. Bahkan tidak senang jika istri ku memanggil ku dengan kata sayang. Ia membuka kakinya dan ku posisikan rudal ku segera di sela2 bibir kemaluannya yang lebat, jembinya panjang dan kasar.

Begitu, kepala ku masuk, aku kaget setengah mati dan menarik rudal ku keluar, karena serambi lempitnya langsung mengempot rudal ku. Daging serambi lempitnya hangat dan basah, empotan serambi lempitnya brutal tetapi makin Hot bagi ku.

“serambi lempit mu terlalu enak sayang !” kata ku kembali.

“ayo dong mass ahhhh !” kata Aisyah dan ku masukkan lagi sambil meringis panjang menahan penetrasi masuk makin dalam melewati dinding serambi lempitnya, dinding itu terasa basah hangat dan memilin keras rudal ku, dan sangat rapat.

“oohhhhh enakkkk masss ! ehhhhh terusss” kata Aisyah menekan rudal ku masuk lebih dalam sampai kandas.

“ohhhhh gila enakkk nonok mu sayang !” kata ku.

“aduhhhh punya mas jugaaa enakkkk!” kata Aisyah dan mulai ku genjot pelan, namun berhenti karena kemalunnya bergetar pelan.

“dikit lagi sayang terusssss !” kata Aisyah, dan aku tersenyum ditengah nafsu syahwat ku karena sadar atau tidak ia membalas panggilan ku dengan kata sayang pula. Ku percepat sodokkan ku dan akhirnya ia Orgasme saat Stefi telah berpakaian dan datang utk pamit pulang.

“broooo mainan baru” kata Stefi, yang datang untuk berpamitan pulang, melihat aku sedang menggagahi wanita yang tidak di kenalnya, Aisyah.

“mainan sapa item ! sana gihhh !” kata Aisyah marah bahkan meludahi Stefi karena tersinggung dengan perkataan Stefi namun tidak mengenai Stefi, dan ku perkenalkan bahwa ini (aisyah) bukan mainan, and not for swing, share or sell,

Stefi kemudian ku kenalkan pada Aisyah, tapi Aistah tetap cuek, cemberut dan memeluk ku makin erat dan menyembunyikan wajahnya serta dadanya dibalik tubuh ku, kakinya melingkar tepat diatas pangkal paha ku menutup kemaluan kami yng masih beradu.

Stefi kemudian berkata bini ku, sudah dibantu Stefi pingsan keenakkan, bukan kasar seperti kelakuan ku, Stefi kemudian berlalu menuju bandara pula untuk pulang dengan penerbangan menuju Papua jam 11 malam nanti, menuju papua.

Sambil ku genjot Aisyah, ku bawa ia dalam gendongan ku menuju Soleh dan Abud, Hari telah gelap kira2 jam 21:00 WIB. Buset dah wan abud gila ini masih mempermainkan soleh, istrinya yang melihat kaget, malu namun ku tahan dan berkata kita bercinta didepan Soleh menunjukkan bahwa kita juga bisa liar.

“malu masss jangan !” kata Aisyah, namun ku katakan kamu akan makin terangsang, kami berjalan saat ia dalam gendongan ku saling berhadapan karena Soleh membelakangi kami. Ku gendong tubuh Aisyah berputar menghadap soleh.

“kau selingkuh dengan istri ku….. coba tebak sapa ini…” kata ku membaringkan Aisyah didepannya pada meja kayu datar dan halus. Soleh mungkin tahu atau juga tidak karena ia belum mengenali tubuh istrinya yeng membelakangi-nya, Aisyah sempat berbisik bahwa ia takut, namun ku katakan jangan takut, aku akan melindunginya bahkan sehabis, permainan ini. Jika soleh berani mengasari mu, aku punya kaki tangan yang siap menghajarnya.

“eng i eng !” kata ku pada Soleh dan membaringkan Aisyah. Wajah Aisyah terpampang jelas merona dengan pipi halus memerah menahan gairah nikmat sekaligus malu.

“Umi ! anjing kau…. mmhhhhh …mmhhhhh..mhhhh!” soleh tidak menyelesaikan umpatannya karena di sumpal Abud dengan celana dalam soleh sambil menampar pipi Soleh. Ku katakan pada abud bahwa cepat menuntaskan saja, sambil ku genjot Aisyah pelan dan berbisik padanya;

“saat ku tanya seperti di video selingkuh mereka, kau menjawab ya sayang” kata ku dan dibalas anggukkan.

“Gede’an punya sapa sayang ?” tanya ku pada Aisyah.

“ehemm… punya bang Royyyy !” kata Aisyah dan Soleh yang di ikat tergantung meronta marah seakan ingin berontak dengan mata melotot ke arah ku, namun dicambuk abud dengan beberapa lidi sekaligus bokong dan perutnya. Bekas lidi bergaris hampir diseluruh tubuh Soleh mulai betis sampai leher, hanya wajah yang tidak.

Ternyata wan abud juga ngeri mainnya…..

“enak punya sapa ?” kembali jawabannya sama “enak punya bang Royyyy !” kata Aisyah.

“kalau gitu bilang dong enak di entot bang Roy !” kata ku.

“enakkk di ohhhhh enakkk di entot bangggg Royyyy aduhhhh ade keluar massssss !” kata Aisyah yang akan menjemput Orgasme ketiganya, kaki jenjangnya naik melingkar ubuh ku dan serambi lempitnya mengempot kemaluan ku dengan keras. Ku berikan dua jempol menujukkan pada Soleh yang masih menatap ku, bahwa meemk istrnya sungguh enak, ia kembali berontak namun abud mencambuknya kembali.

“serambi lempit seenak ini malah Soleh selingkuh, ama serambi lempit istri ku yg hambar dan ga ada kempotannya !” kata ku,menggenjot Aisyah makin cepat dan mencium bibirnya saling berpagutan dan menembakkan mani ku didalam serambi lempit Aisyah, serambi lempitnya begitu liar berkontraksi berkedut memberi rangsangan bersamaan denga pompaan peju ku mengisi liang kenikmatan Aisyah.

Begitu nikmat sampai Aisyah bangkit memeluk ku, kaki jenjangnya yang mulus melingkar diatas paha coklat khas kulit pria pribumi ini. Kami tetap berpelukkan dan ku angkat tubuhnya memeluk ku memandang suaminya. Aisyah duduk dalam pelukkan ku yang bersandar di kursi melihat ke samping dimana suaminya sedang di kerjai wan Abud bin Guy.

“sekarang giliran ane nyang buat laki ente keenakkan” kata Abud.

“bisa Bud.. ..orang normal keenakkan” kata ku, namun abud menjelaskan bahwa rangsangan atau G-spot lelaki itu Cuma satu sambil menunjukkan kemaluannya dan Aisyah menjerit malu dan tertunduk dalam dekapan menuju dadaku melihat kelakuan wan Abud.

“teman mu gila sayang kata Aisyah” kata Aisyah, yang sadar akan panggilannya membuat Soleh tambah kalab karena kata sayang, Aisyah menatap ku dan ku katakan.

“gara – gara kau memanggil ku sayang…ia senewen” kata ku pada Aisyah, dan abud menyiram air seember kecil ke tubuh soleh dan soleh pun pingsan. Ku jelaskan pada Aisyah, aku yang was2 didekat Abud, sedangkan kau tidak akan di ganggunya.

“apa’an bud kok bisa pingsan” kata ku, abud kemudian menjelaskan ramuannya, adalah Garam… merica dan jeruk. Pantas saja Soleh langsung kesakitan sampai pingsan kerena badannya yang bergaris merah lecet di cambuki abud terkena campuran tiga senyawa yang menimbulkan panas pada merica, perih pada garam dan pedih karena kecut pada air perasan jeruk.

Kemudian dengan air dingin dalam rendaman es batu di siramkan ke badan Soleh, katanya supaya cepet sadar. pantesan ga dieksekusi Abud dari tadi, ia mengumpulkan perkakas untuk mempermainkan Soleh, untung tidak seperti FILM Hostel, yang sadis itu.

Aku ke dalam memakai celana pendek tanpa celana dalam dan meraih selimut kemudian menyelimuti tubuh Aisyah membawa minuman pada kami dan melihat Abud kini mengoral rudal soleh, ternyata benar kata Abud, rangsangan lelaki, G-spotnya adalah rudal, tidak seperti wanita yang tersebar di seantero tubuh wanita tersebut, bisa di leher, di paha, di perut di dada, serambi lempit atau di pinggang seperti Aisyah barusan.

Soleh langsung menembakkan maninya saat di oral Abud, “ape ane bilang….laki ente menikmati bukan!” kata abud pada aisyah, yang merinding tak mampu melihat membenamkan wajahnya ke dalam pelukkan ku. setelah abud menelan mani soleh, bahkan abud terus melakukan sepongannya, soleh menggeliat geli dan kini Abud mengocok rudal soleh dan beralih kebelakang soleh.

“bro….. lempar tuch handbody” kata Abud, ternyata ia sempat mengambil hand body istriku di kamar. Soleh meronta-ronta karena tahu ia akan di anal si abud yang kini menusuk jarinya ke bo’ol soleh. Ngocoks.com

Setelah ku lempar dan ditangkap Abud, Aisyah sempat berkata bahwa ia tidak mampu melihat lagi, namun ku katakan tidak usah melihat, jadi aisyah hanya memeluk ku dan wajahnya tersembunyi diantara bahu dan leher ku. Meski sekali-kali ia masih mencoba melihat namun hanya sebentar, karena Aisyah gemetaran dan memeluk ku.

Soleh dan Abud ? kini Abud membuka kaki soleh, dimana tubuh soleh dari tadi meyerupai huruf X, membuka lebar. Abud bahkan sempat meludahi dan menjilat bokong soleh, membuat aku memalingkan wajah karena jijik. Abud kemudian menekan masuk rudalnya dan ku lihat mata soleh terbelalak membuka lebar2 dengan mulut tersumpal menahan sodokkan Abud.

“sodok terus Bud bo’olnye !” kata ku seperti sporter abud, pada abud. Abu kemudian menyodok sambil satu tangannya ke depan mengocok rudal soleh yang masih tegang. baru beberapa kali sodokkan Soleh sudah keenakkan dan Orgasme, bahkan maninya dimiringkan abud menyemprot ke sebelah kiri hampir mengenai kaki ku.

“jijai aku bud….untung ga kena” balas ku, namun Abud kemudian menjitak kepala soleh tiga kali sambil berkata:

“dasar maho so’k normal…. enak sama laki dari pade cewek bukan !” kata Abud. Abud kemudian menggenjot bo’ol soleh kembali. Ku letakkan gelas minuman karena Aisyah berbisik:

“mas aku pengen lagi…..!” bisik Aisyah, yang ku minta ia ulangi dengan keras dan manja agar didengar Soleh.

“Mas Roy ade pengen digenjot lagiiiii !” kata Aisyah sedikit keras dan bergelayut manja ke pundak ku, ku gendong Aisyah dalam pelukkan ku menuju kamar. sambil berkata Pada Soleh bahwa istrinya yang meminta ku genjot rudal gede ku, soleh menitikkan air mata, dan aku tersenyum penuh kepuasan.

Bersambung… Sampai di kamar ku genjot sebentar, aisyah yang cantik dan jenjang ini menai turunkan bokongnya diatas tubuh dampai Aisyah telah Orgasme, ku minta biarkan maninya didalam dan menunggu aku. Tahu aku kemana ? ya tebakkan anda benar sebab aku keatas membangunkan LONTE ku, Diva dan menariknya dari rambut.

“Kau ingin melihat ku sama wanita lain, bahkan aku sudah bercinta dengannya tadi” kata ku menariknya saat turun menuju kamar ku. Ku minta menjilat mani Aisyah yang adalah istri Soleh, saat dia menolak ku tampar bokongnya.

Kemudian memaksa Diva menjilatnya menyeruput mani dari kemaluan Aisyah. kemudian menendangnya pada pantatnya menyuruh Diva mandi karena badannya bau peju dan keringat beberapa lelaki seperti Lonte kebanjiran pelanggan.

Aisyah meminta ku jangan kasar sama Diva, karena ia juga takut kalau aku kasar, meski ia juga membenci Diva namun ia lebih takut kalau aku kasar saat bercinta. Sehingga saat Diva datang, ku katakan karena permintaan Aisyah aku tidak kasar untuk sementara, namun tidak ada Aisyah, maka kau akan jadi LONTE KU kembali.

Aku memang berubah sedikit halus, namun sesekali masih menampar bokong Diva, saat Diva tidur dibawah dan Aisyah diatas dalam posisi 69.

Ku sodok serambi lempit Aisyah, bahkan ia meminta ku anal untuk pertama kalinya, ia memberikan anusnya pada ku namun hanya kepalanya saja masuk ia sudah kesemutan sehingga ku urungkan mencabut rudal ku dan dijilat Diva, saat Diva coba menolak ku tampar pipinya, sampai ia teriak.

Si induk ayam Aisyah kemudian menoleh dan melotot pada ku, seakan idak setuju dengan kekasaran ku pada Aisyah. Anehnya aku malah takluk dengan tatapannya. Sehingga tidak mengasari Istri ku, situasi yang aneh.

Karena serambi lempit Aisyah begitu legit sehingga aku tidak kuat menerima rangsangan dari serambi lempitnya, hanya sebentar sodokkan ku, Aisyah telah mencapai puncak dan akupun menyusul dengan mani ku masuk ke dalam mulut ISTRI ku.

“telan atau ku gampar !” kata ku, namun di tegur Aisyah: “mas dibilangin jangan kasar…kok !”, suara induk ayam melindungi wanita yang selingkuh sama suaminya. Saat aku telah terbaring kelelahan, Soleh datang dalam pelukkan Abud, sambil abud memegang pundak Soleh, kata Abud dia akan membawa Soleh pulang, menemaninya seminggu.

Aku heran sama Abud, ilmu apa yang dipakainya, karena Soleh menurut sama Abud dan tidak memperdulikan istrinya yang kini bersama ku. Herannya, bagaimana bisa Soleh dari Normal bisa menjadi Gay, Homo, itu yang membuat aku takut sama Abud.

“Bud…ente jangan coba2 deketin ane…ane modar’in ente kalau buat ane seperti soleh” kata ku sama Abud, saat mengantar mereka ke depan dengan mengenakan celana pendek.

Namun dijawab Abud; “ kau bukan tipe ku”, aku pun mengusirnya (sedikit guyonan) agar cepat pergi, menumpangi taxi yang telah tiba. Abud malah melingkar tangannya pada pinggang soleh dan meremas bokong soleh menggoda ku, yang ku balas dengan ekspresi mau muntah, karena sedikit jijik emang.

KU SMS abud dan berkata:”Trima kasih” dan dibalas sama2 oleh Abud teman gay ku. Dunia terasa jungkir balik, dan semakin sulit ku pahami, hal-hal dapat berubah cepan dan drastis. Kemudian mereka berlalu, Soleh dan pasangan barunya Abud.

Aku semakin bingung dan juga merasa tidak masuk akal awalnya karena Diva meminta Aisyah semalam lagi dirumah kami, sambil berlutut manahan dan memeluk kaki Aisyah. Aku semakin bingung namun akhirnya Diva beralasan; aku akan kasar padanya kalau Aisyah pulang.

Bahkan dengan tangis Diva menceritakan bagaimana kekasaran ku, mengerjainya dengan teman2 ku sampai Diva ku paksa, meminum kencing ku.

“Mas Royyyy,,,jahat amat! @@%%^&&^*&&&*&&***“ kata Aisyah membentak ku, yang dilanjutkan makian pada ku karena memperlakukan DIVA sebegitu buruk. Anehnya aku tidak bisa melawan, membantah dan memarahi Aisyah.

Tapi justru ingin menelan DIVA bulat2, ternyata kemarahan ku selama ini dan baru ku sadari hanya kepada Bini nakal ku, DIVA, aku ingin menyakitinya karena di kecewakan, namun tidak pada orang lain.

Aisyah kemudian pulang ke rumah orang tuanya, di jawa timur esok harinya, ia juga mengantar Diva ke rumah orang tuanya terlebih dahulu hanya keluar kota sebentar.

Namun Diva akhirnya kembali dua hari kemudian dan ku ketahui dari SMS-nya, yang masih bisa terlacak, saat ia berSMS ria dengan Aisyah bahwa, ia kembali ke jakarta karena kangen anak kami bob dan sembunyi2 bertemu Bob dan tinggal di tempat temannya, alamatnya pun jelas.

Baru turun dari angkot, ia sudah ku hadang dan masuk ke dalam mobil ku, dengan badan gemetaran dan menangis sejadinya.

Ku belai pekan pipinya, kemudian menampar keras dan menyuruhnya diam atau ku tampar lagi, kami kemudian menuju rumah ku. Namun aku jarang mengasarinya karena sudah sering melampiaskannya, sehingga Diva tidak terlalu menderita.

Namun perasaan ku tetap, tidak tertarik menyetubuhinya, sampai aku berangkat. Diva jadi pemurung, aku jadi pendiam, balas dendam tidak menghapus dan menyembuhkan luka yang teramat dalam dihati ku, aku malah menggali lubang untuk diri ku semakin dalam.

Sampai aku berangkat kerja diantar Diva ke bandara, Si Dom datang dan menggenjot Diva dibelakang jok mobil ku, aku biarkan, tanpa ada perasaan apapun, cemburu pun sudah tidak ada, begitu juga nafsu.

Berikut Stefi yang datang menunggu Heli, menggenjot Diva sampai Abdul dan Kumar pun kebagian cuman kali ini bergantian. Aku hanya teringat Aisyah, aku tidak peduli dengan Diva mau diapa’in, bahkan mau mati sekalipun aku tidak peduli.

Kami kemudian berangkat kerja, mereka (teman kerja ku) satu2 mencium DIVA dan kembali ia ber-SMS ria dengan SOLEH, namun kini Soleh tidak sudi dan mengatakan ini SMS terakhirnya dan nomornya tidak aktif.

Aku masih berhubungan lewat SMS dengan Aisyah. Seperti sudah ku katakan bahwa semua SMS yang masuk dan keluar HP Diva ku ketahui. Diva makin kegatelan, SMS sama temannya bahwa ia ketagihan gangbang setelah di hajar teman2 ku. Jadi aku tahu, bahwa aku mengambil langkah salah dan membuat DIVA makin liar.

Saat pulang, aku tidak membolehkan teman2 ku menyentuh DIVA kembali, karena ku janjikan bonus kepada YUYUD, saudara ku yang preman sehingga mereka (yuyud, rexi dan banu) datang ke rumah dan ku katakan pada YUYUD bahwa bonusnya adalah menggenjot Diva, Yuyud menolak namun ku ceritakan kebinalan DIVA, bersama teman2 ku tempo hari saat mereka datang mengantar Soleh.

Akhirnya mereka setuju bahkan Diva-pun makin terjerumus karena memberikan mereka streptis gratis. Membuka bajunya sambil menari, bahkan dilakukan suka rela karena aku tidak mengancam atau memintanya melakukan itu, Diva melakukan tarian erotisnya sambil tersenyum nakal bahkan genit juga kepada ku, namun hati ku semakin hambar.

Aku melamun membayangkan Aisyah tidak mengikuti Proses didepan ku, sampai DIVA telah menjerit menerima rudal YUYUD di bo’olnya dan temannya banu menggasak serambi lempit DIVA dari depan. Si rexi telah tepar karena kini DIVA menjilat mani Rexi dibibir dan tangannya, ia (DIVA) kemudian tersenyum pada ku seakan puas digangbang.

Diva memang telah ku buat menjadi LONTE ku, aku tidak senang tetapi malah menyesal, balas dendam tidak ada gunanya karena menghancurkan semuanya, membuat aku makin terluka.

Seandainya waktu bisa berputar kembali, aku tidak akan melakukan balas dendam, bahkan mungkin ku biarkan DIVA berselingkuh dengan SOLEH dan pura2 tidak tahu. Ngocoks.com

Lamunan ku dibuyarkan erangan banu, YUYUD dan DIVA bersamaan, mereka menumpahkan maninya didalam dua lobang DIVA. Mereka kemudian membiarkan DIVA jongkok ditepian Sofa dan mani bercampur sperma di serambi lempit dan bo’ol DIVA jatuh ke lantai.

Aku kemudian bangkit memacu mobil ku menuju bandara sore itu, mencari pesawat tercepat menuju Jawa Timur setelah YUYUD dan kedua temannya telah pulang. Tidak ku beritahu DIVA dan menuju rumah Aisyah, Malam itu juga. Kami menginap di hotel di kota tempat tinggal Aisyah selama satu minggu, sampai aku kembali kerja, dari kota Pahlawan, kota tempat tinggal Aisyah.

Kota Pahlawan yang Kini menjadi tempat tinggal ku bersama Aisyah setelah bercerai dengan DIVA. Perceraian itu ternyata lebih menyakitkan dari perselingkuhan Diva, diiring air mata dan kecupan perpisahan dalam kegitiran hati, dunia seperti mau runtuh dan ambruk di depan ku.

Aku semakin menyesal karena DIVA kemudian menjadi wanita panggilan, menjadi LONTE meski bukan LONTE Ku lagi, Aku mendapat kabar tersebut dari YUYUD, bahkan DIVA pernah beberapa kali di booking teman2 ku, yang ku usut dibelakang bahwa mereka tidak enak sama aku kalau memberitahu.

Bahkan Yuyud mengatakan Diva lebih memilih tawaran digangbang, Yuyud tahu karena Diva sering membayar upeti, jasa keamanan pada Yuyud untuk melindunginya dari client yang mungkin kasar.

Bagaimana aku harus mengatakan pada anak ku bahwa ibunya adalah seorang wanita panggilan atau LONTE akibat balas dendam ayahnya, yang mengakibat ibunya menjadi wanita seperti itu.

Akibat menuruti ego dan amarah ku, bukan saja rumah tangga ku yang hancur, tetapi Rumah tangga Soleh dan Aisyah pun terseret amukan amarah balas dendam ku, Soleh dan Aisyah-pun bercerai. Aku kini mencoba merajut bahterah kehidupan pernikahan ku bersama Aisyah.

Namun penyesalan akan DIVA terkadang menghantui hidup ku, kadang aku terbangun ditengah malam karena jeritan kesakitan DIVA atau wajahnya seperti menghantui hidup ku. Cerita dewasa ini di upload oleh situs ngocoks.com

Penyesalan ku bahwa dia sudah berkali-kali memohon ampun, namun aku lebih menuruti amarah ku, juga aku sering terbangun karena rasa bersalah ku teringat pertanyaan anak ku dimana ibunya; karena DIVA jarang lagi menemui anak kami karena malu.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, hidup harus terus berlanjut, penyesalan hanya ada di awal bagi ku. Saat aku hari raya ke jakarta, mengunjungi Ortu, Diva datang menjenguk anak kami dan saat itu, Aisyah di surabaya.

Cerita Sex Cinta Berbeda Agama

Dandanannya sudah berubah, dan genitnya ga ketulungan, bahkan kini ku bawa ke rumah kami dulu yang ku titipkan dan ditempati Yuyud dan di kasarin pun dia tidak menolak, bahkan yuyud dan beberapa temannya di minta bergabung, ikutan sama Diva, malah meminta digangbang

Meski ku kasarin sampai pingsan ia tidak peduli. Diva kini menjadi wanita panggilan, meski kini DIVA bukan LONTE KU lagi, tetapi LONTE untuk semua orang.