Bunda Maya

Folder Bunda - Blog Cerita Dewasa Ngentot Yang Selalu Update Cerita Ngentot Terbaru Setiap Hari..

Bercinta dengan Asisten Cantik Berjilbab di Balik Proyek Kontraktor

Bercinta dengan Asisten Cantik Berjilbab di Balik Proyek Kontraktor

Cerita ini hanya fiktif belaka murni hasil dari pengembangan fantasy semata tanpa ada keinginan untuk melecehkan dan atau merendahakan suku, ras, dan agama, diharapkan kebijakan dan kedewasaan pembaca, segala sesuatu yang terjadi kemudian diluar tanggung jawab situs Ngocoks.

 

Cerita Sex Cinta Berbeda Agama – Aku berusia 32 tahun, sebut saja namaku Pento pria keturunan jerman indo & Indri istriku berusia 29 Tahun seorang wanita cantik berjilbab lebar yang taat beragama, aku dan istriku berbeda agama walaupun begitu dia dan keluarga nya mau menerima ku apa adanya tanpa memaksa aku untuk mengikuti mereka.

Oleh karena itu aku sangat menghormati mereka dan tidak pernah memaksa istriku untuk pindah keyakinan bahkan aku lebih cenderung mendukung dan mengingatkan nya soal beribadah begitu juga sebaliknya, dia paham dan mengerti tata cara dan kebiasaan ku, pada saat natal contohnya, ketika keluarga ku datang berkunjung untuk merayakan natal kerumah dia mempersiapkan semua mulai dari makanan sampai detil lain nya.

Pertemuan kami berdua terbilang cukup unik, kami bertemu saat perusahaan kontraktor yang aku rintis mendapatkan kepercayaan dari salah satu rekan bisnisku dari negeri pak tua biden, saat pekerjaan sudah dimulai aku datang ke lokasi proyek di sebuah pulau kecil untuk meninjau sekaligus menemani rekan ku yang saat itu datang bersama dengan kepala daerah dimana lokasi proyek ini dibangun.

Cerita Sex Cinta Berbeda Agama Ngocoks Seorang kepala daerah wanita cantik yang saat itu ditemani oleh seorang asisten yang cantik pula yang di kemudian hari menjadi istriku, walaupun saat awal2 masa hubungan kami ada sedikit rintangan terutama dari orang tua nya yang saat mengetahui siapa dan apa aku.

Tapi aku bersyukur tidak terlalu lama mereka pun luluh dan menerima ku apa adanya dan tanpa memaksa aku harus menjadi apa, seperti aku ceritakan dia awal tadi ya pembaca Ngocokers. untuk soal hubungan seks kami terhitung cukup aktif dalam berhubungan sex dan satu lagi indri istriku tidak meminta aku untuk di sunat terlebih dahulu katanya itu hak ku untuk mau atau tidak dan karena aku sendiri tetap pada keyakinan ku.

Aku juga bersyukur bisa memenuhi hasrat lahir bathin istriku, pekerjaan ku sebagai seorang pengusaha yang sedang merintis cukup sukses sehingga aku bisa memberikan donasi ke tempat ibadah dimana aku menjalani ibadah misa dan aktif sebagai pengurus.

Untuk bathiniah ukuran rudal ku yang panjangnya 25 centi dengan diameter 5 centi pun lebih dari cukup bahkan terbilang jumbo dan menurut indri istriku yang bilang kewalahan dengan ukuran itu ditambah dengan kulit kulup yang cukup tebal menambah kepuasan baginya.

Dan indri istriku terbilang cukup pintar dalam hal foreplay walaupun standar saja tapi dia cukup bisa menaikan birahi ku dia tahu aku akan sangat bersemangat saat kami berhubungan adalah ketika dia mnegenakan jilbab ataupun mukena.

Makanya setiap kami berhubungan jilbab atau mukena adalah aksesoris wajib nya untuk di kenakan, dia pun sudah cukup terampil memainkan rudalku yag berkulup ini, saat dia mengocoks atau mengulum nya, saat mengulum dia akan membuka kulupnya sampai kepala rudalku keluar dari sarang nya.

Dan setelah itu aku menggempurnya tanpa ampun, jangan tanya berapa ronde aku sanggup memuaskan nya, aku selalu bisa memberikan nya multiple orgarsme dan itu membuatnya mengejan penuh kenikmatan.

Hal ini di topang juga gaya hidupku yang sehat, ya selain sebagai seorang pengusaha aku juga punya hobi binaraga walaupun hanya hobi tapi otot dan perawakan ku kalau di gambarkan sama seperti dave bautista atau batista nama ring nya sewaktu masih mejadi pegulat wwe, ya bukan cuma otot saja tapi tubuhku juga hampir seluruhnya di tutupi tato persis seperti dia.

Tapi indri adalah tipikal wanita yang “kolot” dalam berhubungan dan cenderung pasif, tapi itu tidak masalah bagiku karena aku mencintainya Kami saat itu baru dikaruniai seorang anak lelaki yang lucu yang kuberi nama Piko.. berusia 2,5 tahun. Pada hari yang sudah kami tentukan aku sekeluarga berangkat ke Kota S.

Penumpang kereta Argo Lawu tidak terlalu penuh. Mungkin dikarenakan hari libur masih beberapa hari lagi.. jadi aku istri dan anakku lebih leluasa beristirahat selama dalam perjalanan. aku memutuskan untuk tidak menyetir mobil dan memilih naik kereta api karena aku ingin duduk santai dan menikmati perjalanan saja.

Jam 5:30 pagi kereta tiba di stasiun kota S. Kami dijemput Ibu mertuaku dan pakde Man sopir keluarga Mertuaku. Terlihat ibu mertuaku yang sufah berusia sekitar 49 tahun dalam balutan jilbab lebar terlihat begitu bahagianya dengan kedatangan kami.. anak kami Piko pun langsung dipeluk dan diciumi.. maklum anak kami Piko cucu lelaki pertama bagi keluarga bapak dan Ibu mertuaku.

Akhirnya, kami sampai juga di desa GL tempat tinggal mertuaku, suasana desa yang cukup tenang langsung terasa, ditambah lagi rumah mertuaku yang begitu besar, hanya dihuni oleh Bapak dan Ibu mertuaku saja.

Kelima anak bapak dan Ibu mertuaku semuanya perempuan dan sudah pada menikah semua. Kecuali Adik iparku yang paling bungsu saja yang belum menikah.. dan saat ini sedang menuntut ilmu di salahsatu perguruan tinggi negri di kota Y.

“Bapak mana Bu..?” Tanya Indri istriku..

“Bapakmu lagi ke rumah Bupati. Biasalah.. paling-paling ngomongin proyek..!” Jawab Ibu mertuaku.

Ibu mertuaku seorang wanita yang berumur kurang lebih 49 tahun dalam keseharian nya dia terlihat sangat alim karrna selalu berpakaiam tertutup berjilbab lebar sampai ke pinggang.. kulitnya wajahnya terlihat putih bersih.

Bapak dan Ibu mertuaku menikah di saat usia mereka masih remaja.. Namun begitu.. Ibu mertuaku masih tetap terlihat cantik.. walaupun usianya hampir memasuki kepala lima. Istriku sendiri merupakan anak kedua dari 5 bersaudara.

Setelah mandi dan beristirahat kamipun makan pagi bersama. pada saat aku selesai mandi kulihat ibu mertuaku sedang memasak sarapan, biarpun sedang berada drumah pakaian nya selau tertutup seperti bias, tapi walaupun dalam pakaian tertutup dan berjilbab lebarpantat nya dan payudara nya terlihat begitu membusung sungguh sangat sexy sekali. akhirnya akupun melanjutkan pergi ke kamar dan berpkaian setelah itu ak dan semua kelarga berkumpul

Kami bercerita ke sana-ke mari sambil melepas lelah dan rasa rindu kami, tanpa terasa haripun sudah menjelang maghrib. kemudian ibu mertuaku mengajak indri untuk sholat dan mereka pun pergi meninggalkan aku sendiri. aku yang belum mandi sore memutuskan untuk pergi mandi.

Saat aku berjalan ke kamar mandi aku melihat ibu mertuaku keluar dari kamar mandi untuk wudhu, dan ketika kami berpapasan di dean pintu kamar mandi ibu mertuaku tersenyum kepadaku.

“eh mas pento, mau mandi ya mas? monggo mas ibu sudah selesai, ibu ke musholla dulu ya indri sudah nungguin disana” “oh iya bu, saya mau mandi, ok bu silahkan bu” jawabku. ibu mertuaku pun langsung berjalan ke arah pintu keluar menuju belakang rumah ke arah musholla yang berada di samping kolam renang.

Selepas maghrib bapak mertuaku kembali dari rumah bupati, kami pun kembali bertukar cerita disaat aku kami bercerita lalu munculah ibu mertuaku masih dalm balutan mukena nya diapun ikut mengobrol dengan kami… semakin malam semakin sepi padahal baru jam 8 malam.

Maklumlah di desa..karena malam semakin dingin akhirnya ibubkertuaku berinisiatif untuk pergi ke dapur dan membuatkan kami wedang jahe. “Ini minum wedang buatan Ibu.. Biar kalian segar saat bangun pagi harinya..”

Ibu mertuaku menyajikan wedang itu diatas meja ruang tengah dimana kmi sedang bercengkrama dan beliau masih memakai mukena hitam yang mungkin tadi dipakai sholat. Aku, istriku dan bapak mertuaku pun langsung memimum wedang buatan Ibu mertuaku.

“Enak sekali Bu..! Apa ini..?” Tanya Indri istriku.

“Itu wedang ramuan Ibu sendiri. Gimana, seger kan..?”

Kami lantas melanjutkan obrolan kami kembali.. Kurang lebih setengah jam kami ngobrol, rasanya mata ini kok berat sekali. Istiku pamit menyusul anak kami yang sudah duluan tertidur.

Aku mencoba bertahan dari rasa ngatuk.. dan melanjutkan cerita kami, namun apa daya.. rasa ngantuk ini sudah terlalu berat. Tak lama akupun menyerah.. lantas pamit tidur pada bapak dan Ibu mertuaku.

Sambil menguap aku berjalan menuju kamar tidur kami yang cukup besar, kulihat istri dan anakku sudah tertidur dengan nyenyaknya. Tumben dia nggak nungguin aku..?

Lantaran serangan kantuk aku tak sempat memikirkan keanehan yang terjadi.. akupun langsung merebahkan diri karena rasa ngantuk yang begitu berat. Tak lama memejamkan mata aku pun langsung tertidur.

Entah sudah berapa lama aku tertidur.. aku merasakan seperti ada yang menciumku.. membelaiku. Kucoba untuk membuka mataku.. namun aku tetap tidak sanggup untuk membuka mataku ini. Rasanya seperti ada yang mengganjal di mataku.. yang membuat aku terus tertidur.

Di tengah tidurku tersebut aku juga merasakan nikmat saat berejakulasi. Namun aku beranggapan bahwa semua ini hanya mimpi basah saja.

Ketika pagi harinya aku terbangun kulihat istri dan anakku masih lelap tertidur.. aku lalu ke kamar mandi untuk kencing

Begitu aku melihat kemaluanku.. seperti ada bekas sperma kering..? Kupegang kemaluanku dan jembutku.. Loh.. kok lengket..? Ketika kucium, aku mengenal betul bau yang begitu kas, bau dari lendir kemaluan perempuan.

Hmm.. kok mimpi basah ada bau lendir perempuannya..? Apa semalam aku diperkosa setan, ya..? Haha.. pikirku belum ngerti.

Saat kami semua sarapan pagi, aku hendak menceritakan peristiwa yang kualami semalam, tapi aku malu, takut ditertawakan, jadi aku diamkan saaja peristiwa semalam. Hari kedua di sana, aku, istri dan anakku tamasya ke daerah wisata, kami pulang sudah malam.

Seperti hari kemarin, setelah ngobrol-ngobrol dan istirahat Ibu mertuaku memberi kami wedang buatannya, aku dan istrikupun langsung meminumnya.

Herannya.. kurang lebih 30 menit setelah aku menghabiskan wedang buatan Ibu mertuaku rasa ngantuk kembali menyerang aku dan istriku.

Karena sudah tidak sanggup lagi menahan rasa ngantuk yang begitu sangat, kami berdua pamit hendak tidur, untungnya anak kami sudah tertidur dalam perjalanan pulang.

“Mas aku ngantuk.. selamat tidur ya Mas..!” Langsung istriku merebahkan badan dan tertidur dengan pulasnya. Akupun ikut tertidur. Dan.. apa yang kemarin malam terjadi.. malam ini terulang kembali.

Pagi harinya setelah aku melihat bekas sperma dan bekas lendir perempuan yang sudah mengering dan membuat kusut jembutku.. timbullah pertanyaan-pertanyaan dalam hatiku.. apa yang sebenarnya terjadi..?

Hari ketiga, aku tidak ikut pergi jalan jalan. Hanya istri anak serta Ibu mertuaku saja yang pelesir ke tempat sanak Famili keluarga istriku.

Aku hanya rebahan di tempat tidur sambil melamun setelah aku berolahraga angkat beban dengan barbel seadanya dan mengingat kejadian yang kualami selama 2 malam ini.

Hmm.. apa ada mahluk halus yang memperkosaku di saat aku tidur, ya..? Kembali pertanyaan- pertanyaan menghantui pikiranku.

Kenapa setiap habis meminum wedang, aku jadi ngantuk..? Apa karena suasana desa yang sepi..? Padahal aku biasanya kuat begadang, atau karena wedang..?

Baiklah. Kalo begitu nanti malam aku coba untuk tidak meminum wedang buatan Ibu.. batinku. Berbagai pertanyaan bermunculan dalam benakku.. karena lelah akhirnya akupun tertidur. Saat malam menjelang kami sekeluarga berkumpul dan berbincang-bincang.

Seperti hari kemarin-kemarin pula, Ibu mertuaku memberi kami wedang buatannya, dan beliau selalu mengenakn mukena nya ketika selesai sholat maghrib rupanya itunmemanh kebiasaan nya saat dirumah, dia akan selalu mengenakan mukena nya dari selepas maghrib sampai dipakai tiur dan menurut indri istriku dia memiliki banyak sekali jenis dan warna mukena,

Istriku dan bapak mertuakupun sudah menghabiskan minumannya, sementara aku belum meminumnya.

“Kok nggak diminum Mas wedangnya..?” Tanya Ibu mertuaku yang saat ini memakai mukena satin berwarna hijau.

Aku memang mencoba untuk tidak meminum wedang tersebut, walaupun badan segar saat bangun tidur.. namun aku berniat untuk tetap tidak memimumnya. Sebab aku penasaran dengan apa sudah kualami beberapa hari ini.

Saat aku hendak meminumnya aku berpura-pura sakit perut.. sambil membawa wedang yang seolah-olah sedang kuminum aku berjalan ke arah dapur.. menuju toilet. Padahal sesampainya di kamar mandi aku langsung membuang wedang tersebut.

Setelah itu aku kembali berkumpul ke ruang keluarga. Kurang lebih tigapuluh menit kemudian kulihat istiku dan bapak mertuaku sudah mengantuk dan berniat untuk tidur.

Namun hal itu tidak terjadi denganku..! Apa karena aku tidak meminum wedang tersebut, ya..? Aku masih segar dan belum mengantuk.

Aku lantas berpura-pura seperti orang mengantuk.. kemudian kami berdua pamit dan masuk ke kamar. “pak bu kami ijin tidur duluan ya.”

“iya nih pento, bapak juga ngantuk sekali rasanya..ayo bu kita tidur” albapak mertuaku mengajak ib mertuaku ntuk tidur tapi ib mertuaku menolakya.

“bapak duluan saja, ibu mau mengaji dulu dimushola pak..” “ya sudah.. bapak duluan ya mendengar hal tersebut dan mlihat bapak mertuaku pun beranjak ke kamarnya akupun pergi ke kamarku. dan kuliht ibu mertuaku pergi menuju mushola yang ada di belakang Istrikupun mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur yang cukup nyaman di mata.

“Mas aku ngantuk sekali. Kamu nggak kepengen kan..? Besok aja ya Mas.. aku ngantuk sekali Mas..” ujar istriku sembari beberapakali menguap.. tanda ia benar-benar mengantuk. “Iya, dik. Nggak apa-apa. Mas juga ngantuk..” balasku lalu mengecup kening istriku.. dan dia pun langsung tertidur.

Sementara itu aku masih melamunkan kejadian-kejadian barusan. Kenapa hari ini aku tidak mengantuk seperti biasanya..? Apa karena aku tidak meminum wedang buatan Ibu, tad..?

Hampir setengah jam setelah istriku terlelap.. tiba-tiba aku mendengar derap langkah kaki perlahan menghampiri ke arah kamarku. Langsung aku pura-pura tertidur.

Kulihat ada yang membuka pintu kamarku.. saat kubuka sedikit kelopak mataku ternyata Ibu mertuaku..! Mau apa beliau..? bukankah beliau sedang mengaji dan sekarang masih bermukena datang kesini aneh, Namun aku terus pura-pura tertidur.

Untung lampu tidur di kamar kami remang-remang.. jadi ketika aku sedikit membuka kelopak mataku tidak terlihat oleh Ibu mertuaku.

Deg.. jantungku berdebar saat Ibu mertuaku yang masih bermukena satin berwarna hijau menghampiriku.. setelah meletakan sajadah yang dilipat dari genggaman nya dia langsung mengelus-elus burungku yang masih terbungkus celana pendek dan tangan yang satunya mengelus2 otot2 dadaku, terlihat dia sangat terkesimaa dengan otot2 ku yang terlihat, aku memang tidak pernah mengenakan pakaian kalaunaku tidur.

Aku hendak menegurnya, namun rasa penasaran dengan apa yang terjterjadi 2 hari ini.. dan apa yang akan dilakukan Ibu mertuaku membuat aku terus berpura-pura tertidur.

Tanpa berlama-lama Ibu mertuaku pun langsung menurunkan celana pendek serta celana dalamku tanpa rasa canggung atau takut kalau aku dan istriku terbangun.. atau mungkin juga mertuaku sudah yakin kalau kami sudah sangat nyenyak sekali.

Blass.. lepas sudah celanaku..! Aku telanjang..!

Jantungkupun makin berdebar, aku terus berpura-pura tertidur dengan rasa penasaran atas perbuatan Ibu mertuaku ini.

Egrrhh..! Dengan berat terpaksa aku menahan napas.. saat Ibu mertuaku mulai menjilati dan mengulum kemaluanku..

Hampir aku saja mendesis lantaran nikmat yang kurasakn.. namun aku mencoba terus bertahan agar tidak mendesis.. dan membiarkan Ibu mertuaku terus melanjutkan aksinya.

Beberapa saat berlalu.. kurasa kini kemaluanku sudah berdiri dengan tegaknya.. sementara Ibu mertuaku dengan asiknya terus mengulum kemaluanku dan dia memainkan dengan gemas kulup rudalku tanpa tahu bahwa aku sebenarnya tidak tertidur.

Jujur kuakui.. bahwa aku juga sebenarnya sudah sangat terangsang sekali. apalag sekarang ibu mertuaku yang sedang asyik memainkan rudalku yang berkulup masih bermukena sungguh pemandangan yang erotis Ingin rasanya saat itu juga aku bangun, langsung menerkam, mencumbu dan menyetubuhi Ibu mertuaku itu. Namun masih kucoba menahan semua gejolak birahiku.. dan kubiarkan Ibu mertuaku terus melanjutkan aksinya.

Tiba-tiba Ibu mertuaku melepas kulumannya dan bangkit berdiri..dia angkat bagian bawah mukena nya dan dia mengangkangi rudalku kemudia dipegang nya rudalku dan menempelkan rudalku di serambi lempitnya.

Aku sangat berdebar.. dag-dig-dug suara jantungku saat menyaksikan dan merasakan ketika rudalku mulai masuk kedalam serambi lempitnya ditambah di tidak melepaskan mukena nya jujur ini adalh sensasi buatku dan yang paling sensasional..

Seorang wanita paruh baya ibu dari istriku yang keseharian nya terlihat alim, tapu kini dia sedang mencoba memasukan rudal kukedalam serambi lempitnya sambil dia tetap bermukena. dengan pasti digenggamnya batang kemaluanku yang kini tegak perkasa.. diremasnya halus sambil dikocok-kocok perlahan.

Plepp.. plepp.. Kemudian beberapakali terasa digesek-gesekkannya ujung kulup rudalku ke serambi lempitnya.

Urghhh.. Sebenernya aku sudah tidak tahan lagi..! Ingin rasanya langsung kumasukkan rudalku.. Menyodokkannya ke liang serambi lempit yang terasa mulai merembes basah milik mertuaku itu.

Pelan-pelan sambil berjongkok burungkupun diarahkannya ke lubang surganya..Ya.. liang serambi lempit Ibu mertuaku..!

Clebb..! Slebb.. Perlahan-lahan sekali beliau menurunkan pantatnya menyelipkan dan memasukkan burungku ke belahan serambi lempitnya.. sambil memejamkan mata menikmati mili demi mili masuknya burungku ke sarangnya.. liang nikmatnya..!

“Ahh.. awhh ouhhh.. ya allah nikmatnya rudal in mana ga di sunat lagi tambah tebel..aaahhh..i.” desis mertuaku, saat semua burungku telah amblas masuk tertelan serambi lempitnya. gila dia menyebut nama tuhan saat memasukan rudalku oe serambi lempit nya.

Sambil masih terus berpura-pura tertidur aku menahan gejolak birahiku yang sudah memuncak.

“Ahhh..!!” Ibu mertuaku dalam balutan mukena menjerit tertahan saat beliau mulai naik-turun bergoyang menikmati rasa nikmat yang beliau rasaka.

Ibu mertuaku terus menjerit.. mendesah.. tanpa takut aku.. istri dan anakku atau bapak mertuaku terbangun. Dia terus saja bergoyang pinggul dan pantatnya naik-turun sehingga membuat mukena yng di gunakan nya berkibar kibar sungguh sangat erotis pemandangan ini di atas batang rudalku.

Clrobb.. clobb.. clebb.. clobbb.. cloobb.. cleebb.. cleebbb.. creebbbb..

“aaahhh…sshhh.. aaahhh.. anjiiinng.. aaahhh nikmaaattthh rudal…babi.. aahhhh.. ya allah… aaaahhh… pento… entot ibu pentooo… aaahhh rudalmu enakpent… ya enakan rudal yang ga disunat ternyata ya allah.. aaahhh. ooowhhh.”

Begitulah jeritan nya saat dia menggoyng pinggul nya diatas rudalk sungguh luar biasa mertuaku walau masih bermukena tapi saat menyetubuhi kata kotor keluar dari multnya. Belum beberapa lama menaik-turunkan pantatnya.. tubuh Ibu mertuaku mengejang.

“Ahh nikkmaaaattnyaaaa… allahuakbar.. konttooollll..aaahhh… nikmaaatttt nya ini kontttoolll kafiiirrr… ngentoooooottt !!” Jerit panjang Ibu mertuaku. Rupanya Dia baru saja mendapatkan orgasmenya.

Dia langsung rebah menindih tubuh berotot ku dengan mukena satin nya mencium bibirku membelai kepalaku seperti seorang istri yang baru saja selesai bersetubuh dengan suaminya.

Aku langsung membuka mataku. “Jadi selama ini aku tidak bermimpi..! Dan tidak pula tidur dengan mahluk halus..!” Bisikku di telinga ibu mertuaku.

Sontak dia bangkit karena kagetnya.. Plopp..! rudalku yang masih tegang karena belum memuncratkan peju terlepas dari jepitan belahan serambi lempitnya.

“Mass ka..kamu ndak ti.. dur..? Kamu nggak meminum wedang yang Ibu bikin..?” Tanya ibu mertuaku terbata-bata.. masih terkejut.

“Tidak Bu. Aku tidak meminumnya..” ujarku terus terang.

Dia jadi salah tingkah dan serba salah..! Kurasa mukanya saat itu pasti memerah tanda beliau mengalami malu yang sangat luar biasa.

Aku lants bangkit dan duduk di tepi ranjang.

“Mass..” Ibu mertuaku menangis sambil duduk dan memeluk kakiku.

“Ammpuni Ibu, Mass..”

Deg..! Kasihan juga aku melihat Ibu mertuaku seperti itu.. karena aku sendiripun sudah sangat terangsang akibat permainan Ibu mertuaku tadi.

“Bu.. aku belum tuntas..!” Ujarku pelan. Perlahan kuangkat tubuh mertuaku.. lantas kupeluk.. kucium bibirnya.

“Sudah Bu, jangan menangis.. Aku juga menikmatinya kok, Bu..” kataku jujur.. sekaligus berusaha menenangkannya. kupeluk Ibu mertuaku dan kamipun berciuman dengan buasnya, kamiberciuman sambil berdiri, tubuhku yang tinggi mengharuskan aku sedikit membungkuk dan saking buasnya kamu berciuman tubuh ibu mertuaku sedikit terkangkat.

“Ahh Mas.. nikmat.. Mas..” saat kuremas tetek mertuaku yang sudah kendur dari balik mukena nya.. rupanya dia sudah tidak mengenkan bh lagi.

“Ah.. Mas nikmat..” kutelusuri seluruh tubuhnya gesekan antara putingku dan mukena yang dikenakannya membuat nafsu ku seketika memeuncak

“Ahh Mass..!!” Jeritnya beberapa saat kemudian ketika tangaku sampai diserambi lempit jya yang masih trrtutup mukena

Clopp..! Dua jarikupun terbenam di dalam serambi lempit ibu mertuaku tentu saja jariku terbungkus kaij mukena bgian bawahnya dan kuyakin iti menambah daya rangsang bginya

Jeritan mertuaku makin tak terkendali. apalagi di saat dua jariku mengocok dan menari-nari di lubang serambi lempitnya dan lidahku memainkan perannya dalm ciuman yang sangat penuh nfsu

“Ahh.. Mass Ibu mau keluar lagi.. ahh..! Ibu keluarr..! Aarrgghh ..anjiinngg.. aaahhh astagfirullaaaahhhhh nikmaaaaaattttt..aaahhhh..!!” Jerit ibu mertuaku seperti histeris yang menggema ke seluruh kamar.. aku yang jugabikut tanpa takut istriku terbangun membiarkan nya melepaskan gelombang nafsu yang diraihnya

Tanpa sadar kaki mertuaku menjepit tangankuu..! Sampai-sampai aku tidak bisa bergerak..dan kurasakan cairan yang menyembur dari serambi lempitnya membasahi mukena nya

“Enak Bu…?

“Enak sekali Mas..” desah ibu mertuaku dengan tatapan sayu. ” bu aku mau tanya..” “apa mas pento..?”

“ibu kenapabisa berbicara kotor seperti itu.. dan bisa seliar ini bu?”

“mas.. ibu kalau sudah menyetubuhi ya begini mas.. tapi kalau sama bpak ibu hanya berteriak dalm hati.. apa mas keberatan??” hal ini mengagetkanku, tenyata dibalik keseharian nya yang alim dia adalh binatang buas diatas ranjang

“tidak bu… malah saya sangat suka bu… bebaskanlah dirimu bu.. dan aku akan memuaskan ibu…” rupanya hal ini sangat membuat ibu mertuaku senang “ya allah mas…makasih ya mas… ini baru namanya menyetubuhi mas…rudal kamu itu unik rasanya beda kaya bapa punya, jumbo bangeeeet mas, apalagi itu lho ga disunat kulitnya itu tebel banget pas di dalem kaya ngelitikin mas… sampe gila ibu mas.. ”

Kucium kembali mertuaku. “Bu.. apa Indri nanti nggak bangun..?” Tanyaku penasaran.

“Mas tenang aja.. Wedang itu merupakan obat tidur buatan Ibu yang paling ampuh..” jelasnya menenangkanku.

“Apa tidak berbahaya Bu..?” Tanyaku lagi.

“Tidak Mas..” balasnya.. membuat aku tenang kini.

Akupun mengangkat tubuh ibu mertuaku sambil terus berciuman, dia melingkarkan kakinya di perutku. luar biasa pemandangan saat itu seorang wanita paruh baya bermukena sedang diangkat oleh pria berotot telanjang.

Bersambung… Selanjutnya segera ku bawa dia ke atas ranjang dan sedikit ku banting saat merebahkan ibu mertuaku lalu kugeluti kembali mertuaku.. kucium.. kuisap teteknya dari bilik mukena nya Kucolok-colok serambi lempitnya dengan dua jari saktiku.

“Oohh Mass masukin rudal mu mas yang ga disunat itu enak mas… aahhh… tebel masss… Mass Ibu sudah nggak tahan lagi.. Mas.. apa perlu ibu buka mukena ibu mas…” plaaakkkk kutampar pipi mertuaku yang membuatnya terkaget..

“kenapa mas?..”

“bu kalau ibu mau saya entot ibu harus seperti ini memakai mukena atau jilbab ibu saya suka kalau ibu seperti ini ”

“oalaaaahh… ya tenang saja to mas.. ibu akan selalu seperti ini mas” ibu mertuaku pun tersenyum…

“ayo mas entoott ibu mas….ssshhh… ibu sudah ga tahan liat rudal kamu itu…aaahhh ”

“bu coba ibu gelar sajadah itu”

Agak sedikit terkaget dia tapi di melakukan nya juga.. dia turun dari ranjang lalu di ambil dan dilebarkan nya sajadah itu dilantai lalu setelah sajadah itu tergelar dia pun berdiri di depan ku…

“lalu sekarang gimana mas..” “sekarang ibu bersujud bu” lalu ibu mertuaku bersujud diatas sajadah itu…

Kemudian tanpa menunggu lama akupun memposisi diriku di belakang nya dan ku singkapkan bagian bawah mukena nya ke pinggang nya sehingga kini terpampang lah di depan ku pemandangan yang luar biasa indah..

Sebongkah pantat nan membulat milik ibu mertuaku yang siap ku entot dengan dirinya yang masih bermukena… kemudian kuarahkan rudalku ke serambi lempitnya kugesek2 rudalku di bibir serambi lempitnya “ibu… berdoa dulu sebelum menyetubuhi bu.. ”

“iya mas…bismillah.. ya allah saya mau berjinah sama menantu saya yang kafir ini.. terima kasih atas nikmat rudal ga disunat yang tebel yang kau berikan… aaahhhhh ayo pento anjing entot ibu” dengn gaya doggy langsung kuarahkan rudalku ke lubang surga Ibu mertuaku.. Jleggh..! Akhirnya masuk sudah seluruh ketegangan batang rudalku.. kembali menohok liang serambi lempit ibu mertuaku.

“Oh.. Mas nikmat sekali..” erangnya penuh nikmat ketika ujung kulup rudalku seperti mentok di ujung rahimnya. ” oohhh… mas… babiiii…eeuuhh..nikmat… ayoooo mas goyangbterus mas… entot ibu mas…anjiiinnng kamu masss.. itu kulupnnya dif dalem ngelitik serambi lempit ibu mas rasanyaaaaahhhh… aaahhhh ”

“Iya Bu.. aku juga nikmat.. serambi lempit Ibu nikmat sekali.., anjing kamu bu… doyqn menyetubuhi goyang terus Bu..” balasku tak kalah penuh nikmat, rasa serambi lempit ibu mertuaku berbeda dari istriku rasanya lebih menggigit dan cenderung lebih mungkin karena sudah menopouse dan yang jelas sensasi dari apa yang dia kenakan saat aku menjinahi nya tiada duanya.

Kamipun terus berpacu dalam nikmatnya lautan birahi.

Clebb.. crebb.. clopp.. clobb.. croobb.. clekk.. crekk.. clebb.. crekk.. clobb..

Aku terus mendayung naik-turun.. dan Dia bergoyang seirama dengan bunyi kecipak-kecipak dari pertemuan dua alat kelamin kami.

“Ohh Mas.. Ibu mau keluar lagi.. uuhhh.. ya allahhhh maasss.. enak banget maaaaaasss entot ibu terus mass ” erangnya dikejar nikmat birahi yang kian memuncak.

Rupanya Dia orang yang gampang meraih orgasme dan gampang kembali pulihnya, aku pun tak mau kehilangan momen.

“Tahan Buu..! Sedikit lagi akuu juga keluarr..” balasku sambil mempercepat goyangan keluar- masuk rudalku di liang serambi lempitnya yang terasa makin menjepit rudalku di dalamnya.

“Akk Mass, Ibu sudah nggak kuat.. anjjiiiinnnggg… babiii…eeuuhh aaaahh entoottt ibu maaassst..” desahnya lepas.. Dan serr serr aku merasakan kemaluanku seperti di siram air yang hangat rasanya.

Akupun sudah tak kuat lagi menahan ejakulasiku..! “Ibuu.. aacchh..!!” Crett.. crett.. crett..!

Setelah beberapakali tubuhku menegang ketika melepas cairan hangat pejuku akupun rubuh memeluk Ibu mertuaku dari belakang

“Bu.. jadi yang yang kemarin-kemarin itu Ibu yang melakukannya, ya..?” Tanyaku sembari mengatur napas yang masih ngos-ngosan.

“Iya Mas.. Maafin Ibu, ya. Ibu jatuh cinta sama Mas Pento sejak pertamakali Ibu melihat Mas. Apalagi Bapak sudah lama terserang impotensi..” ujar ibu mertuaku sembari mengelus lembut dadaku.

“Kenapa harus seperti pencuri Bu..?”

“Ibu takut ditolak Mas! lagi pula Ibu malu, sudah tua kok gatel..”

“Ngg.. apa semua mantu Ibu, Ibu perlakukan seperti ini..?” Tanyaku asal..

Sambil melotot Ibu mertuaku berkata.. “Tidak Mas..! Mas Pento adalah lelaki kedua setelah bapak, Maslah yang Ibu sayangi..”

Kucium kembali mertuaku, kupeluk. “Mulai besok Ibu jangan pakai wedang lagi, untuk Ibu, aku siap melayani, kapanpun Ibu mau asal ibu harus memakai mukena atau jilbab .. kataku kembali memeluk tubuh perempuan yang melahirkan istriku ini dengan mesra..

Tak sulit ditebak.. sepanjang malam itu kamipun bersetubuh kembali berkali-kali.. tanpa mempedulikan bahwa di sampingku istri dan anakku tertidur dengan pulasnya.

Tanpa istriku tahu.. di dekatnya aku dan ibunya sedang menjerit-jerit mereguk nikmatnya persetubuhan kami. Saat ayam berkokok dan adzan subuh berkumandang kami menyudahi pertarungan birahi yang begitu nikmat..

Ibu mertuaku dengan santai masih bermukena berjalan keluar dari kamar kami sambil berkata.. “Mas Pento terimakasih, ya.. ibu puas mas.. entot ibu lagi ya mas…”

Pagi Harinya, saat aku terbangun waktu sudah menunjukkan pukul 10:15.. kulihat di sampingku istri dan anakku sudah tidak ada lagi.

Ahh.. akupun termenung mengingat kejadian semalam.. Aku masih tidak menyangka.. Ibu mertuaku.. orang yang sangat aku hormati dan sangat aku kagumi kecantikannya.. dengan suka rela menyerahkan tubuhnya kepadaku. Malah ibu mertuaku juga yang memulai awal ‘perselingkuhan’ kami.

“Selamat pagi Ma..” sapaku saat kulihat di dapur istriku sedang membuatkan kopi untukku.

“Kok sepi..? Pada ke mana.. mah..?” Tanyaku lagi.

“Kamu sih bangunnya kesiangan, mas. Bapak pergi ke Wonogiri.. Ibu pergi pengajian mas.. ” lho ke pengajian pagi gini? ” “iya mas katanya pengajian kompleks mas ga jauh ko dari sini, oh iya kamu mau aku bikinin apa mas buat sarapan? ” “apa aja deh, yang penting susu hangat sama telur setengah matang 3 ya, sayang”

“ok mas, kamu tunggu di samping kolam aja ya mas biar sarapan disana nanti aku bawain kesana” seraya istriku melanjutkan aktivitas nya di dapur.

Entah kenapa saat itu aku jadi tak ingin beranjak dari dapur, kupandangi wajah istriku, tiba-tiba saja terlintas bayangan wajah Ibu mertuaku.. tak tau mengapa aku jadi terangsang.. apalgi peristiwa semalam masih membekas dalam ingatanku dengan jelasnya ditambah melihat.

Dandanan istriku saat ini yang seperti biasa walaupun sedang di dalam rumah dia akan selalu memakai jilbab lebar nya. aku yang terangsang berat kemudian memegang pinggul dan pantat istriku sambil mendekatkan wajahku menciumi lehernya dari balik jilbab nya.

“Iihh.. apa-apaan sih Mas.. jangan di sini dong Mas..!?” Protes istriku saat kutarik lengannya dan langsung kupeluk serta kulumat bibirnya..

“Mas.. malu.. ahh.. nanti kalau Ibu datang bagaimana..?” Kata istriku risih akibat ulahku yang tiba-tiba itu. Aku yang telah benar-benar terbakar birahi.. sudah tidak peduli lagi akan protes istriku..

Langsung saja kuremas teteknya.. kulumat bibirnya.. yang aku bayangkan saat itu adalah Ibu mertuaku..! Kubalik tubuh istriku dalam posisi agak membungkuk.. lantas kusingkap ke atas dasternya.. Srrtt..! Langsung kuturunkan celana dalamnya hingga sebatas mata kakinya.

“Uhh.. Mas pelan-pelan donghhh.. hhh..” rengek istriku masih merasa rikuh.

Cerita Dewasa Ngentot - Bercinta dengan Asisten Cantik Berjilbab di Balik Proyek Kontraktor
Aku tetap tak peduli.. Srrtt..! Segera pula kuturunkan celanaku sebatas lutut.. langsung kuarahkan rudalki yang sudah tegak berdiri ke belahan liang serambi lempit istriku.

Blessepp..! “Ouhh.. Mass.. pelan pelan.. dong.. sakit.. Mas..!” Agak berteriak istriku ketika kepala rudalku yang masih berada dalam kulupnya berhasil membelah bibir serambi lempitnya.

Namun semakin istriku berteriak gairahkupun semakin meninggi.. terus kupaksa memasukkan rudalku ke lubang serambi lempit istriku yang saat itu belum basah benar.

Jlebb..! “Ahh…”Jeritku nikmat.. saat rudalki beserta kulupnya amblas tertelan serambi lempit istriku.

Entahlah.. saat itu aku merasakan gairahku begitu tinggi.. langsung kugoyang maju-mundur pantatku.

“Ahh nikmat Ndri..” kugoyang dengan keras keluar-masuk rudalku.

“Mas.. hhh.. enak mass.aahhh… tambaaaahhh.. gedeeeee aja maaasss… enaaaaakkkhhhaaa sshhhh… masih dalem kulupnya yamaaassss…eeuuhh…” rintihan nikmat mulai terdengar dari bibir Indri, istriku.

Terus kugoyang maju-mundur.. mungkin karena terlalu bernafsu dan melihatnya merintih nikmat dalam balutan jilbab nya.. baru beberapa menit saja, rasanya ejakulasiku sudah semakin dekat, denyutan di rudalku semakin membuat aku mempercepat kocokan rudalku di lubang serambi lempit istriku.

“Ndri .. aku mau keluarr nihh..” lenguhku tak tahan lagi segera orgasme.

“Tahann mass, jangan dulu.. tahan sayang..” pinta istriku.

Namun semua permintaan istriku itu seoalh sia-sia.. aku sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku..

Hingga beberapa detik kemudian.. aahh.. seluruh syaraf tubuhku menegang dan.. cret.. cret.. crett..! Spermaku muncrat.. menyemprot deras di dalam liang kemaluan istriku.

“Oughh..!” Aku menjerit tertahan sambil dengan erat kupeluk tubuh istriku dari belakang. Tak pelak kulihat raut wajah kekecewaan di wajah Indri istriku. “Maaf.. ya.. sayang. aku sudah ngak tahan, aku terlalu bernafsu. Habis.. kamu seksi sekali hari ini..” rayuku.. berusaha meredakan kekecewaan Indri.

“Ndak apa-apa Mass..” balas istriku sembari berbalik menghadapku.. lalu membelai pipiku. Segera balas kukecup keningnya.

“Kamu aneh deh Mas..? Nggak biasanya kamu kasar kayak tadi..” tanya istriku sambil berlalu menuju kamar mandi.

Kasihan istriku. Padahal saat bersetubuh dengannya barusan tadi aku membayangkan yang sedang kusetubuhi adalah ibunya.. Ya. Ibu mertuaku. selesai dia dari kamar mandi diapun memintaku menjemput ibu mertuaku di tempat pengajian yang letaknya tak jauh dari rumah ini..

Lalu dengan menggunakan mobil mertuaku akupun menjemputnya setelah mendapat pengarahan lokasi tempt aku harus menjemput ibu mertuaku.. setelah 10 menit berkendara dan sampai lah aku di mesjid tempat ibu mertuaku memghadiri pengajian rutin nya.. ku parkirkan mobil di dekat pintu masuk mesjid itu…

Sekitar 5 menit aku menunggu kemudian munculah ibu mertuaku dari dalam mesjid.. dia memakai gamis lebar dan juga seperti biasa kerudung lebar sampai menutupi perut nya.. di tangan nya dia membawa tas yang kuyakin isinya adalah mukena dan di tangan lain nya dia mengapit sebuah buku yang aku belum tau buku apa itu…

Diapun berjalan mendekati mobil.. dan akhirnya diapun masuk kedalam.. “eh mas pento sayang… udah lama nunggu?.. ” sapa ibu mertuaku

“baru sepuluh menit ko bu… ngomong2 ibu cantik sekali bu…” pujiku padanya, yang membuatnya tersipu malu “ah kamu ini pento…bisa aja.. udah ah ayo jalan…”

Kupandangi dia dan akhirna kudekatkan kepalaku dan kucium bibirnya…kamipun berpagutan dengn mesra bagai sepasang suami istri di dalam mobil ini.. cukup lama kami berpagutan sampai aku sedikit tersentak merasakn tangan ibu mertuaku masuk kedalam celana pendek yang ku kenakan sambil terus berciuman penuh nafsu.. akhirnya dia menemukan apa yang dia cari… ya rudal ku… diapun mulai mengocok rudalku perlahan….

Tak kalah nakal akupun mengarahkan tanganku ke payudaranya yang besar membusung dari luar jilbab lebar nya..lenguhan lenguhan kecil mulai terdengar dari mulutnya di sela ciuman kami… ah sungguh erotis sekali ibu mertuaku ini dalam pakaian nya yang alim ternyata dia sungguh sangat binal..

Akupun meleaskan ciumanku dan dengan cepat ku turunkan celana pendek ku.. kini menjulang lah rudal ku yangbperkasa dengan kepala rudalku yang hampur keluar darinkulupmua lalu tanpa menunggu lama ibu mertuaku langsung mengulum rudalku dengan cepat… sensasi ny sungguh luar biasa.. aku yang sedang di oral ibu mertuaku yang saat ini masih berpakaian lengkap sepulang mengaji..

“mmmpphmmmmppp… maaasss… enk banget rudalmu mas.. ” sambil dia menjilat2 kulup rudalku. “ayo bu… enak kan pulang ngaji nyepong rudal kafir? tuh liat ibu2 lain pada pulang… aahhh… sedot terus buuu.. ” “mmm… kklooollkkk… mppphmm… iyAa mas… mereka ga tau rasanya rudal ga disunaattm.. aahhh manteepp banget…mmphmm… ”

“woy ibu2 liat nih saya abis ngaji langsung dapet nikmat rudal kafiiirr… jumbooo… heheheh.. ” ibu mertuaku berteriak sambil mengarahkan pandangan nya ke sekitar mobil dimana daribkejauhan banyak ibu2 pengajian yang baru keluar dari dalam masjid. sontak hal itu membuat ku kaget.

Apa yang di lakukan ibu mertuaku enambah gairahku semakin meledak2.. sampai akhirnya aku tak kuasa menahan lagi.. dan akupun memuncratkan spermaku fi mulut ibu mertuaku.. dan beliau pun meminumnya sambil tersenyum kepadaku… Kamipun pulang menuju rumah

Sesampainya dirumah terdengar suara adzan berkumandang, saat aku dan ibu mertuaku turun dari mobil kami disambut oleh iatri dan anaku, setelah bercengkrama dwngn mereka sebentar lalu kami pun masuk ke dalam rumah dan untuk makan siang bersama.

Kemudian setelah makan bersama iju mertuaku pamit duluan untuk sholat dzuhur dan dia pun langsung ke mshola dei belakang rumah persis disamping kolam renang

Saat siang menjelang.. setelah makan siang istriku dijemput oleh teman-teman genknya waktu di SMA dulu. Rupanya istriku sudah janjian untuk bertemu dengan teman-teman sekolahnya dulu..

Kebetulan salahsatu sahabat karib istriku yang sekarang ini tinggal di Lampung.. saat ini sedang pulang kampung juga.

“Pada mau ke mana nih..?” Tanyaku.

“Mumpung kita lagi pada kumpul nih Mas.. kita mau jalan-jalan aja Mas. Ya.. Paling-paling ke kota S makan Soto gading..” Jawab mereka.

Setelah berbasa basi mereka pamit padaku dan ibu mertuaku yang saat itu masih berada di mushola sedang mengaji.

“Da..da.. Piko jagain mamah ya..?” Kukecup anakku. “Bu aku pergi dulu ya..” pamit istriku. “Mas.. aku jalan-jalan dulu yahh.. Bye Mas..”

Saat aku masuk ke dalam rumah aku lihat Ibu mertuaku sedang mengunci pintu gerbang.

“Kok digembok bu..?” Tanyaku berhenti sejenak.

“Biar aman..” katanya, sambil berjalan dan masuk ke dalam rumah dan.. klik..! Pintu rumah pun dikunci oleh Ibu mertuaku. lalu masih dalam keadaan bermukena dia pun menuju mushola kembali.

Aku yang belum makan siang menuju meja makan untuk makan siang, setelah kulahap makan siang ku aku pergi ke samping kolam renang dan duduk di kursi santai yang ada persis di samping mushola, setelah aku melepaskan kaus yang ku kenakan, aku rebahkan diriku menikmati semilir angin membuai tubuh berotot ku yang sudah stengah telanjang. dari dalam musholla aku mendengar alunan indah suara ibu mertuaku yang sedang mengaji, aku tidak paham apa yang dia lantunkan.

Entah setan mana yang membisikiku, tiba2 rudalku mengeras membayangkan ibu mertuaku.. ya.. aku akan entot dia di mushola ini.. pasti sensasinya luar biasa.. timbulah ide ku, akupun berdiri dan berjalan kedalam rumah.lalu aku menuju kamarku aku pun mengambil bikini

dan higheels milik istriku yang sengaja dia bawa karena rencana awal kami akan berlibur ke pantai stelah dari sini. dan tak lupa aku membawa kameraku. setelah aku mendapatkan barang yang kucari lalu aku pun bergegas menuju kolam renang kembali.. rupanya ibu mertuaku masih di dalam mushola..

Saat di depan pintu mushola akupun menurukan celanapendeku sehingga kini rudalku yamg jumbo dan berkulup bebas menjuntai kesana kemari.. lalu dengan mengendap aku mendekati ibu mertuaku dari arah belakng, karena dia masih berkonsentrasi dengan mengaji nya dia tidak menyadari kehadiranku.. lalu setelah tepat di belakang nya akupun mendekap nya dari belakang.. diapun terkejut

“astagfirullah mas pento..ko kamu bikin ibu kagetmas..langsung meluk ibu, masih ngaji loh mas..” dia tidak marah dengan perlakuaku.. malahan dia tersenyum.. akupun menciumi pipinya yang masih terbalut mukena “ibu cantik sekali bu kalau bermukena gini, saya jadi nafsu bu..” godaku ke ibu mertuaku

“haduh kamu mas.. ya jangan disini toh.. sbntr ya ibu selesaikan dlu… nanti ibu susul kamu kedalm rumah”sambil dia membalikan wajahnya kearahku…

Lalu akupun melumat bibir nya, hingga akhirnya diapun terbawa suasana yang begitu erotis… cukup lama kami berpagutan dalam posisi aku masih mendekpnya dari belakang.. lalu akupun melepaskan ciumanku,, kulihat wajah ibu mertuaku sudah memerah menahan birahi..

Akupun berdiri dan berjalan kedepan nya.. saat dia melihatku sudah telanjang bulat menunjukannsemua otot tubuhku diapun sedikit kaget dn tersenyum…

Lalu aku menghampirinya dan aku memposisikn rudalku tepat di depan mukanya.. tanpa dikomando diapun memegam rudalku dan mulai mengocoknya perlahan seperti biasa dia memainkan ujung rudalku yang sekarang masih tertutup kulup…aku yang terbakar birahi lalu memgang kepala ibuertuaku “bu… menyetubuhi yu… kita menyetubuhi disini aja…”

“lho ko disini mas? masa zinah di mushola mas?” “gpp bu biar diberkahi kan menyetubuhi nya, heheheh” “kamu ini dasar mantu gila mas…hahahah” sambil dia tertawa kecil. “gimana mau kan bu? rudal saya udah siap nih bu. ”

“iya mas ibu juga udah gatel nih serambi lempitnya, dari tadi sudah menahan birahi mas dari mesjid pas kamu jemput, aduuuhhh rudal kamu gede banget sih mas bikin ibu ga tahan”.. ucapnya dalam balutan mukena sambil terus mengocok rudalku ” tapi saya ada permintaan bu”

“apa mas? kaya semalam diatas sajadah?

“bukan bu.. saya maau ibu pakai ini..” sambil aku mengambil bikini yang kubawa dan menunjukan nya pada ibu mertuaku.. “apa itu mas? ko kutang sama celana dalam mas.. itu sepatu nya indri ya?” tanya nya sedikit bingung “iya bu.. ibu pakai ya bu.. pasti sexy deh bu”

“ada2 saj kamu mas..” diapun berdiri dan mengambil bikini dan high heels itu dariku .. kemudian diapun melepaskan mukena nya.. rupanya dia tidak memakai apa2 di dalam nya…

Kemudian diapun memakai bikini dan high heels ny di depan ku…setelah dia pakai diapum berdiri di hadapanku.. kulihat dia sangat sexy sekali lalu akupun memeluknya… kamipun berciuman lagi penuh nafsu.. ibu mertuaku sedang beebikini di dalam mushola.. sungguh sensasi yang luar biasa.. “ayo mas entot ibu.. ibu udah g tahan mas… ”

“tunggu bu… masih ada lgi… ibu pakai mukena bagian atsnya ya bu”

tanpa banyak tanya diapun memakainya dan setelah terpasang diapunemyampirkan mukena nya sehingga tubuh telanjang nya tetap terlihat aku yang sudah terbakar birahi langsung memelukya

Aku dan Ibu Mertuaku saling berpandangan, seperti sepasang kekasih yang lama sekali tidak berjumpa dan saling merindukan..Kukecup keningnya dan kuremas remas bongkahan pantatnya. yang berbikini dalam balutan mukena

“Mas Pento, Saat-saat seperti inilah yang paling ibu tunggu-tunggu..”

Kupandangi wajah ibu mertuaku.. sunguh cantik sekali perempuan paruh baya yang telah melahirkan istriku ini.. dan sangat menghairahkan dalam balutan mukena nua

Cupp..! Kucecup kening mertuaku.. kulumat bibirnya..

Kami lantas berciuman dengan buasnya.. saling sedot.. saling isap.. Perlahan kusampirkan mukena ibu mertuaku di ku singkapkan sedikit bikini nya..

Langsung kuisap teteknya.. kujilati inchi demi inchi seluruh tubuh Ibu mertuaku. “Ahh Mass, terus Mas.. sshh enak sayang..” desahnya makin riuh mengisi mushola ini. selanjutnya aku pun bersujud diatas sajadah di dalam mushola ini lalu aku meminta nya ” bu saya mau ibu jilatin bool saya, ibu mau kan? ”

“astaghfirullah mas….kamu edan ya mas? hehehe… apa enak mas? ”

“EH MERTUA BANGSAT DOYAN menyetubuhi LONTE SYARI, KALAU MASIH MAU SAYA ENTOT KAMU HARUS LAKUKAN APA YANG SAYA MINTA. . ” maki ku kepadanya

“kamu harus bersyukur bu bisa nikmatin surga dunia dari rudal kafir ga disunat di dalam musholla… ” terlihat ibu mertuaku kaget mendengar ucapan ku dan diapun mau melakukan apa yang aku perintahakan..

“ya wis mas.. aku ini kan istri haram kamu mas ibu janji akan lakukan apa mau kamu mas pento sayang”..

Kemudian ibu mertuaku mulai memposisikan tubuhnya dan kepala nya tepat di belakang pantat ku yang keras berotot, kedua tangan nya membuka pantatku dan dia mendekatkan kepalanya yang bermukena mendekat ke boolku. sserrrrrrrr aahhhhh.. sungguh nikmat saat kurasakan lidahnya mulai menjilati boolku.

” isep terus bu,, aaahhhh enak banget buuu” saat kubrasakan lidahnya mencucuk cucuk kedalam boolku

“iyaaa maaasss… ternyata lubang najis kamu enak mas.. gimana enak kan mas lidah muslimah di dalem bool kamu..?? sleepppm… sleeppp.. ahhh ” “iya bu aaaaaaa.. enak banget… aaahhh isep bu.. cucuk terus bu”

Bersambung… Sungguh sensasi yang luar biasa.. seorang muslimah bserbikini dan memakai high heels sambil tetap memakai mukena nya, di dalam mushola sedang mengoral bool pria lafor berotok berrudal jumbo setelah 10 menit dia menjinahi boolku didalam mushola aku pun membalik badanku telentang di atas sajadah. tanpa di komando diapun mulai meraih rudalki dan memainkan nya.. dengan mulutnya tentu saja masih dalam balutan mukena nya.

“Ahh.. nikmat bu.. ohh isap terus bu.. isap rudalku bu.. aahhh..” Oughh.. Nikmat sekali kuluman ibu mertuaku.. Kami berdua sudah lupa diri.. saling merangsang saling meremas.

“Ohh.. bu..” Aku bangkit untuk merubah posisi.. lantas kurebahkan ibu mertuaku di atas sajadah. kakinya mengangkang

Kupandangi sebentar belahan serambi lempitnya yang masih memakai bikini, dari serambi lempit inilah istriku lahir . Lantas kuisap.. kukecup dengan lembut serambi lempit ibu mertuaku.. kujilati dengan penuh perasaan.. kuisap semua cairan yang keluar dari liang sorga Ibu mertuaku.

Ohh.. Mas.. jangan siksa Ibu sayang.. bajingan kamu mas… ya allah.. nikmat mas… aduh nikmat mah.. ohh…menyetubuhi mas.. ya allah saya jinh lagi sama mantu saya… ooouuhh Mass, Pentoo.. masukin rudal mu sekarang Mas.. Ibu sudah mau keluar sayang.. anjing kamu mas” rintih dan desah ibu mertuaku silih berganti..

Mendengar itu segera kuarahkan batang rudalku tebal tak bersunat ku ke lubang surga ibu mertuaku ku singkapkan sedikit bikini nya.. lalu aku arahkan rudalku yang sudah tegak sepurna ke serambi lempitnya yang sudah pasrah dan siap untuk disodok-sodok rudalku.

Kugesek-gesek perlahan helm rudalku di itil Ibu mertuaku yang sudah mengeras.. lalu.. blessepp..! “baca doa nya dulu bu ”

“oouuhhh… bissmillah ya allah liat saya lagi dientot sama mantu saya pake rudal kafir nya ya di muaholla.. makasih oouuhhh atas nikmat ini ya allahh.. oouuhh.. pento anjiiinnggg.. cepet maaukin rudal kamu… mantu setaaann..babiiii… cepet entot ibuuuu ” “setan kamu bu… saya entotttr..kamu mertua binal… nih rasain rudal saayaa mertua lonte syar’i”

“iya maass…ibu mertua lonteeee.. muslimah anjing doyn ngemtot… yaaa lllaaahhh entot ibu masss…kontoooolll” dengan penuh nafsu birahi.. melihat ibu mertuaku yang maaih bermukena teletang diatas sajadah.. akupun menancapkan rudalku…dngan keras dan kasar…

“Uugghh.. mashhh..” rintih Ibu mertuaku saat kepala rudalku menerobos memasuki lubang nikmatnya.

“Ohh.. Mas masukin semuanya sayang.. jangan siksa ibu.. sayang..babbiii pentoooo.. ooouuuhhh.. anjiinnggg.. entot..” rintih ibu mertuaku sembari mengetatkan pelukan tangannya di kedua pinggulku.. menekankannya.. seolah memanduku untuk lebih dalam menyodokkan batang rudalku di belahan serambi lempitnya.

Lalu dengan tiba-tiba kuhentak dengan kasar.. “Aahh..!!” Jerit mertuaku seketika.. saat seluruh batang rudalku amblas meluncur dengan indahnya terbenam dijepit serambi lempit Ibu mertuaku yang rasanya membuat aku jadi ketagihan memenyetubuhii ibu mertuaku ini.ditambah lagi mulena nya yang masih terpasang

Kupeluk ibu mertuaku.. kamipun saling melumat.. kuangkat perlahan-lahan rudalku kuhujam kembali dengan keras dan mantap.

Jleghh..!! “Aahh..!!” Jerit ibu mertuaku penuh nikmat.

“Mas.. Pento.. entotin Ibu Mass.. Entotin Ibu Mas .. Oohh mass.. puasin Ibu, sayang.. uhh ahh..” ceracau ibu mertuaku mulai tak terkontrol.

Akupun jadi semakin terangsang dan bersemangat mendengar rintihan dan jeritan-jeritan jorok yang keluar dari mulut Ibu mertuaku.

Kunaik-turunkan pantatku dengan tempo yang cepat dan kasar dan akupun menampar2 pipi ibu mertuaku sampai kulihat mukanya memerah.. dan ibu mertuaku menikmatinya “tampar lagi massss… anjjiiiinngg… indrriii siamimu menyetubuhiin ibu naaakk..aaahhhh…allaahh….aaah…

“Ahh.. ahh .. Ibu..!!” Jeritku kian dekat orgasme.. “Aku mau keluar.. buu..” lenguhku makin tak tahan.

“Iyaa.. sayang.. ibu juga mau keluarrhh..hamili ibu masss..anjiiinnggg… babiii..oooohhhh..” erang ibu mertuaku tak mau kalah. Kupercepat kocokan keluar-masuk rudalku di liang serambi lempit ibu mertuaku.. plak.. plak.. plak..!!

“Mass.. ayo Mass.. keluar.. bareng.. sayang. Ahh..” teriaknya kian keras. Tubuh ibu mertuaku pun mengejang, kakinya menjepit pinggangku.

“Mass ahh ah ..aaaannjjiiiiinnggggg…..ooohhh ”

“Ibuu.. arrgg..!!”

Jerit kami hampir bersamaan saat nikmat itu datang seperti ombak yang bergulung-gulung.

Cret.. crett.. crettt..! Kembali kusirami rahim ibu mertuaku dengan spermaku.

Aku dan Ibu mertuaku terus berpelukan menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasme yang begitu dahsyat yang kami raih secara bersamaan.

“Bu..” kulihat ibu mertuaku masih memejamkan matanya dengan nafas terengah-engah dalam balutan mukena nya “Iya Mas..” jawabnya sambil masih mengatur nafasnya.

“Rasanya aku jatuh cinta sama ibu..” kulihat ibu mertuaku tersenyum.. manis sekali.. “Ibu adalah istri haramkuu….

Ibu mertuaku hanya tersenyum.. dan lalu mengecup keningku dengan mesranya sambil berkata.. “Mas ini nikmat sekali..” dikecupnya kembali keningku. Hari itu sampai maghrib menjelang.. kami berdua terus berbugil ria. dan mertuaku tetap memakai mukena nya..

Aku dan ibu mertuaku seperti layaknya pengantin baru.. yang terus-menerus melakukan persetubuhan tanpa merasa bosan. Tanpa lelah kami terus menumpahkan cairan nikmat kami.. di dapur.. di kamar tidur ibu mertuaku.. dan di kamar mandi. di mushola dan di kolam renang Yang paling dasyat.. setelah aku dan ibu mertuaku meminum jamu buatan ibu mertuaku.

Badanku segar sekali dan rudalku begitu keras dan kokoh.. kukocok rudalku di lubang surga Ibu mertuaku.. sampai banjir serambi lempit Ibu mertuaku.. saat itu kamu sedanh asik menyetubuhi di kolam renang, ibu mertuaku memakai mukena bagian atas nya sementara tubuh nya bugil tanpa sehelai benang pun. di pinggir kolam renang itu aku dan ibu mertuaku sedang duduk setelah ronde entah yang ke berapa kami menyetubuhi.

Kami berbincang2 sambil bercanda2 sambiltetu saja saling sentuh dan aaling rangsang. kemudian timbul ide ku yang lain untuk menyetubuhi ibu mertuaku. akupun lalu berdiri dan menuju ke arah kursi panjng yang ada di pinggir kolam renang, llu aku memanggil ibu mertuaku dan menyuruhnya berbaring disana.

“bu.. ibu tiduran disitu ya.. dan tolong ganti mukena ibu sama ini bu..” akupun menyerahkan sebuah kain terlipat “apa ini mas..?” diapun membuka lipatan tersebut yang adalah jilbab model bergo lebar sampai ke pinggang berwarna hitam.. “bagus mas… ini ibu pakai mas???..emang mantu gila menyetubuhi kamu mas..” selirohnya dibarengi dengan aenyum. “iya bu pake ya.. saya mau menyetubuhi ibu pake itu..biar tambah mantep menyetubuhi ny bu”

diapun membuka mukena nya dan memakai jilbab lebar itu.. hasilnya sunggu sensasional.. jilbab bergo hitam lebar sampai ke pinggang tapi di bawah nya telanjang bulat. “trus giman lagi mas.. cepet mas serambi lempit ibu udah gatel ini..”

Akupun mengambil kmera yang kubawa tadi dan memberitahukan maksudku dan apa yang harus dilakukan nya.. diapun mengangguk dan mengerti sambil mencubit pinggangku..

Dia menjauhiku menuju kedalam mushola.. akupun mengambil posisi duduk bersantai di atas meja panjang ini dengan rudal yang mengacung akupun mengarahkan kameraku ke arah mushola. kmerapun mulai merekam “ibuuuu…. sini bu ayo kita menyetubuhi…. ini rudal nya udah siap nih bu… mertu lonte.. sini… ” aku merekam sambil tangan kiriku mengecok pelan rudalku..

Kemudian dari arah mushola keluarlah ibu mertuaku sambil memegang alquran di tangan kanan ny dalm balutan jilbab bergo lebar.. kemudian di mendatangiku dan berkata

“aduh itu rudal gede… sini masukin serambi lempit ibu… seneng nya abis ngaji dikasih rudal gede. ga disunat lagi .. makasih ya allah..pasti nikmat ini…. rudal mantu bajingn ini…” kemudian diapun menaruh quran itu di meja.. dan langsung memposisikan tubuhnya diats tubuhku.. dan mengangkangi rudalku..

“bissmillah.. yo mas masukin rudalnya yaaaa….” blesss masuk semua rudalku kedalam serambi lempitnya..

“enak bu… aaahhh.. hosss ”

“nikmat maaaaasss.. aahhhhh.. menyetubuhitt.. ooohhj ” diapun mulai menaik turunkan tubuhnya dengan penuh birahi…

“adduuuhhh… ya allahhh.. nikmaattnyaaaa… paaaaa… ibu lagi dientot pento paaaaa rudalnya gede… eeeuuhjj…. oohhh…” dia berkata ke kamera…

“indrriii… oohh.. ibu kamu binal bangeettt.. ini mas entot…. aahh.. goyang terus bu ”

“iya naaaakkk… ibu dientot suamimu… ooohhh… eeuuhhh.. ajiiinnggg ” sekitar 15 menit akupun menyuruh ibuku menungging…

“nungging buu”

“iya maaasss… tapi lobang satunya ya mas… masih perawah tuuuhh “dia meminta ku untuk menganal nya” ” iya bu tapi bnr gpp nih bu saya merawanin bool ibu?

“udah cepet bangsat masukin aja…entot bool ibu… oohhh “” akupun memasukan rudalku ke bool ibu mertuaku.. agak sulit awalnya tapi lama kelamaan rudalju lncar keluar masuk boolnya..kulihat dia meringis kesakitan.. tapi lama2 dia malh keenakan…

“ayyoooo… maasss.. genjot boolll ibu maaaass.. kalo bisa sampe keluar tainya maaaass.. ooohhh ” mendengar itu akupun menarik jilbab nya dan mengeluarkan rudalku dari bool nya.. kemudian membungkus rudalku dengan jilbab nya yangnlebar.. “ko dicabut mas… ayooooo.. masukin lgi…

” nih rasain rudal bungkus jilbab..dasar mertua lonte”

kini rudalku yang kubungkus kain jilbab bya kumasukan ke bool ibu mertuaku dia sedikit kaget dan berteriak…

“aaduuuuuhhhhh… sakiiittt… maaaasss.. anjiiinnggg.. kamu pento… enttoooooot.. ibu ”

Sensasinya yang dirasakn pasi luar biasa.. dimana bool nya sedang di entot rudal berbungkus kain…… akhirnya setelah 30 menit kami menyetubuhi akupun menyemprotkan pejunku didalam bool ibu mertuaku… sungguh luar biasa sensasi yang kurasakan bisa menyetubuhi dengan ibu mentuaku dan semua fantasiku dia menurutinya… hari ini dua lubang ibu mertuaku sudah aku nikmati kamipun mandi bersama setelah itu.. pada saat mandipun aku menyuruhnya tetap berjilbab.. dan di kamar mandi kamipun menyetubuhi sampai isya.

Saat istriku kembali selepas isya.. kusambut istriku dan teman temannya. Setelah berbincang- bincang sebentar.. teman-teman istriku pamit pulang.

Istrikupun masuk menuju kamar.. hendak menaruh anak kami yang sudah lelap tertidur ke pembaringan. “Mas aku taruh Piko di kamar dulu ya..” ujar istriku menuju kamar.

Kulirik Ibu mertuaku dan kuhampiri beliau sambil berbisik.. “Bu.. Indri adalah istri sahku dan Ibu istri haramku. nanti malam saya tunggu di mushola ya bu..”ujarku.

Ibu mertuaku hanya tersenyum dengan manisnya sambil mencubit pinggangku sambil berkata ” iya mas, nanti jam 2 an ibu tunggu ya.. ”

“oh iya bu.. ini masukan ke wedang bapak dan indri ya..” aku mwnyerahkan obat tidur yang sudah aku beli tadi sore

“lho apa ini mas..?” tanya nya heran padaku, lalu akupun membisikan apa itu, dia sedikit kaget mendengarnya “bahaya ngga mas?”

“ngga bu, efek nya sama kaya obat tidur dari wedang ibu, bedanya ini sedikit lebih kuat dan satu lagi jangan lupa pakai pakaian wajib jinah nya ya bu”

Lalu diapun mengangguk setelah itu akupun menuju ke kamar..dikmar aku melihat istri dan anaku sudah terlelap, lalu aku menuju ke sudut ruangan dimna aku menyimpan sebuah bungkusan.

Ya tadi sore setelh maghrib aku mwnyempatkan diriku untuk pergi membeli obat tidur dan beberapa barang yang akan ku gunakn untuk memuaskan fantasi sexku dengan ibu mertuaku. “sip deh.. udah siap semua”..ujarku, lalu akupun membaringkan badanku di samping istriku dan memainkn hp ku..

Cukup lama aku bermain hp kulihat jam menunjukan jam 2, sudah waktunya aku menuju mushola seperti yang kurencanakan dengan ibu mertuaku, kemudian akupun mengambil bungkusan tadi dan beranjak dari kamar menuju mushola.

Sampailah aku di dalam mushola tempat dimana tadi siang aku dan ibu mertuaku menyetubuhi. akupun menyalakan lampu mushola ini.. llu kuambil bungkusan tadi dan kukeluarkan isinya. tak lama ibu mertuaku datang, seeprti biasa dia memakai mukena lengkap, kali ini berwarna hitam.

Ketika dia masuk melewati pintu, akupun langsung memeluknya dan melumat bibirnya.cukup lama aku berpagutan lalu akupun melepaskannya sambil tetap memelukny dan memandang wajahnya yang sudah terbakar nafsu

“ibu cantik dan sexy banget bu bikin rudal saya pengen cepet menyetubuhi ibu..”

“ah kamu mas, masa ibu masih ketutup gini di bilang sexy..ya udah ayo cepet menyetubuhi mas..jangan kebanyakan omong sini rudal kamu yang ga disunat itu..” dalam binalnya dia mencoba meraba rudal ku dari luar celana kolor ku.

Cukup lama kami berpagutan lidah sambil tangan kami berdua menjelajahi setiap jengkal tubuh kami berdua. aku yang saat ini menggunakan kaus ketat yang tipis bisa merasakan setiap usapan dan remasan di tubuh ku yang berotot ini. aku harus sedikit membungkuk karena beda tinggi badanku dan ibu mertuaku pada saat itu sebagai gambaran aku dan ibu mertuaku seperti black widow dan hulk yang sedang merangsang.

“mmppmmmhhhppo… mppphhmmm.. ahhhmmphhh… ayo maaassss.. ibu sudah ga tahaaaann pengen menyetubuhi maaaaasss.. mmmphh.. ” ucap ibu mertuaku di sela ciuman kami.

Mendengar itu aku yang memang juga sudah terbakar birahi melepaskan tubuh ibu mertuaku… kemudian aku mengambil bungkusan yang tadi sudah kubawa kemudian aku keluarkan isinya satu per satu.

Pertama aku keluarkan tripod kemudian aku tempatkan tripod itu di tengah2 ruangan mushola dan mengarah ke arah tempat imam dimana dinding nya banyak tertempel kaligrafi2 bertulisan arab, kemudian aku pasangkan HP ku di tripod itu dan setelah aku setting aku kembali mengeluarkan barang selanjutnya.

Sebuah kalung dengan salib berukuran cukup besar, setelah aku keluarkan akupun mendekati ibu mertuaku dan memperlihatkan kalung itu padanya. terlihat nampak raut wajah keheranan darinya,

“lho mas.., apa itu ko kalung salib mas? buat apa mas? terus itu buat apa ko mau direkam2? ” tanya nya penuh heran.

“anu bu, itu memang saya mau rekam semuanya bu seperti tadi siang untuk kenangan saya, dan ini ibu pakai ya bu kalung nya, biar saya tambah semangat ngontolin nya bu, sama ada yang mau saya minta ibu lakukan,” “walah, ada2 aja sih kamu mas, masa iya ibu pake kalung kafir itu tapi pake mukena juga”

“lah ibu aja ngewe sama saya yang kafir ini yang rudalnya ga disunat ini, apa itu ga dosa bu? udah gitu di musholla lagi ngewe nya,.. udahlah bu, mau ya bu puasin aku, ibu juga puas kan rasain rudal jumbo berkulup saya? ”

“hadduuuhhh… ya udah lah mas ibu manut aja asal kamu puas ibu juga kamu entot terus mas pake rudalmi yang tebel itu mas.. aadduuuhhh sampe cekot2 ibu mas.. sshhh.. ”

“hehehhe.. nah gitu dong bu.. sini saya bisikin ibu harus apa dulu sebelom kita menyetubuhi” sebelum aku membisiki nya aku lumat dulu bibir nya. kemudian sambil aku membisiki nya aku mengalungkan kalung salib itu di lehernya diluar mukena nya.

“nah begitu bu… bisa ya bu? ” bisiku padanya dan di depanku kini aku melihat seorang wanita bermukena tapi juga berkalung salib, gilaa.. nafsuku sudah ada diubun2 melihat pemandangan ini.

“hehehhe.. bisa mas.. yu mas sekarang kita mulai” kemudian dia berjalan keluar.

“yu bu, bntar saya ambil dulu hp nya” aku ambil hp ku dan mengikuti ibu mertuaku keluar musholla dan menuju tempat wudhu.

Sampai di keran di tempat wudhu aku pun menyuruh nya untuk memulai dan seraya merekam aktivitas nya. tepat sebelum dia memulai dan aku menekan record aku pun mulai berbicara. “ibu lagi apa bu malem2 gini? ” sambil aku mengarahkan hp ku padanya

“iya ini saya mau ambil wudhu dulu, bersuci, mau menyetubuhi sama mantu saya yang kafir, mkasih ya sayang kalung nya bagus nih ada salibnya, wudhu, terus pake mukena sama kalung salib biar tambah berkah menyetubuhi rudal ga sunat nya di dalem musholla.. hehehe… ”

“ya udah bu yang bersih ya,.. jangan lupa niatnya bu” kemudian dia mulai membuka keran air itu dan mulai melakukan gerakan wudhu, setelah semua selesai dia pun mengangkat mukena bagian bawahnya dan berpaling ke arah kamera

“nah kalau wudhu sebelum menyetubuhi itu ini serambi lempitnya harus dibersihkan juga biar suci di entot rudal kafir ga disunat begini caranya” dia mereggangkan kakinya, tangan kananya mengangkat mukena nya sementara tangan kirinya mengambil air yang mengucur dari keran lalu mengusapkan nya ke serambi lempit nya. “aahhhh… ahhhaa… sshhhhtt… naaahhh… ini caraaaanyaaaa… jangan lupaaaahhh.. sambiilll di kobel yaaaa…. aasshhhh… eeummmhh.. sama harus pakai tangan kiri biar suci.. aaahhsss.. ”

Aku yang terus merekam itu merasa sangat bernafsu melihatnya.. tak berapa lama aku pun mengisyaratkan nya untuk menyudahi itu dan segera masuk ke dalam mushola “ayo buuu… udah suci itu serambi lempitnya.. ”

“ayo mass…” diturunkan nya kembali mukena nya kemudian berjalan menuju kedalam musholla.

Setelah di dalam musholla aku menempatkan kembali hp dan tripod ku diposisi awal menghadap ke arah tempat imam yang dihiasi bnyak sekali kaligrafi. Kemudian seperti perintah ku yang kubisikan padanya dia memposisikan dirinya bersila menghadap kamera dan memulai adegan selanjutnya setelah aku mengangkat jempol ku pertanda mulai adegan.

“assalammuallaikum wrwb, perkenalkan saya hajjah amirah istri dari haji darman, saya ingin menyampaikan kepada ibu2 muslimah sekalian bahwa rudal yang tidak disunat itu lebih nikmat dari pada rudal yang disunat dan kita harus menikmatinya karena itu adalah berkah dari tuhan, dan nikmat itu harus selalu disyukuri sebagai umat yang patuh kepadanya.

Caranya bersyukur adalah kita harus punya suami haram yang berbeda agama dengan kita dan pastikan rudalny tidak bersunat, lalu setiap kita menyetubuhi kita harus memakai mukena dan harus dalam keadaan suci, berwudhu lah sebelum ibadah menyetubuhi maka kita akan diberkahi selalu dan dalam balutan nikmat rudal berkulup”

“contoh lah saya, pento sini kamu sayang, ” panggilnya seraya akupun mendekatinya dan berdiri di samping nya. sambil tetap dalam posisi bersila di bawah dia memutar badan nya kearahku sambil membuka celana kolorku lalu keluarlah rudal sakti jumbo ku yang berkulup.

“nah ini contoh rudal penuh kenikmatan, besar, panjang dan yng penting berkulup tebal” sambil dia mulai mengocoknya perlahan kemudian dia memasukan rudalku kedalam mulutnya, dia hisap rudalku dan memainkan kulupnya.

“cklookkk.. kloooookkk.. mmmphhhnm.. mpphhmmm… mantep maaaas… aahh… enaaakk mas sepongan ibuu. mmpphhmmm..”

“aahhh enak bu.. ayoo buuu.. saya udah ga tahan” aku yang sudah tak tahan kemudian mengeluarkan rudalku dari mulutnya. aku langsung memintanya untuk mengambil posisi sujud menghadap kamera, kemudian aku singkapkan mukena bawahnya lalu aku tampar2 pantat nya yang membulat sampai dia menjerit dalm nikmat. kuarahkan rudalku yang masih terlindung dalam kulup ke serambi lempit nya kumainkan sebentar di bibir serambi lempitnya

“ayooo maassss.. masukiiinn itu rudal mu… aaahhh.. ibu udah ga tahan maasssss.. bangsat kamuu maaasss..” “niat nya baca dulu bu”

“oh iya… bissmillah saya niat mau menyetubuhi samaaaa… menaatuu saya yang kafir menikmati nikmat rudal ga disunaaatt yang kau berikaaaann, berkahi segala nafsu birahiiii kammmiii” sebelum aku masukan rudalku ke serambi lempitnya aku menarik kulit kulup rudalku sampai kepala nya keluar, kemudian aku arahkan kepala rudalku bibir serambi lempit ibu mertuaku.

“eeehhhh…. ko gini maaass ?” seraya ibu mertuaku menengok ke arahku dan melihat kearah rudalku

Cerita Sex Double Strike

“lho maaasss.. ko dikeluarin kepalanya? jangan mas kurang enak mas, ga tebel, jadi rasanya hambar kaya rudal bapa, masukin lagi mas biar enak, ” protes ibu mertuaku, aku yang mendengar nya hanya bisa tersenyum lalu tanpa berkata apa2 lagi aku tarik kembali kulup rudalku agar menutupi kembali kepalanya

“begini ya bu.. ? ”

“naaaahhh itu baru rudal kafir yang lebih nikmat daripada rudal halal mas… eeeuuhhh.. gedeeenyaaa.. yooomasss soodddoookk serambi lempit bu haajjah ini biar barokah jinah nya mas.. ” aku sodokan rudalku ke serambi lempit nya lengkap dengan kulupnya, saat masuk dia menjerit penuh kenikmatan.