Bunda Maya

Folder Bunda - Blog Cerita Dewasa Ngentot Yang Selalu Update Cerita Ngentot Terbaru Setiap Hari..

Sang Pewaris dan Adik Perempuan yang Terasing

Sang Pewaris dan Adik Perempuan yang Terasing

Sang Pewaris – Seorang pemuda terlihat sedang duduk di salah satu bangku taman dengan ditemani oleh sang rembulan mengingat memori memori masa lalu nya yg manis.

Sang Pewaris Flashback 10 thn lalu

Ngocoks Seorang anak laki-laki kecil sedang bermain bersama  keluarga kecilnya

“Ayah..ayah! liat Yaya jahat sama Idhan!”teriak bocah laki laki kepada sang ayah

“Gak yah! Kak Idhan boong oyang dia yg jahat sama Yaya!”teriak gadis kecil yg berusia sekitar 8 tahun

“Aduh aduh jagoan ayah sama princess ayah ngapa kelahi sih, ada apa sayang?”ucap pria paruh baya sambil menyamakan posisi nya dengan 2orang anak itu

“Yaya tuh yah ngambil bolanya Idhan!”ucap bocah laki laki yg di panggil Idhan itu

“Gak boong kak Idhan dulu yg ambil boneka Yaya!” ucap gadis kecil yg dipanggil Yaya itu

“Ya udah kalo gitu kak Idhan kembaliin boneka Yaya dan Yaya kembaliin bolanya bang Idhan gimana setuju?” kata pria paruh baya itu. Sedangkan 2 orang bocah yg sedang terlibat pertengkaran itu hanya mengangguk kan kepala

“Oke setelah ini ayah beliin ice cream mau gak?”tanya pria itu “Yaya mau” “Idhan mau”

Sahut 2 bocah itu bersamaan dengan antusias

“Ya udah ayok tapi pamit dulu sama bunda ya”

2 bocah itu hanya mengangguk kan kepala nya sekali lagi

“Bunda Idhan sama Yaya dan ayah pergi beli ice cream dulu ya!”teriak Idhan kepada sang bunda sedangkan sang bunda hanya mengacung kan jempol sambil mengangguk dan tersenyum.

Terpancar sebuah cahaya kebahagiaan dari keluarga kecil itu canda dan tawa terlihat dari keluarga kecil itu.

Flashback end

“Kak Idhan!”teriak seorang gadis Fildan yg merasa ada yang memanggil nya pun langsung menoleh ke belakang,dan tampak seorang gadis disana

“Ada apa Ra!”jawab fildan dengan nada dingin “Kak Idhan… ihh.. Rara panggilin juga dari tadi! Kak Idhan ngapalin di sini gak takut gitu ada setan kak?”tanya gadis yang dipanggil Rara itu

“Gak”jawab fildan acuh “Dan berapa kali Kakak ingetin jangan panggil kakak dengan sebutan itu lagi!!”sambung fildan dengan nada sedikit tinggi

“Maaf Rara gak sengaja”sesal Rara “Iya kakak maafin”jawab fildan dengan nada dingin

“Kak fildan belum jawab pertanyaan rara, ngapain kakak disini?”tanya Rara lebih sekali lagi “Gak ngapa ngapain”jawabnya dingin

“Boong kak fildan pasti lagi nginget masa masa indah kita dulu kan?, waktu ayah masih sayang kita dan bunda belum ninggalin kita”ucap Rara sambil menghapus cairan bening yang keluar dari kelopak matanya jika mengingat masa lalu nya yang manis itu bahkan Rara tak menyangka jika masa lalu nya yg manis berubah menjadi sebuah torehan luka yg sangat dalam hati terutama di hati sang kakak

Hening tak ada lagi yang bicara mereka berdua asik dengan fikiran mereka masing masing

“Andaikan  waktu bisa di putar pasti gue akan memutar waktu dimana kami masih tertawa bahagia,gue gak nyangka hal manis di masa lalu itu menyimpan masa depan yg sangat pahit”batin Rara

“Mengapa harus gue yg merasa kan pahit nya kehidupan?bunda apa bunda bahagia disana?fildan butuh bunda!”batin fildan tak terasa butiran air mata membasahi pipi fildan

“Kak fildan!”panggil Rara memecah keheningan “Iya”jawab singkat fildan “Kak fildan kangen gak sama ayah bunda?”tanya Rara

“Kamu tau jawabannya”ucap fildan “Jawab kak! Kalo Rara tau ngapain Rara nanya sama kakak!”ucap Rara sedikit kesal “Kalo bunda iya… Tapi…”fildan menggantung kan jawaban nya

“Rara tau kakak benci sama ayah Rara juga sama kak, tapi Rara juga rindu sama ayah”ucap Rara kini air mata kembali membasahi pipinya

“Huff (fildan menghembuskan nafas dengan kasar)udah jangan nangis (menghapus air mata Rara)kan masih ada kakak”ucap fildan lembut

“Rara gak nangis kok kak”menghapus kembali air mata yang keluar mendengar perkataan sang kakak “Ya udah sekarang kita pulang udah malam kan besok hari pertama kamu masuk kampus”ucap fildan sambil membelai lembut rambut sang adik

Sedangkan Rara mengangguk tanda meng-iya kan ucapa sang kakak

Fildan dan Rara menyusuri jalan dengan Honda beat kesayangan kakak nya dan sampai lah mereka di sebuah rumah sederhana bewarna coklat  yg notabenya rumah mereka. Tanpa sepatah kata pun mereka masuk ke rumah dan pergi ke kamar masing-masing.

Skip pagi hari

Jam menunjukkan pukul 06.30 Tampak seorang gadis yang sedang berkutik di dapur ia menyiapkan berbagai keperluan memasak dan mulai memasak.

“Kak bangun!!”teriak Rara dari arah dapur “Iya Ra ini kakak udah bangun”ucap fildan

Kamu masak apa Ra?”tanya fildan “Rara masak nasi goreng spesial untuk kakak”ucap Rara sambil menyodorkan sebuah piring berisi nasi goreng “Hmm..(menghirup aroma masakan Rara) kayak nya enak ni Ra!”ucap fildan

“Bukan enak lagi kak tapi enak bangeett”puji Rara pada diri sendiri “Baru pertama kali Kakak liat orang puji diri sendiri”ucap fildan dengan nada mengejek

“Ada kok ni bukti nya Rara”ucap Rara kembali menyobong kan diri “Itu makanya kamu itu memang lain dari yg lain”fildan kembali mengejek rara

Rara yg mendengar ucapan fildan langsung menghentak kan kaki nya kesal “Au ah… terserah kakak aja Rara mau siap siap dulu”ucap Rara dengan nada kesal Setelah kepergian Rara fildan kembali menyantap masakan Rara sambil tersenyum kecil melihat tingkah laku adik nya

Skip kampus

Kini Rara dan fildan telah sampai di depan pintu gerbang yg bertuliskan universitas  pelita harapan, yg merupakan salah satu universitas elite di indonesia. Fildan dan Rara, memang memiliki IQ di atas rata-rata,  sehingga dapat masuk ke universitas ini dengan gratis.

Fildan kini berada di semester 5 sedang kan Rara di semester 1. mereka merasa beruntung bisa masuk ke sekolah elite ini.

“Kamu siap?”ucap fildan karena melihat kecemasan di wajah sang adik “hm..Siap kak”ucap Rara sedikit ragu “Jangan takut, kakak kan ada, jadi klo ada apa apa kamu datang aja ke kelas kakak oke?”ucap fildan berusaha meyakinkan adik nya.

Rara mengangguk mendengar ucapan fildan dan mulai merasa tenang Motor fildan pun memasuki parkir kampus, seperti biasa semua mahasiswa dan mahasiswi menandangi fildan

Ada yg memandang nya dengan rasa kagum dan ada juga yg memandangi nya dengan pandangan mengejek. Hal itu sudah biasa di mata fildan namun tidak bagi Rara karena Rara adalah mahasiswi baru.

Hal itu tentu membuat Rara merasa sedikit takut bahkan bukan sedikit namun sangat takut. Fildan yg melihat perubah Rara memahaminya, perlahan fildan menggenggam tangan Rara dan menatap Rara seakan berkata’ jangan takut ada kakak’ itu lah yg terlihat dari tatapan fildan. Rara yg sebelumnya takut kini mulai berani.

Mereka melangkah kan kaki kedalam area kampus,fildan  acuh dengan apa yg ia lihat dan dengar karena itu sudah biasa bagi fildan. Fildan terus berjalan menuju kantin kampus sambil menggandeng tangan sang adik.sampai dikantin fildan mengajak Rara untuk duduk di bangku paling pojok.

“Duduk Ra!”ucap fildan dengan dingin “I..iya”ucap Rara

“Udah jangan takut mereka gak akan berani sama kamu!”ucap fildan berusaha meyakinkan Rara “Hay bro”sapa seorang pemuda sambil memegang pundak fildan.

Hal itu membuat fildan refleks memukul wajah pemuda itu

Bugh

“Aw… Woi ini gue Irwan main gebuk gebuk aje lu”ucap Irwan sambil memegang wajah nya “Yaelah Lo kayak gak tau fildan aja,lu sih pake acara kejutin fildan kena kan batunya,hahaha”ucap pemuda lain

“Ya gue lupa Reza kalau teman gue satu ini itu kayak es kutub”ucap Irwan “Nah sekarang kena getahnya kali,hahaha”

“Wah…Parah lu cal teman lagi di Aniyaya lu mata ketawa”kesal Irwan “Sorry”hanya itu kata yg keluar dari mulut fildan setelah memukul temannya

“Wah parah lu! Udah kenal pukul lu cuma bilang sorry!ini sakit woi gara gara lu berkurang wajah tampan gue”ucap Irwan

“Lebay lu”ucap ical “Terus?”tanya fildan acuh “Terus terus …ya Lo obati kek muka tampan gue ini”ucap Irwan

Sontak semua temannya membuat wajah jijik dan seakan mau muntah 🤢🤢 Sedangkan Irwan hanya bisa menahan rasa kesalnya

“Huaaa😭uwan liat aku dijulitin sama mereka”ucap Irwan dengan nada lebay “Lu mau dapat ini👊”ucap Ridwan Hahaha🤣🤣 semua temannya mentertawakan Irwan “Emang enak😂”ucap ical

Sedangkan fildan hanya diam dengan wajah flat nya. Kalo Rara jangan tanya dia bingung apa yg di bicarakan mereka.

Teman teman fildan yang baru menyadari bahwa ada seorang gadis di dekat mereka pun merasa heran kecuali Reza Karena reza teman fildan dari kecil jadi dia udah tau siapa gadis itu “Dan ni siapa?”

Dan ni siapa?”(menunjuk Rara)tanya Ical

“Cewek” ucap fildan

“Gue tau dia cewek fildan tapi maksudnya Ical itu mamanya siapa?!”sahut Irwan dengan kesal Pasalnya temannya satu ini selalu membuat orang kesal

“Rara”jawab fildan

“Ya Allah salah apakah kami sehingga bisa punya tema sedingin dan secuek ini?”ucap Ridwan dengan nada lebay Sontak ucapan Ridwan membuat taman teman nya tertawa

Hahahaha🤣🤣

“Jijik gue uwan liat buka lu rasanya pingin gue tampol”ucap fildan yg membuat semua temannya menatap nya heran

“Fil Lo bilang apa tadi?” Tanya Irwan “Ngapa?”tanya fildan

“Guys kalian dengar gak apa yg fildan bilang tadi?” Tanya Irwan

“dengar” ucap mereka bersamaan

“Ada berapa kata sih guys?”tanya Irwan balik

“Hm…. (Berfikir sambil menghitung jarinya)banyak!”Jawab Ical

“Emang ngapa?”tanya Reza

“SEKARANG FILDAN KITA UDAH BISA BICARA PANJANG”heboh Irwan yg mendapatkan hadiah pukulan dari fildan

Bugh

Aws…. Sakit ogeb!!!”teriak Irwan karena terkena Bogeman dari fildan

“Hahaha😂rasain lu siapa suruh teriak teriak gak atau apa dan telinga bisa buta gara gara dengerin teriakan elu yg unfaeda!”ucap Ical kembali mendapat kan jitakan

Platak’

sebuah sendok mendarat sempurna di kening Ical tapi bukan dari fildan melainkan Irwan

“Woi!!mana ada telinga buta yg ada tu tuli Maimunah!!”ucap Irwan “Maimunah siapa?”timpal Ridwan Irwan yg mendengar pertanyaan Ridwan hanya bisa menepuk jidatnya

“Au ah gelap!”ucap Irwan

“Back to topic jadi ni cewek siapa dan?”tanya Ical sekali lagi

“Rara”ucap fildan

Mendengar Jawaban fildan temannya kembali menampakkan wajah kesalnya

“Dari pada darting (darah tinggi)mending kita tanya aja sama orangnya langsung kalo nanya sama nih bocah (menunjuk fildan) gak akan kelar Sampai kiamat!”ucap Ridwan

“Tumben tuh otak encer biasanya beku kayak es”ejek Irwan “Udah kalian diam gue mau bicara”ucap Ical “Hai cantik namanya siapa?”tanya Ical kepada Rara

“Hai kak nama gue Rara gue …” “Adiknya fildan”potong Reza Reza yg dari tadi diam pun bicara dan membuat semua temannya menatap kesal kearah nya “Lu udah tau za?”tanya Ical

“Udah”jawab Reza

“Tau dari mana?”tanya Irwan

“Gini ya teman teman ku yg paling pintar kan kalian tau gue sama fildan itu udah temenan sejak orok, jadi… Gue udah khatam sama keluarga fildan”jawab Reza kembali Mendengar Jawaban Reza membuat teman teman nya semakin penasaran

“Eh za coba lu ceritain Sisilah keluarga fildan penasaran gue”pinta Ridwan

“Ngapa gak tanya sama orangnya langsung”tanya Reza

“Lu gimana sih za kayak gak tau fildan aja,dari dulu gue udah tanya tapi lu kan tau sendiri jawaban nya apa”

“Nah bagus kalo lu tau, gue gak mau ikut campur sama urusan si fildan biar dia sendiri yg cerita”ucap Reza

“Oh ya fil Rara kan mahasiswi baru ngapa gak ikut OSPEK?”tanya Reza

“Kan belum dimulai”jawab fildan sesingkat mungkin

“OSPEK dimulai 10 menit,(melihat jam tangannya)Ra yuk kak eja anter kebetulan a’eja jadi panitia OSPEK, yuk!”menarik tangan Rara

Tampa mereka sadari ada seorang yg sedang mengawasi mereka dari jauh

“Tuan kami sudah temukan orang yg tuan, cari mereka berada di universitas pelita harapan”ucap seorang “Laksanakan tugas mu”sahut orang yang ada di sebrang “Baik tuan”

Bersambung…

“Baik tuan”ucap pria itu

Skip di sebuah perusahaan

“Bagaimana apa ada kemajuan dari laporan mereka?”

“Ada tuan,tadi orang saya mengabarkan bahwa mereka berhasil mengetahui keberadaan tuan muda dan nona”

“Bagus! Sekarang dimana keberadaan mereka?”tanya orang itu to the poin

“Tuan muda dan nona sekarang bersekolah di universitas pelita harapan dan ini alamat mereka tuan”(menyodorkan sebuah kertas)

“Awasi mereka!!jika sampai mereka terluka sedikit saja nyawa kalian taruhannya!!!”

Orang yang mendengar perkataan itu hanya bisa meneguk salvina lalu mengangguk kan kepala nya

“Baik tuan”

Skip kampus

Kini para mahasiswa yg baru sedang melaksanakan OSPEK namun ditengah acara terjadi sebuah keributan

“HEH!!!LO PUNYA MATA GAK SIH!!”

“m..m.. maaf gue gak sengaja”sahut gadis yg sedang di bentak

“LO TAU GAK BEBERAPA HARGA BAJU GUE HAH!!! UANG JAJAN LO 1 THN AJA GAK CUKUP UNTUK GANTI BAJU GUE!!!”

” Kan gue udah minta maaf ”

“WAH LU YA!!!!”gadis itu melayang kan tangan nya untuk menampar namun dihalangi oleh 2 orang berbadan besar

“Eh… Kalian siapa!!!”tanya gadis itu

“Kalo mbaknya masih mau sekolah di sini, jangan berani menganggu nona!!!”ucap salah seorang dari mereka Dengan nada sarkas

Setelah mendengar ucapan orang itu nyali gadis itu langsung ciut dan pergi dari tempat itu.

“Nona gak apa apa?”tanya orang itu

“k..kalian s..si.. siapa?”tanya balik dengan nada bergetar

Seolah tak mendengar perkataan gadis itu 2 orang itu langsung pergi

“Rara!!”panggil seorang

“Kamu gak apa apa kan?ada yg luka?”tanya orang itu pagi

“Gak a’eja Rara baik baik aja kok”jawab Rara sambil menyungging senyum

“Putri itu ya memang gak ada sopan sopan nya!!!”ucap Reza dengan nada marah

“Oh… jadi nama nya Putri ya kak” ucap Rara

“Iya dia itu anak salah satu pemilik yayasan di universitas ini,jadi sifat nya itu suka seenaknya sama orang!!”jawab Reza

“Eh… Ra muka kamu kenapa?pucet amat”sambung Reza

“E… engak papa kok kak cuman kecapean aja”jawab Rara

“Duh jangan sekarang dong kumat nya, entaran aja,ini lagi kepala aku pusing banget” batin Rara

Rara dan Reza pun pergi dari lapangan namun tiba-tiba…

Bruk

“Rara!!!”teriak Reza

Secara tiba-tiba tubuh Rara jatuh ketanah dan Rara tak sadar kan diri

“Ra bangun Ra!!(menepuk pipi Rara) aduh… Muka nya pucet lagi… gimana ni..?”cemas Reza

Lalu terlintas 1 nama di benak Reza.

“Fildan… Ya aku harus telpon fildan”batin Reza

Reza mengeluarkan sebuah benda pipih dan mencari nama fildan.

“Assalamualaikum dan Lo di mana?”

“……”

“Oke.. Lo bisa ku UKS sekarang ngak?”

“……”

“Si Rara tiba tiba pingsan dan , mending Lo kesini!”

“……”

“Oke”

Setelah menelfon fildan Reza segera membawa Rara ke UKS.

Fildan POV

Gue lagi ada di kelas sama Ridwan dan Irwan dan tiba tiba HP gue bunyi…

“…..”

“waalaikum salam za gue di kelas sama yg lain”

“…..”

“Ngapain gue ke UKS?”

“…..”

“Apa!!!!kok bisa sih za? gimana keadaan nya? gue kesana sekarang!”

“….”

Gue kaget mendengar ucapan Reza, tampa pikir panjang gue langsung pergi meninggalkan teman gue dikelas.

Sepanjang perjalanan gue terus berfikir… ‘ gimana bisa Rara pingsan dan apa penyebab Rara pingsan?’

Saat sampai di UKS gue langsung masuk dan gue kaget melihat adik gue terbaring muka nya pucet gue langsung menghampiri Reza….

“Za gimana keadaan Rara?gimana bisa Rara pingsan?apa kata penjaga UKS?”

Gue langsung menghujani Reza dengan banyak pertanyaan.

“Lo tentang dulu dan Rara tiba tiba aja pingsan , kata penjaga UKS kayak nya Rara punya penyakit dalam fil dan harus cek kerumah sakit” jawab Reza

“Apa!!!”aku sangat terkejut mendengar ucapan Reza.

Tampa fikir panjang gue langsung nyuruh Reza bawa Rara kerumah sakit.

Skip rumah sakit

saat ini Rara masih di ruang ICU Setelah beberapa lama menunggu akhirnya seseorang berjas putih keluar dari balik pintu

Ceklek(anggap aja itu suara pintu terbuka ya)

“Keluarga pasien?”tanya dokter itu

“Saya dok… gimana keadaan adik saya dok”tanya fildan

“Mohon maaf sebelumnya, tapi kabar yg saya sampaikan ini adalah kabar buruk”ucap dokter itu dengan lesu

“Mohon maaf sebelumnya, tapi kabar yg saya sampaikan ini adalah kabar buruk”ucap dokter itu dengan lesu

“Ada apa dengan adik saya dok?”cemas fildan

“Pasien terkena penyakit gagal ginjal kronis stadium 3,dan seperti nya penyakit Ini sudah lama berada di dalam tubuh pasien mungkin sekitar 1 tahun” jelas dokter. Ngocoks.com

“Satu tahun !!, tapi bagaimana bisa kenapa gue gak nyadar kalo Rara sakit ? apa Rara tau soal penyakitnya?” Batin fildan

“Lalu apa yg harus saya lakukan dok?”tanya fildan

“Pasien harus segera melakukan cuci darah dan harus melakukan perawatan.” Jawab dokter

“Maaf dok kalau saya boleh tau berapa biaya nya dok?”tanya Reza

“2-3jt untuk cuci darah nya dan 4-5jt untuk perawatan nya!”jawab dokter

(Maaf ya kalo harganya terlalu mahal atau murah karena author gak tau 😀)

“Tapi akan lebih baik lagi jika kita lakukan transplantasi ginjal, dengan begitu penyakit ini bisa sembuh”

“Berapa biaya nya dok?”tanya fildan

“Kalo soal biaya saya kurang tau tapi setau saya sekitar 200-500jt!”

“Baik dok terima kasih”ucap Reza

Setelah kepergian dokter Reza dan fildan hanya diam…

“Fil!! gimana cara Lo buat ngobatin Rara?”tanya Reza

“Gue gak tau za gue bingung”jawab fildan dengan nada lirih

“Udah Lo tenang aja gue pasti bantu Lo kok”ucap Reza menyemangati fildan

Sedangkan fildan hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Reza

“Udah fil, mending kita liat Rara dulu yuk!” Ucap Reza

Ceklek…

Reza dan fildan masuk ke ruang rawat Rara

“Mengapa takdir gue kayak gini? kenapa harus Rara yg sakit? kenapa gak gue aja? Ya Allah hamba mohon beri hamba jalan ya Allah” batin fildan tak terasa cairan bening lolos dari mata nya

“Ra! kakak janji kamu bakal sehat lagi!! kakak akan lakukan Apun asalkan kamu sehat kakak janji Ra…!!”menghapus air mata nya Saat fildan melamun ada sebuah tangan yg menyentuh bahunya…

“Fil Lo harus kuat”ucap Irwan

“Bener tu fil kata Irwan”sambung Ical

“Lo pasti bisa lewatin semua ini fil!” Timpal Ridwan

“Thanks atas support nya”

“Gimana keadaan Rara sekarang?”tanya Irwan

“Rara masih betah dengan alam mimpi nya”jawab Reza sedih

Setelah perbincangan mereka tidak ada yg mulai berbicara, sampai ada sebuah suara yg mengagetkan mereka….

“ES SERUT KU YG PALING GANTENG!!!!!!!”teriak gadis itu

Suara itu membuat semua orang menatap ke arah suara…

“Kalian bawa lesty?”tanya fildan

Sedangkan orang yang ditanya hanya cengengesan.😀

“Maaf fil… Lo hak tau sifat si lesty..kalo gak dituruti pasti ancaman nya dikeluarkan!”jawab Ical

Hufff…. Fildan menghembuskan nafas kasar kerena kehadiran lesty.

(Lesty Andira Daniar merupakan anak dari salah satu pemilik yayasan terbesar di universitas pelita harapan. Memiliki wajah cantik dan sifat cerewet. Dan merupakan orang yang mencintai fildan. catat mencintai fildan…)

“Ngapain disini?”tanya fildan dengan dingin

“Lagi jenguk adik ipar” jawab lesty dengan senyum merekah

“Siapa?”

” ck..ya Rara lah siapa lagi kan dia adik ipar aku”Jawab lesty dengan bangga

“Sejak kapan Rara jadi adik ipar Lo?” tanya fildan dengan nada ketus

“Sejak …..aku bilang aku cinta kamu”jawab lesty berbisik di telinga fildan

“Serah Lo”pergi meninggalkan lesty

“Is… Kok ditinggal sih… FILDAN SAYANG TUNGGU AKU!!!!”teriak lesty

“diem les.. ini bukan hutan”ucap Irwan

Sedangkan lesty menatap tajam ke arah Irwan

“Apa Lo liat liat!!”ketus Irwan membalas tatapan mata lesty dengan tajam juga…

“Au..ah.. gue mau nyusul yayang gue”ucap nya lalu pergi..

Disisi lain fildan merasa ada yg mengikuti nya… membalik kan badan nya untuk melihat, dan benar ada 2 orang berpakaian serba hitam membuntuti nya

“Siapa mereka? Apa mereka suruhan….. ah gak mungkin tapi kalau benar maka ini gawat… Gue gak mau lagi dia masuk ke hidup gue…” Batin fildan menatap 2 orang itu

Secara diam diam fildan melangkah agar tak diketahui oleh 2 orang itu dan bersembunyi dibalik dinding, dan fildan dapat mendengar perbincangan mereka dengan seseorang di telpon

“Mereka sedang di rumah sakit”

“……..”

“Baik tuan! saya akan lakukan”

Walaupun tak terlalu jelas fildan dapat mengetahui siapa yg dibicarakan oleh mereka…

“Perasaan gue bener, itu emang orang suruhan dia”gumam nya

“Es serut ku sayang ngapain disini?”tanya lesty membuat fildan terkejut

“Astaghfirullah!!”

Suara dari fildan membuat 2 orang itu mengetahui keberadaan fildan… fildan yg melihat itu langsung menahan salah satu nya

“Kalian mau kemana?kalian suruhan dia kan? Bilang sama bos Lo kalau gue gakmau maafin dia!!!! “Ucapfildan dengan penuh penekanan kepada orang itu

Bersambung…

“Kalian mau kemana?kalian suruhan dia kan? Bilang sama bos Lo kalau gue gak mau maafin dia!!!! “Ucapfildan dengan penuh penekanan kepada orang itu

Mendengar perkataan fildan 2orang itu langsung pergi…

“Es serut sayang kenal mereka?”tanya lesty dengan nada manja

Namun fildan pergi tanpa menjawab pertanyaan lesty

“Is.. kebiasaan deh… Yang jangan tinggalin aku dong..!!!!!” Ucap lesty lalu mengejar fildan

Fildan terus berjalan menuju ruang rawat Rara dan tak menghiraukan panggilan lesty

Disisi lain Reza mencari keberadaan fildan sampai ia melihat fildan berjalan kearah nya

“Fil!! Lo kemana sih kok gue Carin gak ada noh Rara udah sadar dia cariin Lo terus!!” Ucap Reza

“Tau nih gak tau apa kita capek nyari Lo sampai kaki gue mau patah!!!” Sambung Ridwan

Yah malah di tinggal dasar es kutub”dumel Ridwan

Tampa menjawab, fildan meninggalkan teman teman nya yg sedang mengomel dan masuk keruang Rara….

Yah malah di tinggal dasar es kutub”dumel Ridwan

Lalu mengikuti fildan

Ceklek…

“Ra gimana keadaan kamu?”tanya fildan lembut

“Rara gak apa apa kak ”

“Kak kita pulang aja ya”pinta Rara

“Gak kamu akan disini sampai sembuh!! Dan Kakak janji bakal biayain semua nya kamu pasti sehat!!” Ucap fildan

” Tapi kak…”

“Gak ada tapi tapian” potong fildan

“Apa yang fildan bilang itu bener Ra Lo lebih baik disini dulu sampai sembuh oke….”ucap Ical

“Soal biaya gak usah kawatir gue sama yg lain pasti bantu kok… Bener gak guys?”tanya Irwan

“Bener tu”jawab mereka serentak

“Es serut sayang yuhuuuuu….~!!!!!”teriak lesty di depan pintu

“WOi!!!! bising gak apa ini di rumah sakit mohon di kondisi kan itu congor!!!!”sahut Ical ngegas

“Diam Lo!!!!gue manggil yayang gue bukan Lo gentong!!!!”ucap lesty

“Berisik!!!!!bisa diem gak sih?”sahut fildan kesal

“Hehe maaf yang…. Ni gentong air duluan”(menunjuk Ical)

‘Eh… Adik ipar gimana keadaan nya?”tanya lesty

“Adik ipar?”tanya Rara balik

“Iya…(tersenyum pada Rara) oh.. fildan Belum bilang ya?(Rara mengangguk) oke kita mulai dari awal kenalan nya….”lesty menjeda kalimat nya

Huff(menarik nafas dalam)”hallo perkenalkan nama gue lesty Andira Daniar anak dari pemilik salah satu yayasan terbesar di universitas pelita harapan,Lo bisa panggil 3 lesty gue orang yg paling cantik dan tercetar di kampus gue punya adik 1 namanya Putri Andira Daniar dan ayah gue namanya Gilang Daniar dan gue kakak ipar Lo”ucap lesty Tampa jeda

(Bayangin aja sendiri gimana caranya ngomong nya laju nya sama kayak pembalap Rossi pagi balapan… 😂😂)

Rara yg mendengar ucapan lesty hanya Bisa tersenyum antara ngerti atau bingung

Namun ocehan lesty tiba tiba berhenti karena pintu ruangan terbuka, menampakkan seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam dan bergaya angkuh berjalan ke arah Rara. Semua yg ada di ruangan itu saling menatap dan berteriak…

“TUAN JOHAN VALENDRA!!!!”ucap mereka bersamaan kecuali fildan dan Rara yg memasang wajah benci

(Johan Valendra adalah pemilik dari Valendra Ezequiel group(VEG) yg merupakan perusahaan terbesar di Indonesia sekaligus 3 terbesar di Asia)

“bagaimana keadaan Rara?”tanya nya

“Apa peduli Anda!!”jawab fildan ketus

Mendadak suasana ruangan rawat itu berubah menjadi mencekam….

“Tentu saya peduli karena Rara anak saya”ucap nya santai

Seketika semua orang yg mendengar ucapan Johan Valendra terkejut kecuali Reza..

“HAH!!!”

Fildan tersenyum kecut mendengar perkataan ayahnya

“Anak? anak yg mana? ayah kami sudah meninggal!!” Bukan fildan yg menjawab tetapi Rara dengan dingin

Semua yg ada di ruangan bingung mendengar perkataan Rara dan fildan namun bukan saatnya untuk bertanya…

“Dimana anda saat ibu saya berjuang melawan penyakitnya?”Tanya fildan

“Di mana anda saat kakak saya berjuang menembus hujan demi membawa sebungkus nasi?”tanya Rara

“Kemana anda saat kakak saya harus mengamen demi menghidupi saya?” Sambung Rara sambil tersenyum pahit mengingat masa lalu nya yg pedih. Ngocoks.com

“KATAKAN DIMANA ANDA DISAAT AKHIR HIDUP IBU SAYA!!!”bentak Rara

“Maaf kan ayah Rara fildan”ucapnya sendu terlihat banyak penyesalan dai tatapan mata nya

“Hah… Maaf Anda bilang maaf !!! Sadar kah Anda apa yg anda ucap karena itu… !!!!!!”ucap fildan lalu pergi dari tempat itu

Reza yg melihat fildan pergi langsung mengejarnya, begitu pun lesty, namun tangan lesty ditahan Irwan.

“Jangan les biar Reza aja yg ngejar fildan”

“Tapi wan fildan…”

“Hanya Reza yg mengerti perasaan fildan saat ini” potong Irwan

“Bener les.. semua ini pasti gak mudah bagi fildan”sahut Ridwan

“Rara kamu mau kan maafin ayah?”ucap nya sendu

“Kalo Rara udah maafin ayah, tapi gak tau kalo kak fildan, secara kan dia yg paling terluka…”jawab Rara dingin dan cuek

“Sudah dengar jawaban saya kan jadi anda bisa pergi sekarang” sambung Rara

Meskipun ada rasa sedih mendengar perkataan Putri nya namun, ada sedikit perasaan lega karena Rara mau memaafkan nya, meskipun belum terlalu yakin karena dari nada Rara bicara seakan hanya ingin agar di pergi…

Tuan Johan tersenyum kecil lalu pergi dari ruangan itu…

Setelah beberapa menit kepergian ayah nya pintu kembali terbuka menampakkan seorang pemuda…

“Hai rara”

“Hai rara”sapa seorang pemuda

Rar memasang wajah flat melihat orang yg menyapa nya tanpa berniat membalasnya…

“Maaf… Kamu marah ya sama saya…?”

Cuek… Seakan tak mendengar apa yg pemuda itu ucapkan Rara masih sibuk dengan urusan nya sendiri…

“Kamu masih sama Ra”ucap pemuda itu lalu duduk di samping Rara

“Siapa Lo?”tanya Irwan

Pemuda itu tersenyum kecil sebelum menjawab…

“Masa lalu nya yg pernah melukai nya…”Jawab nya

“Ngapain kesini?”tanya Rara yg Ahir nya membuka suara

“Pertama gue mau minta maaf karena gue gak pernah nyakitin Lo,kedua gue kesini untuk jadi bodyguard Lo, terakhir gue ingin jadi temen lo” jawab nya

“Tapi kalo gue nolak gimana?”

“Please jangan tolak gue”

“Siapa yg nyuruh Lo?”

“Ayah Lo”

“Gue gak merasa punya ayah!jadi lebih baik Lo pergi!!!”ucap Rara tegas

“Tapi Ra gue but…”

“Gue bilang pergi!!!!!!kak Irwan yg tolong suruh dia pergi!!”potong Rara

“Lo denger kan apa kata dia!! Sekarang Lo pergi!!”bentak Irwan

Dengan terpaksa pemuda itu pergi dengan kecewa… Pemuda itu tak tahu apa yang harus ia katakan pada bosnya…

**************

Disini lain.. fildan sedang berada di rooftop dia berdiri di pinggir sambil merentangkan tangannya..

“AAAA… KENAPA DISAAT GUE MAU MELUPAKAN MASA LALU… JUSTRU MASA LALU ITU TIMBUL LAGI….!!!!”

“FILDAN LO GILA YA!!!” Teriak seorang

Fildan menoleh dan melihat Reza yg menatap nya dengan sendu bercampur marah…

“Apaan sih za!!!!”

“Sini (menarik tangan fildan)lu kalo mau mati pikir pikir dulu Jangan kayak gini!!!!!!!” Omel Reza

Fildan mengkerut kan keningnya karena binggung dengan perkataan Reza… setalah beberapa saat berfikir ia baru mengerti maksud perkataan Reza..

“bwahahaha….Lo pikir gue mau Bunuh diri? (Reza mengangguk)Lo pikir gue selemah itu ?”tanya fildan di tengah tawanya

Hening tak ada jawaban dari Reza…

Melihat itu tawa fildan seketika hilang dan kembali memasang wajah flat nya…

“Ternyata sahabat gue sendiri nganggap gue lemah (tersenyum kecut)apa selemah itu gue Dimata Lo?”

“Gue gak pernah anggap Lo lemah…(memegang pundak fildan)tapi gue takut kehilanga elo”

“Thanks atas semuanya”(tersenyum kecil)

“Elo segala Nya bagi gue fildan… Gue gak mau kehilangan elo… Karena elo sekarang keluarga gue baik baik aja”sendu Reza

Setelah itu tak ada lagi yg memulai pembicaraan mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing

“Fil??!”panggil Reza memecah keheningan yg ada

“Apa?”Tampa menoleh kearah Reza

“Apa yg akan elo lakuin ke dia?”

“Za! kalo gue gak mau maafin dia apa gue egois?”tanya fildan tampa menjawab pertanyaan Reza

Reza tersenyum mendengar ucapan fildan…

“Lo gak pernah egois fil…”jawab Reza

“Keadaan lah yg memaksa elo untuk egois”sambung Reza

Jawaban dari Reza membuat lekuk bulan sabit di bibir fildan

“Sekarang Lo udah tenang kan?kita Balik ke ruang rawat Rara ya?”ucap Reza lembut

“Hm… Ayok”(berjalan meninggalkan Reza)

“Huff… Kebiasaan”bisik Reza pada dirinya sendiri

***********

Fildan dan Reza berjalan terburu-buru menyusuri koridor rumah sakit, kerena mereka baru mendapatkan kabar dari teman teman nya jika Rara kembali drop…

Tampa mereka sadari ada seorang yg berjalan dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan…

Bugh…

“Eh maaf maaf kak”

”Hm.. iya”(menetap orang yg menabrak nya)

“Lo!!!” Bentak fildan

Cerita Dewasa Ngentot - Sang Pewaris dan Adik Perempuan yang Terasing
“Hai kak kita jumpa lagi”ucap pemuda itu dengan ramah

“Ngapain Lo kesini hah!!!! belum puas buat adik gue menderita!!!!!” Ucap fildan berapi-api

“Bukan gitu kak, afisan kesini mau jenguk Rara kok gak ada niatan lain”

“Gak percaya gue”ketus fildan

“Udah fil jangan di ladeni sekarang lebih baik kita liat kondisi Rara kan dia drop lagi”cegah Reza saat melihat fildan ingin memukuli afisan

Mendengar itu fildan pergi meninggalkan afisan sendiri.

“Rara drop??gue harus bilang laporan”

********** “Apa yg harus saya katakan pada tuan Johan… Dia pasti marah besar nih” ucap afisan pada diri nya sendiri

Flashback

Seorang pemuda dalam keadaan kacau tengah berjalan menyusuri jalanan malam yg ramai oleh kehidupan malam

Ia sesekali berhenti dan masuk ke toko toko untuk mendapatkan pekerjaan, namun hasilnya nihil…tak ada satu toko pun yg membutuhkan tenaga nya.

Pemuda itu bernama afisan Rajasa seorang mantan anak pengusaha kaya raya…ya sekarang hanya menjadi matan… setelah kepergian ayahnya perusahaan sang ayah mengalami banyak problem… Ditambah sang ibu tengah sakit keras…hal ini memaksa afisan untuk merubah karakter manja nya menjadi mandiri…

Kini afisan kembali menyusuri jalanan setelah tadi ia kembali di tolak untuk bekerja… namun sepertinya keberuntungan ada di pihak nya…tak sengaja afisan mendengar ucapan seseorang yg sedang membutuhkan seorang bodyguard untuk menjaga nona mereka yg sedang sakit.

Tampa pikir panjang ia langsung menghampiri orang itu…

“Maaf tuan, tadi saya dengar Anda sedang membutuhkan seorang bodyguard untuk menjaga nona anda,apa benar?”ucap afisan dengan sopan “Iya benar,apa kamu mau?” Tanya orang itu

“Ya tuan saya sangat mau kapan saya Bisa Bekerja?”jawab Afisan antusias

“Mari ikut saya”

Dengan semangat afisan mengikuti orang itu masuk ke dalam mobil mewah bewarna putih.

dan sampai lah mereka di sebuah rumah bukan rumah tapi lebih tepatnya sebuah Mension yg sangat mewah yg di nominasi warna gold dan putih.

“Ayo turun dan ikuti saya”

Afisan menurut dan mengikuti orang itu , dan afisan telah sampai di sebuah ruangan megah yg berada di lantai 7.

“Masuk”perintah orang itu

Dan lagi lagi afisan menurut dan masuk

Didalam ruangan itu sudah ada seorang paruh baya dengan gaya angkuh menatap nya dengan tajam…

“Kamu mau menjaga Putri ku?”tanya pria itu

“Iya tuan”

“Bagus!!saya akan membayar kamu sangat mahal”ucap nya sombong “Berapa yg kamu butuhkan?”sambung nya

“Saya hanya butuh uang sampai ibu saya sehat tuan”jujur afisan… Karena memang itu tujuan nya menerima pekerjaan ini

“Oke, ini Putri saya (menyodorkan sebuah foto yg terdapat 2 orang didalam nya)yg laki laki itu putra saya namanya fildan Valendra dan yg disampingnya itu Putri saya namanya Rara Valendra…”orang itu menjeda kalimat

Afisan membulat kan mata nya Melihat foto itu foto orang yg dulu perjanjian ia sakiti

“Hah…jadi Rara itu anak orang kaya raya… mampus gue gimana ni… Tapi gue gak bisa mundur lagi sekarang..udah lah gue bakal cari cara biar dia maafin gue yg penting nyokap gue sehat” batin Afisan

“Dan kamu harus menjaga Putri saya dia sekarang sedang sakit…kamu dampingi dia sampai sembuh maka ibu kamu akan sembuh juga”

“Baik tuan”

“Kamu bisa pergi tapi sebelum itu kasih anak buah saya nomer dan alamat rumah kamu”

Afisan mengangguk dan pergi dari ruangan itu…

Flashback end

Dan kini afisan sedang menghadapi tuan Johan Valendra untuk memberikan info padanya sekaligus memberi tau kegagalan nya

“Tuan”panggil afisan

“Bagaimana Tugasmu?”

“Maaf bos saya gagal”

Mendengar kata gagal emosi tuan Johan memuncak

“APA!!! GAGAL!!! SAYA KASIH KAMU TUGAS SEMUDAH ITU TAPI GAGAL!!!!” Bentak tuan Johan

“Maaf kan saya tuan”lirih afisan

“Kalau kamu gak mampu kenapa kamu menerima pekerjaan ini hah!!!!!!!!”

“Pergi kamu!!!!”

“Tuan saya mohon beri saya kesempatan saya janji kali ini gak akan gagal tuan saya mohon” ucap afisan sambil sujud di kaki tuan Johan dan menangis

“Hm… Baiklah saya kasih kamu satu kesempatan lagi”

“Tapi kalo kali ini gagal tidak ada kesempatan lain lagi kamu paham!!!!!”

“Faham tuan terimakasih”

“Ttu..tuan?”panggil afisan sedikit ragu

“Apa!!”ucap tuan Johan

Namun melihat mata tuan Johan afisan menjadi sangat ragu untuk memberikan info itu

“Cepat kata!!!!”bentak tuan Johan

“Saya tadi dapat kabar bahwa Rara eh.. maksudnya nona Rara drop lagi tuan”

“APA!! kenapa gak kamu kasih tau saya dari tadi dasar!!!!!”

Dengan cepat tuan Johan pergi dari hadapan Afisan…

*********

“Tom!”panggil tuan Johan

“Iya tuan”

“Apa menurut mu ini saat nya saya menjalankan rencana saya?”

“Tuan menurut saya rencana tuan itu justru akan membuat jurang yang lebih dalam lagi antara tuan dengan anak tuan, saran saya sebaiknya tuan batalkan saja rencana tuan”Jawab tom hati hati Tom takut tuannya akan marah jika tom bicara sembarangan

“Jadi kamu memerintah saya!!”tanya tuan Johan sedikit sengit

“Hm… Ti… tidak begitu tuan maksud saya”

“Sudah lebih baik kau diam saja saranmu tidak berguna!!”

“Huff”tom menghembuskan nafas nya dengan kasar… Bos nya ini memang sangat aneh,

Selain hoby marah bosnya ini juga sangat plin plan dalam urusan anak anak nya… Terkadang tom sempat berfikir bagaimana mana ada spesies manusia seperti bosnya di dunia ini… “Tom kenapa kau diam apa mulutmu di kunci?” Tanya tuan Johan

Bersambung…

Flashback 3 tahun lalu

*************

Seorang gadis berpakaian putih abu abu berjalan menyusuri koridor sekolah nya…. selama berjalan senyum terus tercetak di bibirnya….

Gadis itu bernama Rara, ia tak berhenti mengucap syukur atas apa yang dia dapat kan… masuk ke dalam sekolah elite dibandung…

Saat lulus SMP Rara memutuskan untuk berpisah sekolah dengan kakak nya…

Hari hari yg ia lalu awal nya berjalan lancar… Namun itu semua berubah setelah Rara berjumpa dengan dia seseorang yang berhasil mencuri hati nya…

Mulai saat itu semua warna dalam hidup Rara berubah menjadi 1 warna yaitu hitam…karena cuma warna itulah yg dapat mewakili seluruh perasaannya….

Setelah bertemu dengan seorang yg mencuri hati nya… kehidupan rara berubah 180°…ia selalu mendapat bully dari teman-teman bahkan dari orang yang ia suka…

Seperti saat ini… Saat ia hendak masuk kedalam kelas tiba tiba 1 buah ember yang diisi dengan air… berhasil mengenai tubuh Rara

Byurr

“Hahaha 🤣”terdengar suara tawa dari seorang pemuda…yg seperti nya sangat senang karena rencananya berjalan lancar…

“Mampus Lo”teriak pemuda yang lain

“Itu akibat nya suka sama gue… dasar gadis ‘murahan’ ”

Sedangkan Rara hanya bisa menaggis…ia tak berani melawan atau pun menyanggahnya… Meskipun hati nya terasa panas…

Lalu pemuda itu mendekati Rara…dan..ia melempar telur busuk ke Rara….

Hahaha

“Gila Lo ya Afisan”ucap salah seorang gadis

“Cewek murahan kayak dia memang layak mendapatkan ini haha” ucap afisan

“Fisan Lo jahat banget tau gak kasian Rara”

“Gue gak peduli”

Terdengar tawa dari semua orang yg ada di kelas itu… Sedangkan Rara ia memutuskan untuk pergi dan membersihkan diri nya…

Bagi Rara hal ini sudah biasa… Bahkan Rara pernah dikerjai oleh teman teman nya lebih dari ini…

Rara pernah di kunci di gudang yg sangat gelap dan dipenuhi oleh tikus…

Dan Juga pernah disiram dengan air lumpur…</p>

Bahkan pernah disuruh mengerjakan tugas fisika teman teman sekelasnya…

<p>Dari situ lah Rara mulai membenci afisan rasa cinta nya berubah menjadi sebuah torehan luka

Meski pun jika dikalangan 9uru Rara dikenal dengan anak yg berprestasi….

Hal itu lah yg menjadi penyemangat Rara untuk tetap bertahan di sekolah itu…

Lagi pula ini adalah keputusan nya…ia yg ingin sekolah di sini jadi dia harus menerima akibatnya….

Flashback end

Hal dari masa lalu nya yg pahit lah yg membuat Rara Tumbuh menjadi pribadi yang… pendiam dan penakut…

Oleh karena itu ia memutuskan untuk masuk ke universitas tempat kakak nya belajar saat telah lulus SMA agar ia tak mengalami hal yang sama…

Sejak SMA Rara dan fildan berpisah sekolah…apa lagi saat fildan telah lulus SMA dan memutuskan untuk pergi ke Jakarta…

Fildan dijakarta dan Rara di Bandung… Rara memilih tetap di Bandung karena masih trumua dengan Jakarta…

Karena dikota itulah semuanya berakhir…. Dan lembaran yg penuh perjuangan dimulai….

Flashback 10 tahun lalu…

“MULAI SEKARANG KAMU PERGI DARI RUMAH INI!!!” Teriak seorang pria paruh baya kepada seorang wanita paruh baya

“MAS…APA SALAH AKU? KENAPA HARUS AKU YG PERGI KENAPA TIDAK WANITA MURAHAN INI SAJA YG PERGI… hiks hiks…”tanggis wanita itu

“KARENA KAU BERANI BERKHIANAT!!!”

“AKU YG BERKHIANAT??!KAMU BILANG MAS!!!!APA KAMU SADAR DENGAN UCAPAN MU!!!!KAMU YG BERKHIANAT TAPI AKU YG KAMU TUDUH!!!”

“Baiklah mas aku akan pergi tapi ingat jika kamu tau kebenaran nya jangan pernah mencari ku dan berharap kita kembali lagi seperti dulu…”sambung wanita itu

“Rara fildan ayo kita pergi!!” Sebelum pergi wanita itu menatap pria itu dengan tajam kemudian pergi…

Flashback end

Setelah pengalaman yg sangat buruk itu baik fildan atau pun Rara sangat membenci ayahnya… Dan kebencian itu bertambah setelah sang ibu meninggal karena sang ayah…

Flashback 7 tahun lalu

Setelah pergi dari rumah sang ayah fildan Rara dan sang ibunda harus berjuang untuk bertahan hidup…

Ibu fildan saat itu menjadi tukang jahit baju keliling.. sedang kan Rara dan fildan berkeliling untuk menjual kue buatan sang ibu jika sudah pulang sekolah…

Mereka bahkan pernah hanya memakan ubi untuk Bertahan hidup…

Sampai Sebuah ujian terberat datang dalam hidup fildan dan Rara…

Sang ibunda sakit keras….dan harus segera di operasi…. Tentu hal itu membuat fildan sebagai kakak harus berjuang 2x

Fildan yg putus asa akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan sang ayah agar mau membiayai operasi sang ibunda…

Tok tok tok

Saat pintu dibuka Tampak seorang pria paruh baya berdiri di ambang pintu…

“Kenapa kamu kesini fildan?”tanya sang ayah

Anak berusia 13 THN itu menangis memandang ayahnya… Kemudian ia sujud..

“Yah tolong bunda yah hiks hiks… Bu..bunda sakit yah dan harus di operasi hiks… hiks..”

“Ayah tidak peduli toh bunda kamu yg salah”sahut tuan Johan enteng…

“Yah fil…fildan mo..mohon tolong hiks.. hiks.. ibu yah…(sujud di kaki sang ayah) fildan gak mau kehilangan ibu…hiks hiks hiks…” Tanggis fildan pada sang ayah dan Terus bersujud..

“Sudah kamu pergi sana!!!dan urus wanita murahan itu!!!”

mendengar kata murahan emosi fildan tersulut… bagaimana pun ia bukanlah anak yg tak tau arti kata murahan

“BUNDA BUKAN MURAHAN!!! AYAH JAHAT!!!AKU BENCI AYAH!!!KALAU AYAH GAK MAU BANTU FILDAN GAK APA APA TAPI JANGAN BILANG BUNDA MURAHAN!!!!AKU BENCI AYAH!!!!hiks hiks…” bentak fildan di sela sela tanggis nya

Mendengar ucapan fildan tuan Johan marah lalu menamparnya

Pakk

“Dasar anak gak tau di untung!!!!! pergi sana biarkan saja bunda mu itu mati!!!”bentak tuan Johan kemudian menutup pintu

Tamparan itu merupakan tamparan pertama bagi fildan… Seorang ayah yang selama ini ia banggakan menamparnya dan berkata seperti itu…

Fildan yg putus asa Ahir nya kembali ke rumah sakit …

Sesampainya di rumah sakit fildan mengetahui bahwa sang ibu telah tiada…dan yg membuat fildan lebis sedih lagi… Fildan sama sekali tidak bisa membantu ibunya….

Fildan mengganggap kepergian sang ibu adalah salah ayahnya… Andaikan saat itu sang ayah mau memberikan uang maka kejadian ini tak ada terjadi…

Setelah kepergian sang ibu fildan memutuskan untuk pergi dari Jakarta…. dengan sisa uang yg ada fildan membawa Rara pergi ke Bandung dan memutus komunikasi nya dengan semua orang…

Di sana lah fildan memulai lembaran baru… Meski usianya masih muda fildan sudah merasa keras nya kehidupan…

Sebagai seorang kakak fildan harus mampu menghidupi adiknya…

Setelah pulang sekolah fildan bekerja menjadi kuli bangunan demi mendapatkan sedikit uang…

Hari hari pun berlalu begitu cepat…

Kini fildan telah lulus SMA dan ia mendapat kan beasiswa di universitas elite dijakarta… Dengan berat hati fildan pergi meninggalkan Rara yg masih duduk di bangku 2 SMA

Sampai fildan mendapatkan kabar bahwasanya sang adik akan menyusul nya dengan Jakarta…

Dan disini lah kisah masa lalu kembali…

“mulutmu di kunci?” Tanya tuan Johan

“Huff”lagi dan lagi tom menghembus kan nafasnya dengan kasar mendengar ucapan dari bos nya ini… seperti nya memang tom harus banyak bersabar menghadapi bos satu ini….

“Tadi kan tuan bilang saya harus diam”ucap tom dengan senyum di paksa kan…

“Tom saya ingin kamu pergi kepengacara untuk mengambil sebuah dokumen…”

“Baik tuan…tapi kalau saya boleh tau itu dokumen apa tuan?”tanya tom sopan

“Kamu tidak perlu tau!!! lakukan saja apa yang saya suruh!!!”

Tak lama kemudian mobil milik tuan Johan sudah berhenti tepat di depan rumah sakit

“Tom lakukan apa yang saya suruh!!!”setelah mengucapkan itu tuan Johan turun dari mobil dan masuk ke rumah sakit…

**************

“Bagaimana keadaan Rara sekarang dok?”

“Saat ini kondisi ginjal pasien semakin buruk…kita harus cepat mengambil tindakan”

Ucapan dari dokter membuat fildan seperti tersambar petir… seluruh tubuhnya lemah bahkan saat ini jika fildan berdiri maka pasti akan jatuh…

“Kapan operasi nya dilakukan dok?”

“Operasi harus dilakukan dalam waktu 2×24 jam”

“Baik dok saya akan usaha kan”

Setelah itu fildan keluar dari ruangan dokter dan sudah di sambut oleh semua temannya

“Apa kata dokter fil?”tanya Irwan

“Yang gimana adik ipar?” tanya lesty

“Apa kata dokter nya fil?” tanya Reza

(Fildan duduk disamping lesty)”kata dokter Rara harus segera di operasi…gue cuma punya waktu 2×24 jam untuk mencari biaya operasi nya”jawab fildan dengan lemas sambil menghapus air mata nya

“Emang berapa biaya nya fil?”

“Gue gak tau za yg pasti mahal”

“Lebih baik kita tanya ke resepsionis saran Ical”

Mereka semua pergi ke resepsionis untuk bertanya kecuali lesty kata lesty dia gak ikut karena mau ber2an dengan fildan …

Setelah teman teman fildan pergi tak ada suara dari fildan dia hanya terus menghapus air mata nya yg mengalir dan tak perduli dengan ocehan lesty…

“Berapa yg kamu butuhkan?”tanya seseorang yg membuat fildan dan lesty terkejut…

Fildan mengangkat kepalanya…dan dia melihat seseorang yang sangat ia benci …

“Saya tidak butuh uang Anda”jawab fildan dingin

“Ayo les kita liat Rara” (menarik tangan lesty namun ditahan oleh tuan Johan)

“Kamu yakin?”tanya tuan Johan sedikit menekan

“Pergi dari sini!!!”usir fildan kemudian pergi

“Baik tapi jika kamu butuh uang saya datang saja ke rumah saya… Saya harap kamu masih ingat alamat nya!!”

Fildan tersenyum sinis mendengar ucapan tuan Johan

“Bagaimana saya bisa lupa dengan rumah yg di sanalah saya mendapat kan ‘tamparan’ pertama saya…dan ditempat ibu saya ‘menderita’ ” ucap fildan dengan penuh penekanan….

Setelah mengucapkan itu fildan menarik tangan lesty pergi… meninggalkan ayah nya yg berdiri kaku mendengar kata-kata nya…

Sedangkan tuan Johan merasakan hatinya disayat sayat mendengar ucap anak nya…. Ucapan fildan bagaikan sebuah tamparan keras baginya… Betapa tidak seorang anak yg dulu sangat menyanjungnya kini mengatakan itu pada nya…

Tom yg tak sengaja mendengar pembicaraan mereka pun menghampiri bosnya

“Tuan Anda tidak apa-apa?”

“Dia benar….dia benar… tom saya sudah membuat sebuah luka yg tak ada obatnya…”lirih tuan Johan kemudian terduduk lemas

“Tuan …saya yakin luka itu pasti akan hilang tuan hanya perlu berusaha agar luka itu hilang!… percaya lah tuan…. Saya disini akan selalu membantu tuan….”

************** Fildan terus menarik tangan lesty di koridor rumah sakit Tampa mendengar ocehan lesty…

“Es serut sayang kita mau kemana…aku seneng banget deh akhirnya es serut sayang mau megang tangan aku …..aku jadi makin yakin kalo es serut sayang sebenernya cinta sama aku….bla bla bla bla… “oceh lesty selama berjalan dengan fildan….

Sedangkan fildan terus saja berjalan dengan menarik tangan lesty terus…. Sampai Sebuah suara memanggil nya…

“Fil Lo mau kemana?!!!!!”teriak Ridwan

Fildan terus berjalan… Tak menghirau kan panggilan ridwan… Sampai lesty menghentikan langkahnya dan membuat fildan terpaksa Juga berhenti…

“Es serut sayang kamu di panggil sama songong tuh”

“Bodo amat”

“Fil Lo mau kemana sih…?? Sampai narik lesty segala?? biasa nya juga Lo alergi sama ni cempreng” tanya Ridwan

Fildan yg baru sadar langsung melepaskan tangannya…

“GAK sengaja!”

“Gak sengaja tapi di tarik terus… untuk kita liat Lo kalo enggak Lo pasti terus gandeng si cempreng” ucap Reza

“Heh onta Arab jadi jadian!! enak aja Lo panggil gue cempreng…nama gue itu lesty bukan cempreng masak orang cantik kayak gini di panggil cempreng sih gak punya mata Lo ya!!” sargah lesty tak terima

“seharusnya gue yg nanya kayak gitu… Lo punya mata gak… Gak liat apa ini (menunjuk matanya) kalo ini bukan mata terus apa?”

“oh itu mata, gue kira taik lalat kan”

“taik lalat pala lo peang” (menjitak kepala lesty)

“hustt… kalian bisa diem gak?gak tau apa keadaan tegang….”sargah Irwan

Reza dan lesty hanya memandang senyum tak berdosa…

“Apa yg kalian dapat dari resepsionis?”

“Merekalah bilang biaya nya 300jt fil…itu pun diluar biaya obat dan perawatan”

Fildan tersenyum kecut mendengar itu ia merasa sebagai orang yg sangat menyedihkan di dunia ini….

“Lo tenang aja fil gue bakal minta bokap gue bantuin Lo”ucap Irwan

“Kita Juga bakal iyuran untuk biaya perawatan nya Rara… Lo jangan sedih lagi…”sahut Ridwan…

Fildan menatap teman teman nya dengan mata berkaca-kaca…ia tak menyangka ternyata teman teman nya sangat menyayangi dia…

“Thanks ya kalian udah baik sama gue… Gue gak tau gimana jadinya gue Tampa kalian”(memeluk semua temannya)

“Es serut sayang akunya engak ikut dipeluk….kan pingin dipeluk juga…”rengek lesty

“Elo pengecualian…kita gak terima nenek lampir di sini…”ejek Ical

“Eh… gentong air bocor!!! siapa yang Lo sebut nenek lampir? perasaan disini yg ada bidadari surga deh…”Jawab lesty sedikit sensi

” kalian sehari aja gak ribut bisa gak?”tanya Reza

” gak bisa “jawab Ical dan lesty bersamaan

” alah kayak lo gak ribut aja za”ejek Ical

“kalo gue gak ribut”

“terus apa?”

Berantem…. Hahahaha ”

Melihat tingkah sahabat ny itu fildan tersenyum kecil. di antara semua ujian yg di beri tuhan, masih ada satu kebaikan di dalamnya…

Sungguh tuhan itu adil…

Bersambung…

“ARGGGG!!!!” teriak fildan frustrasi…

“APA YG SEBENAR ANDA FIKIR KAN TUAN JOHAN!!!!”

“hiks hiks… Gue gagal…. Gue gagal jaga rara bun…. Maafin fildan bun fildan gagal…. Ini semua gara-gara fildan….” ucap fildan yg tiba-tiba menangis

“Ini bukan salah kamu fil”ucap seseorang yg dari tadi mendengar teriakan fildan

“lesty!”

“hai… Kamu ngapain malam malam disini? Gak takut?” (duduk di samping fildan)

“gue gagal les… Hiks hiks… Gue gagal…” lirihnya memeluk lesty

“hey(. Melepas kan pelukan fildan lalu mengelus pipi fildan) kamu gak salah… Dan ini belum berakhir fil… Masih ada esok…. Jangan berhenti berharap…. Tuhan itu baik fil… Dia gak akan biarkan hamba ya sedih…” ucap lesty lembut…

Jujur ini pertama kalinya fildan merasa nyaman di dekat lesty…. Gadis yg selalu saja mengganggu nya kini sedang bicara begitu lembut…. Gadis yg selalu bersikap kekanak kanakkan kini menjelma menjadi gasis yg befikiran dewasa….

“duh ni jantung kenapa sih…. Jangan bilang gue punya sakit jantung…. Duh jangan sekarang dong sakitnya tunggu rara sehat dulu…” ucap fildan dalam hati

“ehem” lesty berdehem untuk menyadarkan fildan dari lamunan nya

“eh…i..ya kamu kenapa?”

“duh kok tiba tiba gugup sih… Biasanya b aja tuh kalo deket lesty kok sekarang kayak gini?” batin fildan

“kok kamu yg nanya kayak gitu aih kan harusnya aku? Kamu itu kenapa?”

“gak apa-apa kok…” elak fildan berusaha menetral kan jantung nya…

“kamu pasti ingat kejadian tadi siang ya? Jangan difikirin fil… Dan maaf aku gak bisa bantu kamu” sesal lesty

“iya gue pikirin yg tadi siang… Besok hari terakhir gue buat cari uang… sepeser pun aku gak ada…” lirih fildan

Flashback…

Siang ini fildan dan sahabat sahabat nya termasuk lesty berkumpul di sebuah cafe…

“gimana fil lo dapet uangnya?” tanya irwan

“enggak”

“kalian gimana?” tanya fildan

“maaf fil bokap gue nolak ngasih lo pekerjaan dan dia juga nolak bantu lo ngobatin rara…”

“iya fil ortu kita juga” ucap semua sahabat fildan…

“iya gue ngerti kok lagi pula siapa gue?” ucap fildan yg membuat semua sahabat fildan merasa tak enak hati…

“maaf ya es serut sayang bokap aku juga gak mau ngasih bantuan… Kata bokap aku tuan Johan yg ngelarang…” ucap lesty

“iya fil ortu kita juga bilang kayak gitu” sahut semua nya

“lo tau sendiri kan siapa tuan Johan itu… Gak mungkin ortu kita nolak dia yg ada perusahaan ortu kita hancur…” ucap ridwan

“iya gue tau” jawab fildan menahan amarah tangan nya sudah mengepal mendengar nama tuan Johan

“siapa sih sebenernya tuan Johan itu fil? Jika emng lo anak nya seharusnya dia gak lakuin ini kan?” tanya ical

“maaf ya guys gue belum bisa kasih tau sekarang…”

“za lo tau?” tanya ridwan menatap Reza penuh selidik

“maaf juga ni guys gue gak bisa ngasih tau kalian jika fildan nya aja nolak untuk cerita…” ucap Reza

Flashback end

“fil boleh gak aku Nanya sesuatu?”

“tanya apa?”

“sebenernya kamu sama tuan johan itu ada hubungan apa sih? Kok sampai segitunya dia halangi Kamu? Sampai sampai dia ngancam semua perusahaan untuk gak ngasih kamu pekerjaan…. Dan uang pinjaman!?” ucap lesty sedikit berhati hati

“kamu masih belum tau? Kamu gak denger apa yg selama ini dia bicarain?” tanya fildan balik

“is… Kok kamu tanya balik sih… Jawab dulu pertanyaan aku” rengek lesty

“hehe.. Maaf iya iya aku jawab… Gue itu anaknya… Tapi gue punya masa lalu yang perih dengan nya…” jawab fildan menerawang masa lalu nya yg memang penuh derita

“oh ya… Masa lalu apaan emang nya?”

“maaf tapi jawaban gue masih sama kayak tadi siang gue gak bisa cerita sekarang…”

“yaudah gak apa-apa”

“les gue boleh nanya gak?”

“tanya aja fil gak apa-apa…”

“sebenarnya aku…”

Kalo kamu mau bilang kamu cinta sama aku aku juga fil dari dulu malahan… “potong lesty

” ck. Bisa dengerin aku bicara sulu gak?”

” Hehe maaf lanjut fil!”

” sebenernya kamu itu kesambet apan sih kok bisa bicara kayak gitu? “tanya fildan membuat mood lesty langsung anjlok…

Lesty berfikir jika fildan akan menanyakan tentang dirinya atau perasaan nya… Karena suasana pas sekali jika romantis romantisan… Eh… Ternyata… Malah nanya hal yg kayak gitu…

” kesambet mbak kunti di pohon toge!” jawab lesty asal kerena kesal

“aku baru tau les kalo mbak kunti sekarang mainnya di pohon toge biasanya kan di pohon beringin… Kapan pindah nya mbak kunti les?”

“tanggal 33 bulan 14 fil!!!!”

“emang ada tanggal 33 bulan 14 les?” tanya fildan dan sukses membuat lesty sangat kesal dengan pertanyaan nya

“ck. Mana aku tau fil…Lagian kamu kok jadi bahas yg gak penting sih…!”ucap lesty benar-benar kesal

” becanda les… Makasih ya… ”

” buat apa? ”

” untuk saran dan semangat nya” dengan nada lembut sambil tersenyum…

“aaa…. Tadi fildan bicara lembut sama gue…. Ih…. Pingin deh rasanya meluk fildan…. Senyum nya lagi… Bikin gue melting… ” batin lesty

“i… Iya fil”

“udah kita pilang yok!” memegang tangan lesty…

Lesty yg kaget dan Tersenyum kecil… Ia tak menyangka seorang fildan yg terkenal dingin dan cuek memperlakukan ia seperti ini… Lesty seakan menemukan sisi lain dari fildan…

Hari ini ada hari terakhir bagi fildan untuk menyelamatkan nyawa sang adik…. Segala cara telah ia coba untuk mendapatkan uang… Namun hasilnya masih tetap sama tak ada seorang pun yg mau membantu nya…

Rasa cemas dapat terlihat dari wajah fildan… Sedari tadi ia tak berhenti mondar mandir di depan ruang rawat rara

“fil lo bisa diem gak sih !! Dari tadi jalan sana jalan sini udah kayak setrikaan aja tau gak!!” jengah ical yg dari tadi melihat fildan tak bisa diam

“gimana gue bisa tenang cal kalo adik gue sendiri sedang berjuang antara hidup dan mati”

“iya kita tau fil… Tapi dengan lo kayak gini apa semua bisa baik baik aja… Mending kita sekarang mikir gimana cara nya supaya rara bisa Oprasi…” timpal ridwan

Semua yg ada di sana berusaha berfikir mencari jalan keluar…

“fil gue punya cara supaya rara bisa Oprasi!” ucap reza yg menacing rasa penasaran dati semua orang..

“apa za!” jawab mereka bersamaan

“tapi gue gak yakin lo mau sih” sambung Reza

“udah bilang aja!” ucap fildan

“lo bisa minta tolong sama… (dengan ragu) sama…”

Semua menatap reza dengan serius, menunggu sambunggan dari perkataan nya…

“sama apa sih za… Cepetan ngomong kita kepo nih!” potong Irwan yg tak sabar mendengar perkataan Reza…

“sama… T.. Tuan Johan” sambung reza berhasil mengubah wajah fildan…

“sampai kapan pun gue gak bakalan minta bantuan dia!!!!”

“tapi itu satu satunya cara fil…”

“gue gak mau za!!!!”

“tapi kenapa fil?” tanya Ical

“kalian pernah gak sih ngerasain di buang oleh ayah kalian?, gimana perasaan kalian jika penyebab ibu kalian meninggal itu ayah kalian…..” jawab fildan dengan air mata yg terus menetes…

“enggak sih fil… Emang siapa yg ngerasain itu?” tanya Ical lagi…

Fildan tersenyum miris… Dengan air mata yg masih mengalir…

“gue…” lirih fildan

Deg…

Ucapan fildan berhasil membuat semua orang terdiam…

Cukup lama mereka semua terdiam… Termasuk lesty… Yg biasanya cerewet kini pun ikut terdiam…

“apa tak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya!!!”

Suara dari orang itu membuat suasana hening berubah menjadi tegang…

Sedangkan fildan menatap kosong ke org itu…

Orng itu tak lain adalah tuan Johan… Ia menatap wajah fildan lau berjalan menuju nya…

” apa kamu sangat membenci ayah mu ini sampai tak ingin menerima bantuan dari nya?” tanya tuan johan

“saya rasa anda mengetahui jawabannya…”

“apa tak ada sedikit saja kesempatan saya untuk masuk kembali ke hidup kamu?”

“jika anda kesini untuk hal yg tidak penting maka saya saran kan anda pergi!!”

Tangan tuan Johan mulai mengepal berusaha menahan amarah nya… Ia menyerah kan sebuah kertas kepada fildan

“itu adalah cek 1m untuk pengobatan rara! Jika kamu masih sayang adikmu maka bayar operasi nya dengan uang ini!!”

Fildan ingin mengambil cek itu… Namun terhenti…

“tapi ini semua tidak gratis!!! Tom bawa surat itu kesini!!! (tom memberi sebuah map berwarna biru) kamu harus tanda tangan di surat ini jika ingin mengambil cek ini!”

Fildan yg awalnya senang melihat ayah nya perhatian pada rara namun perasaan senang itu berubah saat mendengar perkataan tuan Johan

” saya pikir anda sudah berubah tuan Johan!! Tapi ternyata saya salah!!! Saya lupa bagaimana bisa orang yg selalu mementingkan dirinya sendiri bisa berubah secepat ini…!!!!”

“tak ada yg gratis di dunia ini!”

Fildan membalikkan badannya untuk pergi namun di cegah oleh Reza..

“baca dulu isi surat nya fil baru lo ambil keputusan… Ingat ini soal nyawa rara fil!” bisik reza pada fildan

Dengan malas fildan mengikuti saran reza… bagaimana pun perkataan reza ada benar nya juga…

Mata fildan membulat sempurna saat mengetahui isi surat nya…

Prakk

Fildan membanting surat itu kelantai lalu pergi dari sana dengan air mata berurai… Reza yg penasaran akan isi surat itu mengambil nya dari lantai Setelah membaca isi nya ekspresi wajah yg di tunjukkan reza sama dengan fildan

Tak percaya dengan apa yg ia baca reza bertanya langsung pada sang pemilik…

“tuan apa ini!?” tanya reza dengan nada tinggi

“saya hanya ingin anak saya kembali ke pada saya” jawab enteng tuan Johan

“tapi cara ini salah tuan!” jawab reza

“apa yg salah dan benar hanya saya yg tau”

“tapi dengan memisahkan adik dari kakaknya itu justru membuat fildan semakin membenci anda!!!”

“kamu hanya orang luar reza dan bersikap lah seperti teman jangan coba ikut campur urusan saya!!!”

“saya yg anda anggap orang luar ini… adalah orang yg ada di samping fildan saat dia rapuh!!! Saya sendiri yg menyaksikan fildan berjuang!!!!” bentak Reza

“dan apa yg anda lakukan ini akan menjadi umpan balik bagi anda!!!” sambung Reza ber api api

Ditengah suasana tengang tiba-tiba fildan datang dan mengambil fokumen itu dari tangan reza

Dengan air mata yg jatuh fildan mengambil pena dan menandatangani surat itu…

Semua yg ada suana tercengang dengan apa yg di lakukan fildan… bahkan reza tak percaya dengan apa yg dia lihat…

Cerita Sex Surga Gangbang Selebriti

“saya sudah tanda tangan Di surat ini sekarang tepati janji anda bayar biaya pengobatan adik saya… jangan sampai dia pergi dari saya..” dengan nada dingin fildan mengucapkan kalimat yg membuat reza heran…

Setelah mengatakan itu fildan pergi

Reza yg merasa aneh dengan sifat fildan pun memilih menyusul nya…

************

” kenapa lo lakuin itu? ”

Fildan yg tengah melamun membalikkan badan nya…

“terus apa yg harus gue lakukan? Membiarkan adik gue mati?!!” menatap orang itu dengan sendu.

Bersambung…

Novel ini kurang lebih ada 13 episode, jadi ditunggu updatean selanjutnya ya sobat Ngocokers.