Bunda Maya

Folder Bunda - Blog Cerita Dewasa Ngentot Yang Selalu Update Cerita Ngentot Terbaru Setiap Hari..

Cimani Genderuwo

Cimani Genderuwo

Cerita Sex Cimani Genderuwo – Sebagian tokoh dalam cerita seks birahi ini digambarkan memiliki latar belakang (profesi, kelas sosial, suku dll) tertentu. Tindakan mereka dalam cerita seks birahi ini adalah fiksi dan belum tentu menggambarkan orang-orang berlatar belakang serupa di dunia nyata.

Semua tokoh dalam cerita seks birahi ini adalah fiktif. Kemiripan nama tokoh, tempat, lembaga dan lain-lain hanyalah kebetulan belaka dan bukan kesengajaan. Malam yang sangat gelap mencekam mengiringi kedatangan sebuah mobil Toyota Kijang memasuki suatu desa yang cukup terpencil.

Desa itu bernama desa Cimani Gunderowo, yang dalam bahasa Indonesia berarti Air Sperma Gunderewo. Suatu nama yang tak lazim untuk suatu desa. Desa itu terletak di suatu pedalaman hutan kota Banten. Kurang lebih 150 KM ke arah barat dari pusat kota. Sangat jauh dari hiruk pikuknya kendaraan, dan sangat jarang terjamah oleh orang luar.

Terbukti dari akses jalan yang masih sangat minim untuk menuju ke sana. Sandra, Balqis, dan Gilang. Mereka adalah reporter dari salah satu stasiun televisi lokal. Mereka diberi tugas untuk meliput desa tersebut. Karena ada beberapa laporan masyarakat yang masuk pada pihak redaksi tentang desa tersebut.

Cerita Sex Cimani Genderuwo Ngocoks Setelah sekian lama berkendara, mereka pun menepikan mobil mereka ketika telah menemukan tempat yang mereka cari. Mereka akhirnya tiba di desa Cimani Gunderewo. Desa itu terlihat sangatlah menyeramkan. Pohon-pohon besar tumbuh mengelilingi desa tersebut.

Lolongan anjing sayup-sayup terdengar di dalam kelebatan hutan, memecah keheningan malam. Sungguh, semakin membuat ngeri tempat itu.

“Lang, anter dong. Gue kebelet pipis nih.” ucap Sandra kepada Gilang.

“Yaelah, elu. Yaudah deh, yuk gue anter.” balas Gilang.

“Terus gue gimana guys?” ucap Balqis.

“Elu diem aja disini Qis. Lu jagain mobil. Siapa tau ada warga yang lewat, lu kan bisa minta ijin sekalian tempat tinggal sama mereka.” ucap Gilang.

“Tapi gue takut sendirian disini.”

“Udah tunggu aja Qis. Bentar doang kok.” “Ayoo cepetan Lang, gue udah kebelet.” lanjut Sandra seraya menarik tangan Gilang memasuki hutan.

Mereka pun mulai menghilang di balik pepohonan, meninggalkan Balqis sendirian di dalam mobil. Di suatu desa yang sangat menyeramkan. Balqis, gadis kelahiran Bandung 21 tahun yang lalu. Dia memiliki paras yang cantik khas mojang kota kembang, dengan kulit yang berwarna putih bersih.

Gadis ini memiliki tinggi 159 cm dan berat 42 kg. Payudaranya berukuran 36 B, juga pinggul yang semok membuat dia sangat menarik setiap kaum Adam yang memandangnya. Balqis memiliki seorang tunangan yang sudah ia pacari semenjak ia duduk di kelas 2 SMA.

Umur mereka terpaut 5 tahun. Namun Balqis sangat mencintai tunangannya saat ini, karena dia tak pernah mau merenggut keperawanan Balqis semenjak mereka pacaran dulu. Paling banter mereka hanya melakukan piting dan Blow Job saja. Pria itu sangat menghormati Balqis sebagai perempuan, dengan tetap menjaga keperawanan gadis ini.

20 menit sudah Balqis duduk termenung di dalam mobil sendirian. Dia sudah mengerti lagi dengan kelakuan kedua temannya tadi. Mereka pasti tengah bersetubuh di dalam hutan itu. Karena bosan, Balqis pun mencoba untuk berbaring di sana.

Namun belum lama dia berbaring, terdengar suara ketukan di kaca samping mobilnya. Dan Balqis pun segera menoleh ke asal suara. Dia mendapati sesosok pria paruh baya tengah berdiri di luar mobilnya. Ki Samad, panggil saja begitu. Lelaki ini berusia sekitar 86 tahun. Seluruh wajahnya penuh dengan kerutan.

Dia memiliki tinggi sekitar 152 cm dan berat 60 kg. Namun dia masih bisa berdiri tegap dalam usianya yang hampir satu abad itu. Akhirnya Balqis pun menghampiri kakek itu. Dia mengemukakan maksud kedatangan nya dan kedua teman-temannya pada ki Samad.

Balqis pun meminta sebuah tempat tinggal sementara untuk mereka tinggali selama beberapa hari di desa tersebut. Ki Samad pun mengangguk mengerti, dan mengajak Balqis ke suatu rumah milik warga tak jauh dari mobil mereka.

Balqis mengunci pintu mobilnya, kemudian mengikuti ki Samad memasuki sebuah rumah. Meskipun hanya sebuah rumah yang terbuat dari anyaman bambu, rumah itu cukup nyaman dan layak untuk ditinggali. Akhirnya Balqis pun berterima kasih kepara ki Samad. Sebuah senyum terlukis indah di bibir tipisnya.

“Eh maaf Ki, teman-teman saya sudah lebih dari 1 jam memasuki hutan disana. Kalo aki ketemu sama mereka, tolong beri tahu mereka kalo saya ada disini ya ki. Mereka memakai baju yang sama seperti yang saya pakai ini ki. Mohon maaf sebelumnya kalo merepotkan.” ucap Balqis pada ki Samad.

Ki Samad hanya mengangguk mengerti, seraya menyuguhkan makanan pada Balqis. Lelaki ini tahu kalau Balqis sedang lapar. Dan mereka pun makan bersama malam itu. Meski hanya sekedar makanan yang sederhana, namun cukup membuat Balqis merasa kenyang.

Setelah makan, Balqis pun mulai mengambil hand phone nya dan menyeting recorder. Dia ingin mengorek informasi desa ini pada ki Samad. Balqis pun melayangkan beberapa pertanyaan pada kakek itu.

“Eh ki, maaf sebelumnya. Saya dari stasiun tv XXX dateng kesini untuk mencari informasi dari desa ini. Kalo boleh tau, kenapa desa ini dikasih nama Cimani Gunderewo yaa ki?” tanya gadis itu.

“Oh itu, jadi ceritanya gini neng. Dulu, banyak orang yang dateng kesini untuk pengasihan. Pengasihan Gunderewo tepatnya. Jadi, setiap orang yang mau kaya dateng ke sini sambil bawa perawan sebagai tumbal.” ucap ki Samad bercerita.

“Nah, terus perawan itu dibawa ke gua di hutan sebelah sana. Gua itu dipercaya tempat tinggal nya Gunderewo neng.” lanjutnya.

“Oh gitu ki. Terus para perawan itu di apain lagi ki? Apakah gunderewo itu menampakan diri sama warga disini? Terus, para perawan yang dijadikan tumbal, apakah mereka terlihat kembali?” Tanya Balqis memberondong.

“Yaa, para perawan itu di letakan di suatu ruangan di dalam gua itu. Terus tumbal itu di ikat kedua kaki dan tangannya membentuk huruf X dalam keadaan telanjang, diatas batu persembahan.” jawab ki Samad Serius.

“Gunderewo itu gak pernah menampakan diri sama sembarangan orang neng. Dia hanya menampakan diri ke kuncen ataupun gadis tumbalnya saja. Mereka yang dijadikan tumbal pengasihan Gunderewo tak pernah terlihat keluar lagi dari gua itu neng, warga sini percaya kalo gadis yang ditumbalkan itu dijadikan gundik sama Gunderewo disana.” lanjutnya seraya menatap nanar ke Balqis.

“Oh, iyaa ki. Aki sendiri pernah melihat sosok Gunderewo itu gak?” Tanya Balqis lagi.

Ki Samad hanya mengangguk, sambil pandangan matanya tak pernah lepas dari tubuh seksi Balqis. Membuat Balqis merasa risih dibuatnya.

“Kalo saya boleh tau, gimana rupa dari Gunderewo itu ki?”

“Kenapa neng nanyain hal itu?” jawab ki Samad galak.

“Maaf ki. Ini info yang sangat penting dalam liputan saya. Hal ini akan jadi berita yang sangat penting buat masyarakat luas. Jadi saya mohon maaf kalo aki merasa terganggu dengan pertanyaan saya barusan.” jawab Balqis tertunduk.

“Kalo neng bener-bener ingin tahu rupa dari Gunderewo itu, neng harus masuk ke gua itu. Soalnya saya tau kalo neng ini masih perawan kan. Gunderewo itu pasti dengan senang hati menampakan wujudnya sama neng.” ucap ki Samad seraya tersenyum pada Balqis, menampakan susunan giginya yang telah menghitam.

Balqis nampak terkaget dibuatnya, dia bergidik ketakutaan. Namun tak lama kemudian, Balqis merasa pusing dikepalanya. Seluruh pandangan nya mulai mengabur, dan dia pun jatuh pingsan. Ki Samad tersenyum melihat itu. Semua rencananya berhasil.

Kedua tubuh sedang bergumul di dalam rimbunnya semak-semak. Mereka sedang saling tindih dalam keadaan yang telanjang. Yaa, kedua sosok itu merupakan Sandra dan Gilang. Gilang sedang memacu tubuh montok Sandra dalam keadaan missionaris.

Kedua kaki Sandra berada di bahu Gilang, membuat serambi lempitnya terangkat menghadap Gilang. Hal ini membuat rudal besarnya keluar masuk dengan lancar diserambi lempit Sandra.

“Aagghh, terus lang. Aggghh, rudal lu enak banget. Agghh,, ogghhh,, yaa terus.. Aggghh..” desah Sandra menikmati genjotan Gilang.

“Aggghhh, iyaa dra. serambi lempit lu juga enak banget.. Agghhh… rudal gue berasa di pijet di dalam serambi lempit lu.. Agghhh…” jawab Gilang sambil mempercepat genjotannya.

Sandra hanya mendesah dan mengerang dibuatnya. Kedua matanya terpejam, menikmati gesekan antara kelamin mereka. Sandra seakan terbang ke langit ke tujuh dibuatnya.

“Aaggghhh,, dra, gue mau keluar.. Aaggghhh… Ooggghh..” ucap Gilang sambil mulai menciumi payudara Sandra.

Sandra kelojotan dibuatnya. Dan beberapa detik kemudian, dia merasakan cairan hangat yang muncrat di dalam serambi lempitnya. Ternyata Gilang telah mendapat orgasmenya yang kedua malam itu.

Tubuh Gilang pun ambruk menimpa tubuh Sandra. Sandra masih terpejam menikmati denyutan rudal Gilang di dalam serambi lempitnya. Dia memeluk tubuh Gilang dengan erat. Namun dia pun menjerit ketika membuka matanya. Dia melihat ada beberapa sosok yang mengelilingi mereka berdua, Sandra hitung ada sekitar tujuh orang.

Baca Juga: Cerita Sex Sensasi Bercumbu Darah Perawan Sandra pun segera membangunkan Gilang, namun tak ada respon darinya. Dia pun menggulingkan tubuh Gilang ke samping, dan memcoba memungut pakaiannya untuk menutupi ketelanjangannya. Sandra menjerit kembali ketika dia melihat kedua tangannya yang berlumuran darah segar.

Dia sapukan pandangannya ke arah Gilang, dan menemukan luka sayatan di tubuh Gilang. Ternyata Gilang telah mati di tangan para penduduk setempat.

“Aaaarrrggghhhh! Siapa kalian?” jerit Sandra.

“Biadab kalian! Kalian telah membunuh Gilang. Dasar manusia biadab kalian!” Lanjutnya memaki para penduduk tersebut.

Namun ke tujuh sosok yang mengelilingi Sandra tak mengeluarkan sekecap katapun. Mereka hanya menatap Sandra dengan tatapan lapar. Sebuah senyuman kemenangan mengembang di wajah mereka semua, lalu secara bersamaan mereka menyerang tubuh telanjang Sandra.

“Tidak! Mau apa kalian semua biadab? Tolong! Tolong! Aarrgghh, lepas kan! Tolong! Tolong!” jerit Sandra ketakutan.

Namun jeritannya tak berpengaruh apapun pada mereka semua. Dengan sangat bernafsu, mereka mulai menggerayangi tubuh telanjang Sandra. Mereka meremas payudara Sandra dengan sangat kasar, dua orang dari mereka mengoreki serambi lempit Sandra dengan sangat kasar juga.

Setiap lekuk tubuh Sandra tak ada yang terlewat dari jamahan tangan nakal mereka. Satu persatu dari mereka mulai melepas semua baju mereka. Dan tujuh batang besar mulai terpampang jelas di hadapan Sandra, minta untuk di puaskan.

Sandra bergidik ketakutan melihat ukuran rudal mereka. Dia tak sanggup membayangkan apa yang akan segera menimpa tubuh seksinya sebentar lagi. Satu per satu mereka mulai mendekati tubuh telanjang Sandra.

Dan tanpa menunggu lama lagi, sebuah rudal besar menembus serambi lempit Sandra dengan sangat kasar. Sandra menjerit kesakitan. serambi lempitnya serasa disayat oleh silet. Namun jeritannya tak keluar lama, setelah satu rudal besar telah menembus bibir tipisnya. Sandra merasa sangat tersiksa dibuatnya.

Satu demi satu rudal besar telah keluar masuk diserambi lempit dan mulutnya. Satu rudal yang keluar setelah menyemburkan sperma, segera digantikan dengan rudal besar lainnya.

Tidak memberi Sandra waktu untuk sekedar menarik nafas. Dia sangat lemah kesakitan dibuatnya. serambi lempitnya mengeluarkan bercak darah, rudal besar para penduduk setempat itu telah merobek serambi lempitnya.

Sandra mulai mendapatkan kesadarannya kembali dan mulai berontak, ketika dirasa ada sesuatu yang menggesek lubang duburnya. Sebuah rudal besar tengah mencoba untuk menembus lubang duburnya dari belakang.

Sandra menjerit memohon, berharap mereka akan sedikit tiba pada dirinya. Namun usahanya sia-sia saja. Para pemerkosanya itu sama sekali tak peduli pada Sandra.

“Mmmhhh,, jangan! Mmmhhh.. Ampun! Mmhhh…” jerit Sandra disela kulumannya.

Dan “aaarrrrggghhh!” Sandra menjerit, dia melolong kesakitan. Sebuah rudal raksasa menembus paksa lubang duburnya yang masih perawan dalam satu sentakan kasar.

Sandra tak mampu menerima lagi semua itu. Tubuhnya telah mendapat titik maksimal dalam menerima rasa sakit, dia pun jatuh pingsan. Para penduduk masih terus melakukan aktifitas mereka diatas tubuh Sandra. Mereka sama sekali tak peduli pada keadaan Sandra saat itu.

Mereka terus menggenjot dan meremasi tubuh Sandra secara brutal. Seluruh lubang di tubuh Sandra terus menerus dijejali rudal raksasa mereka tanpa jeda sedikit pun. Mereka berniat untuk memberikan luka permanen pada tubuh Sandra. 4 jam kemudian mereka baru selesai dengan tubuh Sandra.

Seluruh tubuh Sandra dipenuhi dengan bercak sperma yang mengering. Lelehan sperma masih merembes dari dalam mulut, lubang serambi lempit dan lubang duburnya yang menganga lebar. Bercak darah pun masih nampak jelas di kedua lubang tersebut. Setelah puas dengan tubuh Sandra, mereka pun mengenakan pakaian mereka kembali.

Tubuh telanjang Sandra yang sudah sangat mengenaskan mereka ikat di pohon pinus. Tak lupa mereka menaruh madu di seluruh tubuhnya, dan menjejalkan bunga pinus di lubang serambi lempit dan duburnya. Sedangkan mayat Gilang, mereka buang ke sungai.

Setelah semuanya selesai, mereka pun kembali ke desa. Meninggalkan Sandra yang masih pingsan di dalam rimbunnya hutan sendirian.

*****

Balqis terbangun setelah mencium bau yang sangat menyengat hidungnya. Dia sama sekali tak ingat dengan kejadian yang dia alami kemarin, kepalanya masih sangat pusing. Dia pun membuka matanya dengan perlahan.

“Wahai Gunderewo, terimalah tumbal dari kami semua. Dan berikan kami hasil panen yang berlimpah.” ucap seorang lelaki.

Mendengar itu, Balqis segera mengerjapkan matanya yang masih mengabur. Tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakan. Dia pun mulai melihat kesekeliling, mengamati keadaan. Balqis menjerit sejadi-jadinya, ketika dia tau keadaan nya saat ini.

“Sadar juga kamu neng.” ucap suara yang tak asing bagi Balqis.

“Ki Samad! Apa yang aki lakukan sama saya? Saya mau diapakan ki? Tolong! Tolong!” teriak Balqis.

“Percuma geulis, gak akan ada orang yang bakalan denger kamu disini. Kamu bakalan aki jadikan tumbal untuk Gunderewo.” ucap Ki Samad.

“Qisdak! Apa salah saya ki? Tolong! Saya gak mau jadi tumbal. Tolong!” teriak Balqis.

Namun tak ada satu pun yang menolongnya. Ki Samad terlihat khusu melanjutkan mantera pemanggilan Gunderewonya. Mulutnya komat-kamit merapalkan mantra. Dan tak lama kemudian, kepulan asap mulai memenuhi ruangan gua tersebut. Balqis meronta, dia mencoba untuk melepas kan dirinya.

Gadis cantik itu tengah terbaring di atas sebuah batu yang datar. Kedua tangan dan kaki nya di ikat ke setiap sudut batu itu. Tubuh seksinya itu tak tertutupi sehelai benangpun, ia telah telanjang. serambi lempit dan payudaranya terpampang dengan sangat jelas. Membuat orang ingin segera menyantap dan menjamah bila melihatnya.

“Siapa yang berani membangunkanku?” sebuah suara geraman menggema di gua tersebut.

“Ampun Gunderewo. Saya ki Samad.” jawab ki Samad sambil membungkuk.

“Ah, ki Samad!”

“Apa gerangan kamu sampai berani mengganggu tidur lelapku? Huh?” lanjut Gunderewo itu.

“Ampun. Saya bawa tumbal baru buat Akang. Saya cuman minta ditukar dengan hasil panen yang melimpah 2 tahun ke depan.”

Gunderewo itupun mengalihkan pandangan nya pada batu persembahan. Dia tersenyum lebar ketika melihat sosok gadis perawan berparas ayu terbaring di atasnya. Dia kemudian tertawa dengan sangat menggema.

“Hahaha… Tumbal yang bagus Samad. Haha… Baiklah, akan ku buat panen warga desa melimpah untuk dua tahun ke depan. Hahaha…”

“Sekarang pergi lah! Biarkan aku menikmati tumbal ku!” lanjut Gunderewo itu seraya mendekati tubuh Balqis.

Ki Samad pun meninggalkan gua itu dengan segera. Dia tidak ingin mengganggu prosesi yang akan di lakukan Gunderewo itu pada Balqis. Dia sudah terlalu senang dengan apa yang akan dia dapat di ladangnya untuk dua tahun ke depan.

Sesosok mahluk tinggi besar menghampiri tubuh Balqis. Tingginya sekitar 2 meter lebih. Badannya berwarna hitan legam, dengan bau yang sangat menyengat tercium di seluruh tubuhnya. Bulu hitam kasar menghiasi seluruh tubuh mahluk itu.

Sepasang mata merah yang menyala menatap nanar pada Balqis. Taring tajam pun menghias di bibir tebalnya. Balqis terbelalak tak percaya melihat sosok di hadapannya sekarang. Dia berontak lebih keras, mencoba untuk melepaskan ikatan di tubuhnya. Balqis menjerit sejadinya.

Meminta pertolongan kepada siapa pun yang bisa mendengarnya. Namun semua usahanya itu nihil. Tak ada seorang pun yang berani masuk ke gua tersebut. Melihat mangsanya terikat tak berdaya, membuat rudal Gunderewo itu menyembul keras.

Batang rudalnya sangat besar dan panjang. Diameternya mencapai 15 cm, dan panjangnya hampir 35 cm. Sungguh rudal raksasa. Balqis menggidik ketakutan melihat rudal Gunderewo itu. Dia tak sanggup membayangkan bila benda sebesar itu menembus liang serambi lempitnya yang masih perawan.

Cerita Dewasa Ngentot - Cimani Genderuwo
Balqis mulai menangis karena saking takutnya pada mahluk itu. Gunderewo itu mulai tak sabar ingin segera menikmati tubuh Balqis. Dia mulai menjamah tubuh telanjang gadis itu. Tangannya segera menggerayangi tubuh seksi Balqis dengan perlahan.

Mahluk itu mulai merangsang setiap titik sensitif di tubuh Balqis dengan sangat intens. Tangan besar nya meremasi payudara gadis itu dengan perlahan. Sedang kan mulutnya mulai menjilati wajah cantik Balqis. Mahluk itu mencoba mencium bibir mungil Balqis. lidahnya yang panjang dia coba untuk menelusup masuk ke dalam bibir Balqis.

Namun Balqis tak pernah mau membuka mulutnya. Balqis terpejam, dia tak sanggup melihat sosok menyeramkan di depannya itu. Hidungnya mencium bau yang sangat menyengat di depannya. Dia sampai ingin muntah dibuatnya. Bibirnya dia katupkan dengan sangat keras. Dia tak mau berciuman dengan mahluk jelek nan bau ini.

Takan pernah! Karena geram, Gunderewo itu pun mencubit puting kiri Balqis dengan sangat keras. Membuat Balqis membelalak kesakitan. Mulutnya terbuka, menjerit sejadinya. Dan pada saat itu lah, Gunderewo ini menesulupkan lidahnya ke dalam bibir tipis Balqis.

Bersambung… Mahluk itu mulai mencium bibir gadis itu. Mendapatkan serangan seperti itu, Balqis merasa sangat mual. Ada rasa aneh yang sangat tidak mengenakan di dalam mulutnya. Air liur mahluk itu juga berbau menyengat di dalam mulutnya. Dia sampai muntah dibuatnya.

Kedua matanya mulai menangis semakin deras. Lidah panjang mahluk itu menggelitik setiap rongga mulut Balqis. Dia ingin membuat Balqis terbiasa dengan rasa dari liurnya itu. Tangan kanannya meremasi payudara kiri Balqis, Sesekali memilin puting payudaranya yang masih berwarna merah muda itu.

Sedangkan tangan kirinya, dia gerakan menuju serambi lempit Balqis. Balqis merasakan sesuatu yang sangat kasar menggeseki lubang serambi lempitnya. Mencoba untuk men stimulus daerah istimewanya tersebut. Balqis mencoba menahan mati-matian setiap rangsangan tersebut.

Namun dia pun hanya wanita biasa. Menerima serangan yang intens, lubang serambi lempitnya pun membasah di jari-jari kasar sesosok Gunderewo. Mengetahui mangsanya sudah mulai terangsang, Gunderewo itu pun segera menurunkan ciuman bibirnya semakin ke bawah.

Dia jilati setiap lekuk tubuh Balqis. Mulai dari wajah, telinga, leher, perut, dan kedua bongkahan payudaranya Balqis. Tak ada bagian yang terlewat dari jilatan lidah panjangnya itu.

Ketika pagutan mahluk itu terlepas di bibirnya, Balqis meludah terus menerus. Dia ingin membuang semua air liur mahluk itu yang selalu terasa menempel di rongga mulutnya. Dia juga mencoba untuk menahan setiap rangsangan di tubuhnya dengan sangat kuat.

Namun sia-sia saja semua usahanya itu. Balqis pun mulai mendesah dan mengerang, ketika lidah panjang mahluk itu mulai menjilati lubang serambi lempitnya. Gunderewo itu menjilati setiap inchi serambi lempit Balqis dengan sangat telaten. Sesekali dia coba untuk memasukan lidah panjangnya itu ke dalam lubang sempit dihadapannya.

Lidah itu pun mulai keluar masuk lubang serambi lempit Balqis bak seekor ular. Gunderewo itu menjilati seluruh rongga di dalam serambi lempit Balqis. Menerima itu semua, membuat desahan Balqis semakin menjadi. Mulutnya tak berhenti mengerang dan mendesah. Gunderewo itu sungguh sangat pintar merangsang setiap titik sensitif di tubuhnya.

Tak lama berselang, Balqis pun merasakan sesuatu yang sangat enak di serambi lempitnya. Sebuah perasaan yang tak pernah dia rasa kan sebelum nya. Ada sebuah dorongan yang ingin keluar dari dalam serambi lempitnya. Semakin dia tahan, semakin kuat dorongannya.

Dan tanpa bisa dicegah lagi, Balqis pun mendapat kan orgasme nya yang pertama selama hidupnya itu. Cairan bening nan lengket menyembur deras dari dalam serambi lempitnya. Dan langsung masuk ke dalam mulut Gunderewo itu semuanya.

Yaa, Gunderewo itu menghisap habis setiap cairan yang keluar dari dalam liang serambi lempit Balqis. Mahluk itu menelannya habis, tak bersisa. Tubuh Balqis masih mengejang sambil mengejat-ngejat. Dia sungguh sangat tenggelam oleh kenikmatan yang baru dia dapat hari itu.

Matanya terpejam, sedang kan mulutnya membuka lebar. Melihat kesempatan itu, Gunderewo segera mencoba untuk memasukan rudal raksasanya itu ke dalam mulut mungil Balqis. Dia mendorongnya dengan kasar, membuat Balqis sangat terkejut.

Ukuran rudalnya yang terlalu besar, tak muat ke dalam bibir Balqis. Hanya sebatas kepalanya saja yang dapat masuk, itu pun tak muat. Hal itu membuat Balqis sangat tersiksa. Mulutnya dipaksakan untuk menganga sampai ukuran maksimal.

rudal raksasa itu memaksa mulut Balqis untuk membuka sampai ukuran yang sebelum nya belum pernah bisa dia capai. rudal Gunderewo itu seakan ingin merobek mulut Balqis. Kesal karna rudalnya tak bisa muat ke dalam mulut Balqis, Gunderewo ini pun mulai memposisikan posisi nya diatas tubuh Balqis.

Dia gesekan rudal raksasa nya yang bersisik itu tepat di depan lubang serambi lempit Balqis yang masih perawan. Dia menggesek-gesekan nya untuk beberapa saat. Dan saat dirasa sudah tepat di depan serambi lempitnya, dia dorong rudalnya merobek serambi lempit mungil Balqis dalam satu hentakan kasar.

‘Breeeettt’ Balqis yang awalnya terbuai oleh rangsangan di serambi lempitnya itu mulai menjerit sejadi-jadinya. Dia merasakan perih yang teramat sangat di lubang kelaminnya itu. Tubuhnya mengejang keatas, menahan rasa sakit yang tak terkira itu.

Dan Balqis pun jatuh pingsan, tak kuat menerima rasa sakit. Melihat mangsanya sangat lemah, Gunderewo itu sangat marah. Dia mulai menggerakan rudalnya itu dengan sangat kasar di lubang serambi lempit Balqis. Dia menggenjot serambi lempit mungil Balqis dengan sangat brutal.

Mahluk itu memaksakan serambi lempit Balqis untuk bisa menerima seluruh batang rudalnya yang sangat besar dan panjang itu. Dia hentakan pinggulnya dengan sangat keras, seakan ingin mendobrak dinding rahim Balqis.

Setelah beberapa hentakan yang sangat kuat di dalam serambi lempit Balqis, akhirnya seluruh rudal Gunderewo itu pun masuk seluruh nya. rudal yang berdiameter 15 cm, dan panjang 35 cm itu pun bersarang dengan manis di dalam serambi lempit mungil Balqis.

Sampai serambi lempit Balqis mengembung dibuatnya. Seluruh otot serambi lempit Balqis seakan meremasi setiap bagian rudal Gunderewo itu. Mahluk itu merasa sangat dimanjakan dibuatnya. Dia pun mulai mempercepat genjotannya di dalam serambi lempit Balqis.

rudal mahluk itu menghentak dengan sangat kuat mendobrak serambi lempit Balqis. Kemudian dia cabut rudalnya dengan sangat perlahan, menikmati setiap gesekan antara dinding serambi lempit Balqis yang lembut dan rudal nya yang bersisik itu. Mahluk itu melakukannya terus menerus, sampai membuat Balqis sadar dari pingsannya.

“Aaaaawwwhhh,, sakiiitt… Berhentiiii… Sakiiitt,, aku mohon! Awwwhhh…” ucap Balqis mengiba.

“Diam kau sundal! Mulai detik ini tubuhmu adalah milik ku. Kau sama sekali tak berhak lagi atas seluruh tubuhmu ini.” ucap Gunderewo itu sambil mempercepat genjotannya.

“Kamu itu sudah dijadikan tumbal untuk ku. Jadi mulai saat ini, kamu adalah budak birahiku. Hahaha…” lanjutku mahluk itu sambil tertawa.

“Qisdak! Aku tidak sudi! Lepas kan aku dasar mahluk menjijikan!” maki Balqis sambil meludah ke arah mahluk yang sedang menggagahinya itu.

“Dasar kurang ajar kak sundal! Lihat, aku akan menyetubuhimu dengan sangat ganas dari sekarang. akan kubuat kau bertekuk lutut pada rudalku ini.” ucap mahluk itu geram.

Pompaan di dalam serambi lempit Balqis makin cepat dan kuat saja. Mahluk itu ingin membuat Balqis merasakan multiple orgasme. Gunderewo itu ingin membuat Balqis tak bisa lepas ataupun menolak rudal raksasanya lagi. Mahluk itu mulai menyetubuhi Balqis dengan sangat menggila. rudalnya mengeluarkan precum di dalam lubang serambi lempit Balqis.

Cairan itu mengandung semacam bakteri, yang akan membuat serambi lempit korbannya merasa sangat gatal dan geli dibuatnya. Precum yang Gunderewo itu keluar kan dalam dosis yang cukup banyak di dalam serambi lempit becek Balqis.

Rupanya mahluk itu ingin membuat Balqis tak bertingkah lagi. Balqis merasa ada yang aneh di dalam serambi lempitnya. Dia merasakan ada sesuatu yang sangat panas di dalam serambi lempitnya. Gadis itu merasakan serambi lempitnya sangat gatal dan sangat geli, sehingga tanpa dasar dia pun mendesah-desah menerima setiap sodokan rudal raksasa Gunderewo itu.

Mengetahui kalau rencananya berhasil, mahluk itu pun menghentikan gerakan nya di dalam serambi lempit Balqis. Dia mencabut keluar rudalnya dalam satu tarikan kuat. ‘Plooop’ suara ketika rudalnya keluar. Lubang serambi lempit Balqis nampak menganga sangat lebar.

Bercak darah masih menetes dari dalam sana. Balqis tersadar dari lamunannya. Dia merasakan ada sesuatu yang hilang dari dalam serambi lempitnya. Lubang serambi lempitnya terasa sangat gatal minta digaruk. Namun benda yang sedari tadi keluar masuk di serambi lempitnya itu telah hilang.

Sedangkan kedua tangan dan kakinya terikat dengan keras, membuatnya tak bisa melakukan apapun selain menggesek-gesekan kedua pahanya. Gunderewo itu hanya tersenyum melihat perilaku Balqis. Dia merasa puas dengan apa yang telah dia buat pada gadis alim tersebut.

Rupanya dia telah berhasil untuk merubah sifat Balqis, dan membuang semua rasa malu gadis itu. Gunderewo itu telah berhasil membuat Balqis bertekuk lutut pada rudalnya. Mahluk itu telah berhasil membuat Balqis menjadi budak sexnya.

“Aaaaggghhhh… Hmmm… Aggghhh…. Ssshhhh… Aggghhh….” desah Balqis.

“Kenapa kau menggeliat seperti cacing seperti itu manusia? Huh?”

“Apakah serambi lempitmu gatal ingin di garuk? Apakahserambi lempit mu rindu sama batang rudal besar ku? Huh? Jawab!” ucap Gunderewo itu sambil menatap tajam ke arah Balqis. Sebuah tatapan yang seakan merendahkan derajat Balqis sebagai seorang wanita alim.

“Aaaagghhh,, iyaa tuan… Aggghhh… Tolong berikan rudal besarmu itu… Aggghhh…”

“Tolong garuki serambi lempit gatalku ini tuan… Aaaagghhh…. Setubuhi aku tuan… Aggghhh… Aku adalah budak sex tuan…. Ooouuuuuggghhh….” ceracaunya Balqis makin tak jelas.

Mendengar itu semua Gunderewo hanya tersenyum dengan bangga. Predikatnya sebagai mahluk bau, jelek, dan menjijikan namun tetap bisa menaklukan wanita muda yang amat cantik tetap melekat pada dirinya. Dia pun tersenyum lebar, kemudian melepas ikatan di kedua pergelangan kaki dan tangan Balqis.

Balqis yang merasa bebas, segera mengarahkan tangannya menuju lubang serambi lempitnya. Dia langsung menggeseki serambi lempitnya dengan cepat dan bernafsu. Balqis mulai memasukan satu demi satu jarinya ke dalam serambi lempit nya yang sudah sangat basah itu sambil terpejam.

Ternyata semua jarinya mampu masuk ke dalam lubang serambi lempitnya itu. Sekarang dia mengeluar-masukan kepalan tangan nya menggaruki dinding serambi lempitnya yang sangat gatal itu. Gunderewo tertawa dengan sangat keras dengan apa yang telah dia buat pada gadis alim ini.

Dia sangat puas melihat Balqis menggeseki serambi lempitnya sendiri dengan susah payah. Balqis terlihat sangat bernafsu saat itu. Dia mencoba segala yang dia bisa untuk menghilang kan rasa gatal di dalam serambi lempitnya. Namun semuanya sia-sia saja. Rasa gatal di serambi lempitnya tak pernah hilang, namun bertambah gatal saja setiap detiknya.

Frustasi, Balqis pun menangis. Dia merasa sangat tersiksa dengan rasa gatal di serambi lempitnya itu. Dia terlihat sangat tersiksa karena ulahnya sendiri pada serambi lempitnya. Karena kasihan, Gunderewo itupun berbisik pada Balqis.

“Rasa gatal di serambi lempitmu itu hanya bisa hilang dengan gesekan rudalku saja wahai budak manusia. Rasa gatal itu hanya akan mereda bila bersentuhan dengan sisik di rudalku ini. Apa kau mengerti?” bisik mahluk itu ditelinga Balqis.

“Aaaaghhhh,,, iyaa tuaaan.. Tolong berikan itu pada hamba… Aggghhh….” ucap Balqis sambil terisak.

“Ada syaratnya!” ucap mahluk itu menatap Balqis tajam.

“Aaapp,, apa syaratnya tuaann? Aaagghhhh…” ucap Balqis sambil terus mendesah.

“Kau harus membuatku orgasme terlebih dahulu dengan mulut dan tanganmu itu. Kamu harus menelan habis spermaku terlebih dahulu.”

“Ba,, baik lah Tu,,, aaagghhhh… Baik lah tuan…. Sssshhh..”

“Lakukanlah sekarang dasar budak!”

“Ba, baik tuan.” Ucap Balqis sambil menyerbu tubuh mahluk itu.

Balqis mulai menggenggam rudal raksasa Gunderewo dengan kedua tangannya. Diameternya tak muat dalam genggaman tangan nya itu. Dia kemudian menjilati rudal bersisik itu dengan sangat bernafsu. Sesekali Balqis mencoba untuk memasukan benda itu ke dalam mulutnya.

Namun sekeras apapun dia mencoba, benda itu tak pernah bisa masuk ke dalam mulutnya yang terlalu mungil itu. Balqis menjilati setiap inchi rudal dari mahluk yang paling menjijikan itu dengan sangat telaten. Dia menjilati rudal dari mahluk yang telah membuat nya muntah beberapa jam yang lalu.

Balqis telah kehilangan akal sehatnya. 15 menit sudah Balqis menjilati rudal besar bersisik Gunderewo itu, namun sama sekali belum terlihat jika benda itu akan segera memuntahkan sperma nya. Sedangkan rasa gatal di dalam serambi lempitnya telah mencapai level maksimal.

Balqis akhirnya menangis. Dia lalu mencoba memasukan benda besar itu kedalam liang serambi lempitnya dengan sangat bersusah payah. ‘Bleeeeesss’ akhirnya rudal besar itu menembus liang serambi lempitnya yang sudah sangat basah.

Benda besar itu langsung menggaruk rasa gatal yang menyerang dinding serambi lempitnya. Balqis pun menggoyangkan pinggulnya dengan sangat cepat diatas tubuh mahluk itu. Balqis memejamkan matanya menikmati kenikmatan yang batang rudal mahluk itu tengah berikan pada serambi lempitnya.

“Aagggghhh… Enak nya… Ooohhh,, ahhhhhh….” desah Balqis sambil mempercepat goyangan serambi lempitnya.

Gunderewo itu hanya bisa tertawa dengan sangat lantang melihat aksi Balqis saat itu. Balqis sedang menggerakan tubuh seksinya itu dengan sangat lincah di atas tubuh nya.

Gadis cantik itu tengah menunggangi rudal raksasanya dengan bersusah payah. Namun wajahnya memancarkan rona kenikmatan yang sangat dahsyat. Wajahnya mendongak ke atas, kedua matanya terpejam, sedangkan mulutnya membuka lebar.

Hal itu sungguh sangat membuat mahluk itu terangsang. 15 menit menggenjot rudal besar Gunderewo, serambi lempit Balqis pun mulai berdenyut menandakan dia akan segera mendapatkan orgasme kembali. Gadis itu mempercepat goyangan pinggulnya, menghentak rudal Gunderewo itu makin keras.

Tubuhnya sudah dipenuhi dengan keringat. Kuncir rambutnya telah terbuka sehingga rambut panjangnya terurai bebas dan dahinya juga bercucuran keringat

“Aaaaaggghhh,, tuan,, rudal tuan nikmat bangeett… Aaagghhhh,, hamba, orgasme lagi tuannnn… Agggghhhh…” jerit Balqis sambil melepas orgasmenya yang kedua hari itu.

Cairan hangat menyembur dengan sangat deras di liang serambi lempitnya. Balqis bahkan mengalami squirting. serambi lempitnya mengeluarkan cairan dengan sangat derasnya. Seluruh tubuh Balqis mengejang untuk beberapa saat, lalu ambruk menimpa tubuh besar Gunderewo.

Balqis sangat menikmati orgasmenya Kali itu, hingga dia lupa pada tugasnya untuk memuaskan Gunderewo. Gunderewo itupun marah pada Balqis. Dia lalu mengeluarkan kembali cairan precumnya didalam serambi lempit Balqis dengan cukup banyak.

Hal ini langsung membuat serambi lempit Balqis sangat gatal dibuatnya. Balqis bahkan sampai menjerit kaget dibuatnya. Dan tanpa menunggu lama lagi, dia pun kembali menggoyangkan pinggulnya menggesek rudal besar Gunderewo.

Tak beberapa lama kemudian, Balqis mengalami orgasme nya kembali. Lagi, seluruh otot di tubuhnya mengejang lalu ambruk tak bertenaga. Hal ini kontan membuat Gunderewo itu sangat marah. Akhirnya mahluk besar ini mengeluarkan precumnya yang sangat beracun di dalam serambi lempit Balqis. Precum ini mengandung bakteri yang sangat ganas.

Bakteri yang akan terus menggigiti dinding serambi lempit Balqis, menimbulkan rasa gatal yang teramat sangat. Bakteri ini takan berhenti menggigit seluruh rongga di dalam liang serambi lempit Balqis, meskipun dia telah mendapatkan orgasme. Bakteri ini hanya bisa hilang oleh cairan sperma Gunderewo saja. Balqis sangat tersiksa dibuatnya.

serambi lempitnya makin terasa gatal saja, padahal dia baru saja mendapatkan orgasme. Balqis pun mulai memaksakan tubuhnya untuk bergerak, sehingga kelamin mereka saling bergesekan kembali. Namun gesekan antara kelamin mereka itu hanya membuat serambi lempitnya makin gatal saja.

serambi lempit Balqis sudah sangat membanjir dibuatnya. Peluh beserta keringat bercucuran di seluruh tubuhnya. Ntah sudah berapa Kali dia mendapatkan orgasme dan squirting hari itu. Namun rasa gatal di serambi lempitnya tak pernah berhenti.

Balqis sudah sangat lemah, seluruh tenaganya sudah habis terkuras. Namun dia tetap memaksa pinggulnya tetap menggoyang, meskipun tubuh bergetar hebat. Tak lama berselang, Balqis pun mendapatkan orgasmenya kembali untuk yang kesekian kalinya.

Tubuhnya mengejang dengan sangat dahsyat, lalu dia pun jatuh pingsan kembali. Melihat mangsanya tergeletak tak sadarkan kembali, Gunderewo itu hanya menatap puas. Dia mencabut rudalnya dengan satu tarikan kuat. Mahluk itu lalu merebahkan tubuh Balqis mengangkang.

Dia lalu menjilati serambi lempit gadis itu dengan sangat bernafsu. serambi lempit Balqis yang sudah sangat membasah dijilatnya dengan sangat rakus. Lidahnya segera keluar masuk di dalam serambi lempit Balqis dengan sangat lincah. Mahluk itu memasukan lidah panjangnya sangat jauh ke dalam serambi lempit Balqis.

Sehingga masuk kedalam rahim Balqis. Mahluk itu lalu menjilatinya gemas. Balqis hanya bisa mendesah lemah dibuatnya. Dia sudah tak memiliki tenaga sedikit pun hanya sekedar untuk membuka mata. Namun serambi lempitnya tak pernah berhenti mengalami orgasme.

Cairan cintanya yang bercampur dengan air kencing menyembur setiap kali dia orgasme. Muncrat membasahi lantai gua yang pengap dan lembab itu. Setelah puas menjilati serambi lempit gadis tersebut, Gunderewo itu kembali memasukan rudal besar nya itu ke dalam liang serambi lempit Balqis yang sudah sangat melar.

Mahluk itu kembali menghentak kan rudalnya dengan sangat kuat dan keras di dalam serambi lempit gadis itu, membuat tubuh Balqis terlonjak-lonjak. Karena jepitan serambi lempit Balqis sudah sangat melemah, Gunderewo pun membalikan tubuh mangsanya tersebut. Mahluk itu mulai memposisikan tubuh Balqis untuk menungging.

Lidah panjangnya segera menjilati dan mengoreki liang dubur Balqis. Membuat Balqis kembali menggeliat. Sesekali dia masukan lidah panjangnya itu ke dalam sana, mencoba membuat lubang itu sedikit melebar. Ketika dirasa sudah cukup basah, Gunderewo pun memposisikan rudal besarnya di depan lubang dubur Balqis.

Dan dengan satu sentakan keras, amblas lah seluruh rudal besar nya itu merobek anus Balqis. Balqis menjerit dengan sangat keras. Seluruh otot di tubuhnya bergetar merasakan sakit yang amat sangat. Balqis pun pingsan kembali.

Cengkraman otot dubur Balqis seakan mencekik rudal Gunderewo itu. Mahluk itu kembali merasakan nikmat nya tubuh gadis itu. Sekarang Gunderewo itu sudah tak perduli lagi dengan keadaan Balqis. Dia hanya ingin segera mencapai orgasmenya.

Dia mulai menyetubuhi dubur Balqis dengan sangat kasar. Tak lama berselang mahluk itu pun mendapat orgasme nya yang pertama saat itu. Dia menggeram sambil menyembur kan sperma panasnya memenuhi liang dubur Balqis. Tangan besarnya meremas kuat payudara Balqis, gigi-gigi tajamnya menggeremet.

Dan seluruh tubuhnya mengejang, lalu ambruk menimpa tubuh kecil Balqis dengan rudal yang masih menancap di liang dubur gadis itu. Setelah mendapatkan orgasme nya itu, rudal besar Gunderewo mengecil dengan sendiri nya. Lalu benda itu keluar dari dalam dubur Balqis secara perlahan. Mahluk itu tersenyum dengan sangat lebar.

Rona kepuasan tergambar jelas di wajahnya. Mahluk itu pun menghilang ntah kemana. Meninggalkan Balqis sendirian dalam kondisi yang sangat mengenaskan di gua tersebut. Tinggallah Balqis sendiri di gua lembab nan pengap itu. Tubuhnya sudah sangat mengenaskan, dalam posisi yang menungging.

Novel Neglected Paradise (End)

Lubang serambi lempit dan dubur nya menganga sangat lebar, bercak darah masih jelas terlihat di kedua lubang tersebut. Balqis mati dengan kedua lubang yang sangat basah oleh lendir dan oleh cairan sperma Gunderewo yang berwarna hitam pekat.

Namun roh Balqis dibawa oleh sang empunya sperma ke alam nya. Yaa, roh Balqis dijadikan gundik oleh sang Gunderewo itu di alamnya. Dan sejak hari itu, ketiga reporter tersebut tak pernah kembali dari desa tersebut. Di mulai hari itu, Sandra, Balqis, dan Gilang tak pernah terlihat keluar dari desa itu.

Yaa, mereka bertiga telah tewas dengan sangat mengenakan di desa Cimani Gunderewo itu. Tanpa ada seorang pun yang mengetahui kejadian itu, kecuali para penduduk setempat. Rahasia dari desa Cimani Gunderewo pun masih terjaga dengan sangat rapat….