Bunda Maya

Folder Bunda - Blog Cerita Dewasa Ngentot Yang Selalu Update Cerita Ngentot Terbaru Setiap Hari..

The Wild Wolves

The Wild Wolves

Warning!!! Khusus Dewasa 21++

Cerita ini hanya fiktif belaka murni hasil dari pengembangan fantasy semata tanpa ada keinginan untuk melecehkan dan atau merendahakan suku, ras, dan agama, diharapkan kebijakan dan kedewasaan pembaca, segala sesuatu yang terjadi kemudian diluar tanggung jawab penulis.

Novel The Wild Wolves – Hujan badai yang sangat deras sudah 10 menit berselang. Dari balik jendela, Frans menatap motor-motor yang menepi ke pinggiran-pinggiran rumah di gang sempit.

“Di mana dia?”, tanyanya dalam benaknya.

Frans bersender dengan nyaman di tralis jendela apartemennya. Bir yang dingin, ia teguk sedikit sembari memberikan sensasi yang menenangkan sekedar untuk melupakan kekhawatirannya. Frans menoleh, melihat ke ruang utama apartemennya di mana keempat temannya sedang asyik bersenda-gurau.

Ardan, di tengah gelak tawanya, tetap dengan mahirnya memainkan tombol joystick di genggamannya. Dari satu kombinasi ke kombinasi tombol yang lain ia mainkan dengan sangat mahir membentuk suatu kombo yang membuat lawannya berkutik tak berdaya.

Novel Dewasa The Wild Wolves Ngocoks Danu, sang lawan, walaupun masih memainkan tombol di joysticknya, sudah terlihat tak begitu tertarik dengan apa yang karakternya lakukan dan lebih banyak tertawa melihat sang jagoan menjadi bulan-bulanan Ardan. Bagas dan Elang pun ikut menertawakan Danu yang kalah telak dibantai oleh Ardan.

“Ah, gimana sih lu Nu? Bisa main kagak?!”, ledek Elang.

“Iya nih, makanya lu kalo main, pilih karakternya yang gampang-gampang aja. Milihnya cewek seksi sih lu, mikirnya pake titit.”, tambah Bagas.

Lili, karakter yang dipilih oleh Danu, memang terlihat sangat seksi. Costume default dari Lili memang sudah seksi dengan model school girl Jepang berwarna putih. Balutan ornamen renda-renda menambah kesan dress Eropa , di mana gadis petarung ini berasal.

Namun, kostum yang sekarang Lili gunakan berbeda, di mana seragam school girlnya semakin mini dan ketat. Kemeja sekolahnya dimodelkan sebagai korset pink dengan bagian dadanya membentuk 2 cup berwarna putih yang hanya menutup setengah bawah bagian dari payudaranya yang montok.

Rok pendeknya semakin pendek, hanya sebatas pantatnya saja, dibalut dengan pink yang sama dengan korset yang ia kenakan. Kakinya terlihat jenjang dan sangat indah. Keputihan dan kemontokan pahanya, ditambah dengan kesemokan pantatnya, membuat Danu tidak fokus bermain untuk mengalahkan Ardan.

Ia memang lebih sibuk membuat gerakan tendangan tinggi yang sebenarnya tidak efektif untuk melawan Ardan, namun lebih menunjukkan kemolekan kaki Lili yang sepenuhnya karena rok pendeknya terangkat lebih tinggi.

Ardan, menyadari hal itu dan dengan sigap menyesuaikan alur mainnya dengan memberikan serangan-serangan bawah yang lebih efektif untuk mengurangi darah Lili. Apalagi serangan rendah adalah spesialisasi karakter yang Ardan pilih.

Karakter yang Ardan gunakan tidaklah kalah seksi. Christie Monteiro namanya, si capoera cantik dari Brazil. Christie memiliki perawakan khas gadis Brazil yang terkenal dengan kemolekan tubuhnya. Ia memiliki lekuk tubuh yang sangat indah dan payudara dan pantat yang besar yang membuat semua wanita pasti iri melihatnya.

Kulit gelap eksotisnya pun tak kalah beradu dengan keputihan dan kebersihan kulit khas Eropa milik Lili. Christie hanya dibalut dengan atasan sport bra silang membentuk huruf X yang hanya menutup bagian tengah dari payudaranya, sedangkan bagian bawah dan atasnya terlihat bulat tidak tertutup.

Jika ini adalah suatu pertarungan di dunia nyata, sudah pasti bra Christie akan terlepas dan menunjukkan puting payudaranya yang terlihat gelap namun pastinya manis. Sayangnya ini hanyalah sebuah permainan video game.

Dengan teknik Capoeranya, sebenarnya Christie adalah karakter yang sangat susah dimainkan, namun karena Ardan memang pemain yang sudah jago, sangat mudah bagi Ardan untuk memenangkan pertarungan ini.

“Dari tadi kerjaannya angkat kaki nunjukkin paha ama pantat doang, mana menang lawan gw.”, timpal Ardan.

“Lah elu daritadi mukulin serambi lempit karakter gw terus”, bela Danu yang sudah mulai kehabisan kata.

“Ya iyalah lu ngangkang mulu sih. Gw kalo liat cewek pake baju seksi nan montok kayak begitu ngangkang, bawaannya pengen jebolin serambi lempit terus, cok. Apalagi pake titit gw hahahaha. “, canda Ardan.

Keempat orang yang lain pun tertawa terbahak-bahak, termasuk Frans. Frans pun lalu menimpali, “Alah lu Dan, cewek di video game aja ga bisa urus, apalagi cewek beneran. Pantes lu jomblo.”

Makin riuh lah tawa dari kelima pemuda itu. Danu pun hanya santai tertawa mendapati dirinya menjadi bahan tawaan. Tawa dan bir menemani hangout mereka malam itu.

“Ada apaan nih seru amat gw denger dari luar? Nimbrung dong”, ujar Ray yang kembali memasuki ruangan apartemen.

Frans yang sesaat terlupa akan hujan badai di luar karena canda tawa dengan temannya, kembali melihat keluar. Pikiraannya kembali ke wanita itu, Naomi. Naomi adalah pacar dari Ray, namun Frans diam-diam memiliki perasaan kepadanya.

Frans sendiri sebenarnya sudah memiliki seorang pacar, Nadila. Namun itu tidak menghentikannya untuk menyimpan rasa dan berfantasi tentang Naomi. Entah apa yang sebenarnya ia rasakan: apakah itu cinta atau apakah itu hanya nafsu belaka, tapi perasaan Frans untuk Naomi sungguhlah kuat.

Bahkan pernah saat ia bercinta dengan Nadila, ia berfantasi bahwa yang bermain dengannya saat itu bukanlah Nadila, melainkan Naomi. Frans merasakan suatu hawa nafsu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya ketika ia membayangkan Naomi, ia bermain lebih beringas daripada biasanya.

Ia ciumi Nadila dengan penuh gairah. rudalnya yang sudah berdiri tegak, menyodok keluar masuk liang serambi lempit Nadila dengan sangat cepat, membuat Nadila awalnya merintih kesakitan namun berangsur menikmati permainan dari Frans.

Nadila terlihat sangat menikmatinya terdengar dari erangan dan desahan keras Nadila malam itu.Nafas Nadila menjadi tidak karuan. Nadila membalas ciuman Frans dengan sama liarnya, tanpa tahu bahwa bukan ialah yang ada di benak Frans malam itu.

Frans memejamkan matanya menggerayangi tubuh Naomi yang ada dibenaknya. Frans memeluknya dengan erat saat ia sudah merasakan gejolak di rudalnya yang terasa semakin keras dan sedikit terhentak, menandakan ia akan mengeluarkan air maninya.

Nadila pun merasakan pelukan erat Frans dan ikut memeluk Frans dengan erat. membayangkan Frans orgasme saat mencumbui tubuhnya membuat Nadila merasakan getaran di seluruh tubuhnya seperti suatu gelombang yang sudah tak tahan ingin ia lepaskan. Nadila tak tahu jika yang Frans peluk saat itu bukanlah dia, namun bayang-bayang Naomi.

Nadila mencapai orgasme terlebih dahulu, ia peluk erat Frans semakin erat, kedua kakinya semakin erat dia himpitkan ke badan Frans yang sedang mempenetrasinya. Gelombang di dalam diri Nadila sudah tak bisa ditahan lagi.

Dengan tiap gerakan rudal Frans memasuki liang serambi lempitnya, setiap itu pula gelombang itu terlepas dari tubuhnya. Setiap hempasan gelombang tersebut memberikan sensasi ekstatik ke tubuh Nadila membuat Nadila mengerang tidak karuan mengekspresikan kenikmatan yang kini ia rasakan.

Frans merasakan hangatnya liang serambi lempit yang menghimpit rudalnya. Dalam benaknya, yang ia bayangkan adalah orgasme dari Naomi. Ia merasakan hangatnya liang serambi lempit Naomi dan begitu beruntungnya ketika rudalnya lah yang ada di dalam serambi lempit itu.

Frans semakin mendekati orgasmenya. Ia ingin sekali menteriakkan nama Naomi namun ia pun masih tersadar bahwa bukan lah Naomi yang sedang ia gagahi. Ia cium Nadila seakan ia mencium Naomi supaya mulutnya terjaga tetap diam.

rudalnya bergejolak hebat di antara kedua liang serambi lempit yang menghimpitnya, gejolak yang mendorong cairan kenikmatan yang hangatnya menambah kehangatan dinding serambi lempit yang dimasukinya. Di dalam hatinya, Frans meneriakkan nama Naomi.

Jika bukan karena bibir Nadila yang manahan bibirnya, mungkin Frans sudah meneriakkan namanya keras-keras seperti saat ia masturbasi ke foto-foto seksi Naomi di Instagram.

“Naomi! Naomi! Naomi!”

“Frans! Frans! Woy Frans! Bengong aja lu!”, sahut Ray membuat Frans kaget.

“Bengong aja, kesambet lu nanti. Repot nih kalo hujan-hujan tuan rumah kesambet hahaha.”, gurau Ray.

“Hahaha, sorry Ray. Liatin hujan di luar. Si Naomi gimana? Hujan badai begini. Katanya dia mau nyusul lu ke sini?”, ujar Frans.

“Iya, dia otw kok. Tadi baru turun MRT dan udah naik ojek ke sini.”, Ujar Ray.

“Hah, hujan badai gini naik ojek? Basah kuyup lah”, balas Frans.

“Mau gimana lagi? Daripada kelamaan nunggu malem-malem sendirian di luar stasiun terus digodain mas-mas. Dia mau terobos aja. Yah mobil gw juga baru kelar dikerjain temen lu kan malem banget nanti. Masih lama banget ya?”, Ungkap Ray sambil membuka sekaleng bir dingin yang langsung ia teguk.

“Yah, iya soalnya emang kemarin nungguin onderdilnya dulu sampe di bengkelnya. Gw juga gak tau kalau lo butuh mobilnya besok.”, kata Frans.

“Iya mendadak banget besok gw harus anterin si Naomi ke Bandung. Dia mendadak harus perform soalnya.”, jawab Ray. “Yaudah deh, gw udah berterima kasih banget ama temen lu bro mau kerjain cepet kayak gini. Kalo ga dibenerin tuh karborator, udah pasti ga bisa jalan mobil gw, apalagi buat ke luar kota.”, ujar Ray.

“Santai, temen gw mah cincai bro. Btw, lo ga tawarin jemput aja si Naomi? Kan kita pada ada motor di sini? Lo jemput kek basah-basahan juga hahaha. Parah lu biarin cewek lu kayak gitu.”, canda Frans yang sedikit gusar juga di dalam hatinya.

Bagaimana mungkin laki-laki seberuntung Ray sebegitu cueknya kepada Naomi untuk berbasahan sendirian menerjang hujan badai menaiki ojek. Jika Naomi adalah pacarnya, dia pasti sudah akan menyusul Naomi di stasiun MRT.

“Gw udah tawarin bro, Naominya yang ga mau. Padahal gw juga udah mau minjem motor salah satu dari lu terus nyusul ke stasiun.”, jelas Ray.

“Oh, yaudah, kalo dia butuh mandi di sini, boleh aja. Gw ada beberapa handuk bersih sama Naomi bisa minjem bajunya Nadila juga. Nadila pasti ngerti lah. Lagian kan Naomi deket juga sama Nadila.”, usul Frans.

“Waduuuuh, udah nyaman banget kayaknya Nadila di sini. Udah pindah bareng bro? Biar bisa ngewe tiap malem ya? Hahahaha”, ledek Danu.

“Ya iyalah, emang elu mblo? Gw mah pulang ada yang ngangetin titit gw. Daripada lo, pake tangan sendiri terus”, balas Frans meledek.

Frans dan kawan-kawan memang sudah sangat akrab dan terbuka satu sama lain. Persahabatan mereka dimulai sedari SMP, hingga saat ini pun, ketika mereka menginjak bangku perkuliahan, mereka masih sangat dekat satu sama lain.

Sudah hal yang lumrah dan bukan rahasia lagi jika keenam pemuda ini tahu perempuan mana saja yang masing-masing dari mereka sudah pernah gagahi. Mereka pun tidak canggung sama sekali bertukar candaan-candaan yang berbau mesum dan nakal walaupun dengan menjadikan kekasih mereka sendiri sebagai objeknya.

“Hahahahaha parah lu, overkill damage! Kasian amat lu Dan Dan, udah main game kalah, dibully lagi lo ama temen lo sendiri.”, timpal Ardan yang sudah telak memenangi game melawan Danu.

“Bodo amat, gw coli juga pake foto cewek-cewek lo pada. Kemarin gw coli pake fotonya Nadila yang baru di IG pake tanktop item sama kemeja tipis. Enak banget cok. Gw kalo jadi lo, Frans, gw bakal minta quickie deh di kampus.

Gampang tuh kayaknya kalo mau quickie. Tinggal lepas kemeja sama angkat tanktop sama bra, turunin celana, kenyot toket sama genjot.”, ledek Danu.

“Anjing lu mblo, congor lu ama moral udah ancur hahaha.”, Frans dengan santai menanggapi candaan sahabatnya itu.

Ia tau baju mana yang Danu maksud. Memang Nadila terlihat sangat seksi mengenakan setelan tersebut. Memang favorit Nadila untuk mengenakan tanktop ketat ditutupi kemeja yang ia biarkan terbuka seperti jaket.

Alhasil, bentuk payudara Nadila yang bulat, besar dan kenyal pun terlihat sangat jelas, membuat semua pria yang melihatnya bernafsu ingin menggerayanginya.

Frans pun sebenarnya pernah meminta quickie dengan Nadila di kampus saat ia mengenakan baju tersebut, dan benar kata Danu, baju tersebut termasuk praktis untuk digunakan saat quickie.

Di ruangan yang sepi di pojok kampus yang jarang dilewati orang, Nadila dan Frans yang sudah sangat nafsu melihat tubuh Nadila yang montok dibalik tanktop seksinya tersebut, melakukan aksinya di jeda antara kelas.

“Wah kalah lu ama Frans, Ray. Masa dia lebih perhatian sama cewek lu? Ati-ati ketikung. Cewek lu seksi bohay begitu, kalah perhatian dikit, bisa-bisa melipir tuh sama yang lebih perhatian.”, canda Elang.

Frans dalam hati hanya bisa memendam bahwa memang dia memiliki perhatian yang lebih ke Naomi karena perasaan dalam dirinya. Dalam dirinya dia bertanya, apakah aku suatu hari akan menikung sahabatku sendiri? Pertanyaan yang membuat dirinya berkecamuk.

Nada dering di handphone Ray membuyarkan suasana. Di layar handphone Ray terpampang nama “Sayang”, sebutan dari Ray untuk Naomi dan disimpan sebagai nama kontaknya.

“Eh gw angkat dulu ya, si Naomi nih. Kayaknya dia udah di bawah.”, izin Ray.

“Sekalian lu bawa kartu akses juga bro, nih.”, usul Frans yang disanggupi Ray dengan mengambil kartu akses apartemen yang sudah disodorkan tangan Frans.

10 menit berselang, pintu dibuka oleh Ray yang memasuki ruangan apartemen disusul oleh Naomi yang sudah basah kuyup akibat menerjang badai di luar.

Semua lelaki di ruangan tersebut langsung terperangah melihat Naomi. Bagaimana tidak, Naomi basah kuyup sampai-sampai kaos putih yang dikenakannya menceplak di tubuhnya. Dan, karena kaosnya putih, tentunya jika basah akan menjadi sedikit transparan menunjukkan warna yang seharusnya tertutupi oleh kaos tersebut.

Kaos yang Naomi kenakan memang tidak terlalu ketat, namun masih cukup minim sehingga ketika basah, sulit untuk Naomi menarik kaos tersebut agar tidak menunjukkan warna dan lekuk tubuhnya.

Lengan kaosnya hanya sependek ketiaknya sehingga menunjukkan sepanjang lengannya yang putih bersih dan juga ketiaknya yang mulus tanpa ada noda bekas cukur.

Naomi menggenakan celana olahraga pendek setengah paha yang merupakan pilihan baju yang cukup berani untuk seorang wanita yang menaiki MRT dan ojek sendirian di malam hari. Dari balik kaosnya, keenam pemuda tersebut dapat melihat warna perut Naomi yang seputih lengan dan mukanya.

Terlihat pula pusarnya yang terceplak akibat basahnya kaos yang ia kenakan. Yang paling mencengangkan adalah branya yang terlihat menyembul dari ceplakan kaos. Bra berwarna merah darah yang sangat seksi terlihat jelas seperti tidak ada kaos yang menghalanginya.

Frans dan kawan-kawan dapat melihat begitu rendahnya batas bra yang menutupi payudara Naomi. Pasti tidak terlalu jauh di bawah garis tersebut terdapat puting payudara Naomi yang indah.

Kelima sahabat Ray terbengong-bengong memandangi tubuh indah Naomi di depannya. Alangkah beruntungnya mereka dapat melihat Naomi dalam kondisi seperti ini. Ray, yang menyadari hal ini langsung memecah kesunyian.

“Frans, Naomi bisa pake kamar mandi lo buat mandi? Basah kuyup nih dia kehujanan.”, kata Ray memecahkan kesunyian.

“Eh, hmm, iya Ray. Naomi, lo mandi aja. Lo nanti juga bisa pake bajunya Nadila. Dia ada beberapa baju kok di sini. Gw juga ada handuk bersih.”, saut Frans sedikit gugup, belum siap menanggapi Ray yang tiba-tiba mengajaknya bicara selagi menikmati pemandangan body seksi Naomi. Ia harap rudalnya tidak terlalu ereksi sampai-sampai terlihat dari balik celananya.

“Wah bener Frans? Ngerepotin ga? Nadila ga apa-apa bajunya gw pake?”, tanya Naomi yang sedikit tidak enak atas tawaran baik Frans.

“Ga apa-apalah. Nadila juga paling ngerti. Lo juga kok bisa sih sampe basah kuyup gini? Lo ga ada jaket atau jas hujan apa? Lo naik ojol tadi? Si Bapak ga sediain?”, tanya Frans.

“Ga nih, tadi gw kelupaan ga bawa jaket. Sialnya malah hujan. Tadi si bapak ojolnya ga bawa extra. Nawarin gw sih buat pake jas hujan yang lagi dia pake, tapi gw tolak, soalnya kasian si bapak kalo harus lanjut narik tapi bajunya basah. Kalo gw kan langsung masuk ke dalem.”, jawab Naomi.

Frans dan kawan-kawan pun kagum atas jawaban Naomi yang menunjukkan sifat kepeduliannya walaupun di saat dia masih kesusahan. Di satu sisi, mereka pun bersyukur, jika bukan karena itu, tidak mungkin mereka bisa melihat Naomi dengan keadaan seperti ini.

Ray pun langsung menuntun Naomi ke kamar mandi lalu kembali ke ruangan tengah bersama teman-temannya. Tanpa basa-basi Danu langsung nyeletuk, “Cok, seksi tenan betina mu. Koe langsung ngewe ama dia malem nanti, yakin aku.”

“Halah, otak mu ngeres mulu Nu, tapi kok ya cuman kamu yang belum pernah ngerasain badan cewek.”, balas Ray.

“Anjir, tapi bener sih bro. Seksi bener lah. Ngiri gw ama lu.”, ujar Ardan yang sebenarnya sudah memiliki banyak pengalaman meniduri perempuan yang berbeda-beda.

“Manteb bener, lo ga apa-apa kan kita puji-puji Naomi kayak gini? Jujur sih seksi banget gw liat Naomi keliatan behanya gitu.”, ungkap Elang.

“Si Naomi seksinya kayak begitu, tapi adeknya juga kagak kalah loh, si Sinka. Lo bayangin deh si Naomi basah-basahan keliatan beha kayak tadi terus ada adeknya juga kayak begitu. Ga kuat broooo.”, tambah Danu.

“Gw sangkain lo bakal ikut mandi sama doi. Kok lo langsung balik sini sih? kalo gw sih udah crot . Kagak kuat!”, ledek Bagas.

“Baru kali ini keliatan bener lekuk body seksinya dia. Beda lah sama di ig walaupun pernah keliatan pake bikini juga, kalo liat langsung tuh ga ada tandingannya”, puji Frans menimpali yang lain dalam mengagumi Naomi.

Di saat Naomi mandi, mereka berenam pun lanjut menikmati bir yang mereka minum sambil mengucapkan kalimat-kalimat dan candaan-candaan seksual yang mengobjekkan Naomi. Mereka semua terlihat sangat horny setelah melihat kesemokan Naomi yang basah kuyup sehabis kehujanan.

Ray menyadari hal ini tapi karena dia sudah mengerti sahabat-sahabatnya, ia pun dengan santai menanggapi. Namanya juga lelaki, pasti ada saja nafsu yang tidak bisa dibendung. Terkadang dia pasti memiliki fikiran yang kotor juga mengenai perempuan lain, termasuk pacar-pacar dari keempat sahabatnya yang lain.

Nafsu mereka ditambah dengan pengaruh alkohol yang mereka minum membuat obrolan mereka pun berlanjut lebih vulgar.

“Gila men, gw bayangin cewek lu rasanya pengen gw langsung tidurin basah-basah gitu di atas sofa ini, terus gw robek bajunya dan langsung gw entot.” ,Ujar Bagas menunjukkan fantasi liarnya tanpa memikirkan perasaan Ray.

“Kalo gw jadi lu ya, gw langsung masuk tuh sekarang juga ke kamar mandi. Langsung gw garap si Naomi”, ujar Ardan kembali .

“Pas lu lagi entot di sofa, gw langsung buka celana terus sodorin titit gw buat diemut dia sih”, sambung Elang ke ucapan Bagas sebelumnya.

“wah gabung dong, masa berdua aja lu nikmatinnya.”, Danu ikut menimpali.

“Lubang cuman dua goblok, lu ngantri. Bener-bener buta cewek lu ya”, Ucap Ardan yang masih belum puas meledeki Danu.

“Lobang pantat lah hahaha, gimana sih? Kan muat tuh bertiga.”, Balas Danu tidak mau kalah.

“Anjir lah hahaha. Udah nafsu banget lu ya pada ampe Naomi digangbang semua lubang kayak begitu. Main lobang pantat juga lagi. Ini cowoknya lagi diem-diem aja.”, “Sambung Elang yang sedikit memerhatikan apakah Ray masih ok dengan candaan teman-temannya.

“Si Ray mah nonton aja, kan dia udah sering”, ledek Danu.

“Anjir udah ngegangbang cewek orang, pacarnya suruh nonton doang lagi. Parah lu.”, balas Bagas.

“Sorry bro, emang kagak diayak kalo ngomong si Danu”, lanjut Elang.

“Hahaha santai, gw kan udah kenal lu semua dari lama. Gw tau kali gimana kalian bercanda.”, Timpal Ray menenangkan. “gw juga bangga punya cewek seksi yang bikin cowok-cowok kayak kalian ngiri dan tergila-gila.”, lanjut Ray.

Frans mulai mendapatkan ide di otaknya. Dia pun menanyakan kepada Ray, “Lu emang gimana kalo misalnya liat si Naomi digangbang di depan lo?”

“Hahaha gila sih kalo kejadian. Walaupun kalo emang kejadian nih, gw sih santai aja. Dia mau menyetubuhi ama banyak cowok, gw juga bisa menyetubuhi ama banyak cewek. Gw mah gak akan tumbang gara-gara satu cewek. Gw masih bisa dapetin banyak yang lain.”, ujar Ray dengan gengsinya ingin menunjukkan kejantanannya. Ray kembali menegak birnya sampai habis.

Sambil membuka kaleng berikutnya, Ray melanjutkan, “Apalagi kalau gw pergokin, gw pake juga lah rame-rame. Masa gw nonton doang. Habis itu gw tinggalin aja cari cewek yang lain.”

Bersambung… Jawaban Ray semakin memantabkan keberanian Frans untuk mengungkapkan ide liar yang ada di otaknya. Frans dengan mantabnya berkata, ‘”Kalo gw sediain apartemen ini untuk kita berenam gangbang Naomi, lo bersedia ga?”. Kelima pasang mata sahabat itu langsung tertuju kepada Frans.

“Lo gila Frans?”, tanya Elang pelan tak percaya akan yang diucapkan sahabatnya tersebut.

Ray memicingkan matanya ke arah Frans. Dalam hatinya ia mengharapkan penjelasan akan apa yang sudah sahabatnya katakan.

Sebelum terjadi kesalahpahaman, Frans pun melanjutkan, “Gw akan izinin lo menyetubuhi juga sama Nadila. Bisa gangbang juga.”

Kelima sahabatnya makin kaget dengan apa yang Frans katakan.

“Iya, lo biarin kita garap si Naomi rame-rame, dan gw akan kasih cewek gw juga untuk digarap rame-rame.”, ucap Frans tegas.

“Hal yang sama juga berlaku untuk lo semua Ardan, Bagas, Elang.

Ardan, lo punya Michelle.

Bagas, gw tau lo baru putus sama Julie, tapi lumayan kan kalo lo bisa bales kelakuan dia sama lo. Lagian siapa suruh dia selingkuh dari lo?

Elang, lo ada Rachel.

Nah Danu, secara lu jomblo, kalo lo mau join, lo harus bantuin kita buat gangbang adek lo, Celine.”, lanjut Frans.

Kelima anak tersebut masih diam mencerna apa yang Frans tawarkan. Akhirnya Ray memecah keheningan, “Lo berani tawarin cewek lo buat cewek gw? Seenggaknya lo tau caranya transaksi.”, setelah sedikit diam untuk berfikir, Ray berkata, “Ok, gw setuju!”.

Frans merasakan suatu kepuasan dalam hatinya. Di sisi lain, dia sungguh merasa gila sudah menawarkan Nadila, pacarnya sendiri, demi sebuah kepuasan sesaat menikmati tubuh perempuan yang sudah ia idamkan sejak lama.

Apalagi dia harus rela merasakan keindahan bercinta dengan Naomi di dalam sebuah malam orgy sinting dengan kelima sahabatnya. Begitupun nantinya, Nadila harus menjalani hal yang sama.

Ardan, Bagas, Danu dan Elang, saling berpandangan. Mereka keliatannya masih kaget dengan keputusan Ray atas tawaran Frans yang juga tak kalah mengagetkan.

Ardan, si legendary Fuck Boy pun menegak habis birnya sebelum berkata, “Gw ikut!”. Baginya, Michelle hanyalah perempuan yang ia tiduri, tidak lebih. Dan baginya, meniduri semakin banyak wanita adalah jalan fuckboynya.

Apalagi dalam kesempatan ini, dia bisa merasakan body dari Naomi yang terkenal sangat seksi dan membuat banyak laki-laki yang melihatnya menjadi horny. Ditambah lagi dia mendapatkan Nadila, Rachel, Julie dan juga Celine.

Kapan lagi dia bisa menggagahi wanita-wanita yang merupakan bagian penting dari para sahabatnya. Walaupun seorang fuck boy, demi sahabatnya, dia masih menjaga diri untuk menjauhi pacar-pacar maupun keluarga dari sahabatnya tersebut.

Awalnya dia sudah berencana untuk diam-diam menjalin hubungan one night stand dengan Julie setelah Bagas putus dengan Julie, namun, kesempatan ini adalah sebuah jackpot untuknya. Sebuah lampu hijau untuk segala hal yang mustahil bagi prinsipnya.

Bagas dan Elang pun mengiyakan. Kini tinggal Danu yang berada di posisi sulit dikarenakan kejombloannya dan harus merelakan adiknya sendiri, Celine, untuk disetubuhi sahabat-sahabatnya, sekaligus!

“Ok, gw ikut. Tapi kalau gw bisa nemu cewek lain selain adek gw, adek gw aman kan?”, tanya Danu memastikan.

“Ok, aman kok, tapi… emang lo bisa ketemu siapa?”, ujar Frans menenangkan Danu namun juga meledeknya.

“Iya, lo cari aja cewek lain buat gantiin Celine, tapi ya gw sih agak ragu deh lo bisa, Dan. Mendingan lo siapin mental aja deh buat nyediain adek lo buat kita gilir rame-rame hahaha.”, ledek Ray yang justru terlihat cukup tenang. Padahal dirinya lah yang harus merelakan pacarnya digilir beramai-ramai oleh enam pemuda ini malam itu juga.

“Lu incest aja udah”, ujar Elang sambil sedikit mendorong bahu Danu.

Danu pun menyanggupi saja syarat dari sahabat-sahabatnya. Memang dia sudah gila. Danu bukanlah laki-laki yang pandai mendapatkan wanita. Sampai tahun kedua kuliahnya pun, dia masih menjomblo tanpa pernah sekalipun pacaran, apalagi bersetubuh.

Dia melihat bahwa ini adalah suatu kesempatan untuknya merasakan indah dan nikmatnya tubuh wanita. Terlebih lagi wanita tersebut adalah Shinta Naomi, wanita yang sudah sangat terkenal kecantikan dan keseksiannya. Danu pun menyanggupi untuk mengorbankan adiknya demi Naomi.

“Rencananya gimana?”, tanya Ardan sambil melihat ke arah Frans.

“Lo bisa bujuk Naomi buat tidur sama kita semua? Seberapa slutty sih dia?”, tanya Frans kepada Ray.

“Anjir, gw belum pernah sih. Ngobrolin hal ini aja ga pernah kepikiran. Gila aja gw ngomongin gangbang sama dia. Kalo slutty sih, sama gw slutty-slutty aja.”, jawab Ray.

“Paksa aja apa? Atau lo punya obat tidur ga di sini Frans?”, usul Bagas.

“Gw ga punya obat begituan. Lo kira gw udah siap-siap buat beginian.”, jawab Frans sambil berfikir keras. “Ray, tugas lo buat bujuk dan yakinin dia, apapun caranya. Oh ya, gw ada pil KB, suruh Naomi minum atau masukin ke birnya dia. Gw ga mau kita pakai kondom.”

“Hahaha, anjing lu Frans.”, ujar Ray kepada Frans tak percaya sahabatnya itu berencana menyetubuhi kekasihnya beramai-ramai tanpa menggunakan kondom. Namun ia sendiri pun menyanggupinya.

“Gw pilihin bajunya Nadila yang paling seksi. Dia ada tanktop hitam yang lo liat di postingan ig terbarunya sama dia ada hotpants pendek banget. Bikin si Naomi pake itu aja.”, lanjut Frans sambil berjalan menuju kamarnya untuk mengambil baju seksi yang akan Naomi harus kenakan untuk memuaskan nafsu para lelaki horny itu.

Ray mengetuk pintu kamar mandi yang sedang Naomi gunakan.

“Ya, siapa?”, ujar Naomi yang tidak tahu siapa yang mengetuk pintunya.

“Ini aku sayang.”, Ujar Ray. “Kamu masih lama? Aku di kamarnya Frans ya di ujung lorong buat siapin baju kamu. Frans bilang buat aku cari aja sendiri bajunya. Nanti kamu susul aja ke kamarnya Frans. Mereka semua lagi keluar kok, lagi beli cemilan buat nginep nanti malem.”, ujar Ray berbohong.

Ini hanyalah bagian dari rencana mereka semua untuk menjebak Naomi menjadi budak seks mereka malam ini. Frans, Ardan, Bagas dan Danu sebenarnya masih ada di ruang tengah dan sengaja berdiam diri supaya Naomi tidak ragu untuk keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk.

Di kamarnya, Frans sudah menyiapkan baju yang sudah mereka pilih untuk Naomi harus pakai ketika memuaskan nafsu bejat mereka. Selain itu Frans sudah memasang video recorder menggunakan smartphone yang ia sembunyikan di antara barang-barang di kamarnya.

Angle kamera tersebut secara sempurna mencangkup area kasur, di mana itu akan menjadi panggung aksi keenam binatang buas itu dan Naomi sebagai mangsanya. Ketika Naomi membuka handuknya, aksi tersebut akan terekam dengan jelas di smartphone yang Frans sudah pasang. Namun, tentunya smartphone tersebut akan menjadi saksi lebih dari sekedar itu.

Selain itu Frans memasang smartphone kedua yang sudah ia sambungkan dengan video call dengan salah satu smartphone yang Frans dkk pegang, supaya mereka bisa memantau suasana di dalam dan tahu kapan mereka harus masuk. Kodenya adalah, jika Ray membentuk kepalan tangan dengan jari jempol di antara telunjuk dan jari tengahnya, saat itulah Frans dan yang lain masuk melancarkan aksinya.

Awalnya, Ray menolak ide untuk merekam aksi bejat mereka, namun karena Frans menjanjikan hal yang serupa untuk perempuan-perempuan yang lain, Ray pun setuju. Apalagi Ardan yang paling vokal menyetujui hal itu. Baginya, setiap wanita yang ia setubuhi harus meninggalkan jejak dan bukti yang ia bisa pajang layaknya sebuah piala. Tentunya rekaman video dan foto aksi bercinta adalah salah satu dari piala itu.

“Loh, kamu ga bawain bajunya ke sini aja? Aku ga pake apa-apa loh”, ujar Naomi yang tidak digubris oleh Ray. Ray hanya lanjut jalan ke dalam kamar Frans. Dalam hati, Danu yang mendengar ucapan Naomi justru berharap kalau dia sebaiknya tidak pakai handuk saja sekalian. Sudah tidak sabar dia melihat tubuh Naomi yang putih bersih dan tidak dibalut apapun.

“Sayang? Sayang?”, teriak Naomi pelan memanggil pacarnya dari dalam kamar mandi saat dia selesai mandi 10 menit berselang. “Ih kamu beneran udah masuk kamar ya?”, ambek Naomi yang tidak percaya pacarnya membiarkan dia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan sepotong handuk.

Naomi menunggu lebih lama. Ia memang tidak mendengar suara dari kelima sahabat pacarnya tersebut. Mungkin memang mereka sedang keluar mencari makanan seperti kata Ray. Kalau ia menunggu lebih lama, bisa-bisa menjadi lebih repot kalau ternyata teman-temannya sudah kembali. Tidak mungkin ia membiarkan orang lain, walaupun itu sahabat pacarnya sendiri untuk melihat dirinya hanya berbalutkan handuk.

“Yah, walaupun tadi pasti badan aku udah keliatan lumayan jelas sih. Lagian aku pake baju putih gitu dan ga bawa jaket. Mana tadi digodain sama pemotor-pemotor yang neduh lagi sepanjang jalan. Si bapak ojol juga kenapa sih pelan banget bawa motornya. Seneng kali ya aku digodain kayak gitu.”, ujar Naomi ngedumel dalam hati.

“Aku juga tau bra merahku keliatan jelas dibalik kaos yang basah. Padahal bra baru itu aku simpan-simpan untuk momen nanti malam. Aku mau ajak Ray bercinta di dalam mobilnya yang baru diperbaiki. Eh, malah basah.”, ujar Naomi dalam hati.

Bercinta di dalam mobil memang sudah menjadi suatu fetish tersendiri bagi Naomi. Ia suka ketika ia bercinta dengan Ray di tempat yang umum namun tersembunyi dari orang lain. Serasa seperti kucing-kucingan baginya.

“Yaudah deh, aku nekat aja ke kamar pake handuk.”, dalam hati, Naomi memantabkan diri.

Setelah memastikan handuk yang ia lekatkan ke badan indahnya itu terlilit dengan erat, ia membuka pintu kamar mandi dan mengecek ke kedua arah lorong untuk memastikan semuanya benar-benar kosong. Setelah ia yakin, Naomi pun mulai berjalan cepat ke dalam kamar Frans. Di dalam, Ray sudah menunggu Naomi dengan duduk merebah di atas kasur.

“Ih sayang, kamu gila ya? Masa daritadi aku panggil ga denger-denger sih? Aku kan ga enak harus jalan cuman pakai handuk di apartemennya Frans.”, ujar Naomi ngambek.

“Kan aku udah bilang kalau Frans sama yang lain lagi keluar beli makanan. Aku bilang aku di sini aja buat nungguin kamu. Santai aja, beneran kosong kok.”, ucap Ray menenangkan. “Lagian kita kan bisa berduaan di sini selagi mereka di luar.”, ujar Ray sambil meraih tangan Naomi dan menariknya mendekat ke kasur dengan sedikit kencang sehingga Naomi langsung jatuh terbaring di bagian kasur sebelah Ray yang kosong.

Naomi sedikit mengelak. “Ih, kok malah begini sih? Ini kan apartemennya temen kamu. Ga enak lah berduaan-berduaan gitu.”, protes Naomi.

“Santai aja sayang. Frans tuh ngerti.”, ujar Ray.

“Ngerti gimana maksud kamu? Frans tau kita tidur bareng?”, tanya Naomi kaget sambil memukul pelan dada Ray.

“Ya taulah. Aku sama dia dan sama yang lain juga tau. Santai aja kali. Kita udah tau sama tau kalo kita tidur sama pacar kita masing-masing. Lagian, menurut kamu kenapa si Nadila taruh bajunya di apartemen cowoknya? Masa ga tidur bareng?”, kata Ray meyakinkan.

Naomi memandang Ray. Masuk akal apa yang dikatakan oleh kekasihnya tersebut. Ternyata nakal juga sahabatnya, Nadila, sampai-sampai ia menaruh perlengkapan menginap di apartemen pacarnya. Butuh jatah berapa kali dia bercinta dengan Frans dalam seminggu?

Naomi pun menurut karena dirinya pun sudah horny semenjak pagi tadi dan sudah tidak sabar menunggu waktu bermesraan dengan Ray. Sayangnya, bra seksi yang ia kenakan spesial untuk hari ini malah basah karena kehujanan.

“Aku mau pake baju dulu, terus aku mau pake skin care. Habis kehujanan ga enak kalo ga skin carean. Mana bajunya Nadila yang bisa aku pinjam?”, tanya Naomi.

Ray meraih tanktop hitam dan hotpants sport putih yang sudah Frans siapkan dan menyerahkannya ke Naomi.

“Hah, ini sih seksi banget. Kekecilan lagi. Ga ada yang lain?”, ucap Naomi memprotes melihat baju yang disodorkan oleh pacarnya tersebut.

Tanktop dan hotpants tersebut cukup seksi di mana akan membuat lekuk tubuh Naomi terlihat sangat jelas. Apalagi ukurannya adalah untuk badan Nadila yang sedikit lebih kecil darinya. Naomi pernah melihat Nadila mengenakan tanktop ini di kampus dan itupun sudah membuat lekuk payudara Nadila terlihat dengan jelas. Apalagi jika ia yang mengenakannya.

Naomi menarik hotpants itu kesamping dengan kedua tangannya untuk mengecek seberapa besar hotpants itu. Nadila selain lebih kecil tubuhnya, kakinya juga lebih pendek daripada kaki Naomi. Mungkin hotpants ini masih menutup sedikit paha dari Nadila, tapi untuk Naomi, mungkin pantatnya akan sedikit keluar dari bawah celana ini.

“Ganti! Aku ga mau!”, protes Naomi kembali.

“Yah sayang ga ada yang lain.”, ujar Ray membujuk.

“Masa ga ada yang lain? Kamu carinya bener ga sih? Sini aku aja yang cari.”, ujar Naomi sambil beranjak berdiri. Namun, tangan Ray langsung menahan dirinya.

“Kamu pake aja dulu. Aku mau liat, please.”, pinta Ray.

“Eh kamu tuh. Kenapa lagi malah minta-minta beginian?”, tanya Naomi heran.

“Penasaran aja kalau kamu pake baju ini. Seksi juga. Aku tau sih kekecilan, tapi pasti bikin kamu makin seksi”, ucap Ray sambil mengelus tangan Naomi yang sedang digenggamnya.

“Dasar, yaudah tapi habis itu aku ganti ya. Aku ga enak kalo yang lain dateng terus aku pake baju kayak gini”, ujar Naomi mengiyakan.

Naomi mulai melepas ikat lilitan handuk di tubuhnya dan ia biarkan handuk tersebut terjatuh ke lantai. Terlihat badan indah seorang Shinta Naomi. Lekuk tubuhnya berbentuk jam pasir atau gitar Spanyol, di mana pinggangnya sangat ramping namun dada dan pinggulnya terlihat besar ideal.

Kaki Naomi yang jenjang terlihat sangat menggiurkan dibalut dengan kulit putih tubuhnya yang bersih. Pahanya keliatan sekal berisi hasil dari latihan dance yang ia lakoni. Pantatnya juga tak kalah berisi dimana jika Ray sedang bercinta dengan Naomi, terutama saat doggy style, pantat Naomi memberikan suatu pemandangan yang sangat indah dan unik.

Tak kalah juga sensasi yang dirasakan ketika badan Ray beradu dengan empuknya pantat Naomi saat dirinya berulangkali menggenjot Naomi dari belakang. Setiap Hentakan masuk rudal Ray ke liang serambi lempit Naomi, tubuhnya mendorong pantat Naomi seperti tamparan yang membuat pantat Naomi bergoyang membentuk beberapa gelombang.

Gemas saat melihat hal tersebut, Ray seringkali menampar pantat Naomi dari belakang selagi berdoggystyle. Tamparan tangan tersebut saat mengenai pantat Naomi yang empuk menciptakan suara tamparan yang sangat nyaring.

Payudara Naomi mungkin adalah bagian terindah dari tubuhnya. Dengan ukuran cup B yang sebenarnya cukup umum, dadanya masih terlihat lebih seksi karena kekencangannya melebihi payudara wanita pada umumnya.

puting berwarna pink pekat yang dikelilingi dengan areola pink dengan warna yang lebih muda, menambah keindahan payudara kencang dengan balutan kulit putih bersih itu. Saat Naomi terangsang, putingnya akan menjadi semakin keras dan akan terlihat semakin pekat warna pinknya.

serambi lempit Naomi terlihat bersih tanpa ada bekas bulu kemaluan sedikitpun. Naomi memang rajin waxing sebulan sekali untuk menjaga kebersihan serambi lempitnya. Tak terbayang bagi Ray bagaimana reaksi perempuan pelayan waxing saat melihat serambi lempit milik Naomi.

Apakah mereka iri? Apakah serambi lempit kekasihnya membangkitkan nafsu lesbian para perempuan-perempuan itu? Yang pasti Ray bersyukur pelayan waxing itu bukan lah seorang pria. Pasti laki-laki manapun tidak akan kuat menahan diri untuk tidak menikmati serambi lempit kekasihnya dengan kemaluan kotor mereka.

Dinding luar serambi lempit Naomi masih terlihat sangat rapat walaupun Ray dan Naomi sudah beberapa kali bercinta. Hal ini membuat Ray sedikit terheran. Apakah Naomi ini memang manusia atau seorang bidadari yang jatuh dari surga yang mampu mengembalikan kerapatan serambi lempitnya.

Di antara dinding serambi lempit yang sempit itu, terlihat warna pink yang lagi-lagi sangat sepadan dengan kulit putih di sekitarnya, membuat laki-laki yang melihatnya pasti terangsang hebat.

Naomi mulai mengenakan hotpants yang diberikan kepadanya. Naomi tidak kesulitan saat memasukkan kakinya, tapi ketika menarik celananya ke atas, Naomi kesulitan untuk melewatkan pahanya di antara dua lubang celana yang memang sempit tersebut. Ketika Naomi berhasil memakai celana itu, ia merasakan kesempitan di bagian belakangnya.

Benar saja, seperti perkiraan, bagian pantatnya tersembul keluar di bagian bawah celana karena terlalu pendek. Naomi memegang kedua pantatnya masih dengan atasan tanpa busana. Ray hanya tersenyum puas melihat begitu seksinya kekasihnya itu di balutan hotpants kekecilan tersebut. Naomi yang menyadari raut muka Ray tersebut pun membalasnya dengan senyuman yang nakal.

Sekarang giliran Naomi memakai tanktop hitam milik Nadila. Walaupun kekecilan, tapi Naomi tampak lebih mudah untuk memakai tanktop seksi tersebut. Dikarenakan tubuh Nadila lebih kecil dan pendek darinya, tanktop tersebut lebih ketat ketika dipakai oleh Naomi.

Dadanya terlihat lebih membusung dan lebih banyak bagian dada Naomi yang tersembul keluar dari belahan dada tanktop tersebut. Tanktop tersebut hanya menutupi tubuh Naomi sampai pas di atas pusarnya dimana ketika dipadu dengan hotpants kekecilan tersebut, bagian perut Naomi yang terbuka lumayan banyak.

Namun karena perut Naomi sangat kencang dan tidak buncit, tentunya ini menjadi pemandangan yang sangat indah dan membangkitkan birahi. puting payudara Naomi pun terjeplak di tanktop tersebut karena terlalu ketat dan karena Naomi tidak memakai bra dibalik tanktop tersebut.

Setelah selesai memakai pakaian seksi permintaan kekasihnya tersebut (dan juga kelima sahabatnya). Naomi kembali berjalan mendekat ke arah Ray yang Ray sambut dengan genggaman tangannya. Naomi naik ke atas ranjang dan duduk berlutut menghadap Ray dengan kedua kaki Ray berada di antara kedua kakinya seperti posisi woman on top.

Naomi mendekatkan bibirnya ke bibir Ray sambil meraba kedua pipi Ray dan mulai mencium bibir kekasihnya itu. Ray membalas ciuman tersebut. Api cinta dan nafsu menggelora menguasai pasangan dimabuk asmara tersebut.

Bersambung… Naomi semakin liar mencumbu bibir Ray saat Ray mulai menggerayangi badannya mulai dari pinggang, lalu perlahan ke dadanya. Ray mulai meremas-remas payudara kencang Naomi. Naomi semakin terangsang saat tangan Ray menggerayangi dadanya dan tanpa sengaja merangsang putingnya. Namun Naomi pun masih bisa menahan diri dan menghentikan ciumannya sejenak.

“Sayang, aku kan mau skincarean dulu.”, ucap Naomi merusak suasana dan nafsu yang terbentuk.

“Nanti aja sayang. Kita lagi sendirian loh di sini. Kalau kamu skincarean dulu, nanti keburu Frans dan yang lainnya balik. Frans udah kasih apartemen ini buat kita dulu sekarang.”, ujar Ray berbohong.

Frans dan yang lainnya asik menontoni aksi mereka berdua dari balik layar smartphone. Mereka menantikan adegan yang lebih panas, dan yang pastinya menantikan giliran mereka untuk melakukan adegan-adegan yang akan tak kalah panas juga.

Naomi pun menurut. Benar juga kata Ray, mumpung apartemen ini lagi kosong. Lagipula ia pun sudah mulai horny karena Ray memainkan putingnya. Naomi pun mengangguk manja dengan rambut yang kembali berantakan karena bercumbu dengan Ray, membuat mukanya sayu sendu penuh dengan birahi.

Ray menuntun bibir Naomi mendekat ke bibirnya dan melanjutkan cumbuannya. Ray kembali memainkan dada Naomi dengan kedua tangannya. Namun, kali ini Naomi menuntun tangan kekasihnya tersebut untuk masuk ke dalam tanktopnya melalui celah di bawah agar lebih leluasa memainkan dadanya tanpa terbatas sehelai benang pun.

Ray yang mengerti apa mau Naomi pun menurut dan mulai lebih banyak memainkan tangannya di puting Naomi. Ia gunakan kedua telunjuk dan jempolnya untuk mencubit ringan puting Naomi dan mulai memelintirnya, lalu dilanjutkan dengan tarikan pelan yang Ray lakukan bergantian antara dada kanan dan kiri.

Ray sudah tahu bagaimana Naomi suka dadanya dimainkan terutama di bagian putingnya yang sensitif. Benar saja, Naomi semakin beringas dan mengeluarkan bunyi desahan kenikmatan. Naomi pun mulai menggesek-gesekkan kemaluannya ke kemaluan kekasihnya. Tangannya Memeluk kepala Ray mendekapkan kepala mereka berdua. Naomi mulai liar menciumi apapun bagian kepala Ray yang bisa dijamah oleh bibirnya.

Ray menggeser kedua telapak tangannya ke atas sehingga tanktop yang Naomi kenakan tersingkap dan membuka kedua payudara Naomi bebas dari balutan tanktop tersebut. Saat tanktop tersebut melepaskan payudara Naomi di bagian puting, payudara Naomi yang sedikit terangkat pun langsung turun dan membuat gerakan memantul akibat kekenyalan payudaranya.

Ray lalu mengulum puting kiri Naomi dengan mulutnya dan memainkan puting kanan Naomi menggunakan jemari tangan kirinya. Sedangkan, tangan kanan Ray menggenggam dada kiri Naomi supaya putingnya lebih terarah masuk ke mulutnya.

Naomi pasrah menikmati permainan Ray di dadanya. Ia hanya bisa mengeluarkan desahan yang tidak bisa ia tahan akibat sensasi di putingnya yang semakin sensitif, dan menggesek-gesekan kemaluannya di kemaluan kekasihnya dengan gerakan yang semakin cepat.

Ray menukar permainannya dengan mengganti puting kanan yang kini dia emut, dan puting kiri Naomi yang ia mainkan dengan jemarinya. Naomi menjambak rambut Ray sembari menekan kepala Ray lebih erat ke dadanya seakan dengan begitu, emutan Ray di putingnya akan semakin keras. Naomi sudah tidak sabar untuk merasakan kerasnya kemaluan Ray di liang serambi lempitnya.

Naomi memasukkan tangan kanannya ke celana Ray dan mendapati rudal Ray keras dan sangat basah. Ia mulai menggesekkan jemarinya perlahan mengitari rudal Ray sehingga cairan basah yang keluar dari ujung rudal itu ikut membasahi batang kemaluan Ray.

Ray menaikkan sedikit pantatnya dari kasur untuk memberi kode kepada Naomi supaya memberikan ruang sedikit untuknya. Saat Ray sedikit terbebas dari himpitan selangkangan Naomi, dia mulai menarik turun celananya sehingga kemaluannya bebas berdiri tegak tanpa tertahan celananya. Naomi pun semakin bebas menggenggam rudal pacarnya tersebut dan mulai mengocoknya. Kini seluruh cairan kental dari Ray sudah melumuri rudalnya sehingga kocokan Naomi terasa licin dan semakin merangsang.

Tak tahan dengan rangsangan dari kocokan Naomi, Ray melepas kulumannya dan berhenti memainkan jemarinya di puting Naomi. Pundak Naomi ia dorong turun perlahan ke bawah sampai bibir Naomi setara dengan rudalnya. Naomi mengerti maksud dari kekasihnya itu. Ia lirikkan matanya memandang mata lelakinya dengan tatapan yang penuh goda.

Naomi genggam rudal Ray dan kocok ke arah atas dan berhenti ketika jemarinya meraih bagian ujung rudal Ray. Naomi membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya, lalu, dengan tetap memandang Ray penuh goda, ia mulai menjilat kemaluan Ray dari pangkalnya lalu perlahan naik ke atas, ke ujung rudalnya.

“Jancok”, bisik Danu perlahan supaya tidak ketahuan oleh Naomi bahwa mereka sedang asik menonton kelakuan bejatnya dengan Ray melalui video call. “Seksi banget, ga tahan gw. Kalo bokep di Pornhub, gw udah coli dari tadi.”

“Tahan bro. Bentar lagi lo bakal rasain yang lebih enak dari tangan lo sendiri. Gila, liat aja tuh Naomi jago banget mainin lidahnya.”, ujar Bagas.

“Mantab, ternyata Naomi orangnya sangean banget. Binal banget tuh liat kalo toketnya udah dimainin.”, sambung Ardan yang juga tidak sabar ikut menggauli Naomi sebentar lagi.

Ia sebagai seorang fuckboy sedikit kesal kenapa tidak dari dulu dia mendekati Naomi. Apalagi sekarang dia sudah keduluan oleh Ray. Sungguh beruntung Ray. Kenapa dulu ia lebih memilih Michelle?

Walaupun Michelle memiliki kulit seputih Naomi dan puting yang juga pink, tapi payudara naomi jauh lebih semok daripada payudara Michelle. Ditambah pantat dan paha yang lebih berisi yang merupakan favorit Ardan. Paras muka Naomi pun jauh lebih cantik daripada Michelle.

Ardan pun teringat akan adik bungsu Naomi yang bernama Sinka. Mungkin jika ia tidak mendapatkan Naomi, ia masih bisa mendapatkan Sinka. Ia belum sering bertemu dan melihat Sinka secara langsung. Ia lebih tahu Sinka melalui laman Instagramnya.

Sinka memang memiliki kulit seputih kakaknya. Walaupun postur badannya lebih berisi dari Naomi dan tidak seideal Naomi, namun ia berani bertaruh kalau Sinka melepas semua bajunya, ia masih akan sangat menggiurkan dan mungkin hanya kalah sedikit dari Naomi.

Sudah lama ia ingin mencampakkan Michelle, namun dia enggan karena belum mendapatkan pengganti Michelle yang ia bisa gauli kapan saja ia mau. Saat ini Michelle sungguh bukanlah wanita yang dia inginkan. Menurutnya Michelle hanyalah kesenangan sesaat di atas ranjang namun bukan seorang wanita yang Ardan ingin kenal lebih dekat. Walaupun seorang fuckboy, dia pun ingin merasakan keintiman dengan wanita lebih dari sekedar keintiman di ranjang.

Frans melihat permainan Naomi dengan Ray dalam diam. Sudah tak sabar ia ingin ikut merasakan tubuh wanita yang sekarang sudah telanjang dan terangsang di kamarnya sendiri. Ia dan Naomi sungguh sudah sangat dekat. Selang beberapa langkah, ia sudah dapat meraih wanita (atau tubuh pelampiasan seksual) idamannya tersebut.

“Sialan kau Ray. Kenapa lama sekali kau belum beri sinyal?”, ujar Frans kesal dalam hati. “Ingat, dia santapan kita bersama malam ini, bukan hanya kau seorang.”.

Ray menggenggam rambut Naomi dengan jemari tangan kanannya. Ia kontrol Naomi yang masih liar menjilati rudalnya melalui genggamannya. Dengan jemari tangan kirinya, ia memainkan puting kanan Naomi yang menjuntai tergantung seperti buah lezat yang siap untuk dipetik dan disantap legit manisnya.

Ia tahan kepala Naomi semakin ke bawah hingga biji zakarnya tercium oleh bibir lembut Naomi. Naomi pun mengerti aba-aba dari kekasihnya yang sudah berkali-kali menggagahinya tersebut. Naomi mulai mengulum testis Ray, dan seperti biasa, ketika ia mengemut testis kekasihnya, ia gunakan tangannya untuk mengocok rudalnya.

Makin hebat lah nafsu Ray akibat kocokan tangan Naomi ke rudalnya dan kuluman hangat mulut Naomi di testisnya. Ia sudah mulai bosan karena kini rangsangan yang ia terima tidak sebanding lagi dengan besarnya nafsu yang semakin beringas di dirinya.

Ia tarik jambakan tangannya di rambut Naomi sehingga menarik Naomi lepas dari testisnya. Ray semakin eratkan jambakan di rambut kekasihnya tersebut dan menarik kepala Naomi agar bibirnya berada tepat di ujung kemaluannya.

Naomi mengerti apa yang diinginkan oleh kekasihnya, namun karena barusan Ray menjambak rambutnya dengan sedikit kasar, Naomi ingin bermain sedikit usil dengan pacarnya yang ia tahu pasti sudah sangat horny. Naomi tidak membuka mulutnya sehingga Ray tidak bisa memasukkan rudalnya yang sudah keras itu ke mulut Naomi.

Sebagai gantinya, Naomi malah membuat bentuk duck face dengan bibirnya. Lalu dengan nakal ia menggoda Ray hanya dengan menciumi ujung rudalnya. Naomi membayangkan betapa kesalnya Ray yang sudah sangat horny namun tidak bisa mendapatkan kepuasan yang ia inginkan.

Ray mengerti gelagat Naomi yang usil ini. Dia pun mengeraskan permainannya sedikit untuk mengimbangi keusilan kekasihnya itu.

Ia tarik kembali rambut Naomi sedikit lebih keras dari sebelumnya dan memberikan kesempatan sekali lagi untuk Naomi membuka mulutnya. Naomi tetap membangkang dengan kali ini ia berpura-pura akan membuka mulutnya, namun malah menciumi rudal Ray dari ujungnya dan turun ke batangnya berulangkali.

Ray kembali menjambak Naomi dan kali ini ia kembali memposisikan bibir manis kekasihnya itu di depan ujung rudalnya. Ketika Naomi tak juga membuka mulutnya, Ray menutup hidung kekasihnya dengan tangan kirinya.

“Sampai kapan Naomi akan berhasil menahan nafasnya. Sebentar lagi ia pasti akan kehabisan nafas dan mau tidak mau akan membuka mulutnya”, ujar Ray dalam hati.

Permainan ini bukanlah suatu bentuk kekasaran antara mereka berdua. Naomi dan Ray sudah saling memahami gaya bercinta satu sama lain sehingga permainan kasar seperti ini pun menjadi hal yang biasa dan terkadang dilakukan oleh mereka berdua untuk membangkitkan suasana.

Selang beberapa detik, Naomi sudah mulai tidak kuasa menahan kurangnya oksigen di dalam tubuhnya. Ia membuka mulutnya untuk mendapatkan oksigen, namun Ray dengan sigap langsung mendorong kepala Naomi sehingga rudalnya masuk ke dalam mulut Naomi.

Naomi mengeluarkan erangan protes akibat mulutnya penuh dengan rudal kekasihnya dan ia masih belum mendapatkan oksigen yang ia butuhkan. Ray menarik sedikit kepala kekasihnya sehingga pangkal tenggorokan Naomi tidak lagi terhalang oleh ujung rudalnya. Namun 3/4 dari rudal Ray masih tertancap di dalam mulut Naomi.

Setelah merasa Naomi mendapatkan cukup oksigen melalui hidungnya, Ray mulai mendorong kepala Naomi agar rudalnya masuk semakin dalam. Karena Ray melakukannya tanpa aba-aba, Naomi tersedak dan ia batuk dengan kesulitan karena kerongkongannya pun tertutup kembali oleh ujung rudal Ray. Naomi menepukkan tangan kanannya ke paha Ray sebagai tanda protes, yang membuat Ray melepaskan jambakannya.

“Hmmmmm jangan kasar-kasar blowjobnya”, pinta Naomi manja sambil cemberut. Air mata berlinang di kelopak matanya akibat tersedak.

Ray pun tersenyum dan mengusap pipi dan air mata Naomi. Ia mainkan kembali puting Naomi dengan jemarinya untuk merangsang Naomi kembali. Naomi yang senang karena merasa keinginannya dituruti oleh kekasihnya melanjutkan blowjobnya, kini tanpa kontrol dari Ray. Ia dengan lahapnya mengocok rudal kekasihnya tersebut menggunakan mulutnya.

Ray yang keenakan dengan kuluman dari Naomi, meraih kaleng bir yang ia taruh di rak sebelah kasur. Ia membuka kaleng bir itu dan mulai menegak minumanannya.

“Sudah tidak terasa begitu dingin, tapi tak apa. Kuluman Shinta Naomi di rudalnya dengan tegukan sekaleng bir adalah kombinasi yang tetap luar biasa.”, ujar Ray dalam hati.

Semakin cepat dan lahap kulumannya, tak disangka membuat Naomi justru semakin terangsang. Naomi merasakan rangsangan yang hebat menjalar ke liang serambi lempitnya. rudal keras yang tadinya ia gesek-gesekkan untuk memuaskan serambi lempitnya kini berada kokoh di dalam mulutnya sehingga serambi lempitnya kini sama sekali tidak terpuaskan.

Iapun menggunakan tangan kirinya untuk menopang tubuhnya selagi mengulum rudal Ray, dan tangan kanannya ia gunakan untuk meraih masuk ke dalam celananya. Naomi mulai memainkan lembut bagian luar bibir serambi lempitnya dengan jemarinnya.

Ia sudah merasakan basahnya liang serambi lempitnya dan itu membuat dia semakin terangsang. Naomi semakin mempercepat permainan jemarinya. Ia sangat ingin liang serambi lempitnya dimainkan oleh Ray. Ingin rudal kokohnya itu masuk dalam ke ujung serambi lempitnya. Naomi pun merasa kesal dan melepaskan rudal Ray dari mulutnya.

“Kamu mah keasikan diblowjob sambil minum bir. Aku mau tau pussynya dimainin sama kamu”, ujar Naomi protes dan kembali cemberut. Ia beranjak duduk bersila di depan Ray sambil menyilangkan tangannya di dadanya sebagai tanda protes.

“Iya sayang, sini sini. Maaf ya aku malah enak-enakan rebahan. Habisnya blowjob kamu enak banget sih”, ujar Ray meminta maaf.

“Sini mana aku peluk dulu.”, lanjut Ray sambil membuka kedua tangannya dan mendekat ke Naomi untuk mendekap kekasihnya tersebut. Ray langsung mencium pipi Naomi yang masih belum beranjak dari posisinya.

“Udah dong, mana bisa aku puasin kamu kalau tangannya masih menyilang kayak gitu? Dada indah kamu juga jadinya ketutupan.”, rayu Ray sambil membelai lembut lengan Naomi.

Naomi pun mulai melemaskan tangannya sehingga silangan tangannya tak sekuat sebelumnya. Kesempatan ini Ray gunakan untuk meraih payudara Naomi dan mulai kembali memainkan putingnya agar Naomi kembali terangsang.

Ray menggenggam lengan Naomi dan mendorongnya perlahan ke belakang agar dia terbaring rileks di kasur. Genggaman tangannya dengan lembut ia pindahkan ke pergelangan tangan Naomi seraya memposisikan tangan tersebut di samping kedua telinga Naomi sehingga ketiaknya terbuka lebar. Kini Ray berada di atas Naomi dengan berpijak ke tangannya sendiri. Di bawahnya, Naomi terbaring pasrah dengan tangan terkunci oleh Ray dan berada di posisi yang sangat terbuka.

Naomi memandang Ray dengan penuh haus akan nafsu. Bibir bawahnya ia gigit pelan sehingga menampilkan muka menggoda yang membuat Ray juga semakin bernafsu. Ray mulai menciumi bibir kekasihnya itu.

Ray melepaskan tangan kanannya dari pergelangan tangan Naomi, lalu ia turunkan menuju hotpants yang Naomi pakai. Ia buka perlahan celana seksi tersebut dengan tangan kanannya. Begitu serambi lempit Naomi sudah tidak lagi tertutup celana itu, ia mulai membelainya lembut dengan jemarinya. Ketika Ray merasa serambi lempit kekasihnya itu sudah cukup basah. Ia pun menggenggam rudalnya yang masih keras dan menuntunnya untuk memasuki liang serambi lempit Naomi.

rudal Ray mulai memasuki dinding sempit tersebut dan membuat Naomi mengerang keenakan. Sebelum rudal Ray masuk sepenuhnya, Naomi memegang lembut pipi kekasihnya.

“Kamu ga mau pake kondom dulu?”, tanya Naomi dengan mendesah karena sudah keenakan dipenetrasi oleh Ray.

“Aku keluarin di luar aja.”, jawab Ray.

“Kalo keluarin di luar nanti aku mandi lagi. Terus ini baju Nadila nanti kotor kena sperma kamu.”, lanjut Naomi.

“Udah, pikirin nanti. Nikmatin aja dulu.”, jawab Ray sambil mendorong rudalnya lebih dalam. Sesuai harapannya, Naomi mengerang keenakan dan melupakan pertanyaannya.

Tiba-tiba, terdengar suara langkah mendekat dari arah lorong. Belum sempat Naomi meminta Ray untuk memperhatikan suara itu, pintu sudah dibuka dengan cepat. Frans memasuki kamar, diikuti oleh keempat sahabatnya.

Tanktop hitam yang Naomi kenakan masih tersingkap naik tidak menutupi payudara indahnya sama sekali. Sedangkan hotpants yang tadi ia kenakan sudah Ray lepas. Naomi yang dalam perjalanan ke apartemen kehujanan, sama sekali tidak punya pakaian dalam yang bersih sama sehingga kini ia sama saja seperti telanjang ketika Frans dan yang lainnya menerobos masuk ke dalam kamar.

“Aaaaaah”, teriak Naomi kaget. Ia pun langsung berusaha menutupi dirinya dengan mencari bed cover yang dapat ia gunakan untuk menutupi tubuh seksinya itu namun gagal. Kasur Frans sama sekali tidak memiliki bed cover, atau mungkin sedang sengaja tidak dipasang.

Dengan panik Naomi buru-buru menurunkan tanktop yang ia kenakan agar menutupi payudara indahnya. Namun karena sempit dan melakukannya dengan panik, Naomi membutuhkan waktu yang lama untuk melakukannya sehingga memberikan waktu yang cukup lama untuk Frans dan yang lainnya menikmati pemandangan payudara seksi itu. Naomi pun sadar akan tatapan mata mereka.

Tatapan laki-laki penuh nafsu yang sudah biasa ia terima ketika berada di tempat-tempat umum. Menggunakan pakaian lengkap saja pandangan mata tersebut sudah sangat liar, apalagi jika melihat Naomi dalam kondisi saat ini.

Naomi lalu buru-buru meraih hotpants yang, untung bagi dirinya, tak terletak jauh dari jangkauan tangannya. Kembali ia kesusahan untuk memakai celana tersebut karena panik dan memang celananya sangat sempit.

Butuh waktu yang lama dan Naomi harus menggelinjangkan tubuhnya ketika berusaha memakai celana itu. Lagi-lagi, pasti itu adalah sebuah tontonan yang mengasyikkan bagi semua laki-laki di ruangan ini.

“Maaf Frans….”, Naomi hanya berhasil mengucapkan maaf tanpa tahu harus berkata apa lagi. Dirinya sudah sangat malu akibat terpergok melakukan hal mesum dengan pacarnya. Ia juga sangat malu karena banyaknya laki-laki yang melihatnya telanjang hari ini.

Sial sekali dirinya pikirnya. Sudah lupa membawa jaket dan kehujanan, seharian digoda oleh lelaki-lelaki mesum sepanjang jalan, hingga kini semua sahabat pacarnya melihat dirinya dari setengah telanjang hingga betul-betul telanjang bulat. Belum lagi rencana dirinya untuk memakai lingerie spesial yang sudah dia beli dengan harga mahal untuk bercinta dengan Ray gagal karena basah kehujanan.

Naomi hendak segera keluar dari kamar dan berencana pergi dari tempat itu. Mungkin dia akan nekat memakai baju Nadila dan didouble dengan pakaian basahnya lalu pergi pulang. Itu mungkin lebih baik daripada berlama-lama di sini.

Entah apa yang harus dia lakukan ketika bertemu dengan Ray, Frans dan yang lain di kemudian hari. Namun, langkah Naomi terhenti ketika Danu dan Elang menghalangi dirinya. Ardan segera menutup pintu kamar Frans dan menguncinya sehingga ruangan ini mengurung Naomi sendirian dengan keenam laki-laki ini.

Naomi mengalihkan pandangan ke kekasihnya yang masih dalam keadaan tidak memakai celana, walau kini rudalnya tak lagi berdiri setegak sebelumnya. “Dipakai kenapa sih celananya”, bentak Naomi dalam hati. Namun, mungkin pacarnya tidak bisa bergerak karena saking kagetnya, pikirnya.

“Misi, gw mau pulang aja dulu.”, pinta Naomi sambil berusaha mengambil jalan dari halangan Danu dan Elang.

Frans dan Ray saling tatap. “Lo kok udah balik?”, tanya Ray dingin. Yang sebenarnya Ray tanyakan adalah kenapa Frans dan yang lainnya sudah masuk tanpa menunggu sinyal darinya.

“Ga sabar menyantap jamuan utama.”, jawab Frans dingin.

Ray sedikit kesal. Padahal dia sudah dijanjikan untuk bisa menikmati tubuh Naomi terlebih dahulu sampai ia penetrasi. Padahal baru sedikit rudalnya memasuki liang serambi lempit kekasihnya, namun Frans dan yang lainnya sudah keburu memasuki ruangan.

Ray beranjak dari kasur dan kemudian meraih tangan Naomi. Naomi pikir Ray akan melindunginya dan menariknya keluar dari kamar tersebut, namun pikirannya salah. Ray malah mendekap dirinya dari belakang dan mencium pipi kanan Naomi. Kini Naomi pikir pacarnya sudah gila dan ia pun berusaha melepaskan diri dari dekapan Ray yang ternyata cukup kuat.

“Apa-apaan sih Ray?!”, bentak Naomi, kini tidak lagi memanggil Ray dengan panggilan sayangnya. Ia meronta berusaha melepaskan dirinya namun tanpa hasil.

“Udah lah, biarin aja kita lanjutin. Toh kamu juga suka kan kalau kita bercinta di tempat umum.”, balas Ray dengan cuek.

“Tapi ga sambil diliatin juga!”, bentak Naomi kembali.

“Berpetualang lah sedikit, explore hal baru. Bukannya kamu selama ini cerita ke aku tentang tatapan-tatapan penuh nafsu cowok-cowok yang selama ini liatin kamu? Emang kamu ga penasaran sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka? Apakah benar karena badan kamu?”, rayu Ray meyakinkan Naomi sambil dirinya memainkan payudara kekasihnya yang kini kembali terbalut tanktop seksi hitam milik Nadila.

Dengan Naomi yang masih meronta berusaha melepaskan diri, Ray berusaha agar permainan tangannya mengenai puting Naomi sehingga membuat kekasihnya itu kembali horny. Ray juga berusaha untuk tangan yang satunya meraih ke dalam celana yang Naomi kenakan untuk merangsang serambi lempit kekasihnya itu. Efeknya cukup berhasil, rontaan Naomi sedikit melunak dan reaksi tubuhnya kembali menunjukkan betapa hornynya Naomi saat itu.

“Lagian kamu kan udah terlanjur telanjang di depan mereka. Biarin aja mereka nontonin kita. Pasti bakalan hot. Kita buat laki-laki bajingan di depan kita ini berantakan dengan nafsunya”, bisik lirih Ray.

Naomi terkejut betapa dirinya bisa semakin horny dengan ucapan dan perlakuan Ray saat itu. Dirinya digerayangi oleh kekasihnya di depan lima laki-laki lain dan dirinya masih saja terangsang hebat, bahkan makin hebat. Apakah dirinya ini rendah seperti seorang perempuan gampangan?

Apakah dia sudah tidak punya kehormatan lagi? Namun, pikirannya tiba-tiba buyar akibat semakin liarnya sentuhan ray di tubuhnya. Melemahnya usaha Naomi untuk melepaskan diri pun membuat Ray lebih leluasa memainkan tubuh Naomi.

Naomi makin terkejut ketika Ray kembali menyingkap tanktop yang ia kenakan ke atas payudaranya, sehingga lagi-lagi payudara indahnya terekspos di depan para sahabat kekasihnya. Ray lalu memilin puting kiri Naomi dengan telunjuk dan jempol kanannya sembari tangan kanannya disilangkan di depan badan Naomi agar tidak melarikan diri.

Tangan kirinya memaksa turun dari dalam hotpants Naomi sehingga hotpants tersebut turun hingga di tengah-tengah paha kekasihnya. Alhasil, Naomi akan kesulitan menggerakkan kakinya untuk berjalan maupun berlari karena ikatan hotpants ketat di sekeliling pahanya.

Ngocoks.com serambi lempit Naomi pun terlihat jelas karena tidak lagi tertutupi oleh hotpants sexy itu. Ray lanjut meraba liang luar serambi lempit Naomi, membuat Naomi harus berusaha keras untuk tidak mengeluarkan desahan nikmat. Dia masih malu untuk menunjukkan bagaimana ia sebenarnya menikmati semua ini. Namun, paras Naomi tidak bisa berbohong. Matanya semakin sayu, menunjukkan dirinya sudah lemah dikuasai oleh nafsu.

Tangan kiri Ray masih memainkan serambi lempit Naomi sedangkan tangan kanannya kini menggenggam kedua pipi Naomi dan mengarahkan kepalanya untuk melihat kelima sahabatnya. “Lihat mereka. Apakah itu tatapan-tatapan mata yang selama ini mengganggumu? Apa itu tatapan-tatapan mata penuh nafsu lelaki-lelaki yang selalu kau temui?”, kata Ray.

Naomi hanya bisa menurut. Ia lihat tatapan mata masing-masing dari mereka: Ardan, Bagas, Danu, Elang dan juga Frans. Ya, mereka semua mempunyai tatapan itu. Tatapan mata yang selama ini membuat Naomi risih.

Naomi memang selalu mendapatkan tatapan penuh nafsu seperti itu. Di kelas kuliahnya yang berjumlah 20 orang di mana hanya ada 5 orang wanita, Naomi mendapati 15 mahasiswa tersebut memandanginya dengan tatapan yang seperti ia dapati sekarang. Seakan-akan menelanjangi dirinya di dalam benak otak kotor mereka.

Di panggung saat dirinya menari dengan baju performance yang seksi, seluruh penontonnya yang mayoritas laki-laki memandang dirinya penuh nafsu.

Di MRT maupun di bis pun sama, puluhan lelaki memandanginya seperti itu; ratusan jika ikut menghitung puluhan laki-laki yang naik turun di setiap stasiun; ribuan jika kau hitung sudah bertahun-tahun Naomi menghadapi hal itu.

Tatapan itu membuat Naomi risih pada awalnya karena ia bisa merasakan nafsu dari seluruh tatapan itu, namun ia tidak pernah tahu apa yang lelaki-lelaki tersebut akan lakukan pada dirinya. Ia berusaha untuk menyesuaikan pakaiannya dari yang tertutup hingga yang terbuka seperti yang ia suka, namun sama saja.

Pakaian tertutup tidak berpengaruh ke bagaimana laki-laki melihat dirinya. Mungkin itu kenapa dirinya sudah cuek tetap memakai pakaian seksi seperti yang ia suka. Ia tahu dirinya lah sumber dari nafsu itu, bukan pakaiannya.

Tanpa sepengetahuan Naomi, Ray yang berada di belakang Naomi memberikan kode dengan gerakan kepalanya kepada Frans.

Frans memahami kode itu dan berjalan mendekat.

Naomi pun menyadari hal itu. Ia memandangi Frans yang berjalan mendekatinya. Senyumannya licik dan pandangan matanya penuh nafsu.

Kini, Naomi harus menghadapi suatu kenyataan yang belum pernah ia ketahui sebelumnya. Ia akan tahu tak hanya seperti apa pandangan lelaki yang berkesempatan melihat dirinya telanjang bulat dan digerayangi layaknya sebuah tontonan erotis khusus dewasa. Namun ia juga akan merasakan sendiri kebuasan nafsu lelaki-lelaki itu kepada dirinya.

Bersambung… Naomi yang menyadari Frans berjalan mendekatinya pun mulai meronta kembali. Naomi mencoba bersiap-siap untuk menendang Frans jika ia berjalan semakin dekat, namun kelihatannya hal itu tidak akan mungkin.

Lilitan hotpants yang posisinya berada di tengah-tengah pahanya akan menyulitkan dirinya jika ia ingin melakukan tendangan. Jika ia ingin mengangkat kakinya, maka kedua kakinya lah yang akan terangkat, lalu itu akan membuat keseimbangannya goyah, dan mungkin akan membuat dia berada di posisi yang lebih lemah dari posisinya sekarang.

Tangan Ray kini menggenggam erat lengan Naomi dekat di pergelangan tangannya. Sebelum Naomi bisa protes, Ray berkata, “Udah ga usah ngelawan. Nikmatin aja. Kamu juga mau tau kan apa yang akan dilakukan laki-laki yang memandang penuh nafsu ke badan kamu?”.

Naomi kembali ke pikirannya sebelumnya. Iya, memang ia selama ini penasaran dengan apa yang semua laki-laki itu ingin lakukan padanya. Selain itu pun, Naomi tidak sanggup melawan kuncian Ray yang memang memiliki kekuatan lebih karena Ray rajin pergi ke gym dan berolahraga.

Frans sudah berada di depan Naomi. Naomi mencoba memandang Frans dan yang ia temui adalah pandangan yang penuh nafsu. Lebih bernafsu daripada semua pandangan yang pernah ia temui sebelumnya. Mungkin, karena kini Frans bisa dengan leluasa meluapkan nafsu liarnya kepada Naomi.

Naomi di sisi lain, matanya menunjukkan betapa lemah posisinya saat ini. Pandangan matanya memancarkan permohonan iba kepada lelaki-lelaki bejat di sekitarnya itu untuk menghentikan ini semua dan membiarkan dia pergi.

Frans mulai menggenggam payudara kiri Naomi dengan tangan kanannya. Merabanya, merasakan kelembutannya. Naomi merasakan sedikit cengkraman yang sesekali Frans lakukan, mungkin untuk merasakan kekenyalan payudaranya. Secara lembut tiba-tiba Frans meraba ujung puting Naomi dengan jempolnya. Tanpa kuasa, Naomi mengeluarkan desahan lirih.

Ia sungguh malu akibat menunjukkan nafsunya di depan lelaki yang bukan pacarnya itu dan malu karena dengan mudahnya terangsang olehnya. Ia melirik sedikit ke arah Frans dan melihat tatapan mata yang tidak hanya penuh nafsu, namun juga penuh kemenangan.

Terdapat juga senyuman sebelah dari Frans yang menyiratkan kemenangannya dan juga terasa seperti sebuah bentuk pelecehan ke Naomi. Naomi pun merasa semakin putus asa dan lemah.

Ketika Naomi mengalihkan pandangannya, ia malah menemui Danu dan Aron menggenggam smartphone mereka di tangannya dengan gestur yang seperti mengambil foto atau video. Naomi kembali berusaha meronta walaupun lirih.

“Jangan difoto! jangan divideoin!”, ujar Naomi lirih sebisanya, sambil berusaha menutupi dadanya kembali walaupun tanpa hasil. Ia sangat khawatir. “Jangan dibikin live atau story juga di Instagram!”, lanjutnya yang sama sekali tidak mendapatkan respon dari keenam laki-laki yang mengelilinginya. Bahkan Ray pun diam.

Makin putus asalah Naomi yang sadar bahwa apapun yang semua laki-laki ini akan lakukan, mereka akan mendapatkannya. Naomi sama sekali tidak berkuasa.

Silih berganti, tubuh Naomi menjadi santapan tangan-tangan nakal para lelaki mesum. Kedua payudara Naomi secara bergiliran dijamah oleh tangan-tangan yang sudah tidak bisa ia bedakan lagi milik siapa, mungkin Frans, mungkin Danu, Ardan, bahkan mungkin Ray.

Terkadang bagian tubuhnya sekedar dibelai, terkadang ada yang mencoba meremas payudara maupun pantatnya. serambi lempitnya pun tak luput dari belaian dan juga sodokan jari-jari nakal yang ingin mencoba rasa kelezatan liang serambi lempit seorang Shinta Naomi.

Ray kini sudah tidak perlu lagi menahan tubuh Naomi. Naomi kini dengan mudahnya menjadi santapan yang memuaskan nafsu bejat sahabat-sahabatnya. Ia kini bahkan ikut asyik menikmati tubuh Naomi bersama-sama.

Naomi kembali teringat pertanyaannya tentang apa yang laki-laki penuh nafsu itu akan lakukan kepadanya. Malam ini ia mendapatkan jawabannya.

Ada yang mengambil foto dan video dirinya yang mungkin sudah umum dilakukan sebelumnya. Secara terang-terangan, Naomi sering melihat para lelaki mengabadikan dirinya saat melakukan performance. Ada pula yang melakukannya secara sembunyi-sembunyi, yang selalu dilakukan oleh lelaki-lelaki di perkuliahannya maupun di transportasi umum.

Tapi kali ini berbeda: kini tubuhnya diabadikan dengan keadaan telanjang dan dilecehkan oleh kekasihnya sendiri dan kelima sahabatnya yang lain.

Semua sentuhan yang ia rasakan, menjawab pula fantasi seperti apa yang para laki-laki ingin lakukan ke tubuhnya. Walaupun begitu, Naomi sebenarnya belum mengetahui semua fantasi liar laki-laki bejat itu. Perjamuan ini masih panjang. Dan mungkin juga masih akan banyak perjamuan-perjamuan lain yang membuka hal baru yang Naomi belum pernah tahu sebelumnya.

Elang melepaskan celana hotpants Naomi dan melemparkannya jauh ke lantai di dekat lemari. Naomi sempat terpikir bagaimana nanti Nadila saat menemui celananya dalam keadaan basah oleh cairan serambi lempitnya. Atau mungkin apakah Nadila tidak akan penasaran kenapa celananya sedikit melar karena dipakai oleh Naomi yang berpantat lebih besar darinya.

Kini giliran Frans yang melepaskan Naomi dari tanktopnya sehingga kini Naomi benar-benar telanjang bulat. Naomi didudukkan di tengah ranjang oleh Ray dan Ardan. Naomi baru sadar keenam laki-laki itu sudah melepaskan celana mereka. Terlihat dengan jelas keenam rudal mereka dalam keadaan berdiri tegak dan keras.

Ardan bahkan sudah telanjangh bulat setelah melepas kaos yang ia kenakan sehingga menunjukkan badannya yang atletis hasil dari berlatih di gym seperti Ray. Naomi memang tahu bahwa Ardan adalah seorang fuckboy sehingga tidak heran kalau ia memperhatikan penampilannya.

Parasnya pun bisa dibilang paling tampan di antara sahabat-sahabatnya yang lain, termasuk Ray. Tak heran jika Michelle yang seorang bucin (budak cinta), tergila-gila padanya. Naomi tak bisa membayangkan bahwa hari ini dia akan bercinta dengannya.

Kasur di kamar Frans berukuran King Size, sehingga cukup besar untuk keenam lelaki itu menaiki kasur dan berdiri membentuk lingkaran mengitari Naomi. Seluruh rudal mereka sudah sejajar dengan muka Naomi. Ia bisa lihat Danu memegang kamera handphonenya. Entah ia mengambil video atau foto, tapi dengan angle seperti itu, Naomi terlihat seperti bintang porno yang sedang melakukan blowbang.

Cerita Dewasa Ngentot - The Wild Wolves
Dimulai oleh Frans yang berdiri di arah jam 3 dari Naomi, ia menggenggam rambut Naomi dan mengarahkan kepala Naomi supaya mulutnya tepat berada di ujung rudal Frans. Bahkan saking dekatnya, rudal Frans sudah tercium oleh Naomi. Karena sudah tak berdaya dan putus asa untuk melawan, Naomi menuruti kemauan Frans yang sudah ia mengerti.

Ia membuka mulutnya dan menerima kontrol Frans yang mendorong kepalanya untuk melahap batang rudal Frans masuk ke mulutnya sampai menyentuh kerongkongannya. Naomi merasakan tangannya kirinya diangkat lalu dituntun untuk menggenggam salah satu rudal di lingkaran itu.

Naomi mulai mengocok rudal tersebut. Tangan kanannya pun mengalami hal yang sama dimana Naomi juga meresponnya dengan memberikan kocokan ke rudal yang sudah hinggap di tangannya. Setiap 3-5 menit, mulut dan tangan Naomi selalu melayani rudal yang berbeda-beda.

Ray dan para sahabatnya secara bergiliran menikmati servis Naomi menggunakan mulut maupun tangan perempuan malang itu. Naomi pun sampai kewalahan. Ia merasakan pegal di tangannya dan di rahangnya akibat harus berkali-kali memuaskan rudal-rudal kekasih dan sahabatnya itu. Namun apa daya, Naomi tidak bisa melawan. Malam ini, ia adalah sang mangsa: si angsa cantik yang menjadi santapan para serigala buas.

Saat masih sibuk memberikan blowbang, Naomi merasakan ada seseorang yang menjilat dan memainkan jarinya di liang serambi lempitnya. Naomi kembali merasakan nafsu yang luar biasa. Sedari tadi, ia belum banyak merasakan rangsangan yang memuaskan serambi lempitnya sehingga jilatan dan jemari yang ia rasakan sekarang membuatnya sangat horny.

sekitar 3 menit lidah pria yang tidak ia ketahui itu menjilatinya, Naomi merasakan suatu sensasi yang ingin ia lepaskan. Sedikit lagi Naomi akan orgasme. Naomi mengerang dan mendesah walaupun suaranya tertahan akibat sodokan rudal yang selalu mengisi penuh mulutnya.

Naomi pun meledak dalam orgasmenya, ia bergelinjang tak bisa menahan sensasi nikmat yang mengujuri seluruh tubuhnya. Ia merasakan kegelian di liang serambi lempitnya sehingga secara refleks ia bergerak menjauh dari jilatan lidah tersebut. Namun, sepasang tangan menahan pantatnya sehingga Naomi tetap terserang jilatan yang intens bertubi-tubi tersebut.

Mulutnya ingin melepaskan rudal di kulumannya karena Naomi ingin berteriak dan mendesah kencang akibat tidak kuat menahan rangsangan yang ia terima. Ia menolehkan kepalanya untuk melepas rudal di mulutnya dan untuk menghindari rudal lain yang ingin masuk, namun tertahan oleh sepasang tangan.

Ternyata rudal yang ada di mulutnya itu sudah mencapai orgasmenya, dimana Naomi merasakan tembakan-tembakan cairan hangat memasuki sekujur mulutnya dan menuruni tenggorokannya. Naomi yang pasrah hanya bisa mendesah sebisanya selagi terbungkam dengan rudal yang sedang berada di puncak kenikmatannya itu.

“MMMMMMHMMMM MHHMMMHHHH!”, desah Naomi keras walaupun tertahan oleh rudal di mulutnya.

“Anjing cok! Enak betul betina mu ini Ray. Wes keluar aku di mulutnya.”, ujar suara laki-laki yang rudalnya tertancap dalam di mulut Naomi.

Naomi melihat ke atas untuk mengetahui siapa pemilik rudal yang masih menancap di mulutnya itu. rudal yang dengan setiap detakannya juga ikut melemaskan batangnya itu. Ternyata Danu lah pemilik rudal itu dan tangan dia lah yang menahan kepala Naomi. Naomi melihat Danu dengan sinis karena telah menghinanya sebagai betina milik Ray.

Ia merasa itu sangatlah melecehkan, apalagi setelah rudal Danu dipuaskan oleh mulut Naomi dan kini mulut Naomi dipenuhi oleh spermanya. Naomi menelan sisa sperma Dani di mulutnya, toh sebagian besar memang sudah tertelan saat Naomi mendesah dan meracau tak karuan.

Dalam hati ia heran, kenapa tidak ia muntahkan saja ke kasur Frans atau ia ludahkan ke Danu maupun laki-laki brengsek lain di ruangan ini. Mereka sudah sangat kurang ajar melecehkan dan menggagahinya seperti ini. Namun Naomi teringat akan sensasi nikmat luar biasa dari jilatan di serambi lempitnya. Ia menoleh untuk melihat siapa pemilik lidah tersebut: ia adalah Frans.

Frans kini pun sudah telanjang bulat. Memang tubuhnya tidak seatletis Ray ataupun Ardan, malah cenderung biasa saja. Parasnya masih tampan walaupun tidak setampan Ardan, si Fuck Boy. Namun, kepuasan yang Naomi rasakan barusan memberikan perhatian yang lebih di hati Naomi.

Frans kini terlihat menarik pinggul Naomi, menyeretnya di atas kasur sehingga Naomi terbaring. Kedua rudal di kocokan tangannya terlepas. Setidaknya sekarang kedua tangan dan mulutnya bisa beristirahat dari serangan-serangan rudal horny yang membabi buta. Namun, beda halnya dengan serambi lempitnya yang akan menjadi bulan-bulanan baru lelaki-lelaki di ruangan itu.

Frans membuka lebar kaki Naomi sehingga serambi lempitnya pun terekspos bebas. Frans menuntun rudalnya yang sudah ia genggam sembari mendorongkan ujung rudalnya memasuki liang serambi lempit Naomi. rudal Frans dengan lancar menyodok serambi lempit Naomi.

Sepertinya akibat orgasme tadi, liang serambi lempit Naomi menjadi cukup basah sehingga menghasilkan lubrikan alami yang melancarkan penetrasi rudal Frans. Walaupun tempo genjotan Frans lebih cepat dan keras dari Ray sebelumnya, namun terasa lebih nikmat karena Naomi sudah orgasme sebelumnya.

Untuk pertama kalinya di malam itu, Naomi merasakan kenikmatan bercinta akibat penetrasi yang ia rasakan di serambi lempitnya. Sebelumnya ia merasa kewalahan dengan banyaknya serangan nafsu dari keenam lelaki bejat ini sehingga Naomi lupa akan merasakan kenikmatan bercinta. Saat foreplay dengan Ray pun, Naomi sempat kesal karena ia lebih banyak melayani Ray daripada merasakan rangsangan kenikmatan.

Di tengah kenikmatannya, tiba-tiba Naomi merasa kesal karena dikagetkan oleh Ray. Kekasihnya itu menyodorkan sebuah pil yang disertai dengan sekaleng bir yang sudah dibuka.

“Minum!”, ujar Ray singkat.

Ray pun menghentikan Frans yang sedang asyik menggenjot Naomi dan mendorongnya pelan supaya Frans menjauh.

Naomi merasakan kehilangan ketika rudal Frans keluar dan menjauh dari serambi lempitnya.

Naomi melihat pil yang disodorkan kekasihnya itu.

“Ini kan pil KB!”, kata Naomi dalam hati.

Naomi melihat ke arah rudal Frans yang sebelumnya memasuki serambi lempitnya. Benar saja, Frans tidak memakai kondom, begitupun kelima pria yang lain. Tidak ada satu pun dari mereka yang memakai kondom.

“Ini gila!”, teriak Naomi kembali dalam hati.

Namun Naomi sudah semakin mengerti keadaan malam ini. Posisi dia sangat lemah malam ini. Lebih baik dia menurut.

“Masih mending ada pil kb yang masih bisa menyelamatkan dirinya dari kehamilan. Bisa saja keadaan jauh lebih buruk dari ini.”, ucap Naomi dalam hati untuk menghibur dirinya sendiri.

Naomi memasukkan pil itu ke dalam mulutnya dan ia tegak bir yang Ray berikan untuk melancarkan pil tersebut masuk ke perutnya. Naomi hampir saja tersedak karena kaget akan pahitnya bir yang ia minum. Untung pilnya tidak termuntahkan karena Ray langsung menutup mulut Naomi.

“Tahan aja, minum.”, ujar Ray yang membuat Naomi sedikit kesal. “Memangnya tidak bisa dia ambilkan air di dapur?”, gerutu Naomi dalam hati.

Naomi pun menegak kembali bir pahit yang sudah tidak dingin itu. Kali ini ia berhasil. Pilnya sudah masuk ke perutnya. Kini, Naomi bahkan sedikit sempoyongan karena birnya sangat kuat dan cepat memberikan reaksi mabuk. Naomi sebenarnya jarang sekali minum.

Dia memang gampang mabuk bahkan dengan minuman-minuman yang kadar alkoholnya tidak tinggi. Ray di satu sisi, memiliki toleransi alkohol yang jauh lebih tinggi dari Naomi. Jika Naomi sudah sempoyongan seperti ini, belum tentu Ray sedikitpun tipsy walaupun meminum tiga kali lebih banyak dari yang Naomi minum.

Ray dengan cepat langsung menggantikan posisi Frans sebelumnya. Ia membuka kedua kaki Naomi dan langsung menghantam serambi lempit kekasihnya itu dengan rudalnya yang sudah sangat keras.

Naomi merintih kesakitan. Ia makin kesal dengan Ray. Malam ini dia seharusnya memuaskan Ray dengan lingerie spesial yang ia beli. Namun, Ray sangatlah tidak gentle dengan dia malam ini, sehingga Naomi tidak lagi menyesal seluruh plannya hancur. Naomi malah menginginkan rudal Frans lah yang kembali menghujani serambi lempitnya dengan rangsangan.

Permainan Ray belum berlangsung lama, namun Naomi merasakan ada yang mengaitkan tangan di ketiaknya lalu menarik dirinya. Alhasil Tubuh Naomi terseret sehingga pundaknya kini tepat berada di pinggir kasur. Naomi terlepas dari Ray dan hantaman rudalnya.

Kepalanya terjatuh turun dikarenakan sudah tidak tersupport oleh kasur lagi. Kepala Naomi yang sudah merasakan tipsy dari bir yang ia minum, menjadi semakin pusing karena kepalanya terhentak dengan sangat keras. Kini hanya pundak Naomi ke bawah yang berada di atas kasur sedangkan kepalanya terletak sedikit turun karena tidak tersupport oleh kasur. Posisi kepalanya membentuk angle seperti menengadah.

Naomi baru tahu kalau Ardan lah yang menariknya. Ardan melakukan hal tersebut dengan maksud membuat angle mulut Naomi gampang untuk memberikannya blowjob sembari tetap terbaring ketika digenjot oleh Ray. Ardan pun memulai aksinya. Mulut Naomi yang sudah terbuka langsung ia masuki rudalnya dengan paksa. Mulut Naomi mau tak mau harus dibuka lebih besar agar Ardan bisa memasukkan rudalnya sampai ujung. Lagi-lagi, Naomi hanya bisa menurut.

Naomi tidak bisa melihat apa-apa dikarenakan matanya terhalang oleh kaki Ardan. Namun, Naomi merasakan ada sebuah rudal yang ia tebak adalah milik kekasihnya, kembali memasuki liang serambi lempitnya. Kini Naomi dalam keadaan terbaring di atas kasur selagi dispit roast oleh Ardan dan juga Ray.

Naomi merasa semakin horny mengetahui ada dua pria berbadan atletis sedang menyetubuhinya berbarengan. Hentakan rudal mereka terasa sangat kuat sebanding dengan perawakan mereka yang tak kalah macho. Terkadang tempo Ardan dan Ray seharmoni, menyebabkan titik sensitif di serambi lempit Naomi dan juga kerongkongannya terangsang pada waktu yang bersamaan. Mulut maupun serambi lempitnya sangat terasa penuh. Apakah dia akan orgasme untuk kedua kalinya malam itu?

Kini ada dua pasang tangan yang menggerayangi tubuh Naomi. Naomi tidak tahu siapa mereka karena matanya masih saja terhalang. Ia hanya bisa menikmati setiap rangsangan-rangsangan yang ia terima. Tangan-tangan tersebut mulai fokus ke payudaranya. Naomi tidak heran karena memang payudara adalah bagian yang paling seksi dari tubuh wanita, apalagi payudara miliknya.

Erangan Naomi tidak bisa ia tahan saat kedua putingnya dipelintir pelan oleh dua pasang jemari. Beberapa menit berselang, akhirnya Naomi mengalami orgasme yang kedua kalinya. Dirinya menggeliat-geliat tak kuasa menahan gejolak orgasmenya namun dengan posisi sedang tertahan oleh Ardan dan Ray yang seperti sebatang kayu panjang yang menusuk dirinya dari mulut sampai turun ke serambi lempit.

Naomi yang lemas menjadi semakin tak berdaya akan permainan Ardan dan Ray yang belum mencapai titik orgasmenya. Selang tiga menit kemudian, Pinggul Naomi kini dipegang erat oleh Ray dan pada saat yang bersamaan Ardan memegang kepala Naomi.

Seketika, Naomi merasakan aliran cairan hangat menyembur memasuki serambi lempit dan mulutnya secara bersamaan. Ardan dan Ray orgasme pada saat yang bersamaan. Naomi pun menikmati bagaimana kehangatan sperma kedua lelaki macho tersebut menghangati liang serambi lempitnya dan juga sekujur mulutnya.

Naomi merasakan manisnya sperma Ardan. Mungkin Ardan rajin menjaga dietnya dengan makanan-makanan sehat sehingga air maninya terasa sangat manis. Sungguh lebih nikmat daripada sperma Ray apalagi Danu. Naomi pun memijat rudal Ardan yang masih ada di mulutnya dengan gerakan menghisap seakan meminta lebih banyak lagi sperma manis Ardan untuk ia nikmati.

Ray terasa sudah melepaskan rudalnya dari dalam serambi lempit Naomi dan tak berselang lama rudal yang lain langsung memasuki serambi lempit Naomi. Genjotan rudal di serambi lempitnya kini terasa lebih nikmat dari genjotan Ray sebelumnya.

Setelah puas menghisap rudal Ardan sampai lemas, Naomi pun melepaskan Ardan. Kini ia melihat Frans lah yang sedang menggenjotnya. Naomi pun sudah memiliki feeling bahwa kenikmatan ini pastilah berasal dari Frans. Seseorang mengangkat tubuh Naomi agar terduduk kembali. Naomi gunakan kesempatan ini untuk mencium bibir Frans yang sekarang berada di dekatnya. Frans pun membalas ciuman tersebut dengan sangat panas.

Naomi melirik ke kiri dan melihat kekasihnya memandangi dingin dirinya sambil memijat-mijat rudalnya yang baru saja orgasme agar kembali keras. Mungkin Ray cemburu melihat Naomi yang berinisiatif terlebih dulu untuk mencium Frans. Namun Naomi cuek tidak memikirkan kekasihnya itu.

Elang lah yang membangunkan Naomi dari posisi sebelumnya, dan dia mengatur Naomi agar berubah posisi menjadi merangkak. Frans pun memberhentikan permainannya sejenak untuk memberikan kesempatan kepada Naomi untuk mengikuti arahan Elang. Naomi sebenarnya sedikit jengkel kenapa setiap kali Frans merangsang dirinya, selalu saja ada yang mengganggu.

Elang kini memasukkan rudalnya ke dalam mulut Naomi yang sedang dalam posisi merangkak. Frans pun kembali melanjutkan aksinya mempenetrasi serambi lempit Naomi dari belakang.

“Sungguh nikmat jepitannya, lebih kencang dibanding saat tadi dia terbaring.”, pikir Frans.

Ia pun melihat pemandangan di bawahnya: rudalnya menghujam dalam serambi lempit perempuan yang selama ini ia impikan, Punggung putih mulus Naomi dan pinggangnya yang ramping membentuk alur gitar Spanyol yang indah. Pantat Naomi yang sangat kenyal sungguh empuk ketika Frans sodokkan rudalnya dari belakang.

Sekitar lima menit berselang kini Naomi merasakan adanya detakan dari rudal Elang di mulutnya. Apakah dia sudah mau keluar? Naomi pun melirik ke atas dan memberikan Elang eye contact yang nakal. Kedua pasang mata mereka pun bertemu. Elang memegang kedua pipi Naomi dengan kedua tangannya dengan sesekali mengelus pipi Naomi lembut.

Anehnya Naomi sudah tidak merasa canggung dan bahkan semakin dermawan untuk memberikan servis yang memuaskan untuk semua laki-laki yang ada di ruangan ini bersamanya. Apalagi Elang baru saja dengan lembut membelai pipinya. Naomi sangat suka diperlakukan dengan gentle. Ia eratkan cengkraman mulutnya ke rudal Elang sambil beberapa kali menghisap rudal itu agar semakin keras terpijat.

Naomi pun juga menggerakkan kepalanya agar rudal Elang semakin keras terkocok di mulutnya. Alhasil, tidak berselang lama, Elang memegang erat kepala Naomi dan memuntahkan spermanya ke dalam mulut Naomi. Naomi pun semakin keras menghisap rudal Elang membuat Elang mengerang keenakan. Seluruh sperma Elang Naomi telan ke dalam perutnya.

Selesai dengan Elang, masuklah Bagas yang sudah mengantri untuk diblowjob oleh Naomi. Masih dengan posisi yang sama, Naomi kembali menservis rudal yang disodorkan kepadanya. Namun, sama seperti Elang, Bagas hanya bertahan 5 menit dengan hisapan Naomi yang mantab dan pandangan matanya yang nakal. Sudah Empat laki-laki yang spermanya Naomi telan di malam ini. Ia tidak menyangka dia dapat melakukan itu sebelumnya. Apalagi Naomi ternyata cukup menikmati permainan malam ini. Siapa dirinya sebenernya?

Kini tinggal Frans seorang yang belum mencapai Orgasme. Walaupun begitu, dia sangat menikmati tubuh Naomi dan dengan semangatnya menggenjot serambi lempit Naomi dari belakang. Frans dan Naomi sadar kalau di atas kasur tinggal tersisa mereka berdua.

rudal Ardan, Bagas, Danu, Elang dan Ray masih lemas akibat orgasme dan belum bisa ereksi kembali. Melihat ini sebagai suatu kesempatan, Frans memberhentikan permainannya sebentar dan menuntun Naomi untuk berbaring dengan nyaman. Frans pun sempat menyodorkan bantal ke Naomi untuknya menyenderkan kepalanya.

Naomi menerima perlakuan baik tersebut dengan hati yang tersipu akan kegentlean Frans. Kini Frans dan Naomi bermain dalam posisi missionary. Naomi berbaring dengan pasrah sembari dipenetrasi oleh Frans. Mata mereka dua beradu pandang, menimbulkan suatu perasaan yang sangat romantis saat itu.

Naomi memegang dengan erat kedua tangan Frans yang Frans gunakan sebagai topangan. Naomi mendesah keenakan dengan setiap sodokkan rudal menyentuh ujung dinding serambi lempitnya. Frans menurunkan tubuhnya dan bibirnya mencium bibir lembut Naomi.

Dengan hanya menopang pada satu tangan, tangan kanan Frans menjamah bagian ujung atas lubang kemaluan Naomi dan mulai memainkannya dengan jarinya. Naomi semakin merasa terangsang ketika jari Frans hampir menyentuh klitorisnya. Saat Frans sedikit memasukkan jarinya dan klitoris Naomi tersentuh, Naomi makin menggeliat tidak karuan.

Naomi memejamkan matanya dan kepalanya menengadah seakan ingin menggelinjang hebat akibat semua rangsangan yang Frans berikan. Melihat leher Naomi yang indah, Frans pun memindahkan ciumannya ke leher Naomi sambil sesedikit menggigitnya lembut. Desahan Naomi menjadi semakin keras yang membuat Frans juga semakin terangsang.

Ia pindahkan jemari kanannya yang sedang memainkan klitoris Naomi ke puting kanan Naomi, lalu Ia pilin puting itu sedikit keras. Ciuman di leher Frans turunkan ke arah puting kiri Naomi yang ia lanjutkan dengan kuluman. Frans juga semakin meningkatkan frekuensi genjotan rudalnya ke serambi lempit Naomi. Tiga rangsangan ini membuat Naomi menggelinjang tak karuan dan mendesahkan nama Frans.

“Frans!!!”, desah Naomi lirih.

Naomi kaget akan apa yang ia ucapkan. Dirinya sudah benar-benar tak terkontrol. Ia melirik ke arah Ray yang masih dingin melihatnya. Apakah Ray mendengar dirinya mendesahkan nama Frans barusan? Tapi Naomi tidak terlalu banyak berpikir. Pikirannya selalu buyar dengan rangsangan-rangsangan yang Frans berikan tanpa henti. Naomi malah membalas Frans dengan sebuah pelukan erat dan ciuman ke bagian tubuh Frans yang bisa ia cium.

Frans pun membalas pelukan Naomi. Bibir Naomi yang menciumi tubuhnya ia balas dengan ciuman dari bibirnya. Frans dan Naomi mendekap di pelukan masing-masing, bibir mereka beradu dalam sebuah ciuman yang penuh gairah. Frans mempercepat tempo genjotannya.

Frans dan Naomi kini tidak terlihat sebagai dua orang asing yang menikmati one night stand. Mereka berdua lebih terlihat seperti dua orang kekasih yang sedang bercinta dengan seluruh gairah di diri mereka.

Naomi merasakan dirinya akan orgasme untuk ketiga kalinya. Ia makin eratkan pelukannya ke Frans. Kedua kakinya ia eratkan menghimpit pinggul Frans. Desah nafas melalui hidungnya semakin cepat dibarengi dengan lidah Naomi yang semakin liar mengiringi bibirnya mencium Frans. Naomi menggelinjang ketika kembali orgasme. Ia mendesah keras.

Frans ternyata juga diambang orgasme. Ia merasakan pijatan serambi lempit Naomi semakin erat apalagi setelah Naomi mengencangkan kakinya di pinggul Frans. Frans pun merasakan hangatnya serambi lempit Naomi dimana itu merangsang rudalnya untuk segera mengeluarkan spermanya.

Naomi dan Frans mengalami orgasme bersamaan. Hangat cairan orgasme Naomi bercampur dengan hangatnya sperma Frans. Mereka berdua mendekap erat dengan ciuman yang juga mengeluarkan desahan-desahan kenikmatan. Frans melanjutkan genjotannya selama dia dan Naomi mengalami orgasme. Setiap genjotan itu mengalikan sensasi orgasme mereka berkali lipat.

Setelah sensasi itu semakin pudar, Frans pun melambatkan tempo genjotannya. rudalnya pun sudah mulai lemas sehabis orgasme. Ia dan Naomi pun memberikan ciuman terakhir sebelum Frans melepaskan pelukannya dan menggunakan tangannya untuk menopang dirinya dengan gagah di atas Naomi. Pandangan mereka beradu. Sebuah pandangan yang menyiratkan perasaan mendalam yang tumbuh semakin kuat di antara mereka berdua.

Mungkin tatapan itu akan berlangsung lebih lama jika tidak diinterupsi oleh Danu. Danu menepuk pundak Frans. “Minggir cok.”, ujarnya. “Giliran gw. Gw juga mau ngerasain serambi lempitnya Naomi.”, ujar Danu penuh nafsu.

Kini giliran Naomi untuk memuaskan nafsu liar Danu yang belum pernah merasakan hangatnya serambi lempit sebelumnya.

Bersambung… Danu yang sudah dibutakan oleh nafsunya langsung membuka lebar kaki Naomi. rudalnya sudah kembali tegak setelah orgasme pertamanya dan kini ia siap melakukan ronder kedua. Karena Ia belum pernah bersenggama sebelumnya, ia pun berusaha untuk mengingat-ingat action-action yang pernah dia tonton sebelumnya di pornhub maupun redtube.

Lagipula selagi mengumpulkan birahi untuk ronde dua, ia melihat aksi teman-temannya. Dari apa yang dia lihat, dia menganggap semua itu mudah. Danu langsung dengan kasar memasukkan rudalnya ke serambi lempit Naomi yang dibalas dengan teriakan kesakitan oleh Naomi.

“Aaaaaahhh! Bukan disitu!”, Teriak Naomi pedih.

rudal Danu pun tidak masuk sepenuhnya ke dalam karena memang Danu tidak memposisikan rudalnya dengan tepat. Ia mencoba lagi namun posisi rudalnya masih tidak tepat sehingga menghantam dinding serambi lempit Naomi dengan keras.

“AAAAHHHH! Pelan-pelan! Sakit!”, Jerit Naomi kesakitan sambil tangannya meraih badan Danu dan berusaha mendorongnya agar menjauh.

“Hahaha pelan-pelan dulu aja Dan. Nafsu amat. Lo cari dulu lobangnya yang mana. Lo masukkin perlahan.”, ujar Ardan yang kasian melihat Naomi namun tidak bisa menahan tawa akibat kelakuan Danu yang masih amatir dalam hal persenggamaan.

Danu pun menuruti saran Ardan. Ia memegangi rudalnya dengan tangan kanan lalu secara perlahan ia sentuhkan ke bibir serambi lempit Naomi. Tangan Naomi sedikit menutupi serambi lempitnya dan sebisa mungkin menahan rudal Danu agar tidak salah masuk karena trauma dengan sakitnya. Danu berusaha membuka bibir serambi lempit Naomi dengan jari tangan kirinya.

Naomi melakukan perlawanan dengan merapatkan kakinya untuk menutup serambi lempitnya dari Danu, namun Danu menahan kaki Naomi dengan badannya dan masih berusaha untuk menjebol serambi lempit perdananya tersebut.

Danu mencoba memasukkan pelan-pelan rudalnya ke dalam serambi lempit Naomi. Awalnya lancar, rudal Danu masuk beberapa centimeter, namun Danu merasa rudalnya mencapai jalur buntu yang diikuti dengan teriakan Naomi.

“AH!”, teriak Naomi singkat. “Bawahan Danu….”, kata Naomi lirih.

Naomi tahu pada akhirnya Danu pasti akan tetap mencoba menjebol serambi lempitnya. Lebih baik ia bantu Danu agar mempercepat permainan kasarnya itu selesai.

Danu menurut. Ia geser rudalnya sedikit ke bawah seperti saran Naomi dan ia pun merasakan ada seperti lubang namun sangat sempit. Merasa bahwa itu bagian bawah yang dimaksud, Danu pun mendorong rudalnya memasuki lubang yang dibentuk oleh dua dinding itu.

” Ahhh HHHHHMMM ahhhhh.”, teriak Naomi awalnya, namun berganti menjadi desahan lirih. Namun, teriakan Danu tidak kalah kencangnya.

“Woooooooh, ANCOOOK!!”, teriak Danu ketika merasakan sempitnya dua dinding serambi lempit yang menghimpit rudalnya. “Sempite, enak tenan!!!”, lanjutnya.

Kelima sahabatnya pun hanya bisa tertawa melihat kelakuan Danu di malam pertamanya. Mungkin itu mengingatkan mereka ke pengalaman pertama mereka dulu.

Danu mencoba menerobos dinding tersebut sampai batang rudalnya masuk seluruhnya yang diikuti dengan lenguhan Danu, “Oooooohhhh”.

Danu menarik kembali rudalnya lalu memasukkannya lagi. Ia lakukan itu berkali-kali sembari dengan perlahan ia percepat temponya. Kini Danu sudah mendapatkan feeling yang pas untuk menggenjot Naomi. Seperti perasaan canggung yang hilang ketika baru jago menaiki sepeda. Danu sudah tidak perlu terlalu berpikir dalam melakukan semua ini.

Namun beda halnya dengan Naomi. Walaupun Danu sudah mendapatkan temponya, tetaplah dia seorang amatir. Permainannya pun masih menyakiti dinding serambi lempit Naomi dan terasa perih. Padahal, Naomi sudah tiga kali orgasme dimana seharusnya dinding dalam serambi lempitnya sudah cukup basah dan tidak menimbulkan iritasi.

Ia ngeri jika permainan kasar Danu akan membuat serambi lempitnya lecet dan menyebabkan perih hingga esok hari. Padahal ia harus perform di Bandung besok. Tentunya sangat tidak nyaman jika ia perform dengan serambi lempit yang perih.

Danu mencoba meniru aksi Frans sebelumnya, di mana ia mendekap Naomi lalu menciumnya. Naomi tidak suka dengan permainan ini. Ia pun bingung kenapa ia bisa senyaman itu bercinta dengan Frans, namun tidak dengan yang lain. Terkecuali mungkin dengan Ray karena memang dia adalah kekasihnya. Namun itu menimbulkan pertanyaan baru lagi di benak Naomi, “Apakah Frans begitu spesial bagi dirinya?”.

Danu di satu sisi sangat menikmati pengalaman pertamanya bercinta. Ia cumbu Naomi dengan liar. Ia gerayangi setiap bagian muka Naomi dengan bibirnya dan terkadang dengan lidahnya. Danu turun ke arah leher Naomi, menciumi leher mulus dan menjilatinya yang dilanjutkan dengan hal yang sama ke payudara dan puting Naomi.

Naomi tidak suka dengan segala ciuman dari Danu. Nafas Danu sangat pekat dengan bau alkohol membuat Naomi sedikit mual. “Seberapa banyak bir yang bocah ingusan ini minum?”, ujar Naomi dalam hati.

Tanpa Naomi tahu, Danu sudah menghabiskan lebih dari tiga kaleng bir. Mungkin Danu minum sebanyak itu untuk menghilangkan rasa groginya dan menambah rasa percaya dirinya. Hal itu terbukti efektif, namun satu hal yang tidak Danu antisipasi adalah, libidonya meningkat berkali-kali lipat karena efek alkohol. Itu lah kenapa Danu bersikap sangat liar dengan nafsunya.

Sembari menahan genjotan Danu yang perih, Naomi merasakan ada rudal yang mendekati mulutnya. Ray menyodorkan rudalnya untuk Naomi hisap. Naomi bangun dari posisi rebahan ke posisi duduk dengan ditopang oleh sikunya agar Danu menjauh dan berhenti mencumbu badannya.

Pantatnya masih menopang bagian bawah tubuhnya yang masih asyik digenjot Danu. Naomi mulai menghisap kemaluan kekasihnya itu dengan lahap agar dia melupakan rasa perih di serambi lempitnya. Ardan dan Bagas pun menghampiri Naomi.

Selagi mereka antri untuk mempenetrasi serambi lempit Naomi, mereka memainkan puting payudara Naomi dengan satu tangan, sembari satu tangannya mengocok-kocok rudal mereka sendiri agar kembali keras dan siap untuk ronde berikutnya.

Ardan memainkan puting kiri Naomi dan Bagas memainkan puting kanan Naomi. Bagas pun sedikit iseng dengan menjepitkan kemaluannya yang masih setengah keras itu ke ketiak Naomi. Baru kali ini Naomi melakukan hal itu. Beberapa cairan kental dan licin pun membasahin ketiak mulusnya itu.

Naomi merasakan genjotan Danu ke serambi lempitnya semakin kencang. Perih yang ia rasakan pun semakin bertambah intensitasnya. Naomi hanya bisa mengalihkan perhatiannya ke rudal Ray di dalam mulutnya dan ke permainan Ardan dan Bagas ke putingnya.

Naomi merasakan bahwa Danu mungkin akan segera keluar. Ia harap dia benar. Tak sabar ia ingin Danu cepat-cepat menyelesaikan permainannya dan cepat-cepat pergi. Firasat Naomi benar. Tak berselang lama, ia merasakan cairan hangat memasuki liang serambi lempitnya.

Seharusnya itu bisa mengurangi kasarnya gesekan rudal Danu untuk sementara waktu. Naomi tidak menikmati permainan Danu dan sama sekali tidak peduli dengannya. Ia tetap fokus ke Ray, Ardan dan Bagas. Beda halnya dengan Danu.

Menurutnya, itu adalah momen terspesial untuknya. Ia ejakulasi di liang serambi lempit seorang wanita untuk pertama kalinya. Ia rasakan betapa sempitnya liang serambi lempit seorang Shinta Naomi. Betapa hangatnya rudalnya di dalam sana. Betapa empuknya sensasi yang dia rasakan di batang rudalnya.

Pijatan dinding serambi lempit seorang wanita yang tiada taranya. Apalagi perempuan ini adalah Shinta Naomi. Betapa beruntungnya dia. Setelah puas menikmati Naomi, Danu pun kembali turun dari kasur dan mengambil satu kaleng bir untuk ia nikmati.

Kini giliran Ardan yang bersiap di antara kedua kaki Naomi. Gairah Naomi pun meningkat melihat Ardan bersiap diri di depannya. Memang pria-pria berbody kekar adalah favorit Naomi. Ray dan Ardan adalah salah satunya. Malam ini menjadi kesempatan untuk Naomi merasakan kekarnya body Ardan.

Ia teringat bagaimana sebelumnya Ardan mencabuli mulutnya dengan rudalnya yang besar. Dari panjangnya, kelihatannya rudal Ardan dan Ray sama-sama panjang, namun dari besarnya, sepertinya rudal Ardan lebih gemuk. Merasakan di mulutnya saja Naomi sudah terangsang, apalagi jika memasuki liang serambi lempitnya.

Sekarang tak heran bagaimana Ardan bisa menjadi seorang fuckboy. Dengan ketampanan dan body kekarnya, tak heran bagi Naomi bagaimana banyak perempuan di luar sana menyanggupi untuk tidur dengannya. Yang membuat Naomi penasaran adalah bagaimana bisa Naomi tidak menyadari pesona itu sebelumnya.

Satu hal yang membuat Naomi kesal, permainan kasar Danu masih meninggalkan rasa perih di serambi lempitnya. Padahal ia ingin bercinta sepenuh hati dengan Ardan. Kapan lagi dia mempunyai kesempatan untuk bercinta dengan Ardan? Jika pada akhirnya Naomi putus dengan Ray pun, mungkin akan canggung jika Naomi bercumbu atau menjalin hubungan asmara dengan sahabat mantannya.

Sebelum Ardan melakukan aksinya, Naomi menghentikan sejenak blowjobnya kepada Ray. “Pelan-pelan dulu Dan. Masih rada perih.”, pinta Naomi manja. Ia tak tahu apakah Ray menyadari perbedaan intonasi bicara Naomi ke Ardan yang menjadi manja.

“Duh, gara-gara Danu tadi ya?”, ucap Ardan ramah. “Frans, lo ada lubricant ga?”, tanya Ardan kepada Frans.

“Oh ada. Bentar.”, sahut Frans sambil beranjak ke rak tempat ia menaruh persediaan-persedian untuk bercinta seperti lubricant dan kondom.

Ardan pun tidak langsung mempenetrasi Naomi namun menunggu Frans mengambil lubricant. Sebagai gantinya, Ardan mengelus bagian luar serambi lempit Naomi. Ia pun berkata dengan nada perhatian, “Kalau ada yang sakit, bilang ya.”.

“Sungguh gentle.”, kagum Naomi dalam hati dan mendadak ia tersipu. Kini Naomi bisa lebih tenang. Ia kembali memberikan blowjob ke Ray yang sudah dengan tidak sabar menyodorkan rudalnya ke mulut Naomi.

“Nih!”, saut Frans sembari melempar sebotol lubricant yang ditangkap dengan mahir oleh Ardan.

Naomi kembali menghentikan blowjobnya. “Dan, ga usah pake lubricant ga apa-apa sih. Yang penting pelan-pelan aja nanti juga sakitnya hilang.”, pinta Naomi. Ia tidak ingin kerasnya rudal Ardan dihalangi oleh licinnya lubricant. Menurut Naomi, ini adalah momen yang sangat spesial dan tidak ingin rusak sedikitpun.

Naomi lalu melanjutkan blowjobnya ke Ray agar Ray tidak makin merasa diacuhkan.

Ardan mulai dengan perlahan memasukkan ujung rudalnya ke serambi lempit Naomi. Nafas Naomi sudah mulai mencepat. Perlahan ia masukkan rudalnya lebih dalam yang juga membuat nafas Naomi makin tersenggal-senggal.

Naomi menjadi tidak karuan. rudal Ardan membuka penuh dinding serambi lempitnya. Panjangnya pun sampai menyentuh ujung liang serambi lempit Naomi. Setiap hentakan dari Ardan, mengirimkan jutaan rangsangan di sekujur dinding serambi lempitnya seakan-akan besarnya rudal Ardan menjangkau seluruh titik syaraf di liang serambi lempit Naomi.

Ardan secara gentle mempenetrasi Naomi sembari jari jempol kanannya meraba bagian luar teratas liang serambi lempit Naomi. Ia lalu memasukkan jari jempolnya itu sedikit lebih dalam menyentuh bagian klitoris Naomi.

Saat klitorisnya ikut terangsang, Naomi sudah tidak bisa menahan lagi hasratnya. Ia hentikan blowjob yang ia lakukan ke Ray dan langsung pindah mendekap ke badan Ardan yang kekar. Bagas pun secara kaget melepaskan pilinan jarinya yang ia lakukan ke puting Naomi.

Naomi tidak peduli akan Ray. Ia hanya ingin mendekap badan Ardan yang kekar. Ia menyesuaikan posisi dirinya sehingga pantatnya menaiki paha Ardan. Naomi merubah posisinya menjadi woman on top. Kini, bukan para lelaki-lelaki ini yang ambil alih, namun dirinya.

Hasratnya ke tubuh Ardan membuat Naomi menjadi liar. Ia mulai menggenjot sahabat kekasihnya itu. Ia rasakan besarnya rudal yang sedang ia tunggangi. Memang belum pernah ia menunggangi rudal sebesar milik Ardan. Awalnya dia kesulitan, namun akhirnya terbiasa.

Naomi melingkarkan lengannya di sekitar kepala Ardan sehingga Ardan dengan mudah mencumbu dada Naomi dan mengulum putingnya. Ketika Ardan mengulum puting Naomi, Naomi semakin mengeratkan lengannya ke kepala Ardan agar semakin kencang juga dadanya merasakan rangsangan Ardan.

Naomi merasakan rangsangan yang hebat di sekujur tubuhnya. Ia yakin sebentar lagi ia bisa mencapai orgasme keempatnya malam ini. Naomi tetap menggenjot rudal Ardan yang terduduk di bawahnya. Ia cepatkan genjotannya sambil sesekali menciumi dahi dan rambut Ardan. Naomi betul-betul nikmati momennya dengan Ardan malam itu.

“Sebentar lagi, sebentar lagi aku keluar.”, jerit Naomi dalam hati tidak sabar untuk merasakan orgasme dengan Ardan.

Tiba-tiba, Naomi merasakan ada cairan kental dan licin tumpah di pantatnya. “Ah, siapa ini keluar di pantat aku? Si Danu pecundang itu udah horny lagi? Atau si Ray yang blowjobnya ga aku selesain akhirnya ngocok sendiri? Kasian.”, pikir Naomi dalam hati, namun tidak terlalu ia gubriskan lagi. Sebentar lagi ia akan orgasme.

Namun, orgasme itu harus tertunda karena rusaknya mood Naomi. Secara tiba-tiba, ada benda keras besar seperti daging tumpul mencoba memasuki pantatnya. Naomi pun berteriak kencang.

“AAAAAAAAAHHHHH SAKIT!”, teriak Naomi.

Ia menoleh dan mendapati dibelakangnya sudah ada Ray. Yang membuat Naomi lebih kaget adalah rudal Ray kini mencoba memasuki pantat Naomi. Cairan yang ia rasakan barusan menyentuh pantatnya bukanlah sperma salah satu pemuda cabul ini, melainkan lubricant milik Frans yang tadinya akan dipakai Ardan untuk melumuri serambi lempitnya. Ray melumuri pantat dan lubang pantatnya dengan lubricant.

Ray sudah berhasil memasukkan ujung rudalnya ke lubang pantat Naomi, dan berusaha untuk menerobos masuk lebih dalam yang membuat Naomi menjerit kesakitan.

“GAK!”, teriak Naomi melawan, namun tak digubris oleh Ray.

“Ray! Gak! Stop!”, ulang Naomi, kini sambil melepaskan dekapan tangannya di Ardan dan mencoba mendorong rudal kekasihnya itu keluar dari pantatnya.

Namun, dengan kasarnya Ray menepis tangan Naomi. Ia lalu memegang kedua pantat Naomi dan melanjutkan dorongannya agar rudalnya semakin dalam masuk ke dubur kekasihnya.

“AAAAAAH!”, teriak Naomi kesakitan. Dirinya pun terdorong akibat kuatnya dorongan Ray hingga Naomi terjatuh ke badan Ardan.

Ardan merasakan empuknya payudara Naomi jatuh ke dadanya. Ia lalu memeluk Naomi erat di dekapannya sembari menikmati kenyalnya payudara dan kerasnya puting Naomi yang beradu dengan tubuhnya.

Kini gejolak orgasme yang sebelumnya Naomi rasakan sudah hilang akibat sodomi kekasihnya sendiri.

“Kenapa sih kamu? Gila ya?!”, teriak Naomi dengan nada membentak ke Ray.

Ray masih tidak menggubrisnya. Ia masih saja berusaha memperdalam rudalnya masuk ke pantat Naomi.

Naomi merasakan seperti ia sedang buang air besar, namun fesesnya masuk kembali menaiki pantatnya. Sungguh perasaan yang tidak mengenakkan. “Ray benar-benar sudah gila.”, pikir Naomi. Ia tidak kuasa berbuat apapun. Ia hanya bisa lemas diapit seperti sandwich.

Ardan di bawah Naomi dengan rudalnya tertancap kokoh di serambi lempitnya, lalu Ray di atasnya dengan rudalnya menyodomi Naomi tanpa ampun.

Ray tetap melancarkan aksinya. Ia genjot pantat Naomi dengan rudalnya berkali-kali. Dalam hati Ray, dia merasa cemburu karena Naomi terlihat begitu mesra ketika bercumbu dengan Frans.

Naomi juga keliatannya begitu menikmati bercinta dengan Ardan sampai-sampai Naomi melupakan blowjob yang Naomi berikan padanya. Namun, Ray gengsi untuk menunjukkan rasa cemburunya itu, apalagi setelah apa yang ia katakan di depan sahabat-sahabatnya ketika menanggapi tantangan bodoh dari Frans sialan.

“Lihat saja Frans, tunggu giliranmu ketika Nadila menjadi santapan kelima sahabatmu ini. Akan kuhancurkan Nadila dan hubungannya denganmu.”, ujar Ray emosi dalam hati. Namun kini, emosinya hanya bisa ia luapkan ke Naomi. Kasihan sekali Naomi yang kini menjadi pelampiasan emosi dan gengsi Ray atas perlakuan sahabatnya.

Bersambung… Sudah berselang beberapa menit Naomi mendapati lubang pantatnya dicabuli Ray. Ia kini sudah letih untuk berteriak dan hanya menerima pasrah pantatnya dilecehkan kekasihnya sendiri.

Kini, setiap kali Ray mendorong rudalnya masuk, Naomi hanya bisa melenguh pelan dan mendesah. Terkadang terdengar seperti ia kesakitan, kadang ia seperti mengaduh perih, kadang terdengar seperti suara kenikmatan, terkadang lagi sudah tidak bisa dibedakan apakah Naomi menikmati sodomi yang ia rasakan atau tidak.

Ardan yang terbaring tepat di bawah Naomi pun merasa sedikit khawatir dengan keadaan wanita itu. Namun, karena rudalnya masih tertancap kokoh di dalam serambi lempit Naomi, ia pun malah melanjutkan genjotannya. Mungkin itu akan mengurangi rasa sakit yang Naomi rasakan.

Naomi kini merasakan dua batang rudal lelaki kekar ini bergerak menghujam serambi lempit dan analnya. Ia pun semakin pasrah untuk menerima semua itu. Tak ada satupun dari sahabat kekasihnya yang membelanya dan meminta Ray untuk menghentikan sodominya.

Ardan bahkan melanjutkan permainan di serambi lempitnya yang sedikit membuat Naomi kecewa. Kini ia hanya menahan sakit yang ia rasakan dan sudah melupakan rencananya untuk orgasme dengan Ardan.

Frans mendekat ke arah Naomi. rudalnya sudah kembali keras. Naomi menatap Frans lirih yang Frans balas dengan tatapan yang cuek. Frans lalu meraih rambut Naomi dan menjambaknya sedikit. Ketika Naomi membuka mulutnya karena mengaduh kesakitan, Frans lalu memaksa rudalnya untuk masuk ke dalam mulut Naomi.

Seluruh lubang kenikmatan Naomi sekarang terisi penuh sekaligus. Frans mempenetrasi mulut Naomi seakan-akan yang ia penetrasi adalah sebuah serambi lempit.

Di bawah Naomi, Ardan masih sibuk menggenjot serambi lempit Naomi dengan rudalnya.

Sementara itu, Ray masih berulang kali menyodomi Naomi.

Naomi sempat melihat ke arah sekitar. Bagas, Danu dan Elang kembali mengocok rudal mereka sambil menunggu giliran menikmati Naomi kembali. Masing-masing rudal mereka sudah kembali keras. Gila, pikir Naomi. Kapan malam ini akan berakhir? Tidak usah memikirkan bagaimana aku akan perform besok dengan serambi lempit dan pantat yang perih. Aku sangat letih dan beban ini sangatlah berat.

Ray memberikan isyarat kepada Frans. Frans pun mundur, merelakan pijatan nikmat mulut Naomi ke rudalnya. Ray yang mencabut rudalnya dari lubang pantat Naomi, beranjak berdiri di posisi Frans sebelumnya.

“Apa dia sudah gila?! Aku ga mau blowjob rudal bekas masuk ke pantat! Walaupun itu pantatku sendiri!”, ujar Naomi dalam hati seraya dirinya tak percaya akan kelakuan kekasihnya itu.

“Gak!”, ujar Naomi sambil menggelengkan kepalanya, berharap dengan begitu Ray tidak bisa mendapati mulutnya dimasuki rudal kotor itu.

Namun, Ray menggenggam bagian atas kepala Naomi sehingga ia tidak bisa lagi menggelengkan kepalanya. Naomi melawan dengan mencoba mengangkat tangan Ray dari kepalanya. Ray hampir saja berhasil, namun Naomi berhasil mengelak karena mencium bau tidak enak dari rudal yang baru memasuki pantatnya itu.

Ketika Ray sedang memaksa Naomi untuk mengulum rudalnya, ia juga menggunakan tangan satunya untuk mengocok rudalnya agar momentum orgasmenya tidak hilang. Anehnya, melihat Naomi melawan seperti ini membuat dirinya makin horny dan ingin cepat-cepat mengeluarkan cairan kenikmatan dari rudalnya.

Akhirnya, sperma kental menyembur dari rudal Ray mengenai muka Naomi. Tiga kali rudal Ray mengeluarkan semburan sperma kencang diikuti dengan semburan terakhir yang lebih lemah. Muka Naomi kini berlumuran dengan sperma dari Ray.

Setelah Ray memastikan spermanya sudah habis, ia lalu mengambil smartphonennya dan mengambil foto muka Naomi yang belepotan. Di foto itu, Naomi terlihat sangat nakal dengan posisi WOT yang di bawahnya terlihat setengah badan Ardan.

Terlihat jelas rudal Ardan menancap dalam di serambi lempit Naomi. Tangan Ray menggenggam rambut Naomi dan menjambaknya sehingga kepala Naomi menengadah ke atas. Terlihat jelas muka Naomi berlumuran sperma mulai dari dahinya hingga ke bibir dan dagunya.

Naomi terlihat tak bisa membuka mata kirinya dengan lebar akibat gumpalan sperma kental terkonsentrasi di mata kirinya.

Karena beberapa sperma yang terkumpul di depan lubang hidung Naomi, Naomi berusaha untuk mengambil oksigen masuk melalui mulutnya, namun ia harus rela mendapati sperma masuk ke dalam mulutnya yang sebelumnya memang sudah terkumpul di kedua bibirnya. Kondisi Naomi tidak menghentikan Ardan untuk menggenjot Naomi. Ia bahkan terlihat semakin bersemangat.

Belum selesai penderitaan dari sodomi oleh Ray. Kini Naomi merasakan kembali ada rudal yang ingin menjebol pantatnya. Naomi ingin mengelak namun telat, Danu sudah berhasil memasuki lubang pantat Naomi.

“Mantab, satu malam langsung dapat blowjob, serambi lempit sama anal juga!”, teriak Danu dengan nada kemenangan.

“Bajingan sialan!”, ujar Naomi dalam hati sambil meronta menolak pantatnya disodomi oleh Danu. “Ray mungkin brengsek, tapi seenggaknya dia cowokku. Kamu siapa?”, tegas Naomi dalam hati.

“Eh pemula, kasih lubricant dulu tuh. Kasian pantat seksinya Naomi”, ujar Bagas sambil menampar pantat Naomi dan menghasilkan suara tamparan yang nyaring.

Dengan rudal yang sudah masuk di ujungnya, Danu menambahkan lubricant di sekujur rudalnya dan juga di dekat lubang pantat Naomi. Danu lalu mulai dengan kasar mencoba menggenjot pantat Naomi yang membuat Naomi makin merasa kesakitan.

“Ada apa sih dengan cowok ini? Kasar banget? Ray aja pertama kali sodomi tapi ga sesakit ini!”, protes Naomi dalam hati.

Danu masih melanjutkan genjotannya dan kini ia mulai beberapa kali menampar pantat Naomi dengan tangannya. Bunyi nyaring tamparan pantat kenyal Naomi pun terdengar. Di setiap tamparan itu, Naomi merasa amat kesakitan. Pantatnya panas. Belum lagi ditambah dengan perasaan dilecehkan yang dilakukan oleh Danu dan sakitnya rudal Danu menghujam lubang pantatnya.

“Woy, ganti posisi, lo yang di bawah, Nu. Pejunya Ray mau tumpah nih ke muka gw! Hahaha”, protes Ardan ringan lalu disambung gelak tawanya.

Danu dan Ardan berganti posisi dan juga menyesuaikan posisi Naomi. Kini Danu terlentang di bawah dengan Naomi juga menaiki Danu dengan posisi terlentang. Naomi diposisikan dalam posisi reverse cow girl dengan rudal Danu menghujam ke pantat Naomi. Ardan, duduk berlutut di depan Naomi dan lanjut mempenetrasi serambi lempit wanita seksi itu.

Danu dengan kasar berusaha memasukkan rudalnya lebih dalam ke pantat Naomi. Awalnya Danu tidak bisa terlalu banyak memasukkan rudalnya, namun dikarenakan tekanan Ardan dari atas, Naomi pun terdorong ke bawah, dimana itu menyebabkan pantat Naomi harus menelan rudal Danu masuk lebih dalam. Naomi hanya bisa meringis kesakitan.

Ardan keliatannya semakin bersemangat ketika secara leluasa ia menggenjot serambi lempit Naomi dari atas. Ia juga terlihat begitu terangsang melihat muka Naomi yang sudah kotor belepotan dengan sperma Ray.

Ardan merasakan detakan di batang rudalnya menandakan ia sebentar lagi akan mencapai orgasme. Ia percepat genjotannya agar ia merasakan orgasme yang maksimal.

Naomi yang merasakan detakan dari rudal Ardan di serambi lempitnya dan juga tempo genjotan Ardan yang semakin cepat, mengetahui bahwa sebentar lagi Ardan akan mencapai klimaks.

Ia masih ingin mencoba untuk mendapatkan momen yang romantis dengan Ardan, walaupun sekarang hasratnya untuk mencapai orgasme sudah hilang. Di tengah menahan rintihan sakit akibat sodomi Danu, Naomi ingin mencoba apakah dia masih bisa membangkitkan birahinya dengan Ardan agar mencapai klimaks.

Ia berusaha meraih muka Ardan dengan tangannya, dengan harapan Ardan mau menciumnya. Mungkin itu akan membangkitkan rangsangan untuk dia orgasme. Namun, Ardan keliatannya tidak merespon keinginan Naomi.

Mungkin karena Ardan jijik mencium Naomi yang mukanya sudah belepotan dengan sperma pria lain. Pada akhirnya Naomi kecewa karena Ardan bahkan tidak berusaha merangsang dirinya seperti sebelumnya.

Ardan sama sekali tidak memperdulikan payudara Naomi padahal Naomi sangat berharap Ardan merangsang putingnya itu. Ardan sendiri hanya sibuk menggenggam pinggul Naomi agar stabil saat dia menghujamkan rudalnya yang lalu mengeluarkan tiga semprotan sperma hangat ke dalam serambi lempit Naomi.

Setelah itu Ardan langsung turun dari kasur untuk mengambil sekaleng bir dingin dari kulkas. Tidak ada sapaan dari Ardan, tidak ada ucapan apapun, tidak ada belaian lembut.

Ardan pergi begitu saja meninggalkan Naomi, membuat Naomi kembali merasa seakan dirinya hanyalah objek pelampiasan seksual dan tidak lebih. Air mata pun berlinang di mata Naomi, namun tidak ada yang menyadarinya karena muka Naomi sudah terlebih dahulu basah dan kotor oleh sperma.

Tanpa berlama-lama, kini Bagas ambil giliran untuk merasakan serambi lempit Naomi. Berganti dari Ardan lalu kini Bagas, semua lelaki silih berganti menggilir Naomi. Bagas langsung ambil posisi dan mulai memasukkan rudalnya ke serambi lempit Naomi dalam-dalam.

Kini Naomi sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Dirinya sudah kecewa dan menganggap dirinya sebagai perempuan murahan yang tidak punya arti lebih selain pelampiasan seksual lelaki yang tidak menghargainya.

Ketika larut dalam kesedihannya, tiba-tiba Naomi merasakan Danu bergelinjang hebat di bawahnya, lalu Naomi merasakan cairan hangat tersembur ke dalam liang pantatnya. Terdengar pula raungan Danu yang terdengar seperti lolongan anjing kampung.

“Si bodoh ini!? Apakah dia mengeluarkan spermanya di pantatku.”, pikir Naomi tak percaya.

Danu yang sudah mengumpulkan tenaga akibat lemas menyodomi Naomi, akhirnya bangkit dari rebahnya lalu pergi duduk di bagian pinggir kasur. “Cuk, puas banget aku menyetubuhiin lonte ini.”, ujar Danu tidak sopan.

“Bangsat kau ngatain aku lonte!”, ujar Naomi dalam hati. Ia pun lebih sakit hati ketika tahu Ray masih ada di ruangan namun tidak membelanya. Sedikitpun Ray tidak keberatan mendengar pacarnya dikatai lonte oleh sahabatnya sendiri.

Elang sudah keliatan mendekat. Mukanya menyiratkan suatu nafsu yang sangat besar. Naomi, yang menyadari Bagas masih menggenjot serambi lempitnya, menjadi takut kalau Elang bermaksud mensodominya seperti Ray dan Danu.

“Please, jangan sodomi pantat gw lagi. Gw ga mau…. Sakit.”, pinta Naomi lirih memelas.

Elang yang tinggal selangkah lagi menjamah tubuh indah Naomi pun terhenti sesaat. Ia merasa kasian mendengar Naomi memelas. Mukanya terlihat lesu dan tidak berdaya. Elang memang sudah tidak sabar untuk menggauli Naomi dan berencana menyodominya. Namun ia urungkan niatnya. Lebih baik dia menunggu Bagas selesai.

Elang lalu memilih untuk memainkan puting Naomi menggunakan jarinya. Naomi sempat bergidik ngeri ketika tangan Elang mendekat tapi berangsur kembali tenang ketika Elang hanya memainkan putingnya. Elang pelintir pelan puting Naomi sambil berkata ke Bagas, “Gas, habis lo kelar menyetubuhiin serambi lempitnya, gantian ya sama gw.”

“Ok Lang.”, ujar Bagas tanpa berhenti menggenjot Naomi sepuasnya.

Elang lalu meraih tangan Naomi dan menuntunnya untuk mengocok rudalnya. Naomi hanya bisa menurut. Menurutnya ini lebih baik daripada rudal ini memasuki pantatnya.

Frans berlutut dimana leher Naomi berada di antara kaki Frans. Posisi Frans menghalangi Naomi untuk bisa melihat ke arah kakinya. Frans lalu mengangkat kepala Naomi supaya mulutnya berada di angle yang tepat untuk kembali mengulum rudalnya.

Setelah berhasil memasukkan rudalnya, Frans pun menggerakkan kepala Naomi dengan tangannya sehingga mulut Naomi mengocok rudal Frans. Naomi merasa sangat pusing akibatnya. Apalagi lehernya menjadi pegal karena posisinya yang sangat dipaksakan ketika badannya dalam posisi terbaring.

Tanpa terasa sebelumnya, Naomi merasakan ada cairan hangat membasahi liang serambi lempitnya lagi menandakan Bagas sudah mencapai klimaksnya. Naomi merasakan rudal milik Bagas keluar, yang diikuti dengan Elang melepaskan kocokan tangan Naomi dari rudalnya.

Seperti Naomi perkirakan, rudal lain memasuki serambi lempitnya, kali ini pasti milik Elang. Tak cukup lama untuk Frans kembali mencapai orgasme. Naomi sudah merasakan kejut di rudal Frans ketika masuk ke mulutnya. Kali ini Frans buru-buru mengeluarkan rudalnya dari mulut Naomi.

Ia lalu kocok sendiri rudalnya dan tak lama kemudian beberapa semburan air mani kembali tumpah di muka Naomi. Empat semburan Frans arahkan ke hidung, mulut, pipi kanan mata kanan Naomi.

Ketika Naomi hendak membuka mulut untuk memasukkan oksigen, Frans mengambil kesempatan ini untuk menghabiskan butir-butir sisa air maninya ke mulut Naomi. Ia masukkan rudalnya yang masih keras kembali ke mulut Naomi.

Ia tunggu sampai Naomi mengemuti rudal itu sampai Frans rasa bersih, lalu Frans meninggalkan Naomi berduaan dengan Elang. Elang terlihat sedang menggenjot Naomi dengan satu tangan menahan kaki Naomi agar tersandar di dadanya.

Dengkul Naomi hingga telapak kakinya terlihat tersandar di pundak Elang. Tangan yang satunya secara bergantian ia gunakan untuk memainkan payudara Naomi. Sesekali Elang remas payudara kenyal itu dan puting Naomi ia cubit dan pelintir pelan.

Bagas dan Ardan, kini kompak menuntun tangan Naomi untuk memainkan rudal mereka. “Entah kapan laki-laki ini semua akan puas?”, ujar Naomi dalam hati. “Please cepat selesai. Aku udah ga kuat.”, harapnya lirih dalam hati.

Elang kini melepaskan genggamannya di kaki Naomi dan menempatkan kaki Naomi dalam posisi mengangkang ke samping. Kedua tangannya ia alihkan untuk meremas keras-keras payudara Naomi. Masing-masing tangan mengepal payudara Naomi, dimana jika Naomi belum selemas ini, dia pasti masih bisa teriak atau melawan untuk memprotes sakitnya remasan kasar Elang.

Kocokan Naomi ke Bagas dan Ardan pun sudah melemah, dengan sesekali Ardan dan Bagas ikut menggerakkan rudal mereka seakan mempenetrasi tangan Naomi dikarenakan kocokan Naomi sudah tidak cukup kuat untuk memuaskan rudal mereka.

Ternyata Elang meremas payudara Naomi karena ia sudah dekat mencapai titik klimaksnya. Naomi merasakan remasan yang kencang hingga menyakiti payudaranya. Cengkraman itu berlangsung lama hingga Naomi merasakan cairan hangat dari rudal Elang memenuhi liang serambi lempitnya.

Bagas dan Ardan kini mempercepat kocokan rudal mereka di tangan Naomi sebelum mengarahkan rudal mereka ke payudara Naomi. Bagas menumpahkan spermanya di payudara kanan Naomi sedangkan Ardan di payudara kiri.

Entah berapa banyak sperma yang laki-laki ini punya? Sperma Bagas dan Ardan penuh melumuri payudara Naomi padahal setidaknya mereka berdua sudah ejakulasi dua kali malam ini dengannya.

Stamina Danu pun tidak kalah mengherankan. Walaupun dalam keadaan paling mabuk diantara semua sahabatnya, rudalnya kembali keras dan ia pun dengan mantabnya kembali menggenjot serambi lempit Naomi.

Kini Danu sudah lebih lancar dalam menemukan lubang serambi lempit yang tepat sehingga tidak lama bagi Danu mempercepat tempo genjotannya. Entah apakah kali ini genjotan Danu masih sakit dan membuat perih, Naomi sudah tidak merasakannya lagi. Ia sudah sangat letih.

Beberapa menit berselang dan Naomi kaget rudal Elang sudah keras kembali. Ia kini memandangi tubuh Naomi sambil mengocok rudalnya cukup kencang. “Apalagi yang ia rencanakan?”, pikir Naomi.

Ketika Elang berlutut dengan rudalnya sejajar dengan pusar Naomi, Danu semakin mempercepat tempo genjotannya.

Saat Elang mengeluarkan spermanya ke perut Naomi, Danu menarik rudalnya keluar lalu mengocoknya sehingga air mani keluar tepat di area antara serambi lempit dan pusar Naomi. Di pusar Naomi sendiri , sudah tergenang setetes air mani Elang, dengan disekitarnya tercecer sisa air mani Elang.

Kini Naomi terkapar tak berdaya di atas kasur. Tubuhnya belepotan dengan sperma dari keenam lelaki yang baru selesai menggilirnya. Kedua matanya susah untuk dibuka karena masih tertutup air mani dan terasa perih jika air itu terkena bola matanya.

Pipinya tak kalah basah oleh cairan kenikmatan itu, dengan beberapa dari semprotannya meninggalkan segaris cairan kental bermula dari pipi kiri ke pipi kanan melalui hidung. Hidung dan mulut Naomi tak terlepas dari keganasan nafsu.

Beberapa dari cairan tersebut ada yang masuk ke mulut Naomi dan ia telan. Beberapa lainnya turun menetes ke dagunya. Badan Naomi pun penuh dilumuri oleh sperma mulai dari payudaranya hingga pusar dan mencapai ke serambi lempitnya. Namun tak kalah banyak lah sperma yang harus bersarang di dalam serambi lempitnya.

Naomi hanya bisa bersyukur akhirnya semuanya selesai. Para lelaki bejat yang menggagahi dirinya malam ini sudah tersenyum puas.

Bersambung… Ray melihat jam di smartphonenya menunjukkan pukul 22:20. Seingat dia, ia mulai bercinta dengan Naomi tepat di jam 19:20. Mungkin teman-temannya memaksa masuk setengah jam kemudian dan mulai menggilir Naomi.

“Gila! Kita sudah menggilir Naomi sekitar 2 setengah jam?”, pikir Ray kaget. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Naomi yang masih terkapar tak berdaya berlumuran sperma di sekujur tubuhnya.

Naomi terlalu lemah untuk bangun. Ia bahkan seperti pingsan tanpa peduli keadaan tubuhnya seperti apa. Ia hanya terdiam dan terbaring bugil di atas kasur. Terbesit perasaan sesal Ray. Mungkin ia sebenarnya tidak perlu melakukan semua ini.

Enam lelaki tersebut masing-masing beristirahat karena kelelahan sampai-sampai tidak ada dari mereka yang peduli membersihkan Naomi atau mengurusnya sedikit pun dari lelahnya.

Padahal, mereka berenam baru saja menggilir Naomi seenak hawa nafsu mereka.Elang dan Danu duduk di balkoni luar supaya mereka bisa merokok sambil menegak beberapa kaleng bir.

Frans terlihat sibuk mengecek smartphone yang ia sembunyikan untuk merekam semua aksi bejat mereka. Rencananya, Frans akan membuat sebuah shared folder di Google Drive, dimana keenam sahabat itu bisa mengupload hasil rekaman dan foto-foto malam ini.

Bagas hanya terduduk di sebelah Ray yang juga sedang istirahat. Bagas terlihat memandangi Naomi yang terbaring tanpa busana. Mungkin ia ingin menikmati kesempatan untuk memandangi Naomi bugil secara langsung. Ray pun tidak keberatan. Setelah apa yang terjadi, yang Bagas lakukan bukanlah apa-apa.

Ardan baru saja keluar dari kamar mandi. Ia lalu bergegas ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan untuk memuaskan rasa lapar karena kelelahan menikmati tubuh Naomi.

Smartphone Frans berbunyi menyuarakan nada telfon masuk. Frans melihat kontak yang muncul lalu ia berkata ke Ray, “Mobil lo udah jadi nih kayaknya.”, sebelum Frans lanjut mengangkat telfon tanpa menunggu tanggapan dari Ray.

Selesai menerima telfon, Frans mengajak Ray untuk pergi ke area parkir apartemen untuk menemui temannya yang memperbaiki mobil Ray.

“Ardan, Danu, Bagas sama Elang.”, panggil Ray, “Gw mau ambil mobil sama nyiapain buat balik. Lo pada bersihin si Naomi dong.”, suruh Ray seakan Naomi bukanlah seseorang yang berarti baginya sehingga ia biarkan lelaki lain menjamah tubuh kekasihnya tanpa dia ada di sana.

“Hahahaha anjir, udah kayak barang si Naomi lo kasih-kasih gitu aja. Kagak takut kita garap lagi tuh cewek lo pas lo keluar?”, tanya Elang sambil tertawa terbahak-bahak yang diikuti oleh Ardan, Danu dan Bagas.

“Halah, lo tadi udah make juga! Lo bersihin lah. Repot nih gw yang harus bawa pulang!”, kata Ray tak berbelas kasih.

Kelima sahabatnya hanya bisa tertawa. Entah apakah Naomi bisa mendengarkan perkataan Ray barusan. Jika iya, ia pasti sangat sakit hati.

Frans dan Ray keluar dari ruang apartemen. Frans langsung bertanya, “Lo ga apa-apa sama Naomi?”, ujarnya singkat.

“Maksudnya? Gw sih ga apa-apa. Naomi sih ga tau deh… Ga sadarkan diri gitu.”, jawab Ray cuek sambil berjalan bersama Frans.

“Maksud gw lo baik-baik aja ga sama kita-kita?”, perjelas Frans. “Lo jadi cuek banget tuh. Tadi aja Naomi lagi telanjang ga sadar, lo biarin gitu aja diurusin sama Danu dan yang lain. Kagak takut diapa-apain lagi?”, lanjut Frans.

Dalam hati Ray mungkin masih ada rasa jengkel, tapi karena dia teringat akan janjinya, ia pun merespon lebih tenang. “Iya ga apa-apa. Kita kan udah sepakat dengan rencana ini.”, jawab Ray.

“Setelah ini, giliran Nadila. Gw udah tepatin janji gw untuk sediain Naomi untuk lo semua. Karena lo penggagas ide gila ini, gw mau lo yang berikutnya tepatin janji dan rencana ini.”, lanjut Ray menagih.

Baginya memang Frans lah penggagas ide gila ini. Walaupun mereka berenam setuju, ia ingin Frans terlebih dahulu menepati janjinya. Jika Frans sudah menepati janjinya, setidaknya dia masih memiliki respect dengan sahabatnya tersebut. Bahkan mungkin Ray sudah tidak peduli dengan Michelle, Rachel, Julie maupun Celine.

“Okay, cukup adil menurut gw. Lo bisa request karena lo yang sudah lebih dulu tepatin janji ini. Setelah ini kita gangbang Nadila.”, ujar Frans mantab.

Di dalam apartemen, Ardan, Danu, Bagas dan Elang mulai mengecek keadaan Naomi.

“Kok kelihatan kayak antara sadar dan ga sadar gini sih?”, tanya Danu sambil sesekali meremas payudara kanan Naomi untuk mengecek kesadaran Naomi, yang langsung disudahinya begitu sadar tangannya lengket dengan sperma yang sudah bercampur tidak jelas milik siapa.

“Peju siapa lo pegang?”, kata Elang terkekeh-kekeh yang tidak digubris oleh Danu.

“Masih keliatan bohay banget njir! Gw jadi nafsu lagi.”, ujar Bagas.

“Iya bro.”, ujar ketiga sahabat yang lain.

“Udah kita bersihin dulu aja.”, ucap Ardan. “Ini mau coba kita gotong ke kamar mandi aja?”, lanjutnya mengusulkan.

“Ambil handuk aja. Kita basahin dan lap.”, usul Elang yang langsung disetujui sahabatnya.

Setelah sperma di badan Naomi dilap bersih dengan handuk basah, keempat sahabat tersebut kembali mengelilingi Naomi dan mengagumi keindahan tubuhnya yang tidak dibalut benang sehelai pun. Beberapa saat kemudian, Danu melepas celananya dan naik ke kasur. Ia lalu lanjut memposisikan dirinya untuk bersiap menggenjot kembali serambi lempit Naomi.

“Heh heh, ngapain lo bocah bangsat?!”, cela Elang sambil berusaha menahan Danu namun gagal.

“Mumpung masih sempet. Kapan lagi? Besok-besok udah ga bisa nih.”, ujar Danu penuh nafsu.

“Iya puas-puasin deh lo, besok lo bakal menyetubuhiin adek lo sendiri.”, ledek Bagas yang mengingatkan bahwa Danu harus menyiapkan adiknya sendiri untuk digangbang keenam pria itu.

Elang pun tak mampu menahan nafsunya. “Bro, geser dulu kepinggir. Gw juga mau.”, pintanya kepada Danu yang langsung disanggupi oleh sahabatnya itu.

“Woy, hidup ga nih cewek? Main entot aja lu berdua.”, Ardan memastikan.

Elang yang sedang memposisikan Naomi sesuai maunya, menghentikan apa yang dia lakukan sesaat untuk mengecek nafas di hidung Naomi. “Masih nafas, tenang.”, terangnya sambil melanjutkan kembali aktivitasnya.

“Iya masih anget kok serambi lempitnya.”, ujar Danu.

“Lu jangan kotorin lagi ya. Udah capek-capek dibersihin. Ogah gw megang peju lo semua lagi.”, Bagas memperingatkan sambil bercanda.

“Iya, keluarin di dalem kok biar langsung kebuang.”, ucap Danu seakan Naomi hanyalah tempat sampah pembuangan sperma mereka.

“Iya, gw keluarin di mulutnya sampe bersih.”, lanjut Elang.

Naomi kini sudah di posisi terlentang dengan kepala turun karena tidak tertopang oleh kasur seperti sebelumnya. Elang yang sudah melepaskan celananya pun langsung memasukkan rudalnya yang sudah keras ke mulut Naomi. Danu melanjutkan genjotannya di serambi lempit Naomi.

Melihat hal itu, Ardan dan Bagas ikut-ikutan menjadi horny. “Gila nih cewek, gw jadi ikutan horny juga. Nanti gantian Nu”, ujar Ardan. Sembari menunggu, dia memainkan payudara kanan Naomi.

“Gw habis lu ya Lang.”, ucap Bagas tak mau kalah.

Sungguh luar biasa pesona wanita ini, walaupun mereka berempat sudah menggaulinya berulang kali, masih saja keempat lelaki itu belum puas menjadikan Naomi bulan-bulanan nafsu mereka semua.

“Mampus lu perek digilir ama kita semua. Siapa suruh jadi cewek seksi bohay cantik kayak begini.”, ejek Danu melecehkan Naomi yang tak sadarkan diri.

“Diem aja kagak marah. Berarti setuju ya?”, ujar Elang ikut melecehkan Naomi. “Woy jawab!”, lanjut Elang membentak sambil menampar pipi Naomi.

Tidak ada jawaban sama sekali. Naomi benar-benar tak sadarkan diri.

“Hahaha lemes banget lo ya habis kita gilir tadi.”, ujar Ardan sambil meremas payudara indah digenggamannya.

Bagas tidak berkata apa-apa karena sibuk mengemut puting payudara kiri Naomi.

Danu yang gemas dengan pantat Naomi, mengangkat kaki kanan Naomi setinggi-tingginya, sehingga menunjukkan pipi pantat kanannya. Danu lalu menampar pantat tersebut menghasilkan suara yang nyaring. Tetap saja, Naomi tidak bergeming.

Danu kembali menampar pantat itu berkali-kali sampai pantat Naomi terlihat memerah. Bagas, Elang dan Ardan tertawa melihat Naomi yang tidak sadarkan diri dikerjai oleh mereka semua.

Ardan tidak mau kalah. Ia menampar payudara Naomi sehingga memantul naik turun. Keliatan sangat kenyal dan membuat keempat sahabat itu semakin bernafsu. Ardan lalu mencubit keras puting Naomi dan ia pelintir dengan gemas. Sama sekali tidak ada perlawanan dari Naomi.

Elang yang pertama kali mencapai klimaks. Ia genjot mulut Naomi semakin kencang hingga cairan kenikmatannya itu kembali membasahi mulut Naomi.

Karena Naomi tidak sadarkan diri, sperma tersebut menggenang di mulutnya dan tak tertelan. Beberapa tetes pun mengalir di pipinya dan akhirnya tumpah ke lantai.

“Heh itu berantakan loh peju lo. Ambil tissue sana! Bersihin!”, tegur Ardan.

“Lah apa ini ga bisa kita bikin si Naomi telen pejunya?”, tanya Elang sambil berusaha memainkan angle kepala Naomi. Siapa tau dengan angle yang tepat, air maninya dapat mengalir masuk sesuai rencananya.

“Keselek bisa mati anak orang! Tumpahin ke lantai dan lo lap aja.”, balas Ardan. “Kalo mau kita entotin lagi si Naomi, kita ewe’ serambi lempitnya aja. Keluarin dalem biar bersih.”, lanjut Ardan mengusulkan.

“Siap bos.”, ujar Danu yang sudah lebih dulu menggenjot serambi lempit Naomi.

“Cepetan Dan, gw udah ga sabar ini. Sange banget.”, celoteh Bagas.

Karena sepakat sudah tidak melakukan face fuck lagi, Naomi dikembalikan ke posisi semula, di mana Danu menjadi lebih leluasa menggagahi tubuh Naomi yang tak sadarkan diri. Danu peluk Naomi dalam dekapannya sambil ia cumbu bibir manis itu.

Ia peras-peras payudara Naomi dan ia hisap putingnya. Setelah beberapa menit berselang, Danu mengeluarkan suara desahan kenikmatan sembari semakin kencang rudalnya menggenjot serambi lempit Naomi. Setelah Danu selesai dan menarik rudalnya keluar, terlihat beberapa cairan putih yang menempel di dinding luar serambi lempit Naomi.

Setelah Danu puas menggauli Naomi, kini Ardan tak menunggu lama untuk menggenjot perempuan seksi itu. Selagi memuaskan nafsunya, Ardan menggenggam kedua lengan Naomi dan merapatkannya sehingga menghimpit kedua dadanya ke arah tengah.

Alhasil, payudara Naomi terlihat semakin menyembul dan bulat padat membuat laki-laki yang melihatnya gemas dan nafsu. Ardan lalu menghisap pentil kanan Naomi dengan lahapnya. Ketiga sahabatnya menonton dengan sangat nafsu melihat Naomi diperlakukan seenaknya seperti itu.

Setelah puas menghisap pentil Naomi, Ardan mencekik ringan leher Naomi. Ia bayangkan kalau ia sedang menggagahi Naomi dalam suatu bondage sex.

Naomi, sebagai budaknya, ia cekik tak berdaya. Lalu ia gunakan tangannya yang satunya untuk menampar pipi Naomi dari pipi kanan ke kiri lalu balik lagi hingga Ardan puas. Pipi Naomi memerah karena hasil ditampar berkali-kali.

Dengan tangan masih mencekik Naomi, Ardan menurunkan badannya sehingga ia bisa mencium wanita di hadapannya itu. Saat itulah Ardan mencapai klimaksnya. Ia genjot serambi lempit Naomi agar menampung seluruh cairan yang ia keluarkan dari batang kenikmatannya itu.

Bagas lalu menggantikan posisi Ardan dan langsung menggenjot Naomi tanpa basa basi. Ia genjot Naomi dengan cepat saking nafsunya. Bibir Naomi iya ciumi dengan bibirnya dan sesekali bibir Naomi ia gigit pelan. Ia turunkan ciumannya ke leher Naomi.

Ia jilat leher lembut itu, lalu ia mulai mengulum leher itu dan menghisapnya hingga terbentuk cupangan di leher Naomi. Naomi sama sekali tidak melawan diperlakukan tidak senonoh seperti itu. Bagas lalu menggigit pelan puting dan payudara Naomi. Ia juga membuat cupangan di kedua payudara Naomi.

Kini leher dan dada Naomi sudah cukup penuh dengan cupangan Bagas. Entah bagaimana besok, ketika Naomi harus perform. Tidak mungkin ia naik ke panggung dengan leher dan dada penuh cupangan seperti itu. Akan semakin liar imajinasi fans-fansnya.

Selagi Bagas asik menggenjot Naomi, Frans dan Ray masuk ke ruangan apartemen setelah selesai mengurus mobil Ray yang baru keluar bengkel. Mereka berdua pun langsung menuju kamar untuk mengecek keadaan Naomi. Alangkah kagetnya Ray melihat kekasihnya kembali menjadi bulan-bulanan sahabatnya.

“Apa-apaan ini?!”, tanya Ray sedikit membentak. Ia pikir sudah cukup dirinya harus melihat Naomi digauli oleh sahabat-sahabatnya. Apalagi kini Naomi terlihat tidak sadarkan diri dan tak berdaya. Namun ia sadar bahwa salahnya lah yang meninggalkan Naomi sendirian dengan serigala-serigala yang ternyata masih kelaparan ini. Apalagi Elang sudah memperingatinya.

“Ga tahan bro liat cewek lo. Kita jadi sange lagi.”, canda Danu.

“Alah, tadi kan udah. Udah bubar!”, perintah Ray.

“Tanggung Ray. Gw bentar lagi keluar nih. Gw yang terakhir kok.”, ujar Bagas.

“Yang terakhir!?”, ujar Ray dalam hati sambil menahan emosi. Jadi Ardan, Elang dan Danu sudah lebih dulu melakukan ini ke Naomi.

Sebenarnya Ray sudah mulai naik pitam dan bisa saja dia menghajar Bagas saat itu juga. Namun karena ia sudah terlalu letih atas semua beban yang badan dan mentalnya rasakan, ia pun membiarkan Bagas untuk menyelesaikan aksinya. Toh paling juga cepat dan yang lain sudah lebih dulu kebagian.

“Yaudah kelarin cepet.”, perintah Ray. “Elang sama Danu, lo berdua beresin barang-barangnya Naomi.”, perintahnya untuk menjauhkan Elang dan Danu dari Naomi. “Gw sama Frans bakal cari bajunya Nadila yang pas buat dipake Naomi pulang.”, lanjutnya.

Ray tidak punya perintah apa-apa untuk Ardan supaya menjauh dari Naomi. Namun Setidaknya ia bisa percaya ke Ardan yang memang terkenal cukup dewasa dibanding Elang dan Danu.

Elang dan Danu hanya bisa menurut. Mereka seharusnya tidak diperintah oleh Ray seperti ini, namun mereka paham atas apa yang Ray mungkin rasakan di mana pacarnya menjadi bulan-bulanan hawa nafsu mereka berenam.

Lagipula semalaman ini mereka sudah menikmati tubuh Naomi sepuas mereka, jadi sedikit membantu Ray adalah hal yang bisa mereka lakukan untuk berterima kasih. Bagas mempercepat genjotannya agar cepat keluar. Akhirnya Bagas yang mendekati klimaks, memeluk Naomi dengan erat sambil menciumi bibir lembut Naomi.

Sperma Bagas pun menjadi yang terakhir di malam itu untuk memenuhi liang serambi lempit Naomi. Bagas memberikan ciuman terakhir di bibir Naomi dan dilanjutkan ke pipinya sebelum mencabut rudalnya yang masih setengah keras lalu berjalan pergi.

Sembari mencari baju Nadila yang pas untuk Naomi kenakan, Ray memperhatikan bagaimana Bagas dengan leluasanya menggenjot serambi lempit Naomi dan memainkan tubuh indah kekasihnya itu sesuka hatinya. Ingin rasanya ia menghajar Bagas karena cumbuannya ke tubuh Naomi. “Apa maksudnya menciumi Naomi seperti itu?”, tanya Ray marah di dalam hatinya.

Ray memilih tanktop putih dan celana training panjang milik Nadila untuk dipakai Naomi. Celana training panjang ini harusnya cukup layak untuk menutupi kaki Naomi. Ray memang ingin memilihkan baju sesopan mungkin untuk Naomi karena ia kasihan dan capek setelah mengingat apa yang Naomi alami malam ini.

Ternyata Nadila hanya memiliki tanktop seksi di apartemen Frans. Mungkin karena selama ini Nadila hanya menumpang tidur dan bercinta dengan Frans. Akhirnya terpaksa Ray pilihkan tanktop berwarna putih, namun ia meminjam hoodie milik Frans supaya tubuh Naomi lebih tertutup.

Selesai memakaikan tanktop putih dan celana training itu, Ray memandangi kekasihnya yang masih terkulai tak berdaya. Tanktop putih itu masih berukuran sama dengan tanktop hitam dari aksi di malam ini, jadi perut Naomi masih tidak tertutup dan payudaranya terlihat lebih padat karena tertahan oleh sempitnya ukuran tanktop itu.

Namun, karena tanktop yang berwarna putih, puting pink Naomi pun terceplak dan warnanya jelas terlihat dari luar. Akhirnya, Ray pun memakaikan hoodie pinjaman dari Frans.

“Dan, bantuin gw bopong Naomi ke mobil.”, pinta Ray kepada Ardan yang memiliki body atletis seperti dirinya. Cerita ini di upload oleh situs ngocoks.com

Waktu menunjukkan jam 23:18 malam. Mereka berenam turun menuju parkiran apartemen dimana mobil Ray diparkirkan. Naomi dibopong oleh Ray dan Ardan. Agar tidak mencurigakan, kepala Naomi ditutup oleh hoodie.

Setidaknya orang-orang yang lewat tidak akan curiga kenapa ada seorang wanita dibopong tidak sadarkan diri oleh enam pria. Untungnya suasana apartemen sudah sangat sepi karena larutnya malam.

Mereka berenam mencapai mobil Ray dimana Naomi didudukkan di kursi penumpang di depan. Selagi Ray bergegas masuk ke kursi kemudi, Danu dengan usilnya membuka resleting hoodie Naomi sehingga menunjukkan tanktop putih seksi yang ia kenakan.

Ia lalu melanjutkan aksinya dengan mengangkat tanktop yang Naomi kenakan sehingga membuka payudaranya tanpa tertutup sedikitpun. Danu dan kawan-kawan pun cekikikan melihat aksi Danu yang masih saja horny. Di lain sisi, Naomi hanya diam masih tak sadarkan diri. Tak tahu bahwa dirinya masih menjadi mainan untuk memuaskan nafsu bejat sahabat pacarnya.

Mereka bergantian memainkan payudara Naomi sebagai perpisahan malam itu. mereka remas payudara kenyal itu, tak lupa mereka mengulum putingnya lalu mengucapkan terima kasih ke Naomi atas servisnya yang memuaskan malam itu.

Cerita Sex Cita Rasa Beda Agama

Mereka pun pamitan ke Ray dan berjalan menuju parkiran motor. Frans, kembali masuk ke apartemennya. Malam yang panjang, pikir Ray. Ia melihat Naomi yang masih terduduk lemas dengan hoodie dan tanktop yang terbuka.

Ia sempatkan untuk meremas, mencubit putingnya dan menghisap payudara kekasihnya yang seksi dan kencang itu. Tak lupa ia mengambil smartphonenya dan mulai mengambil foto kekasihnya yang tampak sangat seksi itu. Ia lalu ganti ke mode video dan merekam aksinya meremas payudara dan memilin puting Naomi.

Ia memutuskan untuk tidak menutup kembali pakaian yang Naomi kenakan. Ia hanya selimutkan hoodie yang Naomi kenakan menutupi kedua payudaranya yang indah. Perjalanan Ray malam itu akan membosankan dengan Naomi tak sadarkan diri. Ia ingin ketika bosan di jalan ia bisa memainkan payudara seksi Naomi.

TAMAT