
My Old Bastard Gardener Mimpi Buruk STANDARD DISCLAIMER :
Cerita ini mengandung aktivitas kekerasan sex dan TIDAK UNTUK DITIRU !! Foto-foto yang di upload hanya untuk memperkuat karakter !! penulis tidak bermaksud untuk melecehkan ataupun dengan maksud yang lainnya. Keseluruhan cerita ini hanya Fiksi dan Hentai Fantasy belaka, semua adegan, perbincangan dll merupakan khayalan penulis saja. Terima kasih pertama kepada Mr. Shusaku Kato pemilik Milis di KisahBB, tanpa jasa Anda, penulis tidak akan bisa menunjukkan karya yang sangat sederhana ini pada khalayak umum. Terima kasih berikutnya kepada para pembaca Ngocokers, baik itu yang telah meluangkan waktu untuk membaca, memberikan dukungan (baik itu penulis ataupun pembaca) berupa kritikan, saran maupun masukan, agar penulis terpacu untuk membuat karya yang lebih baik dan lebih banyak macamnya. Dilarang keras meng-Copy Paste tanpa ijin ya sobat Ngocokers, bagi pelanggar akan dikenakan kutukan 3 (tiga) level, level dasar “TIDAK NAFSU LAGI DENGAN LAWAN JENIS”, level menengah “TIDAK NAFSU LAGI DENGAN MANUSIA” dan level advance atau terakhir “TIDAK BISA KONAK LAGI SEUMUR HIDUP, BAHKAN DENGAN HEWAN, TUMBUHAN MAUPUN SILUMAN !!” ^^:p. Cerita ini adalah spin-off nightmare campus & sidestory-nya Mr. Shusaku.
# FRESH STORY #
Di suatu pagi yang cerah,
Di kala manusia dituntut dengan aktifitas,
Bekerja, kuliah, sekolah,
Melakukan segala kejemuan rutinitas,
That’s Life, Don’t be Bored for it !!
(Diny. Y – Ngocoks.com)
Di suatu lokasi,
Kreet…kret…kret..!! sebuah becak melintasi jalan yang sempit,
Menjauhi keramaian dan kebisingan,
Mengayuh dibelakangnya pria bertubuh gempal,
“Ya ya di sini Bang kiri…stop stop” suruh Ibu-ibu itu sepulang berbelanja dari pasar.
“Berapa Bang…”tanyanya lagi.
“Goceng tadi pan..”jawab pria bertubuh gempal itu.
“Hah…tadi kedengerannya seceng…”protes si Ibu.
“Yeee…jauh Bu..nyang bener aje…mending Ibu tadi ngesot aje kaya suster” sahut pria gemuk itu asal.
“Iya iya…cuma ngetes doang kirain lupa…kan lumayan empat ribu lebihannya”kata si ibu mau nilep.
“Yeee si Ibu mau curang” jawab tukang becak itu lagi. (Sialan lu…tua-tua masih mau ngentit… dasar suster ngesot !!) dalam hatinya sebal.
“Nih…udah ya makasih tong..inget aja luh sama uang..Huuh” kata si Ibu mau mengeplak pria berprofesi tukang becak itu.
“Eit eit…Ya ingetlah…soal duit ama cewe mah saya pinter Bu” jawab pria itu lagi.
“Emang ada cewe yang mau sama badan kaya drum minyak gitu?” ledek si Ibu.
“Wes jangan salah Bu…biar badan gini juga ketutup sama muka saya, banyak nyang bilang beda-beda tipis sama Mike Lewis” kata tukang becak itu sok.
“Tipis segimane tong?” tanya Ibu.
“Setipis bata !!”
“Yee…bata mah tebel tong”
“Ye iye maksud aye juga ga mirip getu hehehe” kelakarnya.
“Hehehe bisa aje lu tong…ya uda sampe besok yak”kata si Ibu.
“Iya iya makasih ya Bu…”kata pria gemuk itu sambil menghitung uang.
“Iyaa…”jawab Ibu.
“Wan tu sri for fev” katanya sok English, “goceng sip…!! laris manis…”girangnya.
Cerita Sex Mimpi Buruk – Dia senang, karena merupakan awal pagi hari yang baik dia sudah mengais rejeki, pria itu mengepret-ngepretkan uang ke becaknya agar lebih banyak pelanggan.
Pria bertubuh gempal itu kembali mengayuh becaknya untuk kembali mengais rezeki, dia cukup lumayan mendapat penumpang, karena memang pangkalan becak itu selain dekat pasar, juga dekat dengan sebuah kampus besar, sambil menyelam minum air begitu kata pepatah Belanda, jadi sambil mencari uang sambil mata menelanjangi penumpang, yang mayoritas anak kampus itu dimana kecantikan maupun bodynya yahud-yahud punya.
Tukang becak itu kembali teringat akan dua hal, kata-kata si Ibu tadi dan janjinya dengan seseorang, lebih tepat bahwa seseorang tersebut telah menjanjikan sebuah hal yang bisa menolak mentah-mentah kata-kata si Ibu, si gemuk itu merasa sedikit tersinggung juga dengan ejekan si Ibu yang ke arah fisik itu, karena itu dia memutuskan untuk mengakihiri pencarian uangnya.
“Cuy gue duluan ya…gue mao istirahat nih” kata pria gemuk itu pada teman-temannya.
“Ok deh Man…lo cape ape mao ngejebol bini hehehe”sahut salah satu rekannya yang meledek dan disambut dengan tawa tukang becak yang lain.
“Hehehe…ya gitu deh”jawab pria gemuk itu dalam hatinya,
(Emang gua legi nepsong pengen ngejebol serambi lempit… tapi bukan bini sendiri) pikirnya sambil menyeringai mesum ke arah teman-temannya. Teman-temannya pikir bahwa dia tersenyum karena hal itu benar. Ngocoks.com
Pria bertubuh gempal itu pun pergi mengayuh becak meninggalkan teman-temannya dan pergi pulang ke rumah beristirahat sebentar untuk tujuan besar berikutnya. Sekedar mengingatkan, pria bertubuh gempal ini tak lain adalah Maman, salah satu dari gerombolan tukang becak yang pernah ikut menggangbang Joane.
***********************************
Di lokasi yang berbeda,
Pada hari dan waktu yang sama,
Ngocoks Ada sebuah rumah megah di suatu kawasan elit, dimana saat ini hanya ada seorang gadis yang sedang menempatinya, kedua orang tua gadis itu sedang keluar kota menghadiri acara pernikahan famili.
Semua pembantu sedang mudik, hanya ada si gadis nona majikan dan seorang tukang kebun, gadis cantik itu bernama Sherin dan tukang kebun yang sudah berumur itu bernama Udin Surudin, akrab dipanggil Pak Udin. Sherin sedang libur dan tidak kuliah, namun beberapa mahasiswa/i ada yang mengambil kuliah semester pendek.
Hari itu adalah tepat sehari, setelah kemarin pertama kali dia berhasil digarap Pak Udin tukang kebunnya, gadis itu turun dari kamarnya untuk sarapan, dia lapar sekali karena kemarin semalaman Pak Udin menguras tenaganya, tukang kebun itu puas menggerjai nona majikan cantiknya itu habis-habisan hingga teler pingsan, dan tidur bareng melewati malam seranjang dengannya, saat itu sang Nona hanya mengenakan daster terusan biru pendek yang sama sekali tidak menyembunyikan paha putih mulus jenjangnya, Sherin buru-buru membuka sungkup untuk mengambil nasi dan lauk pauk,
(Sial…kok cuma nasi…mana udah kering lagi…emangnya gua pertapa…disuruh puasa mutih) omelnya dalam hati,
Sherin tidak tahu bahwa Pak Udin memang sengaja agar Sherin menemuinya, karena dia tahu Sherin seringkali mencoba menjauhinya, selalu menolaknya tetapi tidak berdaya, dan berakhir dengan penyerahan dirinya, bagaimana tidak mencoba menjauhinya??
Jika setiap bertemu Pak Udin selalu minta jatah bersenggama dari tubuh seksinya, tentu membuatnya jengah walaupun bergairah, mentang-mentang hanya ada mereka berdua di rumah saat itu, si Tua itu memanfaatkan semua kesempatan yang ada, setiap saat setiap waktu, Sherin saat itu juga ditinggalkan duit seadanya karena lama kepergian orang tuanya sungguh di luar schedule, maka mau tidak mau si seksi itu mendatangi kamar Pak Udin yang ada di atas, kamar itu tadinya sebuah gudang.
Sherin pun menguatkan langkahnya, menegarkan dirinya, tetapi…semakin dekat dirinya dengan kamar Pak Udin tukang kebunnya, degup jantungnya pun bertambah cepat, mana saat itu pakaiannya seronok merangsang lagi, salah sendiri sih…
Tok tok tok !!
“Pak Udin..!!”panggil si Nona majikan cantik pada pembantunya yang burik,
“Iyaa…”si tua itu membuka pintu, terlihat wajah tuanya sudah kembali segar.
Pak Udin mengenakan sarung dan kaos singlet usang, tukang kebun mesum itu langsung nepsong menatap Sherin dari ujung kaki hingga rambut merahnya, tanpa disulap David Copperfield, sarung yang dikenakan Pak Udin menyempit dan mengecil, yang jelas tidak mungkin bahwa sarung itu menciut, kemungkinan 100% bahwa “makhluk hidup” sejenis unggas di dalamnyalah yang membesar, “unggas” Pak Udin kontan mengacung konak melihat dandanan Sherin yang seakan-akan “siap dipakai”.
“Ada apa Non…minta dientot..??”tanyanya kurang ajar dan menyingkap daster terusan birunya tinggi-tinggi.
“Eiit…Eh Pak Udin…jangan Pak…saya mau minta tolong”jawab Sherin,
Sambil menutup daster bagian bawahnya yang hendak disingkap Pak Udin, dan menepis tangan nakal Pak Udin yang mengajak perang gerilya, Sherin yang lama-lama terbiasa dengan kelakuan mesumnya, hanya menatap lurus ke arah Pak Udin menahan amarah.
“Ooohh…sarapan yah”sahutnya sambil tersenyum.
Deg…! Sherin sudah menebak bahwa si tua bangka Udin memang sengaja, agar dia menemuinya dan memohon sesuatu padanya.
“Iya Pak…tolong ya Sherin lapar”jawabnya sedikit manja, berharap si tua itu mengasihaninya,
“Oh ya udah…mao nyarap apaan Non??”tanyanya lurus.
Dalam hati Sherin, (syukurlah si tua bangka ini adem denger gue laper…)
“Emm…Apaan yah…apa aja deh Pak..”jawab Sherin, karena sebagai anak gadis kaya, yang selalu dimanja, dia asal tahu ada saja.
“Ya apaan Non…masa peju Bapak hihihi” jawabnya mesum dan tertawa sinting tiba-tiba,
Sherin kaget sekali mendengarnya, tadinya dia berharap bahwa tukang kebun itu barang sekali saja tidak berpikir ke arah selangkangan maupun hal entot memenyetubuhi padanya.
“Ya jangan dong Pak…”jawab Sherin merengut.
“Hak hak hak iya ya…itu mah buat nanti aja ya Non”katanya kurang ajar.
(Ogah gue nelen peju lu…Asin !! Hueeekk !!) dalam hati Sherin,
“Ya udah nasi uduk pake ayam aja ya”jawab Pak Udin tenang mencoba menahan nafsu.
“Iya iya…tolong yah Pak…”kata Sherin lagi memohon, dia mengangguk senang.
“Bayarannya Non…??”tanya Pak Udin,
“Loh kan uang makan udah dititip Mamah ke Bapak…kalo saya buat jajan”jawab Sherin.
“Bukan bayaran itu Non…”katanya sambil tersenyum mesum,
Tukang kebun itu berjalan mendekati Sherin sambil cengengesan.
“Bu..bukan itu…te..teruus…”katanya sedikit bergetar, sambil berjalan mundur menjauhi Pak Udin mengetahui maksud otak kotornya, yang ditakutinya terjadi, tukang kebun tua itu meminta sesajen selangkangannya berbentuk persenggamaan.
Dia memang punya duit cukup tetapi masa hanya untuk sarapan dia harus ke Café atau sejenisnya, sangatlah tidak effisien, disamping dia juga mulai menyukai pelecehan plus perkosaan yang dilancarkan Pak Udin terhadap dirinya, entah mengapa membuatnya semakin merasa seksi.
“Yaah…Non tahulah…kan semalem kita pesta ehehehe”tawanya sambil menggerakkan lidah menjilat bibir, seolah-olah melihat “makanan lezat siap saji”.
“Ma..maksud…Bapak”jawab Sherin lagi masih dengan terbata-bata,
“BLT Non…Bayaran Langsung Tubuh…Bapak Puas Non Lemas hak hak hak”katanya edan.
Sherin kembali lemas, dia betul-betul jatuh dalam lubang nista, hanya untuk semangkuk sarapan nasi uduk dengan sedikit lauk pauk, dia harus rela disetubuhi oleh pembantunya yang menjabat sebagai tukang kebun berotak ngeres itu, si Udin tua-tua keladi, makin tua makin doyan Meki.
“Ja..jangan Pak..jangan gitu”iba Sherin.
“Ayolah Non…barang secelup dua celup lah ehehe” katanya dengan menunjukkan persis di depan wajah Sherin, jempol yang terjepit jari tengah dan telunjuk, dan menggoyang jari jempol itu seolah rudal yang mengaduk serambi lempit penjepitnya.
“Nak ning..nik nang nik nung..nak ning”ejeknya, sambil menggoyang kepala berjoget.
“Ampun Pak…saya lapar…”ibanya lagi.
“Ya karena itu…semakin Non menolak Bapak…semakin Non laper…kita sama-sama laper Non…Non laper nasi…Bapak laper serambi lempit”terangnya mesum sok diplomasi.
“Jadi kita sebagai makhluk sosial harus saling menutupi kebutuhan…karena manusia tidak bisa individu…kita saling membutuhkan” terangnya panjang sok mengajari, yang ujung-ujungnya selangkangan Sherin juga sebenarnya.
Sherin pun menghentikan langkahnya pasrah, daripada dia terus kelaparan. Pak Udin pun langsung tersenyum bahagia, tentu saja Udin Junior juga turut bahagia, malah lebih gila layaknya merayakan pesta Tahun Baru meniup-niup terompet yang belum waktunya itu.
“Nah…bagus itu Non..Udin dilawan..hehehe” katanya melihat Sherin tidak punya pilihan.
Pak Udin langsung cekatan menggerayangi paha mulus yang tidak tertutup daster birunya itu, sedari tadi memang dia ngeres habis melihat dandanan seronok Sherin di pagi hari itu. Sherin hanya berdehem-dehem pasrah paha putih jenjangnya digrepehi habis-habisan oleh tukang kebunnya yang berusia lanjut itu.
“Aje gilee…mulus tenan majikan gue ini huak hak hak”tawanya terbahak-bahak mesum.
“Angkat Non roknya…ayoh !!”suruhnya.
Sherin pun mengangkat daster terusan birunya itu, sehingga terpampanglah pemandangan yang bahkan mengalahkan pemandangan alam sekalipun,
“Whuuuaa…busyet dah…gua uda mati apa belom ni…dapet bidadari mulus kaya gini”
“Selamat makaan….”kata Pak Udin mesum, langsung menggerayangi pantat bahenolnya dan paha putih mulus jenjangnya dengan buas, menjilat-jilat dan sesekali melahap paha mulus Sherin seolah-olah ingin memakannya mentah-mentah, untung saja tidak sampai lecet karena Pak Udin begitu lapar akan birahi seks liarnya.
“Ini tali kok dijadiin kancut ya Non…?”tanyanya udik yang baru melihat G String itu.
Sherin enggan menjawabnya, disamping dia sedang melawan gairah tak diundangnya.
“Ehhmm…Pak…jangan pliis..”mohonnya,
Karena Pak Udin menekan G String yang berada di belahan serambi lempitnya hingga masuk melepit ke dalam, dan gilanya Pak Udin menggesek-geseknya sambil tertawa sinting.
“Kik kik kik kik…sapa suruh pake kancut seksi gini Non”katanya menyalahkan Sherin.
Memang dalam hal ini Sherin salah, ibarat memancing, kita jangan mau jadi umpan kalau tidak mau dipancing, sebagai wanita kita tidak boleh memakai pakaian merangsang kalau tidak mau diperkosa. Tapi Pak Udin pun juga salah, kenapa punya otak ngeres bin kotor, dimana hanya ada serambi lempit, serambi lempit dan serambi lempit gadis muda saja.
Karena bagian bawah perutnya sudah kruyuk kruyuk alias lapar minta sesajen, Pak Udin menarik turun G String hitam milik Sherin dengan penuh nafsu hingga dibawah lutut, dan langsung melahap serambi lempit Sherin,
“Hap…Hhhmhh…Ssllrrpp…Enyak Enyak Enyaakkh…Hhmmh !!”
Hidung pesek itu bahkan menggesek-gesek ke kiri dan ke kanan bibir serambi lempit Sherin, Pak Udin membentangkan lebar-lebar bibir serambi lempitnya dan,
“Hhhmmh….”hirup tukang kebun itu dalam-dalam,
Aroma surga pun tercium, surga yang sangat nyata bagi Pak Udin, pria tua itu semakin lahap saja memakan serambi lempit Sherin, dimana jari-jari nakalnya pun juga ikut meramaikan serangan birahi, serambi lempit Sherin pun menyambut baik rangsangan pria pervert itu, lendir mulai mengalir hingga mengalir membasahi tangan hitam keriputnya.
“Aaargh…saya ga tahan lagi Non !!”kata Pak Udin nepsong berat seraya bangkit,
Bruugh…!!
“Aaaawhh…sabar Pak..pelan-pelan!” protes Sherin disaat tubuh moleknya dibalik paksa ke dinding oleh Pak Udin agar membelakanginya,
Inilah “BLT” yang dimaksud Pak Udin, untuk sebuah sarapan, Sherin harus rela di-doggy olehnya, sejak masuk kerja di rumah Sherin, tukang kebun itu memang selalu memantau body nona majikannya yang yahud punya, apalagi dia sering memakai celana ketat yang menonjolkan pantatnya, dan kontan Udin Jr. pun pasti selalu bangun tanpa dikepret air.
Bisa men-doggy Sherin tentu impian mesumnya, sekali saja sukses, maka dia akan terus-menerus menagih jatah hingga ratusan, ribuan bahkan jutaan kali.
Sherin bertumpu di dinding, horny yang mengalir di sekujur tubuhnya membuat dirinya pasrah takluk pada tukang kebunnya itu, gadis seksi itu merenggangkan kaki agar Pak Udin masuk dalam sasaran tembaknya, dia lebih membungkukkan tubuhnya siap untuk didoggy pria dibelakangnya habis-habisan, disamping Sherin juga berpikir semakin cepat selesai dia semakin cepat bisa sarapan.
Dengan gagah Pak Udin menyingkap daster terusan biru seronok Sherin ke tengah badan hingga terlihat payudara menyembulnya yang memakai Bra tipis hitam seksi yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan kemontokannya, dan Pak Udin melepas lepitan sarung hingga jatuh di kakinya.
Jreng..jreng..jreng !! Pak Udin memperlihatkan kejantanan yang akan digunakan untuk membantai betinanya Sherin sang nona majikan,
“Iyaaahh!” jerit Sherin kecil, semalaman kemarin memang dia dibantai habis-habisan oleh rudal itu, tetapi dia tetap reflex seperti itu karena memang rudal Pak Udin itu berdiameter sedang namun panjang, untuk orang seumurnya rudal itu di luar akal, pacarnya pun juga tidak sepanjang itu,
Itulah yang membuat Sherin diam-diam bersedia jadi pelacur pemuas nafsu tukang kebunnya, dia lebih menyukai disetubuhi Pak Udin dibandingkan pacarnya, gadis cantik kota metropolitan itu lebih ngarep digarap pria wajah desa dibanding kota, asalkan rudalnya seperti Pak Udin.
Burung itu ingin pulang menuju sangkarnya, rudal tua itu mendekati serambi lempit sang gadis, Sherin yang sedikit takut..takluk sekaligus horny, mengulurkan tangan ke belakang, dan membuka lebar bibir serambi lempitnya dengan kedua jari lentiknya, menunjukkan jalan yang sebenarnya tidak usah ditunjukkan, karena rudal itu pasti akan berusaha keras menelusuri jalan walaupun tersesat.
Reaksi Pak Udin hanya tersenyum mesum melihat Nona majikannya sudah pasrah untuk disenggamai, maka tangan yang tadinya mau digunakan membuka bibir serambi lempit, dia taruh di sisi pinggang ramping Sherin, yang satunya untuk membimbing rudal menuju celah bergerinjal berwarna merah muda..liang serambi lempit Sherin.
rudal itu pelan-pelan mendesak masuk ke serambi lempit Sherin, dia mendesah sambil menggigit bibir bawahnya menghayati proses pencoblosan tukang kebunnya itu.
Bleeess…!!
“Eeemhh…Yessh !!desah Sherin seksi, saat rudal itu memenuhi liangnya,
“Ooookkh…seret ni lonte..Hhnngh”lenguh Pak Udin sesak,
Tenggorokan orang tua itu serasa kering dan sesak nafas, sebagaimana rudalnya sekarang juga merasa sesak dijepit serambi lempit Sherin yang super legit. Membuat semua pria iri dengan keberuntungannya, bahkan seorang eksekutif pun pasti akan bersedia berhenti kerja dan menjadi tukang kebun menggantikan Pak Udin.
Pak Udin yang sudah mupeng berat langsung memulainya dengan genjotan-genjotannya yang brutal, lama-kelamaan sodokannya semakin keras dan kasar sampai tubuh Sherin terpental-pental dengan hebatnya.
Seolah-olah Pak Udin ingin membuat Sherin menabrak dan menemplok di dinding layaknya Spiderman, tangannya menarik kasar bra hitam tipisnya turun, dia meremasi payudaranya yang berayun-ayun akibat genjotan, tak lama mereka mulai menceracau mendekati klimaks seksnya, Sherin yang dari tadi juga merasa horny, kali ini dia merasa juga ingin lebih cepat orgasme,
“Iyaahh…akuh…mau keluar…Pak…Yeessh..”desis Sherin.
“Gila serambi lempit Non…gila Non serambi lempit luu…Gilaa.a.aaakkh !!”geramnya seperti kerbau.
Pak Udin menarik mundur sedikit tubuh Sherin dan menyentak masuk rudalnya dengan sekuat tenaga, seperti yang diinginkannya yaitu membuat Sherin nyangsang ke tembok,
Gubraak !!
“Aaaaakkh…. !!”erang keduanya,
Crooootttt !! Croott..jruooottt..crott !! semprotan kemenangan sperma Pak Udin.
Seeerrr…crut..crut..ceeerr…!! semburan takluknya lendir serambi lempit Sherin.
Mereka klimaks bersamaan dan bertumpukan di dinding seperti posisi 99, Sherin sampai-sampai menjinjitkan kakinya saat Pak Udin menghimpit menekan tubuhnya ke dinding karena begitu geram dan bangganya dia ketika klimaks, dua tubuh itu mengejat-ngejat nikmat berbarengan, diiringi kejangan di serambi lempit dan rudal masing-masing.
Mereka cukup lama berpelukan pada posisi seperti itu. Tak lama Pak Udin menarik lepas rudalnya tersungkur lemas, Sherin yang juga menjinjit langsung lemas ambruk setelah selesai melayani nafsu bejat tukang kebunnya itu demi semangkuk sarapan,
“Oooohh eheheh…puas Ooy…enak tenan yak pagi-pagi menyetubuhi cewe cantik”katanya.
Sherin sebetulnya sebal mendengarnya tetapi juga tidak menampik bahwa dia juga puas, ketika sudah melewati masa lemasnya diapun bangkit duluan, membetulkan branya yang tadi sempat diturunkan Pak Udin, ketika dia ingin menarik ke atas G String-nya Pak Udin yang mesum itu melarangnya keras,
“Eit eit…Non ga boleh pake daleman dulu selama sarapan…biar Bapak gampang kalo mau nambah” katanya mesum.
“Itu BH juga dilepas ya waktu Bapak nyiapin sarapan nanti…”tambahnya.
Sherin hanya bisa merengutkan wajah cantiknya yang tidak berdaya, tukang kebun tua itu mengangkat kakinya dan menarik lepas G String Sherin, setelah berhasil dia menaruh G String itu di telunjuknya dan memutar-mutar sambil tertawa sinting,
“Hi hi hi…anak sekarang pake cangcut kaya tali gini…mending gak usah pake Non !”kata Pak Udin yang memang benar. Terkadang kata-kata si tua ini terdengar mesum, tetapi masuk akal juga…yah sesekali…eh engga deng sekali ini aja sih ^ ^.
“Ya udah Pak cepet beli sarapan saya lapeer..”kata Sherin manja.
“Iya iya..Non bersihin serambi lempit dulu yah…Bapak masih mau menyetubuhiin Non lagi”katanya sembarangan.
Si tua mesum itu berlalu meninggalkannya tanpa memakai kembali sarungnya telanjang sambil memakai G String Sherin di kepalanya,
“Pak..pak…celana dalam saya jangan dipake begitu dong kalo keluar !!”protes Sherin.
“Ooohh…tenang aja Non..wong Bapak udah beli sarapan kok sebenernya…emang cuma pengen menyetubuhiin Non aja” katanya enteng sambil menyeringai.
Sherin gemas sekali dengan tukang kebunnya itu, tapi ya sudahlah pikirnya,
“Ini Bapak siapin Non sarapannya…Non cuci serambi lempit dulu gih sana” perintah joroknya.
(Sialan nih bandot…udah ngebo’ongin gua…eh pengen ngegarap lagi..ga puas-puas juga lagi si tua..dasar apes gua) pikir Sherin sambil melepas bra hitamnya.
Ia lalu melangkah ke kamar mandi terdekat, membuka daster terusannya dan membersihkan serambi lempitnya yang belepotan sperma menjijikkan tukang kebunnya itu.
Sherin lengah tidak menutup pintu kamar mandinya, karena dia pikir si tua itu di lantai bawah, tubuhnya yang sudah bugil itu berjongkok, diapun mengambil pembersih khusus wanita yang biasa dipakai untuk merawat serambi lempitnya agar bersih dan harum, tidak heran si tua Pak Udin gemar sekali menjilati selangkangannya, bahkan sudah menjadi hobi dan sebuah keharusan yang tidak boleh ditolak, serambi lempit Sherin adalah makanan sehari-harinya.
Keapikan Sherin dalam merawat tubuh membawa petaka bagi dirinya sendiri, bagaikan sebuah boomerang saja. Setelah selesai membersihkan serambi lempitnya dari noda hina, Sherin yang masih berjongkok itu hendak berbalik, ketika menghadap ke arah pintu dia kaget dan hampir jatuh,
“Mau apa lagi Pak..!”protes Sherin galak, sambil menutup kedua alat vitalnya, serambi lempit dan
payudaranya.
Karena Pak Udin langsung melotot keluar liur, mupeng melihat serambi lempit Sherin yang sudah bersih sambil berjongkok itu,
“Eheheh…enggak tadi mau bilang kalo sarapan udah siap Non Sluurph” katanya menyeka air liur yang menetes dari sela bibir hitamnya.
“Ja..jangan ke sini dulu Pak”mohonnya, karena Pak Udin mendekatinya lagi, dimana dia hanya mengenakan kaos singlet usang tanpa bawahan, sehingga rudalnya yang kembali mengacung tegak itu menjadikan buah pandangan takut Sherin.
“Ehehe..cuma bentar Non…makanan kecil sore lah ibaratnya hak.hak.hak” tawa Pak Udin mesum.
Pak Udin menghadapkan rudalnya tepat di wajah cantik nona majikannya, minta di oral sex olehnya, Sherin tahu benar itu,
“Ayo Non…kalo mau cepat nyarap…cepet sepong bikin Bapak keluar..!!”perintahnya.
Tercium bau yang memualkan ketika rudalnya mendekati wajah Sherin.
(Sialan, giliran gua disuruh nyuci meki, punya lu dibiarin bau gini) omelnya dalam hati,
Sialnya lagi Pak Udin memerintahkan nona majikannya itu untuk menjilati seluruhnya dulu sehingga bau itu makin terasa saja.
Karena tidak ada pilihan lain, maka Sherinpun terpaksa mulai menjilati rudal hitam yang menjijikkan itu mulai dari kepala sampai buah zakarnya sampai basah oleh liur, dan langsung dilanjut dengan acara hisap menghisap. Sherin yang sudah kelaparan itu berusaha keras untuk membuat Pak Udin ejakulasi.
Dia mengeluarkan semua teknik menyepongnya sampai tukang kebun itu kelabakan sendiri mendesah nikmat. Tubuh Pak Udin mengejang dan menceracau, kepalanya tengadah ke langit-langit WC dan mengerang keras, dia mencabut rudalnya dan mengocok-ngocok rudalnya sendiri dengan keras dan cepat, Sherin sudah tahu apa mau tukang kebunnya itu, dia sudah siap menerima semprotan spermanya,
“Eeeennghh…” lenguh Pak Udin,
Crooottt !! croott crett !! Jruoott Crott !! sperma Pak Udin menyembur dengan derasnya ke wajah Sherin,
“Aaawh…aah…aah..Aahhh…” jerit Sherin kecil-kecil setiap kali sperma itu muncrat ke wajah orientalnya dengan kencang.
“Aaaaaahhh…legaaa.aahhh….” komentarnya setelah berhasil membuat wajah cantik nona
majikannya belepotan spermanya.
“Hak hak hak hak..si Non jadi tambah cantik aja” lecehnya.
“Niiiihh…”katanya sambil meratakan sperma yang ada di wajahnya sehingga mengkilap.
“A Non A…anggep aja ager-ager untuk penunda lapar hihihi” ia menempelkan jarinya yang belepotan sperma ke bibir nona majikannya minta untuk dibersihkan dengan dikulum dan ditelan.
Tak ada pilihan, maka Sherin melakukan perintah tukang kebunnya itu (Huuuueekkk..!!).
“Cuci muka yah Non..!!”perintahnya lagi.
Dalam hati Sherin, (Siapa juga yang mau mukanya belepotan peju lu yang bau amis gini)
Sherin pun mencuci mukanya di wastafel dalam WC itu, otomatis pantat sekalnya yang menungging menjadi sasaran empuk tangan nakal Pak Udin.
“Montok Oy majikan gua… Hihihi”katanya girang,
(Gila lu), kata Sherin dalam hati, merasakan pantatnya diremas gemas tukang kebunnya.
Setelah selesai Pak Udin juga melepas bajunya yang masih melekat dan menyeret Sherin keluar kamar mandi, mereka seperti pasangan berbulan madu saja, bugil berdua seharian. Sepanjang perjalanan tangan Pak Udin menggrepeh habis pantat Sherin, sedang tangan satunya mengocok-ngocok Udin Jr.
Agar sadar kembali bahwa Seniornya ingin memakai jasanya lagi, karena sasaran tembaknya sudah bersih lagi siap senggama. Mereka saat itu di lantai dua, rumah Sherin yang besar itu dilengkapi tangga melingkar yang panjang, sial bagi Sherin, ketika di tangga hendak turun bersama, Pak Udin membenamkan wajahnya pada serambi lempitnya, dia sama sekali tidak melihat anak tangga yang dituruninya, tangan dia gunakan untuk meremas pantatnya dan pegangan pada Sherin, jadi yang menuntun mereka turun sebenarnya Sherin, dimana keadaannya sedang dalam siksaan birahi. Sherin dengan jilatan dan emutan nakal Pak Udin di selangkangannya, menuruni tangga sebisanya, dengan langkah pelan dia memijak anak tangga satu demi satu, dia melihat ke tangga seluruhnya sejenak,
(Damn…panjang banget lagi nih tangga !!) omelnya melihat anak tangga rumahnya yang banyak, seharusnya memang dia tidak usah menyalahkan rumah besarnya, yang salah itu tukang kebun mesumnya, karena memang jadi siksaan birahi yang dilancarkan Pak Udin semakin terasa lama dan panjang.
Dia menuju langkah terakhir kebebasan, tepat di depannya adalah lantai dasar,
Hup…!! Sherin menapaki kebebasan.
(Thank God…!!) pikirnya selamat,
“Eehmm…Pak udah Pak…udah sampe Ehmh”katanya sambil mendesah nikmat.
“Tehm..rushm…Nonmh…kehmm..mejahm..makanhhm..”katanya sambil membenamkan wajah ke selangkangan Sherin.
(Shiiitt !! gua musti terus jalan lagi dengan keadaan gila ini !!) omelnya dalam hati,
Sherin yang perutnya sudah very hungry itu terpaksa mengabulkan keinginan mesum si tua itu, dia berjalan mundur menuju meja makan yang sialnya lumayan jauh, tangan Pak Udin pun terus meremas pantat dan payudaranya, tak lama mereka sampai,
Huff…!! Sherin membuang nafas lega sejenak,
“HhhmmmmMUuuuaaAcch….Hihuuy…manis pisan serambi lempitnyah…wangi Non, Bapak suka banget” komentar si tukang kebun, saat mencabut wajahnya dari area selangkangan Sherin.
(Ohh…mau sampai kapan sih) kata Sherin dalam hati, saat melihat rudal Pak Udin konak minta jatah lagi, Pak Udin yang sedang konak-konaknya itu duduk di meja makan, Sherin melihat ke arah sekitar meja makan.
(O’ow..Damn !! kok engga ada bangku lain, sial..!!) omel Sherin kesal.
“Sini Non..sok tak pangku!” katanya menepuk kedua paha hitamnya sambil menyeringai mesum ke arah Sherin.
Sherin hanya bisa lemas, dia memang diijinkan sarapan, tetapi dengan rudal menancap di serambi lempitnya, Sherin berpikir keras bagaimana mungkin melakukan 2 hal enak bersamaan, tetapi dia berpikir ulang memang kegilaan cara Pak Udin menggarap dirinya benar-benar berbeda, di satu sisi dia keberatan dan sisanya terangsang, apalagi tadi serambi lempitnya barusan dilahap habis-habisan Pak Udin hingga mengeluarkan lendir minta untuk dituntaskan.
Karena tak ada pilihan, perut lapar serambi lempit terangsang, maka dia berjalan mendekati Pak Udin yang menatap nanar ke bodynya, tukang kebun itu semakin nafsu melihat majikan cantik angkuhnya berjalan bugil ke arahnya untuk menduduki rudal dengan serambi lempitnya.
Pak Udin menggeser bangkunya sedikit kebelakang, sehingga memberikan Sherin jalan kedepannya, Sherin membelakangi tukang kebunnya yang langsung bereaksi meremas body seksinya, gadis itu mengangkang membuka jalan, sebelah tangannya bertumpu di meja makan dan satunya menuntun rudal sang tukang kebun, Pak Udin menangkup body Sherin sambil merentangkan bibir serambi lempitnya, setelah tepat Pak Udin menurunkan pantat Sherin dan…bleeess…!!
“Emmh..Angghh!”Sherin pun mendesah dengan mata merem-melek, merasakan prosesi pencoblosan serambi lempitnya, tangannya meremas taplak meja makan di depannya.
“Ooohh…maknyus serambi lempit’e”komentar si tukang kebun tua itu.
Mereka berdiam diri beberapa saat menikmati pertemuan kelamin mereka kembali, Pak Udin dan Sherin menyesuaikan diri pada mulainya persetubuhan mereka, tua bangka itu sengaja menaruh tangan di pantat sekal Sherin, sehingga dia bisa bebas mesum merdeka mengatur tempo permainan. Pak Udin yang terlebih dahulu menguasai medan persetubuhan, mengawali perbincangan
“Sok Non dimakan sarapannya” katanya menjijikkan.
(Mana bisa makan kaya gini dasar gila…mending lu cepet keluar terus cabut tuh rudal!), dalam hati Sherin kesal dikerjai terus menerus secara seks.
“Su..susah Pak..ka…kalo beginih Hhgh Henghh”kata Sherin berusaha menahan birahi.
Bagaimana tidak menahan birahi, Sherin duduk telanjang bulat dipangku pria yang juga telanjang, dimana rudal panjang pria itu menancap ketat di serambi lempitnya.
“Yee makan Non…udah dibeliin capek-capek juga” omelnya sinting,
Edan nian Pak Udin ini memang, berbicara saja sulit apalagi makan.
“Kalo ‘nda mau makan Bapak buang makanannya ke tempat sampah nih”ancamnya.
Sherin yang takut juga langsung berusaha keras menggerakkan tangan mengambil sendok dari tempat kumpulan sendok itu, sial baginya, tempat sendok itu lumayan jauh sehingga dia harus sedikit mengangkat pantatnya yang dicengkram kuat oleh Pak Udin, namun entah sengaja, Pak Udin membiarkan Sherin mengangkat pantatnya itu sehingga rudal di dalam serambi lempit terulur dan menyisakan kepala rudalnya saja, Thank God Sherin berhasil mengambil sendok, baru saja dia hendak menutup kembali tutupan sendok-sendok itu,
Jleebh…!!
“Aaaahh….”
Gumprang…!! sendok itu terlepas, juga tutupan sendok.
Dengan isengnya, tukang kebun tua itu menumbukkan ke bawah tiba-tiba tubuh Sherin sehingga serambi lempitnya menghujam rudalnya yang mengacung.
“Hihihi…kenapa Non ?? enak ya hak hak hak”tawanya senang karena berhasil mengerjai sang Nona majikan cantik, sesekali Pak Udin mencucupi lehernya yang terbuka lebar siap dicupang.
Si cantik Sherin kembali berjuang, untung sendok yang terjatuh itu tidak jauh, setelah di dapatnya dia langsung menyuap makanannya,
Hap…nyam nyam !! Sherin berhasil menelan dan menguyahnya.
Namun baru saja ingin ditelannya,
“Heeee!!” kejang Pak Udin.
Pria tua itu menyentak hingga Sherin terangkat tinggi di pangkuannya,
“Hhmmph…” erang Sherin teredam karena masih ada makanan di mulutnya.
“Eeeennghh…” lenguh Pak Udin saat menurunkan lagi pantatnya sehingga serambi lempit Sherin menumbuk rudalnya.
“Hhmmphh…”erang Sherin lagi yang masih mengunyah makanan.
Sherin buru-buru menelan dan nafasnya langsung terengah-engah, tenggorokan Sherin langsung terasa seret, dia mengambil gelas untuk meminumnya, diteguknya air itu lalu,
“Hhmmh…”dehem Sherin lagi, karena sedang minum, suara itu menggema di gelasnya,
Pak Udin menyodok serambi lempitnya dengan menyentak ke depan, lengkap sudah, tadi pertama ditumbuk ke bawah, kedua disentak keatas, terakhir ketiga ini disentak ke depan. Ngocoks.com
Sherin benci sekali dikerjai seperti ini, dia memang horny tetapi dia lapar sekali, pikir dia ini akan terus-menerus seperti ini dan sarapannya tidak akan kunjung selesai, sementara perutnya sudah berbunyi. Kali ini dia membanting gelas yang baru saja diteguknya ke meja, Bruugh..!!
“Heeh..heeh..” nafasnya terengah-engah sambil menyeka mulut,
Dia kesal dan memutuskan membuat si tua ini ejakulasi habis-habisan hingga tabungan spermanya kosong. Sherin memegang pinggiran meja, bangkit sedikit, mengangkat kaki dan berjongkok di bangku tempat Pak Udin duduk layaknya seorang raja, dia menggenjot naik turun pantatnya dengan cepat, sebentar dangkal…sebentar dalam.
“Bandot gilaa..bandot tua enggak tahu diuntung…enak lo..enak bisa menyetubuhiin gue…hah bandot sialan..Nihh…Nihh…lu sukakan Hihh…Hhiiiiihh !!”erang Sherin kesal,
Dia menumpahkan emosi yang sedari tadi ditahan dan nafsu birahinya, dia menumbuk rudal Pak Udin dengan gencar, sehingga tukang kebun itu jadi senjata makan tuan karena keadaan berbalik, dia malah kelabakan dengan keliaran Sherin atas hasil didikannya yang tergali baru dan didikan si Imron the pervert janitor.
“Aaarhh…Non ma…Aaarrhh…ma..Aaarhh ma..Aaahhh…”desah Pak Udin kelabakan,
Tua bangka itu ingin menyuruh Sherin makan, namun belum selesai Pak Udin menyuruh, Sherin sudah menumbuk rudalnya memberikan sejuta kenikmatan, Pak Udin hanya bisa menganga keluar liur bahkan ingus meleler dari hidung pesek hitamnya. Si cantik itu ingin membuktikan bahwa gadis kota metropolitan, tidak akan kalah dengan pria-pria berwajah desa seperti Pak Udin,
“Doyan lu serambi lempit gue…Doyan lu serambi lempit gue…Makan Niihhh…Enaak luh!!”.
“Lonte lu…Aaargh…Lonte lu Aaagghh…AAaaaarrgghh…AmpUun NoonNhh.!!”.
Pak Udin yang kewalahan akan kalah bermaksud merubah posisi minimal remis, tangan hitamnya menangkup payudara montok Sherin, meremas dan memilin putingnya, taplak meja makan itu diremas Sherin hingga tertarik dan gelas di atasnya yang terkandung air itu tumpah, bunyi gelas jatuh itu meramaikan suasana gaduh di ruangan meja makan itu,
“Hhiiihh…Hhiiiihh…HhaaAahh…IyYaAaaaaAhHh….!!”
“Aaargh…Aaagghh…NnoOnHh…AaaaarRrgGghhh….!”
CRROOOTTTS !!! Cruoooootttt…!!! Crooottt crott !!
Keduanya menggapai klimaks, pun teriring lenguhan nikmat. Sperma Pak Udin berkali-kali muncrat seirama dengan lenguhan nikmatnya yang serak parau, Sherin juga menjerit dengan nada tinggi. Dua cairan yang lengket, kental dan banyak itu bertemu memenuhi liang serambi lempit yang tampak tak tertampung.
Pak Udin ambruk, rudalnya di serambi lempit Sherin mengecil, dia menyender di bangku dengan wajah seperti orang teler, lidahnya keluar, matanya mendelik menyisakan putih, hidung peseknya mengeluarkan hingus, air liur meneretes dari sisi bibir hitamnya.
Keadaan Sherin pun tak lebih baik, namun masih tetap cantik, dia menguatkan diri untuk menghabiskan sarapannya, lalu tergeletak di meja dan bersama-sama pak Udin menuju alam mimpi.
Indahnya kembang tidur anak manusia,
Membalut luka mengarungi ganas dunia.
(Sleep well My Dear, Sleep forever My Beast).
Bersambung…
Newcomer in Campus ‘Pagi hari yang cerah’
‘Di sebuah perumahan yang megah’
‘Berkumpulah para Ibu yang turun dari kendaraan mewah’
Mereka biasa melakukan arisan bulanan, pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, dari satu rumah ke rumah yang lain. Kebetulan saat itu arisan diadakan di sebuah rumah salah seorang Ibu yang anaknya telah kita kenal, obrolan gosip khas Tante-tante membahana di ruang bawah itu. Gaduh sekali, tapi untungnya tidak mengganggu aktivitas seorang gadis cantik berwajah Indo yang sedang berada di kamarnya menonton DVD.
Suara film yang sudah setengah mulai itu kecil samar-samar.
Prof : Jane…Jane…Where are u ??
Jane : …………
Jane tidak menjawab, saat itu Jane pingsan. Dia tersandung batu kerikil dan terjatuh, pada bagian jidatnya terjeduk batu Kali. Datanglah kemudian pria tampan yang berambut kusut hanya mengenakan kain dari kulit menutupi kemaluannya. Dada yang bidang terbuka disertai bulunya, memperlihatkan kejantanan tubuh seorang pria.
Tarzan : What is this ??, kata Tarzan, saat menemukan sesosok wanita di pinggir kali.
(Ooh, mungkin ini ibu-ibu yang lagi nyuci baju di kali dan hanyut bersama pakaiannya), pikir Tarzan, menyamakan Jane dengan sampah yang suka hanyut di Kali Ciliwung atau Kali Malang.
Tetapi ketika Tarzan melihat lagi dengan tegas wajah Jane. (Whuiiiiy…Cuantik rek !!), ‘Sluurrph !!’, celoteh Tarzan ngeres dalam hati dan ngeces, dia menjilat liurnya yang hampir menetes ke air Kali.
Tarzan memegang wajah cantik Jane, (Waw…mulus tenan !!), komentarnya dalam hati.
Tarzan mengelus pipinya sendiri dan, “Adaw…kaya jalan aspal belum jadi !!”, omelnya sendiri. Ketika memegang pipinya yang gradagan tidak karuan bagaikan bulan karena tidak rata.
Gerayangan Tarzan terus turun ke dada Jane, walaupun Jane masih memakai pakaiannya lengkap tetapi dadanya bahenol. (Hmm…kira-kira 36B lah), pikir Tarzan jorok.
Breeekk Breek !!, baju Jane dirobek-robek oleh Tarzan. Tarzan tidaklah berpikir panjang, bahwa harga baju Jane itu sama dengan gaji dia mengabdi menjadi TKI di Malaysia selama satu abad.
Tarzan memegang dada Jane, (Kok gede ya..?? kok nonjol sih ?!), tanya Tarzan udik dalam hati. Padahal memang berniat menggrepeh dada Jane habis-habisan mumpung gratisan. Tarzan memegang dadanya sendiri, (Kok keras kaya Ade Rai sih ?!), tanyanya lagi pura-pura bodoh dalam hati.
The Ape Man itu lanjut turun ke selangkangan Jane, (Weleh…kok Lubang ??), pikirnya. Dia mengendus-endusnya, (Hmm…Wangiii Jo !!), imbuhnya dalam hati. Tarzan lalu menusuk-nusuk serambi lempit Jane dengan jarinya, (Waah…berlendir oi, hak hak hak !), Tarzan menyeringai mesum dan tertawa cabul dalam hati.
Dia melihat selangkangannya sendiri, (Kok beda sih…Batangan gini..??), pikir Tarzan dalam hati, (Gak asik loh). Plaaakk !!, omel Tarzan dalam hati lalu mengeplak kepala Tarzan Junior, tetapi setelahnya di koocok-kocok juga si Tarzan Jr. (Eh..Sialan nih si Bos…tadi ngeplak, tapi dimainin juga gue !!), omel Tarzan Jr. dalam hati.
Jane : Aawh…wha…What the Hell are U doing ??.
Tarzan : No..no…Miss…U missunderstood..!!.
Jane : Ohh…Ok !! Now explained to Me, what happen aya naon with My dress ?!.
Tarzan : I feel sorry with that..i, i just want to know what hiding inside !.
Jane : What !! dasar you, you Ngeres !! you, you Mesum !! you Cabul !!.
Tarzan : Little little ora opo-opo lah…eheheh.
Plaakk !!, tampar Jane pada wajah The Ape Man alias Tarzan. Jane pun menangis karena dirinya tidak tahu sekarang ada dimana, bersama orang hutan mesum pula. Mana bajunya juga sudah robek-robek. Tarzan berlalu meninggalkan Jane, dia merasa bersalah, Tarzan si manusia hutan mengambil sesuatu dari pohon.
Rupanya semacam kulit binatang yang dikeringkan, sama seperti yang dikenakannya. Tarzan mengukurnya di badan Jane bagai tailor saja, lalu dia merobek-robek dengan pisaunya dan ‘Triiing…!!”, jadilah Baju.
(Waaahh…kapan ni orang hutan belajar sulap sama Dedy Corbuzer), pikir Jane. Jane jadi tersenyum, ternyata si manusia hutan ini baik juga. Karena itu Jane ingin membalas budi baik Tarzan dengan kepuasan seks.
Jane meraih rudal Tarzan, ‘Tuiiing !!’, rudal Tarzan mengacung konak digenggam wanita secantik Jane. Tarzan bingung tapi ngeres juga sih, wajahnya langsung sok lugu. Jane hanya tersenyum melihat akting jelek The Ape Man itu. Jane melanjutkan dengan memasukkan rudal Tarzan ke mulutnya yang seksi itu tapi,
Tarzan : Eit eit..no Miss..Please don’t do that…it Gross !! itu jorok Jeng ayuu..!!
Jane : It’s Ok…udah biasa kalee..Gue sama rudal !!
Tarzan : What ?! dasar you Perek !! you Lonte !! Pelacur, PSK, Pe’cun, Jablay, Lebai !!
Jane : Eeeh…ini orang dikasih gratis malahan protes…pake acara ngatain pula…panjang banget lagi ngatainnya…belagu lu Zan, terusin ‘gak nih sepongannya ?!
Tarzan : Monggo Non Jane…silahken.
Jane : Nah…mupeng kan lu…muna gitu muke bejo lu…ngarep juga kan gua SP !!.
Bibir Jane yang seksi itupun mendekati rudal Tarzan, (Hueeekk !!, ganteng-ganteng ko rudale bau !! duh, kumaha iye teh Kang Tarzan ini !!), keluh Jane dalam hati. Jane pun lanjut meng-Oral Tarzan. Tarzan langsung merem melek keenakan, Jane mengeluarkan tehnik oral sex-nya yang tinggi.
Tak lama giliran Jane yang horny dan mupeng, nepsong serambi lempitnya ingin di-Lick oleh The Ape Man itu. Jane menunjuk lidahnya yang menjulur, lalu menunjuk ke arah serambi lempitnya. Tarzan yang sudah jelas-jelas konak itu langsung pura-pura bingung, Tarzan menjulurkan lidah dan mendekati wajahnya ke selangkangan Jane yang harum itu.
Snif…sniff !!, endus hidung Tarzan pada kewanitaan Jane. Jane mencontohkan Tarzan gerakan menjilat, dan “Aaauuhh…!!”, lenguh Jane. Karena Tarzan dengan nakal menjilat serambi lempit Jane tiba-tiba, membuat keduanya sange berat. Diam-diam ternyata Tarzan punya bakat yang terpendam dalam masalah seks. Jane dibuat blingsatan dengan jilatannya.
“Ehmh…ehm…Yess…yes, Aaangh !!”, desah suara gadis berwajah Indo yang menonton blue film itu. Film yang ditontonnya tak ayal dan tak lain adalah Tarzan XXX yang sudah dinarasikan ke bahasa Indonesia. Ngocoks.com
Gadis berwajah Indo itu horny sehingga meremas-remas payudara dan mengobok serambi lempitnya sendiri. Lendir serambi lempit meleleh dari liangnya yang merah muda merekah. Baru saja film mau masuk ke adegan ML, Tok..tok..tok !!, pintu kamar si gadis diketuk.
“Fan…Fanny…lagi ngapain kamu…bangun nak sarapan!!”suruh suara itu, yang tak lain adalah suara ibunya.
Gadis Indo yang bernama Fanny itu pun panik buru-buru mematikan DVD Playernya dan memakai celana piyama yang tadi sempat dilepasnya agar mudah bermasturbasi. Dengan cekatan dia berhasil menutupi sisi liarnya di depan sang ibu dan berlari menuju pintu.
“Oaahm…apaan Mah…lagi enak-enak tidur juga !!”kata Fanny berdusta. Gadis cantik itu pura-pura menggaruk-garuk kepalanya seperti orang baru bangun dari lelapnya tidur.
“Bangun dong Nak…udah siang tuh…ambil sarapan sana…rumah kita kan lagi kebagian jatah arisan…nanti kalo udah pada masuk ruang makan kamu susah ngambilnya !!”kata ibunya kepada Fanny.
“Hmm..iya deh…makasih yah mamahku sayang…!!” kata Fanny mencium ibunya.
Sang ibupun menyambut dan membalas cium anak tercintanya kemudian berlalu ke bawah dan Fanny membereskan barang-barang rahasianya yang tadi masih disembunyikan seadanya itu. Dia berlalu ke bawah untuk sarapan, setelah mengambil lauk pauk yang cukup diapun kembali ke kamar dan mengisi perutnya.
(Hmmmh…gagal deh gue orgasme lewat masturbasi !!), omelnya dalam hati. Karena tadi ditengah-tengah nafsu birahi yang melanda, sang ibu datang mengganggunya. Fanny pun segera menyelesaikan makannya, mandi membersihkan diri dan pergi ke kampus mencari Imron untuk pelampiasan nafsu yang tertunda.
*****************************
# FRESH STORY #
“Huaahhh nyam..nyam !!”pria setengah baya itu meregang.
Seseorang berperawakan bengis dan jauh dari tampan dengan handuk kuning di belakang lehernya itu terbangun dari tidur nyenyaknya.
“Jam berapa nih?”tanya dirinya sendiri, sambil menggaruk-garuk kepala yang sepertinya kesiangan. Dia melihat jam dinding yang menggantung di atas.
“Aje gilee…bisa lewat nih sasaran gue!”katanya yang dimaksud Megan.
Cleaning service kampus itu pun buru-buru ke kamar mandi, membersihkan diri dari bau tak sedap yang menyelimuti dirinya, dikarenakan dia memang bersahabat karib dengan WC, sampah dan lain-lain sejenisnya.
“Walah…sabun abis lagi…!”katanya kesal.
(Tiada rotan…akar pun jadi) idenya. Mengambil sabun colek biru yang biasa digunakan olehnya untuk mencuci celana dan baju lusuhnya.
“Adadaw…kasar bener nih sabun !!”omelnya,
Dari karakteristik dan perawakannya tak lain dia adalah Imron, Sang jagoan kita. Pria itu selesai mandi dan sudah berdandan rapih, hendak melangkah ke Fakultas seni dan design, dia mengunci ruangan tempatnya beristirahat sambil bersiul dan bernyanyi.
“Apa sih yang kau mau…pasti selangkanganku…pasti saja…sudah pasti saja”nyanyi Pak Imron menirukan lagu Band GIGI yang baru, hanya saja dia sembarangan mengganti lirik lagu tanpa pemberitahuan lebih lanjut ke Armand Maulana sang vokalis.
Setelah selesai mengunci dia berjalan melanjutkan misi cabulnya, namun baru beberapa langkah, terdengar suara tak asing baginya memanggil namanya berirama tinggi.
“Ron…Pak Imron..!!”panggil pria bertubuh gempal dan berpakaian rapi tersebut.
(Yailah…pasti si gendut Dahlan…mao nyuruh apaan sih!), kata Imron dalam hati kesal, yang bisa-bisa mengganggu schedule mesum-nya.
Imron pun terpaksa berpaling, “Iya Pak tunggu…!”sahutnya.
(Sapa tuh…orang baru kali yak..?), tanya Imron dalam hati.
“Mau kerja lagi Ron…?”tanya Pak Dahlan.
“Iya Pak…ada apa..?? ada yang bisa dibanting aeh dibantu ?!”tanya Imron melemparkan wajah sok bersahabat pada Pak Dahlan dan pria disampingnya yang tak dikenalnya itu.
“Ini…saya bawa orang untuk kerja disini..masih famili..seperti si Thalib”terang Dahlan.
“Ooo…Thalib yang bongkok kaya kodok itu ya Pak ??”tanya Imron asal.
“Iyaa…betul itu..!”jawab Pak Dahlan singkat. (Sialan lu manggil famili gue kodok ! berarti gue juga mirip dong, lu juga mirip kuya !! ), omel Pak Dahlan dalam hati.
“Ohoho…ya ya, salam kenal Pak…saya Imron !”kata Imron sok sopan mengawali.
“Kusman…panggil aja Engkus Bos…!!”sambut Pria itu menyanjung senior.
“Hak hak hak hak…Bos…enggak usah lah…wong saya cuma tukang bersihin WC sama sampah kok !!”terang Imron merendahkan dirinya yang memang sangat rendah itu.
“Pak Dahlan…berarti soal itu..”kata Imron tidak meneruskan.
“O belum, belum…”potong Pak Dahlan cekatan.
“Justru itu saya mau Pak Imron mendidik dia sedikit demi sedikit..mengarahkan Kusman ke jalan yang benar hehehe”terang Pak Dahlan ngaco.
“Oyaya…eheheh”balas Imron tertawa ngaco juga, sesama ngaco pun langsung konek.
“Didik apaan sih Pak ?”tanya Kusman penasaran.
“Yang pasti bukan Didik Kempot..Itu nanti aja sama Pak Imron ya Kus..hehe”jawab Pak Dahlan sambil menepuk bahunya.
“O iya Ron…si Kusman ini sebenernya buat bantu kamu…kata rektor, akhir-akhir ini kampus suka sering kotor..!!”terangnya.
“O gitu ya Pak…ya sayakan sibuk cari korban hehehe”kata Imron cabul, Pak Dahlan pun tertawa mengerti maksud cabulnya karena sama-sama cabul.
“Iya…maka dari itu saya ngebelain kamu…tadinya rektor mau mecat kamu !”tandasnya.
“Ajegile gileaje…dipecat…!! busyet dah…gua kempesin tuh ekor! ”kata Imron kesal.
“Rektor…!! Ekor lagi…hehehe”jelas Pak Dahlan. (Goblok lu…), dalam hati Pak Dahlan.
“Ya terserah deh…”jawab Imron masih penuh esmosi.
“Iyalah udah…kan udah ga jadi…makanya ada Kusman ini buat bantu kamu…kamu cari mangsa..biar dia yang bersih-bersih hehe tapi jangan lupa dia dikasih !”ide Pak Dahlan.
“Hehehe iya juga ya Pak…ok dah…kalo gitu Kusman saya ajak keliling dulu baru nanti dia saya kasih Job Desc”terang Imron sok bagaikan seorang manager perusahaan saja.
“Ok deh…sampe nanti Ron, eh Ron…kalo dapet yang baru…calling-calling ok?”tegas si gendut Dahlan.
“Rebes bos…he he he”jawab Imron. (Maruk lu…udah gua kasih banyak masih kurang juga..!!), keluh Imron dalam hati.
Imron mengajak Kusman atau Mang Engkus untuk berkeliling melihat lokasi kerjanya, tentu dia harus tahu seluk beluk kampus, agar saat Imron menyuruhnya membersihkan ke ruangan mana dia bisa langsung menuju ke sana.
Kusman yang udik dari kampoeng itu, seringkali tidak konsen atas penjelasan yang diberikan Imron sang senior. Saat berjalan, Kusman seringkali melengos hingga lehernya hampir patah melihat ke kiri dan ke kanan jika ada gadis kampus yang putih cantik berdandan seksi ala gadis kota metropolis lewat di sebelahnya.
Imron tahu benar keadaannya, dia juga teringat masa-masanya dulu ketika masih hijau dan hanya bisa ngeces alias ngiler melihat bidadari-bidadari kampus itu.
“Kus…Kusman !!”panggil Imron tegas, kepala Kusman melengos sambil ngeces. Tidak mengindahkan petuah sang senior
“Oh..oh iya Bos…aduh…maap nih gak mudeng…abis cantik-cantik banget ceweknya !!” kata Kusman polos.
“Ya..begitulah disini Kus ehehe…gimana ? betah dong ??“ledek Imron menyeringai.
“Wah…betah sih betah Bos…tapi bisa ngeres mulu kalo bgini…gak konsen kerja !!”sahut Kusman.
“Wadaw…jangan dong Kus…mupeng boleh tapi kerja tetep !”nasihat Imron, padahal dia sendiri kebanyakan ‘main’ dengan para korbannya, hingga kampus kotor.
Imron meramal adanya keadaan yang tak sehat bagi Kusman dan pekerjaannya, bisa-bisa si Kusman yang seharusnya membantu dia, malah jadi bejo (bengong jorok) terus.
Maka si Imron memutuskan bahwa Kusman harus diplonco dulu, karena kalau tidak, pelajaran OSPEK-nya bisa-bisa gagal, mengulang alias tidak lulus mendapat nilai E double minus. Imron berpikir Kusman harus mendapat jatah sesegera mungkin, dan segera terbiasa pada keadaan itu, sehingga pekerjaan lancar…begitu pikir Imron.
Sambil mencari akal siapa, Imron dan Kusman masih terus berjalan menyusuri kampus hingga menuju taman kampus yang ada di belakang. Taman itu memang sedikit sepi, suka dipakai mahasiswa-mahasiswi memadu kasih romantis-romantisan, kejar-kejaran sambil bernyanyi di lapangan dan main tak lari umpet di pepohonan seperti film Hindustan.
Mengingat saat itu adalah semester pendek, jadi tidak terlalu banyak mahasiswa yang mengambil jadwal tersebut, di ujung jalan yang berbelok ke arah taman tersebut terdengar suara desahan yang membuat Imron dan Kusman berhenti. Imron mengintip, wajahnya langsung menyeringai.
Kusman penasaran dan mengikuti perilaku Imron sang senior. Imron memberikan peringatan pada Kusman dengan meruncingkan mulut agar dia tidak berisik karena norak. Kusman bukannya menyeringai malah melotot mupeng, Kusman melihat seorang gadis cantik, berambut merah panjang, kulit putih dengan pakaian seksi yang sudah awut-awutan.
Terlebih keadaannya sedang dikerebuti tiga pria yang sosok wajah maupun pakaiannya kumal, gadis itu tampak terlihat seperti orang diperkosa tetapi tidak berontak. Wajah cantiknya yang berkulit putih bak bangkuang itu terlihat merona kemerahan dikarenakan horny menyelimuti dirinya.
“Ehhm…Eehmhh…Yessshh…!!”desah sang gadis seksi.
(Wuaa a a…Jesselyn lagi digarap Agus, Jujun sama Mumung hi hi hi), tawa Imron dalam hati.
Yaph, gadis cantik berambut panjang kemerahan itu tak lain adalah Jesselyn, dan nama-nama Agus, Jujun, Mumung adalah tukang-tukang becak yang mangkal dekat kampus ini dan pernah ikut menggangbang Joane (Baca : NCS 7 ‘Fatal Attraction’).
Karakter Agus ini adalah tukang becak yang bergigi tonggos, sementara Jujun ini memakai topi pet, dan Pak Mumung adalah tukang becak berumur setengah abad dengan badan kerempeng. Jesselyn tampak kewalahan dikeroyok tiga seperti itu, saat itu ia mengenakan rok mini putih dengan tank top pink, celana dalamnya yang juga berwarna pink sudah turun dipeloroti Pak Mumung yang langsung dengan nafsunya melahap serambi lempit Jesselyn. Tank top pink-nya juga sudah terangkat ke atas, bersamaan dengan cup bra-nya, payudaranya yang terekspos indah itu tidak di sia-siakan oleh Agus yang giginya tonggos.
Sementara Jujun sedang asyik menciumi bongkahan pantat sekal Jesselyn yang bohay itu, sesekali ditamparinya pantat Jesselyn yang putih menggemaskan dengan kasar. Plaaakk !!.
Para tukang becak terlihat celingak-celinguk melihat keadaan sekitar, lalu memelorotkan celana dan kolor sekaligus karena tidak tahan untuk segera menyetubuhi Jesselyn, mereka mengambil posisi untuk mengsandwich Jesselyn yang tentu lebih lezat dari sandwich asli.
Pak Mumung mengarahkan rudalnya ke serambi lempit, sementara Jujun bersiap mempenetrasi dengan anal sex. Mereka mendorong bersamaan, wajah cantik Jesselyn meringis karena dua lubang kecilnya dipaksa kemasukan benda asing yang ukurannya besar.
Setelah kira-kira masuk, mereka tidak memberi waktu Jesselyn membiasakan diri dan malah langsung menyodok-nyodok dengan brutal penuh nafsu. Agus memaksa Jesselyn untuk berpagutan dengan mulut yang dipenuhi gigi tonggosnya, Pak Mumung menyetubuhi serambi lempit Jesslyn sambil mengemut payudaranya dan Jujun mengAnal sambil menjambak dan menampari pantatnya.
Kusman bukan main konaknya, alhasil celana lusuh Kusman berubah dari ukuran XL menjadi SS alias Super Sempit. Saking nafsunya, si Kusman ingin bergabung tanpa basa basi SKSD, bayar uang iuran ataupun berkenalan dulu pada mereka.
“Wow..wow..mau kemana Kus ?!tanya Imron langsung menahannya. Imron memaklumi tingkah udik wong deso itu, tetapi dia juga tidak ingin Kusman ini mengacaukan suasana yang sudah aman dan tentram.
Kusman yang sedang nepsong-nepsongnya itu serba salah juga, dibilang bete iya tetapi di satu sisi dia hormat pada Imron, seniornya itu. Karena dia lebih berpengaruh pada kepemimpinan Imron, sang seniornya, maka Kusman mencoba mengacuhkan ‘Junior’nya. Untuk menjaga suasana tetap kondusif, maka Imron mengajak Kusman untuk melanjutkan perjalanan OSPEK-nya, sampailah mereka di halaman depan kampus.
“Itu Bos…yang dimaksud Pak Dahlan ngomong sama Bos tadi ??”tanya Kusman.
“Yah…kurang lebih seperti itu…tenang aja…stock gua masih banyak Kus!!”kata Imron.
“Nyang bener Bos…?!”tanya Kusman semangat.
“Iyaa…tenang aja Kus…disini gua yang berkuasa…lu nanti dapet jatah tenang aja…yang penting…musti lu catet nih…kaya kejadian tadi…lu jangan maen ngikut aja…kan belum kenal…!!”tandas Imron.
“Oo..ya ya ya…!!”Kusman mengangguk.
“Naah…dan juga…lu sekarang harus focus kerjaan…kalo kerjaan lu kagak beres nti gak gua kasih jatah…Ok !!”tegas Imron.
“Ok Bos…di copy !!”jawab Kusman singkat padat tepat.
“Pak Imron…!”sebuah suara tak asing memanggil Imron dan menepuk bahunya dari arah belakang.
“Eeehh…Non Fanny !”sahut Imron berwajah ramah tapi cabul.
Tanpa disulap Lens Burton sang juara Dunia Sulap, Kusman tegak mematung menatap si cantik Indo Fanny, Kusman di desanya memang pernah melihat kembang desanya, tetapi tidak secantik ini, mana Fanny tersenyum menggoda pula ke arahnya, air liur membludak keluar dari bibir majunya, Kusman Jr. bangun dan langsung protes minta sarapan, Fanny dan Imron hanya tertawa melihat keluguan pria yang seumurannya itu, di depan si Indo Fanny dan Imron, dia berusaha membetulkan Kusman ‘Junior’nya yang salah ‘Orbit’.
“Orang baru yah…??”tanya Fanny pada Imron sambil menepuk-nepuk lesung pipit pipi-nya dengan jari telunjuk dengan manisnya.
“Iya Non..kenalin nih Kus..!!”kata Imron menarik tangan Kusman yang gemetaran.
Fanny pun menyambut tersenyum, Fanny tahu benar hal-hal jorok apa saja yang sedang dibayangkan Kusman pada dirinya. Tidak salah memang bahwa Kusman ini sedang bejo alias bengong jorok, membayangkan menjadi pemain blue film Vivid Production dengan bintang utamanya dia dan Fanny.
“Fanny…!!”kata Fanny ramah mengawali perkenalan.
“Ku..Kusman..!!”sahut wong deso itu menjabat tangan menyambut perkenalan.
Fanny mencoba menenangkan diri menjaga kehormatan diri walaupun saat itu dia sedang horny juga mencari Imron untuk sebuah seks kilat. Setelah jabatan tangan itu terlepas, si Indo Fanny melempar pandangan ke arah Imron.
“Pak…aku nemuin Pak Imron sebenernya lagiii…Hhmmm”kata Fanny mau terus terang, tetapi malu karena disitu ada Kusman.
“Ooohh…waduh Non…Bapak ada janji penting nih sama orang maap !”sahut Imron tahu maksud kedatangan si Fanny.
“Yah Bapak…kemaren gak bisa sekarang gak bisa..mentang-mentang ada barang baru!!” kata Fanny merengut manja, karena sudah beberapa kali ini dia menagih Imron tetapi si Imron sibuk dengan ‘barang-barang lain’-nya serta ‘barang-barang baru’. Mana saat ini Imron juga sedang sibuk mengejar ‘barang Impor’ bernama Megan.
“Waduh maaf Non…beneran..Oh ya !!”jawab Imron dan tiba-tiba dia mendapat ilham.
Cliing…!! (Ide bagus), pikir Imron cemerlang.
“Nah Non gini aja…Bapak punya solusi gimana kalo Non Fanny ‘ngospek’ Pak Kusman, kebetulan ini hari pertama dia dikampus…tentu harus menjadi kenangan terindah buatnya agar betah kerja disini…!”terang Imron mesum sambil merangkul Kusman.
Fanny yang mengerti maksud Imron dan berpikir tiada rotan kayu pun jadi, boleh juga pikirnya, itung-itung nambah pengalaman, dan yang pasti bisa mencoba rudal baru yang lain dari segi bentuk, rasa maupun tehnik menggarap dirinya.
“Ooohh…boleh juga…!”jawab Fanny mengerlingkan mata jelitanya dengan genit ke arah Kusman, sehingga Kusman ‘Junior’ pun juga langsung mengerlingkan mata tunggalnya setuju, mengancam aksi demo ke gedung MPR/DPR jika Seniornya tidak melaksanakan eksekusi dengan segera.
Kusman yang dari tadi mendengar pembicaraan Fanny dan Imron sebenarnya setengah mengerti dan setengah berharap, mengerti karena melihat perilaku si cantik Fanny yang seperti lonte di desanya, genit menggoda pelanggannya, walaupun Kusman ini sebetulnya seorang ‘Perjaka Tua’.
Dia sendiri main ke tempat pelacuran hanya menemani temannya, paling-paling hanya nonton bokep boleh nyewa di rental kampung pinggiran terus onani. Setengah berharap agar gadis cantik bernama Fanny ini segera membawanya ke langit 8.
“Oh..kalo gitu Fanny pinjam kamarnya dong Pak Imron ?!”pinta Fanny, pada kamar yang tadi dipakai Imron tidur, sebenarnya hanya sebuah gudang yang tidak terpakai, hanya saja ada kasur buluk untuk Imron rebahan.
Imron hanya tersenyum melihat Fanny yang tidak keberatan untuk melayani Kusman. Fanny sendiri memang pada dasarnya ayam kampus. Fanny yang sudah gatel serambi lempitnya ingin ditusuk batang rudal itu, langsung saja mengajak Kusman ke ruangan tersebut.
Kusman tentu Ho-oh saja ditarik oleh Fanny menuju Surga Dunia. Sementara Imron melanjutkan perjalanan menuju Fakultas Seni dan Design untuk menemui Megan. Imron pun bertemu dengan bule itu, mereka berbincang tak lama, dan setelahnya buru-buru berpamitan.
<><><><><><><><><><><><><><><><>
# UNCUT & ADD IN DIALOGUE #
Ketika itu masuk jam makan siang, Imron berjalan hendak makan siang, setelah selesai urusan di Fakultas Seni dan Design itu, seseorang pria bertubuh gempal yang rupanya si Maman, langsung bergerak mencegat Imron.
“Woi, Ron…lo emang anjrit ! Serius amat sih mukulnya kemarin ? Liat nih bibir gua jadi nyonyor begini! Bini gua sampe kuatir tau?!” kata orang itu, di bibirnya masih nampak bekas luka dan pipinya masih sedikit memar. Orang itu ternyata adalah perampok yang kemarin mencegat Megan.
“Heh !! nekat amat sih lu, gua bilang jangan nongkrong disini dulu beberapa hari ini, gimana kalau si bule itu liat lu ?!” kata Imron sambil celingak-celinguk sekitarnya.
“Tenang aja Ron, gua hari ini nongkrong di komplek sana kok, cuma abis narik sekalian lewat sini nyariin lu, gimana nih janjinya, yang cantik yah, gua udah makan bogem gini coba” katanya.
“Gini kita sambil jalan aja ngomongnya, sekalian makan dulu, laper nih gua”,katanya sambil mengajak ke sebuah tempat makan murah.
“Naik becak gue aja, Ron ?”
“Boleh deh..”
“Sori Man, kemaren kalau mukulnya ‘gak keras bisa ketauan pura-puranya” kata Imron yang telah duduk dalam becak yang dikayuh pria itu, pokoknya ntar kalau gua berhasil lu gua kasih bonus deh”.
“Selain nyang ini yah bos…?”tanya Maman.
“Iyaaa…gampang !! stock banyak ..”katanya mengentengi.
“Janji yah…!!”tegas Maman lagi.
“Rebeeezz dah…ayo caw !!”ajak Imron.
Tak lama kemudian becak itu pun tiba di sebuah rumah makan kecil. Imron dan tukang becak bernama Maman itu menikmati makan siangnya disana, Imron tampak mengetik sms dan mengirimkannya untuk seseorang. Isi sms tersebut adalah sebagai berikut, (Non Ellen…temui Bapak jam setengah 6 di lantai 5 gedung fakultas ekonomi, untuk langkah selanjutnya, tunggu perintah dari Bapak !!).
<><><><><><><><><><><><><><><><><>
# FRESH STORY #
Di ruangan tempat Imron beristirahat,
Kusman berdiri dengan kaki gemetar, melihat Fanny yang cantik itu melepas pakaiannya satu demi satu dengan perlahan dan seksi. Perjaka tua itu melotot tajam penuh nafsu tidak percaya dengan keberuntungannya. Di desanya tidak ada yang sudi mendekatinya baik itu janda apalagi gadis muda.
Disamping wajah Kusman yang sama sekali tidak tampan itu, kantung baju dan celananya pun selalu kempes alias tidak bermodal, dia hanya punya dua hal, yaitu rudal dan sperma, itu saja tidak lebih tidak kurang. Fanny tersenyum melihat keudikan Kusman, dia teringat pada DVD yang tadi ditonton olehnya, Tarzan XXX.
Dia malah sengaja tidak melepas semua, menyisakan bra-nya dan celana dalam putih tipis menerawang di selangkangan. Kusman langsung menegak ludah beberapa kali hingga tenggorokannya kering. Mata Kusman berulang kali menyapu tubuh Fanny seluruhnya dari bawah hingga atas, lalu kembali lagi terus seperti setrikaan.
Fanny bergaya menggoda layaknya foto model, sebuah kesalahan yang amat sangat fatal. Kusman memang gemetar dan lututnya terasa lemas, namun nafsunya yang tertampung selama ini, yang hanya dia salurkan melalui onani itu sekarang menggelora.
Ibarat sebuah gunung yang tertahan untuk meletus, dikala meletus tentu sangat dahsyat. Fanny memang terlalu yakin dengan nafsu tertundanya, dia memang yakin akan mendapat kepuasan, tapi berbeda pada apa yang akan dialami olehnya.
Fanny berjalan mendekati Kusman sambil sengaja sedikit menundukkan badan, sehingga payudaranya dipelototi Kusman dengan nepsongnya. Mulut majunya sampai tarik-tarikan dengan liurnya sendiri, sampai-sampai tidak tahan dan akhirnya menetes ke lantai. Fanny terlalu seksi baginya, Celana lusuh serta kolor Kusman tidak kuat menahan laju besarnya rudal Kusman. Sehingga terlihat menonjol di bagian bawah perut Kusman itu.
“Waah…Pak Kusman…gede banget loh !!”kata Fanny terkagum dan sengaja menggoda, menyentuh kepala rudal Kusman yang masih tersembunyi di balik celananya dengan jari lentiknya. Jari Fanny mengusap dan meremas-remas selangkangan Kusman, nafas pria itu langsung mendengus berat. Mata Kusman menikmati keindahan tubuh Fanny yang putih, payudara di balik branya yang menyembul montok, wajah Indonya yang cantik ditambah tubuhnya yang harum.
“Hmm…beruntung dong Istri Bapak !!”goda Fanny, sambil terus merangsang.
“Ba..ba..Bapakh…be..belumh…punyaakh…Ii..Istrii..Nonnhh !!jawab Kusman sebisanya menahan nafsu. Keaktifan seks Fanny membuatnya sedikit ragu untuk bagaimana harus bersikap, ditambah dia belum pernah bersentuhan langsung dengan wanita.
“Belum punya Istri toh…??”.
“Be..belum..pernahkh…!!”
“Belum pernah apa Pak maksudnya ??”tanya Fanny penasaran sambil memencet dan memelintir kepala rudal Kusman yang masih tertutup celananya.
“Masa sihhaAAAAAAAWWWHHH…!!”jerit Fanny. Breeekk !! Breekkk..!!
Bra Fanny langsung dirobek Kusman yang tidak tahan kesurupan setan seks itu. Fanny bermain api, Kusman yang sedari tadi menahan birahi, tidak tahan lagi. Melihat si cantik Fanny hanya mengenakan bra dan celana dalam, tubuhnya putih seksi dan wangi, merangsang dirinya melalui remasan-remasan kecil di rudalnya yang masih lengkap pakaian, yang selama ini hanya bisa onani di desanya, dimana kesemuanya itu menjadi tampungan birahi bagaikan gunung merapi yang menanti untuk meledakkan diri.
Fanny yang tadi menggoda, sekarang malah menutupi dada yang tadi dipamerinya, bukan hanya bra, dengan penuh nafsu Kusman juga hendak merobek celana dalam mini Fanny itu, Fanny mencoba menghalangi niat Kusman, dia lengah karena payudaranya terekspos sudah,
Kusman melotot dan langsung melahap rakus payudara Fanny, tenaga Fanny tentu bukanlah tenaga tandingan Kusman, dengan mudah Kusman merobek CDnya, melempar ke lantai sambil terus mengenyot. Kusman memang baru pernah bersentuhan dengan wanita langsung, tetapi karena sering menonton blue film, kesemuanya itu terekam di otaknya.
Walaupun gerakan Kusman ini masih kaku, tetapi sangat bisa membuat Fanny terangsang. Payudara wanita tentu daerah yang sangat mudah dirangsang, dengan sedikit sentuhan bisa membuat wanita on. Insting Fanny mendorong-dorong kepala si Kusman karena hisapan mulutnya cenderung kasar, Kusman malah tidak mau kalah, insting seksnya itu masih terlalu liar. Padahal maksud Fanny agar Kusman itu santai tetapi tetap ‘sampai’.
Kusman semakin bersemangat, dia menarik celana dan kolornya sekaligus, untuk segera menyenggamainya. Fanny terpaksa membiarkan kemauan Kusman, tampaknya dia tahu Kusman benar-benar perjaka tua. Dia bisa melihat dari nafsu Kusman yang berlebih bagaikan malam pertama pengantin. Fanny sengaja tak berontak, karena semakin dia melawan semakin ganaslah Kusman.
Fanny mengikuti keinginan Kusman, sebenarnya dalam hati dia lucu juga, pemerkosanya perjaka tua. Setelah Kusman melempar bajunya hingga bugil, Fanny menatap ngeri pada kemaluan Kusman yang sering dipakainya hanya untuk onani.
Besaar !! kepala rudal itu ! besar sekali kepala rudal itu!! aneh badan rudal tidak begitu panjang dan gemuk, tetapi di ujungnya itu. Fanny horny tetapi ngeri, membayangkan benda yang lonjong itu menonjok menyentuh rahim. Fanny jadi senjata makan nyonya, tadinya menggoda tetapi sekarang takut juga. Liur Kusman yang beraroma tak sedap membanjiri mulutnya ketika melihat tubuh bugil Fanny bergerak mundur di dekati pemerkosanya.
“Pak..Pak sabar Pak…Fanny pasti ngasih apa yang Bapak mau…tetapi jangan kasar, gini ajAaakh !”jerit Fanny. Kusman tak bisa menahan lagi nafsunya, dia menubruk Fanny dan langsung mengarahkan rudal ke liang serambi lempitnya. Fanny yang terjebak di pojok dinding, tak bisa melarikan serambi lempitnya dari rudal Kusman.
“Heeeeee !!”kejan Kusman mendorong masuk rudalnya sekuat tenaga, Zreeeekk !!
“Iyaaaahh !!”jerit Fanny serambi lempitnya kebobolan.
Kusman langsung sesak nafas, keperjakaannya hilang namun masa bodoh. rudalnya yang terjepit liang serambi lempit menggantinya kontan, amat sangat nikmat sekali. Legit namun basah serta hangat, berjuta-juta kenikmatan dirasakan oleh Kusman hingga matanya berkunang-kunang, merem melek dan tubuhnya bergetar hebat.
Sama dengan Kusman, Fanny sekali ini merasakan di serambi lempitnya kepala rudal yang besar, terasa mengganjal sekali di dalam.
“Eeenggh…Paakh !!”desah Fanny, merasakan sesak di serambi lempitnya.
“Hhgghh…Ohok !! Nonh…”lenguh Kusman sesak juga, tak bisa meneruskan kata-kata.
Keduanya belum bergerak untuk penetrasi namun sudah terasa sesak. Masih menikmati dan merasakan pertemuan kedua kelamin itu. Kusman menangkup dua bongkah montok pantat yang tadinya menempel di dinding, dan langsung maju mundur menyentak tubuh indah Fanny dengan brutal, hingga payudara Fanny terpental-pental.
Muka Kusman yang amburadul itu tepat di hadapan wajah cantik Fanny, tubuh keduanya melekat sudah, Fanny mencoba mendorong tubuh Kusman yang mendesak ke dinding itu melalui kedua tangannya yang bersandar di pundak Kusman. Petugas baru itu menyentak tubuh mahasiswi kampusnya yang berparas Indo terlalu gahar, sehingga dorongan Fanny tidak berarti.
Kusman memang tidak berusaha memagut bibir Fanny, tetapi bau mulutnya tercium oleh Fanny, dada kasarnya yang berbulu itu bergesekan dengan payudara montok miliknya, wajahnya jelek pula, lengkaplah sudah penderitaan Fanny. Penetrasi mereka tidaklah lama, dikarenakan Kusman hanya mengedepankan nafsu tanpa tehkik seks yang baik.
Dia menyentak kasar masuk rudal ke dalam serambi lempit Fanny sambil mengeram layaknya kerbau jantan, Fanny merasakan kepala rudal Kusman yang besar itu menyodok hingga menyundul rahim, dan beberapa detik kemudian menyemprotlah cairan kental dan hangat dirasakan serambi lempit Fanny.
Kencang sekali semprotan cairan perjaka tua itu, seperti semprotan pemadam kebakaran, banyak pula. Tubuh Kusman memeluk tubuh Fanny yang mulus terawat itu sambil mengejat-ngejat. Fanny hanya membiarkan Kusman menikmati ejakulasi pertamanya.
Setelah keluar semua dan Kusman puas hingga lemas, dia ambruk ke lantai duduk dengan nafas yang memburu, rudalnya lunglai namun kepala rudalnya masih terihat besar. Fanny juga duduk mengistirahatkan tubuh moleknya sesaat, walaupun dia belum mendapatkan orgasmenya. Tenaga Kusman sangat brutal, pikir Fanny sayang, seandainya dia memiliki kemampuan seks seperti Imron, pasti bisa menjadi alternatif yang sangat baik.
“Hosh..hosh..capekh…hosh..hosh enakh..!!”kata Kusman terengah-engah.
“Pakh…kayanyah…Fanny mustih…ngajarin Bapakh..deh !”kata Fanny teringat DVDnya tadi pagi yang juga sedikit terengah-engah.
“Maksudnya…Nonh..Hosh hosh ?!”tanya Kusman masih terengah-engah karena terlalu nafsu tadi menggenjot Fanny.
Fanny tidak menjawab, dia bangkit dan mengambil sesuatu dari tasnya yang tidak lain adalah pembersih kewanitaan. Di kamar mandi Imron yang buluk itu dia membersihkan serambi lempitnya dulu, setelah selesai dia memanggil Kusman.
Orang kampung itu yang belum mengerti maksudnya hanya mengikutinya saja. Setelah sampai di kamar mandi itu, Fanny membersihkan rudal Kusman seperti istrinya saja. Kusman sih asik-asik aja malah konak karena barangnya dipegang si cantik Fanny.
Setelah kedua kelaminnya bersih, Fanny pun membasuh sedikit badannya yang sedikit terkena bau keringat Kusman yang tidak sedap, agar tetap wangi. Badan Kusman dibiarkan Fanny bau karena sesuai dengan sosoknya. Mereka keluar dari kamar mandi seperti pengantin baru saja, Fanny menuntun si Kusman ke kasur buluk Imron, tentu Fanny pernah digarap Imron disitu, setelahnya Fanny sengaja membuka lebar kedua pahanya, sehingga terlihatlah serambi lempitnya yang menebarkan aroma lebih wangi dari tadi.
Si udik kampung itu langsung menukikkan wajah ke selangkangan Fanny seperti Pebulu Tangkis Susi Susanti memberikan smash terbaiknya. Fanny langsung segera menahan wajah Kusman dan menggelengkan kepala tanda bukan seperti itu caranya. Fanny menjulurkan lidah, lalu menunjuk ke lidahnya.
Fanny memberikan Kusman contoh gerakan menjilat dan menunjuk ke serambi lempitnya. Kusman teringat dua hal, pertama filmnya yang ditonton kedua adegan Jesselyn. Kusman mengerti dan menyadari bahwa dia terlalu bernafsu, dalam artian nafsu yang tidak terkontrol.
Puas untuk diri sendiri, tetapi tidaklah puas untuk pasangan atau partner seks. Kusman perlahan mendekati serambi lempit Fanny, wong deso itu menempelkan hidung peseknya. Lalu menghirup kuat-kuat hingga si cantik Fanny mendesah dan merasa seksi sekali. Kusman melanjutkan pelajaran seksnya.
“Leeph…!!”satu jilatan telak menyapu panjang bibir serambi lempit Fanny yang lezat itu.
“Aaaanghh…!!”Fanny tak kuasa menahan desahan.
Baru satu sapuan saja Fanny menggelinjang, lidah Kusman sama kasar dengan Imron dan rekan-rekan, tetapi dikarenakan itu jilatan terkendali yang sebenarnya lapar dari Kusman, menjadikan sapuan itu terasa telak dan nikmat sekali di terima serambi lempit Fanny.
Selanjutnya terdengarlah erangan demi erangan yang membuat ngilu bagi yang mendengarnya. Fanny tak berdaya, wajahnya mendongak ke atas, matanya sayu seksi, lidahnya menjulur, bibir atas dan bawah sama mengeluarkan cairan lengket, sama harumnya.
Kusman tampaknya menjadi getol menjilat serambi lempit Fanny, secara tak langsung hobbynya bertambah. Biasanya dia hobby menyeruput kopi pagi, sekarang hobby itu menjadi nomor dua, yang pertama menjadi menyeruput serambi lempit Fanny yang manis itu, manis serambi lempit dan wajah, terasa manis menyatu di lidah.
Mulut Kusman yang tebal itu melahap rakus mulut serambi lempit Fanny yang mungil, lagi-lagi di emut dan di sedotnya kuat-kuat. Fanny mendekati orgasme tak kuat lagi menahan enak yang diberikan Kusman, sebenarnya itu belum menjadi niatan Kusman, dia hanya sedang menikmati serambi lempit Fanny dengan cara barunya.
Melihat Fanny blingsatan keenakan yang terlihat dari kejatan tubuh moleknya, dan jambakan Fanny di rambutnya menjadikannya serasa pemenang. Kusman semakin bangga, mulut tebal itu menyeringai buruk rupa. Kontra, Fanny malah menjadi makin horny melihat wajah buruk rupa itu di serambi lempitnya, dia menjambak keras rambut Kusman dan mengerang panjang menuju orgasmenya.
“Iyaah Iyaaaaaaaahhh…!!”
Crrrrrrr…!! Crrttt !! Crrt !! Srrrrr !!.
“Sluuuurrpph…Shrrrpphh Shrrpphh !!”Kusman senang terus menyeruput. Wong deso itu baru pernah merasakan cairan kewanitaan yang gurih itu. Dia begitu norak dan menyeruput lendir hingga habis tanpa tersisa sedikitpun, malah Fanny yang kembali horny. “Udah Pakh..Hah hah..cukuph..Hah hah..!!”kata Fanny kewalahan.
“Wuiih…gurih Non serambi lempitnyah…baru pernah…Bapak suka banget !!”komentarnya.
(Gak usah bilang juga gua udah tau dari jilatan lu yang rakus !!), keluh Fanny dalam hati.
Fanny hanya berdiam diri memulihkan tubuh sebentar agar tenaganya kembali, dia tidak mempedulikan semua omongan Kusman mengenai enak serambi lempitnya. Kusman berceloteh sambil menjilati lendir yang menempel di jarinya, seolah menjilat makanan enak tersisa.
“Nah..gitu Pakh…kalo menyetubuhih..sebaiknyah pemanasan dulu Heh..heh kaya tadi!!”jelas Fanny mengajarkan Kusman masih terangah-engah.
“Oooo…ya ya !”kata Kusman, pikirnya pemanasan sex itu ternyata enak.
Setelah pulih Fanny pun mendekat, tangannya meraih rudal Kusman yang langsung saja konak. Sejenak Fanny kagum pada orang kampung itu, si cantik Indo itu meremas batang yang keras berurat, lingkar tangannya pas sekali di genggamannya. Fanny mengocok dari irama pelan, dan lama kelamaan cepat sambil memutar dari batang ke kepala rudal.
“Ooohh…enakk..Nonhh…Uuggh !!”lenguh Kusman.
Fanny mengocok-ngocok dengan gencar hingga Kusman kelabakan, sesekali dipijitnya kepala rudal yang besar tapi bentuknya aneh itu. Fanny gemas sekali sehingga,
“Sruuuphh..!!”sedot Fanny sekuat tenaga.
“Ooookkh…!!”lenguh Kusman nikmat.
Kusman kembali siap untuk menyetubuhi Fanny, rudalnya benar-benar sudah tegang dan urat rudalnya menonjol di batang. Fanny merasakan kesiapan Kusman, dia menghentikan oral sexnya dan berbalik menungging di kasur itu.
Kusman bukannya mengambil posisi malah terpana menatap penuh nafsu Fanny yang menungging seksi dihadapannya, Fanny memaklumi keadaan itu. Dia menggerakkan kedua jarinya kebelakang, membuka lebar di belahan serambi lempitnya, terlihatlah ‘ruang’ kenikmatan yang tadi sudah dirasakan olehnya tapi belum pernah dilihatnya. Untuk masalah yang satu ini Kusman mudah tergoda, dia segera menempelkan kepala rudalnya, dan lagsung mendorongnya kuat-kuat.
“Huuungghh…!!”, kejan Kusman sekuat tenaga.
“Zreeeekk…!!”, terdengarlah kedua erangan atas kelamin mereka berdua yang menyatu. Seharusnya Kusman menggesek-gesek dulu rudalnya pada serambi lempit Fanny untuk lebih merangsang dan membuat wanita tak tahan ingin dicoblos, baru menekannya masuk dalam-dalam.
Mulut Fanny terbuka karena meresapi begitu nikmatnya kepala rudal Kusman yang besar itu menyodok masuk memenuhi liang serambi lempitnya yang sempit. Keduanya kembali merasa penuh sesak, Kusman langsung ingin melanjutkan sodokannya, tapi Fanny mengulurkan tangannya kebelakang buru-buru menahan Kusman yang baru ingin menyentak. “Pakh…nantiHh..dulu Emmh…!!”ujar Fanny.
Kusman sebenarnya kurang mengerti maksud Fanny itu, dia melihat wajah cantik Fanny yang putih itu merona kemerahan, Fanny tampak mengejan cantik sambil meremas sprei kasur buluk itu, si cantik tampak merasakan sekaligus menahan nikmat dengan menggigit bibir bawahnya dan matanya sayu, seksi sekali.. sangat seksi menggairahkan.
rudalnya itu tambah membengkak dan membesar, Kusman semakin bernafsu Fanny makin terangsang saja. Lengkaplah sudah persiapan senggama mereka. Ngocoks.com
Sedikit demi sedikit Kusman paham dengan maksud Fanny, bahwa penundaan itu untuk meresapi dan membiasakan diri dengan penyatuan kelamin mereka, walaupun sebenarnya cukup berat dirasa Kusman karena ini hubungan seksnya yang kedua, susah payah untuk menahan diri bergerak menyetubuhi Fanny dimana rudalnya sudah menancap ketat.
Jelas ketika rudal berhasil masuk ke serambi lempit, tentu pria ingin langsung menggesek-gesek hingga tercapai ejakulasi hasil dari penetrasi.
Fanny bergerak maju sehingga rudal Kusman yang terjepit sampai pangkalnya itu tersisa hanya kepala rudalnya saja, Kusman keenakan tetapi bingung, Fanny menunjuk tangan Kusman untuk memposisikannya di pinggang dan mengangguk tanda siap disetubuhinya.
Kusman menyeringai mesum, wong deso itu teringat dengan adegan doggy style di blue film. (Ooo..begini cara mempermainkan nafsu wanita..!!), pikir Kusman.
“Heeeeegh…!!”kejan Kusman.
“Aaaanggh…!!”erang Fanny.
Kusman melanjutkan sodokan-sodokan dan Fanny melanjutkan erangan-erangan, didepan Fanny persis tembok, dia bertumpu disana menahan laju sentakan rudal Kusman. Pria itu menyentak tubuh mahasiswi dengan getolnya, pengalaman pertama yang beruntung. Bisa mendoggy gadis cantik berwajah Indo tentu tidak disia-siakan olehnya, karena merasakan betapa nikmatnya persetubuhan itu, liurnya menetes ke pantat si gadis.
Kusman lagi-lagi teringat dengan kejadian Jesselyn, maka dia mempraktekkan jambakan pada rambut serta tamparan pada pantat Fanny yang sama montoknya, sama putihnya, dan juga sama sekal menggemaskannya. Fanny semakin mengerang-erang keenakan, perlakuan kasar Kusman telah sama dengan Imron.
Perlakuan tangan kasar dan sodokan rudal yang telak melesak nikmat, merupakan perpaduan seks yang sempurna seirama. Bagi Fanny seks model demikian sangatlah bisa menghantarkannya ke gerbang orgasme, hal itu menjadi timbal balik bagi Kusman yang ternyata serambi lempit Fanny mendekati orgasmenya menjepit rudal Kusman.
Alhasil si Kusman juga semakin mengerang kenikmatan, keduanya sama di ujung puncak kenikmatan. Kusman mendongak dan mengambil ancang-ancang untuk tusukan finalnya yang nikmat, spermanya sudah antri menanti disemburkan, Fanny tahu itu dan segera bersiap diri.
“Huuungghh…!!”. “Aaaaaaaakhh…!!”.
CRROOOTTTS !! BLAARR !! JRUOOTT !! CROTT !!
Sperma Kusman memancar dengan dahsyatnya di serambi lempit Fanny, semburan yang telak itu membuat serambi lempit Fanny ngilu, sehingga orgasme yang sedari tadi tertunda akhirnya tidak terbendung. Kusman terus menekan rudalnya yang masih aktif menyemprot sperma, pria itu benar-benar merasa nikmat sekali ejakulasi dengan cara mendoggy Fanny yang cantik dan seksi.
Kusman memeluk Fanny dari belakang, mereka berdua menggeram mengejat-ngejat nikmat bersamaan. Setelahnya kedua sejoli itu rebahan di ranjang, Fanny masih dipeluk Kusman, wong deso itu merasa beruntung sekali. Mendapatkan pelajaran, pengalaman sekaligus kenikmatan. Kusman lulus dengan nilai A plus plus.
Bersambung…
Bagaimana kisah selanjutnya ??
Apakah cerita ini dan sebelumnya sebuah lingkaran…??
Ataukah tidak ada keterkaitan satu sama lainnya ??
Victim Sharing ‘Siang Hari’. ‘Dimana mentari’. ‘Menampakkan diri dan tersenyum berseri’.
Tak lama Sherin dan Pak Udin terbangun, rudalnya masih menancap di serambi lempit walaupun sudah layu.
“Uaaaahh…nyam..nyam !”si tua bangka itu meregangkan badannya, puas mendapatkan ejakulasi tiga kali di pagi hari dari Nona majikannya yang cantik.
“Non..Non sherin..bangun Non..Non cantik”panggilnya mesum berbisik ditelinga Sherin,
Sherin pun terbangun sambil mengucek-ucek matanya, si cantik itu bukan terbangun oleh panggilannya, justru terbangun karena gerayangan nakal Pak Udin.
“Ehhmmh…jam berapa nih Pak…”kata Sherin menguap.
“Jam setengah 12 Non…sana mandi deh !!”suruhnya tapi terus-terusan menggerayangi.
Sherin pun hendak bangkit.
“Ya udah…Bapak berhenti dong grepehinnya !!”protes Sherin sambil merengut.
Tukang kebun itu hanya menyeringai lalu tertawa mesum, dia melepaskan sejenak Nona majikan cantiknya dari gerayangan cabulnya, Sherin pun bangkit dan Pak Udin menepuk pantatnya, Plaaakk…!!
“Sana mandi..!!”suruh Pak Udin.
Sherin mulai berjalan menuju kebebasan sejenaknya, tetapi baru saja dia melangkahkan beberapa kaki.
“Non Sherin…untuk bayaran makan siangnya, Bapak tunggu di ruang fitness…tolong pake pakaian hitam seksi kaya kemaren…tapi pake rok jangan celana pendek, dan satu lagi jangan pake celana dalem sama BH !!”perintah wong sinting itu.
(Hhrmph…ini sih bisa-bisa mandi dua kali gue…satu buat dipake satu abis dipake !)omel Sherin dalam hati, Sherin hanya merengut dan berlalu meninggalkannya. Pak Udin tertawa terbahak-bahak melihat wajah Sherin yang seakan-akan ingin menolak tetapi tidak bisa.
Sherin kembali ke dalam dan masuk ke kamarnya, menyalakan air dalam bathtub dengan deras, ingin segera mendinginkan hati dan pikirannya.
Setelah cukup, diapun berendam di dalamnya, membasuh seluruh tubuhnya dari noda hina tukang kebunnya, dia menggosoki lehernya yang tadi dicupang habis-habisan mulut bau Pak Udin, mengorek serambi lempitnya dari lelehan mani Pak Udin, air busa itu menetralisir keringatnya dan keringat kotor Pak Udin yang melekat di tubuh terawatnya, membersihkan dan menyucikannya kembali, hingga mengkilat putih bersih serta wangi.
Selesai sudah dia membersihkan diri, tetapi bukan selesai untuk berangkat pergi, namun selesai untuk bersiap menyerahkan diri.
Malang nian gadis kaya berwajah cantik jelita itu, kekayaan harta orang tuanya yang melimpah ruah, tidaklah menjamin seseorang kaya dalam arti hidup yang sebenarnya, tentu sebagai budak seks dia bagaikan hamba yang menyerah tunduk pada tuannya, yang notabene pembantunya sendiri.
Dia mengganti baju dengan baju fitness yang seksi, atasannya berupa kaos hitam tanpa lengan yang menggantung ketat hingga bawah dada sehingga memperlihatkan perutnya yang rata, keketatannya menonjolkan buah dada montoknya yang membusung indah, untuk bawahannya sejenak dia bingung, karena sejak kuliah dia lebih sering memakai celana jeans.
Terpaksa dia memakai rok cheersnya saat SMU, warna rok itu juga hitam seirama dengan baju fitnessnya, entah mengapa dia jadi ingin tampil lebih seksi lagi dihadapan tukang kebunnya itu, kemungkinan besar karena Horny.
Sherin mengambil ikat kepala berwarna seirama yang biasa dilingkarkan di jidatnya saat berolah raga lari pagi, dan menggunakan handset hitam yang melingkar di pergelangan tangan putihnya.
Sempurna sudah penampilannya, tubuh putih itu dibalut pakaian seksi serba hitam, bagaikan kuda zebra betina yang lezat di mata Singa dan sejenisnya, mengundang gairah kaum pria, apalagi yang pikirannya pervert abis seperti Pak Udin, bagaikan kuda zebra mengumpankan diri ke raja singa.
Sherin mengikat rambut bondingannya yang panjang kemerahan itu dengan kuncir kuda, sehingga menambah pesona penampilannya. Dia turun menuju ruang pembantaiannya, dimana telah menungu Pak Udin the pervert gardener, yang gilanya sudah bugil, tidak sabar untuk segera menggauli Nona majikannya yang masih muda dan cantik.
Sherin berjalan sampai di depan pintu geser, dan disana dilihatnya tukang kebunnya yang sudah tanpa busana dan memperlihatkan sosoknya yang hitam legam dari ujung kaki hingga rambut, mengerlingkan jari telunjuk ke arahnya yang seolah-olah mengatakan, ‘Masuk lu lonte !!’, Sherin yang benci tapi horny itu menggeser pintu untuk memasuki ruangan.
Sherin pun terpaksa memenuhi panggilan Pak Udin, dan tukang kebun itu menelan ludah, nafsu hewaniahnya langsung terkumpul walaupun belum dihalo-halo dipanggil tuannya, Pak Udin kontan ngeres saat memandang majikan mudanya yang cantik berjalan menuju arahnya memakai pakaian olah raga seksi yang biasa dipakainya fitness, apalagi saat ini dia memakai rok hitam mini yang memamerkan sepasang paha putih mulus jenjangnya.
Sang Nona memasang wajah judes biasanya ke arah Pak Udin untuk meninggikan harga dirinya, dia tidak ingin pembantunya ini merasa menang mendapatkannya, walaupun sia-sia karena dari ujung jari kaki hingga ujung rambut Pak Udin sudah menjajahnya, tukang kebun itu mengelilingi Nona majikannya sambil berkacak pinggang dan bersiul.
Tukang kebun itu sedang memikirkan sebuah strategy, mengingat kejadian tadi dimana dia malah di Kickback oleh sang Nona Majikan, strategy dimana si gadis cantik takluk secara penuh dan menguasainya, dia ingin merasakan kenikmatan enak sekaligus kemenangan mutlak, bukan enak tapi malah menjadi budak.
Huff…!! Sherin membuang nafas,
(Ini semua gila ! mengenakan pakaian olah raga yang minim seksi, tanpa daleman Bra di dada dan CD menutupi kewanitaan, mendatangi tukang kebun, menyerahkan diri untuk bersedia digauli, dimana penikmat raganya sebaya kakeknya, berstatus pembantu, sudah telanjang bulat pula, ini Gila…!!), pikirnya.
Saat berada di belakangnya Pak Udin berhenti, Sherin merasakan dengusan berat penuh nafsu bejat milik pembantunya di pundak putih mulusnya, hembusan itu sialnya membuat nafsunya juga terpancing, Pak Udin mengecup kecil pundak sebelah kanannya, Sherinpun menolehkan wajah ke arahnya, dia menyambut senang dengan senyuman cabul.
“Hihihi….!!”tawanya mesum, Leeph…!!.
“Ehmh…Pak !!”dehem Sherin terangsang, saat pundaknya dijilat tukang kebunnya.
Pak Udin menyeringai saat mengetahui Sherin menerima rangsangannya bagai gayung bersambut, jari tengah kanannya menyentuh atap tangan Sherin, menjalar hingga lengan atas sambil tak berhenti mengecup pundaknya, lengan putih mulus kirinya dicengkram dengan lembut, seirama dengan cucupan di pundaknya, cucupan Pak Udin berjalan dan berganti dengan lidah menelusuri leher jenjang harum Sherin centi demi centi, berhenti disana mulut hitam Pak Udin mencupang Sherin, cengkraman di lengannya juga berubah seirama berganti elusan-elusan lembut, naik-turun-naik-turun.
“Ehmmhh…Pakk..Pak Udin..Ssshh..!!”desis Sherin memasrahkan diri karena horny,
Tangannya melingkar ke belakang, menempatkan di leher hitam kurus Pak Udin.
“Cruupph…cuph..cuph leph..!!”hisap Pak Udin gemas pada leher jenjang Sherin, sambil sesekali menjilatnya hingga leher Sherin banjir oleh liur menjijikkannya. Ngocoks.com
Masih terus mencupang, kedua tangannya bergerak menurunkan kaos fitness hitamnya ke masing-masing sisi, Sherin yang sudah pasrah itu mengangkat lengannya sendiri untuk membantu Pak Udin menelanjanginya, Pak Udin melepit kaos itu di bawah payudaranya yang menyembul sudah, dengan cekatan, tukang kebun itupun langsung menangkup buah dada Sherin si Nona majikan.
Pak Udin menangkap puting yang menggemaskan itu dan memelintirnya sembari lidahnya berpetualang ke leher belakang Sherin,
“Aaaakhh Pak…!!”erang Sherin geli-geli enak, Tangannya kembali melingkar ke belakang, menempatkan di leher Pak Udin.
Pak Udin yang merasa serangan birahinya menuju puncak kesuksesan, berniat mesum untuk meningkatkan dan meneruskan serangan, lidahnya yang sedang menggelitik leher belakang Sherin, menjalar dan menelusuri punggung bagian atas Sherin yang sangat putih bersih bagaikan batu pualam, terkadang Pak Udin melahap seolah-olah hendak memakan Sherin seandainya bisa, untung saja Pak Udin tidak bisa, jika bisa tentu sang Nona sudah habis digerogoti mulut hitam tukang kebunnya seperti orang melahap buah semangka.
Sambil terus menginvasi Sherin dengan jilatan dan remasan, Pak Udin mengangkat rok hitam Sherin, dan terlihatlah bongkahan pantat sekal Sherin, bulat putih padat bagaikan buah melon siap santap, si tua Udin menangkap kedua tangan Sherin yang melingkar ke belakang lehernya, menempatkan kedua tangan itu di sisi kanan dan kiri roknya, tukang kebunnya itu tampak menyuruh sang nona majikan untuk memegangi roknya sendiri agar dia mudah bergerilya.
Setelah pintu pertahanan itu terbuka, tangan hitam Pak Udin yang berjari kurus panjang itu langsung mencaploknya dengan rakus, Teplok…!! “Ehhmmh…”desah Sherin. Pak Udin menangkup pantat Nona majikannya dengan gemas, diremas dengan ganas dan tentu diselingi dengan serangan lidah di punggung bagian tengah Sherin, sial dia, karena kedua bagian itu merupakan titik-titik kelemahan wanita.
Pak Udin membungkuk, jilatannya turun menuju dua bongkah pantatnya, dan rabaannya turun ke paha putih mulusnya bagai bangkuang masih segar itu, Pak Udin menggerayangi paha putih mulusnya senti demi senti tidak ada yang terlewati, mengusap-usap, meraba-raba sekujur paha Sherin berulang-ulang.
Tukang kebun itu menggeser kedua belah kaki Nona majikannya lebar-lebar sehingga terlihat dari belakang belahan serambi lempit si cantik itu, Pak Udin tersenyum mesum bahagia, Udin Jr. langsung saja mengadu domba Tuannya agar dengan segera memerangi lawannya yang cantik nan bohay itu. Tapi Pak Udin langsung mengeplak kepala Udin Jr. untuk menyuruhnya diam dahulu, karena tukang kebun itu tidak ingin seperti pagi tadi malah dipecundangi sang Nona,
“Eehmh…Pak !!”desah Sherin nikmat.
Saat jari tengah nakal Pak Udin menyentuh liang serambi lempit Sherin yang masih rapat itu, Pak Tua itu memberikan sentuhan-sentuhan kecil kesana, terkadang diselingi dengan cerukan jari tengahnya melintasi sisi panjang bibir serambi lempit. Ngocoks.com
“AaanGghh…Aannghh…Ssshh”desisnya horny, Sherin mulai terbawa dengan permainan Pak Udin, serambi lempitnya mengeluarkan lendir harumnya, kontan seluruh ruangan yang ber-AC itu penuh dengan aroma semerbak itu, Udin Jr. makin gencar protes dan demo pada Tuannya dengan menulis slogan di papan bertuliskan “Bersama Kita menyetubuhi !!”.
Lendir yang terproduksi makin lama makin banyak, serangan Pak Udin semakin dahsyat dengan jilatan berjalan di sekujur paha jenjang putihnya yang halus dan mulus, terkadang mulutnya mencucup dua bongkah pantatnya pula.
Sherin lama-lama tidak kuat menahan beban tubuhnya, kakinya menekuk perlahan hingga berlutut di lantai ruangan fitness itu karena lemas, dimana Pak Udin juga selalu mengikuti gerakan Nona majikannya tanpa menghentikan sedetikpun serangan mesumnya..
Tukang kebun itu menyibak rok hitamnya yang mini itu hingga memperlihatkan body bohay anak kampus masa kini. Posisi Sherin sekarang menungging dengan kepalanya tertunduk di ruangan lantai fitness berkarpet bulu halus itu, sambil meremas-remas payudaranya sendiri.
“Eehmmhh…Pak…masukin Paakk…Sa..saya gak kuaath”desah Sherin blingsatan.
Pak Udin senang sekali Sherin kembali memohon padanya, inilah sebenarnya yang diinginkan si tukang kebun mesum itu, sebuah penyerahan total untuk kemenangan mutlak. Pak Udin yang sekarang juga berlutut dibelakang Sherin, semakin lebih nyaman dan bisa santai untuk terus menggerayangi dan mencucupi pantat Sherin yang menungging.
“Masukin apa Non…hayoo huehehehe..??”tanyanya mengejek, sambil terus mengobok-obok sisi luar serambi lempit Sherin, tepatnya di bibir serambi lempit yang tebal menggemaskan namun mungil itu, dengan celah kecil dan sempit, yang mana pasti nikmat untuk dicelup sebuah rudal.
“Pa..pake ko..konAaaanngghh…!!”desah Sherin.
Pak Udin dengan jahilnya menusukkan jari tengah kurusnya yang berkulit hitam keriput itu ke serambi lempit Sherin sedalam-dalamnya.
“Hi hi hi cihuuy…banjir Ooy !!”komentarnya norak, merasakan serambi lempit Sherin becek.
Clek..clek..clek..clek !! kobokan jari Pak Udin keluar masuk serambi lempit.
Plaaakk !!“Aaakhh…!!”. Pak Udin gemas dengan posisi nungging Sherin, sebenarnya dia
sudah ingin sekali mendoggy Nona cantiknya itu, tapi dia takut seperti kejadian tadi pagi.
“Pake apa Non hah…pake apah…??”tanya Pak Udin sembari berkali-kali menampari pantat Sherin dan mengobok-obok serambi lempit. Sesekali si tua mesum itu mencium, menjilat dan menggigit kecil pantat Sherin. Rangsangan itu terlalu nikmat buat gadis muda cantik sepertinya.
“Ko Aaahh…kon..Aaaannggh..Haahh..Hahh..Kontoooooooollll !!!”jerit Sherin jorok.
Cruuutth…!! Cuur Seeeerrr…!! Cer..cer..cruuth !! Lendir serambi lempit Sherin bermuncratan. Mana posisinya sedang menungging dan kepala tertunduk pula, dahsyat sekali.
“Hhmmpphh !! Sluurph Sluuurrpph…!!”
Pak Udin membenamkan kepalanya, dia malah senang dengan cipratan-cipratan lendir surgawi Sherin yang manis itu mengenai wajahnya. Mulutnya menyeruput dan menelan langsung lendir serambi lempit yang mendarat di lidah.
Pak Udin melahap habis-habisan serambi lempit Sherin yang melelehkan lendirnya, tak berapa lama tubuh mengejat seksinya berhenti, tanda orgasmenya selesai. Tubuh indah Sherin langsung ambruk setelah mendapatkan orgasme, dia tengkurap tepat di depan pria berumur mesum yang sedang mengocok-ngocoks alat penyatu tubuh mereka.
Pak Udin benar-benar menang strategy kali ini, gadis cantik berambut merah boundingan itu hanya pasrah dengan masih terengah-engah melihat pemerkosanya yang baru hendak mulai melalui cermin di depannya.
Ruangan fitness itu dikelilingi kaca melapisi tembok, guna melihat gerakkan fitness yang salah gerak agar hasilnya maksimal, Sherin melihat tukang kebunnya memposisikan diri tepat di belakangnya dengan gaya berjongkok.
Tangan kurus berkulit hitamnya membentangkan kedua belah kaki Sherin yang jenjang, putih dan mulus. Sedikit kesulitan menyerang dari dalam, maka dia menjongkokkan kaki kiri dan kanannya tepat di samping pantat Sherin yang tengkurap namun menjulang ke atas menantang sang pejantan.
Tangan kiri Pak Udin bertumpu di punggung Sherin, dan tangan kanannya mengarahkan rudal ke sasaran tembak yaitu serambi lempit, Udin Jr. yang dari tadi sudah putus asa karena demonya diacuhkan, kembali bersemangat 45 setelah melihat di depan mata liang surga dimana dia bisa meluncur dan bersenang-senang di dalamnya. rudal itu semakin bahagia sekarang setelah berciuman mesra dengan mulut serambi lempit.
“Pak Udiiinhh…nanti Pak !! akuh…masih..lemas heh heh !!”tawar si Nona cantik.
“Iya deh Non…ambil nafas dulu deh..!!”katanya sok baik.
Udin Jr. jadi kesal dengan Seniornya, dia menuliskan Slogan demo “Lanjutkan..!!”. Pak Udin melihat ke arah kaca di depannya, dimana Nona majikan cantiknya juga sedang menatap ke arahnya, matanya sayu seksi dengan nafas berat. Tukang kebun itu mengajak berbincang empat mata melalui media cermin.
“Udah Non istirahatnya…apa mau tiduran dulu”tambahnya lagi sok pemurah.
“Iyah Pak…sebentar yah heh heh”jawabnya terengah-engah.
“O ya udah…maap Non…kalo gitu kita lanjutin di kamar aja ya..!!”kata Pak Udin.
Sherin hanya mengangguk senang, ternyata tua bangka ini pengertian juga. Zreeeekk !!.
“Wuaaahhh…!!”erang Sherin.
“Waoowh…Bohongan deh hak hak hak Enyaakk !!”kibul si tukang kebun mesum.
“Shiit !! Shiiitt !! Ssshh…!!”desis Sherin memaki-maki dirinya yang tak berdaya dikerjai pembantu tuanya itu.
Pak Udin langsung aktif menaik-turunkan pinggulnya seirama dengan rudalnya yang juga keluar masuk. Pinggul hitamnya bertepukan dengan pantat sekal Sherin ketika prosesi tumbuk menumbuk berlangsung, tangan kiri Pak Udin bertumpu di punggung halus sang Nona majikan, sementara tangan satunya menjambak rambut merahnya yang dikuncir kuda tanpa ampun. Rambut itu terasa sangat halus bak sutra di tangan kasar Pak Udin dan harum pula, sehingga menambah gairahnya.
“Aaahh…Aaahh…Yess…Fuck me…Aaangghh !!”desah Sherin seksi. Dia mengikuti saja permainan seks tukang kebunnya, pasrah sudah dia disetubuhinya.
“Woow…Woowh…seret…enak…Nonh…Woowh !!komentar Pak Udin keenaakan.
Sherin lemas namun libidonya terundang karena merasa seksi dijadikan tempat curahan birahi Pak Udin, dia memaksakan diri untuk bangun, tangannya yang sedari tadi meremas karpet berbulu halus lantai fitness, mendorongnya untuk bangkit dan bertumpu.
Pantatnya yang tadi tengkurap seksi juga bangkit perlahan tanpa berhenti disodok, Pak Udin malah senang jika Sherin menungging, jadi dia bisa melaksanakan hoby jorok enaknya, yakni men-doggy Sherin sang Nona majikan. Yaph, sempurna sudah…Sherin bertumpu dengan lutut dan kedua telapak tangannya, kini mereka berdoggy style ria,
Pak Udin mencengkeram pinggul Sherin dan memaju mundur pinggul itu berlawanan dengan sentakkan rudalnya di serambi lempit Sherin. Wajah keduanya tampak sayu menuju puncak kenikmatan, Pak Udin lebih dulu mencapai surga itu karena tidak tahan lagi dengan jepitan legit serambi lempit Sherin.
“menyetubuhi serambi lempit lu…menyetubuhi serambi lempit luu…OhHookhh !!”Pak Udin mengejan klimaks.
Tubuh kurus berkulit hitamnya pun mengejang merasakan nikmat ejakulasi di sekujur tubuh rentanya. Spermanya menyembur berkali-kali memenuhi rahim Sherin, selama beberapa detik Pak Udin menekan rudalnya dalam-dalam di liang serambi lempit Sherin sambil bergidik nikmat menuntaskan ejakulasinya.
“Oookkh…maknyus !!”komentar Pak Udin sambil meneteskan liurnya dan jatuh tepat di pantat bohay Sherin. Plaaakk…!!, tampar keras Pak Udin di pantat Sherin, yang telah memberinya kenikmatan seks luar biasa. Plooph !!, “Aawh..!!”, jerit Sherin kecil karena Pak Udin mencabut seluruh rudalnya dengan kasar.
Lendir pelumas serambi lempit Sherin dan sperma menjijikkan Pak Udin pun membludak keluar, meleleh turun ke paha dan mendarat di karpet berbulu halus di ruangan fitness tersebut. Tukang kebun itu tersungkur lemas di lantai, terengah-engah namun puas dengan sejuta kenikmatan.
Sementara Sherin masih menungging seksi masih dalam keadaan tanggung orgasme, kepalanya tertunduk dan menatap sayu seksi ke arah Pak Udin. Tukang kebun itu tertawa terbahak-bahak menyebalkan dan menatap balik ke Sherin karena menang, dia semakin tertawa sinting melihat serambi lempit Sherin yang penuh dengan spermanya. Setelah Pak Udin mendapatkan tenaganya kembali, dia mengajak berbincang.
“Non…musik yang kemaren bagus…kaya di diskotik kampung Bapak deh!”terangnya.
(Gak mungkin diskotik lu nyetel lagu R&B…paling Campur Sari..paling top Dangdut !),
dalam hati Sherin,
“Coba tolong disetel Non…biar tambah rame…kan asyik…kita masih gila-gilaan soalnya hi hi hi !!” suruhnya mesum.
Sherin yang mencium bau pikiran mesum dari Pak Udin hanya bisa pasrah, dengan segenap tenaga yang ada, dia mencoba bangkit membelakangi si tua itu dan menuju CD player, saat berjalan ke tempat CD itu Sherin merasa sekali bahwa Pak Udin memandangi pantatnya yang seksi dari belakang.
Sherin mencoba tegar walaupun kalau boleh jujur Sherin menyukai tatapan-tatapan pria penuh nafsu ke arahnya, tidak terkecuali para pemerkosanya yang notabene buruk rupa plus berumur, sejak menjadi budak seks dia mengalami kelainan demikian.
Kemudian Sherin menyalakan musik R&B yang hari lalu disetelnya, lagu itu berjudul Baby Boy yang dinyanyikan Beyonce versi Mix. Mendengar dentuman lagu yang begitu seksi, berduaan dengan seorang gadis seksi pula, Pak Udin kembali ngeres, tua-tua nafsunya besar juga.
Tukang kebun itu tampak berniat jorok me-reply adegan tersebut tetapi dengan gaya berbeda bersama Nona majikannya yang cantik seksi itu.
Baru saja lagu itu mengalun dan dia ingin berbalik, dia merasakan sebuah tangan dengan permukaan kasar sedang meremas gemas bongkahan pantatnya, Sherin menolehkan muka ke kanan dan terlihatlah wajah tua Pak Udin tukang kebunnya, Pak Udin menyeringai mesum sementara Sherin menatap kesal.
“Kenapa Non cantik Hhmm…keberatan ??”tanyanya sambil menatap tajam penuh nafsu dan meremas kencang pantatnya.
Sherin yang teringat akan skandalnya yang diketahui Pak Udin hanya bisa membuang muka dengan kesal, dia terpaksa pasrah digerayangi tangan keriput Pak Udin, tidak jauh dari situ ada kaca yang biasa untuk melihat gerakan tangan mengangkat barbel-barbel kecil berbobot 3Kg, Sherin membuang muka tepat sekali ke arah kaca tersebut, sehingga dia bisa melihat sendiri pelecehan demi pelecehan yang terjadi pada dirinya.
Saat tangan tukang kebun itu meremas payudaranya, mulut hitam karena rokok murahan yang asyik mencupang leher jenjangnya, lidah Pak Udin yang menjilat lengan mulusnya, semuanya terlihat Sherin, gadis itu benci namun terangsang jua olehnya.
“Non…Ehmm…tolong…digedein lagunya…Ehm..diulang-ulang…lagunya yang ini aja”
suruhnya sambil terus mengerjai leher Sherin.
Sherin yang sedang on-onnya terangsang berat oleh tukang kebun yang dibencinya itu, berjuang untuk mengambil remote, sepasang mata jelitanya yang sedang mendelik-delik sayu mencoba membuka lebar untuk mancari tombol ‘Repeat This’. Dengan perjuangannya itu dia berhasil dan segera memencat tombol itu, namun tak lama,
“Aaaaahh…”desah Sherin hingga melepas pegangannya pada remote CD itu dan jatuh ke lantai ruangan fitness.
Ketika Pak Udin melahap payudaranya yang montok dengan lapar tiba-tiba. Diserang seperti itu membuat Sherin reflex berjalan mundur mencoba menjauhkan payudaranya dari lahapan rakus mulut tukang kebunnya yang sudah jelas-jelas menguasainya itu.
Tangan keriput Pak Udin mengelus-elus menjamah punggung putih mulus Sherin dan meremas pantat sekalnya, Sherin semakin mengerang-erang dikerjai pembantunya itu, dia bukan hanya bergerak mundur tetapi berputar-putar di tempat tak jelas, pikirannya sudah melayang terangsang, mulutnya menganga dan nafasnya mendengus berat saat Pak Udin mengobok-obok serambi lempitnya yang masih belepotan sperma. Keadaan Sherin memang dalam tanggung orgasme, sehingga sangatlah mudah dikerjai,
“Aahh…oohhh” Sherin mengerang panjang meraih orgasmenya dengan tukang kebun itu.
Dia mendekap erat kepala Pak Udin hingga terbenam di antara payudaranya, melepaskan semua birahi tanpa mengindahkan kehormatan yang disandangnya sebagai seorang Nona majikan.
Tukang kebun itu tertawa sinting, melihat jari tengahnya yang masih menancap di serambi lempit Sherin dan pemiliknya itu bergoyang-goyang sehingga jari Pak Udin pun terbawa kesana kemari, “Hak hak hak…dasar lontee…!!”leceh Pak Udin.
Setelah selesai orgasme, Sherin lemas dan jatuh menyamping kepelukan tukang kebunnya sendiri, Pria tua itu dengan bangga menangkap tubuh sintal nona majikannya. Pak Udin mencabut jarinya dari serambi lempit Sherin dan langsung dijejalkan ke mulut Sherin.
“A..Non A”katanya sambil menganga agar Sherin mengikutinya.
Sherin yang sedang lemas itu terpaksa membuka mulutnya dan melahap jari tengah Pak Udin yang belepotan jus Cintanya sendiri dan sisa–sisa sperma tukang kebunnya.
Pak Udin yang sedari tadi menahan birahi keduanya, merubah posisi Sherin yang tadinya menyamping menyender menjadi berhadap-hadapan dengannya, kedua tangan Sherin di lingkarkan ke leher kurusnya, Sherin sebenarnya masih lemas, tetapi percuma melarang pemburu yang sudah lapar dan sudah melukai mangsanya, pasti akan terus menggigit dan melumat mangsanya hingga habis.
Tangan Pak Udin mengarahkan rudalnya mendekati liang serambi lempit Sherin, tukang kebun itu menagih ejakulasi keduanya, sebelah tangannya menangkup pantat sekal Sherin agar tidak bisa bergerak maupun lari, Jreeess…!!, “Aaaanghh…!!”desah keduanya nikmat.
Kedua insan manusia yang berlainan strata, usia, maupun warna itu menyatu sudah, Pria tua itu sukses memimpin penyatuan kelamin mereka, sebuah dinding serambi lempit yang halus, seret lembut, basah dan juga hangat bergesekan dengan kulit rudal yang kasar dipenuhi urat-urat menonjol yang menjijikkan.
Pria tua itu serasa kembali muda gagah perkasa, bisa menyetubuhi gadis seumur cucunya itu, berparas cantik pula, maka tanpa membuang waktu yang ada, Pak Udin si pria tua itu langsung menggenjot Sherin sang nona majikan yang angkuh.
Posisi mereka jadi seperti huruf E3, berhadap-hadapan sambil berdiri, mulut hitam Pak Udin memaksanya untuk berpagutan, kedua tangannya digunakan meremas pantat dan payudara Sherin, kelamin mereka bergesekan keluar masuk.
Pak Udin nampaknya ingin persenggamaan ini lebih lama, karena itu dia menggenjotnya dengan kecepatan sedang tidak terlalu cepat agar tidak terlalu menghamburkan tenaga dan dapat menikmati kenikmatan langka ini lebih lama. Sherin sedari tadi juga sudah terhanyut oleh gaya Pak Udin yang khas itu.
Tanpa disadari dia menggerakkan tubuh bagian bawahnya menyambut hujaman-hujaman rudal ala Pak Udin tukang kebunnya. Mata pria tua itu sesekali menatap kedua payudaranya yang turut bergoyang-goyang mengikuti goyangan tubuhnya saat melepaskan adu mulutnya.
Pak Udin dan Sherin berbarengan merasakan nafsu mereka berdua baru naik ke tingkat berikutnya, dimana step berikutnya adalah klimaks, Pak Udin ingin ‘menjajal’ gaya lain pada tubuh indah Nona majikannya yang seksi karena rajin fitness itu. Tukang kebun bejat itu duduk di bangku fitness, sebuah alat untuk mengencangkan betis agar indah seperti si Nona Sherin,
“Sini non, sok bapak pangku!”suruhnya mesum.
Dengan menatap benci namun horny, Sherin menurut saja dan naik ke pangkuannya, tampaknya tukang kebun itu menginginkan gaya Cowgirl, ingin nona majikan cantiknya menaiki rudalnya dan mengendarainya, tanpa malu-malu Sherin pun langsung menuntun rudal Pak Udin memasuki miliknya.
Harapannya adalah agar dia cepat selesai dan segera bebas dari derita birahi. Begitu rudal itu masuk ke serambi lempit dan diiringi desahan, Sherin langsung bergoyang di pangkuannya, Pak Udin membalas gerakan dengan menaik turunkan tubuh berlawanan dengan Sherin, sehingga tusukan itu semakin dalam.
Wajahnya dibenamkan pada belahan dada, tangannya mengelus-ngelus punggung dan satunya meraba payudara, mulut hitam itu menangkap payudara yang satu lagi. Pak Udin menyedot dan mengulum dengan rakus, kumis tipisnya terkadang bergesekan dengan permukaan dada memberikan rasa geli dan sensasi tambahan.
Sherin yang sudah horny ditambah merasa kesal ditaklukan tukang kebun berumurnya itu, menaik-turunkan tubuh seksinya dengan gencar, menumbuk rudal dengan serambi lempitnya dalam-dalam sampai Pria berumur itu kelabakan melenguh-lenguh keenakan.
“Uuugghh…oohh…serambi lempit Non…enak banget…siy Eenghh…serambi lempit..serambi lempitk..!!”.
Ceracau tukang kebun tua itu tergila-gila dengan kenikmatan serambi lempit Sherin, desahan sang Nona cantik Sherin bercampur baur dengan lenguhan Pak Udin pembantunya hingga memenuhi ruang fitness keluarga.
Pak Udin merangkul pundak Sherin dari belakang dan menekan-nekan ke bawah, sementara Sherin bertumpu pada pundak kurus Pak Udin untuk mengangkat tubuhnya, sehingga gerakan mereka berlawanan. Mereka menceracau nikmat menuju klimaks bersamaan.
“Uaaahh…Uuaahh…Eeengh…Hhaaahh…”. Kepala mereka berdua bertengadah disertai lolongan panjang dari mulut saat mencapai klimaks yang hampir bersamaan. Keduanya menekan pundak masing-masing lawan main, CROOOOTTT !! JROOTT !! CROTT !!
Ekspresi mereka berdua, melepaskan gairah dan melupakan sejenak status mereka untuk menggapai surga bersama, tubuh mereka melekat tanpa perekat, berpelukan dengan rasa yang bercampur aduk diantara keduanya, benci dan nafsu, sehingga membuahkan sebuah gairah yang menggebu-gebu, mereka pun mengakhiri persetubuhan dengan kissing each other.
Sejenak Nona majikan yang angkuh itu melupakan sifat buruknya yang suka omel sana omel sini, setelah mendapat orgasme yang kesekian kali dari orang yang dibencinya itu. Kemesuman Pak Udin membawa kebaikan bagi Sherin rupanya. Setelah garapan ini, Sherin baru diijinkan makan siang dengan tenang.
Kali ini keberuntungan berpihak pada Sherin karena memasuki sore hari, orang tuanya pulang. Sherin senang bukan main, tentu senang untuk sementara waktu. Karena dalam beberapa hari ke depan, dengan sembunyi-sembunyi Pak Udin suka menagih jatah. Sampai akhirnya dia menemui ajalnya.
<><><><><><><><><><><>
# Warteg #
Imron dan Maman masih membicarakan rencananya dengan berbisik-bisik, hingga tak sadar akan waktu yang terus berjalan.
“Oh iya jam 5 lewat…”Imron kaget melihat jam di warteg itu.
“Bu..itu jamnya bener ?”tanya Imron pada pemilik warteg.
“Ini malah kelambatan Pak!”jawabnya.
“Waduh…iya makasih Bu!”.
“Kenapa lu Ron…?”tanya Maman penasaran.
“Berapa Bu…?? enggak udah nanti aja di jalan”jawab Imron.
“Berdua jadi Rp.10.000,-“kata Ibu penjual makanan.
“Nih..makasih Bu”tutup Imron sambil merogoh kantongnya.
“Iya sama-sama”jawab si Ibu.
“Wah…tengkyu dibayarin Ron ehehehe…!”.
“Ah gapapa…yuk Man…!!”kata Imron mengajak Maman keluar warteg.
Maman yang masih bingung itu mengikuti bosnya, bagai kerbau dicocok hidungnya, dia kembali mengayuh becak dengan Imron di atasnya.
“Gini Man…tadinya sih emang rencana gue hari ini lu mau gue janjiin cewe yang gue maksud…eh elu udah keburu nyamperin gue”kata Imron.
“Eheheh…sori Boz…abisnya udah kebelet…dari kemaren bini gua ngajakin gua tolak melulu…alesan gua capek…padahal gua mau simpen peju buat janji lu itu”kata Maman mesum.
“Buset lu gile…bini sendiri…parah luu !!”kata Imron.
“Ya beda lah tunggangannye…ehehe”jawab Maman ngeres.
“Iyalah…wajar kali…omong-omong yang mau gue kenalin ke lu itu namanya Ellen”kata Imron.
“Wah wah wah…dari namanye aje udah mantep tuh…jadi ngaceng gua…sama cantik kaya yang di kerbutin gue dan anak-anak di WC ya??”tanya Maman menyinggung Joane.
“Yap…tipe-tipe anak Kampuslah u now”kata Imron sok English.
“Hah kuno ??”tanya Maman.
“U now bolot…udahlah lo ga bakalan ngerti”kata Imron sok.
“Ya ileh…mentang-mentang lagi deket sama Bule…”sindir Maman tentang Megan.
“Heheheh gitu deh oya…”
Imron mengambil sesuatu dari kantongnya yang rupanya handphone miliknya. Pervert Janitor itu menekan sebuah nomor dan,
“Hai, Non Ellen, sudah dimana sekarang ?” tanya Imron pada seseorang.
“Saya sudah di kelas Pak, tolong cepat dong Pak, saya besok banyak kerjaan nih”sahut sang gadis memohon.
“O ya udah, tunggu bentaran yah, saya kira-kira lima menitan lagi sampai sana”jawab Imron, “dan…satu lagi, sebaiknya non abis ini buka baju, saya harap begitu saya masuk Non udah telanjang nyambut saya”suruhnya.
“Eerrr..ta-tapi Pak..”sebelum menyelesaikan protesnya atas perintah edan Imron, telepon sudah ditutup dan langsung mengakhiri pembicaraan, karena Imron tidak mau dibantah oleh budak seksnya. Maman yang mendengar percakapan tersebut semakin nepsong saja, maka dia pun sedikit mengebut.
“Man…kabar gembira…cewe lu udah nunggu siap lu garap habis-habisan okeh”
“Okeh boz makasih…”kata Maman senang.
“Kalo ga salah denger…si Bos nyuruh dia telanjang ya..??”tanya Maman lagi penasaran.
“Iya makanya lu cepet…ntar dia masuk angin lagi ”jawab Imron.
“Biar masuk angin juga yang penting cantik…Ok Boz pegangan Hiyaaa…”kata Maman semangat, sampai-sampai membalap Vespa disampingnya.
“Eh belok belok awas nabrak gila…”kata Imron, takut dengan gaya nyetir Maman yang katanya pernah mempecundangi Ananda Mikola & Moreno Suprapto yang tidak pernah berprestasi itu, padahal bisa mempecundangi mereka berdua pun bukan hal hebat, karena semua orang mampu, tepat di belokan itu ada sebuah drum berisi penuh sampah.
“Edededeh…awas geloo…!!”protes Imron.
Ckiiiiiittt…!! Becak Maman belok dengan sukses tanpa menabrak drum sampah, tentu dengan pengalaman Maman mengendarai becak, hal itu merupakan masalah yang enteng buatnya.
“Tenang aja Bos…”sahut Maman.
“Tenang..tenang…hampir aja gue balik ke alam gue…tumpukan sampah !!”omel Imron yang sehari-hari berteman dengan WC dan sampah sampai jenuh.
Mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuan, yaitu kampus dimana Imron menjabat sebagai cleaning servicenya, karena langit sudah menguning mereka pun langsung ke atas lantai 5 dimana telah menanti seorang gadis kampus cantik bohay dan telanjang sesuai request Imron sang penguasa. Imron mendorong pintu itu, Braaakk…!!
“Iyaaahh…”jerit kecil gadis cantik bernama Ellen itu sambil reflex menutupi tubuhnya yang jelas-jelas sudah telanjang bulat siap dilahap Maman.
Ellen kaget ketika sedang berjalan menuju pintu hendak melihat ke luar tiba-tiba pintu itu terbuka. Yang membuatnya lebih kaget adalah ternyata yang masuk bukan hanya Imron seorang, tadinya Ellen berpikir si Imron membawa siluman buncit jadi-jadian, sehingga Ellen pun refleks menjerit kecil sambil menutupi bagian sensitifnya dengan tangan.
Maman yang baru masuk itu langsung terbengong, matanya yang besar seperti mau copot melihat gadis cantik dengan rambut dikuncir kuda tanpa sehelai benangpun di tubuhnya, dia memang tahu bahwa akan ada seorang gadis yang sudah telanjang menantinya, tetapi pemandangan di depan matanya ini benar-benar berbeda dengan bayangannya, benar-benar lebih menggairahkan dan sesuai dengan harapan mesumnya. Imron hanya terkekeh melihat reaksi keduanya.
“Gimana Man, suka gak sama yang satu ini ?”tanyanya seraya menarik lengan Ellen yang menutupi payudaranya.
“Su..su..suka…suka banget Ron, hebat yah lu bisa dapet cewek kaya gini !!jawab Maman terbata-bata saking senang dan terangsang hingga air liurnya meneretes ke lantai.
“Nah, Non Ellen hari ini temenin temen Bapak aja yah, ini kenalan dulu dong, namanya Maman, tukang becak dekat sini, ntar Non dikasih naik becak gratis sapa tau hehehe” sahut Imron sambil menarik lengan Ellen agar dia lebih mendekat.
“I.i.iya Non..boleh banget…apalagi kalo lagi kaya begini”kata Maman mesum, sepasang mata besarnya menyapu seluruh tubuh Ellen, dari ujung kaki hingga ujung rambut.
“Tuh Man, kenalan dulu dong, biar lebih akrab !!
Maman langsung menangkap tubuh Ellen yang didorong Imron ke arahnya. Pria tambun itu memutar tubuh Ellen lalu mendekapnya dari belakang, tangannya langsung menyusuri tubuh gadis itu.
“Hehehe…kenalin saya Maman, Non namanya siapa ?”tanya pria bertubuh gempal itu sambil meremasi payudara kiri Ellen dengan gemasnya.
“Mmhh…Ellen Bang !”jawabnya sambil mendesis.
Ellen mendesah lirih saat jari-jari besar pria itu mulai menyentuh kemaluannya yang tertutup bulu-bulu hitam lebat serta menyentuh bibir serambi lempitnya.
Ia memejamkan mata dan sedikit meronta, tentu saja secara jujur ia tidak rela tubuhnya dijamah tukang becak yang tampangnya tidak kalah buruk dari Imron itu, namun sebagian dirinya menikmati rabaan pria gemuk itu. Imron hanya berdiri melipat tangan sambil cengengesan saja melihat pergumulan mereka.
“Udah ya Man, gua tinggal dulu biar lu lebih asoy, ingat !! pokoknya jangan sampai dia terluka !!” kata Imron memperingatkan sebelum berjalan menuju pintu.
“Siplah Ron, pokoknya gua mau seneng-seneng dulu sekarang, makasih banget loh !” katanya sambil terus asyik menggerayangi tubuh Ellen.
“Nah baik-baik yah Non, puasin dia kalau Non mau cepet pulang” perintah Imron sambil mengelus pipi mulus Ellen, lalu melumat bibirnya beberapa detik.
Imron keluar dari ruangan membiarkan Maman menggarap Ellen didalam. Senyum jahat mengembang di wajah buruknya, rencana tahap pertama sukses, biarlah mengorbankan barang lama untuk mendapatkan barang baru demikian pikirnya.
Imron menuju ke tempat dimana dia biasa merebahkan diri, yakni gudang yang masih terdapat Fanny dan Kusman bersetubuh, Imron pun akhirnya ikut menggenapi menjadi threesome.
“Mmhh…Bang Maman…cepet Bang…saya mau Emmhh..pulang !!”pinta Ellen sambil mendesah terangsang.
“Looh…mao kemana buru-buru…kata Bos kan Non musti muasin Abang dulu sayang” rayu Maman mesum sambil terus menggerayangi Ellen.
Sepasang payudara montok gadis itu jadi bulan-bulanan, tukang becak itu meremasnya habis-habisan, begitu gemasnya Maman pada Ellen, pantat sekal dan paha putih mulus jenjangnya pun tak dibiarkan selamat oleh tangan gempalnya.
“Kalo Non Ellen mao cepet pulang…Non musti cepet-cepet bikin Abang keluar…karena itu…kita musti kenalan lebih dalem !!”kata Maman sambil tiba-tiba menusuk serambi lempit Ellen dengan jari tengah gemuknya.
“Aaaaahh…!!”jerit Ellen hingga menggema di ruangan kelas kampus itu.
“Hihihihi…”tawa Maman mesum.
serambi lempit Ellen yang dari tadi sudah mulai berlendir, semakin becek saja dengan permainan jari Maman yang sangat berpengalaman itu.
Sebelah tangannya terus meremas payudara kiri Ellen yang putih bulat menggemaskan seperti Bakpau, bibir hitam tebal Maman terus menyedot dan lidah kasarnya sesekali menjilat leher Ellen, agar si gadis semakin takluk dan terangsang sehingga semakin mudah untuk digarap habis-habisan.
Pundak mulus Ellen sesekali dikecup Maman dengan penuh perasaan layaknya sepasang kekasih, kecupan itu berlawanan dengan remasan tangan gempal Maman di payudara montoknya, dan tusukan jari tengah di serambi lempitnya yang notabene cenderung kasar, kedua hal yang kontra itu menjadi sebuah serangan pada Ellen, seirama dengan yang dirasakan di serambi lempit dan payudaranya, dia merasakan sakit berbalut nikmat, kecupan itu merupakan kenikmatan plus yang diberikan Maman, kenikmatan itu membasuh perih yang diderita olehnya dan menggantinya menjadi nikmat, sehingga jika dikalkulasi ulang, apa yang dirasakan Ellen adalah nikmat plus plus. Hal itu dibuktikan dengan lendir yang terproduksi berlebih hingga becek di serambi lempit Ellen,
Plooph…!! “Aaanghh…”desah Ellen, Maman mencabut jarinya dan mendekatkan jarinya ke hidung besar peseknya.
“Hhmmm…wangiii…wangi banget Non Ellen…emang selalu dirawat apa khusus untuk menyambut Abang Non”katanya mesum.
Ellen memalingkan wajahnya yang sedang horny-hornynya itu, menoleh ke kanan tepat menatap wajah Maman yang hitam, jelek, seram, bau, tembem dan sedang menyeringai mesum pula ke arahnya, sebuah siksaan birahi yang bertubi-tubi. Tapi tatkala Ellen melihat Maman menghirup aroma serambi lempitnya di jari gempalnya, dia malah horny dan merasa seksi.
“Sluurrpph…”bunyi Maman melahap jari tengahnya sendiri yang dipenuhi lendir manis serambi lempit Ellen.
Ellen hanya bisa menatap kosong melihat kemaniakan seks Maman, dia semakin merasa seksi dan siap memberikan akses penuh persetubuhan pada tukang becak itu.
Mata jelita Ellen sayu seksi menatap mata besar Maman, bibir mungil merah mudanya menganga, seperti istri yang sedang terangsang ingin menggoda sang suami, melihat Ellen yang dari awal sudah seksi sekarang semangkin sekseh sajah…Maman menegak ludah. Birahinya meningkat, nafasnya mendengus berat, tanda nafsu hewaniahnya berkumpul di satu titik.
Ellen sukses besar menggoda Maman si tukang becak, entah dia tahu atau tidak bahwa hal itu akan menjadi sebuah boomerang baginya, hal yang sangat berbahaya bagi dirinya, dimana jelas-jelas di kelas itu hanya ada Maman dan dirinya, tidak ada penolong bagi dirinya.
Ellen menciptakan secara tidak sengaja dan langsung sekelumit penderitaan untuk dirinya sendiri, tentu dia tidak tahu bahwa Maman dalam beberapa hari ini telah sengaja menahan dirinya untuk berhubungan seksual dengan istrinya.
Sperma yang tersimpan selama beberapa hari itu telah siap tembak sedang mengambil nomor urut dan mengantri, dimana Maman sebagai sniper cabulnya. Maman yang sudah birahi itu segera membalikkan tubuh Ellen hingga berhadap-hadapan, mulut besarnya melahap payudara kanan montok Ellen, sementara tangan kiri Maman meremas payudara yang sebelah kiri, tangan kanan gempalnya dipakai untuk mengobok-obok serambi lempit Ellen.
Bahkan gilanya, Maman memindahkan mulut hitamnya dari payudara Ellen lalu melumat serambi lempitnya secepat kilat, tangan gempalnya yang dari tadi mengobok-obok serambi lempitnya pun pindah meremas bongkahan pantat sekal sebelah kanan Ellen. Kejadian itu terus berulang-ulang hingga membuat Ellen mendekati orgasmenya.
“Aaahh…Aaahh…Bang Maman…Aaanghh…Haaahh !!”desah Ellen horny berat.
“Sruuupph…sruupph…slurph slurph Aaahh..clek clek !”seruput Maman asyik.
Sambil menyeruput mereka bertatapan mata bertemu mata, Ellen berteriak dengan keras menjambak rambut tukang becak yang baru dikenalnya beberapa saat itu, “Iyaaaahh…Yessh, Aanggh !!”.
Ellen pun menyerah pada permainan mulut Maman, Maman yang sedari tadi naksir berat terpesona melihat kecantikan Ellen dan langsung bugil dihadapannya itu memang sudah memutuskan untuk menikmati seluruh bagian tubuh Ellen, dengan menggunakan apapun, baik itu rudal..tangan..hidung maupun mulut, kesemuanya harus merasakan serambi lempit Ellen.
“Gluk gluk gluk…Enyaaak…sshhrrpp !!”imbuh tukang becak itu.
Tubuh Ellen mengejat seksi, tangannya secara reflex mendorong kepala Maman yang masih getol menyorongkan ke depan ke arah serambi lempitnya penuh nafsu, tetapi tenaga Ellen tentu tidak sebanding melawan nafsu buas Maman, jadi dia hanya bisa mendesah pasrah.
“Aaaahh…serambi lempit Non Ellen emang enak…gurih pisan…segeerrrr !!”kata Maman.
Pria bertubuh gempal itu berdiri, kebalikannya..Ellen yang lemas karena orgasme malah duduk bersimpuh, Maman memaklumi hal itu, pengalaman Ellen tentu tidak sebanding dengan jam terbangnya.
Tukang becak itu melepas kaos hijau lusuhnya yang bergambar partai, menunjukkan pada Ellen perut buncitnya yang berkulit hitam legam khas pekerja kasar rendahan, udel hitam dan penuh kotoran itu melengkapi penderitaan pandangan Ellen.
Kalau mau jujur, tentu Ellen mau lari terbirit-birit melihat pemerkosanya yang seperti siluman itu, bahkan masih lebh mending siluman daripada Maman. Ellen yang malang sangat disayang, gadis cantik kampus itu tidak boleh lari walaupun bisa, dia diperintah oleh iblis berwujud manusia yang bernama Imron, sang bidadari Ellen ditugaskan untuk melayani nafsu bejat Siluman buncit yang bernama Maman.
Penderitaan itu bertambah saat Maman melepaskan celananya dan menunjukkan senjata andalannya, sebutannya adalah “perobek selaput dara-penghancur serambi lempit”. Melihat rudal Maman, secara refleks Ellen menutup serambi lempitnya, berharap agar benda yang berdiameter lebar sesuai tubuh gempalnya tidak jadi menggesek-gesek serambi lempitnya.
“Bang udah bang…bang Maman…ampun bang aku mau pulang.!!”iba Ellen.
Hal yang sangat mustahil, tetapi Ellen terus berharap, dia terus menjerit kecil saat Maman berjalan mendekatinya langkah demi langkah, gadis kampus cantik itu ngeri pada rudal Maman, panjangnya memang termasuk ukuran rata-rata, namun diameternya itu sangat lebar sesuai tubuhnya yang tambun, dipenuhi dengan urat-urat yang menonjol. Maman yang sudah telanjang bulat mendekati Ellen sambil tertawa cengegesan.
“Nang ning…ning nang ning nuung…nang ning” ledek Maman mesum sambil bernyanyi menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan, rudal gemuk Maman mengacung naik turun konak melihat Ellen yang ketakutan, dia juga tertawa cekikikan.
Ellen menggeser mundur tubuh sintalnya sampai akhirnya terbentur ke sebuah bangku kelas karena saking takutnya, si cantik yang tadinya bergairah menggoda pasangannya, kini menarik kata-katanya setelah melihat kejantanannya yang akan bergesekan dengan dinding serambi lempitnya, membayangkannya saja sudah ngilu apalagi sungguhan.
Permohonan demi permohonan terus terlontar dari mulut Ellen, tetapi sama sekali tidak diindahkan Maman dan menghentikan niat mesumnya, malah membuat Maman semakin bernafsu pada Ellen.
“Jangan Bang…ampun !!”mohon Ellen menyilangkan tangan di depan serambi lempitnya.
Maman dengan tenang seakan menguasai medan tempur, menangkap tangan kanan Ellen, dan dipaksa Maman mengocok rudalnya.
Melihat keadaan tanpa pilihan lain bagi Ellen, maka dia terpaksa mulai mengocok dan menjilati rudal hitam yang menjijikkan itu mulai dari kepalanya sampai buah zakarnya, semua dijilati sampai basah oleh liur.
Secara naluriah wanita Ellen semakin bersemangat melakukan oral sex pada Maman, dia mengeluarkan semua teknik menyepongnya sampai tukang becakitu mendesah penuh nikmat.
Maman yang tadinya menaruh tangannya kebelakang, sekarang menjambak rambut Ellen kasar, Ellen semakin keras mengocok batang Maman bahkan dengan variasi memutarkan tangan, Maman semakin menceracau seperti orang gila seks, tukang becak itu menangkap kedua tangan Ellen,
Ellen menatap mata Maman memelas, Siluman buncit itu langsung memaju mundurkan rudalnya menyetubuhi mulut Ellen, dia membetot kasar tangan Ellen berlawanan dengan laju rudalnya.
Dengan kasar Maman menyentak rudalnya ke mulut Ellen, hingga kerongkongannya pun tersundul dimana Ellen merasa tersedak mau muntah, hidung mancungnya terbenam di antara kerimbunan bulu Maman yang beraroma tak sedap itu, jidat licinnya bertepukan dengan perut buncit Maman sang Siluman.
“Aaaarghh…Gilaaa.aa.a !!”erang Maman menuju ejakulasi.
“Mmpph…mmph…mmph”desahan Ellen yang teredam akibat tersumpal rudal gemuk.
Maman melepas cengkramannya pada kedua lengan mulus Ellen, dan menjambak kasar rambut merah bondingan Ellen. “Aaaaakkh…. telen lonteee…teleen…Heeeeeggh…!!”, kejan Maman sekuat tenaga.
Tukang becak itu menumbuk mulut Ellen dengan rudalnya sampai Ellen terpental yang untungnya kepala Ellen yang menghantam bangku mahasiswa itu terlindungi oleh tangan gempal Maman yang menjambak rambutnya.
Crooottt…jruott..croott..crott !!.
“Hhmmpphh…hhmmpph…hmmph”desah Ellen karena mulut mungilnya dipenuhi rudal Maman yang sedang menembakkan sperma.
“Telen semuah…semuakh…!”perintah Maman karena dia tadi melihat Ellen membuang lelehan sperma melalui pinggiran mulutnya. Melihat Maman bermata besar dan melotot seram itu, Ellen terpaksa menurutinya dengan menelan sperma Maman yang kental, banyak dan rasanya asin itu, (Hueeek…!!).
Ellen langsung terbatuk-batuk mencoba menelan sperma yang masih memenuhi rongga mulutnya, Maman tersenyum puas karena berhasil mencekoki si cantik dengan sperma, dia mengangkat tubuh Ellen menggendongnya dan menaruh di atas meja belajar kampus, Ellen masih menempatkan kedua tangannya di belakang keher Maman karena takut jatuh, Maman mendekati selangkangan Ellen yang sudah terkangkang seperti huruf “V” itu.
Dia menjilatnya sebentar untuk kembali merangsang Ellen untuk memudahkan penetrasi yang akan dilancarkannya nanti gila-gilaan. Setelah kiranya cukup, Maman mengarahkan rudalnya mendekati bibir serambi lempit Ellen.
Ellen yang masih merangkul leher Maman itu hanya bisa memohon dengan menggelengkan kepala, takut serambi lempitnya dijebol habis-habisan oleh rudal gemuk Maman.
Dia ingin menutupi serambi lempitnya agar tukang becak itu gagal menyenggamainya, tetapi saat tangan Ellen bergerak melepas rangkulannya hendak melindungi serambi lempitnya, Maman sengaja menggoyang-goyang tubuh Ellen, seakan-akan memberi satu peringatan pada Ellen agar tidak boleh menghalangi nafsu bejatnya.
“Iyaaahh…”jerit kecil Ellen karena takut jatuh, dan kembali melingkarkan tangan di leher Maman yang tebal besar seperti petinju Mike Tyson itu.
Tukang becak itu tertawa terkekeh-kekeh, senang dengan ketidak berdayaan Ellen, si gemuk itu membuka lebih lebar paha Ellen mencari jalan dan merenggangkan sepasang bibir serambi lempit Ellen lebar-lebar, kepala rudal besar itu berciuman sudah dengan gerbang kenikmatan Ellen yang menjanjikan surga di dalamnya.
“Eeeenghh…!!”kejan Maman karena sempitnya. Jreeeess…!!.
“Iyaaahh….”desah Ellen panjang, yang ditakutinya datang juga, jebolnya liang serambi lempit oleh si tukang becak berperut buncit berbadan gempal berkulit hitam berwajah seram itu.
“Oooohh…Maknyuss…Eeennggh…enak tenan..ini serambi lempit..Uuugh !!”komentar Maman di sela lenguhan nikmatnya merasakan jepitan legit serambi lempit Ellen.
Maman mendiamkan diri beberapa saat menikmati jepitan legit basah nan hangat serambi lempit Ellen yang membungkus rudal gemuknya, sembari memberikan Ellen kesempatan pada serambi lempitnya untuk menyesuaikan diri yang notabene tidak akan pernah bisa sesuai lantaran perbandingan sizenya yang hil ya mustahal alias tidak mungkin.
Satu-satunya jalan adalah hanya dengan memaksa serambi lempit membuka lebar diluar batas kemampuannya, atau merobek baru bagian tertentu selaput dara.
“Mmhh…Gede Bang…Ehmm…Ellen…Iyaaaahh”belum juga selesai bicara.
Maman yang sudah nepsong berat langsung menggenjotnya brutal penuh nafsu, tangan Ellen yang tadi merangkul leher Maman, mencakar punggung pria tambun itu karena dia begitu dalam menyodokkan rudal gemuknya.
Diameter batangnya yang tidak adil dengan ukuran serambi lempit Ellen, membuat Ellen putus asa dengan masa depan serambi lempitnya, memang rudal Imron kencang dan panjang, tetapi diameter rudal Maman merobek bagian yang belum pernah terjangkau sebelumnya.
Ellen merasa badan serta serambi lempitnya terbelah dua saat itu, sebaliknya Maman merasakan serambi lempit Ellen serasa serambi lempit seorang perawan, dia tidak perlu darah segarnya, ‘yang penting rasa jepitannya Bung !!’, begitulah prinsip tukang becak mesum itu dengan bangga menyetubuhi anak gadis kampus yang cantik dan seksi seperti Ellen.
Sepasang kaki jenjang Ellen yang tadi terbuka lebar hendak merapat, salah satu usaha nihilnya untuk menghalangi laju genjotan Maman, tukang becak itupun langsung tanggap dengan mengangkat kedua betis putih Ellen ke bahunya, tangan gempalnya menangkup pantat Ellen dan kembali menggenjotnya.
Dengan gagahnya bahkan si gemuk itu mengangkat tubuh Ellen dan menggunakan gaya monyet memanjat pohon kelapa, dengan gaya ini rudal Maman terasa dalam masuk ke sela-sela serambi lempit Ellen, sebaliknya Ellen merasa serambi lempitnya seperti di aduk-aduk terobek-robek.
Maman tak tahan lagi, sambil terus menggenjot Ellen dengan menaik turunkan tubuhnya, dia berjalan menuju bangku kampus di dekatnya, tukang becak itu mengangkat tinggi-tinggi Ellen dimana serambi lempit Ellen hanya mengatup bagian kepalanya saja, lalu saat menurunkan tubuhnya untuk menumbuk dan memijat rudalnya.
Maman tiba-tiba duduk, sehingga serambi lempit Ellen terasa dalam ditusuk rudal Maman yang berdiameter mustahil itu, sperma Maman yang telah ada diujung kepala rudal besarnya pun berontak, Jleeebbh !! CROOOOTTT….!! “Iyaaaahhh…”desah Ellen. Merasakan serambi lempitnya disembur kencang sperma Maman dan mengobati sejenak liangnya yang hampir kering lecet digarap tukang becak bertubuh gempal itu secara brutal.
“Uwooohh…”erang Maman klimaks, Croott…Jrooottt…crott !!.
Semburan demi semburan memenuhi serambi lempit Ellen, sperma yang dari tadi mengantri sejak melihat Ellen telanjang bulat itu keluar sudah, Maman dan Ellen sama-sama menggeram setiap kali Maman menyemprotkan sperma, mata mereka bertatapan, Maman mendekap erat tubuh Ellen saat spermanya menyemprot, persetubuhan mereka selesai sudah.
Nafas mereka mendengus cepat, Ellen mengira ini telah berakhir, malang nian kau Ellen. Maman duduk masih memangku Ellen dengan gaya tadi, kedua betis Ellen masih di bahu gempalnya, kedua tangan Ellen masih melingkar di belakang leher Maman bak sepasang kekasih.
Wajah mereka dekat sekali, surga bagi Maman bisa melihat wajah cantik Ellen gadis kampus hadiah teman bejatnya Imron yang baru saja digarapnya, neraka bagi Ellen melihat pejantannya yang amburadul lebih buruk dari jin gundul dan bermata pencaharian sebagai tukang becak.
Walau begitu, gadis kampus cantik itu pasrah dan mata kedua sejoli itu bertatap-tatapan dengan maksud yang berbeda tentunya. Maman berdiri dan menurunkan Ellen dari papahan tubuh gempalnya, rudal gemuk yang terselimut sperma dan lendir Ellen melunak.
Ellen bagaikan ikan yang jatuh ke daratan, mencari-cari udara dengan mulut terbuka, duduk di bangku sambil melempar pandangan ke arah Maman, yang kini kembali mengocok-ngocok rudalnya agar kembali bangun dan kembali beraksi.
Maman menundukkan kepalanya dan mencium pipi Ellen, diteruskan ke bibir, mereka berpagutan beberapa saat, kemudian memisahkan diri dengan jarak dekat namun saling tatap, Ellen memandang mata besar Maman dan Maman balik memandang mata jelita Ellen.
“Uuuaahhh…!!”desah Ellen refleks.
Dengan gerakan secepat kilat yang tidak kalah dengan Super Hero The Flash, Maman langsung melahap payudara Ellen. Bibir hitam tebalnya bergantian menyusu payudara montok berkulit putih Ellen, tangannya meremas pantat Ellen dan satunya masih mengocok rudal gemuknya agar kembali sadar dari pingsannya…Berhasil !!
rudal gemuk Maman kembali mengacung, celaka bagi Ellen, si cantik itu melihat persis pula di hadapannya,
“Aaahh !!” jeritnya tiba-tiba hingga Maman yang sedang asyik itu dibuatnya kaget.
“Hah..hah…ada apaan Non..?? ada orang ??”pertanyaan tolol Maman pada wajah tololnya.
Ellen bingung menjelaskannya, karena bukan itu maksudnya, tapi…itu tuh yang ada di selangkangan hitamnya, dimana mata Ellen kembali menatap ketakutan ke arahnya.
Maman langsung konek, otaknya yang tadi hanya Celeron menjadi Pentium Dual Core. Si gemuk melihat ke arah dimana letak lemparan pandangan ketakutan Ellen, tak lain dan mutlak adalah, kemaluan gemuknya yang mengacung.
(Hue he he…ini toh yang dia takutin), dalam hati Maman. Tukang becak bertubuh gempal itu malah sengaja menangkap tangan Ellen. “Kyaaa !!”jerit kecil Ellen ketakutan.
Ketika tangan mungilnya yang berkulit putih halus dan mulus bak sutra China itu dicengkram tangan gempal Maman yang berkulit hitam. Tangan sempurna itu di posisikan Maman ke rudal gemuknya, untuk mengocoknya naik turun. Sebuah kekontrasan yang seksi, perjodohan yang serasi dan sedang terjadi.
“Bang udah bang…tadi kan udah…bang Maman, Ellen mau pulang.ya ?!”iba Ellen.
Tangannya masih disibukkan paksa oleh Maman naik turun mengocok rudal.
“Non…tau ga..waktu Abang dijanjiin sama Pak Imron dikenalin Non Ellen..Abang ampe nahan..Eeenggh enggak menyetubuhi Bini Abang…Abang biasanya Eennghh…menyetubuhi sehari empat kali..sekali main Eenggh nambah dua kali..jadi Abang biasa keluar peju dua belas kali sehari..Eeenggh ini baru aja dua kali…baru seperenamnyah pan..??”terang Maman sembari melenguh keenakan dikocok tangan halus Ellen.
(Gelo aja lu gua musti dientotin sepuluh kali kali lagi…itu sih salah lu sendiri), kata Ellen dalam hati. Edan memang si gemuk ini, bisa jebol serambi lempit Ellen bagai tragedi memilukan Situgintung.
“Itu juga Abang udah beberapa hari lo nunggunya..jadi itung aja”terang Maman lagi yang semakin membuat Ellen putus asa. (Bisa mati orgasme gua..),dalam hati Ellen.
“Ya udah…sekali lagi aja ya kalo gitu”tawar Maman. (Huff..sukurlah), pikir Ellen lega.
“Kocokin pake toket Non dong..!!”. Perintah tukang becak itu menyuruh Ellen mengocok rudal gemuknya dengan payudara montoknya.
Ellen segera menjepit rudal itu dengan daging kenyal di dadanya, pijatan itu membuat Maman merem melek keenakan, tangan gempalnya sampai meremas rambut Ellen dan menjambak kuncirannya. Tak lama kocokan itu membuahkan hasil, spermanya muncrat dengan deras di wajah Ellen.
Ellen sebenarnya ingin menghindar dan berhenti, tetapi dengan cekatan karena tanggung, Maman mencengkram tangan Ellen untuk kembali memijat dengan payudaranya, dan spermanya kembali bermuncratan hingga wajah Ellen belepotan. Maman meratakan mani yang ada di wajah Ellen, hingga wajah cantiknya mengkilap.
“Udah ya Bang…udah puas kan..??”tanya Ellen mengiba.
“Hmm…iya deh !!”jawab Maman seadanya.
Ellen berlalu hendak mengambil pakaiannya yang berceceran, namun baru saja ia selesai memunguti dan ingin memakainya.
“Stop stop Non…jangan dipake dulu ehehehe…”cengir Maman bermaksud kotor.
(Mau apa lagi nih si gendut..?!), pikirnya.
“Non cuci muka dulu di wastafel WC…pan udah sepi ini…Abang anter, trus jangan pake pakean dulu sampe Mobil, biar aja bugil gini !!”suruhnya sinting. Deg…!!, jantung Ellen kembali berdegup. Sesuai yang ditakutinya, tukang becak gemuk ini belum selesai melampiaskan nafsu bejatnya, masih berkeinginan nambah.
Maman memerintahkan Ellen untuk menaruh pakaiannya dimasukkan ke Tasnya, Maman sendiri menjinjing pakaian lusuhnya, mereka berdua keluar kelas dalam keadaan bugil. Menuju kamar mandi terdekat, Ellen menuju wastafel dan membilas wajahnya dengan air untuk membersihkan noda hina putih pekat yang melekat, Maman menaruh pakainannya dan, Teplokk…!!,
“Ehhmh…!!”desah Ellen, karena tangan gempal Maman menangkup pantat sekal Ellen yang menungging. Ellen hendak mematikan keran air karena takut Maman mulai macam-macam, tiba-tiba…Sreeekk !!.
“Kyaaa !!”jerit Ellen, karena kedua kakinya disepak Maman hingga merentang lebar mengangkang, sedang Ellen dalam keadaan menungging. Beberapa detik kemudian si cantik merasakan kepala rudal besar menempel di bibir serambi lempitnya.
Ellen yang tahu apa yang akan terjadi buru-buru memegang sisi wastafel, betul saja..”Huuunnggh…!!”geram Maman. Zreeeekkk…!!, “Aaakh !!jerit Ellen, serambi lempitnya kembali kebobolan rudal Maman yang di luar ukurannya itu. Kakinya mengejang menerima sentakkan kasar pertama Maman.
Maman langsung menggenjot Ellen seperti orang kesurupan. Cermin wastafel di depan mereka persis memantulkan adegannya. Ellen jijik sekali melihat wajah buruk Maman di belakangnya yang sedang nepsong abis, bibir hitam Maman megap-megap mengeluarkan lenguhan lenguhan nikmat, tangan gempalnya menangkap payudara Ellen sambil sesekali menampar pantatnya dengan keras.
Ellen merasa sodokan-sodokan Maman terlalu kasar baginya, seolah-olah ingin merobek serambi lempitnya, merobek ke samping, tetapi juga menyundul rahimnya, hingga membuat Ellen mendekati orgasmenya, beberapa menit kemudian tubuh Ellen mengejat-ngejat.
Maman mengetahui hal itu, dia membiarkan gadis cantik yang sedang disetubuhinya itu menikmati orgasmenya, mengucurlah cairan orgasmme dengan deras. Ellen mendesah dengan kepala tertunduk dan nafasnya memburu.
Setelah merasa cukup memberikan waktu istirahat pada Ellen, Maman kembali dengan ganas menyetubuhinya tanpa ampun, kunciran rambut boundingannya dijambak oleh Maman sehingga kepalanya kembali terangkat, Ellen kembali melihat adegan syurnya bersama tukang becak yang baru saja dikenalnya melalui media cermin wastafel kamar mandi kampus. Tubuh mereka berdua sudah mengkilap mandi keringat, Ellen semakin putih dan Maman semakin hitam legam.
”Huunngghh… Huunngghh… Huunngghh…!!”geram Maman. Si gemuk itu mendekati ejakulasinya, dia menyentak dalam-dalam namun jarang, mata besarnya semakin besar menakutkan, menceracau jorok tidak karuan dan mengejan kuat. Ngocoks.com
Maman mencengkram kencang pinggang Ellen dan menyentak kasar. Maman dan Ellen bersahut-sahutan melalui erangan nikmat, Ellen juga merasa nikmat di serambi lempitnya karena sehabis ngilu orgasme dan disembur kencang oleh sperma kental dan hangat Maman.
Kedua sejoli itu berpeluk erat saat melalui prosesi nikmat itu. Setelah keduanya selesai mengejat-ngejat nikmat, barulah tergolek lemas di lantai kamar mandi, mereka tidak peduli lagi dengan kotor atau apapun karena begitu lelahnya.
“serambi lempith..Non heh heh…Ellenh…enakh heh..bangeth !!”komentar Maman di sela-sela nafasnya yang memburu.
Ellen bangkit terlebih dahulu mengingat dia masih punya banyak tugas kuliah besok hari, Maman juga menyusul, mereka keluar kamar mandi berdua masih dalam keadaan bugil ria layaknya pasangan Bulan Madu, sperma di serambi lempit Ellen sampai meneretes di lantai itu hingga meninggalkan jejak panjang.
Mereka masuk Lift kampus, dan turun menuju lantai dasar, selama di lift Maman juga tak membiarkan sedikitpun Ellen lepas dari gerayangan tangan gempal jahilnya. Setelah itu mereka tepat di pintu utama tempat mahasiswa keluar masuk beraktivitas, dan pintu itu memang sengaja tidak dikunci Imron, disamping maling pun takut dengan sosok penghuninya, seperti Imron, Encep dan Kahar.
Maman dan Ellen pun pasti keluar melalui jalan ini, Maman yang dari tadi grepeh-grepeh Ellen tersebut dan mempunyai ide gila. Di jalan pintu utama ini, Maman menyuruh Ellen menungging, langsung saja Ellen di-doggy kembali oleh Maman hingga ejakulasi.
Setelah selesai, mereka keluar dari kampus itu dan melanjutkan perjalanan untuk menuju mobil Ellen. Mereka melintasi ruang jaga satpam di depan, dan mendengar suara ah-uh.
“Mm..sapa tuh…sapa ya Non ??”pertanyaan tolol Maman yang tidak masuk akal.
“Mana saya tahu Bang !!”jawab Ellen masuk akal, (Emang gua dukun), dalam hati Ellen.
Maman mengintip sedikit dan, (Anjriiitt…!! sama siapa tuh si Encep…buset cakep banget tuh cewek…!!), dalam hati Maman kembali nepsong.
Yang dilihat si Maman adalah Encep yang lagi asyik menggarap Jesselyn, karena Kahar sedang ada keperluan jadi dia bertugas sendirian dan meminta jasa Jesselyn ini untuk menemaninya melalui malam yang dingin itu dengan hangat tubuhnya, lebih tepat hangat serambi lempit Jesselyn sebenarnya. Dari pagi hingga malam hari rupanya Jesselyn tidak berhenti menjadi objek seks di kampusnya, tadi pagi dia digarap tukang becak, sekarang satpam. Entah dia melakukannya karena ancaman atau menikmatinya.
“Bang ayo dong…saya masih banyak tugas…!!”pinta Ellen dengan sangat.
“Oh iya iya…maap Non, yuk !!”tarik Maman pada Ellen.
Tarikan tangan Maman bukan untuk Ellen cepet pulang, melainkan dia hendak meminta jatah senggama lagi padanya setelah melihat adegan sex Encep dan Jesselyn. Maman tadi sebenarnya ingin bergabung dan bertukar pasangan, tetapi mengingat keperluan Ellen, si gemuk tidak tega juga jadi dia memilih untuk tidak bergabung namun tetap bersenggama pikirnya cemerlang.
“Dimana Non mobilnya…??”tanya Maman.
“Agak jauh Bang…aku pake baju yah..??”mohon Ellen.
“Alaaah..jangan nanti ajah”jawab Maman, Ellen ingin memakai pakaian bukan karena takut ada yang melihat, melainkan melihat si Maman Jr. yang kembali mengacung setelah melihat adegan syur Encep Vs. Jesselyn tadi. Takut kembali dikerjai oleh mereka berdua (Maman Jr. & Maman Sr.).
“Ya udah..naik becak Abang aja deh tuh..!!”tunjuk Maman pada becaknya yang kotor, sekotor otak dan wajahnya. (Gilaa…gue disuruh naek becak bugil sambil jinjing tas kuliah…!!), keluh Ellen.
Karena tak ada pilihan, Ellen menuruti kemauan Maman, mereka naik becak berbugil ria, jika ada yang melihat, pasti hanya akan berkomentar ‘Dasar pasangan sinting !!’. Maman dengan santainya mengayuh becak tanpa mengenakan apa-apa, pakaian lusuhnya ditaruh di kantung plastik.
Ellen yang kalut namun pengalaman gila ini membuatnya agak Horny juga, aneh namun ada sensasi tersendiri, tentu di Dunia normal tidak akan terlihat ada seperti ini. Setelah sampai di tempat mobilnya parkir, Maman menagih bermain short time pada Ellen.
Tukang becak bertubuh gempal itu menghampiri Ellen yang sudah bugil di dalam becak, hingga ruangan itu langsung terasa kecil dan sempit. Maman menyuruh Ellen naik ke pangkuannya dengan posisi membelakangi, Ellen terpaksa pasrah dan menduduki rudal Maman dengan serambi lempitnya, tubuhnya terpaksa membungkuk.
Setelah rudal menancap, Maman langsung menyodok sambil menaik turunkan pantat Ellen. Ellen terpaksa berpegangan pada atap becak. Becak itu menjadi ‘becak goyang’ pertama yang pernah ada di dunia. Setelah ejakulasi, Maman masih belum puas.
Ellen disuruhnya menungging bersandar pada bagasi mobilnya sendiri. Ellen hanya menggeleng-gelengkan kepala putus asa melayani nafsu Maman yang besar itu. (Gila nih gembrot…tuh perut isinya peju doang kali ya ?!), keluhnya dalam hati. Maman menyodoknya dari belakang sambil meremas payudaranya yang bergelayutan.
Cerita Sex Broken Home
Permainan seks doggy style mereka tidak lama, terakhir Maman menyentak Ellen hingga menabrak bagasi mobilnya sendiri ketika ejakulasi. Maman yang berkelojotan nikmat itu menindih Ellen, serambi lempitnya dijejali rudal gemuk yang sedang menyembur sperma yang menjijikkan.
Ellen baru diijinkan pulang oleh Maman dengan keadaan yang sudah porak poranda. Maman menyeringai puas setelah berhasil melampiaskan nafsu bejat yang telah lama disimpan untuk istrinya sendiri. Tukang becak bertubuh gemuk itu pun berlari menuju ruang pembantaian Jesselyn, ingin berkolaborasi dengan Encep.
TAMAT
Case closed for Pak Udin Vs Sherin, Ellen Vs Maman, Kusman Vs Fanny, Agus Jujun Mumung Vs Jesselyn also Encep.
Next Star – Jesselyn, Ivana, Sieny, Joane, Devi and Twins.
Sherin, Ellen, Fanny just as Guest Star.
Imron, Kusman, Encep, the Pedicab Driver (Maman, Agus, Jujun & Mumung) and maybe other as the Penetrator Predator.
Copyright (c) 2009 Diny Yusvita & Mr. Shusaku Kato. Original Idea by : Diny.
Ditulis & diimajinasikan oleh Diny Yusvita Anggraini,
Terinspirasi & tergugah oleh Nightmare Campus Series,
Direvisi & disetujui untuk dipublikasi oleh Mr. Shusaku.