Bunda Maya

Folder Bunda - Blog Cerita Dewasa Ngentot Yang Selalu Update Cerita Ngentot Terbaru Setiap Hari..

Istri Cantik Berjilbab

Istri Cantik Berjilbab

Cerita Sex Istri Cantik Berjilbab – Namaku Dendi, istriku Karunia Dewi, umurku 33 tahun sedang istriku 29 tahun. Kami mempunyai 2 orang anak, 1 perempuan bernama Intan dan satu laki-laki bernama Revan.

Anakku yang perempuan berusia 5 tahun sedang adiknya 3 tahun. Kami tinggal di daerah Antapani Bandung, aku bekerja sebagai staff Finance di sebuah Perusahaan swasta di daerah Rancaekek, sedangkan istriku adalah ibu rumah tangga.

Kehidupan seks kami selalu hangat, bahkan terkadang melakukannya di depan anak anak kami, walaupun tidak tiap hari kami melakukannya, karena kadang aku capek karena sibuk urusan pekerjaan.

Istriku sehari hari mengenakan hijab terutama saat di luar rumah, sedang saat di rumah hanya kadang-kadang saja. Istriku mempunyai paras yg rupawan, mirip artis pemeran Amira driver OK Car di sitkom sebuah televisi swasta.

Cerita Sex Istri Cantik Berjilbab Ngocoks Tinggi istriku 168 cm, aku sendiri 172 cm, tubuhnya lebih montok dan lebih berisi di banding saat kami belum menikah yang cenderung agak kurus, payudara istriku terbilang besar berukuran 36 C dan karena menyusui anak kami sehingga puting istriku sangat besar sebesar kelereng dan kehitaman.

Istriku seorang yg mudah bergaul, dalam urusan seks dia tak segan mengungkapkan keinginannya, fantasinya dan tidak mengenal tabu untuk berbicara kotor saat sedang aku setubuhi meski sehari hari menggunakan hijab.

Seperti saat itu kami sedang melakukan hubungan badan, kedua anakku sudah tertidur, kami berdua sudah telanjang, hanya hijab yang masih menempel di kepala istriku, aku memang lebih menyukai saat menyetubuhi dengan istriku saat dia masih mengenakan hijab.

Saat itu aku aku sedang memenyetubuhi istriku dari belakang dengan posisi berdiri dengan satu kakinya di atas ranjang.

“Dewi”: “ah..kencengin pah…mamah mau keluar”.

Aku”: ” ia mah”serambi lempit mamah makin hangat”. Aku percepat entotanku sambil kuremas remas susunya bergantian, air susunya pun muncrat muncrat.

Istri: “pah, cupang leher mamah”. istriku paling suka kalau dikentot sambil dicupangin mau itu leher , susu, atau ketek sekalipun. Aku cupangin lehernya sampai berwarna merah.

Istri:” akh pah, mamah gak kuat lagi, mamah keluar” istriku mengejang beberapa kali.

Isteriku: ” papah juga mau nyampe mah..” Tak lama pejuku pun keluar di dalam serambi lempitnya yg masih berkedut kedut, lau kami berbaring kelelah di kasur. Sambil berbaring dan menonton video porno yang kami putar, kamipun mulai berbincang.

Dewi:” Pah banyak banget keluarnya pejuh kamu, ini sampai meleleh dari serambi lempit aku”. Kulihat pejuku sebagian keluar dari serambi lempit istriku yang berbulu lebat, meskipun lebat tapi cukup rapi.

Aku: ” ia, soalnya mamah hot banget malam ini”.

Dewi: ” bukannya mamah tiap malam juga hot pah, hehe.., atau karena papah lagi sange banget karena cerita mamah tadi sore”?

Istriku memang tadi sore telepon aku waktu masih di kantor dan cerita bahwa sewaktu ke mini market di godain sama manager mini market. Bahkan saat mau keluar mini market, pantat semoknya sempat ditepok sama si Manager.

Aku:” Ia, papah jadi horny denger cerita mamah, hampir saja ngocok sendiri di kantor”

Dewi:” jiah, segitunya papah, bukannya marah pantat istrinya di tepok orang, malah horny”.

Aku:” papah gak marah, malah bangga mamah ada yg godain, berarti istri papah menarik, haha…ha”.

Dewi:” ikh papah.. hehe..”.

Aku: “ceritain lagi yg jelas mah, gimana sampai mamah digodain dan pantat mamah di tabok… hehe”.

Dewi:” bukan ditabok pah..haha.. ditonjok..”.

Aku” akh mamah, ceritain lagi yang detail”.

Dewi:” jadi gini, tadi mamah keluar sebentar mau belok popok Revan, Revan kan tidur, mamah pikir gpp tak tinggal bentar, mamah pergi dech sama Intan ke mini market di sebrang.

Waktu mamah masuk sepi aza tu mini market, cuma ada seorang ibu tua lagi belanja, kasirnya lagi asyik ngobrol, kayaknya sih sama managernya.

Waktu mamah masuk mereka berdua pada ngeliatin mamah, mungkin karena mamah cantik kali ya pah”.

Aku: ” mamah aza geer kali”.

Dewi:” Memang mamah cantik, kalo gak cantik mana mau mata keranjang kayak papah sama mamah..hehe”.

Aku:” terus gimana lagi mah”?.

Dewi: jadi mereka terus liatin mamah, mamah balik liatin mereka, mereka pura pura liat keluar, eh abis itu liatin lagi, kayak mamah maling diliatin terus gerak gerik mamah, padahal mamah cewek alim pakai hijab”.

Aku:”ia pakai hijab, tapi mamah suka pakai baju sexy dan celana ketat”.

Dewi:”hehe, papah tau aza, mamah padahal pakai kemeja longgar pah, cuma celananya celana kain yang agak transparan yang warna putih itu tu”.

Aku:”tuch kan, itu bukan cuma kekecilan dan ketat tapi agak transparan, pasti CD mamah nyeplak dech”.

Dewi: ” hehe, ia palingan pah, mereka bisa liat bayangan cangcut mamah, apalagi mamah pakai cangcut warna item”.

Aku:” tu kan kebiasaan sich pakai yang transparan”.

Istrku memang sering pakai celana model kain ketat yg mencetak pinggulnya.

Dewi:” hehe, tapi papah juga gak pernah melarang”.

Aku” ye… mamahnya aza yang bandel, eh trus gimana lagi mah”?

Dewi:” ya, terus mamah bayar di kasir, biasa aza gak ada lagi yang terjadi , eh pas mamah mau pulang, managernya bilang makasih ya item….

Trus mamah tanya siapa yang item mamah kan walau gak putih2 amat tapi gak item, dia jawab, itu tu yang item sambil nunjuk ke pantat mamah.

Ooo.. ini, mamah tersipu malu, terus dia bilang mbak koq berani pake hijab tapi bawahannya agak transparan, mamah balik nanya dia, memang kenapa? trus dia bilang ya gpp mbak, tapi boleh kenalan, yau dah kita kenalan pah, dia minta no hp mamah juga.

Aku:” Trus mamah kasih”?

Dewi:”hehe, mamah kasih pah, kita tukerna no hp, trus tiba-tiba banyak anak sekolah masuk, trus mamah pamit pulang, pas mau pulang pantat mamah ditepok sama dia pah”. Aku:” terus mamah marah?

Dewi:”hehe nggak pah, untung anak2 sekolah tadi gak pada liat, cuma kasirnya saja yang liat dari tadi mesem2 aza”.

Aku:”Koq bisa gak marah, itu kan pelecehan?.

Dewi:” hehe orangnya ganteng pah, masih muda, mungkin 25 tahunan, lebih ganteng dari mamah…ckikikik” istriku sambil tertawa.

Aku:” pasti mamah mau menyetubuhi sama dia kan?”.

Dewi:”ikh si papa to the point aza”.

Aku:”trus dia ada hubungi mamah setelah mamah pulang?

Dewi:”ada dua kali telpon, tapi mamah cuekin, kan belum izin ke papah”.

Aku:”ya, kakalu mamah heppy dan ok, mamah gak malasah”.

Dewi:beneran pah, tau gak pak pah tadi pas kita menyetubuhi mamah bayangin sedang dientot sama dia, jadi gimana gitu rasanya”.

Aku:” waduh…pantesan tadi mamah hot banget, ngomong-ngomong dia masih single atau sudah nikah mah”?.

Dewi: “Siapa pah”?

Aku: “ya mamah pupra-pura itu, siapa namanya papah belum dikasih tau tadi”?

Dewi:”Asep pah, katanya masih bujangan, bilangnya belum punya pacar, trus mamah tawarin saja kalau pacaran sama mamah gimana”?.

Aku:” trus dia bilang apa, mau jadi pacar mamah”.

Dewi:” ya elah, hehe mamah gak bilang gitu koq, cuma godain papah saja”.

Aku: kirain, tapi beneran gak mamah mau menyetubuhi sama dia”?

Dewi:” Mau pah, kalau boleh…hehe..katanya mamah cantik bilang dia, juga sexy dan berani”.

Tiba tiba anak kami yang paling kecil menangis, istriku segera bangun menghampiri.

Dewi:’Mungkin Revan haus pah, mamah susui dulu ya, papah gak pengen nyusu lagi’?

Aku:” kayaknya papah udah mah, mau tidur saja, kasihan nanti jatah Revan habis oleh papah”.

Dewi:” ya sudah papah tidur sana gih, besok nanti kesiangan”.

Aku: ia mah, mamah gak pakai baju dulu?

Dewi:” nanti saja Pah, kasihan Revan sudah kehausan.

Kulihat istriku mulai menyusui Revan dengan bertelanjang hanya jilbab yang melekat di kepalanya.

Pagi-pagi aku terbangun, anak ku Intan malah sudah siap2 mau pergi sekolah.

Aku mau segera pergi mandi, tiba2 ponselku berdering, kulihat salah satu bosku pak Fadli telepon dia Head of Finance ditempatku bekerja.

Agak heran juga kenapa pagi-pagi di telepon.

Dia mengabarkan tidak bisa ke kantor dan minta aku mengirimkan sebuah berkas penting, sudah siap di mejanya.

Singkat cerita aku sudah siap berangkat, kulihat istriku masih di dapur, cuma memakai kaos dan jilbab dikepala, tidak memakai celana, hanya celana dalam warna biru.

Kupeluk dia dari belakang.

Istriku:”akh, Papah ngagetin mamah saja, awas kalau horny”.

Aku: “hehe, mamah sich pagi2 gini cpakainnya kayak gini, cuma gak pakai celana, cuma CD doang”.

Istriku:” hehe lagi mau tampil sexy saja Pah, pakai cangcut doang, Papah gak pengen?”.

Aku:”ya ini rudal Papah sudah ngaceng, tapi Papah harus cepat2 berangkat ada urusan penting ada berkas yang harus dikirim ke Kantor Pusat punya Bos Fadli katanya dia gak masuk kantor”.

Istriku:”Apa dia sakit?

Aku:”gak mah, katanya lagi ada masalah, gak tau apa dia gak bilang”.

Singkat cerita aku pergi berangkat ke kantor, sebelumnya mengantar anakku intan ke sekolah TK terlebih dahulu.

Sampai di kantor aku segera mengirimkan berkas yang diminta pak Fadli ke kantor pusat melalui kantor perwakilan.

Sekita jam 10 pak Fadli telepon lagi, aku disuruh menemuinya setelah pulang kerja di sebuah tempat makan, katanya dia mau curhat.

Aku dan pak Fadli sudah lama kenal, kami sama-sama sempat bekerja di sebuah perusahaan di Bekasi.

Aku pindah duluan ke Bandung karena istirku lebih senang dekat dengan keluarganya di Bandung, sekitar 5 Bualan kemudian secara kebetulan Pak Fadli bergabung lagi denganku di tempat kerjaku yang baru di Rancaekek.

Pak Fadli sudah berusia 40 tahun tetapi istrinya masih muda seumuran dengan aku sekitar 32 tahun, istrinya lumyan cantik dan tinggi dengan hidung mancung, maklum dia blasteran Arab, aku dua kali bertemu dengan istirnya saat acara Family Gathering Perusahaan.

Saat itu dia memakai hijab, tapi kata pak Fadli sehari-hari dia tak berhijab hanya berhijab saat ada acara penting atau bepergian saja.

Sorenya aku segera menemui Pak Fadli di sebuah restoran dekat kampus ITB, kami biasa ngobrol di sana.

Pak Fadli bercerita dia sedang mengalami masalah Rumah tangga dengan istrinya, dia curiga istrinya selingkuh, sudah 3 bulan lebih dia tak mendapat jatah dari istrinya, istrinya sering bepergian, 2 anaknya kadang dititipkan di tempat mertuannya.

Pak Fadli meminta aku membantu menyelidiki istrinya apakah dia benar menyeleweng atau tidak, aku sebenarnya mau membantu tapi agak keberatan dan tidak mau ikut campur urusan Rumah tangga orang, aku menyarankan ke pak Fadli untuk menyelidiki melalui teman-teman dekat istrinya.

Akhirnya dia menyetujui saran dari saya.

Sekitar lewat magrib aku pulang ke rumah, begitu dengar suara mobilku anakku intan langsung berlari menyambut kedatanganku, kutanya kemana ibu, katanya ibu sibuk maen hp terus.

Aku segera masuk ke dalam rumah, kulihat istriku yang saat itu memakai baju kurung warna ungu dan jilbab warna putih sedang duduk di sofa dan menggengam HP nya dan anakku Revan sedang mainin mobil mobilan di lantai.

Aku: “tumben papah datang tidak di sambut”.

Istriku:’maaf Pah, lagi asyik balas WA, tadi papah kemana aza, mamah telpon 2x tidak diangkat-angkat”.

Aku:”Ia, Papah lupa, tadi ketemu pak Fadli, HP ketinggalan di Mobil”.

Istriku:”memang ada apa, kata papah tadi pagi dia lagi punya masalah”.

Aku:”Biasa mah, masalah rumah tangga, di curiga istrinya selingkuh”.

Istriku: “Masa sich Pah?, dulu waktu ketemu diacara gathering baik2 aza”.

Aku:”nanti dech mah ceritanya, papah pengen mandi dulu terus makan, mamah koq sibuk maen hp terus, memang lagi WA sama siapa?.

Istriku:” hehe, dengan Asep Pah”.

Aku:” Ya sudah mamah sekarang masak air dulu papah mau mandi air hangat.

Malamnya setelah nonton tv istriku mengajakku bercinta.

Istriku:”Pah, ngewe yuk, dari tadi siang mamah horny si Asep godain mamah terus melalui WA”.

Aku tanpa basa basi langsung membopong istriku ke ranjang, kebetulan kedua anakku sudah tertidur. istriku sudah tidak mengenakan hijab hanya memakai baju tidur transparan warna pink, bh warna coklat dan celana dalamnya warna krem dapat terlihat jelas dari luar.

Aku langsung menindih istriku dan mulai menciumi birirnya, kami saling melumat, tangan ku tak tinggal dia meremas susu istriku bergantian kiri dan kanan. “cup..muach..ckck ”

Sambil kami berciuman kemudian istri saya bilang”Pah buka aza dasternya, susu mamah jangan di remas, di isep saja, sayang asinya kebuang percuma”.

Memang bh dan daster istriku menjadi basah karenasusunya aku remas asinya mulai keluar, aku segera melepas bajuku dan celana juga melepas daster istriku, tinggalah istriku hanya mengenakan cd & bh saja.

istriku mulai meremas -remas rudalku.

Istriku:” Pah, buka aza kutang mamah, isep puting susu mamah”.

Segera kulepas bh istriku dan kujilat, ku isap puting susu istriku bergantian kiri kanan, nikmatnya minum susu langsung dari sumbernya. Istriku sambil mengerang terus mengocok rudalku.

Aku lepaskan cd ku sehingga sudah telanjang bulat.

Istriku: akh…Pah, cupangin susu mamah”.

Cplak..cpalk aku sedot pinggiran puting susu istriku yang sebesar kelereng sampai muncul warna merah merah di sekitar susu dan putingnya.

Kami kembali berciuman.

Istriku:’ Pah aku isep dulu rudalnya Papah ya”

Tanpa menunggu jawaban dari saya, istriku bangun dan aku terlentang, istriku mulai menjilat rudalku sampai ke buah zakarnya, itu memang keahliannya, aku tak tinggal diam, aku cobel serambi lempit istriku dari sela-sela cdnya.

Istriku:”Sudah Pah, lepas saja cangcut mamah”.

Saya segera melepasnya, dan dengan posisi 69 kami saling menjilati kemaluan kami.

Tiba-tiba istriku teriak,”akh pah itil mamah kena, ia isep yang kuat disitu”.

serambi lempit istriku semakin banjir, bulu kemaluannya semakin basah.

Istriku:” Pah, mamah gak kuat lagi cepat tusuk, masukin rudal papah”. Dengan posisi konvesional aku segera masukan rudalnya yang sudah tegak sempurna ke serambi lempit istriku.

“akh..akh..oh yes.. genjot yang kuat Sep”.

Rupanya istriku sedang membayangkan disetubuhi oleh si Asep.

Aku:”Gimana Mah? rudal Asep besar”. Istriku: Besar benget Pah, lebih besar dari rudal Papah, akh..akh..oh god, pah cepetin ngewenya, mamah mau keluar”.

Aku percepat genjotannku, tak lama istriku menjerit”akh mamah keluar pah” saking kerasnya berteriak, intan yang tidur di ranjang sebelah sampai terbangun dan seperti mau menangis.

Inta:” ikh papah sama mamah koq berisik banget maen kuda-kudaanya”.

Aku:” Mamah sich, cepet tidurin lagi intan”.

Intan atau revan memang sudah biasa melihat ayah ibunya bersetubuh.Istriku segera bangun dan ngelonin intan.

Istriku” Intan bobo lagi ya, mamah belum selesai kuda-kudaan sama papah”.

Intan: “koq kuda2annya seringnya malam, kan ganggu intan tidur”. Istriku:”Siang kan papah kerja, dan kalau malam biar gak ganggu intan sama dedek Revan, mamah janji gak berisik lagi dech”.

10 Menitan Intan pun tertidur. istriku segera pindah lagi ke ranjang kami.

Aku:”Tumben cepat keluar, biasanya harus papah entot sambil berdiri dulu”.

Istriku:”hehe… gak tau pah”.

Aku: Palingan karena mamah bayangin Asep”.

Istriku:”Ayo pah, kita ngewe lagi sambil berdiri, biar papah cepat keluar”.

Istriku segera berdiri dan agak menungging.

Aku segera memasukan rudalku lagi dan mulai menggenjot istriku lagi.

Ku entot dari belakang sambil beridiri, kedua tangannya ku pegang…Plok..plok..plok, bunyi saat pahaku beradu dengan pantat istriku.

Tak lama istriku mengerang lagi.

Istriku:akh…oh…oh.. Pah..mamah mau keluar lagi”

Aku:”Tunggu mah, papah bentar lagi, aku terus genjot lagi keras keras.

Aku:” Akh papah mau keluar mah”. Istriku: Mamah juga pah…mamah keluar akh…akh.

Aku: Papah juga keluar mah”.

Kubenamkan rudalku dalam dalam ke serambi lempit istriku.

Pejuhku muncrat banyak sekali.

Akhirnya kami berdua rebahan, kami masih menyetubuhi sekali lagi, sampai akhirnya kami kelelahan.

Kami akhrinya berbaring berdampingan, sambil istriku memainkan rudalku dengan tangannya.

Aku:”Mah, ceritain dong, si Asep WA apa saja”.

Istriku:”Awalnya basa basi tanya kabar, terus koq gak kelihatan belanja, terus dia mulai goadin aku Pah”.

Aku:” Godain gimana Mah?

Istriku:”awalnya nanya pakai baju apa, celananya tipis lagi gak, nanya juga pakai beha warna apa, cd warna apa, macem-macem dech pah”.

Aku: Satu-satu dong mah, biar lebih jelas”.

Istriku:” Papah penasaran banget ya?

Aku:” Ia lah mamah sampai sibuk gitu pegang hp terus”.

POV Istriku.

Siang itu aku baru habis pulang menjemput anakku Intan dari sekolahnya.

Setelah memberi makan anak-anakku, aku mengambil hpku dari dalam tas, ternyata ada 2x panggilan tak terjawab, kulihat ternya dari Asep, mau ku telpon balik, tapi gengsi rasanya,.

aku buka WA saja, rencanya mau ku WA dia, eh ternyata dia sudah WA aku duluan.

Asep:” hai mbak apa kabar, koq aku telpon gak pernah diangkat”.

Aku: ” maaf Sep, biasa emak-emak, sibuk ngurus anak.

Asep:” Sekarang lagi apa nich”.

Aku::” Lagi duduk aza di sofa, anak-anak pada asyik sendiri, kamu sendiri emang gak sibuk apa?

Asep:” Ya, aku duduk duduk doang, yang kerja anak buah”.

Aku:” ikh Sombongnya, jadi tiap hari cuma duduk duduk doang nggak kerja?

Asep::” ya gak juga, cuma ini lagi nyantai aza”.

Aku:” Oooh gitu”.

Asep:” Eh mbak boleh curhat gak”.

Aku:” memang mau curhat apa? ada bayarannya nggak ya”.

Asep:” ya kalau harus bayar, nanti aku trasfer dech”.

Aku:” hehe, becanda aza sep, emang mau curhatin apa sich”?.

Asep: ” Tentang pacar aku mbak, ibu aku minta aku cepat nikah, pacar aku itu masih sma kelas 3, katanya mau kuliah belum mau nikah dulu”.

Aku: “jangan jangan pacar kamu yang kemaren waktu aku belanja rame rame masuk minimarket itu bukan?, waktu kamu tepok pantat aku”.

Asep:” akh mbak, saya jadi malu, bukan mbak,saya gak kenal mereka, aku tepok pantat mbak abis gemesin, aku juga gak tau bisa nekad gitu hehe, unutk mbak baik gak marah”.

Aku:” alah paling udah biasa kamu godain ibu-ibu muda atau anak-anak sma, hayo dah berapa banyak yang kamu tepok pantatnya”.

Asep: “Ada dech mbak, koq jadi bahas itu”.

Aku:”Abis kamu nakal, kamu bisa dijerat UU perbuatan tidak menyenangkan lo.. untuk akunya gak merasa malah senang hehe, ya udah kamu mau cerita apa”.

Asep:” Jadi gini mbak aku sebenarnya udah mulai bosa sama pacarku, ke kanak-kanakan banget, aku lebih suka yang dewasa kayak mbak Dewi”.

Aku:” jiah, itu mah modus kamu aja mau godain aku kan”.

Asep: Sumpah mbak beneran”.

Asep melanjutkan:” Beneran mbak, aku lebih suka sama yang lebih tua, apalagi berhijab, pokoknya mbak banget dech”.

Aku:” Tuch kan itu modus kamu aza, emang apa yang kamu suka dari mbak”.

Asep:” Ya mbak dewasa, udah gitu hehe, sexy, hijabers masa kini”.

Aku:” Maksudnya gimana”.

Asep:” Ya kayak yang diisntagram mbak banyak tuch photo cewek-cewek berhijab tapi pakaiannya ketat, kadang tipis, roknya nyetak pantatnya, hehe kayak mbak sampai saya tahu warna cd nya”.

Aku:” Kamu mesum, jadi kamu suka yang seperti aku karena gitu ya, aku mah dah biasa pakai celana ketat, atau rok ketat tipis sampai cangcut aku keliatan, suami aku cuek-cuek aza sich, aku memang rada suka eksib gitu”.

Asep: Ya gitu mbak, hehe mesum-mesum juga biar dech, aku memang gitu, aku nungguin mbak belanja lagi, pengen tau pakai warna apa lagi..hehe”.

Aku:” Aku lagi males belanja, stock kebutuhan aku masih banyak, lagian males ada kamu..hehe”.

Asep: ” kirim emotion sedih)

“.

Aku:’ Kenapa?. Asep:” gpp, mbak sekarang pakai baju apa nich?

Aku: “Apa? pasti ngiranya aku kayak kemaren, aku pakai baju gamis kurung jadi gak ketat”.

Asep:”Yah…kecewa dech aku, mbak boleh nanya gak? tapi jangan marah?

Aku:” tergantung kamu mau nanya apa dulu”.

Asep:” Gak jadi dech”.

Aku: ” Kamu mau nanya aku pakai daleman gak, ya pakailah, aku pakai Cangcut pakai kutang juga.

Asep: ” hehe.. hampir tepat, padahal aku mau nanya mbak pakai cd warna apa, trus bh nya warna apa juga”.

Aku:” memang penting, koq nanya gitu,(tapi aku jawab juga) aku pakai cangcut warna merah, kutangnya warna abu-abu, jangan ngebayangin ya”.

Asep:”justru aku lagi ngebayangin mbak, aku lagi ditoilet nich”.

Aku langsung berfikir yang bukan-bukan” hayo mau ngapain, mau ngocok ya”.

Asep: Mau kencing mbak, hehe kalau bisa sekalian ngocok kalau mbak mau bantuin”. Aku: ” yeah, maksud aku kamu mau ngocok tangan karena kotor, dicuci gitu”.

Asep:” yeah hehe..”.

Aku:” udah kencingnya, gede gak,”.

Asep: ” hehe kirain mbak gak mksud ke situ”.

Aku:’ aku tuch tau banget cowok mesum kayak kamu”.

Asep:” Boleh aku photo”.

Aku:’ katanya curhat ini malah jadi ngelantur, tapi boleh kirim dong photonya, aku mau lihat”.

Asep: ” hehe siap mbak”. tak lama ada sebuah photo masuk.

Aku:” Waduh, udah ngaceng gitu rudal (aku kelepasan ketik dan sudah ku kirim).

Asep:” Mbak boleh telpon gak”.

Aku:’ mau ngapain”.

Asep:” Mbak ngerti dech bantuin mbak, mau dikeluarin”.

Aku:” Kamu mau kencing aja minta telpon minta bantuin ke aku, memang bisa”.

Aku pura-pura gak ngerti.

Asep:” yeah mbak koq pura-pura”.

Aku:” hehe yang jelas ngomongnya mau apa”.

Asep:” Iya dech, bantuin aku ngocok rudal mbak, dari tadi udah horny bayangin mbak, kita phone seks”.

Aku:” yeah, kamu nakal amat, istri orang diajak phone seks, gak akh entar imej aku jelek, kamu sebarin nomor hp aku”.

Asep:” Nggak dong mbak, nomor mbak aku simpen baik-baik buat aku aza, gimana mbak”. Aku:’ ya udah kamu telpon aku sekarang”.

Asep” ok Mbak (Sumringah sekali dia).

Akupun mengajak anak anakku main di kamar, aku sambil rebahan, tak lama hp ku berdering, asep sudah menelepoinku.

Aku:’Hallo Sep”.

Asep: (Suaranya bergetar)” mbak kocokin rudal aku dong”.

Aku:” Langsung aku isep aza ya sep..slruup…slruupp,”.

Asep: ” Akh mbak, aku buka baju mbak ya, aku buka juga beha ama cd mbak sekalian”.

Aku: ia buka baju mbak Sep, kutang mbak juga, cangcutnya jangan, nanti kamu masukin dari sela-sela cangcut aza”.

Asep: “Oke mbak, aku hisap susu mbak, manis banya asinya”.

Aku:” Ia sep, ini mbak juga lagi remas-remas susu mbak snediri, dan raba-raba serambi lempit mbak”.

Asep: Aku gak tahan lagi mbak, aku masukin rudal aku ya ke serambi lempit mbak”.

Aku:” Ia Sep, masukinnnya sambil berdiri aza, itu gaya favorit mbak sama suami, ayo ewe mbak sambil berdiri ya”.

Asep: “Aku masukin mbak, gimana kerasa gak”.

Aku:’ia Sep, rudal kamu besar, ngganjel, ewe aku yang kenceng”.

Asep: ia mbak, aku gak tahan mau keluar”.

Aku:” keluarin didalam serambi lempit mbak sep”.

Asep: Akh, aku keluar mbak akh lega”.

Aku:” banyak banget pejumu sep, photoin dong”.

Asep pun mengirimkan photo rudalnya yang mulai layu, dan tampak peju banyak sekali di lantai dan tembok kamar mandi.

Aku:” gimana sep, capek”.

Asep: lemas mbak tapi puas, mbak kirimin photo serambi lempit mbak dong”.

Aku:” satu aza dulu ya Sep, udah sore takut suami aku keburu pulang”.

Aku kirimkan photo aku, tapi masih memakai celana dalam, cuma kusampirkan cdaku agar kelihatan belahan serambi lempit aku dan bulu-bulunya yang lebat.

Asep::” wah mbak indah sekali, aku suka yang banyak bulunya”.

Aku:” Masa, itu suami aku yang suka bulu baok aku lebat Sep. ya paling aku gunting dikit biar rapih gak keluar bulunya dari cangcut”.

Asep:” Kapan-kapan video call dong mbak”.

Aku:” Kenapa gak langsung ketemuan aza Sep”.

Asep:’ Hah, ntar sumai mbak marah”.

Aku:” udah dulu ya Sep, suamiku kayaknya pulang, aku denger suara mobilnya”.

Aku pun buru-buru menutup telepon dari Asep dan merapihkan bajuku, intan sudah lari keluar, aku gendong Revan ke ruang tamu., dan duduk di sofa pura-pura sibuk maen hp. Semua kuceritakan ke suami ku setelah kami menyetubuhi tadi.

Suami: ” oh jadi pas papah pulang mamah baru habis phone seks to”.

Aku cuma mesem saja.

Aku: Trus papah ceritain dong tadi pak Fadli ngomong apa aza?

Bersambung… Aku:”jadi pak Fadli cerita, kalau dia curiga istrina selingkuh”.

Wife: “Koq bisa pah”. Aku: “Katanya sudah 3 bulan mereka gak berhubungan badan, terus sering ribut, istrinya sering pergi dari rumah kalau pas Fadli kerja”.

Wife:” Sampai tiga bulan gak menyetubuhi, aku 3 hari gak menyetubuhi aza udah gimana Pah”. Aku:” hush dasar mamah”.

Wife: ” trus pak Fadli sudah pernah tanya langsung ke Istrinya”. Aku:” belum mah, sepertinya dia takut sama istrinya, kira2 kenapa ya istrinya selingkuh”.

Wife:” kan itu baru dugaan pah, mungkin tidak benar”.

Aku:”Makanya itu dia minta aku bantu dia untuk menyelidikinya, tapi aku tolak mah, aku minta dia mencari informasi dari teman2 dekat istrinya”.

Wife:” ya, bagusan gitu pah, tapi ngomong-ngomong kira-kira kalau benar, dia selingkuh karena apa ya, kalau uang kan pak Fadli banya duitnya, dia bos”.

Aku:” Ya, mana Papah tahu mah”.

Wife:” Mungkin servis pak Fadlinya kurang kali Pah”. Aku:” Servis apaan”. Wife:” Servis menyetubuhi, mungkin istrinya gak puas kali, hahaha”. Aku:” Ia kali, tapi mamah juga mau selingkuh tuch ma Asep berarti gak puas juga”.

Wife:” Kalau akumah bukan gak puas pah, tapi doyan dan aku kan belum selingkuh”.Aku:’Kalau phone seks gak termasuk selingkuh ya Mah”. Wife:” Kan kalau aku bilang ma papah & papah juga gpp kan”.Aku:” hehe, ia mah”, yuk tidaur capex aku”.

Wife: Ayo, papah mau tidur telanjang, gak dingin?.

Aku:’ Ia, dingin, Papah pakai baju dulu”.

Wife:” mamah pakai cangcut aza, gak pakai kutang, kalau tiba-tiba malam papah atau revan mau nyusu kan gampang”.

Aku:” Siip Mah”. Kamipun Tertidur.

Besoknya seperti biasa aku berangkat kerja setelah mengantar Intan terlebih dahulu. Di kantor sekitar jam 10.00 si Ida PA(Personal Assistant) pak Fadli telepon aku, katanya pak Fadli mau ketemu. Aku pun segera menuju ruangan Pak Fadli, di depan ruangan pak Fadli nampak si ida lagi sibuk photo copy dokumen.

Si Ida ini orangnya tidak terlalu tinggi, paling 160cm, montok, dia pakai hijab umurnya sekitar 25 tahunan sudah punya anak satu sekitar 1.5 tahun, mataku sering jelalatan ngeliatin dia,pantanya itu yang gede banget, sayang biar suka pakai celana ketat tapi dia sering pakai baju panjang yang nutupin pantatnya.

Selama ini baru dua kali aku melihat dia pakai baju agak pendek sehingga aku bisa melihat pantatnya tanpa terhalang baju, sehingga celana dalamnya tercetak dengan jelas di celananya, sayang sangat jarang sekali, seperti waktu itu bajunya menutupi celana dia, saat aku mau masuk aku nekat iseng ku colek pantatnya, spontan dia kaget nyaris teriak tapi segera menutup mulutnya dan melotot ke saya, sayapun segera masuk ruangan pak Fadli.

Setelah masuk ruangan pak Fadli dan aku segera duduk.Pak Fadli kembali bercerita bahwa tadi malam dia habis bertengkar dengan istrinya, istrinya mengatakan ingin bercerai, tapi saat ditanya alasanyauntuk bercerai istrinya tak memberikan alasan yang jelas.Dia mengatakan malas untuk pulang ke rumah.Anak-anaknya katanya sudah dititipkan ke rumah mertuanya oleh istrinya.Dia meminta saya malam ini untuk menemaninya mencari hiburan.

Saya jadi sedikit bingung, tidak enak untuk menolak tapi kalau menuruti tidak enak juga pada istri saya.

Akhirnya saya tawarkan untuk ke rumah saya, kita bisa minum-minum sambil ngobrol-ngobrol, saya bilang isteri saya akan saya suruh masak enak, setelah sempat berfikir akhirnya pak Fadli menyetujui saran dari saya. Katanya mungkin bisa menghilangkan rasa kesal dan jenuh dia.

Segera aku tinggalkan ruangan pak Fadli, saat aku keluar Ida langsung memelototiku dari depan komputernya, aku cuek aza, dalam hatiku, awas kapan-kapan pasti kamu akan aku kentot. Aku harus memikirkan cara untuk bisa mendapatkan si Ida ini, tapi itu urusan nantilah pikirku.

Setelah sampai di ruanganku aku segera menghubungi istriku bahwa nanti malam Pak Fadli akan berkunjung ke rumah, aku meminta kepada dia untuk masak yang enak-enak.

Sekitar jam 5 sore aku sudah bersiap pulang, aku sengaja pulang lebih awal karena ada janji dengan pak Fadli, biasanya aku pulang lewat dari Jam 6. Saat aku mau keluar kantor aku bertemu dengan Pak Fadli dan Ida. Ida masih nampak cemberut.

Aku segera menyapa mereka:” Pak, langsung ke rumah saya?.

Pak Fadli: Pak Dendi duluan saja, saya ada beberapa yang mau dibeli dulu”.

Aku:” Ok kalau begitu pak, saya duluan”.

Aku:” Eh Ida, sorry yang yang tadi”. Ida: “(melotot)”. Pak Fadli bertanya ada apa memangnya, si Ida bilang tidak ada apa2. Aku segera menuju mobilku untuk pulang ke rumah.

Sekitar jam 6 aku sampai di rumah, istri dan anak-anakku segera menyambutku di depan pintu.

Segera aku menuntun Revan dan menggendong Intan.Istriku segera ke dapur untuk memasak air panas untuk aku mandi.Setelah selesai mandi aku duduk bersama anak istriku di ruang keluarga sambil menonton televisi. Istriku memulai pembicaraan:” Pah, jadi bos kamu ke sini?

Aku: Jadi Mah, katanya dia mau beli sesuatu dulu”.

Istriku:”Beli apaan pah?

Aku:” Paling beli minuman & makanan ringan”

Istriku:” Minuman keras?, kirain mau beli kondom hehe”

Aku:” jiah, mamah (aku mengerti apa maksudnya)

Aku:” ia, palingan minuman keras, mungkin juga beli kondom, memang mamah minat sama dia”

Istriku:” Nggak akh, dia kurang ganteng pah, dan udah berumur, mamah sukanya yang muda, ganteng dan atletis

Aku:” Kayak Asep?, eh ngomong-ngomong gimana kabar si Asep? Apa dia ngajak ketemuan atau jangan-jangan sudah ketemuan”

Istriku:” ada dia telepon mamah dua kali, tapi kan mamah tadi sibuk arisan jadi gak terlalu mamah tanggepin”

Istriku melanjutkan:” Dia nanya kabar, biasa basa-basi, terus memang ngajak ketemuan, tapi belum mamah jawab, soalnya lagi sibuk tadi arisan tempat Bu Anita. Lagian masih ragu, khawatir soalnya kan belum pernah selingkuh”

Aku:” Kalau begitu gimana kalau dengan pak Fadli saja, dia kan lagi stress udah lama gak gituan, pasti nafsunya besar, ini untuk mewujudkan keinginan mamah bercinta dengan cowok lain”

Istriku:” kan udah mamah bilang, mamah maunya yang ganteng dan muda, lagian takut dia letoy”

Aku:” Jangan salah badan dia kan kekar, rajin olah raga, kalau menurut Papah sich masih bisa dech muasin mamah”

Istriku:” Ia juga sich,kalau dipikir pikir kayaknya dulu dia handsome juga, Cuma sekarang agak gak keurus agak berjambang ke mana-mana”

Aku:” ya mungkin waktu kita ketemu dulu di acara gathering udah bermasalah kali, makanya gak ke urus, itu kan baru 3 bulan yang lalu ya kita ada acara gathering

Istriku: Ia, Sekitar 3 bulan lalu pah”

Saat kami sedang asyik berbincang terdengar suara mobil masuk halaman rumah, aku yakin itu pak Fadli.

Aku:” Mah, cepat pakai hijab kamu, itu kayaknya pak Fadli dan siapin minum”.

Istrku saat itu memang tidak mengenakan hijab hanya memakai baju kaos warna hitam lengan pendek dan celana training warna biru tua.Aku segera menuju pintu.Betul saja ternyata Pak Fadli yang datang.

Aku segera mempersilahkan dia masuk, dia membawa bawaan satu kantong plastik, sepertinya botol minuman dan makanan ringan. Saat itu sudah hampir jam 7 malam.

Aku:” Silahkan duduk dulu pak, gimana tadi macet”

Fadli: ” Lumayan pak Dendi, tadi saya beli minuman dulu, buat menghangatkan badan dan suasana, serta makanan ringan, eh ngomong-ngomong gak keberatan istri bapak saya berkunjung ke sini?

Aku:” Tentu tidak pak, apa lagi dia tau kita sudah berteman lama sejak sama sama bekerja di Bekasi dan sempat satu mess juga”.

Fadli:” Ia pak, saya bosan di rumah, paling dicemberutin terus, Diah minta cerai, tapi saya belum mau pisah, salain masih suka juga kasihan anak-anak juga masih pada kecil pak”.

Aku melihat ke arah ruang keluarga, kenapa istriku lama sekali, aku panggil tapi gak ada jawaban.

Fadli:” Kemana anak -anak bapak”

Aku:” Biasa pada nonton tv, syukur akur-akur mereka pak”

Fadli:” Dekatan ya umur anak bapak, kalau anak saya kan satu udah SMP kelas satu satunya masih belum sekolah”

Aku:’ Tapi bagus pak, satunya sudah dewasa bisa jaga adikknya.

Aku:” maaf pak belum di buatin minum, Istri saya koq lama”

Fadli: “Gpp pak, mungkin lagi report”.

Ternyata tak lama istri saya datang sambil membawa 3 buah gelas es sirup.Aku lihat istriku sudah mengenakan hijab warna putih, tapi masih menggunakan kaos lengan pendek warna hitam ketat yang tadi dipakainya.

Sehingga kulit tanggannya bisa terlihat dengan jelas, bawahannya menggunakan rok kain hijau yang lumayan tipis dan ketat mencetak bulat pantatnya, saya dan saya yakin fadli juga dapat melihat bayangan warna hitam cd dia di pantatnya dari balik rok yang dipakainya, kulihat dia sudah berdandan juga(dalam hatiku pantesan lama).

Kulihat pak Fadli sampai bengong melihat kemolekan istri saya, segera istri saya mempersilahkan pak Fadli minum, dia agak kaget terlihat sedikit tergagap sambil menjawab ke istri saya, saya dan istri cuma senyum. Kami bertiga minum, istri saya duduk disamping saya.

Aku senggol tangan istriku, dia Cuma mesem saja, aku minta istriku bongkar belanjaan pak Fadli dan menaruhnya di meja, istri saya pamit katanya mau menyiapkan makan malam, saat istri saya berlalu ke dapur mata pak Fadli tak berhenti menatap pantat istri saya yang bergoyang, cdnya yang warna hitam terlihat dengan jelas.

Saya sempat berdehem dan dia tampak terkaget kaget, kami melanjutkan ngobrol, dia banyak bercerita tetang istrinya dan kecurigaannya kalau istrinya sudah berselingkuh. saya hanya jadi pendengar saja.Sekitar setengah jam istri saya memanggil bahwa makan malam sudah siap.

Kami beserta anak-anak melakukan santap malam.Pak Fadli sering terlihat curi-curi pandang ke arah dada istri saya, istri saya yang tampak menyadarinya cuek-cuek saja. Bahkan tiba-tiba revan merengek minta nyusu, sepertinya dia sudah ngantuk.

Istriku langsung memangku Revan, dan tanpa kita duga langsung menarik kaos ketanya ke atas dan menarik bh nya ke atas lalu segera menyusui Revan depan kami semua, sempat terlihat putting susu istri saya yang sebesar kelereng, pak Fadli sampai melotot. Istri saya lalu dengan cueknya menyusui Revan.

Karena makan malam sudah selesai aku mengajak pak Fadli ke ruang tamu, dia nampak aga kecewa, karena masih ingin melihat istri saya menyusui Revan.kami duduk kembali di ruang tamu, tapi tak lama aku mengajak pak Fadli pindah nonton TV di ruang keluarga.

Makanan dan minumannya aku bawa, kami duduk di atas tikar sambil nonton berita di TV, saat itu menayangkan kasus yang lagi trend, hoak Ratna Sarumpaet.Kami sempat juga berbincang masalah politik sampai istri saya datang, dia memilih duduk di sofa.

Saya bertanya ke istri saya di mana Revan dan Intan, kata istri saya Revan dan intan sudah tidur di kamar sebelah, saya heran biasanya kita tidur satu kamar dengan kami walau mereka tidur di ranjang yang berbeda yang berukuran lebih kecil untu k Intan sedang revan tidur di box bayinya, kebetulan masih muat.

Saya mengajak Pak Fadli pindah ke sofa, saat itu jam sudah sekitar setengah sembilan, Istriku duduk di samping saya, dan pak Fadli sebelah saya. Pak Fadli mengajak saya membuka minuman yang dia beli yaitu minuman yang dia beli yang rupanya Jack D.

Fadli: Bu, gpp nich kita minum ini buat hangatin badan dan ngilangin stress”.

Istri :” Ia om silahkan, papah jangan minum terlalu banyak nanti mabuk, kalau saya gak minum itu om, suami sich kadang-kadang kalau lagi rada gila”. (Istri saya memang bisa memanggil Om ke Pak Fadli, sedang ke istrinya memanggil namanya saja)

Fadli: “Mohon maaf ni bu sebelumnya saya merepotkan, biasa di rumah stress sama istri saya”.

Istri: ” Gpp Om, kan Om selain bos mas Dendi juga teman dekat jadi wajar, dan mas Dendi sudah banyak cerita sama saya”

Istri saya melanjutkan omongannya:” Memang Om lagi ada masalah apa sebenarnya sama istri”

Fadli:” (sambil berpindah duduk ke sofa sebelah, sepertinya dia ingin berhadapan langsung dengan istri saya) Gak tau bu istri saya kerjaannya marah-marah terus, malah.

Istriku:” Waduh, mungkin diingat ingat Om kali pernah berbuat salah, atau Om yang selingkuh duluan”, ujar istriku

Aku:” Hush mamah ini” (Istri saya terkekeh)

Fadli:” Gpp Pak Dendi, saya padahal setia bu, gak pernah macem-macem, pernah sich dia curiga karena saya sering rapat malam kadang keluar kota dengan sekertaris saya padahal saya gak macam-macam, sekertaris saya juga orangnya alim sudah bersuami”

Istriku:” Sekertaris bapak yang namanya Ida itu?

Pak Fadli:”Arifati, nama lengkapnya Arifati Munfarida,biasa dipanggil Ida, memang ibu kenal dia?”

Istriku:”Ini nich sich mas Dendi yang suka ngomongin dia, katanya cakeplah, montoklah…” aku kaget gak nyangka istri saya bilang begitu.

Fadli:” masa bu, ibu gak marah memang pak Dendi berani ngomong begitu”.

Aku:” Ah mamah ini suka buka aib suami”

Istriku:” Hehe, biasa aza om, yang penting sayang suami tetap sama saya, kalau dia suka lirik sana lirik sini biasa udah tahu belangnya dari dulu sebelum nikah, jadi gak heran lagi”

Aku:” Mamah ini bisa saja”.

Istriku:” Ya mamah nikah sama papah sudah siap dengan resikonya hehehe. Istriku sambil bercanda

Fadli:” Wah bagus kalau istri saya seperti ibu”.

Istriku: ” Mungkin om yang harus mulai bebasin istrinya yang penting sama sama heppy om juga boleh bebas”.

Aku:” Hush mamah ini apaan”.

Fadli:” Memang maksudnya gimana bu, bebasin selingkuh gitu?.

Istriku:” hehe iya Om, sekdar buat kesenangan saja”.

Aku:” mamah ini apaan sich..”.

Fadli: “Gpp, betul juga kali pak, kalau aku bebasin mungkin istri Cuma cari kepuasan lain di luar sana, saya juga suka baca artikel tentang pasangan yang suka swinger apalah gitu biar hubungan tetap enjoy”

Istriku:

Akhirnya kami ngobrol ngalor ngidul, sampai akhirnya istriku ikut minum juga, mungkin pengaruh alkolol omongan makin ngelantur.

Istriku:” Om, di kantor suami saya suka godain si ida?”

Fadli:” Oh saya gak tau bu, mungkin dibelakang saya, eh ngomong-ngomong tadi Pak Fadli ada apa minta maaf ke Bu Ida waktu kita mau pulang tadi?

Istriku:” Apa?, emang papah salah apa? Bikin ulah apa?”

Saya:” gak ada apa-apa, papah Cuma colek pantat dia waktu dia lagi photo copy, itu gak sengaja”.

Istriku:” Apa? Gak sengaja, papah si kegatelan, kenapa gak langsung peluk aza pah, gerayangin dia”. Fadli sampai kaget, tapi akhirnya ketawa mendengar ucapan istri saya”.

Aku:” Ia mah, kalau gak takut dia marah udah papah peluk”.

Istriku:” Perkosa aza sekalian pah…hehe”

Aku:” Ntar papah di penjara”

Istriku:” Biarin, ntar mamah kawin lagi”.

Pak Fadli Cuma senyum-senyum saja, samibl melihat istri saya yang melepas hijabnya.

Aku:” Mah, koq dilepas?

Istriku:” gerah pah”.

Pak Fadli dapat melihat leher istri saya, masih ada bekas-bekas merah dilehernya bekas saya cupangin tadi malam.

Aku:” Mah, bikin malu aza, itu merah-merahnya keliatan”

Istriku agak kaget tapi kemudian bilang:” oh ini Om, suami saya memang paling hobi nyupangin aku kalau lagi ngen…ehem (Istriku hampir kelepasan ngomong menyetubuhi)”.

Pak Fadli: “ Ia bu, santai saja (Tapi kulihat nafas pak Fadli agak berat)”.

Aku:” di minum lagi pak kayaknya bapak kehausan”.

Istriku: “ Akh, udah jam sebelas pah, kayaknya mamah mau tidur aza”

Tiba-tiba pak Fadli bilang, santai saja bu, besok kan hari minggu, teman kita ngobrol dulu, kalau Cuma laki berdua garing”.

Istriku:” Ya udah, tapi ngobrolin apa ya, yang gak boring”.

Saya nyeletuk “ Ngobrolin seks mah, pasti gak boring”

Istriku:” akh gak enak pah, si Om kan dah tiga bulanan nganggur”

Aku:” waduh, maaf istri saya pak Fadli suka celetak celetuk”

Fadli: “ Gpp pak, saya juga malah semangat ini”

Istriku:” masa Om, (sambil memakai kembali hijabnya dan merapihkan bajunya yang ketat sedikit naik, sehingga perutnya kelihatan, karet celana dalamnya yang warna hitam itu bisa kami lihat karena roknya aga turun, istri saya cukup lama membetulkan baju, juga merapikan celana dalamnya, menjadi pemandangan yang bikin kita horny) setelah rapi istri saya kembali berbicara “ kalo masalah ngewe yang lagi sedih pun jadi semangat” tanpa tedeng aling-aling.

Aku:” hush mamah ini”.

Istriku:” iya, benerkan Om, om memang benar dah 3 bulan gak tidur sama istri?”

Fadli: “ Ia bu, gak pernah dapat jatah, mau gimana lagi tiap hari Cuma bertengkar”

Istriku:” gak coba jajan diluar Om, 3 bulan kan lama nanti jadi batu kalo gak dikeluarin…hahaha (Sambil tertawa, mungkin pengaruh alkohol omongan kami semakin tidak terkontrol).

Fadli:” gak berani Bu, masih takut takut paling ngocok sendiri”

Aku:” mamah ini apaan ih..”

Istriku:” Biarin pah, Om Fadli saja gak keberatan”

Fadli:” Ia gpp, biasanya istri saya yang keberatan”

Aku:” keberatan gimana pak”

Fadli: “ keberatan saya tindihin” (Kami Semua Tertawa) Tapi sekarang paling guling yang ditindihin” pak Fadli menambahkan.

Istriku:” Bolong jangan-jangan tuch guling”.

Kami semua tertawa….

Fadli:” Pak Dendi enak masih ada yang ditindihin tiap malam”

Istriku:” bukan Cuma dendi yang enak, tapi saya juga om”

Aku:” gak nyari cewek saja pak?”

Istriku: “ Ia Om, ayam kampus atau ayam abu-abu kan banyak yang doyan om-om”

Pak Fadli Cuma termanggut manggut entah ngantuk atau apa

Aku:” Ia Om… eh pak mungkin ibu-ibu muda alias mamud juga ada yang mau”

Istriku:” Apa gak si Ida saja Om disikat”

Fadli: Ida kan jatah pak Dendi bu”

Istriku:” Ya dibagi dua Om, kan bisa main bareng di sandwich gitu”

Aku:” Apaan nich Mamah?”

Istriku:” Apa papah mau sendiri aza nyikat ida nya”

Aku:” Jadi ngomongin orang terus”

Fadli:” Ia, telinga ida bisa panas, dia mah anak baik-baik bu”

Istriku:” ya pakai strategi Om, cewek mah gampang ngiler kalau dikasih sesuatu”

Fadli:” Ida mah om serahin buat Pak Dendi saja”

Istriku:” wah kesenangan si papah, memang papah sudah punya strategi buat bisa tidur sama si Ida”

Agak kaget aku, “ Kalau mamah bolehin sich papah akan berusaha hehe..”

Istriku: “ Ya asal ada imbalannya buat mamah”

Istriku lagi:” Memang apa sich menurut para cowok yg menarik dari Ida, mamah jadi penasaran pengen liat orangnya”

Fadli:” memang pak Dendi gak punya photonya bu”

Istriku:”Katanya gak punya, tapi tau kalau bohong”

Aku:” Beneran gak punya mah”

Fadli:”Saya ada bu ini kalau mau lihat (sambil menyodorkan HP nya), Aku dan istriku segera melihat HP pak Fadli, dan kulihat photo Ida yang lagi berpoto dengan beberapa teman Kantor.

Istriku:”Yang pakai jilbab ya Om”

Fadli: Ia bu, gak banyak yang pakai jilbab dikantor, salah satunya dia”

Istriku: Pantesan, lumayan canti putih, montok lagi, ada tahi lalat di atas bibirnya”

Aku:” Ia dong selera papah”

Istriku: “Kalo mamah?”

Aku:” Kamu mah segalanya dech..”

Istriku:” Buaya, memang kamu terobsesi mau menyetubuhi sama dia pah?”

Aku:” Ia mah mau banget tapi dia itu tertutup gak Cuma sifatnya tapi bajunya padahal pantatnya gede, celananya suka ketat tapi selalu ketutup bajunya”

Fadli:” Dia kayaknya cewek baik-baik Den…”

Istriku:” Ia papah ini cewek baik baik diincar, kalau saya cewek baik-baik gak om?

Fadli: “ Ibu mah baik sekali suka ngasih pemandangan yang bagus dan indah”

Aku:” Justru itu papah makin penasaran sama dia mah”

Istriku:” Ya mamah support papah dech, eh om memang aku ngasih pemandangan apa”

Aku langsung memotong sebelum pak Fadli menjawab

Aku:” itu susu… tadi waktu nyusuin Revan, rok mamah juga ketat udah gitu tipis sampai warna cd kamu aza kita tahu”

Istriku: memang warna cangcut aku apa Om”

Fadli:” Cangcut ibu warna item, hehe behanya item juga tadi waktu nyusuin Revan maaf gak sengaja liat..hehe”

Istriku:” ya gpp, itu biar om gak stress terus..hehe”

Aku:ngomong2 cd Papah tu penasaran banget sama ida, selama ini Cuma dua kali dia pakai kemeja agak pendek jadi papah bisa liat itu pantat bulatnya, garis cdnya keliatan banget”

Istriku:” Pasti papah penasaran ya si ida suka pakai cangcut warna apa”

Aku: gak juga mah, papah penasaran cangcut kayaknya lebih besar dari mamah, pantatnya soalnya lebih besar”

Fadli:” Wah saya jadi penasaran juga”

Istriku: penasaran gimana om?

Fadli: Cangcut Ida apa lebih besar dari cangcut Dewi?

Istriku:” Kirain Apaan, pah, minta bantu om Fadli saja, siapa tahu kamu bisa naklukin Ida”

Fadli:” Ia coba nanti kita bicarakan lagi den kalau kamu serius, aku sich mau bantu aza”

Istriku: Tuch Om Fadli mau bantu”

Aku:” Siip Pak hehe..

Istriku:” kalian ini dasarnya memang pada mesum”

Fadli: “ Pak Dendi saja bu, saya mah Cuma ngikut saja”

Istriku:” memang om nggak, tadi aku nyusuin Revan koq ngeliatin terus”

Aku:” gimana gak liat, mamah sodorin sich pemandangan bagus”

Fadli:” Ya begitulah bu (entah apa maksudnya)

Istriku:” Sudah ah pah, mamah ngantuk mau tidur”

Aku:” ya sudah, susuin lagi Revan biar gak rewel”

Istriku:” Saya pergi dulu Om” (Sambil berjalan menuju kamar tamu tempat anak kami tidur, pak fadli tampak kecewa, tapi kembali dapat melihat pantat istri saya yang bergoyang, pantatnya bulat terbungkus cd warna hitam dibalik rok hijau tipisnya)

Aku:” Gimana pak, lanjut kita, bapak nginap di sini?

Fadli:”Sebentar pak, saya numpang ke toilet dulu, sudah kebelet”

Akhirnya aku persilahkan pak Fadli ke toilet dekat dapur, tak lama dia kembali

Fadli lalu duduk dan berbisik ke padaku: Pak saya jadi sange berat gara-gara istri bapak, saya mau pulang saja nyari pelampiasan”

Aku:” Maksud bapak? Apa bpk mau paksa bu Diah istri bapak gitu, bapak perkosa?

Fadli:” Saya mau cari cewek di diskotik saja pak, gak kuat banget”

Aku:” kalau sama istri saya gimana pak, sebenarnya dia punya tuch fantasi maen dengan lelaki lain di hadapan saya juga sebaliknya dia mau lihat saya maen sama perempuan lain depan dia”

Fadli:” maaf sebelumnya pak, yang betul itu, maaf lagi sebenarnya dari tadi saya sudah tertarik sekali sama istri bapak, kelihatan dia godain kita terus, tapi apa dia bakal mau”

Aku:” nanti saya ngomong ke dia, bapak tunggu dulu di sini”

Aku segera menuju kamarku, kulihat istriku sdh dikamar sambil mainin hp, masih pakai hijab tapi sudah diganti warna hijau, jilbab yang bisa langsung dimasukan ke kepala tanpa perlu peniti lagi, baju tidur warna putih bunga-bunga selutut Yang tipis banget sampai aku bisa melihat behanya yang warna hitam, dan celana dalam hitamnya juga dapat aku lihat lebih jelas lagi

Saya berbisik ke istri saya:” Mah si Fadli sange berat, mamah mau bantu gak”

Istriku:” Apaaan pah, nggak ah, mamah Cuma godain dia saja”

Aku:” masa sich mah, aku tadi dah bilang ke dia fantasi mamah”

Istriku:” masa pah ya udah suruh masuk hehe…”

Aku:” Ih mamah kirain gimana”

Istriku:” tampang fadli biasa saja mamah gak terlalu tertarik, tapi biar gitu dan sudah 40 tahun badannya kekar, mamah penasaran rudalnya kekar juga gak ya”

Aku:” Ya udah aku suruh dia masuk ya”

Istriku: “Ok dech pah, mamah jadi deg degan juga ini”

Aku segera keluar dari pintu dan menuju pak Fadli, segera kuajak dia ke kamar, tampak dia semangat dan agak kikuk juga.

Lalu kami masuk ke kamar, kulihat istriku sudah duduk dipinggir ranjang, pak fadli lalu duduk diranjang seberang biasa buat tidur intan, aku bilang ke mereka, saya ambil kamera saya dulu ya, pak fadli gak keberatan kita rekam, buat kenang-kenangan saja.

Fadli:” Saya ok saja pak, tapi bu dewi gimana”

Aku:” Dia mah pasti ok pak, ia kan Mah”

Istriku: “jadi deg degan aku pah(Gak mau lihat ke pak Fadli)

Aku segera ambil kamera dari lemari…dan mulai merekam

Aku:” Ayo mah sana, kasihan pak Fadli mungkin masih syok hehhe”

Istriku:” Om Fadli saja yang ke sini”

Fadli lalu menghampiri istri saya, tmpaknya dia masih tak percaya sebentar lagi dapat menikmati seks lagi dengan istri anak buahnya yang donto.

Aku” Ayo mulai anggap saja kalian jadi bintang porno, papah gak ikut dulu mah, ayo tunjukan kebinalanmu”

Kali ini pak Fadli sdh duduk berdekatan dengan isteri saya.

Aku:” bagaimana kalau mamah perkenalkan dulu diri mamah ke kamera”

Isteriku: “Apaan sich pah, mamah gugup gini”

Aku:” santai saja, kan ini mau mamah juga, ayo pak Fadli kasih dewi pelajaran”

Fadli hanya tersenyum.

Isteri saya akhirnya berdiri depan kamera.

Istriku: hehe..perkenalkan nama saya karunia Dewi… usia saya 29 tahun”

Aku:” terus mah yang hot dong (menyemangati dia)

Isteriku: (sambil tersenyum manis ke kamera) saya sudah punya dua anak, ukuran payudara…berapa ya,?(sambil kembali tersenyum, tampaknya dia sudah mulai tenang dan menikmati suasana) pokoknya kutang yang pas buat susu saya kutang no 36 c (sambil menunjuk dan memegang ke susunya), ukuran cangcut saya no 34 kalau gak salah, warna kesukaan merah”

Aku:” warna kesukaan gak penting mah yang lain”

Istriku: “ Posisi favorit kalau ewean yaitu sambil saya berdiri satu kaki saya diangkat dipegang dan di entot dari belakang, terus susu saya diremas dari belakang (sambil meremas remas susunya)”

Aku:” Sudah cukupmah mulai saja kasih pak Fadl, ayo pak berdiri”

Istriku:”Ayo Om jangan canggung, aku saja sdh mulai terbiasa”

Fadli berdiri mereka saling berpegangan tangan dan berpandangan, tak lama isteri saya lebih agtresif langsung mencium Fadli, mereka saling melumat, kedua tanggan Fadli mulai meremas pantat isteri saya dari luar bajunya.

Sluruuup…slruuup lidah mereka saling bartaut dan menjilat, istri saya segera melepas baju Fadli dan menjilati puting si Fadli, si Fadli diterlentangkan, istri saya di atasnya mereka berciuman kembali dan istri saya dewi terus menghisap puting si fadli, terus turun ke pusar dan akhirnya melepas celana panjang dan sekalian celana dalam si Fadli, isteri saya agak terkejut melihat rudal Fadli yang sudah tegang hitam agak bengkok sepertinya hampir sama atau bahkan lebih gede dari punya saya suaminya, tapi sepertinya tak lebih panjang.

Aku:”Diceritain dong mamah lagi ngapain”

Isteriku: halo pemirsa mesum, ini mamah lagi ngisep rudal Om Fadli, gede ya, bengkok lagi”

Slruuup…slruuup.. isteri saya mulai memasukan rudal si fadli juga menghisap kepala rudalnya sampai si fadli merem melek kadang meringis keenakan, Akhhh terus dewi enak banget isepanmu lebih nikmat dan jago kamu dari si Diah”

Isteri saya jongkok sambil terus menghisap rudal Fadli.

Isteriku mau melepas hijabnya tapi dicegah sama fadli, “biar bu dewi jangan dilepas hijabnya ibu lebih kelihatan nakal dengan hijab tapi ngisep rudal saya”

Aku:” Ia mah dipakai saja”

Fadli tiba-tiba berdiri, rudalnya sdh tegang maksimal, kemudian dia bilang:” Gantian bu sambil menari isteri saya berdiri dan menciumnya dia melepas kancing baju tidur isteri yang ada tiga di deoan atas.

Isteriku: (sambil genit) Om mau nenen ya sama aku.

Fadli: Ia Wi aku mau rasakan asi kamu”

Isteriku: Pah, Om Fadli nakal ini udah remes-remes susu aku terus mau nenen”

Aku sdh melepas celana ku sambil sebelah tangan memegang kamera tangan sebelahnya mengocok rudalku sendiri.

Aku:” kasih saja Mah, Pak Fadli pasti haus, 3 bulan nggak nyusu”

Kulihat baju tidur isteri sudah diturunkan melalui pundaknya , Pak Fadli tangannya bergerak kebelakang mau melepas kaitan bh dewi.

Tapi dicegah sama Dewi, terus dia menoleh ke arahku dan bilang:” Papah saja yang lepasin kutang mamah ya, ini pah, smbil menunjuk kebelakang ke arah kaitan Bhnya

Aku” Mamah manja banget minta papah yang lepasin Bhnya, oke dech papah bukain”

Aku segera membuka kaitan Bh isteri aku yang warna hitam itu terus menarik lepas dan melemparnya ke sudut ruangan, Fadli yang sudah telanjang bulat segera melumat puting usus isteri aku yang sudah setengah telanjang hanya jilbab dikepala dan baju tidurnya yang melorot smpai keperut.

Isteri saya duduk di pinggir ranjang dan Fadli di bawah sambil mengihsap puting susu dan kadang meremas susu isteriku.

Isteriku: Pah, aduh ini asi nenen mamah disedot sama Om Fadli, jangan dihabiskan Om sisain buat suami aku dan Revan.

Fadli: Tenang bu Dewi gak bakal habis”

Isteriku: Aw… Pah, Susu aku dicupangin Om Fadli, ini jadi banyak merahnya, ada bekas papah juga tadi malam.

Aku makin horny saja sambil mendekat aku imencium isteri aku.

Aku:” Gimana mah, besar kan punya Pak Fadli”

Isteriku: Ia Pah, rudal Om Fadli bengkok dan besar kayak punya papah, kayaknya gedean dikit punya om Fadli tapi panjangan punya papa” kata Isteriku sambil mulai mengocok rudal aku.

Isteriku: Aw..akh… Om Fadli nakal pah, ini pas dekat puting susu aku dicupangin juga”

Nampak merah merah dekat puting susu isteriaku yang basah oleh asidan air liur Fadli.

Fadli: “ Aduh maaf dewi, om nafsu banget”

Isteri Aku: Ia Om tapi sisain buat suami aku nyupang”

Leher isteri aku juga tak terlewat dari cupangan.

Fadli mendorong isteri saya sampai rebah trus dia minta izin ke isteri saya:” Dewi, Om lepas yang celana dalamnya” sambil melihat ke arah serambi lempit dewi yang terbungkut cd hitam yang sudah agak basah, nampak ada beberapa helai bulu serambi lempitnya keluar disela-sela cdnya.

Isteriku: IaFadli, lepas aza cangcut aku, pah Fadli mau lepas cangcut mamah, boleh ya”

Isteriku sudah tidak memanggil Om lagi ke fadli.

Aku” Ia mah, apa perlu papah yang lepas cd mamah”

Isteriku: Biar Fadli saja Pah, ayo fadli lepasin cangcut aku” Sambil isteri saya mengankat sedikit pantatnya, Fadli menarik turun cangcut isteri aku.

Fadli pun langsung membenamkan kepalanya di serambi lempit isteri saya .

Dewi mulai mengerang keenakan.

“Akh… pah, serambi lempit mamah dijilitan ini, aw,.. lidah Fadli masukini ke serambi lempit aku pah”

Aku semakin horny dengan perkataan isteri saya.

Aku:” Ia mah nikmatin saja”(aku sambil naik ke atas ranjang dan menyodorkan rudal aku untuk diisep oleh Dewi).

Isteriku melepas rudal aku lalu bilang” Ah pah… itil mamah kena lidah Fadi, disep lagi enak banget …enak banget fadli , sini rudal papah masukin duluan mamah gak kuat pengen diewe rudal”

Isteriku minta aku untuk menyetubuhi dia lebih dulu dari Fadi, Aku segera berpindah mau menindih isteriku sedang fadli pindah ke dekat kepala isteriku, tapi tiba tiba isteriku mendorong aku dan menyuruh aku terletang, dia segera menaiki tubuhku.

Isteri: Pah, Mamah di atas ya, rudal papah mamah masukan ya” Sambil dia memegang rudal aku dan menurunkan badannya bless rudal aku ditelan serambi lempit dewi isterku.

Isteriku” Akh nikmat banget pah, Fadli sini aku isep rudal kamu”

Sambil menggenjot rudal aku isteriku kembali memberi blow job rudal Pak Fadli.

Hanya sekitar sepuluh menit isteri aku sudah orgasme…

“Akkh.. papah mamah keluar.. nikmat banget”

serambi lempit isteri aku terasa menyedot empot empotan…

Aku:” Cepet banget mah”

Isteri: “ Mungkin karena horny banget pah karena baru pertama kali digarapsama 2 orang, sambil menelungkup merakul aku yang dibawah

Isteri: Pah Gantian ya, kasihan fadli”

Isteriku langsung rebahan dan meminta Fadli untuk menyetubuhinya

Isteri” Fadli aku capek, kamu diatas ya, ayo masukin rudal kamu”

Fadli:” Ia wi aku masukin ya”

Isteri: mana rudal papah sini aku isep”

Sambil digenjot Fadli, isteriku menghisap rudal Fadli, sekitar 20 menit isteriku teriak

Isteri:”Awwww.. Papah mamah keluar lagi(Teriaknya cukup kencang)

Fadli menggenjotnya makin kencang, tiba- tiba ada yang membuka pintu kamar, rupanya karena isteri saya teriak kencang intan terbangun dan kaget liat mamahnya yang masih pake jilbab dan baju tidur yang menggulung kusut sedang dientot Fadli.

Intan: mamah koq kuda-kudannya sama om Fadli juga.

Fadli yang kaget langsung berhenti memenyetubuhi isteri aku.

Tapi kemudian isteri aku menyuruh dia melanjutkan lagi

Isteri:” Ayo Fadli genjot lagi, peju kamu sudah mau muncratkan (Sambil berbisik).

Fadli kembali memenyetubuhi isteri saya…

Isteriku lalu menjawab pertanyaan dari Intan:”oh…akh…hmhm.. Intan mamah lagi ewean sama om dan papah, maaf berisik, papah anterin intan dulu gih”

Intan terlihat bingung, aku segera mengajak intan untuk kembali ke kamarnya.

Intan kembali tiduran, aku segera meninggalkannya, aku gak mau kehilangan momen, aku gak tau apa intan langsung tidur lagi atau nggak.

Saat kembali ke kamar tampak Fadli makin kencangan memenyetubuhi Dewi.. dewi merintih perlahan takut kedengan intan sepertinya…

Isteriku: “ Ayo terus, yang kuat mamah mau orgasme lagi pah, ayo Om ewe serambi lempit aku yang kenceng.

Fadli:” ia Wi, aku juga mau keluar, di dalam apa di luar?

Isteri: Di dalam serambi lempit saja Fadli, aman koq”,

Sambil menghisap asi dari susu isteriku Fadli mengejang dan tampaknya di orgasme di dalam serambi lempit isteriku.

Isteriku:” Akh pah… Om Fadli nakal, pejunya dikeluarin di serambi lempit mamah, ini hangat banget, kalau mamah hamil gimana?”

Fadli: (tampak kaget dan mau mencabut rudalnya, tapi malah kaki isteri aku melingkar di pantatnya)”tadi bilangnya aman” (Mukanya agak pucat)

Isteriku: “ Hayo tanggung jawab, peju Om masuk di serambi lempit semua ini, kerasa panas lagi, kalau hamil gimana”

Aku tahu isteriku Cuma bersandiwara, karena sekarang bukan masa suburnya, dia pasti lagi mempermainkan si Fadli.

Fadli:” Gimana ini Dendi”

Aku:” mamah gimana sich kenapa biarin Fadli keluarin pejunya di dalam serambi lempit sich? (Aku ikut mengompori)

Isteriku:” Abis mamah keenakan banget pah, sampai gak sadar peju Fadli tahu-tahu udah masuk serambi lempit aku”

Kulihat fadli bangkit dan lunglai, tampak dia bingung, mungkin takut isteri saya hamil gara-gara dia.

Isteri: Pah, Coba zoom kameranya ke serambi lempit mamah”

Akupun mengarahkan kamera ke serambi lempit dewi isteri saya… terlihat serambi lempit isteriku basah dan bulu bulunya mengkilat, aku terus mengocok rudalku yang terasa sdh sangat keras

Isteriku:” Liat nih pah, serambi lempit mamah penuh peju, ini ada yang keluar pejunya, putih-putih bulu serambi lempit mamah hehe… gimana Fadli ini kalau hamil”

Fadli: “ tapi tadi dewi bilang aman?”

Aku mendekat ke istriku minta dia mengocok rudal aku.

Isteriku: Ayo pah, ewe mamah sambil berdiri, biar papah cepat keluar, biar peju papah juga masuk serambi lempit mamah, siapa tahu peju papah yang berhasil buahin rahim aku”

Isteriku berdiri sambil tersenyum dan melirik ke Pak Fadli, Fadli tampak masih bingung dia duduk di tepi ranjang.

Aku segera berdiri dan melepas baju tidur isteri aku sehingga sekarang dia benar-benar telanjang bulat.

Aku Angkat satu kakinya dan aku masukan rudal aku ke serambi lempitnya…

Isteri:” Akh pah… enak.. panjang.. oh.. god nikmat banget”

Isteriku meracau waktu aku entot sambil berdiri, dia ternyata juga mulai mengocok lagi rudal Fadli, tapi gak mau berdiri, apa karena baru keluar atau memang karena syok tadi..

Aku:” Mah, hangat banget serambi lempit kamu dan agak lengket, banyak banget peju pak Fadli ini pasti”

Plok…plok…aku terus memenyetubuhi isteri aku.

Isteri: Ia Pah, peju Om Fadli ini sampai ke rahim mamah, hangat bangetkan serambi lempit mamah…

Sekitar 15 menitan isteri aku makin gak terkontrol..

Aku: “Tahan mah, nanti intan bangun lagi”

Isteri aku segera menutup mulutnya dan berbisik:” pah, mamah gak tahan lagi mau keluar.. akh akh..aw..

Aku:” bentar mah bareng…”

Aku makin kencang menggenjot isteriku dari belakang, sekarang posisi sudah dogy, isteri aku sudah nungging banget…

Isteri:” Akh.. pah… mamah keluar”

Aku:” Papah juga mah.. terima peju aku..”

Isteri:” Ia Pah.. pejuhi serambi lempit mamah..’

Akupun keluar, pejuku mengalir deras ke dalam serambi lempit isteri aku.

Kami telungkup kelelahan.

Isteri:” Om, tenang aku Cuma bercanda koq tadi, hehe… aku gak lagi subur, jadi tadi aku biarin Om nyemprot di serambi lempit aku…”

Fadli tampak lega” aduh kalian mengerjai saya ini”

Isteri:” Tapi gak sebandingkan dengan kenikmatan yang saya berikan”

Fadli:” Ia makasih lo… buat kalian berdua”

Isteri:” Cuma makasih saja.. tadi om janji mau bantu suami aku biar bisa menyetubuhiin si ida”

Fadli:” Ia sudah pasti itu, bahkan akan Om usahakan agar si Diah isteri om bisa suamimu entot juga, biar kita kasih pelajaran dia, kalau perlu suruh suami kami untuk memperkosa si Diah isteri Om’

Aku Cuma diam saja…kapan pikirku Fadli janji mau bantu aku menyetubuhiin Ida.

Isteriku: “ jadi gini pah, tadi pas papah antar intan ke kamar mamah minta om Fadli untuk bantu agar papah bisa menyetubuhiin Intan itung-itung bayarin karena Fadli sudah lancang ngobok-ngobok serambi lempit mamah hehe…”

Isteri melanjutkan, aku sudah rebahan di samping isteriku, sedang Fadli duduk diranjang sebelah:” malah fadli nawarin istrinya juga buat kamu ewe pah betulkan Om…”

Fadli:” Ia Den, sekalian kita beri pelajaran tu si Diah, aku punya rencana sich, ta cari selingkuhan si Diah, terus kita culik sama si Diah sekalian, terus kamu perkosa istriku di depan selingkuhannya itu”

Aku: “ Waduh agak ngeri juga ya Pak, aku takut ketangkep polisi”

Isteriku:” Akh Papah cemen, mamah sudah dinodain sama Om Fadli, malah peju dia masuk ke serambi lempit mamah, harusnya papah balas..hamilin sekaian diah…”

Isteri saya malah mengompori…

Fadli:” Tenang saja. Dijamin aman, saya punya kenalan polisi juga preman, dijamin aman Pak “

Aku:” Ok Kalau begitu pak, trus kalau Ida gimana?

Isteriku:” tadi mamah saranin ke Om Fadli pah, kalau gak bisa pakai cara halus dan kalau papah memang pengen banget ngerasain si Ida, mamah mints pak Fadli jebak dia, pura-pura meeting diluar kota, terus papah perkosa dech si Ida hahhaha….” isteri saya ketawa

Aku:” mamah selain nakal juga jahat”

Isteri: “Habis Papah juga jahat, apa bedanya papah nyerahin serambi lempit mamah buat di ewe rudal lain”

Aku:” Luar biasa sisi binal mamah jadi keluar semua, tapi kan mamah juga suka”

Isteri : “Sudah ya, maaf gak ada ronde ke dua aku capek banget mau tidur, mungkin pengaruh alkohol juga om Fadli, Bisanya saya kuat melayanin suami saya sampai 3 ronde”

Fadli: Om juga capek, ini udah setengah 2. Om juga mau istirahat”

Isteriku: “ Om kamar tamu saja ya, tempat tidur sebelah intan, itung-itung jagain anak saya, dai suka kebangun tiba-tiba,biar saya sama suami saya di ranjang ini”

Fadli tampak aga kecewa, ok dech saya ke kamar sebelah…sambil berlalu ke kamar intan

Isteri saya turun katanya mau kencing ke kamar mandi, dia kembali sudah tak memakai jilbab.

Isteriku:” Ayo pah kita tidur, siapa tahu subuh papah bangun pengen ewean lagi, kita istirahat dulu”( sambil mengambil celana dalamnya yang tergolek dilantai)

Aku:” Sudah di cuci serambi lempit kamu mah”

Isteri: Sudah Pah Ayo peluk mamah”

Bersambung… Sekitar jam 6 pagi saya terbangun saat tiba-tiba pintu kamar terbuka, anak-anak kami masuk ke dalam kamar, kulihat istriku malah sudah bangun duluan dan ternyata tangannya sedang mengocok rudal saya, pantesan saja dari tadi terasa nikmat

Wife:” Sini sayang”, memanggil anak-anak untuk nail keranjang.

intan: “mamah aku laper, mamah koq belum pakai baju”?

Biasanya intan kalau bangun tidur sudah menemui ibu sama ayahnya dalam keadaan rapi

Wife:” mamah masih males mandi nak, tadi malem kecapean jadi baru bangun tidur… Papah mandi sana, koq malah mau tidur lagi” (Saat melihatku memejamkan mata)

Saya:” Papah gak tidur koq mah”

Wife:” Tapi koq pejam? Eh Intan om Fadli sudah bangun”

Intan: belum mah, masih bobo”

Saya:”Papah pejam karena keenakan, mamah pagi2 langsung mainin rudal papah”

Wife:” Hehe..kebiasaan Pah”

Istriku kemudian berbicara ke Intan, Wife:” mamah belom masak sayang, mamah buatin nasi goreng ya?.

Intan: mamah sich kuda-kudaannya sampai subuh segala jadi bangunnya terlambat…, mamah mainin burung papah terus, mau kuda-kudaan terus disuntik lagi”

aku tersenyum mendengar pertanyaan intan

Wife:”nggak Sayang, mamah masakin sekarang, ini gara-gara papahmu bawa temennya untuk main kuda-kudaan sama mamah, jadi kita kesiangan”

Saya:” sudah mamah masak dulu sana, Eh Revan ayok mandi” (saat itu Revan malah duduk diperut saya.

Wife:” Ya udah papah mandi gih sama Revan, nanti intan mandi sama maah aza ya, cepet tuch tutup burungnya, gak enak sama intan”

Saya:” Ok papah mandi dulu” (sambil bangkit dari ranjang dan menggendong Revan menuju kamar mandi

Wife:”Intan nonton tv aza dulu ya, di depan tv itu banya makanan ringan dan kue, Intan makan aza, mamah mau masak dulu”

Intan:” Ia Mah”, sambil segera keluar kamar.

Saya masih duduk di pinggi ranjang, sambil menggendong Revan karena sebenarnya masih ngantuk dan males mau mandi.

Saya lihat istri saya menuju meja rias dan menyisir rambutnya

Wife:” Pah, gak jadi mandi”

Saya:” Bentar mah, ngumpulin nyawa dulu”

Wife:” yeah memang nyawa papah pada kemana?

Saya tidak menjawab, hanya menguap karena memang masih ngantuk.

Saya lihat istri saya menuju lemari pakaian, melepas celana dalemnya yang semalam, kemudian mengambil Celana dalem baru berwana Putih polkadod dengan bulatan berwana biru dari lemari sekalian Bh nya yang berwarna merah.

Kemudian istri saya mengenakannya. Dia melempar celana dalemnya yang warna hitam yang tadi dipakainya ke arah saya sambil berkata:” titip ya pah, taro cangcut mamah di tempat cucian sekalian itu bh nya di pojokan sama baju tidur mamah, mamah mau masak nasi goreng dulu” Kemudian hendak berlalu keluar kamar.

Saya:” ia mah (sambil menangkap celana dalem istri saya), mamah pakai baju dulu, kan ada tamu, malu kali” Melihat istri saya

Wife:” Kenapa mesti malu pah, tamu papah toch sudah lihat aku telanjang malah dia sudah buang pejunya di serambi lempit mamah, mungkin ini masih ada di dalam, buat apa malu…paling dia perkosa mamah lagi seperti tadi malam kalau dia bangun terus lihat mamah Cuma pakai kutang sama cangcut begini hahaha”

Saya:” Dasar.. Mamah ini, memang belum puas sama Fadli”

Wife:” Mamah Cuma bercanda, mamah gak berencana menyetubuhi lagi sama dia, nanti sama papah saja kalau papah sudah selesai mandi hehe…kita gak usah kemana-mana, kita menyetubuhi aza pah seharian, sana gih cepat mandi Revan yang bersih, jangan lupa di sabunnin ketek Revan, papah sering lupakan?.

Saya:” Ya udah mah, papah mandi dulu, kita mandi ya Revan”

Revan Cuma ngangguk, dia memang belum lancar berbicara, masih sepatah 2 patah kata saja.

Saya:” Eh mah, bentar bukannya mamah katanya mau belanja hari ini”

Wife:” Gak jadi, Besok aza Pah, mamah males”

Saya:” Terus besok apa berangkat pagi-pagi papah anterin mamah belanja dulu, pulangnya mamah bisa naek Grab?

Wife:” Gak usah kayaknya Pah, mamah minta antar Asep aza hehe…”

Saya:” Jiah…(Sambil cemberut, ada rasa cemburu)

Wife:” Ya nggak lah pah, kalau diantar Asep terus ketemu sama orang yang kenal mamah, bisa rusak nama mamah, mamah besok naek grab saja agak siangan, banya kerjaan rumah”

Saya:” Ok kalau gitu, berarti hari ini kita menyetubuhi seharian dong mah, memang bener mamah gak mau maen lagi sama Fadli”

Wife:” Gak Pah, sudah cukup semalem, hari minggu ini spesial buat papah, gak mau dibagi, kecuali si Om Fadli tiba-tiba bangun, terus lihat mamah masak Cuma pakai cangcut dan kutang aza, terus dia terangsang dan memperkosa mamah”

Saya:” Jangan dong mah, papah koq jadi agak menyesal ya sudah berbagi serambi lempit mamah dengan orang lain”

Wife:” Tuch kan…ya sudah cepat mandi, malah ngajak ngomong terus, kapan mamah masaknya”

Saya:” oh ia ya udah sana papah segera mandi” (sambil cepat masuk ke kamar mandi yang memang ada di dalam kamar)

Istri saya segera kelaur kamar untuk memasak.

Di dalam kamar mandi saya memperhatikan cd hitam istri saya, saya pegang dan saya endus, ada bau pejuh di sana, dalam hati saya agak menyesal sudah membiarkan orang lain menikmati tubuh istri saya, tapi saat mengingat keliaran istri saya koq malah bikin saya horni.

Dari pada pusing segera saya masukan pakaian kotor istri saya ke keranjang cucian di dalam kamar mandi.

Segera saya mandi dan juga menadikan si kecil Revan, setelah selesai segara saya keluar kamar mandi, Revan sempat tidak mau keluar, masih pengen main air, akhirnya setelah saya bujuk mau juga keluar.

Saya segera berpakain dan menuju ke ruang keluarga, saya lihat intan tidak ada di sana, saya segera menuju ruang makan dekat dapur ternyata intan sudah ada disana bersama ibunya>

Saya lihat nasi gorengnya sudah siap.

Wife:” Papah mau makan duluan? Mamah mau mandi dulu, intan kayaknya sdh kelaperan, intan makan aza dulu sama Papah, nanti saja mandinya”.

Intan:” Ia Mah, Intan makan sekarang aza”

Saya:” Cepat mamah sana mandi, papah nanti makannya nunggu mamah selesai sekarang mau nyuapin Revan dulu.

Istri saya segera pergi untuk mandi.

Saya segera menyuapi Revan, sedang intan sudah terbiasa makan sendiri.

Saya lihat jam sudah pukul 8, istri saya koq lama sekali mandinya, akhirnya karena sudah lapar saya pun makan duluan.

Sekitar lima belas menitan istri saya menghampiri kami, dia sudah cantik, mengenakan hijab warna putih dan baju terusan warna hijau tua, sambil membawa ember.

Wife:” Pah, mamah jemur pakaian dulu ya di belakang”

Saya:” Sudah biar papah saya yang jemur, mamah makan saja dulu, papah sdh selesai mamakn tadi”

Wife:” Ya sudah Pah, mamah juga capek juga”

Saya segera membawa ember berisi cucian dan segera menjemur pakaian di belakang rumah. (Dalam hati saya, kasihan juga isteri saya harus mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri sekalian mengurus anak-anak yang masih kecil, kami memang tidak punya pembantu, tadinya isteri saya memang mau mandiri dan masih sanggup mengerjakan pekerjaan rumah).

Setelah selesai saya kembali ke ruang makan, saya lihat isteri saya hampir selesai makan.

Saya:” Mah, apa gak kepikiran cari pembantu saja, papah gak tega lihat mamah sibuk banget, masak, mencuci biarpun pakai mesin cuci, jaga anak-anak”

Wife:” mamah kepikiran juga pah, tapi gak usah pembantu dulu, mamah mau cari baby sister saja, jadi tugas pokoknya jagain anak-anak, sambil membantu sebagian pekerjaan rumah tangga”

Saya:” Anak-anak kemana Mah?

Wife:” Ke ruang Tv sana, Intan nonton tv, si Revan biasa main HP mamah, maen game”

Revan biarpun kecil memang sudah kecanduan maen hp, kalau dilarang sering nangis gak karuan.

Saya:” Revan harus dikurangi maen hp nya mah, kasihan matanya masih kecil”

Wife:” Yaitu pah, mungkin kalau ada baby sister ada yang fokus jagain anak-anak, jadi Revan pun bisa berkurang maen hp nya, bisa dialihkan maen yang laen, kalau Cuma mamah yang jaga, kalau pas mamah capek ya ta kasih hp aza”

Saya:” Si Fadli belum bangun ya mah”

Wife:” Belum pah, kayaknya kecapean dan kebanyakan minum, habis berapa botolkan dia tadi malam, banyak, untuk masih kuat waktu menyetubuhi gak sampai teler”

Saya:” Memang mamah sudah liat kekamarnya”

Wife:” Sudah tadi pas mau masak, malah sempat mamah kocok-kocok rudalnya, dia ternyata tidur gak pakai baju”

Saya:” Terus bangun?

Wife: “ rudalnya?

Saya:” Bukan, orangnya?

Wife:” Orangnya gak bangun malah ngorok pah, tapi rudalnya bangun”

Saya:” Dasar mamah ini, koq jadi binal banget”

Wife:” hehe…tapi papah suka kan?

Saya:” Ia sich, sebenarnya papah cemburu bahkan tadi sempat kepikiran nyesal sudah berikan serambi lempit mamah ke dia, tapi nget kebinalan mamah tadi malam malah bikin papah sange mah”

Wife:” Ih si papah ini, lihat istrinya digagahi orang malah sange”

Saya:” tapi mamah juga sange kan”

Wife: banget pah”

Saya:” masa mamah kocokin rudalnya si Fadli gak bangun?

Wife:” nggak pah, malah kayaknya makin keras aza ngoroknya, kalau bangun palingan mamah gak jadi masak”

Saya:” memang kenapa gak jadi masak”

Wife:” ya, mamah kan kocokin rudal dia, kalau dia bangun lihat mamah kocokin rudal dia dan mamah Cuma pakai cangcut dan kutang doang ya pasti gak jadi masak, pasti dia perkosa mamah, kalau kejadia mungkin sekarang belum selesai, masih diperkosa atau kalau sudah mamah kelelahan mau masaknya juga, paling mamah rebahan kaki mengangkang, serambi lempit penuh pejuh… hahaha”

Istri saya sepertinya sedang menggoda saya

Saya:” Apaan mamah ini, bikin papah sange aza”

Wife:” Ya betul pah, tapi tadi mamah liat hp pak fadli banya sekali panggilan tak terjawab, gak tahu dari siapa, mamah gak berani liat, mungkin saking mabok beratnya dia gak dengar, atau gak tau kalau di silent hp nya”

Saya:” Apa gak kita bangunkan dia mah?

Wife:” biarin saja pah, sebangunnya dia saja’

Saya:”Mamah gak pengen lagi kan maen sama dia?

Wife:” sudah cukup lah sama papah, tadi malam cuma buat senang-senang saja, sensasinya memang luar biasa pah”

Saya:” Bagus kalau gitu, papah juga koq jadi cemburu berat, cukup sama si Fadli aza mamah maen, jangan sama Si Asep”

Wife: (sambil mesem) “ hehe…sebenarnya mamah masih penasaran pah sama si Asep…kalau papah bolehin pengen nyobain…Cuma sama Asep saja gak sama yang lain lagi pah…sueerr”

Saya:” memang apa sich menariknya si Asep sampai mamah ngebet banget”

Wife:” Sebenarnya kalau mamah sama Asep dulu maennya gak perlu tuch sama Fadli, Asep tuch masih kayak berodong, mamah pengen nyoba pah, gak beda jauhlah sama papah waktu muda…hehe, dia udah ganteng, keker lagi badannya mungkin rajin fitness, mamah belum sempat tanya, dan diakan pernah kirim Wa photo rudalnya, gede banget pah, lebih gede dari rudal papah dan Fadli, dan kayaknya lebih panjang juga dari rudal papah, apalagi Om Fadli, biar gede tapi rudalnya kan pendek”

Saya:” Wah mamah terus terang banget”

Wife:” Daripada mamah tutupi, please pah, kalau ada kesempatan bolehin ya sekali aza, papah kan mamah bolehin buat menyetubuhi si Ida dan Diah bini Fadli”

Saya:” Itu kan karena si Fadli udah menyetubuhiin mamah, itung-itung balas jasa papah harus bisa nikmati si ida PA nya dan si Diah bininya”

Wife:” enak di papah dong bisa dapet 2 serambi lempit…” (Sambil cemberut)

Wife:” Kalau mamah gak boleh sama Asep ya gpp dech…kalau mamah mah tetap bolehin papah menyetubuhi ma Si ida dan Diah, yang penting mamah puas, mamah sayang ma papah”

Saya:” mamah ini, ya boleh dech mamah sama si Asep tapi kalau bisa sekali aza ya, jadi jangan cemberut, kalau papah sama si Ida & Diah kan belum kejadian”

Wife:” tapi kan sudah di planningkan, Om Fadli saja sudah Ok mau bantu”

Saya:” Ia sich…mudah2an terealisasi mah..hehe”

Wife:” Dasar papah mupeng…muka serambi lempit dah”

Saya:” ngobrolnya lanjutin sambil nonton tv, liatin anak-anak”

Saya dan isteri segera menuju ruang tv, tampak ruangan acak-acakan, mungkin ulah revan, revan tengkurap di dapan tv sambil maen hp, sedang intan malah tertidur di sofa.

Wife:” Intan malah ketiduran, belum mandi lagi”

Saya:” mungkin karena tidurnya gak nyenyak tadi malam mah, mamah sich berisik banget”

Wife:” Gimana gak berisik mamah kalian gilir”

Aku segera mengankat intan dan memindahkannya ke ranjang dalam kamar kami.

Aku segera kembali ke isteri saya, tampak isteri saya lagi di sofa sambil menyusui Revan, isteri saya menurunkan baju terusannya yang sebelah kanan, tanpa melepas bh Cuma menarik bhnya ke atas dia menyusui revan.

Wife:” kasihan Revan gak belum nyusu dari tadi malam, kalah kamu dan Fadli yang semalaman nyusu sama mamah”

Saya:” mamah bisa aza, eh gimana masalah baby sister, mamah mau nyari di mana?

Wife:” mamah rencananya mau nyari dari penyalur tenaga kerja pah”

Saya:” cari yang masih muda ya mah, yang cakep jangan lupa”

Wife:” Apaan papah ini, mamah cari baby sister buat jagain Revan dan Intan bukan baby sister buat jagain papah”

Saya:”hehe… kan kalau cantik dan masih muda enak dipandang mah”

Wife:” buat dipandangi atau mau papah entot?

Saya:” Kalau mamah bolehin…?

Wife sambil melotot terus bilang” Papah ini kemaruk, jadi makin gila dech”

Saya:” ya sambil menyelam minum air mah hehe”

Istrinya mencibir sambil memonyongkan bibirnya.

Revan disusuin sampai tertidur.

Wife:” bentar pah, mamah pindahin Revan ke kamar dulu”

Aku lalu memindahkan tv ke channel Fox Sports 1 kebetulan hari minggu ini ada pertandingan UFC antara Khabib Nurmagomedov dengan Conor Mcgregor.

Tak lama isteri saya keluar, dan kami pun kembali mengobrol.

Wife:” oh sekrang ya Pah UFC siapa itu yang paling sok jago itu?

Saya:” Connor Mc Gregor mah?

Wife:” Ia pah, mudah-mudahan dia kalah dech, sombong banget”

Saya:” Ia Mah, papah juga gak suka”

Wife:” Papah jagoin siapa”

Saya:” Jagoin Khabib, sebenanrnya dia bukan petarung favorit papah juga sich, Cuma karena gak suka sama Mc Gregor saja”

Wife:” Papah kan biasanya suka saya petarung UFC dari Brazil kan?

Saya:” Ia, jagoan papah dikelasnya Khabib si Rafael Dos Anjos, sayang dia udah gak juara lagi, sekarang pindah ke kelas welterweight” (sambil bersemangat)

Wife:” papah kalau ngomongin UFC, Bola semangat banget dan tau segalanya, ngomongin menyetubuhi juga sich lebih bersemangat lagi hahaha…” istri saya ketawa renyah sekali.

Saya:” mamah bisa saja”

Wife:” omong-omgong sebenarnya dari seminggu yang lalu mamah sudah dapet baby sisternya pah, mamah minggu lalu sudah menghubungi penyalur tenaga kerja, sudah deal tinggal bayar dan confirm dari papah”

Saya:” ia kah, mamah koq gak bilang, baru bilang sekarang”

Wife:” takutnya papah gak bakal setuju mamah ambil baby sister”

Saya:” pasti setuju lah dari dulu malah papah tawarin mamah pakai pembantu sama sajalah baby sister juga”

Wife memberikan hp… “ini orangnya pah, namanya bu Heti, kalau dari profilnya dari sumedang sama dengan daerah asal papah, umurnya 37 tahunan, IRT tapi masih keliahatan muda kan?

Kulihat Photo seorang perempuan memakai kaos lengan pendek setengah badan dari kepala sampai perut, rambutnya panjang, wajahnya sich biasa saja, Cuma yang menarik perhatian teteknya gede banget.

Saya:” (Spontan) susunya gede ya mah..”

Wife:”Apaan sich papah, awas ya kalau digodain, dia masih punya suami dari profilnya menikah, anaknya tiga, orang cari nafkah masih saja papah niat mau godain…yangini gak boleh’ (Kata istri saya sambil tersenyum penuh arti)

Saya:” ia dech mah, wajahnya biasa saja koq, papah juga gak terlalu tertarik”

Wife:” tapi sama susunya tertarik kan”

Saya:” hehe ia mah”

Wife:” inget dia bukan baby sister buat papah lo… buat anak-anak”

Saya:” Ia mah, siap”

Wife:” jangan sampai nanti papah ditangkep polisi karena memperkosa baby sister montok”

Isteri saya masih saja menggoda saya.

Di televisi masih menayangkan pertandingan tambahan, yaitu Alexander volkov vs Derik lewis.

Tiba-tiba isteri saya menarik hijabnya ke atas dan menunjukan leherny…

Wife:” pah liat perbuatan bos kamu, leher mamah banyak banget bekas cupangan, dari papah juga si sebagian, sampe penuh banget”

Aku memperhatikan leher isteri saya yang putih tapi sekarang penuh banget merah merah cupangan sampe ke dekat telingga.

Kemudian isteri saya menurunkan sebelah baju terusannnya sampai ke dada, dan mengeluarkan sebelah susunya dari dalam kutangnya.

Wife:” nich pah, liat nenen mamah, banyak banget kan merah-merahnya, nafsu banget bos papah itu, hampir penuh ini bekas cupangan”

Kulihas memang payudara isteri saya banyak banget bekas cupangan warna merah gelap, bakan di sekitar areola dan putingnya pun banyak bekas cupangan.

Saya:” Maklum mah 3 bulan gak nemu serambi lempit kali, kalau benar”

Wife:” Ia Pah, rakus banget hehe”

Aku jadi sange segera menarik isteri saya dan kami berciuman, lidah kami saling bertautan

Saya:” papah jadi sange, pengen nyusu”

Segera aku mengihasap puting istri saya sambil memencet, meremas payudaranya, air susunya smapi muncrat-muncrat.

Wife:”pelan-pelan pah akh…enak (Sambil merem melek) pelan remasnya, air susunya jadi muncrat-muncrat ke sofa tuch”

Saya lihat air susu isteri saya memang sampai mucrat ke sofa, sofa warna merah muda jadi tampak putih putih disebagian tempat.

Saya:” maaf mah, abis nafsu banget”

Saya kembali menyedot puting sus istri saya dan meminum asi yang keluar, baju isteri saya sudah smpai diperut, saya pun mengeluarkan susu satunya dan menghisapnya juga.

Saya:” yang ini juga banyak banget bekas cupangannya mah”

Wife:Akh..oh… ia pah, dua duanya nenen mamah kena cupang”

Saya: Slruup…slruup… papah gak pernah bosan nyusu ke mamah”

Wife:” ia pah, mumpung papah libur papah lampiaskan semua nafsu binatang papah ke mamah, bentar mamah lepas kutang mamah dulu agak gak nyaman ini”

Istri saya segera membuka kait kutangnya yang ada dibelakang, setelah lepas dia menarik kutangnya dan melemparnya ke depan televisi.

Setelah puas menyusu, aku duduk di bawah sofa dan melebarkan kaki istri saya.

Saya:” mah, ngangkang, papah mau jilatin serambi lempit mamah”

Wife:” ia pah (sambil melebarkan kakikanya sehingga lebih mengangkang), memang gpp, tadi malam kan serambi lempit mamah sudah dimasukin peju Om Fadli”

Saya:” Kan sudah dicuci?

Wife:”Sudah pah, mamah sudah nyuci serambi lempit sampai bersih, papah tarik lepas cangcut mamah, biar papah leluasa jilatin serambi lempit mamahnya”

Saya pun segera menurunkan celana dalam polkadod isteri saya, dan melemparnya entah kemana.

Saya segera membenamkan wajah saya di dalam serambi lempit istri saya yang berbulu lebat, rasanya aga geli dimuka terkena bulu serambi lempit isteri saya.

Wife:” akh… ia pah masukin lidah papah, jilat itilnya pah, tau gak pah, lidah si Fadli itu panjang banget, sampe dalem masuknya tadi malam waktu dia jilatin serambi lempit mamah”

Saya:” ia kah mah, enak dong”

Wife:” enak banget, tapi lebih jago papah dan enak papah sich jilatannya”(Gak tau benar atau bohong), fadli gak mau berlama-lama jilatin serambi lempit mamah, apa dia gak nyaman karena bulu serambi lempit mamah yang lebat kali”

Saya:” gak tau mah, mungkin saja”

Wife:” udah pah, mamah gak kuat, udah sange berat, dari pagi obrolan kita gak jauh dari seputar seks hehe…, masukin rudal papah, papah rebahan ya, mamah di atas”

Saya segera rebahan, isteri saya mengihasap rudal saya sebentar, tapi karena sudah tegang maksimal, dia segera mengangkangi saya, sebelumnya mencopot baju terusannya terlebih dahulu dan melemparnya ke sofa.

Wife:” mamah masukin ya rudal papah…akh nikmat (Bles rudal saya mulai masuk ke serambi lempit istri saya)

Wife mulai menggenjot rudal saya turun naik, tangan saya tidak tinggal diam, kadang meremas pantat montknya kadang meremas dan memilin serta menarik susu dan puting susu isteri saya.

Wife: Pah, gantian ya, mamah nungging papah masukin dari belakang”

Wife segera nungging dan bertumpu dengan kedua tangan di sofa, aku segera menggenjotnya…

Racauan wife makin tidak terkontrol…

Wife:” akh pah… enak lebih kenceng entot yang kenceng…”

Sambil menarik sebelah tangannya aku genjot serambi lempit dewi istriku semakin keras.

Saya:” Mah, gedean mana rudal papah dengan pak fadli”

Wife:” hampir sama sich pah, tapi kayaknya gedean rudal om padli dech, Cuma rudal dia bengkok dikit tapi pendek, coba kalau panjang kaya punya papah lebih mantap….Akh…pah mamah keluar..”

Saya:” mamah rebahan di sofa ya, papah kayaknya bentar lagi mau keluar”

Wife tak menjawab tapi segera mengangkang di sofa, saya berdiri dihadapannya dan mulai memenyetubuhiinnya lagi.

Wife:” Akh terus pah, makin kenceng genjotnya, kayaknya mamah mau dapet lagi, enak banget rudal papah, udah kerasa panas, mau croot juga ya…”

Saya:” Ia mah, kita barengan, serambi lempit mamah luar biasa”

Aku menggenjot sekuat tenaga kecencang mungkin…

Wife: “Akh… mamah keluar..”

menjerit kencang saya segera menutup mulutnya

Saya:” maaf mah, nanti anak-anak kebangun, akh apah juga keluar…”

Pejuhku segera membanjiri serambi lempit isteri saya

Wife:” (Sambil mengerang tertahan)hangat banget, masih banyak saja peju papah, apa karena tadi malam baru keluar sekali ya..?

Saya tidak menjawab karena masih ngos-ngosan…

Saya segera ikut naik ke sofa istri saya agak bergeser agar posisinya berubah memanjang dengan posisi rudal saya masih dalam serambi lempit Dewi Isteri saya dan masih berkedut-kedut setelah tadi orgasme.

Wife:” akh… nikmat banget pah, panas serambi lempit mamah oleh peju mamah”

Saya:” Ia mah, mamah rasanya makin binal, bikin papah puas”

Wife:” Ia pah setelah kena sodok rudal orang lain selain papah, mamah kayak makin binal yaa…”

Saya:” bener kayaknya mah” Sambil mau bangkit mencabut rudal saya dari dalem serambi lempit isteri saya.

Wife:” Biar di dalem dulu pah , jangan dicabut dulu rudal papah, biar nanti lepas sendiri, gak bakal gancet juga hehe…”

Saya:” hehe.. gimana kalau kita gancet mah…haha?

Wife:” ikh amit-amit”

Saya:” Akh gimana mah, puas”

Wife:” puas banget pah, tadi malam habis digilir, sekarang pun menyetubuhi lagi, pokonya puas mamah..”

Saya:” Syukur dech”

Wife:” sebenarnya tadi malem mamah mau coba sesuatu pah…, tapi masih takut dan ragu”

Saya:” Cobain gimana mah” (Posisi saya masih menindih tubuh Dewi, agar dewi tak merasa berat, saya menahan tubuh saya dengan kedua siku)

Wife:” Pengen nyobain dimasukin di pantat pah, di sodomi alias di ebol…”

Saya:” hah… gak boleh , kecuali sama papah doang…”

Wife:” ia, mamah juga maunya Cuma kasih ke papah, jadi tadi malem sempat kepikirna gimana jika mamah didouble penetration gitu, mamah di masukin rudal di pantat mamah trus Om Fadli masukin rudalnya ke serambi lempit mamah”

Saya:” terus kenap gak bilang?

Wife:” Boleh memang, tapi masih takut,takut sakit”

Saya:” gak tau dech boleh atau gak, kita latihan saja dulu mah, biar papah perawanin bool mamah”

Wife:” boleh pah, kapan kapan”

Saya:’Mah gak keberatan sama badan papah”

Wife:” biar dulu pah, tahan pakai siku, mamah pengen berlama-lama dengan rudal papah tetap di dalem serambi lempit mamah, pah tadi malem juga sempat kepikirna gimana kalau serambi lempit mamah dimasukin dua rudal sekaligus ya..”

Saya:” Akh jangan mah, tadi jadi longar serambi lempit mamah”

Wife:” ia, mamah juga takut jadi longgar ,lagian mamah maunya bukan dengan Om Fadli, jadi mamah bayanginnya rudal papah dan rudal asep yang masuk sekaligus di serambi lempit mamah”

Saya:” wah gila.. mamah makin melantur”

Wife:” Cuma fantasi saja pah, udah kayak pelacur aza ya kalau kayak gitu, pelacur juga belum tentu mau dimasukin serambi lempitnya oleh dua rudal sekaligus.. bisa-bisa nati gak bisa jualan serambi lempit lagi haha.. bisa dobol”

Saya:” mamah ini memang kocak juga”

Isteri saya memang kadang-kadang kocak juga.

Wife:” tapi kayaknya gak sampai longgar banget dech pah ,bayi saja bisa kelaur dari serambi lempit, kalau Cuma dua rudal saja pasti muat, paling jadi longgar dikit”

Saya:” memang mamah pengen banget serambi lempitnya dimasukin 2 rudal sekaligus”

Wife:” gak akh, takut longgar, nanti papah cari cewek lain, dan gak sayang lagi”

Saya:” memang papah gak bakal ngijinin koq.. hehe”

Wife sedikit cemberut.

Wife:” mamah juga Cuma ngebayangin aza koq, actualnya gak mau Cuma karena liat di film bokep.

Tiba ada yang berdehem… tau-tau pak fadli sudah ada di depan sofa dengan pakainya yang sudah rapi, isteri saya segera menarik bajunya yang ada di ujung sofa menutupi badan kami, pikir saya kenapa di tutup juga.

Saya:” Eh.. pak Fadli… sudah lama”

Fadli:” baru 5 menitan paling pak, saya mau pamit pulang”

Wife:” Koq buru-buru sekali om”

Fadli:” Ini isteri saya dan mertua saya ada telepon saya berkali kali says pun gak dengar karena lelap tidur.. gak tau ada apa, saya harus segera pulang.

Saya:” Tdak makan dulu pak” (Posisi saya masih menindih Dewi isteri saya, rudal saya sudah saya tarik dari serambi lempit dewi)

Fadli:” nanti saya makan di jalan saja pak, saya gak tau kenapa jadi merasa khawaitr takut ADA APA-APA DENGAN KELUARGA SAYA. Saya pamit pak.

Saya:” Sebentar pak (Saya merasa gak enak dia pamit tapi saya masih menindih isteri saya)

Saya segera bangkit dan memakai pakain saya secepatnya, sedang dewi masih terletang dan menutup tubuhnya dengan baju panjangnya.

Wife:” Ambilin cangcut sama kutang mamah”

Saat itu saya sedang memakai celana saya.

Fadli:” biar saya saja bu” (sambil dia mencari bh dan celana dalem isteri saya) setelah ketemu segera pak Fadli menyodorkannya ke saya.

Saya:” Ambil tuch mah”

Fadli:” Maaf ini Bh sama cangcut ibu”

Istri saya duduk di sofa dan mengambil cd serta bh nya dari tangan pak Fadli.

Wife:” makasih om” (sambil segera bangkit dan memakai celana dalem polkadodnya, terus memakai bra nya.

Wife:” Pah, kaitkan dong kancing kutang mamah di belakang”

Saya segera mengaikannya.

Fadli:” Isteri saya telpon lagi, saya pamit ya”

Saya:” gak diangkat dulu pak”

Fadli: “nanti saja”, sambil segera menuju pintu keluar

Saya segera mengikutinya, pakaian saya sudah lengakp, isteri saya mengikuti tapi masih belum sempat memakai baju terusannya, dia tutupkan bajunya untuk menutupi bagian tubh depannya.

Saat depan pintu pak Fadli berhenti,

Fadli:” Pak Dendi, bu Dewi saya mau berterima kasih, pengalaman tadi malam takan terlupakan”

Saya:” Siap Pak”

Wife hanya diam saja

Fadli:” Saya akan tepati janji saya ke isteri bapak, pak dendi saya jamin akan bisa menikmati tubuh si Ida dan kalau bisa diah isteri saya juga bisa bapak nikmati”

Saya:” Siap pak”

Kami bersalaman… juga isteri berpindah ke sebelah saya bersalaman juga dengan pak Fadli.

Fadli:” Mohon maaf pak, perpisahan”

Wife: Aw…(teriak kaget) rupanya pak fadli setelah bersalaman dengan isteri saya dia menepok pantat semok isteri saya yang Cuma memakai celan dalam saja sambil meremasnya.

Fadli:” maaf bu, abis semok banget, ibu Cuma pakai celana dalem saja jadi saya gak kuat pengen meremas.. itung-itung perpisahan”

Wife:”(mesem sambil melihat ke saya) pah, pak Fadli nakal, masa depan papah dia berani meremas pantat mamah, mana mamah Cuma pakai cangcut aza, belum pakai baju”(sambil berpura-pura cemberut)

Kami semuanya akhirnya tertawa, tiba-tiba hp pak fadli kembali berdering>

Fadli: Saya harus pergi pak, salam buat anak-anak bapak, mari bu Dewi”

Sambil lari menuju mobilnya.

Wife sembunyi dibelakang saya, taku ada yang melihat dari luar dia lagi tidak pakai baju.

Setelah Fadli pergi, kami segera menutup pintu.

Wife:” Kira-kira ada apa ya pah”

Saya:” gak tau mah, mungkin karena gak pulang makanya isterinya mencari pak Fadli.

Aku segera memangku isteri saya….

Wife:”Aw… papah”

Saya:” ayo kita ke kamar mah, kita menyetubuhi lagi”

Isteri saya melihat kecelana saya yang sudah menggembung lagi

Wife:” Koq bisa….”

Bersambung… Setelah Om Fadli Pergi, suami aku segera membopong aku kamar tidur kami…

Saya:” Ah.. Papah mau lagi?

Suami:” Ia mamah papah udah ngaceng lagi” (dan melemparkan tubuh saya begitu saja ke tempat tidur)

Saya sempat melihat Revan masih tidur, sedang intan ternyata sudah bangun sedang membaca buku cerita.

Saya:” Pah, pelan-pelan dong..” (my husband langsung menindih tubuh saya)

Suami:” hehe…Papah mau ronde ke dua”

Saya: “ Tapi itu intan sudah bangun, ngeliatin kita”

Suami:” Biarin aza mah, gak ngerti juga dua dan udah biasa lihat kita”

Intan:” Papah sama mamah mau ngapain koq mamah ditindihin pah?

Saya:” Intan, mamah mau bercinta dulu sama Papah, eh maksdu mamah mau kuda-kudaan dulu”

Intan:” Koq siang-siang, biasanya malem”

Suami:” Intan ini kan hari minggu, papah libur, jadi papah bisa menyetubuhiin mamah kamu siang-siang”

Saya:” Hush mamah, sama anak koq ngomongnya jorok sich…”

Suami:”Kelepasan ma…”

Saya:” Intan baca buku aza, nanti kalau sdh laper bilang ya,nanti mamah masakin, mamah mau ngelayanin papah kamu dulu, maksudnya mau kuda-kudaan sama papah dulu”

Intan:” Ia Mah, tapi gpp intan sambil liatin mamah kuda-kudaan”

Saya:” Ia, tapi intan duduk yang tenang ya.mmmphph.” (Suami saya sudah mulai menciumi bibir saya, saya segera membalasnya, tangan suami mulai meremas susu saya dan kadang pantat saya”

Intan:” Ia mah, itu mamah sama papah ciuman ya”

Deg saya dan suami agak kaget, dari mana pikirku intan tahu ciuman.

Saya:” Intan koq tahu ciuman, ia mamah dan papah lagi ciuman”

Intan:”Dari tv mah”

Suami:” Makanya mah, kalau kamu mau nonton sinetron itu kalau intan sudah tidur (sambil tangan masuk ke dalam kutang saya untuk meremas payudara saya langsung tanpa penghalang)

Saya:” Ia Pah, lagian intan juga sudh terbiasa liat kita menyetubuhi, kita harus betul betul edukasi dia”

Saya:” Intan ciuman itu untuk orang dewasa saja ya, kayak mamah dan mamah, anak kecil kayak intan belum boleh tuch”

Intan:” Ia mah, memang apa gunanya dan enaknya sich ciuman”

Saya:” Intan gek perlu tahu dulu, nanti kalau intan sdh besar bisa ngerti sendiri, intan baca buku lagi aza, itu intan baca buku apa?”

Intan:”Cerita Timun emas dan raksasa mah, ya udah intan baca buku lagi”. Saya lihat intan mulai serius lagi dengan bukunya.

Suami:” Intan gak mau maen di luar ke rumah temen gitu?” sambil mengisap puting susu saya

Saya:” mmpph pah, geli, gak usah intan di sini saja, baca buku ya, jangan main diluar dulu”

Intan:” Ia mah, koq papah suka mimi cucu mamah yang si dedek?

Saya:” Udah, intan baca buku saja, papah lagi aus…”

Suami saya makin kuat menghisap asi dari susu saya…

Saya:” Pah mamah buka ya kutangnya, biar papah nyaman”

Suami:” Ia mah papah yang bukain saja” (sambil tangannya kepunggung saya melepas kait bh saya.

Saya:” mamah baru saja pakai kutang tadi ini sdh dilepas lagi… papah koq cepat naik lagi nafsunya”.

Suami:” Mamah jadi nafus lagi waktu tadi pak Fadli remas pantat mamah yang Cuma ditutupi celana dalem, langsung ngaceng kanjut papah”

Saya:” Ih dasar papah, bukannya marah, istrinya sdh Cuma pakai cangcut aza, eh pantatnya diremas orang pula”

Suami:” mamah juga suka kan”

Aku tak menjawab tapi mendorong suami dan segera melepas baju, celananya dan sempaknya sekalian .

Saya:” Pah, mamah mau isep rudal papah dulu ya, tadikan Cuma bentar” (Sambil langsung memasukan rudal yang sudah super tegang milik suami ke dalam mulut saya)

rudal suami saya tidak tergolong besar-besar amat, tapi cukup panjang, kalo tegang maksimal pernah saya ukur sekitar 20cm kurang dikit.

Saya menyedot mulut rudal suami saya dan kadang turun ke buah pelirnya, bulu kemaluan suami tidak terlalu lebat tapi bulunya panjang-panjang, katanya semenjak tumbuh bulu sejak smp belum pernah memotongnya, jadi bulunya halus tidak terlalu keriting.

Intan terlihat memperhatikan kami.

Saya melepaskan rudal suami saya dari dalam mulut dan mengocoknya paka tangan, kemudian saya bertanya kepada Intan

Saya:” Kak (kadang pangil kakak ke Intan, biar Revan juga ikut terbiasa memanggil kakak ke Intan) kenapa bengong”

Intan:” mamah koq menghisap burung papah, apa gak bau, kan tempat buat buang air kecil”

Saya:” nggak Intan kan bersih dicuci tiap hari, tapi kalau menghisap burung itu Cuma buat orang dewasa sama kayak ciuman”

Intan:”ooh”

Saya:” Pap, sekarang gantian papah mau jilat serambi lempit mamah dulu atau mau langsung dimasukin rudalnya papah?

Suami:” papah jilat dulu mah biar grengg”

Saya pun segera melepas cangcut saya yang berwarna putih polkadod dengan bulatan berwana biru.

Segera saya terlentang dengan kedua kaki tertekuq dan suami segera membenamkan kepalanya diselangkangan saya.

Tiba-tiba intan kembali bertanya:

Intan” Mam, intan juga sering liat papah jilatin serambi lempit mamah, apa itu Cuma buat orang dewasa juga?

Saya: Ia Intan, itu sama kayak ciuman Cuma buat orang dewasa (Saya aga menyesal telah lupa diri membiarkan intan atau revan menonton saya saya sedang digagahi oleh suami)

Intan:” Mamah koq suka dijilati serambi lempitnya sama papah”

Saya:” Ia mamah suka kalau serambi lempit mamah dijilatin, enak banget kakak, tapi yang boleh merasakan Cuma orang dewasa, seperti yang pernah mamah bilang ke kakak, waktu intan liat burung papah dimasukan ke serambi lempit mamah, itu juga enak banget tapi Cuma buat orang dewasa…”

Intan:”ooohh…(Sambil sebelah tangannya menahan dagunya, dia serius melihat kearah saya yang sedang dikerjai suami dari bawah)

Intan:” Dulu mamah bilang kalau burung papah dimasukan ke serambi lempit mamah itu untuk buat adek buat intan, tapi koq sering banget dan gak ada adek lagi”

Saya: (sambil berpikir koq intan bisa ingat saya pernah bilang begitu padahal waktu itu dia masih keci banget)” kak jadi selain bat bikin dedek, rudal di masukan ke dalam serambi lempit itu kegiatan orang dewasa yang bikin mereka keenakan, tapi kalau anak kecil taidak boleh”

Intan terdiam sejenak:” oh gitu, ya udah intan baca buku lagi”

Saya:” mmph aw…(Lidah suami saya mengenai pas di itil saya)

Intan:”mamah kenapa seperti kesakitan”

Saya:” gpp intan, mamah tadi menjerit keenakan kalau tadi itu soalnya itil mamah kena lidah papah”

Suami saya tiba-tiba bangkit dan bersiap untuk memenyetubuhi saya…

Saya:” Pah bentar, apah di bawah saja, biar mamah yang di atas” (Sambil mendorong suami saya agar terlentang)

Suami saya sudah rebahan, segera saya menduduki kedua pahanya..

Saya:” Pah, mamah masukin ya rudal papah (Sambil saya menurunkan badan saya, bless dengan cepat rudal suami saya tertelan ke dalam serambi lempit saya)

Suami:” akh… nikmat mah” (sambil dia menggenjot saya dari bawah)

Saya:” Ia pah, rudal papah enak banget” (Sambil saya turun naiik menggenjot rudal suami saya)

Saya”oh..oh…enak pah (Suami dapat melihat mata saya yang sayu)

Suami:” mamah makin sex kalau lagi genjot papah dari atas, telanjang tapi hijabnya tetap dikepala (Saya memang tidak melepas hijab saya, itu juga permintaan suami kalau kami menyetubuhi, meski kadang-kadang saya juga melepsnya karena kegerahan)

Intan:” mamah itu keenakan apa kesakitan” (Tiba-tiba dia bertanya lagi, saya lihat bukunya sdh gak tau kemana)

Saya:” Mamah keenakan, tanya saja ma papah, makanya kita sering kuda-kudaan”

Intan:” Oh…”

Suami:” Ia kak, kakak ambilin minum papah ya, papah aus (pinta suami saya)

Saya:” Kalau haus minum cucu lagi pah” (Sambil menyodorkan susu saya, suami aga mengangkat badannya dan segera menghisap susu saya)

Saya:” Intan ambilin minum mamah saja”

Intan:” baik mah, tapi intan gerah dari tadi belum mandi”

Saya:” Nanti mandi bareng mamah kalau mamah udah selesai kuda-kudaan sama papah kamu” (Sambil mengambil remote AC dan menrungkan suhu ruangan ke posisi paling rendah, karena saya juga sudah mulai kegerahan)

Saat saya sedang asyik turun naik diatas tubuh suami, tiba-tiba ponsel saya berbunyi kencang, sampai-sampai si Revan hampir terbangun)

Suami:” Diangkat dulu mah, dari siapa itu, siapa tahu penting”

Sementara intan sudah keluar kamar untuk mengambilkan minum.

Saya segera mengambil ponsel dari dekat meja sebelah ranjang sambil tetap dengan posisi sama, rudal suami masih terbenam di dalam serambi lempitku.

Saya:” Waduh dari Asep pah, angkat gak”

Suami:”angkat saja berisik, atau kalau nggak matikan”

Saya terima saja telelpon dari Asep.

Saya:” Halo sep.. ada apa?

Asep:” Gpp mbak Dewi, Cuma kangen saja”

Saya:”Ikh koq kangen sama saya, saya kan isteri orang”

Suami saya mulai menggenjot saya dari bawah sambil tangannya meremas-remas pantat saya.

Saya:egh…Pah..”

Asep:” Mbak Dewi kenapa?(Sepertinya dia heran dengan suara saya yang berat)

Saya:” Aku sekarang lagi dientot sama suami Sep.. halo sep.. ayo pah genjot”

Suami saya segera menggenjot saya lagi kali ini lebih cepat lagi. Intan sudah masuk dan menyimpan gelas di atas meja.

Intan:” mah intan mandi sendiri saja ya, mamah abis lama”

Saya:”Ya udah sana gih.. halo Sep, sambil kembali memanggil asep”

Asep:” Maaf mbak dewi saya tadi kaget, beneran mbak Dewi lagi menyetubuhi sama suami?, suami mbak tahu berarti saya telepon mbak”

Saya:” Beneran, ini saya posisi mendudukki suami, rudal suami saya lagi keluar masuk serambi lempitku Sep” (Aku tanpa tedeng aling-aling)

Suami ku tersenyum kepadaku, aku segera menggenjot rudal suami aku, aku yakin Asep dapat mendengar pantat aku yang lagi beradu dengan paha suamiku.

Asep:” Waduh jadi bener ya, mbak tutup saja telepon saya”

Saya:” memang kenapa Sep”

Asep:” nanti suami mbak marah”

Saya:” Gpp cuek aza, dia lagi merem melek ini keenakan, dia gak marah koq dari tadi diem aza, Cuma rudalnya saja yang gerak-gerak hehe…”

Asep:” masa mbak” (Sepertinya keheranan)

Saya:” Suami saya sdh tahu kamu Sep, saya sdh cerita, waktu di mini market kamu curi-curi pandang ngitipin cangcut aku karena aku pakai celana kain yang tipis, dia juga tahu kamu tepok pantat aku”

Asep lama terdiam..

Saya:” Halo Sep..papah yang kuat genjotnya, mamah juga kuatin genjotan mamah sekarang mamah kayaknya mau dapet” (Sambil saya semakin cepat turun naik diatas tubuh suami saya, saya yakin asep dapat mendengar semakin jelas pantat saya yang beradu dengan pangkal paha suami)

Asep:” Waduh… trus suami mbak marah dong”

Saya:” Pah… mamah dapet, marah sich, tapi gpp Sep, dia tahu isterinya nakal (Sambil melihat ke suami saya di bawah)

Suami saya tersenyum…

Saya: Pah ,mamah pindah ke bawah, papah ewe mamahnya dari atas saja”

Saya Segera berguling ke sebelah suami saya, suami saya segera menaiki saya dan mengangkat kedua kaki saya diatas pahanya dan mengangkangkannya. Segera rudal suami sudah masuk lagi ke serambi lempit saya.

Saya:” genjot yang kuat pah, biar mamah dapet lagi”

Asep sepertinya terdiam mungkin bingung, tapi tidak menutup teleponnya.

Saya:” Halo Sep”

Asep:” Ia mbak,maaf sebelumnya, kalau suami gak marah boleh dong video call biar saya mau lihat mbak menyetubuhi(kata asep dengan berani)

Suami saya segera membisikki saya bilang jangan

Dari tadi memang saya load speaker sehingga suami bisa mendengar percakapan kami

Saya:” Gak boleh Sep, nanti kamu rekam dan sebarin lagi video aku”

Asep:”Gak balakan mbak”

Saya:” gak mau aku, kamu ngocok aza sekarang sambil bayangin lagi menyetubuhi saya, teleponnya jangan di tutup jadi kamu bisa denger suara saya”

Asep:” Ia mbak dari tadi saya sudah ngocok”

Saya:” Dasar… kamu Sep, papah mamah dapet lagi”

Suami:” Cepet banget mah”

Saya Cuma tersenyum…

Saya:” Pah ciumin mamah” (Kami pun berciuman)

Suami:” Mah… papah mau keluar (semakin kuat dia menggenjot saya)

Saya:” Tahan pah, mamah juga mau keluar lagi ini “

Dari ponsel saya dapat mendengar dengusan Asep, sepertinya dia memang sedang ngocok….

Suami: “Mah papah mau keluar(genjotannya makin liar), mamah binal banget”

Saya:” Barengan pah…oh mamah juga dapet lagi(sambil aku mengejang, kurasankan juga rudal suami berkedut kedut, suami saya membenamkan rudalnya sedalam dalamnya ke dalam serambi lempit saya)

Suami:” Papah keluar mah”

Saya:” Mamah juga, peju papah banyak banget pah, sampai keluar dari serambi lempit mamah ini ke paha lengket”

Saya yakin suami juga dapat merasakan pejunya yang meleleh ke paha kami berdua,kami terus berciumana cukup lama, kemudian saya ingat si Asep.

Saya:” Sep, kamu sudah selesai ngocoknya?”

Asep:” Sudah dari tadi, bayangin mbak Dewi koq binal banget saya langsung keluar”

Saya:” Jiah, dasar perjaka, gimana kalau ewean beneran sama aku, langsung bucat kali kamu baru aku goyang sebentar saja”

Asep:” Emang boleh”

Saya:” Kamu tanya sendiri sama suami saya, bilang kamu boleh gak menyetubuhiin Isterinya”

Suami saya sudah tergelak di samping saya, dia Cuma diam saja.

Asep:” gak berani mbak”

Saya:” Cemen kamu Sep, ya gak jadi dapet serambi lempit aku”

Asep:” Masa Suami mbak Dewi gak marah…”

Saya:”Ya tanya sendiri saja”

Asep:” gak berani mbak”

Saya:” Sudah yang Sep, baterai hp mbak tinggal 10 persen lupa charges dari semalam”

Asep:” Sebentar Mbak boleh liat photo serambi lempit mbak lagi yang belepotan pejuh suami mbak gak”

Saya:” beraninya kamu Sep…hehe, ngomong sendiri sama suami saya, nanti saya WA”

Asep:” gak berani mbak”

Saya:” lagi-lagi gak berani, ya sudah nanti mbak kirimin kalau di bolehin suami, toh waktu kita phone sex dulu mbak pernah kirim photo serambi lempit kan”

Asep:”Asyik, ia mbak, tapi waktu itu masih pakai celana dalem Cuma mbak buka sedikit jadi gak liat semua”

Saya:” Dasar, ia mbak ingat kemaren mbak masih pakai cangcut, nanti mbak kirim yang gak tertutup apa-apa”

Lalu saya segera menutup ponsel saya karena baterai makin lemah.. saya segera bangun mencari charger, suami saya lihat senyum-senyum saja kepada saya.

Suami:” mamah nakal banget sich”

Saya:” Bentar pah cari charger, setelah ketemu saya segera memasukan charger ke hp saya, sebelumnya sambil berdiri ngangkang saya photo serambi lempit saya yang berbulu leat, mulut serambi lempit saya agak menganga, dan terliat juga pejuh mengkilap di sekitar bulu serambi lempit saya, dan dari lubang serambi lempit saya.

Suami:” Mamah gak ijin papah mau ngirim photo serambi lempit?”

Saya:” Pasti papah ijinin kan” (sambil senyum ke Suami, saya tak sengaja lihat ke kamar mandi, intan sedang main air, sepertinya mandinya sudah selesai, dalam hati gak adiknya gak kakaknya suka banget sich main air)

Saya:” Intan udah dong mandinya jangan main air”

Intan:” (sambil melihat ke Saya), nanti mah, kalau mamah selsai mandi, intan juga udahan”

Saya:”Ini anak… ya udah tunggu sebentar, sambil mau mengambil gelas dari meja.

Tidak tahunya gelas sudah kosong sepertinya di minum oleh suami saya.

Saya:” Ya, papah koq minum mamah dihabisin”

Suami:” papah haus, mamah ambil lagi aza”

Saya:” ya udah (sambil agak cemberut, saya mengambil celana dalem saya yang tergolek di atas kasur dan mengenakannya kembali)

Dengan Cuma mengenakan hijab dan cangcut doang, saya ke ruang tengah menuju kulqas untuk mengambil minum, hampir dua gelas saya habiskan saya merasa betul-betul hasu.

Dalam hati saya, Dewi kamu benar-benar binal, menyetubuhi mulu sampai kecapean”

Segera saya kembali ke kamar, saya lihat suami sudah tertidur, saya ambil hp dan buka Wa, saat saya buka WA ada beberapa pesan dari Si Asep.

Asep:” Mbak binal banget”

Asep:” Mbak beneran suami mbak gak marah”

Asep:” Mbak mana photo serambi lempitnya?

Segera saya kirim photo close up serambi lempit saya, saya beri nama serambi lempit isteri nakal.

Segera saya chat Asep..

Saya:” Sep ni photo serambi lempit aku”

Langsung muncul balasan..

Asep:” Indah banget serambi lempit mbak, bulu serambi lempitnya mengkilap karena peju, dari mulut serambi lempit mbak juga saya lihat itu masih ada peju keluar”

Saya:” Kamu nikmati dulu photo serambi lempit saya, say mau mandi dan istrihat capek banget, maaf gak bisa lanjutin chat dengan kamu”

Segera saya matikan internet hp saya, saya merasa badan saya letih, saya segera mengambil handuk untuk mandi, kasihan intan lama nunggu nanti masuk angin.

Bersambung… Saya terbangun sekitar jam 3 sore, saya lihat istri saya tidak ada di tempat tidur, anak-anak saya pun tidak ada di tempat tidurnya, segera saya bangun dan masuk kamar mandi, segera saya melepas baju dan hendak saya gantung di gantungan baju di kamar mandi, saya lihat baju, hijab, bh dan celana dalam polkadod isteri saya yang tadi siang dipakainya tergatung di sana.

Selesai mandi saya segera memakai baju kaos dan celena pendek , perut terasa laper saya segera hendak keluar kamar dengan terlebih dahulu mengambil hp di atas meja dekat tempat tidur, saya lihat ada 2 pesan masuk, ternyata itu dari pak Fadli.

Segera saya membuka pesan tersebut, saya agak terkejut membaca isinya

Fadli: “ Pak Dendi, mohon maaf tadi saya buru-buru pulang karena saya dapat telepon dari mertua saya, istri saya ditangkap polisi bersama seorang lelaki, kemungkinan selingkuhannya, pas razia di jalan surapati Bandung, mereka kedapatan membawa shabu di mobilnya”

Itu pesan yang pertama, saya segera membaca pesan yang kedua

Fadli:” Untung saat diperiksa urinenya istri saya negatif, tapi teman laki-lakinya positif, istri saya sudah dibebaskan setelah saya & bapak mertua saya jemput, hanya dikenakan wajib lapor dan harus menjadi saksi, masalahnya mertua saya mulai mengetahui keretakan rumah tangga kami.

Segera saya menelpon Pak Fadli untuk menyampaikan turut prihatin atas apa yang menimpa keluarganya, Fadli bilang istrinya tetap tidak mengakui bahwa telah berselingkuh, bahkan saat ibu-bapak sendiri(mertua Fadli) yang bertanya dia tetap membantah.

Setelah menelepon Pak Fadli saya segera mencari di mana istri dan anak-anak saya, saya cari ke ruang keluarga dan ruang makan juga tidak ada, ternyata mereka sedang ada di teras rumah, Revan sedang main mobil-mobilan dan main tanah sedang istri saya tampak duduk-duduk di sofa berdua dengan Intan di teras rumah.

Saat melihat saya, istri saya langsung memberi senyum manisnya, saat itu dia memakai hijab warna biru, bajunya terusan warna merah kembang-kembang, nampak sangat anggun.

Wife:” eh, tuan raja sudah bangun” (menggoda saya)

Saya: “ Ia, papah capek, wuih mamah cantik banget” (Sambil duduk di sampingnya)

Istri saya memonyongkan bibirnya terhadap saya

Wife:” huuh…ada apa nich… pakai muji-muji segala”

Saya:” Memang gak boleh…?

Wife:”hemm…” (wife tak menjawab)

Ku lihat intan sedang asyik memainkan hp ibunya…

Saya:” Kakak lagi liat apa?”

Intan:” Lagi liat-liat video pah”

Saya:” hati –hati kak, ada video esek-eseknya, hehe”

Wife:” hush, enak aza, memang hpnya papah, isinya video bf semua”

Intan:”Video esek-esek tuch apa mah? (sambil keheranan)

Wife:” Jangan dengerin papah kamu, dia ngawur”

Sayapun merasa perut saya sdh sangat lapar…

Saya:” Mah, sdh masak, papah laper banget nich, mungkin gara-gara tadi malam lembur di tambah tadi siang lanjut lagi” (Sambil mengedipkan mata ke arah istri saya)

Wife:” Sudah dong, mamah tau kalau papah bangun pasti kelaperan”

Saya:” Mamah berarti tadi tidak tidur”

Wife:” Tidak pah, sehabis mandi mamah langsung masak, kasihan juga intan & Revan pasti laper”

Saya:” Mamah memang ibu yang bertanggung jawab”

Wife:” Tapi sekarang mamah capek banget, makanya ini Cuma duduk-duduk aza”

Saya:” Biar ntar malam papah pijitin…”

Wife:” Pijit plus-plus ya Pah” (Sambil tersenyum)

Saya:” Memang masih kurang yang tadi?”

Wife:” hehe…sudah ah, ayo kalian masuk, main di dalam rumah saja, mamah mau nemenin papah makan” (Sambil segera mengajak Revan dan intan masuk).

Saya pun makan di temanin isteri saya, karena Intan & revan sudah makan, saya pun memilih makan di depan tv sambil bersenda gurau bersama kedua anak-anak saya.

Hari sudah larut malam, anak-anak pun sudah pada tidur, tinggal saya berdua dengan isteri yang masih melek sambil menonton televisi.

Saya pun menceritakan kabar pak Fadli tentang isterinya yang sempat di tangkap Polisi, istri saya sempat terkejut…

Wife:” Yang benar pah?”

Saya:” Ia mah, papah bahkan sudah menelepon pak Fadli langsung”

Wife:” Terus sekarang bagaimana? Om Fadli sudah berdamai dengan Isterinya?

Saya:” Kalau itu tidak tahu mah, katanya istri dan anak-anak Pak Fadli sementara tinggal di tempat mertuanya, sepertinya mertua pak Fadli sdh tahu permasalahan rumah tangga mereka, Pak Fadli bilang begitu”

Wife:” Terus Om Fadli tinggal di mana?

Saya:” Tinggal sendiri di rumahnya, mau suruh nginep lagi di sini?

Wife:” Hush, mamah sudah capek”(Sambil tersenyum dan menaruh kepalanya di dada saya, istri saya sudah melepas hijabnya, katanya panas)

Sambil mengelus-elus rambut isteri saya dan melanjutkan pembicaraan kami.

Saya:” Mah, gimana kabar si Asep? Dia ada Wa mamah lagi?

Wife:” Ada Pah, tadi mamah lagi Wa-an’ sama Asep waktu diteras sebelum hp mamah dirampas kakak (Intan)”

Saya:” hehe, kasihan dong…memang dia bilang apa?

Wife:” dia tanya memang papah beneran gak marah ke mamah, waktu tadi kita menyetubuhi dia telepon mamah”

Saya:” Terus mamah bilang apa”

Wife:” mamah jawab aza, enggak, dia Cuma senyum-senyum aza”

Saya:”terus.”

Wife:” kayak tukang parkir saja si papah.”

Saya:” lanjutannya bagaimana”

Wife:” Dia tanya lagi, padahal bukan cuma dia bisa dengar kita menyetubuhi, tapi mamah juga kan kirim foto serambi lempit mamah ke dia yang berlepotan peju papah, koq bisa tidak marah, mamah jawab bisa-bisa saja, terus mamah bilang kamu enggak usah mikirin itu dech, itu urusan internal aku sama suami, mamah bilang gitu aza”

Saya:” Terus dia ajak ketemuan mamah?

Wife:” Ia Pah, dia ngajak kapan-kapan jalan bareng kalau suami gak marah mah…”

Saya:” Trus mamah bilang apa”

Wife:” Terus-terus saja si papah hehe, mamah bilang males ah, takut ketemu orang yg mamah kenal, terus urusan bisa runyam..”

Saya mangut-mangut.

Wife:” Terus dia kayak agak kecewa begitu pah, dia bilang berarti bisa ketemu kalau mamah belanja ke mini market tempat dia kerja saja, mamah bilang saja ya…”

Saya:” Kalau mamah, memang enggak kecewa tidak bisa ketemu dia, bukan mamah penasaran & naksir sama dia”

Wife:” Penasaran ia, tapi naksir? naksir yang gimana dulu…?

Saya:” Naksir suka gitu”

Wife:” Papah gak cemburu kalau mamah suka sama dia”

Saya:” Cemburu dong”

Wife:”Dia genteng, masih muda, atletis terus papah, soal ganteng sebelas dua belas lah sama Papah, tapi dia menang di perut, perutnya rata kalo papah perutnya kan kembung hehe”

Saya:” Mamah ngejek papah ni ceritanya, banding-bandingin perut papah sama dia?”

Wife:” Eh, papah kan yang nanya, yang paling bikin mamah tuch makin penasaran sama dia ya rudalnya pah, kayaknya lebih gede dan panjang dari papah hehe”

Saya:” Wah, mamah sekarang makin nakal ya” (sambil tangan saya sudah mulai masuk ke dalam baju isteri saya, dan mulai meremas-remas susunya dari balik bh)

Wife:”mmmph..(sambil meleguh keenakan). papah memang masih mau menyetubuhi lagi, tadi siang masih kurang?

Saya:” Satu ronde saja mah, biar tidurnya nyenyak, kalo kebanyakan nanti bangunnya

kesiangan..” (Sambil mulai mencium bibir istri saya)

Kami pun saling berpagutan…

Wife:” Lanjut dikamar saja pah, biar leluasa”

Saya pun tidak menjawab, tapi segera menggendong istri saya ke kamar, segera saya melucuti pakaian saya, istri saya pun segera melepas baju kurungnya sekaligus kutang dan celana dalamnya…

Saya kembali menciumi istri saya, sambil tangan saya meremas-remas susunya, saya pun meraba serambi lempitnya, dan terasa sudah lembab.

Wife:” Masukan rudalnya papah sekarang, mamah sudah tidak tahan.

Dengan posisi konvensional, saya pun segera memasukkan rudal saya ke dalam serambi lempit istri saya, ranjang pun berdecit seiring goyangan kami yang sedang bersetubuh.

Wife:” tekan lebih dalam pah…oh enak…”

Saya:” cepat sekali mamah basah…”

Wife:”Mungkin mamah ingat Asep pah… rudalnya gede dan panjang..”

Saya:” ikh Mamah… tapi enggak apa apa, yang penting serambi lempit mamah enak..”(sambil menggenjot istri saya semakin kuat…”

Wife:” Isep puting mamah pah gatel…”

Saya pun segera mengisap puting istri saya bergantian, segera air susu istri saya pun keluar dan saya telan, sebagian menetes di sekitar payudaranya.

Wife:” Papah, yang betul isapnya, ini jadi ke mana-mana ASI mamah…(sambil mengusap asinya yang menetes tak karuan.

Saya:” Habis masih banyak saja air susu mamah, padahal Revan sudah tiga tahun” (Memang Revan lebih banyak minum asi ibunya, hanya sekali-sekali susu formula)

Wife:” mungkin karena susu mamah gede kali ya pah hehe papah isap, Fadli juga, belum Revan tapi masih saja ada”.

Aku semakin memperkuat genjotanku, mungkin karena siang sudah kebanyakan menyetubuhi, terasa mau cepat keluar.

Saya:” Mah, papah mau keluar..”.

Wife:”kita barengan pah, mamah juga mau dapat…”

Saya semakin cepat saja menggenjot serambi lempit dewi istri saya.

Saya:” bagaimana Sekarang Mah?”

Wife:” Ia Pah, buang di mulut mamah ya Pah, dari kemarin malam dan siang mamah belum minum peju, Papah, Fadli buangnya di dalem serambi lempit mamah semua”

Karena sudah enggak kuat lagi segera saya mencabut rudal saya dari serambi lempit istri saya yang tampak sedang orgasme, istri saya mengejang-ngejang.

Segera istri saya bangkit, tapi karena sudah tidak tahan, peju saya muncrat ke mukanya, segera dia memasukkan rudal saya ke mulutnya.

Sambil melepaskan rudal saya dari mulutnya.

Wife”Papah bagaimana, malah nyemprot di muka mamah, mana masih banyak saja maninya papah”

Saya:” Habis tidak tahan mah” (saya lihat istri saya mengusap-usap mukanya dan kemudian memasukkan peju ke dalam mulutnya.

Saya segera terkapar kelelahan di sampingnya.

Wife:” Papah tidak dicuci dulu rudalnya ? bertanya kepada saya.

Saya:” Nanti mah, papah capek” sambil memejamkan mata saya, mengais sisa-sisa kenikmatan yang baru saya dapatkan.

Wife:” ya sudah, mamah mau ke kamar mandi dulu, cuci muka sama nyuci serambi lempit, muka mamah jadi bau peju’

Saya:” Sekalian ambilkan minum dulu mah.

Wife:” ikh papah, ya sudah mamah ambilkan dulu.”

Saya lihat dengan bertelanjang bulat istri saya keluar kamar untuk mengambil minum.

Kurang dari 5 menit istri saya kembali dengan sebuah gelas besar berisi air putih dan menyodorkannya kepada saya.

Saya:” Mamah sudah minum?

Wife:” Sudah Pah, papah habiskan saja”

Segera saya menenggak gelas yang diberikan istri saya.

Saya lihat istri saya masuk kamar mandi untuk bersih-bersih, sekitar 20 menitan istri saya keluar dari kamar mandi.

Saya:” Koq lama mah ?

Wife:” he he sambil boker pah, mamah sakit perut “sambil tersenyum.

Kemudian istri saya mengambil celana dalamnya yang warna merah dan juga bh nya yang juga warnanya sama dan segera mengenakannya, kemudian dia menaruh baju kurungnya di gantungan baju.

Saya:” Mamah tidur gitu aza, enggak pakai baju tidur?”

Wife:” mamah senang tidur gini aza pah, Cuma pakai cangcut dan kutang aza, malahan papah kan tahu mamah bisanya tidur Cuma pakai cangcut aza, biar gampang kalau papah mau lagi.

Istri saya memang biasa tidur cuma memakai celana dalam saja, sedang saya biasanya harus memakai baju tidur karena saya punya penyakit mag, kalau terkena angin malam atau AC mudah kembung.

Saya:” Ya udah papah ke toilet dulu ya, mau bersih-bersih”

Setelah dari kamar mandi segera saya mengambil baju tidur dan memakainya tanpa memakai lagi pakaian dalam, segera saya menuju tempat tidur

Saya lihat istri saya belum tertidur, masih memegang ponsel.

Saya:” Mah koq malah main ponsel.”

Wife:” (sambil tersenyum…) Iseng ah pah mau kirim foto buat Asep”

Sambil memfoto dirinya.

Saya segera merebahkan diri di sebelahnya.

Wife:” Kirim ah, besok mamah liat komentarnya Asep, liat foto mamah Cuma pakai kutang sama cangcut aza, kalau menurut papah bagaimana?

Saya lihat foto istri saya yang sudah dia kirim ke Asep, posisinya mengangkang sambil tangannya seperti mengelus serambi lempitnya, dan tanpa mengenakan hijab.

Saya: “ Mamah nakal banget sich, ya udah kita tidur mah, sudah jam 12, papah takut kesiangan.”

Wife:” Eh bentar pah, tadi mamah konfirmasi ke penyalur Baby sister, katanya mbak Heti mulai kerja lusa”

Saya:” Lusa, berarti Selasa ya mah, besok kan Senin”

Wife:” Betul banget Pah gpp kan”

Saya:” Gpp banget mah, biar mamah terbantu, tidak terlalu capek, mamah sudah ada kontak dengan Bu Hetinya langsung”

Wife:” Sudah pah, rencananya mamah kasih dia tugas buat jaga in anak2, terus kalau pas gantian mamah yang jaga anak-anak dia bisa nyuci baju atau masak juga, mamah sudah bilang juga ke dia, dia sich ok saja”

Saya:” Terus masalah gaji bagaimana mah?

Wife:” Sesuai dengan perjanjian dari tempat penyalur tenaga kerja kita gaji standar pah standar UMK saja, dia kan nanti merangkap-rangkap kerjanya, tapi yang pengeluaran kita bakal bertambah”

Saya:” Ok kalau begitu, papah mah ikut wae…”

Saya hendak memejamkan mata saya, tapi istri saya kemudian menyambung lagi…

Wife:” Padahal mah sudah punya rencana ajak Asep ke rumah Pah, tapi kalau ada si Mbak Heti bagaimana ya”

Saya:” Memang mau ngapain ngajak Asep ke rumah? Sambil menatap istri saya disebalah saya pura-pura heran

Wife:” Ikh Papah. Sambil berbisik ditelinga saya. Mau menyetubuhi lah pah…”

Saya:” Ih dasar mamah, kirain tidak jadi”

Wife:” Ih papah boleh enggak?

Saya:” Ia jangan cemberut, boleh, tapi mamah sama dia Cuma seks aza kan enggak ada perasaan apa-apa lagi?

Wife:” Hehe, ia pah, makasih ya pah, sambil mencium bibir saya.

Saya:” kenapa gak di luar saja mah?

Wife:” Maksud papah di hotel? Takut ah ketemu orang yang kenal mamah, mamahkan asli orang sini pah, banyak yang kenal.”

Saya:” Ia, aman di rumah mah, jangan ke hotel, nanti mamah diculik sama dia…”

Wife:” Hehe… gak di culik pah, tapi dicolok, hehe”

Saya memencet hidung istri saya.

Saya:” Dasar mamah, punya suami, anak 2 tapi gatel”

Wife:” Bukan mamah yang gatel pah, tapi ini nich . Sambil menunjuk ke serambi lempitnya yang terbungkus celana dalem. serambi lempit mamah yang gatel hehe”

Saya:” Memang mamah mau selingkuh berapa kali sama dia, nanti ketagihan gimana?

Wife:” 2 atau 3 kali pah, biar gak boring aza, papah beneran gpp sayang mamah tetap Cuma buat papah koq, tapi kalau papah keberatan gak jadi gpp…”

Saya:” Agak keberatan sich, tapi apa yang enggak buat mamah, asal mamah janji gak berpaling dari papah.

Wife:” Janji, sueer pah, kalau papah sudah ok, yang keberatan mamah dong”

Saya:” mamah keberatan gimana?

Wife:” Keberatan karena nanti mamah ditindihi Asep pah.

Saya;” huuh, ya udah kita tidur mah, sudah setengah satu”

Wife:” Ia Pah, sambil dia miring ke arah saya dan memeluk saya, kami pun tertidur.

Sekitar Jam 6 pagi saya terbangun, segera saya mandi agar tak kesiangan, apalagi hari Senin takut kena macet.

Setelah sarapan saya segera berangkat ke kantor, sebelumnya mengantar intan dulu ke Sekolah.

Sampai di kantor saya kembali ke dalam kesibukan saya dalam pekerjaan, sekitar pukul 9 telepon kantor saya berbunyi ternyata Ida menelepon saya.

Ida:” Pak Dendi, dipanggil bapak (Maksudnya Pak Fadli). Ida biasa saja seperti tidak pernah terjadi sesuatu antara kami.

Saya pun segera menuju ruangan manajer saya pak Hendro untuk minta izin, saya bertemu dengan Fani PA nya, katanya pak Hendro juga di panggil Pak Fadli, akhirnya saya segera menuju ruangan pak Fadli, di depan ruangan saya bertemu Ida yang tampak sedang asyik mengetik di depan komputernya, pagi ini Ida memakai jilbab warna hitam, baju panjang selutut dan celana jeans warna biru.

Saya:” Hai Ida. Saya biasa memanggil namanya langsung, karena masih cukup muda.

Dia agak melengos tapi menjawab juga

Ida:” Sudah ditunggu sama bapak”

Saya pun segera masuk ke raungan Head of Finance ruangan Pak Fadli.

Pak Hendro pun sudah ada di dalam, kata pak Fadli nanti sore jam 2 saya harus ikut meeting dengan Pak Cristofer Finance Officer Bos Finance di perusahaan tempat saya kerja siang ini sedang dalam perjalanan dari kantor pusat di Jakarta, saya agak heran karena baru kali ini diajak ikut meeting, biasanya mulai level manajer saja yang biasa meeting dengan beliau, yang level assistant manajer seperti saya tidak pernah ikut, agak heran juga dan tapi saya tidak enak untuk bertanya Cuma ok saja.

Jam yang ditentukan pun tiba, pukul 2 saya segera masuk ke ruangan meeting, ternyata saya di telepon pak Hendro katanya di ruangan pak Fadli saja, karena Cuma 4 orang, dan saya sudah ditunggu, saya heran kenapa Cuma kami saja, biasanya kalau ada pak Cristo seluruh manajer finance dari semua group akan ikut meeting. Segera saya pun masuk ke ruangan Pak Fadli tanpa lirik-lirik Ida seperti biasanya.

Saya Lihat mereka bertiga, Pak Cristo, Fadli, Dan Pak Hendro sudah ada di dalam.

Akhirnya saya tahu dan sangat terkejut, karena pak Cristo mengatakan bahwa Pak Fadli sudah resign hampir sebulan yang lalu, katanya dia pindah ke Kalimantan untuk kerja di perusahaan kelapa Sawit.

Saya dan pak Hendro terkejut karena tidak ada yang tahu, dan Pak Cristo akan mengangkat Pak Hendro sebagai Head Of Finance yang baru, sedangkan saya dipromosikan sebagai manajer Finance menggantikan pak Hendro, Pak Cristo juga mengatakan bahwa sekarang Head Finance harus di Jakarta, tidak bisa lagi di kantor cabang, dalam artian pak Hendro harus pindah ke Jakarta.

Promosi kami akan berlaku minggu depan, dan sedang diurus HR pusat, kami tidak melalui acting terlebih dahulu karena sudah diatur oleh pak Cristo katanya, biasanya kalau ada promosi harus menunggu Budget baru.

Di satu sisi tentu senang mendapat posisi baru yang lebih bagus, di sisi lain bisa hilang kesempatan mendapatkan Diah dan Ida. Ida tentu akan di bawa pak Hendro ke Jakarta sedang Diah mungkin ikut ke Kalimantan dengan suaminya pak Fadli.

Pak Hendro dan pak Cristo pun pamit, pak Cristo langsung diantar sopir ke hotel dan baru besok pagi kembali ke Jakarta, sedang pak Hendro kembali ke ruangan untuk bekerja.

Tinggallah saya dengan Pak Fadli, karena memang saya ingin mengobrol dan mengetahui alasan Pak Fadli resign.

Akhirnya pak Fadli pun cerita kepada saya bahwa semenjak dia dengan istrinya sering ribut dia memutuskan untuk merantau ke Kalimantan, dan beruntung ada kenalannya dia dapat kerjaan bagus di perusahaan kelapa sawit, dan itu pula salah satu cara untuk menjauhkan istrinya dari selingkuhannya, yang otomatis dia akan membawa istrinya ke Kalimantan, dia mendapatkan posisi sebagai direktur Keuangan saya pun mengucapkan selamat, sebelum saya pergi dia berbisik ke saya bahwa dia tetap akan menepati janji tentang Diah, tapi tak bisa berbuat apa-apa tentang Ida yang pasti akan di bawa pak Hendro ke Jakarta.

Ya lumayanlah, dalam hati saya tak dapat ida masih bisa dapat Diah. Saya pun kembali ke ruangan. Saat jam 6 saya mau bersiap pulang, pak Hendro menemui saya, dia mengatakan dia akan membawa Fani PA nya untuk pindah ke Jakarta, alasannya Fani masih belum menikah sedang Ida sudah menikah dan memang orang asli Bandung.

Otomatis Ida nanti akan jadi PA saya. Dalam hati saya pun girang. Dasar jalan menuju mesum ada saja, dalam hati saya, awas kau ida kena kau hehe ”.

Sebelum pulang saya sempat menelepon istri saya beberapa kali tapi tidak diangkat. Saat itu tidak ada rasa curiga apa pun.

Saya pun pulang ke rumah dengan hati senang dan tak sabar menyampaikan kabar gembira ke Istri saya.

POV Wife

Hari Senin pagi, suami saya sudah berangkat ke kantor dan Intan ke sekolah. Biasanya Intan jam Sepuluh baru pulang. Tinggal saya dengan Revan di rumah, sambil duduk di sofa saya buka ponsel saya, dan saya lihat Asep Wa Saya.

Asep:” Wuih pagi-pagi sudah dapat foto Syuur, tentang foto saya yang saya kirim tadi malam.

Sambil senyum-senyum saya pun menjawab

Saya:” Hehe gimana menurut kamu, foto aku bagus gak?

Asep:” Siip foto mbak Dewi bikin saya ngaceng, tapi koq Cuma satu, dan masih pake kutang dan celana dalem, kenapa gak dilepas aza”

Saya:” Sengaja, biar kamu penasaran, itu foto aku sehabis aku menyetubuhi sama suami”

Asep:” kenapa gak kirim foto serambi lempit mbak yang berlepotan pejuh lagi”

Saya: “kan udah, lagian biar kamu , ”

Asep:” Mbak gak ada rencana belanja ke tempat saya kerja”

Saya:” Rencananya sich saya mau ke mall, tapi malas besok aza, badan masih pegal-pegal”

Asep:” Ya, gak bisa ketemu, padahal kalau mau ke mall bisa saya temani, kerjaan mah gampang bisa saya tinggal”

Saya:” Bisa koq ketemu, saya sendirian di rumah, Cuma ada Revan anak saya yang kecil, suami kerja”

Asep:” Masa mbak, memang boleh, entar kalau ketahuan orang gimana?

Saya:” Memang kenapa takut ketahuan orang, kan Cuma ketemu aza, jangan berpikir mesum ya”

Asep:” Hehe, ya udah saya ke sana mbak, beneran nich?

Saya:” Ia, kesini aza, saya tunggu…”

Saya segera mengakhiri chat kami, saya segera masuk kamar, saya lihat Revan lagi asyik main sambil menonton televisi.

Saya segera mengganti pakaian saya, sebelumnya saya Cuma pakai kaos dan celana pendek, saya segera mengganti baju ,dengan baju kaos tangan panjang yang agak longgar berwarna merah, saya pun segera memakai rok warna abu-abu yang lumayan tipis, celana dalem saya yang warna biru langit pun kalau diperhatikan dengan jelas dapat terlihat dari luar hijab yang saya pakai berwarna putih, saya pun berkaca dan berdandan agak lama, segera saya kembali duduk di sofa.

Saya pun mengambil kamera punya suami saya dan menyalakannya, saya sembunyikan di meja, saya tutupi dengan beberapa helai baju, saya mau merekam apa yang saya lakukan dengan Asep untuk suami saya.

Tak lama terdengar suara motor, saya yakin itu Asep, dan benar saja dia yang datang, saya segera mempersilahkan dia masuk,

Saya:” duduk dulu Sep, aku buatin minum”, sambil berjalan membelakanginya.

Aku yakin Asep dan melihat cetakan celana dalamku dipantat bulatku, dan tentu dapat melihat warnanya yang biru.

Aku merasa makin bersemangat untuk semakin berbuat nakal dan lupa dengan statusku sebagai seorang istri dan ibu 2 orang anak.

Sambil membawa minum aku pun duduk di sofa sebelah Asep. Sambil basa basi:

Saya:” Diminum Sep”

Asep:”Ia mbak, Mbak sexy dan cantik banget dech, Saya jadi dag dig dug”

Saya:” Memang sexy gimana Sep”

Asep:” Badan mbak gak melar, bagus “

Saya:” Kadang-kadang aku ikut ibu yang lain senam, untuk jaga bentuk tubuh”

Asep:” Pantes badan mbak bagus”

Saya: “Itu aza”

Asep:” Gak Cuma itu, pantat mbak montok banget, saya jadi pengen nepok lagi, hehe, apalagi itu roknya ketat banget sampai cetakan celana dalem mbak bisa saya lihat, saya pun bisa tahu celana dalem yang mbak pakai.lhehe…”

Saya:” Masa, memang kamu tahu aku pakai cangcut warna apa”

Asep:” Biru langit kan, jelas loh mbak, mbak gak risih kalau keluar kayak gitu, yang liat kan jadi tahu warna cangcut yang mbak pakai, hehe”

Saya:” Sudah biasa, mungkin dasarnya aku istri yang nakal sep, hehe , tanpa malu aku mengakuinya.

Asep:” Mbak suka eksib ya? sambil memegangi depan celananya.

Saya:” Ia, mbak senang kalau cowok-cowokpada memperhatikan mbak, hehe”

Asep:” Mbak gak takut diperkosa apa”

Saya:” Kenapa takut diperkosa, kalau diperkosa kan enak ha ha”

Asep:” (Setengah berbisik dengan suara berat) mbak saya jadi pengen perkosa mbak”

Saya:” Masukan motor kamu ke dalam rumah, takut ada yang curiga, waktu kita gak banyak, sebelum jam sepuluh aku harus jemput intan di sekolah, aku tunggu di kamar ya” Sambil menunjuk ke arah kamar aku dan suamiku

Asep terlihat bukan main girangnya, aku sendiri segera menuju ke kamar dan memberi Revan ponsel saya dan membawa Revan agar main hpnya di kamar.

Tak lama pintu kamar aku di ketuk, masuk Sep, Asep tampak masih ragu..”ayo sini katanya mau perkosa aku atau aku yang perkosa kau” kataku ke Asep sambil tersenyum..

Asep:” Mbak, kalau suami tahu gimana?

Saya:” Sekarang dia tidak tahu, tapi nanti bakal tahu, kamu tenang saja, aku dan suamiku terbuka masalah seks itu urusan aku, sini sayang…”

Asep :Ia Sayang” sambil merangkul aku dan kami pun berciuman.

Saya:” Bentar sep” Saya memindahkan Revan ke kasur sebelahnya yang biasa dipakai intan untuk tidur…

Setelah itu saya pun rebahan, Asep segera menindih saya dan kami kembali berciuman…

Muach, oh, mmmph, suara kami yang lagi berciuman.

Saya:” Ayo Sayang, nodain aku, kamu orang kedua setelah suami aku yang menjamah tubuhku”

Padahal Om Fadli yang orang kedua menjamah tubuhku selain suami.

Asep:” Say mau nyusu ya pengen tau rasanya mimi asi dari nenen istri orang”

Segera Asep membuka baju kaos saya…

Saya:” Bukain Say, kait kutang aku di belakang.

Asep segera membuka kait kutang aku, dia agak terkejut melihat begitu banyak bekas cupangan di susu aku

Asep:” Say, koq banyak banget bekas cupangan?”

Saya:” Suami aku hobinya cupangin susu sama leher aku say, kamu mau cupangin aku juga?

Asep:” Mau banget” Sambil Asep langsung menghisap puting susu aku.

Asinya segera keluar dan dihisapnya secara terus menerus…

Saya:” akh asep….terus”

Asep tiba-tiba bergerak ketek aku.

Asep:” Say, ketek kamu mulus, gak ada bekas cupangan lagi, aku cupang di sini ya..”

Aku:” Aw,geli say, ia cupangin yang banyak”

Setelah puas aku mendorong Asep dan segera membuka bajunya, tampak memang badanya bagus, harus aku akui kalau masalah ganteng suamiku masih menang, aku harus bersaing dengan banyak perempuan untuk dapatkan dia, mungkin karena ida suka yang agak nakal aku yang menang dan dapat menikah dengan Dendi suamiku.

Aku jilatin puting susu Asep,lalu aku buka ikat pinggangnya, celananya aku lepas juga sempaknya, aku saat itu hanya pakai jilbab, atasnya sudah telanjang, kutang sudah aku lepas, sedang bagian bawah masih lengkap, aku segera berjongkok di depan Asep dan minta Asep setengah berdiri, rudalnya mencuat dan sudah keras, tidak terlalu hitam seperti punya suamiku, tapi jauh lebih besar dan panjang.

Saya” Say, benar kamu masih perjaka”

Asep:” Ia say, demi aku belum pernah ml, Cuma coli doang”

Saya:” hehe aku bakal perjakain kamu.

Asep:” Akh enak Saat aku mulai menjilati rudalnya, sampai ke biji kemaluannya

.

Setelah puas Asep mendorong aku hingga aku terlentang, dia segera melepas rok panjang aku, tinggallah celana dalam warna biru muda, Asep nanar menatapnya, Asep dapat melihat beberapa helai bulu serambi lempit aku keluar dari pinggiran celana dalam, padahal seingatku sudah aku rapikan

Saya:” Buka aza cangcut aku say”

Asep tak menjawab tapi segera menurunkan cangcut aku, aku membantu dengan mengangkat pantat aku.

Aku sempat lihat anakku Revan, tampak dia tidak peduli asyik main Hp.

Saya:” Jilatin serambi lempit aku Sep”

Asep segera membenamkan wajahnya di serambi lempit aku yang berbulu lebat hitam kontras dengan kulitku yang putih, tapi ini mau suami agar gak usah dicukur

Asep:” lebat banget bulu serambi lempit kamu saya.. tapi sexy bikin aku makin terangsang.

Saya:” Akh, aw”

Asep:” Kenapa say?

Saya:” lidah kamu kena itil aku, akh enak sayang”.

Asep:” Slruup, slurupq, Sayang bulu kamu indah banget, serambi lempit kamu merah merekah”

Saya:” Baok aku mah lebat banget say, suami aku yang mau supaya aku gak cukur bulu serambi lempit aku, paling aku cukur dikit supaya rapi”

Asep:” Aku sange berat say, aku lagi jilatin bini orang, pake hijab pula.

Saya:” Kamu nakal say, istri orang kamu jilatin serambi lempitnya.

serambi lempit aku sudah banjir.

Saya” kamu rebahan ya, ewe aku dari bawah.

Asep pun segera rebahan, aku naik ke pahanya.

Saya:” Aku masukan rudal kamu ya say.”

Akh bleess rudal gede Asep seperti membelah serambi lempit aku.

Asep:” Enak Say,oh ah.

Saya:” serambi lempit aku kaya mau robek saya, pelan-pelan rudal kamu lebih gede dari punya suami aku”

Makin lama rudal asep makin lancar keluar masuk serambi lempit aku.

Asep:” akh say aku gak tahan mau keluar”

Saya:” tahan Say aku belum dapet”

Asep:” Akh enggak kuat, sayang aku keluar.”Sambil meremas pantat aku, Asep membenamkan rudalnya dalem-dalem ke serambi lempit aku.

Saya dapat merasakan pejunya yang hangat di dalam serambi lempit aku, pejunya nyemprot kencang

Saya:” Say, kenapa kamu keluarin di dalam, mana peju kamu kenceng banget nyemprotnya, kayanya sampai rahim aku”

Asep:” Maaf say, mungkin karena pertama kali, sayang belum dapet ya (Sambil mau mencabut rudalnya, tapi aku tahan)

Saya:” Biarin saja Say, jangan dicabut dulu, udah terlanjur peju kamu masuk serambi lempit aku”

Asep:” Gimana dong say, aku gak sengaja, gimana kalau kamu hamil”

Saya:” Biar Say, kamu berarti bakal jadi bapak(Sambil tersenyum, padahal ini bukan masa subur aku, dan aku sudah memperhitungkannya)

Asep:” Waduh, kalau suami mbak tahu gimana? terlihat agak panik.

Saya:” Biarin ah, nanti malam paling aku di ewe lagi sama suami aku, nanti peju kamu campur sama peju dia, y udah kamu istirahat dulu”

Aku agak gantung karena belum dapat.

Asep:” Maaf ya say, kamu hot banget dan aku pertama kali jadi cepat keluar”

Aku tersenyum manis ke Asep, gpp say, paling cowok muda kayak kamu bentaran juga rudalnya bangun lagi.

Saya melihat jam sudah jam sembilan, saya pun coba rangsang lagi dengan mengocok ngocok rudal Asep.

Akhirnya 15 menitan dengan susah payah dapat bangun lagi.

Saya:” say, kita ewean lagi, tapi sekarang sambil berdiri, kamu ewe aku dari belakang”

Asep:” Ia Say”

Aku pun berdiri, dan agak jongkok, sengaja aku minta posisi ini, ini posisi favoritku yang biasanya membuat aku cepat keluar, aku takut Asep cepat keluar.

Kami pun kembali Ewean,kali ini Asep pun tak cukup lama juga, untung aku juga bisa cepat dapet.

Asep:” Say, aku mau keluar lagi, udah diujung”

Saya:” Akh, tahan ,aku dapet sep, cepat cabut, keluarin di mulut aku”

Asep segera mencabut rudalnya, aku segera jongkok dan memasukkan rudal Asep ke mulutku, ternyata tetap banyak pejunya dan kental, walau daya tahan seksnya belum sekuat suamiku dan Om Fadli tapi aku lumayan dibuat takjub dengan spermanya yang tetap banyak

Saya:” Banyak banget sperma kamu say, padahal kamu tadi baru keluar…”

Asep:” Maafin aku ya say”

Saya:” Maaf kenapa”

Asep: “Aku cepat keluarnya ya..”

Saya:” hehe.. ia sich, tapi gpp, kamu masih pertama ini lumayan, harus sering berlatih hehe…”

Saya lihat sudah jam setengah sepuluh lewat, aduh aku harus jemput Intan.

Saya:” Say, maaf ya, aku harus jemput intan, kamu gpp pulang sekarang”

Asep:” Kalau aku antar gimana”

Saya:” Jangan, entar ada orang lihat bisa curiga”

Asep:” Ya udah, kapan kita bisa ketemu lagi”

Saya:” nanti aku kabarin”

Asep segera memakai pakainya .

Saya:” Gak dicuci dulu rudalnya sayang? Sambil tersenyum ke Asep

Asep:” Nanti aza di mini market”

Tapi dia belum juga mau beranjak.

Saya:” Kenapa lagi, ayo sana.”

Asep:” Mbak, maaf, sebelumnya”

Saya:” Maaf kenapa lagi”

Asep:” Cangcut dan kutang mbak yang dipakai tadi boleh buat saya, buat kenang-kenangan”

Saya:” Buat coli kali, he he,aduh kamu ini masa cangcut sama kutang aku mau kamu ambil”

Asep:” Please mbak.

Saya:” Ya udah, ambil aza” Sambil tersenyum.

Aseppun segera memungut cangcut aku yang warna biru langit dan kutang aku yang berwarna krem dan berenda serta segera memasukkan kesaku celananya.

Asep:” Mbak aku pamit”

Saya:” Ia, jangan kapok ya, hehe”

Asep pun tersenyum, dia pun pergi

Saya melihat ke arah Revan, dia ternyata tertidur.

Saya:” Ini anak sampai tertidur, mamahnya nakal lagi buat mesum dengan orang, kataku dalam hati”

Aku segera mandi dan kemudian berangkat menjemput intan.

POV Suami

Sekitar Jam 7 , hampir satu jam perjalanan saya sampai rumah.

Intan segera menyambut saya.

Saya:” Mana Mama”

Intan:” Ada lagi nyusuin adik Revan”

Saya lihat istri saya lagi menyusui Revan di sofa dekat TV, aat itu istri saya tidak memakai hijab, rambutnya dikucir, memakai baju kemeja kotak-kotak warna putih , setrip biru seperti titik titik kecil.

Bawahannya hanya memakai rok dalam warna biru muda transparan sampai mata kaki, sehingga saya dapat melihat celana dalamnya yang berwarna hitam.

Mungkin masa sekarang sudah jarang perempuan memakai rok dalam, kecuali istri saya yang kadang-kadang kalau memakai rok panjang atau baju kurung dan mau bepergian suka memakai rok dalam.

Saya:” Mamah koq papah telepon pagi, juga sore koq gak diangkat”

Isteri:” Yang sore mamah ketiduran sama anak-anak di sini, capek banget pah”

Saya kasihan pasti Isteri saya kelelahan mengurus rumah dan anak-anak.

Saya: Kalau paginya?

Isteri:” Hemm, hehe“

Saya:” Koq Cuma hem.

Isteri:” Nanti dech ngomongnya sampil ngedipin mata”

Saya jadi penasaran, saya pun bertanya kenapa gak sekarang aza.

Wife:” Nanti sekalian mamah mau cerita yang special”

Saya makin penasaran, tapi karena laper akhirnya saya mandi dulu terus kami makan malem, Saat anak-anak sudah tidur kami pun menyusul ke tempat tidur.

sayapun cerita apa yang terjadi dikantor semuanya, istri saya kaget bercampur senang.

Wife:” Asyik dong, berarti bulan depan papah dapat mobil invetaris.

mobil kita buat di rumah saja ya pah..”

Saya:’ Ia mah, rencananya papah juga gitu”

Wife:” Memang kalau manajer dapat mobil inventaris apa Pah?

Saya:” Innova mah, terus cerita special mamah apa?

Isteri sayapun bangun menju lemari baju dan memberikan kamera ke saya, mungkin gak begitu bagus gambarnya pah, Cuma mamah taruh aza di meja.

Saya pun kaget dan segera memutar videonya langsung dari kamera.

Saya:” Jadi mamah sudah menyetubuhi sama si Asep”

Wife:” Ia Pah. Sambil tersenyum seperti agak takut-takut mungkin khawatir aku marah.

Saya:” Koq telepon papah gak diangkat.” Sambil terus menonton vido isteri saya

Wife:” Mungkin waktu itu lagi di maenin Revan, dan mamah kan lagi diewe jadi gak fokus gak kedengeran sama mamah”

Saya:” Dia keluar di dalem ya mah, tapi cepat ya” (Sambil melihat video di mana si Asep keluar di serambi lempit isteri saya.

Wife:” Hehe ia Pah. Staminanya masih perlu diasah, hehe”

Saya pun menonton video sampai habis.

Saya:” Wah, dia minta cd kamu juga mah sama beha?

Wife:” Ia mah, cangcut mamah yang biru langit sama kutangnya yang tadi dipakai di minta dia, paling buat coli”

Saya:” Dasar mamah. Kenapa di kasih?

Wife:” ih papa, tinggal beliin lagi, kan sudah jadi manager, masa Cuma beli cangcut sama kutang istrinya aza gak mampu,hehe”

Saya:” dasar mamah awas lo malam ini giliran papah”

Wife:” Siap pah, mamah pasti puasin papah, jangan lupa beliin mamah cangcut baru ya, hehe , Dewi menggoda saya.

Saya:” Siap mah.

Sambil menerkam isteri saya, kamipun mulai menyetubuhi.

Bersambung… Setelah melihat semua video persetubuhan Dewi istri Saya denga Asep, Saya pun segera menyetubuhi istri saya dengan ganasnya.

Saya menyetubuhi istri saya dengan sangat kasar, saya jambak rambutnya sambil saya entot dia dari belakang, saya seperti kesurupan menyetubuhi istri saya dengan berbagai gaya.

Sampai akhirnya saya mencapai puncak dan mengeluarkan peju saya di dalam serambi lempitnya Dewi. Kami berbaring kelelahan. Beberapa saat kami berdua terdiam, sampai istri saya membuka pembicaraan.

Wife: “Pah, koq kamu kasar banget malam ini, tidak lembut seperti biasanya”

Saya:”Papah sengaja memberi pelajaran sama mamah, soalnya mamah nakal sudah berani menyeleweng dari Papah”

Wife:” Kan sudah ijin sama Papah, hehe “

Saya:” Istri Papah ini nakal banget”. Sambil saya memencet puting susu istri saya, asinya pun memancar keluar.

Wife:” Aw, Papah ih geli tau”

Saya:” Biarin”. Sambil saya isep asi tersebut.

Wife: ” Sudah Pah, mamah capek banget”

Saya: ” Pasti capek lah, siang malam menyetubuhi mulu mamah ini, papah sibuk kerja, mamah malah menyetubuhi sama si Asep”

Wife: ” Jadi Papah ceritanya ini marah? Sambil istri saya memasang muka cemberut.

Saya: ” Habis mamah nakal banget” Sambil tersenyum, istri saya pun akhrinya tersenyum.

Saya: ” Bentar mah, Papah mau ke toilet dulu, mau bersih-bersih dulu” Sambil segera bangun dari tempat tidur.

Wife: “ Mamah ikut” Istri saya segera bangun menyusul saya ke kamar mandi.

Di kamar mandi segera saya mencuci rudal saya, sambil membasuh muka, sementara saya lihat istri saya yang masuk kamar mandi setelah saya langsung jongkok di hadapan saya, rupanya dia pengen kencing.

Air kencing pun keluar dengan deras keluar dari serambi lempitnya.

Saya:” ikh mamah, maen cur aza, ini kena kaki papah”

Wife:” hehe, maaf pah, abis kebelet” Sambil mencuci serambi lempitnya.

Setelah selesai, kamipun segera keluar, saya segera mengenakan baju tidur, karena saya gampang kembung masuk angin apalagi kalau terkena AC.

Saya lihat istri saya memakai celana dalemnya juga bra, dia pun memakai baju tidurnya yang warna krem transparan yang panjangnya hanya sampai paha, dan memakai kembali rok dalamnya yang warna biru transparan.

Saya:” Tumben mamah pakai baju, biasanya cuma pakai celana dalem dan bra doang?

Wife:” Lagi pengen saja pah”

Kami berdua segera berbaring di atas ranjang, sambil mengelus-elus rudal saya dari luar celana, istri saya kembali membuka pembicaraan.

Wife:” Pah, jadi nanti si Ida jadi sekertaris Papah ya?

Saya:” Semacam itulah mah, kalau di perusahaan papah istilahnya personal assistant.

Wife:” waw, asisten pribadi ya, asyik dong papah”

Saya:”Belum tahu Mah, sepertinya Ida belum tahu bakal jadi sekertaris Papah, paling pikirnya dia bakal di bawa ke Jakarta sama Pak Hendro.

Wife:” Haha, kasihan dia pah, bakal jadi anak buah manajer mesum”

Saya:” Mesuman mamah dari Papah, papah belum dapet apa-apa, mamah sudah dapat 2 rudal”

Wife:” Ih Papah”. Sambil cemberut.

Saya:” Tapi benar kan mah, hehe”

Istri saya mencibir saya sambil memonyongkan bibirnya.

Wife:” Terus rencananya papah bagaimana buat ngerjain si Ida?

Saya:” Belum ada mah, Papah takut si Ida nanti ngadu ke suaminya kalau papah macem-macem”

Wife:” Ya, pakai strategi pah, baek-baekin dia, pasti ada kelemahannya pah, jangan maen colek saja.

Saya:” Ia, kita lihat nanti mah, terus mamah sama Asep gimana”

Wife:” Gimana apanya pah?

Saya:” Mamah punya rencana menyetubuhi lagi sama dia?

Wife:” Itu mah pasti Pah”, sambil tersipu malu.

Saya:” Dasar mamah”

Wife:” Mamah masih penasaran, soalnya mamah kurang puas tadi”

Saya:” Emang dasarnya mamah doyan kali”

Wife:” nggak gitu juga kali Pah, memang belum maksimal, namanya perjaka, hehe”

Saya:” Mantap dong istri aku ini sudah memperjakai Asep”

Wife:” ih Papah, mamah penasaran kalau dia lebih kuat staminanya pasti lebih puas dech mamah”

Saya:” Besok mamah mau menyetubuhi lagi sama dia?

Wife:” Nggak besok juga kali Pah, kapan –kapan lagi saja, lagian besok baby sister kita datang, gak mungkin lah mamah bawa cowok lain ke rumah, apalagi sampai ngamar”

Saya:” Syukur dech”

Wife:” Papah kayaknya seneng”

Saya:” Ia lah, jadi kalau papah menyetubuhi sama mamah malem bukan bekas si Asep”

Wife:” Ih papah, awas dech” Sambil Dewi mencubit perut saya.

Saya:” Terus kapan”

Wife:” Belum tahu, ini bekas cupangan papah sama om Fadli di nenen mamah saja belum hilang, masih merah-merah, jadi mamah menyetubuhinya sama papah saja dulu, biar si Asep gak tahan, nanti kalau mamah sama Asep lagi, dia bisa lebih ganas karena lama nunggu hehe”

Saya:” Tadi mamah, di cupang si Asep di ketek ya? Mana papah liat? Sambil mengangkat tangan istri saya yang sebelah kanan.

Wife:” Bukan yang kanan Pah, tapi ini yang kiri” Sambil istri saya mengangkat tangannya yang kiri dan memperlihatkan keteknya, benar saja ada tanda merah dua buah.

Saya:” Wah si Asep tahan ya sama bau” Sambil bercanda.

Wife:” Enak aza, ketek mamah wangi tau” Dewi pun tersenyum.

Saya:” Berarti tadi mamah masih belum puas banget?

Wife:” Nggak juga Pah, Cuma penasaran gimana kalau stamina tu anak lebih kuat, soalnya jujur pertama masuk enak banget, serambi lempit mamah rasanya penuh, rudalnya gede dan panjang pah” Sambil menggoda saya dan meremas rudal saya dari luar celana.

Saya:” Aw, pelan-pelan mah, nanti bangun lagi burung Papah”

Wife:” Ayo kita tidur kalau begitu Pah”

Saya:” Bentar mah, mamah koq bisa kasih celana dalem mamah ke dia, yang bekas dipakai lagi belum di cuci kalau di pelet gimana?

Wife:” Papah takut ya, mamah yakin cangcut mamah yang diminta si Asep Cuma buat coli aza pah, tadi aza dia wa mamah, ngirim video pendek, eh ternyata video dia lagi coli dan cangcut mamah yang warna biru itu di gosok-gosokan ke rudal dia”

Saya:” masa? Terus dia wa apa lagi?

Wife:” Dia tanya kapan bisa berduaan lagi, mamah jawab bakal susah karena nanti ada baby sister di rumah kita, kalau jalan di luar mamah juga gak mungkin nanti ada orang yang kenal, sepertinya di kecewa Pah”

Saya:” Bagus itu mah, biar dia cari cewek lain saja, beraninya godain dan nodain istri papah”

Wife:” Papah ini” Sambil menguap, ayo pah kita tidur, mamah sudah ngantuk berat”

Kami pun tertidur dengan pulas.

Keesokan paginya seperti biasa saya berangkat kerja dan sebelumnya mengantar Intan sekolah.

Di kantor tidak ada yang istimewa, pekerjaan seperti biasanya, sepertinya Ida sudah di beritahu pak Hendro bahwa dia tidak di bawa ke Jakarta.

Ida menjadi lebih ramah terhadap saya, seperti saat saya mau menemui pak Fadli, dia mengajak saya ngobrol sebentar dan nanti saya jadi bawah bapak, pak Hendro membawa Fani ke Jakarta bukan dia.

Ida mengatakan sebenarnya dia tidak ingin ke Jakarta, karena suaminya bekerja di Bandung juga, dia tidak menyinggung-nyinggung masalah kita, waktu dia marah karena aku colek pantatnya.

Sengaja saat mengobrol itu saya terang-terangan melihat ke susu dia yang besar yang meski ke tutup sama kemeja yang sebenarnya longgar, tapi tidak mampu menyembunyikan susunya yang besar.

Ida sepertinya mengetahui bahwa mata saya menatap terus susunya, dia hanya terlihat sengaja menutupkan sebelah tangannya ke dada, tapi tidak terlihat reaksi marah.

Dalam hati saya ini sinyal bagus, mungkin dia jadi agak segan karena nanti saya jadi atasannya, atasan yang mesum yang siap menyalah gunakan jabatannya.

Hari itu sengaja saya pulang lebih awal karena pekerjaan tidak terlalu padat.

Jam enam saya sudah sampai di Rumah, ternyata baby sister yang baru itu lumayan oke juga, saya sempat bertanya ke Istri saya, apa ini beda orangnya dari yang diperlihkat fotonya terhadap saya.

Ternyata orang yang sama, yaitu Bu Heti, hanya ternyata menggunakan jilbab, berbeda dengan di foto yang tanpa jilbab.

Wajahnya lumayan juga, dan memakai kaca mata minus, susunya beneran gede dan ternyata pantatnya gede banget, lebih montok dari Ida, mesik dia memakai rok yang lebar tetap saja tampak membulat.

Saya pun mulai berpikir, bisa jadi target baru, tapi saya harus hati-hati karena istri sudah mewanti-wanti jangan menggangu Bu Heti, dia mencari nafkah untuk keluarganya, jadi agak beban buat mengganggu dia.

Beberapa hari berlalu tidak ada masalah apa-apa saya mencoba mengontrol syahwat saya, hanya kadang suka mencuri-curi pandang saja sama Bu Heti, kalau sange saya lampiaskan ke istri saya.

Istri saya juga mengatakan hubungan sama Asep pun hanya lewat telepon saja, kadang ketemu di mini market, tapi istri saya perginya juga sama Bu Heti.

Kata istri saya kadang dia cuma telponan terus phone sex atau video call, istri saya bilang masih menunggu waktu yang pas maen lagi sama Asep, saya bilang lebih baik maen bertiga saja dengan saya ikut gabung, istri belum yakin Asep mau, tapi akan ditanyakan.

Seminggu berlalu, Pak Fadli resmi keluar, sempat diakan perpisahan sederhana di salah satu hotel di Bandung, Istri saya hadir termasuk Diah istri Pak Fadli.

Tidak ada yang istimewa, hanya istri saya sekarang sudah tahu Ida. Ida juga hadir dengan suaminya dan membawa anak semata wayangnya.

Suami Ida terlihat lebih tua dari Ida, seperti seumuran dengan saya, tapi aga hitam, kita sempat kenalan, ternyata suaminya satpam di sebuah Bank dan berasal dari daerah Maluku.

Istri saya bilang, beruntung suami Ida, dapat istri seperti Ida.

Saat acara selesai, Pak Fadli sempat menemui saya dan istri, dia mengatakan masih pergi sendiri ke Kalimantan, dan angkat berangkat 2 hari, istri tinggal di Bandung.

Pak Fadli bilang istrinya sudah mengakui perselingkuhannya dan tak berhubungan lagi dengan selingkuhannya setelah selingkuhannya di penjara.

Istri saya malah menanyakan tentang janji pak Fadli yang mau memberikan tubuh istrinya untuk saya cicipi, ternyata pak Fadli masih ingat, dia bilang rencanya berubah tidak seperti dulu, dia mengatakan akan merayu istrinya dulu agar mau swinger bersama kami. Saya bilang Pak Fadli atur saja tidak usah buru –buru.

Sudah 2 minggu berlalu, saya sudah mengisi posisi baru sebagai manajer, saya besikap biasa terhadap Ida menjaga imej saya.

Sampai suatu hari…

Saat itu hari Sabtu, saya kerja hanya setengah hari, saat saya pulang, tampak bu Heti sedang menyapu teras, diapun tersenyum ramah ke saya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

Saat itu Bu Heti memakai jilbab warna kuning, baju panjang dan celana kulot warna gading yang agak tipis, dia aga menungging sambil menyapu, tak sengaja saya melihat pantatnya yang besar, bulatan cd membalut pantatnya.

Saya tidak buru-buru masuk, saya perhatikan pinggulnya yang besar, saya penasaran dia pakai cd warna apa.

Akhirnya setelah saya perhatikan lebih jelas dia sepertinya memakai cd warna hijau, sambil celingak-celinguk saya pikir aman, nafsu sudah di ubun-ubun, apalagi mendekati Ida saya masih belum berani betul.

Saya gelapa mata, nekad saya remas pantat bu Heti.

Bu Heti:” Aw” Sambil setengah meloncat dia menutup mulutnya, dan melihat ke arah saya.

Saya tersenyum dan masuk ke dalam rumah, saya gak perduli lagi, sepertinya bu Heti tampak kaget dan kebingungan, majikannya bisa melecehkan dia.

Di Dalam rumah tidak terlihat anak-anak juga istri saya. Saya pun masuk ke kamar ternyata anak-anak pada bobo siang, dan istri saya baru selesai mandi.

Saya pun segera merangkul istri saya yang lagi duduk depan meja rias hanya memakai handuk.

Wife:” ah, papah, bikin kaget, kapan pulang”

Saya:” Sudah 15 menitan, sambil mencium leher istri saya”

Wife:” Koq rudalnya keras” saat itu dewi meremas rudal saya dari luar celana.

Saya tidak menjawab tapi mencium segera melumat istri saya.

Wife:” Papah, sange ya, hayo habis godain Ida ya di kantor”

Saya:” Nggak”

Wife:” tapi koq sudah keras banget”

Dalam hati, bilang nggak ya sama istri.

Akhirnya saya nekad mengatakannya, mungkin istri tak akan marah karena lagi horni.

Saya:” Mamah jangan marah ya?

Wife:” Marah kenapa? Papah buat salah apa?

Saya:” Bilang jangan marah dulu”

Wife:” Tergantung salah papah apa”

Saya:” Ayo janji dulu, baru papah mau bilang”

Wife:” Ia dech, apaan sich”

Saya:” Tadi pas papah datang, papah liat Bu Heti lagi nyapu tersa, agak nungging, pake celana kulot yang agak tipis, papah coba perhatikan agak lama”

Wife:” hemm, pasti papah jadi penasaran Bu Heti pakai cangcut warna apa, ia kan”

Saya:” Hehe, ia mah, papah perhatikan celana dalem Bu Heti warna hijau, langsung ngaceng papah, terus papah masuk dech ke kamar lihat mamah Cuma pakai handuk, jadi makin ngaceng”

Wife:” Beneran Papah langsung masuk, gak papah pegang atau tepok pantatnya BU Heti kan?

Saya:” Nggak dong mah”. Saya agak berpikir lama, kalau Bu Heti ngadu sama istri saya bagaimana ya?

Wife:” Syukur dech, tapi koq papah malah melamun, jadi curiga?

Saya:” Mah, sebenarnya tadi papah remas pantatnya Bu Heti” Saya nekat bilang, tau dech jadi bagaimana, daripada Bu Heti nanti yang ngadu sama istri.

Wife:” Astagfirulloh, ih papah koq nakal gitu, gimana kalau bu Heti marah? Terus papah dilaporkan ke polisi?

Saya terdiam.

Saya:” Maafin papah ya mah?

Wife:” Kenapa minta maaf sama mamah? minta maaf sama bu Heti.

Saya:” Ya sama mamah juga, pati mamah marah”

Wife:” Kalau mamah sich nggak marah, mamah udah ijinin mamah menyetubuhi sama Asep, Fadli, tapi papah belum dapat serambi lempit lain selain serambi lempit mamah, yang mamah takutkan ya Bu Heti yang marah, kalau misa bu Heti mau sama Papah mamah gak masalah pah, tapi kalau dia tidak suka gawat?

Saya pun terdiam dan duduk di kursi sebelah istri saya, rudal saya yang mengeras kembali melemah.

Wife:” Tadi bu Heti langsung marah?

Saya:” gak tahu mah, tapi sepertinya kaget, dia menjerit tapi menutup mulutnya, papah langsung masuk ke dalam rumah”

Wife:” Papah gak tanggun jawab, remas pantan orang terus ngacir, kita lihat saja dulu pah sikap dia ke papah dan mamah”

Saya:” Oke kalau begitu mah”

Wife:” Papah mandi dulu saja, mamah mau lihat bu Heti”

Saya lihat istri saya segera berpakaian, memakai jilbabnya yang warna pink, baju kurung warna abu-abu.

Saya jadi kepikiran, segera saya mandi agar kepala lebih segar.

Setelah berpakaian saya pun keluar kamar, tampak Istri saya, Revan & Intan yang ternyata sudah bangun, juga Bu Heti yang lagi memangku Revan, mereka melihat ke saya, tampak Bu Heti bersikap biasa saja”

Wife:” Papah sudah laper? Mau makan di sini depan tv atau di meja makan?

Di sini saja mah, sambil saya memangku Intan yang berjalan ke arah saya, saya sempat melihat ke arah bu Heti, tapi bu Heti tampak seperti tidak terjadi apa-apa.

Wife:” Mamah siapin dulu ya, papah di sini ngobrol sama Bu Heti dulu temenin anak-anak” istri saya sambil tersenyum penuh arti.

Saya jadi agak serba salah, tiba-tiba Bu Heti mengajak saya berbicara, di memanggil saya Bapak, padahal jelas lebih tua dia.

Bu Heti:” Bapak enak ya kalau sabtu gini pulangnya cepat”

Saya:” Ia Bu, lumayan bisa maen sama anak-anak”

Bu tersenyum penuh arti, lumayan manis juga, tak lama istri saya datang membawa makanan.

Saya pun bersiap makan, tiba-tiba Revan menghampiri saya, dengan ngomong yang belum jelas, tapi saya mengerti saja, dia mengajak saya menemaninya buang air besar, kalau ada saya Revan agak manja, apapun minta saya yang temanin.

Karena melihat saya yang mau makan, Bu Heti segera menghampiri, dia membujuk Revan, akhirnya Revan mau, sepertinya dia mulai dekat, Revan pergi ke kamar mandi dalam kamar saya di temani bu Heti.

Wife:” Sudah makan sekarang, yang banyak biar kuat menyetubuhinya, hehe.

Saya:” Mamah gak tau apa papah lagi dag-dig dug”.

Wife:” mamah udang ngomong sama Bu Heti, dan minta maaf atas kelancangan papah, dia udah maafin papah koq, jadi jangan khawatir lagi”

Saya:” Masa mah, dia gak marah”

Wife:” Papah liat sendiri kan dia bersikap bisa saja”

Saya:” Syukur dech”

Wife:” Mamah lupa, ambil minum, mamah ambil dulu” kemudian istri saya bangun dari kursi dan menepuk pundak saya sambil berbisik:

Wife:” kalau Papah tertarik sama Bu Heti, tusuk aza serambi lempitnya, sudah aman koq, haha” sambil berlalu.

Saya sampai keselek, istri saya segera berlari dan membawa air minum, saya segera minum sampai satu gelas langsung habis.

Wife:” Hehe, papah kaget, mamah sudah bincang lama sama dia, mamah iseng bilang ke dia, dan mamah juga sering liat papah perhatiin dia, mamah bilang papah suka sama bu Heti”

Saya:” Maksudnya?

Wife:” Sambil bercanda setelah tadi mamah minta maaf ke dia untuk apa yang papah lakukan, mamah bilang papah nafsu sama kamu Bu Heti”

Saya:” Terus”

Wife:” Bu Heti diem saja, mungkin dia pikir mamah bicara ngasal, atau dia kesal, tapi yang bikin mamah terkejut bu heti terus curhat sama mamah”

Sambil istri saya melihat ke arah kamar, mungkin takut bu Heti keluar, tapi ternyata belum.

Saya:” Curhat apa mah”

Wife:” Dia curhat, bahwa suaminya dulu supir, terus kecelakan dan nyaris lumpuh, jadi Bu Heti harus bekerja, sempat kerja di pabrik tapi kemudian ada pengurangan karyawan, dia kena, jadi dia serabutan jadi pembantu, buruh cuci, karena suaminya tidak kerja, butuh pengobatan juga, mamah terus tanya, sambil minta maaf karena sensitif, apa suaminya masih bisa kalau ngasih nafkah batin, ternyata itunya gak bisa bangun habis kecelakaan pah, jadi kan bu Heti lama gak ditusuk hehe”

Saya:” Terus”, sambil melihat ke arah kamar takut bu Heti datang.

Wife:” Mamah lihat ini kesempatan, siapa tahu saja, mamah tanya berarti bu Heti lama tidak disentuh, di jawab ia, tapi sekrang pengobatan alternatif suaminya ke daeran Banten, sudah mulai bisa bangun rudalnya, jadi bu sudah bersetubuh lagi dengan suaminya walau katanya belum bisa maksimal, katanya harus terus terapi dan butuh biaya besar ternyata, sekali berobat bayar terapinya saja satu jutaan, belum ongkosnya, jadi bu Heti senang bisa kerja di kita, di situ mamah masuk, mamah iseng saja papah bisa bantu kasih tambahan buat terapi dan yang lainnya, mamah bilang mamah kewalahan layanin nafsu papah, jadi kalau bu Heti mau melayani papah, imbalannya lumayan”

Saya:” Mamah nekat ngomong gitu, terus reaksi dia gimana?

Wife:” Dia kaget pah, mungkin dipikir-pikir ya banyak untungnya buat dia, bisa dapat seks, juga duit buat biaya 3 anak dan suaminya, dia mau”

Saya kaget dan kembali hampir keselek.

Wife:” hehe, mamah juga kaget, ini itung-itung balas budi mamah karena papah sudah bolehin mamah maen sama Asep”

Tiba-tiba bu heti datang mengendong Revan dan duduk bersama kami lagi.

Wife:” Papah sudah makannya, biar mamah bereskan piringnya, sana bawa Bu heti ke kamar, papah kan tadi sange”

Saya bener-bener keselek lagi, Bu heti juga nampak kaget sekali.

Wife:” Bu, saya sudah ngomong sama suami saya, jadi gak usah menunggu nanti malam, ibu layanin suami saya sekarang, di kamar kami saja” kata istri saya tanpa tedeng aling-aling.

Bu heti seperti syok.

Wife:” Papah koq bengong, ayo, jadi jagoan katanya mau tusuk serambi lempit bu Heti, ayo bawa ke kamar, jangan diam saja” Sambil menggiring saya mendekati Bu Heti.

Saya sudah kepalang tanggung, saya gandeng saja bu Heti, dia diam saja,

Intan pun bertanya sama Ibunya:

Intan:” papah mau kemana bawa Bu Heti mah?

Wife:” Intan di sini saja, Revan juga, papah mau rapat eh rapet dulu sama bu Heti, bu Heti yang tenang saja ya, santai-santai dulu, biar anak-anak saya yang jagain, bu Heti jagain suami saya dulu, hati-hati galak.

Intan:” Ia Mah.

Saya sudah tidak perduli segera membawa bu Heti ke kamar, nafsu sudah diubun-ubun, segera saya tutup pintu kamar, sayang annkat Bu heti dan banting ke kasur.

Heti:” Aw, bapak”

Saya segera menidih dia, dan mencium serta melumat bibirnya, lumayan meski wajahnya biasa, tapi sensasi mau gagahi bini orang lebih luar biasa.

Bu Heti masih terlihat kagok, tapi mencoba membalas ciuman saya:

Segera saya bukan kancing baju bu heti, tampak behanya warna hitam, saya naikan saya isap susunya yang besar dan putingnya lumayan besar meski masih besaran puting istri saya, mungkin karena lagi menyusui.

Heti:” pelan-pelan pak”

Saya sudah gak sabar, saya buka baju bu Heti, bu heti mau melepas jilbabnya,.

Saya:” Biar saja bu, saya lebih terangsang ibu make jilbab”

Saya isep kbergantiang puting susunya, lehernya tak luput saya dari jilatan saya.

Heti:” sudah pak, saya malu”

Saya:” Sudah bu, nikmati saja, saya janji bakal bantu masalah keuangan ibu”

Heti:” Oh, geli Pak, ampun” waktu saya jilat kuping dan lehernya.

Segera saya buka semua pakaian saya,sampai saya bugil, bu Heti tampak agak kaget melihat rudal saya yang sudah keras mengacung, ini pasti kali pertama dia melihat rudal selain milik suaminya.

Saya:” Ibu pernah isep rudal suami ibu?

Bu Heti hanya diam saja, mungkin masih belum percaya sekarang dia hampir mau disetubuhi lelaki yang bukan suaminya.

Saya:” Heti, sekarang isep rudal saya” sambil sedikit membentak

Bu Heti tampak kaget dan segera memegang rudal saya.

Heti:” pernah pak, isep punya suami, tapi jarang”

Saya:” Cepat Heti isep sekarang”

Bu heti tampak ragu, tapi akhrinya memasukan rudal saya ke mulutnya, setelah sebelumnya sedikit mengocok-ngocok rudal saya.

Pantesan bilang jarang, blow job bu Heti memang kurang nikmat.

Akhrinya segera saya cabut rudal saya, saya tarik kulot bu Heti, benar saja celana dalamnya warna hijau, saya sempat mau buka cd bu Heti, mau jilatin serambi lempitnya, tapi gak jadi, agak ragu-ragu juga, selama ini hanya serambi lempit dewi yang pernah saya jilat, karena sudah sange, saya pinggirkan celana dalem bu Heti, tampak bulunya lebat tak beraturan.

Saya:” Heti ngangkang sekarang saya mau ewe kamu.

Bu Heti segera mengangkang, segera saya tekan rudal saya perlahan-lahan.

Saya:” Bu, siapa nama suami Ibu?

Heti:” emmph”, menahan dorongan rudal saya.

Heti:” Saefudin pak, akh” tanpa sadar dia mendesah.

Saya:” Saefudin, binimu aku ewe ya” saya dorong rudal saya kuat –kuat, bless masuk semua.

Bu Heti meradang mendengar saya bilang begitu tapi tak berdaya.

Ternyata serambi lempit perempuan 37 tahun ini nikmat juga dan seret banget, mungkin karena jarang di entot suaminya.

Heti:” Aw, pelan-pelan pak, rudal bapak besar”

Akhirnya keluar omongan jorok dari ibu berjilbab yang lagi aku tindih ini.

Saya tak perduli segera saya genjot kuat –kuat.

Saya isep teteknya dan saya cupangin.

Heti:” Aw, naha dicupangin pak”

Saya:” Biar suami kamu tahu, kamu udah digagahi sama orang lain”

Saya tarik bu Heti, saya suruh dia nungging, dengan gaya anjing saya masukin lagi rudal saya dan mulai memenyetubuhi lagi bu Heti.

Saya:” Heti bagaimana kalau suami kamu tahu kamu saya gagahi”

Bu Heti tak menjawab, hanya mendesah saja, saya genjot kuat-kuat.

Heti:” Aw, pak Dendi pelan-pelan rudal bapak gede banget”

Saya:” Gedean mana sama rudal suami kamu?

Heti:” gede rudal pak dendi, aduh lalaunan pak”

Saya genjot makin kenceng.

Saya:” Pak Saefudin, lihat nich rudal saya keluar masuk serambi lempit istrimu”

Heti mengejang sepertinya dia orgasme, serambi lempitnya berkedut-kedut, dia terlungkup, saya balikan badannya dan saya naiki lagi.

Saya:” Saya ingin bu Heti lebih binal, anggap saja lagi ngento dengan suami ibu, kalau ibu bisa bikin puas, saya jamin pengobatan suami ibu lancar”

Sambil makin kuat menggenjot bu Heti, kebetulan sayapun terasa mau keluar.

Heti menganguk pelan sepertinya mengerti maksud saya.

Saya:” serambi lempit bini kamu enak Saefudin”

Heti:” Akang, ieu ibu digagahi salaki majikan ibu, tuch rudalna kaluar masuk serambi lempitku”.

Bu Heti sepertinya ngerti mau saya, dia muali terlibat dipermainan saya.

Saya pun makin kuat genjot serambi lempit bu Heti.

Heti:” Akang tulungan, nyai diperkosa dunungan, aduh, enak rudalna gede”

Saya sudah gak kuat lagi saya tekan dalam-dalam rudal saya.

Saya:” Heti, saya mau keluar, terima nich peju saya, Saefudin saya pejuhin istri kamu”

Heti:” Oh, tidak, jangan di dalam pak”

Tapi saya sudah tidak kuat, saya cengkram pantat besarnya yang lebih besar dari Ida apalagi dewi istri saya.

Saya:” Aku keluar heti” Croot..croot berapa kali peju saya nyemprot dengan deras di serambi lempit Heti.

Heti kaget sekali

Heti:” Aw, bapak koq dimuncrati di dalam?

Dia berontak mau lepas tapi saya tindin dan cengkram kuat-kuat pantatnya, saya tekan rudal saya, saya pun mulai kelelahan. Ceritasex.site

Bu Heti mendorong saya, dan menarik lepas rudal saya, lalu segera turun dari ranjang dan melepas celana dalemnya yang belum saya lepas dari tadi lalu masu kamar mandi, saya lihat dia mengorek-ngorek serambi lempitnya dan mengeluarkan peju saya.

Saya tidak perduli sambil memejamkan mata, saya mengatur napas saya.

Saya kembali melirik bu Heti, dia sudah mencuci serambi lempitnya, dan berjalan ke arah saya.

Dia mau memakai celana dalemnya, lalu saya bilang:

Saya:” Gak usah dipakai dulu celana dalem ibu, sini berikan cd ibu ke saya” Sambil mengulurkan tangan saya

Bu Heti dengan berat hati tidak jadi memakai celana dalemnya dan memberikannya ke saya.

Heti:” Buat apa cangcut saya pak?

Saya tak menjawab, tapi segera mengelap rudal saya dengan celana dalem bu Heti.

Saya:” Ayo naik sini, masih ada ronde kedua, ibu masih harus melayani saya”

Heti:”Tapi pak, ibu bagaimana?

Saya:” Gak usah pikirkan Dewi, dia sudah paham”

Heti pun naik keranjang…

Heti:” Pak , kenapa tadi mani bapak dibuang di serambi lempit saya? Kalau saya hamil bagaimana?

Saya:” Memang kamu lagi subur? Sambil melihat bu Heti yang sudah rebahan sebelah saya.

Heti:” Ia Pak, saya lagi subur”

Deg….

Bersambung… Saya cukup kaget medengar ucapan Bu Heti.Saya:” Bu Heti, waktu ke sini sama suami menyetubuhi gak? Bu Heti tidak menjawab tapi Cuma mengangguk saja. Saya sedikit lega, kalaupun sampai hamil paling suaminya mengira itu anak dia.

Saya:” Kalau Bu Heti sudah menyetubuhi lagi dengan suami berarti suamimu itu sudah sembuh atau hampir sembuh?

Heti:” Sembuh belum, tapi sudah bisa ngaceng lagi cuma cepat keluar”

Saya:” Waktu menyetubuhi kemaren suamimu keluar di serambi lempit kan?

Bu Heti mengangguk.

Saya:” Syukur kalau gitu, kalau Bu Heti sampai hamil belum tentu sama saya juga kan.

Heti:” mudah2an jangan sampai saya hamil Pak”

Saya:” Ia, saya gak buang lagi di dalem”

Heti:” Pak, boleh saya memakai cangcut saya, dan memakai baju lagi, saya tidak biasa telanjang begini”

Saya:” Sama suami memang kalau sudah menyetubuhi langsung pakai baju?

Bu Heti menggelengkan kepalanya…

Saya:” Terus apa masalahnya kalau telanjang sama saya?

Heti:” Saya malu “

Saya:”Gak perlu malu toh rudal saya ini kan tadi sudah pernah bersarang di serambi lempit kamu”

Sambil saya mengosok lagi rudal saya dengan celana dalem Bu Heti.

Saya lalu melempar kembali celana dalam Bu Heti ke sudut ruangan.

Saya:” Tadi saya bilang akan ada ronde ke dua, sekarang Bu Heti kocokin rudal saya, dan isep terus terang saya belum puas , Bu Heti harus lebih banyak belajar”

Bu Heti dengan terlihat agak enggan akhrirnya bangkit dan duduk di antara dua paha saya dan mulai mengocok kemaluan saya.

Saya:” Isep bu, cepat”

Bu Heti segera memasukan rudal saya ke mulutnya dan mulai memberi saya blow job.

Seperti sebelumnya tidak terlalu nikmat sich, tapi sensasinya luar biasa, di isep rudal oleh bini orang apalagi dia mengenakan hijab.

Saya tekan kepalanya yang berhijab itu agar rudal saya masuk sedalam-dalamnya, hampir bu Heti tersedak tapi cepat saya tarik lalu saya dorong lagi.

Tiba-tiba pintuk kamar terbuka, Bu heti tampak kaget, saya biasa saja karena ternyata Dewi istri saya yang masuk ke dalam kamar.

Wife:” Eh, kirain udahan atau baru mulai?

Bu Heti segera melepas rudal saya, tangannya menutupi susunya yang menggantung.

Saya:” Ronde ke dua mah, mamah mau gabung?

Wife:” Lanjutin saja pah, mamah mau masak, pasti papah laper habis lembur” Sambil berlalu dan tersenyum penuh arti.

Saya:” Sudah bu, sekarang kamu nungging saya mau ewe kamu lagi”

Bu Heti tak menjawab tapi segera menungging membelakangin saya, saya tampar pantatnya yang besar beberapa kali plak, plaak.

Heti:” Aw, pelan –pelan pak”

Saya memegang rudal saya dan mengarahkan ke dalam serambi lempit bu Heti yang berbulu lebat, saya tekan dan saya dorong keluar masuk.

Heti:” Ah, pak oh..oh “

Saat itu pintu kembali terbuka saya lihat Revan masuk kamar sambil berlari menuju ranjang, sontak bu Heti kaget, dan rudal saya tercabut, bu Heti bergerak ke sudut ranjang sambil tangannya menutupi teteknya dan sebelah lagi menutupi serambi lempitnya.

Saya:” Biarin saja bu Heti, Revan gak ngerti koq, Revan ke sini ada apa? Tanya saya pada anak saya.

Revan tidak menjawab, tapi menunjuk ke Ponsel saya yang ada di meja. Sayapun mengerti, segera mengambil ponsel saya dan memberikannya ke Revan.

Saya:” Revan maen HP nya di luar ya, papah ada urusan sama Bu, eh tante heti”

Revan mengangguk dan segera keluar.

Saya pun turun ke bawah ranjang, saya minta Bu Heti turun juga.

Saya:” Bu heti turun, nungging dan bertumpu ke ranjang”

Bu Heti tak menjawab, dia paham, segera melakukan perintah saya.

Sayav segera memasukan rudal saya dari belakang ke serambi lempit dia.

Bless, rudal masuk dan segera saya genjot secara kasar.

Heti:” Ah, pelan pelan pak, sakit, kanjut bapak besar”

Saya tidak perduli lagi saya genjot sambil tangan saya meremas remas tetek Bu Heti.

Tiba-tiba terlintas suatu ide di dalam kepala saya, saya juga ingat fantasi istri saya. Segera saya cabut rudal saya dan saya arahkan ke anus bu Heti.

Heti:” Aw, pak Dendi jangan di bool saya, saya mohon”

Saya tidak perduli ini saatnya mencoba gimana rasanya kalau menyetubuhi anus.

Saya ludahin anus bu Heti lalu saya paksa rudal saya masuk, baru kepalanya saja yang masuk bu Hetiterlihat ke sakitan.

Saya:” Tahan sebentar Heti, nanti juga mungkin enak”

Heti:” Pak Dendi cabut, saya tidak mau di situ, belum pernah saya dibool”

Saya:”Justru karena belum pernah saya jadi semangat bu perawanin bool ibu”

Sambil menekan rudal saya lebih dalam, sudah seperempatnya masuk, terasa begitu menjepit tak kalah dengan serambi lempitnya, saya dorong lagi lebih dalam.

Bu Heti:” Ampun pak, kang saefudin, tolong heti, heti disodomi sama Pak Dendi”

Terlihat matanya sedikit berkaca-kaca mungkin ke sakitan, saya tidak perduli lagi kenikmatan sudah diubun-ubun, segera sekaligus saya dorong sampai masuk semua lalu saya dorong keluar masuk secara cepat.

Heti:” Aw, ampun akh pak Dendi” Bu Heti menjerit cukup keras, mudah-mudahan istri atau anak saya tidak mendengarnya.

Sekitar lima menita saya kasihan juga, saya lihat bu Heti benar-benar kesakitan, saya pindahkan rudal saya ke serambi lempit dia lagi, kebetulan saya sudah mau keluar.

Saya:” Akh, saya gak tahan”

Heti:” Pak, cabut jangan di dalam serambi lempit”

Saya tidak perduli lagi, kenikmatan sudah sangat luar bisa, saya tekan rudal saya sampai mentok dan meledaklah peju saya kembali di serambi lempit bu Heti.

Heti:” Aw, akh, hoh” sambil ngos-ngosan.

Saya cabut rudal saya, saat saya cabut sebagian peju saya meleleh ikut keluar dari serambi lempit bu Heti.

Saya segera naik ke ranjang dan rebahan untuk istirahat.

Heti:” Pak Dendi, kenapa di keluarin di serambi lempit saya lagi”

Saya:” Maaf bu saya gak tahan” jawab saya enteng.

Heti:” kang Saef, serambi lempit heti penuh peju orang kang”

Bu heti berbicara entah ke saya atau bukan.

Saya:” Sini naik bu, temanin saya tidur, gak usah pakai baju dulu “

Saya:” Sudah ibu nikmati saja ya, ibu pasti kurang puas sama suami ibu, ayo sini”

Bu Heti berbaring di samping saya.

Saya:” Bu Heti sebenarnya cantik ,tapi kurang ceria” ucap saya mencoba memuji dia. Saya lihat bu heti sedikit tersipu.

Saya:” Bu Heti kira-kira bagaimana ya, kalau suami Bu Heti tau ibu Heti sudah saya gagahi?

Bu Heti menoleh ke saya lalu menjawab:

Heti:” kalau suami saya tahu saya sudah digagahi orang, pasti saya diceraikan”

Saya:” Bu Heti masih sayang sama suami?

Bu Heti mengangguk.

Saya:” Kalau begitu jangan sampai dia tahu, dan istri saya juga jangan diberi tahu bahwa saya sudah menyodomi ibu”

Bu Heti mengangguk pelan.

Heti:” Tapi koq bapak tega, bool saya sakit banget, ini masih perih”

Saya:” Saya penasaran saja gimana rasanya”

Heti:” Ibu Dewi memang belum pernah dibool ku bapak?

Saya menggeleng…

Skip.

Hari Senin hari yang sangat malas, tapi saya sudah mempunyai sebuah rencana yang sudah saya susun atas saran istri saya.

Saya masuk ke ruangan saya, saya lihat baru ada si Arif salah satu assistant saya bagian payable.

Saya:” Pagi Rif”

Arif:” pagi pak, tumben bapak datang pagi-pagi sekali”

Saya:” Biar memberi contoh sama yang lain, Ida sudah datang”

Arif:” Belum pak, baru saya saja yang datang”

Saya:” Oke, bagus, pertahankan, saya masuk dulu”

Arif:” Siip pak”

Saya segera masuk ke ruangan.

Sekitar 20 menitan, Ida pun datang, agak terlambat, belakang dia sering terlambat datang, saya belum berani menegurnya.

Saya lihat dari ruangan saya, kali ini Ida memakai hijab warna hitam, kemejanya sedikit pendek hanya menutupi sedikit bokongnya. Celananya model kain warna hitam, saya dapat melihat bulatan pantat dan garis cd nya meski tidak terlalu jelas karena dari jauh.

Setengah jam berlalu Saya menelepon ke extention Ida menyuruhnya masu ke ruangan saya.

Ida segera masu k ke ruangan saya. Saya segera mempersilahkan Ida duduk.

Saya:” Duduk sayang”

Ida agak terperanjat dia terkejut atas ucapan saya, sayamencoba bersikap biasa.

Saya:” Bu Ida, mohon maaf sebelumnya”

Ida:” Ia pak, ada apa ya?

Saya:” Saya perhatikan belakangan ini Ibu sering terlambat masuk kantor, ada apa ya? Sambil mata saya menatap tajam ke matanya tapi tidak lama, mata saya segera tertuju ke teteknya yang besar, saya yakin Ida menyadarinya.

Ida:”maaf pak, bapak jangan marah ya”

Saya:” Saya tidak marah, cuma kan saya tidak mau dibilang pilih kasih sama yang laen, kalau sampai saya tidak menegur ibu”

Biasanya waktu Ida masih jadi PA pak Fadli saya lebih sering memanggil namanya, tapi sejak dia jadi bawahan saya langsung, saya mencoba sedikit berwibawa dengan memanggi ibu, hehe.

Ida:” Maaf pak saya terpaksa, jadi gini, ehm anak saya kan sakit ..”

Saya segera memotong ucapannya:

Saya:” Anak ibu sakit apa”

Ida:” Maksudnya bukan gitu, sekarang mah sehat pak, kemaren-kemaren sering diare, saya dan suami bawa ke dokter anak, katanya mungkin pengaruh susu formula, karena selain minum Asi anak saya minum susu formula juga karena saya sibuk kerja”

Saya:” Terus?

Ida:” Dokter bilang mungkin karena susu formulanya tidak cocok, jadi saya dan suami atas saran dokter juga memberikan asi penuh buat anak saya tidak memberi susu formula lagi”

Saya:” Bagus itu bu, anak saya saja Revan masih netek asi dari ibunya, bapaknya juga”

Ida:” Akh bapak, jadi kalau pagi saya menyusui anak saya dulu dan saya memerah susu saya juga, saya simpan di kulkas”

Saya jadi membayangkan bagaimana minum susu asi dari si Ida, saya harus bisa.

Ida:” Jadi bagaimana pak?

Saya:”Bagaimana apanya bu” saya agak terkejut karena lagi fokus memperhatikan tetek Ida yang besar.

Ida:” bapak sich, dari tadi Cuma memperhatikan tetek saya terus”

Saya terkejut kaget ida berani ngomong begitu.

Ida:” maksud saya saya jadi sering terlambat dateng”

Saya merasa celana saya menjadi sesak. Mau membenarkan celan depan Ida gengsi.

Saya:” Bu Ida saya ke toliet sebentar ya”

Ida Cuma mengangguk, segera saya bangun, saya yakin Ida dapat melihat tonjolan di balik celana saya.

Saya segera ke toilet yang kebetulan ada di ruangan saya, untuk manajer di ruangannya sudah ada toilet.

Saya segera membenarkan posisi si Otong, tak lama saya keluar. Saya lihat Ida agak menunduk, kemejanya sedikit tertarik ke atas dan agak melipat saya dapat melihat punggungnya yang putih dan sedikit karet celana dalemnya menyembul, rudal saya langsung menegang, mimpi apa ini, sekian lama, baru bisa.

Saya membetulkan lagi celana saya, untung Ida tidak melihat ke saya.

Saya pun duduk kembali di hadapannya.

Ida saya lihat membetulkan kemejanya, mungkin dia menyadari punggungnya tadi agak sedikit terbuka

Saya:” Kenapa bajunya bu”

Ida:” Agak kekecilan pak, tadi saya buru-buru, saya tadi gak pakai baju ini, baju saya kena tumpahan asi, jadi saya ganti”

Dalam hati saya, sering-sering kamu seperti ini Ida.

Ida:” Jadi bagamina Pak”

Saya:” Kalau alasannya itu ya gak papa, saya kasih dispensasi, tapi kalau ada teman yang lain nanya ibu kenapa sering terlambat apa tidak ditegur sama saya, ibu bialng terus terang ya ke mereka agar tidak ada kecemburuan dan tim kita tetap kompak”

Ida:” Ia, makasih pak, malah saya sempat kepikiran kalau siang misal jam sepuluh pulang dulu ke rumah menyusui anak saya dulu, kan ada aturannya diperbolahkan sama perusahaan kan pak, khusus ibu menyusui”

Saya:” Ia, kenap tidak ibu lakukan kan tinggal izin saya”

Ida:” Repot pak, bakal lama naik turun angkot, jadi saya memilih menaroh asi di Kulkas saja”

Saya:” Oh, padahal kalau ibu benar-benar mau, bilang saja ke saya, biar saya antar ibu ke rumah sebentar buat menyusui anak ibu” Usaha….

Ida:” Tidak usah pak”

Saya:” ya sudah, oh ya gini saya panggil ibu juga mau minta tolong, ini buatkan laporan ke Pak Hendro, saya mau sarapan dulu tidak sempat sarapan di rumah, laporan produksi saja bu, tinggal ibu copy- copy saja atau di link kan saja atau pakai Formula Sumifs juga bisa, datanya sudah ada, mari saya tunjukan”

Sambil meminta

Ida pindah kesebelah saya.

Ida berdiri di samping saya, saya pun menjelaskan cara mengerjakannya. Setelah Ida bilang bisa, sayapun pamit mau ke kantin.

Saya:” nanti ibu save dan masukan ke email dan ibu kirim saja, yang penting angkanya tally anatara data yang ini dengan data yang di folder saya nama foldernya Reporting, berarti datanya benar.

Ida Cuma mengangguk tanda mengerti.

Saya pun pergi ke kantin dekat kantor, saya Cuma memesan kopi, karena sebenarnya sudah sarapan, ini hanya bagian dari rencana saja, istri saya menyarankan untuk ngetes si ida orangnya seperti apa, jadi di folder reporting saya sudah tarur rekaman video saya dengan istri dan Fadli waktu kami pesta seks, saya pengen tahu reaksi Ida, videonya sudah saya berii judul yang akan bikin penasaran “ Istriku Dewi dientot Fadli Bosku sendiri”, istri saya yakin Ida pasti membukannya karena penasaran.

Hampir setengah jam lebih saya di kantin saya pun segera menuju ruangan.

Saya lihat Ida masih di dalem, saya segera masuk ruangan tanpa mengetuk, hehe toh ruangan sendiri juga, saya yakin pekerjaan Ida sudah selesai tak membutuhkan waktu lama.

Melihat saya Ida tampak terkejut, mukanya agak memerah.

Saya:” Gimana bu sudah”

Ida Agak terbata-bata menjawab:

Ida:” su, sudah pak, tapi belum sempat saya email ke pak Hendro”

Saya:” Oke, makasih, biar saya yang kirim, ibu kembali keruangan ibu”

Ida pun bangkit dan keluar menuju pintu, saya perhatikan pantatnya, rasanya pengen saya tubruk saja, saat dia mau membuka pintu saya panggil kembali: Cerita ini dipublish oleh situs Ngocoks.com

Saya:” Bu Ida sebentar”

Ida menoleh ke saya

Ida:” Ia Pak?

Saya:” Makasih sekali lagi, eh ibu pakai warna pink ya”

Ida sambil merapihkan kembali kemejanya.

Ida:” Bapak ngintip tadi ya, ia pak, warna pink” Sambil tersenyum dan keluar ruangan saya, tumben tidak marah, saya segera membuka laptop saya, ternyata memang Ida tadi membuka video waktu saya menyetubuhi bertiga dengan istri dan Fadli, biar Ida sudah menutup foldernya saya dapat melihat yang ida buka dari history di recent places.

Tiba-tiba ponsel saya berbunyi, saya lihat ada WA masuk, saya pun membukannya, ternyata dari Ida.

Ida:” maaf tadi gak sengaja buka video di folder bapak, tadi Cuma ada 2 file di situ, video dan excel data produksi, penasaran saya buka, istri bapak hot banget”

Saya tersenyum, sinyal sudah menyangkut, ide istri memang oke.

Bersambung… Hari yang begitu cerah, setelah tadi malam turun hujan lebat mengguyur kota Kembang Bandung. Siang ini saya berencana untuk pergi berjalan-jalan ke mall, sekalian untuk belanja.

Sambil menunggu jam 10 di mana aku harus menjemput intan, saya pun bersih-bersih rumah juga melakukan kegiatan sehari-hari lainnya. Tanpa sadar sudah pukul 09.15, saya pun memanggil Bu Heti.

Saya:” Bu, nanti kita jalan-jalan ke mall ya, biar ibu gak bosen juga”

Heti:” Ia bu”

Saya:” Saya mau jemput Intan dulu, ibu siap-siap ya, bawa pampers juga jaga-jaga buat Revan”.

Bu Heti mengganguk tanda mengerti.

Sikap saya baik Bu Heti biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, padahal bu Heti sudah kena sodok sama suami saya.

Saya pun segera memanaskan mobil sebentar, biasanya saya menggunakan motor matic saya untuk menjemput Intan, setelah suami saya dapat kendaraan inventaris dari Kantor, sekarang saya dapat menggunakan mobil yang biasa dipakai suami dapat saya gunakan.

Saya pun kembali dengan dari menjemput Intan. Intan saya suruh segera makan, karena kita akan pergi ke mall. Intan tampak senang sekali.

Setelah siap kami berempat berangkat menuju sebuah mall ternama di kota Bandung.

Singkat cerita kami sudah berada di mall, suasana belum terlalu ramai. Saya pun berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti membeli popok untuk Revan juga susu formula dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Saya pun membelikan baju untuk Intan juga Revan termasuk mainan juga tak lupa membelikan baju juga untuk Bu Heti.

Bu Heti tampak senang saya belikan baju.

Hampir dua jam kami keling-keliling, rasa capek dan lapar mulai mendera.

Saya putuskan untuk makan di dalam mall saja. Kami pun membeli makan cepat saji. Sekitar 30 menitan kami bersiap untuk pulang.

Tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil saya, saya pun menoleh, tampak seorang bapak melambaikan tanggannya kepada saya.

Sepertinya saya mengenalnya, sayapun mengajak Bu Heti untuk menghampirinya.

Betul saja memang saya mengenal orang tersebut.

Sebut saja namanya Pak Bob (nama samaran).

Pak Bob ini seorang yang cukup terpandang, dia seorang pengusahan di bidang konveksi, selain itu katanya mempunyai beberapa perusahaan kelapa sawit di pulau Kalimantan.

Meski umurnya sudah 45 tahun, tapi penamiplannya masih seperti anak muda. Saat itu dia mengenakan jaket kulit warna hitam, kaca mata hitam dan Cuma memakai celana pendek.

Saat itu dia tidak sendirian saat itu dia ditemani 2 orang bodyguard yang berbadan kekar berkepala botak mirip pemeran Murad dan Pipit di sebuah sinetron di televisi swasta.

Pak Bob:” Hai Dewi ya?

Saya:” Om Bob ya”

Pak Bob:” Wah, kamu masih ingat saya ya”

Saya:” Ya masih dong om” Sambil tersenyum.

Pak Bob pun melihat ke arah Bu Heti dan anak-anak saya.

Pak Bob:” Mereka siapa Dewi?

Saya:” Oh, ini Bu Heti dia bekerja sebagai baby sister buat jagain anak-anak saya, ini Intan anak pertama saya dan yang kecil adiknya Revan”

Pak Bob manggut-manggut.

Pak Bob:” Sudah punya 2 anak yang sekarang kamu, tapi kamu masih tetap cantik dan sekarang malah makin montok”

Aku menjadi malu di bilang begitu di depan Bu heti.

Saya:” Pak Bob bisa saja”

Pak Bob:” Kalau kamu tidak keberatan bisa kita ngobrol-ngobrol dulu”

Saya berpikir sejenak.

Saya:” maaf Om, saya harus segera pulang, ini habis makan mau pulang”

Pak Bob:” Ayolah sebentar saja, biar anak-anak kamu main-main dulu, tuch di atas kan banyak stand bermain anak, sekali-sekali lah, biar saya bayarin”

Pak Bob memaksa saya untuk ngobrol dua, saya sudah berpikir ada sesuatu yang tidak beres, saya tahu betul ini orang.

Pak Bob:” Biar 2 bodyguard saya jagain mereka, bagaimana?

Intan tiba-tiba ikut berbicara:

Intan:” Mah, Intan mau main di atas dulu ya”

Aku memang lupa mengajak mereka bermain dulu, biasanya kalau pergi sama ayahnya sudah pasti kalau sekedar mandi bola wajib buat Revan.

Sambil menarik nafas panjang saya pun menyetujuinya.

Saya:” Bu Heti bawa anak-anak main dulu ya, nanti saya menyusul, belanjaanya biar di bawa sama om-om ini” Sambil menujuk ke 2 bodyguard Pak Bob.

Bu Heti:” Ia bu”.

Pak Bob tampak senang, bu Heti sambil menggendong Revan dan menuntun Intan di ikuti 2 bodyguard pak Bob.

Pak Bob:” Kita ngopi-ngopi dulu lah, sudah lama tidak ketemu”.

Kami pun menuju ke sebuah cafe dan memesan kopi.

Pak Bob dan saya duduk saling berhadapan. Pak Bob memulai pembicaraan lagi:

Pak Bob:” Kamu sekarang terlihat lebih cantik dan dewasa, biar sudah punya 2 anak, malah semakin bikin saya penasaran”

Saya:”hem, Om bisa saja kalau muji, pasti ada maunya”.

Pak Bob melihat saya dari atas ke bawah, sempat lama berhenti di payudara saya.

Pak Bob:” Coba kalau dulu kamu mau saya nikahi, mungkin anak kamu bukan Cuma 2 bisa lebih dari lima, tiap hari saya entotin kamu” Omongannya kurang ajar sekali, tanpa tedeng aling-aling, tapi saya sudah tidak terkejut karena sudah tahu karakter orang ini baik secara langsung ataupun dari omongan orang.

Pak Bob dulu memang pernah melamar saya, saat itu saya masih kuliah, umur saya saat itu masih 22 tahun, umur dia sendiri saat itu 38 tahun.

Untunglah orang tua saya menolaknya, saat itu dia sudah punya 2 istri, sekarang saya dengan malah sudah 4 istrinya. Bukan Cuma banyak istri, mungkin karena dia orang kaya, dia banyak main perempuan di luar sana, baik masih anak sekolah, mahasiswi sampai ibu muda bisa dia gaet.

Dulu dia sering menemui saya di kampus, perkenalan saya dengannya karena dia sering berkunjung ke tempat kost saya dulu, salah satu teman kost saya pernah didekatinya habis-habisan untungnya dia tidak termakan rayuan Pak Bob, sampai dia beralih terhadap saya.

Bahkan ibu saya pun pernah digodanya, saat dia datang ke rumah, ibu saya mengadu ke saya bahwa pantatnya pernah dicolek sama pak Bob. Tentu saja lamaran Pak Bob sudah pasti ditolak mentah-mentah. Tapi tak berhenti disitu, ibu saay bilang Pak Bob pernah menawarinya sejumlah uang jika ibu saya mau tidur dengannya, benar-benar gila itu bandot tua.

Pak Bob:” Kamu sekarang saya lihat lebih montok dan berisi dibanding dulu, tetek kamu juga lebih gede”

Saat itu saya mengenakan hijab warna putih, baju kemeja warna polos merah dan celana jeans warna biru. Sebenarnya penampilan saya biasa saja tidak terlalu mencolok kecuali celana jeans ketat saya.

Saya:” Saya sudah punya suami Om”

Pak Bob:” Memang kenapa kalau sudah punya suami, bagi om gak masalah”, sambil matanya terus menatap ke arah payudara saya. Saya mulai agak jengah juga.

Saya:” Sepertinya sudah lama Om,saya mau menyusul anak-anak ke lantai atas”

Pak Bob:” Baru 15 menit Dew, saya belum selesai bicara dengan kamu”

Saya:” Memang masih ada yang mau om sampaikan?

Pak Bob:” Terus terang saja, saya sudah tidak masalah kamu tidak jadi istri saya, tapi saya masih penasaran dengan kamu, kalau kamu mau menemani saya tidur sekali saja, saya bisa kasih kamu uang yang banyak”

Saya sedikit tersinggung, meski saya bukan lagi istri yang baik, tapi tidak sampai jual diri juga, gaji suami sudah lebih dari cukup untuk hidup saya dan anak-anak.

Saya:”Maaf ya om, jangan samakan saya dengan perempuan-perempuan yang pernah om tiduri”

Pak Bob tampak tetap santai.

Pak Bob:” Tentu tidak, karena kamu sangat spesial buat saya, kamu sudah bukan perawan seperti dulu lagi, dan sudah menjadi istri orang, tapi saya tetap penasaran dengan kamu, saya berani kasih kamu 50 juta, bagaimana? Atau masih kurang?

Saya cukup terkejut, uang 50 juta tentu sangat besar:

Saya:” Memang Om masih berani bayar sampai berapa juta?.

Saya pun tidak percaya dengan yang saya ucapkan.

Tiba-tiba ponsel saya berdering, saya lihat Asep menelepon saya, tapi saya langsung biarkan saja.

Pak Bob nampak tersenyum, tentu saja dia melihat peluang yang sangat besar.

Pak Bob:” Bilang saja kamu mau berapa? 100 Juta pun saya berani buat bayar serambi lempit kamu, hanya level artis yang saya bayar segitu”

Nilai seratus juta mulai mengaburkan akal sehat saya.

Saya lama terdiam.

Pak Bob:” Kamu tak perlu jawab sekarang, kamu pertimbangkan saja, hanya sekali saja, kamu bisa dapat seratus juta, ini kartu nama saya, kalau kamu mau kamu bisa hubungi saya, privasi saya jamin”

Saya tidak menjawab tapi saya menerima kartu nama pak Bob,angka seratus juta menghantui pikiran saya. Saya mulai berpikiran menerimanya, toh saya bukan lagi istri yang baek, toh Cuma sekali saja berbagai macam pikirna berkecambuk di kepala saya.

Pak Bob:” Ngomong-ngomong baby sister kamu lumayan juga, mirip ibu kamu dulu, siapa namanya”

Saya yang sedang melamun sedikit terkejut

Saya:” Heti Om”

Pak Bob:” Ayo kita ke atas, saya pun masih ada urusan ini”

Akhirnya kami pun ke atas, saya disuruh jalan di depannya, saya sempat berpikir bahwa dia akan meraba pantat saya dari belakang, ternyata tidak, rupanya cukup bersabar ni bandot, mungkin dia hanya mau melihat goyangan pantat saya saja.

Akhirnya kami berbisah dan saya pun pulang ke rumah.

Sekitar pukul setengah 7 suami saya pulang, dia tampak begitu lelah, sedikit rasa bersalah dalam hati saya, melihat suami bekerja keras mencari nafkah, saya malah mau saja ditawar orang.

Sekitar pukul sembilan suami saya sudah mengajak saya tidur, karena melihatnya lelah saya pun segera menemaninya, Intan memilih tidur dengan Bu Heti, sementara Revan sudah lebih dulu tidur di kamar kami.

Saya sudah berbaring di sebelah suami saya, saya saat itu mengenakan pakain tidur warna krem selutut yang sangat transparan, hijab sudah saya lepas, ketika itu saya sudah tidak berpikiran bahwa suami saya akan mengajak saya untuk bersetubuh.

Suami:” Wah, kamu cantik sekali mah, papah yang tadinya capek saja jadi segar lihat kamu begini”

Saya:” Memang papah banyak banget kerjaan ya, mamah lihat lelah sekali hari ini, ini kan masih pertengahan bulan, belum closing account kan pah”

Suami:” Belum mah” jawab suami saya pendek saja, tangannya mulai meremas susu saya bergantian kiri dan kanan”

Saya:” emmmph, terus koq bisa terlihat lelah banget dan kayak kurang semangat”

Suami:” Hem, gimana ya bilangnya, mamah jangan marah ya?

Saya mengernyitkan dahi saya tanda tidak mengerti.

Saya:” Memang kenapa pah?

Suami saya terlihat tersenyum sambil tersipu.

Suami:” Papah capek bukan karena kerja rutin di kantor mah, tapi karena papah habis ngerjain Ida”

Saya sedikit terkejut.

Saya:” maksudnya ngerjain gimana? Walau saya sudah dapat menduganya.

Suami:” Papah tadi siang habis menyetubuhiin si Ida mah”

Saya:” Wah asyik dong, pantes sama kelelahan gitu, tak kiranya kerja yang lain, memang di mana papah menyetubuhiin si Ida? Di kantor pah?

Suami:” Bukan mah, di rumahnya”

Saya:” Hah di rumahnya? Gimana ceritanya pah? Saya makin penasaran

Suami:” Jadi begini ceritanya mah”

Saya:” Bentar pah, mamah juga mau cerita”

Suami saya terdiam sejenak.

Suami:” Mamah mau cerita menyetubuhi lagi sama si Asep?

Saya:” Bukan itu Pah”

Suami:” Lantas apa? Memang menyetubuhi sama siapa mamah?

Saya:” Mamah gak menyetubuhi sama siapa-siapa, tapi ada hubungannya juga sama menyetubuhi sich pah”

Suami:” Ya sudah mamah ceritakan saja sama papah, kita harus saling terbuka”

Saya:” Jadi begini pah, tadi kan mamah pergi ke mall”

Suami:” Ia tadi papah sudah tau, kan intan , kamu juga sudah cerita”

Saya:” Belum semuanya Pah, tadi mamah ketemu sama Pak Bob pah”

Suami saya sedikit kaget, saya memang sudah cerita semua tentang pak Bob, kebetulan saat pak Bob melamar saya, saya sudah berpacaran dengan suami saya.

Suami:” Pak Bob yang pernah mau melamar kamu itu”

Saya:” Ia Pah, tadi tidak sengaja ketemu, terus dia maksa ngajak ngobrol mamah dulu, karena maksa ya mamah pikir gpp mamah temani, si Adek sama Revan main ke atas”

Suami:” Jadi mamah ngobrol berdua aza?

Saya:” Ia Pah sambil mamah kita ngopi, mamah beli cappucino”.

Suami:” Itu mah gak penting mah”

Saya:” hehe, tau gak pah itu bandot ngomong apa sama mamah?

Suami:” Mana papah tahu, memang ngomong apa? Wajah suami saya terlihat makin penasaran.

Saya: “ Masa dia nawarin mamah nemenin dia tidur sekali aza katanya”

Suami:” hah” sambil bengong

Saya:” Dia nawarin seratus juta Pah gila kan, dia nawar serambi lempit mamah seratus juta, gila kan berani amat tuch orang” Sambil saya memegang kemaluan suami saya dari luar celananya, ternyata rudal suami saya mulai ngaceng.

Suami:” Hah, yang bener mah”

Saya:” Koq rudal papah malah ngaceng dengar serambi lempit mamah ada yang nawar seratus juta? Sambil saya remas kemaluan suami saya lebih keras.

Suami:” Pelan mah, sakit tau”

Saya:” Hehe, Papah sich koq malah ngaceng serambi lempit istrinya di tawar orang?

Suami saya hanya terkekeh tidak memberi jawaban.

Saya:” Terus bagaimana ya Pah? Eh papah koq gak begitu kaget denger serambi lempit mamah di tawar pak Bob?

Suami:” Bagaimana apanya mah? Papah gak begitu kaget, toh mamah pernah cerita ibunya mamah saja pernah di tawar juga kan?

Saya:” Ia pah, gila memang tuch bandot, dulu ibu umurnya sudah 44 tahun, dia sendiri waktu itu 38 tahun, setelah lamaran dia ditolak bapaknya mamah, ibu mamah bilang ke mamah, tuch bandot ngajak tidur ibu, gila kan, dulu serambi lempit ibu dia tawar, sekarang serambi lempit anaknya, dasar maniak”

Sambil saya terus meremas-remas rudal suami saya yang makin mengeras.

Saya kembali melanjutkan pembicaraan kami:

Saya:” Jadi bagaimana tawaran dia Pah?

Suami sedikit terkejut.

Suami:”Ya sudah cuekin aza”

Saya:” Yah, seratus juta pah, Cuma sekali saja”

Suami:” Hah, mamah tertarik dengan tawarannya”

Saya:” Mamah pikir Cuma sekali saja pah, 100 juta lagi” Sambil tersenyum genit ke arah Dendi suamiku.

Suami:” Yang bener aza mah, itu jadi seperti psk saja”

Saya:” Awalnya mamah gak mau juga pah, awalnya dia bilang 50 juta terus naik jadi seratus, katanya itu seharga artis”

Suami saya terlihat berpikir.

Saya pun melanjutkan:

Saya:” mamah jadi penasaran gimana rasanya jadi pelacur mahal pah, toh Cuma sekali saja, tapi lumayan banget kan apa bedanya mamah sama Asep pah coba bayangkan, ini mah dapat duit, biar deh jadi seperti pelacur juga”

Suami:” Mamah makin binal deh, nanti keterusan”

Saya:” hehe, yang kalau tawarannya gede pah mamah pertimbangkan dech”

Suami:” Tuch kan” tidak marah tapi malah rudalnya makin keras

Saya:” jadi gimana pah?

Suami:” Ya terserah mamah deh”

Saya segera mencium bibir suami saya.

Saya:” Papah pengertian banget deh, sudah banyak di bayangan mamah yang mau mamah beli dengan duit dari pak Bob nanti”

Saya:” Sekarang papah yang cerita dong, gimana bisa si Ida papah entot?

Suami:” Sambil menyetubuhi aza yuk mah ceritanya”

Saya:” Ayo pah, mamah juga sudah basah, gak sabar mamah liat muka si Pak Bob melihat keinginan dia tercapai.

POV SUAMI

Sudah beberapa hari ini ada yang berubah dari si Ida semenjak dia saya jebak agar menonton video rekaman persetubuhan istri saya dengan saya juga pak Fadli bekas bosnya.

Ida sekarang berani tampil lebih sexy, bajunya sich masih kebanyakan kemeja, tapi paling tidak lagi panjang seperti biasanya yang menutupi pantatnya, sekarang paling hanya sedikit di bawah pinggang, kadang malahan bajunya di masukan ke dalam celana.

Sekarang sudah bisa leluasa melihat bulatan pantat Ida di balik celananya, sekrang saya sudah sering melihat garis celana dalam Ida tercetak di pantatnya yang montok, hal yang dulunya sangat langka.

Sikap Ida pun sudah berubah, tidak lagi jutek dan cenderung seperti mau menarik perhatian saya.Kadang saat saya keluar ruangan, kebetulan tempat duduk Ida nyaris persis depan ruangan saya, posisi meja dan komputernya menghadap pintu ruangan saya, otomatis dia duduk membelakangi saya. Beberapa kali saya saya keluar ruangan saya dapat melihat kemeja Ida tertarik ke atas, saya dapat melihat sedikit punggungnya yang putih dan celana dalamnya pun kelihatan dari punggungnya.

Seperti pada waktu itu, kebetulan hari Senin, saya datang agak terlambat sudah jam delapan lebih, karena sedikit lelah hari minggunya saya habis lembur menggarap istri dan Bu Heti si baby sister.

Saya lihat Ida sudah duduk di mejanya, melihat saya datang dia pun menyapa saya dengan ramah sambil tersenyum.

Ida:” pagi pak Dendi”

Saya pun tersenyum ke Ida.

Saya:” pagi Ida, tumben sekarang saya yang ke siangan”

Ida:” Ia pak, biasanya saya”

Saya pun berlalu hendak masuk ke dalam ruangan, tapi kemudian menoleh ke belakang, saya lihat Ida memakai kemeja putih bergaris warna biru . Saya lihat kemejanya pendek, mungkin Cuma sepinggang tertarik ke atas, saya melihat punggunya putih mulus dan celana dalamnya kelihatan dari punggungnya cukup banyak berwarna hitam. Sambil mendehem saya bilang ke Ida:

Saya:” pakai warna hitam ya hari ini”

Ida menoleh dan tersenyum tidak marah, tapi berusaha menarik kemejanya, tapi tetap saja kelihatan. Memang setiap dapat melihat warna celana dalam Ida, saya akan bilang ke Ida, seperti barusan, dan Ida pun paling seperti barusan hanya membetulkan posis duduk dan kemejanya.

Saya pun masuk ke ruangan, sekitar jam 12 ida masuk ke ruangan saya.

Ida:” Pak, saya izin pulang dulu mau menyusui anak saya, saya tadi tidak sempat menyedot asi saya, karena tidak mau terlambat terus”

Saya:” Oh, ya sudah gpp, bentar lagi kan jam 1 istirahat. Kamu naik apa?

Ida:” Naik angkot saja pak”

Saya:” Wah apa gak kelamaan? (Rumah Ida ada di sekitaran Jatinangor), gimana kalau saya antar?

Ida terlihat berpikir.

Saya segera bangkit dan merapihkan pakaian saya.

Saya:” Ayo kita berangkat sekarang”

Ida:” Terus bapak bilang apa sama yang lain, kan tidak enak kalau kita keluar berdua”

Saya:” tenang nanti saya bilang kita ada rapat di luar, mau ke kantor cabang, jadi kalau di jalan macet juga gpp, lagian lagi tidak sibuk saya yakin gak ada yang bakal nyari saya juga”

Tanpa menunggu jawaban Ida saya segera mengajak Ida keluar, ke pada staf saay, saya bilang ada meeting di luar. Mereka tidak curiga karena sudah biasa, tapi mungkin sedikit heran karena mengajak Ida.

Saya pun segera memacu mobil Innova inventaris kantor menuju jatinangor, jalannan sudah tidak aneh sedikit macet biar sudah 2 jalur.

Awalnya kami saling diam, karena masuk daerah cileunyi sedikit macet, sambil menunggu saya pun mengajak ida ngobrol.

Saya:” Ida (tidak lagi memanggil Ibu), ngomong-ngomong soal video itu kamu gak ada bilang sama yang laenkan?

Ida tampak sedikit terkejut saya bertanya begitu.

Ida:” Tidak pak, tapi”

Saya:” Tapi apa?

Ida:” Saya, maaf ya pak, sebenarnya saya ada bilang sama suami, dan saya juga mengcopy video itu ke flash disk saya”

Saya agak terkejut.

Saya:” Yang betul?

Ida:” Maaf pak, saya tidak bermaksud menyebarkannya cuma menyimpannya buat saya sendiri”

Saya:” Terus kenapa bilang sama suami?

Ida:” Suami pasti tahu karena ada hubungannya dengan suami, waktu kita bertemu di perpisahan pak Fadli saya lihat suami saya sering memperhatikan bu Dewi. Waktu pulang saya tegur, akhirnya dia mengaku tertarik dengan kecantikan Bu Dewi”

Saya:” Jadi video istri saya buat suami kamu, karena dia tertarik sama istri saya” sambil saya sedikit pura-pura melotot.

Ida:”maaf bukan begitu, saya mau berterus terang pak” Ida sedikit ketakutan melihat saya tampak kesal.

Ida:” Suami saya kan kerjanya 2 shift (suami Ida kerja sebagai security) seminggu siang, seminggu lagi malam, dia sering lesu,jadi” Ida sejenak terdiam seperti ragu mau mengatakan sesuatu.

Saya:” jadi gimana”

Ida:” jadi dia mudah capek kalau di rumah, kami jadi jarang melakukan hubungan suami istri, karena dia sering capek, sayapun kadang tidak tega mengajaknya”

Ida melanjutkan:

Ida:” Jadi waktu saya nemu video bapak, Ida jadi kepikiran suami, jadi Ida copy itu video dan tunjukan ke suami Ida, Suami Ida jadi bergairah, biarpun terlihat capek dia mau menggauli Ida”

Saya pun jadi paham maksud Ida.

Saya:” Jadi Ida manfaatin video istri saya dong?

Ida:” Maafin Ida pak, Ida khilaf, Ida punya kebutuhan juga, dan terus terang menonton video istri bapak yang maaf binal banget” diam sejenak dan melihat ke saya agak takut-takut.

Ida:” Melihat istri bapak digauli 2 orang Ida jadi terangsang banget kalau main sama suami, ida dan suami sering memutar videonya sebelum berhubungan. Maafin ida ya pak” Sambil menunduk

Saya:” Jadi karena itu sekarang Ida baik sama saya”

Ida:” Tidak juga, kemaren-kemaren Ida memang agak kesal sama bapak karena bapak colek pantat Ida, selebihnya biasa saja”

Saya sejenak terdiam, kebetulan ada pengamen lewat, setelah memberi uang pengamen saya pun melanjutkan pembicaraan.

Saya:” Tapi secara tidak langsung Ida sudah memanfaatkan saya dan istri, bagaimana kalau rekaman itu di sebarkan suami Ida”

Ida:” Maafin Ida pak, Ida jamin gak akan, Ida mengaku salah, nanti Ida hapus rekamannya”

Saya tidak menjawab, tapi tangan saya bergerak mengelus paha Ida.

Ida nampak terkejut segera memegang tangan saya dan memindahkannya dari pahanya.

Saya agak kesal, saya teruskan menyetir kebetulan sudah agak lenggang. Saya diam saja, ida nampak sedikit tidak nyaman, mungkin dia merasa bersalah mencegah tangan saya mengelus pahanya tadi. Akhirnya saya sampai digerbang sebuah perumahan saya pun segera masuk ke prumahan tempat tinggal Ida.

Saya:” Masih jauh Da?

Ida:” Agak di dalam pak, jalur paling ujung, lumayan jauh”

Saya lirik ida, saya nekat tangan saya kembali mengelus paha Ida, kali ini Ida membiarkan saja tangan saya, hanya saya lihat dia sempat melihat ke wajah saya.

Karena diam saja, saya elus-elus pahanya, terus sampai ke pangkal pahanya, tangan saya kini sudah mengelus serambi lempitnya Ida dari luar celana jeansnya.

Ida:” Aw” (sambil memegang tangan saya, tapi tidak menahan tangan saya yang terus mengelus serambi lempitnya.

Ida:” Sudah sampai pak” Suaranya agak berat. Tampak sebuah rumah Type 45. Lumayan juga, terlihat bersih dengan banyak tanaman bunga di luar rumahnya.

Saya segera menarik tangan saya.

Saya:” Suami kamu ada di rumah?

Ida:” Tidak ada pak, dia shift siang, Cuma ada anak sama pembantu saya, makanya saya mau diantar bapak”

Ida mengajak saya masuk ke dalam rumah, tampaknya dia tidak marah padahal habis saya obok-obok.

Seorang perempuan muda membuka kan pintu dan mempersilahkna masuk.

Ida meminta perempuan tersebut membuatkan minum, ternyata itu pembantunya.

Ida izin melihat anaknya di kamar. Ida menggendong anaknya yang berusia 2 tahun ke ruang tamu dan duduk di sofa sebrang saya.

Pembantunya datang membawakan minum.

Ida:” Entin kamu pulang saja dulu, nanti jam setengah 3 sebelum berangkat kerja balik ke sini lagi”

Pembantunya yang bernama Entin pun segera pergi.

Saya:” Memang rumahnya deket sini”

Ida:” Ia pak, dekat di kampung sebelah”

Ida tiba-tiba melepas kancing kemejanya, nampak bh nya yang berwarna hitam, di depan saya dia mengeluarkan susunya yang benar-benar montok, lebih gede dari punya istri saya.

Segera dia menyusui anaknya di depan saya. Saya sampai beberapa kali menelan ludah saya.

Sinyal yang diberikan Ida semakin kuat buat saya, apa dia merasa bersalah karena pembicaraan kita tadi di mobil atau karena apa, saya pun tidak perduli.

Di depan Ida saya mengelus-elus rudal saya dari balik celana.

Ida tentu dapat melihatnya. Dia tersenyum kepada saya.

Ida:” Bapak mau nyusu juga?

Saya:” Mau, memang boleh?

Ida:” Dari tadi bapak liatin susu saya terus, tadi di mobil obok-obok anu saya”

Ida melanjutkan, nanti setelah anak saya bobo ya pak.

Jeleger, rasanya petir bunyi di siang bolong.

Saya mengangguk.

Ida :” Saya ke kamar dulu ya pak, tidurkan anak Ida”

Saya tak menjawab Cuma mengangguk pelan.

Ida tak lama kembali, nampak kemejanya tidak di kancingkan, saya dapat melihat bh nya yang menggembung membungkus tetek besarnya.

Ida:” Bapak mau di kamar atau di sini”

Saya: bengong tidak percaya.

Ida:” katanya tadi mau nyusu juga, di sini atau di kamar?

Saya:” Beneran” masih belum percaya rasanya.

Ida mengangguk pelan.

Ida:” Bapak jangan pecat saya ya, gaji suami saya tidak seberapa, makanya saya kerja juga”

Saya:” Tentu tidak”

Ida:” Saya sudah tahu lama, bapak menginginkan saya, sekarang saya sudah siap, bapak mau main di mana?

Saya:” Di kamar saja, takut ada orang”

Ida segera mengunci pintu dan mengajak saya menuju ke kamar, bukan kamar tempat dia membawa anaknya, tapi kamar satunya lagi.

Di situ Cuma ada dua kamar.

Sampai di ranjang saya segera merangkul Ida, segera saya cium bibirnya yang begitu menggoda dengan tahi lalat di atas bibirnya.

Saya tampar pantatnya beberapa kali, saya memang gemas sekali dari dulu saya ingin sekali melakukannya.

Plak…. Plak…

Ida:” Aw, pelan-pelan pak”

Saya lepas kemeja Ida sekalian saya leba bh nya juga.

Saya segera menghisap susu Ida bergantian.

Ida:” Jangan dimerahin ya pak (maksudnya dicupangin), takut suami saya tahu”

Saya menganguk, tadi saya pengen memberi tanda di sana.

Saya rebahkan Ida, dan saya tindihin. Ida tidak tinggal diam, melepas baju saya juga ikat pinggang celana saya, kemudian celana saya. Saya sudah tidak memakai apa-apa. Sedang Ida masih memakai hijab dan celana panjangnya.

Ida segera mengocok rudal saya.

Ida:” Punya bapak besar dan panjang, ida sudah penasaran sejak melihat video bapak”

Saya:” Ayo dihisap rudal saya sayang”

Ida segera menghisap rudal saya, luar biasa, jujur sepertinya Ida jauh lebih handal dari istri saya, padahal saya mengira istri saya yang paling jago soal ini.

Cukup lama ida mengihsap rudal saya, sampai ke bijinya di jilatin.

Saya:” Da, hisapan kamu nikmat banget,saya tidak menduga kamu suka menghisap rudal, kamu sudah biasa ya menghisap rudal suami kamu”

Ida mengangguk.

Ida:” Ia pak, awalnya Ida kurang suka menghisap rudal, tapi suami Ida yang minta-minta terus,sampai beliin film bokep segala, akhirnya Ida tebiasa”

Saya:” Akh, nikmat banget”

Ida:” Pasti bu Dewi lebih jago kan pak”

Saya:” Jujur hisapan kamu luar biasa, lebih jago dari istri saya”

Ida:” Masa, Ida lihat istri bapak jago banget ngisap kon, maksud Ida rudal bapak sama pak Fadli”

Saya:” Sudah gak usah malu, kalau saya sama istri sudah bisa bicara vulga kalau lagi menyetubuhi, sudah saya bisa cepat keluar”

Sambil mencabut rudal saya, saya pun mendorong Ida hingga terlentang.

Saya menarik lepas celana panjang Ida kemudian celana dalam hitamnya, bulu serambi lempit Ida tidak tertalu lebat, saya lihat sudah sangat basah.

Saya segera membenamkan kepala saya di serambi lempit Ida.

Ida:” Aw, oh nikmat pak”

Saya lihat ida memejamkan matanya.

Saya jilat itil ida, itilnya tidak sebesar punya istri saya.

Ida semakin kuat mengerang.

Ida:” Akh, oh, enak pak, jilat terus itil Ida”

Saya semakin semangat menjilatnya.

Ida:” Akh, Ida dapet” sambil mengejang.

Saya merasakan cairan orgasme Ida menyembur, agak asin-asin dan lengket gimana gitu. Saya segera bangkit dan mengarahkan rudal saya ke serambi lempit Ida.

Ida mengerti segera meregangkan kedua kakinya.

Bless, rudal saya pun membelah serambi lempit Ida. Saya agak terkejut dari sudut mata Ida tampak meleleh air matanya. Saya jadi mulai merasa bersalah, saya hendak mengentikan dan menarik keluar rudal saya.

Ida:” Sudah masukan semua rudalnya pak”

Saya:” Ida menyesal”

Ida:” Sedikit, sekarang Ida bukan istri yang baik lagi, Ida sudah ternoda, kehormatan Ida sudah resmi direnggut”

Mendengar ucapan Ida saya semakin merasa bersalah, tapi ida malah menekan pantat saya, otomatis sekarang rudal saya sudah masuk semua.

Ida:” Ayo pak, digenjot, bapak nikmati tubuh Ida”

Saya tidak perduli lagi saya genjot keluar masuk, semakin lama semakin cepat.

Ida:” Akh, nikmat pak, rudal bapak lebih besar dari suami saya, oh Tuhan maafin Ida”

Saya pun kembali menghisap tetek Ida, asinya terasa hangat, rasanya sich biasa saja, karena saya sudah terbisa menghisap asi istri saya, tapi sensasinya laur biasa.

Saya:” Ida mau ganti posisi?

Ida:” Setubuhi Ida dari belakang pak, aw, bapak cupang saya ya? Ida kaget setelaha mengetahui saya mencupang susunya, nampak bulatan merah di sekitar putingnya.

Saya:”Maaf saya lupa”

Ida tidak menjawab tapi segera melepas rudal saya dan nungging. Segera saya masukan kembali rudal saya.

Saya genjot semakin cepat saja.

Ida:” Aw, Ida keluar lagi” Ida nampak mengejang, mungkin ini posisi favoritnya.

Saya sudah tidak tahan, selagi ida menikmati orgasmenya, saya pun orgasme di dalam serambi lempit Ida.

Ida terkejut waktu merasakan sperma saya memasuki serambi lempitnya.

Ida:” Aw, pak dendi kenapa di keluarin di dalem serambi lempit ida?

Ida sekarang sudah mulai berani bicara vulgar.

Saya:” Maaf sayang, saya tidak tahan?

Ida:” Saya sedang subur “ Sambil berbisik di telinga saya.

Ida segera menarik lepas rudal saya dan berlali ke luar kamar. Saya sedikit kaget, tapi rasa lelah membuat saya terdiam rebah di atas kasur.

Tak lama Ida datang masih dengan telanjang bulat hanya hijab menempel di kepalanya.

Saya:” Saya benar-benar tidak tahan tadi”

Ida:” Kalau jadi gimana?

Saya:” Saya akan membiayainya”

Ida terdiam, lalu naik ke ranjang.

Ida rebahan di samping saya.

Ida:” Ida benar-benar gak nyangka bakal melakukan ini dengan bapak”

Saya:” Saya juga gak nyangka akhirnya bisa merasakan serambi lempit Ida”

Ida:” Ida merasa ini menyetubuhi terbaik bagi Ida”

Saya:” Masa Sayang”

Ida:” Ia pak, sensasinya yang luar biasa, ida merasa Ida sudah sangant nakal, mungkin pada dasarnya Ida nakal, Ida mau saja digagahi di rumah Ida sendiri sama Pak Dendi”

Saya tidak menjawab tapi malah meremas susu Ida.

Saya:” Gimana soal cupangan saya ini ? Sambil menunjuk ke bekas cupangan saya di teteknya.

Ida:” Berarti Ida gak bisa main dulu sama suami Ida”

Saya:” Terus kalau soalnya peju saya yang keluar di dalam serambi lempit kamu gimana?

Ida:” Mau gimana lagi Pak, toh selanjutnya Ida bakal menyetubuhi lagi sama suami, jadi suami Ida gak bakal curiga kalau misal Ida hamil oleh bapak, tapi belum tentu jadi juga”

Saya:” Ida benar gpp”

Ida mengangguk.

Ida:” Pak, suami Ida kalau lagi ngewe ida sambil nonton video Bu Dewi, suka bilang dia pengen menyetubuhiin bu Dewi”

Saya:” Hem, terus”

Ida:” Gimana ya kalau dia tahu istrinya sudah lebih dulu dinodain sama suaminya bu Dewi, hehe?

Saya:” Ida, kamu nakal juga, coba Ida bilang saja”

Ida:” Takut ah pak, Pak Ida lihat video Bu Dewi jadi suka juga disetubuhi sambil berdiri, bapak mau gak gagahi Ida sambil berdiri” Sambil meremas rudal saya yang sudah bangu lagi.

Saya mengangguk, segera Ida berdiri dan menaroh satu kakinya di atas ranjang, saya segera memasukan rudal saya lagi kali ini tanpa pemanasan.

Kami pun bersetubuh lagi.

Ida:” Ayo pak genjot yang semangat, seperti waktu bapak dan Pak Fadli rudalin bu Dewi”

Saya pun menggenjot serambi lempit ida dengan lebih cepat, plok, plok bunyi paha saya saya beradu dengan pantat Ida yang besar.

Ida:” Ida pengen tahu perasaan suami Ida kalau lihat istrinya lagi digagahi orang kayak begini, seperti waktu bapak lihat Bu Dewi dientot pak Fadli di depan bapak”

Saya makin terangsang mendengar ucapan Ida.

Saya:” sayang, saya mau keluar lagi”

Ida:” barengan sayang, Ida juga mau dapet”

Saya:” Di Dalem?

Ida:” Di dalem serambi lempit saja, toh tadi juga di dalem”

Ida:” Akh, Ida dapet lagi sayang”

Saya:” Saya keluar juga” Saya tekan rudal saya dalam-dalam, pejunya muncrat lagi walau tak sebanyak tadi di serambi lempit Ida.

Beberapa saat kami berpelukan.

Akhirnya saya terkapar lagi di ranjang.

Ida:” Sayang, aku ke kamar mandi dulu ya, sekalian mau nyiapin makan siang, kita sampai lupa makan”

Saya:”

Kami sampai lupa belum makan siang.

Ida saya lihat memunguti pakaiannya.

Saya:” Ida, celana dalem kamu dan bh nya ke siniin”

Ida:” Buat apa cd ama kutang aku sayang”

Saya:” Mau saya bawa pulang, kamu pakai celana dalem dan bh yang baru”

Ida:” hehe, ni buat kenang-kenangan” Melempar pakaian dalamnya ke muka saya.

Bersambung… Suami:” Begitu ceritanya mah”

Saya:” Ternyata Ida binal juga ya pah”

Suami:” Ia mah, karena nonton video mamah”

Saya:” Ternyata mamah sudah jadi bintang film bokep ya pah, video eweannya bisa ditonton orang, kalau mamah jadi bintang bokep gimana ya”

Suami:” haha, bisa ditangkep kalau di sini mah, nanti kamu dipenjara”

Saya:” Terus dipenjara mamah diperkosa Pah, sama sipir-sipir penjara”

Suami:” Soal binal mamah masih no 1, Ida gak ada apa-apnya?

Saya:” hehe, berarti papah lemes sekarang, atau mau ngewe juga?

Suami:”Papah jadi horny nich”

Saya:” Jangan dulu ya pah, khusus malam ini tahan dulu, mamah rencananya besok mau menemui Pak Bob, biar mamah fresh siapa tahu ditambahin bayarannya, dan biar badan mamah mulus, tak ada bekas cupangan papah”

Suami:” Papah gak nyupang mah, papah gak tahan ini, tapi besok ceritain Ya, mamah sama si Bob ngapain aja, kalau bisa mamah video diam-diam”

Saya:” Mamah gak yakin kalau bisa videoin, tapi mamah bisa layanin papah malam ini, langsung masukan rudal papah ya”

Suami:” Ya udah mah, papah masukan rudal papah” Suami saya bangun, tanpa melepas cd saya, dari sela-sela cd dia masukan rudalnya.

Saya:” Akh pah, masuk, ayo genjot yang cepet”

Kami pun menyetubuhi, tapi saya Cuma memberi 1 ronde buat suami saya biar besok kalau jadi badan saya masih segar.

Besok harinya setelah suami berangkat kerja, segera saya menelepon pak Bob.

Pak Bob menyuruh saya datang sekitar jam 12 ke sebuah hotel ternama di Bandung.

Setelah menjemput Intan saya pun bersiap-siap, saya bilang ke Bu heti untuk menjaga anak-anak. Intan sempat mau iktu tapi setelah saya bujuk mau saya belikan baju lagi pulangnya dia akhirnya menurut.

Saya segera bersiap-siap di depan cermin meja rias di kamar saya.

Saya memilih memakai hijab warna putih, bajunya kemeja warna hijau muda yang agak tipis, bulatan kutang saya dapat terlihat dari luar. Saya memilih rok warna putih, ketat,tapi tidak terlalu tipis seperti biasanya, tapi tetap saja saat saya berputar membelakangi kaca, celana dalam merah yang saya kenakan nyeplak cukup jelas.

Saya putuskan mengenakan rok dalam semata kaki warna biru transparan ke sukaan suami saya.

Setelah siap dan memakai wangi-wangian segera saya berangkat memacu mobil Avanza milik suami saya.

Hampir jam 12 lewat saya baru sampai di gra** Hotel Pria***n. Pak Bob sudah memberi tahu kamar yang saya tuju.

Segera saya menuju ke no kamar yang di maksud. Saya pun mengetok pintu kamar.

Segera pintu kamar terbuka, tampak pak bob yang Cuma memakai handuk saja, bulu dadanya begitu lebat, tinggi pak Bob sepertinya tidak berbeda dengan saya. Perutnya membuncit lebih besar dari perut dendi suami saya.

Wajahnya biasa saja.

Segera dia mempersilahkan masuk

Pak Bob:” Saya kira dewi gak jadi datang”

Saya:” Maaf om, tadi sedikit macet” Saya pun segera masuk, Pak bob segera mengunci pintu kamar.

Ruangan kamar begitu mewah, ada ruang tamunya segala, aku lihat ke dalam, kamarnya dilapisi kaca, ada dua tempat tidur, ini memang kamar class executive.

Pak Bob:” Dewi, kamu cantik sekali, ana gak nyangka akhirnya bakal bisa menikmati kemolekan tubuhmu.

Saya hanya tersenyum dan duduk di sofa.

Pak Bob:” Saya ambilkan minum”

Sambil membuka kulkas yang ada di dalam ruangan tersebut, dan memberikan minum tersebut kepada saya. Lalu dia duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa saya.

Saya:” Pak Bob, eh Om Bob saya mau sebelum melakukannya terhadap saya, Om transfer dulu uangnya ya”

Pak Bob:” Haha, kamu tidak percaya sama saya? Oke mana nomor rekening kamu”

Saya menyodorkan no rekening saya. Tak Lama Pak Bob mengambil HP nya.

Pak Bob:” Ini saya transfer 4 kali, dari 4 no rekening saya, karena ada limitnya, saya tidak bisa sekaligus transfer, kamu cek sekarang”

Saya pun segera mengecek rekening saya, benar saja sudah bertsmbah 100 juta.

Pak Bob:” gimana, sudah ada?

Saya:” Ia Om, sudah masuk”

Pak Bob:” Haha, uang sudah masuk ke rekening kamu, tinggal rudal saya yang masuk ke serambi lempit kamu, haha.”

Pak Bob tertawa penuh kemenangan.

Saya:” Ia Om, sudah masuk, om gak perlu khawatir saya tidak akan lari, kalau saya laripun om tinggal perkosa saya, kita Cuma berdua di sini” Saya sambil ternyum manja dan genit.

Pak Bob:” saya gak nyangka, kamu pakai hijab tapi berani juga, kamu bilang apa sama suami kamu kalau mau pergi menemui saya?

Saya:” Saya bilang ada arisan” (saya berbohong ke pak Bob)

Pak Bob:” Saya tak perduli lah, yang penting saya bakal bisa menikmati perempuan yang 7 tahun lalu menolak saya”

Saya Cuma mengangguk pelan

Pak Bob:” kamu berani juga ya, pakai rok tipis dan baju tipis, saya bisa lihat tadi kamu pakai cangcut warna merah, dan kutangnya hitam kan”

Saya:” Ia om bener banget, om suka?

Pak Bob tidak menjawab tapi mendekat ke saya dan melepas handuknya, akhirnya dia telanjang bulat depan saya.

Saya terkejut melihat rudalnya yang sudah mengeras, hitam berurat dan panjang, benar-benar besar lebih besar dari rudal asep dan tentu lebih panjang.

Dalam hati pantes saja dia doyan cewek, barangnya kayak gini, pantes istrinya banyak.

Saya segera mencaplok rudal pak Bob dan mulai memberi di blow job.

Pak Bob:” Wah, nikmat banget, kamu memang binal, pakai hijab tapi menjilati rudal yang bukan suami kamu”

Aku tak memperdulikan omongan pak Bob aku terus memasukan rudalnya ke dalam mulut saya.

rudalnya begitu besar, rasanya gak semua muat di mulut saya.

Saya:” Om, rudal om gede banget, rudal suami aku gak ada apa-apanya, pakai obat ya?

Pak Bob:” Haha, ia saya berobat ke daerah banten, biar cewek-cewek yang saya entotin bisa puas, istri saya pun semua pada puas” Kata pak bob sambil menekan rudalnya dalam-dalam.

Saya:” hoek, pelan dong om, perut saya sampai mual ini”

Pak Bob:” Oh saya lupa bilang, kalau saya tidak suka pakai kondom, dan saya selalu buang peju saya di serambi lempit cewek yang saya ewe”

Saya sedikit berpikir, rasanya ini sudah masuk tanggal subur saya, tapi biarlah mudah2an aman.

Saya:” Aman Om, om boleh buang sebanyak mungkin peju om di serambi lempit saya”

Pak Bob:” Saya gak nyangka cewek hijab seperti kamu mulutnya cabul juga”

Saya:” Saya sudah biasa begini sama suami om”

Pak bob tidak menjawab lagi tapi menarik rudalnya, dan segera membopong saya ke ranjang.

Saya:” Aw, pelan om” kaget juga, saya ditaruhnya dipundaknya dengan posisi kepala menghada ke bawah, pantat saya pas dipegangan tangannya, tangannya tah berhenti meremas pantat saya.

Saya:” Aw om, semangat banget remas pantat saya”

Pak Bob:” Pantat mu masih sekal walau sudah punya 2 anak” Sambil melempar tubuh saya ke atas salah satu ranjang.

Pak Bob kembali mengarahkan rudalnya ke mulut saya. Saya segera mengihisapnya lagi.

10 menitan berlalu pak bob meminta saya melepas baju saya.

Saya pun segera melepas kemeja saya dan juga mau melepas kutang saya.

Pak Bob:” Biar aku bantu lepasin kutang kamu, sambil tangannya bergerak ke pungung saya dan melepas kutang saya. Segera saya melempar kutang saya ke kasur yang sebelahnya lagi.

Pak Bob:” Wah, puting susumu begitu besar, kamu menyusui ya” mengomentari puting saya yang sebesar kelereng.

Saya:” Ia om, anak saya yang kecil masih saya susui, kadang suami saya” sambil tersenyum segenit mungkin.

Pak Bob:” Asyik, saya akan menghabiskan asi kamu”

Segera pak bob melumat susu saya. Puting susu saya bergantian di isep, asinya muncrat-muncrat.

Pak Bob mengambil gals dan memeras tetek saya. Asi saya mengalir dengan deras. Pak Bob segera meminum asi digelas tersebut sampai tandas.

Pak Bob:” Wah, asi kamu enak juga”

Saya hanya tersenyum.

Sekarang pak bob menindih saya, tangannya menurunkan rok saya. Saya pun membantu melepas rok sekalian rok dalamnya juga.

Pak Bob melumat bibir saya, tangannya menggesek-gesek serambi lempit saya dari laur celana dalam.

Kami berciuman cukup lama. Aku tak terlalu menikmati saat kami berciuman, mungkin karena dia kurang ganteng kali dan agak bau asap rokok.

Aku memang kurang suka sama yang merokok, beruntung suamiku memang tidak merokok.

Saya:” Aw, geli om, di buka aza cangcut dewi”

Pak Bob tidak menjawab tapi segera menarik lepas cangcut saya. Dia menatap nanar serambi lempit saya yang berbulu lebat, saya sudah merapihkan bulu-bulu serambi lempit saya sebelum datang ke sini.

Pak Bob mulai menjilati serambi lempit saya.

Saya:” Oh om, isep itil saya, ah ow god enak banget” saya pun mengejang, saya tidak menyangka koq bisa cepat banget, mungkin sensasi sebagai pelacur telah membuat saya mudah keluar.

Pak Bob kemudian berbaring di belakang saya, sebelah kaki saya diangkatnya, saya tahu dia akan segera menyetubuhi saya. Saya mengangkat tinggi kaki kanan saya, rudal pak bob sudah mulai merojok rojok serambi lempit saya.

Bles…

Saya:” Oh, pelan om rudal om besar, kalau serambi lempit saya robek nanti suami saya tahu”

Pak Bob mulai mengenjot saya.

Pak Bob:” Biar suamimu tahu, sudah berani merebut kamu dari saya, sekarang serambi lempit istrinya saya bikin longgar”

Saya:” Aw, oh, pelan om, nikmatnya rudal gede”

30 menitan saya digenjot dengan posis itu, sayapun sudah orgasme lagi.

Pak Bob sekarang menyuruh saya nungging, saya pun di ewe lagi dengan gaya anjing, hampir 15 menitan saya sudah orgasme lagi, belum ada tanda-tanda dia mau keluar.

Akhrinya saya di suruhnya terlentang mengangkang.

Pak Bob:” Saya sudah mau keluar ini, cepat ngangkang”

Bless, rudalnya kembali membelah serambi lempit saya.

Saya:” Ah, om sakit”

Pak bob mengejot saya habis-habisan sambil mulutnya menciumi leher saya, leher dan tetek saya dia cupangin sampai banyak sekali merah-merahnya.

Saya:” Om, jangan terlau banyak cupangin saya, nanti suami saya curiga”

Pak Bob:” Biarin, biar suami kamu tahu istrinya sudah menjual serambi lempitnya ke saya”

Saya:” Akh, saya keluar lagi om, sambil tangan saya tak sadar mencakar punggungnya, kaki saya mengunci kaki pak Bob.

Pak Bob:” Saya juga keluar” Crooot, croot, beberapa kali pejunya nyemprot dengan deras di serambi lempit saya.

Saya:” Ah, panas om, sebenarnya saya sedang subur loh om”

Pak Bob sedikit terkejut.

Pak Bob:” berarti kamu bakal saya hamilin, nich terima semua peju saya”

Cukup lama pak bob mendekap saya.

Saya:” Om, turun dong geli bulu dada om menggesek gesek puting susu saya” Saya merasa tak nyaman bulu dada Pak Bob menggesek tetek saya.

Pak Bob pun berguling ke sebelah saya.

Saya bangun dan melihat peju om bob mengalir keluar sebagian dari serambi lempit saya.

Saya:” Ini lihat om perbuatan om, peju om banyak banget di serambi lempit saya”

Pak Bob:” Haha, saya justru puas banget kalau kamu sampai bunting oleh saya”

Saya:” Om jahat ih, apa kata suami saya kalau saya hamil oleh om”

Pak Bob:” Yang penting suami kamu tidak tahu”

Kami berdua tertidur sekitar satu jam, aku terbangun dan kulihat sudah hampir jam 4.

Aku segera ke kamar mandi, tiba-tiba pak Bob bangun dan menyusul saya ke kamar mandi, saya dirangkulnya dari belakang.

Saya:” rudal om sudah bangun lagi”

Pak Bob tidak menjawab, tapi menyuruh saya menungging.

Saya pun menungging.

Saya:” Akh om, jangan di situ”

Pak Bob justru mengarahkan rudalnya ke anus saya

Pak Bob:”Memang belum pernah”

Saya mengangguk pelan.

Pak Bob:” berarti saya yang akan memerawani bool kamu”

Saya:” Ampun om, untuk yang itu saya tidak mau” sambil menjauhkan pantat saya.

Pak Bob:” Kalau saya tambah 50 juta untuk bool kamu gimana?

Saya berpikir, wah gila tambahan lagi.

Saya:” Gimana ya om, kalau seratus juta saya mau, kan bool saya masih perawan”

Pak Bob:” Kalau serambi lempit kamu yang masih perawan saya mau 200 juta, ini kan bool”

Saya:” katanya om banyak duit, saya yakin duit segitu gak masalah buat om”

Pak Bob:” Deal” Sambil menarik pantat saya dan meludahinya.

Saya:” Pelan-pelan ya om rudal om gede banget, di serambi lempit saya saja penuh apalagi di bool”

Pak Bob tidak menjawab tapi mengambil sesuatu di rak sabun, seperit lotion di oles di lubang anus saya dan rudalnya.

Pak Bob kembali menekan dan mulai masuk kepalanya, perihnya bukan main.

Akhirnya dengan susah payah pk bob mampu memasukan semua rudalnya ke anus saya.

Saya:” Pelan om bob, sakit banget”

Pak Bob tidak perduli dia menggenjot saya dengan kasar.

Pak Bob:” Pelacur jalang, rasakan rudalku”

Saya:” Akh om, pelan, bool saya sakit”

Saya benar-benar tak dapat menikmatinya.

Untung sepertinya dia mau keluar, segera memindahkan rudalnya ke serambi lempit saya lagi, sambil mejambak rambut saya pak bob mengejang.

Pak Bob:” Saya hamili kamu dewi” croot, croot pejunya kembali muncrat dan luar biasa masih tetap banyak.

Saya benar-benar tidak orgasme kali ini, saya merasakan pantat saya sakit sekali, apa kata suami saya nanti kalau dia tahu pantat istrinya sudah diperawani sama pak Bob.

Saya pun segera mandi, begitu juga pak Bob.

Setelah mandi saya segera berpakaian.

Pak Bob:” Ini uang tunai 50 juta, yang 50 juta lagi sudah saya trasnfer, sudah maksimal, limit sudah tidak bisa.”

Saya segera menerima uang dari pak bob, dan menaroh ke dalam tas saya.

Setelah selesai berpakain saya pun pamit.

Saya merasa pantat saya masih begitu sakit. Jalan saya pun sedikit aneh. Saya tidak jadi mampir ke mall untuk beli baju intan tapi segera pulang karena takut ada orang melihat jalan saya yang aneh.

Bersambung… Pagi itu seperti biasa saya berangkat ke kantor setelah sebelumnya mengantar Intan ke sekolah. Perasaan saya sedikit tidak tenang sejak tadi malam setelah Dewi istri saya bilang menyetujui tawaran Pak Bob dan akan menemuinya hari ini.

Hampir satu jam perjalanan saya sampai di Kantor. Saya pun segera masuk ke ruangan saya, saya lihat team saya sudah lengkap minus Ida yang tampaknya masih belum datang.

Sampai di ruangan saya mencoba untuk memulai pekerjaan seperti biasanya. Di mulai dari tanda tangan berkas-berkas seperti advance, expense claim, service order ada juga SPK dan beberapa PO. Saya mencoba mengalihkan beban pikiran ke pekerjaan.

Tiba-tiba pintu saya diketuk, salah satu staff departement HR Pak Juli masuk ke ruangan saya dengan 2 orang lainnya satu laki-laki dan satunya perempuan yang saya tidak kenal.

Pak Juli:” Selamat pagi Pak Dendi, saya mau memperkenalkan staff baru kita”

Saya:” Oh silahkan Pak” sambil mempersilakan mereka duduk di kursi.

Pak Juli:” Perkenalkan Bu Clara, ini Pak Dendi manager Finance, Pak Dendi ini Bu Klara Staff CSR yang baru pengganti Bu Sari”

Ternyata yang perempuan namanya Klara, orangnya masih muda, kulitnya putih dan memakai kaca mata, kutaksir umurnya paling sekitar 25 tahunan. Kami pun saling bersalaman.

Pak Juli:”Dan yang ini Pak Aris assitant manager baru Finance sekaligus team bapak yang baru.

Saya:” Oh, selamat bergabung Pak Aris” Dalam hati saya, kenapa bukan Clara sich yang di finance hehe.

Aris:” Terima kasih pak, mohon arahannya”

Kami pun saling bersalaman.

Pak Juli:” Ok pak Dendi, sementara Pak Aris masih bersama saya untuk orientasi mungkin dalam 2 hari ke depan baru bergabung dengan team Finance”

Saya:” Ok pak, tidak masalah”

Pak Juli pun pamit dan keluar ruangan, pandangan mata saya tak lepas dari sosok klara yang tubuhnya tinggi langsing, meski memakai celana panjang bukan rok mini seperti kebanyakan perempuan yang bekerja di kantor sini, namun celana yang sepeti kesempitan menonjolkan pantatnya, meski tidak terlalu besar namun sangat serasi dengan posturnya.

Saya pun melanjutkan kerja kembali, sambil melihat ke luar, ternyata Ida sudah ada di mejanya.

Saya pun segera memanggil Ida dalam ruangan.

Ida pun segera masuk tanpa mengetuk lagi pintu ruangan saya. Ida tampak semakin cantik saja di mata saya.

Kali ini Ida memakai baju putih motif bunga-bunga warna hitam, hijabnya berwarna putih dan memakai celana jeans warna biru. Saya pikir semakin berani saja dia, apa dia sengaja mau menggoda saya dengan penampilannya.

Saya:” Bu Ida, eh Ida ayo duduk” Sambil tersenyum terhadapnya.

Ida pun segera duduk di depan meja saya.

Saya:” Bukan di kursi situ, di sini, saya pangku” sambil menepuk paha saya, Cuma bercanda doang tentunya.

Muka Ida langsung memerah.

Ida:” Ih, bapak, pikirannya sudah mesum aza” sambil pura-pura cemberut.

Saya:” Hehe, saya Cuma bercanda, kalau kamu cemberut makin cantik aza, saya jadi pengen cipok kamu”

Ida:” Tuch kan, mentang-mentang sudah dikasih, sekarang jadi makin belagak” sambil tersenyum manis.

Saya:” Kenapa tadi terlambat datang”

Ida:” Maaf tadi nyusuin dulu anak saya dan…” Ida tak melanjutkan omongannya.

Saya:” Dan apa?

Ida:” Dan nyusuin suami juga”

Saya:” Hah”

Ida:” Habisnya pas tadi mau berangkat saya tiba-tiba di tarik lagi sama suami di bawa ke kamar pak”

Saya jadi makin penasaran.

Saya:” Terus kamu diapain saja”

Ida:” Koq bapak wajahnya seperti orang yang cemburu.

Deg, apa benar ya wajah saya seperti orang yang cemburu, apa benar saya cemburu, kata orang seumuran saya memang menjelang puber ke dua. Saya segera mengenyahkan pikiran tersebut.

Saya:” Lalu apa suami kamu lakukan?

Ida:” Hem, perlu ya pak di ceritain?

Saya:” Ia, karena gara-gara itu kamu terlambat”

Ida:” Jadi bapak panggil saya karena saya terlambat, saya kira dengan kejadian kita kemaren bapak gak bakal marah kalau saya terlambat”

Saya:” ya gak gitu juga, memang kalau kamu terlambat saya pernah marah? Saya memang ada perlu sama Ida, saya mau ngobrol saja, tapi dengar alasan kamu terlambat saya jadi penasaran”

Ida:” Pak Dendi tapi jangan cemburu ya!

Ida:” Jadi suami saya menarik saya lagi ke dalam kamar, terus saya di dudukin dan dia bilang mau nyusu”

Saya merasa rudal saya mula ngaceng.

Saya:” Terus kamu beri?

Ida menganggukan kepalanya.

Saya:” Hah, berarti dia bisa lihat bekas cupangan saya “

Ida:” Ia, koq bapak kayak kaget”

Saya:” Ya kaget, terus dia marah sama kamu dan tanya siapa yang bikin cupangan di susu kamu”

Ida:” Menggelengkan kepala, dia terus nyusu, nyedotin asi saya”

Saya:” Dia tidak marah” sambil menggarukgaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal

Ida:” Saya terus terang saja dech, jadi malem tadi suami saya ngajakin saya menyetubuhi, pas dia buka kutang Ida dia lihat bekas cupangan bapak, terus dia tersenyum dan bertanya ini cupangan pak Dendi ya” Bilang Ida sambil melihat ke saya.

Saya jadi semakin bingung, gimana cerita selngkapnya.

Saya:” Koq bisa dia tidak marah dan tau itu bekas cupangan saya”

Ida tersenyum setengah ketawa melihat ke saya dan melanjutkan pembicaraan kami.

Ida:” Jadi gini pak cerita lengkapnya, sejak saya memperlihatkan video istri bapak lagi dientot pak Fadli dan bapak, suami saya terus bilang gimana ya caranya supaya dia bisa menyetubuhiin istri bapak”

Saya mendengarkan dengan serius. Ida pun melanjutkan omongannya.

Ida:” Lalu Ida bilang ke suami kalau bapak sepertinya suka sama Ida, bahkan pernah colek pantat Ida juga, suami saya kaget tapi tidak marah malah dia nyuruh Ida godain bapak”

Saya:” Jadi apa yang dilakukan Ida ke saya selama ini atas perintah suami?

Ida:” Tidak juga, awalnya Ida memang kesal sama bapak, terutama saat bapak berani-beraninya colek pantat Ida waktu itu, tapi setelah liat video itu, Ida mulai merasa gimana gitu, jadi waktu di suruh suami buat godain bapak bahkan katanya kalau bisa ajak bapak tidur, katanya siapa tahu nanti dia bisa tidur juga sama istri bapak bu Dewi.

Saya cukup terkejut dan mulai paham apa yang terjadi. Ida melanjutkan omongannya lagi.

Ida:” Jadi waktu suami saya melihat bekas cupangan di nenen aku, dia langsung berpikir bekas perbuatan bapak, dan saya pun menceritakan ke suami bahwa tadi siang bapak mengantar saya ke rumah, terus menggagahi saya”.

Saya:” Terus suami kamu bilang apa?

Ida:” Suami Ida bilang minta saya bilang ke bapak kalau dia mau sama istri bapak, ya semacam swinger gitu”

Saya:” Jadi suami ida tidak marah, Ida cerita semuanya yang kita lakukan?

Ida:” Ia, kecuali kalau bapak juga buang peju di dalem serambi lempit Ida, itu Ida tidak bilang soalnya suami tahu Ida lagi subur, dia malah tanya tadi pak Dendi buang pejunya gak di dalem serambi lempit, Ida jawab aja di dalam mulut, padahal maksudnya mulut serambi lempit”. Sambil sedikit tertawa.

Saya:” Wah kamu mulai seperti istri saya, mulai binal”

Ida:” Terus permintaan suami saya gimana Pak?

Saya:” Nanti saya atur, saya harus bilang juga sama istri saya”

Ida:” Tapi bisa kan”

Saya:” Ada syaratnya”

Ida:” Apa syaratnya pak”

Saya:” Seperti kemaren lagi”

Ida:” Ida paham, ngomong-ngomong bapak mau cerita apa?

Saya:” Kamu masuk ke bawah kolong meja saya dulu, saya sudah sange berat dari tadi”

Ida tidak menjawab dan langsung paham, sambil berbalik dulu melihat ke luar ruangan, Ida pun masuk ke bawah meja saya.

Segera saya melepas ikat pinggang saya dan menurunka celana saya.

Ida melepas celana dalam saya dan mulai mengocoknya terus menjilati rudal saya.

Saya:” emmph, saya mau rudal saya di kocok pake susu kamu”

Sambil melepas rudal saya dari mulutnya Ida menjawab:

Ida:” Oh, bapak mau di kocok rudalnya di nenen Ida?

Ida langsung membuka beberapa kancing bajunya dan tampaklah bra warna pink.

Ida menurunkan kedua cup bra nya dan segera menempatkan rudal saya dibelahan susunya yang ranum.

Saya:” Oh, enak banget sayang” sambil menutup mulut saya, baru sadar ini di kantor.

Ida:” Enak sayang?

Saya:” Enak banget, nenen kamu gede banget”

Ida:” Ida lihat susu istri sayang juga gede”

Saya:” Ia, tapi gedean nenen kamu, oh empuk banget”

Ida semakin cepat mengocok rudal saya dengan susunya, dan kadang-kadang di jepit dengan kedua susunya.

Saya:” Terus sayang, nikmat banget”

Ida:” Sambil cerita saja Pak, bapak tadi mau ngomong apa?

Saya:” Nanti saja, saya pengen leluasa kalau ngomongin itu, bukan di sini”

Ida semakin cepat dan semakin kuat menjepit rudal saya dengan susunya.

Saya:” Akh, saya keluar” Tanpa saya bisa tahan, sperma saya pun muncrat tepat di susu Ida, karena rudal saya sedang dijepit susunya.

Ida tampak kaget.

Ida:” Akh, bapak koq gak bilang dulu,langsung keluar, ini nenen Ida jadi belepotan peju”

Saya:” Maaf, ida cuci di kamar mandi”

Ida:” Bapak tolong lihatin, takut ada orang di luar yang lihat ke dalam”

Saya pun menggerakan mata saya melihat-lihat keluar ruangan.

Saya:” Aman, Ida bisa keluar sekarang, yang lain lagi sibuk kerja”

Ida segera melepas bra nya, mungkin biar tidak kebasahan.

Ida:” Saya, pegang dulu kutang Ida, ida mau cuci dulu nenen Ida, takunya kalau masih dipakai kebasahan”

Saya pun menerima bra ida yang berwarna pink itu.

Ida segera keluar dari kolong meja dan berlari masuk ke toilet di ruangan saya.

Saya pun memperhatikan bh Ida, penasaran saya bolak balik, akhirnya di bagian belakang ketemu juga no bh nya, ternyata 38 D.

Lebih sepuluh menit Ida keluar, setengah berlari lalu berjongkok di samping meja saya.

Ida:” Sayang, siniin kutang Ida”

Saya pun menyerahkannya, ida mengenakan kembali bra nya.

Ida:” Sayang minta tolong kaitkan kait kutang Ida”

Saya pun mengaitkan kait kutang ida di punggungnya. Saat itu kemeja Ida tertarik ke atas saya dapat melihat celana dalam Ida yang juga berwarna kuning bermerk Calv** Kle*n.

Setelah merapikan bajunya, Ida segera duduk kembali di hadapan saya.

Ida:” jadi bapak mau ngobrol di mana biar leluasa?

Saya:” Gimana kalau di rumah Ida lagi”

Ida:” Gimana ya, gak enak sama teman-teman takutnya mereka curiga kan kemaren baru pergi bareng kita”

Saya:” Gpp, baru mau 2 kali ini, kalau terus-terusan mungkin mereka curiga”

Ida:” terserah sayang saja kalau gitu”

Saya:” Gimana kalau pas makan jam makan siang nanti?

Ida:” Ok kalau gitu”

Ida pun pamit keluar ruangan, saya lihat pantat besarnya bergoyang, mungkin nanti sore saya bisa menikmatinya lagi, apalagi sekarang Ida sudah semakin berani, bicaranya pun sudah sangat vulgar.

Saya mulai berpikir apakah saya mempunyai perasaan terhadapIda atau Cuma sekedar nafsu saja, ah mudah-mudahan Cuma sekedar nafsu sesuai dengan komitmen dengan istri jangan sampai ada rasa yang lain.

Jam makan siang pun tiba, saya pun segera mengajak Ida untuk berangkat ke rumahnya, tak lupa saya bilang ke salah satu staff saya Dwi (bukan Dewi) bagian GL, bahwa saya ada meeting di luar dan setelah selesai langsung pulang ke rumah tidak mampir dulu ke kantor, saya bilang juga kalau ada yang urgent agar menelepon saya.

Saya dan Ida pun berangkat menggunakan mobil saya menuju rumahnya.

Di jalan saya tak berhenti mengelus-elus paha Ida sampai ke bagian serambi lempitnya.

Ida diam saja seperti tidak terjadi apa-apa.

Saya:” Kita mampir beli makan siang dulu ya”

Ida tak menjawab Cuma mengangguk, mungkin keenakan karena serambi lempitnya lagi saya kucel-kucel.

Setelah membeli makanan kita pun melanjutkan perjalanan ke rumah ida.

Ida:” Sayang sebenarnya tadi mau cerita apa sich, kesannya penting”

Saya berpikir sejenak, lalu saya menceritakan ke Ida apa yang menjadi beban pikiran saya.

Saya tak ragukan menceritakannya ke Ida tentang pembicaraan saya dengan istri.

Ida nampak terkejut tapi belum berkomentar apapun. Dia mendengarkan dengan serius apa yang saya sampaikan.

Ida:” hah, ida gak nyangka sampai istri sayang mau jadi pelacur, tapi kalau seratus juta sich…

Saya:” sayang memang mau juga kalau di bayar seratus juta?

Ida:” hehe, gak tau dech, dari pada sama sayang gak di bayar”

Saya:” Jadi kamu mau saya bayar? Agak sedikit kesal.

Ida:” becanda sayang, biar sayang gak pusing lagi, ya nggak lah, ida di bayar pakai peju aja”

Saya pun tersenyum dan langsung meremas susu Ida dari balik bajunya

Ida:” Aw, bilang kek mau remas, ini maen remas aja susu orang” puara-pura ngembek

Ida:” Saya konsentrasi ke jalan ih, mana banyak kendaraan, bukan kobel-kobel serambi lempit aku terus”

Saya:” Ida kayaknya aku jatuh cinta dech sama kamu” sambil melirik Ida dengan sisi mata saya.

Ida menjawab: “Ida juga sayang” tapi sepertinya dia asal jawab dan tidak menanggapi serius omongan saya tadi.

Akhirnya kami pun sampai di rumah ida.

Segera pembantunya membuka pintu untuk kami. Aku pun duduk di sofa. Ida pergi ke kamarnya untuk mengambil anaknya. Segera dia duduk lagi di dekat saya.

Tak lama pembantunya datang membawa minumman buat kami,.

Saya melihat gerak-gerik pembantu ini sepertinya curiga dengan kedatangan saya yang kedua kalinya.

Ida:” Tin, kamu pulang saja, nanti saya telpon kalau mau berangkat”

Entin:” Saya biar di sini saja bu, masih ada yang harus di kerjakan, lagi nyetrika baju tadi waktu si dedek tidur”

Ida:” Oh ya sudah kamu pergi sana”

Entin pun pergi meninggalkan kami. Saya menjadi sedikit khawatir.

Saya:” Koq dia gak kamu paksa suruh pulang yang, nanti kalau dia tahu apa yang mau kita lakuin gimana?

Ida enteng saja menjawab: “ Biarin yang cuek aza, dia gak bakal ngadu ke mana-mana apalagi ke suami, dia takut justru sama suami aku”

Saya:” memang kenapa dia takut”

Ida:” Dia ngadu suka digodain suami aku, ya di colek lah, di pegang lah”

Saya:” masa, kamu gak marah sama suami”

Ida:” Awalnya marah, tapi biarin dech, memang kayak gitu bandel”

Saya:”Istrinya pun bandel ya, suka bawa cowok lain ke kamarnya”

Ida tersenyum geli.

Kami pun makan siang bersama.

Setelah selesai makan Ida mengajak saya ke kamarnya.

Ida:” Say, ayo di kamar aku aja, kamar yang kemaren berantakan”

Saya:” tapi ada pembantu kamu di belakang?

Ida:” Biarin saja”

Aku segera mengikuti ida, saat Ida berjalan aku gemas ku remas pantatnya.

Ida:” Aw, sayang nakal sich, pantes istri sayang nakal”

Setelah masuk dalam kamar, Ida segera menidurkan bayinya dan segera mengunci pintu kamar, kami saling berciuman.

Cukup lama kami berciuman, saya segera mendorong Ida sampai rebahan dan menindihnya di samping bayinya yang sudah tidur pulas setelah menyusu tadi.

Kami berciuman kembali dengan panasnya, sejenak saya lupa dengan istri saya.

Ida:” Ayo saya gagahi aku di kamar pengantin aku dengan suamiku”

Aku segera membuka bajuku, ida pun melepas baju, dan menyisakan bra nya, aku menciumi lehernya sampai ketiak Ida aku ciumi.

Ida:” Ah geli sayang, kamu koq ciumi ketek aku”

Saya:” Nikmati saja sayang, ada bulunya ini dikit”. Ketiak Ida sedikit ada bulunya, sayapun terus melumat ketek Ida.

Ida:” Akh, terus sang, geli-geli enak”

Saya segera melepas bra Ida dan menarohnya ke samping .

Saya segera menghisap puting susu Ida, asinya masih mengalir biar tadi baru menyusui anaknya.

Saya:” Mmmph, manis saya Asi nenen kamu” sambil saya isep kuat-kuat dan Ida pun merasa kegelian.

Ida:” Terus isep sayang,oh enak, mungkin bu dewi istri sayang sekarang lagi diisep juga nenennya sama siapa itu yang booking bu Dewi”

Saya sedikit geram sampai tak sengaja puting Ida saya gigit.

Ida:” Aw sayang pelan, nich sakit, sampai merah, untung gak berdarah”

Saya:” maaf sayang”

Ida:” Sayang siapa yang booking istri sayang?

Saya:” Pak Bob namanya, apa kamu mau dibooking juga, biar saya bilang istri saya”

Ida:” ih, apaan sayang ini, tapi kalau seratus juta siapa yang gak mau sayang hihi”

Saya meremas-remas susu Ida sampai beberapa kali asinya mancur, saya segera mebuka mulut saya untuk menerima asi Ida.

Ida:” Ayo sayang habiskan cucu Ida, mungkin cucu istri sayang juga lagi diemut, di isep sama Pak Bob” Ida terus memanasi saya, saya tahu maksudnya yaitu terus membuat birahi saya naik.

Saya turun menjilati puser Ida dan turun ke bawah lagi, saya ari lepas celana ida, tinggal cd nya yang sudah terlihat lembab.

Saya cium serambi lempit ida dari balik cd nya, tercium bau khas serambi lempit.

Ida:” Sayang, ayo dilepas aza cangcut aku, aku mau dijilatin serambi lempit aku sama kamu”

Aku segera menurunkan celana dalem Ida, dan menarohnya di dekat bra nya.

Aku kemudian membenamkan mulut aku di serambi lempit Ida dan mulai menjilati dari mulai itil sampai lidah aku, aku masukan ke dalam serambi lempitnya.

Ida:” Aw, lidah kamu masuk ke dalem sayng, geli-geli enak, oh gusti, nikmat banget”

Aku semakin semangat, kujilati terus serambi lempit si Ida, kadang kusapukan lidah aku di belahan serambi lempitnya yang semakin basah.

Ida:” Itil aku sayang, di isep, ah, terus, Ida udah gak tahan”

Ida pun mengejang, dan orgasme, serambi lempitnya basah kuyup, nafasnya terengah-engah.

Saya biarkan dia istirahat sebentar.

Ida kemudian bangkit dan meminta saya tiduran.

Ida:” Sayang aku buka celananya ya, sempak kamu sekalian”

Ida membuka celana saya sekalian celana dalem saya.

Ida:” Aku sepong rudal kamu ya sayang, mungkin istri kamu juga sekarang lagi nyepong rudal pak Bob, atau bahkan mungkin rudal pak bob sudah masuk ke serambi lempit istri kamu”

Mendengar itu rudal aku semakin keras, Ida segera memasukan rudal aku ke mulutnya, keluar masuklah rudal aku di mulut Ida.

Saya:” Sayang saya pengen seperti tadi di jepit di nenen besar kamu”

Ida tak menjawab namun segera menjepit rudal saya di belahan dadanya.

Dia menaik turunkan rudal saya di susunya.

Ida:” Sayang kalau kamu keberatan kenapa kamu tetap izinin istri kamu melacurkan diri”

Saya:” Saya gak mau buat dia sedih sayang, dia tampak antusias banget, katanya gimana ya rasanya jadi pelacur dan dia tergiur bayarannya”

Ida kembali berbicara sambil terus mengocok rudal saya dengan susunya: “ Koq bisa ya sampai 100 jt, berani amat ya pak Bob bayar serambi lempit istri kamu 100 jt sayang”

Saya:” Terus sayang, kalau begini terus saya bisa cepat keluar”

Kocokan Ida semakin lama semakin cepat.

Ida:” Aku masukan ke serambi lempit saja ya sayang, muncrati di dalem serambi lempit saja jang di nenen aku kayak tadi”

Tanpa menunggu persetujuan aku, Ida naik ke paha aku, dengan melebarkan kakinya dan memegang rudal aku serta mengarahkan ke dalem serambi lempitnya.

Bless, rudal akupun di telan serambi lempit Ida.

Saya:” Oh enak banget sayang, serambi lempit kamu masih menjepit”

Ida:” Enak mana sama serambi lempit istrimu sayang”

Saya:” Oh, aku gak bisa bedain, keduanya nikmat”

Ida menaik turunkan badanya di atas tubuhku.

Ida:” oh, ah sayang dalem banget rudal kamu di serambi lempit aku”

Aku tak menjawab sambil meremas-remas pantat Ida terkadang susunya aku percepat entotan ku dari bawah.

Ida:” Oh nikmat sayang, rudal kamu enak”

Saya:” nikamattan mana sama rudal suami kamu sayang”

Ida:” Ah, gak tahu sayang, yang pasti rudal kamu lebih gede dan panjang”

Saya semakin cepat memenyetubuhi Ida dari bawah, sekarang saya duduk sambil mengihsap susu Ida.

Ida:” Akh sayang, isep puting susu aku enak, oh kamu cupangin lagi nenen aku ya?

Saya:” Ia sayang, biar suami kamu tahu hari ini kamu aku ewe lagi”

Ida:” Oh saya kamu nakal banget ninggalin tanda buat suami aku terus gagahin akunya di ranjang tempat aku dan suami tidur”

Ranjang sampai berderit oleh goyangan kami, tiba-tiba Ida menjerit:

Ida:” Aw, aku dape sayang”

Saya:” Hush pelan, pembantu kamu pasti dengar”

Ida:” Biarin sayang, paling dia juga udah tahu kita masuk kamar, dan sudah mengira aku pasti lagi selingkuh dan dientot sama kamu”

Saya:” kamu nakal sekali, semakin mirip dengan istri saya, asal jangan jadi pelacur sayang seperti istri saya”

Ida:” Nggak sayang, aku lelah” sambil menindih badan aku yang sekarang sudah terlentang.

Aku masih mengocok rudal aku di serambi lempit Ida.

Saya:” terus kalau pembantu kamu lapor tetangga gimana?

Ida:” Gak bakalan sayang, aku sudah bilang ke dia sebelumnya, kamu kerja aja jangan ikut campur urusan orang di rumah ini”

Saya:” Kam yakin dia bakal nurut”

Ida:” percaya aku dech sayang, kalau kamu masih takut, perkosa aza pembantuku sekali biar dia diem, hehe”

Saya:” ia juga, kalau dia ngadu pasti dari tadi sudah di gerebeg kita” sambil membalik badan Ida agar di bawah.

Saya:” Sayang kamu di bawah ya, aku sudah mau keluar kayaknya ini”

Ida:” Ia sayang” Sambil mengangkang lagi.

Bless masuk lagi rudal saya ke serambi lempitnya.

Ida:” Aw, pelan sayang” saya menggenjot ida sekuat tenaga karena sudah mau keluar

Ida:” Ah, enak banget sayang, saya mau dapet lagi”

Saya:” Barengan sayang”

Ida:” Oh ayo cepat saya Ida gak tahan”

Saya:” Di dalem kah sayang”

Ida:” Ia sayang tadi kan sudah bilang di serambi lempit saja, jangan di nenen kayak tadi”

Saya pun menekan rudal saya dalem-dalem.

Ida:” Ah, sayng kamu bucat, peju kamu anget banget di serambi lempit aku”

Saya:” Ia, kamu udah?

Ida:” udah saya lemes, biarkan di dalem dulu rudal kamu sayang”

Aku tak menjawab tapi perlahan menjatuhkan diri ke samping Ida, sambil rudal saya tetap di serambi lempitnya, Ida pun terpaksa ikut menyamping agar rudal saya tidak lepas.

Sekitar 10 menitan kami terdiam tanpa kata-kata smabil saling berpelukan.

Ida akhirnya bangkit dan terlepaslah rudal saya, Ida melepas hijabnya karena mungkin kegerahan, kebetulan kamarnya tidak ada ac hanya kipas angin saja.

Ida:” Panas ya sayang, lihat peju kamu di serambi lempit aku ada yang keluar ini”

Saya pun melihat pejuh saya yang meleleh dari bibir serambi lempit Ida.

Ida:” kira-kira peju pak bob dikeluarin di serambi lempit istrimu gak ya sayang?

Saya:” saya sudah larang dan minta istri bawa kondom”

Ida:” Kenapa, kan lebih enak kalo dimuncratin di dalem serambi lempit sayang?

Saya:” Istri saya lagi subur”

Ida:” Oh, kalau pak bob buang di serambi lempit bisa hamil istri kamu sayang”

Saya:” Kalau ia, bisa saya ceraikan dia”

Ida:” jahat banget, kan sayang yang izinin di melacur”

Saya:” tapi kan gak boleh keluar di serambi lempit”

Ida:” kalau dia sayang ceraikan trus sayang jadi duda sendirian”

Saya:” Saya kawinin kamu aza”

Ida:” ini kan habis kawin sayang”

Saya:” Maksudnya nikahin kamu”

Ida:” Saya kan punya suami”

Saya:”saya rebut kamu dari suami kamu”

Ida:” hehe, saya Cuma goda kamu saja sayang”

Kamipun sempat menyetubuhi sekali lagi sebelum akhirnya saya pulang.

Saya pun lebih awal, jam 5 saya sudah sampai di rumah.

Bu Heti dan Intan menyambut saya di pintu masuk.

Intan pun segera saya pangku, Bu Heti masuk lebih dulu, saya pun tergoda untuk meremas pantatnya, saat itu dia memakai baju kurung warna kuning.

Bu Heti:” Aw, bapak bikin kaget saya” Sambil menyingkirkan tangan saya, sekarang hal seperti itu sudah biasa terjadi. Saya leluasa meraba-raba bu heti. Rasanya sudah ada lima kali saya meniduri bu Heti, terutama waktu istri mens.

Saya:” istri saya mana bu”

Bu Heti:” Tadi sich gak tau dari mana, habis dateng langsung mandi & terus pergi tidur kayaknya kecapean”

Deg…

Saya segera masuk ke kamar dan membiarkan intan nonton tv.

Sata masuk kamar saya jumpai istri saya sedang tidur, wajahnya terlihat begitu lelah, rambutnya agak berantakan, dia memakai piyama warna abu-abu yang panjangnya selutut dberbelahan dada rendah denga tali-tali kecil di pundaknya.

POV WIFE

Segera saya pacu mobil saya agar segera sampai di rumah.

Sudah cukup sore, aku segera masuk ke rumah, mencoba berjalan normal meski pantat terasa sedikit perih.

Intan langsung menagih baju yang kujanjikan, dia sedikit marah karena saya tidak jadi membelinya, setelah saya bujuk bahwa besok akan saya belikan barulah dia tidak merajuk lagi.

Saya segera mandi untuk menyegarkan badan, setelah makan sebentar saya pamit ke bu Heti untuk istrihat. Bu Heti tampak sedikit heran dengan kondisi saya tapi tidak berani bertanya.

Saya pun tertidur sampai tiba-tiba suami saya membangunkan saya.

Suami:” Mah, kelihatan capek banget”

Saya:” Maaf pah, mamah ketiduran, sambil hendak bangun tapi dicegah oleh suami.

Suami:” Ya sudah kalau lelah mamah tidur lagi saja, papah mau mandi dan makan dulu”

Saya merasa bersalah sama suami saya.

Saya:” Mamah temenin papah makan nanti”

Suami:” Gak usah mamah tidur lagi saja, nanti kita ngobrol-ngobrol”

Deg, saya sedikit khawatir, pasti suami saya bakal bertanya tentang apa yang terjadi tadi siang.

Suami saya pun pergi lagi, saya tidak dapat memejamkan mata.

Sampai sekitar jam 8 lebih anak-anak masuk untuk tidur, termasuk suami, mereka tidur lebih awal, tampaknya atas ajakan suami.

Suami saya lalu mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur, sehingga tampak sedikit remang-remang.

Suami berbaring di samping saya:

Suami:” sudah bangun lagi mah?

Saya:” Ia pah, baru saja” (saya berbohong)

Suami:” Gimana tadi dengan pak Bob mah”

Saya sudah menduga bakal ditanya seperti ini.

Saya:” Gimana apanya mah”

Suami saya tampak agak kesal sama saya.

Suami:” Ya apa yang terjadi”

Saya:” Ya apalagi pah, ya mamah digagahi sama pak bob, sesuai keinginan pak bob akhirnya dia berhasil memasukan rudalnya ke serambi lempit mamah” sambil mencoba tersenyum.

Suami mulai meraba-rabai saya, saya mulai merasa dia jadi sange, tapi apa dia masih sange kalau tau pantat istrinya sudah perawani pak Bob.

Belum lagi kalau tahu pak Bob membuang peju di serambi lempit istrinya yang lagi subur.

Saya meraba rudal suami, saya masukan tangan saya ke celana kolornya, sudah begitu tegang.

Suami:” Ceritain lebih lengkap gimana ceritanya mah?

Saya:” Ya Pah, waktu mamah datang, pak bob Cuma pakai handuk saja, gak pakai sempak”

Sambil tangan saya mengocok rudal Dendi suami saya.

Suami:” hemp, terus tadi mamah pakai baju seksi ke mana, ke hotel ya”

Saya:” Ia Pah, ke Gra**d hotel Pri**ngan, mamah pakai hijab putih, baju kemeja hijau muda yang tipis itu pah, rok warna putih yang tipis banget, tapi mamah pakai rok dalem juga yang warna biru”

Suami:” Terus kelihatan dong bh sama cangcut mamah dari luar?

Saya:” Ia, pak bob langsung tau mamah pakai cangcut warna merah dan kutangnya warna item”

Saya:” rudal papah makin mengeras ini”

Suami:” ia, bayangin mamah tampil begitu papah makin sange”

Saya:” Papah di kantor tadi gak nakal kan?

Suami:” Papah kerja seperti biasa, gak nakal mah”

Saya:” Gak godain Ida? Papah gak ngajak Ida ewean lagi?

Suami:” Sibuk Papah mah?

Saya:” Bener?

Suami:” Bener mah”

Saya merasa semakin bersalah sama suami, suami sibuk kerja saya melacurkan diri.

Saya:” Maafin mamah ya pah, Papah sibuk kerja mamah malah melacurkan diri”

Suami mencium kening saya.

Suami:” lanjutkan Mah”

Saya:” Mamah minta bayar di muka, mamah takut dia bohong pah”

Suami:” Terus, dia mau bayar dimuka”

Saya:” Ia, dia transfer langsung”

Suami:” Biasanya kan ada limit 25 juta, tapi tergantung bank juga sich”

Saya:” Ia, pak bob pakai no rek yang berbeda-beda pah, maklum orang kaya”

Suami:” terus”

Saya:” Terus dia bilang gini, uang sudah masuk, tinggal rudal saya yang masuk ke serambi lempit kamu, bilang gitu ke mamah”

Suami saya manggut-manggut.

Saya mengocok rudal suami makin cepat, rudal suami saya sdh semakin keras.

Saya:” Terus mamah diangkat dipundak dia pah, posisi kebalik kepala di bawah, sambil pantat mamah diremas-remas sama pak Bob.

Suami:” Terus mah, selanjutnya gimana?

Saya:”ya terus mamah diperkosa pah sama pak Bob”

Suami:” Akh” mengejang dan spremanya keluar walau tidak banyak terasa lengket di tangan saya.

Saya:” Ikh papah malah bucat, ni lengket banget sperma papah di tangan mamah”

Suami:” Di cuci dulu mah”

Saya:” Gak usah pah, mamah suka dengan lengketnya”

Suami:” terus mah, cerita lagi” Saya pun cerita lagi dengan tangan saya tetap mengocok rudal suami saya yang sudah melemas.

Saya:” Ya, dia sempat isep susu mamah, dicupangin juga susu sama leher mamah, terus pak bob sempat mamah sepong, rudalnya gede banget pah, maaf , lebih gede dari papah dan panjangnya sich hampir sama lah, tapi dengan dibanding rudal asep pun gedean pak Bob”

Suami:” Terus waktu masuk gimana?

Saya:” Sesak banget pah, jadi Pak Bob masukan rudalnya ke serambi lempit mamah, tapi bisa masuk semua rudalnya, sakit pah seperti mau robek, dia bilang biarin, biar serambi lempit mamah longgar katanya, kurang ajar kana pah”

Suami:” Ia Mah” rudalnya terasa mulai agak tegang lagi.

Saya:” ya terus dia keluar di serambi lempit mamah, eh maksud mamah di tetek mamah”

Suami:” Di serambi lempit apa di tetek?

Saya:” Di serambi lempit pah, eh di tetek sumpah, masa mamah bohong, dia sich ngotot mau di serambi lempit, tapi mamah dari awal bilang gak mau, tapi dia ngewe mamah gak pakai kondom, tapi buang di tetek koq”

Suami:” Syukur dech, mamah sudah jujur sama papah”

Aku jadi merasa bersalah, apa aku mesti jujur saja. Ya sudah jujur dech…..

Saya:” Pah, maafin mamah ya” Sambil mulai berkaca-kaca.

Suami:” Gpp kan sudah ijin Papah, papah ngerti mamah tertarik dengan 100 jt nya, mana ada pelacur biasa di bayar segitu”

Saya:” Ia Pah, Cuma mamah pelacur yang di bayar segitu ya”

Saya:” tapi pah bukan itu mamah minta maaf”

Suami:” Karena Apa mah?

Saya pun mulai menangis, suami saya mulai tampak khawatir.

Saya membenamkan muka saya di bantal.

Saya:” pah, maaf, tadi mamah disodomi sama pak Bob”

Suami:” Apa” Suaranya sangat keras sampai tiba-tiba revan menangis.

Saya teridam, suami juga, sampai revan tertidur kembali.

Suami:” mamah sudah gila ya, papah juga belum pernah mamah bolehin ngewe anus mamah ini malah mamah kasih ke pak Bob”

Saya:” maaf pah, mamah lagi tidur, tau-tau mamah sudah tengkurap dan pak bob memaksa memasukan rudalnya ke bool mamah” sambil terisak saya jadi tak bisa menceritakan yang sebenarnya secara jujr melihat kemarahan suami saya.

Suami:” Kurang ajar”

Saya:” maaf pah mamah dipaksa, tapi kita gak bisa buat apa-apa jga, gak mungkin lapor polisi mamah yang malu”

Suami saya diam saja, tangan saya sudah tidak lagi memegang rudalnya.

Suami:” Sudah tidur mah, papah kecewa sama mamah”

Saya:” maafin mamah ya pah, mamah gak akan pernah melacur lagi, ini pertama dan terakhir”

Suami:” Janji ya, karena kalau melacur bisa seperti itu, tamu kamu bisa memaksa yang bukan-bukan, tapi papah tetap bakal menghukum mamah”

Saya:” Koq gitu ,papah jahat”

Suami:” Karena mamah tak bisa menjaga amanah papah”

Saya:” Asal papah maafin mamah siap di hukum”

Suami:” Ia, nanti papah pikirkan hukumannya, sekarang papah mau tidur, papah temenin Intan tidur” Sambil pindah ke tempat tidur Intan.

Saya menghela napas, suami benar-benar marah, saya hampir tidak bisa tidur, saya belum jujur semuanya, saya lihat suami juga belum bisa tidur, tapi akhirnya saya lihat suami sudah tidur, tampak dia kelelahan. Saya semakin merasa bersalah.

Bersambung… Saat itu saya benar-benar marah, saya sempat tidak bisa tidur, sampai akhirnya rasa lelah membuat saya tertidur. Besok seperti biasa saya bersiap untuk bekerja, tapi adaa yang berbeda dari biasanya, saya bersikap cuek sama istri saya. Selesai sarapan tanpa banyak kata saya berangkat setelah mengantar Intan terlebih dahulu ke sekolah.

Jam 8 saya sudah ada di kantor, sebenarnya saya sangat ingin ngobrol dengan Ida, tapi mulai hari ini sampai 4 hari ke depan saya akan sangat sibuk harus mendamping consultan Mill.

Selain harus menyiapkan data yang dibutuhkan oleh mereka saya pun harus menemani mereka selama di sini. Hari itu jadwal saya betul-betul padat, saya tidak bisa berinteraksi banyak dengan Ida.

Ida sempat menyampaikan pesan suaminya yang menanyakan kembali permintaannya tempo hari, saya belum dapat menjawabnya.

Jam setengah 7 saya sudah sampai di rumah, hanya terlihat anak-anka saya saja sedang menonton tv, saat saya bertanya ke Bu Heti di mana istri saya, katanya istri saya lebih banyak mengurung diri di kamar, katanya kurang sehat.

Saya lihat istri saya sedang tiduran, saya pura-pura tidak memerdulikannya, kami masih saling diam, selesai mandi dan makan saya pun pergi tidur disebelah istri saya, kami masih saling diam, karena capek saya pun langsung tertidur, kejadian ini berulang sampai beberapa hari berikutnya.

Di kantor pun sama, saya masih cukup sibuk untuk melayani permintaan-permintaan data dari consultan.

Sampai akhirnya hari Sabtu saya punya waktu sedikit longgar. Saat itu sudah hampir jam sebelas, saya pun memanggil Ida ke ruangan saya, Ida sempat mengira ada lagi laporan yang harus di kirim ke consultan.

Saya:” Bukan itu say (saat ini kalo sedang berdua tak ada orang lain saya dan Ida saling memanggil say, kadang sesekali aku keceplosan memanggil Ida dengan sebutan tersebut di depan team ku yang lain, tapi mereka cuek saja, mungkin berpikir tidak ada apa-apa), urusan saya sama consultan sudah beres, sekrang mereka di urus mill manager”

Ida:” kirain ada tugas lagi say”

Saya menatap Ida, dia tampil anggun, dengan baju panjang hitam sampai lutut dan celana kulot warna putih dan jilbab warna kuning.

Saya:” Saya mau cerita tentang istri saya” saya pun menceritakan apa yang terjadi antara saya dan istri.

Ida mendengarkan dengan serius.

Saya:” Begitu say, menurut kamu bagaimana?

Sambil menarik napas panjang Ida menjawab pertanyaanku:

Ida:” Kalau menurut aku sich kamu gak perlu menghukum istri kamu, apalagi istri kamu kan disodomi secara paksa, dan itu juga karena atas ijin kam juga say dia melacurkan diri, kalau menurut aku dengan kam diamin dia, itu sudah hukuman buat dia, aku yakin dia sangat tersiksa dan sedih”

Saya:” Oh gitu ya, aku juga berpikir begitu say, aku juga sebenarnya gak tega tapi ya lumayan kesal juga”

Ida:” Kamu juga kan berperan besar membiarkan dan membuat istri kam jadi binal, dan kamu juga sebenarnya suka akan hal itu, bukan begitu?

Aku menganggukan kepala tanda setuju atas ucapan Ida.

Ida:” Sekarang keputusan ada di kamu say, mau kamu terusin kehidupan seperti ini atau kamu mau berhenti dan hidup normal, yang pasti suami aku nanyain terus ke aku apa kata suami bu Dewi, dia bilang kamu sudah menikmati istrinya 2 kali masa dia tidak dapat apa-apa”.

Saya:” Jadi kamu bilang ke suami kalau aku datang lagi waktu itu?

Ida:” Ia, aku juga bilang kalau kamu gagahin aku di ranjangnya, tempat kami tidur”

Saya:” Saya belum ada bilang sama istri, ya karena kami bertengkar itu”

Ida:” Sekarang kamu mau bagaimana say? Kalau kam mauhidup normal kamu juga harus mengakhiri semuanya termasuk hubungan kita, kalau kamu mau hidup normal ya aku pun akan hidup normal seperti biasa lagi”

Saya terdiam dan berpikir sejenak.

Saya:” Ya semua memang ada resikonya say, sepertinya aku tidak bisa meninggalkan kehidupan baru aku ini yang telah membuat aku lebih bergairah”

Ida:” Kalau begitu say, kalian harus saling percaya, semuanya cuma sebatas seks tapi kalian tetap saling mencintai, aku pun sama dengan suamiku saat mau melakukan hal yang seperti kamu lakukan, aku dan suami sudah saling berkomitmen”

Saya:” Ia say, aku merasa bersalah sama Dewi, padahal aku juga yang buat dia begitu, ngomong-ngomong apa yang membuat kamu mau melakukan seperti yang kami lakukan”

Ida:” Semua gara-gara video itu say, sejak melihat video itu suami aku jadi ingin agar aku menjadi binal seperti istri kamu, dan suami aku ingin melihat juga istrinya digauli di depan dia, ya seperti kamu dan istri waktu di video main bertiga”

Saya:” Hem kalau begitu bagaimana kalo kita swing saja say, kita maen berempat, aku, Dewi, kamu dan suami kamu”

Ida:” Sepertinya suami aku bakalan seneng say”

Saya:” Ok, saya akan bilang ke istri kalau sudah deal kita tinggal tentukan kapan dan di mana hehe…”

Ida:” Sayang atur saja”

Saya:” Gimana kalau sore ini saya ke rumah kamu lagi say”

Ida:” Hem, kamu pulang saja say, urus dulu rumah tangga kamu, kasihan istri kamu, lagian suami aku pulang siang, mulai nanti malam dia shift malam”

Saya:” Oh benar juga say, aku juga rindu kebersamaan dengan istriku”

Saya pun segera pulang dengan penuh semangat.

POV WIFE

Sudah beberapa hari suamiku mendiamkan aku, ngomong hanya seperlunya, hati aku sungguh terluka, padahal tidak sepenuhnya aku bersalah, dia ikut andil juga.

Apalagi jika aku sepenuhnya jujur kurasa dia bisa lebih murka, aku pun tak menyangka suamiku Dendi akan mendiamkan aku.

Rasanya aku ingin curhat tapi pada siapa, karena nantinya orang tempat aku curhat akan mengetahui keburukanku.

Asep beberapa kali menghubungiku, tapi tak aku perdulikan selain aku takut oleh suami aku juga tak bisa mengatakan yang terjadi padanya. Semakin banyak tahu Asep atau orang lain tentang rumah tangga kami tentu tidak baik bagi kami berdua.

Jadi aku pendam semua sendiri termasuk dari Bu Heti yang terlihat curiga akan adanya masalah dalam rumah tangga kami.

Setelah kebanyakan diam di rumah, aku bosan juga, kebetulan hari ini hari Sabtu.

Intan menagih janjiku untuk membelikan baju baru untuknya, ya mungkin in saat yang tepat aku keluar rumah.

Sekitar jam 11 saya pun pergi dari rumah, saya sengaja pergi berdua Intan saja, takutnya suami pulang tidak ada orang di rumah.

Saya sengaja tidak pergi ke mall, khawatir ketemu lagi dengan pak Bob. Saya pergi ke sebuah butik untuk membeli baju buat Intan dan buat saya sendiri itung-itung menghilangkan suntuk. Pulang belanja saya sempat keliling-keliling membawa Intan jalan-jalan. Dia sempat merengek tidak mau cepat-cepat pulang.

Jam 2 saya baru sampai rumah, saya lihat mobil suami sudah terparkir di pekarangan rumah.

Ada rasa khawatir suami saya akan marah mengetahui saya pergi. Bisa saja dia curiga macam-macam.

Saya pun segera masuk ke dalam rumah. Saya lihat suami saya sedang tiduran di depan TV dengan Revan.

Saya lihat suami saya tersenyum terhadap saya, saya pikir tumben, saya pikir dia akan tambah cemberut.

Suami:” Dari mana saja kamu mah? Papah sudah pulang dari jam 1 tadi”. Suara suami saya lembut tidak seperti sedang marah.

Saya:” heh, abis antar Intan beli baju Pah, terus keliling-keliling karena Intan tidak mau cepat pulang”

Intan segera menghampiri Ayahnya dan memperlihatkan baju baru yang di belinya, dia nampak senang.

Suami:” Ya sudah, sana mamah istirahat, pasti capek, eh kalian sudah makan?

Saya:” udah Pah, tadi beli maka di jalan, mamah duduk di sini saja” Sambil memelih duduk di sofa.

Suami:” Sini duduk dekat sini mah, sambil menepuk tempat di sebelahnya.

Hati aku mulai lega tapi deg-degan juga sepertinya suami aku tidak marah lagi.

Tiba-tiba ponselku berbunyi dan ada sms masuk. Aku segera membukanya dan sangat terkejut, ternyata dari Pak Bob.

Pak Bob:” Dew, kamu masih mau aku booking lagi, tapi kamu bawa baby sister kamu ya, aku mau ngewe kamu berdua sekaligus” kenapa ada sms Pak Bob di saat begini, saat suami aku terlihat mulai baik padakku. Aku segera menghapusnya dan duduk di dekat suami.

Suami:” Sms dari siapa mah? Asep ya? Benar-benar suamiku tampak ramah.

Saya:” Bukan Pah, dari operator (aku berbohong), semenjak Papah mamarah sama mamah, mamah gak pernah hiraukan Asep, biar sms atau telpon”

Suami saya mulai mengelus-elus paha saya, saat itu saya mengenakan celana jeans.

Suami:” Mah, maafin papah ya, papah egois, kayak papah yang bener sendiri aza, papah dah merenung papah salah udah diemin mamah, mamah mau kan maafin papah?

Saya:” Mamah yang salah Pah, mamah pantes di diemin”

Suami mulai bangun lalu tanggannya memeluk pinggang aku dari samping.

Suami:” Papah yang salah mah, mestinya papah tetap pada komitmen awal kita semua Cuma sekedar seks, tapi rasa sayang kita tetap Cuma sama pasangan mah”

Saya:” Ia pah, mulai sekarang mamah terserah papah, apa kita hidup normal lagi seperti biasa?

Suami:” Papah lebih suka mamah yang sekarang”

Saya:” Maksudnya yang sekarang gimana pah?

Suami mulai meremas susu saya dan menciumi pipi saya.

Suami:” Papah suka mamah yang sekarang yang binal, bikin papah lebih bergairah”

Saya:” Tapi nanti papah marah lagi?

Suami:” Gak bakalan mah, asal kalau mamah mau nakal tetap ijin papah, dan papah juga boleh nakal di luar sana?

Saya:” Papah ijin mah gak?

Suami:” Bilang juga dong”

Saya:” Terserah papah, tapi mamah masih takut papah marah-marah lagi”

Suami:” itu kan karena mamah tak ijin Papah maen kasih anus mamah?

Saya:” Siapa yang kasih pah, kan udah bilang dipaksa?

Suami:” Ia, papah kesal sebenarnya kenapa bukan papah dulu yang perawanin anus mamah malah pak bob”

Saya:” Maafin mamah ya pah”

Suami:” Sudah Papah maafin mah, papah juga minta maaf?

Saya:” Ia mamah maafin, tapi beneran papah udah maafin mamah?

Suami:” Ia mah, kalau mamah mau jadi pelacur lagi juga boleh tapi harus ijin papah dan papah lihat dulu orangnya oke tidak, terus kalau bisa ada rekamannya dan jangan keseringan”

Saya:” Hah, papah mau jebak mamah nich?

Suami:” Beneran mah, mamah makin binal makin bikin papah bergairah?

Saya:” Mamah takut papah marah lagi”

Suami:” Janji mah, yang penting cinta mamah buat papah, mamah jangan sampai jatuh cinta lagi sama Asep atau yang lain”

Saya:” Ia Pah, kalau papah bilang gitu mamah oke saja”

Karena saya masih merasa agak lelah dan gerah saya minta ijin untuk mandi.

Sorenya kami membawa anak-anak jalan-jalan ke daerah Dago sambil mencari jagung bakar sekaligus menghilangkan rasa penat.

Hampir jam 8 malam kami baru sampai di rumah.

Anak-anak malah sudah tertidur di dalam mobil karena kelelahan.

Bu Heti pun tampak kelelahan segera masuk ke kamar, saya dan suami pun segera masuk ke kamar kami.

Suami:” Mandi bareng yuk mah”

Saya:” Ayo Pah, sdh lama kita tidak mandi bareng”

Segera saya mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi bareng suamiku.

Sayapun segera melepas jilbab yang saya kenakan dan menaruhnya di bak cucian, sala lihat suami saya malah sudah telanjang bulat. Saya pun segera melepas baju yang saya kenakan.

Saya:” Pah, lepasin donk ini kait kutang mamah” sambil menunjuk ke punggung saya.

Dendi segera melepas kait kutang saya yang ada dibelakang, setelah terlepas suami saya segera melepas kutang saya dan melemparnya ke bak cucian.

Saya:” Ah, enak pak” Suami saya langsung memeluk saya, tangannya memilin-milin puting susu saya.

Saya pun segera melepas rok dan celana dalam yang saya kenakan dan melemparnya juga ke bak cucian.

Suami saya mulai menjilati kuping saya dari belakang dan terus ke leher.

Saya:”akh, geli pah” sambil tangan saya mulai mengocok rudal suami yang mulai menegang.

Saya:” Pah, mamah isep rudal papah ya, hampir seminggu mamah gak isep rudal hehe”.

Suami:” ia mah, papah juga kangen dengan isepan mamah”

Saya segera jongkok di hadapan suami saya, saya mengocok-ngocok pelan rudal suami, dan mulai menjilat di mulai dari buah zakarnya naik ke atas dan akhirnya aku masukan rudal suami ku ke mulutku. Hampir lima menitan rudal suami aku sudah semakin keras saja.

Suami:” Akh, stop dulu mah, gantian” suami mengangkat saya agar berdiri dan mengarahkan saya agar duduk di atas bak mandi.

Saya langsung mengerti, saya segera mengangkang dan kepala suami segera terbenam diselangkangan saya.

Saya:” Ah, masukan lidahnya pah, oh enak” Lidah suami menerobos mulut serambi lempit saya, sungguh nikmat setelah beberapa hari saya harus puasa seks.

Saya:” Aw, kena pah, oh enak”

Suami:” Apanya yang kena mah”

Saya:” Itilnya pah, kena lidah papah, oh mamah gak tahan” Saya pun mengejang, cukup cepat saya mencapai orgasme yang pertama. serambi lempit saya terasa sangat basah.

Suami:” Nungging mah, papah mau tusuk mamah dari belakang”.

Saya segera menungging dengan kedua tangan berpegangan ke atas bak mandi.

Suami saya segera memegang pinggul saya, sambil mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya.

Bless dan masuklah rudalnya, segera suami menggenjot saya.

Saya:” akh, enak pah, serambi lempit mamah gatel banget, sudah 5 hari gak dimasuki rudal”

Suami:” Ia mah, serambi lempit mah masih jepit, biar sudah dimasuki rudal gede pak Bob”

Suami terus menggenjot saya, tangannya sekarang sudah di susu saya sambil meremas susu saya, asi sayapun beberapa kali memancar ada yang masuk ke dalam bak mandi ada yang mengenai dinding bak mandi.

Saya:” Oh pah, genjot yang kenceng, jangan diremas terus nenen mamah pah, sayang asinya”.

Suami saya tiba-tiba menarik rudalnya keluar dan mengarahkan ke anus saya.

Saya:” Papah mau coba bool mamah?

Suami:” Ia dong, biarpun ni bool udah gak perawan, papah mau cobain juga” sambil meludahi rudalnya dan lubang anus saya.

Perlahan rudal suami saya masuk ke dalam anus saya, sedikit susah pada awalnya, tapi akhirnya semua rudal suami mampu masuk semua ke anus saya.

Tidak seperti saat pertama bool saya di masuki rudal, kali ini tidak terlalu tersa sakit, makin lama suami saya menggenjot anus saya makin terasa nikmat.

Saya:” Oh enak pah, rudal papah pas, beda sama rudal pak bob, sakit sekali waktu masuk bool mamah”.

Suami tak menjawab tapi terus menggenjot anus saya, maikn lama makin cepat, sepertinya dia mau keluar juga.

Saya:” Pah, mau keluar ya, koq rasanya panas”

Suami:” Ia mah, anus mamah menjepit sekali”

Saya:” Buang di serambi lempit saja ya pah, serambi lempit mamah pengen disiram peju” Aku berharap suami aku membuang pejunya di serambi lempit saya, terakhir peju pak bob yang bersarang di sana, dan saat itu aku sedang subur, aku ingin agar peju suamiku juga mengisi serambi lempitku.

Suami:” Ia mah, papah pindahin ini” Sambil memindahkan rudalnya ke serambi lempit aku.

Segera dia menggenjot aku dengan sangat kuat.

Saya:” Oh, tahan ya pah, kita barengan, mamah juga mau dapet lagi”

Suami semakin kuat memenyetubuhi saya dari belakang.

Saya:” Akh, papah mamah keluar” saya mengejang, kaki saya hampir tak kuat menopang badan saya kalau tidak suami menahannnya.

Suami saya pun tak lama mengejang dan membenamkan rudalnya dalam-dalam.

Suami:” Papah keluar mah” Croot, croot begitu banyaknya peju suamiku di dalam serambi lempit aku, terasa panas, ya wajar sudah 5 hari tidak dia keluarkan.

Saya sampai terduduk dan terengah-engah, suami pun ikut duduk dan memeluk saya dari belakang.

Kurang dari 5 menit, saya pun berdiri dan meminta suami saya berdiri. Kami segera mandi di bawah siraman shower kami saling menyabuni sambil cekikikan seperti anak kecil.

Suami:Wah bulu serambi lempitnya kamu rapihkan ya mah, masih lebat nich, tapi sdh cukup rapi”

Sambil Dendi menyabuni serambi lempit aku.

Saya:” Ia pah, mamah rapikan waktu mamah dibooking Pak Bob, kan malu kalau berantakan bulu serambi lempit mamah, oh, enak pah” Sambil mendesah ketika jari-jari suami dicolokon ke serambi lempit saya.

Suami:” Wah, mamah curang, karena dibooking Pak Bob dirapikan bulunya, kalau sama Papah di biarin berantakan” Sambil 2 jarinya mencolok-colok serambi lempit saya.

Saya:” Akh, hemp, kan papah lebih suka kalau baok serambi lempit aku lebat gak karuan, malah papah kan suka horny kalau liat baok mamah keluar sebagian dari sisi cangcut”.

Sambil menarik jarinya yang basah dan menunjukannya tepat ke wajahku.

Suami:” Ia sich Papah koq lebih suka kalau liat bulu serambi lempit mamah pada keluar dari cangcut, nich sudah basah lagi , cairannya banyak dan lengket di jari papah”

Saya:”Kalau aku cukur semua baok aku gimana ya Pah, serambi lempit aku gundul jadinya”

Suami:” Papah lebih suka yang sekarang mah” sambil memegang rudalnya dan satu tangannya mengangkan sebelah kaki saya.

Saya:” Papah mau ewe mamah lagi?

Suami:” Ia mah, lama gak menyetubuhi sama kamu” Sambil mengarahkan rudalnya, dan bless rudal suamiku tertelan sudah dalam serambi lempit aku.

Saya:”akh, pah, enak oh”.

Suami saya mulai menggerakan pantatnya maju mundur dan memenyetubuhi saya sambil berdiri dan berhadapan, kepalanya sudah terbenam di tetek saya.

Saya:” oh, isep pah, asi mamah masih banyak ini”

Suami:” Mah, nungging lagi aza, gak nyaman posisi ini” sambil menarik lepas rudalnya.

Saya:” Lanjut di kasur saja pah, kita selesaikan mandinya” Sambil kembali mengguyurkan air dari shower ke kepala, rasanya sungguh segar.

Suami:” Ya udah kalau gitu” sambil ikut mandi kembali, tanggan tak berhenti mereas-remas susu saya dan mengobok-ngobok serambi lempit saya.

Sepuluh menitan kami selesai, saya mengambil handuk dan mengelap tubuh saya dan suami.

Suami saya segera keluar kamar mandi dengan telanjang bulat sedang saya memakai handuk dan keluar kamar mandi menyusul suami.

Saya lihat suami saya sedang memegang hp nya.

Saya segera menuju meja rias sambil mengambil sisir dan menyisir rambut saya.

Suami:” Mah, ada panggilan tak terjawab dari Pak Fadli tadi” Sambil menoleh ke arah suami saya dengan antusias saya bilang ke suami saya:

Saya:” Ditelpon balik saja pah”

Suami saya malah mengambil laptopnya.

Saya:” Mau ngapain pah, koq malah ambil laptopnya, bukannya telpon mantan bos kamu, tanya kabarnya kek”.

Suami:” Mamah kangen sama pak Fadli ya”.

Saya:” Ikh, dibilangin baik-baik malah nuduh mamah kangen, gimana si papah ini”

Suami:” Papah mau ajak pak Fadli video call pakai Sky*e, biar kita kasih dia tontonan”sambil tersenyum sama saya.

Saya:” hem, memang mau papah kasih tontonan apa sich” saya pura-pura tak mengerti.

Suami:” Kita menyetubuhi live mah, biar ditonton pak Fadli, hehe”

Saya:” Ih apaan sich pah, boleh dech”

Suami:” jiah mamah, kirain gak mau” sambil tersenyum saya menjawab:

Saya:” Memang si Om Padli belum tidur?

Suami:” Ini ,mau papah telpon dulu” saya lihat suami menyalakan laptopnya, dan terus keluar ruangan menelepon Pak Fadli dan kembali lagi dengan senyum-senyum.

Saya:” Koq, telponnya pakai keluar kamar segala, mamah jadi curiga ini”.

Suami saya pun menjawab:

Suami:” Gak ada apa-apa koq, Pak Fadli belum tidur mah” saya lihat suami naik ke ranjang dan kembali ke laptopnya.

Suami:” Ini mah sudah terhubung, sambil mengarakan layar laptop ke arah saya. Saya lihat muka pak Fadli sudah ada di layar bersama dengan istrinya mbak Diah yang tampak anggun dengan hijabnya.

Saya reflek berteriak ke suami saya.

Saya:” Apaan si papah, mamah Cuma handukan gini, sanaini layarnya” saya sedikit gak enak terutama ke mbak Diah.

Suami saya dengan bandelnya tetap mengarakan layar lapotop dan kamera tambahan yang ada di atasnya ke arah saya.

Fadli:” gpp bu Dewi, saya dapat tontonan gratis” Saya dengan sedikit kesal sama suami dan memelototi Dendi suami saya.

Saya:” Malu dong pah, sama mbak Diah, sambil mengeser kursi sedikit menghindari kamera, tapi suami malah ikut pula menggeser kamera laptop.

Suami:” Koq malunya sama mbak Diah, kalau sama Pak Fadli gak malu mah” Bilang suami saya, saya lihat mbak Diah malah tertawa di samping suaminya.

Saya:” Apaan nich papah, maaf ya mbak”

Diah:” Santai saja Wi, biar suami saya ngaceng lagi kalau liat kamu begini,hihi” sambil tertawa renyah.

Saya yakin muka saya pasti memerah.

Fadli:” Ia bu Dewi, saya sama Diah ini habis menyetubuhi tadi, masih kurang kayaknya ni Diah”

Diah:” ih papah, apaan sich, tapi benar juga”

Tampaknya mereka santai saja, sepertinya Diah sudah tahu semua yang pernah terjadi antara suaminya dengan saya dan suami saya.

Diah:” Tenang saja, suami aku dah bilang semua, awalnya aku kaget, tapi terus terang senang sich, kehidupan seks kami jadi bergairah lagi lho, padahal dulu aku pernah selingkuh, hihi”

Fadli:” Ia, mamah jahat sama Papah, tapi syukur mudah-mudah selingkuhan mamah lama di prodeo”.

Diah:” Papah masih dendam nich, kan mamah sdh kembali lagi”.

Saya pun sudah rileks, dan sekarang sengaja menghadap ke arah kamera dengan sedikit mengangkang, saya yakin mereka dapat melihat paha saya yang terbuka, bahkan mungkin serambi lempit saya.

Suami:” bagus mah, ayo lebih ngangkang lagi”

Saya:” Hemp, apaan papah ini” Sambil merapatkan kembali kaki saya.

Fadli dan Diah tampak tersenyum.

Saya:” Eh mbak gimana kabarnya, mbak di kalimantan mana sich?

Diah:” Alhamdulillah baik, Di kalimantan Tengah Wi, kamu dan suami mau ikut ke sini, nanti kerja bareng lagi suami kamu sama suami aku”

Saya:” Oh, orang tua aku yang gak mau aku pergi jauh-jauh mbak, kabar anak-anak gimana mbak?

Diah:” Semua baek Wi, kalau anak-anak kamu gimana? Belum ada rencana nambah lagi?

Saya:” Alhamdulillah baek semua mbak, gak tau mbak, suami aku buang di dalem terus sich, mungkin jadi nanti, hehe” kata saya vulgar.

Diah:” Hantam terus Den, jangan dikasih kendor”

Suami:” Siap Mbak, ini lagi digenjot terus”

Fadli:” Wah saya jadi pengen ke Bandung lagi”

Saya:” Cuti dong om, main-main ke sini”

Suami:” Ia, kita main bareng berempat”

Saya:” Ih, papah apaan sich”

Suami:” Memang apa mah, main tenis bareng gitu maksudnya” sambil ketawa.

Fadli:” Haha, tunggu 3 bulan saya baru bisa cuti, nanti kalau cuti saya pasti ke sana, katanya Pak Dendi pengen nyobain Diah istri saya”

Diah langsung mencubit suaminya, tampak tersipu malu.

Suami:” Hehe, siap Pak saya tunggu”

Saya:” Papah semangat banget ya…..

Saya:”Pah, sanain kameranya, mamah mau pakai baju dulu” Tiba-tiba dipotong oleh Diah.

Diah:” Biar di kamera aja Wi, tadi kan aku bilang biar suami aku sange lagi, hehe”

Suami:” Ia mah, anggep saja tidak ada kamera”. Suami saya menyemangati.

Saya:” Apaan nich Papah, mamah mau pakai baju di kamerain dan jadi tontonan” kata saya tapi tak menolak di kamera, saya segera bangun dan mengambil baju dari lemari.

Suami saya kembali mengarahkan kameranya mengikuti pergerakan saya.

Diah: Suami saya mau request ni Wi, bisik-bisik sama aku ini”

Suami:” Request apa mbak?

Saya:” Pakai request segala, memang mau request apa om” Sambil kepala saya arahkan ke kamera.

Pak Fadli Cuma senyum-senyum saja, malah Diah yang menjawab.

Diah:” Pakai Baju tidur yang tipis Wi, biar Beha sama celana dalem kamu kelihatan dan lebih hot”

Saya berpikir sejenak, dan mengambil beberapa helai baju tidur dan menunjukan ke kamera.

Saya:” Yang mana yang bagus ya Mbak, ini yang warna Pink, putih atau kuning?

Diah:’ Yang putih saja Wi, bagus tuch, lambang kesucian hehe…”

Saya:” Tapi yang mau makai sudah tidak suci mbak, sudah ternoda, hahaha”

Diah:” Sama koq kayak aku, hehe, cangcutnya katanya yang warna merah Wi kalau ada, kutangnya juga, biar kelihatan jelas dipadukan sama putih”

Saya:” Yang ini ya” sambil menunjukan sepasang pakain dalam warna merah, yang memang aku beli satu set ke arah kamera. Kali ini Pak Fsadli yang menjawab:

Fadli:” Ia wi, siip itu” Sementara suami saya sibuk mengarahkan kamera ke saya, dia saya lihat Cuma mengenakan sarung saja.

Saya:’ Ya sudah pakai yang merah ini om, Dewi pakai cangcut dulu ya” Sambil mengankat sebelah kaki saya dan memasukan celana dalem warna merah, segera saya mengenakannya, sengaja saya lama-lamain, dan handuknya saya gulung ke perut.

Saya lihat tangan pak Fadli bergerak ke bawah seperti mungkin mau ngocok.

Istrinya mbak Diah melihat ke arah suaminya sambil tersenyum.

Suami:” Lepas saja sudah handuknya mah.

Saya pun melepaskan handuk saya dan melemparnya ke kursi di depan meja rias.

Saya pun segera mengenakan bra saya.

Saya:” Pah, kaitkan nich kutang mamah”

Suami saya mendekati saya dan segera mengaikan kaitan bra saya.

Fadli:” Wah, kamu cantik sekali Wi, Cuma pakai kutang dan cangcut aza”

Diah:” Hemp kayak yang belum perna liat aza si Dewi Cuma pakai kutang dan cangcut doang papah ini, cantik mana sama mamah Pah?

Fadli:” hehe, dua-duanya cantik dech”

Saya:” Bukan Cuma liat saya pakai cangcut dan kutang doang mbak, liat saya telanjang aza sudah, hehe”

Fadli dan Diah istrinya pun pun terawa.

Saya segera menggunakan baju tidur saya, benar saja karena sangat tipis, cd dan bra saya dapat terlihat dengan jelas.

Diah:” Ayo Dendi, katanya kamu mau live menyetubuhiin Dewi sambil kita tontonin”

Saya:” Apaan inch Papah” suami saya Cuma ketawa saja.

Diah:” Biar kita berdua yang di sini sange juga Wi, ayo dong Dendi, perkosa saja Dewi”

Saya Segera naik ke ranjang, suami saya mengatur posisi laptop dan kamera mencari angle yang pas.

Segera dia naik ke ranjang menyusul saya.

Suami:” Ayo mah, kita jadi bintang bokep.

Saya:” Hehe, kalau mamah jadi bintang bokep kira-kira perlu ganti nama gak ya pah”

Suami:” Hemp ganti sama apa ya” Suami mendorong saya dan menindih badan saya.

Suami:” Posisis begini saja mah, biar mereka bisa lihat” sambil mulai menciumi saya, kami pun saling berciuman.

Saya:” Terserah papah dech” saya lihat ke layar laptop ternyata Pak Fadli dan Diah sudah berpindah ke ranjang. Mereka juga sedang bergumul seperti kami.

Saya:” Liat tuch pah, mereka mau menyetubuhi juga”

Suami:’”hehe, ia mah, ayo papah tadi kentang di kamar mandi, kita lanjutkan lagi”

Baju tidur saya sudah terlepas dari pundak, dada saya sudah terbuka, suamiku mengangkat kedua cup bra saya dan mulai menjilati puting susu saya sambil mendekatkan posisi laptop ke dekat kami.

Di layar laptop tampak kepala suami saya yang sedang menjilati puting susu saya yang sudah mengeluarkan asi kembali. Tampak di layar pak Fadli dan Diah sudah duduk kembali sambil memperhatikan tingkag suami saya.

Saya:” Uh…pah, liat mbak Diah dan om Fadli liatin kamu yang lagi nyusu, gak malu apa udah besar masih nyusu”

Suami saya tak memperdulikan ocehan saya malah mencupangi susu saya.

Diah:” Rakusnya Dendi nyusu wi, sedot Den habiskan asi istrimu”

Saya melihat ke layar dan berkata:

Saya:” Ia mbak, mana nenen aku dicupangin ini”

Diah:” Dendi, waktu suami aku menyetubuhiin istrimu, dia cupangin istrimu juga gak? Diah bertanya kepada suamiku.

Suami:” Ia mbak, suami mbak rakus, banyak banget nyupang susu istri saya” Dan terus menghisap kembali susu saya dan kadang meremas-remas dengan tangannya.

Pak Fadli hanya diam saja, tapi saya tahu dia sangat terangsang.

Saya:” Ia mbak, suami mbak banyak banget cupangin nenen aku”

Saya lihat suami saya mula bergerak ke bawah dengan mulai menjilati puser aku.

Saya:” Udah puas nenennya pah? Suami saya tak menjawab hanya melihat ke arah saya.

Waktu saya melihat ke kamera, Pak Fadli juga sedang menghisap susu istrinya, yang terlihat hanya susu istrinya dan kepala Pak Fadli, tampaknya mereka juga menempatkan kamera laptop lebih dekat lagi.

Saya berbisik ke suami saya:

Saya:” Pah, liat tuch, Om Fadli lagi menghisap susu istrinya, besarkan tetek mbak Diah?

Saya lihat suami saya sangat antusias melihat nenen Diah.

Suami:” Ia mah, gede banget, lebih gede dari punya mu, kira2 ukuran berapa ya Bh nya?

Saya:” Papah tanya saja sendiri”

Suami:” Mamah saja dech, papah gak enak sama Pak Fadli”.

Saya:” Jiah Papah, gitu aza merasa gak enak, mbak Diah suami saya pengen tahu ukuran kutang mbak berapa?

Tiba-tiba muncul wajah Diah yang masih mengenakan hijab.

Diah:” Kenapa suamimu gak nanya sendiri? Ukuran kutang aku 40 D”

Saya:” Tuch pah, 40 D, gede banget kan susunya mbak Diah” dengan suara keras.

Suami:” Ia Pah, putingnya item banget ya, sayang gak ada asinya” Mbak Diah memang tidak lagi menyusui anaknya yang no 3, padahal masih dua setengah tahunan tapi memberi susu formula, mungkin takut kendor.

Saya:” Pah, geli, jangan di puser aza, jilatin serambi lempit mamah”

Suami saya tak menjawab tapi menarik lepas daster saya ke bawah. Segera juga menarik celana Dalam saya.

Suami:” bentar mah, papah geser posisi laptop” Sambil mendekatkan posisi laptop ke samping selangkangan saya, mungkin tidak begitu jelas, tapi saya yakin pak Fadli dan mbak Diah dapat melihat suami saya yang sudah menaroh kepalanya diselangkangan saya.

Segera suami saya menjilati serambi lempit saya.

Saya:” Ah masuk pah”

Tiba-tiba mbak Diah bertanya:

Diah:” Apanya yang masuk Dewi”

Saya:” Lidah suami aku mbak, lidahnya masuk ke serambi lempit aku, ih pah, jilat itilku juga” perintahku pada suami aku.

Saya:” Mbak lagi ngapain, mana om Fadli?

Saya bertanya sama mbak Diah, karena di layar hanya tampak kepala Mbak Diah.

Diah:” Ini Wi, suami aku lagi aku kocokin rudalnya. Saya lihat di layar bergeser dan tampak tangan Mbak Diah yang sedang mengocok rudal Fadli yang sudah sangat tegang sekali.

rudal warna hitam yang agak bengkok yang pernah memasuki serambi lempitku.

serambi lempitku menjadi semakin basah, selain keenakan dijilatin oleh Suamiku juga karena terangsang melihat rudal bengkok pak Fadli.

Saya:” Terus Papah, fokus hisap itil mamah, mamah sebentar lagi mau dapet” Aku merasa semakin geli dan enak.

Saya pun mengejang, cairan serambi lempit saya mucrat dan taampak mulut suami saya sangat basah, daia nampak tersenyum.

Saya:” Ah, enak banget pah”

Saya Lihat di layar laptop kepala Mbak Diah yang sedang menjilati rudal suaminya.

Saya:” Papah pasti mau ya, diisep rudalnya sama mbak Diah?

Suami:” Mau banget mah”

Saya:” Jangan sambil ngacay gitu dong, sini sementara mamah dulu yang jilatin rudal Papah”

Suami:” Siapa yang ngacay, ini cairan serambi lempit kamu” Aku tak menjawab hanya tersenyum.

Suamku segera berbaring disampingku. Saya segera duduk diantara paha suami dan mulai menjilati rudal suami saya.

Suami:” Mah deketin layarnya” Saya pun menarik laptop agar lebih dekat dengan posisi saya yang lagi menjilati rudal suami saya.

Saya jilat mulai dari buah Zakarnya, ke batangnya dan saya sedot lubang rudal suami saya.

Diah:” Panjangnya rudal suami kamu Wi, biar gedenya hampir sama sama suami aku”

Saya:” Ada yang lebih gede dan panjang lho mbak?

Diah:” rudal siapa Wi?

Saya keceplosan, suami saya menatap ke saya, tapi kemudian tersenyum.

Saya:” Namanya Om Bob, rudalnya gak Cuma gede mbak, panjang lagi dan keras”

Tiba-tiba terdengar suari Pak Fadli:

Fadli:” Pak Dendi memang Dewi udah menyetubuhi sama siapa lagi selain saya?

Saya:” Ya itu si Bob tadi Pak”

Saya hanya tersenyum.

Fadli:” Wah, beruntung tuch si Bob”

Suami:” Ia Pak, si Bob itu dulu pernah melamar istri saya sebelum kita nikah”

Fadli:” Hah, yang bener, berarti dia gak dapat nikahi istri kamu tapi tetap bisa dapetin serambi lempitnya, haha”

Saya yang menjadi bahan pembicaraan menjadi sediit jengah.

Saya:” Sudah ah, koq ngomongin aku”

Sekarang giliran Mbak Diah yang bertanya:

Diah:” Wah, hebat kamu Wi, berarti sudah berapa rudal tuch yang berhasil menjebol serambi lempit kamu”

Saya:” Udah 4 rudal mbak Diah”

Diah dan Pak Fadli sepertinya sama-sama terkejutnya.

Diah:” Wah, binal banget ya kamu, kalah saya, saya baru merasakan dua rudal berbeda”

Saya:” Bentar lagi tiga mbak, sama rudal suami saya”

Saya lihat pak di layar laptop wajah mbak Diah belepotan sperma.

Saya:’ pejuh Om Fadli muncrat ya mbak”

Diah:” Ia Wi, ni sampe belepotan di wajahku, dia bilang dia terangsang mendengar kamu sudah dipake 4 orang berbeda”

Saya lihat rudal suami saya pun sudah sangat keras.

Saya:” Mbak, aku menyetubuhi dulu ya”,Sambil segera mengangkangi rudal Dendi tanpa menunggu jawaban dari Mbak Diah.

Blesss, masih terasa nikmat, rudal suami saya segera membelah serambi lempit saya dan saya pun segera menaik turunkan pantat saya.

Saya:” Uh, ah nikmat pah”

Suami:” Ia mah, sambil tangannya meremas-remas susu saya yang sedikit kempes karena asinya sudah banyak sekali keluar.

Saya lihat di layar laptop Pak Fadli dan Diah sedang duduk dan menonton dari Sofa. rudal om Fadli menggantung dengan lemas, sementara tangannya sedang mengocok-ngocok serambi lempit mbak diah yang tampak sudah tak lagi mengenakan celana, hanya hijab yang menempel di kepalanya.

Saya:” Ukh Pah, Papah sayang liat tuch serambi lempit mbak Diah lagi diobok-obok, gak banyak kayaknya bulunya”

Suami:” Pak Fadli, zoom dong serambi lempitnya istrimu, aku pengen liat.

Diah:” Jangan pah, biar Dendi nanti makin penasaran”

Saya liat pak Fadli di layar posisi berubah, sepertinya Pak Fadli mendekatkan layar laptop ke serambi lempit istrinya.

Sekarang nampak jelas serambi lempit istrinya di layar laptop.

Saya:” Liat tuch serambi lempit yang kamu inginkan Pah”

Saya lihat suami saya melihat ke serambi lempit mbak Diah yang tak terlalu berbulu lebat.

Tangan pak Fadli membuka belahan serambi lempit mbak Diah, tampak warna pink kemerahan.

Diah:” Ih malu pah”

Fadli:” Biar mah, biar Dendi makin pengen menyetubuhiin serambi lempit kamu”

Saya:” Mbak, suami saya sampai ngacay melihat serambi lempit kamu”

Suami:” Enak saja, gak ngacay juga kali”

Saya:” Aw, pelan Pah” Suami saya semakin kuat menggenjot saya dari bawah.

Ranjang sampai berderit.

Tampak pemandangan di layar laptop yang menunjukan serambi lempit mbak Diah telah membuat suami saya semakin sange, sehingga dia semakin kuat menggenjot saya dari bawah.

Saya:” Oh pah, nikamt, rudal Papah rasanya makin keras dan besar” Saya merasa rudal suami saya mulai sedikit berkedut.

Saya inisiatif goyang dan putar semakin keras.

Saya:” Barengan Pah, mamah mau dapet”

Suami tak menjawab tapi mencengkram pinggang saya dan menaik turunkan pantat saya.

Sekilas saya lihat rudal om Fadli sudah mengeras lagi, tampak dia memposisikan rudalnya di depan serambi lempit istrinya yang mengangkang di atas sofa.

Saya:’ Mamah keluar Pah” saya mengejang dan menelungkup di atas dada suami saya.

Suami saya segera mencium saya.

Suami:”Papah bentar lagi mah” sambil ngos-ngosan.

Saya:’ Liat Pah, Mbak Diah mulai di Ewe om Fadli”

Suami melihat ke layar laptop dan tiba-tiba mencengkram pantat saya dengan kuat dan menekan rudalnya dalam-dalam ke serambi lempit saya.

Saya merasa serambi lempit saya penuh dan panas dengan peju suami saya.

Suami:” Papah keluar mah”

Saya:” Ia pah, masih banyak aza pejuh kamu, hangat sayang” kami segera berciuman dengan panasnya.

Tiba-tiba terdengar suara Pak Fadli:

Fadli:” Bu Dewi, Pak Dendi sudah muncratkan?

Suami saya yang menjawab:

Suami:” Sudah Pak Fadli, memang kenapa? Tanya suami saya. Sementara Pak Fadli masih menggenjot mbak Diah Istrinya.

Fadli:” Pak, bisa istri bapak di close up serambi lempitnya “

Saya mengerti kemauan Pak Fadli, segera saya bangkit dan mengarahkan posisi kamera agarmengclose up serambi lempit saya, tentu saja di layar pak Fadli sekarang terlihat jelas serambi lempit saya yang sedikit terbuka dengan peju suami yang meleleh keluar.

Saya:” Nich om serambi lempit saya, belepotan peju mas Dendi”

Saya lihat Pak Fadli melihat ke arah laptop, kemudian menggenjot kembali istrinya semakin kencang. Tak lama Pak Fadli ambruk di atas tubuh istrinya.

Saya:” Pah, gak bilang ke Pak Fadli, liat serambi lempit istrinya yang belepotan pejuh”

Suami:” Pak Fadli, boleh sekrang giliran saya yang minta, close up serambi lempit istri bapak ke kamera”

Pak Fadli terlihat bangun, istrinya masih mengangkang, kemudian mereka terlihat berbincang.

Tak lama kemudian di layar nampak close up serambi lempit mbak Diah yang juga belepotan peju.

Diah:” Nich pak Dendi, serambi lempit saya yang belepotan peju suami”

Saya:” Sudah ya om, saya mau cuci serambi lempit saya dulu” Sambil saya bangkit menuju kamar mandi.

Tak lama saya pun kembali dan saya lihat suami saya sudah menutup laptopnya.

Saya:” Udahan Pah?

Suami:” Sudah mah, pak Fadli bilang sudah gak sabar pengen nyicipin serambi lempit mamah lagi”.

Sambil jarinya menunjuk ke arah serambi lempit saya.

Saya:” Paling papah yang gak sabar mau cobain serambi lempitnya istri pak Fadli?

Suami saya senyum cengengesan.

Saya:” Sudah sana, papah cuci rudalnya, jorok ih”

Suami saya dengan enggan bangun dan pergi ke kamar mandi.

Saya segera mengenakan cangcut dan kutang saya lagi, tanpa memakai baju tidur saya segera masuk ke dalam Bed cover.

Tak lama suami saya kembali, dia segera mengambil celana dalamnya dan mengikuti saya masuk ke bed cover.

Saya:” Papah yakin Cuma sempakkan doang, gak takut masuk angin”

Suami:” naikin volume ac nya saja mah ke 20-an”

Saya pun segera mengambil remote ac dan menyetel ke angka 20 derajat.

Suami:” mamah Cuma pake kancut dan kutang doang?

Saya:” Ia Pah, kan mamah sudah biasa begini tidur Cuma pakai cangcut sama kutang doang, kecuali papah, kan jarang-jarang tidur Cuma sempakan doang.

Suami:” Sekali-kali mah, males pakai baju”

Saya:” Gimana menurut Papah Mbak Diah, setelah liat dia bugil tadi?

Suami:”montok banget ya mah, tapi terlihat agar besar, mungkin karena keturunan arab”

Saya:” papah gak sabar ya pengen menyetubuhiin dia?

Suami:” Ia mah, gak sabar banget pengen ngerasain serambi lempitnya istri si Fadli”

Saya:” Hehe, terus apa kata mereka waktu mamah ke kamar mandi tadi”

Suami:”Waktu mamah ke kamar mandi si Diah ke kamar mandi juga katanya mau cuci serambi lempitnya”

Saya:” Kalau si Pak Fadli?

Suami:” Dia bilang gak sabar pengen cuti, pengen nikmatin serambi lempit mamah lagi katanya, tersu dia pamit ke kamar mandi juga dan matiin video call”.

Saya:”Hehe, ketagihan dia”

Suami:” Soalnya mamah binal banget, koq bisa sich mamah jadi binal banget, dulunya alim?

Saya:” Semua gara-gara papah juga”

Suami:” Hehe, tidur yuk mah udah malem”

Saya:” Bentar Pah….”

Suami:” Ada apa mah?

Saya:” Tadi Pak Bob ada sms”

Suami:” Hemp, dia mau booking mamah lagi?

Saya:” Ia Pah, tapi bukan cuma mau booking mamah, tapi bu Heti juga”

Suami:” Hah, koq jadi ngelibatin bu heti juga?

Saya:” Tau pah, dia kan mata keranjang kayak papah, semua diembat asal bening sedikit mau dech menyetubuhiin”

Suami:” Tapi apa bu heti mau”

Saya:” Harusnya mau saja Pah, sama papah mau, harusnya sama pak Bob juga mau, apalagi bakal dikasih duit banyak, bisa buat anak dan biayain suaminya”

Suami:” memang pak Bob mau bayar berapa buat serambi lempit kalian?

Saya:” Mamah belum nanya serambi lempit mamah sama bu Diah bakla dibayar berapa sekarang, soalnya tadi takut gak boleh sama Papah”

Suami:” Papah koq jadi punya ide”

Saya:” Ide apa pah?

Suami:” Kita manfaatin Pak Bob mah, dia kan orang kaya, pasti punya villa di puncak, jadi dalam pikiran Papah gimana kalau kita adakan pesta seks yang biayain si Pak Bob, gimana mah?

Saya:” Bisa sich, tapi kira-kira Pak Bob mau nggak ya, terus yang ikut pesta seks siapa saja pah?

Suami:” Ya itu tugas mamah buat pak Bob mau, kita harus pintar manfaatin dia, bukan dia saja yang manfaatin hangatnya serambi lempit mamah buat angetin rudal dia”

Saya:” Hemp, papah koq gitu, ia mamah akan rayu Pak Bob sampai mau”

Suami:” Bagus, jadi Papah ijinin mamah dengan syarat mamah harus berhasil rayu Pak Bob, kalau pesertanya kita undang Ida dan suaminya, terus kita sama bu Heti juga, kalau bisa Pak Fadli kalau memungkinkan dan suruh Pak Bob bawa tambahan cewek-cewek cantik minimal 2 lah buat tambahan”

Saya:” cewek-cewek nakal maksud papah, bukan istri pak Bob?

Suami:” Kalau dia mau bawa istrinya boleh saja tapi yang masih muda, kalau nggak ya cewek bayaran alias pelacur”

Saya:” Kalau istri Pak Bob misalnya gak bisa ya sudah gak usah ditambah pelacur dech pah?

Suami:” memang kalau nambah perek kenapa?

Saya:” Takut penyakitan Pah”

Suami:” Suruh pak Bob pilih-pilih pasti dia tau aza, lagian mamah juga pelacurkan, masa lupa?

Saya langsung cemberut.

Saya:” Papah koq gitu, mamah kan biar pelacur beda, baru sekali aza melacurkan diri juga, hehe”

Suami:” Tapi sudah 4 rudal kan yang masuk?

Saya:” Hehe, ia mamah bakal rayu si Pak Bob, mamah jamin pasti mau dia kalau acara begituan”

Suami:” Ya udah deal ya, nanti kalau sudah ok kita tentukan kapan waktunya”

Saya:” Siip Pah, ya udah kita bobo”

Suami pun mencium bibir saya, kami pun tertidur lelap sekali, lega rasanya sudah bisa akur kembali dengan orang yang disayangi.

Bersambung… Senin pagi, hari itu hujan cukup deras. Saya sudah bangun untuk menyipkan sarapan pagi untuk suami dan anak-anak. Sementara bu Heti bertugas memandikan anak-anak saya. Setelah semua siap saya pu makan pagi bersama suami dan anak-anak.

Suami:” Kapan rencana kamu kontak pak Bob mah”

Saya:” Rencananya hari ini Pah, mamah mau call dia, janjian dulu, gpp kan”

Suami: Ok, jangan lupa planning kita ya?

Saya:” Ia tentu saja Pah”

Suami saya pun berangkat ke kantor. Sementara Intan tidak mau berangkat sekolah karena hujan, padahalkan di antar suami saya ke sekolah pakai mobil.

Tapi saya dan suami tidak memaksa intan.

Masih ada satu urusan yang harus diselesaikan, yaitu melobi Bu heti agar mau aku ajak untuk menemani Pak Bob ditempat tidur.

Setelah membereskan meja makan aku segera mengajak anak-anak nonton tv. Aku berteriak memanggil Bu Heti. Tak lama dia pun muncul.

Bu heti:” Ia Bu, ada apa?

Saya:” Duduk bu, sudah saya bilang panggil neng saja, saya kan lebih muda dari Bu heti”

Bu heti:’ Ia neng, maaf kebiasaan dan agak gak enak kalau manggil neng”

Saya:” Sudah, gak usah merasa tidak enak, biasa saja” Bu heti tak menjawab Cuma mengangguk saja.

Saya:” Ada yang mau saya sampaikan bu”

Bu heti:” Saya juga sebenarnya ada yang mau saya sampaikan neng”

Saya:” Ya sudah ibu dulu dech, ada apa”

Bu heti:” Saya mau ijin pulang, 3 hari saja, minggu depan, mau nengok anak-anak sama suami”

Saya:” Ya boleh saja, tapi minggu depan ya” Bu Heti taampak senang.

Saya melanjutkan omongan saya:

Saya:” Bu, gimana ya ngomongnya hehe, saya to the point saja dech, Bu Heti kan sudah melayani suami saya di ranjang juga dan dapat tambahan dari saya” saya diam sejenak dan dipotong oleh Bu heti:

Bu Heti:” Maksudnya gimana?Bu heti terlihat sedikit bingung.

Saya:” beberapa hari yang lalu saya pernah pergi sendiri kan, terus pulang kelelahan, Bu Heti ingat?

Bu Heti:” Ia ingat neng”

Saya:” Sebelum saya lanjutkan saya mau tanya satu pertanyaan”

Bu heti tampak antusias.

Bu Heti:”Apa itu neng?

Saya:” Bu Heti mau tambahan uang lagi gak, yang lebih gede dari sekarang”

BU Heti:” Mau pastinya”

Saya:” Tunggu sebentar ya Bu, saya mau telpon seseorang” Bu heti menganggukan kepala.

Saya segera pergi keluar ruangan untuk menelepon Pak Bob.

Saya segera memencet no HP Pak Bob, sempat lama tak diangkat, akhirnya saay telpon sekali lagi dan diangkat.

Pak Bob:” Hai, Dewi gimana kapan kamu dan baby sister kamu mau menemaniku?

Belum sempat aku ngomong Pak Bob sudah bertanya begitu.

Saya:” ini saya hubungi Om Bob mau menindak lanjuti soal itu, pak Bob berani bayar berapa?

Pak Bob:” 50 Juta untuk serambi lempit kalian berdua, bagaimana?

Saya berpikir sejena, lumayan nich.

Saya:” lebihin Om”

Pak Bob:” Saya beliin kalian berdua baju-baju baru kalian bebas pilih, kita ketemuan sekarang di mall tempat kita ketemu dulu, bagaimana? Kebetulan aku belum booking tempat, jadi baju-baju itu tambahannya”.

Saya:” Ok, nanti saya info kalau jadi”

Pak Bob:” Saya tidak sabar pengen jilatin serambi lempit kalian berduaa, segera kabari saya”

Saya:” Ia om” saya pun menutup sambungan telpon.

Saya segera menemui Bu heti lagi. Tampak anak saya Revan malah sudah tertidur ,mungkin karena hujan yang sangat deras membuat dia ngantuk.

Saya:” Bu Heti bisa dapat 25 juta hanya untuk hari ini saja dan hanya untuk satu tugas”

Bu Heti:” masa neng, wah anak-anak saya pasti senang saya bisa pulang bawa uang banyak, tugasnya apa neng koq besar sekali uangnya”

Saya: “Bu heti harus melayani seseorang, sama seperti Bu heti melayani suami saya”

Bu heti langsung mengerti maksud saya, dia tampak terkejut.

Bu Heti:” Jadi saya harus menyerakan badan saya lagi”

Saya:” jadi saya lanjutin cerita saya tadi, saya waktu itu habis pergi ke suatu tempat, habis melayani seseorang”

Bu Heti mungkin paham dengan perkataan saya.

Bu Heti:” maksud neng melayani bagaimana?

Saya:” Saya habis menemani seseorang di hotel”

Bu heti bengong, meski saya yakin dia sudah paham betul maksud omongan saya.

Bu Heti:” lebih jelasnya gimana neng?

Saya:” Saya habis menemani seseorang di tempat tidur. Jadi lebih jelasnya saya waktu itu habis pulang ngewe di hotel dengan seseorang”

Bu Heti meski dari tadi pasti sudah paham omongan saya tetapsaja terperanjat.

Bu Heti:”Jadi neng ini…. maaf bondon?

Saya:” ia, saya bondon, pelacur, selain ibu rumah tangga sekarang saya seorang pelacur bu, tapi itu adalah tamu pertama saya”

Bu Heti sekali lagi bengong.

Saya pun melanjutkan:

Saya:” Bu heti ingat gak seorang bapak-bapak yang kita ketemu di mall itu?

Bu heti mengangguk tanda mengingatnya.

Saya:” Nah, sekarang dia minta saya menemaninya lagi tapi minta saya juga membawa baby sister yang ketemu dengan dia di mall, yaitu bu heti, jadi dia tidak hanya tertarik sama sayatapi juga bu heti, jadi bagaimana Bu?

Bu Heti bukan menjawab pertanyaanku malah balik bertanya:

Bu Heti:” Apa pak Dendi tau ibu jadi pelacur?

Saya:” Ia dia tahu, tapi saya mau melakukannya tidak sembarangan, Cuma karena uangnya besar dan ada sesuatu yang panjang kalau harus diceritakan ke ibu (mengenai Pak Bob yang pernah melamar saya).

Bu Heti:” bagaiamana ya?

Saya:” Apa bedanya melayani suami saya, ayo saya tadi sdh menelepon orangnya tanda kita deal, lumayan bu, dan pikirkan kenikmatannya, rudalnya lebih gede dan panjang dari punya suamiku. Ibu pasti Puas”

Bu heti sempat berpikir, akhirnya menganguk juga.

Aku sudah berhasil menjerumuskan bu Heti ke duniaku.

Aku pun memberi tahu bahwa kita mau ketemuan di mall kemaren dimana kita bertemu.

Bu heti menyakan bagaimana mengenai anak-anak, saya menjawab akan saya titipkan dengan orang tua saya.

Segera saya bersiap-siap saya bilang ke Intan kalau saya ada urusan, Bu heti juga, saya antar anak-anak ke rumah orang tua saya.

Sampai di sana saya berbohong ke orang tua saya bahwa saya ada urusan penting, harus ke Sumedang tempat Bu Heti. Memang saya gelap mata sampai melakukan itu.

Setelahnya saya sms suami saya bahwa saya akan menemui Pak Bob. Suami saya Cuma bilang ok dan jangan lupa mengenai tugas saya soal planning dia.

Saya pun segera menelepon pak Bob untuk janjian di mall.

Saya pun egera menemui dia yang sudah menunggu di sebuah coffee shop di dalam mall tempat saya minum berdua dengannya waktu itu.

Saya lihat dia Cuma sendirian, tidak nampak bodyguarnya.

Dia menyambut saya dan mencium pipi kanan kiri saya, begitu juga ke Bu heti, saya yakin pelayan yang ada di situ pasti heran, saat itu masih sepi, pak Bob adalah pengunjung satu-satunya di coffe shop tersebut.

Saat itu saya mengenakan Hijab pink dengan baju panjang kemeja lengan panjang warna putih, garis-garis tipis wana abu-abu.

Bawahannya memakai celana panjang kain warna biru muda, tidak terlalu tipis tapi ketat dan ngepress banget. Pinggul saya tercetak jelas begitu juga cetakan celana dalam saya.

Sedang Bu Heti menggunakan baju kaos wana pink yang pernah saya belikan, hijabnya warna pink dan rok panjang warna putih yang cukup lebar.

Pak Bob menatap kami berdua lalu menawarkan minum.

Saya pun segera memesan minum untuk saya dan Bu Heti.

Pak Bob:” Wah kalian memang cantik-cantik meski sudah punya anak”

Saya:” Om bob bisa saja”

Pak Bob:” Bagaiman bu Heti? Apa kabar?

Bu Heti:” Baik Pak”

Pak Bob:” jangan Panggil Pak, samain sama Dewi saja, Om”

Bu heti:” Ia om”

Pak Bob:” kita belanja-belanja dulu ya, saya mau pesan hotel dulu, tapi mungkin gak sebagus yang kemaren, kita cari yang dekat sini saja, karena ini dadakan”.

Saya:” Sip om, yang penting kan ada kasurnya, hehe”

Pak Bob:” Sudah pasti harus, gak enak kalau gak ada kasurnya, haha”

Sekitar 10 menitan kita segera meninggalkan Cofffe Shop.

Pak Bob:” Saya antar kalian beli baju dulu sesuai janji saya, pilih saja apa yang kalian suka dan sebanyak mungkin pasti saya bayarin”

Saya berbisik ke bu Heti:

Saya:” Ayo kita borong, kita manfaatkan kesempatan ini, nanti beli yang mahal-mahal”

Kami pun masuk ke sebuah toko baju muslimah, saya pun sengaja membeli baju yang bagus dan mahal-mahal.

Setelah selesai belanja kami bertiga keluar dari butik.

Pak Bob: “Mau kemana lagi kita?

Saya:”Sudah mungkin, Bu Heti ada yg mau dibeli lagi? Saya bertanya sama Bu Heti.

Bu Heti hanya menggelengkan kepalanya.

Pak Bob:”Kalau begitu kalian ikut saya, ada yg mau saya belikan buat kalian”. Sambil berjalan mendahului kami.

Kami segera mengikuti kemana Pak Bob pergi.

Pak Bob berhenti disebuah toko pakaian dalam.

Pak Bob:”Saya mau belikan cangcut dan kutang baru buat kalian, ayo masuk”.

Ternyata dia mau belikan kami pakaian dalam.

Pak Bob: Saya ingin kalian pakai buat nanti. Sambil tersenyum menyeringai.

Saya: Bagus-bagus Om, Om mau pilihan cangcut ya buat saya” Kata saya sambil memilih-milih celana dalam mulai dari yang bahan sutra sampai yg biasa.

Si Mbak penjaga toko menjelaskan jenis-jenis pakaian dalam yang ada di toko tersebut.

Saya lihat Bu Heti juga sedang sibuk memilih-milih mana yg kira-kira sesuai kesukaannya.

Pak Bob:”Ada kancut yang ada bolongan ditengahnya? Dia bertanya sama si penjaga yg terlihat masih muda, memakai hijab tapi bajunya seragam lengan pendek, yg kemudian aku tahu namanya Heni.

Heni:” Ada om Bob, sebentar saya ambil” Ternyata si Heni ini kenal dengan Pak Bob.

Saya:”Om kenal sama dia?

Pak Bob:”Ya, saya sdh biasa mengantar cewek-cewek yang saya bawa beli cangcut atau kutang di sini, penjaga di sini sdh tau saya semua”.

Saya:” Jangan-jangan cewek yg jaga di sini sdh ada yg kena sama om Bob ya?

Pak Bob: “ Maksud kamu kena gimana?

Saya:” maksud saya, kena rudal om, hehe”.

Pak Bob:” Oh, sdh lah, tu yang tadi itu namanya Si Hani, udh pernah gua ewe”. Kata Pak Bob bikin saya sedikit terkejut.

Sementara Bu Heti lebih banyak diam.

Tak lama si Hani datang membawa beberapa helai celana dalam.

Hani menyodorkan celana dalam tersebut ke saya.

Hani:”Ini mbak, mbak silahkan dipilih-pilih, bagus-bagus”

Saya melihat-lihat celana dalam tersebut, modelnya macem-macem, ada yg bolongnya pas di bagian depan, cukup lebar, ada juga yg bolongnya kecil di bagian bawahnya.

Warnanya pun macem-macem.

Saya:” Saya harus pilih cangcut yg mana om?

Pak Bob:”Saya suka semua, kamu ambil semua buat berdua dengan Heti” Sambil mata Pak Bob bergerak melirik ke Bu Heti.

Saya pun memilih 5 dan 5 lagi saya berikan ke Bu Heti.

Saya:” Bu ini cangcut buat ibu, pakai nanti ya”

Pak Bob:” Kalian ganti di sini ya”

Pak Bob ternyata meminta kami mengganti celana dalam langsung di sini.

Saya:” Ok Om, tapi saya mau pilih-pilih model yg lain dulu”

Saya pun jalan kembali dan setelah cocok mengambil beberapa potong celana dalam dan bh yg cocok dan bagus, begitu juga Bu Heti kumisnya melakukan hal yg sama.

Pak Bob:” Ayo ke ruang ganti, Gan, antar kami”

Hani mengajak kami menuju sebuah ruangan yg hanya ditutup gorden yg biasa untuk mencoba pakaian yg dibeli.

Saya:”Om Bob ikut? Melihat Pak Bob yg juga mengikuti kami.

Pak Bob:” Pastikan aman Han”

Hani:” Aman om, gak ada orang lain” Di dekat tempat ganti hanya ada seorang kasir perempuan yg nampak sdh berumur, namun sepertinya sdh biasa melihat Pak Bob, jadi dia cuek-cuek Saja.

Hani:” Gantian mbaknya, ayo Om masuk” Hani meminta saya masuk bergantian dengan Bu Heti.

Saya pun masuk ke dalam ruang ganti di ikuti Pak Bob.

Suami saya sendiri tidak pernah ikut masuk kalau saya mencoba pakaian baru, ini mau ganti celana dalam dan pak Bob hadir di sini juga.

Saya:” Pakai cangcut yg mana ya om? Sambil memberikan semua cangcut yang sudah saya pilih.

Pak Bob:”saya mau yang ini” Sambil memberikan sehelai celana dalam

Berwarna merah marun yg ada bolongan pas di belahan serambi lempit meski tidak terlalu besar. Saya pun segera mengambilnya.

Saya pun segera menurunkan celana luar saya, berikutnya celana dalam warna pink yg saya pakai dari rumah saya lepas juga dan saya berikan ke Pak Bob.

Pak Bob segera mengambil celana dalam saya tersebut dan sempat menciuminya.

Saya pun tersenyum.

Saya:” Gimana Om? Ada bau serambi lempit saya nempel di cangcut?

Pak Bob:” wes, sedap hahahaha”

Saya segera memakai CD merah yg ada belahan di tengahnya tersebut.

Setelah semua selesai saya segera keluar dari ruangan yg cukup sempit tersebut.

Kemufian Bu Heti diminta Pak Bob masuk.

Pak Bob sempat menepuk pantat Bu Heti saat dia masuk, yg tentu saja membuat Bu Heti serambi lempitik sedikit kaget kebetulan terlihat beberapa pengunjung baru yg berdatangan ikut menyaksikan kejadian tersebut.

Cukup lama saya menunggu Bu Heti dan Pak Bob keluar. Hampir membuat saya bosan.

Sekitar 30 menitan tampak Pak Bob keluar duluan diikuti Bu Heti. Saya perhatikan jilbab Bu Heti sedikit kusut, dari sela bibirnya tampak sesuatu berwana putih yang sudah sedikit mengering, saya sudah bisa menebak apa yang terjadi.

Pak Bob:” Sayang, kamu bawa mobil sendiri” Pak Bob bertanya kepada saya.

Saya:” Ia Om saya bawa mobil sendiri”

Pak Bob:”Kalau begitu kalian ikuti saja mobil saya, kita berangkat ke Hotel”

Saya:” Ok Om”

Segera Pak Bob membayar belanjaan kami. Kami mengikutinya hingga akhirnya dia menuju mobil Pajero milik, saya lihat Cuma ada sopir di dalamnya, tidak tampak bodyguard Pak Bob.

Saya dan Bu Heti segera naik ke mobil dan mengikuti ke mana mobil Pak bob melaju.

Di dalam mobil saya berbincang dengan Bu Heti.

Saya:” Bu koq tadi lama sekali? Apa yang dilakukan Pak Bob ke Bu Heti?

Bu Heti sedikit menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan saya.

Bu Heti:” Di dalam Saya disuruh mengganti cangcut neng, sama cangcut yang ada lubang ditengahnya, lubangnya pas di belahan serambi lempit”

Saya:” Kalau itu saya pun sama Bu, Pak Bob meminta saya mengganti cangcut yang saya pakai, sama dengan yang diminta ke ibu, cangcut yang ada lubang di tengahnya, tapi koq ibu lama sekali?

Bu Heti:” Jadi neng, setelah saya mengganti cangcut saya Pak Bob meminta saya menghisap rudalnya”

Saya:” Oh pantesan, ada sedikit bekas putih di bibir kamu Bu” Sambil telunjuk saya menunjuk ke bibir Bu Heti.

Bu Heti sedikit kaget, dan melihat ke atas kaca spion, dan kemudian mengelapnya dengan tisu.

Saya:” Jadi tadi di isep terus keluar di mulut kamu Bu?

Bu Heti:” Ia, tapi tak cuma minta diisep, paling saya isep Cuma 5 menittan, terus dia minta saya nungging, dan rok saya diangkatnya, cangcut saya tidak dilepas Cuma dipinggirkan, dia masukan rudalnya ke serambi lempit saya”

Saya:” Oh, jadi tadi Bu Heti sempat dientot Pak Bob?

Bu Heti:” ia neng, saya dientot hampir 30 menitan, terus dia keluarkan pejunya di mulut saya”

Saya:” Dia berarti sudah betul-betul gak sabar buat gagahin kamu Bu” Saya lihat mobil Pak Bob berbelok di sebuah Hotel.

Saya segera membelokan mobil saya mengikuti dari arah belakang.

Kami pun segera mengikuti Pak Bob menuju ke sebuah kamar, kamar jenis suite family Room yang cukup besar, tersedia dua buah bed berukuran besar ada sofanya juga, walau ruangan ini tidak sebesar ruangan ketika pertama kali saya dibooking Pak Bob.

Saya segera sms suami mengabari bahwa saya dan Bu Heti sudah bersama Pak Bob.

Segera suami saya membalas sms saya dan meminta saya untuk tidak lupa dengan rencana yang sudah kita susun.

Saya segera duduk dengan Bu Heti di atas sofa, sementara saya lihat Pak Bob masuk ke dalam kamar mandi.

Bu Heti:” Neng, saya koq jadi deg-degan”

Saya:” Saya juga pertama dulu begitu bu, tapi seharusnya ibu sdh bisa juga, toh di mall tadi ibu sudah disetubuhi sama Pak Bob”

Bu Heti sejenak terdia , mungkin benar juga pikirnya, kenapa mesti deg-degan, toh dia sudah disetubihi Pak Bob waktu belanja tadi.

Bu Heti:” Ia juga, tapi gak tau dech, tetap dag-dig-dug neng”

Saya:” Santai saja” Saya lihat Pak Bob duduk dihadapan kami.

Pak Bob menepuk sofa di samping kirin dan kanan meminta kami berdua duduk disampingnya.

Segera kami berdua berdiri dan duduk disamping kiri dan kanannya.

Pak Bob:” Gak sangka saya bakal diapit dua pelacur berjilbab” Pak Bob melecehkan kami berdua.

Tangannya mulai menggerayangi paha kami.

Tiba-tiba dia menarik kepala saya, dan mencium bibir saya, kami saling berciuman dan lidah kami saling bertautan.

Saya:” oh, emmmph, cuap,slrup” lidah saya mengihsap lidah pak Bob, lidah kami saling membelit.

Tanggan Pak Bob mengerayangi susu saya dan meremas-remasnya dan luar baju saya.

Pak Bob meminta Bu Heti untuk memberinya blow job.

Pak Bob segera melepas piyamanya dan telanjang bulat diantara dua perempuan berhijab.

Bu Heti segera berjongkok di antara 2 kaki pak Bob dan mulai menjilati rudal Pak bob.

Pak Bob sudah membukan baju saya dan menjatuhkannya di lantai, dia menuruhkan cup bh saya dan mulai menjilati puting susu saya.

Slrup…slrupp…

Saya:” Akh om, enak banget” Asi saya mulai mengalir dan dihisap makin kuat oleh pak Bob.

Pak Bob menaikan kain hijab saya dan mulai menjilati leher saya sampai ke telinga dan memberi beberapa cupangan di leher saya.

Saya:” oh Om, geli”

Sementara Bu heti semakin bersemangat menjilati dan menghisap rudal Pak Bob.

Kadang-kadang di hisapnya tepat di mulut rudal pak Bob sampai Pak Bob kegelian.

Saya:” Gimana Bu, gede banget kan rudal Om Bob”

Bu Heti:” ia neng, kirain rudal suami eneng sudah sangat gede ternyata rudal Om Bob lebih gede lagi juga lebih panjang”

Pak Bob tampak bangga dipuji oleh Bu heti.

Kadang kepala Bu heti ditekannya kuat-kuat supaya bisa semaksimal mungkin memasukan rudalnya ke mulut Bu Heti.

Ada beberapa kali Bu Heti sempat tersedak.

Pak Bob mengajak kami untuk pindah ke atas ranjang.

Pak Bob segera tiduran terlentang di atas kasur, Bu Heti berada diantara dua kaki Pak Bob dan kembali menjilati rudalnya.

Pak Bob:” Dewi sayang, kamu duduk di muka saya”

Saya mengerti kemauan Pak Bob yang ingin menjilati serambi lempit saya, saya segera melepas celana panjang saya tanpa melepas cangcut saya dan segera berjongkok di depan wajah pak Bob.

Pak bob segera membenamkan wajahnya dan mulai menjilati serambi lempit saya melalui lubang di cangcut saya yang tepat di belahan serambi lempit saya.

Slrup..slrup…

Saya:” Akh Om, lidah om masuk serambi lempit aku”

Pak Bob semakin bersemangat saja, tangannya meremas-remas gemas pantat aku.

Pak Bob:” Dewi, lepas cangcut kamu, biar saya leluasa jilatin serambi lempit kamu”

Saya segera melepas cd saya dan melemparnya ke kasur sebelah.

Saya:” Akh, Om masukan yang dalam lidah Om” Lidah pak Bob semakin dalam masuk ke serambi lempit saya.

Saya:” Akh, Om masukan yang dalem, jilatin itil aku juga Om” serambi lempit saya semakin basah, bulu serambi lempit saya tampak mengkilap.

Saya:” Om suka pesta seks gak?

Pak Bob:” Saya sering pesta seks dengan beberapa wanita, ya paling banyak 3 perempun, kalau kebanyakan gua bisa klengger”

Saya:” hehe, kalau dengan banyak wanita, tapi cowoknya juga banyak Om”

Pak Bob:” Saya belum pernah”

Saya:” Tapi om mau gak, kalau misalkan pesta seks dengan banyak cewek tapi cowoknya bukan om saja”

Pak Bob meminta Bu Heti berhenti sejenak, mungkin kegelian.

Pak Bob:” maksudnya gimana? Saya kadang-kadang membayar beberapa cewek untuk menyetubuhi dengan saya sekaligus”

Saya:” Gimana Om, kalau Om ngadain pesta seks orgy gitu pesertanya banyak, kan om punya villa”

Pak Bob:” Hemp, apa istimewanya?

Saya:” Ada tentu istimewanya, kalau Om mau saya bisa aturkan dengan suami saya”

Pak Bob:” maksudnya gimana? Dan suami kamu bisa ikut mengaturnya?

Saya:” Jadi gini Om, kita adain pesta seks, misalnya di villa Om dengan banyak cewek dan cowok, yang istimewa semua ceweknya adalah ibu rumah tangga bukan pelacur seperti yang sering om pakai”

Pak Bob mulai menanggapi serius, sekarang di duduk di pinggir ranjang, dann meminta Bu heti bangun duduk di sampingnya.

Pak Bob:” Wah kalau itu saya tertarik, saya paling suka kalau bisa nidurin bini orang, sensasinya lebih luar biasa”

Saya pun tersenyum dan berjongkok di antara paha Pak Bob dan mulai mengihsap rudal Pak Bob.

Pak Bob:” Heti, kamu lepas baju kamu semua, sisain jilbab kamu saja”

Bu heti menuruti permintaan Pak Bob.

Pak Bob:” Ayo ngangkang di muka saya, saya mau jilatin serambi lempit kamu”

Bu heti segera mengangkang dan berdiri di ranjang dengan selangkangan tepat di depan muka Pak Bob.

Pak Bob segera membenamkan wajahnya di selangkangan Bu heti.

Bu Heti:” Auh, oh…”

Bu heti mendesah saat lidah Pak bob mulaui masuk ke serambi lempitnya dan menjilati serambi lempitnya.

Saya:” Jadi om mau kalau kita ngadain pesta seks?

Pak Bob:” Boleh, pesertanya siapa saja?

Saya:” Saya, Bu Heti, suami saya dan sekertaris suami saya dengan suami dia dan mantan bos suami saya dengan istrinya”

Pak Bob:” kamu dan suami pernah ngadain pesta seks?

Saya:”Belum pernah om, tapi saya pernah main dengan mantan bos suami saya juga suami saya sekaligus”

Pak Bob berhenti menjilati serambi lempit Bu Heti.

Dia nampak sedikit terkejut.

Pak Bob:” Kamu pernah main selain dengan suami dan saya?

Saya menganggukan kepala.

Pak Bob:” tunggu, jangan-jangan suami kamu tahu kalau kamu saya booking?

Saya:” Ia, dia juga ijinnin saya jadi pelacur Om Bob”

Pak Bob tampak semakin kaget.

Pak Bob:” saya gak nyangka ternyata suami kamu tahu kamu jadi pelacur malah memberi ijin”

Saya:” Kemaren sich dia sempaat marah waktu tau om perawanin bool saya”

Pak Bob:” terus selanjutnya bagaimana?

Saya:” Waktu itu saya tidak bicara jujur sepenuhnya sama suami, saya bilang om paksa saya”

Pak Bob:” Kamu benar-benar nakal”

Saya:” Dia ijinin saya dibooking Om Bob dengan syarat saya harus merayu Pak Bob agar mau ngadain pesta seks di villa Om ”

Pak Bob manggut-manggut.

Saya:” Gimana bisa”

Pak Bob:” haha, tentu saja, kalau yang enak begini mana saya bisa nolak”

Saya:” Suami saya juga minta om bawa cewek tambahan buat ramekan acaranya.

Pak Bob:” Siip bisa diatur, kalian atur saja kapannya nanti info ke saya”

Sementara bu heti jugas nampak bengong, karena saya memang belum memberi tahunya pasal pesta seks ini.

Pak Bob kemudian meminta saya untuk mengangkang dan memionta Bu heti untuk menjilati puting susu dia. Bu Heti pun mulai menjilati perut sampai ke dada Pak bob, bu heti semakin lihai tehnik bercintanya semenjak dia mulai melayani Dendi Suami saya.

Pak Bob sudah mengarahkan rudalnya tepat di depan serambi lempit saya.

Pak Bob:” Sekarang kamu telpon suami kamu, kabarin kalau saya sudah deal mengenai pesta seks yang kalian rencanankan, eh jangan telpon video call saja”

Saya:” Apa tidak nanti saja kalau kita sudah selesai menyetubuhi Om”

Pak Bob:” Justru itu saya mau sekarang, supaya suami kamu melihat bagaimana kamu saya gagahi” Saya mengangguk dan mulai menelepon ke suami saya, mudah-mudahan dia tidak sedang meeting, cukup lama sampai akhirnya di angkat. Di layar tampak kepala suami saya.

Saya:” Hallo Pah”

Suami:” Ia mah, ada apah? Suara suami saya sedikit berat, saya sengaja mengarahkan kamera hp ke muka saya supaya suami tidak melihat apa yang sedang terjadi sekarang, sementara Pak Bob belum juga memasukan rudalnya hanya mengesek-gesekan di bibir kemaluan saya.

Saya:” Mamah mau ngabarin kalau, emph, oh” suara saya terhenti karena tiba-tiba Pak Bob mendorong rudalnya hingga masuk semua di serambi lempit saya.

Suami:” Ada apa Mah? Yang jelas”

Saya:” mamah mau ngasih tahu eh, bentar Pah, rudal Om Bob masuk di serambi lempit mamah”

Suami:” Heh, jadi mamah sekarang lagi dientot Pak Bob”

Saya:” Pelan-pelan Om, oh, akh ia Pah, ini mamah lagi dientot sama Om Bob” Pak Bob memenyetubuhi saya dengan frekuensi goyangan yang sangat cepat

Suami:” jadi mamah telpon Papah Cuma mau bilang itu?

Saya:” Emp, bukan Pah, tapi mamah mau ngasih tau Om Bob sudah deal, tinggal papah atur saja kapannya, ia kan Om Bob”Sambil mengarahkan kamera hp ke muka Pak Bob.

Tampak Pak Bob sedang ngos-ngosan.

Pak Bob:” Ia, siapa nama suami kamu? Kamu atur saja, tempat dan biaya lainnya biar saya yang tanggung”

Saya arahkan ponsel agak menjauh sehingga suami saya dapat melihat Pak Bob yang sedang naik menggenjot saya.

Saya:” Gimana Pah keliatan”

Suami:” Apanya?

Saya:” papah nich pake pura-pura, ini mamah yang lagi digagahin om Bob keliatan gak?

Suami:” Oh, kurang jelas mah”

Saya mengarahkan ponsel ke selangkangan saya, saya yakin sekarang cukup jelas rudal Pak Bob yang sedang keluar masuk di serambi lempit saya.

Saya:” Itu lihat rudal Om Bob lagi keluar masuk serambi lempit mamah Pah, kalau mau jelas nanti kita di villa”

Suami:” Ia Mah” Suara suami saya sedikit agak berat

Saya:” Papah lagi ngapain?

Suami saya tampak menarahkan posisi ponsel ke bawah, saya sangat terkejutg, tampak seorang perempuan sedang menjilati rudal suami saya. Saya yakin betul itu bukan Ida.

Dalam hati siapa lagi ini yang diembat suamiku. Timbul sedikit rasa cemburu dan hati sedikit panas. Akhirnya saya panasin saja suami saya.

Saya:” Oh Pah, rudal om Bob gede banget, lebih gede dari rudal Papah, oh yess om terus percepat” Sambil kamera saya arahkan ke muka saya yang masih mengenakan hijab, saya yakin suami dapat melihat wajah saya yang lagi sange.

Suami:” Oh…mamah semakin nakal ya, lagi melacur video call sama Papah” Tampak suami saya malah makin terangsang jadinya.

Saya:” Papah nanti harus liat langsung bagaimana perkasanya Om Bob gagahin mamah”

Tiba-tiba Pak Bob mencabut rudalnya dan menyuruh Bu heti untuk terlentang.

Bu Heti segera terlentang, saya sekarang mengarahkan kamera ke arah Pak Bob dan Bu heti.

Saya:” Tuch liat Pah, istri Papah yang lain juga mau dientot sama Pak Bob”

Saya lihat Pak Bob memegang kedua betis Bu heti dan mulai memasukan rudalnya ke serambi lempit Bu Heti.

Saya arahkan kamera ke selangkangan mereka.

Saya:” Lihat Pah, serambi lempit Bu heti sudah dimasukin rudal Om Bob”

Bu Heti:” Ah, oh empph”

Saya:” Gimana Bu Enak rudal Pak Bob?

Bu Heti:” Ia neng, besar banget rudal om Bob, serambi lempit saya sampe perih”

Saya:” Tuch kan Pah, bu Heti saja sampai kesakitan serambi lempitnya di masukin rudal Om Bob”

Saya lihat wajah suami saya semakin memerah, napasnya ngos-ngosan.

Saya:”rudal Papah sudah masuk belum ke cewek tadi?

Suami:” Sudah mah”

Saya:” Siapa dia Pah, mamah baru liat pertama kali orangnya”

Suami saya tidak menjawab Cuma kelihatan mukanya yang sedikti bergoyang maju mundur.

Pak Bob terlihat melambaikan tangannya meminta saya mematikan video call kami.

Saya segera menutupnya.

Pak Bob:” Dewi sayang, kamu jilatin anus aku ya”

Saya sedikit terkejut, tapi segera rebahan dan menjilati pantat pak Bob yang sedang memenyetubuhi Bu Heti.

Pak Bob:” Kalian berdua nungging, saya mau entot kamu bergantian”

Saya dan Bu heti segera menungging.

Bu heti:” Saya lemes neng, saya udah keluar dua kali”

Saya:” Masa Bu Enak dong,hehe, aw, pelan om, rudal om itu gede” saya kaget karena Pak Bob tiba-tiba memasukan rudalnya.

Pak Bob segera menggenjot saya, tangannya sambil meremas-remas dan kadang menepuk pantat saya.

Plok plok plok plok plok plok plokkkk..

Saya:”Uhh enakk uhhhh ohh ohhh ohhh.ohhh Shhh gede banget Om Bob !! Uhh uhh enaakkkk..” Tangan Pak Bob beralih meremas susu saya.

Plok plok plok plok plok plok plok plokk..

Saya:”Enaaaaakkkk anjjiinggggggggg ahh ahhh ahhhhhh ahhhhh..” Saya pun orgasme

Plokk plokk plokk plokkk plokkkk plokkkk

Mengetahui saya yang sudah orgasme, Pak Bob segera memindahkan rudalnya ke serambi lempit Bu Heti.

Bu Heti:”OHHH SHHH OHHH HOHHHH SHHH” sambil melihat ke belakang ke arah Pak Bob.

Plok plok plok plok plok

Plok plok plok plok plokk

OKHHHH.. Gusti..

Plok plok plok plok plok plokkkk

OKHHHH GUSTII… SHHH..

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOKKK..

OKHHHH… Bu Heti mulai kehilangan kendali tanpa sadar ia berucap “Okhh rudal Om Bob luar biasa”

AKKHHHHH…”

Plok plok plok plok plok plok plok plok plok plokk..

AAA!!!!!!! SHHHHHHH

PLOK.PLOK PLOK.PLOK PLOK PLOK

Uhhhhhhh..

Bu Heti:”Enak banget enak enak enak ahhh enak ahhhh” plok plok plok plok, bu Heti langsung menelungkup tanda sudah orgasme dan kelelahan.

Dalam hati saya luar biasa si Pak Bob pasti dia pakai obat kuat.

Tiba-tiba Pak Bob menindih saya dan bless, rudalnya melesat ke dalam serambi lempit saya yang sudah sangat basah.

Saya:” Akh, ukkhh, ayo om ewe lagi Dewi, bikin dewi orgasme lagi” Pak Bob semakin cepat menggenjot saya. Dia mencium bibr saya, saya segera menerima bibirnya kami saling berciuman dan lidah kami saling melilit. Saya tahu sebentar lagi Pak Bob bakal orgasme.

Saya:” Uh,oh ohoh, enak banget di ewe rudal gede, ayo Om kita keluarin bareng”

Plok,plokplokplok pangkal paha kami saling beradu.

Pak Bob:” Gua gak tahan akh hosss”

Saya:” Aw, barengan om”

Croor…croot berkali kali rudal Pak Bob berkedut-kedut memuntahkan isinya di dalam serambi lempit saya.

Pak Bob:” Bunting kamu pelacur oh…” Sambil menekan rudalnya dalem-dalam.

Saya:” Ah, saya keluar” cairan saya pun menyemprot begitu peju pak Bob menembak di serambi lempit saya.

Pak Bob segera berguling di samping saya sambil ngos-ngosan.

Saya:” Stamina Om Bob kuat banget ya, padahal sudah tua bangka,hehe”

Pak Bob:” Kurang ajar kamu berani sebut saya tua bangka, saya bikin kamu gempor nanti haha”

Saya:” Siapa takut” Pak Bob tiba-tiba mengihsap susu saya. Hanya sedikit asi yang keluar.

Pak Bob:” Susumu kempes sayang”

Saya:” ia om, om remas-remas terus dari tadi jadi asinya banyak terbuang, saya harus makan dulu biar terisi lagi” sambil mengusap-usap kepala Pak Bob yang masih mengeyot puting susu saya.

Saya lihat bu Heti terkapar kelelahan di samping Pak Bob.

Pak Bob sambil melepas kenyotan mulutnya di susu saya:” Kita istirahat dulu , saya juga capek”

Saya:” Om Pakai obat kuat ya”

Pak Bob:” Enak saja, saya memang kuat dari sononya” saya tidak percaya, saya yakin dia tidak mau mengaku.

Saya:” Hemmp, biasanya aki-aki kayak om, aling dua kali goyang udah muncrat”

Pak Bob:” Jangan samakan saya dengan yang lain, ngomong-ngomong siapa yang sama suami kamu tadi? Sekertarisnya?

Saya:” Bukan om, saya juga gak tahu”

Pak Bob:” Wah, saya gak nyangka, ternyata kamu dapat suami yang gak lebih baik dari saya, haha”

Saya:” Enak aja, yang penting saya cinta sama dia, om sich sudah tua, mungkin kalau masih muda pasti saya juga tetap gak mau om nikahin, haha, Bu heti tidur ya”

Pak Bob:” Haha, ia kayaknya sudah tidur, kamu harus banyak ajarin dia, biar lebih binal lagi, haha”

Kami pun akhirnya tertidur.

Mungkin sekitar satu jam saya tertidur, saya lihat di ranjang tinggal saya seorang.

Saya segera bangun, saya lepas hijab saya dan menuju kamar mandi, baru mau saya buka, pintu kamar mandi terbuka dan bu Heti keluar dari kamar mandi, wajahnya sedikit pucat.

Saya:” Bu Heti sudah mandi”

Bu heti:” Ia neng, saya rapi-rapi duluan ya, saya juga disuruh bangunin neng, eh ternyata neng sdh bangun”

Saya:” memang kenapa Bu?

Bu Heti:” neng di tunggu pak Bob di kamar mandi, dia belum keluar lagi, tadi dia habis menyetubuhiin saya, malahan dia paksa saya masukin di bool saya, sampai sakit neng”

Sambil menahan tawa.

Saya:” hemp, saya juga pernah ngalamin bu, ya sudah ibu siap-siap, saya maul layanin Pak Bob dulu”

Saya segera masuk ke kamar mandi”

Tampak Pak Bob sedang rebahan di bathub dengan air hangat. Segera dia bangun, rudalnya mengacung keras.

Saya:” Upps, om itu kanjut sudah ngacung aja kayak tiang listrik” sambil menutup bibir saya pura-pura kaget.

Pak Bob:” Saya belum puas dengan baby sister kamu, sekarang kamu harus puaskan saya” Sambil merangkul saya, sebelah tangannya meremas-remas pantat saya.

Saya disuruh menungging sambil berpegangan ke westafel yang di depannya ada kaca cukup besar.

Saya pun segera menungging. Pak Bob sudah meletakan rudalnya di depan anus saya.

Dan bless…. rudal Pak Bob masuk ke anus saya tanpa pelicin, rasanya sesak tapi tidak terlalu sakit seperti pertama dulu.

Dengan memegang pinggul saya, pak bob mulai menggenjot rudalnya dari belakang.

Saya:” Akh,ouhuhu, gede banget om, sesak bool aku”

Pak Bob semakin bersemangat ploook,plllokk pangkal pahanya membentur pantat saya.

Saya:” oh, yess, nikmat anjing, aw, ewe bool aku om”

Pak Bob:” Bool kamu masih saja sempit, rasakan nich rudal gua” Plokplokplok

Saya:” Hmmmm shhhh hmmmm ohhh mmm” semakin cepat pak Bob menggenjot Pantat saya.

Plok plok plok plok plok plok plokkkk..

Saya:”Uhh enakk uhhhh ohh ohhh ohhh.ohhh Shhh !! Uhh uhh enaakkkk Om..”

Plok plok plok plok plok plok plok plokk..

Saya:”Enaaaaakkkk Bob anjjiinggggggggg ahh ahhh ahhhhhh ahhhhh..”

Pak Bob tidak marah saya katain begitu.

Plokk plokk plokk plokkk plokkkk plokkkk

“Teruss … Teruss.. Terusss setan” dan saya pun mengejang, saya tidak menyangka akan orgasme ketika bool saya diewe pak Bob.

Lutut saya terasa gemetaran. Pak Bob membirkan saya terduduk.

Pak Bob kemudian menuntun saya untuk naik ke atas bathub.

Pak Bob segera rebahan.

Pak Bob:” kamu naik di atas saya”

Saya segera mengerti dan mengangkangi Pak Bob. Saya pegang rudalnya dan saya arahkan ke serambi lempit saya. Bless…

Saya:” Aw,uhuhu nikmat om, gede banget” saya pun segera naik turun di atas rudal pak Bob.

Sementara pak bob mengimbangi dari bawah. Kami pun menyetubuhi di dalam bathub yang berisi air hangat.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikiran saya.

Saya:” Om boleh tidak saya telpon suami saya sambil saya dientot om”

Pak Bob:” Boleh, biar dia tahu bagaimana saya puasin kamu, biar saya kosongkan bak nya”

Saya segera turun dan keluar kamar mandi untuk mengambil HP.

Saya lihat Bu heti sudah rapi dan duduk di sofa sambil menonton tv.

Dia sempat melihat saya, tapi saya segera kembali ke dalam kamar mandi.

Saya lihat bak sudah kosong, saya segera naik kembali dan kembali mengangkangi paha Pak Bob.

Sekrang Pak Bob yang mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya. Sata saya turunkan pantat saya, bless kembali rudal pak bob tenggelam ditelan serambi lempit saya.

Saya segera menelepon suami saya, saya hendak memanas-manasi dia, saya pun merasa sedikit panas melihat suami saya sdh dapat gebetan baru lagi.

Saya sengaja melakukan panggilan biasa saja bukan video call seperti sebelumnya karena tidak efektif juga dan malah sedikit menyusahkan.

Kali ini cepat sekali suami saya mengangkat panggilan saya.

Suami:”Hallo Assalamuallaikum Mah”

Saya:” ia Pah, papah lagi di mana? Suara saya pasti terdengar berat.

Suami:” Di kantor ini mah”

Saya:” gak lagi meeting empp Pah” sementara pak bob menggenjot saya dari bawah dengan semakin cepat.

Suami:” Sendiri di ruangan mah, kamu masih menyetubuhi ya, suara kamu berat”

Saya:” Ia Pah, ini di kamar mandi rudal om Bob lagi mengaduk-aduk serambi lempit mamah, penuh banget pah”

Plok plok plok, saya yakin suami saya dapat mendengar suaranya dengan cukup jelas.

Suami:” Hemp, belum selesai dari tadi mah?

Saya:” Sudahlah Pah, tadi sempat tidur dulu, sekarang mamah diewe lagi sama Om Bob, tadi malah mamah dibool lagi sama Om Bob Pah”

Suami:” bentar Mah, Papah ke kamar mandi dulu”

Saya:” Oh, om entot yang kenceng, aku mau keluar lagi” Pak Bob semakin mempercepat entotannya.

Saya:” Pah, papah sudah di kamar mandi, papah pasti lagi kocok rudal ya?

Suami:” ia mah, eh,emph”

Saya:” Pah siapa sich cewek yang papah entot tadi”

Suami:” Ada dech, nanti papah ceritain, oh”

Pak Bob tiba-tiba berhenti dan meminta saya turun, padahal saya hampir saja orgasme.

Saya:” Ah, om kenapa?

Pak Bob:” Kamu isep rudal saya, saya gak mau buru-buru keluar, saya masih mau nikmatin ngewe kamu lebih lebih lama” Tampaknya pak Bob tadi juga hampir keluar.

Saya segera berjongkok lagi dan mulai memasukan rudal pak bob ke mulut saya.

Suami:” Ada apa mah?

Sambil mengeluarkan rudal Pak bob dari mulut saya, saya pun menjawab pertanyaan suami saya.

Saya:” Ini Pah, Om Bob minta berhenti dulu, minta diisep sekarang, ya udah mamah isep saja rudalnya, gede banget Pah”

Tak terdengar komentar suami saya, palingan dia lagi asyik ngocok.

Saya ludahin rudal Pak Bob dan kembali saya masukan ke mulut saya.

Sluuruuup slruuuup slruuup saya lakuakn berulang kali.

Pak Bob:” Kamu nungging wi, saya mau ewe kamu dari belakang”

Saya segera menungging dan berpegangan di ujung bathub. Bless rudal Pak Bob kembali masuk ke serambi lempit saya.

Saya:” Aw, ohoho enak, Pah rudal om bob masuk lagi ke serambi lempit mamah”

Tak terdengar lagi komentar suami saya.

Plookkk ploook ploook Pak bob menggenjot saya dengan sangat kuat…

Saya:” Akh, akh, akh Pah tolong enak banget, tolong mamah digagahin pak Bob”

Pak Bob:” Hey, siapa nama suami mu sayang” Pak Bob menanyakan nama suami saya.

Saya:” oh, Dendi om, Nana Dendi Supriatna, biasa dipanggil Dendi”

Pak Bob:” Dendi, kamu boleh nikahin Dewi, tapi saya tetap bisa dapetin serambi lempitnya, saya bakal pejuhin serambi lempit istrimu” Pak Bob mengejek suami saya. Dia semakin kuat memenyetubuhi serambi lempit saya.

Saya:” Akh Pah, tolong serambi lempit mamah mau dicrootin ini Pah”

Suami:” Akh, papah keluar, gila kamu pelacur binal mah” terdengar suami saya mengumpat sepertinya di keluar.

Tak lama Pak bob pun mengejang, sambil menarik pinggul saya supaya rapat dengan pantatnya.

Plook ploook plokkk

Pak Bob:” Akh saya keluar” Sambil menekan rudalnya dalam-dalam.

Crooot crottt crooot beberapa kali tembakan pejuhnya muncrat diserambi lempit saya, dan seketika saya pun ikut orgasme pula.

Saya:” Pah, ini pak bob nakal buang pejuhnya di serambi lempit mamah, entar kalau hamil bagaimana?

Suami:” hemp, mamah gak ada kapok-kapoknya ya, biar nanti malam papah tambahin serambi lempit mamah dengan pejuh papah” dan klik suami saya menutup telpon saya.

Saya dan Pak Bob terengah-engah. Saya sudah telungkup sementara Pak bob memeluk saya dari belakang.

Saya:” om cabut rudalnya, saya mau pipis” saya merasakan dorongan untuk kencing.

Pak Bob tidak segera mencabut rudalnya malah menggoyangkan rudalnya yang memang masih sedikit menegang.

Saya:” Akh, om lepas dong rudalnya malah digoyangin gini”

Pak Bob:” kalau kamu mau pipis, pipis saja”

Saya:” tapi ini tersumbat, gak nyaman hehe”

Pak Bob pun bangun dan terlepaslah rudalnya.

Saya segera turun dari bak mandi.

Plok plok pak Bob menapar pantat saya.

Saya:” Aw, omo ini tau orang kebelet”

Segera saya jongkok menghadap pak Bob.

Dan weeesh saya pun kencing di depan Pak Bob.

Pak Bob:” kamu betul-betul nakal Dewi, saya gak nyangka juga kamu jadi begini haha”

Saya:” Cukup dengan Om Bob saja saya jadi pelacur, tidak dengan yang lain Om”

Pak Bob:” masa?

Saya:” Takut ah, entar kena penyakit”

Pak Bob:” memang kamu tahu saya tidak penyakitan”

Saya:” Emang om penyakitan”

Pak Bob:” Kalau saya penyakitan mudah sange saja”

Saya:” haha, om bisa saja saya juga sama penyakitnya mudah sange”

Pak Bob:” Ayo kita mandi”

Kami pun segera mandi, saya tidak enak sama Bu heti yang pasti sudah menunggu.

Pak Bob kembali mengajak saya ngobrol, sambil tangannya menyabuni tetek saya.

Pak Bob:” Sayang, nanti kamu mau gak digangbang kalau kita pesta seks di puncak nanti”

Saya:” Pelan om remasnya, nanti saya sange lagi” Sambil tangannya menyabuni rudal om bob yang sudah layu tapi masih nampak besar.

Saya:” Saya tanya suami om boleh apa nggak kalau saya digangbang”

Pak Bob:” Saya mau semua perempuan yang ikut nanti harus kena gangbang, haha, namanya juga pesta seks bukan swinger”

Saya:” Sudah ah, jangan ngomongin itu dulu om, pokonnya nanti om Pasti Puas ada dua cewek montok, Mbak Diah yang keturunan arab dia istri bekas bos suami saya dan Si Ida sudah muda montok banget om, saya saja suka ngiri dan cemburu sama suami saya dia ngebet banget sama si Ida”

Pak Bob:” Saya jadi gak sabar ini”

Saya pun segera menyelesaikan mandi tidak ada lagi acara menyetubuhi walau sempat rudal pak Bob sedikit menegang.

Setelah Pak Bob mentransfer bayaran ke rekening saya, saya dan bu heti segera meninggalkan hotel tempat kami dibooking pak Bob.

Bersambung… Senin pagi, hari itu hujan cukup deras. Saya sudah bangun untuk menyipkan sarapan pagi untuk suami dan anak-anak. Sementara bu Heti bertugas memandikan anak-anak saya. Setelah semua siap saya pu makan pagi bersama suami dan anak-anak.

Suami:” Kapan rencana kamu kontak pak Bob mah”

Saya:” Rencananya hari ini Pah, mamah mau call dia, janjian dulu, gpp kan”

Suami: Ok, jangan lupa planning kita ya?

Saya:” Ia tentu saja Pah”

Suami saya pun berangkat ke kantor. Sementara Intan tidak mau berangkat sekolah karena hujan, padahalkan di antar suami saya ke sekolah pakai mobil.

Tapi saya dan suami tidak memaksa intan.

Masih ada satu urusan yang harus diselesaikan, yaitu melobi Bu heti agar mau aku ajak untuk menemani Pak Bob ditempat tidur.

Setelah membereskan meja makan aku segera mengajak anak-anak nonton tv. Aku berteriak memanggil Bu Heti. Tak lama dia pun muncul.

Bu heti:” Ia Bu, ada apa?

Saya:” Duduk bu, sudah saya bilang panggil neng saja, saya kan lebih muda dari Bu heti”

Bu heti:’ Ia neng, maaf kebiasaan dan agak gak enak kalau manggil neng”

Saya:” Sudah, gak usah merasa tidak enak, biasa saja” Bu heti tak menjawab Cuma mengangguk saja.

Saya:” Ada yang mau saya sampaikan bu”

Bu heti:” Saya juga sebenarnya ada yang mau saya sampaikan neng”

Saya:” Ya sudah ibu dulu dech, ada apa”

Bu heti:” Saya mau ijin pulang, 3 hari saja, minggu depan, mau nengok anak-anak sama suami”

Saya:” Ya boleh saja, tapi minggu depan ya” Bu Heti taampak senang.

Saya melanjutkan omongan saya:

Saya:” Bu, gimana ya ngomongnya hehe, saya to the point saja dech, Bu Heti kan sudah melayani suami saya di ranjang juga dan dapat tambahan dari saya” saya diam sejenak dan dipotong oleh Bu heti:

Bu Heti:” Maksudnya gimana?Bu heti terlihat sedikit bingung.

Saya:” beberapa hari yang lalu saya pernah pergi sendiri kan, terus pulang kelelahan, Bu Heti ingat?

Bu Heti:” Ia ingat neng”

Saya:” Sebelum saya lanjutkan saya mau tanya satu pertanyaan”

Bu heti tampak antusias.

Bu Heti:”Apa itu neng?

Saya:” Bu Heti mau tambahan uang lagi gak, yang lebih gede dari sekarang”

BU Heti:” Mau pastinya”

Saya:” Tunggu sebentar ya Bu, saya mau telpon seseorang” Bu heti menganggukan kepala.

Saya segera pergi keluar ruangan untuk menelepon Pak Bob.

Saya segera memencet no HP Pak Bob, sempat lama tak diangkat, akhirnya saay telpon sekali lagi dan diangkat.

Pak Bob:” Hai, Dewi gimana kapan kamu dan baby sister kamu mau menemaniku?

Belum sempat aku ngomong Pak Bob sudah bertanya begitu.

Saya:” ini saya hubungi Om Bob mau menindak lanjuti soal itu, pak Bob berani bayar berapa?

Pak Bob:” 50 Juta untuk serambi lempit kalian berdua, bagaimana?

Saya berpikir sejena, lumayan nich.

Saya:” lebihin Om”

Pak Bob:” Saya beliin kalian berdua baju-baju baru kalian bebas pilih, kita ketemuan sekarang di mall tempat kita ketemu dulu, bagaimana? Kebetulan aku belum booking tempat, jadi baju-baju itu tambahannya”.

Saya:” Ok, nanti saya info kalau jadi”

Pak Bob:” Saya tidak sabar pengen jilatin serambi lempit kalian berduaa, segera kabari saya”

Saya:” Ia om” saya pun menutup sambungan telpon.

Saya segera menemui Bu heti lagi. Tampak anak saya Revan malah sudah tertidur ,mungkin karena hujan yang sangat deras membuat dia ngantuk.

Saya:” Bu Heti bisa dapat 25 juta hanya untuk hari ini saja dan hanya untuk satu tugas”

Bu Heti:” masa neng, wah anak-anak saya pasti senang saya bisa pulang bawa uang banyak, tugasnya apa neng koq besar sekali uangnya”

Saya: “Bu heti harus melayani seseorang, sama seperti Bu heti melayani suami saya”

Bu heti langsung mengerti maksud saya, dia tampak terkejut.

Bu Heti:” Jadi saya harus menyerakan badan saya lagi”

Saya:” jadi saya lanjutin cerita saya tadi, saya waktu itu habis pergi ke suatu tempat, habis melayani seseorang”

Bu Heti mungkin paham dengan perkataan saya.

Bu Heti:” maksud neng melayani bagaimana?

Saya:” Saya habis menemani seseorang di hotel”

Bu heti bengong, meski saya yakin dia sudah paham betul maksud omongan saya.

Bu Heti:” lebih jelasnya gimana neng?

Saya:” Saya habis menemani seseorang di tempat tidur. Jadi lebih jelasnya saya waktu itu habis pulang ngewe di hotel dengan seseorang”

Bu Heti meski dari tadi pasti sudah paham omongan saya tetapsaja terperanjat.

Bu Heti:”Jadi neng ini…. maaf bondon?

Saya:” ia, saya bondon, pelacur, selain ibu rumah tangga sekarang saya seorang pelacur bu, tapi itu adalah tamu pertama saya”

Bu Heti sekali lagi bengong.

Saya pun melanjutkan:

Saya:” Bu heti ingat gak seorang bapak-bapak yang kita ketemu di mall itu?

Bu heti mengangguk tanda mengingatnya.

Saya:” Nah, sekarang dia minta saya menemaninya lagi tapi minta saya juga membawa baby sister yang ketemu dengan dia di mall, yaitu bu heti, jadi dia tidak hanya tertarik sama sayatapi juga bu heti, jadi bagaimana Bu?

Bu Heti bukan menjawab pertanyaanku malah balik bertanya:

Bu Heti:” Apa pak Dendi tau ibu jadi pelacur?

Saya:” Ia dia tahu, tapi saya mau melakukannya tidak sembarangan, Cuma karena uangnya besar dan ada sesuatu yang panjang kalau harus diceritakan ke ibu (mengenai Pak Bob yang pernah melamar saya).

Bu Heti:” bagaiamana ya?

Saya:” Apa bedanya melayani suami saya, ayo saya tadi sdh menelepon orangnya tanda kita deal, lumayan bu, dan pikirkan kenikmatannya, rudalnya lebih gede dan panjang dari punya suamiku. Ibu pasti Puas”

Bu heti sempat berpikir, akhirnya menganguk juga.

Aku sudah berhasil menjerumuskan bu Heti ke duniaku.

Aku pun memberi tahu bahwa kita mau ketemuan di mall kemaren dimana kita bertemu.

Bu heti menyakan bagaimana mengenai anak-anak, saya menjawab akan saya titipkan dengan orang tua saya.

Segera saya bersiap-siap saya bilang ke Intan kalau saya ada urusan, Bu heti juga, saya antar anak-anak ke rumah orang tua saya.

Sampai di sana saya berbohong ke orang tua saya bahwa saya ada urusan penting, harus ke Sumedang tempat Bu Heti. Memang saya gelap mata sampai melakukan itu.

Setelahnya saya sms suami saya bahwa saya akan menemui Pak Bob. Suami saya Cuma bilang ok dan jangan lupa mengenai tugas saya soal planning dia.

Saya pun segera menelepon pak Bob untuk janjian di mall.

Saya pun egera menemui dia yang sudah menunggu di sebuah coffee shop di dalam mall tempat saya minum berdua dengannya waktu itu.

Saya lihat dia Cuma sendirian, tidak nampak bodyguarnya.

Dia menyambut saya dan mencium pipi kanan kiri saya, begitu juga ke Bu heti, saya yakin pelayan yang ada di situ pasti heran, saat itu masih sepi, pak Bob adalah pengunjung satu-satunya di coffe shop tersebut.

Saat itu saya mengenakan Hijab pink dengan baju panjang kemeja lengan panjang warna putih, garis-garis tipis wana abu-abu.

Bawahannya memakai celana panjang kain warna biru muda, tidak terlalu tipis tapi ketat dan ngepress banget. Pinggul saya tercetak jelas begitu juga cetakan celana dalam saya.

Sedang Bu Heti menggunakan baju kaos wana pink yang pernah saya belikan, hijabnya warna pink dan rok panjang warna putih yang cukup lebar.

Pak Bob menatap kami berdua lalu menawarkan minum.

Saya pun segera memesan minum untuk saya dan Bu Heti.

Pak Bob:” Wah kalian memang cantik-cantik meski sudah punya anak”

Saya:” Om bob bisa saja”

Pak Bob:” Bagaiman bu Heti? Apa kabar?

Bu Heti:” Baik Pak”

Pak Bob:” jangan Panggil Pak, samain sama Dewi saja, Om”

Bu heti:” Ia om”

Pak Bob:” kita belanja-belanja dulu ya, saya mau pesan hotel dulu, tapi mungkin gak sebagus yang kemaren, kita cari yang dekat sini saja, karena ini dadakan”.

Saya:” Sip om, yang penting kan ada kasurnya, hehe”

Pak Bob:” Sudah pasti harus, gak enak kalau gak ada kasurnya, haha”

Sekitar 10 menitan kita segera meninggalkan Cofffe Shop.

Pak Bob:” Saya antar kalian beli baju dulu sesuai janji saya, pilih saja apa yang kalian suka dan sebanyak mungkin pasti saya bayarin”

Saya berbisik ke bu Heti:

Saya:” Ayo kita borong, kita manfaatkan kesempatan ini, nanti beli yang mahal-mahal”

Kami pun masuk ke sebuah toko baju muslimah, saya pun sengaja membeli baju yang bagus dan mahal-mahal.

Setelah selesai belanja kami bertiga keluar dari butik.

Pak Bob: “Mau kemana lagi kita?

Saya:”Sudah mungkin, Bu Heti ada yg mau dibeli lagi? Saya bertanya sama Bu Heti.

Bu Heti hanya menggelengkan kepalanya.

Pak Bob:”Kalau begitu kalian ikut saya, ada yg mau saya belikan buat kalian”. Sambil berjalan mendahului kami.

Kami segera mengikuti kemana Pak Bob pergi.

Pak Bob berhenti disebuah toko pakaian dalam.

Pak Bob:”Saya mau belikan cangcut dan kutang baru buat kalian, ayo masuk”.

Ternyata dia mau belikan kami pakaian dalam.

Pak Bob: Saya ingin kalian pakai buat nanti. Sambil tersenyum menyeringai.

Saya: Bagus-bagus Om, Om mau pilihan cangcut ya buat saya” Kata saya sambil memilih-milih celana dalam mulai dari yang bahan sutra sampai yg biasa.

Si Mbak penjaga toko menjelaskan jenis-jenis pakaian dalam yang ada di toko tersebut.

Saya lihat Bu Heti juga sedang sibuk memilih-milih mana yg kira-kira sesuai kesukaannya.

Pak Bob:”Ada kancut yang ada bolongan ditengahnya? Dia bertanya sama si penjaga yg terlihat masih muda, memakai hijab tapi bajunya seragam lengan pendek, yg kemudian aku tahu namanya Heni.

Heni:” Ada om Bob, sebentar saya ambil” Ternyata si Heni ini kenal dengan Pak Bob.

Saya:”Om kenal sama dia?

Pak Bob:”Ya, saya sdh biasa mengantar cewek-cewek yang saya bawa beli cangcut atau kutang di sini, penjaga di sini sdh tau saya semua”.

Saya:” Jangan-jangan cewek yg jaga di sini sdh ada yg kena sama om Bob ya?

Pak Bob: “ Maksud kamu kena gimana?

Saya:” maksud saya, kena rudal om, hehe”.

Pak Bob:” Oh, sdh lah, tu yang tadi itu namanya Si Hani, udh pernah gua ewe”. Kata Pak Bob bikin saya sedikit terkejut.

Sementara Bu Heti lebih banyak diam.

Tak lama si Hani datang membawa beberapa helai celana dalam.

Hani menyodorkan celana dalam tersebut ke saya.

Hani:”Ini mbak, mbak silahkan dipilih-pilih, bagus-bagus”

Saya melihat-lihat celana dalam tersebut, modelnya macem-macem, ada yg bolongnya pas di bagian depan, cukup lebar, ada juga yg bolongnya kecil di bagian bawahnya.

Warnanya pun macem-macem.

Saya:” Saya harus pilih cangcut yg mana om?

Pak Bob:”Saya suka semua, kamu ambil semua buat berdua dengan Heti” Sambil mata Pak Bob bergerak melirik ke Bu Heti.

Saya pun memilih 5 dan 5 lagi saya berikan ke Bu Heti.

Saya:” Bu ini cangcut buat ibu, pakai nanti ya”

Pak Bob:” Kalian ganti di sini ya”

Pak Bob ternyata meminta kami mengganti celana dalam langsung di sini.

Saya:” Ok Om, tapi saya mau pilih-pilih model yg lain dulu”

Saya pun jalan kembali dan setelah cocok mengambil beberapa potong celana dalam dan bh yg cocok dan bagus, begitu juga Bu Heti kumisnya melakukan hal yg sama.

Pak Bob:” Ayo ke ruang ganti, Gan, antar kami”

Hani mengajak kami menuju sebuah ruangan yg hanya ditutup gorden yg biasa untuk mencoba pakaian yg dibeli.

Saya:”Om Bob ikut? Melihat Pak Bob yg juga mengikuti kami.

Pak Bob:” Pastikan aman Han”

Hani:” Aman om, gak ada orang lain” Di dekat tempat ganti hanya ada seorang kasir perempuan yg nampak sdh berumur, namun sepertinya sdh biasa melihat Pak Bob, jadi dia cuek-cuek Saja.

Hani:” Gantian mbaknya, ayo Om masuk” Hani meminta saya masuk bergantian dengan Bu Heti.

Saya pun masuk ke dalam ruang ganti di ikuti Pak Bob.

Suami saya sendiri tidak pernah ikut masuk kalau saya mencoba pakaian baru, ini mau ganti celana dalam dan pak Bob hadir di sini juga.

Saya:” Pakai cangcut yg mana ya om? Sambil memberikan semua cangcut yang sudah saya pilih.

Pak Bob:”saya mau yang ini” Sambil memberikan sehelai celana dalam

Berwarna merah marun yg ada bolongan pas di belahan serambi lempit meski tidak terlalu besar. Saya pun segera mengambilnya.

Saya pun segera menurunkan celana luar saya, berikutnya celana dalam warna pink yg saya pakai dari rumah saya lepas juga dan saya berikan ke Pak Bob.

Pak Bob segera mengambil celana dalam saya tersebut dan sempat menciuminya.

Saya pun tersenyum.

Saya:” Gimana Om? Ada bau serambi lempit saya nempel di cangcut?

Pak Bob:” wes, sedap hahahaha”

Saya segera memakai CD merah yg ada belahan di tengahnya tersebut.

Setelah semua selesai saya segera keluar dari ruangan yg cukup sempit tersebut.

Kemufian Bu Heti diminta Pak Bob masuk.

Pak Bob sempat menepuk pantat Bu Heti saat dia masuk, yg tentu saja membuat Bu Heti serambi lempitik sedikit kaget kebetulan terlihat beberapa pengunjung baru yg berdatangan ikut menyaksikan kejadian tersebut.

Cukup lama saya menunggu Bu Heti dan Pak Bob keluar. Hampir membuat saya bosan.

Sekitar 30 menitan tampak Pak Bob keluar duluan diikuti Bu Heti. Saya perhatikan jilbab Bu Heti sedikit kusut, dari sela bibirnya tampak sesuatu berwana putih yang sudah sedikit mengering, saya sudah bisa menebak apa yang terjadi.

Pak Bob:” Sayang, kamu bawa mobil sendiri” Pak Bob bertanya kepada saya.

Saya:” Ia Om saya bawa mobil sendiri”

Pak Bob:”Kalau begitu kalian ikuti saja mobil saya, kita berangkat ke Hotel”

Saya:” Ok Om”

Segera Pak Bob membayar belanjaan kami. Kami mengikutinya hingga akhirnya dia menuju mobil Pajero milik, saya lihat Cuma ada sopir di dalamnya, tidak tampak bodyguard Pak Bob.

Saya dan Bu Heti segera naik ke mobil dan mengikuti ke mana mobil Pak bob melaju.

Di dalam mobil saya berbincang dengan Bu Heti.

Saya:” Bu koq tadi lama sekali? Apa yang dilakukan Pak Bob ke Bu Heti?

Bu Heti sedikit menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan saya.

Bu Heti:” Di dalam Saya disuruh mengganti cangcut neng, sama cangcut yang ada lubang ditengahnya, lubangnya pas di belahan serambi lempit”

Saya:” Kalau itu saya pun sama Bu, Pak Bob meminta saya mengganti cangcut yang saya pakai, sama dengan yang diminta ke ibu, cangcut yang ada lubang di tengahnya, tapi koq ibu lama sekali?

Bu Heti:” Jadi neng, setelah saya mengganti cangcut saya Pak Bob meminta saya menghisap rudalnya”

Saya:” Oh pantesan, ada sedikit bekas putih di bibir kamu Bu” Sambil telunjuk saya menunjuk ke bibir Bu Heti.

Bu Heti sedikit kaget, dan melihat ke atas kaca spion, dan kemudian mengelapnya dengan tisu.

Saya:” Jadi tadi di isep terus keluar di mulut kamu Bu?

Bu Heti:” Ia, tapi tak cuma minta diisep, paling saya isep Cuma 5 menittan, terus dia minta saya nungging, dan rok saya diangkatnya, cangcut saya tidak dilepas Cuma dipinggirkan, dia masukan rudalnya ke serambi lempit saya”

Saya:” Oh, jadi tadi Bu Heti sempat dientot Pak Bob?

Bu Heti:” ia neng, saya dientot hampir 30 menitan, terus dia keluarkan pejunya di mulut saya”

Saya:” Dia berarti sudah betul-betul gak sabar buat gagahin kamu Bu” Saya lihat mobil Pak Bob berbelok di sebuah Hotel.

Saya segera membelokan mobil saya mengikuti dari arah belakang.

Kami pun segera mengikuti Pak Bob menuju ke sebuah kamar, kamar jenis suite family Room yang cukup besar, tersedia dua buah bed berukuran besar ada sofanya juga, walau ruangan ini tidak sebesar ruangan ketika pertama kali saya dibooking Pak Bob.

Saya segera sms suami mengabari bahwa saya dan Bu Heti sudah bersama Pak Bob.

Segera suami saya membalas sms saya dan meminta saya untuk tidak lupa dengan rencana yang sudah kita susun.

Saya segera duduk dengan Bu Heti di atas sofa, sementara saya lihat Pak Bob masuk ke dalam kamar mandi.

Bu Heti:” Neng, saya koq jadi deg-degan”

Saya:” Saya juga pertama dulu begitu bu, tapi seharusnya ibu sdh bisa juga, toh di mall tadi ibu sudah disetubuhi sama Pak Bob”

Bu Heti sejenak terdia , mungkin benar juga pikirnya, kenapa mesti deg-degan, toh dia sudah disetubihi Pak Bob waktu belanja tadi.

Bu Heti:” Ia juga, tapi gak tau dech, tetap dag-dig-dug neng”

Saya:” Santai saja” Saya lihat Pak Bob duduk dihadapan kami.

Pak Bob menepuk sofa di samping kirin dan kanan meminta kami berdua duduk disampingnya.

Segera kami berdua berdiri dan duduk disamping kiri dan kanannya.

Pak Bob:” Gak sangka saya bakal diapit dua pelacur berjilbab” Pak Bob melecehkan kami berdua.

Tangannya mulai menggerayangi paha kami.

Tiba-tiba dia menarik kepala saya, dan mencium bibir saya, kami saling berciuman dan lidah kami saling bertautan.

Saya:” oh, emmmph, cuap,slrup” lidah saya mengihsap lidah pak Bob, lidah kami saling membelit.

Tanggan Pak Bob mengerayangi susu saya dan meremas-remasnya dan luar baju saya.

Pak Bob meminta Bu Heti untuk memberinya blow job.

Pak Bob segera melepas piyamanya dan telanjang bulat diantara dua perempuan berhijab.

Bu Heti segera berjongkok di antara 2 kaki pak Bob dan mulai menjilati rudal Pak bob.

Pak Bob sudah membukan baju saya dan menjatuhkannya di lantai, dia menuruhkan cup bh saya dan mulai menjilati puting susu saya.

Slrup…slrupp…

Saya:” Akh om, enak banget” Asi saya mulai mengalir dan dihisap makin kuat oleh pak Bob.

Pak Bob menaikan kain hijab saya dan mulai menjilati leher saya sampai ke telinga dan memberi beberapa cupangan di leher saya.

Saya:” oh Om, geli”

Sementara Bu heti semakin bersemangat menjilati dan menghisap rudal Pak Bob.

Kadang-kadang di hisapnya tepat di mulut rudal pak Bob sampai Pak Bob kegelian.

Saya:” Gimana Bu, gede banget kan rudal Om Bob”

Bu Heti:” ia neng, kirain rudal suami eneng sudah sangat gede ternyata rudal Om Bob lebih gede lagi juga lebih panjang”

Pak Bob tampak bangga dipuji oleh Bu heti.

Kadang kepala Bu heti ditekannya kuat-kuat supaya bisa semaksimal mungkin memasukan rudalnya ke mulut Bu Heti.

Ada beberapa kali Bu Heti sempat tersedak.

Pak Bob mengajak kami untuk pindah ke atas ranjang.

Pak Bob segera tiduran terlentang di atas kasur, Bu Heti berada diantara dua kaki Pak Bob dan kembali menjilati rudalnya.

Pak Bob:” Dewi sayang, kamu duduk di muka saya”

Saya mengerti kemauan Pak Bob yang ingin menjilati serambi lempit saya, saya segera melepas celana panjang saya tanpa melepas cangcut saya dan segera berjongkok di depan wajah pak Bob.

Pak bob segera membenamkan wajahnya dan mulai menjilati serambi lempit saya melalui lubang di cangcut saya yang tepat di belahan serambi lempit saya.

Slrup..slrup…

Saya:” Akh Om, lidah om masuk serambi lempit aku”

Pak Bob semakin bersemangat saja, tangannya meremas-remas gemas pantat aku.

Pak Bob:” Dewi, lepas cangcut kamu, biar saya leluasa jilatin serambi lempit kamu”

Saya segera melepas cd saya dan melemparnya ke kasur sebelah.

Saya:” Akh, Om masukan yang dalam lidah Om” Lidah pak Bob semakin dalam masuk ke serambi lempit saya.

Saya:” Akh, Om masukan yang dalem, jilatin itil aku juga Om” serambi lempit saya semakin basah, bulu serambi lempit saya tampak mengkilap.

Saya:” Om suka pesta seks gak?

Pak Bob:” Saya sering pesta seks dengan beberapa wanita, ya paling banyak 3 perempun, kalau kebanyakan gua bisa klengger”

Saya:” hehe, kalau dengan banyak wanita, tapi cowoknya juga banyak Om”

Pak Bob:” Saya belum pernah”

Saya:” Tapi om mau gak, kalau misalkan pesta seks dengan banyak cewek tapi cowoknya bukan om saja”

Pak Bob meminta Bu Heti berhenti sejenak, mungkin kegelian.

Pak Bob:” maksudnya gimana? Saya kadang-kadang membayar beberapa cewek untuk menyetubuhi dengan saya sekaligus”

Saya:” Gimana Om, kalau Om ngadain pesta seks orgy gitu pesertanya banyak, kan om punya villa”

Pak Bob:” Hemp, apa istimewanya?

Saya:” Ada tentu istimewanya, kalau Om mau saya bisa aturkan dengan suami saya”

Pak Bob:” maksudnya gimana? Dan suami kamu bisa ikut mengaturnya?

Saya:” Jadi gini Om, kita adain pesta seks, misalnya di villa Om dengan banyak cewek dan cowok, yang istimewa semua ceweknya adalah ibu rumah tangga bukan pelacur seperti yang sering om pakai”

Pak Bob mulai menanggapi serius, sekarang di duduk di pinggir ranjang, dann meminta Bu heti bangun duduk di sampingnya.

Pak Bob:” Wah kalau itu saya tertarik, saya paling suka kalau bisa nidurin bini orang, sensasinya lebih luar biasa”

Saya pun tersenyum dan berjongkok di antara paha Pak Bob dan mulai mengihsap rudal Pak Bob.

Pak Bob:” Heti, kamu lepas baju kamu semua, sisain jilbab kamu saja”

Bu heti menuruti permintaan Pak Bob.

Pak Bob:” Ayo ngangkang di muka saya, saya mau jilatin serambi lempit kamu”

Bu heti segera mengangkang dan berdiri di ranjang dengan selangkangan tepat di depan muka Pak Bob.

Pak Bob segera membenamkan wajahnya di selangkangan Bu heti.

Bu Heti:” Auh, oh…”

Bu heti mendesah saat lidah Pak bob mulaui masuk ke serambi lempitnya dan menjilati serambi lempitnya.

Saya:” Jadi om mau kalau kita ngadain pesta seks?

Pak Bob:” Boleh, pesertanya siapa saja?

Saya:” Saya, Bu Heti, suami saya dan sekertaris suami saya dengan suami dia dan mantan bos suami saya dengan istrinya”

Pak Bob:” kamu dan suami pernah ngadain pesta seks?

Saya:”Belum pernah om, tapi saya pernah main dengan mantan bos suami saya juga suami saya sekaligus”

Pak Bob berhenti menjilati serambi lempit Bu Heti.

Dia nampak sedikit terkejut.

Pak Bob:” Kamu pernah main selain dengan suami dan saya?

Saya menganggukan kepala.

Pak Bob:” tunggu, jangan-jangan suami kamu tahu kalau kamu saya booking?

Saya:” Ia, dia juga ijinnin saya jadi pelacur Om Bob”

Pak Bob tampak semakin kaget.

Pak Bob:” saya gak nyangka ternyata suami kamu tahu kamu jadi pelacur malah memberi ijin”

Saya:” Kemaren sich dia sempaat marah waktu tau om perawanin bool saya”

Pak Bob:” terus selanjutnya bagaimana?

Saya:” Waktu itu saya tidak bicara jujur sepenuhnya sama suami, saya bilang om paksa saya”

Pak Bob:” Kamu benar-benar nakal”

Saya:” Dia ijinin saya dibooking Om Bob dengan syarat saya harus merayu Pak Bob agar mau ngadain pesta seks di villa Om ”

Pak Bob manggut-manggut.

Saya:” Gimana bisa”

Pak Bob:” haha, tentu saja, kalau yang enak begini mana saya bisa nolak”

Saya:” Suami saya juga minta om bawa cewek tambahan buat ramekan acaranya.

Pak Bob:” Siip bisa diatur, kalian atur saja kapannya nanti info ke saya”

Sementara bu heti jugas nampak bengong, karena saya memang belum memberi tahunya pasal pesta seks ini.

Pak Bob kemudian meminta saya untuk mengangkang dan memionta Bu heti untuk menjilati puting susu dia. Bu Heti pun mulai menjilati perut sampai ke dada Pak bob, bu heti semakin lihai tehnik bercintanya semenjak dia mulai melayani Dendi Suami saya.

Pak Bob sudah mengarahkan rudalnya tepat di depan serambi lempit saya.

Pak Bob:” Sekarang kamu telpon suami kamu, kabarin kalau saya sudah deal mengenai pesta seks yang kalian rencanankan, eh jangan telpon video call saja”

Saya:” Apa tidak nanti saja kalau kita sudah selesai menyetubuhi Om”

Pak Bob:” Justru itu saya mau sekarang, supaya suami kamu melihat bagaimana kamu saya gagahi” Saya mengangguk dan mulai menelepon ke suami saya, mudah-mudahan dia tidak sedang meeting, cukup lama sampai akhirnya di angkat. Di layar tampak kepala suami saya.

Saya:” Hallo Pah”

Suami:” Ia mah, ada apah? Suara suami saya sedikit berat, saya sengaja mengarahkan kamera hp ke muka saya supaya suami tidak melihat apa yang sedang terjadi sekarang, sementara Pak Bob belum juga memasukan rudalnya hanya mengesek-gesekan di bibir kemaluan saya.

Saya:” Mamah mau ngabarin kalau, emph, oh” suara saya terhenti karena tiba-tiba Pak Bob mendorong rudalnya hingga masuk semua di serambi lempit saya.

Suami:” Ada apa Mah? Yang jelas”

Saya:” mamah mau ngasih tahu eh, bentar Pah, rudal Om Bob masuk di serambi lempit mamah”

Suami:” Heh, jadi mamah sekarang lagi dientot Pak Bob”

Saya:” Pelan-pelan Om, oh, akh ia Pah, ini mamah lagi dientot sama Om Bob” Pak Bob memenyetubuhi saya dengan frekuensi goyangan yang sangat cepat

Suami:” jadi mamah telpon Papah Cuma mau bilang itu?

Saya:” Emp, bukan Pah, tapi mamah mau ngasih tau Om Bob sudah deal, tinggal papah atur saja kapannya, ia kan Om Bob”Sambil mengarahkan kamera hp ke muka Pak Bob.

Tampak Pak Bob sedang ngos-ngosan.

Pak Bob:” Ia, siapa nama suami kamu? Kamu atur saja, tempat dan biaya lainnya biar saya yang tanggung”

Saya arahkan ponsel agak menjauh sehingga suami saya dapat melihat Pak Bob yang sedang naik menggenjot saya.

Saya:” Gimana Pah keliatan”

Suami:” Apanya?

Saya:” papah nich pake pura-pura, ini mamah yang lagi digagahin om Bob keliatan gak?

Suami:” Oh, kurang jelas mah”

Saya mengarahkan ponsel ke selangkangan saya, saya yakin sekarang cukup jelas rudal Pak Bob yang sedang keluar masuk di serambi lempit saya.

Saya:” Itu lihat rudal Om Bob lagi keluar masuk serambi lempit mamah Pah, kalau mau jelas nanti kita di villa”

Suami:” Ia Mah” Suara suami saya sedikit agak berat

Saya:” Papah lagi ngapain?

Suami saya tampak menarahkan posisi ponsel ke bawah, saya sangat terkejutg, tampak seorang perempuan sedang menjilati rudal suami saya. Saya yakin betul itu bukan Ida.

Dalam hati siapa lagi ini yang diembat suamiku. Timbul sedikit rasa cemburu dan hati sedikit panas. Akhirnya saya panasin saja suami saya.

Saya:” Oh Pah, rudal om Bob gede banget, lebih gede dari rudal Papah, oh yess om terus percepat” Sambil kamera saya arahkan ke muka saya yang masih mengenakan hijab, saya yakin suami dapat melihat wajah saya yang lagi sange.

Suami:” Oh…mamah semakin nakal ya, lagi melacur video call sama Papah” Tampak suami saya malah makin terangsang jadinya.

Saya:” Papah nanti harus liat langsung bagaimana perkasanya Om Bob gagahin mamah”

Tiba-tiba Pak Bob mencabut rudalnya dan menyuruh Bu heti untuk terlentang.

Bu Heti segera terlentang, saya sekarang mengarahkan kamera ke arah Pak Bob dan Bu heti.

Saya:” Tuch liat Pah, istri Papah yang lain juga mau dientot sama Pak Bob”

Saya lihat Pak Bob memegang kedua betis Bu heti dan mulai memasukan rudalnya ke serambi lempit Bu Heti.

Saya arahkan kamera ke selangkangan mereka.

Saya:” Lihat Pah, serambi lempit Bu heti sudah dimasukin rudal Om Bob”

Bu Heti:” Ah, oh empph”

Saya:” Gimana Bu Enak rudal Pak Bob?

Bu Heti:” Ia neng, besar banget rudal om Bob, serambi lempit saya sampe perih”

Saya:” Tuch kan Pah, bu Heti saja sampai kesakitan serambi lempitnya di masukin rudal Om Bob”

Saya lihat wajah suami saya semakin memerah, napasnya ngos-ngosan.

Saya:”rudal Papah sudah masuk belum ke cewek tadi?

Suami:” Sudah mah”

Saya:” Siapa dia Pah, mamah baru liat pertama kali orangnya”

Suami saya tidak menjawab Cuma kelihatan mukanya yang sedikti bergoyang maju mundur.

Pak Bob terlihat melambaikan tangannya meminta saya mematikan video call kami.

Saya segera menutupnya.

Pak Bob:” Dewi sayang, kamu jilatin anus aku ya”

Saya sedikit terkejut, tapi segera rebahan dan menjilati pantat pak Bob yang sedang memenyetubuhi Bu Heti.

Pak Bob:” Kalian berdua nungging, saya mau entot kamu bergantian”

Saya dan Bu heti segera menungging.

Bu heti:” Saya lemes neng, saya udah keluar dua kali”

Saya:” Masa Bu Enak dong,hehe, aw, pelan om, rudal om itu gede” saya kaget karena Pak Bob tiba-tiba memasukan rudalnya.

Pak Bob segera menggenjot saya, tangannya sambil meremas-remas dan kadang menepuk pantat saya.

Plok plok plok plok plok plok plokkkk..

Saya:”Uhh enakk uhhhh ohh ohhh ohhh.ohhh Shhh gede banget Om Bob !! Uhh uhh enaakkkk..” Tangan Pak Bob beralih meremas susu saya.

Plok plok plok plok plok plok plok plokk..

Saya:”Enaaaaakkkk anjjiinggggggggg ahh ahhh ahhhhhh ahhhhh..” Saya pun orgasme

Plokk plokk plokk plokkk plokkkk plokkkk

Mengetahui saya yang sudah orgasme, Pak Bob segera memindahkan rudalnya ke serambi lempit Bu Heti.

Bu Heti:”OHHH SHHH OHHH HOHHHH SHHH” sambil melihat ke belakang ke arah Pak Bob.

Plok plok plok plok plok

Plok plok plok plok plokk

OKHHHH.. Gusti..

Plok plok plok plok plok plokkkk

OKHHHH GUSTII… SHHH..

PLOK PLOK PLOK PLOK PLOKKK..

OKHHHH… Bu Heti mulai kehilangan kendali tanpa sadar ia berucap “Okhh rudal Om Bob luar biasa”

AKKHHHHH…”

Plok plok plok plok plok plok plok plok plok plokk..

AAA!!!!!!! SHHHHHHH

PLOK.PLOK PLOK.PLOK PLOK PLOK

Uhhhhhhh..

Bu Heti:”Enak banget enak enak enak ahhh enak ahhhh” plok plok plok plok, bu Heti langsung menelungkup tanda sudah orgasme dan kelelahan.

Dalam hati saya luar biasa si Pak Bob pasti dia pakai obat kuat.

Tiba-tiba Pak Bob menindih saya dan bless, rudalnya melesat ke dalam serambi lempit saya yang sudah sangat basah.

Saya:” Akh, ukkhh, ayo om ewe lagi Dewi, bikin dewi orgasme lagi” Pak Bob semakin cepat menggenjot saya. Dia mencium bibr saya, saya segera menerima bibirnya kami saling berciuman dan lidah kami saling melilit. Saya tahu sebentar lagi Pak Bob bakal orgasme.

Saya:” Uh,oh ohoh, enak banget di ewe rudal gede, ayo Om kita keluarin bareng”

Plok,plokplokplok pangkal paha kami saling beradu.

Pak Bob:” Gua gak tahan akh hosss”

Saya:” Aw, barengan om”

Croor…croot berkali kali rudal Pak Bob berkedut-kedut memuntahkan isinya di dalam serambi lempit saya.

Pak Bob:” Bunting kamu pelacur oh…” Sambil menekan rudalnya dalem-dalam.

Saya:” Ah, saya keluar” cairan saya pun menyemprot begitu peju pak Bob menembak di serambi lempit saya.

Pak Bob segera berguling di samping saya sambil ngos-ngosan.

Saya:” Stamina Om Bob kuat banget ya, padahal sudah tua bangka,hehe”

Pak Bob:” Kurang ajar kamu berani sebut saya tua bangka, saya bikin kamu gempor nanti haha”

Saya:” Siapa takut” Pak Bob tiba-tiba mengihsap susu saya. Hanya sedikit asi yang keluar.

Pak Bob:” Susumu kempes sayang”

Saya:” ia om, om remas-remas terus dari tadi jadi asinya banyak terbuang, saya harus makan dulu biar terisi lagi” sambil mengusap-usap kepala Pak Bob yang masih mengeyot puting susu saya.

Saya lihat bu Heti terkapar kelelahan di samping Pak Bob.

Pak Bob sambil melepas kenyotan mulutnya di susu saya:” Kita istirahat dulu , saya juga capek”

Saya:” Om Pakai obat kuat ya”

Pak Bob:” Enak saja, saya memang kuat dari sononya” saya tidak percaya, saya yakin dia tidak mau mengaku.

Saya:” Hemmp, biasanya aki-aki kayak om, aling dua kali goyang udah muncrat”

Pak Bob:” Jangan samakan saya dengan yang lain, ngomong-ngomong siapa yang sama suami kamu tadi? Sekertarisnya?

Saya:” Bukan om, saya juga gak tahu”

Pak Bob:” Wah, saya gak nyangka, ternyata kamu dapat suami yang gak lebih baik dari saya, haha”

Saya:” Enak aja, yang penting saya cinta sama dia, om sich sudah tua, mungkin kalau masih muda pasti saya juga tetap gak mau om nikahin, haha, Bu heti tidur ya”

Pak Bob:” Haha, ia kayaknya sudah tidur, kamu harus banyak ajarin dia, biar lebih binal lagi, haha”

Kami pun akhirnya tertidur.

Mungkin sekitar satu jam saya tertidur, saya lihat di ranjang tinggal saya seorang.

Saya segera bangun, saya lepas hijab saya dan menuju kamar mandi, baru mau saya buka, pintu kamar mandi terbuka dan bu Heti keluar dari kamar mandi, wajahnya sedikit pucat.

Saya:” Bu Heti sudah mandi”

Bu heti:” Ia neng, saya rapi-rapi duluan ya, saya juga disuruh bangunin neng, eh ternyata neng sdh bangun”

Saya:” memang kenapa Bu?

Bu Heti:” neng di tunggu pak Bob di kamar mandi, dia belum keluar lagi, tadi dia habis menyetubuhiin saya, malahan dia paksa saya masukin di bool saya, sampai sakit neng”

Sambil menahan tawa.

Saya:” hemp, saya juga pernah ngalamin bu, ya sudah ibu siap-siap, saya maul layanin Pak Bob dulu”

Saya segera masuk ke kamar mandi”

Tampak Pak Bob sedang rebahan di bathub dengan air hangat. Segera dia bangun, rudalnya mengacung keras.

Saya:” Upps, om itu kanjut sudah ngacung aja kayak tiang listrik” sambil menutup bibir saya pura-pura kaget.

Pak Bob:” Saya belum puas dengan baby sister kamu, sekarang kamu harus puaskan saya” Sambil merangkul saya, sebelah tangannya meremas-remas pantat saya.

Saya disuruh menungging sambil berpegangan ke westafel yang di depannya ada kaca cukup besar.

Saya pun segera menungging. Pak Bob sudah meletakan rudalnya di depan anus saya.

Dan bless…. rudal Pak Bob masuk ke anus saya tanpa pelicin, rasanya sesak tapi tidak terlalu sakit seperti pertama dulu.

Dengan memegang pinggul saya, pak bob mulai menggenjot rudalnya dari belakang.

Saya:” Akh,ouhuhu, gede banget om, sesak bool aku”

Pak Bob semakin bersemangat ploook,plllokk pangkal pahanya membentur pantat saya.

Saya:” oh, yess, nikmat anjing, aw, ewe bool aku om”

Pak Bob:” Bool kamu masih saja sempit, rasakan nich rudal gua” Plokplokplok

Saya:” Hmmmm shhhh hmmmm ohhh mmm” semakin cepat pak Bob menggenjot Pantat saya.

Plok plok plok plok plok plok plokkkk..

Saya:”Uhh enakk uhhhh ohh ohhh ohhh.ohhh Shhh !! Uhh uhh enaakkkk Om..”

Plok plok plok plok plok plok plok plokk..

Saya:”Enaaaaakkkk Bob anjjiinggggggggg ahh ahhh ahhhhhh ahhhhh..”

Pak Bob tidak marah saya katain begitu.

Plokk plokk plokk plokkk plokkkk plokkkk

“Teruss … Teruss.. Terusss setan” dan saya pun mengejang, saya tidak menyangka akan orgasme ketika bool saya diewe pak Bob.

Lutut saya terasa gemetaran. Pak Bob membirkan saya terduduk.

Pak Bob kemudian menuntun saya untuk naik ke atas bathub.

Pak Bob segera rebahan.

Pak Bob:” kamu naik di atas saya”

Saya segera mengerti dan mengangkangi Pak Bob. Saya pegang rudalnya dan saya arahkan ke serambi lempit saya. Bless…

Saya:” Aw,uhuhu nikmat om, gede banget” saya pun segera naik turun di atas rudal pak Bob.

Sementara pak bob mengimbangi dari bawah. Kami pun menyetubuhi di dalam bathub yang berisi air hangat.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikiran saya.

Saya:” Om boleh tidak saya telpon suami saya sambil saya dientot om”

Pak Bob:” Boleh, biar dia tahu bagaimana saya puasin kamu, biar saya kosongkan bak nya”

Saya segera turun dan keluar kamar mandi untuk mengambil HP.

Saya lihat Bu heti sudah rapi dan duduk di sofa sambil menonton tv.

Dia sempat melihat saya, tapi saya segera kembali ke dalam kamar mandi.

Saya lihat bak sudah kosong, saya segera naik kembali dan kembali mengangkangi paha Pak Bob.

Sekrang Pak Bob yang mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya. Sata saya turunkan pantat saya, bless kembali rudal pak bob tenggelam ditelan serambi lempit saya.

Saya segera menelepon suami saya, saya hendak memanas-manasi dia, saya pun merasa sedikit panas melihat suami saya sdh dapat gebetan baru lagi.

Saya sengaja melakukan panggilan biasa saja bukan video call seperti sebelumnya karena tidak efektif juga dan malah sedikit menyusahkan.

Kali ini cepat sekali suami saya mengangkat panggilan saya.

Suami:”Hallo Assalamuallaikum Mah”

Saya:” ia Pah, papah lagi di mana? Suara saya pasti terdengar berat.

Suami:” Di kantor ini mah”

Saya:” gak lagi meeting empp Pah” sementara pak bob menggenjot saya dari bawah dengan semakin cepat.

Suami:” Sendiri di ruangan mah, kamu masih menyetubuhi ya, suara kamu berat”

Saya:” Ia Pah, ini di kamar mandi rudal om Bob lagi mengaduk-aduk serambi lempit mamah, penuh banget pah”

Plok plok plok, saya yakin suami saya dapat mendengar suaranya dengan cukup jelas.

Suami:” Hemp, belum selesai dari tadi mah?

Saya:” Sudahlah Pah, tadi sempat tidur dulu, sekarang mamah diewe lagi sama Om Bob, tadi malah mamah dibool lagi sama Om Bob Pah”

Suami:” bentar Mah, Papah ke kamar mandi dulu”

Saya:” Oh, om entot yang kenceng, aku mau keluar lagi” Pak Bob semakin mempercepat entotannya.

Saya:” Pah, papah sudah di kamar mandi, papah pasti lagi kocok rudal ya?

Suami:” ia mah, eh,emph”

Saya:” Pah siapa sich cewek yang papah entot tadi”

Suami:” Ada dech, nanti papah ceritain, oh”

Pak Bob tiba-tiba berhenti dan meminta saya turun, padahal saya hampir saja orgasme.

Saya:” Ah, om kenapa?

Pak Bob:” Kamu isep rudal saya, saya gak mau buru-buru keluar, saya masih mau nikmatin ngewe kamu lebih lebih lama” Tampaknya pak Bob tadi juga hampir keluar.

Saya segera berjongkok lagi dan mulai memasukan rudal pak bob ke mulut saya.

Suami:” Ada apa mah?

Sambil mengeluarkan rudal Pak bob dari mulut saya, saya pun menjawab pertanyaan suami saya.

Saya:” Ini Pah, Om Bob minta berhenti dulu, minta diisep sekarang, ya udah mamah isep saja rudalnya, gede banget Pah”

Tak terdengar komentar suami saya, palingan dia lagi asyik ngocok.

Saya ludahin rudal Pak Bob dan kembali saya masukan ke mulut saya.

Sluuruuup slruuuup slruuup saya lakuakn berulang kali.

Pak Bob:” Kamu nungging wi, saya mau ewe kamu dari belakang”

Saya segera menungging dan berpegangan di ujung bathub. Bless rudal Pak Bob kembali masuk ke serambi lempit saya.

Saya:” Aw, ohoho enak, Pah rudal om bob masuk lagi ke serambi lempit mamah”

Tak terdengar lagi komentar suami saya.

Plookkk ploook ploook Pak bob menggenjot saya dengan sangat kuat…

Saya:” Akh, akh, akh Pah tolong enak banget, tolong mamah digagahin pak Bob”

Pak Bob:” Hey, siapa nama suami mu sayang” Pak Bob menanyakan nama suami saya.

Saya:” oh, Dendi om, Nana Dendi Supriatna, biasa dipanggil Dendi”

Pak Bob:” Dendi, kamu boleh nikahin Dewi, tapi saya tetap bisa dapetin serambi lempitnya, saya bakal pejuhin serambi lempit istrimu” Pak Bob mengejek suami saya. Dia semakin kuat memenyetubuhi serambi lempit saya.

Saya:” Akh Pah, tolong serambi lempit mamah mau dicrootin ini Pah”

Suami:” Akh, papah keluar, gila kamu pelacur binal mah” terdengar suami saya mengumpat sepertinya di keluar.

Tak lama Pak bob pun mengejang, sambil menarik pinggul saya supaya rapat dengan pantatnya.

Plook ploook plokkk

Pak Bob:” Akh saya keluar” Sambil menekan rudalnya dalam-dalam.

Crooot crottt crooot beberapa kali tembakan pejuhnya muncrat diserambi lempit saya, dan seketika saya pun ikut orgasme pula.

Saya:” Pah, ini pak bob nakal buang pejuhnya di serambi lempit mamah, entar kalau hamil bagaimana?

Suami:” hemp, mamah gak ada kapok-kapoknya ya, biar nanti malam papah tambahin serambi lempit mamah dengan pejuh papah” dan klik suami saya menutup telpon saya.

Saya dan Pak Bob terengah-engah. Saya sudah telungkup sementara Pak bob memeluk saya dari belakang.

Saya:” om cabut rudalnya, saya mau pipis” saya merasakan dorongan untuk kencing.

Pak Bob tidak segera mencabut rudalnya malah menggoyangkan rudalnya yang memang masih sedikit menegang.

Saya:” Akh, om lepas dong rudalnya malah digoyangin gini”

Pak Bob:” kalau kamu mau pipis, pipis saja”

Saya:” tapi ini tersumbat, gak nyaman hehe”

Pak Bob pun bangun dan terlepaslah rudalnya.

Saya segera turun dari bak mandi.

Plok plok pak Bob menapar pantat saya.

Saya:” Aw, omo ini tau orang kebelet”

Segera saya jongkok menghadap pak Bob.

Dan weeesh saya pun kencing di depan Pak Bob.

Pak Bob:” kamu betul-betul nakal Dewi, saya gak nyangka juga kamu jadi begini haha”

Saya:” Cukup dengan Om Bob saja saya jadi pelacur, tidak dengan yang lain Om”

Pak Bob:” masa?

Saya:” Takut ah, entar kena penyakit”

Pak Bob:” memang kamu tahu saya tidak penyakitan”

Saya:” Emang om penyakitan”

Pak Bob:” Kalau saya penyakitan mudah sange saja”

Saya:” haha, om bisa saja saya juga sama penyakitnya mudah sange”

Pak Bob:” Ayo kita mandi”

Kami pun segera mandi, saya tidak enak sama Bu heti yang pasti sudah menunggu.

Pak Bob kembali mengajak saya ngobrol, sambil tangannya menyabuni tetek saya.

Pak Bob:” Sayang, nanti kamu mau gak digangbang kalau kita pesta seks di puncak nanti”

Saya:” Pelan om remasnya, nanti saya sange lagi” Sambil tangannya menyabuni rudal om bob yang sudah layu tapi masih nampak besar.

Saya:” Saya tanya suami om boleh apa nggak kalau saya digangbang”

Pak Bob:” Saya mau semua perempuan yang ikut nanti harus kena gangbang, haha, namanya juga pesta seks bukan swinger”

Saya:” Sudah ah, jangan ngomongin itu dulu om, pokonnya nanti om Pasti Puas ada dua cewek montok, Mbak Diah yang keturunan arab dia istri bekas bos suami saya dan Si Ida sudah muda montok banget om, saya saja suka ngiri dan cemburu sama suami saya dia ngebet banget sama si Ida”

Pak Bob:” Saya jadi gak sabar ini”

Saya pun segera menyelesaikan mandi tidak ada lagi acara menyetubuhi walau sempat rudal pak Bob sedikit menegang.

Setelah Pak Bob mentransfer bayaran ke rekening saya, saya dan bu heti segera meninggalkan hotel tempat kami dibooking pak Bob.

Bersambung… Cerita yang lain dulu sebelum malam di puncak.

Seperti biasa pagi itu saya pergi ke kantor. Saya sudah berdamai dengan Dewi istri saya, bahkan yang lebih gila saya mengijinkan kembali Dewi untuk dibooking Pak Bob.

Jam 8 Saya sudah tiba di kantor. Saya segera larut dengan pekerjaan saya, terutama pagi-pagi banyak dokumen yang harus ditanda tangani. Tiba-tiba ponsel saya berbunyi dan muncul WA dari Ida. Ida minta izin tidak masuk kerja karena sakit.Segera saya balas dengan ucapan cepat berobat dan semoga lekas sembuh.

Saya pun kembali melanjutkan pekerjaan saya. Mungkin sekitar satu jam saya hanya menanda tangani berkas yang memang begitu menumpuk, selesai menanda tangani berkas tiba-tiba terbersit dalam pikiran saya kenapa saya tidak menjenguk Ida, padahal bukan saja Ida adalah PA saya tapi juga sudah lebih dari sekali kami melakukan hubungan badan.

Akhirnya saya putuskan untuk ke Rumah Ida.

Saya pun segera berkemas dan memberi tahu kepada anak buah yang lain bahwa saya pulang dulu ke rumah ada urusan penting, sengaja saya tidak berterus terang karena tentu akan menimbulkan kecurigaan dari yang lain, baru seklai tidak masuk kerja Ida sudah saya tengokin.

Saya pun segera memacu mobil saya menuju daerah jatinangor. Saya pun tiba di halaman Rumah Ida. Suasana terlihat sepi, mudah-mudahan suami Ida sedang tugas siang, saya memang sengaja tidak memberi tahu Ida mau datang, sengaja mau buat kejutan biar dibilang perhatian. Saya pun sempat mampir di mini market untuk membeli Apel.

Saya pun segera mengetuk pintu Rumah, tak lama pintu terbuka, saya sediit terkejut karena yang membuka pintu ternyata suami Ida yang bernama Wilton. Si Wilton badannya memang kekar dan jauh lebih tinggi dari aku, ya wajar dia seorang security, tapi kalau wajah sich biasa saja khas orang timor.

Wilton:” Eh Pak Dendi, silahkan masuk Pak” Witon langsung mempersilahkan masuk, kami memang sudah saling kenal waktu sama-sama hadir di acara perpisahan pak Fadli dulu.

Saya:” Ia pak” saya agak gugup karena saya kira suami Ida tidak ada di rumah.

Wilton:” Duduk Pak, jangan berdiri saja”

Saya pun segera duduk.

Wilton:” Tunggu sebentar pak biar saya suruh Titin buatin minum dulu, teh atau kopi?

Saya:” Gau perlu repot-repot pak, tapi bolehlah, teh tawar saja pak”

Wilton pun pergi ke dapur.

Tak lama dia sudah kembali lagi dan segera duduk di sofa yang berhadapan dengan saya.

Saya:” Maaf pak, saya dapat informasi dari Ida, katanya dia sakit, jadi saya menjenguk ke sini, teman-teman mau ikut semua tadi tapi karena lagi pada sibuk mau ada audit jadi saya sendiri yang datang” (saya sedikit berbohong)

Wilton:” Ia pak, agak demam dia tadi malam, tapi sekrang sudah enakan, sudah tidak demam lagi cuma butuh istirahat, sudah saya bawa ke klinik tadi pagi”

Saya:” Wah syukurlah kalau tidak parah”

Tak lama Titin datang dan menaruh dua gelas minuman di meja dan segera pergi lagi.

Wilton:” Silahkan di minum pak”

Saya pun mengangguk dan segera meminum teh yang sudah disajikan.

Wilton:” mari pak ke kamar saya kalau mau lihat Ida”

Saya:” Biar saja pak, takutnya mengganggu, biar bu Ida istirahat, berian saja ini dari teman-teman, bagus untuk yang lagi sakit makan buah-buahan”

Sambil menyerakan bawaaan saya.

Wilton segera menerimanya.

Wilton:” Tidak apa pak, Ida juga tidak sedang tidur, tadi lagi nyusui anak saya, ayo pak, pasti dia senang kalau dijenguk sama bapak” Sambil tersenyum penuh arti sama saya dan segera pergi masuk ke kamarnya.

Akhirnya saya pun mengikuti wilton dan menunggu dulu di depan pintu sambil menunggu dipersilahkan masuk.

Terdengar suara Ida dari dalam.

Ida:” Masuk pak Dendi”

Wilton:”Ia mari pak, lagian saya mau pergi dulu, biar bapak temani dulu istri saya”

Saya pun segera masuk dan tampak Ida, tidak mengenakan hijab, rambutnya sedikit berantakan dan memakai selimut disebelahnya anaknya tampak tertidur.

Padangan saya sedikit teralihkan ke sebuah benda dengan bantal Ida. Tergolek sebuah BH berwarna merah, yang saya yakin milik Ida, berarti di sendang tidak menggunakan BH, pikiran mesum langsung memenuhi otak saya.

Wilton:” Duduk Pak, sambil mengambil sebuah kursi dari pojokan”

Ida:” Ia Pak Dendi malah bengong gitu, entar ke sambet” sambil tangannya mengambil bh yang ada di sebelah bantalnya.

Saya pun segera duduk di kursi yang sekarang tepat menghadap ke Ida.

Wilton:” Mamah sich, itu bh di mana saja, simpen gih malu sama Pak Dendi”

Ida pun segera memasukan bh nya ke dalam selimut.

Ida:” Hehe maaf Pak Dendi, ini nich suami saya, istri lagi sakit aza tadi pagi minta nyusu, jadi saya lepas kutang saya tadi”

Saya terhenyak Ida berani benar, walau saya juga tahu suami Ida sudah tahu saya sudah pernah menyetubuhi istrinya.

Suaminya hanya tersenyum saja.

Wilton:” Pak saya tinggal ya, mungkin agak lama, 2 jam-an saya mau servis motor dulu”

Saya:” Kalau gitu saya pamit saja pak” saya merasa tidak enak.

Wilton:” Tidak apa pak, bahkan bagus ada bapak yang jagain istri saya, mah kamu papah tinggal dulu ya, sudah baikkan?

Tanpa menunggu jawaban dari saya.

Ida:” Ia Pah, biar mamah ditemenin Pak Dendi, udah sehat koq mamah tadi kan sudah disuntik sama dokter”

Saya:” Beneran nich Bu ida sudah sehat, saya gpp nunggu di sini?

Ida:” Ia, malah dijenguk pak Dendi mamah makin sehat pah, pak Dendi sdh kayak dokter saja, Cuma dateng bikin mamah jadi sehatan, kalau belum sembuh juga nanti mamah minta suntik saja sama Pak Dendi hehe”

Wilton:” Saya tinggal ya Pak, kalau istri saya masih belum sembuh bapak suntik saja” Sambil tersenyum penuh arti sama saya dan tanpa menunggu jawaban segera pergi keluar kama.

Saya mulai paham sepertinya Wilton sengaja membiarkan saya berduaan dengan istrinya si Ida.

Setelah suaminya pergi Ida pun bangun dan duduk, saya melihat susunya yang besar dari balik baju tidurnya yang warna pink, jelas sekali dia memang tidak menggunakan bh.

Ida:” Sayang koq gak kasih tau mau nengok aku ke sini”

Saya:” Hehe,ia mau kasih kejutan, sama khawatir tapi syukur kamu sudah sehat”

Ida:” Mau nengokin apa mau nindihin aku?hehe”

Saya:” Hush, saya beneran mau nengokin kamu, saya khawatir tadi sakit kamu parah”

Ida:” Gpp, Cuma demam biasa, gak tau mungkin karena mandi malem-malem jadi masuk angin”

Saya:” Koq bisa mandi malem-malem? Sambil berpindah duduk, sekarang saya duduk dipinggir kasur.

Ida:”hem, biasa habis ngasih jatah ke suami,hehe”

Saya:” kalau ngasih jatah ke aku bisa sayang, hehe? Sambil tertawa mesum.

Ida:” Haha, bisa sayang, kan suami aku juga bilang kalau aku belum sembuh kamu suntik aza”

Saya:” Suntik pakai apa sayang”

Ida:”Uh…Pakai rudal kamu sayang” Sambil membuka selimutnya, ternyata bawahannya ida cuma pakai celana dalam berwarna merah saja , ida lalu mendekat ke saya, saya segera memeluk Ida dan kami berciuman….

Muaaaach, slruuup, sluruuuplidah kami saling bertautan, tangan saya segera mengerayangi tetek Ida yang dari tadi sudah menjadi perhatian saya.

Ida:” Aw, pelan remasnya sayang” sambil menarik saya ke atas ranjang lalu ida menindih saya.

Saya:” Sayang pindahin dulu anak kamu, nanti ke ganggu, dan biar aku gak dapat peringatan dari Admin libatin anak-anak”

Ida pun memindahkan anaknya yang lagi lelap tidur sedikit menjauh.

Ida kembali menindih saya dan kembali kami berciuman, saya pun meremas-remas pantat montok Ida.

Ida:” Akh, kamu nakal sayang, aku ini istri orang, koq pantat aku kam remas-remas…

Plak…plak…plak….aku tampar beberapa kali pantat Ida yang Cuma pakai cd aza.

Ida:” Uh nakal kamu, awas ya”

Saya:” Kamu yang nakal, aku ke sini kamu Cuma pakai cd doang”

Ida:” Haha, aku tuch habis digrepe-grepe suami aku pas sebelum kamu ngetuk pintu, kalau aku tahu kamu mau kesini aku di balik selimut udah gak pake apa-apa sayang, semua aku lepas” Sambil Ida membuka baju kemeja saya.

Ida lalu menjilati dada saya.

Sluurp..slruuup..

Saya:” Geli sayang” tangan saya mengelus-elus kepala Ida.

Ida turun menjilati perut saya lalu tersenyum dan membuka ikat pinggang saya.

Ida segera melepas celana panjang saya dan menurunkan celana dalam saya.

Ida:” Aku kangen nich rudal kamu udah lama sejak kamu berantem sama istri kamu” sambil memegang rudal saya dan memukul-mukulkan rudal saya ke muka nya.

Ida lalu memasukan rudal saya ke mulutnya dan mulai mengisapnya pelan-pelan.

Slruup…slruupp..

Saya:” Ah, sayang kamu makin pintar, jilatan kamu makin hebat”

Ida:” Tapi belum sehebat Bu Dewi kan sayang? Sambil memasang muka cemberut

Saya:” akh…oh… nikmat sayang, Kamu makin hebat sayang pasti bisa ngalahin Dewi”

Ida menjilati lubang kencing dikemaluan saya, lidahnya mengitari kepala rudal saya.

Saya:” Oh nikmat sayang, suami kamu pasti puas……”

Ida:” Aku belajar dari video bu Dewi, suami aku sich sekarang bilaang puas sayang” lalu kembali melumati rudal saya dan turun sampai ke buah zakar. rudal saya semakin tegak mengacung dengan keras.

Saya:” Oh, sudah sayang aku gak kuat, bisa-bisa aku ngencrot sekarang”

Ida:” Jangan dong sayang, aku mau kamu muncrat di serambi lempit aku”

Aku bangun dan mendrong Ida agar berbaring. Aku segera membuka baju tidur Ida. Tetek Ida yang bergoyang segera aku mangsa.

Aku segera membenamkan kepala ku di payudara ida yang memang sedikti lebih besar dari milik Dewi.

Aku isep puting susunya, saya hanya sedikit asi yang keluar.

Slruup…slruuup….

Ida:” Ah, enak sayang, isep yang kuat”

Saya:” Koq sedikit air susu kamu sayang”

Ida:” Sayang sich telat datangnya, tadi udah diisep anak aku, lalu suami aku”

Tangan saya tidak tinggal diam,segera masuk ke celana dalam Ida dan mulai mengocok serambi lempitnya.

Ida:”Aw…nikmat banget yang, udah basahkan serambi lempit aku”

Saya:” Ia sayang ini udah basah”

Ida:” Ia, tadi juga udah dicolok-colok sama suami aku”

Saya:” Berarti tadi kalian mau menyetubuhi ya?

Ida:” Ia, gara-gara sayang gak jadi, untuk suami aku baik, malah aku dikasihkan untuk kamu gagahin ”

Aku bergeser ke sisi ida karena aku lihat ekpresinya sedikit keberatan karena saya tindihin.

Saya remas-remas susu montoknya dengan gemas.

Ida:” Akh sayang, pelan nafsu amat”

Saya:” Abis susu kamu montok banget sayang tidak rayud” Saya kembali menghisap puting susu Ida, asinya lumayan masih ada keluar walau tidak banyak, sambil aku remas.

Ida:” Aw, pelan sayang kalau kasih cupangan” Saya isap kuat-kuat disekitap puting susunya yang kanan hingga timbul warna merah.

Saya:” Tinggalkan kenang-kenangan buat suami kamu sayang”

Ida:” Kamu nakal sayang, padahal dulu aku benci sama kamu suka godain aku mulu, sekarang malah kamu nodain aku”

Saya:” Mau aku jillat serambi lempitnya gak sayang”

Ida:” harus dong sayang”

Saya segera turun ke selangkangan Ida dan menurunkan celana dalam Ida dan melemparnya ke kursi tempat saya duduk tadi.

Saya segera membenamkan kepala saya di serambi lempit Ida. Slruup…slrupp

Ida:” Oh…nikmat sayang, itil aku isep juga sayang”

Akupun menghisap Itil Ida yang lumayan besar juga biar gak sebesar punya Dewi. Mulut aku belepotan lendir dari serambi lempit Ida yang memang sudah basah dari tadi.

Ida:” oh.. sayang uewnak bangeet, tau gak tadi suami aku juga lagi jilatin serambi lempit aku, eh ada yang ketuk pintuk, gak taunya kamu dateng, makanya aku Cuma pake cangcut doang tadi”

Saya:” Hehe maaf sayang, tapi kan sekarang aku gantiin yang jilatin serambi lempit kamu”

Ida:” Ia sayang, aw lidah kamu panjang juga ya sayang kayak rudalnya hehe”

Saya sekarang memasukan dua jari saya ke serambi lempit Ida dan mulai mengocoknya.

Ida:” Akh, udah sayang , colok pakai rudal aza” Ida menahan gerakan tangan saya.

Saya segera memposisikan rudal saya tepat di mulut serambi lempit Ida dan mulai menekannya pelan-pelan…bless…plok…plokkk…

Saya segera memegang kedua paha Ida dan mulai menggenjotnya…

Ida:” Akh, aw sayang oh uh nikmat ya gusti ah”

Saya merapatkan badan saya ke Ida dan kami berciuman. Muaacchh, cpoook, cpoook….

Ida:” Tau gak sayang tadi mulut aku juga habis isep rudal suami aku, belum aku cuci”

Sempat aku merasa agak mual, tapi ya sudah tidak peduli lagi kami saling bertautan lidah, saya tetap menggenjot Ida dengan perlahan, takut anak Ida terbangun.

Ida:” percepat sayang akh enak”

Saya:” Takut anak kamu bangun sayang” tiba-tiba suara ponsel berdering, sepertinya dari bawah bantal.

Ida:” Bentar sayang mungkin suami aku” Ida mengambil Hp dari bawah bantal.

Ida:” Suami aku” Sambil menujukan layar hp ke saya dan terlihat tulisan papah.

Saya semakin pelan menggenjot Ida.

Ida:” Assalamuallaikum Pah, masih dibengkel” tak terdengar jawaban karena memang Ida tidak meload speaker hp nya.

Ida:” Udah masuk Pah, papah masih lama, oh ya udah say?Waaliakum salam Pah”

Saya kembali mempercepat genjotan saya… Ploook….ploook…

Ida:” Ah…aw…percepat sayang aku mau dapet”

Saya semakin mempercepat genjotan saya, mudah-mudahan anak Ida tidak terbangun.

Ida memeluk erat saya nafasnya terdengar ngos-ngosan.

Ida:” Aku dapet sayang” tubuhnya mengejang dan tangannya sedikit mencakar punggung saya, agak perih sich.

Ida:” Ah… maaf sayang sakit ya”

Saya:” Dikit” Sambil kembali menggenjot Ida agak pelan sengaja memberi waktu dia istirahat.

Plok-plok….Saya kembali mempercepat genjotan saya, mulut saya sekarang menghisap puting susu Ida agar dia on lagi.

Ida:” Akh…sayang oh…kentot aku sayang, kencengkin aku mau kencing”

Tiba-tiba serrrr terasa hangat di rudal saya.

Saya:” Hah, kamu kencing sayang”

Ida:” Ia maaf sayang habis enak banget sambil diewe terus kencing hehe, gak ketahan beb”

Saya sebenarnya merasa kurang nyaman, tapi melihat wajah ida yang terlihat begitu sange nanfsu saya naek lagi, saya genjot serambi lempit Ida secepat mungkin….

Ploook…ploook…bunyi benturan paha saya dengan pantat semoknya.

Saya:” Sayang tadi suami kamu beneran di bengkel, kirain bohongan”

Ida:” ia, lagi servis kalbulator katanya, memang mau kebengkel tapi nanti sore rencanya..oh terus makin cepat sayang kentot aku”

Saya mulai merasa capek, nafas mulai senin kemis dan rasanya sudah ada yang mendesak diujung rudal saya.

Saya:” Oh sayang nikmatnya jepitan heunceut kamu oh” Ploook…plooookk

Saya:” Hoh saya tadi kamu bilang sudah masuk ke suami kamu maksudnya apah…?

Ida:” Sayang oh..oh dia tanya rudal kamu sudah masuk ke serambi lempit aku, aku bilang ia”

Mendengar itu saya semakin tidak tahan…saya semakin cepat memenyetubuhi serambi lempit Ida.

Ida:” Ah, oohhh, beb kita barengan”

Saya:” Akh…saya keluar sayang” crooot….crooot peju aku muncrat dengan derasnya di serambi lempit Ida.

Ida:” Ahk…saya juga beb…”

Kami terdiam sejenak,badan saya sudah basah dengan keringat…

Saya kemudian berguling dari badan ida, seprai ida sedikit basah, baik oleh keringat dan mungkin air kencingnya tadi.

Ida:” hangat serambi lempit aku say, banyaknya pejuh kamu”

Saya:” Ia sayang, capek banget, suami kamu masih lama gak?

Ida:” katanya mungkin setengah jam-an lagi say” Ida terlihat mengambil bh merahnya dan mengenakannya. Saya juga segera memakai pakaian saya.

Ida:” Kamu udah baikan dengan Bu Dewi say”

Saya:” Udah say, malah kita sekarang punya rencana mau ngaadain pesta seks di puncak bareng pak Bob”

Ida:” Hah yang bener say, bukan pak Bob yang booking istri kamu”

Saya pun mengangguk lalu menceritakan semua yang kami rencanakan dengan istri saya.

Ida:” padahal suami aku maunya kita swinger dulu say, tapi ggp dech, mungkin lebih seru begitu, tapi aku koq agak gimana gitu, agak khawatir”

Saya:” Khawatir gimana say?

Ida mengelengkan kepalanya.

Saya:” Saya bilang dulu ke Dewi kalau bisa kita main berempat dulu sebelum di puncak”

Ida:” Boleh say, aku juga rasanya gimana gitu kalau ketemu Pak Fadli nanti”

Saya:” Kamu sama aku aza say, gak usah maen sama yang laen”

Ida:” Mana bisa pasti yang laen protes” tiba-tiba terdengar suara motor di luar, saya segera merapikan pakaian saya, begitu juga Ida segera bersembunyi lagi dibalik selimut, ya mesti suaminya sudah tahu perbuatan kami saya tetap merasa belum 100% nyaman.

Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan Wilton masuk.

Wilton:” Si dedek masih tidur mah”

Ida:” masih Pah nyenyak banget dia udah lebih sejam”

Tiba-tiba mata saya teralih ke kursi, saya terkejut celana dalam Ida masih ada di atas kursi, berarti Ida bagian bawahnya tak pakai apa-apa.

Wilton:” Gimana Pak, udahan”

Saya sedikti tergagap….

Saya:” iiiIa…” menganguk seperti orang bodoh

Tiba-tiba Wilton melihat ke kursi dan menemukan celana dalam merah milik istrinya.

Dia berdiri dari pinggir kasur dan mengambil cd tersebut dan memberikan ke ida.

Wilton:” Ikh mamah, ini cangcutnya koq dikursi, nich pakai”

Ida:” hehe, sorry pah” sambil menerima cd tersebut dan memasukan ke balik selimut.

Ida:” Papah jadi mau dipijit?

Wilton:” Jadi mah, kenapa?

Ida:” Ajakin Pak Dendi, kayaknya dia kecapean Pah, hehe”

Wilton:” Mau ikut pijit sama saya pak?

Saya:” Memang bapak mau pijat? Gimana ya?

Ida:” Beb, eh bapak gak ada yang urgent di kantor?

Saya:” Gak Ada sich”

Ida:” Ikut saja sama suami saya, biar badanya sehat beb, ia kan Pah? Ida sudah tidak peduli lagi memanggil saya beb depan suaminya.

Wilton:” Ia Pak, tapi kita makan dulu saja, saya tadi sudah beli sate kambing lho…”

Saya:” Boleh dech, sebenarnya saya tidak suka dipijat, tapi siapa tau cocok”

Wilton mengajak saya keluar kamar untuk makan.

Wilton:” Kamu mau makan bareng mah, atau makan dikasur”

Ida:” Aku nyusul nanti, mau beresin sprei dulu, tadi aku kencing”

Wilton:” Hah koq bisa?

Ida:” Bisa-bisa aza, tadi waktu di ken…nanti mamah nyusul dech”

Akhirnya saya dan wilton pergi ke Dapur tempat ruang makan.

Wilton:”Tadi Ida udah WA saya tentang rencana bapak dan Bu Dewi, kalau saya dukung penuh pak”

Saya:” oh, ia pak, bagus kalau gitu” masi sedikit kikuk juga.

Tak lama Ida menyusul ke meja makan, kami bertiga pun makan siang.

Sesudah kami makan saya berangkat dengan Wilton menggunakan mobil saya untuk dipijat.

Di dalam mobil saya tak banyak bicara hanya mengamini apa yang dibilang Wilton

Wilton:” Pokoknya Pak Dendi bakal puas dech dipijat ditempat langganan saya bukan Cuma yang mijat cewek dan cakep-cakep pak tapi memang mereka bisa mijat juga”

Saya manggut-manggut saja. Dalam hati jangan-jangan pijat plus, saya sich belum pernah yang begituan ada rasa takut digrebek atau penyakit tapi saya ikuti dech kemana si Wilton mau bawa saya.

Wilton:” Daerah dekat kosambi bos”…

Saya:” Ok Pak”

Bersambung… Kami pun tiba di sebuah gang, Wilton mengarahkan saya untuk masuk dan saya segera mengikuti jalur gang yang di maksud, di dekat persimpangan Wilton menyuruh saya memarkir mobil.

Tanpa banyak tanya saya pun memarkir mobil di dekat sebuah pohon, kebetulan di depannya tampak ada 2 mobil juga terparkir.

Wilton:”Kita parkir di sini Pak, soalnya ke dalam agak sempit, tidak cukup untuk mobil”

Saya:” Aman memang di sini?

Wilton:” Aman, ada yang jaga koq” Sambil tangannya menunjuk ke arah pohon, tampak seseorang yang memakai topi datang menghampiri mobil saya.

Kami berdua segera turun dari mobil. Orang tersebut segera menyapa Wilton, tampak mereka sudah saling kenal.

Mereka tampak berbisik-bisik, kemudian Wilton mengajak saya masuk ke sebuah gang kecil di seberang tempat saya memarkir mobil, cukup untuk 2 motor.

Wilton:” Ayo pak, paling 50 meteran lagi”

Saya mengangguk dan mengikuti Wilton yang sudah jalan duluan.

Sekitar 50 meteran Wilton berhenti di sebuah Rumah yang lumayan terlihat besar dari tempat saya berdiri dan ditutup pagar tinggi.

Saya:” Ini kah tempatnya ?

Wilton:” Ia Pak, rumah yang ini”

Saya:” Koq gak ada plang apa gitu?

Wilton:” memang begini pak, biasa menghindarin petugas” Saya jadi sedikit ragu.

Tapi Wilton segera mengajak saya masuk, rupa pagar tidak di kunci, kami pun segera masuk ke dalam, tak tanpa penjaga atau security.

Halamannya cukup luas, rumah 2 tingkat ini terlihat sepi tanpa aktivitas, padahal di depan rumah tampak tak kurang sepuluh sepeda motor terparkir.

Wilton segera mengetuk pintu, pintu tak lama terbuka, dan nampak seorang perempuan bohay memakai kaos tanpa lengan berwarna putih dengan tulisan you can see di dadanya sehingga memperlihatkan lengannya yang nampak ada tato bergambar bunga di dekat bahu sebelah kanan dan memakai celana jeans yang nampak kekecilan , mungkin 35 tahunan membukakan pintu yang selanjut saya tahu namanya Heni.

Wilton:” Apa kabar teh Heni?

Heni:” Eh, kamu Ton, koq gak ngabarin kamu mau ke sini, ayo masuk” Saya dan Wilton segera masuk ke dalam rumah, saya melihat pantat bohay Heni bergoyang-goyang.

Di dalam rumah nampak luas, agak jauh saya lihat seorang laki-laki yang sepertinya umurnya tak jauh beda dengan Heni memakai peci hitam sedang asyik nonton tv di atas sofa bersama seorang anak laki-laki kira2 5 tahunan.

Kami dipersilahkan duduk di depan sebuah meja yang cukup tinggi, seperti meja penerima tamu. Saya dan Wilton duduk di depannya, kebetulan tersedia 4 buah kursi deret yang bersambung satu sama lainnya.

Heni:” kenapa gak ngabarin kalau mau ke sini? Mengulangi pertanyaan yang ditanyakan sebelumnya tadi.

Wilton:” Memang awalnya gak ada rencana ke sini, cuma sudah beberapa hari ini pegel-pegel dan kebetulan ada temen (sambil melirik ke saya) ya saya ke sini saja”

Heni: Ya, cewekmu si Sarinah udah ada yang booking dari tadi, eh siapa temen gantengmu ini? Sambil melihat ke aku dan kedua tangannya membenahi ikat rambutnya, saat itu otomatis ketiaknya terbuka, aku agak terkejut melihat bulu ketiak hani yang lebat, Dewi istriku sering kusuruh agar bulu ketiaknya tidak dicukur biar lebat tapi sering menolak, pemandangan itu otomatis membuat sesak celana saya.

Wilton:” Eh kenalin ini bos istri saya, Pak Dendi, Pan Dendi ini teh heni yang punya wilayah”

Saya dan Heni pun saling bersalaman. Agak lama kami saling menggenggam tangan.

Wilton:” Sudah jangan kelamaan teh, kamu gak bisa liat cowok ganteng” Sambil menepuk lengan Teh Heni lalu Wilton menjawil dagu Teh Heni”

Heni:” Wuih, kamu ini itu suamiku lagi ada nonton tv berani yang colek-colek, nich kang si Wilton bandel colak colek”

Wilton:” Apa kabar kang Saeful” Ke lelaki yang lagi nonton tv dan sekarang melihat ke arah kami.

Saeful:” Wah baik Ton, lanjutkan” dan tampak cuek saja istrinya digodain Wilton.

Heni:” Jadi kamu mau sama siapa?

Wilton:” Siapa yang gak ada tamunya?

Heni:” Susi, Qomariyah dan si Rita itu yang masih muda-muda yang lain mah banyak dipake”

Wilton:” Rame juga ya jam segini, aku sama Qomariyah saja dech, belum pernah dipijat dia”

Heni:” Terus AA Dendi ya? Mau sama siapa?

Saya pun menjawab sambil iseng saja.

Saya:” Kalau sama Teh Heni bisa?

Wilton dan Teh Heni tampak sedikit terkejut.

Heni tampak berfikir sejenak lalu menjawab:

Heni:” Jarang sich aku turun langsung, tapi benar mau, akang bisa jagain dulu di sini, mamah di booking si AA” dengan enteng ke suaminya yang lagi nonton.

Saeful:” males aku, bentar aza carikan yang lain”

Heni:” Si Ratih nanti aku suruh gantiin, dia udah lama sama tamunya, paling bentar lagi udah selesai. Ya Udah aku kebelakang sebentar mau ngasih tau Si Ratih, Ton tunggu dulu temenin Dendi dulu ya”

Sambil berjalan, Plak…tiba-tiba Wilton menepuk pantat semok Heni.

Heni:” Aw, awas ya kamu, akang si Wilton ini main tepok aja pantat mamah”

Wilton:” Mantap” Entah apa maksudnya.

Saeful:” Mamah sich semok” tanpa marah sekalipun

Cerita Dewasa Ngentot - Istri Cantik Berjilbab
Saya:” Kamu sudah pernah sama Teh Heni”

Wilton:” Belum pernah, paling godain dia aza, malah aku kira dia gak bisa dibooking, btw kenapa Pak Dendi koq malah milih dia, banyak yang muda-muda di belakang” Sambil menunjuk ke belakang, sepertinya ada lorong panjang menuju belakang, seperti ada bangunan tambahan.

Saya:” Gak tau ya, tadi liat keteknya koq saya jadi terangsang, memang dipijat aja atau bisa sampai ml”

Wilton:” Ya bisa sampai ml, tapi gak tau kalau sama Teh Heni, tapi kalau sudah dikasur ya kentot aza pak”

Saya manggut-manggut tanpa komentar lagi, karena tak lama heni datang.

Heni:” Qomariyah sudah aku kasih tau, kamu bisa kebelakang”

Wilton:” Saya kebelakang duluan ya” Saya mengangguk.

Heni:” AA tunggu bentar ya, saya rapikan kamar saya dulu, kita di kamar saya saja, di belakang penuh”

Saya pun menunggu dekat agak cemas. Tapi tak lama Teh Heni datang kembali dan menuntun saya menuju kamarnya.

Saya agak grogi juga karena ternyata harus lewat pas depan kursi tempat suaminya menonton tv. Tapi dengan santainya Teh Heni menggandeng saya.

Sampailah di sebuah kamar, saya segera dituntun masuk, kamarnya lumayan luas.

Teh Heni:”Aa tunggu di sini dulu ya, saya ke kamar mandi dulu, bajunya dilepas saja”

Saya mengangguk tanda mengerti. Saya lihat Teh Heni masuk ke dalam kamar mandi yg kebetulan ada di dalam kamar.

Saya pun melepas baju yg saya pakai dan menyisakan celah panjang. Lebih kurang 15 menit, pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Teh Heni yang sekarang hanya memakai handuk putih dari dada yang panjangnya satu jengkal di atas paha, sehingga sebagian pahanya yg kuning sekali dapat kulihat. Tampaknya dia juga masih mengenakan bh berwarna merah.

Teh Heni:”Koq celananya tidak dilepas A, lepas aza, sisain sempaknya aza”

Saya pun akhirnya melepas celana saya dan segera tengkurap.

Teh Heni kemudian duduk di tepi ranjang dan mengambil sesuatu seperti lotion, lalu mulai membalurkan dari atas punggung saya.

Lalu saya rasakan tiba-tiba Teh Heni menduduki pantat saya dan mulai memijat.

Pijatannya lumayan enak juga dan cukup bertenaga,sampai saya merem melek, padahal biasanya saya anti dipijat. Saat dipijat saya merasa pantat saya bergesekan dengan bagian sensitif Teh Heni, tapi sepertinya Teh Heni masih mengenakan celana dalam.

Beberapa saat kemudian Teh Heni hendak turun dari pantat saya untuk memijat paha, saat dia sedikit bangun saya menoleh kebelakang, sengaja saya tarik handuknya dari sebelah kanan, saya dapat melihat celana dalamnya yg berwarna pink.

Teh Heni menepis tangan saya.

Teh Heni:” si Aa mah nakal” Tapi tidak marah lalu kembali memijat dengan terlebih dahulu menaruh lotion dari kaki sampai ke paha saya.

Sambil dipijat sesekali saya melihat kebelakang, gundukan toket Teh Heni yg putih besar bisa saya intip juga bulu ketiak nya.

Teh Heni kembali memijat saya, tapi kali ini saya tdk terlalu dapat menikmati pijitannya karena konsentrasi saya sdh terganggu, beberapa kali saya menoleh ke arah Teh Heni, saya dapat melihat guncangan toketnya ketika dia bergerak memijat, ingin rasanya saya meremas susu teh Heni.

Teh Heni beberapa kali memergokin saya melihat ke belakang, dia Cuma tersenyum.

Saya kemudian diminta terlentang. Kali ini teh Heni menduduki paha saya dan mulai mengoleskan lotion ke dada saya lalu memijat secara perlahan, puting susu saya tak ayal menjadi mainan teh Heni, posisi Teh Heni sedikit menunduk otomatis gundukan toketnya benar2 di depan saya.

Saya pun memberanikan diri memegangi kedua toket dari balik handuk, Teh Heni sedikit terkejut dan segera menepis tangan saya.

Tak berhenti di situ, tangan saya mulai mengelus pahanya, kali ini dia membiarkan saya, dia tetap fokus memijat dan sudah sampai ke arah perut.

Saya pun menjadi semakin berani, saya singkap handuknya, hingga akhirnya saya leluasa melihat bentuk serambi lempitnya yg tercetak dari balik celana dalam-dalam warna pink yg kekecilan.

Sedikit bulu-bulu halus keluar dari sela-sela CD teh Heni.

Teh Heni:”Akh, si Aa nakal, saya buka saja sekalian handuknya ya” Tanpa menunggu jawaban dari saya dia lepas handuknya dan melemparkannya ke lantai.

Sekarang Teh Heni hanya mengenakan bh warna merah dan CD warna pink saja.

Teh Heni:”rudalnya mau dipijat juga A?

Saya:” Ia dong, harus hehe” dengan suara sedikit bergetar saya tanpa diminta segera membuka celana dalam saya.

Teh Heni segera membantu menariknya.

Sekarang burung saya sdh bebas dan mengacung tegak lurus.

Teh Heni:”hehe, si AA rudalnya udah ngacung aza, udh gak sabar ya, ini bagian yg ditunggu?

Saya:” Gimana gak ngaceng teh, liat body teteh yg montok, saya sdh pengen nunggangin”

Teh Heni:” Hush, maen nunggangin aza, keluarkan pakai tangan aza ya”

Saya menjadi sedikit kecewa, tapi apa benar tak ada pelayanan lebih.

Teh Heni sekarang mulai mengocok-ngocok rudal saya.

Saya:” akh nikmat teh” Saya nekat remas susu teh Heni.

Teh Heni tidak marah, malah tangannya bergerak kebelakang membuka kaitan bh nya.

Segera melepaskan bh nya dan melemparkannya ke lantai.

Tanpa penghalang lagi membuat saya tak tahan, segera saya bangun dan memeluk Teh Heni, mulut saya segera saya benamkan di toket teh Heni.

Teh Heni nampak kaget tapi tidak mencegah saya.

Teh Heni:”aw, kamu cupangin nenen aku Aa? Aku memang memberi cupangan di susunya.

Teh Heni meminta saya berdiri, saya pun segera berdiri, Teh Heni yang masih jongkok lalu kembali mengocok burung saya, lalu tiba2 memasukan rudal saya ke mulutnya, padahal tadi bilang mau keluarkan dengan tangan saja.

Saya:” ah, nikmat teh” ternyata teh Heni sangat lihai dan blowjob.

Slruuup…slruuup…

Teh Heni menyedot rudal saya dan menjilati sampai ke zakar saya.

Tiba-tiba ponsel saya berbunyi, ternyata dari Dewi istri saya.

Dewi:” Hallo Pah”

Saya:” Ia mah, ada apah? Suara saya sedikit berat karena dari bawah rudal saya sedang dikerjai oleh Teh Heni. Sambil melihat muka istri saya dilayar hp.

Dewi:” Mamah mau ngabarin kalau, emph, oh” suara istri saya terhenti.

Saya:” Ada apa Mah? Yang jelas”

Saya:” mamah mau ngasih tahu eh, bentar Pah, rudal Om Bob masuk di serambi lempit mamah” deg, berarti sekarang Dewi sedang menyetubuhi dengan si Bob.

Teh Heni yang mendengar percakapan saya, karena memang saya load speaker tampak terkejut.

Teh Heni:” Itu istri AA? Sambil sedikit bangkit dan melihat ke layar hp.

Saya menaruh jari telunjuk saya di mulut saya agar teh Heni jgn ribut.

Saya:” Heh, jadi mamah sekarang lagi dientot Pak Bob”

Dewi:” Pelan-pelan Om, oh, akh ia Pah, ini mamah lagi dientot sama Om Bob”

Saya menjadi sedikit kesal.

Saya:” jadi mamah telpon Papah cuma mau bilang itu?

Saya:” Emp, bukan Pah, tapi mamah mau ngasih tau Om Bob sudah deal, tinggal papah atur saja kapannya, ia kan Om Bob”Sambil istri saya mengarahkan kamera hpnya ke muka Pak Bob.

Tampak Pak Bob sedang ngos-ngosan.

Tampak si Bob berbicara ke istri saya

Pak Bob:” Ia, siapa nama suami kamu? Kamu atur saja, tempat dan biaya lainnya biar saya yang tanggung”

Istri saya tampak mengarahkan ponsel agak menjauh sehingga saya dapat melihat Pak Bob yang sedang naik menggenjot Dewi istri saya.

Teh Heni tampak penasaran dia lagi-lagi bangkit dan melihat ke ponsel saya.

Dewi:” Gimana Pah keliatan”

Saya:” Apanya?

Dewi:” papah nich pake pura-pura, ini mamah yang lagi digagahin om Bob keliatan gak?

Saya:” Oh, kurang jelas mah”

Dewi mengarahkan ponsel ke selangkangan saya, saya sekarang cukup jelas dapat melihat rudal Pak Bob yang sedang keluar masuk di serambi lempit Dewi istri saya.

Dewi:” Itu lihat rudal Om Bob lagi keluar masuk serambi lempit mamah Pah, kalau mau jelas nanti kita di villa”

Saya:” Ia Mah” Suara saya menjadi semakin berat

Dewi:” Papah lagi ngapain?

Saya mengarahkan posisi ponsel ke bawah, teh Heni yg sedang menjilati rudal saya dapat dilihat oleh Dewi.

Dewi:” Oh Pah, rudal om Bob gede banget, lebih gede dari rudal Papah, oh yess om terus percepat” Sambil Dewi mengarahkan kameranya ke muka diayang masih mengenakan hijab, saya melihat wajah istri saya yang lagi sange.

Saya:” Oh…mamah semakin nakal ya, lagi melacur video call sama Papah” dan malah makin terangsang jadinya.

Dewi:” Papah nanti harus liat langsung bagaimana perkasanya Om Bob gagahin mamah”

Dilayar hp saya lihat

Tiba-tiba Pak Bob mencabut rudalnya dari serambi lempit Dewi istri saya dan menyuruh Bu heti baby sister saya untuk terlentang.

Bu Heti segera terlentang, Dewi sekarang mengarahkan kamera ke arah Pak Bob dan Bu heti.

Dewi:” Tuch liat Pah, istri Papah yang lain juga mau dientot sama Pak Bob”

Saya lihat Pak Bob memegang kedua betis Bu heti dan mulai memasukan rudalnya ke serambi lempit Bu Heti.

Dewi:” Lihat Pah, serambi lempit Bu heti sudah dimasukin rudal Om Bob”

Bu Heti:” Ah, oh empph”

Dewi:” Gimana Bu Enak rudal Pak Bob?

Dewi bertanya ke Bu Heti.

Bu Heti:” Ia neng, besar banget rudal om Bob, serambi lempit saya sampe perih”

Dewi:” Tuch kan Pah, bu Heti saja sampai kesakitan serambi lempitnya di masukin rudal Om Bob”

Napas saya semakin ngos-ngosan.

Teh Heni:” Istri Aa itu lagi selingkuh?

Saya:” dia lagi melacur, istri saya profesi nya pelacur”

Teh Heni nampak terkejut.

Saya:” Teh Heni pelacur juga kan, saya sekarang sange berat pengen Ewean”

Teh Heni tidak menjawab tapi segera terlentang dan melepas celana dalamnya yg ternyata sudah basah.

serambi lempitnya yg berbulu lebat tampak mengkilap.

Teh Heni:” aku jadi sange liat istri Aa lagi digagahin pelangganya”

Saya segera duduk, kedua kaki teh Heni saya angkat dan rudal saya arahkan ke serambi lempitnya.

Tangan teh Heni menuntun rudal saya supaya tepat dilubangi serambi lempitnya.

Dan bleeessss…..rudal saya segera ditelan serambi lempit teh Heni.

Teh Heni:” ah, gede juga rudal Aa, nikmat oh…yes”

serambi lempit teh Heni tidak terlalu rapet tapi terasa meremas remas rudal saya dan seperti ada empot ayamnya.

Sepertinya Teh Heni memang lihai dalam bercinta.

Teh Heni:” Genjot AA, oh…saya gak nyangka jadi digagahin kamu ini”

Saya:”Oh, ketek teteh merangsang banget” sambil menggenjot serambi lempit teh Heni, saya pegangin kedua siku teh Heni di atas kepalanya, tampak jelas bulu ketiak teh Heni yg lebat.

Saya segera membenamkan wajah saya di ketiaknya yg kanan.

Teh Heni:” AW, a geli enak…oh, terus ewe aku yg kenceng…

Ploook…plokkk…saya menggenjot teh Heni, ranjang pun berderit dengan kencang, saya yakin suami teh Heni yg diluar dapat mendengarnya.

Tiba-tiba terdengar suara Dewi istri saya.

Dewi:”rudal Papah sudah masuk belum ke cewek tadi?

Saya:” Sudah mah”

Dewi:” Siapa dia Pah, mamah baru liat pertama kali orangnya”

Saya sengaja tidak menjawab pertanyaan istri saya

Tiba-tiba video call terputus.

Saya semakin mempercepat genjotan saya ke teh Heni.

Teh Heni:” a, aku pindah ke atas ya, aku biasa cepat dapet kalau di atas” Sayapun menarik lepas rudal saya dan berguling ke samping teh Heni.

Teh Heni segera naik menduduki diantara dua paha saya sambil memegang rudal saya, dan bless…

Teh Heni:” ah, enak euy, rudal Aa gede dan keras banget”

Tangan saya pun tak tinggal diam, meremas dan menepuk pantat teh Heni yg besar dan montok, lebih gede dari pantat Ida.

Plak…plak.saya tepok pantat teh Heni yg besar…

Teh Heni:” AW, pelan a, pantat aku jadi perih”

Teh Heni paham saya menyukai pantatnya, ia memutar badannya 360 derajat membelakangi saya tanpa melepas rudal saya dari serambi lempitnya.

Teh Heni:” ah..oh terus entot yg kuat a..huuuh..” sambil dia menaik turunkan pantatnya semakin cepat.

Plok…plok..plok.

Saya:” Teh balik badan lagi, saya mau liat ketiak teteh yg lebat”

Teh Heni kembali memutar badannya dan kali ini berhadapan lagi dengan saya.

Teh Heni menaruh kedua tangannya di kepalanya sehingga saya dapat melihat dengan jelas bulu ketiaknya.

Sambil meremasi dua susu montok teh Heni saya mempercepat genjotan saya.

Saya:” Teh saya gak tahan ini”

Teh Heni:” ah…barengan a, aku juga mau dapet”

Saya mencengkram kuat buah pantat teh Heni dan membenamkan rudal saya dalam-dalam dan crooot.. crooot

Saya:” aku keluar teh”

Teh Heni:” teteh juga aa, ah… panasnya peju kamu a”

Saya tak menyangka cukup bnyk juga keluar peju saya, padahal sebelumnya saya sdh menyetubuhi dg Ida.

Teh Heni:” gara-gara horny liat suami aa digenjot orang tadi teteh sampai lupa ngewe sama aa gk pake kondom, untung aman”

Saya pun ngos-ngosan…segera saya mematut bibir teh Heni, kami pun berciuman dg panasnya.

Saya:” Suami teteh gak apa apa teteh saya entot”

Teh Heni:” gpp, resiko pekerjaan hehe…biasanya teteh terbatas melayani tamu, jarang sampai menyetubuhi” sambil turun dari badan saya, lalu turun dari ranjang.

Teh Heni:” saya mau cuci serambi lempit dulu, Aa istirahat saja”

Pantatnya bergoyang saat turun dari ranjang, saya gak tahan plak…saya tepok pantat semoknya.

Teh Heni:” AW kaget aku, teteh ke kamar mandi dulu”

Sambil menunggu saya ambil hp. Saya terkejut ada 2 panggilan tak terjawab, saya kira dari istri ternyata dari Dwi anak buah saya, saking asyik menyetubuhi sampai tak terdengar.

Saya sedikit khawatir jgn-jgn ada yg mencari saya di kantor.

Segera saya call Dwi, ternyata anak buah saya cuma bertanya saya balik lg ke kantor atau tidak karena ada dokumen yg harus di sign.

Saya jawab sore nanti saya balik, kalau kalian pulang taruh saja di meja nanti bkl saya sign.

Tak lama Teh Heni keluar dari kamar mandi sdh memakai handuknya lagi, tapi saya yakin tak memakai daleman, karena pakaian dalamnya masih tercecer di lantai.

Teh Heni duduk di pinggir ranjang.

Teh Heni:” Gimana Aa servis sy ok kan”

Saya:” mantap teh”

Teh Heni:” Lemes ya? gak Kalah kan dari istri kamu?

Saya:” mantaplah teh”

Teh Heni:” hebat ya istri AA pakai hijab tapi ternyata bisa jadi pelacur”

Saya:” panjang ceritanya teh”

Saya:” teteh sdh lama punya usaha beginian”

Teh Heni:” lumayan lah, sdh hampir 2 tahunan, hasilnya lumayan, kalau kerja normal mah teteh pasti masih kere”

Saya:” Teteh sering melayani tamu”

Teh Heni:” jarang sekali, paling teman suami yg pernah pakai jasa teteh, katanya mereka penasaran sama teteh, tapi sedikit yg sampai menyetubuhi, biasanya teteh yg gak mau, takut keterusan kasian juga suami teteh”

Teh Heni:” ngomong-ngomong kenapa aa tadi pilih teteh?

Saya:”karena lihat ketiak teteh saya jd terangsang, juga saya suka kalau maen sama perempuan yg ada lakinya” sambil tangan saya mengelus paha montok teh Heni yg lagi duduk.

Teh Heni:” masih kurang kah tangannya udah nakal lagi aza”

Saya:” mumpung masih belum terlalu sore, masih sempat mungkin kalau Otong saya bisa bangun lagi”

Teh Heni:” sana cuci dulu dong, jorok”

Saya segera turun dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci senjata berharga saya.

Saya segera keluar lagi dari kamar mandi.

Teh Heni:” waduh udah ngaceng lagi, ngacenganan oge si Aa, sini rebahan”

Saya segera rebahan kembali.

Teh Heni:” mau dipijit lagi atau langsung Ewean”

Saya:” gak perlu dipijit lagi teh, pijit rudal saya saja, hehe”

Teh Heni mulai mengelus lagi rudal saya.

Teh Heni:” kalau istri AA mau kerja di sini mantap, pasti bnyk pelanggannya”

Saya:” haha, boleh tuch, nanti saya tawarin ke dia, tapi bnyk gak dapet duitnya”

Teh Heni:” pasti, kan special, istri Aa cantik apalagi kalau kerja pakai hijab kan istimewa tuh kalau tukang pijatnya pakai hijab pasti bnyk yg mau”

Saya:” Tapi nggak dech, nanti makin bnyk orang yang menyetubuhi istri saya, bisa longgar serambi lempitnya”

Teh Heni:” haha, ya jangan semua tamu dikasih menyetubuhi, yg kantongnya tebal aza a, ke sini banyak juga yg punya jabatan maen ke sini, makanya usaha teteh aman juga ada pejabat kota yg bantu jagain”

Saya:” ia kah teh, bagus kalau gitu”

Teh Heni:” di tempat teteh juga ada anak buah yg pakai hijab satu orang, tapi kalau kerja di lepas, hijab dipake kalau dia di rumahnya”

Saya:” siapa teh” saya jadi penasaran, wah boleh dicoba juga.

Teh Heni:” Siti Qomariyah namanya, masih punya suami juga, tapi suaminya buruh bangunan, ya buat tambah-tambahlah gitu”

Saya:” Qomariyah yang teteh tawarin ke Wilton tadi”

Teh Heni sekarang berjongkok di depan perut saya dan mulai menjilati rudal saya.

Teh Heni:” Ia a, mungkin sekarang lagi diewe si Wilton”

Saya:” terus teh, sedot telornya juga (teh Heni makin intens menjilati rudal saya) cantik gak orangnya?

Teh Heni:” haha, Aa jadi penasaran, kapan-kapan ke sini lagi saja, lihat sendiri dan cobain sendiri”

Saya mendorong kepala teh Heni agar semua rudal saya bisa dia telan.

Teh Heni:” udah keras banget a, masukin ya”

Saya mengangguk, lalu teh Heni kembali menduduki saya lalu menurunkan pantatnya dan mengarahkan rudal saya ke serambi lempitnya, bleesek…

Teh Heni:” akh…nikmat gusti”

Plok…plok…teh Heni naik turun di atas pangkal paha saya.

Sambil saya pegang pantat bulatnya saya menggenjot serambi lempit teh Heni dari bawah.

Plok..plok…suara benturan paha saya dan pantatnya teh Heni, ranjang pun kembali berderit.

Tangan saya pun aktif meremasi dua susu teh Heni yang menggantung, puting susu teh Heni sangat panjang dan berwarna hitam gelap pun saya isep bergantian.

Teh Heni:” Hem, ah….enak Aa…teteh udah dapet”

Saya semakin cepat menggenjot melakukan teh Heni, serambi lempitnya terasa hangat dan agak becek.

Saya cengkram kuat-kuat kuat pantatnya teh Heni….

Saya dan teh Heni semakin ngos-ngosan.

Saya:” saya mau keluar teh….”

Teh Heni:” buang di serambi lempit lagi aza Aa, ayo ewe teteh yg kenceng, teteh juga mau dapet lagi”

Saya makin mempercepat genjotan saya… Tak lama kemudian ..

Croot..crot.. peju saya kembali keluar walau sdh tak lagi banyak.

Teh Heni:” anjir ah, enak banget a, anget yg serambi lempit aku”

Saya:” lemas teh, lemas banget aku”

rudal saya masih berkedut.

Tak lama Teh Heni berguling ke samping tubuh saya.

Sesaat kami terdiam.

Lalu teh Heni bangun.

Teh Heni:” teteh duluan ya, ke kamar mandi dulu” sambil meremas rudal saya yg sdh lemas.

Saya balas remas pantat semoknya.

Teh Heni pun kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

Terdengar suara air, mungkin dia mandi.

Hampir 30 menit dia baru keluar dalam keadaan telanjang, dia mengelap tubuhnya dengan handuk lalu menuju sebuah lemari di sudut ruangan.

Teh Heni tampak sedang memakai bh, bh nya warna biru lalu memakai celana dalam warna crem dan memakai celana pendek model jeans dan kaos tanpa lengan berwarna biru.

Lalu dia menghampiri saya.

Teh Heni:” mandi dulu sana biar segar” sambil memunguti pakaian dalam yg dipakainya sebelumnya yg tercecer di lantai.

Saya dengan agak malas melangkah ke kamar mandi. Rasanya badan saya begitu lemas.

Saya pun segera mandi, lumayan sedikit segar.

Setelah selesai saya segera keluar, dan tampak Teh Heni sedang duduk dipinggir ranjang memegangi pakaian saya.

Teh Heni segera memberikan ke saya.

Setelah memakai pakaian saya mengambil sejumlah uang dari dompet, lalu memasukannya ke dalam bra teh Heni.

Teh Heni:” dasar, masih saja nakal, emang aku penyanyi koplo di sawer dimasukin di kutang”

Saya:” cukup kan teh”

Teh Heni mengeluarkan duit yg saya masukan dan menghitungnya.

Teh Heni:” siip, makasih ya, jangan kapok ke sini lagi, cobain serambi lempit si Qomariyah”

Saya tidak menjawab hanya tersipu saja.

Kami pun keluar dari kamar, tak nampak suami teh Heni di sana.

Saya dan teh Heni menuju meja di mana tadi saya pertama datang.

Tampak Wilton sdh ada di sana bersama seorang perempuan muda bertubuh mungil, mungkin Cuma 150an tingginya.

Teh Heni:” gimana Rita, banyak yg Dateng?

Saya duduk di samping Wilton yg lagi merokok.

Rita:” ada dua aza teh, segar nich teteh habis dientot”

Teh Heni:” Hush, haha, tumben dapet tamu aku, ya sdh kamu kebelakang lagi sana”

Rita:” ia, eh Aa kapan-kapan sana saya ya”

Saya:” siip” lumayan juga si Rita ini mungil mirip Dwi anak buah saya tapi berisi kalau si Dwi kan kurus, tapi bukan tipe saya.

Si Rita pun berlalu.

Wilton:” gimana teh, nyeuri serambi lempitnya? Jalan egang kitu?

Teh Heni:” Linu euy, nambah si Aa tadi, masih anget ni pejunya di serambi lempit gue, haha”

Wilton melirik ke saya sambil tersenyum.

Kami pun pamit pulang.

Di jalan kami sempat ngobrol lumayan banyak, Wilton mengaku tak sabar ingin segera mencoba tubuh Dewi dan meminta saya segera memberi tahu tanggal pasti acara di puncak.

Saya pun mengantar Wilton ke rumahnya.

Ida membukakan pintu, kali ini dia memakai hijab putih dan baju kurung warna hitam.

Ida memaksa saya turun dan makan dulu.

Saya sebenarnya ingin cepat kembali ke kantor, karena sdh sore, tapi tidak enak juga menolak, sebenarnya saya juga ingin tanya ke Ida apa dia tahu Wilton sering dipijat tapi pijat plus.

Akhirnya saya pun menyetujui permintaan Ida.

Di meja makan tampak sdh siap makanan. Wilton ijin ke kamar dulu katanya mau siap-siap berangkat kerja. Tinggal Ida dengan saya.

Ida:” ayo di makan pak”

Saya:” koq pak sich”

Ida:” hehe, kadang bingung, di depan ini panggil ini kalau berdua panggil ini”

Saya:” hehe, terserah dech, kebetulan juga sich laper”

Ida:” ayo maen, biar Ida yg temenin, mas Wilton biar nyusul”

Saya pun makan dengan lahap, tak lama Wilton muncul dengan pakaian dinasnya.

Satu piring segera saya habiskan.

Ida:” lahapnya pak Dendi paha, habis kerja keras ya” sambil melirik suaminya.

Saya menjadi sedikit malu, kelihatan kelaparan banget.

Ida:” habis dipijit koq malah kelihatan capek pak?

Saya:” hehe, ia lemes nich, capek tapi pegalnya ilang”

Ida:” hehe, apalagi yg dipijit rudalnya ya pak Dendi”

Saya yg lagi minum sampai tersedak.

Wilton yg menyaksikan malah tertawa.

Wilton:” pelan-pelan pak”

Ida:” maafin mas Wilton pak Dendi, dia bawa bapak bandel ya di luar, abis kadang Ida kewalahan hadepin nafsunya, belakangan ini luar biasa, katanya kepikiran Bu Dewi terus”

Saya cukup terkejut mendengar perkataan Ida.

Saya:” udah sore banget Id, saya balik kantor dulu, tadi janji mau tanda tangan beberapa dokumen.”

Ida:”oh ya udah kalau gitu, besok kita ketemu lagi di kantor pak”

Saya:” kalau blm sehat istirahat aza”

Ida:” udah koq, kan tadi udah pak Dendi suntik juga hehe…eh papah langsung berangkat kerja juga?

Wilton:” ia mah, papah juga mau kerja dulu.

Akhirnya saya pulang dari rumah Ida tapi tidak langsung ke rumah tapi balik ke kantor dulu.

Saya datang hampir jam 4 lebih, anak buah saya sdh pada siap pulang.

Saya pun segera masuk ke kantor dan menandatangani berkas-berkas yang ada.

Saat sedang serius istri saya pun telepon lagi, sengaja dia memanasi saya ketika kembali dikentot pak Bob.

Saya sempat ke kamar mandi dan mengocok rudal saya.

Hampir 10 menitan saya pun keluar dari kamar mandi, saat keluar betapa terkejutnya saya,vkareba Dwi ada dalam ruangan dan menutup mulutnya yg hampir teriak, melihat ke arah saya, saya baru sadar, burung saya menggantung di luar celana yg blm saya rapikan, segera saya masukan burung saya.

Sambil merasa malu saya bertanya ke Dwi seolah tidak ada apa-apa.

Saya:” kamu belum pulang? Ngapain di ruangan saya?

Dwi:”maaf pak, saya Cuma mau cek dokumen, karena beberapa besok harus dibayar.

Saya:” oh, ya udah ambil, kayaknya yg punya kamu sdh saya tanda tangan semua”

Dwi pun terlihat mengambil beberapa dokumen lalu terburu buru pamit.

Plak..

Dwi:” Aw……? Sambil memegang pantat kurusnya yg barusan saya tepok.

Saya:”sustttt…jangan bilang siapa-siapa ya apa yg kamu lihat tadi”

Dwi pun mengangguk dan segera kabur dari ruangan saya.

Saya pun segera kembali ke meja saya. Hampir jam 6 saya baru bersiap untuk pulang. Kantor sdh sepi. Segera saya menuju parkiran untuk pulang.

Bersambung… Pukul jam 8 malam saya baru sampai di rumah, hari yang sangat melelahkan. Keadaan rumah tampak sepi, tak ada yang membukakan pintu, saya pun segera masuk ke dalam rumah. Tak tampak istri atau pun anak-anak saya termasuk Bu Heti. Saya segera masuk ke kamar tidur.

Terlihat Dewi istri saya sedang berdiri di depan meja rias, dia mengenakan hijab warna putih dan baju kurung cukup tipis dan ketat warna krem yang mencetak lekuk tubuhnya, sekilas membayang Dewi mengenakan pakaian dalam warna hitam, sekarang tubuhnya terlihat lebih montok padahal saat kuliah bisa dikatakan agak kurus.

Istri saya tersenyum melihat saya, lalu menyapa:

Wife:” Apa kabar pah? Maaf mamah baru selesai mandi jadi Papah gak ada yang bukain pintu”

Saya:” Ia gpp, anak-anak tumben juga sudah pada tidur mah? Saya melihat kedua anak saya sudah tertidur lelap.

Wife:”Mungkin pada kecapean maen seharian di tempat neneknya”

Karena sangat lelah saya pun merebahkan badan saya di atas kasur.

Istri saya pun segera menghampiri saya dan duduk di pinggiran ranjang.

Wife:” Papah mau mandi dulu biar mamah masak dulu, kebetulan mamah belum masak lauknya baru masak nasi? Atau mau maen dulu?

Saya:” Memang mamah gak capek? Kan habis dientot Pak Bob?

Wife:” hehe, kalau buat ngelayanin papah sich biar capek juga mamah harus tetap ready, kalau capek toh tinggal ngangkang aza” sambil tersenyum genit kearah saya.

Saya:” hehe, mamah bisa saja, tapi papah mau mandi dulu dech, lengket badan dan biar segar capek banget”

Wife:” Hem, hari ini Papah capek kerja apa capek menyetubuhi?

Saya:” Hehe dua-duanya mah”

Wife:” Nanti kita sama-sama cerita pah, ya udah mamah masak dulu ya” Sambil berdiri

Plak…saya tepok pantat istri saya, rasanya semakin montok saja, padahal dulu agak tepos.

Wife:” Ah, papah” sambil melirik genit.

Istri saya pun berlalu. Saya coba pejamkan mata, karena rasa lelah begitu mendera.

Tiba-tiba istri saya datang membangunkan saya, rupanya saya sempat tertidur.

Wife:”Bangun katanya Papah mau mandi?

Saya:” aduh udah jam berapa mah?

Wife:” Jam setengah Sembilan, ayo buruan papah mandi, mamah sdh hamper selesai masak”

Saya:” Mamah temenin Papah mandi dong…”

Wife:” Mamah sdh mandi, lagian tanggung masih masak, Papah mandi sendiri ya, biar hilang bau yang nempel dari cewek yang papah entot”

Sedikit enggan saya pun berdiri, lalu saya remas susu istri saya.

Wife:” Ehm, papah sono, mandi dulu, ada waktunya nanti”

Saya pun segera menuju kamar mandi.

Selesai mandi segera saya mengganti baju dengan baju piyama. Tak nampak istri saya, saya pun segera keluar kamar menuju meja makan.

Ternyata istri saya pun sudah selesai masak dan sedang menyiapkannya di meja makan.

Saya segera duduk di kursi meja makan.

Saya:” Mah, mana Bu Heti, tumben dia juga cepat tidur?

Wife:” Biarin saja Pah, mungkin kecapean habis diewe Pak Bob”

Akhirnya saya pun makan di temani oleh Dewi istri saya.

Karena sudah cukup malam, selesai makan kami pun kembali ke dalam kamar.

Kami berdua langsung berebah di atas kasur, saya merasa sangat lelah.

Istri saya memiringkan badannya dan memeluk saya sambil mulai menciumi saya, sebenarnya saya cukup lelah sehingga belum terlalu bersemangat.

Wife:” Papah capek ya, mau langsung bobo?

Saya:” lumayan mah, sebenarnya banyak yang mau papah obrolin, tapi lelah banget”

Muach…cup, muach… saya membalas ciuman istri saya.

Wife:” tapi pah, papah harus ewe mamah malam ini juga, papah harus pejuhin mamah, mamah gak mau hamil sama om Bob, di buang banyak banget pejuhnya di serambi lempit mamah, mamah takut hamil”

Saya seketika menjadi panas mendengar perkataan istri saya.

Saya mulai meremas toket istri saya.

Saya:” Tapi kayaknya gak bakal banyak pejuh papah mah, papah hari ini sdh 3 kali bercinta”

Wife:” gpp pah, kan sdh makan juga, yang penting masih ada pejuh papah buat mamah, memang Papah menyetubuhi sama siapa aza hari ini sampai sdh 3 kali?

Kami mulai berciuman dengan panas, tangan saya mulai meremas remas pantat istri saya.

Saya:” Sama Ida dan Teh Heni”

Istri saya mulai menurunkan bajunya melewati kedua pundaknya, dia meminta saya menghisap toketnya.

Wife:” isep nenen mamah Pah” sambil menurukan cup bh nya yang warna hitam.

Saya segera mengisap putting susu istri saya, tampak beberapa bekas merah di payudara Istri saya, saya yakin itu masih baru.

Saya:” Mah, merah-merah di nenen mamah ini bekas dicupang Pak bob ya”

Wife:” Ia Pah, tadi Om Bob sempat nyupangin nenen mamah, nich jadi merah”

Saya mulai terangsang saya kenyot puting susu istri saya secara bergantian, sambil meremas-remas susunya.

Sementara istri saya sudah menurunkan celana saya dan mengocok-ngocok rudal saya.

Wife:”akh, isep pah…..abisin asinya”

Saya kenyot putting susu istri saya dan saya telan air susunya …..

Slruuuup…slruuup…..slruuuup…

Saya:” manis mah,” dagu saya sampai belepotan karena ternyata lumayan banyak asi yang keluar.

Wife:” banyak asinya ya pah, soalnya mamah gak ada nyusuin revan dia udah langsung tidur, cuma om bob aa yang nyusu sama mamah”

Saya:” Ia mah, pantesan banyak asinya….”

Istri saya tiba-tiba minta saya berhenti nyusu, lalu bangun dan jongkok di antara dua paha saya.

Wife:” Mamah jilatin rudal papah yah….”

Lalu istri saya segera menjilatin rudal saya sampai ke buah zakar, lalu dimasukannya rudal saya ke dalam mulutnya.

Slruuuup…slruuuup….

Wife:” mimi es krim rasa rudal hehe”

Saya:” Nikmat mah…” kali ini rudal saya mulai tegang maksimal, rasa capek yang saya rasakan mulai sirna berganti gairah yang luar biasa, memang tetap berbeda rasanya jika bercinta dengan Dewi dibanding dengan Ida, Bu Heti atau Teh Heni, Dewi sangat bias membangkitkan gairah saya sekalipun sedang kelelahan.

Wife:” Kanjut Papah sekarang udah keras lagi, udah siap tempur”

Saya:” Ia mah, apa langsung aza papah ewe mamah?

Wife:” jangan dulu beb, Papah jilatin dulu serambi lempit mamah yah, udah mamah cuci bersih gak bakal ada bau peju om Bob”.

Saya pun bangkit dari tempat tidur, sementara Dewi melepas bajunya, sekarang istri saya tinggal mengenakan hijab, bh dan celana dalam saja, lalu berebah dan mengangkang.

Wife:” lepasin cangcut mamah pah”

Saya pun segera melepas celana dalam istri saya..dan melemparkan ke sudut kasur.

Sekarang serambi lempit istri saya yang berbulu lebat terpampang di depan saya.

Wife:” Ayo pah, gantian, papah sekarang jilatin serambi lempit mamah”

Saya tidak segera menjilati serambi lempitnya Dewi, tapi saya usap-usap dulu lalu saya masukan satu jari saya, saya keluar masukan jari saya dari serambi lempit Dewi, setelah agak basar 2 jari saya masukan ke serambi lempitnya.

Wife:” jilat dong Pah, jangan pakai jari aza”

Saya pun akhirnya membenamkan muka saya ke serambi lempit Dewi istri saya, dan mulai menjilati serambi lempitnya.

Slruuuup…slruuuuup…

Wife:” Oh Pah, lidahnya masukan yang dalam Pah, oh enak Pah, bikin mamah orgasme dengan mulut papah”

Saya masukan lidah saya ke dalam serambi lempit Dewi, saya juga isap itilnya. Semakin lama serambi lempit Dewi semakin basah dan wangi aroma serambi lempit semakin terasa.

Wife:”ah, ia pah isap itil mamah, mamah mau dapet”

Istri saya pun mengejang, saya yang sedang menjilati serambi lempitnya merasakan semprotan orgasme istri saya.

Wife:”Akh, mamah dapet pah…..” saya membiarkan sejenak istri saya yang sedang ngos-ngosan.

Wife:”ayo pah, naikin mamah, sdh waktunya papah penuhin mamah”

Istri saya meminta saya segera menyetubuhinya.

Saya pun merenggangkan kedua paha istri saya agar dia making lebar mengangkangnya.

Saya segera memegang rudal saya dan mengarahkan ke serambi lempit istri saya yg masih basah. Setelah tepat saya mulai mendorong secara perlahan-lahan. Blesss….

Wife:” ah, masuk pah, ayo entotin mamah”

Saya pun mulai menggenjot Dewi secara perlahan kemudian cepat, tangganya saya melepas bh Istri saya yg masih menempel di badannya.

Saya entot Dewi sambil saya remas kedua susunya, ASI-nya pun mulai keluar kembali.

Wife:” ah…oh pah, enak, serambi lempit mamah masih enak juga kan?

Saya:” enak mah. . seperti biasa…”

Saya kemudian mencium istri saya, kami saling lidah kami saling membelit, sementara rudal saya keluar masuk serambi lempitnya.

Wife:” oh pah, kanjut papah keras banget, ngaduk-ngaduk serambi lempit mamah”

Napas kami sdh saling memburu…..

menyetubuhi berkali-kali selama hari ini membuatku merasa lelah….

Wife:pah kencengin, oh….nikmat….pah”

Saya semakin mempercepat genjotan Rasanya sperma saya sdh diujung mendesak minta dikeluarkan.

Saya:” mah, papah mau croot ini”

Wife:” ayo pah crootin aza, biar peju papah jadi satu sama peju om Bob”

Sambil memegang kedua paha istri saya, saya semakin cepat menggenjot serambi lempitnya….

Tak lama kemudian saya sdh tak dapat menahan lagi, saya benamkan dalam-dalam rudal saya di serambi lempit Dewi.

Saya:” ah … mah papah keluar”

Crooot..croot… peju saya pun menyirami serambi lempit Dewi.

Karena sdh beberapa kali bercinta hari ini, peju yg saya keluarkan tidak terlalu banyak.

Saya lihat Dewi pun ngos-ngosan.

Wife:” capek pah, anget peju papah biar pun gak banyak, mudah-mudahan bisa mengalahkan peju om Bob di dalam sana”

Saya segera menelungkup di samping istri saya, memang betul-betul melelahkan.

Kami sama-sama terdiam untuk beberapa saat.

Saya kemudian terlentang, tangan istri saya iseng memegang kemaluan saya yang sudah loyo.

Wife:” loyo nich rudal, tempur terus hari ini ya, hehe” sambil memukul-mukulkan rudal saya ke lengannya.

Saya:” Aduh mah, kebas rasa rudal papah, sdh terlalu banyak ngeluarin peju”

Wife:”hehe, koq bias papah menyetubuhi sama siapa? Heni, siapa dia pah?

Saya:”lumayan panjang ceritanya mah, jadi tadi pagi papah dapat kabar dari Ida dia gak masuk kantor,karena sakit”

Wife:” Terus…….?

Saya:” Ya papah tengok saja….”bla bla bla saya pun menceritakan apa yang saya alami mulai dari menjenguk Ida sampai menyetubuhi dengan dia dan diajak Wilton untuk pijat yang ternyata pijat plus-plus sampai kemudian menyetubuhi dengan Teh Heni.

Wife:” Asyik dong papah, sampai si Wilton gak jadi menyetubuhi sama istrinya gara-gara papah datang, eh trus papah di kasih kesempatan menyetubuhiin Ida, suaminya malah pergi”

Saya:” Ia, mungkin biar adil, masa mamah aza yang enak-enakan sama Pak Bob, ya papah juga harus”

Wife:” Mamah kan sama dengan kerja pah, hehe”

Saya:” Tapi kerjanya enak kan, Cuma ngangkang di tojos dapat duit”

Dewi langsung cemberut….

Wife:” hemp….ia sich, dapat enak juga dapat duit, makanya artis aza yang pada banyak duit banyak yang jadi pelacur, udah dapat rudal dapat duit pula hehe…”

Dewi kemudian bangun lalu melepas hijabnya…

Wife:” Pah, mamah bersih-bersih dulu sebentar… apa papah mau bareng?

Saya:” Papah males, mamah aza dech…!

Wife:” Dasar jorok, ya udah” istri saya pun bangun dan pergi ke kamar mandi”

Tak lama istri saya pun kembali.

Dia segera mengenakan celana dalam dan bh nya lalu kembali berbaring di samping saya sambil memeluk saya dan menarik selimut.

Wife:” udah ngantuk belum Pah?

Saya:” Dikit, kenapa?

Wife:” Pah, tawaran Heni menarik juga, sekali-kali mamah mau coba boleh gak?

Saya:” Ntar keterusan kayak sama Pak Bob”

Wife:” Penasaran saja pah gimana rasanya jadi pemijat plus-plus hehe..”

Saya:” sama pak bob dulu katanya cuma nyoba saja tapi jadi keterusan”

Istri saya mulai meraba-raba rudal saya.

Wife:” gpp kan Pah, sambil pegang rudal bobonya”

Saya:” Biasanya juga gitu”

Wife:” Koq papah ketus gitu, ya kalau gak boleh gpp, mamah ngayal aza jadi cewek tukang pijet, biar pakai kaca mata sekalian”

Saya:” bagus gitu azan anti papah kasih tongkat dech”

Dewi memasang muka cemberut….

Wife:” Terus soal rencana di puncak gimana Pah?

Saya:” Tadi sore papah sempat hubungi Pak Fadli katanya dia bisanya pas libur natal atau dekat tahun baru kan banyak libur kejepit, kalau soal Ida dan Wilton mah gampang, orangnya di sini”

Wife:” Jadi kira-kira pastinya kapan, masih agak lama dong”

Saya:” Ia, soalnya pak Fadli belum bisa cuti nunggu 3 bulan, rencana Papah sich bagusnya pas mau tahun baru saja mah, sekalian tahun baruan”

Wife:” Hemp, tapi kayaknya masih kurang orangnya ya Pah, cuma 3 keluarga sama Pak Bob”

Saya:” Kan pak Bob mau bawa juga, lagian susah nyari lagi juga orang yang sejalan dengan kita, bisa sich nyari dari sosmed misalnya tapi kalau gak betul-betul kenal malah bisa bahaya”

Wife:” Ia juga sich Pah, gimana kalau ajak si Asep pah”

Saya:” Hah, Asep kan masih bujangan, lagian mamah juga udah loss contact sama dia?

Wife:” Kadang ada sich dia kirim Wa atau sms tapi jarang mamah tanggepin, gini Pah, kan pacar Asep itu anak sma, gimana kalau mamah ajak Asep ikut ke puncak tapi dengan syarat bawa pacarnya yang anak sma itu”

Saya:” Wah kayaknya malah bahaya mah, pasti masih dalam pengawasan orang tua, kalau ada apa2 bakal repot”

Dewi sejenak berpikir….

Wife:” Ya biar si Asep yang atur Pah, kayaknya si Asep masih penasaran sama mamah, jadi rencana mamah mau dekatin dia lagi trus mau mamah ajak dengan syarat tadi, kayaknya sich mereka belum pernah hubungan badan dech, jadi mau mamah tes aza pacarnya itu buat itung-itung gantinya mamah, di kasih ke Papah, papah pasti mau dech, perawan anak sma…hehe”

Saya:” Kalau mikir gitu ia mah, tapi berisiko…, dan memang mau si Asep nyerahin pacarnya”

Wife:” yaitu yang mamah mau tes siapa tahu bisa, memang papah lupa siapa yang ngatur sampai Ida bisa papah takhlukan kan dari rencana mamah juga”

Saya:” Ya, terserah mamah dech, atur aza, tapi kalau kira2 berisiko lebih baik jangan”

Wife:” ia, dicoba dulu lah pah, iseng-iseng berhadiah dech, haha”

Saya memcoba mengalihkan pembicaraan…

Saya:” ngomong-ngomong gimana tadi siang sama Pak Bob, mamah belum cerita lengkap”

Wife:” mamah ketemuan sama dia di mall, di beliin pakaian, cangcut sama kutang juga di beliin sama dia, ini yang mamah pakai baru yang tadi dibelikan Om Bob”

Saya:” terus….

Wife:” mamah baru inget cangcut yang mamah pakai kan diganti sama yang baru di mall gak dibalikin Om Bob”

Saya:” Jadi mamah disuruh langsung ganti cangcut sama Pak Bob”

Wife:” Ia, dia juga kan ikut ke dalam tempat ganti, jadi mamah ganti baru yang cangcut yang mamah pakai mamah titip ke dia”

Saya:” Waktu ganti itu mamah dientot gak sama pak Bob?

Wife:” Bu Heti yang dientot Pah, lama mamah nunggu mereka selesai”

Saya:” Terus di hotel gimana?

Wife:” Sebagian besar papah tahu kan mamah call papah waktu pak bob menyetubuhiin mamah di hotel”

Saya:” Ia mah, yang papah certain tadi Teh Heni pun jadi ikut sange waktu mamah video call sama papah”

Wife:” oh, jadi karena itu si Heni tahu kalau mamah istri papah pelacur hehe…jadi dia nawarin ke papah mamah juga jadi gadis pemijat di tempat dia”

Saya menganggukan kepala….

Wife:” Pah, Om Bob bilang kalau nanti di villa mamah mau digangbang…bukan mamah saja sich semua cewek nanti secara bergiliran mau digangbang”

Saya:” Ia kah mah” rasanya gak rela juga kalau Dewi dan juga Ida digangbang kalau Diah atau Bu Heti sich biarin saja, tapi ngebayanginnya malah bikin horny.

Wife:” Jiah, koq rudal papah jadi tegang, pasti bayangin mamah digangbang ya….”

Saya:” kayaknya seru juga mah, menurut mamah gimana? Tapi papah tahu kalau mamah sich pasti mau kan?

Wife:” hehe, pasti dong pah, penasaran mamah, baru denger gitu dari Om Bob tadi langsung basah serambi lempit mamah hehe….”

Saya pun meraba serambi lempit istri saya…dan ternyata sedikit lembab.

Saya:” Ini juga basah…”

Wife:” jangan dicolok serambi lempit mamah pah, nanti horny lagi, papah harus tanggung jawab”

Saya:” nggak dech Papah gak kuat, bisa kecapekan besok, mana ada meeting pagi-pagi”

Wife:” Meeting apa pah?

Saya:” biasa meeting bulanan laporan keuangan sama bos-bos”

Wife:” kayaknya mamah harus latihan dulu pah sebelum digangbang di puncak”

Saya:” Maksudnya latihan gimana?

Wife:” ya latihan digangbang biar kuat hehe….”

Saya:” hemmm….memang fantasi liar kamu seperti apa mah?

Wife:” apa ya…ntar papah marah”

Saya:” dari kemaren-kemaren juga udah gak marah”

Wife:” mamah pengen rasain sensasinya di DP, dimasukin di serambi lempit sama bool mamah sekaligus”

Saya:” Itu saja, waktu kita maen sama Pak Fadli dulu mamah gak mau?

Wife:” dulukan masih takut-takut, tapi setelah bool mamah diperawanin om Bob jadi gak takut lagi”

Saya:” Kalau itu maen bertiga aza sdh cukup mah”

Wife:”Bukan Cuma itu, jadi sambil di DP mamah juga pegang rudal kiri dan kanan, dan mulut mamah juga isep rudal jadi kalau dihitung sama 5 orang Pah”

Saya:” Udah kayak pemain bokep saja mamah, kalau 5 di puncak nanti kan Papah, Bob, Fadli dan Wilton masih kurang memang tambah Asep jadi pas”

Wife:” Atau gimana kalau si Asep kita pasangkan sama Bu Heti”

Saya:” Gak setuju papah mah, enak kali si Asep, papah setuju rencana semula kalau si Asep mau ikut harus baa pacarnya”

Wife:” Paling papah nich mau nikmatin anak sma? Hehe”

Saya:” Gak juga, memang keenakan dia gak korban apa-apa tapi mau nikmatnya saja”

Wife:” Ya udah Papah gak usah sewot, belum tentu juga dia mau ikut”

Saya:” Biasa saja koq, mamah saja yang seperti kebakaran jenggot”

Wife:” Eh pah, kita beli mobil baru yuk, jadi pas ke puncak kita sdh pakai mobil baru… gimana?

Saya:” Memang kenapa dengan mobil yang lama?

Wife:” gpp, kan udah lama juga, beli For**ner Pah, mamah udah pilih-pilh typenya”

Saya:” Belum juga dikasih ok sdh pilih-pilh”

Wife:”nanti mamah tambahin pakai uang mamah”

Saya:” memang harganya berapa?

Wife: yang type 4X4 2.4 VRZ AT Diesel Pah hamper di atas 750 hehe”

Saya:” mahal amir mah, gak pilih yang lebih murah”

Wife:” Apa gak kita jual mobil yang lama Pah buat tambahannya, kan keren pah nanti ke puncak pakai mobil baru, gak minder”

Saya:” Hem…tapi masa tabungan papah dikuras sampai habis”

Wife:” gak usah, nanti mamah yang cari tambahannya,hehe”

Saya:” hemm, papah tahu maksud mamah nich…pasti dech gitu, mamah mau jual diri lagi”

Wife:” Mumpung mamah masih laku gpp kan? Mamah pengen mobil baru”

Saya menarik napas panjang.

Saya:” Asal jangan kebanyakan dech, berarti harus sekarang-sekarang”

Wife:” mamah mau Tanya ke Om Bob kalau ada temannya yang tajir mau bayar mahal pelacur berjilbab hehe, boleh kan Pah”

Saya:” terserah dech, yang penting awas harus jaga diri”

Wife:” siip, yuk kita tidur”

Besoknya saya bangun pagi-pagi sekali, walaupun capek karena ada meeting penting saya harus segera berangkat, saya suruh istri saya untuk mengantar Intan sekolah.

POV DEWI

Hari ini saya harus mengantar Intan ke sekolah karena suami saya buru-buru pergi. Awalnya saya punya rencana untuk menemui Asep, tapi sepertinya akan saya pending dulu rencana tsb.

Niat untuk mendapatkan mobil baru telah mengubah rencana awal saya. Hari itu pun saya menghubungi Om Bob untuk menanyakan kalau ada temannya yang juga tajir yang mau memakai saya.

Ternyata tidak sulit, saya hanya disuruh menunggu sekitar 30 menit dan kemuadian Om Bob menghubungi saya lagi, langsung berhasil Om Bob memberikan saya sebuah nomor ponsel, tapi saya dilarang menghubunginya terlebih dahulu, katanya orang tersebut yang akan menghubungi saya.

No tsb segera saya save, agar kalau dia menghubungi saya, saya sdh tahu dari orang tsb.

Saya pun berdebar-debar sambil menunggu informasi dari Om Bob.

Ternyata seharian saya tunggu tidak ada juga. Saya pun menghubungi Om Bob, Om Bob bilang orang tersebut masih di luar negeri, tepatnya Kuala Lumpur dan baru 2 hari lagi balik ke Indonesia.

Saya cukup kecewa, Om Bob pun bertanya apa saya sedang butuh uang. Saya pun berterus terang bahwa saya berencana membeli mobil baru, tak disangka Om Bob mau menambahi dia bilang itung-itung imbalan untuk acara di Puncak nanti. Dia tidak menyebut jumlahnya hanya menyuruh saya mengecek saja nanti di rekening.

Setelah menutup telepon segera saya mengecek saldo melalui sms banking, wah ternyata belum berubah.

Buang bosan saya pun mencoba wa dengan Asep, bicara basa-basi sampai ngalor kidul dan akhirnya kami sepakat untuk ketemuan.

Sudah cukup siang saya pun menjemput Intan.

Setelah pulang saya mengecek kembali saldo rekening saya dan sangat terkejut saldo saya sdh bertambah dan lebih dari cukup saya rasa untuk membeli mobil baru. Saya pun tidak menyangka Om Bob akan memberikan sebanyak itu.

Memang untuk selevel Om Bob yang pengusaha saya pikir uang segitu tidak terlalu sulit bagi dia untuk mengeluarkannya.

Saya pun segera menghubungi Om Bob untuk berterima kasih, saya pun mengatakan ke Om Bob untuk membatalkan dengan temannya yang sedang ada di Malaysia karena uang saya sudah cukup. Ternyata kata Om Bob tidak bisa dibatalkan, dia merasa tidak enak membatalakan kepada temannya. Akhirnya saya katakana ya sudah tetap berjalan sesuai rencana awal.

Terpaksa saya pun membatalkan rencana pertemuan dengan Asep, saya bilang ke Asep ada urusan mendadak dan kita jadwalkan minggu depan, sebenarnya Asep meminta saya dating saja ke tempat di kerja toh tidak jauh, tapi saya malas karena pasti urusan tidak bakal sebentar

Saya masih menunggu kepastian dari teman Om Bob yang mau membooking saya.

Bersambung… Akhrinya setelah 2 hari berlalu, orang tersebut menghubungi saya, yang kemudian saya tahu namanya Halim. Saat itu pagi-pagi saya sedang menonton tv sendirian karena anak saya Intan masih di sekolah sedang Revan bermain di halaman dengan Bu Heti.

Tiba-tiba ponsel saya bordering:

Saya:” Hallo, assalamualaikum”

Halim:” Ya, Hallo, ws, ini Bu Dewi ya?

Saya:” Ia betul bapak, bapak siapa”

Halim:” Saya Halim, temannya Pak Bob, panggil saja Koh Halim”

Saya:” Oh ia Koh, memang sudah balik dari Kuala Lumpur?

Halim:” tadi malam saya nyampe, kapan kita bisa ketemuan, eh yang diomongin si Bob benerkan bukan bohong?

Saya:” Hemp, memang pak Bob bilang apa saja Om, eh Koh?

Halim:” Gimana ya, gua takut salah makanya konfirmasi”

Saya:” Omongin saja Koh”

Halim:” Kamu Ibu Rumah tangga ya, pakai hijab si Bob sudah kirim photo kamu ke saya, katanya kamu bisa di BO”

Saya:” Oh, ia betul Koh, kenapa gak video call saja koh biar bisa langsung tahu saya”

Halim:” Tak apa, biar saya penasaran saja sama kamu, kapan kita bisa ketemu”

Saya:” Gimana Koh ada waktu saja, tapi kalau bisa dalam minggu ini juga”

Halim:” Oh, gimana kalau malam minggu, bisa gak?

Saya:” Kalau siang tidak bisa kah?

Halim:” Tidak bisa,beberapa hari ke depan saya ada meeting dengan klien, gimana?

Saya:” Kalau bukan malam minggu bisa tidak, saya tidak yakin dijinin suami kalau malam minggu”

Halim:” Kalau begitu, bu Dewi bisanya kapan kalau malam ”

Saya:” Kalau besok malam Jumat bisa tidak Koh?

Halim:” ok, berarti besok, kalau saya booking kamu semalaman bisa”

Saya:” Hah, saya Tanya suami dulu koh, karena saya juga punya anak, kalau bisa nanti saya sms”

Halim:” Ok, nanti cepat info” Lalu Halim menutup teleponnya.

Saya lihat Koh Halim mengirimi sms juga ke saya tentang besaran uang yang mau dia bayarkan kalau misal saya mau melayani dia semalaman , ternyata lumayan juga kalau semalaman.

Malamnya saat mau tidur dengan suami saya pun menceritakan tetang telepon Koh Halim siang tadi.

Saat itu kami memang hendak bercinta, saya sudah nyaris bugil, hanya hijab dan kutang yang masih nempel di badan, cangcut saya pun sudah dilepaskan oleh suami.

Saya:” Pah, masukin rudal Papah”

Suami:” Ia mah, mamah ngangkang” sambil mengangkangkan kedua kaki saya. Lalu Blesssek, rudal suami saya pun masuk ke dalam serambi lempit saya, dan dia mulai menggoyang saya secara perlahan.

Saya:” Ough, enak pah….” Sambil bergoyang mengimbangi gerakan suamiku.

Suami saya mendekap saya dan kami saling berciuman, lidah kami saling bertautan….

Saya:” Pah, besok malam mamah mau izin”

Suami saya sambil ngos-ngosan menggenjot saya lalu menjawab:

Suami:” Izin apah mah?

Sambil tanggan saya meraba-raba putting susu suami saya menjawab:

Saya:” mau izin nakal Pah jadi pelacur lagi, besok malam mamah harus melayani tamu dia minta semalaman”

Suami saya tampak sedikit terkejut…

Suami:” kenapa harus malam mah, dan kenapa semalaman?

Saya:” soalnya katanya kalau siang sibuk, jadi bisanya malam, tapi lumayan banget loh mah, kalau mamah mau layanin dia semalaman” sambil menujukan sms dari Koh Halim.

Suami:” Terserah mamah dech” sambil terus menggenjot saya, kali ini semakin cepat…

Saya:” oh papah…enak Pah…kentot mamah yang kenceng”

Suami:” Mamah sekarang yang di atas ya” tanpa menunggu jawwaban suami saya menarik saya bangun lalu dia menjatuhkan badannya di kasur tanpa melepas rudalnya dari dalam serambi lempit saya.

Suami:” papah lepas kutang kamu ya mah”

Sambil tanggannya bergerak kepunggung saya melepas kaitan kutang saya.

Suami saya segera meremas-remas susu saya

Saya:” Isep pah putting mamah, gatel banget” lalu suami saya mulai menghisap puting susu saya secara bergantian.

Suami:” papah gak pernah bosen isep asi mamah” sambil meremas susu saya dia isep Asi saya.

Saya:” Kenyot terus pah….Ough”

Suami:” Tapi besok tamu mamah yang bakal isep toket kesayangan papah”

Saya:” gpp Pah kan yang paling sering Papah, jangan cemberut gitu dong”

Suami saya kembali rebahan, sekarang saya yang harus turun naik menggenjot rudalnya.

serambi lempit saya terasa semakin becek…

Saya:” Pah, mamah kayaknya mau dapet ini…”

Suami saya tidak menjawab, tapi memegangi pinggul saya lalu memenyetubuhi saya secara cepat dari bawah.

Saya:” Oh..ah..ah pah terus, ewe serambi lempit mamah yang kenceng”

Benturan paha suami saya dengan Pantat saya terdengar semakin nyaring.

Plak..plak…ranjang pun berdecit seiring gerakan kami.

Saya:” Ah, mamah keluar pah” Lalu saya terlungkup di atas badan suami saya dan kami saling berciuman….

Suami:” Kamu mau pindah ke bawah lagi mah?

Saya:” ia pah, mamah capek” lalu suami saya membalik posisi kami tanpa melepaskan rudalnya. Saya sekarang kembali di bawah.

Suami saya kembali menggejot saya lagi, kali ini langsung cepat…

Saya:” Ayo pah, pejuhin mamah sebelum besok serambi lempit mamah di isi sperma tamu mamah”

Suami saya sambil ngos-ngosan lalu menjawab…

Suami:” Mamah gak minta ke yang booking mamah pakai kondom”

Saya:” mamah bakal minta pakai kondom, tapi kalau dia gak mau yang terpaksa, ah pah enak rudal papah”

Suami:” papah keluar mah” sambil suami saya menekan rudalnya dalam-dalam ke serambi lempit saya.

Croot…crooot…crooot rasanya banyak sekali semprotannya, mungkin Karena dia tidak ada bercinta dengan orang lain terlebih dahulu seperti kemaren.

Saya:” Ah, panas peju papah….oh enak banget pah lemes kalau habis selesai ngewe yang nikmat” Saya terlentang pasrah dan kelelahan.

Suami saya masih menidih saya, kemudian dia menjilati leher saya.

Saya:” Jangan dicupang pah, biar mamah mulus waktu ketemu orang yang booking mamah, turun gih berat badan papah”

Suami saya pun berguling ke samping saya. Sambil rebahan tangan suami saya masih saja meremas-remas susu saya.

Kami terdiam untuk beberapa saat.

Saya:” Pah besok malam Papah minta tidur sama Bu Heti saja ya, terus anak-anak apa perlu mamah titip ke tempat kakek neneknya?

Suami:” Tidak usah mah, ntar mereka banyak Tanya, biar dijagain bu Heti”

Saya:” Ok Pah, mamah mau mandi dulu, terus kita tidur”.

Besoknya seperti yang sudah dijanjikan saya harus menemui Koh Halim.

Koh Halim sudah memberi alamat hotel yang harus saya datangin. Sore harinya saya sdh bersiap-siap dan berpesan ke Bu Heti untuk menjaga anak-anak karena saya ada keperluan dan akan pulang besok pagi tanpa menjelaskan yang sebenarnya.

Saya pun segera berangkat menuju tempat yang di maksud. Saya bersaha tampil semenarik mungkin. Saya menggunakan jilbab warna biru, menggunakan rok jenis kain warna gading yang ketat mencetak pinggul saya sehingga dari luar dapat terlihat garis celana dalam yang saya pakai sedang atasannya menggunakan gaun warna putih motif bunga berwarna biru dengan kancing di bagian depan yang panjangnya sepinggang.

Menggunakan mobil suamiku aku pun bergegas menuju hotel yang dimaksud, perjalan memang cukup jauh dari daerah antapani ke Lembang lebih kurang 1 jam perjalanan saya sampai di tempat yang dituju.

Saat itu sudah hampir setengah tujuh malam, saya pun segera masuk ke dalam hotel dan menuju kamar Koh Halim seperti yang diberitahukan ke saya sebelumnya.

Saya pun segera mengetuk pintuk kamar, kamar kategori deluxe king dan tak lama segera terbuka, tampak seseorang sekitar 45 tahunan sedikit beruban membukakan pintu.

Tubuhnya lebih pendek dari saya, perutnya buncit tapi kulitnya putih bersih bahkan menurut saya lebih putih dari saya atau suami saya, matanya sipit khas orang keturunan, kalau masih muda lumayan ganteng pastinya, hanya perutnya yang sangat buncit menjadi nilai minus.

Saya:” Hai…dengan Koh Halim?

Halim:” Bu Dewi ya, mari masuk” sambil menarik tangan kanan saya dan membawa saya ke dalam kamar, ruangan cukup luas.

Saya segera duduk di atas sofa. Koh Halim tampak mengambil 2 botol minuman bersoda dari dalam kulkas, lalu mengambil remote tv dan menyalakan tv.

Lalu duduk di samping saya.

Halim:” Mau yang beralkohol?

Saya menggelengkan kepala karena memang tidak suka dan tidak biasa minum minuman yang beralkohol.

Halim:” Bu Dewi sangat cantik dan anggun dan tampak masih muda”

Koh Halim tampak lebih kalem dan sopan jika dibandingkan Pak Bob.

Saya:” Koh terlalu berlebihan memuji saya”

Halim:” Jadi Bu Dewi bener sudah menikah”

Saya:” Ia Koh, saya sudah menikah dan punya 2 anak”

Halim:” Sebelumnya mohon maaf, tapi sudah, tidak jadi, saya pikir saya tidak perlu tahu”

Saya:” Saya tahu Koh Halim mau nanya apa, Koh Halim mau nanya kenapa saya jadi pelacur kan?

Halim:” Ia, tapi tak pa saya tidak perlu tahu”

Saya:” Tidak apa, alasan saya jadi pelacur pertama untuk kesenangan saja kedua ternyata uangnya lumayan buat saya”

Halim:” Oh, ok berarti tidak ada keterpaksaan, kamu bisa melayani saya sepenuhnya”

Saya:” Oh tentu saja Koh, saya akan berusaha berikan yang terbaik”.

Halim:” Bu Dewi mau makan dulu? biar saya pesankan”

Saya:” Belum, nanti saja Koh”

Halim:” Ya sudah, kalau begitu saya mandi dulu ya, Bu Dewi”

Saya:” Apa perlu saya temanin Koh”

Koh Halim langsung berbinar matanya….

Koh Halim:” Kalau begitu kita nanti saja mandinya” Sambil tangannya memegang tangan saya dan menuntun saya menuju ranjang.

Lalu kami duduk berhadapan ditepi ranjang. Koh Halim memegang belakang kepala saya lalu menariknya sehingga wajah kami saling berdekatan, lalu dia mulai menciumi dan melumat bibir saya, lidah kami saling bertautan, sebelah tangannya mulai meremas-remas susu saya.

Koh Halim menaikan jilbab saya lalu mulai menjilati belakang kuping saya.

Saya:”Oh Koh, geli” Tangan saya yang tadi diam sekarang turun meremas rudal Koh Halim dari luar celananya.

Halim:”Oh, Bu Dewi..mainkan rudal saya”

Saya:” Ah, koh cupang leher saya?

Koh Halim tidak menjawab tapi terus menjilati leher dan belakang telinga saya dan beberapa kali memberi cupangan yang membuat gairah saya semakin bangkit.

Saya:”Koh mau saya isep rudalnya?

Koh Halim tampak sudah sangat bernafsu sekali.

Halim:” Ia Bu Dewi, saya sdh tidak sabar” dengan segera dia menurunkan celana sekaligus celana dalamnya sendiri.

Saya segera berjongkok di depan selangkangannya. rudal Koh Halim lumayan besar tapi terhitung pendek kalau dibandingkan dengan rudal-rudal yang pernah masuk ke serambi lempit saya, apalagi perutnya yang buncit membuat rudal Koh Halim semakin terlihat pendek.

Saya memukul-mukulkan rudalnya ke pipi saya.

Saya:” Gede juga rudal Koh” sengaja untuk semakin menaikan birahi Koh Halim.

Halim:” Isep Bu Dewi saya sdh tidak tahan” rudal koh Halim memang sudah sangat keras.

Saya pun mulai menghisap rudal Koh Halim, saya masukan semua ke dalam mulut saya, saya hisap juga sampai dengan telurnya.

Halim:” Akh mantap, saya memang sudah lama pengen disepong wanita berjilbab”

Koh Halim memaju mundurkan rudalnya di mulut saya dengan sangat bersamangat.

Koh Halim tiba-tiba mengejang dan menekan rudalnya dalam-dalam. Sambil memegang erat kepala saya.

Halim: “Akh saya keluar”

Saya:” kena muka saya Koh, banyak banget pejunya”

Saya yang kaget segera melepas rudalnya, sebagian pejunya masuk ke mulut tapi banyak yang mengenai wajah, terutama di hidung dan mata saya, dan ada juga yang mengenai hijab saya.

Saya cukup takjub banyak sekali peju Koh Halim ini.

Halim:” Sorry Bu Dewi” lalu berjalan dan mengambil tissue dan memberikan ke saya.

Saya lalu mengelap muka saya dengan tissue.

Saya:” Koh, saya ke toilet dulu ya”

Halim:” Ok” saya lihat Koh Halim terlentang kelelahan di kasur.

Saya pun ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menghilangkan bau di wajah saya. Saya lihat jam tangan baru menunjukan pukul 8. Setelah menggunakan make up kembali saya pun keluar kamar mandi.

Saya lihat Koh Halim sudah memakai pakaiannya kembali.

Halim:” Bu Dewi, bagaimana kalau kita makan dulu di luar”

Saya:” Maaf Koh, saya tidak berani, bagaimana kalau pesan makanan saja” saya khawatir kalau keluar kamar ada orang yang mengenali saya, apalagi ini masih dalam wilayah Bandung.

Koh Halim tampak menelepon.

Halim:” Saya sudah pesan makanan” lalu duduk di sofa, dia menepuk sofa meminta saya duduk di sampingnya.

Saya pun menghampirinya, lalu duduk di sebelahnya.

Koh Halim lalu memulai pembicaraan kembali.

Halim:” Saya sudah tidak seperti anak muda, baru keluar sudah cepat berdiri lagi”

Saya:” Mau saya kocokin koh” tanpa menunggu jawaban darinya segera tangan saya masuk ke dalam celana Koh Halim dan mulai mengocok rudalnya.

rudal masih lemas, saya coba kocok-kocok, beberapa lama belum juga bangun.

Saya pun berjongkok lalu melepas kancing baju saya hingga payudara saya sekarang terbuka.

Tangan Koh Halim langsung saja mengelus dan meremas susu saya dari luar kutang.

Saya:” Ah, koh…main remas saja, saya tadinya mau jepit rudal Koh di nenen saya”

Koh Halim:” mana saya tahan, kalau begini mungkin bisa cepat berdiri lagi”

Saya pun menepis tangan Koh Halim, lalu saya menurunkan cup kutang saya dan menaruh rudal Koh Halim di belahan payudara saya. Saya mulai menggerakan payudara saya yang menjepit rudal Koh Halim.

Kurang dari 5 menit rudal Koh Halim mulai sedikit menegang, tapi tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuk.

Halim:” empuk sekali susu Bu Dewi, ah Sebentar bu, mungkin pelayan yang membawakan makanan”

Saya pun segera berdiri dan merapikan pakaian saya lagi.

Koh Halim pergi untuk membukakan pintu. Benar saja pelayan Hotel lalu masuk dan menaruh makanan di meja. Tak lama dia pun pamit, sempat juga dia melihat saya, tapi mungkin mengira saya istrinya Koh Halim.

Koh Halim:” Mari makan dulu Bu Dewi, udah mulai malam ini”

Kebetulan perut saya pun sudah mulai lapar. Kami pun segera makan malam.

Setelah selesai akan Koh Halim mengajak saya ke balkon di luar kamar sambil melihat pemandangan di luar.

Koh Halim mengajak saya duduk di kursi. Saya melihat Koh Halim masih sangat sopan kepada saya.

Saat dia duduk, saya pun memilih duduk dipangkuannya bukan disebelahnya.

Koh Halim sedikit kaget tapi bercampur senang. Kami sudah seperti orang pacaran saja.

Saya:”koh, koh gak usah terlalu gimana gitu, perlakukan saja saya seperti pelacur-pelacur lain yang pernah koh gagahin”

Sambil menyenderkan kepalanya saya ke bahunya. Kami saling menatap lalu saya melumat bibir dia, saya berusaha lebih agresif karena sebelumnya saya belum mendapat kepuasan.

Halim:” kamu berbeda dengan pelacur lainya, kamu special di mata saya, wanita muslimah berhijab” sambil gantian melumat bibir saya dekan rakusnya.

Saya:” Biar saya berhijab, biar saya sdh punya suami, biar saya berbeda, tapi saya juga tetap seorang pelacur”

Tangan Koh Halim mulai meremas payudara saya dari belakang. Pantat saya pun mulai merasakan tonjolan keras dari celananya.

Halim:” Ya, sebenarnya saya punya fantasi sama perempuan berhijab, apalagi setelah tahu Bu Dewi masih punya suami”

Saya:” akh Koh” saya mendesah merasakan remasan Koh Halim di payudara saya. Lalu saya membuka kancing baju saya dan menuntun tangan Koh Halim agar masuk ke dalam dan meremas payudara saya dari dalam, saya pun menurunkan cup kutang saya. Kini tangan Koh Halim bersentuhan langsung dengan payudara saya.

Saya:” Remas nenen akuu yg kuat Koh, makanya kalau Koh punya fantasi lakukan saja jgn ragu”

Halim:” Hah, koq ada airnya, tetek Bu Dewi bisa mengeluarkan air susu?

Koh Halim sedikit terkejut mengetahui susu saya mengeluarkan asi.

Saya:” Ia Koh, nenen saya ada asinya, karena saya masih menyusui anak saya yg nomer 2”

Halim:” Bu Dewi, saya mau nyusu kalau begitu, boleh”

Saya:” Tentu saja Koh, malam ini saya punya Koh, saya pelacur yg Koh sewa, nikmatilah saya”

Halim:” Kalau begitu Bu Dewi sekarang ngadep ke saya”

Saya mencoba berbalik tapi kesulitan karena rok ketat yg saya pakai. Saya pun segera berdiri.

Saya:” Koh saya lepas saja ya, rok saya, susah ini”

Halim:” Oh, ok, biar saya bantu” Koh Halim berdiri dan bergerak kebelakang saya membantu menurunkan resleting rok saya yang ada di belakang.

Saya pun segera melepas rok saya, saya melihat ke segala arah takut ada orang yg melihat perbuatan kami.

Koh Halim segera duduk kembali. Saya kini hanya memakai hijab, baju atasan saya sudah terbuka, susu saya pun menggantung meski kutang saya masih terpasang, dan bawahannya saya cuma memakai cangcut warna merah jambu saja.

Saya segera mengangkangi dan duduk di antara dua paha Koh Halim. Lalu saya menyodorkan payudara saya ke Koh Halim.

Saya:” Ayo Koh, katanya mau nenen”

Segera Koh Halim melumat payudara saya. Mulutnya menyedot puting susu saya. Asi saya pun mengalir dengan derasnya.

Saya:” mini yg bnyk Koh, akh…”

Tiba-tiba kami mendengar kalau ada orang berbincang dari kamar sebelah, sepertinya mereka mau keluar juga dari kamarnya. Segera saya dan Koh Halim bangun, tanpa mengenakan rok saya lagi kami berlari masuk kamar.

Walaupun sebenarnya ada sekat, tapi tetap kami khawatir akan ketahuan.

Koh Halim tampak sedikit pucat, mungkin kaget, sedang vsaya mencoba rileks, malah ketawa-ketawa walau dlm hati dag-dig-dug juga.

Saya:” Hehe, kaget kita Koh, padahal ada sekat ya”

Halim:” ia padahal…” sambil menuntun saya duduk di sofa.

Kami pun duduk saling berdampingan.

Halim:” Bu Dewi, sebenarnya saya punya fantasi tentang perempuan berhijab, saya rasa Bu Dewi bisa membantu saya mewujudkannya”

Saya:” katakan saja Koh” sambil tangan saya masuk ke celana Koh Halim dan mulai mengocok rudalnya.

Halim:” Tahun dulu Bu, saya tidak mau cepat keluar” tangan Koh Halim menahan tangan saya yg lagi mengocok rudalnya.

Saya pun menarik tangan saya.

Halim:” saya punya fantasi memperkosa cewek berhijab yg masih perawan, semacam anak SMU atau mahasiswi gitu”

Saya:” Tapi saya sudah tidak perawan lagi Koh, sdh 4 rudal laki-laki malah yg masuk ke serambi lempit saya, atau saya berpura-pura jadi mahasiswi yg masih perawan, terus Koh memperkosa saya”

Halim:” Hehe tidak perlu begitu, fantasi saya sekarang sdh berubah”

Saya;:” Berubah gimana Koh” sambil kembali mengenakan rok saya karena Koh Halim menunjuk ke rok saya dan memberi isyarat untuk saya memakainya kembali.

Halim:” sekarang saya menjadi berfantasi memperkosa ibu rumah tangga berjilbab seperti kamu Bu Dewi”

Saya:” pas kalau gitu Loh Halim bisa lakukan sama saya”

Halim:” jadi sekarang Bu Dewi pura-pura saya perkosa gitu”

Saya:” ia, saya sdh paham Koh, jadi sekarang harus gimana”

Halim:” jadi gini, pura-puranya saya datang dari balkon luar, ceritanya saya mengetuk pintu, ibu membukakan pintu, dan ceritanya saya debt colector mau nagih hutang, terus karena suami ibu tidak ada dan ibu tidak bisa membayar serta saya tergiur dengan kecantikan Bu Dewi, saya pun memperkosa Bu Dewi, bagaimana?

Saya:” Bagus Koh scenarionya, saya ok saja, tapi kalau saya tidak akan teriak terlalu kencang”

Halim:” siip, kita mulai sekarang ya”

Saya:” Ia Koh”

Koh Halim segera keluar lewat pintu belakang ke balkon.

Dalam hati liar juga nich fantasi aki-aki, memang aneh-aneh keinginan orang. Karena dalam posisi dibayar aku Sich tidak keberatan dan menarik juga.

Koh Halim mengetuk pintu, sandiwara no1 pun dimulai….

Saya:” maaf, ini dg siapa dan ada perlu apa?

Halim:” Saya Koh Halim, debt collector suruhannya leasing, kamu Bu Dewi” mata Koh Halim melihat saya dari ujung kaki sampai kepala”

Saya:” iiaaa, saya Dewi”

Halim:” Ibu sdh menunggak 6 blm tahu, mobil harus disita sekarang”

Saya:” mobilnya di bawa suami saya”

Halim:” saya tdk mau tahu, pokoknya harus bayar sekarang juga”

Saya:” saya tidak punya uang Koh”

Halim:” kalau tidak ada uang, bayar dg tubuhmu jg gpp”

Saya:” kamu jgn kurang ajar ya…”

Tiba-tiba Koh Halim menutup pintu, lalu memeluk saya.

Saya pura-pura melawan.

Saya:” akh, lepasin, tidak..” setengah teriak.

Koh Halim berusaha mencium saya, saya berhasil melepaskan diri, namanya pura-pura saya lari ke tepi ranjang.

Koh Halim kembali menangkap saya, lalu mengangkat tubuh saya ke kasur dan membanting tubuh saya ke kasur.

Koh Halim berusaha menindih saya, saya pura-pura berontak.

Saya:” ah, jangan Koh, jangan perkosa saya, saya sdh punya suami dan anak”

Koh Halim menarik lepas rok saya, saya tidak melakukan perlawan, karena rok yg ketat membuat saya memang tidak leluasa…

Koh Halim berusaha mencium saya, saya pun pura-pura menghindar.

Saya:” tolong jangan cium saya, saya punya suami” sambil memasang ekspresi sedih…

Koh Halim berhasil melumat bibir saya.

Sekarang dia melepas baju saya, saya membiarkannya, tak bnyk berontak, sayang kalau baju yg saya beli mahal-mahal malah sobek karena fantasi Koh Halim.

Kini Koh Halim berusaha menarik paksa kutang saya.

Sampai tali kutang pundak sebelah kanan pun putus…breet..

Saya:” ah Koh, tolong jangan, lepaskan saya, jangan tarik kutang saya tolong”

Koh Halim pun menyingkirkan kutang saya ke sebelah kiri, karena tali kutang sebelah kiri masih menempel, tangan Koh Halim kini meremas susu saya, lalu dg tak sabar kepalanya terbenam dalam payudara saya, mulutnya menghisap putting susu saya.

Saya:” jangan diremas nenen aku, ah tidak jgn dihisep putting susu aku, pah tolong, susu mamah, akh”

Koh Halim tampak bersemangat sekali menghisap asi dari payudaraku.

Kedua putting susuku dihisap bergantian.

Halim:” ternyata tetek kamu ada air susunya, manis sekali”

Saya:” akh, papah, tolong nenen mamah dihisep Deby collector, ah tolong pah, mamah mau dinodai debt collector”

Koh Halim lalu melepaskan dekapannya dan membuka baju dan celananya sampai telanjang bulat.

Lalu tersenyum dan merengangkan kaki saya. Saya pun melebarkan kaki saya.

Lalu Koh Halim menarik cangcut saya.

Saya pura-pura menahan tangan Koh Halim.

Saya:” Jangan lepaskan, najis, jangan tarik cangcut saya” dan breet celana saya pun robek sehingga dengan mudah Koh Halim melepasnya.

Lalu cangcut saya dilemparkan begitu saja.

Sekarang saya hampir total telanjang, tinggal hanya mengenakan hijab dan kutang yg sudah robek sebelah talinya.

Koh Halim mengarahkan rudalnya ke arah serambi lempit saya.

Saya pun pura-pura menolak.

Saya:” jangan dimasukin burungnya tolong ampun, anjing, biadab pah tolong mamah mau diperkosa.. ah”

Dan bleeessss, rudal Koh Halim pun masuk ke dalam serambi lempit aku.

Halim:” hahahaha, lihat Bu Dewi rudal saya sdh masuk serambi lempit kamu”

Saya:” ah, ampun, pah tolong, rudal debt collectornya sdh masuk serambi lempit mamah”

Koh Halim pun menggenjot saya secara membabi-buta

Saya:” ah, Koh enak,entot yg kenceng”

Pak Bob setengah menindih saya, sambil menggenjot saya dengan memegang kedua paha saya, dia mencondongkan badannya, tapi lucu karena perutnya besar, dia mau cium saya jadi tidak nyampe-nyampe.

Koh Halim semakin mempercepat genjotanya, lalu tiba-tiba dia menekan habis rudalnya, dan saya rasakan pejunya menyemprot dinding serambi lempit saya.

Saya:” ah, tidak, pah rudalnya bucat pejunya masuk ke serambi lempit mamah semua, tidaaaak anjing, binatang kamu” tapi bersamaan dengan itu saya pun mendapat orgasme.

Halim:” rasakan nich pejuh aku, ah….serambi lempitmu sudah aku nodain”

Saya:” binatang kamu, teganya memperkosa seorang ibu rumah tangga bangsat” sambil berpura-pura sesenggukan.

Koh Halim akhirnya terguling ke samping saya.

Saya pun ngos-ngosan, saya lihat Koh Halim juga begitu capek, stamina Koh Halim memang kalah jauh dari Pak Bob.

Cukup lama kami terdiam.

Halim:” Bu Dewi, sorry saya terbawa nafsu, celana dalam dan bh Bu Dewi saya bikin robek”

Saya:” Ya Koh, gpp, saya juga bawa cangcut sama kutang buat ganti dari rumah”

Halim:” oh, syukurlah”

Saya mengelap serambi lempit saya yg belepotan peju Koh Halim dengan robekan cangcut saya.

Saya:” Koh saya permisi mau bersih-bersih dulu di kamar mandi” tanpa menunggu jawaban saya segera menuju kamar mandi, cangcut dan kutang saya yg sdh robek saya buang di tempat sampah.

Ketika saya kembali Koh Halim sdh tertidur di balik selimut.

Saya pun segera masuk ke dalam selimut tanpa busana, hanya hijab yg masih nempel, walau sedikit tidak nyaman tapi demi memuaskan keinginan Koh Halim tidak saya lepas.

Saya pun tertidur di sebelah Koh Halim yg sdh ngorok.

Tiba-tiba saya terbangun, saya merasa sebuah benda sedang keluar masuk di serambi lempit saya.

Saat saya membuka mata ternyata posisi saya sedang mengangkang, dan tampak Koh Halim sedang memasukan dildo berukuran cukup besar ke serambi lempit saya, lebih besar dari rudal dia.

Saya:” Ah, Koh nakal, terus Koh” saya merasa keenakan, serambi lempit saya pun sdh basah.

Lalu Koh Halim menarik keluar dildo yg sdh penuh oleh cairan saya. Kemudian dia mendekap saya sambil mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya.

Dan Bleeessss…rudal Koh Halim kembali ditelan serambi lempit saya.

Saya menggerakkan pinggul saya mengimbangi gerakan Koh Halim.

Koh Halim kembali menghisap putting susu saya dan meminum asi yang keluar.

Halim:” memang sedap asi Bu Dewi”

Dia pun memberi cupangan pada susu saya.

Saya:” aw, Koh nyupangnya sakit”

Tiba-tiba Koh Halim menekan rudalnya dalam-dalam dan saya merasakan semprotan spermanya, walau tidak sebanyak sebelumnya. Kali ini saya tidak sempat ikut orgasme. Tapi kepuasan pelanggan yg utama, hehe.

Koh Halim pun menciumi saya dengan rakus. Lalu berguling ke sebelah saya.

Koh Halim tahu saya blm orgasme, dia pun memasukan kembali dildo ke serambi lempit saya, sampai serambi lempit saya semakin basah dan banjir.

Akhirnya saya pun bisa orgasme juga.

Halim:” saya puas sekali dengan pelayanan Bu Dewi”

Saya:” terima kasih Koh”

Kemudian kami pun tertidur kembali.

Hampir jam 7 pagi saya baru terbangun, saya lihat Koh Halim masih ngorok.

Saya biarkan dia, saya segera menuju kamar mandi.

Setelah mandi segera saya memakai pakaian saya, pakaian ganti yg sengaja saya bawa dari rumah.

Setelah selesai saya sempat menelepon Bu Heti untuk menanyakan kabar anak-anak dan suami, dari Bu Heti saya mendapat kabar suami saya tidak pulang ke rumah, kata Bu Heti suami sempat mengabari tidak pulang katanya menginap tempat teman.

Saya segera menelepon suami saya, tapi dia tidak mengangkat telpon saya.

Saya pun duduk dan menonton tv, tak lama saya lihat Koh Halim pun terbangun.

Koh Halim lalu menghampiri saya.

Halim:” Bu Dewi uangnya sdh saya transfer ke rekening Ibu, bisa Ibu cek”

Saya pun sumringah.

Saya:” ok Koh, terimakasih”

Koh Halim pun pergi ke kamar mandi.

Saya segera mengecek saldo rekening saya melalui sms banking, dan ternyata memang sdh masuk.

Koh Halim tampak sdh keluar kamar mandi menggunakan piyama, lalu menelepon untuk memesan makanan.

Halim:” sebelum pergi baiknya kita makan dulu.

Saya pun mengangguk tanda setuju.

Setelah selesai makan saya pun hendak pamit pulang.

Saya:” Koh saya pamit pulang ya, sdh siang ini”

Tampak Koh Halim sedikit menarik nafas panjang.

Halim:” Bu Dewi kalau tidak keberatan saya boleh minta sesuatu”

Saya sedikit heran dan bingung apa yg mau diminta Koh Halim.

Saya:” memang Koh mau minta apa?

Halim:” itung-itung bonus, nanti saya tambahin dech, boleh saya minta ngewe sekali lagi, quick sex saja Bu, sebelum pulang”

Karena tidak tega melihat wajah Koh Halim yg memelas saya pun menyetujui permintaanya.

Saya:” hemp, ok dech Koh, sebentar saja ya”

Koh Halim pun tampak senang.

Koh Halim menuntun saya berdiri dan menyuruh saya membungkuk sambil tangan memegang ke senderan sofa.

Saat itu saya memakai baju kurung hijau bunga-bunga.

Saya segera mengikuti perintah Koh Halim, saya menurunkan cangcut saya sampai lutut dan merengangkan kedua kaki saya.

Koh Halim saya lihat menurunkan celananya, lalu mengarahkan rudalnya ke lubang serambi lempit saya yg sdh terbuka,agak kesulitan karena perutnya yg buncit tapi dengan susah payah dan saya mengangkat sebelah kaki saya seperti anjing betina kalau digagahi jantannya, bleeessss… rudal Koh Halim masuk juga.

Seperti kesetanan sambil meremas pantat saya Koh Halim menggenjot serambi lempit saya.

Saya:” akh, pelan pelan Koh”

Halim:” serambi lempit kamu memang enak Bu Dewi” tak sampai 10 menit peju Koh Halim pun muncrat dan memenuhi serambi lempit saya, kali ini cukup banyak.

Halim:” ah saya keluar” crooot…crooot…

Koh Halim pun mencabut rudalnya. Saya segera mencari tissue untuk mengelap serambi lempit saya. Tanpa ke kamar mandi saya pun kembali menaikkan cangcut saya.

Koh Halim saya lihat duduk di sofa sambil ngos-ngosan. Saya pun segera pamit pulang, khawatir dengan anak-anak karena suami tidak pulang.

Bersambung… Hari itu saya berangkat ke kantor dengan perasaan tidak nyaman, malam nanti istriku Dewi akan menjalani lagi profesinya sebagai pelacur, tidak dengan pak Bob tapi dg temannya.

Agak berbeda dari biasanya, saya memacu kendaraan dg kecepatan tinggi. Walaupun beberapa kali sempat terjebak kemacetan. Saya pun tiba di kantor lebih cepat dari biasanya.

Saat masuk ke ruangan Finance, kondisinya berbeda dari biasanya. Saya lihat anak-anak sedang berkumpul di meja Ida. Saya yg heran segera menghampiri meja Ida.

Alangkah terkejutnya saya karena saya mendapati Ida sedang menangis.

Melihat kedatangan saya, Adam salah satu anak buah saya mengatakan bahwa Ida baru saja kehilangan handphonenya.

Saya:” Bu Ida, bagaimana ceritanya sampai hp ibu hilang?

Sambil sesenggukan Ida menjawab:

Ida:” sepertinya hp Ida hilang di angkot Pak, Ida baru sadar saat sdh nyampe kantor, hp tak ada di tas”

Saya:” mungkin ketinggalan di rumah…

Ida:” nggak, soalnya waktu di angkot sempat telponan dengan mas Wilton, jadi Ida yakin tdk ketinggalan di rumah”

Saya:” sdh coba di hubungi nomor kamunya, siapa tahu jatoh dan ada yang nemuin di angkot”

Tiba-tiba si Dwi ikut berbicara.

Dwi:” tadi sdh saya telpon pak beberapa kali, yg pertama aktif, tapi nggak diangkat, yg berikutnya langsung tdk aktif”

Saya pun segera mencoba menghubungi nomor Ida, ternyata memang tidak aktif.

Kalau begini ceritanya kemungkinan besar hp Ida memang ada yg nyopet.

Wah bisa jadi ini kerjaan si Saep atau mungkin Ubed dan Junaedi.

Saya:” bagaimana kalau lapor polisi?

Dwi:” ia, Dwi juga sdh saranin begitu ke Mbak Ida, tapi mbak Ida gak mau, katanya kecil kemungkinannya buat hpnya kembali”

Saya:” Ia juga sich, tapi saya pikir tetap perlu buat laporan, soal kembali atau tidak ya mudah-mudahan bisa kembali”

Salah satu anak buah ku Wahab ikut berbicara.

Wahab:” tadi saya sdh tawarkan untuk saya antar ke polisi pak, tapi si Ida tidak mau”

Saya:” ya udah bagaimana kalau saya yang antar ke polisi?

Ida menggelengkan kepalanya.

Saya pun berpikir sejenak.

Saya:” ya sdh, gimana kalau ibu Ida saya antar beli hp yg baru, saya yang bayarin”

Dwi:” nah kalau itu pasti mau pak, gimana mbak”

Ida:” beneran pak”

Saya:” beneran lah, tapi paling bisa sore nanti jam 4 ya, soalnya saya ada 2 kali jadwal meeting hari ini” dalam hati ya pasti benarlah pasti tak beliin Wong kamu sdh sering nemenin aku tidur hehehe…

Dwi:” asyik tuch mbak Ida dibeliin hp baru, pilih yg mahal mbak, Dwi juga mau dech dibeliin hp baru pak”

Saya:” kalau mau, hp kamu harus hilang dulu”

Dwi tiba-tiba mencubit saya.

Saya:” waduh, apa nich” saya kaget bercampur sakit.

Dalam hati awas aku kentot juga kamu Dwi.

Saya menyuruh semua orang bubar dan kembali ke pekerjaannya masing-masing.

Saya sebenarnya ingin berbicara dg Ida tapi karena ada jadwal meeting dg orang dari kantor pajak terpaksa saya tunda.

Jam hampir menunjukan jam 12 siang, saya pun Wa Ida.

Saya:” Say, makan siang bareng yuk”

Ida:” di mana, gak enak ah sama temen-temen kalau makan berdua aza”

Saya:” ya udah, biar semuanya ku traktir dech, di cafe dekat sini”

Saya pun keluar ruangan dan mengajak semua untuk makan bareng.

Mereka pun tampak senang, saya pun mendekati Ida yang masih tampak murung.

Saya:” ayo, sdh jangan sedih terus, kan dah ku bilang nanti kita beli yg baru” setengah berbisik ke Ida.

Akhirnya Ida bangkit juga dan berjalan menuju teman yang lainnya, saya berjalan di belakangnya.

Seteh berada di sampingnya saya pun berkata kepada Ida…

Saya: ayo Bu Ida semangat, jangan cemberut terus”. Plak saya tepuk pantat semok Ida di depan teman-teman yg lain.

Ida begitu terkejut dan melotot kepada saya, sementara beberapa anak buah laki-laki tampak mupeng dan sedikit khawatir Ida akan marah, sementara Dwi menatap ku.

Ida:” bapak apaan sich”

Saya:” maaf abis gk tahan liat yang semok” para pria tertawa, sementara Ida cemberut, bahkan si Dwi pun ikut tertawa.

Siang itu kami pun makan siang bersama. Saya tidak sempat berbincang dengan Ida karena banyak teman yg lain..

Kami pun kembali ke kantor karena sdh hampir jam 1, kebetulan saya ada meeting lagi dengan bagian purchasing.

Saat saya meeting Ida sempat wa saya dan mengatakan dia tidak suka karena saya menepuk pantatnya di depan teman yg lain. Terpaksa saya balas dg permintaan maaf, tidak ada lagi jawaban dari Ida.

Jam 4 sore seperti yang dijanjikan sebelumnya saya mengajak Ida untuk ke mall Jatos, saya hendak membelikan hp baru. Saya lihat beberapa anak buah saya pun sdh mau pulang, biasanya yg telat pulang hanya Dwi dan si Adam saja.

Saya dan Ida pun berangkat menggunakan mobil inventaris saya menuju Jatos.

Saya pun membelikan hp baru buat Ida brand Korea ternama, kali ini sdh kelihatan senang.

Saya pun mengajak Ida untuk makan dulu di sebuah cafe makanan cepat saji, kebetulan sudah sore dan perut sdh lapar.

Kami pun mulai ngobrol-ngobrol.

Saya:” suami kamu shift malam atau siang say”

Ida:” shift malam memang kenapa”

Saya:” gpp…tanya aza”

Ida:” shift malam say berangkat jam 10 sampai jam 5 pagi, sekarang sdh 3 shift”.

Saat kita sedang ngobrol, tiba-tiba seseorang menepuk dan mengagetkan saya dan Ida, ternyata Clara teman di kantor bagian CSR.

Clara:” hai pak Dendi, lagi asyik nih sama Kak Ida, pakai panggil sayang-sayangan segala.

Sontak wajah Ida memerah, sdng lidah saya seperti tercekat, berarti Clara mendengar apa yg lagi kita omongin.

Saya:” eh, Clara, lagi ngapain di sini? Dengan sangat gugup

Clara:” lagi ngintip ibu dan bapak yg pacaran haha…”

Clara:” tenang saja, rahasia aman koq, lagi ada yg dibeli pak Dendi, buat kegiatan CSR, kebetulan lapar, mampir ke sini, eh seperti kenal ya saya dekati”

Saya:” ya sdh gabung sini” sekedar basa basi berharap sich dia tdk gabung.

Clara:” gak usah, mau dibungkus aza, hehe ntr ganggu yg pacaran lagi”

Clara:” saya pergi dulu ya pak, dah mbak Ida”

Clara pun pergi.

Ida:” aduh gimana kalau jadi gosip” Ida sedikit khawatir.

Saya:” Ya sudah, kita cabut saja” Kami pun segera bergegas pergi.

Saya ingat ucapan istri saya yang bilang dia tidak mau pergi sama cowok lain kelautan takut ada yang kenal, sekarang saya alami sendiri.

Di dalam mobil kami kembali mengobrol.

Ida:” Bapak nanti mau langsung pulang apa balik ke kantor lagi?

Saya:” Ngapain balik kantor lagi, males, tapi mo pulang juga males”

Ida:” Kenapa emang?

Saya pun menceritakan tentang istri saya yang dibooking orang semalaman. Sehingga saya mau pulang pun terasa malas.

Ida:” jadi karena itu males pulang, hehe, ya kalau kamu sange perkosa saja Bu Heti haha”

Saya pun tersenyum kecut.

Ida:” Gimana kalau malam ini kamu nginep di rumah aku say?

Saya:” Boleh juga, tapi kira-kira boleh gak oleh suami kamu”

Ida:” Kayaknya bakal boleh aza, asal kamu inget say jatah suami aku, dia katanya ingin main dengan istrimu paling tidak sekali sebelum ke puncak”

Saya:” Bisa nanti aku aturkan, eh suami mu shift malam atau siang”

Ida:” Shift malam, tapi sekrang 3 shift, berangkat jam 10 nanti dan baru pulang jam 5 atuau 6 pagi, kan tadi udah aku bilang”

Ia juga ya, aku sudah tanya itu tadi.

Saya:” tapi rasa gak enak juga masa aku nginep di tempat kamu”

Ida:” tenang saja suami aku pasti ngijinin, nati aku yang ngomong”

Tak terasa kita sudah masuk perumahan tempat Ida tinggal. Tak lama akhirnya kami sampai di depan rumah Ida.

Ida lebih dulu turun, saya menyusul di belakangnya. Terlihat Wilton sudah menyambut kami.

Dia pun mempersilahkan saya duduk, Ida duduk di dekat suaminya.

Wilton:” mamah, hpnya mati, dari tadi papah telpon, eh pantesan ternyata lagi pacaran sama pak Dendi”

Ida:” Bukan gitu pah, hp mamah hilang , kayaknya mamah kecopetan diangkot, tadi dibeliin hp baru sama Pak Dendi, ini hpnya, mamah gak hapal no papah, pak dendi juga gak punya no papah”

Wilton:” Oh, makanya hati-hati, mamah sich gak pernah mau kalau papah anter, ya udah buatin minum buat Pak Dendi, si Titin sdh pulang”

Saya:” gak usah repot-repot Pak”

Wilton:” gpp pak, santai saja”

Ida pun pergi mengambilkan minum, tak lama dia kembali.

Ida:” si dedek sdh mandi blm Pah”

Wilton:” waduh, belum kayaknya, sekalian mamah mandi, di mandiin, paling masih tidur”

Ida:” Ya udah pak dendi tak tinggal dulu ya, eh Pah kemari sebentar” sambil menuntun tangan suaminya.

Saya pun duduk di sofa sendirian, hari sudah menjelang malam, terlihat beberapa orang lewat di jalan hendak ke masjid.

Saya lihat wilton datang membawa handuk.

Wilton:” pak Dendi mau mandi dulu”

Saya:” Kayaknya saya pulang saja pak, sdh malam juga”

Wilton:” eh, kata Ida mau nginep, itung-itung temenin Ida, saya kan nanti kerja” sambil tersenyum penuh arti.

Saya:” Wah saya gak bawa baju ganti nich”

Wilton:” Pakai baju saya, mungkin muat, nanti Ida yang pilihin”

.

Saya lihat Ida muncul dari belakang menuju kamarnya hanya memakai handuk yang pendek, paha montok dan susunya sedikit kelihatan, tampaknya habis mandi, memang kamar mandi Ida tidak di dalam kamar, rambutnya tergerai, sungguh menggoda hasrat seksual.

Ida pun segera masuk ke dalam kamarnya.

Wilton:” pak Dendi mau mandi sekarang? Saya mau pergi sebentar ke mini market depan”

Belum sempat menjawab terdengar suara Ida dari dalam kamar.

Ida:” pak, mau mandi air hangat? Biar saya masakin air panas?

Saya:” tidak usah” saya pun pamit ke Wilton yg masih duduk di sofa.

Sempat saya lihat Wilton pun pergi keluar.

Saya sebenarnya belum tahu di mana kamar mandinya, saya pun pergi ke arah dapur sepertinya, ternyata memang di sana ada kamar mandinya, saya pun segera masuk ke dalam.

Setelah mandi terasa segar sekali, lengket di badan kini menghilang. Saya pun segera keluar kamar mandi.

.

Setelah di luar saya bingung karena tak ada orang, saya pun mengetuk kamar Ida.

Saya:” Ida…”

Ida:” Ia, bentar”

Ida pun membuka pintu, kini dia memakai baju daster warna putih yg cukup tipis, tanpa mengenakan hijab, rambutnya tergerai di pundaknya.

Ida:” oh, masuk saja pak, ini udah Ida siapin baju mas Wilton, tapi muat gak ya?

Saya:” ya udah, biar saya coba” tapi saya tidak menemukan celana dalam.

Saya:” say, gak ada CD kah?

Ida:” eh ia lupa hehe, gak usah pakai saja pak”

Ida lalu membuka lemari pakaian dan mengambil satu celana dalam milik suaminya.

Risih juga sich pakai cd orang.

Saya pun coba memakainya, ternyata tidak muat.

Ida:” waduh kekecilan ya pak sempaknya suamiku”

Saya:” ia nich say, gimana dong? Sambil melepas kembali celana dalam tersebut.

Ida tampak berpikir sejenak.

Ida:” Bapak sich gendut hehe, gimana say kalo pakai cangcut aku, pasti muat”

Saya:” hah, masa pakai cd kamu sich?

Ida:” daripada gak pakai, gundal gandul”

Saya:” ya udah say, mana cangcut kamunya?

Ida pun kembali membuka lemari dan mengambil celana dalam warna hitam dengan motif bunga di bagian depan dan renda-renda di bagian samping miliknya untuk aku pakai.

Saya pun segera mengenakannya.

Ida:” hehe, warna hitam say, biar sama dengan yang aku pakai” katanya.

Saya lihat di balik dasternya yg berwarna putih memang membayang warna hitam pakaian dalam yg Ida kenakan.

Ternyata celana panjang Wilton pun tak muat, terpaksa saya hanya pakai celana kolor saja yg kebetulan masih muat dan baju kaos yang agak kekecilan.

Ida:” sorry ya pak Dendi, sdh sana tunggu suami aku di sofa paling bentar lg pulang, kalau di sini terus ntar di sangka kamu mau perkosa bininya”

Saya:” hehe, ntar kalau dia berangkat kerja, bininya aku perkosa” sambil berlalu keluar kamar, sebelumnya saya sempat meremas pantat semoknya Ida.

Ida:” aw, mentang laki aku lagi keluar bebas ya nepok dan remas pantat aku”.

Saya pun duduk di sofa sambil mainin hp.

Tak lama Wilton pun datang, terdengar suara motornya sdh di depan rumah.

Wilton pun masuk, saya lihat cukup banyak belanjaannya.

Wilton:” mah, kamu di mana?

Ida pun segera keluar dari kamar.

Ida:” ia Pah”

Wilton:” nich bawain belanjaan, wuih mamah koq gak pakai jilbab mana pakai baju kayak gitu, gak malu apa sama pak Dendi” kata Wilton sambil tersenyum.

Ida:” malu kenapa pah” sambil mengambil belanjaan suaminya.

Sementara saya hanya duduk menyaksikan.

Wilton:” ya itu daster mamah tipis, cangcut warna hitam mamah keliatan loh dari luar, gak malu sama pak Dendi”

Ida:” ngapain malu kalau sama pak Dendi mah, dia udah tahu semua jeroan mamah pah, tadi saja pas papah pergi dia sempat remas pantat mamah hihi” sambil berlalu ke arah dapur.

Wilton hanya tersenyum, lalu duduk di sebelah saya.

Wilton:” kekecilan baju saya pak”

Saya:” gpp, makasih malah udah dipinjemin baju”

Wilton:” ayo pak kita makan dulu, saya tadi juga beli sate kambing dan tongseng, kita makan bareng-bareng”

Saya:” wah saya jadi ngerepotin pak”

Sambil mengikuti Wilton.

Saya lihat Ida lagi menyajikan makanan di meja makan.

Melihat kita Ida pun tersenyum ke arah kami.

Ida:” ayo pada duduk, pah bantuin mamah mau nidurkan si Ade dulu”

Memang terdengar tangisan bayi dari kamar Ida.

Wilton dg bantuan saya menyiapkan makan malam.

Tak lama Ida pun datang kembali.

Segera bergabung dengan kami.

Wilton:” ayo pak, kita makan”

Ida:” ia pak Dendi ayo, papah beli sate kambing nich”

Wilton:” ia mah, biar kuat, hehe”

Saya:” waduh jadi merepotkan”

Ida:” gpp gak tiap hari juga pak”

Kami pun makan dengan lahapnya. Selesai makan Ida pun memberikan kembali meja makan.

Wilton:” mah, bikinin kopi dong, eh pak Dendi kita ngobrol sambil nonton tv yuk” sambil berdiri menuju ruang tengah.

Saya mengikuti dari belakang.

Kami pun duduk lesehan di atas karpet sambil menonton tv.

Tak lama Ida pun datang membawa 2 buah gelas kopi.

Saya:” kamu gak ngopi Da?

Ida:” gak ah, lagi males” sambil duduk disebelah suaminya.

Wilton:” pak, jadi Bu Dewi sedang ada yg booking ya”

Saya cukup terkejut, berarti Ida sudah cerita ke suaminya.

Saya:” ia, ngotot dia pengen mobil baru”

Ida:” tenang pah, udah mamah bilangin koq ke pak Dendi kalau papah pengen ngewe dengan istrinya, dan Pak Dendi sdh ok kalau sebelum ke puncak kita swinger dulu”

Saya:” ia pak Wilton, Ida sudah ngomong sama saya”

Wilton pun tampak sumringah.

Wilton:” ia pak, saya sdh tidak sabar pengen ngerasain hangatnya tubuh istri bapa, hehehe”

Kami semua ikut tertawa.

Ida:” pah, tahu gak? Kini Ida sudah berbaring di pangkuan suaminya.

Wilton:” tahu apa mah?

Ida:” hehe, kan sempaknya papah gak muat di pak Dendi, hihi”

Wilton:” jadi pak Dendi gak pakai sempak?

Ida:” bukan, jadi Pak Dendi pakai cangcut mamah,haha”

Wilton:” masa”

Saya yang diomongin hanya mesem saja.

Ida:” warnanya hitam juga kayak warna cangcut yang mamah pakai sekarang hehe”

Saya:” dikasih Ida cangcutnya yang hitam biar samaan”

Tampak Wilton melihat jam, sdh setengah sembilan.

Ida:” kenapa pah sudah setengah sembilan ya”

Wilton:” cepat banget rasanya”

Ida:” gimana, papah mau maen dulu sebelum berangkat?

Wilton:”ia mah, papah pengen, pak Dendi kita ajak aja”

Ida:” gimana say, mau ikutan, suami aku tuch kalau mau berangkat kerja pasti harus menyetubuhi dulu” kata Ida tanpa disaring.

Saya:” lanjutkan aza, aku masih mau nonton” sekedar alasan, saya masih merasa belum terlalu nyaman kalau maen bertiga dengan Wilton aneh sich berbeda waktu dengan Fadli ketika menggarap Dewi bareng-bareng.

Ida:” ya udah, say, aku tinggal dulu”

Wilton:” yakin nich pak Dendi gak mau maen bareng? sambil memangku istrinya dan di bawa ke kamar, saya hanya mengangguk.

Saya pun melanjutkan nonton tv. Tapi kemudian mulai tidak konsentrasi, saya sedikit menyesal tidak mengikuti ajakan Wilton untuk maen bertiga.

Saya dengan samar-samar dari kamar Ida suara desahan dan kadang tawa cekikikan dari Ida dan suaminya yg sedang memadu kasih. Saya pun dapat mendengar suara ranjang berderit tanda Wilton sedang menyetubuhi Ida. Sempat terdengar tangisan anak Ida beberapa saat, mungkin terganggu oleh ulah orang tuanya yg lagi ewean.

Kemudian saya kembali mendengar deritan ranjang setelah anak Ida kembali diam.

Tak terasa sudah hampir jam 10 malam. Di kamar Ida sudah hening. Tak lama pintu terbuka, kulihat Ida keluar hanya memakai handuk yg sangat pendek, sampai pantatnya kelihatan, tapi dia masih mengenakan celana dalamnya yg warna hitam, dia melihat saya dan tersenyum, tak lama suaminya juga keluar dari dengan Ida hanya memakai handuk berjalan menuju kamar mandi. Sepertinya mereka mandi bareng.

Tak lama keduanya keluar dan kembali masuk kamar.

10 menitan Wilton keluar lengkap dengan pakaian dinasnya.

Wilton:” pak Dendi saya berangkat dulu ya udah telat”

Saya:” pakai saja mobil saya pak” sambil memberikan kunci ke Wilton.

Wilton:” gak usah pak”

Saya:” gpp pak, saya khawatir kalau mobil saya masih parkir di rumah bapak, sedang bapa pergi” Wilton mengerti maksud saya. Dia pun akhirnya berangkat membawa mobil saya.

Tak lama setelah Wilton pergi, pintu kamar Ida terbuka, tampak Ida yang sdh mengenakan daster putihnya lagi muncul.

Ida:” Pak Dendi mau tidur di luar saja apa di dalam sini?

Saya:” Di dalam dong”

Ida:” Kalau di dalam ayo, kenapa masih duduk di situ” saya pun segera berdiri dan masuk ke kamar Ida.

Ida pun menutup pintu kamar. Lalu saya lihat Ida menuju ke meja dipojokan dan menyalakan lampu yg ada di atasnya. Kemudian Ida mematikan lampu utama sehingga sekarang cahaya di dalam kamar sedikit redup.

Saya segera duduk di pinggir ranjang. Saya lihat anak Ida pun tertidur di tepi ranjang yang menempel ke dinding.

Cahaya yang meredup justru membuat baju daster Ida makin terlihat menerawang. Saya dapat melihat pakain dalam Ida dengan cukup jelas.

Saya:” Say, koq sekarang celana dalam kamu ganti, jadi warna biru? Saya lihat celana dalam Ida sekarang berwarna biru sedang bh nya tetap warna hitam.

Ida:” Ia say, aku sudah ganti cangcut, yang item dipakai ngelap sprema mas Wilton”

Saya:” Tadi aku lihat waktu ke kamar mandi kamu masih pakai cangcut warna item say”

Ida kemudian duduk di samping saya.

Ida:” Uda aku taruh di bak cucian, eh Pak Dendi mau langsung bobo apa mau ehem”

Saya:” Ya masa langsung tidur, kan belum dapat jatah hehe”

Ida:” Jadi Pak Dendi nginep di rumah aku ini bukan mau jagain aku karena suami aku kerja tapi mau gagahin aku ya” sambil tersenyum genit.

Saya yang sudah tak sabar dari tadi segera menerkam Ida dan menindihnya.

Ida:” Aw, mmmmph” segera bibir Ida aku lumat, Ida pun segera membalas ciuman saya.

Ida:” suami aku pergi, pak Dendi malah mau nakalin aku,ehhhh” sambil mendesah saat kujilat kupingnya lalu pindah ke leher, saya temukan banyak bekas cupangan dilehernya.

Saya:” nafsu benar kayaknya suami kamu say, banyak banget bekas cupangannya di leher kamu”

Ida:” ahhhh, ia dia jadi sange sekali apalagi setelah dibilangin kita mau swinger dulu sebelum ke puncak pak, eh say, geli ah” saya menjilati leher Ida dan juga memberi tambahan cupangan di lehernya.

Saya pun menurukan daster Ida sehingga melewati pundaknya, saya lihat beberapa bagian dadanya pun ada tanda merah.

Ida:” Kamu mau nenen ya say, aku lepas daster aku ya” saya pun membantu ida meloloskan dasternya dari bagian atas tubuhnya. Sekarang daster ida sudah terlepas saya pun segera menaikan kedua cup bh ida dan muai meremas-remas susunya, ada dua buah cupangan masing-masing satu di susu kiri dan kanan ida.

Ida:” Isap say, kamu dah lama gak mimi asi aku”

Saya pun segera menghisap puting susu Ida mulai dari yang kiri lalu pindah ke kanan aku hisap bergantian. Asinya lumayan masih keluar dengan deras.

Saya:” manis say asi kamu”

Ida:” ia isep pentilnya yang kenceng pak Dendi, oh geli enak” Tiba-tiba ponsel ida berdering…

Ida:” Pak Dendi ambikan ponsel Ida di dekat si dedek” saya pun mengambil ponsel Ida yang tergeletak di atas kepala anaknya saya sempat lihat diponsel yang tadi saya beli itu ternyata muncul nama dengan tulisan Husband, berarti dari Wilton suami ida.

Saya pun memberikan ponsel tersebut ke Ida.

Ida segera menerima panggilan tersebut sementara saya kembali menghisap dan menjilati toket Ida.

Ida:” Hallo Pah,”

Wilton:” Hallo mah”

Ternyata Ida menghidupkan load speaker lalu menaruh ponsel di samping kepalanya.

Ida:” Apa pah, papah di mana?

Wilton:” Papah lagi di kamar mandi kantor, gimana mah, kamu lagi diapain sama Pak Dendi”

Saya sedikit terkejut mendengar pertanyaan Wilton. Ida segera berbisik ke saya.

Ida:” suami aku mau lihat istrinya dikerjain, kayaknya dia penasaran pengen lihat istrinya disetubuhin lelaki lain,tadi kamu diajak maen bareng gak mau, ggp kan” setengah berbisik.

Saya pun mengangguk.

Wilton:” Hallo mah”

Ida:” ia Pah, ini pak dendi lagi isep nenen aku pah, dia maksa tidur sama mamah, terus sekarang tangannya lagi maenin serambi lempit dan itil mamah pah, ah…ohhhh enak pak Dendi”

Wilton:” video call ya mah”

Ida:” Ia pah, telpon wa aza”

Ida:” gpp kan say, suami aku sepertinya penasaran pengen lihat langsung istrinya digagahin”

Tak lama kembali hp Ida berdering tanda panggilan masuk, ida pun segera menjawab panggilan tersebut.

Ida lalu menaruh bantal di samping kami, dan hpnya di taruh dibantal dengan layar menyorot ke kami.

Ida:” gimana pah, cukup pas posisi kameranya?

Saya lihat di layar hp wajah Wilton.

Wilton:” ia mah, sdh begitu aza”

Ida:” ayo say, lanjutin lagi” sambil mencium aku.

Saya:” say, aku jilatin ya serambi lempit kamu”

Ida:” pah, mamah minta izin, serambi lempit mamah mau dijilatinya pak Dendi”

Wilton:” ia mah” terdengar sedikit bergetar. Ida berbisik kepada saya:

Ida:” suami aku benar-benar terangsang kayaknya liat aku kamu kerjain”

Saya sekarang duduk di antara kedua paha Ida.

Saya:” aku buka celana dalam kamu ya say” tanpa menunggu jawaban dari Ida saya tarik turun CD Ida yg berwarna biru hingga terlepas.

Segera saya benamkan wajah saya di serambi lempit Ida.

Ida:” masukin lidahnya say, aw, oh, enak pah”

Slruuup….slruuup saya jilatin serambi lempit Ida yang tidak terlalu lebat bulunya tersebut.

Ida:” jilat di itil aku pak Dendi, ah, nikmat pah” sambil melihat suaminya.

Beberapa kali lidah saya menerobos ke dalam serambi lempitnya.

Ida:” ah, ya gusti, oh aku dapet say” Ida pun mengejang dan mengeluarkan cairan kenikmatannya sampai ke muka saya.

Aku pun duduk di sebelah Ida, kubiarkan dulu dia istirahat sejenak.

Ida :” pah, lemes ih, udah tadi di entot sama papah sekerang mamah di bikin keluar sama bos mamah” sambil melihat ke layar ponsel, tampak wajah Wilton memerah, entah menahan nafsu atau marah istrinya aku kerjain.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan, rupanya dari ponsel Ida, sepertinya ada yang mengetuk pintu, tiba-tiba saja Wilton mematikan sambungan telepon.

Saya dan Ida kontan saja ketawa….

Ida:” kasian si papah haha…..”

Saya:” ya resiko kalau lagi tugas hehe”

Ida:” lanjutin yuk say, aku isep rudal kamu” sambil turun dari ranjang lalu jongkok menurunkan celana saya berikut celana dalam saya yang saya pinjam dari Ida dan lalu mulai menghisap rudal saya.

Saya:” ah, makin mantep isepan kamu say” saya mendesah keenakan, sepongan Ida memang terasa makin mantap saja.

Ida:” gak kalah dong aku sama istri kamu say? Sambil menjilati buah zakar saya dan malah dimasukan ke dalam mulutnya.

Saya:”oh, ia say, kamu makin luar biasa”

Saya sudah tidak tahan, saya minta Ida naik ke pangkuan saya.

Saya:” say, aku gak tahan, kamu naik, masukin sekarang” Ida tidak menjawab, tapi segera naik ke pangkuan saya sambil memegang rudal saya dan mengarahkan ke serambi lempitnya. Blesss… dan Ida menurunkan pantatnya….

Ida:” ahhh..asupan rudal kamu say” sambil mulai naik turun dipangkuan saya. Saya mengimbangi dengan menggenjotnya dari bawah.

Ida:” ah, nikmat banget say” sambil memegang kepala saya lalu mengarahkan ke dadanya.

Saya pun segera melumat puting susu Ida, lidah saya sampaikan di sekitar putingnya yg kembali mengeluarkan ASI.

Ida:” isep yang, ah..ah..ah” desahan Ida berirama sesuai dengan genjotan saya.

Sambil meremas pantatnya yg montok saya pun mempercepat gerakan saya menggenjot Ida.

Saya:” serambi lempit kamu makin basah say”

Ida:” ah…ah, makin cepat say, aku mau dapet”

Saya pun semakin mempercepat genjotan saya.

Rasanya serambi lempit Ida makin hangat.

Akhirnya Ida pun teriak tanda dia orgasme.

Ida:” awwww oh saya, aku dapet” sambil memeluk saya dengan erat dan segera mulutnya melumat bibir saya.

Ida:” ah, enak banget say, zinah itu dilarang karena enak banget, heuncet aku basah banget ya say?

Saya:” ia, tapi gak ngompol kan? Saya jadi teringat waktu dia ngompol dulu.

Ida:” ya enggaklah, ya udah entot aku lagi yang, kamu kan belum dapet”

Saya pun mengangkat tubuh Ida, mau saya entot dia sambil saya gendong.

Badannya terasa lebih berat dari Dewi istri saya.

Ida:”ah, kamu mau ewe aku sambil berdiri yang”

Tanpa menjawab saya mulai menggenjot Ida lagi, kebetulan memang dari tadi rudal saya tidak saya lepas.

Ida:” ah, enak banget say, genjot trus, aku belum pernah diewe suami aku dengan posisi begini ah, enak”

Saya pun cukup terengah-engah, walaupun badan Ida pendek tapi bobot badannya cukup berat.

Tapi baru beberapa genjotan tiba-tiba terdengar suara tangisan.

Rupanya anak Ida terbangun, mungkin karena kami cukup berisik.

Ida:” ah..ah..anak aku ke bangun yang, ganggu aza gak tau mamahnya lagi enak ini”

Saya pun menurunkan Ida dari gendongan saya.

Saya:” nenenin dulu gih, mungkin anak kamu tahu mamahnya lagi selingkuh hehe”

Ida tersenyum lalu naik keranjang dan segera menyusui anaknya dengan posisi miring.

Ida:” haus ya, ini mimik”

Saya pun duduk di tepi ranjang.

Ida:” naik ke kasur aza yang, masukin lagi aza rudal kamu sekarang” sambil mengangkat sebelah kakinya.

Sata pun segera berbaring miring dibelakangnya.

Segera saya arahkan rudal saya ke serambi lempit Ida.

Blesss, rudal saya pun kembali ditelan serambi lempitnya.

Ida:” ah..ahhh gara-gara kamu nangis nak, jadinya mamah diewe Om Dendi sambil nenenin kamu”

Saya pun memenyetubuhi Ida secara pelan, khawatir anak Ida yang sedang nenen dan mulai tertidur bangun kembali.

Plak plak, tapi lama kelamaan entitas saya semakin cepat, karena nafsu sudah diujung tanduk.

Plok…plok…bunyi benturan paha saya dengan pantat Ida terdengar cukup nyaring.Ida:” ah…uh……uh”

Saya;” hosh..hosh“ dengusan napas saya mulai beras

Saya:” aku mau keluar Yank” sambil mempercepat genjotan saya dan meremas-remas pantat montok Ida sedang lidah saya menjilati kuping Ida.

Ida:” barengan ya Yank”

Saya:” ia Yank…hoh..hoh” dan tak lama saya pun merasa tak kuat lagi. Saya tekan dalam-dalam rudal saya di serambi lempit Ida dan benturan pangakl paha saya dengan pantat Ida yang sangat keras sampai membuat mulut anaknya yg lagi nenen terlepas.

Saya:” aku keluar Yank…ah” plak…plaaaaak…crooot…crooot..crooooot…

Ida:” aaawwww…ah..aku juga” peju saya seketika keluar dengan derasnya membasahi serambi lempit Ida, sementara anak Ida pun menangis.

Ida segera netein lagi bayinya.

Ida:” aduh, sampai anak aku yg lagi nenen lepas nich, panas pejuh kamu, kalau aku hamil gimana”

Saya:” kan ada suami kamu say, dan kalau hamil belum tentu oleh aku”

Kami terdiam sejenak karena kelelahan.

Ida kemudian berbalik setelah anaknya kembali tertidur.

Lalu dia melumat bibir saya sambil memeluk saya, satu kakinya di atas paha saya.

Ida:” aku mencintaimu say” saya terkejut mendengarnya.

Ida:” kenapa bengong? Gimana kalau kamu nikahin aku dan suami aku nikah sama istri kamu???

Ida:” kamu sayang banget ya sama Kak Dewi? Ya udah kita tidur ngantuk, sambil menarik sebelah tangan saya agar ke atas pantatnya.

Kita pun terdiam beberapa saat, saya menjadi tidak bisa tidur.

Tak berapa lama Ida bangkit.

Ida:” aku ke kamar mandi dulu ya say, gak enak lengket ini, mau nyuci heuncet aku dulu” sambil tersenyum genit.

Ida:” nitip anak aku” kemudian dia mengambil handuk digantungkan dan pergi.

Saya mencoba memejamkan mata, lebih dari 15 menitan Ida masuk kembali ke dalam kamar.

Saya lihat Ida mengamil celana dalam warna hitam yang tadi saya pakai dan mengenakannya tanpa memakai bh lagi.

Ida pun naik kembali ke atas ranjang dan berbaring di sebelah saya.

Ida:” hehe, tukeran cangcutnya ya say, biar aku rasain bekas rudal kamu yang nempel hehe” sambil meremas rudal saya yang masih lemas.

Saya pun tersenyum.

Ida:” bobo yuk, burungnya biar Ida pegangin takut lepas” saya lihat Ida memejamkan matanya.

Saya segera menarik selimut dan ikut memejamkan mata.

Akhirnya kami pun tertidur.

Tiba-tiba saya terbangun karena rudal saya terasa geli, ternyata Ida lagi duduk dan mengocok rudal saya.

Ida tersenyum kemudian berkata kepada saya.

Ida:” udah bangun lagi rudalnya vsay” rudal saya memang sudah mengeras lagi.

Saya:” jam berapa ini?

Ida:” udah jam 4, ayo kita ngewe dulu bentar lagi suami aku pulang”

Saya pun duduk bersebelahan dengan Ida.

Saya remas susu yang ranum, belum terlihat turun, mungkin karena Ida juga masih sangat muda.

Ida:” say, istri kamu di booking semalaman, kira-kira maennya berapa kali ya?

Saya:” gak tahu saya?

Ida:” Hem, jangan-jangan sekarang istri kamu lagi dikentot say, sama tamunya”

Saya jawab sekenanya.

Saya:” ia kali,ah say” sambil merasakan kocokan Ida

Ida:” kalau dibooking semalaman pastilah gak bakal Cuma sekali istrimu di ewe tamunya, pasti beberapa kali”

Saya pun mengangguk.

Ida:” say, kalau aku jadi pelacur juga gimana ya, aku juga mau banyak duit”

Saya pun cukup terkejut.

Saya:” jangan say, kau kamu perlu uang biar aku bantu, biar istri aku saja”

Ida:” kamu cemburu ya”

Saya:” bukan gitu, Hem tapi, gimana ya, aku juga nyesel sudah kasih izin istriku Dewi jadi pelacur, tapi sdh terlanjur, dia gak bisa dilarang lagi”

Ida:” jujur aza, kamu cemburu kan, hehe, aku isep rudal kamu ya”

Ida mulai menghisap rudal saya.

Saya:” udah say, aku gak tahan, kamu nungging ya, aku ewe dari belakang”

Ida pun mengangguk lalu segera memposisikan diri dengan menungging di depan saya.

Saya segera memegang pantat Ida menurunkan celana dalamnya dan mengarahkan rudal saya ke serambi lempitnya, tidak buru-buru saya masukan, saya sengaja gesekan ke serambi lempitnya lalu saya pukulan rudal saya ke buah pantat Ida.

Ida:” cepet masukin Yank, nodain aku lagi” Sambil memegang rudal saya dan menarik tepat di lubang serambi lempitnya.

Saya pun mendorong rudal saya dan bless..rudal saya mulai ditelan serambi lempit Ida saya dorong perlahan lalu makin cepat. Saya memeluk Ida dari belakang, sambil tangan saya meremasi susunya.

Plok…plok bunyi pantat kami yang berbenturan.

Cukup lama kami dalam posisi itu, sampai Ida minta ganti posisi.

Ida:” Yank,ehmmmp, ngewenya ganti aku di atas badan kamu ya, kamu rebahan”

Saya segera rebahan dan Ida naik ke perut saya lalu mundur dan dengan tangannya mengarahkan rudal saya kembali ke dalam serambi lempitnya.

Ida mulai turun naik di atas saya, buah dadanya bergelantungan, tak tahan saya bangkit dan menghisapnya.

Ida:” ah..ah..Yank, nenen lagi, jgn diabisin nanti anak aku gak dapet”

Saya:” ah, kan nanti ada lagi say, enak cucu kamu” mulut saya pun belepotan air susu Ida.

Tiba-tiba terdengar suara mobil, sepertinya Wilton datang.

Saya:” suamimu datang say”

Ida:” biarin Yank, biar dia tahu kamu lagi gagahin aku, entot yg kenceng dari bawah”

Saya pun menggenjot Ida dengan kencang, terdengar suara pintu depan dibuka saya sudah tidak perduli lagi.

Suara ranjang pun berderit dengan keras.

Tak lama pintu kamar dibuka dan masuklah Wilton.

Kami segera melihat ke Wilton, dan dia juga melihat ke arah kami.

Ida:” mmmph, maaf pah, gak mamah bukain pintu, abis pas Dendi maksa mamah buat menyetubuhi”

Wilton tidak segera menjawab tapi menarik tikar dari bawah kasur lalu tiduran bersender di tembok dan menyaksikan saya yang sedang memenyetubuhi istrinya.

Wilton:” lanjutkan aja mah, genjot rudal pak Dendi biar kapok udah berani gagahin kamu”

Ida pun menggenjot dengan kencang sampai ranjang kembali bergetar.

Ida:” ah, pak Dendi Ida mau dapet, rudal pak Dendi rasanya nusuk sampai rahim Ida”

Saya:” serambi lempit Bu Ida enak” sambil meremas pantat montok Ida, saya pun mengimbangi gerakan cepat Ida.

Ida:” ah aku sampai” Ida mengejang sambil mencakar pundak aku.

Saya pun keluar dan saya tekan rudal saya dalam-dalam di serambi lempitnya.

Ida:” ahhhhh, anget peju pak Dendi pah”

Tak terlalu banyak peju saya yang keluar saat ini dibanding tadi malam.

Ida pun ambruk di atas tubuh saya.

Beberapa lama kami terdiam sampai akhir Ida nangis dan bangun.

Ida bangkit dari atas tubuh vsaya lalu melepas cdnya yg masih menggantung di kakinya dan mengelap serambi lempitnya menggunakan CD tersebut.

Ida segera netein anaknya.

Ida:” pah, ini air susu aku jadi dikit, diabisin pak Dendi tadi, rakus banget nenen sama aku”

Wilton:” biar sehat mah, gpp”

Saya:” ia Bu Ida, ASI-nya manis” sambil bangkit hendak ke kamar mandi, saya pun pamit ke Wilton untuk mandi.

Setelah mandi saya balik lagi ke kamera Ida.

Saat masuk ternyata Wilton sedang menyetubuhi Ida dalam posisi misionaris.

Ida:” eh, pak Dendi, papah sange jadi Ida layanan dulu”

Saya:” ia, lanjutin aza”

Saya pun mencari baju saya tapi masa mau pakai cd kemaren, Ida yang melihat segera paham.

Ida:” pak Dendi pakai cangcut Ida lagi aza, ambil sendiri dari lemari”

Wilton:” ia pak, ambil saja”

Ah, tanpa pikir panjang saya membuka lemari dan saya ambil CD Ida yang warna pink lalu saya kenakan. Saya pun memakai baju kemaren CD saya suka di saku.

Saya lihat mereka sdh selesai menyetubuhi, Wilton sudah terkapar, sementara Ida mengangkang lagi mengelap serambi lempitnya yang belepotan peju dengan celana dalam suaminya.

Ida:” suami aku gak tahan lihat aku dinodai pak Dendi jadi minta jatah juga hehe”

Aku hanya tersenyum lalu segera keluar kamar.

Saya pun duduk di ruang tengah sambil nonton tv.

Saat itu baru jam 6 pagi. Karena kondisi di mana aku tak membawa baju ganti aku putuskan untuk tidak masuk kerja, aku pun mengirim pesan di grup wa juga mengirim SMS ke atasan saya pak Hendro, biar orangnya di Jakarta, saya khawatir kalau tiba-tiba dicari.

Saya lihat Ida keluar kamar dengan hanya memakai handuk juga membawa beberapa helai pakaian kotor.

Ida pun berjalan ke arahku.

Ida:” pak Dendi gak masuk kerja?

Saya:” ia, aku gak nyaman pakai baju kemaren, ya ku bilang saja aku sakit, tapi nanti kamu aku antar koq, tapi turunnya jauhkan dikit dari kantor ya, takutnya ada yang curiga.

Ida:” ok kalau gitu” sambil mau berlalu.

Saya:” nanya itu aza, kirain mau minta aku mandiin”

Ida:” ih apaan, masih kurang apa?

Saya:” hehe, siapa tahu “

Ida tersenyum lalu berjalan menuju kamar mandi.

Tak kulihat lagi Wilton, mungkin tidur.

Saya lihat Ida kembali dari mata mandi mengenakan handuk yg tadi dan masuk ke dalam kamar.

Hampir jam Ida keluar kamar, sudah berdandan rapi Akai hijab warna putih, baju kemeja kotak-kotak warna abu-abu dan celana katun warna hitam yang cukup ketat mencetak pinggulnya.

Ida:” ayo makan dulu, udah disiapin Titin”

Saya:” hah, koq saya gak ada liat dia masuk”

Ida:” lewat belakang, memang kenapa harus lihat, mau kamu perkosa ya”

Saya:” hah, tanya aza” sambil mengikuti Ida. Melihat pantat semoknya bikin saya kembali ngaceng.

Saya pun duduk di meja makan berhadapan dengan Ida.

Saya:” suami kamu ke mana?

Ida:” tidur, kecapean”

Kami pun sarapan pagi. Selesai sarapan Ida pun membereskan piring, saat mengambil piring saya pantat montoknya kembali menggoda saya. Saya pun tak tahan meraba dan meremasnya.

Ida:” aw, ih tangannya ini gatel”

Saya:” Da, maen dulu yuk bentar aza,aku gak tahan dari tadi”

Ida:” hah, aku dah rapi pak Dendi, kalau bapak kan nanti gak kerja langsung pulang, Ida kan kerja”

Saya pun meremas susu Ida dan tak terduga Titin masuk mau mengambil piring, dia nampak kaget saya lagi meremas susu majikannya.

Ida segera menyuruh Titin kembali ke dapur.

Ida:” pak Dendi sich”

Saya pun pasrah.

Kami pun berangkat bersama Ida menuju kantor.

Saat di jalan hp tiba-tiba hp saya bunyi, saya pikir dari istri saya, ternyata dari Dwi.

Saya:” ya, wi ada apa?

Dwi:” aduh pak dendi, minta maaf nich, bapak bisa masuk sebentar aza, ada beberapa dokumen terutama cek yg harus di tanda tangani, soalnya harus di bayar hari ini”

Waduh, alamat harus ke kantor.

Saya:” gak bisa besok”

Dwi:” gak bisa pak, harus hari ini”

Saya:” nanti saya ke kantor”

Ida:” ada apa?

Saya:” Dwi, katanya ada cek yang harus dibayar hari ini dan harus saya sign”

Ida:” hahahay, kasian, berarti ke kantor dong”

Saya pun sampai di kantor, Ida saya turunkan di belakang kantor.

Saya pun segera masuk ruangan, belum banyak yg datang ternyata, memang baru setengah 8. Tapi tak apa biar cepat pulang, rasanya malas kantor hari itu.

Tak lama pintu di ketuk, ternyata Dwi yg masuk sambil menenteng berkas.

Tapi yg jadi perhatian saya justru Dwi sangat berbeda dari biasanya, jika biasanya pakai celana jeans atau kulot, sekarang pakai rok mini yg ketat banget sedang atasnya pake kemeja dan blazer, roknya sampai sejengkal di atas lutut.

Kalau duduk saya yakin celana dalamnya bisa kita lihat. Walau cenderung kurus wajah dDwi sebenarnya lumayan cantik, dia baru awal Januari 2018 menikah, tapi sampai sekarang belum punya anak.

Dwi pun duduk di depan saya lalu menaroh berkas di depan saya.

Dwi:” Ini pak, maaf agak banyak yang harus ditandatangani dan ceknya harus diberikan hari ini, rata-rata pembayaran ke supplier”

Saya:” oke” saya agak tidak konsentrasi dengan penampilannya.

Saya pun langsung tanda tangan saja tanpa saya periksa betul-betul dokumennya.

Dwi:” bapak selingkuh ya sama Bu Ida, eh maaf” sambil menutup mulutnya.

Saya pun sangat kaget.

Saya:” kamu koq bisa ngomong kayak gitu?

Dwi:” maaf, Clara yang bilang, dua kan temen kuliah saya dulu”

Saya:” Clara CSR?

Dwi mengangguk.

Kampret ni Clara benar-benar ember, awas aza gua kentot juga turut cewek.

Saya:” kamu percaya? Sambil saya terus menandatangi dokumen.

Dwi:” Clara bilang mergokin bapak di mall lagi makan bareng dan akrab banget sama Bu Ida pakai saling manggil sayang”

Saya menarik napas panjang.

Saya:” dia bilang ke siapa lagi selain ke kamu”

Dwi:” saya yakin ke saya aza, saya jg sdh bilang ke dia jangan bilang ke yang lain, kan saya ya rekomendasikan dia juga buat kerja di perusahaan ini”

Saya:” minta tolong bilang lagi ke dia, jangan bilang siapa-siapa lagi”

Dwi:” jadi benar, tadi kan saya pakai motor lewat belakang, lihat bapak turunin Bu Ida”

Wah kacau ini.

Saya:” ia, saya ngaku, tapi jangan sampai Ida tahu ya, rahasia kita terbongkar”

Dwi mengacungkan jempolnya.

Saya:” bagus, tolong ya”

Dwi:” ia, tapi ngomong-ngomong jangan marah ya, bpk udah ngapain aja sama Bu Ida?

Saya:” kenapa pengen tahu?

Dwi:” hemp gimana ya, Dwi nikah hampir mau setahunasih blm punya anak, kayaknya waktu ke dokter suami yg agak bermasalah”

Jawabnya malah lain .

Saya:” terus kamu mau coba selingkuh, sama saya aza” saya goda dia

Dwi:” ih apaan, masih takut”

Saya:” hemp, memang kamu mikirnya gimana saat saya sama Bu Ida?

Dwi:” ya kalau selingkuh orang yang sdh nikah beda sama pacaran,ctapi pacaran juga bisa sich”

Saya:” bisa apa?

Dwi:” gak mungkin kalau Cuma jalan doang, bapak sudah entot Bu Ida?

Saya:” sudah” saya jawab dengan enteng.

Dwi tampak melongo. Saya pun melanjutkan.

Saya:” jangan bilang siapa-siapa ya”

Dwi:”iiia..pak, terus kalau suaminya tahu gimana”

Saya:” ya, jangan sampai suaminya tahu dong”

Saya pun iseng, pura-pura saya jatuhkan pulpen saya, lalu saya pun turun dan jongkok.

Benar saja dari bawah saya dapat melihat selangkangan Dwi yg terbuka. Celana dalam warna putih yg dipakainya dapat saya lihat dengan jelas. Apalagi posisi duduknya yg sedikit mengangkang.

Celana saya terasa penuh, apalagi tadi pagi Ida tidak mau melayani saya.

Saya sengaja berlama-lama sekaligus mengetes apakah dia akan marah atau tidak, Karena saya yakin pasti sekarang dia menyadari sedang mengintipnya.

Rasanya tangan saya pengen mengelus pahanya yang mulus, sampai Dwi tiba-tiba berkata;

Dwi:” sudah belum pak?

Sampai kepala saya kejedot meja.

Saya segera bangun, saya yakin Dwi dapat melihat tonjolan di celana saya.

Saya:” Eh, ia ini sdh dapat pulpennya” Lalu saya kembali menandatangani sisa dokumen yg blm selesai.

Saya:”ini sdh selesai”

Dwi:” ok pak makasih” lalu dia beranjak bangkit.

Saya pun segera bangkit karena memang mau pulang.

Saya berjalan di belakang Dwi, walau pantatnya tidak besar,tapi dengan rok ketat yang dikenakannya membuat pinggulnya membulat, garis cd terletak dengan jelas.

Dia seperti menggoda saya, saya mau pertegas sinyal dari dia, saya pun tepok pantatnya si Dwi 2 kali.

Plak..plak.

Dwi:” awww” sambil menutup mulutnya.

Dwi:” bapak masih saja nakal”

Benar dia tidak marah. Saya pun tarik dia dan saya peluk lalu saya cium, saya perlu sedikit menunduk karena dia pendek, sambil kedua tangan saya meremasi pantatnya.

Dwi:” emmmmp, pak nanti ada yang lihat”

Saya:” sebentar saja” lalu saya raba serambi lempitnya dari luar cdnya, belum basah sich, si Dwi pun menggelinding.

Dwi:” udah pak”

Saya pun melepas pelukan saya.

Saya:” inget ya, jangan bilang siapa pun tentang saya dan Ida”

Dwi tidak menjawab. Segera saya dan Dwi keluar ruangan dan berusaha biasa saja seperti tidak terdidik apapun.

Saya pun pamit ke Ida dan yang lain lalu segera pulang.

Celana saya asih sedikit sesak karena hasrat yg belum tuntas.

Saya pun sampai di rumah, pas saya lihat istri saya pun baru mau parkir.

Saya lihat istri saya turun dari mobil diikuti seorang perempuan, saya pun sedikit heran.

Saya pun segera memarkir mobil. Tampak istri saya dan perempuan tadi duduk di kursi depan rumah, sepertinya menunggu saya turun.

Setelah saya keluar dari mobil baru saya sadari bahwa yang bersama Dewi adalah kakak perempuannya yg bernama Mega, mereka selisih 3 tahunan,si Mega seumuran dengan saya.

Saya pun segera menghampiri mereka.

Dewi:” koq papah pulang”

Saya:” lagi agak gak enak badan” wabku datar”

Mega:” Hai Den, apa kabar? Sambil menyalami saya”

Saya:” baik teh, koq bisa bareng Dewi”

Mega:” ketemu di jalan tadi, katanya gak enak badan bilangnya baik”

Saya:” Cuma lagi m aza teh, males”

Mega:” ooooh…..”

Dewi:” ya udah pada masuk, malah ngobrol di depan”

Kami pun masuk saya mengikuti dari belakang tepat di belakangsi Mega”

Si Mega ini memang lebih semok dari istri saya malah terkesan agak melar. Saya dia pakai baju yang panjangnya sampai ke lutut coba kalau nggak saya bisa lihat pantat bulatnya karena bawahannya pakai celana leging.

Saya:” saya ke kamar dulu teh” Biar seumuran saya memanggilnya teteh karena kakak dari Dewi.

Dari dulu saya sdh sering ngeres melihat kakaknya si Dewi ini, tapi istri saya pun tidak tahu.

Saya sempat melihatanak saya Revan menonton tv dengan Bu Heti.

Saya:” intan pergi sekolah Bu”

Heti:” ia pak, sdh saya antar”

Saat pun mencium Revan dulu lalu masuk ke luar mau ganti baju tidak nyaman memakai celana dalam Ida.

Bersambung… Setelah di dalam kamar saya segera mengganti baju saya dengan kaos dan celana pendek. Baju yang saya pakai sebelumnya saya taruh di bak cucian, termasuk cangcut milik Ida. Karena lelah saya pun rebahan di atas ranjang. Tak lama pintu di buka dan istri saya masuk.

Dewi:” pah, kata Bu Heti gak pulang, sekarang tidak kerja atau pulang cepat?”

Saya:” males mau pulang dan juga lagi males kerja” jawab saya.

Dewi:” bukan ngambek sama mamah kan?

Saya:” bukan, males aza mau pulang gak ada mamah”

Istri saya lalu duduk di samping saya yg sedang tiduran.

Dewi:” terus papah nginep di mana?

Saya:” di rumah si Ida”

Dewi:” hah, yang bener,trus suaminya?

Saya:” ada, tapi jam 10 dia pergi kerja”

Dewi:” wah, berarti papah tadi malam lembur juga seperti mamah, pantes capek males kerja”

Saya:” yaitu juga ia” sambil bangun lalu memeluk istri saya dan menciumnya.

Dewi:” ih,nanti ya pah,gak enak ada tamu”

Saya:” bentar aza mah,papah kangen”

Dewi:” ia, tapi g enak ada ka Mega”

Saya:” koq bisa, ketemu di mana?

Dewi:” nanti mamah ceritain”

Saya:” terus papah gimana?

Dewi:” gimana kalau sama Bu Heti”

Saya:” gak mau, gimana kalau sama si Mega”

Dewi:” hah, ada-ada aza papah nich, tapi nanti mamah bilangin dech sama dia” sambil tertawa dan lalu berdiri hendak pergi.

Plak, saya tepok pantat istri saya.

Dewi:” aw, nanti aza nakalnya” lalu pergi keluar dari kamar.

Beberapa saat saya bengong sendiri sampai akhirnya karena bosan saya pun keluar kamar untuk nonton tv.

Saya lihat Revan sedang bermain di depan televisi. Melihat saya dia segera duduk dipangkuan saya. Samar-samar saya pun mendengar istri saya masih berbincang dengan kakaknya.

Tiba-tiba istri saya dengan kakaknya datang menghampiri saya. Lalu mereka duduk di kursi tepat di belakang saya.

Dewi:” Pah, ini kak Mega mau pamit pulang”

Saya:” Koq cepat teh?

Mega:” Ia, udah kangen sama anak-anak, 2 hari gak ketemu”

Saya:” Hah, emang teteh dari mana?

Mega:”Abis acara seminar guru-guru, acaranya di hotel yang sama tempat istrimu nginep”

Saya pun sangat terkejut, jangan-jangan dia tahu apa yang dilakukan istri saya.

Sementara saya lihat Dewi biasa saja ekpresi wajahnya.

Mega:” ya udah aku pulang ya…” lalu berdiri hendak pergi. Sementara saya masih bengong.

Dewi:” ia teh, papah koq bengong, terpesona ya sama kak Mega yang semok”

Mega:” Kalian berdua sama gilanya ya, aku saja dulu bandel gak kayak kalian” sambil tersenyum kepadaku lalu berlalu pergi. Pantat besarnya bergoyang-goyang meski tertutup gaunnya yang panjang.

Segera setelah Teh Mega pergi saya pun menanyakan kepenasaran saya sama istri saya.

Saya:” Mah, apa benar teh Mega nginep di hotel yang sama dengan kamu? Lalu saya berdiri dan kemudian duduk di samping Dewi.

Dewi:” Nanti saja ceritanya Pah, kamu gak laper apa?

Saya:” Aku masih kenyang udah sarapan di rumah Ida sebelum ke kantor”

Istri saya tidak berkomentar, malah menaruh kedua tangannya dibelakang kepala lalu menyender di kursi.

Saya:” Ada apa? Terus terang saja?

Istri saya tidak menjawab, hanya menarik nafas panjang. Saya mencoba mengodanya, saya tarik dia hingga terlentang lalu saya menindihnya.

Dewi:” mph, mau ngapain nich papah? Sambil menggelengkan kepalanya ketika saya mencoba menciuminya.

Saya remas kedua toket istri saya, dia pun mulai mendesah.

Dewi:”egggh, oh Pah, ada Revan” Saya lihat Revan sempat melihat kami sejenak tapi kemudian kembali asyik dengan mainannya.

Saya:” Biarin, papah udh sange dari tadi” Lalu saya lumat mulut istri saya, istri saya membalas kami Saling berciuman dan lidah kami saling bertautan.

Lalu tangan saya bergerak ke bawah menarik ujung baju kurung istri saya, saat saya hendak meraba serambi lempitnya, istri saya menahan tangan saya.

Dewi:” jangan Pah, biar mamah cuci dulu” Dia hendak bangkit namun saya tahan.

Saya:” Kenapa Mah, kamu belum mandi? Istri saya lalu menjawab;

Dewi:” enak aza, udah tau, tapi hehe”

Saya:” Tapi Apa” sekarang tangan saya sudah bisa meraba serambi lempitnya dari luar celana dalamnya.

Dewi:” mamah kan sdh mandi tadi pagi, pas mau pulang eh dientot lagi sama koh halim”

Saya:” Terus mamah mau aza? Sambil 2 jari saya colokan ke serambi lempitnya melalui sela-sela cd yg dipakainya.

Dewi:”Oh, basah ya Pah, serambi lempit aku” saya rasa memang serambi lempitnya mulai basah.

Saya:”makin besar ya rasanya lubang serambi lempit mamah”

Dewi:” Akh masa Pah”

Saya:” Hehe, mudah2an nggak”

Dewi:” Dibuka aza pah cangcut akunya” lalu istri saya bangkit mengangkat pantatnya dan menurunkan celana dalamnya yang warna ungu dengan dibantu oleh saya.

Celana dalam tersebut saya taruh di atas karpet.

Saya kembali memasukkan jari-jari saya ke serambi lempitnya.

Sesekali itilnya saya mainkan juga.

Dewi:” akh, pah, kena itil aku, pake rudal aza nyoloknya pah”

Saya:” makin longgar aza nich serambi lempit”

Dewi:” eh, enak aza kamu pah”

Saya:”Hehe, biar papah cobain, sudah makin longgar gak ya” Lalu saya menurunkan celana saya.

Dewi:” Sini mamah isep dulu Pah” Saya pun berdiri di dekat kepala istri saya.

Istri saya segera melumat rudal saya.

Saya:” Gimana mah, rudal si Koh Halim Gede”

Sambil menyepong rudal saya istri saya menjawab;

Dewi:”rudal Koh Halim standard aza Pah”

Saya:”Tapi pas masuk tetap enak mah”

Dewi:”Ia Pah, pas masuk ke serambi lempit ya tetap enak hehe…”

Saya pun meminta Dewi melepas kulumannya, saya memang merasa gantung dengan Ida dan si Dwi jadi akan saya lampiaskan dengan istri saya.

Saya meminta istri saya nungging, lalu saya sodok serambi lempitnya dari belakang. Bleeeesss…

Dewi:” Akh, enak bebz, entot aku”

Saya pun mulai memenyetubuhi istri saya dari belakang. Revan sempat melihat sejenak kemudian asyik lagi dengan mainannya.

Sedang enak-enaknya menyetubuhi, tiba-tiba Bu Heti datang.

Bu Heti:” Pak, neng, maaf ganggu, ada tamu ”

Saya:”Hah, siapa bu? Sambil terus mengenjot istri saya, istri saya pun dengan cueknya terus mendesah.

Bu Heti:”katanya dari Kantor bapak” saya pun menghentikan entotan saya.

Dewi:” Pasti gara-gara papah gak masuk, banyak yang nyari”

Saya:” laki apa perempuan bu?

Bu Heti:” laki-laki Pak”

Dewi:” Kenapa nanya laki apa perempuan? Kalau perempuan mau papah entot atau ngiranya si Ida”

Saya:” Cuma nanya aza, koq mamah sewot?, sambil mencabut rudal saya dari serambi lempit Dewi saya segera memakai celana saya lagi.

Saya segera menuju ke depan, saya lihat seorang laki-laki sudah duduk di ruang tamu, wah jangan-jangan dia mendengar apa yang sedang saya lakukan dengan istri saya tadi.

Ternyata yang datang Pak Maman salah satu sopir di kantor saya.

Saya:” Eh Pak Maman, ada apa pak?

Maman:” maaf Pak, saya diminta Bu Dwi ke sini mengantar dokumen ini, katanya dia tadi kelupaan ngasih ke bapak, ceknya katanya harus dibayar hari ini”

Sialan juga Si Dwi ini, saya pun segera menerima dokumen tersebut, wah nilainya lumayan besar, berani juga dia memberikan ke sopir.

Saya:” Bapak sendiri ke sini?

Maman:” Berdua sama Bu Dwi pak”

Saya:” Lah, Dwi nya mana?

Maman:” Katanya nunggu di mobil saja” Kampret memang saya menggerutu dalam hati.

Tapi saya tidak mau ambil pusing lagi segera saya tanda tangan dan memberikannya ke Pak Maman.

Akhirnya Pak Maman pun pergi. Benar-benar bête dari pagi tidak tuntas-tuntas hasrat seks saya.

Saya segera menuju ruang tengah, tapi saya lihat Revan maupun istri saya tidak terlihat, cuma saya lihat celana dalam istri saya masih tergolek di atas karpet.

Saya pun mengambil cd tersebut lalu saya menuju kamar.

Ternyata Dewi sedang menyusui Revan .

Saya:” Mamah nich” sambil tangan saya melempar celana dalamnya istri saya. Dewi pun segera menangkap celana dalamnya.

Dewi:” Sengaja ni cangcut gak mamah pakai lagi,kan tadi belum selesai”

Saya:” Tapi jorok mah ah masa dibiarkan tergolek di karpet”

Dewi:” Hehe biar papah makin horny” Lalu memindahkan Revan yang ternyata sudah tertidur lebih dekat ke tembok.

Dewi pun segera melepas baju kurungnya dan menyisakan hijab di kepalanya. Saya sendiri segera membuka pakaian saya hingga telanjang bulat.

Saya:” Mamah yang di atas dech, papah rebahan” tanpa menunggu jawaban saya segera rebahan di kasur.

Dewi segera mengangkangi saya danmenduduki kedua paha saya.

Dewi:” Masukin lagi ya Pah” Dewi segera memegang rudal saya dan menuntunnya kea rah serambi lempitnya… blesss

Kami pun kembali menyetubuhi. Sambil meremasi susunya dari bawah saya pun mengajak istri saya ngobrol kembali.

Saya:” Mah, cerita dong pengalaman mamah tadi”

Dewi:” Sama Koh Halim?

Saya:” Bukan Mah, itu nanti diceritain juga, yang gimana kamu bisa ketemu teh Mega dulu dech”

Dewi:” emmph enak Pah, menyetubuhi sama kamu lain rasanya dibanding sama yang lain, karena pake perasaan kali ya” Sambil terengah-engah.

Saya:” Ditanya ini jawabannya itu” sambil meremas pantatnya yang sepertinya makin berisi.

Dewi:” Hehe, jadi gini, pas mamah mau keluar pintu hotel tiba-tiba tangan mamah ada yang narik Pah, eh taunya kak Mega”

Saya:” Terus dia nanya apa saja sama mamah”

Dewi:” Akh…kita selesaikan menyetubuhinya dulu Pah, lagi enak nich” istri saya pun mempercepat genjotannya.

Saya pun mengimbanginya dari bawah.

Saya bangkit dan isep susunya Dewi.

Dewi:” akh, isep asi aku pah…kenyot yg kenceng Benz”

Dewi:” Uggh mamah mau dapet akh…” lalu dia mengejang…

Saya:” Papah juga bentar lagi” saya membalikan badan istri saya hingga terlentang lalu saya genjot dia dari atas…

Saya:” Akh Papah juga mah….”

Dewi:” Auh…semprot Pah…ah enak..josss” crooot…crooot… sprema saya pun keluar walau tidak banyak.

Saya pun rebahan di samping istri saya.

Dewi:” Bentar pah, mamah mau ke toilet dulu”

Sambil memegang tangganya saya mencegah istri saya pergi ke toilet.

Saya:” Giliran kena pejuh koh Halim mamah biarin gak dicuci, pas kena pejuh mamah mau dicuci”

Dewi:” Hehe ya udah nanti saja mamah cucinya,udah mau jam sepuluh Pah, Intan harus di jemput”

Ternyata memang sudah siang.

Saya:” Mamah suruh Bu Heti jemput aza pakai motor”

Dewi:”Ya udah mamah suruh Bu Heti saja” istri saya lalu bangun memakai celana dalamnya dan baju kurungnya lalu keluar dari kamar.

Tak lama istri saya sudah kembali masuk kamar.

Dewi:”Wah papah sudah rapi juga, sudah pakai baju”

Saya:” Ia lama nunggu mamah, sini rebahan lama. lanjutin ngobrol yang tadi”

Istri saya pun segera tiduran kembali di samping saya.

Dewi:” Jadi begini ceritanya Pah”

POV Wife

Setelah selesai melayani Koh Halim saya pun segera turun menuju lantai satu . Saat hendak keluar pintu hotel tiba-tiba tangan saya ada yang pegang dan narik. Saya pun kaget dan pas saya lihat sungguh terkejut ternyata yang menarik tangan saya adalah kakak saya yang nomor dua, Kak Mega.

Kak mega menarik saya duduk di loby.

Mega:” Wi, kamu duduk di sini dulu”

Saya:” Eh kak, Teteh, koq bias ada di sini? Saya sedikit gugup menjawab tapi mengikuti perintah Kak Mega untuk duduk.

Mega:” Wi, kamu lagi ngapain di hotel ini?

Saya:” Gak ngapa-ngapain Kak, eh abis ketemu temen”

Mega:” kamu jangan bohong sama kakak, kakak sudah 2 hari di sini”

Saya:” Hempz, memang betul koq kak” saya merasa semakin gugup.

Mega:” kemaren sore Kakak kan habis makan mau masuk kamar, kakak gak sengaja liat kamu masuk ke kamar bapak-bapak di lantai 2, mau kakak panggil kamu buru-buru masuk,”

Saya:” Koq kak Mega bisa tahu dia bapak-bapak?

Mega:” Kakak liat kepalanya nongol dan kakak yakin bukan suami kamu, tadinya kakak mau telepon kamu, tapi kakak memang curiga koq kamu nemui laki-laki lain di hotel jadi kakak urungkan”

Saya pun menunduk lesu, bingung mau bilang apa lagi.

Mega:” Sudah, kamu jujur sama kakak, yang kamar sebelah kamu kebetulan teman kakak, jadi kakak sempat ke kamar dia buat nyelidikin kamu “

Saya tidak menjawab tapi air mata saya mulai mengalir.

Mega:” ya sudah, kamu mau pulang kakak ikut, kebetulan kakak juga pulang sekarang, kamu tunggu dulu di sini kakak kemas-kemas dulu, nanti kita ngobrol lagi, kakak gak bakal marah yang penting kamu jujur dulu”

Saya pun mengangguk, kemudian kak Mega meninggalkan saya.

Lebih dari 30 menit saya menunggu akhirnya Kak Mega datang sambil mendorong kopernya.

Kami pun segera menuju ke mobil saya dan keluar dari hotel, kami saling diam sampai sudah masuk jalan raya Kak Mega mengajak saya ngobrol kembali.

Mega:” Tadinya aku ikut rombongan bis, aku ikut ke rumah kamu dulu, gak usah langsung diantar ke rumah, nanti aku naik taksi dari rumahmu”

Saya hanya mengangguk saja.

Mega:” Wi, kamu selingkuh kah sama orang itu?

Saya:” nggak kak aku gak selingkuh”

Mega:” Lah terus kamu ngapain nginep sama dia?

Saya terdiam, masih berat rasanya mau jujur sama kakak saya.

Mega:” Udah kamu jujur saja sama kakak”

Saya:” Kakak jangan bilang siapa2 ya, terutama mama sama papa”

Mega:” jadi kamu bener selingkuh?

Saya:” nggak, ceritanya panjang…..”

Mega:” Perjalanan kita masih jauh, kamu cerita saja kakak janji gak bilang siap-siapa, bawa mobilnya santai saja”

Saya:” ia teh” aku memang gak konsisten kadang panggil teteh kadang panggil kakak sama Kak Mega.

Mega:” Jadi kalau bukan selingkuhan kamu bapak itu siapa?

Saya:” Tamu aku kak”

Mega:” Maksud kamu?

Saya:” dia booking aku Kak….”

Kak Mega sedikit ternganga….

Mega:” Maksud kamu gimana, apa sama dengan yang aku pikirkan?

Saya:” Aku jadi wanita panggilan kak” air mata saya tiba-tiba mengalir ada sedikit penyesalan.

Kak Mega bengong tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

Mega:” Suami kamu tahu? Bagaimana awalnya?

Saya pun menceritakan semuanya ke Kak Mega dari mulai kejadian dengan Pak Fadli sampai ketemu kembali dengan Pak Bob dan selanjutnya Koh Halim.

Mega:” Gila, benar-benar gila ckck “

Saya:” Kakak sdh janjikan gak akan bilang siapa-siapa?

Mega:” ia, gak usah khawatir, aku cuma shock aza, koq kamu yang dulu alim bisa jadi kayak gitu, padahal dulu kan nakalan aku dari pada kamu Wi”

Saya:” Ia, dulu lebih nakal kakak ya” aku mulai agak lega karena Kak Mega tidak sepenuhnya marah dan janji gak akan bilang sama orang lain terutama kedua orang tua kita.

Mega:”Ia, kalau Cuma swinger kakak maklum sama kamu, godaan zaman udah makin gila tapi sampai jadi perek aku gak kepikiran wi, gila kamu ya”

Saya:” Ia Kak, kedengarannya gila, tapi aku sudah terlanjur dipusaran kenikmatan…gimana?

Mega:” Aku juga sering sama suami nyobain swinger tapi kalau kayak kamu belum kepikiran”

Saya:” Kakak mau gak swing sama kita, aku dan Dendi”

Mega:” Aku penasaran Wi tapi harus ku Tanya suami aku dulu, kayaknya sich dia bakal mau toh dia tertarik juga sama kamu”

Saya:” masa kak”

Mega:” Hemmp iya…”

Saya:” Atau kakak mau ikut acara yang disponsori Pak Bob di Puncak?

Mega:” Aku tertarik si Wi, tapi kalau tiba-tiba ke acara yang itu kayaknya iparmu itu gak mau dech”

Saya:” Kenapa?

Mega:” Kayaknya dia belum rela kalau aku digilir atau digangbang hehe…”

Saya:” Ya udah kakak coba Tanya suami kakak dulu”

Mega:” Ia Wi, ngomong-ngomong total udah berapa rudal sich yang masuk ke serambi lempitmu?

Aku cukup kaget dengan pertanyaan vulgar kakak ku, tapi aku tau kakakku memang sedikit nakal waktu kuliah dulu, keperawannya aza hilang sebelum nikah meski akhirnya yang mengambil keperawanannya adalah suaminya saat ini.

Saya:” Berapa ya, kayaknya baru 5 dech tau ah lupa hehe”

Mega:” 5 dibilang baru, ckckck, rasanya gimana sich Wi”

Saya:” ya beda-beda teh”

Mega:” Enak?

Saya:” Enak dong, terutama sensasinya kalau menyetubuhi bukan dengan suami, apalagi kalau lebih gede dan panjang dari rudal suami”

Mega:” rudal siapa yang paling gede?

Saya:” Pak Bob….”

Mega:” Hah, si tua Bangka itu,aduh Wi wi…..gak nyangka tu tua Bangka, ngomongin itu koq mlh basah ya serambi lempit aku haha”

Bersambung… Dewi:” Begitu ceritanya Pah”

Saya:” Kenapa gak mamah tawarin dia buat papah coblos tadi”

Dewi:” Yeee, itu maunya papah”

Saya:” Ya tapi jadi besar harapan papah buat dapetin serambi lempit kakak kamu udah gitu pantatnnya rada tenggeng gede lagi”

Dewi:” Jiah udah ngayal ini, eh ngomong-ngomong gimana dan kapan pastinya acara di puncak?

Saya:” Fadli udah confirm gak jadi sebelum natal tapi tanggal 29 jadi tahun baru sekalian di sana, kalau si Wilton dan Ida sich ikut aza biar jadwalnya dirubah, tapi Wilton mau kita swing dulu sebelum ke sana, katanya gak sabar pengen nyobain serambi lempit kamu”

Saya lihat Dewi sedikit tersipu.

Dewi:” udah mepet waktunya Cuma tinggal seminggu? Gimana kalau besok saja Ida sama suaminya papah undang ke sini”

Saya:” Rencana papah juga gitu”

Dewi:” pasti itu gara-gara Papah sich main mulu ma bininya Wilton hahaha”

Saya:” Namanya juga assistant pribadi mah hehe, Kalau Asep gimana?

Dewi:” Asep batal Pah, dia gak bias katanya bawa pacarnya bakal susah lagian emang berisiko mereka belum nikah, nanti dicariin ortunya gawat hehe”

Saya:” Jiah, fixsi Asep batal, katanya Bu Heti gakmau ikut juga”

Dewi:” Ia, takut katanya”

Saya:” Berarti Cuma kita, si Fadli dan istri, Wilton dan istri serta Pak Bob dong”

Dewi:” Udah cukup segitu juga Pah, jadi kalau ada yang dikeroyok Cuma dikeroyok sama 4 orang, itu udah berat”

Saya:” Ok dech kalau begitu”

Dewi:” Nanti sore kita ambil mobil baru kita ya Pah, mamah juga mau ngasih tau Om Bob jadi sdh pada confirm jadi minggu depan, berangkat hari Sabtu ya”

Saya:” Memang jadi beli mobil? Ia berangkat hari Sabtu, nanti kumpul di tempat kita dulu”

Dewi:” Jadilah…, Ok confirm, tapi anak-anak gimana, kalau dititipin Ibu sama bapak aku gimana alesannya”

Saya:”Bilang aza mau honey moon dan gak bisa bawa anak-anak untuk kali ini, lah gampang lah itu nanti”

Hari ini malam minggu, tepat seminggu sebelum berangkat ke Puncak. Saya dan istri sudah menggundang Wilton dan Ida untuk datang ke rumah.

Saya sedang menonton tv dengan anak-anak sedang istri saya sepertinya sedang berdandan di kamar.

Saya pun segera menuju kamar untuk melihat istri saya. Benar saja saya lihat istri saya sedang duduk di depan meja rias, belum mengenakan hijab sepertinya masih make up, dia memakai baju terusan warna ungu.

Saya:” Wih, mamah cantik banget!

Dewi:” Ia dong, nanti papah malu kalau istrinya kusut, jelek”

Saya:” tapi koq bajunya tebal ya hehe…”

Dewi:” Hemp…memang harus baju transparan?

Saya:” hempz, udah pakai Daleman belum?

Dewi:” hehe belum pah? Apa mamah kayak gini aza ya, gak usah pakai kutang dan cangcut?

Saya:” pakai aza mah, baju terusan kamu kan ketat nich, jadi pasti pantat kami nyetak dech, pasti cangcut kamu nyeplak, tambah bikin terangsang”

Dewi:” masa sich pah, ya udah papah pilihan kutang sama cangcut buat aku

Saya pun membuka lemari dan memilihkan pakaian dalam warna merah yang sepertinya satu setengah.

Saya:” mah, pakai yang cd sama kutang yg ini aza” sambil menyodorkan kepada Dewi.

Dewi:” oh, ini cangcut sama kutang yg dibeliin om Bob pah” sambil menerima Daleman yg saat saya sodorkan.

Istri saya lalu menurun resleting yg panjangnya 5 cm bajunya yang ada di belakang lalu menarik turun bajunya sampai dada.

Dewi:” bantuan pah, pasangin kutang mamah” lalu saya membatunya memakai kutang tersebut.

Setelah selesai istri saat segera memakai cdnya.

Dewi:” jilbabnya bagus yg putih ya pak, biar kontras dengan baju ungu mamah”

Saya:” ia mah, bagus kayaknya”

Dewi:” mamah gak mau kalah cantik sama Ida pah, apalagi dia masih muda” sambil mengambil sebuah jilbab warna putih di lemari.

Saya dengar dari halaman suara mobil.

Saya:” nah, suara mobil mah, mungkin Ida dan suaminya, katanya mereka naik taksi ke sininya”

Dewi:” ya udah papah sambut, mamah selesaikan dandan dulu”

Saya segera keluar dari dalam kamar menuju ruang depan, tampak Bu Heti juga menuju pintu depan.

Saya:” Bu Heti, biar saya yg buka, ibu temenin anak-anak nonton tv aza”

Heti:” oh, ia pak”

Saya pun membuka pintu dan benar saja yang datang Ida beserta Wilton suaminya.

Ida memakai baju warna pink dan bawahannya celana panjang katun warna coklat yg terlihat sangat ketat, sedang hijabnya berwarna putih.

Sedang suaminya memakai kemeja abu-abu dan celana jeans hitam. Saya segera bersalaman dengan Wilton. Ternyata Ida membawa anaknya yg masih bayi. Saya juga bersalaman dengan Ida dan cipika cipiki dan saya sempat pula meremas pantat montoknya, saat itu suaminya sudah masuk duluan.

Ida:” aw, udah nakal bapak ini”

Saya mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa ruang tamu.

Saya permisi sebentar untuk memanggil istri saya.

Ternyata istri saya sudah selesai dandan.

Kami segera menemui Ida dan suaminya.

Ida dan suaminya kemudian bersalaman dengan istri saya.

Saat bersalaman dengan istri saya Wilton cukup lama memegang tangan istri saya sampai Ida menegurnya.

Ida:” pah, udah lama amat salamannya, udah gak sabar ya?

Wilton segera melepaskan tangan istri saya, wajahnya agak memerah sedang istri saya hanya tersenyum.

Istri saya pun pergi ke dapur untuk menghidangkan makanan dan minuman sengaja tidak menyuruh Bu Heti agar dia bisa leluasa menjaga anak kami.

Setelah istri saya pergi,

Kami pun segera duduk.

Tak lama istri saya datang menghidangkan makanan ringan dan minuman.

Dewi:” ayo di makan Mas Wilton dan Ida,”

Saya:” ia, santai aza dulu kita, tunggu anak-anak tidur, atau mau makan malem?

Wilton:” sudah pak, dari rumah sudah makan malam”

Kami pun mengobrol basa basi.

Dewi yg melihat anak Ida tertidur mengajak Ida ke kamar saya untuk memindahkan anaknya ke tempat tidur Intan.

Mereka pun kembali dan kami kembali ngobrol, tidak membahas masalah serius hanya yg ringan-ringan saja diselingimn candaan.

Saya:” Pak Wil, mau minum bir gak untuk menghangatkan badan, saya ada simpanan”

Wilton:” boleh pak”

Ida:” seneng si papah kalau minum, kak Dewi minum jg gak”

Dewi:” minum dong tapi bukan yg itu yg lain hehehe”

Ida:” apa Bu” sambil tersenyum

Dewi:” air putih, pasti bapak-bapak ini mikirnya udah lain dan”

Ida:” hehe ia kak “

Saya pun segera mengambil minuman di kulkas saya bawa 3 botol bir saja. Sebenarnya saya juga jarang tapi karena mau datang Wilton sengaja saya beli.

Saya pun segera menyajikan minuman di meja

Bu Heti sempat muncul dan bilang ke kami anak-anak sudah tidur.

Dewi menyuruh agar Bu Heti membawa intan tidur bersamanya, sedang Revan ditidurkan di tempat tidur yg sama dgn anak Ida, karena kalau malam pasti masih netek.

Lalu kami ngobrol kembali sambil minum, Ida dan Dewi pun akhirnya ikut minum sedikit demi sedikit setelah kami paksa.

Obrolan pun semakin ngawur saja.

Dewi:” Ida kalau di kantor laki aku nakal terus gak ke kamu?

Ida:” ia kak, suka colak colek pantat aku atau tetek aku kalau aku ke ruangannya, kadang pantat aq di remas, pernah pantat aku diremas depan teman-teman”

Dewi:” hah papah udah gila ya?

Saya:” bohong ah, Paling sekali kali aza mah haha…”

Saat itu posisi duduk saya masih di sebelah istri sedang Ida dan Wilton juga bersebelahan.

Saya:” Ida kamu di sini duduknya sebelah aku, mah duduk sebelah Wilton dech”

Aku melihat Wilton memang sudah mupeng.

Ida pun beranjak duduk sebelah saya bergantian posisi dengan Dewi istri saya.

Saya melihat Wilton masih agak segan maka saya mulai duluan saya tarik Ida lalu saya lumat bibirnya.

Ida:” mmmph ah, kak Dewi suami kamu nakal asa aku dicium di depan suami aku”

Tampak Dewi dan Wilton pun sudah saling berciuman.

Sepertinya Dewi kurang suka berciuman dengan Wilton yg perokok, dia berusaha menghindar tapi kepalanya dipegang Wilton dan bibirnya dilumat.

Saya lihat tangan Dewi sdh masuk ke dalam celana Wilton.

Saya yg melihat suasana makin panas mengajak mereka pindah ke kamar saya, khawatir kalau di depan apalagi cahaya terang ada yg mengintip.

POV Wife

Saat itu kita sdh ada di dalam kamar.

Suami:” mah, papah videoin ya mamah maen dikasih sama Wilton” kami memang sdh sepakat untuk mengabadikan momen ini sebagai kenang-kenangan.

Suami saya mengambil sofa yg cukup untuk 2 orang dari ruang keluarga dan memegang video menghadap ke kasur.

Selain video yang saya pegang satu video lainnya beserta dudukannya sedang merekam apa yg kami lakukan.

Suami:” Ida mau di sini sama saya nonton dulu atau mau maen bertiga sama Istri saya dan Suami kamu” suami saya bertanya kepada Ida.

Ida:” nonton aza dulu Benz” sambil duduk disebelah Suami saya.

Saya:” Dan, maen bareng aza sekalian”

Ida:” aku nonton aza dulu kak, belum pernah aku nonton BF secara langsung hehe…”

Saya:” ayo mas, anggep kita lagi maen bokep hehe”

Wilton saya lihat malah langsung melepaskan semua pakaiannya kecuali sempak dia. rudalnya saya lihat sdh menggembung di balik sempaknya.

Saya:” gak sabaran amat kamu mas, maen telanjang aza” Ida istrinya pun ikut berkomentar.

Ida:” pah kamu gak sabaran amat sich, kelihatan banget ngebetnya mau ngegarap kak Dewi”

Saya pun melihat ke Ida. Ternyata celana panjang Ida sudah turun ke lutut, tangan kiri suami saya sedang mengocok serambi lempitnya.

Saya:” Ida, bisa aza bilang suami kamu gak sabaran, itu serambi lempit kamu lagi obok-obok suami aku, mas liat serambi lempit istrimu lagi dikoneksikan suami aku”

Ida tidak menjawab hanya saya dengar rintihan dari mulutnya.

Sementara Wilton berdiri di depan saya. Saya mengerti apa yg dia mau, saya turunkan celananya lalu terlihat rudal nya sdh mengacung dengan keras.

rudalnya lumayan besar terutama kepala rudalnya, tapi tidak sepanjang punya Dendi suami aku.

Saya:” udah ngaceng aza kanjut kamu mas” sambil saya belai perlahan.

Wilton menjawab dengan suara sedikit bergetar.

Wilton:” Ia bu Dewi, isep dong, saya lihat di video waktu maen sama pak Fadli jago banget nyepongnya”

Saya tersenyum melihat ke arah muka Wilton. Wajah Wilton sich tergolong biasa saja, dalam hati saya cukup beruntung dia bisa dapetin Ida, Cuma badannya memang kekar mungkin karena pekerjaannya security jadi badannya di jaga.

Saya permainkan dulu dia, saya Elis perutnya lalu turun ke bawah sampai akhirnya saya genggam rudalnya dan saya masukan ke mulut saya.

Saya:” aduh mamah lupa, pah ijin ya isep rudalnya mas Wilton” lalu saya masukan kembali rudalnya ke mulut saya.

Suami:” lanjut aza mah, sekarang kamu lagi jadi bintang bokep”

Saya:” mas kamu duduk saja di kasur biar aku jongkok, jangan berdiplomasi Mulu pegal”

Wilton pun duduk dan saya kembali melumat rudalnya. Cairan bening mulai keluar dari mulut rudalnya.

Wilton:” Bu Dewi, stop sayang” Wilton meminta saya untuk berhenti.

Saya:” kenapa mas? Jilatan saya dirudal mas tidak enak?

Wilton:” justru itu, enak banget Bu Dewi, saya bisa tidak tahan, sekarang gantian Bu Dewi rebahan saja” Wilton meminta saya rebahan.

Saya pun menuruti kemauannya, saya merebahkan badan saya di atas kasur.

Kemudian Wilton naik dan duduk tepat dekat ujung kaki saya.

Saya sempat menoleh ke arah suami saya. Ternyata sambil memegang kamera dia sedang menyetubuhi Ida. Tanpa melepas cangcut Ida suami saya memasukan rudalnya dari belakang sementara Ida menungging berpegangan pada pinggiran sofa.

Saya:” mas, lihat Ida istrimu, rudal suami aku sdh masuk ke serambi lempit istrimu”

Wilton pun menoleh ke arah istrinya yg sedang dikentot sama suami aku kemudian melihat ke saya sambil tersenyum.

Wilton:” kita tidak usah terburu-buru Bu Dewi biarkan istriku dikentot suamimu”

Saya tidak menjawab hanya membalas senyuman dia. Ternyata kalau senyum si Wilton ini manis juga. Sayang mulutnya bau rokok, kalau enggak sdh kulumat.

Wiyono kemudian menundukkan badannya dan menarik kaki saya lalu tanpa kuduga dia mulai menjilati jari-jari saya. Saya sempat mengira dia akan menjilati serambi lempit saya.

Saya merasa sedikit geli…

Saya:” ah, mas…” jilatan Wilton pun naik ke betis saya, dia menaikan ujung baju terusan saya.

Ida:” ah, Benz aku dapet” setengah teriak. Saya lihat Ida mengejang, kedua tangannya dipegang suami saya dari arah belakang.

Suami saya sudah tidak lagi memegang kamera dan sdh ditaruh di atas sofa.

Saya:” istrimu sdh orgasme mas, Ida pejuh suami aku udh muncrat belum”

Ida:” oh, belum mbak, ah, ah….Bebz kamu belum?

Saya lihat suami saya kembali menggenjot Ida.

Suami saya tidak menjawab pertanyaan Ida tapi melanjutkan memenyetubuhi Ida sambil sesekali menarik pantat montok Ida.

Saya:” ah, mas Wilton geli…” ternyata jilatan Wilton sudah naik ke paha saya, lalu bergerak ke pinggir selangkangan saya, benar-benar terasa geli-geli gimana.

Kini jilatan Wilton mulai menyentuh tepi serambi lempit aku yg masih terbungkus celana dalam.

Tiba-tiba aku mendengar erangan suami aku….

Suami:” akh…aku keluar sayang terima pejuku” kulihat suamiku memeluk Ida dari belakang, kedua tangannya meremasi susu Ida yg sudah keluar dari kutangnya, sementara bajunya entagh kemana dan entah kapan dilepaskannya.

Ida dan suami aku tampak ngos-ngosan.

:” Sayang, udah buka cangcut aku, jilatin serambi lempit aku, aku gak tahan, tuch suami aku udah ngecrot malah di serambi lempit istrimu, Ida udah ngecrot kan suami aku”

Ida:” hhh ia kak, suami kamu udah ngecrot di dalem serambi lempit Ida”

Kulihat suamiku dan Ida saling berciuman, melihat mereka berciuman kenapa saat saya menjadi cemburu, saya juga kesal dengan Wilton yg tampak mempermainkan aku, dia masih saja menjilati pinggiran serambi lempit aku dari luar celana dalam.

Saya:” mas udah dibuka aja, serambi lempit aku udah basah”

Wilton tersenyum, tanpa menjawab dia malah menaikan kembali baju saya lalu menjilati perut saya dan pusar saya.

Ida:” mas, koq kak Dewi belum di entot?

Ternyata Ida sudah berdiri di dekat ranjang, masih mengenakan hijabnya, susunya menggantung ke mana-mana, tampak payudara tersebut ada merah-merah bekas cupangan, sementara bh tidak dilepas, celana dalam Ida yg berwarna hitam pun masih menempel hanya posisinya tidak karuan, tampak serambi lempitnya yg tidak terlalu berbulu lebat sedikit menganga dapat saya lihat.

Wilton:” masih banyak waktu mah”

Ida:” padahal mamah udah diento dari tadi oleh pak Dendi, ini liat pah peju pak Dendi keluar dari serambi lempit aku”

Saya pun melihat ada sedikit peju meleleh dari serambi lempitnya.

Wilton:” enak mah, papah gak mau terburu-buru, mau menikmati setiap jengkal tubuh Bu Dewi” Lalu Wilton meminta saya melepaskan baju saya.

Saya segera melepas baju. Wilton kini mulai menjilati pinggiran payudara aku dari balik kutang aku.

Sementara ku lihat Ida mengambil kamera dari sofa dan mulai mengarahkan ke arah suaminya yang lagi menjilati pinggiran dada aku, sementara kulihat Dendi suami ku menyaksikan sambil duduk di kursi.

Saya:” ah, geli mas” Wilton mulai memilin puting susu aku dari luar kutang.

Saya:” aku lepas kutang aku ya mas”

Wilton mengangguk. Saya pun segera bangkit dan hendak melepaskan kaitan kutang saya yang ada di punggung.

Ida:” mesra dikit mas, bukain itu kait kurang Bu Dewi, Bu biar suami aku yg bukain”

Segera saya memunggungi Wilton. Tangan Wilton bergerak membuka kait kutang saya.

Saya segera rebahan kembali, satu tangan saya sengaja saya gunakan menutupi payudara saya.

Wilton:” koq di tutup sayang”

Saya:” malu ah, hehe, izin suami aku dulu gih kalau mau lihat nenen aku mas”

Wilton:” pak Dendi saya izin mau lihat nenen istri bapak, terus mau netek dan rasain nenen istri bapak juga”

Saya:” hehe, aku kan bilangnya liat aza” aku memang mau membalas si Wilton yg dari tadi mempermainkan saya”

Saya:” pah gimana,as Wilton pengen nenen ini”

Suamiku tidak menjawab hanya mengacungkan jempolnya sambil mengocok rudalnya yg sedang layu.

Saya:” papah dududk dekat sini aza, Ida kocokan rudal suami aku tuch kasian dia ngocok sendiri”

Ida:” sini Bebz, sambil tak kocokin rudalnya”

Suamiku segera duduk di pinggir ranjang.

Ida sambil tetap berdiri memegang kamera mendekat ke suami saya lalu memegang rudal suami saya dan mulai mengocok dengan tangannya.

Saya pun menarik tangan saya yg menutupi payudara saya.

Saya lihat wajah Wilton memerah melihat susu saya, meski tidak sebesar punya istrinya masih tetap kencang, puting saya yg kecoklatan saya yakin masih jauh lebih besar dan panjang dibanding milik Ida.

Saya:” ayo mas, nikmatin tetek aku” sambil kedua tangan saya meremas susu saya kiri kanan dan tiba-tiba asi saya memancar tepat di muka Wilton.

Wilton pun mengusap mukanya dengan jari-jari tangannya.

Lalu menjilati jari-jarinya.

Wilton:” manis Bu Dewi sayang” Lalu membenamkan kepalanya menerkam payudara saya.

Saya:” aw, pelan-pelan mas”

Wilton mulai menjilati susu saya yg sebelah kanan mulai dari sekitar puting susu sampai akhirnya puting saya di isapnya. Sementara tangan kanan Wilton meremasi payudaraku yg sebelah kiri dan mempermainkan puting saya, asi saya pun muncrat-muncrat sehingga payudara sebelah kiri saya belepotan asi.

Saya:” isep mas, enakkan, lebih ekonomis pastinya dari punya Ida”

Wilton:” sama enaknya koq”

Ida:” awas ya bilang punya Bu Dewi lebih enak, tiap malam kenyotin susu aku”

Wilton:” kan papah bilang sama enaknya” lalu berpindah menjilati asi yg belepotan di susu saya yg sebelah kiri.

Saya:” pah, kamu sambil pangkuan Ida aza, kamu nenen juga sama Ida”

Dan saya lihat Ida kini duduk dipangkuan suami saya sambil membelakanginya, tangannya tetap memegang kamera.

Tampak kepala suami saya dari balik ketek Ida berusaha menjangkau susu Ida dan mulai menjilatinya.

Wilton masih asik menjilati dan menghisap puting susu saya. Selagi Wilton menyusu, aku pegang rudalnya yg hitam yg sdh sangat keras dan aku kocok-kocok kembali.

Tapi tak lama Wilton menarik kedua tanganku dan membentangkan di atas kepala. Kini kerjaku terbuka lebar. Ketiak ku sedang sedikit berbulu walau belum terlalu lebat sesuai permintaan suamiku aku tidak boleh mencukur bulu ketekku dia minta agar dibiarkan lebat.

Wilton:” wah bulu ketek Bu Dewi cukup lebat, pasti diminta pak Dendi ya?

Saya:” koq mas tahu?

Wilton:” hehe, saya tahu pak Dedi suka cewek yg keteknya lebat buktinya dia begitu terangsang waktu melihat ketek Teh Heni yg punya panti pijat sampai Teh Heni dientot suamimu”

Ida:” masa pah, koq gak bilang aku, waduh Bebz jadi Teh Heni kamu kentot juga”

Tampak dari wajah suami saya sedikit terkejut Ida tahu soal Teh Heni.

Suami:” ia, habis aku terangsang sama ketiaknya yg berbulu lebat juga bodynya yg montok banget, koq Ida tahu teh Heni?

Ida:” tahu aza, aw, jgn digigit puting aku say” tampak Ida sedikit kesakitan karena mungkin Sambil bicara tak sengaja puting Ida tergigit oleh mulut suamiku.

Saya:” aw, geli mas” sambil sedikit berontak, Wilton mulai menjilati ketiak saya.

Ketiak saya kiri dan kanan tak ayal menjadi korban lumayan Wilton, sedang tangannya mulai bermain di serambi lempit aku.

Kali ini tangannya sudah masuk dan jarinya mencolok-colok serambi lempit.

Saya menoleh ke arah suami, terlihat dia bangun dan rudalnya sdh keras lagi.

Ida juga berdiri dan mengarahkan kamera ke arah selangkangan aku.

Saya:” pah, sini mamah isep rudal kamu”

Ida:” tapi kak, kan bekas masuk ke serambi lempit aku”

Saya:” gpp, buat suami apa yg enggak, sini pah, gak mau kah?

Suami saya mendekati saya. Wilton segera bangkit dan duduk ditengah selangkangan saya.

Suami saya menyodorkan rudalnya dan segera saya isep.

Wilton:” Bu Dewi aku lepas cangcutnya ya?

Saya:” mmpppz iaaa”

Wilton menarik turun cangcut saya yg berwarna merah dan mencampakkan di lantai.

Wilton mulai memainkan jarinya lagi di serambi lempit saya.

Wilton:” lebatnya bulu serambi lempitnya Bu Dewi mah” Wilton berbicara ke istrinya ya tampak mengarahkan kamera dekat sekali dg serambi lempit saya.

Ida:” ia Pah, tapi di situlah sumber segala kenikmatan hehe”

Wilton segera melumat serambi lempit saya yg sdh basah dengan bibirnya.

Saya:” ah, pah serambi lempit aku, enak mas pas di itilnya” Wilton memainkan lidahnya di klitoris saya.

Ida pun menyemangati suaminya.

Ida:” ayo pah, akhirnya mimpi jadi kenyataan, tinggal sedikit lagi nikmat serambi lempit kak Dewi bisa kamu rasakan”

Saya pun mengejang orgasme….

Saya:” ah, gue dapet” sambil melepaskan rudalnya suami dari mulut saya memegang kepala Wilton dan membenamkan dalam serambi lempit saya.

Cairan saya pun muncrat ke muka Wilton.

Saya terengah-engah sementara Wilton bangkit dan mulai memposisikan rudalnya di mulut serambi lempit saya.

Saya:” pah, aku sdh mau diewe sama mas Wilton, papah ewe Ida lagi”

Suami:” ia mah” suaranya agak parau, mungkin sdh sangt terangsang lagi.

Suami saya menyuruh Ida menaruh kameranya. Tapi Ida menolak.

Ida:” bentar ya Bebz, aku mau rekam dari dekat saat rudal suami aku memasuki serambi lempit istrimu”

Suami saya pun berdiri di samping Ida yg sedikit menunduk mengarahkan kamera ke arah selangkangan saya.

Wilton:” Bu saya masukan ya”

Saya:” ia mas saya juga udah gak tahan”

Wilton mulai mendorong rudalnya memasuki serambi lempit saya perlahan lalu dia mendorong keras sambil memegangi kedua betis saya bleeeessss….dia mulai memenyetubuhi saya.

Saya:” ah papah, untuk kesekian kalinya mamah dinodai orang lagi ah enak pah” saya mendesah sambil memancing birahi suami saya agar semakin naik. Saya lihat jari-jari suami saya menusuk nusuk serambi lempit Ida dari belakang badan Ida.

Ida:” ah, suami kakak tuch yg sdh berkali-kali nodain saya, sekarang giliran suami saya yg nodain kak Dewi, ah pak Dendi”

Ida kemudian menjauhkan jari suami saya dan menaroh kamera yg masih menyala ke sofa lalu naik ke kasur tepat sebelah saya yg lagi dientot oleh suaminya.

Saya lihat suami saya segera naik dan dengan posisi yg sama segera dia menyetujui Ida.

Saya:” ayo siapa yg lebih lama keluar, ayo pah genjot si Ida, suaminya udah nakal menyetubuhiin mamah”

Sambil menoleh ke arah Ida.

Ida pun tersenyum kepada saya.

Suami:” pak, ayo kita barengan menyetubuhi sambil nyusu” mereka berdua kompak menindih badan kami lalu sama-sama menyusu.

Saya:”ah….ah..ah…enak serambi lempit Ida pah”

Suami:” enak mah, kalau gak enak gak mungkin papah berkali-kali menyetubuhiin dia” asi kami menjadi santapan dua laki-laki yg sedang melampiaskan nafsu binatangnya.

Mereka kompak menyuruh kami menungging lalu kembali menyetubuhi kami. Tangannya bergerak dari bawah meremas payudara kami.

Kalau di lihat seperti bayangan di kaca mereka bergerak nyaris bersamaan.

Ida:” ah, pah, sekarang kamu bisa liat langsung aku dientot bos aku” sambil menjerit karena tiba-tiba suami saya memukul pantatnya.

Tak mau kalah Wilton melakukan hal yg sama kepadaku.

Saya:” Ida memang kamu belum pernah dikerjain barengan oleh suami aku dan mas mu ini”

Ida:” suami kakak gak mau maen bertiga waktu nginep kemaren saya ajak, mungkin malu hehe”

Saya:” ah, terus entot aku yg kencang , kamu mau keluar y mas?

Wilton semakin mempercepat genjotanya, sepertinya dia yg memang belum keluar sekalipun kini sdh diujung tanduk.

Wilton tampak ngos-ngosan suara napasnya makin berat.

Wilton:” Bu Dewi saya keluarin di dalem apa di luar?

Saya:” di dalem serambi lempit aku aza mas, nenekku belum disemprot peju hari ini, kalau suami aku juga kan selalu buang peju di serambi lempit Ida istrimu”

Wilton:”ohhhhh, iaaa, kata istri saya suami kamu juga seringnya buang di serambi lempitnya”

Saya:” ayo mas barengan aku jg mau dapet lagi,ah pah, mamah sdh terlalu binal sdh banyak dirudali orang”

Suami saya tampak memperhatikan saya sambil menggenjot Ida, bahkan Ida juga menoleh ya ke arah suaminya dan saya.

Wilton:” ahhh, Bu Dewi, mamah, aku keluar” sambil mencengkram pantat saya Wilton membenamkan rudalnya dalam-dalam di serambi lempit saya. Crooot…crrrooot beberapa kali saya rasakan sangat deras semprotan sperma Wilton dan hangat terasa di serambi lempit saya. Saya pun orgasme saat peju Wilton nembak di serambi lempit saya.

Saya:”ahhhh, aku juga dapet lagi mas” saya terjatuh dikasur telungkup ditindih

badan Wilton.

Saya:” mas, berat”

Wilton pun berguling di sebelah saya.

Saya membalikan badan saya.

Saya melihat suami saya dan Ida berganti posisi.

Kali ini posisi konvensional, sepertinya suami saya juga sdh mau keluar.

Dengan memegangi kedua betis Ida suami saya kembali menyetubuhi Istri Wilton.

Saya mengkangkan kaki saya dan berbicara ke suami saya.

Saya:” lihat pah, peju Wilton banyak sekali di serambi lempit mamah” sambil mencolek serambi lempit sendiri kutunjukan jari saya yg ada pejunya.

Suami saya tampak semakin mempercepat genjotanya ke serambi lempit Ida setelah melihat serambi lempit saat saya yg belepotan peju”

Ida:” ah, aku dapet lagi Bebz” sambil menarik badan suami saya agar menempel di badannya lalu mereka berciuman.

Suami:” oghhh aku juga keluar, terima pejuku sayang” lalu saya lihat dia membenamkan rudalnya dalam-dalam di serambi lempit Ida lalu berciuman kembali dengan Ida.

Entah kenapa saya jadi merasa panas, segera saya pegang kepala Wilton yg juga lagi melihat ke istrinya dan saya lumat bibirnya, saya sdh tak memperdulikan bau asap rokok lagi. Kami pun berciuman.

Bersambung… Saya lihat badan suami saya berguling ke samping Ida. Kini ranjang terasa sempit karena digunakan oleh 4 orang dewasa. Saya menoleh ke arah Ida dan berbicara.

Saya:” Ida Honey kamu puas”

Ida tersenyum lalu menjawab;

Ida:” ia kak, puas banget, gimana gitu rasanya liat suami aku menyetubuhiin istri bos aku antara cemburu dan excited”

Saya pun tersenyum.

Saya:” papah masih kuat, hari ini belum ngewe sama mamah”

Suami:” papah udah 2x mah, istirahat dulu”

Saya:” mas Wilton gimana perasaannya liat langsung istrimu dikentot sama suami aku”

Wilton yg dari tadi tidak banyak bicara hanya tangannya yg masih bekerja ngeremesin susu saya.

Wilton:” saya makin nafsu Bu Dewi”

Saya:” berati kamu sama dengan suami aku golongan sakit jiwa liat bininya dikentot orang malah makin nafsu hahahaha”

Ida:” Bebz kita pindah di kasur sebelah yu, sesak di sini, biarkan suami aku pengantenan dengan istrimu”

Saya:” gpp kan pah, malam ini mamah tidur sama mas Wilton”

Suami:” ia mah gpp, pak , puasin istri saya, bikin dia kapok”

Wilton:” siip pak makasih”

Lalu Ida dan suami saya pindah ke beda yg dipakai tidur anak saya Revan dan bayi Ida.

Kami baru sadar ternyata Revan bangun dan duduk di kasur melihat kami”

Saya:” eh Revan koq bangun? Udah lama”

Revan:” dai tadi mah” memang dia belum bisa sebut huruf r.

Kami semua terkejut.

Ida:” kita pada berisik gak taunya ditonton anak”

Saya:” cewek-cewek yg lebih heboh”

Saya:” Revan mau tidur sama mamah?

Tanpa menjawab Revan menghampiri saya lalu naik ke ranjang.

Saya:” mas geser dulu, biar aku netekin anakku dulu”

Wilton pun bergeser menjauh. Saya peluk anak saya dengan kondisi saya yg telanjang.

Revan pun sepertinya haus lalu netek dan tak lama tertidur.

Saya lihat Ida dan suami saya juga sdh tertidur.

Saya pindahkan Revan ke dekat tembok.

Saya lihat Wilton lagi mengocok rudalnya yg sdh setengah menegang

Saya:” bangun lagi? Sambil tersenyum genit.

Wilton:” ia, lihat Bu Dewi netekin saya jadi terangsang”

Saya:” hemp, jangan panggil Bu, jadi kurang akrab mas, lagian tuaan kamu dari aku”

Wilton:” gak enak sama pak Dendi” setengah berbisik.

Saya:” suami aku dan istri kamu sdh tidur, mereka kecapean udah dua kali mereka menyetubuhi gak perlu bisik-bisik”

Wilton:” bukan, takut anakmu yg bangun”

Saya:” oooh, ia pelan-pelan aza kalau gitu, mau menyetubuhi lagi” sambil saya pegang rudalnya lalu saya kocok-kocok.

Saya:” mas aku lepas hijab ku ya gak nyaman”

Wilton:” aku lebih suka liat kamu pake hijab”

Saya:” memang kalau aku gak pakai hijab jadi kurang cantik, aku lepas ya”

Wilton pun mengangguk.

Saya lepas hijab saya dan menaruhnya dekat bantal di atas kepala.

Saya jongkok di antara dua paha Wilton lalu saya hisap rudalnya, saya hisap sampai ke telurnya.

Saya:” mas, udah hampir jam satu, ini udah keras, langsung aza ya aku di atas”

Wilton:” ia” jawabnya pendek.

Saya segera menaiki paha Wilton dan mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya dan bleeessss… rudalnya saya genjot perlahan sampai makin cepat.

Saya:” eh…enak mas”

Wilton:” enak banget Bu, rudal aku kayak diremas-remas tapi nikmat” sambil tangannya meremasi susu aku.

Lima menitan sdh kami melakukan dengan gaya tersebut.

Saya:” mas mau nyobain botol aku gak suka anal sex?

Wilton:” hah,yg bener, mau”

Saya:” tapi aku nungging ya”

Lalu saya bangun dan turun dari ranjang sambil nungging.

Wilton mengikuti saya, saya kira dia akan langsung memasukkan rudalnya tapi malah menjilati anus saya.

Saya:” ah, mas kamu senang banget menjilat, tapi memang jilatan kamu luar biasa kalah suami aku”

Wilton tak menjawab tapi kemudian meludahi anus aku.

Lalu memposisikan rudalnya tepat di depan lubang anus ku.

Dan… bleesek rudalnya masuk ke anus saya. Tidak terlalu sakit karena rudal Wilton meskipun lumayan gede tapi masih kalah tak hanya panjangnya tapi juga gedenya dari punya suamiku apalagi om Bob.

Wilton mempercepat genjotannya, lama kelamaan terasa mulai nikmat.

Wilton:” kamu suka di anal Bu”

Saya:” ia, tapi baru-baru aza”

Wilton:” suaminya yg ambil keperawanan anus kamu”

Saya:” bukan, bool aku pertama diperas Amin om Bob waktu aku melacur”

Wilton:” hah, suami kamu gak marah bukan dia yg pertama” sambil semakin cepat menggenjot saya”

Saya:” bukan marah lagi sempat murka mas oh, aku dapet” sambil mengejang memegangi tangannya Wilton.

Wilton:” saya juga mbak” genjotanya semakin cepat saja.

Saya:” cabut mas di tetek aku aza” Wilton mencabut rudalnya dan mengocok sebentar lalu pejunya muncrat di tetek aku.

Saya:” sorry ya, aku gak suka dicrotin di pantat”

Wilton mengangguk.

Setelah itu karena sdh sangat malam kami pun pergi tidur.

POV SUAMI

Saya terbangun karena anak Ida menangis.

Ida melepaskan pelukan saya, lalu netekin anaknya.

Saya lihat Ida tak lagi telanjang, sudah mengenakan celana dalam hitamnya. Hijabnya sdh entah kemana. Saya lihat ke kasur sebelah istri saya sdh tidak ada hanya Revan yg masih tertidur, Wilton pun tidak ada. Saya lihat sdh jam tujuh pagi. rudal saya sdh tegang lagi.

Saya peluk Ida yg lagi memunggungi saya.

rudal saya, saya sodok sodok di pantatnya yg masih terbungkus celana dalam.

Tapi Ida menolak dan bilang mau mandi dulu.

Saya pun bangun dan berjalan ke arah kamera.

Ternyata kedua kamera sdh mati sepertinya habis baterai karena semalaman nyala lupa mematikan. Saya pun menaruhnya di lemari. Lalu saya keluar kamar penasaran kemana istri saya.

Saya pun pergi ke dapur karena di ruang keluarga dan depan tidak ada…..dan ternyata saya lihat istri saya lagi berpegangan di kulkas telanjang bulat sedang disodok Wilton dari belakang sementara ku lihat 3 meteran Bu Heti lagi masak dan tampak cuek.

Di lantai tampak ada baju berceceran, ada celana dalam dan bh juga.

Dewi:” eh papah, maaf pah mamah diperkosa Wilton pah, padahal udah mandi lengkap pakai baju lagi bantuin Bu Heti masak langsung disergap mas Wilton yg baru bangun danasih telanjang” sambil terengah-engah.

Wilton:” mamah pak”

Saya:” udah lanjut aza”

Saya dekati Bu Heti dan saya remas pantatnya dan saya peluk

Heti:” aw, bapak” tampak kaget.

Heti:” jangan pak saya lagi masak”

Dewi:” pah, garap mamah aza berdua sama Wilton,jangan ganggu Bu Heti, aduh pelan nyoloknya mas”

Saya:” ya udah kita pindah ke depan aza”

Wilton pun melepas rudalnya dari serambi lempit istri saya lalu menggendong istri saat saya menyusul pergi ke depan.

Dewi:”mas kamu rebahan di bawah ya” mengarahkan Wilton.

Wilton pun segera rebahan. Istri saya menaiki Wilton dan memasukkan rudalnya ke serambi lempitnya.

Saya segera memposisikan diri tepat dikekang istri saya dan mencoba mengarahkan rudal saya ke anusnya” tapi dicegah oleh istri saya.

Dewi:” jangan di bool pah, masukin dei serambi lempit aza”

Saya:” hah, kan ada rudal Wilton”

Dewi:” justru itu mamah mau rasain gimana dimasukin dua rudal sekaligus di serambi lempit”

Saya sedikit terkejut.

Sementara Wilton menggenjot istri saya dari bawah.

Saya:” apa gak takut serambi lempit kamu robek mah”

Dewi:” nggak pah, bayi aza bisa sampai 4 kg dulu Revan bisa keluar dari serambi lempit mamah tanpa caesar”

Saya:” nanti makin longgar loh”

Dewi:” kelamaan papah nich, gak sih jepit”

Saya akhirnya perlahan mengarahkan rudal saya ke serambi lempit istri saya yg sebenarnya di serambi lempitnya sdh ada rudal Wilton.

Wilton berhenti sejenak menunggu rudal saya masuk, sedikit susah payah walau tidak sepenuhnya masuk, masih ada sedikit, lebih separuh rudal saya sdh terbenam ke serambi lempit istri saya. Jadilah sekarang ada dua rudal bersamaan masuk di serambi lempit istri saya, badan istri saya sdh telungkup di atas badan Wilton.

Saya setengah terlungkup. Lalu saya dan Wilton mulai bergerak bersama-sama, Wilton lebih aktif karena lebih leluasa menggenjot serambi lempit istri saya.

Dewi:” ah, perih serambi lempit aku pah tapi enak banget dua rudal sekaligus, oh kalian pelan menyetubuhinya sakit tau”

Saya:” katanya enak…rasain pelacur kaya kamu mah harus diberi pelajaran” sambil memberi kode pada Wilton untuk mempercepat genjotanya.

Sambil menghisap susu Dewi Wilton mempercepat genjotannya. Saya pun demikian.

Dewi:” ah,anjing kalian sakit serambi lempit aku” entah benar atau tidak yg dikatakan istri saya. Kami semakin cepat saja.

Dewi:” akhhhh, sakit, heunceut aku enak anjing binatang bangsat kalian”

Dewi berteriak cukup keras. Dewi pun berciuman dengan Wilton.

Dewi:” papah, tahu mah udah dua kali keluar di ewe kayak gini aduh enak”

rudal aku terasa dipijat, walau beberapa kali juga bergesekan dengan barang si Wilton.

Dewi:” oh..ughh mamah sdh binal banget ya pah..oh genjot ewe aku, rudal kalian enak banget”

Tiba-tiba Wilton mengejang dan teriak…

Wilton:” ah aku keluar” terasa semprotan hangat dalam serambi lempit istriku dan sekarang terasa lengket.

Segera saya mempercepat genjotan saya.

Dewi:” ah pah, ayo pejuin mamah, oh ugh”

Sambil mencengkram pantat Istri saya…saya dorong kuat-kuat rudal saya dan crooot…crooot… Peju saya memancar memenuhi serambi lempit Dewi.

Saya pun telungkup di atas tubuh Dewi.

Wilton tampak ngos-ngosan kecapean atau keberatan dengan tubuh kami.

Tak lama Ida muncul, saya lihat dia sudah berpakaian lengkap dan rapi memakai baju kurung warna kuning motif bunga, tapi tak memakai hijab yg masih dipeganginya.

Ida:”aduh ribut-ribut, gak taunya lagi menyetubuhi lagi, kak Dewi di DP? Eh aku bawa susu nich, murni susu asli dari tetek aku, kebanyakan jadi aku peras taro di gelas, siapa mau”

Saya lihat Ida membawa gelas berisi susu yg katanya air susunya hampir mencapai sepertiga gelas.

Saya:” aku Bebz” Ida memberikan kepadaku dan kutenggak habis, rasanya agak pekat. Sementara istri saya lalu menjawab pertanyaan Ida dengan terengah-engah.

Dewi:” ogh, Ida serambi lempit aku dimasuki dua rudal sekaligus, rasa perih tapi makin lama enak, kamu harus coba”

Ida:” hah, gak ah, ntr serambi lempit aku robek, lagian gak berani aku kak”, sambil duduk di kursi dekat kami.

Melihat Wilton yg keberatan kemudian Saya berguling ke samping di ikuti istri saya yg kemudian berguling ke sebelah ya lagi lalu duduk.

Dewi:” pah, liat serambi lempit aku agak bengkak”

Kami semua bangun bahkan Ida bangkit dan melihat serambi lempit istri saya yg tertutup bulu memang agak memerah.

Saya:” biar kamu kapok mah”

Dewi:” hehe, gak kapok koq, kamu harus nyoba Ida, daripada nanti di puncak dipaksa sama Om Bob dan pak Fadli”

Ida yg sdh duduk kembali kemudian menjawab.

Ida:”amit-amit kak, gak mau aku dan bakalan nolak”

Saya:” kalau kamunya entar diperkosa Om Bob dan pak Fadli terus dipaksa dimasukin rudal mereka barengan di serambi lempit kamu gimana? Mending latihan dulu di sini”

Saya:” udah kamu jgn Malut nakutin mah ntar Ida gk mau ikut lagi kan repot” saya lihat Ida jd nampak sedikit takut dan khawatir.

Ida:” ia, kakak jgn nakutin aku”

Dewi:” hehe, kakak gak nakut-nakutin ya namanya cowok tiba-tiba lagi digangbang terus Joss dua kanjut masuk heunceut gimana”

Saya:” mamah ini”

Sementara Wilton hanya diam saja

Ida:” ntr Ida mah kalau di puncak sama pak Dendi aza gk mau sama yg lain”

Dewi:” ntr malah kamu jatuh cinta sama suami aku”

Ida:” emang udah, eh hehe bercanda kak”

Dewi:” kirain”

Akhirnya kami mandi bertiga, saya dan Wilton sempat mau menyetubuhi Dewi istri saya lagi tapi dia tidak mau dengan alasan serambi lempitnya perih

Setelah makan bareng akhirnya Ida dan Wilton pulang dan tak ada acara menyetubuhi lagi karena kami cukup lelah, dan malamnya Wilton harus bekerja .

Seminggu berlalu akhirnya tiba waktu untuk berangkat ke puncak.

Anak-anak sdh saya titipkan di tempat mertua. Sementara Bu Heti Kami kasih cuti dan pulang ke Sumedangng.

Saat itu saya sdh siap untuk berangkat sedang istri saya masih mandi lalu saya memanaskan mobil baru istri saya. Kami semua sdh sepakat berangkat bareng dengan titik point’ keberangkatan dari rumah saya.

Setelah memanaskan mobil, istri saya belum juga muncul, saya pun menyusul ke kamar dan saya lihat istri saya masih telanjang bulat.

Saya:” mamah mau berangkat telanjang kah?

Dewi:” enak aza mau kalian itu, mamah baru selesai mandi, lagi pilih-pilih baju yg mau di bawa dan di pakai.

Istri saya pun lalu memasukan beberapa helai baju ke dalam tas termasuk pakaian dalam dan hijab.

Istri saya saya lihat memainkan bh warna pink juga celana dalam warna pink juga, dan kemudian memakai hijab warna putih, baju putih dengan corak warna pink dan rok warna putih motif bunga.

Saya:” mantap mah”

Tak lama terdengar suara mobil. Kami segera menuju depan, ternyata pak Fadli yg datang dengan Ida istrinya. Fadli memakai baju apa ya, gak menarik dech untuk diceritakan. Saya lihat Diah memakai hijab warna merah muda baju terusan warna putih yg ketat.

Badannya yg besar karena keturunan Arab begitu membentuk di bajunya. Karena ketatnya saya dapat melihat cetakan celana dalamnya di pantatnya walau saya tidak bisa menebak warna CD yg dipakainya.

Kami bersalaman dan cipika cipiki.

Saya:” masuk dulu bos, kapan sampai Bandung?

Fadli:” ok, Jumat sore, lewat Jakarta, gak ada yg langsung ke Bandung”

Kami sempat ngobrol sampai ada taksi datang dan berhenti dekat rumah ku. Ternyata Ida yg datang dengan Wilton, rencananya mereka berangkat bareng saya.

Ida memakai kaos lengan pendek warna putih dengan gambar love di tengah-tengah bajunya, dan menggunakan deker warna putihjuga untuk menutup lengannya. Celana kulot ketat warna gading yg sangat ketat,Charis celana dalamnya dapat saya lihat, kali ini saya yakin Ida memakai CD warna pink sama dgn istri saya.

Kami pun cipika-cipiki.

Fadli:” Bu Ida gak nyangka saya, kerjaan pak Dendi ini”

Ida tampak malu, mukanya merah.

Tak lama kemudian yang ditunggu yaitu Pak Bob datang, memakai kaos lengan pendek warna biru Dongker celana pendek loreng dan kaca mata hitam, tampil perlente terlihat lebih muda dari umurnya.

Tapi yg menarik perhatian buka Pak Bob atau mobil pak Bob atau sopirnya yg berbadan kekar tapi dia keluar dg menggandeng lengan dua gadis muda berpakaian minim.

Kami semua berkenalan, kebetulan saya pun tidak pernah bertatap muka secara dekat di si Bob ini.

Sedang dua cewek yg dibawanya mungkin sekitar 20 tahunan, mungkin perek atau semacamnya.

Mereka tampak cantik, yg satu berambut panjang memakai baju hitam lengan pendek yg bagian lengannya juga pendek sekali. Memakai rok mini jeans warna biru belepotan yg pendek lebih dari sejengkal kalo duduk pasti celana dalamnya kelihatan, dia bernama Ruri badannya montok pantat berisi.

Satunya lebih pendek mungkin setinggi Dwi anak buah saya, saya yakin tinggi di bawah 160 cm, memakai rok mini kain warna hitam sangat ketat, bentuk cdnya tercetak jelas udah gitu selain pendek ada belahannya juga yg saya yakin paling tidak sampai 5 cm di bawah pinggiran celana dalam, dan mungkin kalau duduk tepung celana dalam bisa kelihatan, memakai kaos warna putih tanpa lengan sepantasnya pun gila gambar orang lagi menyetubuhi, kulitnya sich tidak seputih si Ruri tapi wajahnya menurut saya lebih cantik dari Ruri dan agak cuby. Dia mengaku bernama Popy.

Pak Bob melihat setiap perempuan dengan seksama matanya jelalatan.

Pak Bob:” bagaimana sdh pada siap berangkat?

Semua menjawab sudah siap

Pak Bob:” ada yg mau tukaran dengan saya, kalian sdh biasa berangkat dengan istri, gimana ada yg mau tukaran.

Fadli:” Boleh dech, saya sama Ruri biar istri saya sama Pak Bob”

Pak Bob seketika tampak sumringah sementara Diah agak cemberut. Saya pun agak menyayangkan, saya khawatir keduluan Pak Bob menyetubuhiin si Arab. ( Maaf tidak bermaksud rasis.

Melihat Diah cemberut akhirnya Dewi bilang ke saya.

Dewi:” biar aku ikut pak Bob ya, kasihan Mbak Diah, si kamu siapa tadi Popy bareng suami saya, eh Ida mau bareng aku gak”

Ida menggelengkan kepalanya, malah dia seperti takut dengan pak Bob.

Pak Bob:” haha, mari nyonya-nyonya kita berangkat” sambil menuntun Diah dan Dewi menuju mobilnya.

Mereka bertiga duduk dibelakang,bapak Bob diapit dua bidadari, sedang di depan supirnya sendirian.

Fadli menggandeng Ruri menuju mobilnya. Saya mengajak Ida dan suaminya masuk setelah sebelumnya memasukan barang-barang bawaan ke bagasi.

Si Popy duduk di samping saya sedang Wilton bersama istrinya di belakang.

Saya:” Ida koq kelihatan tegang” sambil menjalankan mobil mengikuti dua mobil di depan saya.

Ida:” Aku takut sama pak Bob” tiba-tiba Popy menyela

Popy:” gak usah takut mbak, dia royal dan rudalnya gede banget mbak pasti puas, dulu pas pertama ngewe sama dia serambi lempit aku sampai perih” tanpa Tedeng aling-aling. Dasar perek, pikirku dalam hati tanpa sadar bini sendiri juga satu profesi.

Saya:” Hush, eh pop (sambil menepuk pahanya) kamu masih kuliah?

Popy:” masih Om ganteng” langsung ngembangin dech hidung gue.

Saya:” kuliah di mana” sambil melirik ke pahanya, dan benar celana dalam warna biru bisa kulihat dari belahan roknya.

Popy:” di taman sari Om” hah jangan-jangan satu almamater sama gua.

Saya:” Univ apa?

Popy:” Unis*a om”

Saya:” oh, tetanggaan kita saya tepat di bawahnya lagi”

Popy:” oh, ia, berati om ekonomi manajemen kah ya?

Saya:” akuntansi”

Popy:” oooo…”

Obrolan kita terhenti karena saya bersiap mau masuk tol dan banyak pengamen lewat saya yg asik ngobrol hampir saja nyerempet.

Saya pun tak lagi banyak bicara tapi konsentrasi menyetir.

Cukup macet mungkin karena mau libur.

Kami sempat Istirahat makan siang di sebuah restoran tapi tak sempat ngobrol sama istri karena duduknya berbeda tapi saya belum melihat hal mencurigakan, pakaian Diah dan istri masih rapi lalu kembali melanjutkan perjalanan.

Saya bertukar tempat dengan Wilton supaya dia yg nyetir.

Saya:” Bu Ida mau di depan apa di belakang sama saya”

Ida:” aku di depan sama suami aku aza” jawabnya sedikit ketus. Saya tidak mengerti kenapa Ida begitu.

Saya pun duduk di belakang dengan si Popy.

Kini saya bisa leluasa.

Popy berbisik pada saya.

Popy:” mau aku kocokin rudalnya om” saya pun mengangguk.

Popy membuka resleting celana saya.

Popy:” rudal om gede juga, lebih panjang malah dari pak Bob kayaknya “ sambil mengocok rudal saya.

Saya:” kamu kalau ke kampus pakai pakaian kayak gini?

Popy:” nggak lah Om , masa pakai pakaian begini, cangcut aku kelihatan dong, bisa diperkosa rame-rame aku di kampus hahahaha” sambil tertawa nyaring.

Sementara yg di depan diam seribu bahasa, Ida sempat menoleh kebelakang dengan tatapan seperti kurang suka.

Saya sempat mendesah keenakan. Ida kembali menengok ke belakang.

Ida:” lagi ngapain Bebz” bertanya agak ketus,saya agak heran dengan sikapnya. Saya yakin Ida tahu kalau saya lagi dikocokin si Popy.

Tiba-tiba mobil di depan milik pak Bob berhent di bawah pohon rindang,akhirnya semua berhenti.

Tapi tak tampak ada yang keluar dari mobil, saya pun mulai curiga terjadi sesuatu. Saya coba menelepon istri saya tapi tidak diangkat.

Sementara si Popy sudah menghisap rudal saya.

Saya melihat Ida sepertinya gelisah. Saya belum sempat keluar mobil pak Bob sdh melaju lagi. Lalu disusul mobil Fadli.

Saya merasa kurang nyaman meminta Wilton pindah ke belakang.

Popy yang mau ikut turun aku cegah.

Ida pun sepertinya akan pindah melihat Popy tidak pindah mengurungkan niatnya membuka pintu.

Saya sdh di belakang kemudi dan segera melaju takut ketinggalan.

Ida masih saja cemberut.

Saya:” pak Wilton, sikat yg dibelakang” pengen tau reaksi Ida.

Wilton:” siap bos” saya tengah dan benar saja rudalnya Wilton lagi dikocokin Popy.

Saya mencubit lengan Ida

Saya:” Bebz suami mu nakal”

Ida:” biarin memang ke sana mau nakal” masih ketus

Saya:” Napa sich cemberut Mulu, masih takut kah? Kata saya sedikit berbisik walau mungkin keras juga orang di belakang tidak akan memperdulikan karena lagi asik sendiri.

Ida menggelengkan kepalanya.

Saya pun menarik tangan Ida dan menaruhnya tepat di atas burung saya.

Ida pun mulai meremas rudal saya dari balik celana.

Kelihatan dia mulai tersenyum.

Saya:” nah gitu kan cantik, lalu saya membuka resleting celana saya. rudal saya mengacung karena memang tadi tidak tuntas dengan Popy.

Ida:” aku gak mau dientot om Bob dan Pak Fadli Bebz, aku nanti sama kamu aza ya”

Saya:” oh, ia Bebz” jawab saya sekenanya.

Jalanan ternyata macet benar, mungkin hari Sabtu dan pada mau libur tahun baru.

Ida:” aku isep ya rudal kamu” Ida mulai menghisap rudal saya.

Saya menoleh ke belakang tampak Popy sudah dipangku Wilton.

Babi mereka lagi menyetubuhi, gua keduluan.

Ida terus menghisap rudal saya.

Saya kembali menoleh kebelakang tampaknya mereka sdh selesai. Saya pinggirkan mobil saya dan minta mereka Popy dan Wilton pindah ke depan.

Wilton pun kembali di balik kemudi.

Saya kini meminta Ida menurunkan celana kulitnya dan naik kepangkuan saya, benar aza celana dalam Ida warna pink.

Ida segera memegang rudal saya dan memasukkan ke serambi lempitnya. Bleesek rudal saya pun tenggelam dilahap serambi lempit Ida , sambil meremasi susunya saya mengimbangi gerakan Ida yg turun naik di pangkuan saya.

Ida:” tadi suami aku menyetubuhi ya sama si Popy”

Saya jawab dengan anggukan.

Ida:” itu cangcut si Popy” saya pun melihat ke samping saya dan celana dalam warna biru yg agak basah tergolek di situ.

Saya:” Pop, cangcut kamu ini, sambil mengambil celana dalam tersebut dan hendak memberikan ke Popy.

Popy:” gah usah om, cangcutnya basah, gak nyaman, nanti aku ganti kalau sdh nyampe”

Akhirnya saya melanjutkan menyetubuhi Dengan Ida dengan berakhir peju saya di dalem serambi lempitnya. Ida lama sekali mencium saya tidak mau lepas.

Kami kelelahan dan tertidur.

Tahu-tahu sudah sampai di tempat tujuan, sebuah villa mewah dikelilingi pohon-pohon dan halaman yg begitu luas. Wilton pun memarkir mobil kami.

Saya dan Ida segera turun. Saya mencari istri saya dan ternyata mereka baru turun, pertama Diah, damn, Diah sdh tidak memakai hijab, hijabnya dipegangnya tak mungkin kepanasan kan bertemu AC lalu istri saya dan pak Bob.

Lagi-lagi mengejutkan, istri saya menenteng kutang dan celana dalam warna pink yg dipakainya dari rumah. Saya segera menghampiri istri saya. Istri saya sepertinya paham maksud saya mendatanginya.

Dewi:” cangcut aku pah sama kutang ( sambil menunjukan barang yg dipegangnya) tadi akuu dientot pak Bob di mobil” Damn.

Bersambung… Kami pun segera menuju pintu Villa. Seorang perempuan muda kira-kira seumuran dengan istri saya membukakan pintu bersama dengan seorang lelaki yang umurnya sepertinya tidak jauh berbeda dengan si perempuan. Pak Bob memperkenalkan mereka berdua yang ternyata ada suami istri yang ditugaskan menjaga villa.

Mereka adalah Sari dan suaminya Maman. Sari meski penampilannya biasa saja khas perempuan desa tapi terlihat cukup cantik dan montok. Kami segera masuk ke dalam villa. Pak Bob pun menerangkan kepada kami mengenai fasilitas di dalam villa.

Pak Bob;” Ibu-ibu dan bapak-bapak saya sudah pilihkan kamar buat kalian, Pak Dendi dan istrinya serta Bu Ida dan Suaminya nanti istirahat di kamar atas di lantai dua, sedang Pak Fadli dan Bu Diah di lantai bawah bersama saya, nanti Sari dan Maman akan menunjukan letak kamarnya.

Di belakang ada kolam renang, kalau ibu-ibu mau berenang silahkan menggunakan bikini atau kalau tidak ada tidak pakai apa-apa lebih bagus hehe…di lantai bawah ada juga ruang untuk karaoke, sekarang kita istirahat saja dulu saya tau kalian semua lelah karena perjalanan dan habis bekerja keras di dalam mobil hehe, urusan makan nanti Bu Sari dan Nina yang akan siapkan”

Dalam hati saya siapa lagi si Nina ini.

Kami pun segera beranjak menuju kamar masing-masing. Saya beserta istri dan juga Ida beserta Wilton suaminya naik ke lantai dua mengikuti Sari. Saya pun berjalan tepat di belakang Sari.

Pinggul Sari nampak bergoyang-goyang, saat itu Sari memakai baju terusan bunga-bunga sebenarnya tidak ketat tapi karena pantatnya yangcukup besar tetap saja tercetak membulat bentuk CD di balik pakainnya. Istri saya yang tahu saya memperhatikan pantat Sari sempat mencubit saya.

Kami pun sampai di lantai dua. Kamar saya ternyata tidak tepat bersebelahan dengan kamar Ida terbelah oleh sebuah ruangan. Kata Sari itu ruang fitness, mungkin Pak Bob lupa menerangkan bahwa ada tempat fitness juga.

Kami segera masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Kamar yang kami tempati cukup luas dengan kasur king size. Ada lemari pakaian, meja rias dan ada sofa, kulkas pula serta ada lcd TV dan tentu AC dan kamar mandinya di dalam juga, seperti di hotel saja.

Saya segera rebahan di atas kasur sementara saya lihat Dewi berdiri di depan lemari dan melepas hijabnya.

Saya;” ganti baju mah?

Dewi;” nggak Pah, Cuma lepas jilbab aza, gerah, capek banget lagi lama sekali perjalanan macet pula”

Saya;” ia lah, musim liburan pula”

Dewi:” mana daleman mamah tadi Pah?

Rupanya istri saya menanyakan pakaian dalamnya yang tadi diberikan kepada saya. Saya pun baru ingat segera mengeluarkannya dari saku saya dan memberikan kepada istri saya.

Saya:” memang mau kamu pakai lagi Mah?

Dewi:” ih, nggak Pah, udah dipakai om Bob ngelap sperma dia, mau mamah taruh di kamar mandi, mamah mau sekalian mandi saja Pah biar segar, papah gak ikut mandi ?” sambil membuka koper mencari handuk.

Saya:”Papah nanti saja, mau tiduran dulu, ngantuk”

Sekilas Saya lihat istri saya berjalan menuju kamar mandi.

Saya pun sepertinya tertidur sampai saya dengan pintu kamar mandi di buka dan istri saya keluar hanya memakai handuk.

Istri saya pun duduk di tepi ranjang.

Dewi;”Pah, coba keluar cari makanan, mamah laper nich”

Saya:” Ia juga sich, perut papah juga rada keroncongan, biar Papah tanya mbak Sari”

Dewi;”Ia, minta makanan saja ya, jangan godain orangnya” sambil tersenyum.

Saya;” hehe liat saja nanti” segera saya bangun dan keluar dari kamar.

Saya segera mencari dapur, saya lihat keadaan sepi sepertinya semua orang tertidur.

Saya pun bertemu Pak Maman yang sepertinya lagi beres-beres, dia pun menujukan arah ke dapur.

Saya segera menuju dapur. Sampai di sana saya lihat Sari lagi menggoreng sesuatu.

Saya pun berjalalan pelan mengendap-ngedap, sesudah dekat saya nekad tepuk pelan pas di pantatnya.

Dia pun kaget dan menutup mulutnya. Kenapa saya nekad begini, dalam asusmsi saya meski Cuma perkiraan saya menduga si Sari ini kemungkinan sudah pernah dihantam juga sama Pak Bob.

Saya lihat Sari melihat ke sekeliling. Setelah yakin tak ada orang lain lalu dia bertanya kepada saya.

Sari;” bapak ngagetin saya saja, ada apa pak?

Saya;” kenalin saya Dendi, kita belum kenalan, ada makanan gak, saya dan istri kelaparan?

Sari;” masih masak pak, tapi kalau mau sementara saya buatin nasgor gimana?

Saya;” boleh, nanti anterin ya”

Saya pun kembali ke dalam kamar.

Saya lihat istri saya sudah memakai baju kurung lebar warna hijau, memakai stocking krem dan hijab putih sedang duduk di depan meja rias.

Dewi;” gimana pah?

Saya;” lagi dibuatin nasgor, tunggu aza bentar mah”

Saya duduk di sofa dan menyalakan tv.

Saya;” Mah, ceritain gimana tadi di jalan”

Dewi;” macet pah”

Saya;” yee, kalau itu tau tau, sama Pak Bob”

Dewi;” hehe, ia ngerti” lalu istri saya berjalan dan duduk di dekat saya.

Dewi;” jadi gini ceritanya…..”

POV WIFE

Saya dan Diah segera menaiki mobil pak Bob. Pak Bob duduk di tengah saya dan Diah mengapitnya kiri-kanan. Tangan Pak Bob ia rentangkan memegang pundak kami berdua.

Segera Pak Bob menyuruh supirnya untuk menjalankan mobil. Kami pun melaju perlahan bersama rombongan lainnya.

Pak Bob pun membukan pembicaraan:

Pak Bob;” Bu Diah umurnya berapa? Pak Bob bertanya sama Diah.

Diah;” 32 Pak”

Pak Bob;” panggil Om Saja, Dewi saja begitu” sambil tangannya mengelus-elus bahu Diah.

Diah;” ia om”

Pak Bob;” Dewi sudah banyak ceritakan tentang saya”

Diah mengangguk tanpa menjawab.

Pak Bob;” gimana Wi, kamu cerita yang baik-baik kan tentang saya ke Diah”

Saya:” Hehe ia Om, Mbak Diah sdh tau seperti apa Om”

Pak Bob;” haha, berutung saya hari ini diapit dua bidadari” sambil melihat kea rah kami bergantian.

Kami berdua hanya diam saja.

Pak Bob;” eh kalian ini pada kaku dan tegang, Dewi juga kayak gak pernah saja dekat-dekat saya, paling suami-suami kalian juga sudah grepe-grepe cewek saya”

Saya;” cewek yang dua itu siapa om”

Pak Bob;” mereka itu katanya mahasisiswi, simpanan Om”

Saya;” ooo, semua om embat ya”

Pak Bob melihat kea rah saya.

Pak Bob:” maksudnya?

Saya:” ya dari mulai emak-emak kayak saya dan abg kayak mereka”

Pak Bob:” haha, kamu bisa saja, saya Cuma bantu mereka saja, mereka katanya butuh tambahan biaya kuliah dan make-up” sambil tangannya turun dan mengelus paha saya dan Mbak Diah.

Saya:” hempz, dan mereka bantu memberi kehangatan pada om Ya”

Pak Bob tidak menjawab tapi menarik kepala saya dengan tangannya dan melumat bibir saya. Kami saling berciuman sedang Diah hanya melihat saja.

Kemudian Pak Bob beralih ke arah Diah dan menarik kepala Diah lalu meluamat bibirnya, ternyata Diah cukup agresif membalas lumatan Pak Bob, berbeda dengan saya yang sedikit tidak nyaman dengan bau rokok dari mulut Pak Bob.

Pak Bob kemudian menurunkan resleting celananya.

Saya dan Diah saling berpandangan, siapa yang harus eksekusi. Saya lihat supir pak Bob mencuri-curi pandang dari kaca spion.

Pak Bob:” Koq pada bengong?

Saya:”Siapa dulu? Sambil menatap ke Mbak Diah

Pak Bob:” Diah ayo, kalau sama Dewi saya sudah pernah”

Diah perlahan mulai menggenggam rudal Pak Bob, perlahan mengurut dengan tangannya. Perlahan rudal Pak Bob mulai mengeras. Tangan Pak Bob bergerak meremas-remas payudara saya. Pak Bob tampak memberi isyarat ke Diah untuk menghisap rudalnya.

Mbak Diah pun segera menundukan kepalanya dan mulai menghisap rudal Pak Bob.

Pak Bob meminta saya menaikan baju saya, saya pun segera menaikan baju saya.

Tangan Pak Bob menguluarkan kedua susu saya dari bh saya.

Pak Bob:” Bu Dewi, kamu tidak lupa bawa pesanan saya”

Saya:”Alat buat sedot asikan, tidak lupa dong Om”

Pak Bob:” bagus nanti saya mau minum asi kamu”

Saya:” Kalau sekarang? Sambil memegang sebelah payudara saja.

Tiba-tiba mobil sedikit oleng, rupanya supir Pak Bob sedikit tidak konsentrasi karena melihat ke belakang.

Pak Bob:” Woy, kamu konsen nyetir saja” Pak Bob pum memarahi sopirnya.

Pak Bob lalu melihat ke saya dan tersenyum lalu menyenderkan keplanya ke dada saya dan mulai menghisap putting susu saya.

Sementara Mbak Diah masih sibuk menghisap rudal Om Bob yang semakin mengeras. Saat itu kami sudah masuk ke dalam Tol.

Pak Bob meminta Diah berhenti. Lalu dia meminta saya naik ke atas pangkuannya.

Saya mengerti lalu saya naik dan duduk diantara dua paha Pak Bob dengan membelakanginya. Saya naikan rok saya dan saya turunkan celana dalam saya. Sambil memegangi rudal pak Bob dan mengarahkan ke serambi lempit saya saya menurunkan pantat saya, dan bless…rudal Pak Bob pun mulai tenggelam di telan serambi lempit saya.

Saya:” Akh Om….”

Diah:” gimana Wi, gede?

Saya:”Ia Teh, banget….”

Saya mulai menaik turunkan pinggul saya sedang Pak Bob saya lihat melumat bibir Diah sedang tangannya meremasi payudata saya. Asi saya pun mulai mengucur membasahi payudara saya.

Saya lihat Pak Bob melolosi baju kurung Diah melalui pundaknya lalu meminta Diah melepas bhnya yang berwarna krem.

Pak Bob:” Diah, lepas kutang kamu saya mau nyusu sama kamu”

Diah segera melepas kaitan bhnya yang ada dibelakang, susu Mbak Diah memang lebih besar dari susu saya.

Diah:” tapi nenen aku gak ada asinya kaya punya Dewi Om”

Pak Bob tidak menjawab tapi segera mencaplok susu Diah. Diah memiringkan badannya agar memudahkan Pak Bob menyusu kepadanya karena sedikit terhalang oleh badan saya. Saya lihat supir Pak Bob beberapa kali mencuri-curi melihat melalui kaca spion.

Pak Bob: “ Puting susu kamu besar sekali Diah” sambil mengeyoti kembali susu Mbak Diah. Putting Susu mbak Dia memang juga sangat besar coklat kehitaman.

Diah:” akh, Om Suka nenen Diah?

Pak Bob:” suka banget sayang” lalu mencapolok lagi susu Diah”

Diah:” Akh , gila aku susu mbak dicupangin Wi”

Saya menjawab sambil terengah-engah karena saya harus bekerja keras menggenjot Pak Bob sedang dia diam saja.

Saya:” Susu aku juga udah biasa mbak dicupangin sama Om Bob”

Saya:” Om aku capek” sambil menghentikan gerakan badan saya.

Pak Bob menarik kepalanya dari payudara mbak Diah.

Pak Bob:” Bu Dewi sekarang kamu menghadap ke saya”

Saya pun segera memutar badan saya kali ini saya berhadapan dengan Pak Bob.

Pak Bob memegang rudalnya dan menarik badan saya serta mengarakan ke serambi lempit saya. Blesss rudalnya kembali masuk. Kali ini dia memegang pingang saya dan menaik turunkan badan saya.

Kepala segera mencaplok susu saya.

Saya:” akh,nikmat Mbak Diah” saya sudah tidak perduli lagi mulai mendesah dengan cukup keras. Pak Bob memenyetubuhi saya dari bawah.

Diah:” Enak Wi?

Saya:” Ia teh, nanti juga dapat giliran enak” saya mencoba mengimbangi gerakan Pak Bob.

Saya:” Mimi cucu Dewi Om…”

Nafas Pak Bob saya dengar mulai berat.

Saya:” Om jangan keluar dulu, Mbak Diah belum Om Ewe”

Pak Bob:” Aku gak kuat” dia memegang erat pinggang saya dan mempercepat genjotanya.

Pak Bob:” serambi lempit kamu masih saja enak Bu Dewi” sambil melumat bibir saya. Saya sambut bibir Pak Bob yg belepotan asi saya.

Pak Bob membenamkan kepalanya dan menghisap puting susu saya bergantian.

Crooot…crooot… peju om Bob pun keluar membanjiri meme saya. Terasa begitu hangat.

Saya:” Tumben om cepat bucat, kalah sama aku”

Pak Bob terengah-engah kemudian menjawab:

Pak Bob:” Awas nanti di Villa saya bikin kamu gak bias jalan”

Saya:” bacot doang aku goyang bucat hahha” aku merasa senang bias melecehkannya.

Pak Bob tidak menjawab lagi masih terengah-engah.

Saya bangkit dan mengelap serambi lempit saya yang belepotan peju dengan celana dalam saya. Saya lap juga rudal si pak Bob.

Saya:” Om belum minum obat kuatnya ya, makanya cepat KO?

Pak Bob:”Memang mau saya minum di villa Bu Dewi, tapi bu Dewi ngajak saya menyetubuhi terpaksasaya layanin seadanya”

Saya:” Enak saja dasar tua Bangka, kamu yang nafsu banget ngewein aku haha”

Diah ikut tertawa.

Saya:” Tuh mbak Diah belum kamu garap”

Pak Bob:” nanti saya capek, kita istirahat dulu saja, heru nanti berhenti di restoran yang biasa itu”

Sopir Pak Bob mengangguk saja.

Diah:” kita mau makan dulu? Sudah dekat?

Pak Bob:” paling 1-2 km lagi”

Saya dan Diah kaget segera membenahi pakaian saya. Saya tidak memakai lagi Celana Dalam saya karena sudah basah oleh sperma Pak Bob. Saya dan Diah segera merapikan diri sebaik mungkin agar tidak ada yang curiga kami habis digrepe dan disetubuhi.

Tak lama kami sampai di restoran yang dimaksud. Kami semua segera turun. Saya makan satu meja dengan Diah dan Pak Bob. Suami saya ada di seberang saya dan tampak mengamati saya. Saya menjadi sedikit salah tingkah, merasa gak nyaman kalau dia tau saya gak pakai celana dalam.

Kami pun segera berangkat kembali. Saya sengaja pindah ke depan. Saya lihat suami saya baru keluar dari restoran, dia tak tahu saya pindah ke depan.

Saya:” Om, saya di depan biar om leluasa sama mbak Diah”

Diah:” Di sini aza Wi”

Saya:” kenapa takut, biar rudalnya gede, tanpa obat di loyo bu hehe”

Pak Bob:’ Awas ya Wi, nanti kamu di villa aku hajar hehhe” Pak Bob ikut ketawa.

Mobil kembali melaju. Saya perhatikan si Pak Bob malah molor….

Saya:” Si tua Bangka tidur beneran ya mbak”

Diah:” ia, baguslah lah wi, aku belum mau menyetubuhi sama dia, aku mau sama lakimu dulu”

Saya:” Wah bisa kesenangan Dendi nanti”

Diah tiba-tiba beribisik kepada saya:

Diah:” wi, yang di depan kamu servis, pake tangan saja, kasihan dari tadi mupeng”

Saya:” haha, boleh”

Saya pun kembali memperhatikan jalanan. Tangan saya bergerak mengelus paha sopir Pak Bob yang bernama Heru. Orangnya masih muda mungkin di bawah 25 tahun.

Saya:” Sudah nikah mas”

Heru Nampak sedikit gugup.

Heru:” Belum mbak”

Saya:” Gak usah takut, bos mu sudah molor” tangan saya bergerak ke resleting dia, dan saya buka celananya saya keluarkan dari sempaknya, wow usudah keras seperti batu walau tidak begitu besar.

Saya pun mulai mengocoknya, semakin lama rudalnya semakin membesar dibagian kepalanya dan berwarna merah.

Saya:” mas sudah lama jadi sopir pirbadi Pak Bob”

Sambil sedikit terengah-engah dia menjawab:

Heru:” 1,5 tahun mbak”

Saya:” Pak Bob sering bawa ceweknya ke puncak”

Heru:” sering apalagi musim liburan, tapi baru kali ini yang dibawa ibu-ibu dan jilbaban”

Saya:” jadi maksud kamu aku dan Diah ibu-ibu”

Heru menggaruk-garuk kepalanya.

Saya:” hehe saya memang ibu-ibu tapi masih muda kan, anak saya sudah 2”

Heru:” koq bisa ikut pak Bob?

Saya:”Panjang ceritanya, rudal kamu saja kalah panjang, hehe”

Heru:’ akh” tiba –tiba mobil oleng, sepertinya dia mau keluar.

Kami semua cukup kaget, untung Pak Bob tidak terbangun.

Saya:” berhenti dulu, di sana ada pohon besar.

Heru segera menuju pohon besar dan memberhentikan mobilnya.

Saya melepas baju saya dan juga bh saya lalu saya jongkok.

Saya:” semporkan peju kamu ke susu saya”

Heru pun mengocok rudalnya dan tak lama pejunya muncrat cukup banyak mengenai susu saya. Saya segera oleskan pejunya merata ke payudara saya.

Saya pun bangkit dan menoleh ke Diah…

Saya:” bener gak mbak, peju perjaka bisa bikin kulit bagus kalau dioles ke payudara?

Diah:” haha, gak tau Wi, itu kamu aja yang sange”

Saya:” haha…bisa saja kak, ayo jalan lagi”

Diah:” Wi, kalau laki aku Tanya, bilang ya aku sudah disetubuhi sama Pak Bob”

Saya:” Kenapa harus bohong”

Diah:” Udah bilang saja”

Saya:”Ok, sambil mengacungkan tangan.

Saya:” Begitu pah ceritanya” kepada suami saya yang lagi makan nasi goreng. Tadi saat saya bercerita Sari memang datang mengantar makanan.

Suami:” syukur mah, mbak Diah belum dientot Pak Bob”

Saya:” Jadi kalau istrinya yang dikentot Pak Bob gpp”

Suami:” bukan begitu maksudnya”

Saya pura-pura cemberut.

Saya:”ia, paham, mala mini papah harus bisa dapetkan tu serambi lempit mbak Diah”

Suami:” Siap….”

Selesai makan kami nonton tv sambil berpelukan, tangan suami nakal meraba-raba masuk ke dalam baju.

Tiba-tiba pintu diketuk, dan Sari muncul katanya makan malam sudah siap.

Saya:” Padahal mamah masih kenyang Pah”

Suami:” Aku belum mandi mah”

Saya:” udah nanti saja” sambil melepas stocking saya.

Suami:”koq dilepas”

Saya:” biar kulit mulus mamah bisa dilihat semua orang, haha”

Kami pun turun ke lantai satu.

Menjelang Magrib kami semua dipanggil untuk makan malam. Ternyata bukan hanya kami yang sebelumnya sudah makan nasi goreng terlebih dahulu, tapi rupanya yang lain juga karena sudha pada kelaperan.

Pak Bob:” Mohon maaf bapak Ibu, kalian sudah pada kelaperan, karena logistic sedikit terlambat, sekarang sdh banyak tersedia makanan dan minuman di dapur dan kulkas, bias di bawa juga untuk di isikan di kulkas kamar masing-masing nanti”

Kami semua hanya manggut-manggut tidak ada yang komentar. Kami pun segera makan meski sdh sedikit kenyang.

Selesai makan kami kumpul duduk-duduk di sofa sambil menonton tv, suasana sedikit kaku dan canggung. Sampai akhirnya Pak Bob mencoba mencairkan suasana.

Pak Bob:” gimana kalau kita semua berenang?

Dewi:” Masa berenang malam-malam om? Apa gak masuk angin, lagian kamu gak bawa baju renang”

Pak Bob:” gak perlu takut masuk angin, yang takut masuk angin nanti aku angetin, paling barang aku nanti yang masuk, dan gak usah pakai baju renang , gak pakai apa-apa lebih bagus, hehe” semua pun tertawa.

Diah:” kebanyakan ibu-ibu jilbaban semua, masa renang pakai jilbab”

Pak Bob:” Kalau masalah jilbab mau pakai atau enggak gak ada yang larang di sini, bukan mau tanding to”

Fadli:” udah kalian ibu-ibu renangnya pakai jilbab sama kutang dan cangcut doang sebagai ganti bikini”

Dewi:” besok pagi saja dech kalau renang, pagi-pagi kan lebih seger tuch kalau berenang? Gimana? Mending kita karaokean saja ini malam”

Diah:” kalau aku sich setuju sama Dewi, gimana yang lain Ida? Popy dan Ruri”

Ida:” Kalau aku ikut saja mbak”

Diah:” Yang lain?

Yang lain pun akhirnya setuju.

Pak Bob:” baguslah, bosan kita Cuma duduk-duduk saja”

Kami semua pun beranjak menuju ruang karaoke. Ruangannya lumayan luas juga, tapi ternyata sofanya tidak cukup dengan begitu banyak orang. Terpaksa kami memindahkan sofa dari ruang lain.

Mula-mula Dewi dan Diah yang nyanyi duet menyanyikan sebuah lagu kenangan. Aku sendiri hanya menyaksikan di samping istriku karena aku memang kebetulan tidak pandai bernyanyi . Beberapa orang bergantian bernyanyi dan memang mulai agak membosankan.

Fadli:” gimana kalau sekarang nyanyi sambil joget dech”

Saya:” Ia betul, malah ngantuk aku, lagunya yang agak ngebeat atau dangdut gimana?

Pak Bob:” nah aku setuju sama Pak Dendi, yang laki bisa nenamin joget, gimana kalau Bu ida yang nyanyi dari tadi yang cewek Cuma Bu Ida yang belum nyanyi”

Ida:” Aku gak bias nyanyi om”

Wilton:” cobalah lah mah”

Ida:” Nggak ah, papah saja yang nyanyi”

Diah:” Ayo Ida gak usah malu-malu”

Ida menggelengkan kepalanya.

Pak Bob:” gpp kalau gak bias joget aza yang nyanyi Dewi, bisakan dangdut”

Saya:” Kalau Dewi semua bisa, nge-rapp aza yang gak bias kayaknya”

Aku memberikan semangat kepada istri saya.

Pak Bob:” tunggu sebentar saya ambil minuman dulu” sambil berjalan keluar lalu tak lama balik lagi membawa plastik berisi beberapa botol bir dan minuman keras lainnya.

Pak Bob:” buat yg minat saja, untuk menghangatkan suasana”.

Dewi:” pah, masa sich aku harus nyanyi sambil bergoyang, agak aneh kan pakai hijab gini masa?

Saya:” santai aza mah, minum dulu ini biar rileks” sambil memberikan segelas bir”

Dewi mulai meminumnya, walau belum terlalu terbiasa namun pengalaman sama pak Fadli dulu membuat dia berani meminumnya. Apalagi Popy dan Ruri juga terlihat minum dengan santai, Fadli dan Wilton menyemangati Idan dan Diah agar mau minum juga, walau terpaksa mereka mulai ikut minum walau sedikit demi sedikit.

Dewi pun segera bangkit dan berjalan ke tengah ruang karaoke, dengan bantuan minuman tadi membuat dia lebih pede, mulai melantunkan sebuah lagu dgn genrenya dangdut yg berjudul goyang dumang. Sedikit bergoyang meski masih terlihat kaku dan aneh perempuan berhijab dan memakai baju kurung yg cukup lebar bergoyang dangdut.

Yang lain mulai ikut bergoyang.

Pak Bob:” Ayo Bu Dewi, goyangannya yg lebih hot dong, nanti saya sawer”

Diah:” Ia Wi, semangat”

Dewi mencoba lebih banyak lagi bergoyang, sudah sedikit lebih luwes. Lagu pertama sdh habis dan Dewi pun hendak duduk di kursi. Tapi Fadli tiba-tiba bangkit dan menuntun Dewi kembali ke tengah.

Fadli:” Bu Dewi kita duet ya”

Dewi:” lagu apa yg Pak, eh om?

Fadli:” gadis apa janda, bisa?

Dewi:” Boleh om saya coba ya”

Akhirnya mereka berdua mulai bernyanyi bareng. Suasana mulai sedikit panas, Dewi terlihat semakin rileks dan pede dan semakin berani bergoyang, Fadli pun mulai memanfaatkan situasi dengan bernyanyi sambil menggandeng pinggang Dewi bahkan turun sampai memegang buah pantat Dewi istri saya.

Pak Bob tampak gelisah lalu bangkit mendekati mereka, dari sakunya mengeluarkan uang 100 ribuan dan mulai memberi saweran dengan ditaruh ditempelin di pantat Dewi, di wajahnya, Dewi hanya cekikikan sambil terus melanjutkan nyanyi. Saya pun berinisiatif bangkit menarik tangan Diah untuk ikut bergoyang. Ruri dan Popy pun juga bangkit dan menarik Wilton, tinggal Ida yang masih sendiri duduk di sofa.

Lagu sudah berganti lagi, Kali ini Dewi menyanyikan lagu cinta satu malam dengan dipeluk oleh Fadli dari depan dan Pak Bob dari belakang. Saya tidak mau kalah saya berjoget dengan memeluk Diah dengan tangan saya tepat di buah pantatnya yang besar sementara tangan Diah di leher saya, diah sama-sama menggunakan baju kurung seperti Dewi hanya lebih ketat menempel di badannya yang semok sedang Dewi memakai baju kurung yang lebar. Sementara Wilton dipeluk depan belakang sama dua gadis muda yang memakai rok mini.

Saya mendengar Dewi kembali bernyanyi sambil cekikikan, ternyata seseorang masuk kedalam baju kurung Dewi, terlihat bentuk belakang kepalanya tertutup baju kurug Dewi tepat diselangkangan, saya lihat Pak Bob bergoyang agak jauh di depan Dewi, berarti Pak fadli yang ada di selangkangan Dewi.

Saya menjadi Panas, saya remas-remas pantat Diah yang sedang bergoyang, bibirnya saya lumat, kami pun berciuman, akhirnya saya bias merasakan si bibir tebal keturunan arab ini. Suasana di dalam ruangan sudah berubah menjadi mesum. Tiba-tiba Dewi sedikit menjerit.

Dewi:” auw, itil aku” lalu menutup mulutnya dan ketawa ketiwi lalu kembali bernyanyi. Bisa jadi si Fadli lagi mengerjai serambi lempit istri saya dari dalam baju kurungnya.

Sementara Pak Bob yang merasa dicuekin tampak menuju sofa mencoba menarik Ida untuk berdiri, tapi ida menolak, saya lihat Pak Bob duduk rapat di sebelah Ida dan saya tidak memperhatikan lagi apa yang terjadi selanjutnya, saya focus dengan Diah. Dewi sudah tidak terdengar bernyanyi, tapi sepertinya Popy yang bernyanyi mari bercinta Aura kasih membuat suasana semakin hot saja.

Saya berbisik ke Diah:

Saya:” Pindah ke sofa yuk Mbak”

Diah:” Diah, umur kita hampir sama koq” sambil mengangukkan kepalanya. Kami pun segera pindah ke Sofa yang kosong.

POV WIFE

Saat ini Pak Fadli ada di dalam baju kurung saya tepat diantara dua paha saya. Tanggannya meraba-raba serambi lempit saya dari balik celana dalam dan bahkan menekan itil saya.

Saya sudah tidak bias berkonsentrasi untuk bernyanyi lagi sehingga mix saya berikan ke Popy. Saya masih tetap berdiri, saya lihat suami saya sedang berciuman dengan Diah di sofa, sementara Pak Bob saya lihat juga sedang memaksa Ida untuk berciuman di sofa satunya.

Sementara jari-jari Fadli semakin nakal, sudah masuk ke dalam celana dalam saya dan dicolok-colokan ke serambi lempit saya yang mulai basah.

Saya mulai merasa tidak nyaman untuk terus berdiri. Saya menepuk-nepuk pundak Fadli untuk keluar.

Saya:” Om keluar dong, kita pindah ke sofa saja, aku pegel berdiri terus”

Tak lama Fadli pun segera keluar, lalu langsung menggendong saya menuju sofa yang kosong yang di ambil terpisah dari luar tadi.

Saya:” Auw, pelan Om, kaget aku main gendong aza” Fadli Cuma tersenyum ke arah saya.

Saya direbahkan di atas sofa, sementara Fadli berjongkok di pinggiran sofa. Saya sudah tidak bias memperhatikan yang lain, apa yang sedang mereka lakukan saya tidak tahu hanya terdengar suara Wilton dan Popy atau Ruri gak jelas juga yang sedang bernyanyi.

Fadli menaikan bagian bawah baju kurung saya sampai ke perut, saya membantu dengan mengangkat pantat saya. Baju kurung bagian bawah saya sudah terlipat sampai ke perut.

Sehingga terpampanglah kemaluan saya yang gemuk yang masih terbungkut cangcut warna aub-abu bermerk calvin kl***.

Fadli:” saya sudah lama kangen sama Ibu Dewi” sambil mendekatkan mulutnya di telinga saya. Saya pun senyum dengan semanins mungkin kepadanya.

Fadli kembali focus ke selangkangan saya. Tangannya kembali mengelus-elus serambi lempit saya dari balik celana dalam. Tangannya menarik-narik bulu kemaluan saya yang keluar dari sisi celana dalam.

Saya:” akh, sakit tau, om nakal baok aku ditarik-tarik” aku memang sedikit tidak nyaman.

Fadli:”Hehe, maaf bu Dewi, saya Cuma suka liat baok bu Dewi yang lebat sampai pada keluar, saya jadi gemes”

Saya:”tapi jangan di tarik gitu om, sakit” sambil memasang wajah memelas biar lucu.

Tiba-tiba saya lihat suami saya berdiri di belakang Fadli sambil menggendong Diah. Saya spontan menutup kemaluan saya, padahal ngapain malu juga.

Suami:” Mah, Papah sama Mbak Diah pindah ke kamar ya, mau pakai kamar Pak Fadli saja, berat soalnya kallau harus angkat Diah ke atas”

Diah:” Jadi aku berat ya, haha badan aku memang berlebih”

Fadli:” Pakai saja Pak” tanpa menoleh ke belakang.

Saya lihat suami saya pun keluar dari ruangan karaoke.

Saya:” Om, apa kita pindah juga? gak nyaman di sini…”

Fadli:” Ok, kita ke atas ke kamar bu Dewi saja, biar suami bu Dewi tidak terganggu” saya menganggukan kepala.

Fadli:” Tapi saya gak kuat kalau harus gendong ke atas”

Saya pun berdiri dan membenahi pakaian saya yang berantakan. Saat berdiri saya lihat di Sofa paling ujung pak Bob sudah menindih Ida yang tampak masih sedikit berontak, sementara kancing baju kemejanya sudah pada lepas sehingga Payudaranya yang terbungkus kutang warna merah dan tampak lebih besar dari punyaku menjadi santapan tangan nakal pak Bob, sementara kulihat suaminya yang sudah mabuk berat masih bergoyang sambil menggerayangi Popy dan Ruri.

Pak Fadli segera menuntun saya keluar room karaoke.

Saya sempat berpapasan dengan Sari, dia nampak cuek dan berusah tidak melihat kami walaupun dia tahu aku digandeng pria yang bukan suamiku, mungkin Pak Bob sudah biasa membawa cewekceweknya ke sini, sehingga tidak aneh lagi bagi Sari, yang mungkin agak aneh kenapa perempuan-perempuan yang sekarang banyak yang berhijab.

Segera setelah masuk dalam kamar Pak Bob memeluk saya dan mencium bibir saya. Lidah kami saling bertautan, kami berciuman dengan hot, mungkin pengaruh alcohol semakin membuat kami bersemangat untuk bercinta, ada hubungannya nggak ya…

Pak Fadli mendorong saya ke ranjang hingga saya terlentang. Dia ikut naik dan mengangkangkan kaki saya. Seperti di bawah tadi dia kembali mengulung ujung bawah baju kurung saya sampai ke perut.Tangannya kembali mengusap-usap serambi lempit saya dari balik celana dalam.

Fadli:” Bu Dewi, aku lepas cangcutnya ya”

Saya:” Ia Om” sambil mengangkat pantat saya. Cangcut abu-abu saya pun terlepas. Pak Fadli tidak segera membuangnya malah mengendus cangcut saya dengan hidungnya.

Saya:” Ikh, om jorok…malu tau, cangcut aku basah ya om”

Fadli malah tersenyum kepada saya.

Fadli:” saya suka dengan wanginya”

Saya:” huuh, malah di dramatisir” Pak Fadli sekarang malah menaruh cangcut saya dengan dimasukan di atas kepalanya.

Saya:” Ikh geli om”

Fadli:” hehe, biarin, biar cangcut Dewi nempel terus dengan aku” Sambil kedua tangan mulai mengelus pahaku.

Fadli:” serambi lempit bu Dewi indah sekali dengan hutan yang begitu rimbun”

Saya:” Om ngejek ya, baok aku gak karuan,tapi suami aku sukanya begini”

Fadli:” aku suka koq, beneran, aku bisa leluasa menikmatinya tanpa diganggu suamimu”

Saya:” tapi tadi saat berangkat ke sini koq Om malah pilih bareng ceweknya Pak Bob”

Fadli:” Karena dia kan minta mau bareng perempuan yang lain, dan menawarkan, kalau tadi saya pilih bu Dewi gak nyambung”

Saya:” Ah, Om mau yang muda ya, gimana tadi di mobil om kentot gak Si Ruri?

Sambil tangannya kini meraba-raba serambi lempit saya Pak Fadli kembali menjawab:

Fadli:” ya pasti dong, masa aku anggurin, agak susah sich awalnya aku nyetir sendiri tapi berhasil juga aku tembus serambi lempitnya si Ruri”

Saya:” Enak dong serambi lempit ABG? Kenapa aku jadi sedikit cemburu ya…

Fadli:” Biasa saja dia paling sudah banyak yang make juga, eh ngomong-ngomong istriku tadi dientot pak Bob gak? Aku Tanya dia gak mau cerita” sambil jari-jari tangannya mulai dicolokan ke serambi lempit aku.

Saya:” ia dong om, mana mau Pak Bob melewatkan kesempatan memenyetubuhi cewek montok seperti istri Om, pertamanya aku dulu yang dikentot, terus setelah rudalnya bisa bangun lagi, istri om yang dikentot, kenapa Mbak Diah gak mau cerita?

Fadli:” wah gak tau, dia minta aku cerita ke dia, giliran aku Tanya gimana dia di mobil tadi malah bilang males ah ceritanya” lalu Pak Fadli membenamkan kepalanya di selangkangan saya. Lidahnya menari-nari mencari lubang serambi lempit saya.

Saya:” Aww, om” lidah Fadli menerobos tepat dilubang serambi lempit saya.

Fadli:” kenapa sayang?

Saya:” enggak apa-apa koq, hehe enak, lidah om masuk tadi di serambi lempit aku”

Fadli:” mau yang lebih enak? Saya menganggukan kepala.

Fadli kembali menjilati serambi lempit saya, jembut saya menjadi basah oleh liurnya dan cairan kemaluan saya sendiri.

Kaki saya semakin mengangkang agar dia semakin leluasa. Lidah Pak Fadli mulai bergerak ke arah klitoris saya lalu dijilatinya biji sebesar kacang tersebut.

Saya:” Ooooh, ia om kena itilku, aduh” Fadli semakin bersemangat saja. Tangan kirinya ikut memilin itil saya sedang lidahnya kembali menerobos serambi lempit saya.

Saya:” Akh terus om, yang dalam oh, bisa keluar aku” Fadli semakin bersemangat saja.

Saya:” ia om, terus itil aku enak banget ah….” Saya pun mengejang, tidak disangka begitu cepat saya keluar. Saya lihat Pak Fadli bangkit mulutnya belepotan.

Saya:” maaf ya om hehe”

Fadli:” Enak nich cairan ibu, dulu aku gak bias leluasa jilatin serambi lempit bu Dewi karena ada suami bu Dewi”

Aku tidak menjawab tapi memejamkan mata menikmati apa yang baru saja terjadi.

Selang lima menit Pak Fadli meminta saya melepas baju kurung saya. Saya pun segera melepasnya, tinggalah kutang warna cream dan jiblab yang masih melekat dikepala saya.

Fadli juga segera melepas baju dan celananya sampai telanjang bulat. Dia meminta saya duduk dan dia berdiri di atas kasur.

Saya paham yang diinginkannya, saya segera memegang rudal bengkoknya dan mulai perlahan mengelus-elus lalu memasukan ke dalam mulut saya. rudalnya yang memang sudah keras dari tadi semakin keras saja.

Fadli:” Bu Dewi saya lepas kutangnya ya, saya mau rudal saya dijepit susu Bu Dewi” tanpa menunggu jawaban dia jongkok dan melepas kait beha saya yang ada di belakang. Dia pun menghirup kutang saya.

Fadli:” wah segar, lalu melemparnya ke bawah ranjang.

Saya segera menempatkan rudal Pak Fadli di antara 2 payudara saya lalu mulai saya jepit.

Fadli ikut memaju mundurkan rudalnya. Saya memegang kedua susu saya sambil meju mundur. Cairan asi saya mulai keluar dan menjadi pelumas bagi rudal Fadli, saya oleskan disepanjang batang rudalnya dan kadang rudalnya saya tempelkan di puting susu saya.

Fadli:” Akh, cukup Wi, kamu terlentang” sambil mendorong saya.

Saya segera mengangkang dan Fadli memegang kedua lipatan lutut saya dan mulai mengarahkan rudal bengkoknya dan Bleeees… rudalnya pun mulai masuk dan dia mendorong perlahan sampai semua rudalnya tertelan serambi lempit saya. Walau tidak sebesar rudal Pak Bob atau sepanjang rudal Dendi suami saya tapi sensasi rudal bengkoknya membuat saya melayang. Fadli pun mulai memenyetubuhi saya.

Kepalanya dibenamkan di payudara saya dan mulai menjilati susu saya.

Saya:” akh, oh my god enak rudal om bengkok rasanya sering nyangkut di dalam serambi lempit aku, hehhe”

Fadli semakin semangat menggenjot saya, tangannya bergerak memaikan itil saya.

Saya:” Akh om, Dewi paling gak kuat kalau sudah dimainin itil dewi, oh gila enak, kentot gue ah”

Ranjang ikut bergoyang seirama persetubuhan haram dua insan yang bukan merupakan pasangan yang sah.

Fadli:” banyaknya asi kamu bu Dewi, manis dan hangat” sambil terus melumat puting susu saya dan mengenyotnya.

Saya:” Ia om, abis biasanya rutin nyusuin Revan, akh geli pelan dong nyupangnya” Pak Fadli memberi cupangan disekitar puting susu saya.

Ploook…plokkk. Bunyi pantat saya yang berbenturan dengan selangkangan Pak Fadli.

Saya:” Dewi gak kuat om, akh tekan itil dewi akh” saya mengejang dan kembali orgasme dibuatnya. Skor pun 2-0.

Tampak kepuasan dari wajah Fadli sudah berhasil menggagahi istri mantan bawahannya dan sudah dua kali juga membuat orgasme si istri bmantan bawahannya tersebut.

Fadli:” Bu Dewi nungging ya” saya bangkit dengan perlahan karena badan saya masih sedikit lemas. Pak Fadli menempatkan kembali rudalnya di lubang serambi lempit saya dan menekannya…blleeesss.. si rudal bengkok kembali memasuki lubang kenikmatan saya.

Luar biasa saya terasa melayang. Suara saya saat mendesah saya yakin dapat terdengar sampai luar kamar.

Sambil sebelah tangan memegang ujung hijab saya dia kembali memenyetubuhi saya dengan begitu semangat.

Ploook….ploook benturan pantat saya dengan pankal pahanya semakin nyaring. Kini Fadli semakin cepat memenyetubuhi saya. Sambil memeluk dari belakang dan tangannya meremas-remas susu saya. Sepertinya dia sudah mau keluar.

Plookk…ploook….

Fadli:” oh Bu Dewi, serambi lempit kamu memang nikmat, si serambi lempit empot ayam, tidak sia-sia aku menunggu kesempatan seperti ini terulang lagi” Suara Fadli semakin berat.

Saya:” Ia om, nikmatilah serambi lempit aku, gagahi istri bekas bawahan om sepuasnya”

Fadli:” kamu lagi subur Bu Dewi”

Saya:”oh, ahhh memang kenapa om?

Fadli:” Saya mau hamili ibu”

Saya:” Saya pakai obat di minta suami aku, takut aku bunting”

Fadli:” sayang sekali padahal aku niatnya mau hamilin kamu sayang”

Saya:” Taka pa Om gak hamil tapi om sudah berhasil lagi nodain aku”

Fadli:” Akh kamu nakal aku keluar” sambil menekan pantatnya kuat-kuat crooot…crooot peju Pak Fadli menyemprot dindin serambi lempit aku dan membuat aku orgasme pula.

Saya:” Akh aku dapet lagi om enaknya ewean kali ini sama Om Fadli” lalu saya tersungkur. rudal si Fadli masih berkedut-kedut di dalam serambi lempit aku.

Fadli:” anget serambi lempitmu bu Dewi, kalau tidak pakai obat sudah bunting kamu”

Saya:” Sperma om panas ih”

Fadli pun berguling ke kiri saya pun membalikan badan dan terlentang, tak terasa peju si Fadli mulai mengalir ke paha.

Saya:” banyak banget pejunya om, padahal siang om menyetubuhi sama Ruri”

Fadli:” hooh, udah minum jamu campur telor biar banyak kaut dan banyak peju aku”

Saya:” memang ngaruh?

Fadli:” gak tau juga…”

Bersambung… Saya dan Fadli masih terkapar kelelahan. Kami terdiam untuk beberapa saat. Sampai aku membuka pembicaraan kembali.

Saya:” Om mau tidur dulu apa mau ngewe lagi?

Fadli:” Capek istirahat dulu, kita tidur dulu”

Saya:” kalau begitu biar saya ke kamar mandi dulu” Sambil bangkit dari tempat tidur.

Fadli:” mau ngapain, sudah langsung tidur saja” sambil memegang tangan saya.

Saya:” mau nyuci muka sama nyuci serambi lempit om, aku bisa kalau habis senggama sama suami langsung aku cuci gak nyaman kalau langsung tidur”

Fadli:” Ok kalau begitu” sambil melepaskan tangan saya. Saya segera turun sambil mengambil celana dalam saya yang ada di kepala om Fadli.

Saya:” Aku ambil cangcut aku ya Om” sambil turun dari ranjang. Plaak…

Saya:”Aw…” Fadli menampar pantat saya.

Fadli:”itu karena kamu ambil celana dalam kamu tanpa izin” saya Cuma tersenyum lalu masuk ke kamar mandi.

Saya pun segera mandi, badan terasa lengket oleh keringat.

Selesai mandi saya segera memakai baju tidur sementara saya lihat Fadli sdh mendengkur. Saya sudah hendak kembali ke tempat tidur tapi saya urungkan, saya kemudian keluar kamar. Saya penasaran apa yang sedang dilakukan oleh yang lain. Saya bergerak pelan ke arah kamar Ida. Pintunya tertutup rapat. Iseng saya coba menguping tapi sepertinya tak ada orang.

Saya pun memutuskan turun ke lantai 1 saya lihat lampu sedikit temaram, beberapa bagian sudah dimatikan. Saya berjalan menuju ruang karaoke. Saya pun masuk ke dalam. Layar TV masih menyala dan saya lihat Wilton tertidur di sofa sambil berpelukan dengan Ruri, keduanya telanjang, sedang Popy di sofa lainnya juga dalam keadaan telanjang tapi tidak kulihat Pak Bob dan Ida. Aku pun penasaran di mana mereka.

Di dorong rasa penasaran saya segera keluar dari room karaoke dan mencari kamar Pak Bob sekalian kamar Pak Fadli. Saya pun menemukan kamar yang cukup besar dengan pintu yang terbuka setengahnya, saya segera mendekatinya, lampu menyala terang dan saya lihat Pak Bob menidih Ida sedang menyetubuhinya, terdengar suara deritan ranjang dan rintihan pelan dari Ida.

Saya ingat kamar Pak Fadli berada di sebelah kamar Pak Bob, berarti kamar yang pintunya tertutup rapat disebelahnya adalah tempat suami saya dan Mbak Diah. Karena saya yakin suami saya yang di dalam, biar pintu tertutup saya berani membukanya. Saya lihat suami saya dan Diah sudah tertidur memakai selimut dengan berpelukan, sepertinya keduanya dalam keadaan tanpa busana, saya lihat baju mereka berceceran di lantai termasuk jilbab mbak Diah.

Saya pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamar saya. Saya lihat Pak Fadli tidur sangat lelap. Saya putuskan untuk tidur juga.

POV SUAMI

Sambil menggendong Diah saya segera masuk ke dalam kamar yang di tempati Diah dan suaminya. Setelah saya sampai, saya pun melempar Diah ke atas ranjang.

Diah:” aw, kamu” diah kaget karena aku lempar. Belum habis kagetnya segera saya menindih tubuhnya.

Diah:” Ah, Dendi, jangan” sambil pura-pura meronta. Saya berusaha mencium bibirnya, saya lumat bibirnya, lidah kami saling bertautan, tangan saya tidak tinggal diam, meremas susu dan pantat besarnya.

Diah:” akh Dendi geli” Saat saya menjilati leher sampai ke kupingnya, hijabnya saya geserkan ke atas, lehernya tampak putih mulus.

Saya pun memberi beberapa tanda merah di lehernya untuk bukti ke Fadli istrinya sudah saya kerjain.

Diah:” aw, geli Dendi, banyak banget kamu cupangin gue” Leher diah memang menjadi banya tanda merah. Saya terus memberi riangsangan di leher dan kuping dia.

Tanggan Diah meremas-remas rudal saya dari luar celana saya.

Saya:” Sudah lama saya menantikan kesempatan ini, akhirnya mala mini saya bakal bisa menikmati hangatnya tubuh Diah istrinya Fadli” kataku sambil kembali meluma bibir tebalnya.

Diah:”mmmppph, aku juga Den, kamu seperti seligkuhanku dulu”

Saya:” Hah, masa saya mirip dengan selingkuhan kamu dulu?

Diah:” nggak, maksudnya sama-sama gentengnya, bikin aku sange”

Saya:” Memang Fadli suami Diah gak ganteng”

Diah:” haha, gak juga, cuma sdh agak tua Den”

Saya:” tapi masih kuat kan, kelihatannya kalau sama istri aku dia masih bergairah banget”

Diah:” kuat, sama aku juga gitu tapi aku suka yang ganteng apalagi kalau berondong”

Saya:” jiah, aku kan sdh tua juga”

Diah:” belum terlalu” sambil mendorong saya. Lalu kami sama-sama terduduk. Diah segera membuka resleting celana saya.

Saya:” berarti kamu suka yang ganteng ya say?

Diah:” ganteng dan rudalnya gede hehe”

Saya:” Pak Bob kan gede?

Diah:” tapi ga ganteng akumau sama kamu dulu, untung tadi waktu di jalan aku tidak sempat dientot sama dia”

Saya:” saya juga bersyukur”

Diah mulai mengocok rudal saya.

Diah:” Panjang banget punya kamu Den, apalagi kalau seged punya si Bob mantep”

Saya tidak menjawab, apalagi Diah segera menghisap rudal saya. Hisapannya luar biasa. Istri Fadli ini sepertinya sangat jago nyepong.

Terkadang lidahnya menjilati tepat ke lubang rudal, benar-benar nikmat.

Saya:” Akh, kamu hebat banget teh Diah, oh sepongan kamu luar biasa”

Tiba-tiba Diah berhenti menyepong rudal saya, dia menurunkan bajunya melalui pundak sampai ke perut, tampak dua gunung kembarnya yang begitu besar terbungkus bh warna merah marun yang terlihat kekecilan. Diah kembali memegang rudal saya dan menaruhnya tepat di belahan dadanya tanpa melepas bh terlebih dahulu, lalu mulai menjepit dan bergerak memaju mundurkan payudaranya.

Diah:” tolong bukain kait kutang aku Den, biar nyaman kamu menyetubuhi susu aku”

Tanpa disuruh dua kali tangan saya segera bergerak kepunggungnya untuk membuka kait bh. Kini saya dapat melihat dengan jelas payudara milik Diah, saya juga sempat melihat no bh nya kalau tidak salah 42C.

Diah kembali melanjutkan aksinya. Kadang dijepitnya dengan begitu kuat.

Diah:” Panjang banget rudal kamu Den, gak bisa kejepit semua”

Saya:” Susu kamu juga besar banget Diah” jawab saya sedikit parau karena sedang dilanda kenikmatan.

Diah:” Suka?

Saya:” ia” Diah melepaskan jepitan rudal saya di teteknya.

Diah:”Mau nenen?

Saya:” mau…”

Diah:” Ayo duduk…” sambil memegang sebelah payudaranya dan segera mengarahkan ke mulut saya

Saya segera melumat payudara Diah, lalu bergerak ke arah area puting susunya yang bengkak alias gede banget jauh lebih gede dari punya istri saya yang menyusui.

Diah:” Ah, Kenyot yang kenceng Den” Diah menekan kepala saya dengan kuat ke payudaranya.

Meski tidak ada asinya, payudara jumbo Diah bikin saya semangat.

Diah:” isep putingnya sayang, yang kuat, mungkin nenen istrimu juga lagi dijamah sama suamiku”

Saya bergantian menghisap susunya kiri dan kanan. Tak lupa dan wajib saya pu memberi tanda merah di nenen Diah.

Dia:” Aaaw, pelan sayang, nyupangnya nafsu amat, aduh ampe merah-merah nenen aku”

Saya meminta Diah untuk rebahan dan melepaskan baju panjangnya. Sehingga sekarang Diah terlentang Cuma memakai celana dalam warna merah dan hijab saja.

Saya segera melepas pakaian saya hingga telanjang bulat. Saya duduk di antara 2 paha Diah yang cukup gempal karena body Diah memang agak bongsor.

Saya mulai meraba serambi lempitnya dari luar celana dalam dan ternyata sudah agak lembab, sepertinya dia sudah horny.

Saya:” say, aku buka celana dalamnya ya”

Diah mengangguk dan menatap saya dengan tatapan sayu.

Bulu serambi lempit Diah meski lebat dan panjang cukup rapih berbentuk segitiga. Saya menundukan kepala hendak menjilati serambi lempitnya, namun Diah menahan dengan tangannya.

Saya:” kenapa Diah?

Diah:” Aku gak kuat Den, ayo entot saja aku, zinahi aku sekarang juga” Rupanya dia minta segera disetubuhi.

Saya segera menempatkan rudal saya di belahan serambi lempitnya. Saya dorong perlahan dan blesek… rudal saya pun mulai di telan oleh ibu ketutrunan arab ini. Saya pun mulai memenyetubuhi Diah perlahan dan semakin cepat.

Diah:” ah uh, enak Den, rudalmu panjang banget, sampai ke Rahim aku”

Plok..ploook…ploook… Bunyi benturan pangkal paha saya dengan pantat besar Diah terdengar beraturan

Diah:” Oh..nikmat sayang, zinahi aku seperti suamiku menzinahi istrimu”

Posisiku sudah semakin rapat dengan badan Diah. Diah sedikit mengangkat kepalanya dan menghisap puting susu saya, membuat biarahi saya semakin berkobar, hal yang jarang dilakukan Dewi.

Diah:” kenapa yang diharamkan koq nikmat ya sayang kayak aku dulu zinah sama selingkuhan aku”

Saya:” nikmati saja Teh”

Genjotan saya semakin cepat saja. Diah tiba-tiba mengejang

Diah :” Akh, oh my god aku dapet sayang…stop dulu nikmat banget serambi lempit aku nich kedut-kedut”

Saya menghentikan genjotan saya agar diah bisa bernafas sejenak.

Diah pun mencium bibir saya dengan sangat mesra, dan berbisik di telinga saya.

Diah:” lanjutkan Den, entot lagi serambi lempit aku”

Saya pun perlahan mulai memenyetubuhi dia lagi. serambi lempit diah terasa hangat.

Saya:” serambi lempitmu anget say, ganti gaya yuk”

Diah:” ayuk, gaya anjing ngewe ya Dendi, di depan meja rias saja, aku mau liat ekpresi kamu kalau lagi ngewe dan juga liat rudal kamu keluar masuk serambi lempit aku”

Saya tidak menjawab tapi segera mencabut rudal saya dari serambi lempit Diah dan menuntunnya ke meja rias. Saya geserkan kursi dan Diah segera

Bertumpu dengan kedua tangannya di meja rias membelakangi saya. Saya angkat sebelah kakinya dan kembali saya entot dia dari belakang.

Diah:” ah, enak banget say, rudal panjang enak gila” Diah mun mendesah dengan cukup kencang. Benturan Paha sya dan pantatnya semakin kencang.

Diah:” ah, Dendi, oh my god aku amu keluar lagi zinah enak” Diah pun kembali mengejang dan terasa ada sesuatu yang cukup deras muncrat di dalam.

Diah telungkup di atas meja rias.

Saya yang merasa sudah hamper orgasme kembali menarik badannya agar berdiri dan memenyetubuhi dia lagi.

Plok..ploook…ploook…

Diah:” ah Dendi aku lemes, cepat keluarin peju kamu sayang”

Saya semakin mempercepat genjotan saya ….

Saya:” Aku dapet teh ah…” sambil menekan rudal saya dalam-dalam.

Diah ikut mengejang, sepertinya kembali orgasme.

Kami berdua telungkup di meja rias sambil aku peluk dia dari belakang. Tak lama kami berjalan dan naik ke atas ranjang.

Diah:” banyaknya peju kamu Den, padahal tadinya aku pengen kamu semprotin di mulut tapi keenakan jadi lupa” sambil mengobel serambi lempitnya dan terlihat peju saya ada yang mengalir keluar.

Saya rebahan di sebelahnya.

Saya:” Kita tidur teh?

Diah:” Ia” jawabnya sambil melepas jilbabnya dan melempar ke lantai.

Saya:” aku mau kencing dulu teh” sambil bangkit dari tempat tidur.

Diah:” ambilkan cangcut aku Den..”

Saya:” kenapa pake cangcut teh.. nude aza..”

Diah:” nanti kalau tidur rudal kamu bisa nyelonong sembarangan..nggak gak nyaman aza”

Saya pun mengambil celana dalam merah milik Diah dan memberikannya kepada Diah.

Ku lihat Diah segera memakainya dengan membelakangi saya dan menggoyangkan pantatnya.

Diah:” bujur aku gede kan” saya mendekatinya dan segera menapar buah pantatnya kiri kana.

Saya:” gede banget teh…”

Diah pun tersenyum. Saya segera ke kamar mandi untuk kencing. Saya pun kembali ke kamar dan Diah sudah selimutan, saya segera masuk juga ke dalam selimut.

Saya:” Capek teh?

Diah:” ia, tambah perjalannan jenuh macet”

Saya:” tapi kan enak di jalan digrepe pak Bob”

Diah:” hahaha… istrimu tuch yang lebih enak, diewe”

Saya:”teteh nyesel…”

Diah:” gak, masih banyak waktu, lagian lagi loyo si Pak Bob hehe, KO sama binimu”

Kami saling berpelukan…

Diah:” enak ya, kalau zina…”

Saya:” sama suami memang gak enak?

Diah:” bukan gitu, feelnya lebih dapet sama laki orang..hahaha”

Saya:” oh…”

Diah:”Kira-kira Dewi istrimu udah selesai belum ya ngewenya sama suamiku?

Saya:” gak tau, ah biarin saja…”

Diah:” koq kamu biarin dia jadi pelacur..?

Saya:” sesekali saja koq teh, biar dia seneng”

Diah:”Cie…besok kira-kira ngapain ya…”

Saya:” katanya si Pak Bob juga mau ngajak jalan-jalan”

Diah:” ia,jangan Cuma ngewe aja di sini, jalan-jalan juga, dingin banget, peluk yang erat dong..kita tidur”

Bersambung… Pukul setengah 6 pagi saya terbangun dan segera pergi mandi. Selasai mandi dan berdandan saya duduk di sofa sambil menonton berita di tv. Sedang asyik nonto tiba-tiba seseorang memeluk saya dari belakang dan mencium tengkuk saya dali balik jilbab.

Saya:”Akh, Om Fadli, mandi sana, bau” sambil mendorong dia dan saya remas rudalnya karena dia memang masih telanjang.

Fadli kembali mendekati saya dan meremas tetek saya dari luar baju gamis saya.

Saya:” ah, udah sana main remas susu orang aza” sambil pasang muka cemberut.

Fadli:” kenapa gak bangunin, biar mandi bareng dan menyetubuhi di kamar mandi?

Saya:” Pagi-pagi udah mesum, mandi sana”

Fadli pun pergi juga ke kamar mandi.

Tak lama dia sudah muncul kembali.

Fadli:” Bu Dewi, saya turun ya, kita senam yuk ,di dekat kolam renang ada gazebo juga di sana kalau missal mau kenthu”

Saya:” Astaga mesum terus, pakai baju senam dong”

Fadli:” ia diganti saja, kalau bawa baju renang pakai saja siapa tahu kita pengen renang”

Saya:”Baju buat olah raga ada tapi baju renang gak punya, nanti saya ganti baju dulu”

Fadli:” handuknya saya bawa ya, sambil memungu pakaianya semalam.

Setelah Fadli pergi saya pun menganti baju gamis saya dengan celana training warna hitam yang sudah sedikit kekecilan dan baju kaos lengan panjang yang agak kekecilan maklum baju lama, berarti sekarang badan sudah makin melar. Saya berlenggok-lenggok di kaca.

Baju saya memang begitu ketat, toket dan pantat saya tercetak dengan jelas. Garis cangcut saya tercetak jelas di pantat saya.

Saya pun segera turun menuju kamar Pak Fadli, tapi yang ada Cuma Diah istrinya yang masih tidur Cuma pakai cangcut doang, selimutnya sudah terjatuh di lantai. Suami saya pun tak kelihatan.

Saya:” ngelaba kemana lagi si papah ini..” saya bergumam di dalam hati.

Saya segera pergi ke kolam renang, ternyata Pak Fadli sedang senam sendiri.

Saya:” Wah sudah mulai saja om”

Fadli:” Ia biar sehat, lama nunggu kamu dandan jadi mulai saja”

Saya begerak ke samping PakFadli dan muai mengikuti beberapa gerakan dia.

Saya:” Aw, om nakal lagi olah raga saja masih colak-colek pantat saya” Fadli barusan meremas pantat saya.

Fadli:” habis kamu sexy banget Bu Dewi”

Saya:” ia, celananya udah kekecilan banget”

Fadli:” bukan, tapi pantat ibu yang makin gede”

Saya:” masa?

Fadli:” ia beneran” sambil kembali memegang pantat saya dan menepuk-nepuknya.

Saya:” udah om kita senam yang serius, tapi kurang semangat gak ada musiknya”

Fadli:” gpp lah namanya dadakan, coba ibu pindah ke depan saya jadi pemandu saya ikut gerakan ibu pasti saya semangat”

Saya:” Ia lah pasti” sambil tertawa saya pindah ke depan Pak Fadli dan mulai melakukan gerakan senam seadanya .

Tiba-tiba muncul Pak Bob dengan perempuan muda berambut panjang berbadan montok yagn ternyata Ruri.

Pak Bob:” Wah…wah kompak pagi-pagi” sambil menghampiri kami.

Saya lihat Pak Bob hanya memakai celana kolor saja sedang Ruri cuma memakai pakaian renang yang ke kecilan, susunya monto juga begitu juga pantatnya montok lebih montok dari Popy yang cenderung sedikt kurus.

Fadli:” Pag bos, gimana tadi malam?

Pak Bob:” mantap, tapi gak tau bangun tidur Bu Ida sdh hilang…”

Saya:” Wah, mungkin Om kerjain habis-habisan yang Ida sampai dia kabur”

Pak Bob:” gak tau dech, lanjutkan saja kalian senamnya aku mau berendam dulu sama si anak manis” sambil menggandeng Ruri.

Mereka berdua langsung menceburkan diri ke kolam. Lima belas menitan kami senam dan sudah mulai berkeringat. Saya dan Fadli duduk di gazebo sambil menyaksikan Pak Bob dan Ruri berenang kadang mereka bercanda dan saling berpelukan juga berciuman.

Ruri:” akh, geli om” Pak Bob saya lihat sedang emeluk Ruri dan menjilati lehernya. Saya lihat Pak Fadli mupeng juga.

Saya:” Hehe, Om Fadli sampai mupeng gitu, kan waktu berangkat ke sini sudah pernah menyetubuhikan sama si Ruri”

Fadli:” sudah tapi masih pakai baju lengkap Cuma cangcutnya saja yang dilepasin”

Saya:” Montok ya om, putih banget, masih muda sich”

Fadli:” tapi lebih menggairahkan Bu Dewi dia kalah jauh soal pengalaman”

Saya:” hehe, bisa saja.

Ruri:” bu Dewi ayo berenang kita…” sambil teriak dari kolam renang

Saya:” gak bawa dan memang gak punya baju renang aku, dan sdh lama gak pernah Rur”

Ruri:” tapi kalau renang bisa kan Bu Dewi?

Saya:” Ya bisa saja”

Ruri:” telanjang saja Bu, biar nanti saya temanin telanjang juga, pasti Om-Om di sini pada suka” Pak Bob tampak mengacungkan jempolnya.

Saya:” keenakan mereka, gak ah”

Pak Bob:” kalau gak mau renang bugil, pakai cangcut sama kutang saya boleh, lepas hijab kamu”

Saya menggelengkan kepala.

Pak Bob saya lihat seperti memberi kode ke Pak Fadli yang dari tiadi diam saja, saya tidak paham maksudnya apa. Saya lihat Pak Fadli senyum-senyum.

Saya:” Ada apa nich, akh apa ini” saya berusaha berontak karena Pak Fadli menggendong saya menuju kolam renang lalu melempar saya ke dalam kolam renang. Seketika saya tercebur dan basah kuyup.

Saya:” akh, gimana ini jadi basah dech”

Pak Bob tampak menghampiri saya sedang Ruri cekikikan dan Pak Fadli tampak melepas semua pakaiannya hingga bugil dan terjun ke kolam renang.

Saya mencoba berenang ketepian tapi pak Bob menangkap paha saya dan menarik mendekat badanya, celana training saya ditariknya saya berontak saya berhasil melepaskan diri tapi celana training saya berhasil di tarik lepas oleh Pak Bob.

Pak Bob:” Fadli, ini celananya haha..sambil melempar celana training saya ke Pak fadli.

Pak Fadli segera menangkap celana training saya dan mengangkat ke atas dengan tangannya, lalu melemparkan ke tepian kolam.

Mereka berdua kini mendekati saya, saya berenang menjauh , kami saling berkejaran dan sambil pada tertawa sampai akhrinya saya berada dipojokan dan mereka berhasil menangkap saya.

Pak Bob memegangi pinggang dan tangan saya sedang pak Fadli melepaskan kaos yang saya pakai. Saat ini saya Cuma memakai hijab warna putih yang sudah basah, beha dan celana dalam yang keduanya berwarna pink.

Saya:” agh sudah, kalian nakal ah”

Mereka kini menciumi dan meraba-raba badan saya, Pak Fadli dari belakang menciumi tengkuk saya, tangannya meremasi susu saya, sedang Pak Bob mencium bibir saya dan tangannya meraba-raba serambi lempit saya.

Tubuh saya menjadi lemas mereka kerjain, saya sudah tidak memperhatikan apa yang dilakukan oleh Ruri.

Saya:” emmphhh Bob..agh” lidah saya bertautan dengan lidah Pak Bob dan sudah tidak perduli lagi dengan bau rokot dari mulutnya.

Saya:” Bob ia, pas disitu, mainin itil aku” saya pun merasakan rudal Pak Fadli sudah sangat keras mengganjal di belahan pantat saya terhalang celana dalam.

Saya:”Agh, nikmat, kobel serambi lempit aku Bob” tangan kanan saya menurunkan kolor Pak Bob lalu menggapai rudalnya dan tangan kiri saya bergerak kebelakang meremas-remas rudal Fadli yang sudah sangat keras. Tangan saya mengocok-ngocok rudal mereka berdua.

Saya:” Ia Fadli, kobel serambi lempit aku, mainin itilnya” Pak Fadli kini sudah bergantian dengan Pak Bob, tangan Fadli yang kini mengobel serambi lempit aku. Tangannya masuk ke dalam cangcut aku.

Sementara Pak Bob mengisap tetek aku yang keduanya sudah dikeluarkan dari kutangku.

Saya:” Hisap, ayo nak Bob nenen susu mamah, abisin asinya”

Pak Bob:” Fadli, selama di sini kita bisa mimic cucu terus langsung dari sumbernya hahaha”

Fadli:” i a, bos, saya duluan ya, dah gak tahan mau ewe si Bu Dewi”

Tanpa menunggu jawaban Pak Bob menyingkirkan tangan saya yang sedang memegang rudalnya dan mengangkat badan saya agar merapat dengan pahanya dengan di bantu Pak Bob.

Bless… rudal Pak Bob pun masuk ke serambi lempit saya dari belakang melalui celah celana cangcut saya.

Saya:” Ah, anjing nikmat …oh ya kentot aku Fadli”

Fadli mulai bergoyang memenyetubuhi saya dari belakang , punggung saya menempel dengan Fadli sementara didepan saya didekap Pak Bob yang masih menyusu.

Saya:” Agk..oh kalian berdua gila, nikmat banget”

Pak Bob:” Fadli kau pindah ke boolnya biar aku masukin rudal aku ke serambi lempit dia”

Fadli segera mencabut rudalnya dan mulai memposisikan di anus saya.

Saya memeluk badan Pak Bob. Lalu bles.. rudal Fadli memasuki lubang anus saya.

Saya:” agh pelan Fadli sakit”

Fadli:” akhirnya aku bisa merasakan bool bu Dewi” sambil mengepalkan tangannya ke depan.

Sementara Pak Bob mulai memasukan rudalnya melalui celah cangcut saya…tak lama blessek rudal gedenya pun terletan serambi lempit saya.

Saya:” Agh, aduh gede, penuh banget heunceut aku nikmat”

Mereka mulai memenyetubuhi saya. Tangan mereka berebutan juga meremas tetek saya.

Tiba-tiba saya terkejut melihat Ida dan suami saya sudah berdiri di pinggir kolam di belakang Pak Bob.

Saya:” agugh Papah, maaf, mereka memaksa mamah, mamah diceburin ke kolam, terus sekarang diperkosa sama mereka” Sambil merem melek dan menatap wajah ganteng Dendi suami saya yang Nampak mulai sange.

Saya:” Pah, tolong mamah di DP ini, rudal Fadli di bool mamah dan rudal Pak Bob di heunceut mamah, oh anjing nikmat banget” Saya meracau tak karuan.

Saya lihat Ida membuka celana suami saya, rudalnya sudah ngaceng lalu dia jongkok dan memasukan ke mulutnya serta menghisap rudal suami saya.

Saya:” Agh Papah sange ya liat aku dinodain mereka di bool dan heunceut”

Suami:” Ia mah, Papah sange, mamah semakin binal, gak sia-sia mamah jadi pelacur, semakin nakal dan liar”

Saya Lihat Ida semakin bersemangat menyepong rudal suami saya.

Saya:” Agh Pah, ini nenen mamah diremas-remas , diperas terus asi mamah bisa habis” aku terus membakar birahi Dendi suamiku.

Saya:” Ampun nikmat Om Bob, Om Fadli”

Pak Bob:” serambi lempitmu jepit banget bu Dewi, gak mau kamu ya rudalku lepas dari serambi lempitmu” Pak Bob memanasi saya.

Saya:” Ia, gancet kayaknya rudal kamu Bob sama heunceut aku agh”

Mereka semakin brutal menyetubuhi saya.

Tiba-tiba Pak Bob berhenti…

Saya:” Mau bucat kah Bob?

Pak Bob:” tentu belum honey, Fadli angkat dia ke gasibu, biar Dendi bisa gabung dengan kita menggangbang bininya”

Pak Bob menarik rudalnya dari serambi lempit saya dan berenang naik ke pinggir kolam, fadli juga mencabut rudalnya dan mengangkat badan saya.

Fadli:” Pak Dendi, Bos Bob terima berat ini” dia sedikti kewalahan mengangkat badan saya dari dalam air.

Dendi dan Pak Bob Segera menyambut badan saya. Pak Bob di perut dan kepala, dan Dendi yang sudah tidak memakai celana mengangkat pas di pantat saya yang terbuka pas anus meski masih pakai cangcut , lubang serambi lempit saya juga terbuka apalagi bulu jembut kemana-mana.

Mereka segera mengangkat saya.

Saya menatap mata suami saya lalu berbisik kepadanya.

Saya:” Papah gak nyeselkan”

Suami saya Cuma menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

Saya:” bentar lagi aku bakal digangbang loh”

Suami saya berbisik, meski kami bisik-bisik saya yakin pak Bob dapat mendengar.

Suami:”Yang penting kita sama-sama puas”

Saya pun direbahkan di Gazebo. Saya menjadi tontonan, Karena saya lihat Diah juga sudah ada dan berdiri di dekat gazebo dengan Ida, ada jugaPopy yang duduk dekat Ruri .

Saya:” hei, kenapa saya saja yang kalian kerjain itu banyak cewek kalian anggurin”

Saya lihat Wilton juga sudah ada dan telanjang bulat.

Pak Bob yang menjawab.

Pak Bob:” Bu Dewi ada gilirannya, yang pertama kami pilih bu Dewi karena Bu Dewi yang paling binal hehe, lalu kita ngeseks rame-rame , nanti gak ada acara gangbangnya.

Para lelaki yang semua sudah telanjang bulat termasuk suami saya naik ke gazebo dan mengelilingi saya, sedang yang perempuan semua berdiri di luar gazebo menyaksikan saya yang akan digilir rame-rame.

Pak Bob menyodorkan rudal ke mulut saya. Langsung saya saya sambar dan saya hisap. Wilton dan Pak Fadli berdiri di samping kiri dan kanan, tangan kiri dan kanan saya pun memegang dan mengocok rudal mereka.

Saya lihat suami saya sudah berada diantara 2 paha saya.

rudalnya sudah mengacung dengan sangat keras. Dia mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya. Bless rudal suami saya pun tertelan oleh serambi lempit saya. Dia pun mulai memenyetubuhi saya.dengan pantat saya sebegai pegangan

Saya:” Akh Pah, banyak rudal ini” walau tidak jelas karena Pak Bob lagi memenyetubuhi mulut saya.

Wilton dan Pak Fadli kompak rebahan disebelah saya, kedua tangan saya direntangkan, dan mereka mulai menjilati ketiak saya yang berbulu cukup lebat.

Saya:” Akh ampun geli, pah mereka jilatin ketek mamah” sambil melepas rudal Pak Bob dari mulut saya.

Suami:’ mungkin mereka suka dengan bulu ketek mamah yang lebat”

Pak Bob tiba-tiba memposisikan diri terlentang dan meminta yang lain mengangkat badan saya ke atas tubuhnya. Saya terlentang membelakangi Pak Bob. Rupanya dia mau nyodomi saya. rudalnya dimasukan ke anus saya.

Saya:” Akh sakit, pah bool mamah disodomi Pak Bob, gede banget rudalnya”

Suami:’ kan sudah pernah mah nikmati saja”

Suami saya kembali memasukan rudalnya ke serambi lempit saya dari atas, sedang Wilton dan Fadli kembali saya kocok rudalnya. Cukup lama posisi seperti ini dan saya sudah pegal.

Saya:” Agh ampun, aduh” saya mengejang orgasme.

Mereka terus menghajar saya dari atas dan bawah.

Tiba-tiba Wilton memposisikan diri disebelah suami saya dan mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya.

Saya:” Akh gila jangan, capek, aduh “ bless rudal Wilton ikut masuk ke serambi lempit saya. Sayat ini ada tiga rudal dalam tubuh saya. Perih-perih nikmat.

Saya:” Ough pak, penuh heunceut mamah. Sesak” saya pun mengejang lagi. Bisa pingsan aku kalau dikerjain begini terus.

Saya:” Stop dulu, aku benar-benar pegal, ampun, Diah Ida tolong saya”

Mereka tidak perduli tapi terus menggenjot saya.

Diah:’ Udah kasihan, nanti pingsan, biar Dewi kasih nafas dulu”

Mereka tampak saling pandang lalu berhenta dan mencabut rudalnya masing-masing, saya berguling kesebelah Pak Bob.

Baru mau ambil napas, terasa seseorang sedang mencoba memasukan rudalnya ke serambi lempit saya. Saya pun menoleh, ternyata Pak Fadli.

Dia langsung telungkup menindih saya. Bless..

Saya”Agh, ampun Pah, mamah digilir..ogh”

Dalam posisi telungkup Fadli memenyetubuhi saya.

Sementara yang lain duduk menyaksikan. Fadli sepertinya mau orgasme.

Suami:’ Pak Fadli, jangan buang di serambi lempit, biar tidak basa kuyup”

Fadli segera mencabut rudalnya dan menarik saya untuk bangun mengarahkan ke muka saya…crooot..croot pejunay membasahi muka saya dan sebagianmengenai jilbab.

Saya:” agh, Fadli jadi belepotan peju muka aku” Fadli malah mendorong rudalnya agar saya jilati sisa sprema dia. Saya pun membersihkan rudal Fadli.

Suami saya melepaskan jilbab saya dan mengelap pejuh di muka saya.

Saya:” makasih Pah…ciuman mamah dong”

Suami saya tentu menolak saya.

Saya:” hehe, bercanda pah”

Suami saya juga melepaskan kutang dan cangcut saya yang basah sehingga saya benar-benar telanjang bulat.

Pak Bob:” Gimana sudah siap kita ewe lagi Bu Dewi”

Saya:” Bentar dong Om, saya bernafas dulu”

Tapi pak Bob Malah mengangkat saya dengan posisi berhadapan dan kaki saya dilingkarkan di pahanya dan dia mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya.

Saya:” Agh.. enak Bob, Pah enak rudal Pak Bob” Pak Bob pun memenyetubuhi saya dalam posisi saya berdiri.

Saya lihat suami saya mengarahkan rudalnya ke pantat saya.

Saya:” Papah mau masukin rudalnya di bool mamah atau diheunceut mamah?

Suami:” kalau di serambi lempit masuk gak?

Saya:”coba saja Pah , muat koq”

Suami sayapun mengarahkan rudalnya ke serambi lempit saya, agak susah dengan posisi seperti ini tapi masuk juga.

Saya:” penuh banget pah, serambi lempit mamah bisa robek”

Mereka tidak menjawab tapi bergerak pelan memenyetubuhi saya.

Saya lihat Wilton mendekati saya, dia terlihat bingung saya memberi kode untuk mendekat, saya pegang kepalanya dengan tangan kanan saya tarik dan lumat bibirnya.

Dia segera menarik kepalanya menjauh.

Saya:” hehe, sorry aku sange banget” saya memegang rudal wilton dan mengocoknya.

Pak Bob:” serambi lempit kamu enak banget Wi, gimana rasanya ada dua rudal gede di serambi lempitmu?

Saya:” Agh luar biasa Om, nikmat, penuh serambi lempit aku, Ida dan diahkamu harus coba heunceut kalian dimasuki dua rudal sekaligus”

Saya:’ agh siapa ini yang bucat…” saya merasa serambi lempit saya disemprot Pejuh.

Suami:” Papah mah, enak bangetpenuh ketahan gini”

Saya menoleh dan mencium dan melumat bibir suami saya.

Suami saya terkejut tapi gak semapat mengelak.

Saya:” Udah Papah duduk, gentian mas Wilton”

Wilton pun mengantikan posisi Dendi suami saya dan memasukan rudalnya ke serambi lempit saya yang sudah becek.

Tiba-tiba saya merasa ada yang menyemportkan pejunya lagi, ternyata pak Bob.

Pak Bob mencengkram pantat saya kuat-kuat dan menekan rudalnya.

Pak Bob:” Agh aku keluar”

Saya:” Hehe Bucat juga kamu Bob”

Mereka kembali memenyetubuhi saya.

Saya sedikit terkejut koq rudal Pak Bob masih saja keras.

Saya:” Om rudal om koq masih keras”

Pak Bob:” haha ini hebatnya aku”

Sebagian peju meleleh dike paha saya karena banyaknya peju di dalem serambi lempit saya.

Tiba-tiba saya merasa ada yang nembak lagi..crooot…crooot.

Saya:” Saha yang bucat?

Wilton melepaskan rudalnya dari serambi lempit saya, sepertinya dia yang keluar duluan.

Tinggal Pak Bob yang masih menyetubuhi saya. Dia tampak lelah lau menurunkan badan saya di lantai gazebo lalu kembali memenyetubuhi saya dengan posisi standar.

Dia menghisap susu saya, sudah tak banyak asi yang keluar karena sudah dikuras mereka. Pak Bob sedikit naik dan melumat bibir saya.

Tidak seperti yang lain yang sedikit jijik dia tidak biar tentu mulut dan wajah saya masih bau peju.

Saya:” Agh heunceut aku enak om, aku dapet” saya mengejang lagi orgasme lagi.

Tampak Pak Bob mau keluar lagi dan benar saja dia kembali mengejang, serambi lempit saya kembali disemprot pejunya biar tidak banyak.

Saya:” Udah Bucat 2x Om, sudah selseai, serambi lempit aku panas ini dan lengket banyak pejuh”

Pak Bob mencabut rudalnya dan terlihat rudalnya sudah lemas.

Saya:” Pah, lihat bengkak yang serambi lempit mamah” sambil menyibakan jembut lebat aku sehingga lubang serambi lempit aku yang menganga lebatr dan penuh cairan peju yang meleleh dapat terlihat.

Suami saya mendekat dan lalu mengelap serambi lempit saya dengan celana dalam saya.

Saya:” Makasih Pah, cium dong, aku sayang Papah”

Walau terlihat berat hati suami saya mau saya lumat bibirnya.

Saya pun duduk dan saya lihat para pejantan sudah kelelahan.

Saya:gimana? Finish? Aku yang menang ya, rudal kalian sudah loyo semua”

Para perempuan malah bertepuk tangan dan mereka mengejek para lelaki yangada di situ.

Diah:” Papah payah masa sudah KO, Dewi itu masih kuat Pah”

Fadli:” Kalau semalam dan kemaren gak menyetubuhi papah masih kuat, terus menerus gini ya gak sanggup”

Kami pun bubar. Saya pun digendong suami saya ke kamar dan dimandikan sama dia, kami tak banyak bicara. Setelah mandi dan berpakain kami turun untuk makan.

Selesai makan Pak Bob mengajak jalan-jalan, karena saya lelah saya memutuskan tidak ikut, saya bilang mau istirahat di kamar saja. Suami saya pun memutuskan tidak ikut karena kasihan sama saya.

Bersambung… Selesai makan saya dan Dewi kembali ke kamar sementar Pak Bob dan lainnya semua pergi jalan-jalan. Sampai di kamar Dewi langsung rebahan dan mengambil ponselnya.

Saya:” Koq malah ambil HP, katanya capek mau tidur?

Wife:” capek, tapi mau telepon kak Mega, tadi malam mamah sempat telepon dia minta jemput Revan dan Intan, kasihan sama ibu bapak kalau tinggal sama mereka terus kan pasti repot dan kalau tinggal sama Kak mega ada temennya kan, Rangga dan Ega (anan Mega)”

Saya:” Owh, ya udah, Papah setuju saja, papah pikir juga lebih bagus sama Kak Mega atau adek kamu Luna”

Wife:” Ia, kalau Luna bakal repot juga anak dia masih bayi kembar lagi jadi mamah pilih sama teh mega saja”

Saya lihat istri saya sedang melakukan panggilan, sepertinya video call. Saya memilih duduk di sofa sambil nonton tv.

Saya dengar istri saya sedang berbincang dengan kakaknya, sampai terdengar suara Intan dan Revan, berarti kedua anak saya sudah bersama dengan kakaknya istri saya.

Dewi memanggil saya, jadi lebih dari 30 menit kami gunakan untuk kangen-kangenan dengan anak-anak saya via video call.

Karena kedua anak saya mau di bawa Willy (Suami Mega) mancing bersama anak-anak mereka, terpaksa obrolan saya dan anak-anak terhenti, tingggal Dewi yang masih teleponan sam mega kakaknya yang kebetulan tidak ikut pergi dengan suami dan anak-anaknya.

Saya kembali menonton tv. Saya dengar istri saya cekikikan dengan Kakaknya saya tak begitu jelas apa yang mereka obrolkan.

Karena penasaran saya menghampiri istri saya yg rebahan sambil memegang ponselnya.

Kebetulan tadi saya tidak sempat melihat si Mega karena anak-anak yg sdh merebut hp Mega. Saya lalu berbaring di samping Dewi.

Saya lihat Mega di layar hp, wajahnya saja sich yg kelihatan.

Saya:” ada apa nich koq sampai cekikikan”

Wife:” Hehe Papah sampai nyamperin, penasaran ya.. ?

Saya:” Ia nich….” Istri saya kembali tertawa cekikikan dengan kakaknya.

Saya:” ada apa ini?

Mega:” kamu yg ada apa Dengan, masa kamu biarin istrimu digangbang, malah ikutan lagi”

Saya:” jadi mamah cerita sama Kak Mega”

Wife:”ia, kak Mega tanya sama mamah apa saja yg terjadi di sini, ya mamah ceritain hehe..”

Mega:” Kamu tega Den”

Saya:” tapi Dewi nya juga suka koq kak”

Wife:” Tau pah, kakega penasaran rasanya digangbang seperti apa, jadi mamah bilang kalau mau tahu datang saja ke sini, gak bakal ada yg keberatan di sini malah senang”

Saya:”terus? sambil menatap wajah Mega di layar.

Wife:” gak mau si kakak, malu dan belum siap”

Mega Cuma tersenyum mendengar ucapan adeknya.

Saya:” Bagus, jangan”

Mega:” kenapa jangan, aku bukan istrimu? Istrimu saja kamu biarin”

Wife:” ia kenapa?

Saya:” Biar papah dulu yg rasain Kak Mega hehe…”

Wife:”huuh, maunya, memang Kak Mega mau sama situ” sambil menoleh ke saya dan pura-pura mencibir.

Saya:” Tanya aza sama Kak Mega”

Wife:” Gimana Teh”

Mega:” pede banget kamu Den, aku mau koq, haha”

Wife:” kesenangan dia pasti Kak”

Hidung saya seperti mengembung.

Saya:” ayo kita realisasikan teh, nanti kami pulang pas jemput anak-anak”

Wife:” ciri-ciri semangat amat nich orang”

Mega:” Ia Wi, jangan-jangan dari dulu suamimu sdh ngincar aku”

Wife:” bisa jadi”

ReSaya:” siapa yg gak tertarik sama Kakega udah cantik , semok, pantatnya teteh itu unik gede tenggeng lagi, aw mamah” istri saya meninju muka saya.

Wife:” Hush dijaga itu mulutnya, hehe” pura-pura ngambek dia.

Mega:” haha, Sebenarnya aku juga penasaran sama suami yg ganteng ini Wi, apalagi dulu badannya atletis kekar, ya sekarang masih kekar tapi perutnya udah buncit hihi”

Wife:” Teteh udah bilang sama Mas Willy soal ini”

Mega:” nah itu, boro-boro mau ikut kamu ke sana, masalah kita mau tukeran aza aku belum berani bilang”

Saya:” yah, gagal dech, coba dirayu teh kalau lagi ehem-ehem sama suami”

Wife:” wih, papah ngarep banget”

Mega:” Sabar Den tunggu berita baiknya” sambil tersenyum genit ke saya.

Saya:” awas kau Mega, habis nanti kau ku entot” tentu tak kucapkan, hanya dalam hati.

Wife:” kata teteh dulu, suami teteh suka curi-curi pandang ke aku”

Mega:” Ia, teteh lagi nunggu waktu ya tepat”

Saya:” atau teteh sama aku dulu, suami teteh gak perlu tahu”

Wife kembali mau meninju saya, tapi sekarang keburu ketangkis.

Wife:” enak aza, maunya papah itu”

Saya dan Mega cuma tertawa.

Wife:” Sudah papah nonton tv lagi mamah mau ngobrol sama teh Mega”

Saya:” Papah gak ganggu koq, bakal diem, Cuma liat aza”

Mega:” Ia biarin aza Wi”

Wife:” Diem ya, Jangan nimbrung mulu”

Saya menganggukkan kepala.

Mega:” Wi, ada videonya gak waktu kamu digangbang?

Wife:” gak ada, soalnya dibuat kesepakatan jangan ada yg buat video apapun alasannya, untuk menjaga privasi dan mencegah hal yang tidak diinginkan kemudian hari”

Mega:” oh…kirain ada, kan aku bisa nonton adekku jadi bintang bokep hehe”

Wife:” ih tega…haha, makanya kalau penasaran ke sini, d nanti tak bilangin dech sama cowok-cowok d kalau kakak mah jgn digangbang hehehehe”

Mega:” penasaran sich gimana rasanya Wi…Cuma pernah liat di bokep aza, pasti enak banget”

Wife:” tergantung kitanya nikmatin atau nggaknya”

Mega:” maksudnya gimana Wi?

Wife:” ya kalau gak nikmatin bakal merasa seperti diperkosa teh?

Mega:” kalau aku menikmati hehe, mudah-mudahan gak sampai ketagihan haha”

Mega:” ia, kasihan suamimu”

Saya yg diomongin hanya mesem saja.

Mega:” eh kamu diapain aza waktu digangbang Wi?

Wife:” kakak pengen tahu? Bahaya nanti kalau sange gimana, kan mas Wily lagi pergi”

Mega:” kalau sange minta dientot sama tetangga aza haha” Tampaknya Mega mulai ketularan sama adiknya.

Wife:” Hush, ini ada yg lagi ngarepin bisa ngewe sama kakak disebelah aku, jadi jgn ditawarin ke tetangga teh hahahaha”

Mega:” jangan-jangan suami kamu sange lagi Wi”

Istriku langsung memegang rudal saya dan memang agak menegang mendengar obrolan mesum mereka.

Wife:” eh ia teh, mulai tegang rudal laki aku haha, padahal udah baru tadi habis menyetubuhi”

Mega:” coba Wi liatin ke kamera”

Istri saya menurunkan celana saya dan mengeluarkan rudal saya dari celana dalam.

Kemudian mengarahkan posisi kamera agar rudal saya dapat dilihat oleh kakaknya.

Wife:” gimana Teh kelihatan?

Mega:” ia, panjang banget Wi”

Wife:” ia, kalau soal panjang, rudal suami aku yang paling panjang di sini” istri saya tampak bangga.

Mega:” ia, kalah rudal mas Wily, kocok Wi, mau liat kalo ngaceng sempurna gedenya segimana…”

Saya:” kasih tontonan juga dong Teh, masa alu aza yg show”

Wife:” Hush papah kan gak boleh ngomong, tapi betul juga teh, kasih lah dikit biar dia gak penasaran terus”

Mega:” haha, maunya apa?

Wife:” maunya apa tuh ditanya?

Saya:” Boleh ngomong nich?

Wife:” ia,”

Saya:” sus boleh, serambi lempit boleh, pantat boleh, semuanya lebih boleh lagi”

Wife:” Langsung dech, banyak mintanya”

Mega:” biar dech Wi, aku kasih nenen aza ya” saya lihat dalam layar tampak pergerakan, Mega menurunkan baju gamisnya dari pundaknya yg kiri dan tampak teteknya yg gede yg terbungkus bra warna pink aku rasa hampir mendekati ukurannya tetek Diah. Masih besar Diah tapi lebih besar dari tetek Ida.

Saya:” Wuih gede banget”

Mega lalu mengeluarkan teteknya dari cup bhnya.

Tampak teteknya putih mulus, putingnya cukup besar gak jauh beda dari ukuran puting Dewi hanya sedikit lebih gelap dan sedikit lebih panjang.

Mega:” Gimana adil sekarang Den”

Saya:” sip teh”

Wife:” adil banget kak, ini rudalnya langsung keras”

Mega:” haha, ia Wi, gede rudal lakimu ternyata”

Saya:” gimana teh, jadiin ya habis kami pulang dari puncak nanti jemput anak-anak kesitu”

Mega:” hehe, mudah-mudahan dech, gak janji”

Wife:” segitu ngebetnya si papah”

Saya:” hehe…teh, remes dan pilin putingnya”

Mega pun memilih puting susunya.

Mega:” Wi ceritanya di lanjutkan”

Wife:” jd awalnya aku senam pagi sama Pak Fadli mantan bos Dendi,trus datang Pak Bob teh, tau-tau aku di ceburin sama Pak Fadli terus di kolam renang aku di telanjangin teh” cerita istriku sambil tangannya mengocok rudal saya.

Mega:” oh, terus Wi” sepertinya si Mega makin sange aza.

Wife:” ya terus setelah ditelanjangi aku didekap sama mereka, udah nyaris bugil teh, aku tinggal pakai kutang sama cangcut doang, dan jilbab di kepala, trus aku diraba-raba trus dientot depan belakang, pak Bob menyetubuhi serambi lempit aku dan pak Fadli menyetubuhi bool aku teh”

Mega:” ough, bool kamu? Disodomi? Gila kamu Wi, emang pelacur beneran, ogh”

Dewi tidak marah dipanggil begitu sementara Mega sudah melepas baju gamisnya sampai perut, kedua susunya diremas-remas sendiri.

Wife:” aku dientot mereka sampai suami aku datang dan liat istrinya lagi di DP, trus aku diangkat sama suamiku dan Fadli dibawa ke gazebo di sanalah aku digangbang sama mereka teh”

Mega:” ah gila” tangannya Mega sepertinya sudah pindah ke bawah, teteknya nganggur, saya posisi kamera tidak berubah.

Saya:” teh pindah ke bawah juga dong kameranya”

Tampak Mega memindahkan posisi kamera dan benar dia sdh melepas celana dalamnya dan mengocok serambi lempitnya dengan jari-jari tangan kanannya.

Wife:” tau gak teh, beberapa kali serambi lempit aku dimasukin 2 rudal sekaligus,mereka gantian, 2 rudal di serambi lempit dan satu dibobol, satu kuisep atau kadang aku kocok”

Mega:” gila apa gak sakit dan robek serambi lempit kamu Wi?

Wife:” enak koq teh, bayi aza yang segitu gedenya bisa keluar dari serambi lempit, jadi rudal juga bisa teteh harus coba kapan-kapan”

Mega:” mau aku Wi, eh ada yg ketuk pintu,kayaknya mas Wily pulang, ya udh Wi ternyata udah lama banget kita video call”

Wife:” ia teh”

Mega tampak memutuskan sambungan.

Saya:” yah, padahal dah mau croot ini”

Wife:” haha, masukin celana”

Saya:” bantu keluarkan dong”

Wife:” gak, udh aku mau tidur, capek”

Saya:” apa mamah mau dientot lagi?

Wife:” udah cukup pah capek” sambil membelakangi aku.

Jadilah aku gantung. Celana aku naikan lagi. Aku pindah ke sofa dengan bersungut-sungut.

Saya kembali duduk di sofa, tiba-tiba saya teringat pembicaraan dengan Nina tadi pagi. Saya segera turun ke lantai satu dan menuju ruang tengah dan saya mendapati Sari sedang menonton tv dengan Maman suaminya dan 2 anaknya yang sepertinya sudah sekolah dasar, mungkin mereka menikah saat masih muda.

Mereka tampak sedikit terkejut dengan kehadiran saya, terlihat Maman memberi kode ke istrinya untuk mendatangi saya.

Sari pun segera menghampiri saya.

Sari:” Koq Om di sini? Tidak ikut jalan-jalan?

Saya:” Istri saya kecapean, kurang fit badannya jadi kami tidak ikut” Sari sedikit tersipu, mungkin dia tahu atau ngintip kejadian di kolam renang.

Sari:” Oh, pasti capek banget istri bapak habis ngelayanin bapak-bapak semua, eh maaf keceplosan”

Saya:” Tidak apa, saya mencari Nina, ke mana dia ya?

Sari:” Oh, Om mencari Nina, Nina tadi pulang dulu katanya ada keperluan”

Saya:” Kira-kira kapan ya Pulangnya?

Sari:” Waduh gak tau dech, memang ada penting?

Saya:” Gpp, kalau sdh datang, bilangin dicari saya”

Sari:” Oh, ia Om”

Saya pun memilih kembali ke dalam kamar. Saya lihat Dewi sudah tertidur pulas. Saya melilih tiduran di sofa sambil lihat telivisi, lumayan membosankan. Akhirnya saya putuskan untuk berenang saja. Saya pun mengambil handuk dan celana pendek serta celana dalam untuk ganti. Segera saya turun kembali ke lantai dua dan langsung menuju kolam renang. Saya pun masuk ke tempat mandi yang ada di sekitar kolam untuk mengganti pakaian, saya Cuma mengenakan celana pendek saja dan atasnya telanjang dada. Saat saya hendak terjun ke kolam terdengar suara seseorang memanggil. Saya pun menoleh kearah suara dan terlihat Sari berdiri di dekat Gazebo.

Saya pun segera menuju ke sana.

Saya:” Eh Sari, ada apa, apa Nina sudah datang?

Sari:” Belum Om, tadi saya telepon Nina, katanya anaknya sakit jadi mungkin nanti malam baru balik ke sini lagi”

Saya:” Oh, ok tidak masalah, thanks ya”

Sari:” tapi…” Sari tidak melanjutkan ucapannya.

Saya:” Tapi apa? Saya tidak paham maksudnya

Sari:” Tadi waktu saya telepon Nin cerita..” lagi-lagi dia menghentikan omongannya.

Saya:” Ya udah kita sambil duduk ngobrolnya”

Kami pun duduk di pinggiran gazebo dengan posisi saling berhadapan.

Sari:” Tadi Nina cerita sama saya, dia sempat ngobrol pagi-pagi dengan Om”

Saya:” Ia, terus kenapa?

Sari:” takutnya saya salah, Om mencari Nina karena masalah itu bukan ya”

Saya tidak segera menjawab pertanyaan dari Sari.

Saya:” memang Nina cerita apa saja”

Sari:” semua yang dibicarakn Om sama dia” Waduh, embar juga si Sari, dalam hati saya.

Saya:” Wah, Nina sampai cerita segala ya, ia saya memang mencari dia karena obrolan tadi pagi”

Sari:” Nina tadi bilang dan nyuruh saya menggantikan dia”

Saya sedikit terkejut.

Saya:” Maksudnya”

Sari:” Kalau om tidak keberatan, saya akan menggantikan Nina, itupun kalau om tertarik sama saya”

Saya:” Hah yang bener” saya masih belum percaya apa yang saya dengar.

Sari:”Ia, tapi bayarannya sama ya dengan yang om Janjikan ke Nina”

Saya:” Sebentar, kalau soal itu tidak masalah, tapikan ada suami kamu, terus yang kedua koq Sari mau”

Sari:” Karena uang om, dan suami saya juga tidak keberatan, Pak Bob sudah pernah dua kali melakukan terhadap saya”

Saya kembali terkejut.

Saya:” Kata Nina Pak bob cuma suka menggoda kalian saja?

Sari:” Nina tidak tahu, karena dia kadang-kadang saja ke sini kalau saya panggil”

Saya:” Owh, jadi kamu sdh pernah ditiduri Pak Bob”

Sari:” Ia”

Saya memandangi Sari dari mulai kepala sampai ujung kaki, memang cukup menggoda, masih muda, kulit putih bersih khas wanita Desa. Mumpun ada harus disikat.

Saya:” Kalau saya minta sari layanin sekarang, tapi ada suami dan anak-anak Sari?

Sari paham maksud saya.

Sari:” Suami tidak ada masalah”

Saya:” itu namanya selingkuh?

Sari:” tapi suami tahu dan yang penting ada penghasilan bagi saya dan dia”

Wuih, koq bisa ya, persetan dech, kesempatan begini gak selalu ada, jangan dilewatkan

Saya:” Saya mau renang dulu, ahbis renang saya temui Sari lagi”

Sari:” Ia om” dia pun pamit dan pergi, saya melihat dia berjalan dari belakang, pantatnya tidak begitu besar tapi padat, saat itu dia memakai baju kaos lengan pendek dan celana model kulot.

Saya:” Sayang, ternyata sdh diembat si Bob duluan, tapi gpp dech” saya bergumam dalam hati saya.

Saya pun segera menceburkan dirik ke kolam dan berenang ke sana kemari, tapi sdh sudikit hilang konsentrasi, dipikiran saya sekarang ada Sari. Akhirnya paling 15 menitan saya segera naik dan membilas badan di kamar mandi.

Setelah mengganti baju saya segera naik ke kamar untuk menaruh baju dan handuk, saya sempat melihat Sari dan keluarganya masih nonton tv.

Saya lihat istri saya masih nyenyak tidur. Saya pun menaruh pakaian kotor saya ke mesin cuci.

Saya pun turun kembali ke lantai satu dan menuju ruang tengah, saya berhenti sedikit lebih jauh dari sebelumnya, Sari melihat saya dan paham saya tidak enak dengan suaminya, sejenak saya lihat mereka berbincangdan Sari lalu berjalan menuju saya, maman sempat melihat sekilas ke saya lalu segera mengalihkan pandangan ke tv.

Saya:” Suami kamu tidak apa-apa?

Sari:” beres” sambil menggandeng saya. Kami berjalan ke arah belakang dan sampai di sebuah kamar. Sari masuk duluan dan meiminta saya menunggu sebentar di luar, katanya mau membereskan kamar dulu. Cukup lama saya menunggu sampai akhrinya dia memanggil saya masuk.

Saya segera masuk ke dalam kamar cukup luas hamper sama dengan kamar lainnya, meski kamar pembantu rupanya tidak jauh berbeda dengan kamar lainnya, mungkin saat pembuatan tak ada dikhususkan buat kamar pembantu. Hanya saja tidak ada Kulkas dan sofa serta lelevisi. Saya lihat kamar mandi juga di dalam dan setelah saya masuk memang benar-benar mirip tak jauh beda.

Saya lihat Sari sedang duduk di spring bed, ternyata dia sudah mengganti pakaian dengan daster warna cream meski tidak terlalu tipis namun lekuk tubuh Sari dapat saya lihat.

Sari memberi kode agar saya mengunci pintu. Segera saya pun mengunci pintu kamar tersebut dan melangkah mendekati Sari.

Saya duduk disebelahnya, entah kenapa saya merasa sedikit kikuk, mungkin karena selain dengan Teh Hani baru kali ini saya mau melakukan lagi dengan ada embel-embel uang.

Sari sepertinya cukup paham.

Sari:” Om atau saya panggil apa ya biar lebih akrab?

Saya:” Panggil kang saja, toh sama-sama orang Sunda, dan biar lebih akrab”

Sari:” ia di sini saja saya panggil akang, tapi kalau di luar saya panggil om atau bapak saja ya”

Saya:” Terserah Sari saja”

Sari:” kenapa sekarang koq bengong saja, waktu itu saya lagi masak akang colek pantat saya nyantai banget , jangan khawatir saya akan melayani akang sebaik mungkin agar akang tidak kecewa, anggap saja sekarang saya istri akang, bukan istri kang maman”

Sari bergerak turun dan jongkok di depan saya, otomatis saya pun berdiri. Sari menurunkan resleting celana saya, dan tangannya masuk lalu menggenggam rudal saya dari balik celana dalam.

Sari menatap saya sambil tersenyum genit, lalu menari kembali tangannya dan membuka kancing celana saya dan sekalian menurunkan cd saya. Kini tanggannya langsung menggenggam rudal saya secara langsung. Dalam hati saya berkata sepertinya si Sari ini biar masih muda sdh sangat lihai, mungkin dilatih Pak Bob.

Sari mengocok ngocok rudal saya secara perlahan dan mengelus-elusnya dengan lembut, Lalu lidahnya mulai disapukan disekeliling kepalanya sampai ke batang dan buah zakar.

Perlahan dia mulai memasukan rudal saya ke mulutnya dia melakukan semuanya dengan lembut.

Saya:” Oh nikmat banget, saya gak nyangka Sari pintarbanget nyepong, Maman pasti puas banget”

Sari hanya tersenyum genit tidak memberi jawaban secara lisan.

Sari mengeluar masukan rudal saya di mulutnya, tangan mengurut-ngurut pangkal rudal saya dan turun ke telornya.

Dia mengeluarkan rudal saya lalu lidahnya menari-nari pada lubang kencing saya.

Saya memberi kode kepadanya untuk berhenti dan naik ke atas ranjang. Saya segera melepaskan celana saya yang yang tersangkut di mata kaki lalu menyusul naik ke ranjang.

Saya dorong pelan Sari hingga rebah dan saya mulai menindihnya. Saya hendak mencium bibirnya tapi dia menolak.

Saya:” Kenapa?

Sari:” Gak boleh sama Kang Maman, kalau dicium di bibir harus nolak”

Saya:” sama Pak Bob”

Sari:” Ia, sama, saya nolak juga”

Saya pun pindah menciumi belangkang telinga dan lehenya dan tak lupa memberi cupangan di leher Sari

Sari:” Agh” sari mengelinjang waktu saya memberi cupangan.

Saya:” kenapa Sar?

Sari:” Saya lupa ngasih tahu Kang Maman juga gak bolehi saya dicupang”

Saya:”Banyak sekali aturannya”. Tentu Cuma dalam hati saja.

Saya:” Terus ini gimana?

Sari:” Gpp kalau yang ini sdh terlanjur kang”

Saya kembali menjilati leher Sari, tangan saya menurunkan dasternya dan tampak buah dada sari yang cukup mengkal biar tidak terlalu besar terbungkus bh warna putih. Saya segera meremas-remasnya dari luar Bh.

Sari:” ough Kang..agh” Sari mulai mendesah keenakan, sedang bibir saya tetap bermain di belakang telinganya.

Saya mulai turun ke dada sari dan menjilatinya sampai di payudarnya.

Sari sedikit mengangkat badannya untuk melepaskan kait beha yang dipakainya.

Sari:”Bentar kang aku lepas dulu behanya”

Begitu kaitnya lepas segera saya tarik bhnya dan buah dadanya kini terpampang bebas.

Putingnya tidak terlalu besar tapi begitu coklat dan sudah mulai menonjol. Tangan saya segera menjamahnya dan memilin puting susu sari.

Sari:”Aw, Kang pelan tari puting susu sayanya sakit”

Saya pun kini mulai menghisap puting susunya. Saya hisap dalam-dalam.

Sari:” agh, ia kang enak banget, gatel puting aku, oh”

Tangan saya bergaintian meremasi payudara Sari. Di luar suaminya sedang menonto telivisi dengan anaknya dan di dalam kamarnya istrinya sedang saya kerjain.

Saya:” Kamu nikah umur berapa, kayaknya anak kamu sudah besar-besar”

Sari:” 18 Kang, anak saya satu sudah sd dan satunya masih tk”

Saya:” umur kamu berapa ?

Sari:” 26 kang”

Saya menarik lepas daster sari melalui kakinya, sekarang Sari hanya memakai celana dalam saja.

Saya tidak mau berlama-lama karenakebetulan sudah sange berat saat melihat Mega video call dengan istri saya tadi.

Saya segera menurunkan celana dalam Sari. Tampak serambi lempit tembemnya yang dipenuhi bulu, mirip-mirip punya Dewi kalau melihat lebatnya tapi Sari lebih mungil.

Saya menggosok-gosokan rudal saya di serambi lempitnya, karena belum basah saya coba colokan 2 jari saya sambil saya mainin itilnya Sari.

Sari:” Mmmph, Aghh…” sambil menutup mulutnya entah malu atau apa..

Saya segera memposisikan rudal saya tepat di lubang serambi lempitnya, Sari semakin melebarkan pahanya. Saya dorong perlahan lalu saya dorong kencang sehingga semua rudal saya kini tertelan serambi lempit Sari.

Sari:” Augh,mmmph, panjang banget kang..eugh sampai ke Rahim”

Saya mulai menggenjot tubuh Sari dan sari mengimbanginya dengan tangan tetap menutup mulutnya. Saya peluk dia sambil saya entot, lidah saya menari-nari di belakang telinganya.

Sari:” ouggh mmmph ,agh..agh..”

Saya bergerak turun ke payudaranya dan saya jilatin payudaranya dan bergerak ke putingnya.

Saya beri cupangan di sekitar putingnya dan dia sedikit terperanjat, sebelum dia ngomong saya lumat mulutnya, dia mencoba berontak, saya dekpap dengan begitu kuat dan saya masukan lidah saya ke mulutnya, dia masih sedikit menolak, tapi perlawanannya berkurang.

Saya:” Biar Sar, suami mu tidak bakal tahu kamu saya ciuminn”

Sari menggangukan kepala lalu berkata:

Sari:” Tapi cupangan akang di tetek aku pasti dia tahu…”

Saya:” Bilang saja kamu dipaksa sama saya..”

Sari tidak menjawab tapi mulai mendesah lagi dengan tanpa menutup mulutnya.

Saya semakin mempercepat goyangan saya, lalu sari Mengejang sepertinya orgasme, saya biarkan beberapa saat.

Sari:” Aghh , enak kang, akang belum ya…bentar lemes,rudal akang sich panjang banget sampai ke perut rasanya jadi aku cepat dapet”

Bersambung… Saya mencabut rudal saya dan meminta Sari berdiri, sari sedikit bingung, tapi langsung saya peluk, satu kakinya saya angkat dan taruh diatas kasur lalu saya masukin lagi serambi lempit dia, beberapa genjotan saya angkat badan dia dengan kedua tanggan saya memegang pantatnya, Sari segera mengalungkan tangannya di leher saya.

Sari:” Oh, enak banget kang, aku belum pernah diewe sama suami aku sambil dipangku begini, oh yes.. enak bangetmasuk banget rudal akang”

Saya:” serambi lempit kamu juga masih rapet banget, biar pernah dientot Pak Bob”

Sari:” Ia, sakit banget pepek aku waktu pertama diewe Pak Bob”

Saya menaik turunkan badan Sari, karena lelah kami pindah kembali dikasur dengan saya di atas badan dia.

Saya mulai ngos-ngosan.

Sari:” Ah, akang mau keluar?

Saya:” Ia, saya buang di dalam serambi lempit Sari boleh?

Sari:” Boleh, sari kb koq”

Saya semakin cepat menggenjot serambi lempit Sari, sampai akhirnya gak tahan lagi, saya pun mengejang diikuti sari yang juga mengejang….crooot…crooot…

Sari:” Agh, masih banyak yang air mani akang biar tadi pagi akang ngewe sama istri akang”

Saya:” Ogh, ia, biasa kalau yang dientot cewek cantik bisa tambah banyak terus peju aku”

Sari:” Bisa saja si akang..”

Beberapa saat saya biarkan rudal berkedut di serambi lempit sari, setelah berhenti saya pun berguling rebahan di samping Sari.

Sari hendak bangkit, sepertinya mau ke kamar mandi…

Saya:” Mau ke mana?

Sari:” Mau dicuci ini kang” sambil menunjuk serambi lempitnya.

Saya:” Nanti saja, kita idur dulu barang satu jam, nanti kita menyetubuhi lagi”

Sari:” Hah, akang masih mau nambah?

Saya:” ya iya lah, rugi aku kalau Cuma sekali hehe..”

Sari:” hem ya udah Sari bilang ka Maman dulu kalau akang mau nambah, takutnya nanti dia masuk ke sini”

Saya:” Ya sudah”

Sari tampak mengambil dasternya dan memakainya lalu mengambil celana dalam dan memakainya lalu pergi keluar kamar. Mungkin lima belas menitan dia baru balik lagi ke kamar.

Lalu dia rebahan di samping saya. Tanpa piker panjang saya peluk dia dan saya miringkan badannya.

Sari:” Akang masih ganas aza, mau tidur dulu”

Saya:” ia, biar nanti bisa berdiri lagi” sambil menunjuk alat tempur saya yang sudha loyo.

Sari:” hehe, tapi masih panjang” sambil mengocok-ngocoknya

Saya pun tertidur karena lelah.

Saya terbangun sekitar jam 3 sore, hampir 2,5 jam saya tidur, cukup lama juga, Sari masih tidur lelap dipelukan saya.

Saya arahkan tangan Sari ke rudal saya, seketika dia membuka mata, saya cium bibirnya, kali ini dia membalas tidak lagi menolak, kami pun berciuman dengan panas, tangan saya meremas-remas pantatnya sedang tangan Sari memegang dan mengocok rudal saya, satu tangannya mengelus-elus puting susu saya.

Kami berdua saling mendesah, sebenarnya saya agak khawatir Dewi sudah terbangun dari tidurnya dan masih ada rasa lelah, tapi saya tak mau membuang kesempatan, di vill puncak ini saya harus bisa menyetubuhiin cewek sebanyak-banyaknya, masih ada Nina dan Ruri yang belum saya coba juga.

Setelah puas berciuman, saya meminta Sari melepaskan dasternya, kalau saya memang dari tidur sudah telanjang.

Sari segera melepas dasternya dan melemparkan ke bawah ranjang, saya segera mendorongnya hingga terlentang.

Saya mulai menidihnya dan menciumi dua gunung kembarnya, saya pun kembali memberi cupangan, tumban dia tidak protes. Sehingga saya penasaran.

Saya:” Tumben Sari tidak lagi protes saya cupangin susunya?

Sari:” emmph, apa.. ia tadi waktu saya keluar nemuain kang maman,abis kita ml , suami saya melihat ada cupangan di leher saya trus di complain kenapa biarin Pak Dendi nyupangin, saya bilang seperti yang akang suruh saya bilang akang maksa nyupangin saya, terus dia nanya lagi apa saja yang dicupangin, saya bilang susu juga”

Saya:” Terus dia marah?

Sari:” Diem aza, saya Tanya ke suami saya akang marah, katanya gpp, malah bilang asal Pak Dendi nanti nambahin aza uangnya” UUD ujung-ujungnya duit tapi ggp, bakal saya kasih cupangan lebih banyak.

Saya:” Ok, gampang”, lalu saya kembali menjilati susu Sari, saya hisap putting susunya dalam-dalam.

Sari:” Akh, waduh koq jadi banyak banget cupangannya” sambil memperhatikan susunya dan sekitar dadanya yang merah-merah saya cupangin.

Saya tidak menjawab tapi kembali melumat bibir Sari, saya berniat menambah cupangan juga dilehernya.

Sari:” akh geli, aduh kang udah jang terlalu banyak kasih cupangan di leher dan belakang telinga nanti semua orang tau”

Saya:” Biar, biar semua tahu , hehehe”

Sari:” Malu dong akang, masa banyak banget ini cupangan, nafsu amat”

Saya:” Memang saya nafsu banget kalau entotin bini orang…”

Sari:” Terus kalau bininya sendiri yang diewein orang?

Saya:” hehe nakal kamu aku gigit nich nenenya..”

Sari:” Aw pelan…” sambil menahan kepala saya yang kembali menghisa puting susunya.

Saya sekarang turun menjilati pusernya Sari…

Sari:”Aw, geli…ah”

Saya:”Suami kamu gpp, dia lama nunggu di ruang tv”

Sari:” Tadi sdh aku sms, palingan mereka di kamar sebelah”

Saya:” Sebelah kamar ini kosong, bukan kamar Nina?

Sari:” Kamar ini sebelahnya lagi, sebelah ini kosong, kemaren dipakai sama sopir Pak Bob, sekarang orangnya kan pergi, kunci dikasihkan tadi ke aku pas mau pergi”

Saya meregangkan kedua paha sari agar semakin lebar, Sari paham apa yang mau saya lakukan dia menahan tangan saya yang mau melepas cdnya.

Sari:” Biar aku cuci dulu kang pepek aku kana da mani akang tadi”

Saya:” Oh, ia,” saya baru ingat juga.

Sari segera turun dan ke kamar mandi. Tak lama dia keluar dan sudah tidak memakai celana dalam, sepertinya sdh dilepas di kamar mandi.

Sari segera naik ke ranjang dan segera rebah sambil mengangkang di hadapan saya.

Saya segera membenamkan kepala saya ke serambi lempitnya, tidak ada bau, mungkin sudha dicuci dan entah memakai apa sabunya atau pembersih lain.

Lidah saya mulai menjulur menelusuri tepian bibir serambi lempitnya yang berbulu lebat.

Saya:” Jembut kamu lebat seperti istri saya”

Sari:” Akang suka cewek yang banyak bulu serambi lempitnya atau yang gundul?

Saya:” Suka yang lebat lebih menggoda…”

Sari:” Sama kayak kang maman, dia pernah marah karena bulu pepek saya digundulin sama Pak Bob”

Saya:” Masa..?

Sari:” Ia, habis itu dia gak mau ngasih lagi kalau Pak Bob minta saya layani”

Saya kembali menjilati serambi lempit sari, lidah saya pun menari pas di lubangnya yang mulai basah…

Sari:” agh..enak akang..lidah sama rudal akang sama panjang ah, masuk aduh ke dalam pepek aku”

Saya berhenti sejenak mengambil napas…

Saya:” Pak Bob bukannya sering bawa perempuan ke sini, tapi masih minta kamu layanin?

Sari:” kadang gak bawa cewek, dia cari di luar sambil jalan, jadi kalau pas gitu minta sama saya atau minta dicarikan sama kang maman, pertama saya dimangsa dia karena waktu itu kang maman gak dapet dan hujan deras akhirnya Pak Bob merayu kang maman untuk menyerahkan saya agar melayani dia”

Saya:” Oh begitu, kamu langsung mau”

Sari:” Ya enggak kang, tapi di aiming-imingi kang Maman dengan duitnya, kang maman rayu saya akhrinya mau”

Saya:”Selain dengan Pak Bob pernah dengan yang lain?

Sari;” Dengan akang saja,gak ada yang lain” Wah, bagus dech, belum banyak yang cicipin.

Saya kembali membenamkan wajah saya ke serambi lempit sari. Sambil jari saya memilin itilnya.

Sari:” Ough..kang…enak, aduh itil aku digituin”

Saya kembali berhenti.

Saya:” Apa gak takut kedengaran kalau suami kamu ada disebelah?

Sari:” Gpp..dulu waktu saya habis digagahin Pak Bob, besoknya suami saya gagahin saya malah makin beringas dan bergairah”

Saya kembali menjilati serambi lempit Sari yang semakin banjir, lidah saya menari-nari di itilnya.

Sari:” Ah, akang enak banget, iya mainin itil aku, oh kang maman, itil aku diisep kang Dendi enak..”

Saya:” ssuut” sambil menempelkantelunjuk saya di bibir.

Saya:” nanti kalau anak kamu mau ke sini gimana?

Sari:” abis beneran enak banget kang” kang maman jarang jilatin serambi lempit aku, maunya rudal dia saja yang aku isep”

Saya:” Kamu sudah siap aku entot, udah basah banget serambi lempit kamu”

Sari menganggukan kepalanya. Tangan terulur menarik rudal saya dan sedikit mengocok-ngocok lalu memposisikan tepat dilubang serambi lempitnya.

Sari:” Ayo kang, masukin lagi rudal akang..”

Saya segera mendorong rudal saya dan bleees…

Sari:” Agh, uh..ewe aku kang”

Saya segera mengenjot serambi lempit Sari. Untung saya sdh minum jamu yang dikasih Pak Bob, memang stamina saya menjadi lebih dari biasanya.

Sari memegangi seprai, ekpresinya seperti benar-benar menikmati, omongannya untuk melayani aku dan memuaskan aku memang bukan omong kosong dia berusaha sepenuh hati.

Saya:’ Waktu saya colek pantat kamu dulu itu kamu ngadu ke suami”

Sari:” Ia, dan suami bilang mungkin akang tertarik sama saya”

Saya:” Gak marah?

Sari:” gak bilang, Cuma katanya kamu harus pintar manfaatkan situasi, gitu saja ke saya”

Saya memperepat genjotan saya sambil tangan saya meremas-remas susu sari, sedang tangan Sariberpegangan ke paha saya.

Bunyi ranjang yang berderit dan paha saya yang beradu dengan pantatnya cukup nyaring, mungkin bisa terdengar ke sebelah apalagi Sari kali ini mendesah dengan keras tanpa menutupi mulutnya.

Ploook…ploook…plook…

Sari:”ah, akang panjang banget rudalnya ya..Punya Pak Bob lebih gede tapi kalah panjang”

Saya tidak memperdulikan omongan Sari, tapi terus menggenjotnya dengan semangat.

Sari kali ini menarik kepala saya, lalu melumat bibr saya, sekarang dia semakin agresif.

Sari:” aghhhhh, aku dapet kang” sambil kembali melumat bibir saya.

Saya berhenti sejenak membiarkan sari menikmati orgasmenya, serambi lempitnya berkedut-kedut..

Saya kembali melanjutkan menggenjot serambi lempit sari.

Sari:” oh, gusti, nikmat banget kang..rudal akang selain panjang lebih gemuk dari punyak kang Maman”

Saya:” Kamu suka”

Sari:” enak, ia…”

Saya kembali mengenjot, rasanya ada yang mau keluar, saya tekan dalam-dalm rudal saya..croot..

Sari:” agh akang keluar”

Saya mendekap erat Sari…tak banyak sperma yang keluar, malah terasa rudal saya sedikit kebas, mungkin efek jamu juga ya.

Kami kembali berciuman, saya kembali memberi cupangan di leher Sari.

Sari:” Akang suka banget nyupang, biar puas ya, biar suami Sari tahu istrinya dihajar habis sama kamu”

Saya:” hehe sorry ya…”

Sari segera bangikt dan mendorong saya…

Sari:” maaf ya kang, saya harus nyiapin makan,akang mau mandi nanti atau mau bareng”

Saya:” Bareng dech” itung-itung Bonus.

Saya mengikuti Sari dari belakang, gemes sempt saya tepok dan remas pantatnya, biar tidak besar tapi padat dan tidak turun.

Sari:” Aw, masih saja nakal udah dikasih 2 kali juga”

Setelah di kamar mandi Sari segera memandikan saya, di sabuninya badan saya, saya pun menyabuni badan dia, dia sempat meremas-remas rudal saya, tegang tapi rasanya kebas jadi kurang nyaman.

Sari:” Koq rudalnya keras lagi?

Saya:” Gak tau, tapi gak nyaman, apa pengaruh jamu yang dikasih Pak Bob”

Sari:” Ia kah, bisa jadi, masih tegang dan keras, tapi rasanya gak enak yang kang?

Saya:” Ia, kebas”

Tak ada acara menyetubuhi lagi, saya Cuma meraba-raba susu sari dan serambi lempitnya saat menyabuninya.

Kami pun selesai mandi, saya segera memakai pakaian saya, perut terasa lapar.

Saya duduk dulu, memperhatikan Sari yang sedang memilih baju.

Sari menoleh ke arah saya..

Saya:” Saya disini dulu ya, sampai kamu selesai pakai baju”

Sari:” memang kenapa Kang?

Saya:” mau lihat kamu pakai cangcut sama kutang warna apa hehe..”

Sari tersenyum, lalu mengambil celana dalam dari lemari…dan menunjukan ke saya.

Sari:” Nich, saya mau pakai celana dalam warna putih totol-totol ijo” sambil memakai celana dalam tersebut. Lalu mengambil bh warna putih dan mengenakannya juga. Kemeja putih garis biru dan celana kain coklat. Setelah selesai dia pun memakai make up. Dalam hati hebat juga dia masih memperhatikan penampilannya.

Setelah dia selesai saya pun pamit naik ke kamar saya dan terlebih dahulu memberikan apa yang saya janjikan ke Sari. Saya lihat istri saya masih lelap tidur, rambutnya sedikit acak-acakan.

Saya tidak tega membangunkannya, saya tiduran di sofa dan menyalakan televise, rupanya suara tv membuat Dewi terbangun.

Wife:” hoam… jam berapa ini Pah?

Saya:” Jam 4 Mah..tidur lagi aza kalau masih ngantuk”

Wife:” nggak ah, laper Pah, gak makan siang”

Saya:” Sari belum masak, paling sisa makanan tadi pagi”

Wife:” Koq tahu?

Saya:” Tadi papah ke bawah nanyain, papah laper juga” berbohong.

Wife:” Berarti dia gak masak buat makan siang”

Saya:” Ia kayaknya, dikiranya semua ikut jalan sama Pak Bob”

Wife:” Oh ia pastinya..tapi laper ambilkan cemilan dong,”

Saya:” Atau mau delivery order?

Wife:” Gak usah, banyak makanan di kulkas, kasihan kalau nanti masakan Sari gak ke makan, yang lain paling makan di jalan”

Saya:” Ia juga”

Istri saya lalu duduk di sofa dan saya pun mengambil cemilan, kami pun melahap cemilan.

Wife:”kamu gak tidur Pah”

Saya:” Tidur di sofa, trus barusan mandi”

Wife;” Ngambek ceritanya gak mamah kasih tadi”

Saya:” Dikit…”

Wife:” asli capek banget, badan pegal-pegal Pah, mungkin karena baru pertama kali kena gangbang, serambi lempit aku juga aga sakit”

Saya:” Kapok jadinya..”

Wife:” hehe…gak tau dech…mandi dulu ya, nanti kita turun sambil nunggu makan nongkong di depan lihat pepohonan indah juga kayaknya, rugi kayaknya kita gak jalan-jalan ya Pah”

Saya:” nanti saat mau pulang mah, kita pisah romgbongan, tapi pastikan mamah ikut sama Papah”

Wife:” Ia Pah, aku mandi dulu sayang” sambil mencium bibir saya.

Saya pun melahap cemilan kembali. Sampai tak sadar istri saya sudah keluar dari kamar mandi. Tahu-tahu dia duduk dihadapan saya masih memakai handuk.

Wife:” Laper hehe, makan dulu baru pakai baju, eh siapa yang nyuci baju kita, masa ntar pulang bawa pakaian kotor”

Saya:” Kata Ida ada laundry, nanti papah kasihkan ke Sari biar diloundry”

Wife:” Ok, bagus kalau gitu” lalu dia bangkit dan menuju lemari untuk memakai baju.

Istri saya mengenakan baju kurung putih, agak longgar tidak teralu ketat, tapi celana dalemnya tetap nyeplak juga kutangnya dari belakang membayang . Dia memakai hijab warna ungu.

Wife:” turun yuk”

Kami pun turun ke lantai satu. Lalu ke pintu depan dan keluar, ternyata ada ayunan di bawah pohon, kami duduk di sana. Sudah mulai gelap tapi cahaya lampu cukup banyak sehingga cuckup terang.

Tiba-tiba Sari datang, katanya makanan sudah siap.

Saya pun makan malam berdua dengan istri.

Selesai makan, kami beruda duduk di sofa ruang tamu, bingung apa yang mau dilakukan.

Saya:” Mah, apa kita jalan-jalan ya?

Wife:” nanti yang lain pulang gimana?

Saya:” Biarin, kita juga gak tahu kapan mereka pulang, bosen papah”

Wife:” Kita karaoke saja pah, mumpung berdua, bisa romantis”

Saya:” Tapi papah gak bisa nyanyi”

Wife:”Kan gak ada orang lain, papah bisa pede..”

Saya;” Ya udah kalau gitu”

Kami pun menuju ruang karakoke

Sampai di sana kami duduk di sofa setelah sebelumnya saya menyalakan perangkat yang diperlukan. Saat duduk istri saya mengambil sesuatu dari sofa sebelah.

Wife:” Pah, hihihi, ini cangcut siapa ya, robek tapi “ ku lihat istri saya memegang celana dalam robek warna hitam.

Saya:” Wah gak tau mah, punya siapa ya..” sambil mencoba berfikir.

Wife;” Berarti malam kemaren ini yang bercinta di sni, hehe sampai disobek cangcutnya, pasti gak sabar banget.

Saya:” Oh, Papah baru ingat, itu cangcut ida, kata dia memang dia sempat dipaksa pak Bob sampai dirobek celana dalam dia sama pak Bob”

Wife:” Oh, ia, mamah baru ingat dia kan duduk di sini, terus disamperin pak Bob, nih simpan” sambil memberikan cd Ida ke saya.

Saya:” Koq dikasih papah, buang saja noh, ke tempat sampah”

Wife;” Ini kan punya pacar papah, nich simpan”

Saya:” pacar…? Sambil menerima juga cd tersebut.

Wife:” ia, mamah tahu koq dia suka sama Papah, dari sorot matanya bisa tahu” sambil memasang muka cemberut.

Saya:”Masa, dia kan dulu benci sama papah..trus mamah cemburu”

Wife:” benci kan bisa jadi cinta…enak aja cemburu” sambil memonyongkan bibrnya, entah dia ngomong serius atau bercanda.

Saya:” Ya uda Papah simpan cangcut si Ida” sambal memasukan ke saku celana saya.

Wife:” Cie..cie..disimpan juga cangcut pacarnya”

Saya:” Apaan nich mamah…”

Wife:” ayo kita nyanyi..” sambil bangun dan menuntun saya berdiri.

Akhirnya saya nyanyi berduet dengan istri saya, baru 4-5 lagu habis terdengar suara mobil.

Saya:”Wah, sepertinya mereka sudah sampai mah, tapi koq Cuma satu mobil saja”

Wife:”Ia Pah, ayo kita lihat”

Kami pun segera keluar ruangan dan ternyata yang pulang hanya Fadli dan Diah serta Ida dan Wilton, Pak Bob katanya gak tau pulang jam berapa, dan kami juga tidak perduli.

Mereka sepertinya lelah, terutama Diah kelihatan lelah sekali. Mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk isirahat, akhirnya saya dan Dewi pun memilih kembali ke kamar.

Karena baru jam setengah 9 kami pun duduk ngobrol sambil nonton tv. Tiba-tiba pintu di ketuk, istri saya pun membuka kan pintu dan munculah Wilton dan Ida, mereka tampaknya sudah mengganti baju.

Wilton memakai baju kemeja dan celana panjang jeans sedang ida memakai baju kurung lebar warna hijau tua dengan jilbab warna putih. Mereka pun duduk di sofa

Wilton:” Hallo, istri saya bosan di kamar belum ngantuk, jadi maen ke sini biar ngobrol-ngobrol”

Kami pun ngobrol bareng sambil menikmati cemilan.

Wife:” jadi kalian tadi jalan ke mana aza?

Ida:” lumayan jauh kak, pertama ke Little venice puncak terus ke kebun raya Cibodas, makanya nyampe malam gini”

Wife:” Wah asyik sampai ke sana, tapi sayang bukan bulannya kan untuk bunga sakuranya”

Ida:” ia, jadi gak lagi mekar bunga sakuranya”

Saya dan Wilton asyik menonton bola di tv, walau Cuma tayangan ulang.

Saya:” Telepon Diah atau Fadli biar ngobrol juga di sini Mah, kasihan mereka”

Wife:” Papah saja dech”

Saya pun menelepon Fadli untuk gabung di ke kamar saya.

Wife:” Trus, ada kejadian seru gak…?

Ida:” kejadian gimana?

Wife;” Wah, kamu pura-pura… Si Pak Bob macem-macem lagi gak sama kamu?

Ida:” Oh, gak, dia godain kak Diah terus… dan terjadilah”

Wife:” Apa”

Saya pun ikut menoleh penasaran…

Ida:” Biar kak Diah saja yang cerita dech…”

Wife:”Kamu saja sekarang, napa sich..”

Ida tampak melihat suaminya,Wilton cuek saja dan asyik menyantap cemilan.

Ida:” Pak Bob menyetubuhiin Kah Diah di balik pepohonan di kebun raya…”

Saya dan Dewi sedikit terkeju…

Wife:” Masa…emang tuch tua Bangka, trus kalian gak ngapa-ngapain”

Ida:” Nggak, nonton aza dari jauh sambil jagain kalau ada orang lain yang lihat juga…”

Wife:” Pak Fadli…?

Ida:” menyetubuhi juga sama Popy..”

Wife:” Pah, akhirnya kena juga mbak Diah…”

Saya hanya manggut-manggut.

Wife:” Koq Pak Fadli gak milih kamu, kamu kan belum ehem sama dia?

Ida melirik suaminya, mungkin merasa malu..

Ida:” Awalnya ngajakin saya, tapi saya nolak?

Wife:” kenapa..takut ketahuan orang lain?

Ida:” Gak mau aza..”

Wife:” punya dia bengkok lho, sensasinya lain?

Ida:” ia, udah liat waktu di kolam renang tadi pagi..

Wife:” gak pengen nyobain…”

Ida:” nggak ah…

Wife:” Malu-malu” sambil tersenyum dan melirik ke saya dan Wilton.

Wife:” Suami dan pacar kamu pasti bolehin lah…”

Ida:” pacar?

Wife:” Tuh” sambil menunjuk ke saya.

Saya:” Aapan mamah nich?

Ida:”ooh… bisa saja kakak nic” tersipu malu

Tak lama muncul Fadli dan membawa bungkusan plastic warna hitam, kami memang membiarkan pintu terbuka.

Wife:” Mana Kak Diah Om?

Fadli:” Sudah tidur, gak enak bangunin, capek katanya”

Wife:” Ya udah kasihan, biarin saja, om gak capek?

Fadli:” Capek, tapi kali saja di sini ada yang mau pijitin”

Sambil mengeluarkan sesuatu dari bungkusan plastic yang di bawanya, ternyata 3 botol minuman Chi*** Re**L.

Wife:” Adatuh” sambil menunjuk ke Ida.

Ida tampak diam saja

Saya:” Wah mantap tuch minuman mahal, beli tadi kah?

Fadli:” Bukan, ini bekal bawa dari bandung”

Wife:” Wah niat banget ya, dah gak bener kalau bawa beginian”

Kami pun ngobrol ngalor ngidul dan para lelaki sudah mulai mabuk, ida dan Dewi dipaksa ikut minum juga walau sedikit.

Obrolan kami pun sudah menjurus ke hal mesum seputar kejadian di sini.

Fadli:” Kalian gak mau ikut jalan-jalan? Jadi ke sini acaranya Cuma menyetubuhi aza”

Wife;” Enak aja capek beneran aku om, rencananya balik nanti mau jalan-jalan dua, khusus berdua saja sama suami”

Wilton:” Honey moon ya bu”

Wife:” Eh, sama kalian juga, kalian kan ikut kami, ia, tapi sama pasangan sah ya…aku penasaran kayak Diah gimana rasanya ya begituan di tempat terbuka sambil takut-takut ketahuan orang..hahaha”

Sambil ngomong begitu posisi duduk istri saya sudah tak karuan, kedua kakinya sudah di sofa, sambil makan kacang dengan kaki mengangkang, celana dalam belang putih merah dia pun dapat kami lihat, sedikti bulu-bulu jembutnya terlihat, sedang Ida masih duduk biasa walau terlihat sedikit teller juga.

Saya:” Mah, itu kelihatan” sambil menunjuk ke selangkangan Dia.

Istri saya menundukan kepalanya melihat ke selangkangannya sendiri.

Wife:” Sorry ya, cangcut aku kelihatan ya..” sambil merapatkan kakinya tapi tetap saja masih sedikit kelihatan.

Fadli:” Gpp Bu, kami jadi makin semangat..hehe belang merah putih” Wilton mengamini omongan Fadli.

Wife:” Malam ini aku gak mau dikerjain, udah tadi pagi saja capek, tuh ada yang nganggur seharian ini” sambil menunjuk ke Ida.

Ida:” Gak, kalian ngobrol saja, ntar juga aku tidur”

Fadli:” gak seru dong kalau gak ada esek-eseknya.. ia kan Pak Dendi”

Saya:”heeh, ia” saya jawab sekenanya karena sebenarnya saya juga lelah setelah ml dengan Sari.

Wife:” Ayo, nanti kabur, sikat aja om, om kan belum pernah sama Ida” Istri saya tampak sdh sangat mabuk.

Fadli memandangi Wilton, seperti minta ijin, Wllton Nampak memberi isyarat dengan matanya.

Wilton kini berganti posisi duduk dengan Fadli. Ida terlihat kurang nyaman.

Wife:”Ayo, sekarang giliran aku yang nonton ya, hehe, Pah, kamu pacarnya ayo mungkin harus kamu yang mulai”

Fadli tampak memberi minuman lagi ke ida, dengan terpaksa Ida kembali minum.

Fadli:” Istri Pak Wilton ini dulu sekertaris kesayangan saya..tapi yang godain Pak Dendi mulu hehe,” sambil mengelus-elus pundak Ida.

Wife:” terus suami aku yang pacarin ya om” omongan mereka mulai ngelantur.

Saya lihat Dewi menghampiri Ida dan menarik tangan saya.

Wife;” Ayo Pah, harus kamu pacarnya yang mulai, si eneng ida baru bakal mau”

Bersambung… Istri saya menepuk kaki ida dan meminta di naikan ke sofa. Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya Ida menurut saja.

Istri saya segera merentangkan kaki Ida dan menyingkap kain bawah baju kurungnya hingga selangkangan ida terbuka kemaluannya terbungkus celana dalam warna pink.

Istri saya memeganggi paha kiri Ida sedang Fadli paha kanan.

Saya segera berjongkok di depan selangkangan Ida, tangan saya menyingkap sedikit celana dalam Ida, Ida menatap mata saya dengansayu.

Wife:” Cie ini yang lagi pacaran” sambil melirik Wilton, wilotn tampak cuek saja

Wife:” Ayo Pah, pacarmu sudha gak sabar di jilatin serambi lempitnya”

Sambil mengucap begitu tanganya tos dengan Fadli.

Saya tidakmenjawab, pengaruh alcohol membuat saya yang tadi lelah tak begitu tersa lagi. Saya menjulurkan lidah saya mulai menelusuri belahan serambi lempit Ida.

Ida tampak memejamkan matanya.

Wife:” masukin lidahnya pah”

Ida:” ugh,egh” tangannya menekan kepala saya.

Wife:” enak sayang? Sambil mengelus kepala Ida.

Ida:” enak kak,ahhh… lidah suami kakak masuk ke serambi lempit aku.. terus aw” semakin kuat menekan kepala saya.

Saya lihat Fadli mulai meraba-raba susu Ida dari luar bajunya.

Saya lihat Wilton juga mendekati istri saya. Tampaknya dia tidak tahan juga melihat istrinya lagi dikerjain.

Wilton berdiri di ujung sofa sebelah Dewi, tangannya meremasi susunya Dewi.

Wife:” eh, mas Wilton, ah, ia remes susu aku, enak mas”

Fadli sdh mengeluarkan rudalnya dari celana, dan meminta Ida untuk mengocoknya.

Wife:” bengkok kan ya Da rudal Om Fadli, kamu kocokin say” Dewi menepuk pundak Ida, lalu membuka kancing baju kurung Ida yg ada 3 di depan. Sebagian susu putih Ida menyembul dari bh nya yg berwarna hijau.

Ida:” ia, bengkok kak rudal pak Fadli”

Wilton pun sdh mengeluarkan rudalnya, Dewi menuntun rudal Wilton sang mengarahkan ke mulut Ida. Ida segera menyambut dan mencaplok rudal suaminya. Pengaruh alkohol tampak sudah membuat Ida kehilangan kontrol juga.

Ida:”mmmmmph…enak Bebz, mainin di itilnya” sambil melepas sejenak rudal suaminya.

Wife:” pah, lepasin aza cangcutnya Ida, biar papah leluasa jilatin serambi lempitnya”

Istriku memberi kode ke Ida untuk mengangkat pantatnya. Ida pun mengangkat pantatnya, dan Dewi menarik lepas celana dalam Ida.

Wife:” siapa yg mau cangcut Ida” sambil mengacungkan celana dalam Ida.

Fadli:” sini Bu Dewi” lalu Istri saya memberikan celana dalam Ida ke pak Fadli.

Fadli memegang CD Ida dan menghirupnya.

Fadli:” wangi serambi lempit…” lalu memasang celana dalam Ida di kepalanya.

Istri saya kali ini menarik baju kurung Ida ke atas, dan melepaskanya dari kepala Ida.

Ida tinggal mengenakan jilbab dan bh saja.

Wife:” lanjut pah, jilatin serambi lempit Ida, bikin dia orgasme dengan lidah kamu”

Saya kembali membenamkan wajah Saya di serambi lempit Ida.

Dua jari saya colokan ke serambi lempit Ida sambil saya isap itilnya.

Ida:” agh, ia Bebz, pas kena lidah kamu di itil aku, ah”

Tangan kanan kiri Ida mengocok rudal Fadli dan Wilton.

Sedang Dewi kini dibelakang Ida mengusap-usap kepala Ida, entah apa maksudnya.

Lidah saya kembali menjilati serambi lempit Ida.

Wife:” aku buka kutang kamu ya Da, biar Om Fadli dan suami kamu bisa nyusu sama kamu”

Ida:” ia kak dilepas aza”

Tangan Dewi segera bergerak ke punggung Ida dan melepaskan kait bh Ida.

Begitu terlepas, Dua susu Ida langsung diterkam Fadli dan Wilton.

Ida:” agh, Bebz, nenen aku dihisap Pak Fadli, agh, yg dalam lidahnya Bebz, ah enak serambi lempit aku”

serambi lempit Ida semakin basah saja.

Ida:” pah, Pak Fadli cupangin nenen mamah”

Fadli:” mas Wilton saya minum asi istrinya ya” bibir Fadli belepotan dengan asi.

Wilton hanya melirik sejenak kemudian melanjutkan menghisap susu istrinya.

Tiba-tiba Ida mengejang, tangannya memegang lengan Dewi di belakang.

Ida:” agggggh…kak aku dapet”

Muka saya seperti disemprot.

Saya membiarkan Ida menikmati orgasmenya, sedang Wilton dan Fadli tetap menjilati dan menghisap susu Ida.

Wife:” gimana sayang, siap ke tahap selanjutnya? Dia bertanya ke Ida.

Ida menganggukkan kepalanya.

Wife:” ayo sayang bangun, dan nungging, pegangan di sandaran sofa” Dewi seperti sutradara memerintahkan Ida sebagai aktrisnya.

Ida menurut saja, dia pun nungging. Fadli dan Wilton kompak berdiri di samping kiri dan kanan Ida.

Wife:” siapa dulu nich yg mau nyoblos, Om dan mas Wilton biar suami aku dulu ya”

Fadli yg terlihat sdh sangat gregetan pengen mencicipi tubuh Ida terpaksa mengalah.

Wife:” yang lain nonton dulu tunggu giliran, ayo pah setubuhi si bintang porno sekarang”

Istri saya seperti melecehkan Ida.

Saya segera memegang pantat Ida dan mulai mengusap-usapkan rudal saya di serambi lempitnya. Tetapi Dewi segera menghampiri saya. Lalu memegangi rudal saya.

Wife:” salah Pah, di sini” sambil menempatkan di anus Ida. Ida yg sadar rudal saya menempel di depan anusnya segera menengok kebelakang.

Ida:” jangan dibool ah, ntr sakit” tangannya berusaha menggapai rudal saya tapi dicegah Dewi.

Wife:” udah diem aza, nikmatin saja ditojos di mana pun”

Sambil memegang rudal saya lalu memposisikan di anus Ida dan memasukkan dengan tangannya.

Wife:” dorong pah”

Saya segera mendorong rudal saya, bleeessss rudal saya pun masuk di anus Ida.

Ida:” agh, pelan pak Dendi,..ah mamah disodomi pah”

Ida menoleh ke Wilton suaminya seperti meminta pertolongan.

Wife:” ayo, om dan mas Wilton, remes-remes toketnya Ida, biar dia lupa dg sakit di boolnya”

Wilton:”kasihan istri saya Bu, saya saja belum pernah ngewe bool dia”

Wife:” justru itu mas, biar istri mas makin jago ngewenya”

Saya pun mulai memenyetubuhi anus Ida secara cepat.

Ploook…ploook…paha saya berbenturan dengan pantat semok Ida.

Fadli dan Wilton meremasi susu Ida. Sofa pun penuh dengan asi Ida yg muncrat-muncrat.

Ida:” ah, nikmat ka, enak di ebol ugh pah, enak diebol pak Dendi”

Fadli:” aku gak tahan” sambil berdiri dan memeluk Dewi Istri saya.

Wife:”sana, malam ini giliran Ida yg kalian ganggang” mendorong Fadli menjauh.

Wife:” om duduk di sofa, dan kamu Ida sayang, ayo didukung om Fadli, sini, pah gak usah dilepas rudal kamu”

Istri saya menuntun Ida dan mendudukkan Ida di atas paha Fadli sambil mengarahkan rudal Fadli ke lubang serambi lempit Ida.

Wife:” ayo turunkan pelan, agak nungging agar rudal Suami aku tidak lepas, ya begitu, udah pas turun biar rudal Om Fadli masuk serambi lempit kamu”

Dan bleeessss…rudal Fadli pun membelah serambi lempit Ida.

Ida:” ah, aduh nyangkut di bibir serambi lempit, bengkok rudal bapak” posisi Ida setengah melenting. Kini 2 rudal ada di dalam tubuhnya.

Ida:” agh pah, aduh aku disodomi dan dientot juga serambi lempit aku aduh, enak banget.

Posisi Fadli lebih menguntungkan, dia bisa juga menghisap susu Ida.

Saya:” mah, kasihan Wilton bengong, kamu sepong gih rudalnya”

Dewi tersenyum.

Wife:” kasihan mas Wilton, shock ya pah liat istrinya di DP”

Dewi berjongkok dan mulai mengocok rudal Wilton.

Merasa kurang nyaman dengan posisi sekarang, Fadli berinisiatif merubah posisi dengan memangku Ida. rudal Fadli tetap di serambi lempit Ida dan rudal saat saya di boolnya.

Saya:” gimana say, rasanya di masukin 2 rudal”

Ida:” aghhh, enak, gak nyangka kalian atasan dan mantan atasan aku menggagahi aku bareng-bareng”

Fadli:” serambi lempit kamu masih sempit Bu Ida”

Ida:” agh, rudal bapak nyangkut Mulu di serambi lempit Ida, apa karena bengkok ya,hehehe…akh trus nodain aku”

Kami berdua terus menggenjot Ida.

Tiba-tiba terdengar erangan Dewi…

Wife:” agh…enak mas”

Ternyata Wilton sdg menyetubuhi Istri saya tanpa melepas pakaiannya, baju kurung Dewi digulung sampai pinggang dan rudal Wilton dimasukan melalui celah celana dalam tanpa melepasnya terlebih dahulu.

Fadli:” Bu Dewi katanya gak mau dientot, itu dientot juga”

Wife:” ah, om, Pah, abis mamah kasihan sama mas Wilton, Cuma nontonin Istri kalian ewein”

Ida:” ahhh, saya keluar” sambil memeluk erat Pak Fadli. Fadli pun melumat bibir Ida, awalnya Ida sempat menolak dengan membuang muka, tapi akhirnya melayani ciuman Fadli.

Fadli memberi kode untuk berhenti sejenak, Ida pun diturunkan dan langsung telungkup di sofa.

Fadli mengambil minuman di botol dan menuangkan ke gelas lalu kembali mencekoki Ida. Ida menurut saja, walau pelan-pelan meminumnya akhirnya habis.

Fadli berbisik kepada saya….

Fadli:” biar makin binal dia Den”

Saya Cuma tersenyum.

Tiba-tiba istri saya memanggil.

Wife:” pah, gantian, mas Wilton gantian ya, aku mau ngewe sama suami aku”

Wilton melepas rudal dari serambi lempit istri saya, tampaknya wajahnya sedikit kecewa.

Istri saya menuntun saat saya menuju kasur.

Wife:” pah kita Ewean di kasur aza ya, biar pacar kamu digarap mereka di kursi”

Saya menurut saja mengikuti istri saya.

Istri saya melepas semua pakaiannya termasuk jilbabnya, sehingga ributnya tergerai. Lalu dia terlentang sambil mengangkang.

Wife:” ayo Pah, masukin rudal kamu,mamah ingin ngewe berdua sama papah”

Saya pun tanpa basa-basi langsung menancapkan rudal saya di serambi lempit Dewi.

Saya menoleh ke sofa rupanya Ida lagi di dogy sama suaminya, sedang rudal Fadli ada di mulutnya.

Wife:” ayo pah, fokus ewe mamah saja, jangan ngeliatin Ida trus”

Saya pun menggenjot istri saya dengan sedikit kasar.

Wife:” agggggh, Papah koq kasar banget, tapi enak ooooh”

serambi lempit istri saya terasa sedikit longgar, apakah karena beberapa kali dimasuki 2 rudal, tapi masih nikmat karena jurus serambi lempit empot ayamnya.

Saya:” aghhh, pelacur serambi lempitmu jadi longgar bangsat ….”

Wife:” agggggh…pelan pah…papah sich biarin mamah dimangsa para binatang…agggggh enak pah”

Saya memenyetubuhi istri saya semakin cepat dan kasar.

Saya:” rudal papah masih berasa gak mah”

Wife:” masih dong, sampai ke rahim pah, ah terus mamah suka dikasarin”

Saya:” rudal papah ngilu mah, kebanyakan menyetubuhi.. papah mau keluar”

Wife:” tahan bentar lagi Pah…aghhh, mainin itil aku pah”

Sambil menyetubuhiin istri saya, tangan saya memainkan dan memiliki itil Dewi, sedang mulut saya menghisap susunya yang nganggur…asinya mengalir begitu deras mungkin karena tidak netein Revan.

Saya sempat menoleh ke sofa tampaknya Fadli sudah terkapar di sofa, sedang Wilton masih menggenjot istrinya di lantai, wajah Ida belepotan sperma, mungkin Fadli menumpahkan di wajah Ida.

Wife:” barengan Papah, mamah juga sdh mau dapet”

Saya:” ia, papah juga”

Beberapa genjotan sprema saya pun muncrat di serambi lempit istri saya.

Wife:” ah, Papah bucat duluan…”

Saya mendekap istri saya….sampai rudal saya berhenti berkedut saya baru menarik rudal saya dan berguling ke sisi istri saya.

Wife:” yah, mamah hampir, papah bucat duluan, jadi berhenti dech”

Saya:” jadi mamah belum dapet?

Wife:” belum…”

Saya:” tuch Wilton belum selesai, panggil aza”

Wife:” gak enak sama si Ida”

Tapi dilakukannya juga.

Wife:” mas Wilton mau buang pejunya diserambi lempit aku gak, Ida kamu sdh orgasme belum”

Tiba-tiba Wilton bangun, tanpa menghiraukan istrinya yang tergeletak dia segera naik ke kasur.

Wilton:” eh, maaf Pak Dendi, saya pinjam Bu Dewi”

Saya hanya menganggukkan kepala.

Wife:” ayo langsung masukan rudalnya mas ke heunceut aku, suami aku mah sdh bucat duluan”

Wilton pun segera menindih istri saya tepat di samping Saya.

Saya sedikit bergeser menjauh memberikan tempat agar mereka leluasa.

Saya lihat Ida berjalan tertatih menuju ke arah kami.

Bleeessss… rudal Wilton memasuki serambi lempit Dewi istri saya.

Wife:” agggggh, masuk mas, ah, papah istrimu digagahin di samping kamu”

Wilton segera menggenjot serambi lempit istri saya.

Sementara Ida duduk di tepi ranjang.

Ida:” si papah, giliran di panggil ka Dewi langsung lupa sama aku”

Saya lihat Ida mengelap mukanya yg masih belepotan peju dengan ujung hijabnya.

Saya:” Fadli sdh KO?

Ida:” udah, apaan dibuang dimuka aku Bebz, jadi belepotan peju gini, bau lagi”

Saya:” tapi suka?

Ida:” ia, aku merasa makin nakal hehehe”

Sementara Wilton semakin mempercepat entitasnya terhadap istri saya.

Wife:” aaagh, enak Pah, mamah mau dapet, tojos yang dalem mas Wilton, yg dalem please”

Wilton semakin ngos-ngosan, sepertinya mau keluar juga.

Wife:” aaaag, tancepin yg dalem rudalnya, pah mamah dapet” istri saya mengejang sambil menarik kepala saat saya lalu melumat bibir saya.

Tak lama Wilton mengerang…

Crrrooot…crooooot..peju Wilton keluar di dalem serambi lempit istri saya.

Wife:” ah, mas Wilton bucat di heunceut aku Pah,anget, banyak mas, kamu gak menyetubuhi tadi siang”

Wilton:” nggak Bu, Cuma tadi pagi itu”

Wife:” tumben suami aku agak loyo, jangan-jangan pas mamah tidur ku menyetubuhiin Sari ya Pah”

Saya:” mana ada, papah tidur di sofa”

Tentu saja saat saya berbohong.

Ida:” koq kakak bisa curiga?

Wife:” dia yang bilang, pembantu pak Bob cakep”

Ida:” hayo jujur Bebz kamu udah berhasil belum menyetubuhiin pembantu pak Bob”

Saya:” mana ada…”

Saya lihat Wilton bangkit, dan cukup banyak peju mengalir keluar dari serambi lempit istri saya waktu rudal Wilton ditarik.

Wilton:” ayo mah, kita balik ke kamar”

Ida:” abis ngewe pulang ya, si papah”

Wife:” ia, Cuma nitipin peju aza da, untung aku aman dah minum obat, kamu juga jaga-jaga kan?

Ida:” ia dong kak, kau nggak, amit-amit dah bunting sama pak Bob, hehe”

Kami siap tertawa. Ida dan Wilton pun balik ke kamarnya.

Wife:” Si Fadli molor kah, coba liatin Pah”

Saya:” mamah liat sendiri lah, papah lemes”

Istri saya lalu bangun dan melihat ke sofa lalu berjalan menuju pintu yg terbuka dan menutupnya.

Istri saya kembali berjalan ke arah saya.

Wife:” Ida molor Pah, abok kali “

Saya:” mamah gak mabuk kah”

Wife:” pusing dikit, udah ngantuk belum”

Saya:” yuk tidur”

Wife:” gpp aku gak bersih-bersih dulu, masih ada peju kamu dan Wilton di serambi lempit aku Pah”

Saya:” biarin, tidur aza, gak bakal jadi anak juga”

Saya segera berpelukan dengan istri saya dan menarik selimut. Kami pun tertidur.

Bersambung… Saat itu saya dalam keadaan tertidur, tiba-tiba saya seperti merasakan ada tangan yang menggerayangi saya, tangan tersebut meraba-raba toket saya dan juga serambi lempit saya.

Kemudian saya merasakan sebuah benda tumpul mulai menggesek kemaluan saya lalu benda tumpul yang tersa dinigin tersebut membelah serambi lempit dan memasuki lubang surgawi saya, seketika saya membuka mata saya.

Saya:” Agh, Om Fadli, main masukin saja, ogh..” rudal Fadli sdh keluar masuk serambi lempit, dia menggenjot tubuh saya.

Fadli:” Saya ke bangun dan sange lagi ngeliat bu Dewi lagi tidur telanjang” sambil tetap menggenjot saya.

Saya melirik ke arah sebelah, suami saya masih tertidur, dia tidak tahu istrinya lagi disetubuhi mantan bosnya. Tapi semakin cepat genjotan Fadli mengakibatkan ranjang cukup kencang bergoyang. Lalu suami saya membuka matanya dan melihat kea rah saya yang lagi digenjot Pak Fadli.

Saya:” Pah, mamah digagahi om Fadli…”

Suami:”mamah, papah lagi tidur maen menyetubuhi saja dengan Pak Fadli”

Saya:” Mamah juga lagi tidur Pah, tahu-tahu Om Fadli udah masukin rudalnya ke serambi lempit mamah”

Fadli:” Hehe, pnjam dulu istrinya Pak Dendi, soalnya saya lihat istri bapak telanjang jadi ngaceng rudal saya, ya sudh saya masukin saja ke serambi lempit istri bapak”

Suami saya tidak menjawab hanya menyaksikan dan melihat tepat ke muka saya, muka dia tertarik melihat ekpresi saya yang lagi dientot si Fadli.

Saya:” Agggh..ia Om, genjot terus..kecengin entotannya”

Fadl semakin semangat saja menggenjot saya.

Saya:”Om menyetubuhiin saya terus dari kemaren udah berapa kali coba?

Fadli:” Habis saya kangen banget sama Bu Dewi, kejadian dulu bkin saya ketagihan hehe”

Saya:” ugghh… rudal bengkok Om nich nyangkut-nyangkut di serambi lempitaku kalau ditarik….jadi Om kangen aku ya? Kangen Dewi atau serambi lempitnya? Hehe..

Fadli:” Ohhh…kangen Dewi karena serambi lempitnya yang nikmat”

Saya:” Agghh, mamah mau dapet Pah,” sambil memegang tangan suami saya.

Melihat saya mau orgasme Fadli mempercepat genjotannya…ploook…plokkk.. Paha kami saling beradu.

Saya:” Pah, mamah koq merasa lebih excited ya kalau digagahi disamping Papah, uh enak Pah, rudal bengkok”

Suami saya mengarahkan tangan saya ke selangkangannya, dan ketika saya pengang rudalnya sdh mengeras…

Saya:” keras banget Pah, kamu sange liat istrimu digagahi disebelah kamu…”

Suami saya tidak menjawab malah melumat bibir saya, kami saling berciuman.

Saya:” Papah ganas ciumannya..mmmppppp”

Fadli semakin cepat saja menggenjot saya.

Saya:” Om, gesekin itil aku pake tangan om, biar makin enak..agggh”

Fadli sambil ngos-ngosan tangannya mulai menggosok klitoris saya.

Saya:” Ia, enak om, gesek itil aku, ah enak pah, itil mamah digesek om Fadli..aku keluar”

Tubuh saya mengejang beberapa saat lalu aku pegang kepala suamiku dan kulumat bibirnya.

Fadli menghentikan sebentar genjotannya dan segera melumat bibir saya, membiarkan saya menikmati orgasme dulu,

Fadli:” Bisa om goyang lagi”

Saya:” Ia om, silahkan ewe lagi serambi lempit aku”

Fadli kembali menggejot serambi lempit saya.

Tangannya kanan saya meremas seprai, sedang tangan kiri mengelus-elus kepala suami saya di saat Fadli menggenjot serambi lempit saya dengan sangat cepat.

Fadli:” Heunceut istrimu begitu hangat Pak Dendi, nikmat seperti meremas-remas rudal saya”

Suami:” Mungkin karena habis orgasme Om, jadi serambi lempitnya hangat”

Saya:” Ugggh enak banget kencengin lagi om, masih enak kan serambi lempit aku, biar udah pernah dimasukin 2 rudal sekaligus”

Fadli:” Masih enak banget bu Dewi heunceutnya”

Saya:”Papah mau masukin rudalnya barengan sama om Fadli ke heunceut aku?

Suami:” Nanti saja, papah nonton dulu saja

Tiba-tiba Fadli menghujamkan rudalnya dalam-dalam lalu tubuhnya mengejang.

Saya:” Aggh mau bucat ya Om?

Fadli:” eghh, gak kuat ia Ahhh. Aku kelur Bu Dewi” Seerrr..croot.crrott, walau tak banyak terasa cukup hangat semprotan peju Fadli.

Fadli masih ngos-ngosan rudalnya masih di dalam serambi lempit saya. Lalu dia perlahan menarikany keluar.

Saya:” Ayo Om pindah, biar digantiin suami aku”

Fadli pun segera bangkit lalu duduk dipinggir ranjang.

Saya:’ Pah, ayo naikin mamah, rudal Papah sdh keras banget koq”

Suamiku segera jongkok bertumpu dengan lututnya di depan selangkangan saya, saya segera mengapitkan kaki saya dipinggangnya. Suami saya menggesek-gesekan rudalnya di sekitar serambi lempit saya, sedikit peju Pak Fadli mengalir keluar dari serambi lempit saya.

Saya:” Ayo Pah, ewe sekarang” Sambil ku pegang rudal suamiku dan kumasukan sendiri ke dalam serambi lempit aku.

Saya:” Aggh Pah, genjot…basah banget ya Pah” sambil aku menatap wajah suamiku.

Suami:” Ia, agak lengket..mah”

Saya:” Karena peju Om Fadli di heunceut aku Pah, jadi bikin lengket,oooh”

Dendi mulai menggenjot tubuhku….

Saya:” Pah, mainin itil aku kayak om Fadli tadi, biar mamah cepet dapet”

Suamiku pun mulai menggesek dan memilin klitorisku dengan tangannya.

Saya:” Auhhh, ia betul Pah itu enak banget, gesek itil mamah aghhh”

Tangan suamiku kini meremas-remas susu saya, masih ada sedikit asi yang keluar, dia oleskan merata ditetek saya.

Saya:” Enak Pah, remes nenen aku aghh”

Terasa serambi lempit saya sudah sangat basah…

Saya:” Agghh, mamah mau dapet lagi, enak Pah..” sambil kupegang pergelangan tangannya

Beberapa genjotan kemuadian saya pun mengejang kembali dan mendapat orgasme yang kedua.

Suami saya tetap menggenjot saya biar dia tahu saya baru saja keluar…

Saya:” Ahhh, ayo pah keluarin aggh lemas mamah”

Suami:” I amah, papah kencengin kentotannya”

Plook..ploook..ranjang pun berderit-derit…sudah entah berapa kali aku ewean selama di puncak ini.

Genjotan suami saya pun semakin cepat sampai akhirnya dia tekan dalam-dalm rudalnya.

Suami:” Aaah, Papah keluar mah” seperti Fadli tak banyak peju suami saya pun. Tapi karena sudah terisi peju Fadli sebelumnya dalam serambi lempit saya terasa makin lengket.

Suami saya berguling ke samping saya.

Saya:” Kalian koq nafsu terus dan kuat-kuat ya, entah sudah berapa kali ya kita ewean selama di puncak ini”

Fadli:” Mungkin ini efk jamu yang dikasih Pak Bob, dan mumpung di sini kita bakal ewean sampai letoy hahah”

Saya:” Papah juga kah, dapet jamu dari Pak Bob?

Suami saya menggangukkan kepalanya.

Saya:” Ngomong-ngomgong ke mana ya Om Bob?

Fadli:” Paling lagi menyetubuhi hahaha”

Kami terdiam sejenak, ku lihat Fadli kembali pindah ke sofa.

Saya lihat di jam dinding sudah pukul 5 pagi.

Saya:” Pah, mau tidur lagi?

Suami saya ikut melihat jam…

Suami:” ia mah, tidur lagi lah, masih pagi koq..”

Saya:” Mamah gerah, badan lengket semua, mamah mandi ya”

Suami:” ya udah mandi sono..”

Saya:” Trus kalau nanti om Fadli mau ikut mandi” sambil berbisik ditelinga suami saya

Saya:” Terus dia sange lagi, mamah dientot di kamar mandi?

Suami saya pu bangun…

Suami:” Ya udah ayo kita mandi”

Saya:”Fadli… dia kan gak tidur, tuh Cuma bengong”

Suami:” Biarin aza, gak usah diajak” sambil menuntun saya dan membawa saya menuju kamar mandi, lalu kami pun masuk ke kamar mandi tanpa memperhatikan keberadaan Fadli di sofa.

Sampai di kamar mandi saya dan suami berendam di bathub, walau tidak terlalu luas untuk berdua jadi posisi kami saling berdapan, kami isi bathub dengan air hangat.

Saya:”Pah: baok di serambi lempit mamah boleh dicukur gak?

Suami:”maksudnya dicukur habis atau gimana mah, kalau habis papah gak setuju”

Saya:” memang kenapa? Papah sukanya Kalau baok aku lebat ya”

Suami:” ia sayang, aku suka kalau baok serambi lempit kamu lebat”

Sambil tangannya mengelus-elus serambi lempit aku.

Saya:” tapi terlalu lebat gak enak pah, suka pada keluar sebagian dari cangcut mamah”

Suami:” mungkin cangcut mamah yg kekecilan”

Saya:” Bukan pah, tapi baok aku yang kepanjangan”

Suami:” hemz kalau gitu dipotong pendek ini dikit”

Saya:” maksud mamah di rapihkan Pah”

Suami:” oh, Kalau gitu boleh mah” tangannya iseng mainin itil aku.

Saya:” ah pah, jangan dimainin itil mamah”

Suami:” kenapa, biasanya kan paling suka mamah kalau itilnya dipilin kayak gini”

Saya:” tapi capek, masih lemes aku pah…”

Suami saya menghentikan aksinya memilin klitoris saya, tapi malah memasukkan satu jarinya ke serambi lempit saya.

Saya:” igh, Papah nakal, malah jarinya sekarang di masukan ke serambi lempit mamah, mending papah cukurin baok mamah dech”

Suami:” memang ada bawa alat cukurnya”

Saya:” ada, awas” sambil bangun lalu keluar kamar mandi. Saya mengambil alat cukur dan gunting dari koper, saya lihat Pak Fadli sdh tertidur lagi di sofa.

Saya segera kembali ke kamar mandi.

Segera naik ke bathub.

Saya:” nich Pah, hati-hati ya nyukurnya” sambil memberikan gunting dan alat cukur.

Suami:” ia mah, ayo lebih ngangkang”

Saya pun melebarkan paha saya.

Suami saya mulai mencukur sedikit bulu kemaluan saya yg tak berarti dan juga memotong yg kepanjangan.

Saya:” nah sekarang lumayan tapi pah, segitiga hehe”

Suami:” ia mah, sekarang gak bakal pada keluar”

Saya:” ia, sekarang bulu baok papah yg mamah rapikan ya, apa mau digunduli sekalianseperti pemain bokep ?

Suami:” agh jangan mah, rapikan saja”

Saya pun mulai memotong bulu kemaluan suami saya.

Setelah selesai kami pun mandi dg saling menyabuni. Tidak ada seks lagi karena saya cukup lelah.

Setelah mandi dan mengeringkan badan kami keluar dari kamar mandi.

Saya lihat di sofa Pak Fadli sdh duduk.

Saya:” gak mandi om? Biar Segeran”

Fadli:” ia, ini mau mandi, kalian gak ngajakin sich”

Saya:” Ntar terjadi apa-apa kalau Om Fadli ikut hehe, sana om kamar mandi sudah kosong koq”

Fadli:” nanti aza dech, saya mau lihat Bu Dewi pakai baju dulu”

Saya:” igh dasar mesum”

Ku lihat suami saya yg sdh mulai mengenakan pakaian dan tersenyum kepada saya.

Saya pun membuka pintu lemari, sebagian besar pakaian kami memang sdh dipindahkan ke lemari.

Saya pun mencoba memilih-milih pakaian yg akan dikenakan.

Fadli:” Bu Dewi, boleh saya request”

Saya:” maksudnya, request apa om”

Fadli:” Baju yg mau Bu Dewi pake, saya request”

Saya:” Oh kirain, boleh, eh boleh kan Pah?

Suami:” Boleh-boleh saja”

Saya:” Memang Om mau minta saya pakai baju gimana”

Fadli:” Punya celana jeans gak, saya blm pernah lihat bu Dewi pakai jeans”

Saya:” Ada sich, tapi saya bawa nggak ya” saya membongkar tumpukan baju di lemari, kami memang membawa cukup banyak pakaian ganti.

Fadli:” ada gak”

Saya:” Bentar, Papah bantuin cari” suami saya yg sdh selesai berpakaian membantu saya mencari celana jeans, seingat saya memang bawa satu.

Saya dan suami mencari pakaian yg dimaksud, akhirnya dapat juga oleh suamiku, ternyata kecampur pakaian dia, dipikirnya celana jeans punya dia.

Saya:” akhirnya ada Om”

Fadli:” cangcutnya yg warna item Bu, Bh nya juga”

Saya:” banyak banget request om Ini”

Saya pun mengambil celana dalam warna hitam.

Saya:” Cangcutnya yg yg warna item ada Om, tapi kutangnya gak ada, warna merah aza ya kutangnya”

Fadli:” ok, gak masalah”

Saya pun melepas handuk saya lalu mengenakan celana dalam sambil membelakangi Pak Fadli. Kemudian memakai bh dengan di bantu oleh suami saya.

Saya pun kemudian memakai celana jeans sesuai permintaan Fadli, ternyata sedikit kekecilan.

Pantat saya tercetak karena celananya sangat ketat dan sedikit kekecilan.

Saya:” sdh lama gak aku pakai pah, agak sesek”

Suami:” temukan kali kamu mah”

Fadli:” bukan pak, pantat istri bapak yg makin gede”

Saya:” masa sich, agak melebar ya”

Fadli:” mantap koq Bu, atasannya pakai kaos yg ketat dan jilbabnya yg agak kecil aza, biar kayak hijabers muda kekinian”

Saya pun mengikuti saja kemauan Fadli.

Saya mengambil kaos warna putih lengan pendek dan jilbabnya warna hitam yang saya lingkarkan di leher ujungnya. Karena lupa tidak membawa deker jadinya lengan saya terlihat karena hanya memakai kaos lengan pendek.

Saya:” wah, mamah kelihatan lebih muda kan hehe”

Suami:” haha, ia mah, lumayan”

Saya:” koq lumayan” sambil memasang muka cemberut.

Fadli saya lihat bangkit dari sofa dengan masih telanjang.

Saya:” Om mau mandi?

Fadli:” ia, boleh pinjem handuknya”

Saya:” pakai handuk saya saja” sambil memberikan handuk yg tadi saya pakai dari kamar mandi.

Fadli:” Bu Dewi,kalau menurut saya mantap banget Bu Dewi pakai baju kaos sama celana jeans gini, memang lebih kelihatan muda” lalu tiba-tiba tangan Fadli menepuk dan meremas pantat saya.

Saya:” aw, Pah pantat mamah ini diremas Om Fadli” sambil berpura-pura cemberut.

Fadli:” menurut aku,bini pak Dendi makin semok Pak hehe” sambil berjalan ke kamar mandi.

Suami:” ia pak hehe” sambil tangannya menepuk pantat saya juga beberapa kali.

Saya:” ih Papah”

Suami saya menarik saya duduk di sofa. Sedang pak Fadli sdh masuk ke kamar mandi.

Suami:” kayaknya ia, sekali-kali mamah harus tampil beda kayak gini, kelihatan lebih berekelas mah”

Saya:” masa Pah”

Suami saya melumat bibir saya, kami cukup lama saling berciuman.

Saya:” Pah laper gak?

Suami:” ia laper mah, sdh hampir jam enam, apa minta di masakin nasi goreng sama Sari?

Saya:” Biar mamah yang masak dech, gimana apa kita turun sekarang?

Suami:” Tunggu Pak Fadli keluar dulu lah”

Kami pun menunggu Pak Fadli selesai mandi.

Bersambung… Kami pun menggobrol sejenak sambil nonton TV istri saya sambil juga beres-beres kamar yang berantakan , akhirnya Fadli keluar dari kamar mandi.

Wife:” Om ngocoks.com rudal ya di kamar mandi lama amat?

Fadli:” Enak aza, lebih baik minta kocokin rudal saya sama dirimu Bu Dewi dari pada ngocok sendiri hehe”

Wife:” Om laper gak, mumpung saya lagi baek, mau ta masakin nasgor?

Fadli:” Wah, boleh itu”

Wife:” Ya udah Om ganti baju dulu sono”

Fadli:” Handuknya saya pinjem dulu”

Fadli pun keluar kamar, saya dan istri segera menyusul keluar kamar.

Fadli kembali ke kamarnya sedang saya dan istri menuju dapur. Ternyata di dapur sudah ada Sari dan Nina yang lagi masak, rupanya Nina sdh kembali. Sari hanya memakai daster warna krem yang cukup tipis bayangan pakain dalamnya yang warna hitam dapat saya lihat, sedang Nina memakai kaos hijau lengan pendek dan celana legging hitam.

Sebenarnya saya penasaran, seperti yang Sari bilang bahwa suaminya menjadi lebih bernafsu setelah dia digarap orang, saya penasaran apa Sari habis tempur tapi karena ada Dewi saya jadi tidak bisa bertanya.

Sari dan Nina tersenyum melihat kami datang.

Wife:” Eh sudah pada bangun”

Sari:” Ia bu lagi nyiapin masakan ini”

Wife:” Om Bob pulang jam berapa, kalian tahu?

Sari:” Wah, kayaknya gak pulang tuch sampai sekarang, mobilnya gak ada”

Wife:” Wah kemana dia ya Pah”

Saya:” Biarin saja Mah, kalau ada malah ngerepotin kamu”

Istri saya mencubit lengan saya.

Wife:” Aku mau masak nasgor buat suami aku dan temen-temennya, boleh?

Sari:” Biar kita saja bu gak usah repot-repot ibu”

Wife:” Tidak apa-apa, boleh ya”

Karena memaksa akhirnya Sari memperbolehkan istri saya memasak.

Wife:” Papah tunggu di ruang tamu atau meja makan saja, jangan di sini, dari tadi matanya jelalatan liatin mbak Sari terus”

Sari yang diomongin tersipu malu, begitu juga saya.

Saya:” Ok dech, Papah tunggu di ruang tamu sambil nonton tv”

Baru saya hendak keluar dari dapur, tiba-tiba Diah masuk ke dapur dengan hanya memakai kaos singlet dan bawahannya hanya celana dalam warna merah, Rambutnya terlihat basah tapi sudah disisir rapi. payudara gedenya begitu membusung Tali bhnya yang berwana merah terlihat dibalik

Kaos singlet coklat tipisnya.

Diah:” Apa Den, kaget ya, liat aku Cuma pake cangcut doang, kalau di rumah udah biasa begini, di suruh sama suami aku, anak-anak juga toh belum ngerti, akhirnya jadi kebiasaan hehe”

Saya masih saja bengong.

Wife:” Wah, Kak Diah pagi-pagi sdh kasih pemandangan syur,makin keenakan suami aku, tadi liatin terus Mbak Sari yang pakai daster tipis, sekarang dapat pemandangan yang lebih hot”

Diah:” hehe, biar sekali-kali, kamu juga harus coba Dew, biar suami kamu makin joss hehe” Sambil meremas tonjolan dibaik celana saya.

Saya:’ Aghhh” spontan kaget

Wife:” Udah Papah keluar sana, eh Mbak Diah mau bantuin masak juga kah”

Diah:” Ia, suami aku bilang kamu mau masak, jadi aku ke sini dech”

Wife;” papah belum keluar juga”

Saya:” Ia, papah keluar tapi kalau nunggunya disini boleh gak”

Wife:” Gak boleh, Papah celamitan hehe, ntar Sari ama nina bisa digodain”

Saya pun terpaksa keluar dari Dapur.

Saya duduk di ruang tamu sambil menonton tv, tapi pikiran saya melayang bagaimana caranya agar hari ini bisa ngerjain Nina.

Tak lama muncul Fadli. Kami pun ngobrol ngalor ngidul. Sampai akhirnya muncul Diah yang masih berpakain seperti tadi.

Diah:” Ayo ke meja makan, udah siap”

Fadli:” Mamah beneran masak pakai pakain begitu, kirain tadi Cuma bercanda, sana pakai baju dulu “

Diah:” Ia Pah, ayo kalian ke meja makan, aku mau pakai baju dulu”

Saya dan Fadli pun menuju meja makan. Tak lama muncul Nina dan Sari menghidangkan nasi Goreng dan tak lama muncul istri saya membawa beberapa gelas minuman lalu duduk bersama kami. Sari dan Nina kembali ke dapur, sempat saya lihat Nina mencuri-curi pandang terhadap saya.

Tak lama pula Diah muncul memakai baju terusan warna putih motif bunga-bunga tanpa memakai hijab. Lalu bergabung bersama kami.

Wife:” Ida sama Wilton mana ya?

Diah:” Coba kamu cari Den, kalau sudah bangun ajak mereka makan sekalian, ini nasi gorengnya banyak”

Saya pun segera menuju ke lantai 2 dan menuju kamar Ida. Pintunya masih tertutup rapat, saya ketuk pelan tidak ada jawaban saya coba buka tidak dikunci, lampunya gelap hanya lampu tidur yang menyala, ternyata mereka masih tidur. Cuma kelihatan kepalanya saja, badanya selimutan bed cover.

Saya pun segera kembali ke meja makan, tampaknya yang lain sedang asyik ngobrol.

Wife:” Mana mereka Pah”

Saya:”masih molor”

Wife:” Hush bahasanya…”

Saya pun terkekeh lalu duduk bersama mereka.

Diah:” Wah pasti habis lembur mereka atau jangan-jangan sama kalian juga”

Wife:” Ia, lembur bareng hehe, ya udah kita makan aku dah laper”

Akhirnya kami pun makan bersama.

Fadli:” Wah yang masak nasi goreng ini berdua kah?

Diah:” Dewi, aku Cuma bantuin, bumbu-bumbunya dia yang olah Pah”

Fadli:” Wah mantap istri Pak Dendi ini, tidak Cuma pinter menyetubuhi tapi jago masak hahaha”

Wife:” Jiah Om bisa aza, tapi beneran enak kan gak boong?

Saya:” Ia seperti biasa enak”

Wife:” Kalau Papah, enak gak enak pasti bilangnya enak terus”

Fadli:” Beneran koq Bu Dewi, masakan bu Dewi enak, gak Cuma serambi lempitnya saja yang enak”

Diah:” Hush Papah ini ngomongnya ke sana terus”

Fadli:” Biarin kan mumpung di sini kita bisa bebas”

Wife:” Ia gpp Kak”

Fadli:” Kamu bisa belajar Mah sama Dewi”

Diah:” Jadi masakan aku gak enak gitu”

Fadli:” Bukan gitu, ya gak ada salahnya belajar toh”

Diah:” Ia, boleh, kapan-kapan aku ke rumah kamu Wi, sambil belajar masak”

Wife:” Akh biasa saja Kak, aku juga gak pinter masak”

Fadli:”Tapi ini mantap koq…”

Wife:” kebetulan saja, kalian semua laper, eh ngomong-ngomong ada yang mau susu, tapi Cuma setengah gelas” kata istri saya sambil menujukan gelas bening berisi susu yang Cuma setengah gelas.

Saya:” Koq bikin susu Cuma setengah gelas, gimana mamah ini, orang kita berempat”

Wife:” Dengerin dulu, ini susu langsung dari sumbernya, dari susu aku hehe”

Fadli dan saya yang paling terkejut. Istri saya melanjutkan omongannya.

Wife: Aku kan bawa alatnya dari rumah, sebenarnya sich disuruh Om Bob, tapi karena baru terisi cemilan perut aku ya Cuma segini asinya”

Fadli:” Wah itu sudah banyak banget, mau…mau”

Wife:” Papah…?

Saya:” mau juga dong…”

Wife:” Jiah gimana?

Diah:” Bagi dua aza Wi, padahal jangan ditaruh digelas, biar mereka nyedot sendiri Wi kan lebih seru haha”

Wife:” Haha, terlalu nyaman mereka dan sudah biasa kalau nyedot sendiri jadi ta taruh di gelas saja Kak”

Diah:” Udah kalian buka mulutnya biar Dewi tuangin dari gelas ke mulut kalian masing-masing setengah gimana Wi”

Wife:” Ia setuju.

Akhrinya saya dan Fadli membuka mulut kami dan Dewi menuangkan gelas yang berisi asinya bergantian pertama ke saya lalu ke Fadli.

Fadli:” Wah, agak dingin ya, kalau dari tadi pasti masih hangat hehe, tapi aku lebih suka nyedot langsung dari sumbernya Pak, dari nenen istrimu hahaha”

Saya:” Ia, dibiarin terlalu lama ini untung gak basi”

Wife:”Enak aja basi, baru koq, hehe”

Fadli:” Kita lanjut ngobrol di gazebo saja yuk, sambil liat kolam dan hirup udara pagi”

Diah:’ Wah ide bagus, ayok kita ke sana”

Kami pun menuju Gazebo dan berkumpul di sana.

Wife:” Pah, minta cemilan dong sama Sari dan Nina”

Saya:” Akh Papah mulu yang disuruh tadi diminta lihat Ida, eh tapi ggp dech” sambil bangkit dan segera menuju dapur, baru sadar ini kesempatan bertemu Nina.

Saat masuk dan lewat ruang tengah saya ketemu Wilton dan Ida yang tampaknya hendak ke meja makan.

Saya:” Eh, sudah pada bangun, ada nasgor buatan istri saya di meja makan, untuk sarapan dan palingan Sari juga sdh selesai masak”

Wilton;” Oh boleh kebetulan kami laper”

Saya:” Tadi ke sana tapi mau bangunin tapi kalian masih tidur”

Wilton:”Oh ia, habis capek banget, ya udah kita makan, pak Dendi sudah makan? Di mana yang lain?

Saya:” Sudah, yang lain di gazebo, saya disuruh ke dapur minta cemilan, kalau udah makan nyusul ke gazebo aza”

Wilton:” ok Pak” Wilton dan Ida yang dari tadi diam saja pun pergi menuju meja makan, sedang saya pergi ke dapur.

Saya lihat Sari dan Diah memang sudah selesai masak. Mereka sedang beres-beres, mereka pun melihat saya dan tersenyum.

Saya:” Ada cemilan gak anterin ke gazebo ya Sar”

Sari:” ia Pak”

Saya:” Nin kapan datang, kemaren saya nyariin kamu”

Nina:” Tadi malem Pak, hehe Sari udah cerita, hehe tapi udah kan sama Sari”

Saya:” Ia, tapi belum sama kamu, nanti siang ya, kamu gak ke mana-mana?

Nina:” hemz, tapi mereka….istri bapak”

Saya:” nanti saya cari akal, eh Sari gimana tadi malam dihajar suami kamu”

Sari tersipu malu.

Sari:” Ia kang eh Pak, berkali kali”

Nina:”Asyik dong, aku tadi malam ngangur hehe”

Sari:” ntar siang kan sama si akang Dendi hehe”

Saya:” Aku balik ke gazebo nanti mereka curiga” sambil sebelum pergi aku towel susu Nina dan Sari.

Sari:” Ih, gatel” sedang Nina hanya tertawa saja.

Saya pun kembali ke Gazebo. Ku lihat mereka malah sedang pada bengong.

Saya:” Malah pada bengong? Sambil duduk di samping Dewi, saya memandangi mereka satu persatu.

Fadli:” Kita pada bingung, nanti malam tahun baruan mau ngapain, sementara Pak Bob gak tau ke mana, hpnya saja tidak aktif?

Saya:” Wah biarin saja, mungkin Pak Bob keciduk satpol PP atau mati tabrakan kali”

Wife:” Ih, kita lagi serius ini malah bercanda”

Saya:” Tujuan awal ke sini kan mau ngapain, ya paling malam tahun baru bikin pesta seks yang gila”

Fadli:” Nah aku juga tadi bilang begitu,tapi para ibu-ibu tidak setuju”

Diah:” Masa seks mulu sich, untuk seks kita habiskan hari ini, nanti malam aku mau lihat pesta kembang api dech, bukan begitu Wi”

Wife:” Ia, aku setuju mbak Diah, para pejantan ini pikirannya seks mulu”

Diah:” Malah bagus gak ada pak Bob Pah, kalau ada dia pikirannya sama kayak kamu sama Dendi pastinya”

Wife:” Gimana Pah?

Belum sempat menjawab muncul Ida dan Wilton.

Diah:” Ayo gabung sini kalian”

Ida dan Wilton pun bergabung dan duduk berdampingan. Tak lama muncul Nina dan Sari membawa makanan dan minuman.

Setelah mereka pergi, kami pun melanjutkan ngobrol kembali.

Diah:” Jadi gini Ida, Wilton kami sedang ngobrol gimana acara nanti malam, aku dan Dewi maunya kita jalan-jalan lihat pesta kembang api, nah para bapak maunya bikin pesta seks yang gila, nah kalian berdua mau pilih yang mana?

Wife:” Gimana kalau kita voting?

Fadli:” Jumlah kita genap, kita tunggu Pak bob Popy dan Ruri jadi kan ganjil”

Wife:” Gak usah, aku gak yakin Pak Bob balik hari ini, tadi aku Tanya Sari aku dikasih no HP supirnya, karena no Pak Bob gak aktif, aku telp sopirnya, katanya dia di suruh pulang nganterin Popy dan Ruri, terus Pak Bob nya katanya malah nginep di hotel bawa perempuan baru, jadi aku gak yakin dia balik ke sini”

Saya:” Setan gundul memang gak jelas, asyik sendiri dia, kita tamunya di biarin”

Diah:” Soalnya semua serambi lempit cewek di sini sudah dia nikmatin, jadi dia gak ada yang bikin dia penasaran, dia nyari yang baru”

Wife:” jadi gak usah pikirin dia”

Fadli:”Terus kalau hasil voting draw?

Wife:” kita voting saja dulu, smntara 2-2, Ida dan Mas Wilton pilih jalan-jalankan, mumpung di sini, menyetubuhi mah bisa lain kali lagi kan?

Ida:” Ia aku setuju sama Kak Diah dan Kak Dewi”

Wilton tampak bingung…

Fadli tampak memberi kode dengan isyarat matanya ke Wilton.

Wilton:” Saya ikut bapak-bapak saja dech”

Ida:” Dasar papah sama mesumnya samayang lain, pikirannya serambi lempit mulu”

Wife:” Ia nich, memang kalau pesta seks apa lagi yang istimewa, Cuma kita-kita saja, dan mau segila apa lagi?

Saya:” Gimana nanti kalau jadi pesta seks kita ajak Sari dan suaminya juga, Nina juga?

Diah:” Wah dah gak waras kamu Den…”

Fadli:” Aku setuju tcuh, mantap” sambil mengangkat tangan dan tos dengan saya.

Wife:” memang kalian sdh menang skor tiga-tiga lah”

Saya:” Sebenernya gue males liat si Bob, tapi di saat-saat begini nich gue butuh dia”

Fadli:” Bener kalau ada Pak Bob, menang kita”

Ida:” Gimana kalau diundi saja pakai koin?

Wife:” gamling, gini aza, karena Ibu-ibu kalau di rumah yang paling kuasa, maka nilai kita bisa diitung jadi 3.5”

Fadli:” Enak aja, aturan dari mana itu?

Kita semua menjadi bingung…

Diah:” gimana kalau kita lomba?

Wife:” Gak ada, pokoknya para suami harus ngalah, seperti Mbak Diah bilang, kalau soal ngesek habiskan hari ini, malam kita jalan-jalan, kalau ada yang minat sama Sari dan Nina, terutama Papah Dendi silahkan saja, asal mereka mau, tapi tidak sampai malam, gimana?

Fadli dan saya saling berpandanngan.

Fadli:” Wah, solusi yang bagus, gimana Den?

Saya:” Ok lah, boleh”

Fadli:” mas Wilton?

Wilton:” saya ikut saja”

Diah:” good kalau sdh setuju, menanga juga kita Wi”

Ida:” Kalau tiba-tiba Pak Bob pulang gimana?

Wife:” Tetap sesuai rencana kita, kita biarin dia gak usah diajak, hukuman juga buat dia ngelayap sendiri”

Diah:” Mantap, eh btw gimana resolusi tahun baru, bisa kita menjadi orang tg lebih baik, bukan buat dosa aza seperti sekarang, udah pada tua juga”

Rupanya omongan Diah barusan membuat kita semua berfikir, semua menjadi terdiam, mendadak bisu.

Diah:” hehe, udah malah jadi unhappy, kita nikmatin hari ini, mumpung di sini kan, ayo siap yang mau menyetubuhi sama aku di kolam renang, kayaknya enak juga diewe di kolam kaya istri kamu Den kemaren hehe”

Fadli:” memang kamu punya baju renang”

Diah:” hoh gak perlu, pakai kutang sama cangcut aza aku, atau bugil” tiba-tiba Diah membuka baju panjangnya sehingga tinggal mengenakan bh dan celana dalam saja lalu berlari ke kolam dan segera menceburkan diri.

Diah:” Gak ada nich yang mau ngewe sama aku”

Ida:” Pah, sana, kamu kan belum ngerasain serambi lempit mbak Diah katanya tadi di kamar pengen”

Spontan kita semua melihat ke Wilton.

Fadli:” udah sana, mumpung di sini, kemaren kan ke duluan Pak Bob”

Wilton pun bangkit dan berjalan ke pinggir kolam, lalu membuka pakaiannya, tinggal celana dalam, badannya memang kekar meski kulitnya sedikit hitam.

Wilton pun terjun ke dalam air.

Fadli:” Tinggal kita berempat, gimana nich”

Wife:” kita nonton saja dulu Om, liat istrimu dientot mas Wilton”

Saya:” Ia Pak, santai dulu”

Fadli:” Aku soalnya ada plan lain, apa kamu gak pengen nikmatin pembantu-pembantu Pak Bob yang molek dan masih muda”

Wife:” Pasti pengen dia om, dari pagi jelalatan aja matanya” Padahal saya sudah merasakan satu orang.

Saya:” itu bisa nanti siang atau sore, yang penting kita kuat, ayo bebz kita nonton” sambil menarik tangan Ida yang dari tadi diam.

Melihat itu istri saya pun menarik Pak Fadli dan kami menuju kolam. Kami pun duduk di kursi yang ada di pinggir kolam. Saya lihat Diah dan Wilton masing-masingasoh asyik berenang tapi tak lama kemudian Wilton mulai mendekati Diah.

Bersambung… Diah yang tahu Wilton mendekatinya segera bergerak tepat ke bibir kolam membelakangi kami. Diah bersandar di tepi kolam, kedua tangannya bersandar di tepian. Wilton pun sampai di depan Diah, lalu memasukan kepalanya ke dalam air, sepertinya dia bergerak ke selangkangannya Diah.

Diah tampak memejamkan matanya. Lalu kepala Wilton muncul lagi dari dalam air, tangannya memegang sesuatu yg lalu dilemparkan ke tepian kolam.

Ternyata yang dilempar celana dalam merah milik Diah dan jatuh tepat dihadapan kami duduk.

Wife:” Wah, cangcut istrimu Om, berarti serambi lempit Diah istrimu sudah tanpa penutup hehe” sambil mengambil celana dalam basah tersebut dan memberikannya ke Fadli.

Fadli:” Apaan, biarin saja” lalu menaroh cd tersebut di bawah kursi.

Wife:” Ida, ayo, kita lihat lebih dekat, suamimu lagi ngapain aza” sambil menarik tangan Ida lalu mereka mendekat ke pinggir kolam. Saya dan Fadli [un menuju bibir kolam tepat di samping Diah .

Saya liat Diah lagi bertumpu di tangga besi yang ada di bibir kolam, sementara Wilton di dekatnya sedang menggesek-gesekan rudalnya di bibir serambi lempit Diah di dalam air.

Saya lihat Ida dan Dewi menurunkan ujung kakinya ke dalam kolam sambil duduk sambil menyaksikan Diah dan Wilton.

Wife:” Ayo mas Wilton, jangan lama-lama, udah ewe aza serambi lempit Mbak Diah” mencoba mengompori Wilton.

Wilton tampak memang mulai menekan rudalnya ke serambi lempit Diah, Diah kini memeluk Wilton dengan kedua kakinya melingkar dipingga Wilton setengah digendong, Wilton pun mulai menggenjot Diah.

Ida:” Kak Diah, enak ya..?

Diah:” Ugh Enak banget Wi, Ida,belum pernah aku dikenthu di dalam air, gimana gitu rasanya”

Tiba-tiba istriku mendekati saya lalu menepuk bahu saya.

Wife:”Pah, pantat Kak Diah gede banget kan?goyang-goyang gitu? Memang diantara Dewi, Ida dan Diah, Diah yang paling besar pantatnya, tapi sesuai bodynya yang tinggi besar, ida sebenarnya pantatnya lebih montok dari Dewi tapi tubuhnya pendek.

Saya:” Ia, gede banget” sambil melirik Fadli yang tampak bangga dengan body istrinya.

Wife:” Ayo turun, gak mau ngerasain boolnya”

Istri saya menyuruh saya turun. Benar juga apa yang dibilang istri saya, sebenarnya sich saya tidak mau melakukan seks pagi ini, mau nyiapin stamina buat menggarap Nina nanti. Tapi sensasi menyetubuhi di dalam air membuat saya bersemangat. Saya pun segera mencopot semua pakaian saya.

Melihat saya mencopot pakaian saya Fadli pun hendak melakukan hal yang sama tapi tiba-tiba dicegah oleh Dewi.

Wife:” Om mau kemana koq lepas baju? Sambil memegang tangan Fadli.

Fadli:” Aku mau ikut, biar aku duluan yang nusuk bool istriku”

Wife:” Om di sini saja dulu aza, nonton ya, aku isepin dech sama Ida juga” sambil menurunkan celana Fadli lalu menggenggam rudal Fadli yang masih terbungkus celana dalam.

Wife:” Ayo sana” sambil berbisik kepadaku.

Saya segera menceburkan diri menuju ke Diah dan Wilton.

Saya segera memposisikan diri di belakang diah, dan sambil memukul-mukulkan rudal saya yang mulai menegang sempurna ke pantat Diah.

Diah mun menoleh ke saya.

Diah:” Ah, kamu ganteng, mau gantiankah, serambi lempit aku lagi dipake sama Wilton”

Saya tidak menjawab tapi meletakan rudal saya diantara buah pantat diah, sambil saya pegang pantatnya saya dorong memasuki anusnya.

Diah:” Agggh, pelan Den..oghhh gue mau di dp…”

Sambil memeluk perut Diah saya segera ikut menggenjot Diah.

Diah:” Ah gila..enak Dendi.., Wi, Ida, ngeunah euy diasupan di bool dan serambi lempit”

Tampak Wilton menurunkan kepalanya dan segera mencaplok toket Diah yang memang jumbosambil menarik lepas kutang Diah.

Saya membantu Wilton melepas kutang Diah. Lalu saya lempar kea rah Fadli.

Saya:” Bos, kutang bini loe…” dan pas jatuh di pundak Fadli yang lagi berdiri sementara di bawahnya Ida dan Dewi sedang memainkan rudalnya.

Fadli melihat ke saya, tampak sedikit kesal karena saya yang sekarang menyodomi istrinya, bukan dia.

Diah:” Pah, agggh tolong mamah lagi dinodain ini sama dua binatang, uggh rudalnya di bool dan serambi lempit aku”

Saya dan Wilton semakin bersemangat menggenjot Diah, sampai Wilton memberi isyarat untuk gentian, sepertinya dia kerepotan harus menggendong Diah.

Kami pun berganti posisi, saya pun tak mau kerepotan harus menggendong Diah, maka saya bertumpu di tangga tepi kolam dan meminta Diah naik juga sambil bertumpu di tiang tangga. Diah pun lalu duduk di paha saya sambil memaukan rudal ke serambi lempitnya sementara Witlon sambil berdiri memasukan rudal ke bool Diah.

Tiba-tiba Fadli berjalan ke arah kami, lalu seletah sampai dia duduk di pinggi kolam tepat di samping saya.

Fadli:” Isep rudal aku mah” meminta Diah menghisap rudalnya.

Diah pun segera memegang rudal Fadli suamina dan memaskukan ke mulutnya.

Dewi pun menghamiri kami, sedang ida kulihat duduk di kursi lagi.

Wife:” hehe, Kak Diah, suamimu panas kayaknya liat kamu dikerjain suami aku dan suami Ida hehe”

Diah pun melihat kea rah wajah suaminya, lalu melepas rudal suaminya dari mulutnya dan hanya mengocok-ngocoknya.

Diah:” kenapa Pah, kamu cemburu…ini bekas anak buahmu aduh rudalnya lagi ngaduk-ngaduk heunceut aku Pah, maka dari tadi nenen terus” sambil mengelus kepalaku yang sedang menetek di toketnya.

Fadli:” Papah cemburu Mah, sama seperti Papah dulu juga cemburu sama selingkuhan mamah”

Diah:” Aghh enak banget ternyata Pah, dimasukin 2 rudal sekaligus ugh…,coba papah dulu juga bisa liat aku menyetubuhi sama selingkuhan aku”

Fadli:” aghhh, aku keluar” pujuhnya muncrat ke lengan istrinya.

Diah:” Si papah tumben cepat keluar” sambil mengurut rudal suaminya.

Sementara Dewi istri sayaduduk di sebelah Fadli.

Wife:” Mbak Diah koq bisa selingkuh, padahal rudal suaminya oke loh, bengkok hitam dan lumayan gede, kaya juga”

Diah:” uggggh, ia genjot terus ah…ia Wi tapi kurang ganteng hehe, gak kayak suamimu”

Wife:” itu kan factor umur saja Kak hehe, nanti kalau makin tua jadi jelek juga haha”

Fadli:” jadi maksud kalian aku jelek he” sambil menarik kepala Dewi dan melumat bibirnya.

Wife:” Aggh mmmph,aduh om maen cium bibir aku aja depan suami aku”

Sambil menoleh ke saya dan tersenyum.

Diah:” Biarin Wi, rudal lalku loe aza sedang ada di serambi lempit gue, nah kamu Cuma dicium aza sama suami aku protes” kami semua pun tertawa.

Diah:” Kalian belum pada mau bucat, aku udah dua kali loh, uggghh ,jangan banyak-banyak kamu nyupangin aku Dendi”

Kebetulan saya sedang asyik menyupangi leher Diah.

Diah:” Ia, gitu remesin terus susu aku mas” Witon kini meremas kedua susu Diah sambil memenyetubuhi boolnya dari belakang.

Diah:” Aghhh, memang enak banget Wi dimasukin rudal depan belakang, aggghh”

Saya dan Diah dapat kini merasakan guncangan yang semaikn cepat dari Wilton.

Diah:” Mas kamu mau keluarkkah”

Wilton tidak menjawab hanya mendengus semakin keras saja.

Diah:” Bucatin di dalam aza, atau mau gentian kamu diheunceut aku dan Dendi di bool lagi?

Tapi tiba-tiba Wilton menarik rudalnya dari anus Diah lalu menyemprokan pejunya di belakang kepala Diah.

Diah:” Aghhh, kenapa di kepala mas..” Wilton tidak menjawab hanya menyeringai lalu menceburkan diri ke kolam.

Diah:” kamu belum mau bucat?

Saya:” Paling bentar lagi”

Diah:” lanjutin ngewenya di gazebo aza yuk”

Lalu diah berdiri dan melepaskan rudal saya, lalu berjalan menuntun suaminya. Dewi istri saya pun menuntun saya menuju Gazebo.

Wife;”Ida Ikut ke sana(Maksudnya Gazebo”

Ida:” Di sini saja dulu Kak, sambil nunggu suamiku”

Kami pun berjalan menuju Gazebo.

Diah:” Ayo Den lanjutin, kalian gak ikutan” sambil bertanya ke Dewi dan Fadli suaminya.

Mereka menggelengkan kepala.

Diah:” Ayo Den, biarin aza ditontonin, kita tuntaskan, serambi lempit aku sudah nyut-nyutan lagi minta dimasuki rudalmu hehe”

Sambil terlentang di tengah Gazebo.

Saya pun segera memposisikan diri diantara 2 kaki Diah, lalu saya taruh dipinggang saya.

Kembali saya menyetubuhi Diah dengan ditonton istri saya dan Fadli suami Diah.

Saya lihat istri saya sedang mengocok rudal Fadli yang memang tadi tak memakai celananya lagi.

Diah:” Ayo Den, cium aku, aku sange berat”

Saya pun setengah menindih diah dan segera melumat bibirnya.

Diah:” Mmmph oh, enak Den, ngewe sama kamu beda banget”

Saya:”Beda gimana Diah?

Diah:” Kamu ganteng sich, aku nafsu” sambil melumat bibirku lagi.

Saya:” Aku juga, kamu semok banget, bibir kamu ini tebal nafsuin banget” sambil berbisik ditelinga Diah lalu saya melumat bibir tebalnya. Kami berciuman cukup lama sambil rudal keluar masuk di serambi lempitnya.

Diah:” sambil diremes toket aku Den” saya pun meremasi kedua toket Diah yang berukuran jumbo dengan kedua tangan saya.

Diah:” agh anjing enak banget, dipilin puting susunya Den”

Saya:” Aku dah gatahan ..”

Diah:” Barengan ya, buang di serambi lempit aza, aku gak pakai obat apapun, aku mau hamil sama kamu” berbisik pelan di telinga saya.

Entah betul atau tidak yang diucapkanya saya focus menggenjot Diah.

Diah:” Agghh terus entot yang Den”

Saya semakin mempercepat genjotan saya.

Diah:” Agggh aku keluar…” sambil mengejang dan melumat bibir saya lagi.

Saya:” Aku juga Diah aggh”

Diah:”gila.enak, bucatin aza Den”

Saya pun merasakan sesuatu mendesak di rudal saya lalu akhirnya jebol crroooo…crooot… peju saya memenuhi serambi lempit Diah.

Diah:” Hangat sperma kamu Den, moga jadi anak” sambil berbisik di telinga saya”

Saya pun roboh menimpa badan Diah.

Kami terdiam beberapa saat, sementara saya lihat rudal Fadli sudah menegang lagi dan sedang keluar masuk mulut istri saya.

Diah:” Berat agh Dendi, ayo bangun” saya pun segera bangkit begitu juga Diah.

Masih dalam keadaan telanjang kami bergeser duduk sedikit ke sudut. Saya melihat kea rah kolam Ida dan suaminya sudah tidak ada, mungkin sudha kembali ke kamar.

Diah:” Ayo Pah, Dewi pindah ke tengah, giliran kalian sekarang yang show, hihi, ia gak Den”

Saya hanya membalas dengan senyuman. Tampak Fadli yang sudah tidak sabar, menuntun Dewi istri saya untuk pindah ke tengah.

Kini mereka sudah ada dan duduk di tengah Gazebo.

Fadli:” Bu Dewi, saya buka ya bajunya” tanpa menunggu jawaban istri saya, Fadli mencopot kaos istri saya. Istri saya hanya diam menurut saja.

Fadli:” Kutangnya juga Om lepas ya Bu Dewi” Dewi hanya mengangguk, lalu Fadli mencopot kait bh istri saya yang ada dibelakang. Terlepas lah bh istri saya, lalu dilemparkanya ke arah saya. Kemudian Fadli mendorong Dewi hingga terlentang dan segera menindihnya. Mulutnya segera mencapolok toket Dewi.

Wife:” Agh..jangan digigit om puting aku” Fadli tak menghiraukan tapi terus mencucup puting susu istri saya dengan begitu semangat.

Fadli:” Masih ada ini air susunya,nyami aum”

Wife:” Isepin aza om…he geli ah” sambil meremas dan menjambak rambut di kepala Fadli yang sudah jarang.

Fadli tampak sangat rakus ia hisap dalam-dalam puting susu istri saya sampai Dewi kegelian.

Fadli kini duduk dan menarik celana jeans istri saya sampai terlepas, hingga istri saya tinggal mengenakan hijab dan celana dalam saja. Celana dalamnya pun segera ditarik hingga lepas oleh Fadli. Sempat pula ditempelkan ke hidungnya dan dihirup dalam-dalam.

Wife:”Ih, geli om, cangcut aku koq dihirup , seneng banget kayaknya ngehirup bau cangcut”

Fadli:” Bukan bau cangcut tapi wangi serambi lempit haha” sambil melempar cangcut istri saya tepat kepangkuan saya.

Saya pun ikut-ikutan menghirup bau dicangcut istri saya.

Istri saya yang melihatpun segera berkomentar.

Wife:” Papah ketularan Om Fadli, cangcut mamah pake dihirup segala”

Saya:” penasaran saja mah, seperti apa, ternyata bau apek”

Wife:” Enak aja, itu bau sempakmu pah hehe”

Sementara tangan Fadli terlihat mulai membelai serambi lempit istri saya sambil memainkan bulu jembutnya.

Fadli:” Sudah rapih ya…”

Wife:” Apanya om, Baok aku, ia aku rapikahkan tadi waktu mandi”

Fadli:’ Ia,hehe bikin aku nafsu” segera Fadli membenamkan kepalnya di serambi lempit istri saya.

Wife:” Ah..kumisnya om ngegesek itil aku” sambil merapatkan kakinya.

Fadli tidak ada berkomentar tapi terlihat menjulurkan lidahnya sepanjang mungkin mencoba memasuki bibir serambi lempit Dewi.

Wife:” Aghhhh, kampret geli Pah, Kak Diah, lidah dan kumis suamimu kena itil aku” sambil memegang erat kepala Fadli.

Diah:” Nikmatin Dewi, suami aku bilang ke aku sebelum ke sini dia ngebet sekali sama kamu jadi jangan heran kalau dia maunya menyetubuhiin kamu terus hehe…istrimu tak pinjam dulu ya Den buat muasin birahi suamiku” sambil Diah menepuk paha saya.

Saya:’ Tidak apa, serambi lempit istrinya pun bisa saya cicipi” sambil tangan saya meraba serambi lempit Diah yang duudk bersila.

Diah pun sontak kaget.

Diah:’ Akh tanpa permisi maen pegang serambi lempit orang aza”

Saya:” habis telanjang, ya langsung nyasar kesitu”

Sementara itu terdengar erangan kenikmatan dari Dewi istri saya yang serambi lempitnya sedang dikerjain lidah Fadli.

Wife:” Aggggh, anjing enak Pah, lidah Fadli keluar masuk heunceut mamah”

Diah:” Mantap Wi…bikin dia bucat Pah” Diah memberi semangat ke suaminya.

Fadli berusaha melebarkan kaki Dewi agar lidahnya semakin leluasa mengerjai serambi lempit Dewi.

Fadli:” Bu Dewi, kita posis 69 ya”

Wife:” Tapi Om Fadli ya di bawah ya”

Mereka pun bertuka posisi dengan Fadli terlentang di bawah dan istri saya yang di atas badan Fadli dengan posis 69 mereka kini saling menjilati kemaluan lawan mainnya.

Istri saya mulai memainkan rudal Fadli, lalu memukul-mukulkan ke pipinya dan akhirnya memasukan ke mulutnya sedang Fadli memainkan lidahnya di serambi lempit Dewi.

rudal Fadlli tampak semakin menegang, sementara sambil meremas-remas pantat istri saya lidah Fadli masih bermain-main di serambi lempitnya.

Wife:” Akh, aku gak kuat om..heunceut aku basah…agghhh” tampak Dewi mengejang mendapatkan orgasmenya yang pertama.

Terlihat mereka terdiam untuk sejenak, sambil mengambil nafas. Lalu tampak Fadli memberi kode ke istri saya untuk turun dari atas badannya.

Istri saya pun turun dari badan Fadli lalu mengambil posisi nungging.

Fadli lalu dengan posisi setengah berdiri di belakang dewi dengan bertumpu di kedua lututnya menempatkan rudalnya tepat di lubang serambi lempit Dewi..dan bleess seketika Dewi mendesah tanda rudal Fadli sdh berhasi menembus serambi lempitnya.

Wife:” Aghh Om, genjot, enak Kak Diah, Pah, ewe aku om”

Fadli:” Ia Bu Dewi saya ewe serambi lempit ibu, seperti tadi suami ibu menggagahi istri saya”

rudal Fadli pun keluar masuk serambi lempit istri saya, suara desahan dan erangan cukup nyaring terdengar.

Fadli:” Pak Dendi heunceut istrimu memang nikmat”

Wife:” Agh Pah enak rudal Om Fadli”

Diah:” Heuncuet aku juga nikmat kan Den”

Saya:” ia pasti dong” sambil tanganku iseng nyolok serambi lempit diah lagi.

Diah:” Agh, kamu ini geli ih”

Sambil memegang pantat Dewi, Fadli memaju mundurkan pantatnya.

Wife:” agggh…agghh…kencengin om, aggh Pah enaknya ewean sama Om Fadli” Dewi seperti memanasi saya.

Saya berusaha tidak terpancing, saya harus menyimpan stamina buat Nina.

Tampak genjotan Fadli semakin cepat saja.

Wife:” Om mau bucat kah”

Fadli:” Ugggh ia bu Dewi…keluarin di serambi lempit?

Wife:” Biasanya juga om gak pernah nanya langsung dikeluarin aza, ia di serambi lempit aza”

Fadli:” Agggh bentar lagi” plok..ploook…plook…buniy benturan paha Fadli dan pantat Dewi terdengar cukup nyaring.

Tiba-tiba Fadli membenamkan dalam-dalam rudalnya di serambi lempit istri saya.

Fadli:”aaaagh terima pejuku bu Dewi” Crooot…crooot…crooot

Wife:” Agh Om, aw..aw..agh”

Lalu Dewi terlungkup dengan dipeluk oleh Fadli dari belakang, keduanya Nampak ngos-ngosan.

Beberapa saat kami semua terdiam sampai akhirnya Fadli jatuh terlentang. Sementara Dewi bangun mendekati saya, lalu duduk di sebelah saya.

Saya:” lemes mah…?

Wife:” Ya, lemes Pah, habis dientot” lalu menjatuhkan kepalanya yang masih pakai hijab dipangkuan saya.

Diah tampak berdiri menuju suaminya.

Diah:” Dendi, Dewi aku duluan ya sama suami ku mau bersih-bersih di kamar, ayo Pah”

Fadli tampak sedikit enggan tapi berdiri juga, tanpa banya bicara dengan dituntun istrinya Fadli berjalan keluar gazebo dan meninggalkan kami.

Saya:”Ayo mah kita mandi di sini apa di kamar”

Wife:” Di kamar saja pah, tapi gendong ya, lemes hehe”

Saya:” Jauh mah, sampai tangga aza ya”

Wife:” Ia dech letoy…”

Saya segera mengendong istri saya, tapi lupa pakaian kami masih berserekan di mana-mana.

Saya:”Kumpulin baju dulu mah”

Wife:” Biar mamah aza” istri saya pun memenguti pakaian kami termasuk yang ada dekat kolam.

Lalu saya menggendong istri saya sampai tangga, dan kembali ke kamar kami.

Sesampainya di kamar kami segera masuk ke kamar mandi.

Saya lihat istri saya segera duduk di closet dan cuuurrr…rupanya dia kencing dengan derasnya.

Wife:” hehe, lega Pah, dari tadi pengen kencing” sambil mencuci serambi lempitnya.

Saya:” Papah isi bathubnya dulu ya…”

Istri saya hanya menganggukan kepalanya.

Akhirnya kami pun mandi padahal yang kedua kalinya hari ini.

Selesai mandi dan berpakaian kami duduk di sofa.

Wife:”Pah, minta anterin makanan dong ke Sari atau Nina”

Saya:” Ok mah, biar papah ke bawah dulu”

Saya pun segera turun, tapi tidak menemukan Sari dan Ninna hanya ketemu Maman. Ternyata Nina dan Sari lagi keluar untuk belanja. Terpaksa saya membawa makanan sendiri.

Akhirnya kami pun makan di kamar lalu pergi istrihat untuk tidur. Saya sengaja membiarkan istri saya tidur duluan karena ada niat lain yang tersembunyi.

Setelah memastikan Dewi tidur saya pun turun ke lantai satu. Suasan begitu sepi, sepertinya lagi istirahat semua. Saya pun keluar dari villa dan memilih nongkrong di depan duduk di ayunan.

Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak saya., ternyata Sari .

Sari:” Pak Dendi malah tidur di sini? Rupanya saya ketiduran.

Ternyata Nina juga ada di sebelah Sari, mereka membawa beberapa bungkusan belanjaan.

Saya:” Jam berapa ini? Kalian baru pulang belanja?

Sari:” Ia baru pulang, jam satuan paling”

Berarti cukup lama saya tertidur.

Saya:” Ayo, saya bantu angkat belanjaannya” saya pun membantu membawa belanjaan mereka.

Saat lewat ke ruang makan saya lihat ada Ida yang sedang makan siang. Saya pun melewatinya saja, dia sempat melirik saya.

Setelah menaruh belanjaan saya segera pergi dari dapur tanpa permisi, saya tidak nyaman karena ada Ida tadi.

Saya pun segera menuju meja makan dan duduk di samping Ida.

Saya:” Kemana suamimu?

Ida:” Tidur Pak” sambil tidak melihat saya dan memasang wajah judes.

Saya:” Ya udah saya temenin makan ya”

Ida tidak menjawab tapi terus melanjutkan makan.

Ida pun akhirnya selesai makan.

Ida:” Bapak gak makan siang? Oh ya bu Dewi kemana?

Saya:” Sudah tadi kami makan di kamar, istri saya tidur saya bosan di kamar”

Ida:” Oh, saya balik ke kamar, mau tidur siang juga” sambil berdiri

Saya:” Ok bebz” sambil saya tepok pantatnya.

Ida:” Hemmpz, ya udah aku ke atas”

Saya:” Ok” syukurlah dia cepat pergi.

Saya pun segera menuju dapur, saya lihat Sari dan Nina sedang masak.

Sari:” Maaf pak, telat, masih masak, tadi si ibu makan masakan tadi pagi?

Saya:” Oh Ida, ggp yang penting nasinya panas, jadi kalian masak buat makan siang, orangnya juga pada tidur?

Sari:” Ia gpp, sekalian buat nanti malam, tinggal kita panaskan”

Saya:” Kayaknya nanti malam kita pada pergi dech, tapi ggp masak saja”

Mereka meneruskan masak tanpa memberi tanggapan lagi.

Saya:” Saya duduk di sini lah” sambil duduk di kursi tepat bweberapa meter dari tempat mereka masak.

Sari:” Wah aku tau nich…biar aku aja yang masak, mereka pergi loh nin nanti malam gak ada waku lagi, lagian kamu perlu uang juga kan?

Nina yang dari tadi diam tak banyak bicara pun menoleh ke saya.

Nina:” Bapak nungguin saya?

Saya:” Jadikan?

Nina:” Saya terserah bapak….

Sari:” Udah, ggp aku saja sendri yang masak, ayo sana” sambil meneupk pantat Nina.

Nina:” Dimana?

Sari:” Di kamar kamu lah, tapi jangan terlalu berisik, suamiku dan anak-anakku lagi tidur, suami sich gpp, paling kalau denger ngajak juga sama aku, tapi anak-anak”

Nina:” Ia”

Saya:” Aku gak berisik koq, kayak kita kemaren, atau kamu mau ikut sekalian Sar?

Sari:” Memang bapak kuat?

Saya:” Kuat, saya ada ini jamu dari Pak Bob”

Sari:” Enggak dech saya, report harus ijin suami dulu, udah kalian berdua, eh mana jamunya biar saya seduhin”

Saya pun memberikan jamu yag diberikan Pak bob ke Sari.

Nina:” itu jamu appan memang pak’

Saya:” Jamu kuat” sambil kembali duduk di kursi.

Nina:” Jamu kuat?

Sari:” Ia, jamu kuat, kuat ngewe hehe, biar rudalnya Pak Dendi ngaceng terus, jadi keras nanti waktu masuk momok kamu”

Saya cukup kaget Sari berani ngomong begitu.

Nina:” Ikh teteh maksud aku Pak Dendi kan belum tua kayak Pak Bob, memang perlu”

Sari menjawab duluan sebelum saya menjawab pertanyaan Nina.

Sari:” Kan Pak dendi tadi pagi habis menyetubuhi tuch di kolam, pasti capek jadi minum jamu”

Saya:” Ia, biar balik lagi stamina saya, rugi saya kalau loyo”

Nina:” Oooh”

Sari:” Ini Pak diminum dulu” sambil mengantar jamu dan menaruhnya di meja.

Saya menenggaknya sampai habis.

Sari:” Udah siap tuch, ayo Nin bawa pak Dendi ke kamar mu”

Nina tampak masih agak malu-malu.

Sari pun menyadari hal itu.

Sari:” udah rileks aza, aku saja kemaren begitu, apalagi aku ada suamiku, sementara kamu suami kamu gak tahu”

Nina pun berjalan menuju ke saya.

Nina:” ayo pak”

Bersambung… Saya pun mengikuti Nina yg menuju ke kamarnya. Saat itu Nina mengenakan rok panjang putih longgar jadi sebenarnya pemandangannya biasa saja dan kaos hitam lengan pendek.

Akhirnya kami pun masuk ke kamar. Ternyata kamar yg ditempati Nina lebih kecil dari yg ditempati Sari tapi kamar mandi tetap ada di dalam. Nina menyuruh saya duduk di tepi ranjang. Sementara dia berdiri hendak melepas bajunya.

Wah sangat terburu-buru.

Saya segera memeluk Nina dan menyeretnya ke ranjang. Lalu saya dudukkan di tepi ranjang, dan saya cium bibirnya. Nina memejamkan kedua matanya.

Nina:” Ini pertama kali aku dicium bukan oleh suami”

Saya:” Sama Pak Bob”

Nina:” Ikh amit-amit, paling dicolek pantat sama susu saja yang pernah”

Saya:” ohhh” lalu bibir saya beralih menjilati lehernya kemudian bergerak ke telinga.

Nina:” aghhh, geli, Pak, jangan dicupang ya”

Saya:” Ia nggak” saya memang tidak berniat memberi cupangan karena pasti akan jai masalah bagi Nina nanti kalau ketahuan suaminya.

Kulit Nina memang putih jauh lebih putih dari Sari dan istri saya.

Saya pun menghentikan jilatan di kuping Nina karena takut kebablasan nanti memberi cupangan.

Saya mengangkat kaos Nina dan Nina pun mengangkat kedua tangannya ke atas membantu saya melepaskan kaosnya.

Kini kulit putihnya benar-benar terlihat, begitu mulus, memang luar biasa, saya tidak salah pilih.

Kini bagian atas Nina terbuka hanya tertutup bh warna cream. Payudara Nina tidak terlalu besar sesuai lah dengan badannyaa yang mungil. Saya pun kini mendorong Nina hingga terlentang dan mulai menjilati lehernya dan turun ke arah dadanya.

Nina pun terus mendesah.

Nina:” Aggh, saya lepas kutang saya Pak Dendi?

Saya:” biar dulu, biar nanti saya yang lepas kutang Nina” sambil menjilati payudaranya yang bagian atas yang tidak tertutup bh.

Nina:” Ohhh, jangan dicupang ya Pak” Nina mengingatkan saya berkali-kali, khawatir saya memberinya tanda merah.

Saya hanya menganggukan kepala saya.

Saya memberi kode kepada Nina untuk mengangkat sedikit badanya dan tangan saya segera bergerak kepunggungnya dan melepaskan kutangnya Nina. Setelah lepas saya pun menghirup kutangnya, seperti yang biasa dilakukan Fadli, bikin saya penasaran juga.

Nina:” Ikh, koq dihirup kutang saya?

Saya:” kenapa memang? Sambil melempar kutang Nina ke lantai.

Nina tidak menjawab tapi kembali rebahan.

Kini kedua toket Nina terbuka tanpa menutup. Meski tidak terlalu besar ternyata puting Nina sangant besar. Putingnya Coklat kehitaman.

Saya pun segera menghisap Puting Susu Nina dan saya merasakan ada cairan yang keluar, ternyata ada asinya.

Saya:” Kamu menyusui?

Nina:” Ia, anak saya masih satu tahun” Wah bonus ni segera saya menghisap kuat-kuat puting susunya Nina.

Nina:” Aghh, pelan pak isep pentil nenennya agggh geli”

Saya:” Saya suka sekali loh, yang ada asinya”

Nina:” Ia Pak…laki-laki memang gitu, suami saya juga rebutan sama anaknya kalau nenen hehe” Nina tertawa geli.

Saya:”manis, anget lagi dari sumbernya nyam…”

Saya kembali mengihsap puting susu Nina dari kanan lalu pindah kesebelah kiri.

Nina:’ Agghh jangan dicupangin ya Pak, ketahuan suami saya bisa-bisa saya diceraikkan”

Saya:’ Jangan takut saya control koq”

Nina:”soalnya Teh Sari bilang bapak banyak banget memberi cupangan sama dia, jadi Nina sedikit takut maaf ya”

Saya:” Oh, gak usah khawatir, kalau sama Sari saya beri dia cupangan yang banyak karena suaminya tahu istrinya aku entotin”

Nina:” Aw…pentil aku koq digigit…” sambil melihat puting susunya.

Saya:” maaf tidak sengaja” sambil duduk dan meremas-remas kedua susunya Nina.

Saya sekarang menarik lepas rok Nina, sehingga sekarang hanya celana dalam warna merah berenda dengan motif bunga-bunga yang masih melekat di badanya.

Saya mengelus perlahan paha Nina lalu bergerak ke pangkal pahanya, saya sentuh serambi lempitnya dari luar cenala dalam dan saya elus-elus. Ternyata sudah sedikit basah.

Nina:” Basah ya Pak, abis aku keenakan pentil aku diisep-isep sama bapak”

Tiba-tiba pintu kamar diketuk.

Saya:” sialan siapa sich” sambil segera bangun. Semntara Nina segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Saya menuju pintu dan sementara Nina bertanya siapa di luar.

Nina:” Siapa ya?

Sari:” Aku sari, bukain dulu…”

Saya pun membuka pintu.

Saya:” Oh Sari, ia ada apa Sar, mau ikutan kah?

Sari:” hehe bukan, bukan mau ikutan ewean hehe, itu Pak ada Pak Bob datang bawa cewek muda cantik lagi”

Saya:” Hah, dia datang juga?

Sari:” Ia, sudah masuk ke kamarnya, minta saya anterin minuman ke kamar”

Saya:” Cuma ngasih tahu itu aja?

Sari:” Ia…”

Saya:” Ya sudah makasih infonya”

Sari:” Ia, maaf keganggu ya, udah berapa kosong, Nin uda dirojok belum momok kamu?

Nina:” teteh Ini, hehe baru mau”

Sari segera menarik pintu dan menutup dari luar.

Saya pun segera mengunci pintu biar aman lalu naik ke ranjang.

Nina:”Pak Bob bawa cewek lagi ya katanya..?

Saya:” ia, jadi penasaran….”

Nina:” Penasaran pengen ngewein juga ya hehe”

Saya:” Kayaknya kamu terakhir, nanti malam kami mau jalan” sambil menarik selimut Nina dan merebahkan badanya.

Nina:” Aku lepas cangcut aku ya Om eh Pak”

Saya menganggukan kepala saya. Nina pun segera melepas celana dalamnya dan melemparkan ke lantai.

Lalu dia rebah dan mengangkangkan kaki lebih lebar.

Saya:’ kamu tahu aza, langsung dilebarkan”

Nina:” Biar gini-gini juga aku sering liat di film bokep Pak dendi kalau ceweknya mau dijilatin momoknya langsung ngangkang dech”

Saya:’ Suami kamu sering jilatin serambi lempit kamu”

Nina:” Doyan dia jilatin momok aku, sering nontn bf kalau pas mau ewean trus dipraktekin”

Saya:” Oh, bagus dech”

Saya segera menempatkan diri di selangkangan Nina lalu saya menurunkan kepala say a dan mulai menjilati serambi lempit mungilnya, bulunya pun tidak terlalu lebat, seperti dicukur serapi mungkin. Nina mulai mendesah seiring lidah saya yang beberapa kali masuk ke dalam serambi lempitnya.

Nina:” Ugggh Pak Dendi, enak banget, lidah pak Dendi koq panjang ya kayak anjing aduh masuk ke serambi lempit dalem banget”

Saya berhenti sejenak.

Saya:”enak aza lidah saya disamain sama Lidah anjing”

Nina:” Maaf ah…itil saya jangan digigit”

Saya:” Biarin…”

Nina:” Pak boleh nanya sesuatu gak”

Saya pun berhenti kembali…

Saya:” Nanya apa..”

Nina:” Koq bapak tega biarin istrinya dinikmatin rame-rame”

Saya:” Karena saya juga jadi bisa nikmatin serambi lempit yang lain selain serambi lempit dia, yang saling menguntungkan lah, Cumabuat fun doang”

Nina:” Terus rasanya gimana Pak, liat istrinya digagahin orang lain”

Saya:” Ya, cemburu juga tapin campur nafsu”

Nina:” Kalau suami aku liat aku digagahin Pak Dendi gimana ya, paling syok dia hehe”

Saya:’ Boleh dicoba..”

Nina:” Nggak ah…enak disitu pas diitilnya” karena tiba-tiba saya kembali melakukan serangan di serambi lempit Nina. serambi lempit Nina pun sudah banjir.

Saya melepas baju juga sekaligus celana panjang dan celana dalam saya.

Nina tampak sedikit terkejut melihat Kontlo yang sudah tegak.

Nina:” rudal bapak sdh melegeung aza, gede dan panjang banget pantes katanya teteh Sari ketagihan”

Saya:” Dia bilang gitu”

Nina menganggukan kepalanya lalu duduk jongkok tepat di depan rudal saya.

Lalu segera memasukan ke mulutnya, sepertinya dia sudah sangat lihai, mungkin berkat dia sering nonton BF kali.

Jilatannya juga memang nikmat.

Saya:” Agghh..nikmat sayang kamu pinter banget” sambil menekan rudal saya lebih dalam ke mulutnya sampai Nina tersedak.

Nina:” Emmp Pelan ya Pak..kesedak saya”

Saya pun pelan mendorong rudal saya keluar masuk mulut Nina.

Lebih kurang 10 menitan, saya pun meminta Nina untuk turun dari ranjang dan nungging dengan berpegangan ke pinggir ranjang.

Lalu saya menempatkan badan saya dibelakang Nina, sempat saya tepuk pantatnya beberapa kali, tidak besar tapi padat.

Nina:” Aw…sakit pak” Pantat Nina menjadi merah karena saya tampar. Ah biarlah mudah-mudahan tidak kelihatan oleh suaminya.

Saya segera menempatkan rudal diantar belahan serambi lempit Nina dan mendorongnya perlahan…bleesss.

Nina:” Emmmmh eughh” Ploook…plooook saya pun segera menggenjot serambi lempit Nina. serambi lempitnya begitu sempit dan menjepit sekali lebih ikmat dari serambi lempit Sari.

Sambil memegang pantat Nina saya memenyetubuhi serambi lempit Nina dari belakang, Nina pun mengimbangi gerakan saya dengan memaju mundurkan pantatnya.

Nina:” Aghhh Pak, enak.. rudal bapak nyogong sampai ke Rahim saya ahhh”

Saya :” serambi lempit kamu sempit banget Nin kayak perawan aja, bikin ngilu”

Nina:” rudal bapak yang gede tambah panjang akhh, ternyata selingkuh itu memang nikmat”

Plok…plokk…bunyi pantat Nina yang berbenturan dengan Paha saya.

Nina:’ Aggh pak Dendi” tiba-tiba badannya terlungkup ke kasur…rudal saya seperti disemprot cairan di dalam serambi lempitnya.

Saya mengangkat badan Nina ke kasur dan merebahkannya. Mata Nina terpejam.

Nina:” uh enak banget Pak, mungkin karena rudal lakinya gede ya…”

Nafasnya terlihat sedikit tersengal-sengal.

Saya segera melebarkan kedua Paha Nina dan kembali memaskukan rudal saya.

Nina:” Aghhh pelan Pak” saya kali ini memang menggenjot dengan lebih kencang.

Tiba-tiba ponsel saya berbunyi.

Saya:” Sialan, siapa lagi, jangan-jangan istri saya” saya menggumam sendiri.

Nina:”Jawab dulu pak, cabut aza rudal bapak”

Saya pun segera bangun dan mengambil ponsel saya. Ternyata panggilan dari Heni. Saya sedikit terkejut, ngapain Heni telepon. Sayapilih mode diam saja.

Nina:” Koq gak dijawab”

Saya:”Gak penting, bukan dari istri saya juga, ini serambi lempit yang lebih penting” sambil tangan saya mengelus serambi lempit Nina”

Nina pun tersenyum…

Nina:” ya udah masukin lagi ke serambi lempit saya”

Saya pun segera memasukan rudal saya dengan dibantu oleh tangan Nina.

Nina:” Penuh banget pak, serambi lempit aku kayak disumpal apa gitu ohhh..god”

Ploook…ploook.. saya pun segera menggenjot Nina lagi melanjutkan apa yang tertunda tadi.

Nina:” Ia Pak, enak, ohhhohhh”

Saya:” Ughhh enak banget serambi lempit kamu nin” memang serambi lempit nina begitu nikmat semua serambi lempit cewek yang ada di villa ini kalah termasuk serambi lempit Dewi istri saya sekalin bisa ngempot. serambi lempit Nina terasa begitu sempit dan meremas rudal saya dengan begitu kuat.

Saya pun mendekap badan Nina dan mencium bibirnya.

Saya:” Saya gak kuat Nin, keluarkan di dalam apa di luar?

Nina:’ Barengan Pak di dalam serambi lempit aku saja, aman koq bukan masa subur aku, kalau lagi subur pasti bapak saya suruh pakai kondom”

Saya pun menggenjot serambi lempit Nina semakin kencang..ranjang pun berderit dengan cukup kencang.

Nina:” Agggh, ayo Pak keluarin..Nina gak kuat” tubuh Nina mengejang, tangannya memeluk pinggang saya dengan sangat kuat.

Selang beberapa saat saya pun mengejang dan crooot…crooot…peju saya pun mengisi serambi lempit Nina.

Nina:” Agh..aghh…aghh.aaagh” setiap semprotan peju saya Nina mendesah…

Kami terdiam beberapa saat..sampai Nina memberi kode bahwa badan saya terasa berat menindihnya.

Saya pun berguling ke samping Nina.

Nina:” Enak banget selingkuh, ewean sama Pak Dendi, kalau gini gak dibayar juga rela, nikmatbanget pak”

Saya:’ Aku juga Nin, kapan-kapan kita harus ketemu lagi, serambi lempitmu nikmat banget padalah udah punya anak satu”

Tangan Nina mengelus-elus rudal saya yang mulai layu.

Nina:” Tadi gagah banget ini rudal bikin serambi lempit aku kelojotan, sekarang lemas hehe”

Saya tidak menjawab tapi hanya memejamkan mata saya, tapi saya sedikit khawatir Dewi bangun dan mencari saya.

Saya pun pamit ke Nina untuk ke kamar mandi. Nina sepertinya masih kelelahan dia hanya rebah sambil mengangkang lebar.

Saya pun mandi sebentar lalu memakai pakaian saya lagi, ternyata Nina malah tertidur. Saya pun menaruh sejumlah uang yang sudah saya janjikan di samping Nina. Saya memang membawa sejumlah uang tunai lebih karena memang sudah saya persiapkan siapa tahu di puncak dapat sabetan hehe.

Saya pun kembali ke luar dari Kamar Nina, tak ku jumpai Sari, hanya saat lewat kamarnya terdengar desahan danderitan ranjang, lah rupanya sari juga lagi memadu birahi dengan suaminya.

Saat lewat meja makan saya menjumpai Pak bob sedang makan dengan seorang perempuan sepertinya masih muda di bawah 30 tahun tinggi semampai dengan rambut dijepit keatas memakai jepitan. Lehernya jenjang dan kulitnya putih, memakai blazer dan rok mini seperti cewek kantoran. Melihat saya pak Bob berdiri dan memamnggil saya.

Pak Bob:” Pak Dendi tunggu sebentar, perkenalkan ini Dina sekertaris pribadi saya”

Saya pun mengulurkan tangan..sementara Dina masih bengong melihat saya, dan setelah dekat saya pun kaget karena saya mengenal dia, ini sih teman kuliah saya waktu kuliah di pasun**n dulu, memang usia dia lebih muda dari saya.

Saya pura-pura tidak mengenalnya.

Saya:” Dendi..”

Dina:”Diiina” Dina sepertinya sedikit gugup.

Pak Bob:” Pak Dendi saya mohon maaf, saya sempat pulang ke Bandung jemput Dina buat saya ajak liburan hehe”

Saya:”Oh ggp Bos”

Bob:” Gimana aman? Apa rencana kalian buat nanti malam?

Saya:” Kami rencananya mau keluar, menikmati malam tahun baru, besoknya mungkin langsung pulang mungkin agak siang tapi kalau capek ya lusa”

Bob:” ok lah kalian bersenang-senang, saya jadi gak enak ningggalin kalian”

Saya:” Saya permisi Bos, mau ke atas”

Bob:’ oh ok, ytang lain sepertinya juga lagi pada tidur ya”

Saya:” Sepertinya…” Saya sempat melirik Dina, tapi Dina malah menundukkan keplala menghindari tatapan Saya.

Sayapun kembali ke kamar istri saya.

Saat saya masuk kamar ternyata istri saya sudah bangun dan sedang duduk nonto tv.

Wife:” Papah kemana aza sich, aku laper tahu, tapi males mau ke bawah”

Saya:” papah habis makan mah” ucap saya berbohong, entah kenapa saya belum berani terus terang habis menikmati Nina, paling istri saya juga gak marah.

Wife:” Kirain habis menyetubuhiin Sari” sambil melirik dengan sudut matanya.

Saya duduk disamping istri saya.

Saya:” Mah, ada pak bob di bawah”

Wife:” Masa, akhirnya balik juga tuch orang”

Saya:” Bawa cewek Mah”

Wife:” Cantik? Oh ya Ruri dan popy sudha dipulangkan sama dia?

Saya:” Cantik ia, awalnya itu yang menarik perhatian papah, tapi setelah dikenalin Pak Bob..eh papah kenal orangnya”

Wife:” Masa sich, memang siapa ?

Saya:” Dina teman kuliah Papah, dulu dia datang dengan suaminya ke pernikahan kita loh, tapi ungkin karena Cuma selewat mamah gak bakal kenal”

Wife:” Hah, masa, ternyata Bandu** itu kecil ya Pah, teman Papah bisa ketemu Pak Bob, apa dia jual diri juga yak ke Pak Bob?

Saya:” Kata Pak Bob Dina sekertaris pribadinya”

Wife:” Oh…Sekertarisnya, terus reaksinya gimana ketemu dengan Papah?

Saya:” Papah pura-pura gak kenal aza, sepertinya dia agak kaget ketemu Papah”

Wife:” Mungkin pak Bob sdh cerita mengenai kita semua di sini, tapi si Dina pasti kaget banget liat Papah ternyata ada di sini”

Saya:”Ya sudah biar aza, kita siap-siap Mah, berangkat lebih awalkan lebih bagus”

Wife:” Mamah sich udah siap, gimana yang lain Papah telponin dech, terus Pak Bob”

Saya:” Papah udah bilang ke dia”

Wife:” Ya udah kita siap-siap ini udah sore”

Saya pun menelepon Fadli dan Ida untuk bersiap siap. Jam lima Sore kami semua sudah siap dan kumpul di meja makan dan makanan pun sudah disiapin oleh sari dan Nina memang saya yang minta disiapkan, makan malam lebih awal.

Kami semua pun makan malam, tidak nampak Pak Bob, mungkin dikamarnya.

Tepat setelah kami selesai makan Pak Bob muncul sambil menggandeng Dina. Pak Bob hanya memakai celana kolor dan baju kaos tanpa lengan sedang Dina memakai daster warna pink.

Pak Bob pun memperkenalkan Dina kepada kami , kecuali saya tentunya.

Bob:” Waduh sorry semuanya saya baru bisa balik lagi ini”

Fadli:” Santai saja bos, kami ini mau berangkat jalan-jalan soalnya kami sdh sepakat besok siang langsung pulang ke Band***, mau gabung tidak?

Bob:” Wah sebernarnya saya mau, apalgi ditemani ibu-ibu cantik tapi saya malas pasti macet itu, tapi bisa lah kalian cari jalan karena sudah sering kemari, saya di rumah saja sama Bu Dina”

Saya:” Ya sudah ayo kita berangkat”

Kami segera bersiap untuk berangkat, sebelum dicegah Pak Bob.

Bob:” Sebentar ibu-ibu dan bapak-bapak, kalau boleh saya mau minta sesuatu, besok kan kalian sdh mau pulang, boleh tidak saya mencicipi istri-istri kalian untuk terakhir kalinya, sebagai gantinya para suami akan dilayani Ibu Dina”

Kami semua kaget, begitu juga Dina, dia tampak memegang tangan Pak Bob dan berbisik protes.

Fadli:” Wah, tapi bisa lama lagi kalau begitu”

Saya:” Ia, malah bisa gak jadi berangkat” walau sebenarnya penasaran sama Dina.

Bob:” Cuma senetar quickly lah”

Diah:” nanti kami harus mandi lagi Om”

Bob:” quicky bentar saja please, besok kalian sdh pulang”

Fadli:” Ok lah, kita menghargai tuan rumah, quickly, tapi di mana”

Bob:” Di sini aza” tanpa tedeng aling-aling menurunkan celana yang ternyata sdh tanpa celana dalam. rudalnya pun menggantung.

Bob:” Ayo ladies come on “

Para ibu pun saling berpandangan.

Diah:” Ayo, biar cepat tuntas, kita bikin si tua Bangka itu cepat bucat” bersisik ke Dewi ya kebetulan saya di samping istri saya jadi masih bisa mendengarnya.

Bob:” Ayo para bapak, itu Dina, jadi maaf ya Din, Dina ini sudh punya suami juga sdh lama nikah tapi masih beum punya anak, saya sdh mencoba tapi gagal juga, siapa tahu benoh bapak-bapak ada yang bisa membuahi”

Mendengar itu wajah Dina jadi merah padam sedang para lelaki tentu langsung on. Tanpa peduli lagi saya segera menuju Dina dan mendorongnya supaya nugging berpegangan di meja makan.

Fadli:” Bisa saya dulu”

Saya:” Saya dulu lah bos, paling bentar tadi saya habis ngerjain Nina gak bakal lama” setengah berbisik ke Fadli lagian saya gak mau keduluan.

Saya menurunkan celana saya. Saya sempat melihat para Ibu sedang berjongkok dihadapan selangkangan Pak Bob.

Saya pun menaikan daster Dina yang berwarna pink dan sedikit transfaran, bayangan celana dalam hitamnya bisa saya lihat dari luar.

Dina:” Dendi koq kamu dan istrimu bisa ada di sini aw”di beteriak karena saya menaikan dastrnya sampai ke pinggang, saya pun turunkan celana dalam Dina.

Saya:” takdir, gak nyangka saya bakal nikmatin kamu” sambil berbisi di telinga Dina dan menempatkan rudal saya di belahan serambi lempitnya. rudal saya yang belum terlalu tegang langsung keras begitu menempel serambi lempit Dina.

Saya sedikit mencodongkan badan saya dan sambil memeluk Dina saya tekan masuk rudal saya.

Dina:” Agggh..Dendi”

Saya segera menggenjot serambi lempit Dina. rudal saya pun keluar masuk serambi lempitnya dengan cepat, karena memang niatnya juga cepat.

Fadli dan Wilton hanya bisa menyaksikan sambil mengocok-ngocok rudalnya.

Dina:” Aggh,aaagh rudal kamu panjang den”

Saya:” Gak sangka saya bisa ngerasain serambi lempit kamu”

Tangannya pun memainkan itilnya Dina agar dia bisa juga orgasme.

Lidah saya pun bermain ditelinga Dina, dan turun keleher memberi berapa tanda merah. Lehernya mulus sepertinya dia tidak dicupangin Pak Bob.

Dina:” Ahghhh, Dendi enak, panjang sampai ke mulut Rahim heunceut gue ah enak ,cium gue”

Dina sedikit melengok kebelakang, saya pun segera melumat bibirnya.

Dina berbisik di telinga saya.

Dina:” Koq bisa istrimu sama Pak Bob?

Saya:” Eghh nimmat serambi lempit kamu say, oh panjang ceritanya”

Dina:” oggh,sepanjang rudalmu, ayo entot gue yang kenceng, hamilin gue”

Dina mulai meracau, gila juga ni perempuan.

Saya pun semakin kencang menggenjot dia, kini Dina bertumpu ke tembok, karena meja yang dia pakai tumpuan sampai bergeser kena guncangan.

Dina:” Ahhghh enak banget aku dapet, mainin itil gue den, enak banget” Dina pun mengejang.

Saya semakin mempercepat kentotan saya, ternyata agak susah keluar, rudal saya terasa ngilu dan kebas mungkin efek karena belum lama tadi bercinta dengan Nina. Saya berusaha sekeras mungkin sambil saya remas susu Dina kuat-kuat.

Dina:’ Agghh Den sakit toket gue anjing”

Saya:” Dina, terima pejuhku..aggghh” sambil menekan rudal saya dalam-dalam croot..crooot takbegitu banyak keluar. Dina dan saya ngos-ngosan. Saya sempat melihat ke sudut lain Diah sedang nungging berpegangan di tembok dan dikentot Pak Bob.

Dina:” Den enak gak heunceut gue”

Saya:” Enak Din”

Dina:” Moga gue buntingnya sama elo bukan dua temen loe itu” sambil berbisik di telinga saya.

Fadli:” Den, udah cabut gentian” saya pun mencabut rudal saya dan segera digantinkan oleh

Dina kembali mendesah saat rudal Fadli memasuki serambi lempitnya.

Dina:” Aw Den rudalnya koq rada bengkok kayaknya”

Saya:” memang agak bengkok nikmatin saja” Sementara Wilton masih menunggu giliran.

Saya pun membersihkan sisa –sisa pejuh dengan tisu. Lalu kembali memakai celana. Saya bergerak kea rah ibu-ibu sepertinya suasana lebih seru.

Kami bertiga segera berjongkok di depan selangkangan Pak Bob, Diah lebih dulu menggenggam rudal Pak Bob dan sempat dipukul-pukulkan ke pipinya.

Diah:” Gede, item lagi nich rudal” sambil melihat ke saya dan Ida.

Diah pun segera memasukan ke dalam mulutnya.

Kami pun bergantian menghisap rudal Pak Bob. Setelah merasa cukup Pak Bob meminta kami semua bangun dan berjajar di menghadap tembok dan nungging.

Pertama Pak Bob memposisikan dirinya dibelakang Diah, lalu dia menaikan baju kurung Diah sampai ke pinggang, pantat bulat Diah yang tertutup Cangcutnya yang berwarna biru dapat dilihat dengan leluasa.

Pak bob mengelus pantat Diah lalu menyingkap cangutnya ke pinggir dan memasukan rudalnya ke serambi lempit Diah. Pak Bob pun segera memenyetubuhii Diah.

Sementara Saya lihat suami sepertinya sdh selesai menyetubuhi Dina, dia sedang membenahi celananya dan sekarang mendekat kepada kami dan duduk di kursi.

Pak Bob tampak sudah bergerak ke arah Ida, kebetulan Ida di tengah dan saya disebelahnya.

Pak bob menurunkan celana panjang kain milik ida, tampak pantat Ida yang terbungkus cangcut warna Cream.

Dengan menggeserkan tepian cangcut yang ida pakai pak Bob membenamkan rudal hitam nya di serambi lempit Ida sambil meremas pantat Ida.

Bob:” serambi lempit Si ibu pendiam ini memang sedap, favorit saya” plook…pllokkk bunyi benturan paha pak Bob dengan pantat bulat Ida.

Ida:” agggh..uhgggguh” Ida pun tak tahana untuk mendesah saat rudal Pak Bob membelah serambi lempitnya. Sementara kulihat Diah sudah membenahi pakaiannya dan mengambil kursi duduk di dekat suami saya.

Saya:” Koq Kak Diah udahan aza?

Diah pun tersenyum…

Diah:” udah, kamu kan yang terakhir, kamu bikin dia Pak Bob bucat di heunceut kamu hehe”

Saya:” Jiah licik”

Tampak Pak Bob merem melek…

Bob:” Ugggh enak serambi lempitnya bullet pantatnya Bu Ida..ugh sebenarnya saya pengen bucatin sekarang tapi masih ada Dewi yang belum saya entot”

Sambil pantatnya terus bergoyang menggenjot serambi lempit Ida. Tak lama Pak Bob pun berhenti lalu menyuruh saya menungging lagi. Saya pun menuruti permintaanya.

Pak Bob pun menaikan rok warna coklat saya, saat itu saya memakai rok dan kemeja sebagai atasanya.

Saya lihat Ida juga segera membenahi pakaiannya.

Pak Bob sekarang dapat melihat pantat saya yang terbuka dan hanya terbungkus cangcut warna hitam.

Pak Bob seperti terhadap Ida dan Diah hanya menggeser tepian cangcut saya lalu memasukan rudalnya ke serambi lempit saya…bleeesss…

Saya:” Agh,ugghh” saya pun spontan mendesah.

Dengan berpegangan ke pinggul saya Pak Bob menggenjot serambi lempit saya dari belakang. Plookk..ploook pahanya menghantam pantat saya.

Saya:” ughh rudal gede..eghh entot yang kenceng om”

Bob:” Nah serambi lempit kamu selalu nikmat bu Dewi, ini perempuan yang paling binal ah serambi lempitnya juga nikmat ah” Ploook..ploook

Saya:” Aggh enak rudal Om ugghh”

Diah:” Ayo wi bikin dia bucat diheunceutmu biar kita cepat berangkat”

Saya pun menoleh ke Diah yang lagi duduk bersama suami saya dan Ida juga.

Saya:” Aggh siap Kak, saya empot pakai heunceut saya biar cepat bucat rudalnya”

Bob:”Ah, binal kamu pelacur awas saya buntingin kamu” Pak Bob semakin cepat saja memenyetubuhi serambi lempit saya. Kini badan saya didekapnya tangannya meremas-remas susu saya.

Saya:” Agggh, enak om, nenen aku diremas sambil diewe rudal gede Om ugghh, Pah enak banget rudal Om bob” sambil melihat kearah suami saya.

Tadinya mau manasin suami saya tapi efeknya justru ke Pak Bob.

Bob:” Aggh cewek binal lagi beraninya bilang ke suamimu rudalku enak..ta buntingnin kamu” genjotannya semakin cepat dan akhirnya pak Bob menghujamkan rudalnya dalam-dalam dan…croooot…crooot..crooot pejunya banyak sekali memenuhi serambi lempit saya dan membuat cangcut saya juga basah.

Bob:” Agghh…kamu luar biasa Wi” sambil ngos-ngosan memeluk saya.

Saya:” Uhhh akhirnya bucat diheunceut aku juga..ugh Om KO juga hehe..tapi cangcut aku jadi basah ini, Pah cangcut mamah jadi basah kena peju om Bob”

Suami saya tidak berkomentar malah diah yang komentar.

Diah:” Udah pakai lagi aza gak usah ganti cangcut hahah”

Saya:” Awas om cabut rudal om, ngilu heunceut saya” sambil mendorong mundur Pak Bob yang langsung jatuh terduduk.

Saya pun segera melepas cangcut saya.

Saya:” Pah, mamah naik ke kamar dulu ya, mau ganti cangcut”

Saya:” Ok mah, jangan lama-lama habis ini kita berangkat.

Cerita Sex Akibat Suami Mandul

Saya sempat melihat ke arah Pak Fadli, rupanya mereka baru selesai juga, tampaknya Witlon yang terakhir ngecrot di serambi lempit Dina. Setelah semua selesai kami pun berangkat untuk menikmati malam tahun baru di Puncak.

Skip…Skip…

Besoknya kami pun pulang, sebenarnya awalnya mau jalan-jalan dulu tapi karena lelah kami langsung pulang ke Bandung.

Tamat