Bunda Maya

Folder Bunda - Blog Cerita Dewasa Ngentot Yang Selalu Update Cerita Ngentot Terbaru Setiap Hari..

Remot Kontrol Ajaib

Remot Kontrol Ajaib

Cerita Sex Remot Kontrol Ajaib – Selamat malam sobat Ngocokers tercinta. Arvin merupakan pemuda tanggung delapan belas tahun. Pulang dengan bangga karena telah memenangkan lomba sains di kotanya. Ia menang dengan alat ciptaannya yaitu remot yang bisa mengontrol tingkah laku katak dengan cara mentransmisikan gelombang radio melalui DNA katak.

Dede dan Dian, orangtua Arvin sangat bangga pada anaknya. Arvin mewarisi ketampanan ayahnya meski lebih tinggi. Dian sangat terlihat matang pada usianya yang ke empat puluh satu. Untuk merayakan kemenangan Arvin, mereka makan malam di tempat favorit Dede.

Abis ini kamu mau ngapain lagi nak? Arvin masih pingin ngembangin ini lagi yah. Agar lebih sempurna. Ayah rasa kamu mesti patenkan penemuanmu ini. Agar tak dibajak orang. Iya yah. Udah Arvin urus kok. Bagus. Kalau butuh bantuan, tinggal bilang saja sama ayah. Oke yah.

Cerita Sex Remot Kontrol Ajaib Ngocoks Esoknya aku memungut sehelai rambut mama dari sisir yang biasa dipakai oleh mamanya. Lalu ia masukah helaian rambut itu ke DNA separator. Beberapa menit kemudian ia berhasil mengisolasi variabel dari DNA mamanya dan memasukan ke frekuensi analiser.

Tak lupa ia setel analiser itu agar selaras. Setelah yakin, ia mulai mengaktifkan analisernya dan menghubungkan ke osciloskop untuk melihat frekuensi yang pas.

Beberapa jam kemudian.

Arvin mulai mengeset remotnya setelah menambahkan frekuensi dari rambut mamanya. Sekarang yang perlu dilakukan adalah mengetes remot itu. Ia mendengar mamanya memanggil menyuruh makan. Jadi ia letakkan remotnya di meja kerjanya. Lalu ia makan bareng keluarganya. Ia memperhatikan mamanya. Menurutnya mamanya adalah wanita tercantik di dunia.

Ia juga tahu papanya punya selingkuhan dan bahkan Arvin tahu bahwa mamanya juga tahu suaminya punya selingkuhan tapi tak merasa terganggu. Ia telah sering melihat para selingkuhan papanya. Hingga ia tiba pada satu kesimpulan, para simpanan papa tak seperti mamanya. Mereka selalu lebih seksi. Maka dari itu, Arvin berencana mengubah semuanya.

Andai idenya berhasil, papanya takkan pernah membutuhkan wanita lain lagi selain mamanya. Dan keluarganya akan kembali bahagia.

Tahu-tahu ia lagi menatap paras mamanya. Hhmm meskipun sudah berumur, tapi ia masih menganggap mamanya sangat cantik nan jelita.

Abis makan, Arvin cabut lagi ke kamarnya. Biasa, ngoprek mainannya lagi. abis ngoprek, Arvin keluar kamar. Ia heran liat papanya cepet cepet masuk kamar, biasanya selalu ngobrol lama sama mama kalo abis makan. Di sofa, Arvin liat mamanya lagi ngopi, kesedihan terpancar di raut muka mamanya. Seperti tersambar petir, tiba-tiba sebuah ide melintas di kepalanya.

Arvin ke kamar dan keluar lagi sambil memegang remot kontrol. Lalu remot itu ia arahkan ke mamanya. Ia tekan beberapa tombol. Efeknya

Mata mamanya melebar, seperti terkejut. Mama lalu berdiri. Tangan mama meraba tubuhnya sendiri, lalu mengusap susunya dan meremasnya. Arvin tak percaya ternyata mainannya bekerja. Arvin bisa melihat ada sesuatu di mata mamanya saat tangannya tetap meremas susunya sendiri.

Tak cukup hanya itu, mamanya tiba-tiba membuka bajunya hingga tinggal hanya memakai bh dan cd saja. Sungguh sangat menambah kecantikan sang mama di mata Arvin. Tangan mamanya menarik bh ke atas hingga terpampanglah susu mamanya. Begitu terkejutnya Arvin karena baru kali ini ia bisa melihat susu mamanya dengan sangat jelas.

Ternyata, mainannya lebih dahsyat dari yang ia perkirakan. Arvin tahu mengutak-atik DNA memang penuh misteri, tapi ia tak mengira efeknya sedahsyat ini.

Masih di depan matanya. Tangan mamanya yang satu mulai mengelus perutnya. Lalu turun ke selangkangan. Jarinya mulai mengelus-ngelus cdnya sendiri. Rasa-rasanya Arvin ingin kembali ke kamarnya saat itu juga dan mulai masturbasi. Tapi keinginan itu ia tahan sedemikian rupa.

Kedua tangan mama kembali beraksi menurunkan dan membuka cdnya. Pemandangan yang tersaji di depan matanya merupakan hal baru yang tak pernah Arvin lihat seumur hidupnya. Saat pintu kamar orangtuanya mengeluarkan bunyi, Arvin buru-buru mundur bersembunyi dalam kegelapan. Ternyata ayahnya keluar.

Mama.. apa-apaan ini?

Oh, pa. kok mama tiba-tiba terangsang gini ya?

Gimana kalau Arvin melihatnya mah?

Duh yah, mama pingin banget nih.

Secepat kilat, Arvin menekan beberapa tombol sambil mengarahkan remot kontrolnya ke mama.

Apa yang terjadi?

Gak tau pah. Tadi rasanya mama lagi ngopi, eh tau-tau papa ada di depan mama terus mama tiba-tiba telanjang lagi.

Ambil baju mama terus ke kamar ma. cepat!

Akhirnya, mama en papa kembali ke kamar. Setelah pintu kamar tertutup, Arvin tersenyum sendiri dan ikut kembali ke kamarnya. Tanpa basa-basi, ia langsung membuka celananya dan mulai masturbasi. Setelah ejakulasi, Arvin pun tidur dengan nyenyaknya.

Esoknya, sabtu, seperti biasa, ayahnya selalu punya alasan agar bisa ke kantor. Arvin pun sarapan di dapur ditemani mama. Kali ini, wajah mama terlihat bahagia, tak seperti kemarin.

Gimana tidurnya mah, nyenyak?

Tentu sayang. Kalau kamu nak?

Sama mah.

Hari ini kamu mau ngapain aja nak?

Gak tau mah, mungkin ngelanjutin proyek mainan biasa.

Sekali-kali kamu main dong sama teman-temanmu. Jangan di sibuk sendiri aja.

Iya mah. Kalo mama mau ngapain aja hari ini?

Mungkin renang aja di rumah. Mumpung lagi cerah.

Oh.

Mau temanin mama renang gak?

Oke deh mah. Tapi nanti ya, mama sendiri aja dulu.

Oke sayang.

Arvin kembali ke kamarnya. Beberapa menit berlalu. Ia kembali mengambil mainannya dan menuju ke ruang kerja ayahnya. Dari jendela di ruang kerja ayahnya, ia dapat melihat kolam renang dengan jelas. Terlihat mamanya memakai bikini biru. Mamanya jarang memakai pakaian seksi, kecuali memakain bikini saat renang.

Di sisi lain, Arvin melihat bang ucok (tukang kebun) lagi merawat tanaman deket kolam. Arvin jadi penasaran, jika dan hanya jika mainannya kembali dipencet dan diarahkan ke mamanya di saat di dekatnya ada orang lain, akankah mamanya kembali berlaku seperti malam tadi? Dengan sabar, Arvin menunggu hingga bang ucok mendekati mama yang sedang berjemur di kursi.

Saat itu juga, tangan mama mulai mendarat di susunya lagi. Arvin memperhatikan dengan seksama saat bang ucok menoleh ke arah mamanya. Pasti mamanya mengerang dan terdengar oleh bang ucok.

Tangan mama lalu menyibakna bikininya hingga susunya menyembul dan terlihat jelas. Jari-jari mama mulai memainkan putingnya. Satu tangan mulai diturunkan ke area bawahnya. Arvin tahu tangan mama sedang bergerilya di selangkangannya. Bang ucok berdiri tepat di depan kaki mama, hingga pasti bisa melihat keseluruhannya.

Perlahan, bang ucok melangkah mendekati mama. Terlihat selangkangannya membesar. Arvin terkejut melihat tiba-tiba bang ucok ditarik oleh kaki mama hingga mereka saling berdekapan. Arvin ingin mendekat, mendengar dan melihat apa yang terjadi, tapi ia masih bisa menahan diri demi proyeknya. Saat ia akan memijit tombol stop, ia lihat mamanya meremas selangkangan bang ucok.

Dari wajah bang ucok, Arvin menyimpulkan bahwa bang ucok sedang dilanda ketakutan sekaligus kenikmatan atas aksi mama. Arvin makin terkejut saat mama memasukan rudal bang ucok ke mulutnya. Sepertinya bang ucok terkejut karena tangannya mencoba mendorong kepala mama menjauh. Tapi mama tetap menyepong rudal bang ucok.

Akhirnya mama menghentikan aksinya. Bukan untuk berhenti tapi untuk membuka bikininya hingga mama telanjang dan berbaring. Mama tarik bang ucok hingga kepalanya ada di atas selangkangan mama. Sedangkan rudal bang ucok tepat berada di atas mulut mama. Mama kembali nyepong bang ucok. Tak lama kemudian, bang ucok seperti kejang.

Yang terjadi selanjutnya sungguh luar biasa.

Mama tersedak mencoba berteriak dan mendorong bang ucok. Bang ucok pun terkejut lalu lari meninggalkan mama berbaring dengan mulut penuh spermanya. Mama memuntahkan sperma dan mengelap mulut dengan tangannya. Tangan mama menutupi wajahnya lalu menangis. Tak lama kemudian mama mengambil bikininya dan lari masuk rumah.

Melihat mamanya lari, Arvin buru-buru keluar dari ruang kerja ayahnya dan kembali ke kamarnya. Terlintas di benaknya eksperimen selanjutnya. Tapi ia agak ragu-ragu menjalankannya. Ia tanggalkan pakaiannya hingga hanya memakai celana pendek. Remot kontrolnya ia sembunyikan dalam handuk. Ia berjalan ke kolam.

tok.. tok mah, mama di dalam? Katanya mau renang sama Arvin. Ayo mah!

Mama udah gak mood lagi nak. Kamu renang aja sendiri ya.

Ini kan ide mama. Sengaja Arvin gak ngerjain proyek agar bisa sama mama. Tapi kalau mama udah gak mood

Bukan gitu nak.

Ya udah. Arvin lanjutin proyek Arvin aja.

Jangan nak. Kamu perlu gerak, jangan di kamar mulu.

Mama pun membuka pintu kamar. Matanya terlihat merah, mungkin menangis terus. Pun tubuhnya hanya dibalut selimut.

Renang sendiri gak seru. Lebih seru renang berdua sama mama.

Kamu memang anak mama.

Jadi gimana mah? Mau renang gak?

Baiklah. Kamu tunggu mama di kolam ya.

Oke mah.

Arvin pun menunggu mama sambil berbaring di rumput dekat kolam. Mama datang dan duduk di sebelah Arvin. Mama memakai bikini yang lain. Mereka duduk sambil ngobrol basa-basi.

Nyebur yuk ma.

Duluan aja nak. Mama lagi pingin santai nih.

Hati-hati, tangan Arvin mulai masuk ke handuknya. Ia raih remot kontrolnya dan mulai memijit beberapa tombol lalu meluncur ke kolam. Saat ia melirik, ia lihat mamanya sedang memainkan tangan di tubuhnya sendiri. Bahkan erangan mama pun terdengar.

Ma, mau turun gak?

Gak ada jawaban. Arvin pun menepi. Ia panggil lagi mamanya tapi yang keluar dari mulut mama hanyalah erangan. Arvin pun naik. Ia lihat mamanya sedang asik sendiri. Satu tangan mama memainkan puting dan susunya. Sedang tangan satunya sibuk di selangkangan. Mulutnya tak berhenti mengerang. Matanya mengarah ke Arvin, tapi penglihatannya entah ke mana.

Perlahan, Arvin mengambil remot kontrol di handuknya. Oh tuhan, puting mama begitu besar, begitu seksi.

Mah. Mama kenapa mah?

Mamanya menjawab dengan erangan sambil tangannya tak henti bergerak. Arvin kembali memposisikan jarinya di remot kontrol lalu memencet tombol pause.

Mah, mama baik-baik saja?

Arvin? mama terkejut, mencoba terlihat tenang. Apa apa yang terjadi?.

Mama menyadari ia setengah telanjang dan tangannya ada di selangkangannya.

Apa

Tapi mama tak menyelesaikan ucapannya. Karena Arvin memencet tombol play di remot konrolnya. Mama terlihat kembali santai kembali beraksi.

Mah, mama gak apa-apa? Bisa Arvin bantu mah?

Unghh, nak, mama terengah, oohh, ya, tolong, mama melenguh, jarinya memainkan putingnya.

Oke mah, Arvin mesti ngapain mah?

Unggghh, mama melenguh. Oh, yes, tangannya aktif di selangkangannya.

Kayak gini?

Perlahan, Arvin menempelkan tangannya di tubuh mama. Diam tak bergerak.

Ohhhh, yes, mama mengejang saat tanganku menyentuhnya.

Saat mama mengangkat pinggulnya, langsung kupelorotkan cd mama hingga mama telanjang. Kutatap tubuh telanjang mama. Kakinya dilebarkan sedangkan tangannya sibuk bermain di serambi lempitnya sendiri. Kini baru kusadari ternyata serambi lempit mama bersih tanpa sehelai rambut pun. Jari-jari mama keluar masuk di serambi lempit mama.

Mah, mama kenapa?

Mama terlihat bingung dan terkejut.

Nak, apa lalu mama menyadari, ia berbaring telanjang, kedua jarinya di serambi lempitnya. Oh tuhan, mama kembali beraksi saat kutekan lagi tombol play.

Mama mengerang dan kembali memainkan jari di serambi lempitnya. Kunikmati adegan ini sambil kurasakan rudalku membesar.

Mah, mau aku bantu?

Oh, tuhan.

Mau kubantu mah?

Kupegang susu mama dengan tanganku.

Ya, itu. Oh.. mama melenguh saat tanganku menempel. Jarinya makin sibuk di serambi lempitnya.

Aku mesti ngapain mah?

Tanpa menjawab, tangan mama menyentuh kepalaku dan mengarahkan ke susunya. Kubuka mulutku dan kukenyot puting mama. Rasanya nikmat sekali. Sambil menikmati susu mama, kuelus-elus paha mama.

Tiadanya perlawanan membuatku semakin berani menaikan tanganku hingga menyentuh serambi lempit mama. Kurasakan jari-jari mama sibuk keluar masuk di serambi lempit mama.

Sejak awal tak kuhentikan mulutku di susu mama. serambi lempit mama terasa hangat, basah. Kurasakan tangan mama mendorong kepalaku dan mengarahkannya ke serambi lempit mama hingga hidungku menyentuh sebelah atas serambi lempit mama.

Jilat nak. Jilat.

Saat lidahku menyentuh serambi lempitnya. Mama bergetar. Kusarakan asin yang baru kali ini kurasa. Tanpa jijik, kumainkan lidahku di serambi lempit mama. Kujilat dan kumasukan lidahku. Ternyata rudalku telah digenggam dari luar celana. Saat mama mencoba mengeluarkan rudalku dari celana, kujilat dan kuhisap itil mama hingga membuat mama mengerang lebih keras.

Ingin tetap bereksperimen, kuraih remot kontrolku dan kutekan pause sambil mengangkat wajahku dari serambi lempit mama.

Mama gak apa-apa? kurasakan rudalku diremas mama.

Oh nak, apa yang terjadi?

Mama terkejut, membeku diam sambil menggenggam rudalku.

Mama menyuruhku. Sambil kembali kujilat serambi lempit mama.

Tapi ini tak boleh nak! mama menangis, mencoba menjauh.

Kembali kutekan tombol play dan mama mengerang kembali. Mengangkat serambi lempitnya lebih tinggi. Sungguh enak rasanya cairan yang keluar dari serambi lempit mama. Tangan mama kembali meremas rudalku. Kujepit itil mama dengan bibirku dan kumainkan dengan lidahku. Erangan mama makin keras dan tubuhnya mulai mengejang.

Kutekan lagi tombol pause saat mulutku masih menikmati serambi lempit mama yang orgasme.

Oh, oh, oh, mama mengerang sambil menggenggam lebih erat rudalku. rudalnya diangkat hingga menekan kepalaku.

Apa-tidak, tidak, jangan, mama menangis tapi tak melepaskanku.

Rasanya enak ma. Kujilat lagi serambi lempit mama.

Oh, nak, tidak, tidak ya, oh,

Kutekan lagi tombol play dan kutekan juga kepalaku ke serambi lempit mama. Akhirnya aku bangkit. Mama menarik rudalku dan mulai mendekatkannya ke bibir mama. Mama mulai menjilat rudalku. Lalu ia masukan dan menghisapnya. Bisa-bisa tak lama lagi aku orgasme. Saat rudalku sepenuhnya di mulut mama, kutekan lagi tombol pause.

Tidak, tidak, mama menyadari rudal yang di mulutnya adalah rudalku, anaknya.

Saat mama akan mencabutnya, kutekan lagi tombol play dan mama kembali memainkan rudalku di mulutnya sambil mengerang. Kurasakan orgasmeku semakin mendekat. Aku tak percaya mama sedang nyepong rudalku. Akhirnya rudalku menyemburkan lahar panas di mulut mama. mama menyedot semuanya dengan rakus.

Selesai orgasme, kutekan lagi tombol pause. Mata mama melebar menyadari apa yang terjadi tapi kali ini mama tak berhenti. Mama terus saja menghisap sperma di rudalku hingga tetes terakhir. Habis itu, mama melepaskan rudalku dari mulut dan tangannya. Mama terlihat bingung dan malu.

Nak, mama gak ngerti apa yang terjadi pada mama. terdapat tetesan sperma di wajah mama dan mengalir di dagu dari mulut mama. matanya meneteskan air mata.

Gak apa-apa mah. Lagian juga nikmat kok. serambi lempit mama juga rasanya enak.

Tapi ini salah. Mama udah nikah, juga kamu anak mama.

Mama menangis.

Ya. Kita berdua juga tahu gimana papa. Arvin sayang mama. mama juga sayang Arvin kan? Papa gakkan tahu apa yang dia lewatkan.

Mama mesti dibaju. Matanya mencari bikininya. Singkirkan itu! sambil menunjuk rudalku. Siapa tahu papamu datang.

Mama juga tahu kan papa jarang pulang jam segini.

Kupakai kembali celanaku. Kupungut cd mama.

Sini! tangan mama meminta cdnya.

Biar Arvin nikmati sekali lagi.

Kuhisap cd mama di depan matanya.

hentikan nak!

Pipinya memerah saat mama duduk telanjang di depanku. Kuraih kembali remot kontrol dan kutekan tombol play.

Oh nak, mama mengerang saat kubaringkan mama dan kudekatkan kepalaku ke serambi lempit mama. rambutku dipegang mama saat kujilat serambi lempit mama lagi. akhirnya kutekan tombol stop saat kuhisap serambi lempit mama.

Hentikan nak. Sudah. Mama mengangkat kepalaku dari serambi lempitnya.

Apa mama gak menyukainya? mulutku belepotan cairan mama.

Bukan itu maksudnya. Kamu anakku.

Arvin suka serambi lempit mama. Arvin juga suka saat mama nyepong rudal Arvin.

Mama pergi sekarang.

Mama bangkit dan mengambil pakaiannya. Aku tersenyum melihat mama masuk rumah. Remot kontrolku bekerja diluar imajinasiku rupanya. Aku kembali ke kamarku. Ternyata remotku bisa juga dipake ke orang lain. Tinggal sedikit kuoprek. Akhirnya, ada seseorang yang akan ku test.

Lelah. Aku tidur. Ketukan di pintu membangunkanku. Kulihat jam ternyata aku ketiduran beberapa jam.

Makan dulu nak! mama memanggil dari belakang pintu.

Ayah ada?

belum pulang.

Pintunya gak dikunci kok mah.

Aku menunggu. Akankah mama masuk? Aku berbaring memakai kimono mandiku. Kupegang rudalku. Tak lama kemudian, pintu membuka perlahan-lahan. Muncullah mama di daun pintu. Juga memakai kimono mandi.

Matanya melihat ke rudalku yang menyembul dari kimonoku. Kumasukan tanganku dan menggenggam rudalku. Sedang tanganku yang lain memegang remot kontrol.

Jangan gitu nak! tapi mata mama tak berpaling.

Masuk aja mah. Sini bantu Arvin.

Saat kukeluarkan rudalku saat itu juga kutekan tombol di remot kontrolku. Mama melangkah mendekati ranjang. Kulihat di balik kimono, mama gak memakai apa-apa. Mama lalu memposisikan kepalanya hingga ada di atas rudalku. Mama mulai menyepong rudalku. Setelah beberapa saat, kuangkat kepala mama dan kubuka kimononya hingga berdiri telanjang.

Kembali kuposisikan mama di ranjang hingga kami bergaya enam sembilan. Mulut kami sibuk. Terus kumainkan itil mama agar cepat orgasme. Benar saja. Mama menekan lebih dalam serambi lempitnya saat mengejang orgasme. Kuhirup semua cairan yang keluar dari serambi lempit mama. setelah itu kuposisikan mama mendindih di atasku hingga susunya menindih dadaku.

Mulut mama mencari mulutku. Kami berciuman cukup lama. Lidah dan mulut beradu saling serang dan hisap. Kurasakan rudalku menekan serambi lempit mama.

Oh nak entot mama, nak. Entot mama!

Sambil ciuman, tangan mama meraih rudalku dan mengarahkannya ke serambi lempit mama.

Masukan mah. Entot Arvin.

Kucari puting mama dan kumainkan serta kupijit dan kupelintir. Mama mengerang saat menangkat pantatnya dan menurunkannya kembali. Akhirnya tangan mama mengarahkan rudalku ke serambi lempitnya. Lalu ia tekan perlahan-lahan. Kulihat bagainama rudalku masuk mili demi mili ke serambi lempit mama hingga akhinya masuk semua.

Rasanya sungguh nikmat. Mama mendiamkan serambi lempitnya. Lalu mama mulai menggoyang pinggulnya membuat rudalku keenakan. Mama menyetubuhi sambil mendudukiku. Susunya gerak-gerak tak bisa diam. Sungguh enak hingga rasanya bentar lagi aku mau orgasme. Kuraih itil mama dan kumainkan dengan jariku saat mama menggoyang pantatnya.

Erangan mama makin tak karuan. Otot serambi lempit mama makin mencengkram. Saat spermaku akan memuncrat, kuraih remot dan kutekan tombol pause. Mata mama membesar menyadari rudal anaknya menyembur di serambi lempitnya saat ia dalam posisi women on top. Mama mencoba bangkit tapi kupegang pinggulnya saat aku orgasme.

Arvin! Hentikan nak! Jangan, oh oh oh

Semburan spermaku di serambi lempit mama membuat mama juga orgasme. Mama mengejang lalu menangis. Di wajahnya terlihat rasa malu. Mama mencoba bangkit tapi kucengkram pinggulnya.

Duh mah. serambi lempit mama enak. Mama suka rudal Arvin gak?

Kutekan lagi tombol play.

Iya nak. Mama suka rudal kamu. Sungguh besar dan panjang.

Mama mengerang merasakan semburan spermaku. Kulepasakn cengkramanku.

Hisap rudal Arvin ma!

Iya. Iya nak.

Mama bangkit. Lalu memegang rudalku dan mulai menjilatinya.

rudalmu nikmat nak.

Mama menghisap rudalku membersihkan sisa-sisa spermaku. Saat mama akan selesai, kutekan tombol stop. mama kembali terkjut saat menyadari sedang menghisap rudal anaknya dan di mulutnya ada sisa-sisa orgasem anaknya dan dirinya. Mama mengangkat kepala dan menatapku, tapi tetap memegang rudalku.

Oh nak. Mama gak tau kenapa bisa begini.

Gak apa-apa mah. Arvin suka kok ngewe sama mama.

Tapi mama gak tau apa yang terjadi?

Air matanya jatuh tak tertahankan. mama hanya masuk ngajak makan lalu mama menyetubuhi Arvin hingga kita keluar. Sungguh nikmat mah. Arvin menyukainya. Lalu mama membersihkan rudal Arvin.

Aku tersenyum sambil menatap mama.

Tapi mama gak sadar apa yang mama lakuin.

Meski begitu, teruskan dong ma. rudal Arvin tegang lagi tuh. Boleh Arvin ngewe mama lagi gak?

Apa? mama terkejut menyadari tangannya masih menggenggam rudalku.

Ayolah ma. Arvin pingin kita ngewe sekali lagi sebelum papa datang.

Kita mesti hentikan ini. Mama melepaskan genggamannya lalu bangkit.

Yakin ma? kutekan lagi tombol di remot.

Iya dong nak. Ayo entot mama lagi.

Mulut mama membuka dan mulai menghisap rudalku lagi.

Ya kalau mama maksa sih

Aku tersenyum melihat rudalku terbenam di mulut mama. beberapa menit kemudian, kuangkat kepala mama. kusuruh mama nungging. Kuewe mama pake gaya anjing. Nikmat sekali. Mama makin meracau gak karuan. Beberapa kali kumainkan tombol pause dan play mencoba mencari tahu reaksi mama. makin lama kesadaran mama pun semakin lama.

Oh nak. Apa yang terjadi sama mama? tanya mama. tapi mulutnya tetap menghisap dan menjilati rudalku.

Arvin suka sepongan mama. mama juga suka kan nyepong Arvin?

Ini gak boleh nak. Kata mama sambil tetap menghisap rudalku. Mama gak ngerti.

Arvin gak peduli. Sudah mah, bentar lagi papa pulang.

Oh tuhan. Ayahmu. Mama melepaskan rudalku. Apa yang mesti mama bilang?

Kenapa mesti bilang? Papa selalu ngewe wanita lain. Kenapa mama gak cari kesenangan juga?

Apa yang akan mama lakukan?

Mama terlihat panic.

Saat pulang, papa selalu langsung ganti baju kan. Nah saat itu, langsung mama entot papa. Mungkin cara itu bisa mengembalikan papa ke mama.

Dimana kamu belajar mikir dan ngomong kasar kayak gini?

Mama bicara sambil kembali memakai pakaiannya.

Pergilah mah. Tenang, gakkan ada apa-apa kok. Kataku sambil menyentuh bahu mama dan tangan satunya mencolek serambi lempit mama.

Hentikan nak. Mama menjauh

Esok pagi saat papa pergi. Arvin temuin mama sebelum sekolah.

Apa maksudmu? mama terlihat malu.

Ah, kayak gak ngerti aja?

Kutekan kembali beberapa tombol remot. Kubiarkan beberapa saat hingga lutut mama melemas. Kudengar mobil papa datang.

Cepat ke kamar mah!

Oh tuhan.

Lakukan saja seperti tadi sama Arvin. Pasti aman.

Beberapa menit kemudian, aku melangkah mendekati pintu kamar ayah ibu. Menguping. Kudengar ranjang berdecit tak karuan. Aman rupanya.

Malam itu kami makan bersama. Ayah dan mama terdiam. Tak seperti biasanya. Biasanya setelah makan ayah langsung ke ruang kerjanya. Tapi kali ini ayah langsung ke kamar. Ibu mengikutinya. Aku pun kembali ke kamar.

Esoknya kudengar mobil ayah pergi. Kuambil remot kontrol dan kuketuk kamar ibu.

Ya. Ada apa? ibu terdengar masih mengantuk.

ini Arvin mah. Boleh masuk gak?

Mau apa?

Hanya ingin liat mama.

Oh. Masuk saja.

Aku pun membuka pintu dan masuk.

Arvin penasaran mah. Gimana malam tadi mah?

Sempurna. Makasih.

Apa papa ngewe mama?

Arvin. Jaga ucapanmu! mama membentak.

Kita lihat.

Kusingkapkan selimut yang menutupi mama. ternyata mama telanjang.

Apa yang kamu lakukan? mama terlihat marah dan mencoba menutupi kembali tubuhnya.

Bersambung… Mama bilang mau menyetubuhi Arvin abis papa pergi. Kataku sambil memencet tombol remot.

Oh nak, kamu apain mama? mama mengerang merasakan seluruh tubuhnya serasa hidup.

Cerita Dewasa Ngentot - Remot Kontrol Ajaib
Apa yang kamu lakukan? mama bangkit dan menarikku.

Nih. Kukeluarkan rudal dari celanaku, coba ini.

Mmm, mama mulai menjilat rudalku.

Bagus mah. Kuelus rambut mama. Tapi Arvin ingin menyetubuhi mama. tidur ma!

Mama nurut. Kulebarkan selangkangan mama. kulihat bercak-bercak putih peninggalan ayah masih tertinggal. Kumasukan rudalku ke serambi lempit mama membuat mama mengerang. Saat kuentot, mama memainkan susunya dengan tangannya. Kurasakan bentar lagi aku orgasme. Kucabut rudalku dan kusuruh mama duduk. Mama membuka mulut saat kumasukan rudalku.

Mama sungguh hebat. Arvin menyukainya mah.

Ya. Ya. Ya. Sekarang waktunya kamu pergi. Mama mau mandi.

Oke mah. Sampai nanti.

Ya.

Saat keluar, aku hampir menabrak bi mumun, pembantu kami yang datang dua hari sekali tiap minggu.

Oh, maaf bi. Gak keliatan sih.

Terlihat sehelai rambut di bahunya. Kuambil dan kutunjukan ke bi mumun.

Rambutnya ada yang patah bi.

Aku pun pergi ke sekolah. Pulang sekolah, kembali ku olah sehelai rambut bi mumun. Setelah selesai, aku keluar kamar berharap bi mumun belum pulang. Ternyata masih ada.

Hai bi mumun, apa kabar?

Biasalah. Baik aja.

Oh ya bi, kalau bibi gak sibuk, tolong bikinin sirup buat aku dan mama. sekalian juga bikin buat bi mumun deh. Terus anterin ke kolam ya bi.!

Iya den.

Kulihat mama lagi baca majalah dekat tv.

Hai mah.

Kucium pipi mama. kupegang bahunya.

Gimana sekolahnya nak?

Biasa. Tadi kusuruh bi mumun bikinin sirup buat kita. Ntar di ke kolamin. Mau?

Mau dong.

Oke. Kuelus punggung hingga pantat mama.

Mau liat bi mumun buka baju di depan kita gak?

Apa?

kira-kira Bi mumun mau gak ya?

Tentu gak mau dong?

Mama aja mau. Bi mumun juga pasti mau.

Mama seperti mau ngomong, tapi gak jadi. Kami pun menuju kolam. Beberapa saat kemudian, bi mumun datang membawa sirup. Mama memperhatikannya.

Bi mumun, buka dong pakeannya.

Apa? Den mau Bi mumun buka pakean?

Ya, kalau bi mumun gak keberatan. Kataku sambil menekan beberapa tombol remot.

Oh, oh, bi, bi.. wajah bi mumun terlihat bingung.

Mau Arvin bantu bi?

Bibi bibi merasa

Mama terlihat terkejut saat aku bangkit dan mulai membuka pakaian bi mumun hingga hanya memakai bh dan cd saja. Kubuka bhnya.

Tinggal cdnya bi. Itu celana dalanya bi mumun.

Oh.

Bi mumun melepaskan cdnya hingga terlihatnya jembutnya yang cukup lebat. Susunya yang besar dihiasi areola yang lebar. Sedangkan putingnya terlihat keras dan menonjol.

Tuh kan mah. Bi mumun gak keberatan.

Aku menoleh ke mama dan tersenyum.

Tubuhnya juga bagus mah. Iya kan?

Aku berdiri di belakang bi mumun dan memegang susunya dari belakang. Kumainkan puting bi mumun hingga mengerang.

Arvin, apa-apaan kamu?

Mama bertanya. Pipinya memerah melihat anaknya memainkan susu pembantunya.

Buka juga dong baju mama.

Satu tangan kuturunkan hingga menyentuh serambi lempit bi mumun.

Apa yang kau bicarakan? mama berdiri.

Sini Arvin bantu.

Kulepaskan bi mumun dan kembali menekan remot kontrol. Beberapa menit kemudian mama dan bi mumun telanjang dihadapanku. Tangan kananku memeluk mama dan tangan kiriku memeluk bi mumun. Lalu kucium bibir mama, terus gentian ku cium bibir bi mumun. Sambil tanganku mengelus pantat mama dan bi mumun.

Ayo mah, bi mumun, ciuman dong!

Mereka nurut. Mama dan bi mumun ciuman. Penuh nafsu serta erotis. Tangan mama dan bi mumun saling menjamah. Sedangkan aku, kulepas pakaianku.

Udah udah ciumannya. Mah, berbaring ma. Nah gitu. Terus bi mumun, ayo tindih mama. tapi di balik ya. Nah mah, tuh jilat serambi lempit bi mumun. Bi mumun juga jilat tuh serambi lempit mama. nah gitu. Ayo, nikmat kan.

Mama dan bi mumun bermain enam sembilan dengan penuh nafsu. Kudekati kepala mama, kudekati serambi lempit bi mumun dari belakang dan mulai kutusukan rudalku ke serambi lempit bi mumun. Kadang, lidah mama kena ke rudalku. Rupanya serambi lempit bi mumun telah basah. Sekarang bi mumun makin liar. Kadang melolong sambil menjilat serambi lempit mama.

Kurasakan bentar lagi aku orgasme. Kubenamkan rudalku lebih dalam lagi ke serambi lempit bi mumun hingga akhirnya menyemburkan spermaku di dalamnya. Saat kucabut rudalku, spermaku mengalir keluar dari serambi lempit bi mumun dan langsung dihisap habis oleh mamaku. Aku menjauh dari mereka dan kutekan tombol stop di remot.

Oh nak. Mama gak ngerti kenapa bisa begini. Kata mama sambil menatapku dari selangkangan bi mumun.

Gimana bi mumun?

Bibi terkejut den. Bibi gak pernah gini. Tapi kok enak ya den?

Bibi suka serambi lempit mama gak?

Sungguh enak. Bibi gak pernah gini belumnya den.

Ibu juga belum pernah mun. serambi lempitmu sangat basah. serambi lempit ibu gimana mun?

Iya bu. Tawa bi mumun. Seperti madu. Punya ibu dicukur jadi kaya anak anak.

Mama bangkit. Sedangkan bi mumun tetap berbaring di rumput.

Mah, coba dudukin dulu kepala bi mumun.

Mama nurut. Kini serambi lempitnya diatas mulut bi mumun. Kuposisikan mama di gaya anjing lalu kuentot mama dari belakang, sedang kan dari bawah bi mumun menjilati itil mama.

Baru kali ini aku ngewe tanpa remot. Tapi mama tak protes. Kurasakan hidung bi mumun menyentuh bolaku saat kuentot mama. kutekan kepala mama hingga menyentuh serambi lempit bi mumun. Seolah mengerti, mama langsung menjilat serambi lempit dan itil bi mumun. Saat kurasa akan orgasme, kucabut rudalku dan kumasukan ke mulut bi mumun.

Ayo kita pake baju dulu. Ayah bentar lagi datang.

Oh tuhan, ayahmu. Aku lupa.

Kita bakal begini lagi gak den?

Tentu saja. Iya kan mah?

Iya. Kata mama malu-malu.

Iya den.

Oke bi. Tapi kalo bi mumun lagi disini, gak perlu pake cd. Biar seru. Setuju?

Setuju den.

Mama juga, jangan lagi pake cd kalo di rumah.

Dasar anak mama nakal. Apa yang akan papa bilang coba.

Jika papa tau, pasti papa juga suka.

Kami semua tertawa dan kembali kerumah. Bi mumun kembali lagi. sedangkan ayah baru saja pulang. Mama menyambutnya. Saat ayah ke kamar mau ganti baju, mama mengikuti. Lalu mama berlutut, mengeluarkan rudal papa dan langsung menyepongnya.

Mama kenapa ma? Kayak kerasukan gitu?

Mama lagi pingin pa, papa masih kuat kan?

Kok gini mah?

Entot mama pah. Ayo.

Mama pun duduk di sisi ranjang, membuka lebar selangkanannya dan menarik roknya hingga tersibaklah serambi lempitnya di hadapan papa. Papa langsung telanjang. Membaringkan mama. melebarkaln lagi selangkangannya dan menusukkan rudalnya ke serambi lempit mama. setiap kali rudal papa menyodok, mama mengkangkat pinggulnya agar sodokan rudal papa makin dalam.

Meski hari itu papa sudah menyetubuhi sekretarisnya dua kali, tapi saat papa orgasme, serambi lempitnya penuh dengan sperma papa hingga meleleh keluar. Lalu rudalnya papa cabut kembali. Yang membuat papa terkejut adalah mama bangkit, mendekati papa dan mulai menjilat serta menghisap rudal papa, sesuatu yang sebelumnya tak pernah mama lakukan tiap kali mereka habis ngewe.

Mama abis kerasukan apa sih? Baru kali ini jadi begini?

Kalo mama ingin papa kembali, mama tentu mesti lebih kreatif dari sekretaris papa, iya kan?

Papa gak ngerti ucapan mama.

Mama tersenyum. Papa mencoba memalingkan mukanya.

Tentu saja papa ngerti. Hanya saja dulu mama diamkan. Nah sekarang mama baru bereaksi. Kalo papa ingin menyetubuhi sekretaris papa, atau cewek lainnya, silkahkan saja. Tapi entot mama juga dong. Mama ingin dientot tiap papa mau kerja, saat papa pulang dan saat kita mau tidur. Jika papa bisa menghandlenya, ya bagus.

Benar nih mama gak keberatan?

Kalau papa mau, sekalian aja bawa mereka ke sini. Asal papa mesti layani mama saat mama pingin. Mama tak ingin ini diam tak berguna. Kata mama sambil meremas rudal papa.

Jika papa gak mau peduli sama mama. mama akan cari orang yang peduli sama mama. ngerti pa?

Kayak mama berani aja.

Coba aja pa.

Papa mandi dulu ma.

Oke pah. Mama cari bi mumun dulu.

Mama tersenyum. Sekarang dia mengerti kenapa akhir-akhir ini ia bersikap aneh. Mama pikir mama begitu karena sedang terangsang. Dan akhirnya berani bicara sama suaminya. Mama cari bi mumun, tapi gak ketemu. Tiba-tiba mama dapat ide. Mama dekati kamarku dan mencoba mendengar lewat pintu. Saat mama mendengar suara wanita, mama yakin itu suara bi mumun.

Di ranjang mama lihat bi mumun sedang terbaring. Kepalanya melambai di sisi ranjang. Sedang di atasnya ada aku yang sedang menyetubuhi serambi lempit bi mumun. Meski kulihat mama masuk sambil senyum-senyum tapi tak kuhentikan aksiku. Mama mendekat hingga mendekati kepala bi mumun. Senyum mama makin lebar. Lalu mama angkat roknya dan agak menurunkan serambi lempitnya hingga beradu dengan mulut bi mumun dan langsung dijilati oleh bi mumun.

Mama akhirnya ngomong sama papa.

Masksud mama?

Mama bilang mama tahu soal sekretarisnya dan wanita-wanita lainnya. Juga bilang kalo mama gak keberatan. Tapi mama juga bilang papa mesti puaskan mama minimal tiga kali sehari. Kalau gak sanggup, mama cari orang lain yang sanggup. Papamu kayaknya gak menyukai itu.

Kami ngobrol sambil tetap kuentot serambi lempit bi mumun. Sedangkan lidah bi mumun tetap bermain di serambi lempit mama.

Gimana mama ngomongnya?

Ya gitu. Mama jilat rudalnya abis menyetubuhi. Sebelumnya mama gak pernah gitu.

Oh enak rasanya bentar lagi mau keluar.

Cerita mama malah bikin aku makin terangsang. Mama langsung berbaring di sebelah bi mumun serta mengeluarkan rudalku dan memasukkannya ke mulutnya. Menyemburlah spermaku ke rongga mulut mama hingga beberapa semburan. Mama dengan rakus menyedot dan menelan semuanya. Setelah bersih, mama keluarkan rudalku.

Mama bilang ke papa mau cari bi mumun. Sekarang dah ketemu. Mending keluar bareng bi mumun.

Bi mumun ikut bangkit. Mengikuti mama keluar kamar menuju dapur. Di dapur papa sedang cari minuman.

Ketemu mah?

Iya pa. tugasnya udah selesai nih. Makasih bi.

Sama-sama nyonya.

Nanti ke sini lagi ya, seperti biasa.

Iya nyonya.

Saat makan, kupikirkan hasil racikanku. Ternyata sekarang remotku bisa mem-bypass mekanisme otak hingga orang yang dituju akan melakukan apa yang dia inginkan. Tanpa tedeng aling-aling. Inilah penjelasan rasional tentang kelakuan mama dan bi mumun hari ini.

Minggu berikutnya kulihat mama en papa en totan. Mereka makin dekat kembali. Saat bi mumun datang, ku entot tiga atau empat kali per hari. Jadi, kalau mama gak bisa dientot, masih ada bi mumun. Lalu suatu pagi

Papa ntar pulang larut. Jadi gak ikut makan.

Papa pun melangkah ke ruang kerjanya.

Mama rasa ntar mama bakal ke kantor ngunjungi papa.

Benarkah? Jam berapa?

Kira kira sejam saat mestinya papa pulang. Mama ingin tahu papa sedang ngerjain apa aja.

Akhir akhir ini mama dan papa terlihat makin mesra.

Betul. Dan itu karena kamu nak.

Lho, kenapa?

Mama rasa kamu juga tahu. Kamu pasti merasa terlantar kan?

Tidak mah. Yang penting bagiku adalah mama.

Mama juga tahu kamu selalu sama bi mumun ya.

Dan mama juga tidak lagi pake cd kan?

Tau dari mana?

Kan bi mumun yang selalu nyuci.

Terus menurutmu gimana?

Jadi lebih gampang nyentuh serambi lempit mama. kataku sambil menyentuh serambi lempit mama dari balik roknya.

Arvin. Kata mama mencoba menghindar tapi tanganku sudah mengelus serambi lempitnya.

Kamu jangan begitu!

Tapi mama suka kan? kataku sambil jempolku mengelus itil mama.

Kita gak boleh, protes mama, tapi mama mengerang saat jari-jariku bermain.

Duduk di sini. Kataku sambil mengeluarkan rudalku. Kuberdirikan mama di depanku, lalu kudekatkan serambi lempit mama hingga ada di atas rudalku.

Oh nak, mama memegang pahaku mencoba menahan tubuhnya. Kok kita jadi gini? tanganya meraih rudalku.

Lalu mama merendahkan serambi lempitnya hingga mengenai rudalku. rudalku mulai masuk dan mama mulai menggoyangkan pinggulnya perlahan. Kubukan baju mama hingga mama telanjang. Susu mama kuremas dan kujilat serta hisap. Saat rudalku berdenyut, kuangkat mama dan kusuruh nyepong rudalku. Hisapan dan jilatan mama akhirnya membuatku orgasme memuncarkan lahar panas dalam mulutnya.

Duh mama mama memang yang terbaik.

Kuharap papamu juga berpikir seperti itu. Jadi mama gak perlu mematai-matai dia.

Arvin boleh ikut gak? kataku sambil meremas serambi lempit mama.

Mama rasa gak perlu.

Kenapa? Bilang saja kita datang jemput papa buat makan di luar. Jadi papa gak berpikir yang aneh-aneh.

Bagus juga idemu.

Jadi Arvin ikut ma?

Baiklah nak.

Kuraih kepala mama dan kucium. Lidah kami beradu. Malamnya saat mau pergi, aku terkejut melihat dandanan mama. mama hanya memakai blus sutra tanpa bh dan cd. Putingnya dapat terlihat, keras dan menantang. Sedangkan roknya mini hingga paha mulusnya terlihat jelas.

Mama seksi sekali.

Tentu.

Apa mama tanganku mengelus pahanya. Naik hingga meremas serambi lempit mama.

Hentikan. Jangan sekarang.

Aku tersenyum. Kami pun menuju kantor. Saat mau masuk, pintunya terkunci, sedangkan mobil papa masih terparkir. Untungnya mama punya kunci kantor cadangan papa. Mama pun membukanya. Saat mau ke ruangan papa, mama menguping suara dari pintu. Setelah beberapa menit, mama menatapku sedih. Setelah menghirup nafas dalam dalam, mama membuka pintu.

Halo pa. kita mau ngajak papa makan diluar nih. Tapi kayaknya papa udah makan.

Terlihat Vira, sekretaris papa, sedang berbaring di meja papa. Kakinya ada di bahu papa dan kepalanya terbaring di sisi meja. Rupanya papa sedang menjilat serambi lempit Vira.

Mama, ngapain mama ke sini? Kenapa bawa Arvin ma?

Kan mama bilang, tadinya kita mau ajak papa makan di luar.

Mama tak henti tersenyum dan mendekati mereka. Desi mencoba bangun, tapi tak bisa.

Gak usah repot-repot Vir, mama kini berdiri di dekat kepala Vira. Kamu udah nyaman gini kan?

Mama, mama bilang mama gak?

Ya, mama memang gak keberatan. Lagian nafas Vira juga hangat. Iya kan? kata mama sambil mengangkat roknya. Papa bisa melihat serambi lempit mama hanya sejari dari wajah Vira.

Apa dia udah makan? kata mama sambil menekan serambi lempitnya ke wajah Vira.

Mama! kata papa tapi mama tetap mengesek-gesek serambi lempit ke wajah Vira.

Apa papa mau muaskan kami pah? Kan itu perjanjiannya, ingat gak? Papa boleh nikmati siapapun, tapi papa mesti memuaskan mama juga. Betul?

Gimana menurutmu Vir? kata mama sambil mengangkat serambi lempitnya dari wajah Vira.

Apa dia sanggup memuaskan kita?

Aku gak tau mesti bilang apa bu, senggah Vira.

Gak apa-apa. Lagian serambi lempitmu kecil. Iya kan? kata mama sambil jarinya menjangkau serambi lempit Vira.

Mama ingin liat kalian menyetubuhi, pa. senyum mama pada papa.

Jangan bercanda ma! Gimana dengan Arvin?

Mama rasa Arvin udah gede pah. Sini nak! Lihat lebih dekat! kata mama sambil melepas roknya.

Aku mendekat. Menurut.

Sana, berdiri di pinggir papamu. Coba liat serambi lempit Vira. Mama ingin kamu nonton papamu menyetubuhi Vira.

Mama, Cukup!

Kalau papa nurut, abis papa menyetubuhi Vira. rudal papa pasti mama bersihin deh. Kalau papa gak nurut, papa gak boleh pulang, selamanya. Jadi, terserah papa.

Baiklah kalau mama pingin itu.

Ya. Kali ini pake lidahmu Vir.

Mama pun kembali mendekatkan serambi lempitnya ke mulut Vira. Kulihat papa melepas celananya. rudal papa tak sebesar rudalku. Kulihat serambi lempit Vira telah basah. Itilnya pun terlihat menantang. rudal papa perlahan memasuki serambi lempit Vira.

Pake lidahmu Vir! kata mama sambil menggesek-gesekkan serambi lempit di wajah Vira.

Ya, gitu oh nikmat kamu pasti belum pernah ginian kan? kata mama sambil meremas susu Vira. Lalu membuka blus Vira. Bhnya pun ikut dilepas.

Susumu bagus. Komen mama sambil meres susu Vira. Jarinya pun memainkan putinya.

Mau lihat? kata mama tersenyum ke papa.

Melihat semuanya, aku hanya bisa menahan keterkejutanku. Rupanya papa orgasme dan memuntahkan spermanya di serambi lempit Vira. Mama melepaskan serambi lempit di wajah Vira dan mendekati papa. Lalu mama mencabut rudal papa dari serambi lempit Vira dan memasukannya ke mulut mama. papa mengerang kenikmata mendapat serangan mulut mama di rudalnya.

Umm, enak, kata mama sambil menjilati rudal papa.

Lalu mama melepaskan rudal papa dan mendekati serambi lempit Vira. Mama kini menjelati serambi lempit Vira. Wajah papa penuh birahi melihat istrinya melahap serambi lempit sekretarisnya hingga membuat rudal papa tegang kembali. Mama menagkat wajahny, berbalik dan tersenyum melihat rudal papa.

Inilah yang mama mau. Sekarang entot mama!

Mama lalu berbaring di atas Vira. Kepalanya di atas serambi lempit Vira. Papa melangkah dan mulai menuku serambi lempit mama dimana mulut mama asik melahap serambi lempit Vira. rudalku membesar. Tapi aku bingung mesti ngapain. Di wajah papa tercampur perasaan marah dan birahi. Papa pun menatapku sambil tersenyum.

Gimana menurutmu nak tentang ibumu. Kamu pasti gak nyangka betapa binalnya ibumu.

Mama dan papa ternyata sama aja. Ucapku tanpa berpikir.

Kamu betul nak. Tapi papa rasa kamu juga pasti pingin kan?

Aku terdiam membeku. Tak percaya papa nanya apa aku mau menyetubuhi mama. melihatku, papa hanya tertawa.

Ayo, coba kamu entot Vira. Pasti dia juga menikmatinya. Iya kan Vir? Singkirkan wajah mama agar Arvin menyetubuhi Vira!

Mama mengankat wajahnya dari serambi lempit Vira. Tersenyum padaku. Ayo ikut kata-kata papa! kata mama sambil jarinya memainkan serambi lempit Vira. Cerita dewasa ini di upload oleh situs ngocoks.com

Tak percaya. Langsung kubuka celanaku. Lalu berdiri di depan serambi lempit Vira. Mata ayah menatap rudalku, seakan tak percaya ternyata lebih besar dari rudal ayah. Lalu rudalku mulai kuarahkan ke serambi lempit Vira. Kutekan rudalku perlahan, lalu kucabut. Terus begitu hingga seluruhnya amlas. Desi mengeras. Lidahnya menyapu bola ayah.

Ayah memperhatikan sambil tetap menyetubuhi mama. tapi aku tetap menyetubuhi serambi lempit Vira. Erangannya makin keras. Beberapa saat kemudian, ayah mengejang sambil menusukan rudalnya dalam dalam ke serambi lempit mama. rupanya papa menyemburkan lahar panasnya di serambi lempit mama. aku pun tak tahan dan ikut menyemburkan lahar panasku di serambi lempit Vira.

Kulihat ayah telah mencabut rudalnya dan kini mulut Vira sibuk membersihkan rudal ayah. Setelah bersih, Vira pun kembali melahap serambi lempit mama.

Ruangan kini sunyi tiada bunyi. Hanya helaan nafas yang terdengar. Aku terkejut melihat ayah tersenyum padaku.

Enak nak?

Iya yah. Makasih.

Gimana Vir rudal anakku?

Memuaskan pak.

Makasih mau ngejilat serambi lempitku Vir.

Iya bu, sama-sama.

Mama bangkit, lalu mencium Vira. Sesaat, hanya sesaat, Vira terdiam. Tapi lalu balas mencium mama. mereka terlihat mesra.

Sebelumnya Vira gak pernah sama wanita bu.

Sekarang ibu tahu kenapa bapak suka sama serambi lempitmu Vir. Ibu juga suka.

Aku juga.

Kami pun tertawa.

Pake lagi celana mu nak. Kita makan. Ayahmu lagi sibuk. O, ya Vir, lain kali main dong ke rumah. Masa ibu yang mesti ke sini sih. Ngerti kan? Iya bu. Maaf telah menyusahkan ibu.

Cerita Sex Pacaran Itu Dilarang

Eh iya, ini kan bukan salahmu. Bapak memang gini. Akhinya ibu hadapi saja deh. Kapan-kapan main ya Vir ke rumah. Kalo kamu punya pacar, ajak juga. Betul kan pa?

Tentu saja. Ayah terlihat senang.

Ayah tak menyangka, mama datang saat ayah sedang menikmati Vira. Tapi, bukannya badai gelap yang datang, eh malah kenikmatan lainnya melanda. Bahkan anaknya pun ikut menikmati.

Akhirnya keluarga kami kembali harmonis. Sedangkan antara aku dan mama? hanya kami yang tahu (plus bi mumun). hehehe.

Tamat