
Novel Tidak Tahu Dihamili Siapa – Perlu diingat untuk para pembaca Ngocokers yang setia bahwasanya tulisan ini hanyalah fiktif belaka murni hasil dari pengembangan fantasy semata tanpa ada keinginan untuk melecehkan dan atau merendahkan suku, ras, dan agama, diharapkan kebijakan dan kedewasaan pembaca, segala sesuatu yang terjadi kemudian diluar tanggung jawab penulis.
Saya harap para pembaca Ngocokers untuk bijak dalam cerita dewasa ini. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh dan tempat kejadian ataupun cerita, maka itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan dari penulisnya.
Khusus Dewasa!!
Bayu, seorang anak laki-laki yang tinggal bersama orang tuanya, Haris dan Nia di Jakarta Timur. Haris sibuk dengan pekerjaan dadakan, sedangkan Nia sering digoda oleh bapak-bapak hidung belang. Bayu dijaga ketat oleh orang tuanya dan dianggap kurang pergaulan oleh teman-temannya. Namun, sebagai seorang anak yang mulai penasaran dengan hal-hal seksual.
Nia hamil tapi tidak tau, anak siapa yang dikandung. Entah itu anak bos suaminya? apa anak mertuanya? Apa anak orang yang menolongnya? Apa anak duda pemilik kos? Apa anak bayu?
Novel Tidak Tahu Dihamili Siapa Ngocoks Akhir pekan tiba, matahari perlahan memancarkan sinar dari timur, tentu menyenang kan dan bahagia bagi keluarga Haris, terutama Bayu. Dirinya merasa merdeka karena 5 hari terkungkung di dalam rumah, kecuali akhir pekan.
Namun, akhir pekan ini ia tak gunakan waktunya untuk bermain bersama teman temannya karena dia bersama kedua orang tuanya sepakat untuk rekreasi ke Garut.
“Ma…. ma…. ma….. mama dimana?” Tanya bayu yang masih kusut usai bangun tdur.
“Di sini de…” sahut Nia yang tampak dengan perlahan mempersiapkan bekal untuk rekreasi.
“Mama lagi apa? Kelihatannya sibuk banget pagi pagi begini”.
“Kamu pasti lupa de. Kan hari ini kita mau jalan jalan ke Garut?!” Sambil menatap bayu yang berada disampingnya.
“Ohh ya yaaaa!” Sahut bayu kegirangan.
Langsung ia bergegas mencari ayahnya kesemua sudut ruangan ternyata, sang ayah lagi mengecek kondisi mbil yg digunakan.
“Yah…ayahh…. yahhh? Ayah dimana? Kita jadi ke Garut kan???”
“Di sini dek, iya dong.” Jawab sang ayah sambil mengecek kondisi mobilnya
“Assyiiikkkk jalan jalan jalan jalan jalan”
Begtu ceritanya wajah bayu hari itu sampai smpai sang ayah ke heran.
“De, tapi perginya gak sama ayah ya. Sama mama aja. Ayah mendadak harus menengok teman ayah yang semalam kecelakaan.”
Wajah bayu yang tadi ceria seketika cemberut tercermin kekecewaan yang begitu mendalam.
“Yah ayah….”, bayu menggerutu.
“Maaf ya dee ayah gak bisa nemenin.” Jawab ayah bayu sambil memegang pundak anknya.
“Gak kita tunda aja mas? Kita ubah jadi bareng-bareng nengok teman mas.”
“Jangan, kasihan bayu. Lagi pula ini udah direncanain jauh jauh hari.”
“Tapi ayah janji nanti ayah nyusul kalian ke Garut usai nengok teman ayah ya”.
“Bnran yah?”
“Nanti gak bisa lagi tahu tahunya”
“Tahu nih sih ayah, mendadak gak bisa lagi. Lagi pula ayah pakai mobil siapa” timpal Nia.
”Iya kali ini ayah janji benerr, tapi gak hari ini juga ya. Tapi besok nyusulnya, ayah nanti berangkat sama atasan ayah, yg jg mau ke Garut.”
“Yahhhhhhhh.” jawab bersamaan bayu dan ibunya.
Namun Nia tetap meyakini bayu bahwa ayahnya tetap datang meski tidak berangkat secara bersamaan. Tak lama ayah bayu menyuruh anak dan istri segera siap siap.
“Yasudah kalian siap-siap gih, makin siang nanti makin kena macet”
Bayu dan ibunya tampak sudah selesai bersiap-siap. Ayah bayu tersenyum menatap penampilan, Bayu yang cermin kan cara berpakaian anak lelaki pada umumnya jika mau pergi. Tatak menyangka anak nya yang dulu masih bayi sekarang sudah beranjak menuju usia abg.
“Ganteng banget anak ayah” jawab ayah ayu sambil mengelus rambut anaknya.
Namun Haris heran dengan penampilan istrinya, yang mengguna kan blus merah agak longgar dengan belahan dada terlihat, bawahan menggunakan jins ketat.
“Mama, kok pakaian kamu begini sih? Pakai blus belahan dadanya kelihatan. Longgar lagi kalau nunduk, itu payudara kamu diintip orang nanti.”
Nia mencoba menenangkan suaminya sembari bercanda.
“Mas Haris gak usah khawatir. Lagi pula aku sama bayu kan naik mobil. Kalo masalah yang ngintip nanti aku tinju masss”
“Yasudah deh kalian langsung berangkat gih. Barang barang yang mau di bawa udah dimasukin ke mobil kan? Jangan sampai ada yang ketinggalan.”
“Eh, nia kmu tahu jalan kan? Aku juga khawatir kamu nanti malah kesasar.” Ucap ayah bayu.
“Tenang mas kan ponselku ada GPS. Aku juga sedikit tahu kok jalur perjalanan ke Garut.” Nia mencoba kembali menenangkan suaminya.
“Oke yasudah deh. Nanti kalo ada apa-apa hubungin aku yaa. Udah cepetan masuk mobil”.
Bayu duduk di depan bersama ibu yang menyetir. Mobil grand livina meluncur perlahan tak lupa nia membuka kaca mobil sambil melambaikan tangan ke suaminya. Di sisi lain Bayu sedang asyik dengan ponselnya entah apa yang sedang disibukkan.
“Bayu ayo dadah sama ayah…dadah”
Waktu demi waktu terus berjalan hingga siang tiba, nia sibuk mengemudikan mobil. Bayu sibuk dengan ponselnya. Masalah kemudian muncul…
“Ma… kok mama kayak orang bngung?” Tanya bayu dengan raut muka heran.
“Iya nih de. Mama bingung jalannya kemana. Ini gara-gara mama sok tahu. Mama gak ngandelin GPS juga. Gak ada jaringan lagi”
Bayu jadi ikut bingung. Dia bingung ingin berbuat apa. Sedangkan raut wajah Nia, sang ibu, tanda kecemasan begitu terlihat. Dia menengok kiri kanan yang sekitar banyak pepohonan dan beberapa rumah pedesaan, tiba-tiba mobil kehabisan bahan bakar.
“Ma, ma, kok mobilnya berhenti?” Tnya bayu.
”Bahan bakarnya habis dek, karena terlalu senang mama jadi kelupaan isi bahan bakar” jawab Nia melemah
“Ma terus bagaimana?” Bayu sedikit panik.
Nia mengajak bayu keluar dari mobil sambil berusaha mencari bantuan.
“De, kita keluar dulu yuk. Kita cari bantuan. Siapa tahu ada yang bisa bantuin kita”
Dari kejauhan nia dan bayu yang kebingungan seketika keluar dari mobil diamati seorang bapak berusia 47 tahun. Namanya pak bejo. Kulit yang coklat kehitaman ditambah kumis dan perut yang agak tambun menjadi ciri khasnya.
Merupakan penduduk sekitar yang bekerja sebagai buruh tani, Istri nya bekerja sebagai tenaga kerja di Malaysia. Sedang kan sang anak bekerja di Bandung, penampilan pak bejo begtu adanya.
Tak lama kemudian pak bejo mencoba menghampiri ibu dan anak yang sedang kebingungan itu.
“Maaf yaa bu, kayaknya lagi bingung ada yang bisa saya bantu?” Tanya pak bejo.
“Ini pak, saya sama anak saya lagi kebingungan. Tadinya mau ke garut. Eh,malah kesasar kesini. Malah bahan bakar habis lagi” jawab nia
Pak bejo rasanya tak mendengar apa yang dikatakan nia, sibuk memandang tubuh nia yang sintal. Terlebih belahan dada nia terlihat.
“Weleh weleh yang begini nih bikin si otong gak tahan.” gumam bejo
Pandangan pak bejo membuat nia sedikit risau. Dia merasa pak bejo ingin menerkamnya.
“Yasudah bu, ke rumah saya aja dulu. Mobilnya di sini aja. Lagipula rumah saya deket. Tuh rumah saya…” jawab pak bejo sambil menunjuk ke arah rumahnya
“Yasudah pak kita ke rumah bapak dulu aja”
“Yuk de kita ke rumah bapak ini dulu supaya kita dapat bantuan”. Jawab nia sambil menenangkan anaknya yang tampak kebingungan.
“Ma tetap jadi kan ke Garut?” Jawab bayu yg terlintas masih bingung.
Sedangkan, sambil berjalan mengantarkan ibu dan anak itu, di wajah pak bejo terlintas sebuah senyuman. Entah apa arti senyuman itu.
Kicauan burung menyambut pagi dan sinar matahari. Pagi itu terdengar suara Nia yang masih mengenakan daster hitam yang sempat dirinya lepaskan semalam.
“Bayu, bayu, ayo bangun…. kita musti siap-siap berangkat de. Kalau enggak nanti kita kesiangan. Malah nanti papa yang duluan sampai Garut”
“Aduuuuhhh mamaaaa bayu masih ngantuk…….” gerutu bayu.
“Bayu ayo bangun de.. jangan malas dong anak mama yang ganteng” nia membujuk sang anak sambil telapak tangannya berulang kali mengelus ubun-ubun bayu.
Dia mencoba terus membangunkan sang putra kesayangan dengan lembut. Begitu lembut dirinya membangunkan bayu, hingga tak sadar bahwa bayu melihat apa yang dilakukan nia bersama Pak bejo semalam.
Dalam kantuk dan mata yang ia coba pejamkan kembali, bayu terlintas terpikir apa yang dia lihat semalam. Dia mencoba untuk melupakan, namun rasa penasaran terus menyelimuti pikirannya.
Dalam benaknya ia terus bertanya-tanya apa yang dilakukan sang mama semalam dengan pak bejo dalam kondisi telanjang.
Apa pula arti desahan mama yang begitu kencang semalam. Karena terus menghantui pikirannya, bayu lekas bangun. Ia beranggapan lebih baik dirinya bersama sang mama segera pergi dari rumah Pak Bejo.
“Iya dehhh mama iyaaaaa. Nih bayu bangun.” Ucap bayu sambil membuka selimutnya.
Bayu lekas bangun, merapikan selimut yang menutupinya. Sementara itu nia membereskan segala barang miliknya yang ada di kamar, menyiapkan pakaian untuk dirinya dan bayu yang akan segera melanjutkan perjalanan. Tak lama kemudian nia mengambil handuk untuk dirinya dan bayu.
“Langsung mandi aja yuk de, bareng sama mama. Mama juga mau mandi, soalnya kita gak bisa lama-lama di sini. Kalau kita keduluan papa sampai Garut, nanti mama musti bilang apa. Mama kan malu kalau ketahuan nyasar”
“Iyaaa maaa iyaaaaaa” gerutu bayu kembali menuruti kemauan sang ibu.
Keduanya kemudian bergegas menuruni tangga menuju kamar mandi. Sambil melangkah, bayu melihat sekeliling. Ia mencari pak bejo. Namun dia tak melihat lelaki yang tak telah memberinya tumpangan. Kemudian kedua ibu dan anak itu memasuki kamar mandi.
Lagi pintu yang rusak itu belum diperbaiki sehingga pintu kamar mandi kembali tak menutup sempurna. Tak lama setelah pintu tertutup nia melepaskan daster yang ia kenakan semalam. mem nandangi seluruh tubuh nya yang sudah tak tertutupi merasa tubuhnya masih utuh walau semalam disetubuhi pak bejo.
“Aduuuh anak mama ini lepas pakaian aja lama banget. Yasudah sini mama lepasin. Gitu aja lama banget”
“Yasudah sekarang Bayu mau mandi sendiri apa dimandiin sama mama?” tanya nia.
“Mandi sendiri dong mama,.. bayu kan udah bisa mandi sendiri” jawab bayu dengan wajah meyakinkan.
“Yasudah kalo begitu.” balas sang mama
“Yasudah kalo begitu.” balas sang mama
Nia kemudian menyirami seluruh tubuhnya dengan air terlebih dahulu. Air yang dingin membuat siraman tersebut terasa menyejukkan. Tak lupa ia sabuni buah dadanya yang semalam di lumat pak bejo. Begitu juga tak lupa ia sabuni liang persamaannya yang tak sempat ia bersihkan semalam. Setelah selesai, nia melihat bayu yang malah sibuk main air.
“Aduuuh anak mama malah main air siih. Kita ini musti buru-buru bayu. Kalau enggak nanti kita terlambat.”
“Yasudah sini mama mandiin deh kamu.” Ucap nia kesal kepada sang anak.
Lalu ia sirami putra kesayangannya dengan perlahan dan penuh kelembutan. Tak lupa ia sabuni seluruh jengkal tubuh bayu dengan sabar. Sambil menyabuni bayu, terbenak apa yang dilakukannya dengan pak bejo semalam. Nia begitu menyesal telah melakukan perbuatan hina itu. Hatinya resah. Kenikmatan yang dirasakan semalam baginya tidak sebanding dengan keutuhan keluarga yang ia rengkuh bersama suami dan anaknya.
“Maafkan mamaaa yaa bayu” gumam nia dalam hati.
Di luar kamar mandi
“Beres dahhh. Untung deket sini ada yang jual bensin eceran. Memang gak banyak sih. Tapi sanggup mengantar sampai pom bensin terdekat” ucap Pak Bejo puas.
“Bu nia Bu niaaaa buuuu….mobilnya sudah saya isi bensin yaaa. Tapi jangan lupa isi bensin lagi di tengah jalan kalau gak mobilnya nanti mati lagii buuuu” Teriak pak bejo.
Pak bejo penasaran mengapa tak ada respon. Lalu ia mencari nia ke kamarnya. Namun ia tak menemukan. Kamar tersebut kosong dan sekarang tampak begitu rapi. Begitu juga bayu, putera nia, ia tidak menemukan anak itu di kamar tersebut. Setelah dirasa benar-benar kosong ia kembali menuruni tangga mendengar suara guyuran air dari kamar mandi di bawah. Lantas ia segera ke sana.
“Hehehehe mereka berdua lagi mandi to. Untung nih pintu belum gue perbaiki. Intip aahhhh” pak bejo berucap sambil tertawa pelan.
Ya, pak bejo lagi lagi mengintip. Kini ia melihat nia dalam kondisi bugil bersama bayu. Akibatnya, naluri lelaki itu kembali bergelora. rudalnya kembali menegang. Begitu pula nafsunya bangkit kembali.
“Aduh si rudal ini lagi-lagi gak bisa diem. Kan lu udah nyobain tuh serambi lempit semalem” racau pak bejo dalam hati sambil mengelus rudalnya yang ada di balik celana.
Pak bejo tak bisa menahan diri karena rudalnya sudah mengeras. Perlahan ia lepaskan celananya hingga akhirnya ia dalam kondisi bugil. Dengan langkah pelan kemudian ia geser pintu kamar mandi yang rusak itu.
“Maa mama pak bejo ngapain masuk ke sini” tanya bayu yang melihat pak bejo lebih dulu.
Bayu sedikit terkejut, pikiran buruk dan peristiwa yang ia lihat semalam kembali menghantui. Sementara itu Nia yang sedang sibuk menyirami bayu, mendengar ucapan sang putera langsung melihat pak bejo.
Terlebih, pak bejo masuk secara tiba-tiba. Tentu saja Nia mau tak mau melihat pak bejo. Ia palingkan wajahnya dari lelaki berperut tambun itu. Meskipun begitu, nia sempat melihat rudal pak bejo yang sedang mengacung.
“Apa yang pak bejo lakukan di sini. Bapak gak melihat saya lagi mandi bersama bayu?!” ucap nia dengan nada memarahi.
“Saya mau mandi juga bu… kan semalem rudal saya ini habis mengaduk-ngaduk serambi lempit ibu heheheeeee” Jawab pak bejo.
“Bapak jangan macem macem yaaa! di sini ada bayu pakkk!” ucap nia kesal
Pak bejo kemudian mendekati nia dan mengelus lengan nia yang berisi itu. Nia mengelak lekas mengambil handuk dan mengeringkan dirinya dan bayu. Setelah itu nia lilitkan handuk di tubuh bayu kemudian dirinya.
Lalu ia lekas mengajak bayu keluar dari kamar mandi. Bayu keluar lebih dahulu. Namun, nia ditahan pak bejo. Kedua lengannya dicengkeram kuat-kuat oleh kedua telapak tangan pak bejo yang kasar itu. Bayu yang sudah berada di luar kamar mandi pun kebingungan.
“Bayu, kamu duluan aja ke atas ya. Nanti mamamu nyusul hehee”, tawa pak bejo terkekeh-kekeh sambil menahan kedua lengan nia yang terus memberontak.
“Jangan bayu, jangan…Janggan tinggalin mamaaaa dee… lepasin pak bejo lepasin ish”, sahut nia sambil terus mencoba melepaskan kedua lengannya dari tangan pak bejo. Ngocoks.com
Namun usaha nia itu tampaknya sia-sia. Tangan pak bejo sangat kuat mencengkeramnya. Sedangkan, belum bayu merespon sang mama, Pak bejo langsung menutup pintu yang tak bisa menutup secara sempurna itu.
Bayu lagi lagi hanya terdiam dan terheran apa yang sebenarnya sedang ia alami. Anak lelaki umur 11 tahun itu lebih memilih melangkah kan kakinya secara perlahan meninggalkan kamar mandi menuju kamarnya di lantai dua.
Dalam langkah demi langkahnya itu ia mendengar suara mamanya dan pak bejo yang berada dalam kamar mandiii. Namun ia tak peduli atas sesuatu yang tak dipahaminya itu. Ia lebih memilih mengenakan pakaian dan mempersiapkan segala sesuatu nya untuk kembali melanjutkan perjalanan bersama sang mama.
Bersambung… Cukup lama bayu beraktivitas dalam kamarnya, pelan-pelan mengenakan pakaiannya. Lalu ia bereskan barang-barang miliknya satu per satu dan memastikan tidak ada satupun yang tertinggal. Hingga semua dianggap beres, bayu mencoba menuruni tangga.
Hendak mencari udara segar di sekitar rumah itu. Di sisi lain, aktivitas sang mama dan bejo tampaknya belum juga selesai. Ketika bayu turun, ia mendengar suara mamanya dan pak bejo sedang sibuk di dalam kamar mandi. Suara itu lebih kencang dari sebelumnya
“Argh pak bejo cepett keluarin nia dah gakk kuatt pakkk” desah nia
“Uhh dikit lagi buuuu dikit lagiiiii ayooooo “sahut pak bejo
“Pak nia keluar, ahh” balas nia
“Saya juga Bu. ”
Namun, ia begitu malas untuk memperhatikan apa yang dilakukan sang mama dengan pak bejo di dalam kamar mandi. Ia kemudian membuka pintu rumah pak bejo dan melangkahkan kakinya untuk berkeliling lingkungan rumah. Lagi pula hal tersebut dilakukan sambil menunggu aktivitas mamanya di kamar mandi selesai.
Setelah dirasa cukup lama dan bosan, bayu kembali ke rumah pak bejo. Sampailah ia depan pintu rumah yang ditumpanginya. Lalu, dia membuka pintu dan dirinya melihat sang mama dan pak bejo sedang asyik menonton tv bersama.
Tampak mamanya sudah siap-siap. Pakaian sang mama sudah rapi. Dan lagi-lagi mamanya mengunakan kaos ketat yang membuat lekuk tubuhnya terpampang dengan jelas. Mama bayu sepertinya tidak kapok meski pakaiannya tersebut telah mengakibatkan dirinya disetubuhi pak bejo.
“Ehhh bayu kamuu udah pulang dek, yuuk kita berangkat sekarang”
“Nih tas kamu dibawa nanti ketinggalan lagii.. ” ucap nia sambil menyodorkan tas tersebut kepada bayu
Mendengar ucapan itu bayu hanya mengangguk dan menerima tas yang disodorkan sang mama.
“Pak bejo kita permisi dulu yaaa pakkk. Terima kasih atas bantuan yang bapak sudah berikan. Maaf merepotkan selama ini yaa pakk” ucap nia
“Ohhh gakk kokk bu justru saya yang berterima kasih hehe.”
“Yasudah itu mobil bahan bakarnya tadi udah saya isi bu. Nanti di tengah jalan isi lagi ya bu kalo gak nanti mogok lagi”
“Eh iya bayu, kamu bisa tuliskan alamat rumah kamu gak? Mama kamu gak mau kasih tahu nih” ucap pak bejo sambil menyodorkan secarik kertas dan sebuah pulpen.
Apa yang dilakukan pak bejo dihalangi nia. Namun lagi-lagi tangan pak bejo tidak bisa dilawan. Hingga akhirnya, Bayu menuliskan alamat rumahnya.
“Ohh yasudah makasihh banyak yaa pak”
“Eh iyaa, ayoo bayu kita buru buru berangkat” sahut nia pada sang anak.
“Iya maa.”
“Bayu.. jangan sungkan mampir ke sini yaaa” jawab pak bejo sambil meremas bokong nia.
Nia menepak tangan pak bejo yang meremas bokongnya. Lalu ia berjalan membuka pintu rumah dan mendekati kendaraan pribadi nya. Setelah itu ia bersama bayu masuk ke mobil dan bersiap memulai perjalanan kembali.
Pak bejo hanya berdiri di depan rumahnya bersiap untuk melambaikan tangan sebagai simbol perpisahan kepada ibu dan anak itu.
“Yuukk pakkk sayaaa jalaaaan duluuu yaaa” ucap nia sambil mengendarai mobilnya meninggalkan halaman rumah pak bejo.
“Hatii hatii buu! Kalo ada waktu mampir-mampir ke sini!” sahut pak bejo sambil melambaikan tangan kanannya.
Mobil itu pun akhirnya meninggalkan rumah pak bejo. Sementara bayu hanya terdiam di sebelah nia yang sedang mengemudi. Ke lihat nya dia begitu lelah hingga tertidur sepanjang perjalanan, sementara itu nia sibuk mengendarai mobil.
Sepanjang perjalanan ia mencoba menghubungi sang suami, namun jaringan masih menjadi kendala utama. Meskipun begitu, terkadang nia memperhatikan bayu yang masih tertidur lelap. Tampak selama di rumah pak bejo anak itu tidak tertidur pulas.
Beberapa saat kemudian nia melihat pom bensin, lekas ia arahkan mobilnya ke tempat pengisian bahan bakar. Usai mematikan mobil, ia mencoba membangunkan putranya, namun tidak tega lebih memilih membuka jendela mobil. Setelah itu dirinya keluar menunggu. Sambil menunggu, nia mengecek kembali telepon selularnya.
Di sekitarnya petugas pom bensin yang kebanyakan laki-laki memperhatikan dirinya yang memakai kaos ketat. Wajah mereka tampak bernafsu melihat nia.
Namun, nia tidak menggubris. Dia sibuk mengurusi telepon selularnya. Terus menerus ia periksa, mendadak dirinya senang karena jaringan selularnya pulih kembali. Segera ia hubungi suaminya.
“Halo, halo, mas haris ini aku nia”
“Eh, kamu. Kok aku telepon nggak nyambung-nyambung ya?” tanya haris
“Iya nih mas dari tadi jaringan susah banget. Mas sekarang ada dimana?”
“Aku lagi dalam perjalanan nih bersama pak arso. Kamu sendiri di mana sekarang?” tanya haris kembali
“Ohh. Aku sekarang lagi di hotel mas. Kira-kira nyampe jam berapa ya?”
“Belum tahu nih. Di hotel apa kamu? biar aku jemput aja sekalian. Eh, bayu lagi apa?
“Gak, gak usah mas. Nanti biar kita janjian ketemu aja. Ohhh.. Bayu lagi tidur nih mas.” jawab nia gugup.
“Kok berisik ya di sana? Kamu lagi di mana sih?”
“A..Aku lagi di luar hotel mas. Lagi beli sesuatu” ucap nia.
“Oh yaudah nanti aku kabarin lagi ya” ucap haris sambil hendak menutup telepon selularnya
“iya mass”
Dia terpikir sejenak entah apa yang barusan dilakukan. Tak hanya mengkhianati sang suami, kini ia membohonginya. Dia terpaksa melakukan itu. Bila tidak, suaminya pasti menertawainya karena dia baru saja tersesat. Belum lagi suaminya tahu bahwa semalam dia ditiduri lelaki lain, pasti sang suami amat marah padanya.
“Maaf buu, ini udah selesai” ucap petugas pom bensin
“Ehh, iyaa pakk maaf. Ini uangnya” “Pak, jalan ke Garut tinggal lurus aja kan ya?” tanya nia
“Iya benar bu. Ibu tinggal lurus aja. Nanti ibu bakal lihat tulisan selamat datang di kota Garut. Nah, itu berarti ibu udah di kota Garut”
Mansion Global Milk Bar’s Christina Tosi and Restaurateur Will Guidara Are Selling Their Manhattan Apartment Sponsored by Mansion Global Read More
“Oh gitu ya pak. Makasih banyak ya pak.”
“Iya bu sama-sama” balas petugas pom bensin yang terus memperhatikan nia.
Lalu nia masuk ke mobilnya dan lekas nyalakan mesin. Tanpa waktu lama ia menginjak gas dan meninggalkan pom bensin tersebut. Sepanjang perjalanan nia fokus mengemudi. Sesekali memandangi putranya yang sedang tertidur.
Hingga waktu tak terasa berlalu nia sampai di kota Garut. Ia melihat sekelilingnya. Dia tak menyangka bakal berhasil tiba di kota itu setelah banyak hal terjadi menimpanya. Melihat sebuah tempat makan, Ia pinggirkan mobilnya. Lalu ia segera hubungi sang suami.
“Halo Mas, kamu masih di mana?” tanya nia
“Gak lama lagi nyampe kok. Tunggu aja dulu ya” balas haris.
Nia kemudian menutup teleponnya. Dia menunggu dan menunggu sambil menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. Ternyata, menunggu tak sebentar seperti yang diucapkan suaminya. Bayu menunggu hingga harus mematikan mesin mobil. Tak lama kemudian, bayu terbangun.
“Maa kita udah nyampe belum?” tanya bayu agak malas.
“Udah de”
Nah, terus kita nunggu apa?” tanya bayu kembali
“Nunggu papa kamu” balas nia agak cemberut
“Ohhh. Tujuan kita mau kemana sih ma sebenarnya?”
“Sebenarnya mama mau ngajak kamu jalan-jalan keliling kota Garut, tapi papa kamu malah mau jemput. Yasudah deh mama terpaksa nunggu sekarang” jawab nia lugas. Ngocoks.com
“Hemm”
Tak lama setelah bayu bangun, telepon selular nia berdering.
“Halo mas. Kamu udah di mana sih? Aku udah lama nunggunya nih” ucap nia kesal
“Aku udah nyampe nih. Kamu di mana? Aku jemput nih”
“Saya di rumah makan X mas. Aku dah keluar dari hotel. Buruan ya mass”
“Oh yasudah aku kesana” jawab haris.
Tak lama kemudian nia melihat mobil keluarga berwarna abu-abu. Mobil itu berhenti di dekat mobilnya. Keluarlah nia bersama bayu dari mobilnya. Bersamaan dengan itu keluar pula Haris bersama Pak Arso dari mobil abu-abu tersebut. Bayu yang melihat sang ayah langsung berlari menghampiri dan memeluknya.
“Papaaa!” teriak bayu kegirangan sambil memeluk papanya.
“Bayuuuu!”
“Gimana liburannya sama mama? Udah kemana aja?” tanya haris.
Bayu hanya terdiam, Nia kemudian mengelak.
“Kita udah keliling ke banyak tempat lohh mas. Iya kan bayu? Nia sambil melirik ke mata bayu”
Bayu membisu mendengar kebohongan sang mama, benar benar malas untuk menanggapi kebohongan tersebut.
“Eh iya nia. Ini kenalin atasanku pak arso” ucap haris
“Iyaa saya nia, istrinya haris”
“Saya pak arso atasan haris” sambut pak arso.
Nia dikenalkan haris pada pak arso. Melihat pak arso, nia agak takut karena pandangan mata lelaki itu sama halnya dengan mata pak bejo terhadap dirinya. Pandangan mata yang seolah ingin menceng kram tubuhnya. Sedangkan, pak arso begitu kagum terhadap nia. Sungguh, dia tidak pernah bertemu dengan istri anak buahnya itu.
“Heeem gilaaa istrinya si haris. Montok bangett. Kalah cakep rani di rumah” gumam pak arso dalam hati.
Haris kemudian mengajak anak istri dan anaknya masuk kembali ke mobil keluarganya tersebut. Nia yang sebelum nya memegang kemudi, kini digantikan haris. Sedangkan pak arso seorang diri masuk ke mobilnya. Mobil pak arso dahulu yang berjalan. Disusul mobil haris di belakangnya.
“Pa sebenarnya kita mau kemana sih?” tanya nia
“Kita mau ke villanya pak arso. Kebetulan dia punya villa di Garut” ucap haris
Bayu hanya diam di dalam mobil. Sebenarnya ia ingin melaporkan pada ayah apa yang dilakukan mamanya semalam. Namun, ia tak berani. Ia takut salah. Oleh karena itu, ia hanya memendam hal tersebut dalam hatinya dalam-dalam.
Tak lama keluarga haris pun sampai di sebuah villa yang cukup besar. Villa tersebut di kelilingi taman hijau yang tidak begitu luas. Mobil haris pun berhenti di belakang mobil pak arso yang lebih dulu sampai. Setelah itu keluarga haris pun keluar dari mobil bersamaan.
“Selamat datang di villa saya yang yahhh tidak gede gede amatlah” sambut pak arso kepada keluarga haris
“Waaah gede begini pakk. Bapak bilang gak gede hehehe” puji haris sambil tertawa
“Makasih haris. Yasudah mari kita masuk” ucap pak bejo sambil membimbing keluarga itu masuk ke dalam.
Sesampainya di dalam, pak arso membimbing keluarga haris ke kamarnya. Haris, nia, dan bayu memperhatikan segala sudut ruang yang ada di dalam villa itu selagi berjalan bersama pak arso. Villa tersebut bertingkat dua.
Bagian dalam villa tersebut tidak begitu besar. Terdapat ruang tamu yang bersebelahan dengan ruangan makan. Terdapat pula ruangan yang tertutup pintunya.
Bersambung… Mungkin yang membuat kesan tidak begitu besar karena bagian lantai bawahnya di penuhi banyak barang antik dan dindingnya di penuhi lukisan.
Berbeda dengan bagian bawah, bagian lantai atas villa tersebut tampak begitu luas. Tak banyak benda yang berada di bagian atas itulah yang membuat lantai atas tampak begitu luas. Di lantai atas inilah kamar keluarga haris berada.
“Ini ada dua kamar saya sediakan untuk kalian. Yang sebelah kiri untuk kamu haris bersama istri dan yang kanan untuk anak kamu ini, bayu“
“Oh iya, mohon maaf saya langsung mengantarkan kalian ke kamar dan tak sempat mengajak kalian berkeliling.”
“Kalau kalian mau melihat-lihat silahkan. Anggap seperti rumah sendiri tidak usah sungkan sungkan” ucap pak bejo dengan ramah.
Haris langsung mempersilahkan istri dan putranya masuk terlebih dahulu. Dia tak menyangka pak arso begitu baik pada dirinya dan keluarga.
“Ohh gapapa pak. Begini saja saya sudah berterima kasih bangett.” balas haris.
Ohhh hahaa yasudah selamat beristirahat. Saya juga harus permisi lebih dulu” ucap pak arso.
“Ohhh yaaa pakkk marii.”
Pak arso kemudian turun ke ke lantai bawah villa itu menuju kamarnya. Pak arso tampak sedang memikirkan sesuatu.
“Hemmm begini cara nya hehehe” senyum pak arso licik.
Meanwhile.
nia, haris, serta bayu sibuk di kamarnya masing-masing. Mungkin keluarga itu sudah cukup lelah untuk menyempat kan waktu mereka berkeliling.
Kamar mereka cukup luas. Di kamar bayu terdapat sebuah lemari dan sebuah tempat tidur yang cukup besar untuk seorang anak berumur 11 tahun sehingga banyak sudut kosong yang tidak terisi.
Selain itu, di kamar nia dan haris juga terdapat sebuah lemari dan sebuah tempat tidur yang sama ukurannya dengan tidur bayu. Yang nampak berbeda hanya di kamar haris dan nia terdapat sebuah cermin besar yang berhadapan dengan tempat tidur mereka.
Keluarga itu hanya beraktivitas di dalam kamar semenjak mereka memasuki kamar itu. Namun. sesekali nia dan haris menengok bayu yang berada di kamar sebelah. Hingga tak terasa malam pun tiba.
“Hariisss! Hariss! Ayoo kamu ajak keluargamu makan dulu. Saya sudah menunggu di bawah.” panggil pak arso yang berada di lantai bawah
“Iyaaa pakk saya segera ke bawah” saut haris.
Keluarga haris pun secara bersamaan turun ke bawah. Haris dan Bayu sudah mengenakan piyama, tampak mereka sebenarnya sudah bersiap untuk istirahat. Begitu juga nia, dia sudah mengenakan dasternya yang berwarna putih tak berlengan.
Bagian bawahnya begitu rendah sehingga memperlihatkan paha putihnya yang mulus dan berisi. Begitu juga bagian atasnya, entah mengapa nia suka sekali mengenakan daster yang memperlihatkan belahan dadanya.
Terlebih, ukuran dadanya yang cukup besar sangat terpampang sekali setelah sampai, Haris sekeluarga melihat pak arso yang mengenakan kaos singlet putih sudah duduk menyambut mereka di meja makan.
“Ayo duduk. Saya sudah hidangkan makan malam ini untuk kalian. Tidak usah malu-malu” ucap pak arso sambil mempersilahkan.
“Iya pak. Ayo nia, bayu duduk. pak arso udah nyiapin makanan tuh”
Keluarga itu makan malam bersama dengan pak arso yang sudah menghidangkan makanan, baik yang digoreng hingga yang direbus, begitu juga buah-buahan, seperti jeruk, apel, dan pisang. Selama makan bersama, keluarga itu terlibat obrolan bersama pak arso.
Obrolan yang banyak dibicarakan mengenai bagaimana pak arso membangun villa ini. Tak ketertinggalan pembicaraan mengenai sekolah bayu juga diikutsertakan. Selama pembicaraan itu pula pak arso hampir selalu memperhatikan nia. Entah apa maksudnya.
“Istri haris ini bener-bener cantik…buah dadanya juga besar lagii..uhhh beruntung bangeet si haris ini.”ucap pak arso sambil memperhatikan nia yang sedang makan
Nia sedikit risih dengan pandangan pak arso, namun nia tak mau memberitahu suaminya apalagi pak arso sudah memperlakukan keluarganya dengan sangat baik.
Usai makan bersama, haris dan keluarganya kembali ke kamar lebih dulu. Ketika keluarga itu berjalan menuju kamar mereka, pak arso memperhatikan nia kembali
“Uhhhhh bokongnya padat dan kencang si nia. Jadii sempit nihhh celana” ucap pak arso pelan
Sesampai di atas, haris bersama istri masuk ke kamarnya begitu juga bayu. Di dalam kamar nia dan haris tampak bercakap-cakap.
“Maa kamu jangan pakai pakaian kayak begituu dong lain kalii kalau di depan laki-laki kan dilihatnya gak enak”
“Kenapa pa? Papa cemburu ya mama dilihatin pak arso” balas nia
“Ihh siapaa juga yang cemburu yeee”
“tenang aja paa. Mama setia kok sama papa”
“Yasudah deh paa gak usah terlalu dipikirin jugaaa. Mama tidur duluan yaa..udah ngantuk banget nihh.” ucap nia sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.
Sementara itu di kamar bayu, anak itu tampak sulit memejamkan mata. Dirinya masih dihantui apa yang dilihatnya di rumah pak bejo malam itu. Dia bingung harus bercerita dan bertanya kepada siapa. Pada akhirnya ia lebih memilih keluar kamarnya. Entah apa yang ingin dilakukannya.
Tok… Tok…
“Mama papa ini bayu” ucap bayu.
Bayu terus mengulangi ketukan dan ucapannya hingga ayahnya membukakan pintu.
“Ada apa de? Kamu kok belum tidur?” tanya haris
“Bayu takut tidur sendirian paa”
“Heeeemmm” haris menghela nafas.
“Maaaa aku nemenin haris tidur di sebelah yaaa” sahut haris pada istrinya.
“Iyaaaa yasudah paa jangann lama-lama ya” jawab nia dengan kantuk yang sudah berat.
Lalu haris menutup pintu kamarnya dan masuk ke kamar bayu. Ke duanya menaiki kasur bersamaan. Bayu yang sebelumnya tidak bisa tidur akhirnya bisa tertidur bersama sang ayah.
Di lain hal, pak arso yang sedang mengenakan kaos singlet dan celana pendek berwarna hitam sedang meminum sesuatu di kamar nya. Entah apa itu tak lama ia kemudian melepas kaos singlet nya.
Lalu mengambil 5 lembar foto yang ada di dekatnya. Setelah itu dengan hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada ia bergerak ke lantai atas sambil membawa 5 lembar foto tersebut.
Tok…
Tok…
“Aduhhh udahhh masss masukk ajaaa pintunya gak dikunci kok” sahut nia
Tok… Tok… Tok…
“Aduhhh siapaa sihhh malem malem begini” ucap nia kesal sambil membuka selimutnya
Lalu nia beranjak turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya.
“Aduhhh ganggu banget sihh, eh? Pak arso? Ada apa ya pak? tanya nia yang cukup terkejut dengan penampilan pak arso yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada itu. Ngocoks.com
Ketika nia berucap demikian, pak arso mendorong nia ke dalam kamarnya. Nia tak sempat menahan karena dorongan itu begitu tiba-tiba. Sesampainya di dalam kamar. Pak arso memberikan sesuatu pada istri anak buahnya itu.
“Nia, saya punya sesuatu terkait haris yang bisa membuat kamu terkejut.” ucap pak arso dengan sinis
“Apa yaa pakk?”
“Inii” sahut pak arso sambil menyodorkan 5 lembar foto yang dipegangnya.
Nia amat terkejut melihat foto sang suami yang sedang mencumbui wanita lain. Tak hanya itu, nia juga melihat foto bagaimana sang suami meniduri wanita itu.
“Siapa wanita ini pakk?” tanya nia
“Itu istri saya, rani. Haris pernah meniduri istri saya ketika ia belum menikah denganmu. Memang hal tersebut tampaknya tidak bisa di hindarkan karena istri saya sangat dekat suamimu dulu. Kamu tahu bagaimana rasanya perasaaan seorang suami yang dikhianati istrinya nia?” tanya pak arso dengan nada agak keras.
Nia terdiam sejenak. Tak lama ia kemudian berdiri membelakangi pak arso. Dia amat terkejut atas atas apa yang suaminya lakukan. Dia begitu lemas ketika melihat foto-foto itu.
“Aku gak nyangka kamu membohongiku masss”
“Kamu menutupi segalanya ketika aku belum menikah bersamamu. Kamu tega sekali mas haris” tangis nia dalam hati.
Pak arso mendekati nia yang sedang ada di depannya. Tak lama ia peluk nia dari belakang sambil membisiki sesuatu.
“Karena suamimu telah menyetubuhi istriku. Biarkanlah aku menyetubuhi mu, nia” ucap pak arso sambil tangan kanannya meraba buah dada nia yang masih terbungkus daster.
“Tapii pak..”
“Kita sama-sama tersakiti. Kita lampiaskan dendam itu dengan bersetubuh nia, haris sudah menyetubuhi istriku. Dia juga mengkhianatimu. Ayooo nia..” rayu pak arso
Nia terdiam sejenak.
Bersambung… Nia terdiam sejenak.
“ba.. ba.. baikkk pakkk. Pak arso bolehhh menyetubuhi nia. Nia ingin bapak berhubungan badan dengan tubuhku malam ini. Balasan dendam bapak atas perilaku suamiku itu pakk, biar dia tau bagaimana rasanya disakiti, nia mohon” ucap nia pelan.
Mendengar ucapan nia, kedua telapak tangan pak arso langsung meremas payudara nia dari belakang. Nia mencoba menggerakkan tubuhnya karena remasan tangan pak arso yang begitu kuat di bukit kembarnya.
“Ahhhh pak arso geli” desah nia sambil terus menggerakkan tubuhnya.
“Urghhhh buah dadamu besar sekali nia” bisik pak arso sambil terus meremas.
Kedua tangan pak arso terus meremas kedua payudara nia yang terbungkus dasternya. Namun pak arso tampak tak puas. Kedua tangannya menyelinap dalam daster tipis itu dan meraih bukit kembar wanita itu.
“Uhh. akhirnya bapak bisa megang susu mu, nia” ucap pak arso dengan nafsu yang sudah memuncak.
“Ahhh, susu Nia jangan dipegang semua”
“Biarin sayang” balas pak arso menyentuh puting susu nia
Setelah dirasa puas meremas payudara nia, arso dengan cepat me melorotkan celana pendeknya. Melempar celana pendek entah kemana, tangan arso kini bergerak ke serambi lempit nia secara perlahan bawah daster nia.
“Bapak masu jari bapakk ya ke serambi lempit mu” ucap pak arso pelan
“jangan pak” nia mencoba menahan tangan pak arso namun tangan nya sangat kuat sekali.
“serambi lempit kamuu rapet bangett sayanggggg” bisik pak arso perlahan memasukkan jarinya.
Setelah itu, mulai mengaduk-ngaduk dengan jari jarinya dan menyentuh itil nia .
Sementara jari jari pak arso sibuk mengaduk serambi lempit nia. rudal pak arso menggesek-gesek bokong nia, yang ikut bergoyang karena geli. Nia yang diserang dari dua arah, hanya pasrah hingga mengeluarkan cairan.
“Ini sekarangg lihattttt jari jari ikuuu, banyakk sekali cairan mu sayang” ucap pak arso sambil menunjukkan jari-jarinya yang basah dihadapan wajah nia.
Setelah selesai dengan serambi lempit nia, pak arso memegang tangan wanita itu dan mengajaknya mendekat ke tempat tidur. Pak arso duduk di sisi tempat tidur dan nia dipaksa nya berlutut di hadapan rudalnya yang sudah mengacung.
“Nia ayoo hisap rudal bapakk sayang”
“iya pak” ucap nia menurut
Nia memegang rudal pak arso, melihat sejenak kemaluan yang lebih panjang dari suaminya. Sama seperti rudal pak bejo yang pernah Nia coba.
“Aduh enak sayang ayo cepatt masukkan rudal bapak ke mulutmu” perintah pak arso
Mendengar ucapan pak arso,nia masukkan rudal itu ke mulut dan mengulumnya secara perlahan.
Srupp Srupp
Nia terus mengulum, sesekali melepaskan rudal pak arso itu dari mulut kemudian mengulumnya kembali . Sedangkan pakk arso terus menikmati nya.
Namun pak arso merasa kuluman nia kurang cepat. Maka, ia pegang kepala wanita itu dengan tangan kanannya. Ia bimbing naik turun kepala nia yang mulutnya sedang mengulum rudalnya. Tak lama ia percepat dan makin cepatt
crottt crottt crottt
Pak arso menekan rudalnya dalam-dalam di bibir istri haris. Maka, mau tak mau nia menelan seluruh sperma pak arso. Setelah dirasa spermanya keluar semua, pak arso mencabut dari mulut nia. Nia terengah-engah ketika rudal itu keluar dari mulutnya. Lalu dia menghela hela nafas dalam-dalam.
Sambil menghela nafas, dia menatap rudal pak arso yang habis memuntahkan sperma. Nia sedikit heran mengapa rudal lelaki itu masih tegang. Padahal, pak arso sudah orgasme di mulutnya.
Tak beberapa lama Pak arso memegang tangan nia dan mengajak wanita itu naik ke atas kasur. Pak arso berbaring meluruskan kakinya. Sementara nia yang masih mengenakan daster utuh terdiam duduk .
“Ayo sayang masukin rudal bapak ke serambi lempit mu ituuu” perintah pak arso
Nia yang sebelumnya duduk kini merangkak bangun, mengangkat bagian bawah dasternya dan mengarahkan serambi lempitnya ke rudal pak arso. Perlahan ia bimbing masuk rudal lelaki itu. Karena serambi lempitnya sudah basahhh akibat jari jari pak arso, begitu mudah rudal laki laki itu masuk ke liang senggamanya.
“Udah masuk pakk” desah nia sambil menggoyangkan sedikit pinggulnya.
“Urh bagus sayang”
Pak arso sedikit demi sedikit mendorong rudalnya ke serambi lempit nia dari bawah. Tak hanya itu, tangan lelaki itu yang sebelumnya tergeletak kini memegang pinggang nia. Sementara itu nia menaik-turunkan pinggulnya.
Nia kembali meraih orgasmenya. Akibat orgasme tersebut, dia jatuhkan tubuhnya di atas tubuh pak arso. Pak arso tidak tinggal diam. Ia peluk tubuh wanita itu dari bawah. Dia kembali menggenjot rudalnya di dalam serambi lempit nia secara perlahan.
Mencoba mencium bibir nia. Namun nia memalingkan wajahnya, nia yang masih mengenakan daster masih lemah. Namun dia berusaha bangkit. Dia mencoba mengikuti irama genjotan rudal pak arso yang belum orgasme.
Karena lemah, kedua tangannya terpaksa bertopang pada dada pak arso. Nia lalu menurunkan bagian atas dasternya ke pinggang. Kini buah dada dia terpampang jelas. Lalu ia pegang bukit kembarnya itu.
“Ini pakkk” ucap nia sambil memperlihatkan kedua buah dadanya
“Mana?? Sini deketin ke mulut bapak” manja pak arso
“Ini pak ahhhhhhhh” sambil menyodorkan payudaranya ke bibir pak arso
Nia hanya mendesah ketika bukit kembarnya dilumat pak arso. Lelaki itu melahap dan sesekali memasukkan puting nia ke dalam mulutnya. Berbeda dengan pak bejo, pak arso melumat buah dada yang disodorkan langsung oleh wanita itu.
“Ohhhhh pantas si hariss gak pernah menyetubuhi istriku lagi, punya istrinya enak banget” ucap pak arso sambil menyusu
“Ahhh bapak”
Tak hanya sibuk dengan bukit kembar nia, pak arso juga menggenjot nya. Nia merespon dengan menggoyang kan pinggulnya.
“Bapak udah dong neteenyaaa … nia mau disodok lagiii” desah nia
“Iyaaa sayang” balas pak arso sambil melepaskan bibirnya dari payudara nia.
Pak arso menyodok nia perlahan namun makin lama makin cepat, persetubuhan dengan posisi tersebut berjalan agak lama. Setelah puas dengan posisi itu pak arso melepaskan rudalnya dari liang kemaluan nia. Arso menyuruh istri anak buahnya itu menungging. Tampaknya pak arso ingin menggenjot nia dari belakang. Betapa kagumnya dia dengan bokong istri haris di remas dan sesekali di pukul.
plaaaaak
plaaaaak
“Ah, sakit pak” sahut nia yang sedang menungging.
“Biarin. Rasain nih si haris istrinya saya pukul pantatnya.”
plaaaaak
plaaaaak
“Ahhh bapak sakit”
Setelah puas memukul, arso bersiap kembali memasukkan rudalnya ke dalam serambi lempit nia. Di gesek dulu ke liang senggama istri haris.
“Ahhhh bapak udah masukin” pinta nia
“Sabar sayang”
Pak arso lalu mengarahkan rudalnya ke dalam liang kemaluan nia Dan dalam satu hentakan rudal pak arso ambles dalam kemaluan nia. Dia tekan rudalnya dalam dalam. Dan Pak arso merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Pinggul nia turut bergoyang ketika pak arso menyodokkan rudalnya. Dari bibirnya ia terus mendesah. Rambutnya terlibas kesana kemari. Sedangkan pak arso memegang pinggang nia yang masih tertutup daster. Ia terus maju-mundur rudalnya dalam kemaluan wanita itu.
“Aduh, ini daster menghalangi. Lagi enak enak ngentod” ucap pak arso sambil melepaskan plaaaaak nia.
Pak arso melepaskan daster nia sembarangan, sehingga kini mereka sama sama dalam kondisi telanjang. Memandang cermin yang ada dihadapan mereka.
Pak arso begitu senang ia melihat dirinya sedang menggenjot istri haris. Ia juga begitu senang setiap sodok nya membuat istri haris terus mendesah.
“Ahh, haris istri mu aku entot”
“lihat rudal ku mengaduk serambi lempit istrimu hariiiiss” ucap pak arso
“ahhhhhh Iyaaa masss Haris rudal pakkkk arsooooo ngentttoott serambi lempitk nia massss ahhh” sahut nia yang sesekali melihat cermin
Ketika kedua insan itu sibuk berlomba-lomba saling memuaskan, dari kamar sebelah bayu terbangun mendengar suara-suara yang tak asing baginya. Suara tersebut mirip suara-suara ketika ia di rumah pak bejo.
Rasa penasaran menghantuinya mencoba membangunkan ayahnya. Namun, dia kasihan ayahnya pasti sangat lelah. Ia lalu beranjak turun dari kasur dan keluar dari kamarnya, berhenti sejenak ternyata, suara tersebut berasal dari kamar sebelah, kamar ayah dan mamanya mengendap pelan.
Kebetulan pintunya tidak menutup rapat, maka ia coba melihat ke arah dalam kamar tersebut. Ia terkejut melihat mama bersama bos ayahnya dalam keadaan bugil. Sang mama dalam posisi menungging dan bos ayah tampak sedang menyodokkan sesuatu ke mamanya.
“Urghhhhh ayooo nia terusss goyang sayaaang” erang pak arso sambil terus menyodokkan rudalnya
“Ahhhhh pakkkkk rudallll bapak gede banget”
“Iyaaa sayaanggg” sahut pak arso.
Setelah memegang pinggang nia, kini ia menjambak rambut nia sambil terus menggenjot nia.
“Urgghhhh ayooooo sayaaanggg berikan goyangan terbaik mu”
“iya paakkkkk ahhhhhhhhhh” desah nia
“Urghhhhhh Haris, akuuuu ingin memiliki istrimu” ucap pak arso yang mulai mempercepat sodokannya
“Aahhhh pak arso serambi lempit nia mau muncrat pakkkk”
Pak arso lalu memeluk tubuh nia dengan erat dan meremas kedua bukit kembar nia dari belakang. Tak hanya itu, ia juga menyodokkan rudalnya semakin cepat. Sebaliknya nia juga semakin cepat menggoyangkan pinggulnya.
“Urg nia, bapak pengen nyemprot sayaaaang”
“Ahhhh iyaaa pakkk nia juga mau muncrat” desah nia dalam pelukan pak arso
“Ahhhhh ahhh mas Harris, rudal pak arso mauu nyemprot serambi lempit nia masss ” ucap nia yang sudah di penghujung puncak kenikmatan.
“Ahhhhhhh pak semprot ke serambi lempit nia, nia ingin muncrat” desah nia kuat
“Uhh iya sayang terima sperma saya ini“
crott… crott…
Mereka keluar bersamaan, dan pak arso menekan rudalnya dalam serambi lempit nia begitu kuat dari belakang. Arso memeluk nia menekan rudalnya hingga merasa seluruh spermanya keluar.
Setelah dirasa semua spermanya tertanam dalam rahim nia, baru mencabut nya dari serambi lempit istri anak buahnya itu.
Sementara nia yang tergolek pasrah dalam posisi menungging mencoba bangkit. Sperma pak arso menetes dari liang peranakan nya, nia mengambil tisu dari tasnya dan membersih kan sisa persetubuhan itu.
Di depan pintu, bayu mengintip cukup lama. Ia menyudahi hal itu ketika mamanya mendesah kencang. Sejujurnya ia tak mau melihat hal itu lagi karena sudah dua kali ia melihat mamanya mendesah seperti itu, terutama saat di rumah pak bejo. Perasaan bingung kembali menyelimuti hatinya.
Dengan langkah pelan ia kembali ke kamarnya. Ia beranjak naik ke atas kasur. Lalu ia melihat ayahnya masih tertidur. Sungguh rasa bingung amat menghantuinya. Itu membuat dia ingin membangun kan sang ayah. Dia ingin melaporkan apa yang dilihatnya pada ayahnya. Namun,
“Besok pagi saja deh” ucap bayu sambil kembali menyelimuti tubuhnya dan tidur kembali.
Udara segar dan kabut tipis menyelimuti sebuah villa di kota Garut. Pagi itu tampak para penghuni villa sudah beraktivitas sebelum fajar menyongsong. Hanya saja, di sebuah kamar terdapat seorang anak yang masih tertidur lelap.
“Heyy bayu.. hey ..bayu… bangunn.. udah pagi nih.. ayo bangun” ucap seorang ayah sambil menepuk pundak anaknya.
“Apaa sihhh papa aku kan masih ngantuk bangett” gerutu bayu
“Kita harus pulang ke rumah pagi ini de.. papa harus nyelesain pekerjaan kantor papa yang harus diserahin besok…” ucap ayahnya kembali.
“Ohhhhh” ucap bayu malas
Karena bayu anak yang baik, Bayu yang masih terlihat kusut dan malas itu bergegas turun dari tempat tidurnya yang acak-acakan. Terlebih, Ia lihat ayahnya yang sudah rapi mengenakan kemeja dan celana panjang berbahan kain.
Melihat ayahnya tersebut, Ia lekas mengambil handuk dari tasnya lalu menuju kamar mandi. Sementara itu Ayah bayu, haris, kembali ke kamar. Tampak nia, sang istri, yang tampak anggun dengan blusnya sedang membereskan perlengkapan mereka.
“Jadi kita pulang hari ini mas? Gak ada jalan jalan dulu gitu?” tanya nia
“Iya nih. Besok kan aku harus ngantor. Harusnya hari ini juga aku ngantor, tapi karena pak arso ngasih izin ya gak masalah” jawab haris sambil membantu nia.
“Tapi, kita gak jalan-jalan dulu mas?” tanya nia kembali
“Lah kamu sama bayu bukannya udah jalan-jalan? Lagi pula kan aku udah bilang, aku ke sini tuh nyusul mau jemput kamu. Nah ke betulan pak arso ada urusan sama villanya yang kebetulan di Garut.. jadinya bisa bareng deh”
“Ohh gitu yaa mass” jawab nia pelan.
Sementara itu Bayu dengan handuk dipundaknya tampak ke bingungan di depan pintu kamar, mencari kamar mandi. Wajar saja semalaman hampir semua aktivitas nya dihabiskan di kamar. Sebetul nya Ia hendak bertanya pada orang tuanya, tetapi dia amat malas.
“Hey bayu, Mau kemana kamu? Kok bingung gitu?” ucap Pak Arso
“Eh?! Bosnya papa. Ini om, bayu mau tanya, bayu kan mau mandi, kamar mandinya mana ya? tanya bayu polos
“Itu di pojok dekat ruang makan. Tapi kenapa kamu gak gunain kamar mandi atas aja?”
“Oh ada ya om? Soalnya di atas pintu ruangannya ketutup semua mana tahu bayu ada kamar mandi” sahut bayu
“Oh yasudah. Karena udah di bawah, gunain kamar mandi bawah aja” jawab pak arso tersenyum.
“Oke deh. Bayu mandi dulu ya om”
“Iya bayu” balas pak arso
Bayu langkahkan kakinya ke kamar mandi yang baru saja di tunjuk kan bos papanya, pak arso. Di depan pintu kamar mandi, pikiran anak itu terhanyut sejenak bayu jadi ingat apa terjadi semalam. Pak arso, lelaki kurus kekar itu telanjang bersama tubuh mamanya. Keduanya saling memeluk satu sama lain. Tapi anak itu benar-benar tak paham,
“Ya sudahlah” ucap bayu sambil masuk ke kamar mandi.
Ia basahi seluruh tubuh mungilnya, sesekali pikiran yang menghantui nya itu kembali datang . Lalu Ia sirami saja kepala beserta rambutnya dengan harapan pikirannya tersebut sirna terbawa air.
Di lain hal
“Mas, udah gak ada lagi kan yang ketinggalan?” ucap nia sambil duduk menatap suaminya yang masih beberes.
“Ya, udah nih” balas haris sambil menyudahi aktivitasnya.
“Ya udah kita keluar yuk?” ajak nia
“Iya”
Haris dan nia keluar kamar sambil membawa barang bawaan mereka. Mereka menengok sang putra di kamarnya. Hanya barang bawaan bayu yang mereka lihat.
“Kemana si bayu?” tanya nia pada haris.
“Itu dia” jawab haris sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah bayu
“De.. cepetan pakai pakaian gih. Kita harus segera balik ke jakarta” ucap nia kepada bayu
“Hah? Kita gak jalan-jalan dulu ma?”
“Kamu kan udah jalan-jalan sama mama. Ngapain jalan-jalan lagi” timpal haris
“Emmmmm.. ya udah deh paa”
“Eitts satu lagi dee.. jangan lama-lama pakai pakaiannya yaa de! Papa mama tunggu di bawah” ucap haris sambil mengajak istrinya ke bawah.
Bayu tidak bisa membantah ucapan sang ayah bahwa sebenarnya dia belum jalan-jalan bersama mamanya. Kalaupun sudah, itu juga tersesat. Padahal dia bisa dengan mengungkap kebenaran sebenar nya. Namun dia ragu untuk, mencurahkan isi hati kepada ayahnya.
Bayu lebih memilih mengenakan pakaian dan membereskan barangnya yang tak banyak itu. Lalu ia segera susul kedua orang tuanya yang menunggu di bawah.
Di bawah haris dan nia duduk bersama. Mereka menunggu sang putra kesayangan tak lama putra mereka pun muncul. Segera mereka beranjak berdiri dan mengajak bayu untuk berpamitan kepada pemilik villa sekaligus atasan haris, pak arso.
Sementara itu pak arso sedang istirahat di kamarnya, tubuhnya sedang rebah di atas kasur. Telapak tangan kanannya ia letakkan di atas dahi. Sesekali ia memejamkan mata sesekali pula ia membuka matanya. Entah apa yang sedang dipikirkannya.
“Aduh sialan ini rudal pengen ngentod istrinya hariss lagiii, gimana aduhhh” ucapnya dalam kamar.
Tiba-tiba,
“Pak arso kita mau pamit pulang dulu nihh!” ucap haris dengan nada keras ke arah kamar pak arso.
Mendengar ucapan itu pak arso cukup terkejut, buru-buru dirinya keluar kamar.
“Eh buru buru banget ris. Ini juga masih pagi. Gak jalan jalan dulu?” ucap pak arso sambil menghampiri haris
“Gak usah pak, saya buru-buru. Lagipula bayu besok harus sekolah sedangkan saya harus menyelesaikan pekerjaan yang musti diserahin ke bapak besok”
“Ohh kalo masalah itu kamu mah gak usah khawatir kalii. Saya kan atasan kamu. Bisalah saya atur” sahut pak arso tersenyum
“Ah bapak bisa aja. Tugasnya banyak begitu bapak bilang bisa diatur hehehe. Yaudah pak saya pamit dulu ya” ucap haris sambil menyodorkan tangannya ke tangan pak arso. Ngocoks.com
Akhirnya keluarga itu berpamitan dengan pak arso. Masing masing dari mereka menyalami laki-laki itu. Tak terkecuali, nia. Ketika menyalami pak arso, pak arso menyalaminya agak lama. Laki-laki itu meremas telapak tangan istri anak buahnya tersebut.
Namun nia segera menarik telapak tangannya. Ia buru-buru keluar dari dalam villa bersama suami dan anaknya. Pak arso membimbing keluarga itu keluar villa, Sesampai di luar pak arso hanya berdiri di depan pintu utama villa miliknya
Memandang haris bersama keluarganya sedang mendekati mobil mereka yang terparkir, lalu ia lihat keluarga haris secara bersamaan masuk ke mobil.
Tak lama kemudian, mobil itu melintas di depannya. Ia melihat haris dan keluarga membuka kaca mobil sambil memberi lambaian perpisahan. Pak arso hanya tersenyum dan sedikit berucap,
“Aduh musti gue pikirin nihh gimana caranya biar bisaa nidurin bininya si hariss lagii” ucap pak arso pelan sambil mengelus rudalnya
Bersambung… Keluarga haris pun meninggalkan villa pak arso. Di dalam mobil, nia duduk di sebelah haris yang sedang menyetir, sedangkan bayu duduk seorang diri tepat di belakang ayah nya. Sepanjang perjalanan mereka saling bercakap santai, tentang siapa pak arso.
Berbicara mengenai perjalanan nia bersama bayu, nia banyak berbohong kepada suaminya. Bayu hanya tersenyum saja melihat cerita bohong mamanya. Hingga ketika obrolan menjadi sunyi,
“Pa, aku mau tanya deh?” ucap bayu
“tanya apa de..” jawab haris
“Iya nih kamu mau tanya apa” jawab pula nia sambil menatap mata bayu
“Emmmmm nggak jadi deh” ucap Bayu mengurungkan niatnya untuk bertanya.
Tatapan mata mamanya seolah-olah melumpuhkan niatnya untuk bertanya kepada sang ayah. Entah apa yang bayu ingin tanyakan. Tak lama kemudian telepon genggam haris berdering. Dengan tangan kanannya ia jawab panggilan tersebut. Tampaknya yang menghubunginya seorang laki-laki.
“Ohhh ayahh, kenapa yaa yah?”
“Besok? Yasudah yah, boleh kok”
“Enggak, gak ngerepotin toh yah, orang aku anakmu juga”
“Iyaa, yasudah yahh nanti aku izin sebentar samaa kantor.”
Begitulah ucapan haris yang didengar oleh istri dan anaknya. Mereka pun penasaran.
“Siapa sih mas?” tanya nia
“Itu,,, ayah mau ke rumahh kita besok” jawab haris
“Lah bukannya besok kamu ngantor?”
“Aku nanti izin sama kantor sebentar aja” sahut haris
“ada apa yaa mas kira-kira?”
“Biasalah ayah, pasti lagi marahan sama ibu. Ayah memang suka begitu kalau lagi marahan sama ibu. Dia suka kabur dari rumah nyari tempat bermalam” terang haris
“Kakek mau ke rumah paa?” tanya bayu
“Iyaaaaa, memang kenapa?”
“Asyik adaaa kakek, asyik, ada kakek, ada kakek” sorak bayu kegirangan”
Bagi bayu, kehadiran sang kakek mengusir kebosanannya di rumah. Dia yang tidak boleh diizinkan bermain di luar rumah seusai pulang sekolah setidaknya dengan kehadiran kakeknya ada yang menemani bermain. Itulah sebabnya mengapa bayu amat bahagia mendengar kakeknya akan berkunjung.
••••
Kendaraan pribadi milik keluarga haris tiba di rumah mereka siang hari. Serentak mereka keluar dari mobil sambil membawa barang bawaan masing-masing ke dalam rumah rumah mereka tampak masih utuh dan rapi.
Sofa dan televisi di ruang tamu sebagai ruangan yang dekat dengan pintu keluar mereka terlihat masih utuh tidak dicuri mungkin hanya sedikit berdebu. Ruang makan mereka juga demikian tidak ada makanan yang tersedia di meja makan.
Keringat yang melekat di tubuh membuat mereka lekas langsung berganti pakaian. Kecuali haris, ia lebih dahulu menyalakan listrik yang sempat diputuskan sebelumnya. Barulah, dirinya berganti pakaian.
Bayu mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai. Begitu juga ayahnya sebelumnya sang ayah memakai kaos berkerah, kini ia mengenakan kaos singlet dan celana pendeknya.
Sedangkan nia, sang mama, tampil seperti biasanya. Dia sepertinya gemar memperlihatkan anggota tubuhnya. Dia menggunakan kaos ketat yang membusungkan dadanya celana pendek yang amat memperlihatkan paha putih mulusnya.
Tak banyak aktivitas yang dilakukan keluarga itu setiba di rumah. Nia sibuk membersihkan rumah, Haris tertidur di kamar, sedangkan bayu memilih sibuk bermain playstation di kamarnya. Hingga sore pun tiba,
“Hooamm…. ngantuk nihh. Capee juga yaaa main ps sendirian aduhhh” ucap bayu sambil memijat tangannya sendiri.
Bayu menyudahi aktivitasnya sebentar. Mulutnya yang menguap memberi kesan ia mengantuk. Namun ia menoleh ke jam dinding rumahnya. Ternyata, sudah sore. Kebetulan sejak tadi dia belum minum karena terlalu sibuk dengan perangkat elektronik yang dimainkannya.
Maka, bergegas ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar. Usai keluar kamar, pemandangan tampak begitu sepi. Ia terheran kemanakah gerangan kedua orang tuanya. Ia berpikir mungkin mama nya sedang membeli sesuatu di luar dan ayah sedang tidur.
Cara berpikir positif tersebut membuatnya tak peduli. Lantas, ia berjalan ke arah dapur yang letaknya berdekatan dengan kamar mandi. Ia ambil gelas di rak piring dapur itu.
Tiba-tiba dia mendengar desahan dari kamar mandi. Desahan itu rasanya pernah ia dengar. Maka, ia mencoba mengintip ke dalam kamar mandi, melihat mulut sang mama yang seolah merintih.
Tubuhnya mamanya bersandar ke tembok. Tangan kanan mamanya tampak menyentuh sesuatu di bagian bawah. Sedangkan, tangan kiri sang mama meremas buah dadanya yang sebelah kiri. Sambil menyentuh bagian tersebut mamanya mendesah dan menggoyangkan tubuhnya sendiri.
“Ahhhhhh ahhhhhh pakkk bejoooo sodok serambi lempit niaa paakkk teruss ahhhh yang daleemmmm pakkk ahhhhh”
“Pak arsooooo isep tete nia pakkk ahhhhh ayooo ahhhhh yangg kuat pakkkk ohhhh”
Bayu menggaruk kepalanya. Ia makin bingung. Ketika bersama seseorang dalam keadaan bugil mamanya mendesah, kini seorang diri dalam keadaan bugil juga mendesah. Sebenarnya apa yang dilakukan sang mama. Selain itu dia juga bingung kenapa pula mamanya memanggil-manggil nama pak bejo dan pak arso, bos ayahnya.
“Ahhh sudahlah, mendingan buruan minum terus balik lagi main ps” gumamnya dalam hati.
Lalu bayu dengan gelas yang sudah di tangannya ia mengambil air minum di dispenser dekat ruang makan. Usai melepas dahaga, kembali ia melanjutkan aktivitasnya bermain game di kamar. Tak beberapa lama, pintu kamarnya terbuka.
“Bayu.. udahan main playstation-nya. Kamu mandi dulu sana” ucap nia kepada putranya.
Bayu tidak menoleh ke wajah sang mama. Dia malah sibuk memperhatikan layar televisinya yang sedang dipergunakan untuk bermain game. Dia juga begitu cuek dan tak menggubris perintah mamanya. Itu membuat mamanya kembali mengingatkan. Kini dengan suara yang agak keras.
“Udahh dee main ps nya, besok kamu sekolah. Kamu mandi dulu gih sana terus belajar”
Suara sang mama yang berulang kali mengingatkan dan kini lebih keras membuat anak itu dengan kesal mematikan Playstation nya.
“Iya maaaa iyyaaaa ini bayu matiin ps nya nihh” ucap bayu dengan kesal
Usai mematikan playstation-nya, ia melihat mamanya berdiri di depan pintu kamarnya. Sang mama hanya mengenakan handuk yang melilit ditubuhnya. Bayu sedikit terpesona, namun dia segera tersadar itu orang tuanya.
Lantas kemudian ia lekas segera menunaikan perintah orang tuanya, yaitu mandi. Sementara nia seusai melihat putranya mematikan dan membereskan playstation-nya langsung berjalan ke arah kamar.
Rutinitas keluarga itu sore hari berjalan sebagaimana keluarga pada umumnya. Ayah bayu, Haris, yang sejak siang hari tertidur sudah bangun. Ayahnya yang hari ini izin libur, lekas membersihkan diri karena pekerjaan kantor yang harus diserahkan besok sudah menunggu.
Sementara bayu, usai mandi, ia terlihat sibuk di kamarnya sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk sekolah besok. Nia tampak sedang mempersiapkan makan malam untuk dirinya berserta anak dan suaminya. Begitulah rutinitas itu berjalan hingga pun malam tiba.
Malam harinya tepat pukul setengah delapan malam keluarga itu tampak makan bersama. Tidak ada yang istimewa malam itu, kecuali percakapan tentang kedatangan kakek bayu besok dan besok bayu harus sekolah makan malam yang bernuansa ke keluarga itu pun usai begitu cepat tanpa terasa.
Usai makan malam, Nia dan haris kembali ke kamar begitu pula bayu. Di dalam kamar bayu sekilas melihat buku pelajaran yang akan dibawanya besok. Langsung saja ia pelajari hingga waktu menunjukkan pukul 9 malam. Selanjutnya ia lekas tidur agar tidak bangun terlambat besok pagi.
Dalam tidurnya ia bermimpi. Bermimpi tentang sesuatu yang terjadi masa lalu. Dia bermimpi melihat aktivitas mamanya bersama pak bejo dan pak arso dalam keadaan bugil. Mamanya merintih dan mendesah.
Awalnya rintihan dan desahan itu pelan, namun makin lama makin kencang. Tak hanya itu, dia juga bermimpi tentang aktivitas mama nya di kamar mandi tadi sore. Sang mama mendesah menggoyang kan tubuh nya sendiri. Mimpi tersebut berlangsung selama dia tertidur
06.30
“Kok basah ya? Udah gitu lengket lagi. Apaaan sih ini?” ucap bayu setelah melihat dan meraba bagian celana depannya yang basah.
Nah loh???
Selasa pagi itu Bayu merasa aneh dengan celananya yang basah. Dia merasa sudah tidak mengompol lagi. Lantas, kenapa basah . Tanpa berpikir panjang, ia mengambil handuk dan lekas membersihkan diri. Usai mandi, ia sempat berpikir tentang celananya yang basah tadi. Lagi-lagi ia pikir dirinya ngompol.
Dengan pikiran positif, Dia merasa tidak buang air kecil sebelum tidur. Makanya jadi ngompol lagi. Dengan cuek ia bergegas mengena kan seragam sekolah dan menyiapkan ranselnya yang sudah terisi buku. Meskipun begitu, selalu terlintas dalam benaknya,
“Masa iya sih itu ngompol. Kalau ngompol kok lengket gitu ya?”
Sementara itu ayah dan mamanya sudah menunggu di ruang makan. Tampak bayu keluar dari kamar dengan pakaian seragam yang rapi beserta ranselnya. Bayu menghampiri orang tuanya untuk sarapan bersama. Dan, obrolan keluarga pagi hari itu pun terjadi
“Pa, kakek datang jam berapa?” tanya bayu kepada ayahnya
“Nanti jam 9 pagi”
“Ohhh” balas bayu
“Mas jadi ambil izinkan?” tanya nia kepada suaminya.
“Ya jadilah. Tapi gak bisa lama-lama juga. Sekitar jam 11 aku sudah harus berangkat ke kantor”
“Yasudah kalau begitu mas” jawab nia
“Ma, pa, nanti bayu pulangnya jam 3 sore yaa? Soalnya bayu harus kerja kelompok di sekolah” ucap bayu kepada kedua orang tuanya
“Ya udah, pulangnya tapi jangan mampir ke rumah temen lagi. Awas kalo sampai ketahuan ke rumah temen” ucap nia kepada anaknya mengingatkan
“Beress maa”
“Yasudah buruan kamu sarapannya. Mau papa antar gak?” tanya haris kepada putranya.
“Gak usah deh pa. Bayu berangkat sendiri aja. Lagipula papa kan mau nyambut kakek”
“Yasudah kalau gak mau diantar” ucap haris santai.
Usai sarapan, bayu lekas memakai sepatunya. Ia mengingat dan memeriksa sejenak apakah ada masih yang tertinggal. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, ia pamit kepada kedua orang tuanya. Ia salami keduanya.
Tak lupa orang tuanya mengingatkan agar hati-hati di jalan. Maka, berangkatlah bayu ke sekolahnya. Di rumah, usai sarapan, haris sibuk membaca koran pagi sambil minum teh di ruang tamu. Televisi di dekatnya menyala. Padahal, dia tidak menonton.
Haris sudah mengenakan pakaian kantor. Tampaknya dia ingin segera berangkat seusai menyambut ayahnya. Sementara itu istrinya, nia, sedang sibuk membersihkan rumah. Pakaian yang dia pakai masih sama dengan yang digunakan semalam.
Tak lupa ia mencuci pakaian haris, bayu, dan dirinya usai pulang dari Garut kemarin. Ia pisahkan pakaian tersebut satu per satu hingga terhenti sejenak. Melihat kedua daster yang digunakan selama perjalanan akhir pekan lalu.
Jadi teringat kejadian pada dua malam yang berbeda dan tempat yang berbeda. Namun, hatinya ingin segera lupakan hal itu. Ke sibukan suami istri terus berlanjut selagi menunggu kedatangan tamu yang mereka amat hormati hingga jam menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi.
“Kok ayah belum datang juga ya?” tanya haris kepada istrinya sambil menonton tv bersama
“mungkin sebentar lagi mas”
“Iya kalii ya” jawab haris dengan ragu
Tak lama kemudian terdengar seseorang memanggil dari depan pagar rumah haris dan nia
“Permisiiii, permisii, permiissi, hariisss, hariiss, inii ayyahh riis udah nyampe”
“Nah itu ayaahh” sahut nia sambil menatap suaminya
“iyaa, yukk kita sambuut” balas haris
Haris bersama nia pun menyambut ayahnya yang sudah berada di depan pagar rumah. Haris membuka pintu dan lekas menghampiri lelaki itu. Ayah haris bernama Paijo. Umurnya 60 tahun. Pak paijo adalah petani jagung yang amat kaya di kampungnya.
Dia tampak masih sehat dan bugar. Seperti orang tua zaman dahulu pada umumnya, ayah haris tidak memiliki tubuh yang tinggi. Mungkin tingginya sedikit lebih rendah dari istri haris, nia. Kakek berkulit coklat itu kelihatan agak gemuk dan kekar.
“Ayuukk yaahh langsung masukk sajaa” ucap haris sambil membuka pagar dan membantu membawa barang bawaan ayahnya.
“iya yah langsung masuk aja” timpal nia mengikuti nada suaminya
“Iya” balas ayahnya pelan
Ketiganya melangkah bersama masuk ke dalam rumah. Sesampai di dalam rumah itu, Pak paijo langsung duduk bersandar di sofa ruang tamu. Ia nampak lelah usai melakukan perjalanan jauh dari tempat tinggalnya ke rumah putranya, sedangkan haris duduk menemani di sebelah ayahnya.
“Ayah berantem lagi sama ibu?” tanya haris dihadapan ayahnya
“Tahu tuh ibumu ris, cemburuan banget, ayah cuma ngobrol sama ibu-ibu kampung dibilang lagi godain mereka. Padahal, ayah lagi ngobrol masalah keamanan di kampung kita”
“Ohhh gitu toh yah. Biasalah ibu. Ayah juga sih..” balas haris
“Tapi ya gak gitu juga dong ris, masa setiap ayah lagi ngobrol sama perempuan dibilang godain mereka”
“Yasudah yah.. ayah di sini dulu aja. Biar ibu nenangin dirinya dulu” jawab haris menenangkan ayahnya.
“Maaf ya ris, ayah jadi numpang di rumahmu ini. Tenang aja, ayah juga di sini cuma sampai besok sore” ucap pak paijo sambil menyentuh pundak anaknya.
“Lah? cepet banget yah? Kalau begitu mah ayah gak perlu jauh jauh kesini”
“Di kampung tuh jagung-jagung musti diawasin terus riss kalo gak suka ada buruh tani yang bandel”
“ Ohhh jadinya ayah gak boleh kesini nih?” ucap pak paijo agak kesal
“Bukan begitu yahh. Aku cuma gak tega aja ayahku sudah jauh-jauh datang kemari, nginep di sini cuma dua hari. Tapi, kalo itu maunya ayah, aku gak bisa larang juga”
“Eh iya, Ayah mau minum apa?” tanya nia yang dari tadi hanya mendengarkan.
“Apa sajalah ”
Nia lekas meninggalkan haris yang sedang bercakap-cakap dengan ayahnya. Ia hendak menyediakan minuman dan sedikit makanan untuk mertuanya. Tak ada beban di hati ketika mertuanya ingin menginap di rumahnya. Lagipula, orang itu merupakan orang tua suaminya.
“Ohh ya. Mana cucuku yang ganteng itu?” tanya pak paijo kepada putranya
“Lagi sekolah yah. Dia pulang jam 3 sore” timpal nia yang muncul sambil menghidangkan secangkir teh hangat dan sedikit cemilan di atas meja tamu.
“Ohhh”
Haris pun berbincang-bincang bersama ayah dan istrinya. Tak banyak yang mereka bicarakan karena haris harus berangkat ke kantor. Maka, haris langsung membimbing ayahnya ke kamar tamu.
“Yah, ini kamar ayah, kalo ayah mau istirahat , istirahat saja. Maaf ya yah aku ga bisa temani ayah lama-lama. Aku harus ke kantor dulu. Tadi aku udah ambil izin sebentar sama kantor mau nyambut ayah” Ngocoks.com
“Satu lagi, kalo ayah butuh sesuatu bilang saja sama nia ya yah” terang haris kepada ayahnya”
“Terima kasih banyak anakku. Kamu memang sangat berbakti kepada orang tuamu nak” balas pak paijo.
Haris langsung meninggalkan ayahnya seorang diri di kamar. Tak lupa pula ia pesan kepada nia untuk mengurus segala keperluan ayahnya. Nia sebagai istri yang baik tentu mendengarkan pesan sang suami.
Bersambung… Di dalam kamar pak paijo mengganti pakaiannya. Ia memilih memakai kaos singlet berwarna putih yang dia bawa karena cuaca yang panas. Tak lupa celana yang ia pakai diganti dengan kain sarung yang telah ia bawa. Setelah mengganti pakaiannya, Pak paijo memilih tidur.
Sementara itu, nia tampak mempersiapkan makan siang untuk ayah mertuanya dan bayu. Entah apa yang dia masak, baunya begitu harum. Usai memasak, dia letakkan masakannya itu di atas meja makan.
Setelah merasa urusannya selesai, nia memilih menonton tv. Ia terus memindah-mindah channel sambil duduk di atas sofa hingga tak terasa waktu menunjukkan tengah hari. Lantas ia bangunkan mertua nya untuk makan siang.
tokk
tokk
“Ayah bangun yaahh makan siang duluuu” teriak nia sambil mengetuk pintu kamar
Pak paijo yang sedang tertidur lekas bangun setelah mendengar teriakkan nia. Ia beranjak turun dari kasurnya dan membuka pintu kamar.
“Yahhh, yukk kita makan siang dulu yukk. Aku udah nyiapin makanan buat ayah” ucap nia
“Iyaa nia. Kebetulan ayah juga udah lapar” balas pak paijo sambil membetulkan sarungnya yang agak longgar.
Nia bersama ayah mertuanya berjalan bersama menuju meja makan. Lalu Nia membantu mertuanya mengambilkan makanan. Ia ambil piring dan letakkan nasi di atasnya. Tak ketertinggalan lauk nya yang berupa ayam goreng balado ia letakkan di piring itu bersama nasi.
Barulah setelah itu nia mengambilkan makanan untuk dirinya sendiri. Di ruang makan keduanya terlibat obrolan tentang bagaimana keadaan ibu mertua nia di kampung, kabar bayu, dan kerjanya haris di kantor.
Setelah makan, keduanya memisahkan diri. Pak paijo yang mengena kan kaos singlet dan sarung memilih menonton tv. Sementara nia sibuk mencuci piring makan yang baru saja di gunakan selesai mencuci piring, nia memilih menonton tv bersama mertuanya.
Keduanya menonton tv bersama. Tak beberapa lama Mata pak paijo tampak sudah lelah memandang televisi. Dia mengucek-ngucek matanya. Lalu dia alihkan pandangannya ke nia, tampak nia amat serius memperhatikan televisi. Namun lama-kelamaan pandangan pak paijo jadi semakin fokus ke menantunya.
Pak paijo begitu kagum dengan tubuh mantunya yang dibalut kaos ketat itu. Payudara yang membusung dari dalam kaos dan lekuk tubuh yang membentuk membuat Pak paijo ingin merasakan bagaimana berhubungan badan dengan nia. Fantasi-fantasi seksual pun keluar perlahan-perlahan menguasai pikiran pak paijo. Pada akhirnya Itu membuat kemaluannya mengeras.
“Woalahhhh tohh nia kamu sseksi banget. Bolehkah ayahh menyetubuhimu nia sayang?”, ucapnya dalam hati
Terlalu serius memperhatikan nia, tiba-tiba nia memalingkan muka ke arah pak paijo.
“Ada apa ya yah? Dari tadi kok kayaknya merhatiin nia mulu” tanya nia heran
“Ehhh gak ada apa apa kok. Ayah ke kamar dulu ya” jawab pak paijo panik.
“Ohh. Iya yah silahkan” balas nia
Pak paijo lantas berdiri. Tampaknya dia sudah jenuh menonton tv. Nia yang penasaran mempersilahkannya. Lalu ia tinggalkan nia seorang diri. Ia berjalan menuju kamarnya. Ia buka pintu kamar dan di dalam kamar itu ia rebahkan tubuhnya di atas kasur. Sebetulnya dia ingin tidur lagi, namun dia malah melamun.
Sambil melamun, ia menyentuh dan mengelus-elus rudalnya yang berada di balik sarung. Entah apa yang dilakukannya sampai sampai dia tidak menyadari pintu kamarnya sedikit terbuka. Nia yang seorang diri sibuk mengganti chanel tv.
Tidak ada acara yang menarik perhatiannya. Namun ia tetap saja menonton. Mau tak mau, itu juga sembari melepas lelah seusai menyelesaikan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga. Akan tetapi, lama kelamaan dia bosan juga. Nia mematikan televisinya. Dia berjalan meninggalkan ruang tamu menuju ke arah dapur.
Karena jalan menuju dapur melewati kamar tamu, maka nia melintas di depan kamar tersebut. Namun langkahnya terhenti sejenak di depan kamar yang sedang diisi ayah mertuanya. Pintu yang sedikit terbuka membuat nia secara tidak sengaja melihat aktivitas yang dilakukan mertuanya. Nia mencoba mengintip.
“Ohhhh niaaa.. rudall ayahh mau menyetubuhi kamu sayang ohhhh.. serambi lempit kamu pasti sempit sayaangg ohhhh” ucap pak paijo sambil terus mengelus rudalnya.
Nia sangat terkejut. Mulutnya tiba-tiba menganga. Lantas, ia tutup dengan telapak tangan kanannya. Betapa terkejut dirinya melihat ayah mertuanya ternyata sedang onani di dalam kamar. Lebih terkejut lagi ternyata mertuanya itu sedang membayangkan dirinya.
Dia benar-benar tidak menyangka lelaki tua itu ingin bersetubuh dengannya. Ia hanya terdiam membisu sejenak. Pak paijo yang keasyikan onani itu akhirnya sadar juga kalau pintu kamar tidak tertutup rapat.
Lantas dia terkejut melihat nia berdiri di depan pintu kamarnya. Dengan wajah pucat buru buru ia hentikan aktivitasnya itu. Ia rapikan sarungnya yang agak kusut itu. Ke mudian ia beranjak turun dari ranjang dan keluar menghampiri menantunya.
“Maafkan ayah.. maafkan ayahh, nia… ayah mohoon.. ayahh gak sengajaa niaaa…” mohon pak paijo kepada nia dengan wajah pucat dan kepala sedikit menunduk. Ngocoks.com
“Apa yang ayah lakukan barusan?” tanya nia dengan wajah yang masih agak terkejut.
“Maafkan ayaahh. Ayahhh benar-benar tidak sengaja tadi…ayahh nyeeseelll..”
“Terus kenapa ayah teriak nyebut nama nia yah?” tanya nia dengan muka kesal.
“Ibu mertuamu sudah lama gak kasih ayah jatah nia. Dia begitu karena kesal sama ayah yang dekat sama ibu-ibu di desa. Padahal, kedekatan itu kedekatan biasa tidak lebih. Tapi tetap saja ibu mertuamu tidak percaya” ucap pak paijo dengan raut muka pucat.
“Ayah mertuamu ini laki-laki normal yang masih memerlukan kebutuhan rohani, yakni berhubungan badan. Kamu bisa membantu ayah nia? Ayah mohon” ucap Pak Paijo mengiba
Nia tidak peduli dengan ucapan ayah mertuanya lantas ia tinggalkan lelaki tua itu. Dia memilih masuk ke dalam kamarnya. Ia cukup terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan.
Pak paijo berdiri terdiam ketika nia meninggalkannya. Lantas ia langsung kembali masuk ke kamarnya.
“Adduuuhhhhh ketahuann lagi…kenapa saya bodoh bangeet, kenapa pula saya sampe lupaaa nutup pintu kamar rapet rapet” kesal pak paijo sambil memukul-mukul kepalanya.
Di dalam kamar nia duduk melamun sejenak di atas kasur. Dia tidak menyangka mertuanya ingin berhubungan badan dengan dirinya. Ia terus melamunkan hal itu. Namun entah mengapa perlahan-lahan pikirannya mengiba juga. Ia kasihan sama ayah mertuanya. Terlebih, kalau dibiarkan dia bisa saja memperkosa seorang wanita termasuk dirinya.
Kalau sampai terjadi demikian, tentu ia kasihan dengan ibu mertua dan suaminya. Bagaimana jadinya ayah haris masuk penjara karena memperkosa wanita. Tak lama kemudian..serambi lempit-nya yang sudah dua kali dimasukki rudal lelaki lain tampak ingin merasakan batang kejantanan ayah mertuanya.
Dia penasaran bagaimana bentuk rudal lelaki tua itu, apakah sama dengan dua lelaki yang menyetubuhi dirinya atau berbeda. Pada akhirnya nia lebih memilih menelanjangi bagian bawah tubuhnya. Celananya ia letakkan di lantai.
Tubuhnya ia rebahkan di atas kasur. Perlahan kedua telapak tangan nya menyentuh kedua payudara miliknya. Ia remas payudara nya pelan-pelan. Tangan kanannya perlahan-lahan mulai turun menyentuh serambi lempitnya. Ia masukkan jari jemarinya ke dalam liang kemaluannya itu.
“Ohhhhhh ayyyaaahhh ohhhhhhhh rudal ayahh boleeehhhhh kokk menyetubuhit serambi lempit nia yahhhh ohhh” desah nia sambil menyentuh serambi lempitnya
Sementara itu pak paijo di dalam kamarnya masih dihantui rasa bersalah. Ia merasa belum dimaafkan oleh menantunya. Ia juga takut bagaimana jika haris tahu kalau sang ayah punya hasrat bersetubuh dengan istrinya. Pak paijo terus mondar mandir di dalam kamar dengan penuh penyesalan.
Tanpa basa basi tiba-tiba Pak paijo keluar kamar. Ia mencoba meminta maaf langsung kepada menantunya. Lalu ia berjalan ke arah kamar menantunya tersebut. Mungkin karena terlalu bersemangat dia lupa mengetuk pintu terlebih dahulu buka kamar menantunya itu pelan-pelan.
Betapa terkejut lelaki tua itu, ternyata nia sedang bermasturbasi. Pak paijo melihat menantunya memainkan serambi lempitnya sendiri. Desahan nia pun ia dengar. Lantas Ia hanya tersenyum ternyata nia juga punya hasrat berhubungan badan dengannya.
Nia yang sedang sibuk dengan serambi lempitnya tidak menyadari ayah mertuanya tersebut sedang wamengintip aktivitasnya. Akan tetapi perlahan wanita itu sadar juga ada lelaki yang sedang mem perhatikan nya. Lantas Ia bangun dan buru-buru memakai celananya kembali.
“A…ayahhh ngapain disitu?” tanya nia sedikit panik
“oaaalahhh kamuuu ternyata kamu lagi masturbasi sendiri juga, kirain ayah doang tadi yang onani sendirian” jawab pak paijo dengan tersenyum sambil menghampiri nia.
“hhhmmmm” nia hanya diam tersipu malu karena ketahuan
Tiba-tiba pak paijo membuka sarungnya dengan sengaja. Terjatuhlah sarung itu ke bawah. rudalnya yang mengacung terpampang jelas. Nia yang ada di dekatnya mau tak mau melihat rudal mertuanya tersebut. rudal lelaki tua itu ternyata sama besarnya dengan rudal lelaki yang pernah menyetubuhinya.
“Niaaa…ayahh mau menyetubuhi sama kamu sayang” manja pak paijo
“Gak mau ayah…. lagi pula ayah kan mertuaku, ayah dari suamiku, itu gak pantas ayahh….” balas nia
“Tapi kamu lihat ini niaa…… rudal ayahh udah keras bangettt ohh diaa mau nyodok serambi lempit kamu sayangg” rayu pak paijo kembali sambil mengelus rudalnya sendiri.
“Yaudah gini aja deh yah. Tadi kita kan kita sama-sama masturbasi. Gimana kalo kita masturbasi bareng? Tapi dengan catatan ayah gak boleh menyetubuhi aku, bagaimana?”
“Hmmmm…yaudah deh daripada rudal ayah terus mengeras begini” jawab ayahnya agak kecewa.
Nia dan ayah mertuanya yang sudah mengenakan sarung nya kembali keluar dari kamar. Keduanya bergegas ke sebuah ruangan, ternyata kamar mertuanya sendiri. Mereka akan bermasturbasi bersama di sana.
Pak paijo yang sudah ada di dalam lekas meloloskan sarung nya di lantai begitu saja. Tak ketertinggalan kaos singletnya ia letakkan pula bersama sarungnya. Sementara nia sudah menelanjangi bagian bawah tubuhnya. serambi lempit dan jenjang kaki nia terlihat dengan jelas.
Bersambung… Hanya saja nia tetap mengenakan kaosnya. Nia cukup kaget ketika melihat mertuanya telanjang bulat, sedangkan dirinya masih mengenakan kaos. Dalam pikirannya ini kan hanya masturbasi kenapa harus telanjang. Namun dia tidak terlalu peduli. Keduanya lekas bersama naik ke atas kasur. Mereka duduk berhadapan dengan kaki saling membuka satu sama lain.
“kamu yang mulai ya nia sayaang ouhhhh?” tanya pak paijo sambil mengelus rudalnya
“Sabar yahh aku mau masukin jariku dulu ke serambi lempit yahh” jawab nia yang sedang memasukkan jari ke serambi lempitnya
“Cepet sayangg ouhhh ouhhh” lenguh pak paijo
“Yahhhh ini serambi lempit nia mauu dientot rudal ayah yahhhh ahhh ahhh” ucap nia memulai
“Iyaaaaa sayaaanggg..rudal ayah juga….ouhh ouhh pengen menyetubuhi serambi lempit kamu ouhhhh”
“Ahhhh rudal ayahh kerass bangettt yahhh…. serambi lempit minta digenjot yahhhhh ahhh” desah nia yang mulai menyentuh itil nya sendiri
“Niaa sayang buka kaos kamuuu ayah pengen lihatt kamuu telanjang sayaangg ouhh ouhh”
“Gak mauuu yaahhhhh ahhhh ahh” desah nia sambil menjawab
“Biarr ayahhhh cepett keluarr sayang… ayahhh mohon ouhh ouhhh”
Awalnya nia tak mau melepaskan kaos yang menutupi tubuhnya. Namun karena dia berharap masturbasi bersama ayah mertuanya cepat selesai. Maka ia buka kaos yang menempel di tubuhnya. Kaosnya tersebut ia lemparkan begitu saja ke sisi ranjang. Kini buah dada nia yang besar itu terlihat dengan jelas oleh ayah mertuanya.
“Ouhhh besar susumu sayang ouhh ouhh ayahh ingin mencicipinya sayang ohhhhh” lenguh pak paijo sambil terus mengelus-elus rudalnya
“iyaa yaahh ahhhh ahhh” desah nia meremas payudaranya
“Ouhhh rudal ayahhhh gak tahan mau menyetubuhi serambi lempit mu sayang ohhhh”
“Ahhhhhh iniiii serambi lempitnya yahhhhhh ahhhhh” desah nia sambil terus meremas buah dadanya dan memainkan jari dalam serambi lempitnya.
Pak paijo pada mulanya mampu mengontrol dan menahan diri. Tapi entah mengapa dia lama kelamaan sulit melakukan itu. Dia tak mampu menahan hasrat seksualnya yang semakin meledak-ledak walaupun dia sekarang sedang bermasturbasi bersama dengan menantunya.
Dia tidak kuat melihat tubuh nia yang bugil terpampang jelas dihadapannya. Baginya tidak cukup sekedar onani. Ia ingin menyetubuhi menantunya. Lalu ia mendorong nia yang sedang bermasturbasi. Nia yang sedang dalam posisi duduk dengan kaki terbuka mau tak mau rebah dengan mudahnya di atas kasur.
Posisi pak paijo kini berada di atas tubuh menantunya. rudalnya berada di hadapan liang peranakan nia. Sedangkan nia, kedua kakinya tetap terbuka. Ia melihat rudal ayah mertuanya yang sudah mengeras siap masuk ke serambi lempitnya
“Ohhhhhhhhh niaaaaaaaa lihat rudal ayahhh mauuuuuu masukkkk sayang” desah pak paijo tidak tahan
“Ahhhhhh ayah serambi lempit niaaaa jugaa gak tahan…..manaaa rudal ayahhhhhhhh ahhhhhh ayoo entotttt yahh”
“Iniii sayaaaangg ohhhhh ayahhh masukin sekarang yaa?”
“Iyaaaaa cepeeeeettt serambi lempit niaa pengennn dientot ahhhhhh” desah nia memohon.
rudal pak paijo, ayah mertua nia, sudah siap masuk ke serambi lempit menantunya. Keduanya tampak sudah siap untuk saling memuaskan. Tapi, tiba-tiba suara pagar depan rumah terdengar membuka.
Ada seseorang yang pulang. Kedua pasangan yang sedang dikuasai nafsu itu tampak panik. Nia yang rebah dalam posisi bugil lekas bangun dan memakai pakaiannya kembali. Lalu ia keluar kamar mertuanya dan melihat siapa yang datang.
Pak paijo amat kesal. Padahal, sedikit lagi ia menyetubuhi menantu nya yang seksi itu. Ia hanya bisa pasrah. rudalnya yang tadi mengeras sudah lunglai kembali.
“Addddduhhhhhh ganggguuu bangetttt sihh tuh orang. Gak bisa lihat apa, lagi enak-enaknya malah diganggu” ucap pak paijo kesal.
Nia yang sudah lebih dulu berada di luar berusaha menyambut seseorang yang datang itu. Ketika hendak membuka pintu depan, orang itu sudah lebihh dulu membuka. Ternyata, bayu, putranya, sudah pulang sekolah.
Nia sedikit bingung. Ia menoleh ke jam dinding yang ada di ruang tamu. Jam menunjukkan pukul 1 siang. Nia ingat putranya mengatakan kalau dia pulang jam tiga sore. Namun, mengapa jam 1 siang dia sudah pulang. Ia lekas tanyakan kepada puteranya.
“Ehh anak mama udah pulang. Katanya pulang jam 3 sore. Kok pulang jam 1?” tanya nia sambil sedikit membetulkan kaos yang baru saja dilepas.
“Iya nih ma. Gak jadi. Soalnya teman-temanku itu pada mau les. Terpaksa ditunda deh belajar kelompoknya” jawab bayu dengan wajah kecewa.
“Ya sudah deh anak mama ganti baju dulu gih. Habis itu makan siang”
“Iya maa. Eh iya ma, besok aku sekolah libur ya, karena kata bu guru, guru-guru mau rapat besok” terang bayu pada mamanya
“Ohh yasudah kalo begitu. Yaudah kamu cepet ganti baju sana” ucap sang mama
Bayu melepas sepatunya. Ia lekas berjalan ke arah kamarnya dengan membawa ransel. Anak itu mengganti seragam sekolah dengan kaos putih yang menyerap keringat di dalam kamarnya lalu mengeluar kan seluruh bukunya yang ada di dalam ransel.
Meletakkan buku buku itu dengan rapi di lemari yang telah disediakan. Setelah selesai, ia keluar kamarnya untuk makan siang. Di ruang makan sang mama sudah menunggu. Ngocoks.com
Ternyata lauk berserta nasinya sudah disajikan dalam satu piring oleh mamanya. Ia lantas menyantap makanan itu dengan lahap. Sang mama menemaninya makan siang. Sambil menyantap makan siang, ia teringat sesuatu yang tampaknya dia lupa.
“Eh iya ma, kakek udah dateng?” tanya bayu
“Udah dong, udah dari tadi pagi malahan” jawab nia
“Lah sekarang mana?” tanya bayu kembali
“Ada apa nyari kakek niihh?” ucap pak paijo yang tiba-tiba muncul
“Kakekkkkkkkk” sahut bayu sambil menghampiri kakeknya.
Kakek dan cucu itu saling memeluk rindu. Makin terlalu rindunya, bayu tidak melanjutkan makan siangnya. Dia memilih bermain bersama kakek nya yang mengajak nya bermain di halaman rumah.
Di halaman rumah yang tidak begitu luas itu bayu bersama kakek nya bermain bola. Mereka saling menendang ke sana kemari tak tentu arah. Hingga nia muncul membawa minuman…
“Ayoo di minum dulu es jeruknya” ucap nia sambil menyajikan.
“Bayuuuu ayoo minummm duluuu. Kakek haus nihh” ucap pak paijo
Ternyata bayu tidak mau minum. Dia tidak haus. Dia malah sibuk bermain bola seorang diri. Kakeknya, pak paijo, duduk di halaman bersama sang mama.
“Addduuhh niaaa sayaaannggg penggeenn ngeennttoot kamu sayaangg” manja pak paijo sambil mengelus-elus lengan nia yang padat.
“Aku gakk mauu yahhhh. Lagipula Ada bayuuu” balas nia
“Ayahhh gak tahan nihhhh sayangg” ucap pak paijo kembali
Keduanya menghentikan obrolan mereka ketika bayu datang menghampiri. Akhirnya anak itu kehausan juga. Ia lekas bergabung bersama kakek dan mamanya. Ketiganya pun mengobrol satu sama lain.
Terkadang canda dan tawa terlihat dari ketiganya, Percakapan mereka terasa begitu panjang hingga peralihan dari satu topik ke topik lainnya tidak begitu terasa. Senja yang datang pun mereka tidak sadari.
“Udah sore nih, bayu mandi gihh” ucap sang mama
“Gak mau, kecuali ditemenin sama mama”
“Ohh yasudah. Yuuk kita mandi” ajak sang mama
“Kekek kita mandi dulu ya” pamit bayu kepada kakeknya
“Yaaaaa” jawab kakeknya dengan iri.
Nia bersama puteranya mandi bersama. Dia tidak mau mengulang kesalahan yang sama ketika menumpang di rumah pak bejo. Maka, Ia tutup rapat-rapat pintu kamar mandinya. Sementara itu sang kakek, pak paijo, memilih istirahat di kamarnya. Beruntung pula tidak ada niatan dari lelaki tua itu untuk mengintip menantu dan cucunya yang sedang mandi bersama.
Bersambung… Selesai mandi, nia dan bayu masuk ke kamarnya masing masing. Keduanya sibuk mendadani diri. Bayu memilih kaos biru berlengan panjang dengan celana pendek menutupi bagian bawah.
Sementara nia kini lebih tertutup dia tidak lagi memakai pakaian dan celana yang ketat. Sebab, dia khawatir dapat memancing nafsu mertuanya kembali. Sore itu pula suara mobil haris terdengar.
Tampaknya sang kepala rumah tangga sudah tiba rumah. Dia lekas disambut istri dan anak nya yang telah rapi dan selesai membersihkan diri di hadapan sang istri Ia banyak bertanya.
Bertanya bagaimana keadaan rumah hari ini bertanya apa saja kegiatan ayahnya hari ini. Lalu ditutup dengan pertanyaan ayahnya sedang apa. Nia menjawab sesuka hatinya.
Tentu dia tidak akan berani mengatakan bahwa ayah haris hampir menidurinya hari ini. Dia juga tidak bisa membayangkan betapa hancur hati suaminya jika mengetahui hal itu.
Ketika haris disambut oleh istri dan anaknya. Pak paijo, ayah haris, sedang mandi. Dia keluar kamarnya ketika nia dan bayu sudah berada di dalam kamar masing-masing.
Dalam kamar mandi pak paijo sebetulnya ingin onani, namun dia berpikir masih ada peluang untuk menyetubuhi menantu nya. Baginya sungguh amat sayang jika spermanya terbuang dengan sia-sia.
Evening
Nia tampak sibuk menghidangkan malam untuk keluarga nya. Haris sedikit sibuk dengan pekerjaan kantor yang dia bawa ke rumah sehingga tidak sempat mengobrol dengan ayahnya. Bayu sedang asyik bermain ps di dalam kamarnya karena kebetulan besok dia libur sehingga diperoleh sang mama.
Sementara pak paijo lebih senang menghabiskan waktunya di dalam kamar karena tidak ada menemaninya mengobrol. Begitulah aktivitas penghuni rumah keluarga haris malam itu hingga suara nia terdengar memanggil.
“Ayoooo semua nya pada makan malam dulu nihh. Makanannya udah siap!” teriak nia
Seketika Haris, bayu, dan pak paijo menghentikan aktifitas masing masing. Mereka beranjak ke ruang makan. Nia tampak sudah menunggu. Keluarga itu pun makan bersama. Selama makan malam obrolan-obrolan santai pun dilontarkan.
Di momen inilah haris banyak bercakap-cakap dengan ayahnya, ke duanya berbicara tentang kepulangan ayahnya besok, apakah ibu haris masih marah dengan ayahnya, dan perkembangan pertanian jagung ayahnya.
Bayu dan nia hanya menjadi pendengar yang baik sambil menikmati makanan. Suasana keakraban terasa mewarnai ruang makan itu hingga makan malam tak terasa telah usai. Masing-masing anggota keluarga kembali ke kamarnya.
Tak banyak aktivitas pada malam itu setelah makan malam. Nia dan suaminya memilih tidur bersama lebih awal. Begitu juga bayu. PS sudah ia matikan. Mata yang lelah membuat nya lebih memilih tidur. Hanya pak paijo yang gelisah malam itu. Mungkin, ke jadian tadi pagi yang membuatnya susah tidur.
Haris yang mengenakan kemeja dan celana panjang sibuk mempersiapkan dirinya yang harus berangkat pagi-pagi ke kantor. Sementara istrinya, nia, sibuk menyiapkan sarapan pagi. Namun ada yang berbeda dengan penampilan nia pagi ini.
Tidak seperti waktu malam ia menggunakan pakaian yang tertutup. Pagi ini ia tampil amat terbuka. Ia hanya mengena kan daster putih dengan belahan dada amat terlihat. Tampak nya wanita itu tidak mengenakan bra. Entah kapan nia mengganti pakaiannya.
Di lain hal terdapat dua orang yang masih berada di dalam kamar. Bayu masih tertidur. Sementara pak paijo dengan kain sarungnya sedang tidur-tiduran. Lelaki tua itu semenjak peristiwa pagi kemarin amat malas keluar kamar. Tiba-tiba,
“Yahhh ayahhhhh….. ayahh jadi pulang sore ini?” panggil haris
“Jadii ris” jawab pak paijo sambil berjalan keluar kamar menemui haris.
“Ohh yasudah. Nanti tunggu aku pulang dulu ya yah. Biar aku antar ke stasiun”
“Iyaa anakkku” jawab pak paijo kembali
Pandangan pak paijo tiba-tiba berpaling dari puteranya. Ia melihat menantunya mondar-mandir di ruang makan dengan daster yang tipis.
“Ohhhhh nia sayang, pokoknya ayah hari ini harussss bisaa menyetubuhi mu sayang” ucap pak paijo sambil mengelus rudalnya yang mulai mengeras.
Nia tidak melihat pandangan mertuanya, nia terlampau sibuk menyiapkan sarapan. Di sisi lain, bayu sudah bangun dan keluar kamarnya dengan kusut menghampiri mamanya. Bertanya apakah sarapannya sudah siap. Nia hanya mempersilahkan puteranya duduk menunggu.
Tak beberapa lama, sarapan pun siap. Haris bersama ayahnya berjalan bersama menuju ruang makan tanpa harus dipanggil. Keluarga itu kini sarapan bersama. Selama sarapan pandangan pak paijo terkadang mengarah ke belahan dada menantunya.
Nia awalnya tidak tahu, tetapi pada akhirnya dia menyadari. Ia menjadi sedikit risih. Namun entah mengapa mendadak serambi lempitnya menjadi gatal ketika mertuanya tersebut memandanginya. Di samping itu Bayu sibuk menikmati sarapannya.
Dia tidak tahu sang kakek sedang memperhatikan sang mama. Dia malah memikirkan apa yang akan dilakukannya hari ini. Sarapan pun selesai. Haris pamit berangkat ke kantor pada ayahnya.
Nia dan bayu pun mengantar kepala keluarga mereka sampai depan pintu rumah. Haris terlebih dahulu membuka pintu pagar. Lalu ia masuk dan menyalakan mobilnya. Setelah itu ia keluarkan mobilnya tersebut dari area rumah hingga keluar.
Tidak lupa ia tutup pagar dan masuk ke mobilnya kembali . Suami nia dan ayah bayu itu lekas meninggalkan rumah. Ia sempat membuka kaca mobil untuk memberi lambaian perpisahan kepada anak dan istrinya.
Di dalam rumah, bayu tampak langsung ke kamarnya. Nia berjalan ke arah dapur. Pak paijo sedang berada di dalam kamarnya. Ngocoks.com
“Akhirnya hariss udah berangkat jugaaa hehe” tawa pak paijo.
Lelaki tua yang hanya mengenakan kaos singlet dan sarung itu mencari nia ke seluruh sudut ruang hingga menemukan menantunya sedang berdiri sendiri di dapur. Lantas ia tubruk wanita yang sedang berdiri memakai daster itu dari belakang.
“Nia, suamimu udahhh berangkat kita bersetubuh yukk sayang” rayu pak paijo sambil menggesekkan kemaluannya di bokong nia
“Ahh, aku udahh bilangg aku gak mau yah lepasin, bayu di rumahhh ohh” nia sedikit mendesah karena gesekan rudal mertuanya.
Tiba-tiba pak paijo menghentikan gesekkan tersebut. Ia lantas kembali ke kamarnya. Raut muka kecewa kembali tersirat di wajahnya. Di dalam kamar ia mencoba mencari cara bagaimana supaya bisa menyetubuhi menantunya dan membuat bayu keluar dari rumah. Sementara nia kembali melanjutkan aktivitasnya di dapur.
Bayu yang sedang duduk di atas kasur kamarnya tampak bingung ingin melakukan apa. Main di luar rumah tentu tidak diperbolehkan. Dia hanya berdiam diri sejenak. Tiba-tiba dia berdiri dan merebah kan tubuhnya di lantai pinggiran tempat tidur. Entah apa yang dipikirkannya.
Ternyata dia sedang memikirkan kejadian yang kerap menghantui nya sungguh ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun entah mengapa sejuk dan dinginnya lantai membangkitkan rasa kantuk anak itu di pagi hari. Lantas bayu perlahan tertidur di lantai, tepat di sisi tempat tidurnya.
Maka, jika ada yang menoleh ke kamarnya, tentu tidak melihat anak itu sedang tertidur di lantai. Sementara itu Pak paijo akhirnya menemukan cara bagaimana membuat bayu keluar dari rumah. Lantas ia cari cucunya tersebut.
“Bayuu….bayuuu…. cucu kakek dimana?” panggil pak paijo keras
Tidak mendengar jawaban dari bayu pak paijo menghampiri kamar cucunya tersebut. Namun kamarnya kosong. Ia cari ke seluruh ruangan dan ternyata tak juga menemukan.
“Hehehe…..” senyum kemenangan pak paijo.
Nia yang sibuk di dapur tiba-tiba dipeluk kembali dari belakang oleh mertuanya.
“Ayah adaa bayu yah jangan” nia menolak
“Gak adaaa nia” ucap pak paijo sambil memeluk nia dan menggesek rudalnya kembali di bokong menantunya tersebut.
“Yasudah lepasin duluu aaahhh, nia mauu periksa duluuu benar apaa gakkk ahhh” ucap nia.
Pak paijo melepaskan dekapannya. Ia membiarkan nia memeriksa benar atau tidak bayu tidak di rumah. Nia mencari ke seluruh ruangan, tetapi dia tidak menemukan anaknya tersebut. Ia bingung kemana putranya.
Bersambung… Sementara itu pak paijo dari tadi mengikuti nia yang mencari bayu. Hingga kedua terhenti di ruang tamu.
“Gak adaa kannn sayaaang?” ucap pak paijo tersenyum
“Iyaaa yahhhh” jawab nia terheran-heran.
Tiba-tiba pak paijo mendorong tubuhnya menantu nya hingga rebah di sofa. Nia yang lengah rebah dengan mudah di sofa ruang tamu tersebut. Dia melihat lelaki tua di hadapan nya itu melucuti kaos singlet dan sarungnya sendiri hingga jatuh di lantai. Kini mertuanya sudah telanjang. Ia melihat rudal ayah mertuanya itu sudah amat mengeras.
“Ouhhh nia sayaaanggg sebentar lagiii ayah akan meniduri mu” ucap pak paijo yang sudah dikuasai nafsu
“Aaah ayahhh jangan duluu yaahhh” larang nia yang agak takut
“Ayooo sayang apaa lagiiii”
“Ayah janji dulu ini cukup satu kali aja yaa yahh? Dan jangan sekali sekali mencoba memperkosa wanita termasuk aku” ucap nia meminta kepastian
“Iyaa sayaang ayahhh janji”
“kunci pintunya dulu yah ahhhh, biar pas kitaa lagii berbadan gak ada yang ganggu lagi yahh ahh” pinta nia
“iyaaaaaa sayaangggg”
Pak paijo lalu mengunci pintu rumah supaya tidak ada lagi yang menunggunya dengan menantunya. Setelah ayah mertuanya mengunci pintu, nia menyingkap bagian bawah dasternya. Kemaluannya kini terpampang jelas dihadapan pak paijo. Nia tidak menggunakan celana dalam. Tampaknya wanita itu juga sudah mulai dikuasai hasrat seksual yang tertunda kemarin.
“Udaahh sayaangg ohhh ohhhh” ucap pak paijo yang sudah sangat bernafsu
“Ohhh cepet bangettt nutupnya ohhh udahhh kepengen menyetubuhi serambi lempit niaa yaa yahhhh ohhhh”
“Jilaati serambi lempit nia dulu yahhh ahhh” sahut nia sambil membuka bagian bawah dasternya
“Iya mana serambi lempit kamu sayaangg ouhhhh”
“Iniii yahhhhhhh ahhhh” ucap nia sambil membuka kaki dan menunjukkan liang peranakannya.
Pak paijo tidak tinggal diam ketika menantunya menunjukkan serambi lempitnya. Lantas mulut lelaki tua itu mendekati dan melumat kemaluan nia.
Slrrpp… Slrrpp…
“Ohhhh ayahhhhh jilat yang dalemmmm ahhhh jilat itil niaaaa yahhh ohhhh” pinta nia sambil mendesah
Slrrpp…Slrrpp…
“Ohhhh ayahhhhhhhh enakkkkk yahhhh…..” desah nia kembali
Pak paijo terus menjilati serambi lempit menantunya hingga ia tiba-tiba menghisap kemaluan wanita itu.
“Ahhhhhhhhh ayah hisap terusss yahh serambi lempit nia gak tahan yahh mau keluarrrrr” desah nia memegang kepala mertuanya. Ia acak-acak rambut lelaki tua itu.
“Ayah Nia mau keluar” desah nia ketika meraih orgasme pertama nya.
“Ohhhh banyakk bangettt sayanggg ayahh jilat ya…” ucap pak paijo yang sedang membersihkan cairan serambi lempit menantunya
Nia yang masih berbalut daster itu sedang terbaring lunglai ketika mertuanya berhasil membuatnya orgasme. Mulut lelaki tua itu menjilati cairan kemaluan menantunya yang baru saja keluar.
Setelah selesai, Pak paijo menghentikan aktivitas mulutnya di kemaluan nia. Dia tiba-tiba mulai mengarahkan rudalnya ke arah serambi lempit menantunya. Sementara Nia membuka kakinya lebar-lebar.
“Nia sayang rudalll ayahhhhh sudahhh siaappppp” ucap pak paijo sambil mengelus rudalnya yang siap diarahkan
“Nia juga ayah”
“uhh, siap-siap serambi lempit mu sayang” ucap pak paijo mulai memasuk kan rudalnya.
Perlahan pak paijo mulai memasukkan rudalnya ke dalam kemaluan nia. Nia hanya pasrah ketika mertuanya tersebut akan menyetubuhi nya.
“Akhirnya ayah bisa menyetubuhi kamu nia” lenguh pak paijo ketika rudalnya hampir semua masuk ke liang kemaluan nia
Dalam posisi membuka kakinya. Kini Nia hanya mampu melihat rudal ayah mertuanya menghujam liang kemaluan nya berulang kali. Kedua telapak tangan wanita itu memegang kedua telapak tangan mertuanya yang sedang memegang kedua belah paha putihnya.
Tampaknya pak paijo ingin kaki nia tetap terbuka agar ia tetap mudah menghujamkan rudalnya di kemaluan menantu nya tersebut. Wajah lelaki tua itu menatap menantu nya dengan penuh kemenangan.
Mertua dan menantu kini saling berlomba-lomba mencapai kepuasan. Nia terus menggoyangkan pinggulnya. Pak paijo juga tak kalah. Ia juga terus menyodokkan rudalnya ke liang peranakan menantunya itu hingga perlahan keduanya mulai mengubah posisi.
Pak paijo memilih duduk di atas sofa, jarak antara kedua kakinya ia lebarkan sehingga membuat rudalnya yang mengacung ke atas terlihat amat jelas. Nia yang masih berbaring mengenakan daster bangkit berdiri. Dia bersiap naik kepangkuan ayah mertuanya..
“Nia sayaaangg ayooo siniii” pinta pak paijo yang ingin menantunya segera naik ke pangkuannya.
“Iyaaaa ayah” ucap nia sambil naik ke pangkuan ayahnya.
Di atas pangkuan ayah mertuanya, nia singkapkan kembali bagian bawah dasternya. serambi lempit nia kembali berhadapan dengan rudal Pak paijo, yang mulai menggenjot menantunya dari bawah.
Nia dalam pangkuan dan dekapan mertuanya hanya bisa mendongakkan kepalanya ke atas sambil merintih, nia merintih nikmat di setiap sodokan rudal mertuanya. Tiba-tiba nia menghentikan goyangannya.
“Kenapaa berhenti sayaanggg ohhhh” tanya pak paijo yang lagi keenakan”
“Sebentar yahhh niaa mau lepas daster duluu” ucap nia sambil membuang dasternya ke pinggir sofa
Kini nia sudah telanjang bersama ayahnya. Kedua buah dadanya yang besar terlihat amat jelas di depan mertuanya. Namun, ia menutup putingnya dengan kedua telapak tangannya.
“kenapaa ditutup sayang ohhhhh ayahh mau lihat ” kesal pak paijo sambil sedikit menggenjot menantunya.
“Gak bolehh yahhh ahhh” larang nia sambil menggoyang pinggulnya kembali
“Yaudah kalau gak bolehhh, ayahhh cukup genjot kamu ajaa dehh” kesal pak paijo sambil menggenjot serambi lempit nia agak cepat.
“Aaahhh Ayah ngambek sih, yaudahhh iniiii teteknya” desah niaa sambil membuka telapak tangannya
“Gitu dong”
“Gede bangettt puting kamuu sayaanggg …. ayah jadi mauu nenen sama kamu nia sayangggg” pinta pak paijo sambil tetap menggenjot menantunya.
“Ya udah sini yahh.”
Mendengar ucapan menantunya tersebut, pak paijo melumat puting nia seperti bayi menyusu pada ibunya. Dia menghisap payudara nia kuat-kuat. Tak lupa ia kenyot bukit kembar wanita itu. Ia juga memeluk tubuh menantu erat-erat agar buah dada itu tetap menempel di mulutnya.
Nia hanya larut dalam desahan sambil menyusu mertuanya dalam keadaan sama telanjang Nia sibuk menggoyangkan pinggul demi rudal mertuanya. Pak paijo sibuk menyusu dan menggenjot menantu nya. Menantu dan mertua tersebut mulai menikmati tubuh mereka satu sama lain.
Meanwhile
“Hoam…kokk bisaa ketiduran begini yaa?” tanya bayu membuka matanya.
Anak lelaki itu tampak sudah bangun. Dia tidak sadar kalau dirinya tertidur di lantai. Ia buka matanya sebentar. Lalu ia duduk, bangkit, dan duduk di atas sisi tempat tidurnya. Sebenarnya bayu masih mengantuk. Hanya saja,
“Aduh suara itu muncul lagiii… pasti suara mama. Tapi, ada seseorang lagi siapa ya?” tanya bayu
Ia lekas mendatangi sumber suara itu, buka pintu kamarnya pelan-pelan, betapa terkejut dirinya. Di ruang tamu sang mama dan kakek sedang dalam keadaan telanjang. Ia bingung sebenarnya sang mama sedang melakukan apa bersama laki-laki dalam keadaan tubuh telanjang. Ia hanya bisa mengintip aktivitas sang mama dan kakeknya.
“Puas ayah sama susu kamu sayaaaanggg” ucap pak paijo yang fokus menggenjot menantunya
“Yaudah kamu nungging di atas sofa sana” pinta pak paijo ganti
Nia turun dari pangkuan mertuanya. Kini dia mengambil posisi menungging di atas sofa. Sementara mertuanya, pak paijo sudah berdiri. Ia bersiap kembali menancapkan rudalnya di liang peranakan menantunya.
Pak paijo kini menyodok nia yang sedang menungging di atas sofa. Kedua tangannya ia letakkan di punggung menantunya. Sementara Nia membantu lelaki tua itu dengan menggoyangkan pinggulnya.
“Maafkan ayahhh nakkkkk serambi lempitk istrimu ayahhh sodok pakai rudal ayah” erang pak paijo sambil mulai menggenjot cepat
“Anakku Haris liattt rudal ayahhh nakkkk, serambi lempit istrimu sebentar lagiii ayahhhh semprot dengan peju ayahhh nak” lenguh pak paijo makin cepat menyodok serambi lempit nia
“Mas serambi lempit niaaa sebentar lagiii mauu di pejuin sama ayah”
Nia dan mertuanya mendesah dan mengerang bersama ketika orgasme mereka datang. Keduanya roboh di sofa. Pak paijo masih terlalu lemas untuk melepaskan rudalnya dari liang peranakan menantunya. Nia juga terkulai lemas. Dia merasakan begitu deras dan hangat sperma yang keluar dari rudal ayah mertuanya.
“Oh, ayah banyak bangett peju yaa ohhhhh”
“Buruan lepasin yahhhh keburu bayu pulangggg” ucap nia sambil nafas kepada mertuanya
Pak paijo berusaha bangkit dan melepas rudal dari serambi lempit menantu nya. Ketika rudal itu terlepas, meluncurlah sperma lelaki tua itu. Sperma itu menjalar membasahi paha menantunya.
Sementara di dalam kamar bayu mengintip hingga tiba-tiba dia amat takut melihat mama dan kakeknya mengencangkan suaranya. Dia pelan-pelan menutup pintu.
“Ma…….mama sebenarnya ada apa sih ma? Mama kenapa?” ucap anak itu pelan
Sementara bayu malam itu menyiapkan buku-bukunya untuk ke sekolah besok. Setelah selesai, ia melihat komputer nya yang lama tak dinyalakan. Ia nyalakan komputer itu. Tampaknya tetap utuh walau jarang digunakan.
“Nahhhh, akhirnya ketemu jugaaa” ucap bayu senang
Entah apa yang dicari bayu hingga membuat dirinya senang.
Temporary
Nia dan lelaki paruh baya itu masih terkapar di sofa. Ia mencoba bangkit lebih dahulu meninggalkan ayah mertuanya. Mengambil dasternya yang berada di lantai berjalan ke arah kamarnya tanpa peduli dengan sperma ayah mertuanya yang masih membasahi kemaluan nya.
Sperma itu menjalar ke paha putihnya. Ia cepat langkahnya khawatir cairan kemaluan itu terjatuh ke lantai. Di dalam kamarnya, nia mengambil tisu. Sambil terduduk di sisi tempat tidur, kemudian membersihkan seluruh bagian yang terkena cairan kemaluan mertuanya.
“Maafkan aku mas haris, meski kamu sudah menyakiti aku, tidak seharusnya aku menyakitimu juga. Lagipula, itu dosa masa lalu ketika kita belum menikah. Namun, aku istrimu telah mengkhianati mu, selangkah menghancurkan rumah tangga kita. Maafkan aku mass….” tangis nia pelan
Seusai membersihkan sisa-sisa percintaan, Nia bersedih seorang diri di dalam kamar sambil mengenakan kembali dasternya. Suara keperluannya yang pelan tidak terdengar oleh siapapun, baik sang putra yang dia tidak tahu sebenar nya ada di rumah dan ayah mertuanya yang baru saja menidurinya.
Berkeluh kesah pada dirinya sendiri. Kalau saja harus bercerita, kepada siapa dia harus menceritakan kesalahan nya pak paijo, ayah mertua nia, bangun setengah rebahan tampak begitu lelah usai meniduri menantu yang dia idam idamkan sejak tiba di rumah putranya.
Cairan kemaluannya bersama sang menantu yang sedikit membasahi sofa, Ia hapus begitu saja dengan telapak tangan nya. Ia berpikir itu akan mengering. Ia ambil kaos dan sarungnya yang terletak di lantai. Lalu Ia bergegas menuju ke kamarnya tanpa ada sedikit rasa bersalah.
Hanya terlihat wajah kepuasan pada dirinya lagi pula, sore nanti ia akan kembali ke rumahnya. Dia menganggap itu sebagai kado perpisahan, bayu masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya di lakukan sang mama selama ini.
Dia berpikir lebih baik ia tanya langsung saja kepada mamanya namun, ia ragu. Daripada terus menyiksa diri dengan ketidaktahuan. Ia memutuskan untuk bertanya kepada sang mama. Ia yang sedang duduk tiba-tiba berdiri.
Lalu mengintip sejenak ke arah luar untuk memastikan apakah masih ada sang mama dan kakeknya dalam keadaan bugil. Usai memastikan tidak ada, ia langsung berjalan ke arah kamar mama dan papanya. Ia membuka pintu kamar tanpa mengetuk pintu. Dia melihat sang mama yang sudah mengenakan daster kembali. Dia hampiri mamanya.
“Mama habis nangis ya?” tanya bayu
“Enggak kok? Mama kan gak cengeng. Emangnya kamu”
“Itu ada bekasnya” sahut bayu
“Enggak kok itu karena mama habis tidur sebentar. Nah sekarang baru bangun..jadi kelihatan bangun tidur deh”
“Eh iya kamu darimana?” tanya sang mama mencoba mengalihkan pembicaraan
“Dari kamar kok ma. Habis bangun tidur juga” ucap bayu
“ohh masa sih?”
“Iyaa maa, masa aku bohong” sahut bayu
“Yaudah deh.. sekarang kamu balik ke kamar dulu deh.. mama mau ganti baju dulu” jawab nia dengan wajah tidak percaya
“Oke maa”
Bayu memutuskan untuk menunda keinginannya untuk bertanya kepada sang mama karena dia yakin mamanya baru saja menangis. Meskipun dia sungguh ingin tahu banyak hal saat ini, ia juga harus memahami bahwa kondisi tidak memungkinkan.
Dia hanya memikirkan kapan dan bagaimana bertanya kepada sang mama, serta kepada siapa lagi ia harus bertanya. Anak itu memutus kan untuk kembali ke kamarnya. Nia tampak sedang mengganti pakaiannya. Kini ia tampak lebih rapi dan tertutup.
Dia sepertinya ingin pergi ke suatu tempat. Entah kemana itu. Sembari berpakaian, dia menyadari lebih baik ia sekarang tidak lagi mengenakan pakaian yang menonjolkan lekuk tubuhnya karena memancing syahwat lelaki untuk meniduri dirinya. Setelah selesai berpakaian, ia mengambil dompet dan memasukkan tasnya.
Lantas ia bergegas keluar kamar. Di luar kamarnya ia tidak lagi melihat mertuanya berbaring telanjang di sofa tempat dirinya bersetubuh. Sungguh ia amat malas melihat sofa tersebut karena membuatnya tersirat akan dosa yang telah ia lakukan. Ia lantas memanggil putranya.
“Bayuuuu…..Bayuu……. mau ikut mama gak?” teriak nia
“Mau kemana ma?” sahut bayu sambil menghampiri mamanya
“Temenin mama yuk. Kita jalan-jalan”
“jalan jalan kemana” tanya bayu penasaran”
“Ayo ikut aja nanti ka”
“Iya deh ma bayu ikut. Bayu ganti baju dulu ya” ucap bayu sambil menuju kamarnya
Bayu lekas berganti pakaian. Ia hanya mengganti celananya dengan celana jins panjang. Hanya saja, dia tidak mengganti bajunya. Ia rasa baju itu pantas untuk dikenakan di luar rumah. Setelah berganti pakaian, ia kembali temui mamanya.
“Yuk maa aku dah selesai” ucap bayu menghampiri sang mama
“Oke, yuk kita jalan”
“Gak bilang kakek dulu ma?”
“Gak usah, kita langsung berangkat aja” jawab nia sedikit kesal
Nia dan bayu lekas meninggalkan rumahnya entah mau kemana keduanya.
Sementara itu pak paijo sedang beristirahat di kamarnya. Ia tidak tertidur. Matanya hanya mengendap-endap sejak berada di dalam kamar. Dia masih mengingat-ingat persetubuhan yang dilakukannya barusan.
“Menantuku itu sungguh luar biasa mainnya hehe”
Tak berlama-lama Pak paijo lekas mengambil handuknya dan pergi membersihkan diri. Selesai membersihkan dirinya, lelaki tua itu bergegas membereskan semua barang bawaan nya. Ia akan kembali ke kampung halaman tempat dia tinggal sore nanti.
“Ma, kita mau kemana sih?” tanya bayu sambil menemani mamanya
“Temenin mama ke apotik sebentar yuk?”
“Iya” jawab bayu mengangguk
Nia mengajak bayu ke apotik. Entah apa yang dibeli wanita itu. Setelah membeli sesuatu di apotik, nia mengajak anaknya ke sebuah tempat yang menjual aneka jajanan pagi. Tempat tersebut tidak terlalu besar, namun pengunjungnya cukup ramai.
Nia bersama puteranya duduk di tempat orang menjual jus buah. Tak lama kemudian nia memesankan jus mangga untuk dirinya dan jus strawberry untuk bayu. Sambil menunggu jus, keduanya saling bercengkerama. Ngocoks.com
“Ma, kita ke sini mau ngapain?” tanya bayu
“Ya jalan-jalan, kan tadi mama bilang mau ngajak kamu jalan-jalan”
“Oh. Ma, aku boleh tanya gak?”
“tanya apa?” tanya nia penasaran
“Kalau laki-laki sama perempuan dalam keadaan telanjang sambil mendesah itu lagi ngapain ya?”
“emm… kok kamu bisa tanya gitu?” tanya nia cukup terkejut
“emm gapapa kok ma cuma pengen tanya aja”
Tak lama jus mereka tiba. Keduanya sama-sama meminum jus tersebut. Dia cukup terkejut mengapa bisa sang putra bertanya sesuatu yang sungguh tabu untuk anak seumurannya. Sejujurnya pula dia bingung ingin menjawab apa. Maka, Nia mencoba mengalihkan pembicaraan putranya.
“Sekolah kamu, gimana?” tanya nia sambil meminum jusnya
“baik kok ma gak ada masalah” jawab bayu
“oh”
“Eh iya ma, kakek jadi pulang nanti sore?” tanya bayu penasaran
“Jadi dong, harus malahan” agak sedikit kesal
“Kenapa harus ma?”
“Ya harus aja. Kasihan kan nenek sendirian di sana” jawab nia agak tenang
“oh ya ya”
Sambil minum jus, nia terus bercengkrama dengan putranya. Obrolan santai dan candaan saling terlontarkan antara ibu dan anak. Sementara itu pak paijo di rumah tampak sendirian mempersiapkan barang bawaan nya untuk dibawa pulang.
Bersambung… Selesai membereskan, ia mencari menantu dan cucunya. Hanya saja ia tak menemukan keduanya. Ia lebih memilih nonton televisi di sofa tempat ia bersetubuh bersama menantunya.
“Kalau ke sini nih, bawaannya mau menyetubuhi menantuku terus weleh weleh” ucap lelaki tua itu mengambil posisi duduk
Pak paijo banyak menghabiskan waktunya di depan televisi hingga siang hari tiba. Sementara nia dan bayu belum juga pulang. Ke duanya berjalan tak tentu arah mau kemana usai minum jus bersama akhirnya nia mengajak putranya ke mall.
Nia bersama sang anak pergi menonton bioskop. Nia bersama anaknya menyaksikan sebuah film super hero yang baru saja dirilis. Selesai menonton, keduanya kembali mencari sebuah tempat untuk beristirahat sejenak sembari mengisi perut dan melepas dahaga.
“Ma, kok kita gak pulang ma?” tanya bayu
“Mama lagi males di rumah”
“Terus kita kapan pulang ma” tanya bayu kembali
“Nanti menjelang sore”
Sepertinya nia malas pulang ke rumah karena mertuanya. Ia tidak mau melihat wajah mertuanya untuk sementara waktu akibat persetubuhan itu. Pada akhirnya ia bersama sang putra di luar hanya menunggu waktu sore tiba.
Ya, menunggu detik demi detik menjelang mertuanya lekas pulang ke rumahnya di desa. Sementara itu pak paijo di rumah amat gelisah. Terlalu lama menonton televisi membuat perutnya lapar.
“Adduhhh kemana sih tuh cucu sama menantuku yang seksi itu? Perut udah lapar begini, mereka kok belum pulang. Coba si menantuku ada di sini sekarang, kalau lapar tinggal ngenyod susunya hehe” ucap pak paijo seorang diri
Pak paijo hanya bisa menahan lapar ketika waktu sore dan kepulangannya semakin menjelang. Tak lama, menantu dan cucunya pulang. Ia lekas menyambut keduanya. Wajahnya tampak gembira karena melihat ada sesuatu yang bisa dimakan dibawa keduanya.
“Kakek…. aku pulaanggggg!” teriak bayu menghampiri kakeknya
“Eh cucu kakek udah pulang”
“Ini kek, aku bawa sesuatu untuk makan siang kakek” ucap bayu menyodorkan sesuatu
“Wah cucu kakek baik banget. Terima kasih ya”
Nia lebih memilih langsung ke kamarnya. Dia tidak terlalu menggubris percakapan antara putra dan mertuanya. Di kamar nia lekas beristirahat sejenak. Dia tampak lelah hingga tertidur di atas kasurnya.
Tak lupa ia mengunci pintu khawatir sesuatu yang tak diinginkannya kembali terjadi. Sementara bayu meninggalkan kakeknya yang sedang menyantap makan siang di ruang tamu. Bayu kembali ke kamar nya. Ia mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan celana jinsnya dengan celana pendek.
Selesai berganti pakaian bayu melihat komputernya yang tak lama dinyalakan. Ia menyalakan komputer tersebut. Ia memainkan game yang tak lama dimainkannya di komputer tersebut hingga waktu sore tiba.
Lelah bermain game, ia sedikit bingung ingin melakukan apa lagi dengan komputer tersebut. Maka, ia coba browsing internet yang dia tidak sangka sang ayah masih berlangganan. Anak itu browsing tak tentu arah dari ilmu pengetahuan, film, humor, dan yang sifatnya horror. Hingga ia berhenti sejenak,
“Adduuhh cari apa lagi ya?” tanya bayu bingung
“Ohh yaa aku penasaran, kenapa yaa celanaku basah waktu bangun tidur. Padahal kan aku dah gak ngompol lagi. Yaudah cari itu aja deh”
Bayu mencari informasi tentang hal yang dialami sebelumnya ketika dia bangun tidur. Dia penasaran mengapa celananya basah, sedangkan dia sudah tidak mengompol lagi. Maka, ia masukkan sebuah clue ‘bangun tidur gak ngompol tapi basah’.
“Aaahhh akhirnya ketemu juga” ucap bayu sambil mengklik informasi yang diinginkannya.
“Oohh ternyata itu mimpi basah. Mimpi basah itu sebuah proses menuju usia remaja bagi laki-laki dengan ditandai nya keluarnya cairan pekat yang disebut sperma ketika bangun tidur oalaahh itu namanya mimpi basah bukan ngompol,kan” jawab bayu senang usai mengeja pengertian mimpi basah di situs yang ia baca.
Anak itu begitu senang karena kebasahan yang dialaminya waktu itu bukan mengompol, tetapi mimpi basah. Dia tidak menyangka usianya kini beranjak masa remaja. Selesai mencari yang membuatnya penasaran, ia kembali browsing. Tampaknya ada hal yang masih membuatnya penasaran.
“Ehh iyaa, aku juga mau cari….Laki-laki telanjang bersama wanita sama sama mendesah….” ucap bayu sambil mengetik clue tersebut.
“Adduuhhh kok gak ada yaa…yang ada malah bercinta, menyetubuhi, sex… itu apaan lagi” ucapnya bingung.
Anak itu kebingungan mengapa tidak ada hal spesifik yang merujuk pada sesuatu yang membuatnya penasaran. Pada akhirnya ia sedikit kecewa karena ada hal yang masih menyangkut dipikirannya.
Meski demikian, ia cukup puas dengan mengetahui dirinya bukan mengompol, tetapi mimpi basah selesai mandi, nia dan bayu masuk ke kamarnya masing-masing. Keduanya sibuk mendadani diri.
Bayu memilih kaos biru berlengan panjang dengan celana pendek yang menutupi bagian bawah. Sementara nia kini lebih tertutup dia tidak lagi memakai pakaian dan celana yang ketat. Sebab, dia khawatir dapat memancing nafsu mertuanya kembali.
Sore itu pula suara mobil haris terdengar tampaknya sang kepala rumah tangga sudah tiba rumah disambut istri dan anaknya yang telah rapi dan selesai membersih kan diri. Di hadapan sang istri Ia banyak bertanya.
Bertanya bagaimana keadaan rumah hari ini, juga bertanya apa saja kegiatan ayahnya hari ini. Lalu ditutup dengan pertanyaan ayahnya sedang apa, menjawab sesuka hatinya. Tentu dia tidak akan berani mengatakan bahwa ayah haris hampir menidurinya hari ini.
Dia juga tidak bisa membayangkan betapa hancur hati suaminya jika mengetahui hal itu ketika haris disambut oleh istri dan anaknya pak paijo, ayah haris, sedang mandi. Dia keluar kamarnya ketika nia dan bayu sudah berada di dalam kamar masing-masing.
Di dalam kamar mandi pak paijo sebetulnya ingin onani, namun dia berpikir masih ada peluang untuk menyetubuhi menantunya. Bagi nya sungguh amat sayang jika spermanya terbuang dengan sia-sia.
••••
Sore itu haris, ayah bayu sudah tiba. Ia lekas menemui sang ayah yang sudah siap-siap pulang sedang menonton tv . .
“Ehh ayahh udahh siap yah?” tanya haris pada ayahnya usai tiba di rumah
“Eh kamu ris, udah pulang?”
“Udah yah. Mau berangkat sekarang nih yah? Mumpung mobilku masih di luar” tanya haris kembali
“Kalau kamu udah siap yaa sekarang aja. Ayah juga udah siap dari tadi” jawab pak paijo
“Yasudah. Eh iya, tiket kereta pulang udah ada kan ya?”
“Ya sudah. Ayah udah pesan dan cetak sekalian waktu beli tiket keberangkatan” sahut pak paijo
“Yasudah yah. Aku temuin istriku dulu. Ngomong-ngomong istriku dan bayu mana?”
“Mereka di kamarnya” ucap pak paijo sambil kembali menonton tv
Haris menemui istrinya yang sedang tertidur di kamar. Dia mengetuk pintu setelah tahu pintu kamarnya dikunci. Tak lama, nia yang kusut usai bangun tidur membuka pintu. Ia melihat suaminya sudah pulang. Haris tak berlama-lama, ia langsung berpamit pada istrinya untuk mengantar ayahnya ke stasiun. Tak hanya itu, ia juga memanggil putranya.
“Bayuuuu! Bayuuuu! Kakek mau pulang nihh ayo pamit dulu!” teriak haris
“Iyaaa papa” sahut bayu menghampiri ayahnya.
“Yaaah ayoo kita pamit dulu” panggil haris kepada ayahnya
“Iyaaaa riss” jawab pak pak paijo menghampiri haris, nia, dan bayu yang sudah berkumpul
“Kakek pulang dulu yaa cucu kakek yang ganteng. Jaga baik-baik mamamu ya…” ucap paijo melirik ke nia
“Iyaa kek” ucap bayu sambil mencium tangan kakeknya
“Nia ayah pulang duluu yaaa jaga tubuhmu baik-baik jangan sampai sakit ya” ucap pak paijo sambil menyodorkan tangannya ke tangan nia.
“Iyaa yahh” jawab nia membalas salam ayahnya dengan cepat
“Yaudah kita berangkat dulu yaa” ucap haris sambil mengambil barang bawaan ayahnya.
“Iyaaa” jawab nia dan bayu serentak sambil mengantarkan haris dan pak paijo keluar rumah”
Sesampai di luar rumah, nia pamit ke dapur sementara haris dan ayahnya sudah lekas bersiap masuk ke mobil yang terparkir di depan rumah. Bayu menunggu di depan pintu rumahnya.
“Riss ayah ke kamar mandi dulu yaa. Takut nanti kebelet di kereta”
“Ohh yaudah yah jangann lama-lama ya yaahh nanti ayah bisa ketinggalan kereta” ucap haris pada sang ayah
“Kok kakek balik lagi?” tanya bayu kepada kakek yang menghampirinya
“iya nih kakek kebelet mau ke kamar mandi sebentar”
Pak paijo masuk kembali ke dalam rumah. Ia berjalan ke arah kamar mandi. Tiba-tiba ia melihat nia seorang di dapur sambil meluk menantunya.
“Enghh ayah cukup ayah aku galak mauuu”
“Nia sayang ayah pasti bakal kangenn berat sama tubuh kamuuu” ucap pak pak paijo sambil meremas buah dada nia.
“Aku gak mau ngelakuin itu lagi ayah lepasin” ucap nia sambil mencoba melepaskan diri.
“Ayah tak peduli yangg penting jagaa susu ayah ini baikk baikk yahh. Kamu makan yang banyak biar ayah bisa nete lagi sama kamu hehe” ucap pak paijo sambil melepaskan pelukannya.
Ternyata lelaki tua itu tidak ke kamar mandi. Ia hanya menemui menantunya secara khusus. Setelah itu ia kembali menemui haris. Keduanya lekas langsung masuk ke mobil. Haris dan ayahnya hanya melihat bayu di depan rumah. Meskipun begitu, mereka tetap jalan.
“Papa sama kakek jalann dulu yaaaa dadahh dadahh” teriak haris sambil melambaikan tangan bersama sang ayah”
Bayu pun melambaikan tangan balik kepada ayah dan kakeknya. Setelah itu, ia kembali masuk ke rumahnya menemui sang mama.
Sore itu… Di dalam rumah usai melepas sang kakek kembali ke kampung halaman, Bayu mencari mamanya, ternyata sang mama sedang sibuk memasak di dapur. Karena tidak mau menganggu, dia memilih kembali ke kamarnya.
Di dalam kamar anak itu sepertinya sedang bersiap-siap untuk mandi. Ia mempersiapkan baju dan celana untuk dipakai setelah mandi mengambil handuknya dan bergegas menuju kamar mandi.
Anak laki-laki itu membasahi seluruh tubuh mungilnya dengan air. Di dapur Nia tampak sedang sibuk memasak. Namun pikiran wanita itu kemana-mana sedang khawatir dirinya akan hamil, terlebih tiga laki-laki telah mengeluarkan sperma di dalam rahimnya.
Hanya saja dia mencoba menenangkan diri karena kemarin bukan masa suburnya. Ia mulai berpikir meminum pil kb yang baru saja dibelinya di apotik untuk berjaga-jaga.
Meski demikian, ia tidak ingin kejadian buruk yang pernah ia alami kembali terjadi selain itu, nia juga terheran-heran dengan pertanyaan yang diajukan sang putra tadi pagi, bingung bagaimana menjelaskannya jika putra nya menanyakan kembali.
Nia hanya terus memasak di tengah pikirannya yang runyam oleh beberapa masalah tersebut selesai memasak, nia menghidangkan masakannya di atas meja makan sebagai hidangan makan malam nanti.
Merasa dirinya sudah berkeringat, ke kamarnya mengambil daster yang cukup seksi sebagai pakaian malamnya. Dia tidak begitu khawatir dengan yang dikenakannya nanti malam karena hanya ada suami dan sang anak.
Lalu mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi. Ketika ia hendak masuk kamar mandi, ternyata pintunya terkunci. Dia menyadari bahwa putranya sedang mandi. Maka, wanita itu menunggu di depan pintu kamar mandi.
“De, mandinya jangan lama-lama.. mama mau mandi juga nih” teriak nia kepada sang anak yang sedang mandi
“Iya maaa” sahut bayu.
Tak beberapa lama putranya keluar dari kamar mandi. Anak itu mengenakan seutas handuk yang melilit dan menutupi bagian bawah tubuhnya. Tanpa basa basi pula sang putra langsung menuju kamarnya.
Nia yang memastikan kamar mandi kosong langsung masuk ke kamar mandi. Di dalam wanita itu membersihkan dirinya. Ia basahi seluruh tubuhnya hingga tiba-tiba ia berkeinginan masturbasi. Hanya saja hal tersebut ia batalkan.
Baginya lebih baik meminta jatah pada suaminya nanti malam. Selesai mandi, nia dengan handuk melilit tubuh kembali ke kamar nya. Ia segera mengenakan dasternya. Ngocoks.com
Betapa dia melihat tubuhnya di cermin masih utuh setelah tiga kali disetubuhi. Selesai mengenakan daster, wanita itu banyak beraktivitas di dalam kamar, seperti berdandan dan merapikan kamar hingga sang suami tiba.
Malam pun tiba, bayu sedang sibuk belajar. Nia sedang menyiapkan peralatan makan malam, sedangkan haris sedang mandi seusai mengantar ayahnya. Tak lama kemudian…
“Deee…. Adee…….. makan malam dulu de” teriak nia memanggil putranya
“Iyaa…..maaa…….” sahut bayu menghampiri mamanya
Bayu menghampiri mamanya. Dia memperhatikan sang mama yang mengenakan daster pink dengan belahan dada cukup menantang. Buah dada mamanya yang besar sangat terlihat karena daster yang tipis. Tiba-tiba anggota tubuh bagian bawah anak itu menegang. Ia bingung apa yang sedang dialaminya.
“Ehh.. udah pada siap makan malam rupanya” ucap haris yang seusai mandi sambil mengeringkan rambutnya
“Iyaaa nih mass. Ayo mas makan dulu” ucap nia mempersilahkan suaminya
“Eh, papa udah pulang pa?” tanya bayu sambil memegang piring makannya
“Yaudah dong, kalo gak, gak mungkin papa sekarang di sini” jawab haris menghampiri istri dan anaknya.
Keluarga itu menikmati makan malam bersama. Mereka berbincang-bincang satu sama lain. Haris bercerita bagaimana ia tadi mengantar ayahnya ke stasiun. Istri dan putranya hanya mendengarkan. Tiba-tiba bayu melontarkan pertanyaan…
“Pa aku mau tanya, aku tadi lihatin mama, eh tiba-tiba bagian tubuh bawahku ini (sambil menunjuk rudalnya) berdiri.. itu kenapa ya pa?
Terdiam
“Hahahahahahhaa” tawa haris bersama nia
“Loh, kok papa sama mama malah ketawa? Aku nanya juga” ucap bayu heran
“Itu tandanya anak papa mau beranjak remaja”
“Remaja itu apa pa?” tanya bayu kembali
“Remaja itu masa transisi menuju usia dewasa”
“Ohhhhh begitu..termasuk mimpi basah gitu pa?”
“Memangnya kamu ngerti mimpi basah itu apa?” tanya haris pada sang putra
“Ngerti dong pa, soalnya aku cari tahu di internet tadi pagi. Gara-gara pas aku bangun tidur celanaku basah. Nah, tuh basahnya lengket gitu pa” terang bayu
“Ohhhh yaaa berarti. Sekarang kamu berada dalam proses dari usia anak-anak menuju usia remaja”
“Heeemm, eh iya pa, tadi bagian tubuh bawahku berdiri itu gara-gara ngelihatin mama. Kok bisa ya pa?
“Emmmm….” Haris terdiam sejenak melirik penampilan istrinya.
“Kok papa malah diem?”
“Itu tandanya mama kamu cantik hehe” ucap haris ceplos
“Ohh begitu ya paa”
Usai percakapan itu, keluarga haris kembali melanjutkan makan malamnya hingga semua hidangan yang tersedia habis. Keluarga itu akhirnya menyelesaikan makan malam mereka. Bayu masuk ke kamarnya kembali begitu juga dengan ayahnya. Sementara sang mama sedang membersih kan peralatan makan malam yang baru saja digunakan.
Bersambung… Di dalam kamar, di atas tempat tidur, haris tampak sedang membaca bagian koran pagi yang belum dia baca. Tak lama nia masuk ke kamar seusai membereskan ruang makan.
Wanita itu membawa segelas air di tangan kanannya, Gelas itu ia letakkan di atas meja sebelah tempat tidurnya, lalu memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.
Setelah itu ia minum segelas air yang ia letakkan barusan. Selesai minum sesuatu tersebut ia beranjak naik ke tempat tidur menyusul suaminya. Tiba-tiba haris berhenti membaca sesaat.
“Ma, kamu tadi minum apa?” tanya haris
“Ohh itu, aku minum pil KB pa..”
“Lah, memangnya kamu takut hamil lagi?” tanya haris kembali
“Emmm… aku pengen anak kita satu dulu aja pa” jawab nia yang sempat terdiam sesaat
“Eh iya Ma, kamu besok-besok di depan bayu jangan pakai baju kebuka begini lagi ya?”
“Memang kenapa pa?” tanya nia heran
“Bayu kan sedang menginjak masa usia remaja. Takutnya gimana gitu”
“Yaa ampun paa. Masa cemburu sama anak sendiri gak mungkin lah bayu suka dan nafsu sama mamanya sendiri” bantah nia
“Tapi ma?”
“Udah udah udah pa, mama gak mau bahas itu”
“Yaudah deh kalo gitu” ucap haris terdiam
Tiba-tiba nia merangkul leher suaminya..
“Pa…. mama lagi kepengen pa…..” manja nia kepada suaminya
“Ohh itu toh alasan kamu sebenarnya minum pil kb” ucap haris tersenyum
“Iya dong paa… karena aku gak pengen hamil, aku pikirin deh cara nya gimana gak hamil, tetapi bisa nyenengin suami terus hehe” jawab nia sambil membalas senyum suaminya.
“Ihh kamu maa” ucap haris sambil mencium bibir istrinya
Hubungan suami-istri pun mereka lakukan. Keduanya saling memuaskan kebutuhan batin masing-masing nia akhir-akhir ini di setubuhi lelaki lain akhirnya disetubuhi oleh suaminya sendiri.
Sementara bayu masih tampak belajar di kamarnya, membaca halaman demi halaman buku pelajaran yang akan dibahas besok. Tak lama ia menguap. Ia tutup bukunya. Lekas ia beranjak ke tempat tidurnya tanpa sempat menyiapkan buku untuk besok.
Kembali ke kamar kedua orang tua bayu, ayah dan ibunya tampak sudah mencapai klimaks. Keduanya tampak lelah dan saling berpelukan satu sama lain.
“Ma, aku sebenarnya gak terlalu suka payudara kamu besar begitu” ucap haris pada nia yang berada di sebelahnya
“Kenapa begitu pa?” tanya nia bingung
“Aku lebih suka ukuran payudara kamu kecil ketimbang besar. Tapi ya sudahlah… aku menikahi mu juga bukan karena fisikmu, tetapi karena cinta ”
“Ohhh gitu ya pa” ucap nia menarik nafas
Haris tertidur lebih dahulu usai bersetubuh dengan istrinya, sedangkan nia tampak memikirkan sesuatu. Nia heran mengapa suaminya mengatakan kalau dia tidak menyukai ukuran payudara nia yang besar.
Padahal selama berumah tangga suaminya tidak berbicara demikian. Di lain hal, ketiga lelaki yang pernah menyetubuhi dirinya amat menyukai ukuran bukit kembarnya. Nia memikirkan hal itu hingga ia tertidur.
06.35
Rabu pagi itu Nia terbangun lebih awal. Ia membangunkan suami dan putranya yang masih tertidur. Setelah itu ia kembali ke tempat yang paling akrab dengan dirinya, yaitu dapur mempersiapkan sarapan untuk dirinya dan kedua orang yang disayanginya. Setelah sarapan itu siap, ia hidangkan di atas meja makan.
Sementara bayu sedang mandi setelah sang mama membangunkan nya membasahi dan menyabuni seluruh tubuhnya. Tiba-tiba selesai mandi, sebelum melilitkan handuk, ia memegang anggota tubuh bagian bawahnya.
Dia berpikir sejenak bahwa anggota tubuh itu bisa berdiri ketika melihat wanita cantik. Dia berpikir demikian setelah menelan mentah-mentah apa yang diucapkan ayahnya.
Keluarlah bayu dari kamar mandi berjalan menuju kamar. Di dalam kamar anak itu memakai seragam sekolahnya. Setelah itu menyiapkan buku-buku yang tak sempat ia persiapkan semalam.
Haris, suami nia, ternyata baru membersihkan diri setelah bayu keluar dari kamar mandi. Di dalam kamar mandi sesekali ia memikir kan pekerjaan kantornya.
Tak lama kemudian, pikirannya hinggap pada persetubuhan dengan istrinya semalam merasa tak puas dengan pelayanan istrinya hanya saja, dia mencoba membantah pikiran itu.
Bukan tak puas dengan pelayanan seorang istri, tetapi fisik istrinya tidak sesuai dengan yang dia harapkan. Entah mengapa dia berpikir seperti itu.Padahal, selama dia menikah tak pernah memikirkan hal tersebut.
Walau demikian, dia berkeyakinan fisik istrinya tidak berarti apa-apa dibandingkan cintanya. Selesai mandi, haris menuju ke kamarnya untuk mengenakan pakaian kantor. Setelah itu ia keluar kamar untuk sarapan.
Haris dan nia sudah duduk lebih dahulu di ruang makan. Putranya, bayu, masih di dalam kamar. Tak lama anak itu menyusul mereka. Ia membawa ransel dan sepatunya. Anak itu lalu duduk di dekat papanya, menghadap sang mama. Keluarga itu pun sarapan bersama.
“Kamu di antar papa gak?”tanya haris
“Gak usah pa, kan aku udah mau remaja. Jadinya gak usah dianterin lagi”
“Ohh yaudah kalo begitu” ucap haris tersenyum pada sang anak
Sambil sarapan, bayu memperhatikan mamanya. Mamanya masih mengenakan daster yang ia pakai semalam. Ia melihat ke arah belahan dada mamanya. Tiba-tiba,
“Pa, lihat deh ini aku berdiri habis lihatin mama (menunjuk rudal)” ucap bayu
“Tuh kan ma, papa bilang juga apa” sahut haris melirik pada istrinya
“Yaudah deh pa, mama ganti baju” kesal nia masuk ke kamarnya hendak mengganti pakaian.
Haris dan putranya menikmati sarapan hanya berdua setelah sang istri masuk ke kamar ingin berganti pakaian. Tak terasa hingga keduanya menyudahi sarapan mereka, istrinya belum juga keluar dari kamar.
Keduanya pula sudah siap-siap berangkat menuju tempat tujuannya masing-masing. Tiba-tiba nia muncul dengan pakaian tertutup sopan menemui suami dan sang anak yang ingin berpamitan akhir nya keluarga itu saling berpamitan satu sama lain.
Bayu berangkat menuju sekolahnya dengan hati yang ceria bangga kini dia sudah beranjak remaja.
“Eh, aku bentar lagi remaja dong”.
Teman-temanya hanya terdiam saja, ketika waktu istirahat tiba, ia memandangi teman perempuannya yang cantik. Dia terheran mengapa anggota tubuh bagian bawahnya tidak berdiri teringat kata papanya kalau lihat wanita cantik anggota tubuh tersebut bakal berdiri.
Nyatanya tidak, anak itu menjadi bingung.
Sementara nia di rumah sibuk membersihkan setiap sudut ruangan membersihkan kamarnya, kamar putranya, dapur, hingga ruang tamu. Selesai membersihkan rumah, rebahkan tubuhnya di sofa. Merasa bebas tidak ada lelaki yang mengganggunya lagi, yakni ayah mertuanya.
Namun, terlintas dalam pikirannya ucapan yang diucapkan suami nya semalam. Nia heran mengapa suaminya baru bicara kalau dia tidak menyukai payudara berukuran besar. Padahal, sejak menikah sang suami tidak pernah mengungkapkan hal itu.
Kenapa baru sekarang, itu yang berkutat dalam pikiran nia. Hanya saja, dia terlalu lelah memikirkan hal yang sifatnya tidak jelas. Ia lebih memilih tidur di kamarnya hingga siang hari datang.
Ketika tidur, nia bermimpi sesuatu yang pernah terjadi pada dirinya, yakni persetubuhan dengan pak bejo, pak arso dan ayah mertuanya. Seketika itu ia langsung terbangun. Mengingat hal itu kembali, menangis. Dia merasa betapa bodoh dirinya mau melayani nafsu para laki-laki itu.
“Mama….. aku pulang….” ucap bayu masuk tanpa mengetuk pintu kamar mamanya
“Eh? Kamu anak udah pulang. Kok gak ketuk pintu dulu mau masuk kamar mama” Ucap nia sambil menghapus air matanya
“Eh, mama habis nangis ya? nangis kenapa ma?” tanya bayu penasaran menghampiri sang mama
“Gapapa kok sayang, mama habis bangun tidur aja”
“Ahh mama bohong… udah jelas aku lihat tadi ada air mata mama keluar. Ayo dong ma cerita” ucap bayu sambil menatap wajah sang mama
“Mama gak bohong…dibilangin. Apa yang musti diceritain juga”
“aahh mama bohong ahhh aku kesel sama mama” kesal bayu meninggalkan mamanya.
Nia hanya terdiam bingung bagaimana menjelaskan situasi yang sedang dialaminya kepada sang putra.
Lagi pula, jika dijelaskan anak itu tidak akan mengerti lebih menutup rapat-rapat. Lalu nia beranjak keluar dari dalam kamarnya menuju dapur menyiapkan makan siang untuk dirinya bersama sang putra masak tak begitu lama.
Setelah masakan itu siap, lalu dihidangkan di atas meja makan sebagai makan siang. Lantas memanggil putranya berulang-ulang, entah mengapa panggilannya tidak disahut. Nia mendatangi kamar anaknya lihat putranya sedang tertidur dengan menutup kepalanya dengan bantal.
“Bayu,,, ayo de kamu makan dulu. Nanti perutmu sakit kalau sampai telat makan” ucap nia sambil mengelus-elus bagian belakang tubuh puteranya.
“Aku gak mau ma… mama aja gak mau dengerin kata aku. Aku juga gak mau dengarin kata mama” ucap bayu kesal sambil menutup kepalanya denga bantal. Ngocoks.com
“Ayo dee makan dulu nanti mama ceritain deh” ucap nia sambil menenangkan putranya.
“Pokoknya aku gakk mauuuuu!” teriak bayu yang tiba-tiba meninggalkan mamanya.
Bayu meninggalkan sang mama di kamarnya. Anak itu memilih keluar dari rumah dan bermain bersama teman temannya di luar. Sementara nia menghela nafas tak mengerti menghadapi anak yang dilahirkannya sendiri beranjak keluar kamar anaknya.
Akhirnya ia lebih memutuskan makan siang seorang diri sambil makan siang, ia memikirkan bagaimana cara menenangkan sang putra. Namun, tidak menemukan ide. Selesai makan siang, ia memilih duduk di sofa sambil menonton televisi. Tak ada acara yang menarik.
Pada akhirnya nia hanya bisa termenung di ruang tamu di depan televisi yang menyala. Kini dia tak mengerti dengan ucapan suami nya semalam. Ditambah wanita itu juga tak paham menghadapi
Bayu belum juga pulang. Nia khawatir apalagi putranya tersebut belum makan siang. Jika dia ingin mencari. Dia juga tak tahu harus mencari kemana.
“Kita pulang hehe” haris dan putranya tertawa
“Biasanya kan ‘papa pulang’ karena papa pulang sama kamu jadinya ‘kita’ ya” canda haris pada sang anak yang menemaninya
“Iya bener pa”
“Ternyata kalian pulang bareng. Mas ketemu dimana bayu?” tanya nia pada suaminya
“Ini tadi dia baru pulang dari rumah temannya dekat sini. Karena papa ngelihat, ya sekalian aja ajak dia pulang bareng” terang haris
“Oh”
“Yaudah bayu kamu sama mama dulu ya, papa mau mandi dulu nih udah sore” ucap haris
“Enggak mau ahh… aku gak mau dekat sama mama. Mama tukang bohong” sahut bayu sambil lari masuk ke kemarnya
“Kamu ada masalah apa sama anakmu sendiri ma?” tanya haris pada istrinya
“Gak ada apa-apa kok pa. Cuma salah paham aja”
“Oh oke yasudah. Intinya kamu jangan-jangan sekali-sekali bohongin anak mu karena dia sudah percaya sama kamu. Kalau dah begini kan jadi repot” ucap haris jelas
“Terserah kamu lah pa. Aku mau mandi duluan” jawab nia agak kesal.
Nia masuk ke kamarnya. Ia mengambil handuk yang berada di dalam kamar. Ia menyiapkan pakaian tidurnya yang berupa piyama. Lantas ia lekas pergi membersihkan diri.
Selama membersihkan dirinya di dalam kamar mandi, nia benar benar tidak mengerti bagaimana dia harus bersikap kepada sang putra begitu juga suaminya. Dia benar-benar bingung saat ini.
Selesai mandi, ia langsung masuk kamarnya tidak menyiap kan makan malam yang biasanya rutin ia siapkan. Tampak nya nia sedang kesal dengan suami dan anaknya. Wanita itu menjadi serba salah saat ini.
Sementara bayu juga kesal sama mamanya. Dia merasa sang mama membohongi dirinya. Anak itu menjadi malas mandi. Dia lebih memilih mengurung dirinya di dalam kamar.
Di lain hal, kepala rumah tangga mereka, haris, benar-benar tidak paham dengan masalah antara istri dan anaknya mencoba menenangkan diri di tengah pertengkaran istri dan anaknya.
“Niaaaaa bayuuuu kalian kesini semuaaaa!” teriak haris dengan nada keras
Haris sebagai kepala rumah tangga sepertinya amat marah dengan perseteruan yang terjadi antara istri dan puteranya. Entah apa yang akan dilakukannya untuk mendamaikan mereka.
Saat senja Haris memanggil istri dan putranya yang sedang berseteru. Dia mencoba mendamaikan keduanya.
“Ini kalian…ibu sama anak kelakuannya sama aja, kayak anak bocah. Sebenarnya kalian ini ada masalah apa? Jangan yang tidak terlibat seperti papa jadi ikut terbawa-bawa.” tegur haris
“Ini pa, tadi aku ngelihat mama habis nangis. Aku tanya deh mama kenapa. Eh, mama gak mau ngaku pas aku tanya. Padahal, udah kelihatan jelas mama habis nangis”
“Benar begitu ma?” tanya haris pada istrinya
“Iya benar mas”
“Kamu kenapa menangis ma?” tanya haris kembali
“Iya aku sedih karena gak nyangka bayu yang dulu masih kecil sekarang udah beranjak remaja. Aku jadi terharu mas, ternyata usiaku juga semakin tidak muda lagi” ucap nia pura-pura terharu
“Oh gitu. Tuh de sekarang kamu tahu kan kenapa mama nangis?”
“Iya pa” ucap bayu mengangguk
“Yaudah deh sekarang kalian baikkan” ucap haris kepada istri dan sang anak
“Maafin aku ya maa….”
“Maafin mama juga de” ucap nia sambil mengecup pipi putranya
Haris menyaksikan istri dan putranya saling memaafkan satu sama lain. Nia dan putranya juga saling memeluk. Haris hanya tersenyum memandang keduanya. Padahal, nia sebetulnya berbohong.
Hanya saja haris dan anaknya tidak mengetahui yang terpenting bagi dirinya ialah aktivitas keluarga di rumah itu pulih kembali. Malamnya, Jika seharusnya makan malam sudah tersedia, nia tampak baru menyiapkan makan malam.
Ya, itu terjadi karena ada pertengkaran antara dirinya dan sang anak. Beruntungnya mereka sudah saling memaafkan. Malam itu nia tampil tertutup. Ia mendengar ucapan suaminya kemarin malam.
Sementara bayu, anak itu sudah membersihkan dirinya dan menyiap kan buku pelajaran yang hendak dibawanya besok. Setelah selesai, ia duduk di ruang makan sembari menunggu hidangan makan malam disajikan. Sedangkan haris, ia sibuk mengerjakan pekerjaan kantor di kamar.
“Eh kamu de, udah duduk di sini aja. Mama kan belum manggil” ucap nia sambil menyajikan makanan
“Soalnya aku dah laper ma. Tadi siang kan aku gak makan” sahut bayu
“Oh ya ya. Yaudah gih kamu panggil papa bilang makanannya udah siap”
“Oke ma. Paaa…. paaa….. makan malam duluu paaa….. makanannya udah siap!” teriak bayu memanggil ayahnya
“Iyaaa.. papa kesana” ucap haris membuka pintu kamar dan berjalan ke ruang makan
Keluarga Haris seperti biasanya makan malam bersama. Tidak ada yang istimewa malam itu, kecuali pembicaraan mereka.
“Eh iya, akhir pekan besok kita ke rumah kakek nenek yuk. Kalian berdua kan belum pernah kesana” ajak haris
“Eh iya bener pa, aku kan belum pernah kesana yang selalu ke sini kan selalu kakek nenek” sahut bayu sambil mengunyah makanan
“Memang rumah ayah sama ibu dimana mas?” tanya nia
“Aduuh kamu.. selama nikah sama aku gak tahu rumah ayah ibuku. Rumah mereka di dekat Garut. Di sana tuh ayah-ibu punya tanaman jagung banyak bangett”
“Yang bener pa?” tanya bayu penasaran
“Iya dong de. Makanya kita ke sana yuuk”
“Iyaa paa…. aku mauu bangeett” sahut bayu begitu bersemangat
“Aku mah ngikut aja mas” ucap nia pelan sambil mengakhiri makan malamnya”
Keluarga itu mengakhiri makan malam mereka. Masing masing kembali ke dalam kamar. Haris lekas tidur. Nia meminum pil KB setelah itu dia menyusul suaminya. Sementara bayu masih sibuk belajar.
Bersambung… Pak paijo kembali ke kampung halamannya, dan disambut tanaman jagung nya yang bersiap memasuki musim panen. Di depan rumah nya ia disambut pula oleh sang istri yang tampaknya sudah tidak kesal dengan dirinya. Keduanya berpelukan mesra saling melepas rindu. Tiba-tiba seorang buruh taninya menghampirinya.
“Pak paijo…. Pak paijo…… Paak paijo” ucap seorang buruh tani berperut tambun berlari tergopoh-gopoh
“Oalahh bejo kamu ada apa sampai berlari segitunya?” tanya pak paijo pada buruh taninya
“Ini pak.. bapak habis dari jakarta kan?”
“Yowess kenapa?”
“Bapak tahu alamat ini pak?” tanya pak bejo
“Coba mana sini saya lihat, oalah ini alamat rumah anakku. Bagaimana kamu tahu alamat ini?” tanya pak paijo
“Emmm yaudah pak saya permisi dulu” ucap pak bejo nyelonong pulang ke rumahnya
“He bejo malah kabur itu orang”
Pak paijo masuk ke rumah beserta istrinya. Dia menyantap makan malam yang sudah disediakan sang istri. Keduanya saling bercakap cakap saat makan.
Istri pak paijo sempat bertanya bagaimana kabar anak dan cucunya. Pak paijo menceritakan semuanya. Tentunya dia tidak akan mencerita kan tentang persetubuhan dirinya dengan sang menantu.
Istri pak paijo bisa marah besar bila mengetahui hal itu. Sementara itu Pak bejo ialah seorang buruh tani yang bekerja pada pak paijo yang memiliki ladang jagung yang amat luas. Lelaki itu tampak bingung bagaimana mungkin alamat tersebut tertuju pada alamat anak dari pak paijo.
Ya, alamat seorang wanita yang pernah menumpang dirumahnya dan disetubuhi oleh dirinya. Wanita itu Siapa lagi kalau bukan nia, istri haris, menantu pak paijo.
Pak bejo hampir tiap malam membayang kan persetubuhan yang pernah dilakukannya bersama nia. Dia ingin bersetubuh lagi dengan wanita itu. Maka, ia ingin mengunjungi rumah nia.
Hanya kini dia kebingungan ada hubungan apa nia dengan anak pak paijo. Dia berpikir apakah dia istri dari anak pak paijo. Jika benar, dia pasti bisa dipecat pak paijo dari pekerjaannya sebagai buruh tani.
Esok paginya, pak paijo kembali ke rutinitasnya sebagai seorang pemilik sekaligus petani jagung berkeliling melihat ladangnya yang memasuki musim panen. Dia juga mengawasi kerja para buruh taninya apakah benar atau tidak. Seketika dia melihat pak bejo yang sedang bekerja. Dia mendekati buruh taninya tersebut.
“Hei bejo kamu kemarin kenapa? Gak jelas begitu”
“Oh gapapa pak” ucap pak bejo berusaha menghindar
“Lah dia malah menghindar” ucap pak paijo heran
Pak paijo bingung melihat gelagat buruh taninya. Hanya saja dia tidak terlalu menggubris. Ia kembali berkeliling mengawasi buruh taninya yang lain.
Pekerjaan itu ia lakukan hingga panas matahari mencapai terik, tepatnya jam 12 siang. Setelah itu ia melepas lelah di sebuah gubuk reyot kecil di dekat ladang jagung miliknya. Ketika hendak beristirahat, melihat pak bejo sudah beristirahat lebih dahulu di sana.
“Kamu udah di sini rupanya jo?”
“Eh bapak, iya pak” jawab pak bejo terkejut.
“Saya heran kamu dari tadi menghindar terus dari saya. Memang ada apa? Mau pinjam uang? Ayo ceritakan saja, tidak usah sungkan sungkan. Kamu kan bukan orang baru di sini jo.”
“Hemm gak ada apa-apa kok pak”
“Oh yasudah kalo begitu”
“Eh iya pak, anak bapak di jakarta itu udah nikah?”
“Iya, memang kenapa kamu tanya itu? Eh iya kemarin itu alamat kamu bisa tahu darimana?
“Heem gini pak waktu itu, ada wanita sama anaknya pengen ke Garut. Eh, mobilnya kehabisan bahan bakar sore hari. Jadinya terpaksa numpang deh di rumah saya sehari soalnya bensin eceran di sini kan cuma ada pagi dan siang hari. Nah, itu alamat wanita itu” terang pak bejo
“Lah, kamu kenapa gak ngomong itu kan menantu sama cucu saya” ucap pak paijo terkejut
“Saya gimana mau kasih tahu pak. Orang saya aja gak tahu itu menantu dan cucu bapak”
“Heeemm” pak paijo menghela nafas
“Eh iya pak, bapak ketemu mereka kemarin di Jakarta?”
“Ya ketemulah, termasuk sama anak saya”
“Enak ya jadi bapak punya menantu udah cantik seksi lagi” ucap pak bejo tiba-tiba
“Weleh-weleh ternyata kamu tahu juga menantuku itu seksi. Ya jelaslah tubuhnya padat sintal begitu” terang pak paijo kepada pak bejo
“Apalagi anak bapak yak, seneng banget tiap malem ngelonin yang begitu”
“Hehehe tapi udah pernah loh saya ngelonin dia jo..”
“Eh, serius pak?” tanya pak bejo heran
“Ya iyalah.. uhh enakk bangett joo apalagi susunya itu tuhhh uhhhh mau saya isep terus”
“Eh, Saya juga pernah loh pak memang bapak aja” sahut pak bejo
“Eh yang bener kamu?” tanya pak paijo heran
“Iya pak masa saya bohong. Jadi waktu dia nginep di rumah saya, ada kesempatan deh saya kelonin dia hehehe”
“Weleh-weleh kalo sampai kamu ketahuan sama anak saya bisa dipukulin kamu”ancam pak paijo
“Lah, bapak kalo sampai ketahuan istri bisa diusir dari rumah pak hehe” ancam balik pak bejo
“Yaudah kita jaga rahasia ini sama-sama ya, oke?”
“Siap pak”
“hehehehehe” keduanya tertawa bersama
Kedua lelaki itu berbicara bersama sembari melepas lelah. Topik mereka hanya nia, menantu pak paijo. Mereka berbagi cerita bersama tentang bagaimana ketika menyetubuhi wanita itu.
Keduanya pula menyukai hal yang sama, yakni payudara nia. Terkadang gelak tawa terlihat dari wajah mereka. Entah apa yang mereka tertawakan.
Tak lama pak paijo meninggalkan pak bejo di gubuk itu harus pulang ke rumah menemui istrinya yang telah menyajikan makan siang. Tinggallah pak bejo seorang diri di gubuk itu.
“Nia.. nia… kapan aku bisa menyetubuhi mu lagi ya” ucap pak bejo di benaknya.
Weekend
Aktivitas di rumah keluarga haris tampak berbeda. Mereka sibuk mempersiapkan diri hendak berkunjung ke rumah orang yang paling mereka hormati. Pagi itu bayu sudah rapi lebih dulu ketimbang ayah dan mamanya sudah mengenakan kaos abu-abu dengan jacket berwarna hitam.
Memakai celana jins yang biasa dirinya pakai. Anak itu sedang sibuk menyiapkan baju, peralatan lain, serta ransel yang hendak dibawa ke rumah kakek nenek nya. Setelah itu ia menuju ruang makan menanti sarapan.
Sementara sang mama yang sudah membersihkan diri masih menyiapkan sarapan. Nia memakai kaos biru ketat berkerah seperti nya dia tidak peduli lagi jika ada yang melihat lekuk tubuh nya.
Selain menyiapkan sarapan, nia juga menyiapkan bekal untuk makan keluarganya di tengah perjalanan, juga tidak lupa membawa pil KB.
Haris, seusai mandi sedang mengenakan pakaian di kamar mengenakan kemeja santai dan celana panjang bahan. Selesai mengenakan pakaian, kepala rumah tangga itu sibuk menjawab telepon.
Pada akhirnya keluarga itu siap berangkat menuju tempat tujuan mereka. Tak lupa haris mematikan aliran listrik rumahnya serta memastikan jendela dan pintu dalam keadaan tertutup. Ngocoks.com
Nia dan bayu menunggu di luar rumah dengan barang bawaan mereka sembari haris mengeluarkan mobil. Setelah haris mengeluar kan mobil, kedua lekas masuk. Haris sempat keluar sebentar untuk mengunci pagar. Keluarga haris pun berangkat menuju tujuan.
Sepanjang perjalanan haris sibuk menyetir. Nia dan bayu asyik melihat pemandangan sekitar. Sesekali nia dan bayu minum air mineral yang mereka bawa, sesekali pula terdengar pembicaraan pembicaraan santai di antara mereka.
“Kira-kira kakek-nenek lagi ngapain ya pa?” tanya bayu pada ayahnya
“Ya mungkin lagi duduk di rumah”
“Kamu udah kasih tahu ayah-ibu mas kalo kita mau ke rumah?” tanya nia
“Gak usah, lagi pula mereka pasti di rumah kok. Sengaja gak aku kasih tahu biar jadi kejutan buat mereka”
Sepanjang perjalanan pula terkadang bayu tertidur terkadang terbangun lagi. Sementara di wajah sang mama tercinta agak malas mengunjungi orang tua haris, apalagi melihat wajah ayah haris.
Dia masih trauma dengan persetubuhan yang melakukannya bersama mertua di rumah. Dia bingung harus bersikap bagaimana nanti setelah peristiwa tersebut.
Meskipun begitu, nia berusaha mencoba melupakan kejadian buruk yang menimpanya kelam. Keluarga itu akhirnya memasuki daerah sekitar rumah orang tua haris pada siang hari. Nia sedikit heran.
Hanya saja dia tidak tahu kapan persisnya. Nia mencoba mengingat, tetapi tidak bisa. Sementara bayu sedang tertidur di belakang kursi ayahnya yang sedang mengemudi. Hingga akhirnya mereka sampai tempat tujuan.
“Hei bayu, bangun de…. kita udah nyampe nih di rumah kakek nenek” sahut haris membangunkan anaknya
“Hoam. udah nyampee yaaa….” ucap bayu yang baru bangun.
“Yaudah yuk kita keluar” ajak haris kepada istri dan anaknya.
Keluarga haris keluar dari mobil yang terparkir tidak jauh dari rumah orang tuanya. Mereka berjalan perlahan membawa barang bawaan. Ketika sampai di depan pintu rumah, haris mengetuk pintu dan disambut oleh ibunya yang memakai daster panjang tertutup.
“Assalamualaikum ayah ibuu ini haris bu” ucap haris sambil mengetuk pintu
“Walaikumsalam ohhhh kamu nakkkk. Aduh ibu udah kangen banget sama kamu” ucap ibu haris sambil mencium pipi dan kening anaknya
“Ini bu.. ada istriku sama bayu yang ikut”
“Aduh ada menantuku yang cantik… apa kabarmu nia?” tanya ibu haris sambil bersalaman dengan menantunya
“baik bu, ibu bagaimana?”
“ibu mah udah sering sakit-sakitan, Maklum udah tua hehe” senyum ibu haris
“Nenekk…”
“Aduh adaa cucu nenek yang ganteng…” ucap ibu haris sambil mencium pipi bayu
Dari dalam rumah ayah haris, pak paijo, muncul mengenakan kaos singlet putih dan sarung.
“Ada siapa bu kok kayaknya ramai banget? Tanya pak paijo sambil menyusul istrinya”
“ini pak… ada anak, menantu, dan cucumu. Ayo kemari pak…” ajak ibu haris
“Ohhhh ada anakku…haris..”
“Iyaa yah” ucap haris sambil mencium tangan ayahnya.
“Kakeekkk” sahut bayu menghampiri kakeknya
“Adduuhh cucu kakek yang ganteng ikut juga ternyata”
Nia hanya berdiam diri. Ketika ayah mertuanya menyalami suami dan anaknya. Ia amat malas saat suasana sedang berbahagia.
“Ohh niaaa kamuu ikutt jugaa. Aduh ayahh kangen banget sama kamu” ucap ayah haris sambil menyalami nia
Nia amat jijik ketika ayah mertuanya itu berucap demikian. Dia juga sebenarnya terpaksa menyalami Lelaki tua tersebut. Meskipun demikian, dia harus menghormati orang tua suami nya yang telah menyambut.
Kedua orang tua haris lalu mengajak haris berserta ke luarganya masuk ke dalam rumah. Rumah dua lantai itu tergolong cukup besar untuk dua orang penghuni. Ruang tamu yang dekat dengan pintu depan diisi oleh kursi-kursi kayu dan meja yang juga terbuat dari kayu.
Di dekat ruang tamu ada ruang makan yang terdapat kursi dan meja makan, serta televisi, lemari kayu, dan benda benda hias lainnya, seperti guci. Selain itu, di ruang tamu ada tangga yang menghubung kan ke lantai atas rumah tersebut.
Di bagian belakang rumah ada dapur dan kamar mandi. Selain itu di bagian paling belakang terdapat halaman yang ditumbuhi pepohonan hijau. Di paling pojok halaman terdapat sebuah kamar pembantu yang tidak berpenghuni.
Haris dan keluarganya dibimbing oleh ayah dan ibunya ke lantai atas. Di lantai atas tidak begitu banyak pernak-pernik, kecuali lukisan yang menempel di dinding.
Selain itu juga terdapat lemari kaca yang menyimpan barang-barang hiasan, seperti piring dan gelas hias. Di lantai atas itu haris dan keluarganya di tempatkan dalam satu kamar.
Di dalam kamar itu terdapat lemari pakaian, meja rias, dan satu ranjang besar yang di sisinya terdapat kasur yang seperti nya di sediakan untuk bayu. Haris dan keluarganya pun dipersilahkan masuk ke kamar tersebut oleh kedua orang tuanya.
“Rumah kakek gede juga ya pa?” tanya bayu sambil membuka ransel
“Iya dong. Kakek kan petani jagung paling kaya di daerah sini”
“Masa sih mas?” tanya nia tidak percaya
“Masa aku bohong. Besok pagi kalian lihat banyak buruh tani yang bekerja di lahan jagung milik kakek”
“Oh yaudah”
Keluarga itu melepas lelah di dalam kamar. Haris sibuk dengan telepon selularnya. Sementara nia dan bayu sibuk mengeluarkan barang dari ransel dan tas keduanya.
“Haris,…… ajak keluargamu makan siang dulu nak di bawah. Ibu udah nyiapin makanan nih!” uca[ ibu haris sambil mengetuk pintu.
“Iya buu…. kita segera kesana”
“Ayo ke bawah yuk, nenek udah nyiapin makan siang tuh” ucap haris pada putranya
“Iya yah..yuk”
“Ayo kamu juga nia” ajak haris pada istrinya.
Keluarga itu dengan pakaian yang masih lengkap berjalan menuju ruang makan. Di ruang makan mereka sudah di tunggu oleh ayah dan ibu haris. Setelah itu, ibu haris menyendok makanan untuk suami dan dirinya.
Selanjutnya nia menyendok makanan untuk haris, bayu, dan diri nya. Ketika nia menyendokki makanan, ayah haris, pak paijo begitu amat memperhatikan wanita itu hanya saja haris dan ibunya tidak memperhatikan.
Setelah makanan sudah tersaji di masing masing piring, mereka makan bersama. Mereka pun berbincang-bincang santai selama makan. Selama mengobrol, Pak paijo sering curi-curi pandang ke menantunya.
Beruntung nia menyadarinya dia agak risih dengan pandangan mertuanya tersebut. Bagi nia, ayah mertuanya seperti ingin menyetubuhinya lagi membuat nia takut.
Obrolan-obrolan yang sering terlontarkan membuat makan siang tak terasa begitu cepat. Selesai makan siang, haris dan keluarga kembali ke kamar mereka. Tiba-tiba haris mengata kan sesuatu pada istrinya, nia mendengar itu menjadi amat malas berkunjung ke rumah orang tua haris.
“Ma, aku ke jakarta sebentar dulu ya” ucap haris
“Loh, kok begitu pa. Kita kan lagi liburan?”
“Iya pa. Papa ngapain ke jakarta?” tanya nia dan bayu berbarengan.
“Papa ada urusan sebentar sama pak arso. Kalau papa bisa tolak, ya papa tolak. Masalahnya ini bos papa yang memberi perintah”
“Oh yaudah kalau begitu. Tapi, mas balik lagi kapan?” tanya nia
“Belum tahu nih. Bisa malam atau juga besok pagi”
“Yahhhhh” kedua kembali menyahut bersamaan
“Yaudah papa berangkat dulu ya. Nia, aku titip bayu ya”
“Iya mas” balas nia
Haris berpamitan dengan keluarganya. Ia harus ke Jakarta siang itu. Entah ada apa gerangan yang membuatnya harus meninggalkan keluarga saat liburan akhir pekan di rumah orang tuanya.
Bersambung… Tak lupa haris berpamitan pada ayah dan ibunya. Kedua orang tua haris menyayangkan hal tersebut. Namun, apa boleh buat, keduanya tak bisa memaksa.
Kedua orang tuanya juga mengantar haris keluar rumah. Haris berjalan menuju mobil nya. Hingga akhirnya Haris meninggalkan rumah orang tuanya.
Seusai melepas haris, orang tua haris kembali masuk ke dalam rumah, kecuali ayah haris, pak paijo. Ia tersenyum.
“Ini kesempatan yang gak boleh terlewatkan. Malam ini aku harus berhubungan badan dengan menantuku hehe”
Ketika dia tersenyum, datang buruh tani yang sudah akrab dengan nya, yakni pak bejo. Pak bejo pun bertanya siapa orang yang baru saja pergi. Ia merasa kenal dengan mobil yang dikendarai orang tersebut. Pak paijo berkata kalau orang itu adalah anaknya.
“Siapa itu pak?” tanya pak bejo
“Eh kamu joo.. Itu anakku haris”
“Eh? Anakkmu pak? Maksud bapak, suaminya nia begitu? tanya pak bejo terheran
“Yai yalah siapa lagi” ucap pak paijo tegas
“Berarti si nia ada di sini dong pak?”
“Iya dongg hehe” senyum pak paijo
“Wah seneng banget dong bapak nih. Pantes mukanya kelihatan cerah banget”
“Emang kenapa, kamu pengen ikut seneng juga?” tanya pak paijo kepada buruh taninya
“Iya dong pak”
“Yaudah sini ikut saya ke gubuk, tempat biasa kita ngobrol hehe” ajak pak paijo sambil tertawa kecil
Pak paijo pun mengajak pak bejo ke tempat mereka biasa mengobrol. Di gubuk kecil itu mereka tampak memperbincangkan sesuatu. Sesekali mereka serius, sesekali pula mereka tertawa kecil.
Sementara nia dan bayu berada di kamar mereka. Keduanya tampak beristirahat. Nia tidur di ranjang besar. Bayu tidur di kasur yang terletak di samping ranjang. Mereka tertidur pulas hingga senja tiba.
Afternoon.
“Hoaaheeeemmmm aduuuhh udahh jam berapaa nih?” tanya nia baru bangun tidur
Nia terbangun dari tidurnya sore itu. Dia menoleh ke arah jarum jam yang terletak di dinding kamar. Ternyata, sudah jam 5 sore melihat bayu masih tertidur hendak membangunkan, namun tidak tega.
Lekas ia turun dari ranjangnya. Lalu mengambil peralatan mandi dan handuk yang di gantungkan di belakang pintu ingin mandi. Lalu turun ke bawah menuju kamar mandi yang terletak di dekat dapur.
Sesampai di bawah, dia tidak melihat seorang pun di sana sedikit terheran kemana para penghuni rumah.
Tanpa waktu lama ia masuk ke kamar mandi. Namun, dia sedikit bingung mengapa pintu kamar mandinya tidak bisa tertutup rapat Nia tidak terlalu menggubris.
Berharap tidak ada yang mengintip nya mandi, terutama ayah mertuanya. Lekas ia lepaskan semua pakaian nya sebelum mandi.
Outside the bathroom
“Weleh-weleh joo.. tubuhnya masih padet singset jooo… hehe….” ucap pak paijo pelan
“Ide siapa dulu dong pak… kalau bukan saya rusak nih pintu kamar mandi kita gak bakal bisa ngintiip kayak gini” ucap pak bejo pelan
“Iya, iya, deh ini ide kamu. Saya akuin itu bagus banget” puji pak paijo
“Tuh pak lihatt… aduhhh susu nya pak bikin saya pengen nyedot pakkk aduhhhhh… niaaaa”
“Uhhh… iya jooo saya juga kepengen jooo uhhh” ucap pak paijo sambil mengelus rudal yang berada di balik celananya
“Aduuuhhh pantatnya pakkkk, sayaa gak tahan pengen nusuk pakai rudal saya pakk”
“Emang kamu aja yang kepengen saya juga joo. uhhhh …nia… nia… kamu seksi banget sih”
“Saya masuk aja ya pak. Saya udah gak tahan nihh” ucap pak bejo yang rudalnya sudah mengeras di balik celananya
“Eits eits jangan… kamu bisa bikin rencana kita berantakan. Sabar jo sabar….” larang pak paijo
Keduanya pun menyudahi intipan mereka setelah memastikan nia sebentar lagi selesai mandi. Setelah itu, keduanya pergi entah kemana. Nia masih mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Dia lupa membawa pakaian ganti.
Terpaksa dia melilitkan tubuhnya dengan handuk. Ia hanya berharap tidak ada yang melihat tubuhnya terlilit handuk. Lekas ia keluar menuju kamarnya. Beruntung, pak paijo dan pak bejo sudah pergi.
Entah apa yang terjadi pada wanita itu bila kedua lelaki tua tersebut melihat nia hanya terbungkus dengan sehelai handuk. Di dalam kamar nia melepas handuknya. Ia lekas mengenakan daster hitam tanpa lengan yang belahan dadanya cukup terlihat. Ia benar tak peduli lagi bila ada yang melihatnya berpakaian demikian.
Lagi pula, sang suami tidak ada di sampingnya, jadi bisa mengguna kan jaket untuk menutupi lengannya dengan. Setelah selesai, ia membangunkan putranya yang sedang tidur. Ngocoks.com
“Dee… adee… ayo bangun dulu de… kamu mandi dulu” ucap nia sambil menepuk bahu putranya.
“Hoaaahheeeemmmm jam berapa sih sekarang maa? aku masih ngantuk nih…” tanya bayu
“Udah jam setengah 6 sore de… ayo de kamu bangun udah mau malam” kembali nia menepuk bahu putranya
“hoaahheemm yaudah deh ma… bayu bangun” ucap bayu
Bayu lekas mengambil handuk dan pakaian gantinya yang berada di dalam ransel. Ia lalu berjalan menuju kamar mandi yang berada di bawah. Sama halnya dengan nia, bayu tidak melihat siapa-siapa tidak peduli dan etap berjalan ke kamar mandi.
Dengan cueknya ia masuk ke kamar mandi yang berada di dekat dapur. Tak beberapa lama, ia selesai mandi. Ia sudah mengenakan kaos katun berwana putih dengan celana pendek. Ketika keluar dari pintu kamar mandi, ia melihat neneknya yang sedang menyiapkan makan malam.
“Eh ada cucu nenek baru selesai mandi” ucap sang nenek sambil menatap ke bayu
“Eh ada nenek. Nenek lagi masak ya nek”
“Iya dong. Masak buat kamu sama mama kamu. Kamu pasti laper kan?” tanya neneknya
“Iya nek bayu udah laper”
“Yaudah kamu ke kamar dulu aja ya. Nenek mau masak dulu” ucap sang nenek yang mempersilahkan bayu ke kamar dulu
“Oke nek”
Bayu kembali ke kamarnya. Di dalam kamar, ia melihat sang mama sedang menghubungi seseorang. Nia sedang menghubungi suami nya, namun telepon selularnya dinonaktifkan.
Nia bingung mengapa selalu sulit menghubungi suaminya sendiri, lalu meletakan telepon selularnya di meja rias dekat ranjangnya, tiba tiba bayu yang sedang di dekatnya bicara sesuatu.
“Ma, lihat deh iniku (rudal) berdiri melihat bagian ini mama (belahan dada)” ucap bayu sambil menunjuk
“Bayu, gak boleh ngomong begitu”
“Memang kenapa ma?”
“Kalau itu (rudal) kamu berdiri karena mama, itu tandanya kamu suka sama mama” tegur nia
“Oh gitu ya ma. Maafin bayu ya maa. Bayu kan gak tahu”
“Yaudah gapapa kok. Lain kali jangan begitu ya sayang” ucap nia pada putranya tersayang
“Iya maa….”
Nia dan putranya pun saling mengobrol dan bercanda di kamar. Keduanya tertawa riang bersama sampai malam.
20.44
Tok… Tok… Tok…
“Nia, bayu ayo makan malam dulu yuk di bawah” ucap istri pak paijo
“Iya bu… kita nanti ke sana” sahut nia
“Iya nek.. kita nanti ke sana” sahut bayu serupa yang dikatakan mamanya
Tak lama kemudian nia bersama putranya turun ke bawah melihat ayah dan ibu mertuanya sudah menunggu di ruang makan. Ke dua nya lalu mengambil posisi tempat duduk, nia di sebelah kanan ayah mertua nya yang duduk di tengah.
Secara tidak langsung duduk menghadap ibu mertuanya. Sementara bayu, putranya, duduk di sebelah kanannya. Meski perbincangan antara nia dan kedua mertuanya, ayah mertuanya tetap mencuri pandang belahan dada nia yang kebetulan memakai daster tipis berwarna hitam.
Sayangnya, ibu mertuanya tidak begitu memperhatikan kelakuan suaminya. Nia begitu risih walau demikian, mencoba bersikap senormal mungkin.
Ketika mereka sedang asyik makan tiba-tiba muncul pak bejo yang mengenakan sarung bertelanjang dada. Nia yang sedang makan sontak kaget.
“Eh ada kamu bejo.. Ayo sekalian makan dulu” ucap istri pak paijo mempersilahkan”
“Ma, itu kan bapak-bapak yang dulu kita numpang di rumahnya” bisik bayu pada mamanya
Pak bejo duduk di sebelah kiri istri pak paijo, yang juga ibu mertua nia. Nia hanya terdiam ketika melihat pak bejo, orang yang pernah memberinya tumpangan dan juga pernah menyetubuhinya dahulu.
Dia melihat pak bejo senyum-senyum terhadap dirinya entah apa maksudnya. Dia buru-buru saja menyelesaikan makannya. Ia lalu mengajak anaknya ke atas yang kebetulan juga sudah selesai makan.
“Bu.. pak… kita langsung ke atas aja ya” ucap nia pada kedua mertuanya
“Loh,, kok buru-buru?” tanya istri pak paijo
Nia tidak sempat menanggapi ucapan ibu mertuanya. Ia buru-buru ke atas bersama putranya. Pak paijo melihat itu hanya tersenyum. Lelaki tua itu juga melempar senyum kepada buruh taninya, pak bejo. Entah apa arti senyuman itu.
Pak paijo melanjutkan makannya bersama istri dan pak bejo.
“Pak, malam ini ibu boleh nginep di rumah ibu sebelah ya? Soalnya mau ngurusin makanan buat arisan besok. Gimana pak?” tanya istri pak paijo
“Boleh banget kok bu hehe” sambil menatap pak bejo
Di dalam kamar nia mengunci pintu. Ia meminum pil kbnya dengan air mineral yang dia bawa. Lalu nia naik ke atas ranjangnya. Di ranjang tersebut ia tampak ketakutan. Sementara Bayu tidak tahu mamanya sedang ketakutan. Ia malah asyik tiduran di kasurnya.
“Ma, bayu tidur duluan ya…. bayu ngantuk” ucap bayu yang masih mencoba menahan kantuk.
“Yaudah kalau kamu ngantuk tidur duluan aja dek” ucap nia kepada putranya.
Ia mencoba menghubungi suaminya, tetapi tidak diangkat. Tiba-tiba di telepon selularnya ada seseorang yang mengirimkan video. Entah video apa yang dikirimkan. Ia amat terkejut ketika melihat video itu.
“Ayoo rani terus teruss aku mau keluar rani aku sukaa susu kamu yang kecil ini sayangg, gak seperti istriku uhhh ”
“Iya hariss ahhhh ayoo hariss ahh ahh ahh aku jugaa ahhh”
Telepon selular nia tiba-tiba terjatuh begitu saja di atas ranjangnya. Nia amat terkejut melihat suaminya yang dikira ada urusan dengan pak arso malah bersetubuh dengan seorang wanita bernama rani, yang diketahuinya sebagai istri pak arso.
Nia bersedih, suaminya yang dikira setia setelah menikah, masih berselingkuh dengan orang yang sama ketika dia belum menikah. Dia benar-benar kebingungan saat ini. Rumah tangganya diambang kehancuran. Tiba-tiba dia beranjak keluar kamar. Entah apa yang dia ingin lakukan.
“Bu…. ibu…. ibu kemana bu?” tanya nia mencari ibu mertuanya ke lantai bawah
“Ada apa nia sayang? Kamu cari bapak ya hehe” ucap pak paijo senyum
“Eh ibu, masih inget sama ya kan bu? Masa lupa sama orang yang nolongin ibu hehe” ucap pak bejo dengan gelak tawa
“Kalian mau apa?” kalian belum puas menyetubuhi saya?” tanya nia dengan nada marah
“Santai dong nia sayang.. Kitanya sih udah puas… tapi si otong kita ini gak pernah puas hehe”
“Udah pak paijo kita bawa aja” ajak pak bejo
“Yaudah jo yuk kita gendong”
“Ahhhh jangan ahhh jangaann…. nia mau dibawa kemana” teriak nia
Pak paijo dan pak bejo menggendong nia bersama-sama. Wanita itu dibawa ke kamar pembantu di di dekat halaman paling belakang. Kamar itu sudah tidak terpakai lagi, namun masih terawat.
Di kamar tersebut hanya ada sebuah ranjang dan tidak ada satu pun peralatan rumah tangga di sana. Pak bejo dan pak paijo meletakkan nia di atas ranjang tak lupa dikunci pintu kamar.
Setelah mengunci, kedua lelaki tua itu menelanjangi diri mereka masing-masing. Pak paijo yang mengenakan kaos singlet dan sarung melepaskan keduanya. Pak bejo yang hanya mengenakan sarung meloloskan sarungnya. Dua rudal lelaki tua itu mengacung di hadapan nia yang terbaring di atas ranjang.
“Niaa sayaanngg lihatt rudal ayahh udah kerass bangeett nihhh” ucap pak paijo
“Iyaa buuu rudall sayaa juga nihh buuu udahhh tegang bangett” ucap pak bejo sambil mengelus rudalnya
Kedua bapak-bapak itu lekas naik ke atas ranjang mendekati nia.
“Bapak-bapak mau apa sihhh. Kan nia udah pernah tidur sama kalian semua” kesal nia yang sedang diapit pak paijo dan pak bejo
Tiba-tiba nia sontak ingat suaminya yang berbohong dan berselingkuh. Dia amat kesal dengan suaminya. Ia berencana membalas perselingkuhan itu
“Yaudah sekarang bapak-bapak maunya bagaimana?” tanya nia yang masih kesal
“Buka jaketnya bu…” ucap pak bejo sambil mengelus rudalnya
“Nih udah nia buka nihh” ucap nia sambil membuka jaketnya
“Uhh lihat joooo tetenya gede banget joo walaupun masih ketutup daster uhh” ucap pak paijo pada pak bejo
“Uhh iya pakkk. Aku jadi pengen nyedot nih pak”
Kedua laki-laki tua itu amat memperhatikan bukit nia yang masih tertutup daster. Keduanya tidak tahan ingin mencicipi bukit kembar nia.
“Turunin dasternya dong nia sayanggg…. ayah sama pak bejoo mau nenen sama kamu uhhh” pinta pak paijo
“Ohhh Iyaaa nihh nia turunin” ucap nia sambil menurunkan dasternya bagian atas
Bersambung… Ketika nia sudah menurunkan dasternya Pak paijo langsung melumat payudara kiri nia. Begitu juga pak bejo, ia langsung melumat payudara kanan nia. Nia cukup kaget ketika mulut keduanya tiba-tiba menyambar bukit kembarnya.
“Ahhhhhhhh pelan-pelan netek nya” desah nia
“Uhhh enak banget susu kamu sayang ” ucap ayah mertua nia
“Lihatt pak Paijo saya kenyot pakk, enak banget nenen sama menantu bapakk”
Nia hanya pasrah ketika dua lelaki tua itu menyusu pada dirinya. Keduanya menyusu seperti bayi yang kehausan. Tak hanya itu, tangan-tangan mereka juga menyelinap ke serambi lempit nia. Nia tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kalian jahat ahhh kalian udah dapat tete nia tapi jari-jari kalian masuk ke serambi lempit niaa”
“Ayoooo joo teruuus kita mainin jari-jari kita, yang penting mulut kita tetap bisa netek joo” ucap pak paijo sambil menyusu
“Iyaa pakkk”
Nia mencoba menggoyangkan tubuhnya ketika jari-jari lelaki tua itu terus mengaduk-ngaduk liang senggamanya. Di sisi lain dia juga tak tahan dengan lumatan dua mulut laki-laki di payudaranya.
“Ahhhh ahhhh kaliann rakus ahhh udaahhhh lepaskan jari-jari kalian” desah nia memohon
“Teruss joooo terusss” ucap paijo yang sudah berhenti menyusu
“Iyaa pakkk terus mainin pak urghhhh urghhh”
Menyadari nia akan orgasme, kedua laki-laki tua itu menghisap kuat-kuat payudara nia bersamaan sambil terus mengaduk-ngaduk liang kemaluannya
“Ayooo jooo ayoo kita bareng-bareng hisap kuat menyusu sambil mengaduk liang peranakan nis”
“Ayooo pakkk”
Nia mencapai orgasmenya. Jari-jari pak paijo dan pak bejo basah oleh cairan kemaluan wanita itu. Kedua lelaki itu menunjukkan jari jemari mereka yang basah kepada nia.
“Lihatt nia sayaangg cairan kamu banyak bangett hehehe” ucap pak paijo sambil menunjukkan jarinya
“Iyaaa lihatt ini buuu hehe”
Usai berhasil membuat nia lemas, kedua mulut lelaki tua itu mengulum mulut nia bergantian. Dikulum mulut wanita hingga sesekali bermain lidah.
“Akhirnya bisa mencium bibirmu bu nia sayang” ucap pak bejo sambil mengulum mulut nia
“Udahhh jo gantiin.” ucap pak paijo mengarahkan mulut nia ke mulutnya
Kedua bapak-bapak itu akhirnya berhenti mengulum mulut nia. Keduanya kini berdiri di atas ranjang mengapit nia yang sedang duduk di atas kasur. Kedua rudal itu tegak berdiri tepat dihadapan mulut wanita itu.
“Niaa sayang hisap rudal ayah sayangg” manja pak paijooo
“Aku juga bu niaaa uhhh” ucap pak bejo sambil mengelus rudalnya
“Nia bakal ngocok sama kulum rudal kalian berdua kok aahhh” ucap nia sambil tangan kanan dan kirinya memegang kedua rudal lelaki tua tersebut.
Nia lebih dulu mengulum rudal ayah mertuanya, memasuk kan rudal mertuanya ke dalam mulutnya. Tangan kirinya mengocok rudal pak bejo. Kedua bapak-bapak tersebut kini amat menikmati pelayanan nia.
“Ahh rudal kaliann gede-gede bangettt” ucap nia sambil terus mengulum
“Ohhh iya buuuu rudal kita bakal menyetubuhi serambi lempit ibuu sampai puas ohhhhh” erang pak bejo
Sambil bergantian dikulum dan dikocok oleh nia, kedua lelaki tua yang sedang berdiri di atas ranjang itu bercakap cakap. Nia tampak lelah berganti-gantian mengocok dan mengulum rudal mereka.
Nia heran mengapa keduanya belum juga orgasme, lalu nia berhenti mengulum dan mengocok rudal kedua lelaki tua tersebut. Pak paijo lalu duduk di sebelah nia yang dasternya masih tersangkut di pinggang, sudah tak tahan ingin menyetubuhi menantunya
Nia kemudian berbaring dan membuka kedua kakinya. Dia sudah siap di masuk rudal ayah mertuanya.
“Urghhhhh rudal ayah dah kangenn bangett sama serambi lempit kamu sayangg” ucap pak paijo sambil menggesekkan kemaluannya di liang peranakan nia.
“Ayoo yahhhh entot serambi lempit nia yahh serambi lempit nia juga udah kangen sama rudal ayahh ahhhh” desah nia memohon
“Iya sayangggg” erang pak paijo memasukkan rudalnya ke kemaluan nia
Sementara pak bejo mengelus rudalnya sendiri. Ia sedang melihat nia yang sedang disetubuhi oleh pak paijo. Tak lama kemudian ia mendekati kepala nia yang sedang berbaring rudalnya ia arahkan ke mulut wanita itu.
Kedua rudal lelaki tua tersebut kini sedang menggenjot nia. rudal pak paijo menggenjot liang peranakan nia. Sedangkan pak bejo menggenjot mulut nia. Keduanya menggenjot secara bersamaan
Tak lama Pak bejo melepaskan rudalnya dari mulut nia. Kembali ia mengelus rudalnya sendiri. Sementara pak paijo dengan rudal yang masih menancap liang kemaluan nia, mengubah posisinya. Ia kini berada di bawah sementara nia di atas.
“Ayo nia sayang giliran kamu goyang” pinta pak paijo
“Iya yahhh ini nia goyang” desah nia sambil menggoyangkan pinggulnya
“ohh enak nia sayaanggg ohhh ohh”
Sementara pak bejo masih mengelus rudalnya. Ia melihat pak paijo sedang menggenjot dan menyusu sama nia. Tak lama ia mendekati keduanya. Ia mengarahkan rudalnya ke mulut nia yang sedang mendesah.
“Bu nia kulum lagi buu” pinta pak bejo
“Iyaaa pakk bejo.”
“Ohhh enakkk buu” erang nikmat pak bejo
“Punya bapak keras banget”
Kedua lelaki itu kembali menikmati persetubuhan mereka. Pak paijo sedang sibuk dengan bukit kembar dan serambi lempit nia. Sementara pak bejo sedang sibuk dikulum rudalnya oleh nia. Akan tetapi, lama-kelamaan pak bejo bosan dikulum oleh nia.
“Pak paijo udahan dong pakk ..saya mau nyobain serambi lempitnya juga ohhh” ucap pak bejo sambil mengelus rudalnya kembali
“Heh joo kamu gak lihat saya lagi sibuk genjot dan nenen sama nia” ucap pak paijo kesal
Entah apa yang dilakukan pak bejo setelah itu. Ia tampak kesal karena pak paijo tidak mau berbagi dengannya. Lantas ia mengarahkan rudalnya ke lubang anal nia.
“Okelah kalo mau bapak begitu” ucap pak bejo bergerak ke arah belakang nia
“Siap-siap bu nia sayaangg… saya masukin ke lubang anal ibuu” ucap pak bejo mulai memasukkan rudalnya
Nia kini sedang digenjot dua rudal lelaki di dua lubang miliknya. Ia hanya bisa mendesah ketika rudal lelaki tersebut menghujam lubangnya berulang-ulang
Nia disodok dari atas dan bawah oleh rudal pak bejo dan pak paijo hanya bisa mendesah dan meracau nikmat ketika dua rudal lelaki tua tersebut menyetubuhinya.
Kedua tangannya saja hanya bisa meremas kuat-kuat sprei kasur yang makin tak karuan. Ketiganya sama-sama sudah berkeringat nia ingin orgasme begitu juga dua lelaki tua yang sedang menyetubuhinya.
Ketiga manusia yang sedang berlomba mencapai kenikmatan itu mencapai klimaksnya. Pak paijo dan pak bejo memeluk nia dari bawah dan atas. Begitu juga sperma mereka yang menyirami serambi lempit dan lubang anal nia.
Ketiganya bersamaan roboh di ranjang kamar pembantu yang terletak di pojok halaman belakang. Tempat itu tidak ada yang tau sehingga tak ada yang melihat sama sekali adegan persetubuhan yang menguras keringat. Sedangkan bayu tiba-tiba terbangun sepertinya baru saja bermimpi buruk.
“Mama……..!” teriak bayu bangun dari tidurnya.
Di atas kasur yang sprei nya amat kusut, Nia masih terkapar bersama dua lelaki paruh baya yang menyetubuhinya. Cairan kental menetes dari dua lubang nia yang baru saja dimuntahkan dua rudal lelaki.
Nia mencoba bangun, namun agak sulit karena kedua lelaki tua tersebut masih memeluknya berusaha melepaskan pelukan akhirnya ia bisa terbangun, membersihkan sisa persetubuhan dengan kain sprei.
Setelah itu ia membetulkan kembali dasternya. Lalu ia mencoba keluar kamar pembantu tersebut. Pintunya terkunci, tetapi dia dapat membuka karena kuncinya menempel pada dinding pintu. Lantas ia segera kembali ke kamarnya dengan terburu-buru.
Di dalam kamar nia menemukan sang putra terbangun dari tidur. Lantas wanita itu menghampiri sang anak sambil sedikit membetulkan dasternya.
“Bayu kok bangun? Gak bisa tidur?” tanya nia heran
“Gak kok ma. Aku dah tidur tadi. Tapi, kebangun gara-gara mimpi buruk”
“Oh. Makanya, kamu sebelum tidur baca doa dulu”
“Iya ma. Eh iya ma, mama dari mana?” tanya bayu
“Mama dari kamar mandi. Memangnya kenapa?”
“Emm gapapa kok ma, nanya aja. Mama baik-baik aja kan?” tanya bayu kembali
“Baik-baik aja kok. Kamu lihat aja sendiri, kan?”
“Iya bener ma” ucap bayu masih agak terheran
“Yaudah kita tidur lagi yuk” ajak nia
“Yuk ma”
Bayu dan sang mama kembali tidur seperti pada awalnya. Hanya saja, bayu masih khawatir takut ada apa-apa dengan mamanya akibat dari mimpi buruk, tentang kedua orang tua nya akan berpisah.
Tentu dia tidak inginkan hal tersebut. Selain itu dia masih agak terheran mengapa mamanya dari kamar mandi, tetapi lama sekali. Anak itu hanya bisa memejamkan matanya mencoba menyingkir kan rasa penasarannya dengan tertidur kembali.
Sementara sang mama, nia, belum juga tertidur. Ia masih memikir kan persetubuhan yang baru saja dia lakukan bersama ayah mertua nya dan lelaki yang pernah memberinya tumpangan.
Juga memikirkan tentang perselingkuhan suaminya. Jauh apa yang dia kira selama ini tentang sang suami. Ia bingung harus berbuat apa sekarang.
Baginya, tidak ada alasan untuk mempertahankan rumah tangga nya kembali. Penyesalan dan keinsafan yang pernah terucap dari mulut dan hatinya terasa sia-sia.
Terlebih lagi, ia baru saja mengingkari ucapannya sendiri yang tidak ingin bersebadan dengan lelaki lain, selain suaminya, malahan bersebadan, sekaligus dengan dua laki-laki.
Hatinya mendua antara sesal dan puas. Pada akhirnya wanita itu tertidur bersama anak dan beban yang sedang akan dihadapinya. Sementara itu dua lelaki paruh baya, pak paijo dan buruh taninya, pak bejo masih terkapar walaupun nia sudah meninggalkan keduanya.
Tak lama pak paijo terbangun. Ia mencoba mengenakan pakaiannya kembali. Setelah itu ia bangunkan buruh taninya untuk lekas memakai pakaian kembali.
Pak bejo bangun lekas memakai pakaiannya, setelah itu keduanya keluar bersama tanpa peduli dengan kasur yang sprei nya aut-aut tan. Pak paijo mengantar buruh taninya yang akan segera pulang.
“Hehehe gimana mantap gak jo?” tanya pak paijo sambil mengantar pak bejo keluar rumahnya.
“Mantap banget pak. Mantu kayak gitu musti dipelihara baik-baik pak. Biar bisa kita mainin lagi hahaha” ucap pak bejo sambil tertawa.
“Yaudah gih. kamu sana pulang. Besok jangan sampai telat kerja ya joo”
“Adduh si bapak. Udah ditemenin genjot mantunya, masih aja diingetin gak boleh datang telat” gerutu pak bejo
“Urusan kerja ya kerja jo ckckck. Giliran urusan ranjang aja kamu gak pernah telat”
“Ahh bapak bisa ajaa. Yaudah saya pulang dulu ya pak.. mari..” ucap pak bejo
“Hati-hati jo…”
Usai melepas buruh taninya pulang, pak paijo masuk kembali ke rumahnya. Ia memastikan pintu rumahnya tertutup rapat. Lalu ia kembali ke kamarnya yang kosong mencoba tertidur seorang diri sambil membayangkan hubungan badan yang baru saja dilakukan. Pada akhirnya perlahan lelaki tua itu tertidur.
“Baru selesai.., tapi masih kepengen lagi hehe” ucap pak paijo pelan sambil tersenyum sendiri.
Sama halnya dengan nia, istrinya, haris juga baru saja bersetubuh dengan seorang wanita bernama Rani yang merupakan istri bosnya sendiri, pak arso. Cerita dewasa ini di upload oleh situs ngocoks.com
Tanpa rasa berdosa sama sekali, ia juga masih saja bisa tersenyum pada wanita selingkuhannya. Padahal, di lain tempat, dua orang yang disayanginya sedang dalam keadaan khawatir dan cemas.
“hehehe kamu memang masih enak digenjot ya, ran” ucap haris sambil berbaring bersama selingkuhannya
“Ihhh kamu iniii” ucap rani sambil mencubit pipi haris
“Aku heran sama kamu. Kok, kamu masih suka banget sama aku ya? Padahal, istrimu itu udah cantik, lekuk tubuhnya selera lelaki banget, dan tubuhnya padet lagi. Coba bandingin sama aku yang kurus begini, yang gak berisi lagi. Malah, suamiku sendiri aja naksir istri kamu. Aku jadi ngiri…” terang rani heran
“Kamu jangan minder gitu dong sayang. Kamu tuh tipe idamanku banget. Udah cantik, langsing, seksi lagi. Istriku itu sebenarnya bukan tipeku. Di mataku dia gemuk banget. Berat badannya aja gak jelas turun-naik. Beda sama kamu yang lansing ini.
Dia juga kalah cantik dibandingkan kamu. Lagipula, aku kan lebih dekat sama kamu awalnya. Apalagi coba aja pak arso gak nikahin kamu duluan. Pasti aku udah lebih dulu nikahin kamu sayang. Eh iya, masa sih Pak Arso naksir sama istriku?” tanya haris tidak percaya
“Ih kamu mah gombal dasar. Kalau masalah suamiku nikahin aku lebih dulu kan karena kamu juga kalah cepat ngelamarnya. Lagipula papa-mamaku lebih seneng sama suamiku sekarang karena duitnya lebih banyak ketimbang kamu. Jadinya aku gak bisa apa-apa ketika mereka memaksaku menikah dengan suamiku sekarang. Maaf yaaa mas”
“Siapa juga yang gombal. Aku serius muji kamu sayang. Terserah kamu deh kalo begitu. Ya terpenting aku tetap bisa tidur sama kamu kan sayang… Eh iya, yang tadi kamu belum jawab. Serius suami kamu naksir sama istriku? tanya haris kembali
“Aku serius. Dia suka membanding-bandingkan aku sama istri kamu. Dia pengen aku makan banyak dikit, jangan kurusin badan, terus minta supaya aku gedein payudara. Pokoknya banyak nuntut deh kan aku jadinya kesel dan risih banget mas ” balas rani
“Kalau begitu mendingan aku sama pak arso tukar istri aja, gimana? Hehe…” canda haris
“Jangan ngaco kamu. Lagi pula kamu kan udah punya anak, gak kasian kamu sama anak kamu?”
“Iya juga sih. Tapi mau gimana sayang, aku sukanya sama kamu” ucap haris mulai mencumbu leher rani.
“Ihh kamu mahhh…pasti ada maunya dehh kalo udah begini ahhh” tanya rani ketika dicumbu haris
Di tengah malam yang gulita, Haris dan rani kembali memadu kasih. Persetubuhan keduanya memulai babak baru. Berbeda dengan ketika bercinta dengan istrinya, bersama rani tampak haris begitu bergairah.
Mungkin benar kata haris, kalau nia bukan tipenya. Jika demikian yang terjadi, sungguh malang nasib anak haris, bayu, dia harus menerima kenyataan bahwa keutuhan rumah tangga papa mama nya sedang berada di ujung tanduk.
Novel Petualangan (Adelia & Adelio)
Matahari mulai menunjukkan sinarnya di pagi hari… di sebuah rumah yang dikelilingi tanaman jagung.
“Nia…. bayuuu… ayo bangun sarapan dulu yuk….” ucap istri pak paijo
Tok… Tok… Tok…
“Nia, bayu ayoo bangunn… udah pagi… kita sarapan dulu yukk” ucap istri pak paijo kembali sambil mengetuk pintu
“De… ade… bangun dulu yuk. Nenek udah buatin kita sarapan tuh” ucap nia kepada sang putra
“Hoam, iyaaa maaa” ucap bayu sambil memaksa tubuhnya bangun.
“Iyaa buu nanti kita nyusul” ucap nia kepada ibu mertuanya
Seusai neneknya memanggil, bayu bersama sang mama turun ke bawah. Mamanya menutupi bagian atas dasternya yang terbuka dengan sehelai kain.
Bersama sang mama lalu bayu ke kamar mandi terlebih dahulu. Mereka membasuh muka mereka secara bergantian seusai bangun tidur. Setelah itu barulah bayu dan mamanya menuju ruang makan.