Suasana malam semakin larut, Darwin berjalan menuju rumah kosong di pinggir kota. Rumah itu sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya dan menjadi tempat favorit Darwin untuk melampiaskan hasrat seksualnya. Malam itu, Darwin mendapatkan pesan dari tante bahenolnya, Amel, yang memberitahu bahwa ia sedang sange dan ingin bertemu dengan Darwin di rumah kosong tersebut.
Tanpa pikir panjang, Darwin langsung menuju rumah kosong tempat dimana Amel berada. Sesampainya di sana, Darwin melihat Amel sudah berdiri di teras rumah dengan tubuh yang menggoda. Dengan dada yang besar dan pantat yang montok, Amel benar-benar mempesona.
"Kamu datang cepat sekali, Darwin," kata Amel sambil tersenyum nakal.
Darwin merasa otaknya langsung terpancing ketika melihat kecantikan Amel. "Aku juga tak sabar untuk memuaskanmu, tante," sahut Darwin sambil mendekatinya.
Amel tersenyum puas melihat antusiasme Darwin. Tanpa ba bi bu, mereka berdua langsung bergegas masuk ke dalam rumah kosong. Tante Amel langsung membuka blusnya dan melemparkannya ke lantai, sehingga tubuh indahnya yang mulus langsung terlihat jelas.
"Mmm...aku sudah sangat sange, Darwin. Ayo, puaskan aku," desah Amel sambil menjilat bibirnya.
Darwin tidak mau membuang waktu lagi. Ia segera meraih payudara Amel yang montok dan mulai mengelus dengan lembut. Amel memejamkan matanya dengan kenikmatan saat Darwin mengecup bibirnya dan menyusuri lehernya dengan lidah.
"Ahh...terus...terus, Darwin," desah Amel sambil menggigit bibirnya.
Tidak tahan lagi, Darwin langsung membuka kancing celana Amel dan melepasnya perlahan. Dibalik CD hitam yang dikenakannya, Darwin melihat memek basah Amel sudah menunggu dengan siap dihuni oleh kontolnya. Darwin merasa semakin terangsang dan tak sabar untuk segera memasukkan kontolnya ke dalam memek Amel.
"Pegang pinggulku, Amel. Aku akan memuaskanmu sekarang," kata Darwin sambil menuntun Amel menuju sofa di ruang tengah rumah kosong. Mereka berdua saling menatap penuh nafsu sebelum Darwin akhirnya meraih kontolnya yang keras dan meluncurkan ke memek basah Amel.
"Aahh...Kenapa suaranya sepertinya kurang bergairah?" desah Amel, sedikit kecewa.
Darwin tersentak dari lamunannya. "Maafkan aku, tante. Aku akan berusaha memberikan suara yang lebih bergairah," kata Darwin sambil terus menggenjot memek Amel dengan penuh gairah.
"Ahh... iya, begitu, terus, aku ingin mendengar suaramu yang penuh gairah," desah Amel sambil menggigit bibirnya.
Darwin mulai merasakan desahan Amel yang semakin kencang dan bergairah. Ia pun ikut merespons dengan desahan yang lebih keras dan bergairah. Bunyi benturan tubuh mereka berdua semakin keras dan menambah rasa nikmat mereka saat ngentot di ruang kosong itu.
"Ahh...terus, terus, jangan berhenti, Darwin. Aku akan segera mencapai puncaknya," desah Amel sambil melingkarkan kakinya di pinggang Darwin agar penetrasi semakin dalam.
Darwin merasa semakin terangsang saat mendengar desahan Amel yang semakin keras. Ia semakin menggenjot memek Amel dengan penuh gairah dan tidak berhenti sampai akhirnya mereka berdua mencapai klimaks bersama-sama.
"Ahh...sungguh...nikmat, Darwin. Terimakasih...aku merasa puas," kata Amel sambil meringkuk puas di pelukan Darwin.
Darwin pun tersenyum puas melihat ekspresi puas dari tante Amel. Ia merasa puas bisa memuaskan gadis bahenol yang sedang sange di rumah kosong tersebut. Mereka berdua saling bertatapan dengan senyum bahagia, menikmati momen intim yang baru saja mereka lewati.
Dengan napas yang masih terengah-engah, Darwin menatap tante Amel dengan penuh kehangatan. Mereka saling berpelukan erat, menikmati keintiman yang baru saja mereka bagikan. Malam pun semakin larut, tapi mereka berdua sama-sama mengingat momen erotis yang baru saja mereka lalui.
"Terimakasih, Darwin. Kamu benar-benar bisa memuaskan keinginanku," ujar Amel sambil menatap Darwin dengan mata penuh kemesraan.
Darwin hanya tersenyum dan mencium lembut bibir Amel. Mereka berdua sama-sama menghela napas dengan puas, menikmati kehangatan setelah adegan panas yang baru saja mereka lewati. Malam itu, mereka berdua meninggalkan rumah kosong itu dengan senyuman penuh kenangan yang penuh gairah.
Mereka berdua sama-sama tahu bahwa malam itu akan menjadi salah satu pengalaman ngentot yang tak akan pernah terlupakan. Setiap adegan yang mereka lewati, serta desahan yang tercipta, akan selalu mengiringi kenangan mereka dalam memuaskan birahi yang selama ini terpendam.
Dan begitulah cerita tentang pengalaman ngentot Darwin dengan tante bahenol yang sedang sange di rumah kosong menjadi kenangan penuh gairah yang tak akan pernah terlupakan. Desahan mereka pun akan selalu menggema dalam pikiran mereka, mengingatkan akan kenikmatan yang mereka rasakan saat melakukan hubungan intim yang penuh gairah dan kehangatan.
Akhir dari cerita ini.
