
Calista, seorang janda muda, setelah bercerai dengan suaminya, lantaran sang suami yang lmah syahwat. Membuatnya semakin ketagihan bermain seks dengan para laki – laki teman kerjanya untuk mendapatkan kepuasan seks dari nafsunya yang tinggi. Bahkan dengan atasannya ketagihan bermain seks dengannya
Cerita Sex Cerai Karena Suami Impoten – “Ayolah sayang kita harus bekerja sama bukan pertama kali juga kita melakukannya kan? “Adi sudah merengek frustasi. Pria berusia 26 tahun itu sudah ketagihan dengan goyangan erotis Calista. Sudah dua bulan mereka menjalin hubungan kasih. Tanpa ada status yang pasti. Mereka sama – sama hanya menginginkan permainan seks gila.
“Sabar mas, aku pasti memberikan yang terbaik untukmu malam ini hhh. “desis Calista yang juga sudah diliputi gairah. Mata Adi terpejam, saat tangan lentik Calista membelai lembut bagian sensitifnya, Adi sudah sangat frustasi menerima sentuhan tersebut.
“Ughh ahhh iyah begitu sayang ahh, kamu nakal sekali. “erang Adi. Calista menyeringai dia begitu menikmati permainannya, tubuh moleknya meliuk-liuk di atas tubuh kekar Adi. Sebagai janda muda Calista sangat haus belaian, dirinya menikah hanya hitungan bulan saja. Suaminya ternyata lemah syahwat.
Cerita Sex Cerai Karena Suami Impoten Ngocoks Dikarenakan rudal milik Tiar loyo dan kecil, Calista kecewa setelah malam pertama hingga akhirnya memilih berpisah. Tiar memiliki lemah syahwat sehingga tidak mampu memuaskan hasrat Calista, pria itu pasrah saat istrinya meminta bercerai.
Tangan nakal Adi meraih dua gundukan kenyal milik Calista, memilin ujung nipelnya dan meremasnya bergantian. Putih , montok dan molek . Adi langsung jatuh cinta saat pandangan pertama. Hubungan seorang lelaki dewasa dan wanita dewasa pasti berakhir di atas ranjang.
“Awshh. “desah Calista terdengar sexy.
“Mendesahlah sayang, kau terlihat Sexy. “puji Adi menahan gairahnya yang membara.
Calista suka sekali membuatnya blingsatan. Saat di ranjang Calista begitu lihai memanjakannya, itulah mengapa Adi selalu ketagihan dengan goyangan dan sentuhan Calista. Dua insan tersebut seperti memiliki kesamaan, sama-sama bisa saling memuaskan.
“Ahh uhh uhh owhh. “Calista kian santer mendesah. Kali ini di iringi dengan goyangan meliuk bak ratu ular. Adi semakin menggila kejantanannya seperti diaduk-aduk oleh liang sempit Calista.
“Argghh ahhh,aku tidak tahan lagi sayang. “,erangnya langsung membalikkan posisi, pria itu mengambil kendali permainan.
Calista tersenyum puas, pipinya merah padam menahan sesuatu yang berdenyut di bawah sana. Adi dengan rakus meraup bibir sexynya, meremas dua gunung kembarnya tanpa ampun. Kali ini Calista dibuat blingsatan, dirinya terbang ke awan.
Bibir tebal Adi meraup dua buah asetnya yang semakin membesar, sungguh sangat bulat dan kenyal masih kencang sehingga adi sangat ketagihan.
“Pelan-pelan mas ini milikmu. ” engah Calista saat bayi besarnya mulai menyesapi dua gunung kembarnya.
“Ini nikmat sekali sayang aku suka, bagaimana jika ada isinya pasti manis sekali. “ucap Adi disela-sela aktivitasnya menyesapi buah persik Calista.
Pinggulnya ikut digoyang, karena rudalnya sudah terbenam hangat di liang serambi lempit Calista. Keduanya saling memuja, dan memberikan kemahiran terbaik mereka untuk saling memuaskan. “Awhh uhhh uhh aghh. “erang Calista kembali menggema.
Adi kerap menghentakkan miliknya,sehingga Calista terkejut dalam kenikmatan. Matanya sampai melotot karena ukuran rudal Adi tidak main-main. Mulutnya yang menganga menjadi santapan lezat bibir tebal Adi.
“Emmhh ahh. “Tidak ada nada yang merdu selain desahan dan erangan mereka kedua.
“Bagaimana sayang, apakah sudah panas. “goda Adi mengerling nakal.
Calista menggigit bibir bawahnya, jemari lentiknya memilin puting susu milik Adi dan memelintirnya lembut. Adi mengerang seperti binatang buas, titik sensitifnya selalu menjadi sasaran empuk Calista. Wanita muda itu bahkan asyik menjilati dan menyesapinya hingga menggigit kecil di sana.
“Rasakan ini sayang. ” Jlebb.. Slep…
“Awhh uuuh owhh. “erang Calista membusungkan dadanya, dia belum siap dihentak dan dihujam oleh rudal super milik Adi. Nafasnya terengah karena kewalahan, tangannya mencengkram punggung kokoh Adi.
“Kamu nakal mas ahh. “ucapnya sambil terus mendesah manja.
Adi tak menggubrisnya lelaki itu semakin mempercepat tempo sodokannya, hingga matanya merem melek dalam kenikmatan.
“Lebih keras lagi mas, ahh iyah terus di dalemin uhhh ouhh ahh. “erang janda muda itu. Racaunya menjadi pecut semangat bagi Adi, pria itu mengabulkan permintaan sang kekasih, keduanya seperti hiperseks.
Tidak pernah puas hanya dengan satu dua ronde, dalam semalam mereka bisa mencetak 5 sampai enam ronde. Peluh sudah membasahi tubuh keduanya, padahal air conditioner sudah menyala. Kesan sexy semakin terlihat, saat Calista meliuk-liuk mengimbangi hentakkan dan sodokkan Adi.
“Oughh sayang serambi lempit milikmu begitu hangat dan sempit, uhhh aku sudah tidak bisa menahannya lagi.”racau Adi yang sudah ingin menyemburkan cairan kentalnya.
Calista langsung mendorong tubuh Adi, wanita muda itu tidak rela jika harus mengakhiri pergulatan panasnya sekarang Dia belum puas, padahal sudah hampir satu jam Adi menggempur liang serambi lempitnya.
“Kenapa sayang? “heran Adi saat rudalnya terlepas dari dalam liang serambi lempit milik Calista.
“Jangan dikeluarkan dulu, aku belum puas. “ucap Calista jujur.
Adi paham dia tahu harus berbuat apa, menahan rasa yang tidak mudah untuk diungkapkan, lelaki itu merangkak ke atas tubuh Calista memberikan sentuhan di area sensitifnya, dia terus menyusuri setiap inci kulit putih sang wanita.
Hingga sampai di area selangkangannya, Adi melebarkan paha Calista melihat dengan seksama bagaimana daging kecil yang begitu indah, merekah berwarna merah menjadi pusat perhatiannya, lidahnya gatal pria itu langsung menyesapi daging tersebut hingga membuat Calista serambi lempitik nikmat.
“Awhh uhhh ahhh massshh. “erangnya meremas lembut rambut Adi, wajah pria itu terbenam di antara selangkangan Calista yang putih bersih tanpa noda, bahkan sang serambi lempit begitu harum dan legit, entah perawatan apa yang digunakannya untuk menjaga asetnya tersebut.
“Kamu nakal mas ihh. “racaunya manja.
Adi sedang asyik menarik klitoris Nawar, pria itu menggigit kecil benda bundar tersebut. Memberikan sensasi terbakar pada darah Calista, sungguh nikmatnya sampai ke ubun-ubun. Calista tidak tinggal diam, tangannya meraih rudal jumbo milik Adi mengocoknya lembut sesekali cepat, hingga Adi serambi lempitik.
“Ahhh uhh ouhhh mas ahh , arghh. “lenguhan panjangnya terdengar merdu, disertai cairan hangat yang menyembur dan membasahi jemari Adi, yang berhasil mengobok-obok liang surgawinya.
Nafas Calista terengah, dia baru saja mencapai klimaks. Adi memberi jeda, untuk Calista mengatur nafasnya yang tersengal. Calista mencengkeram erat leher Adi,saat pria itu melenguh seperti binatang puas.
“Arghhh!! “erangnya menyemburkan lahar kental miliknya, di lubang serambi lempit Calista.
Pria itu tergeletak diatas dada montok Calista. Kontonya langsung mengecil nafasnya terengah peluh membasahi tubuhnya, hingga kulit keduanya lengket.
“Kamu luar biasa sayang hh. “ucapnya dengan nafas ngos-ngosan.
Calista pun masih sama wanita itu sedang mengatur nafasnya. Namun siapa sangka ,hanya jeda beberapa saat Calista kembali merangkak dan merangsang rudal Adi yang sempat tertidur, dia terus menerus merangsangnya.
Membuat lelaki itu blingsatan dan kembali tersulut. Nafsunya kembali terusik oleh perbuatan Calista. rudalnya langsung menegang tinggi,pria itu membaringkan tubuh polos Calista dan menggesek-gesekkan rudalnya diatas perut Calista. Adi menciumi leher Calista sambil berbisik lembut.
“Apa yang barusan masih kurang? ” dan sialnya Calista mengangguk malu-malu, sambil menggigit bibir bawahnya.
“Kamu memang wanita terhebatku. “pujinya meraih pucuk mungil Calista dan menggigit kecil.
Calista menggelinjang,badanya bergerak dengan erotis. Membuat Adi semakin tersulut gairah, lelaki itu langsung mengarahkan kejantanannya ke dalam lembah surgawi Calista.
Membuat lelaki itu blingsatan dan kembali tersulut. rudalnya langsung menegang tinggi,pria itu membaringkan tubuh polos Calista dan menggesek-gesekkan rudalnya diatas perut Calista. Adi menciumi leher Calista sambil berbisik lembut.
“Apa yang barusan masih kurang? ” dan sialnya Calista mengangguk malu-malu, sambil menggigit bibir bawahnya.
“Kamu memang wanita terhebatku. “pujinya meraih pucuk mungil Calista dan menggigit kecil.
Calista menggelinjang, badanya bergerak dengan erotis. Membuat Adi semakin tersulut gairah, lelaki itu langsung mengarahkan rudalnya ke dalam lubang serambi lempit Calista. Tiada hentinya mereka bercumbu berbagi peluh, namun belum ada tanda-tanda akan berhenti.
“Ahh sayang ahh. “Calista menjerit nikmat karena tangan Adi meremas kasar buah dadanya. Tangan nakal itu, terus menggerayangi dada Calista yang besar dan menggantung bebas.
“Ouhh sayang ini sangat nikmat. “erang Adi menusuk-nusukkan rudalnya dengan cepat. Lelaki itu mempercepat tempo sodokannya hingga akhirnya..
“Arghh aku keluar sayanghhh. “croot crott sebanyak dua kali Adi menyemprotkan lava putihnya.
“Kamu sangat nikmat sayang. “keduanya saling berpelukan,karena Calista juga sudah mencapai klimaks.
Wanita itu menggunakan kontrasepsi sehingga tidak takut hamil, dia lebih suka cairan kental Adi disemburkan di dalam rahimnya rasanya lebih nikmat. Hanya jeda sebentar,ternyata rudal Adi sudah menegang lagi.
“Ahh kenapa secepat ini sudah mengeras. “ucap Adi melihat rudalnya.
“Baiklah biarkan aku yang bekerja keras sayang. “Calista melakukan tugasnya, wanita itu duduk diatas perut Adi mengarahkan rudal itu dan..
Jlebb… Jlebbb…
Keduanya menambahkan satu ronde lagi, supaya rudal Adi tertidur dengan tenang.
“Ahh sayang sepertinya ini ronde terakhir,aku sudah mulai lelah.”ucap Calista bergoyang erotis di atas perut Adi.
Dua alat kelamin mereka masih menyatu, bahkan melesak hingga kedalam dan menembus dinding rahim Calista.
“Teruslah bergoyang sayang,rudalku seperti dipijat. “desah Adi di telinga Calista.
Wanita itu mengulum senyum, pipinya memanas rudal itu sangat besar membuat lubang serambi lempitnya penuh sesak oleh rudal milik Adi yang super besar.
“Biarlah seperti ini sayang,sampai aku puas. “kata pria itu menaik turunkan pinggul Calista.
Hingga rudalnya semakin melesak, membuat Calista melotot nikmat. Wanita itu melingkarkan tangannya dileher Adi,bibir mereka saling menyatu dengan goyangan senada semakin memperdalam hujaman rudal Adi.
Calista terus mengimbangi gerakan pinggul Adi, dia ikut naik turun sesekali memutar, sungguh rasanya sangat nikmat.
Tangan Adi tak berhenti terus meremas payudara montok Calista, sesekali menyusu hingga menggigit kecil pucuknya. Calista kali ini dibuat blingsatan, aksi Adi sungguh totalitas.
“Ugh uhh sayang ouhh. “erangnya.
“Kamu hanya milikku sayang. “Adi terus menyodokkan rudalnya, tanganya meremas bokong sintal Calista.Tubuh pria itu memegang gairahnya sudah dipuncak.
Goyangan erotis Calista membuatnya tidak tahan lagi. Dengan tempo yang lebih cepat Adi menusuk dan menghujamkan rudalnya semakin dalam. Jleb slep plok.
Suaranya begitu indah mengiringi desahan dan erangan kenikmatan dua insan tersebut. Tubuh keduanya saling menempel, memberikan sentuhan satu sama lain.
“Kamu sangat sexy sayang. “puji Adi melihat Calista bergoyang erotis.
Adi terus menyodok liang Calista dari bawah, dengan menaikan pinggulnya.. Sudah sekian jam mereka habiskan dengan saling sodok tusuk dan tindih namun mereka belum ada yang menyerah. Hingga Adi merasa panas menjalar, dirinya akan segera sampai pada klimaksnya.
“Arghhh aku keluar lagi sayang.”kali ini Calista dan Adi keluar bersamaan.
Calista ambruk didada Adi dia memeluk erat tubuh kekar pria itu, entah seperti takut kehilangan atau memang sangat lelah, tapi pelukannya begitu erat.
“Biarkan tetap seperti ini dulu,aku hanya ingin selalu didekatmu merasakan detak jantungmu, jangan dicabut aku suka merasakan kehadirannya di bawah sana. “pinta Calista mengelus dada polos Adi.
Pria itu pasrah dan mengeratkan rengkuhannya dengan kejantanan masih saling menempel. Waktu sudah hampir pagi, setelah sekian ronde mereka habiskan untuk bergulat.
“Aku lelah kita bisa istirahat dulu. “ucap Adi yang langsung terpejam tanpa penutup, Calista pun demikian.
Mereka tidur dengan posisi saling berpelukan, alat kelamin mereka lepas dengan sendirinya. Hari sudah merambat naik, matahari sudah menampakkan sinarnya, cuaca hari ini sangat cerah dan cenderung panas.
Dua insan yang telah menghabiskan seluruh tenaganya untuk bergulat masih asyik terlelap, mereka memang libur bekerja.
Perselingkuhan antara Calista dan Adi terjadi lantaran suaminya yang loyo dan tidak mampu memberikan kepuasan. Calista, wanita yang memiliki libido yang tingg, sedangkan suaminya selain rudalnya kecil juga lemah syahwat.
Bersambung… Di sebuah rumah. Seorang pria tampan menatap foto pernikahannya, pernikahan yang hanya seumur jagung.
“Maafkan aku sayang,aku memang lemah seharusnya aku memeriksakan diri dan melakukan terapi,sekarang semua terlambat kau memilih pergi dariku.”sesal Hendra menatap fotonya bersama Calista sang mantan istri. Pria itu teringat momen malam pertamanya dengan Calista.
SATU BULAN YANG LALU SEBELUM PERCERAIAN.
“Mas aku takut. “ucap gadis itu saat Hendra mulai melepas pakainya,sejujurnya Hendra juga tidak yakin dengan kemampuannya diatas ranjang.
“Tenang sayang mas akan hati-hati melakukannya. “ucapannya saat itu.
Wanita itu pasrah dengan yang dilakukan oleh lelaki yang baru saja resmi menikahinya,ini adalah malam pertama mereka. Setelah dia melepas pakaianku ,pria itu pun melepas pakaian sang istri yang malu-malu.
Perlahan tapi pasti tubuh sintal nan molek si wanita terexpose di depannya,namun anehnya juniornya tidak bereaksi..
“Sayang kamu montok sekali. “bisiknya dengan suara serak.Matanya menatap liar aset sang istri. Dengan kasar dan grasa grusu pria itu meremas buah dada istrinya hingga menjerit “Arghhh sakit mas. “teriaknya merasakan nyeri.
Dua payudara montoknya tidak pernah disentuh oleh siapapun sebelumnya namun kini diremas kasar,sontak dia menjerit. “Maafkan aku sayang aku terlalu bernafsu, ijinkan aku menyentuhnya. “pintanya memelas.
Karena sudah resmi menikah wanita itu pasrah, suaminya memposisikan dirinya telentang,dirinya mulai menyentuh benda kenyal itu dengan lebih lembut dan hati-hati keringatnya sebesar biji jagung antara gugup dan nafsu, namun juniornya tak kunjung mengeras.
“Ahhh mas uhhh. “sang istri mulai mendesah, sentuhan lembutnya mampu membuat istrinya tersulut.
Pria itu melakukan lebih,yang awalnya menyentuh dan meremas kini dia mulai menggunakan mulutnya untuk menjilati dan menghisap susu besar itu hap..
“Ahh mas uhh enak. “racau sang istri. Pria itu semakin gencar menyesapi buah dada istrinya. Ini kali pertama dia merasakan nikmatnya benda tersebut.
“Mas punyaku basah, ingin dimasuki. “ucap gadis itu polos. Si pria gelagapan tidak yakin dengan rudalnya yang kecil dan loyo, hasratnya memang tersulut tetapi terhalang oleh kekuatan si joni.
Hingga sekian menit istrinya memohon dia masih bergeming mengulur waktu dengan terus menyusu di dada istrinya.
“Mas punyaku pengen dimasuki. “katanya penuh permohonan. “Baiklah mas lakukan pemanasan dulu ya, biar lebih enak. “kilahnya terus mengulur waktu.
Dia membuka lebar paha istrinya,melihat dengan seksama serambi lempit milik istrinya yang begitu bersih dan wangi, bentuknya tembem sangat menggairahkan..
Dia melesakkan wajahnya di antara selangkangan sang istri dan mulai menciumi bibir serambi lempit istrinya, menjilati dalamnya dan lidahnya terus menyusup hingga mengenai klitorisnya.
“Ughh ahh ahh mas ouhh. “erang sang istri menggelinjang, dia terus menekan kepala suaminya hingga semakin terbenam didalam serambi lempitnya.
“Aku mau punyamu mas, ahh ahh. “suaranya sudah tidak jelas karena diserang titik sensitifnya.
Puas berciuman dengan miss v istrinya, dia menggunakan jarinya untuk membelai-belai daging tembem tersebut, mengocoknya dengan dua jari.
“Ahh ahh ahh mas ahh enak ah. “Istrinya terus mengerang nikmat, suaminya justru berjuang keras untuk memuaskan sang istri dengan lidah dan jarinya..
“Mas jangan lama-lama pemanasannya, ayo masukan punyamu. “pinta istrinya.
“Em itu sayang, mas pengennya kamu puas dulu jadi biar pake lidah dan jari mas ya, sama saja kan rasanya.”kilahnya mencari alasan.
Lama-lama istrinya tidak tahan merasa dipermainkan, dia beringsut dan duduk melihat ke bagian tengah suaminya akan tetapi dia dibuat bingung.
“Mas kenapa tidak dimasukan itu sudah bangun. “katanya melihat rudal suaminya,namun ukuranya sangat kecil,baginya pertama kali melihat milik laki-laki dia tidak tahu jika punya suaminya sangat kecil..
Hendra ragu, tetapi dia pun ingin mencobanya..
“Ya udah sini mas masukin, jangan teriak ya nanti didengar ibu dan ayah. “bisiknya.
Calista mengangguk dia menunggu suaminya datang, sudah sedari tadi dia menunggu rasanya malam pertama hingga tiba-tiba..
“Duh kok meleset sih. “gumam Hendra merasakan juniornya kembali lemas.
“Kenapa mas?”tanyanya lugu.
“Tidak apa sayang, tapi punya mas lemes lagi,biar mas pake jari ya. “ucapnya, si istri merasa kecewa namun sudah kepalang tanggung akhirnya dia mengangguk dan pasrah..
Hendro mengocok liang surgawinya dengan dua jari, kocokannya semakin cepat mulutnya menghisap payudara sang istri,mendapat serangan di dua area sensitifnya tiba-tiba..
“Mas kenapa jemarimu yang mengambil malam pertama kita, lihatlah kamu pasti tersiksa kan?” gadis polos itu menatap suaminya,dia tidak tahu jika dirinya masih gadis.
“Tak apa besok kita bisa melakukannya lagi.” ucap Hendra.
Calista yang polos hanya mengangguk, lalu tidur memeluk suaminya.
“Maafkan aku sayang. ” lirih Hendra mencium kening Calista. Sampai kapanpun dia tidak akan mampu menjebol keperawanan istrinya.
Keesokan paginya.
“Mas kita sarapan, nanti kita kaya semalam ya? tapi punya mas yang dimasukin. ” ucap gadis itu frontal, maklum saja dia hanya gadis kampung. Hendra mengangguk lesu, meski batin berkecamuk. Setelah sesi sarapan, pengantin baru tersebut kembali masuk ke kamar.
“Mas ini. ” Calista sudah membuka seluruh pakaiannya, mempertontonkan asetnya di depan Hendra.
Lelaki itu menelan kasar liurnya, matanya melotot dan hendak keluar dari tempatnya, saat mendapati begitu molek dan bersihnya tubuh sang istri.
“Mas ayo aku sudah siap. ” katanya menuju peraduan.
Kegiatan semalam menghadirkan rasa nikmat, sehingga Calista ingin mengulangnya. Hendra pasrah dia harus membuat istrinya puas meski bukan dengan rudalnya.
“Sayang mas kenyang sekali jadi ngantuk. ” kelitnya .
“Kalau begitu biar aku yang bekerja keras, sini mas. ” dia mendorong tubuh suaminya hingga telentang, dan mulai melepaskan pakaiannya, gairah muda yang baru pertama kali dirasakannya ingin terus dia ulang.
Setelah tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun, Calista menyodorkan dua payudaranya ke depan bibir Hendra.
“Mas menyusulah, aku ingin seperti yang semalam. ” ucapnya menggigit bibir bawahnya.
Dengan senang hati, pria itu meraba payudara montok milik istrinya dan mulai melahapnya dengan buas. Dari segi hormon dia memiliki gairah, tetapi rudalnya seperti tidak berfungsi.
Pria itu mengulum, menghisap dan menjilati payudara montok milik Calista, bahkan saat diremas tidak cukup telapak tangannya, ukuran milik Calista memang sangat besar. Mungkin jika suami Calista bukan Hendra, sudah tidak tahan melihat itu semua.
Hendra sudah lama mengidap lemah syahwat, hanya saja tidak diperdulikannya. Dia pria kaya dan tampan, dengan kekayaannya dia pikir akan mudah menggaet wanita, namun sayang tidak semua wanita butuh harta, selain satu itu mereka juga butuh kepuasan batin.
“Ah ah mas ahh enak ahhh. ” racau Calista.
Tubuhnya menggelinjang, mendapat serangan di payudaranya, wanita itu sedang di puncak birahi. Mengangkat bokongnya seperti cacing kepanasan, Ingin sekali dia di masuki namun Hendra terus beralasan dan hanya mempermainkan payudara serta area intinya, dengan jari dan mulutnya.
Saat mulut Hendra menyesap serta menggigit kecil putingnya, Calista terus menggeliat merasakan sensasi yang luar biasa.
Dia meraba-raba rudall suaminya yang tetap tidur, merasa heran tetapi sengatan sensasi dari sentuhan Hendra, membuatnya lupa dan tidak ingin tahu kenapa.
“Ma-mas ahh ahh. ” desah Calista meremas bokong Hendra yang merangkak diatasnya.
Tubuhnya sudah panas, darahnya seperti disengat aliran listrik ribuan volt. Mendengar rengekan Calista, Hendra membuka lebar paha wanita itu.
Mengaduk-aduk liang surgawinya dengan mulut dan lidahnya, lagi-lagi Calista dibuat kecewa dengan harapannya. Dia ingin di masuki rudal suaminya, tetapi selalu bibir, lidah dan jari suaminya yang mengobok-obok serambi lempitnya.
Meskipun dia mendapatkan kenikmatan, tetap saja dia ingin merasakan lebih.. Apalagi saat klitorisnya dihisap, dia mengangkat bokongnya, sensasinya seperti mendapatkan sengatan lebah…luar biasa nikmatnya.
“Ahh ahh mashh ahh uhh enak ahh. ” racaunya merem melek.
Hendra semakin gencar menyesapi lubang serambi lempit Calista. Calista merengek, dia ingin memberi kepuasan juga kepada Hendra, dengan ragu pria itu menyetujui permintaan Calista.
“Mas aku pingin jilatin punya kamu juga. “rengeknya dengan tatapan berkabut.
Meskipun gadis polos dan tidak berpengalaman, dia sedikit tahu jika rudal suaminya butuh di manjakan. Hendra menurut, dia memposisikan dirinya telentang, Calista melangkahi wajah suaminya dan menungging di depan wajah suaminya.
“Mas jilatin punyaku, aku akan menjilati punyamu. ” katanya dengan suara serak.
Hendra dengan senang hati, menikmati hidangan yang tersaji di depan mata. Calista mulai mengulum rudal Hendra, menjilatinya lalu memasukannya kedalam mulut, anehnya dalam satu kali hap, rudal Hendra masuk semua..
Mereka melakukan gaya 69. Dengan posisi saling berlawanan. Calista mendapatkan kepuasan dari permainan bibir dan lidah suaminya, namun Hendra dia tidak merasakan itu…karena rudalnya tidak bereaksi..
“Huh hah huh nghh. ” desah Calista begitu bersemangat.
Hendra asyik memaju mundurkan lidahnya, menusuk-nusuk liang serambi lempit sang istri. Hingga cairan putih kental milik Calista, keluar dari liangnya.
“Arghhh enak .” erangnya, tubuhnya bergetar hebat..
Tangannya meremas bokong sang suami, untuk menyalurkan rasa nikmat yang tiada tara.. Dadanya kembang kempis, seperti baru saja berlari sejauh 100 km.
Wanita itu berhasil meraih pelepasannya, cairan kental putihnya sedang dijilati oleh Hendra, pria itu begitu asyik menyesapinya.
Aksi Calista terjeda, karena sedang mengatur nafasnya yang terengah, padahal mereka tidak saling genjot dan bergulat, tetapi tenaganya terkuras habis.
Tangan Hendra meraih dua payudara montok Calista, dia menyusu seperti bayi besar. Puas bermain dengan dua gundukan kenyal tersebut, Hendra menciumi leher jenjang istrinya.
Calista hanya diam karena masih mengatur nafasnya, dia dengan senang hati menerima sentuhan suaminya. Tangan Hendra beralih ke area kewanitaan, mengaduk-aduk lembah itu. Calista mendesah, dengan mata merem melek..
“Ahh mas ahh ughh. ” erangnya kembali dibakar gairah, Hendra hanya ingin istrinya puas dan klimaks berkali-kali, sehingga tidak minta di masuki.
Kaki Calista dilipat, sehingga selangkangan nampak jelas dengan kewanitaan yang sudah merekah. Hendra meneguk salivanya, hasratnya sangat ingin melakukan hubungan intim, namun apa daya rudalnya loyo. Dia menggunakan mulutnya, untuk mengobok-obok liang serambi lempit istrinya.
Menghisap klitorisnya dan menciumi selangkangannya. Calista melenguh, mendesah dan mengerang penuh kenikmatan. Tangannya meremas rambut suaminya, dan menekan kepalanya untuk lebih dalam lagi menghisap serambi lempitnya. Bokongnya reflek terangkat, dadanya membusung dengan payudara yang sudah mengeras.
“Ahh ahh ughh huh owhh. ” erangnya menggeliat ke kiri dan ke kanan.
Sudah hampir satu jam Hendra berciuman dengan serambi lempit Calista, sudah beberapa kali liang itu mengeluarkan cairan kentalnya. Hendra benar-benar membuat istrinya puas, meski dengan cara yang berbeda.
Tidak lama kemudian Calista merasa kelelahan dan terlelap, setelah berhasil mengeluarkan cairan putihnya berkali-kali. Hendra menduelkan wajahnya di dada Calista, sesekali menyesapi puting coklat nan manis itu. Dia tertidur di antara dua payudara Calista yang tanpa penutup.
Satu bulan kemudian. Calista merasa hubungan sexualnya dengan sang suami itu-itu saja, selama menjadi istri Hendra dia kerap menonton film-film panas diponselnya, sehingga pengetahuannya tentang sex bertambah.
Namun lagi dan lagi Calista dibuat kecewa, suaminya terus beralasan dan hanya lidah, mulut serta jarinya yang mengobrak-abrik liangnya.
“Mas aku ingin kita berhubungan badan, dan rudallmu yang masuk ke liang serambi lempitku. ” ucap Calista tiba-tiba.
“Loh kenapa tiba-tiba sayang, bukankah mas selalu membuatmu puas hem.” Hendra masih begitu sabar menghadapi Calista.
“Tapi bukan dengan mulut dan jarimu mas, aku mau seperti ini. ” dia menyodorkan ponsel dan memperlihatkan adegan panas sepasang kekasih. Hendra gelagapan,pasalnya itu tidak akan mungkin terjadi.
“Em, nanti saja sayang aku takut kamu belum siap, nanti kalau kita begitu kamu hamil. ” kilah Hendra sekenanya, dia selalu memberi alasan dan jawaban yang sama. Lama-lama Calista jengah, hingga dia pun kesal dan keluar dari kamar.
“Membosankan sekali, setiap bercinta selalu dengan jari, aku juga ingin dimasuki. ” keluh Calista menyentuh bagian intimnya yang sudah basah, dia sudah banyak melihat adegan panas sebuah film, hingga ikut tersulut tapi suaminya justru selalu menghindar..
“Kenapa mas Hendra tidak mau memasuki liang serambi lempitku, sebulan menikah hanya jari dan mulutnya saja yang bermain. ” gerutu Calista heran.
Hingga akhirnya Calista mengetahui banyak informasi dari ponsel pintarnya, dia sekarang tahu ternyata suaminya lemah syahwat. Sampai kapanpun hasrat bercintanya tidak akan tersalurkan, karena keterbatasan sang suami..
Malam harinya…
“Mas aku mau bicara. ” ujar Calista. Hendra menatapnya” bicaralah,tentang apa?” lelaki itu bertanya.
“Aku mau kita berpisah. ” tukasnya mantap.
Duar..
Bagai disambar petir di siang hari, dunia Hendra runtuh seketika… Inilah yang dia takutkan dan kini kata itu keluar dari mulut istri polosnya…
“Sayang jangan sembarangan mengucap, kita bisa bicarakan baik-baik kamu mau apa katakan beli baju, alat make up, buka usaha atau mau dibelikan rumah lagi, akan mas kabulkan tapi jangan minta berpisah ya, tolong. “terang pria itu dengan wajah memelas dan memohon.
Calista menatap nanar, dia sungguh haus belaian sedang suaminya tak mungkin mampu memberikannya..
“Aku tidak mau semua itu, bahkan apa yang sudah mas kasih boleh mas ambil kembali, karena apa yang aku mau hanya satu, aku mau kita berhubungan badan. ” pintanya tidak ingin harta dan kemewahan. Bahu Hendra merosot, dia tidak mungkin bisa mengabulkan itu..
“Apakah sebulan ini kamu kurang puas dengan sentuhanku?” meski ragu namun dia tetap bertanya, Calista mengangguk,” aku sangat kurang puas karena aku mau rudalmu bukan lidah dan jarimu, kenapa kamu tidak mau melakukannya mas?” akhirnya dia menumpahkan semua unek-uneknya..
Hingga akhirnya Hendra jujur, Calista sangat terkejut pantas saja, setiap diminta untuk memasuki selalu beralasan ternyata rudalnya tidak berfungsi…
“Kalau begitu aku mau cerai, aku sudah yakin dengan keputusanku!!” terang wanita itu. Hendra mengangguk lesu, kekayaan tak mampu memberikan kepuasan batin pasangannya..
Hingga akhirnya mereka resmi berpisah, Calista diberi uang oleh Hendra sebanyak 50 juta Calista pergi ke kota, menyewa rumah disana dan bekerja di sebuah pabrik, uang dari Hendra dia pakai untuk menunjang penampilannya dan juga mengikuti kursus, hingga dua bulan Calista sangat terpelajar, dia mulai didekati banyak pemuda, namun semua tidak Calista gubris, hingga Adi mandor di pabriknya pemuda berusia 26 tahun membuat hatinya berdebar, dia jatuh cinta pada pemuda itu…
Dua bulan setelah perkenalan mereka, Calista dan Adi mulai berani menunjukkan keinginannya. Awalnya hanya pegangan, lama-lama berbuat lebih..
Hingga saat ini…
“Mas aku selalu candu dengan tubuhmu, keperkasaanmu kamulah yang pertama mengambil keperawananku, meskipun aku pernah menikah tapi mantan suamiku lemah syahwat. ” ucap Calista membelai dada polos Adi, mereka sedang beristirahat sejenak setelah mencapai pelepasan.
“Iya sayang, aku juga sangat ketagihan dengan goyangan erotismu, aku masih ingat saat pertama kita melakukannya, kamu masih bersegel aku bahagia bisa jadi yang pertama. ” puji pria itu memainkan mahkota Calista yang menegang.
“Shh awhh, geli sayanghh. ” desah Calista ditelinga Adi.
“Aku ingin menyusu lagi, boleh ya?” pria itu memohon. Calista jelas mengangguk, karena Adilah kini ukuran payudaranya bertambah dua kali lipat besarnya.
“Ah kamu selalu pengertian. ” pria itu langsung melahap payudara Calista bergantian.
Calista membusungkannya, membuat Adi semakin mudah menyesapinya,” sayang bagaimana kalau kamu suntik hormon, biar keluar asinya aku ingin kamu menyusuiku. ” pria itu menyarankan.
“Apa akan sakit Mas, lalu ukurannya apa akan sama atau justru mengecil?” ucap Calista gamang.
Adi melepas mulutnya dari payudara Calista.
“Kita browsing ya, nanti lihat hasilnya sekarang aku mau melihatnya dulu, ini sangat nikmat sayang jika diingatkan. “ucapnya menaik turunkan alisnya dan kembali menyesapi payudara montok Calista.
“Ahh ahh uhh ouhh mas uhh. ” desah Calista saat pucuknya dipilin dan satunya di gigit kecil.
“Bagaimana rasanya, apakah nikmat?” Adi bertanya di sela-sela aktivitas menyusunya.
Calista mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya, dia merem melek merasakan sensasi permainan lidah Adi. Adi meraih tangan Calista, mengarahkannya ke rudalnya yang sudah menegang.
“Dia selalu bangun dan minta dimanjakan sayang.” ucap pria itu dengan suara serak. Calista paham, dia pun mengajaknya naik turun, mengelusnya lembut… Sambil menunggu Adi puas melahap payudaranya, Calista asyik bermain dengan rudal raksasa sang kekasih.
“Awhhh mas aku mau keluar ihhh. “katanya karena jemari Adi tiba-tiba menusuk-nusuk kewanitaannya. Pria itu terkekeh,” kamu selalu basah membuatku bergairah. ” alisnya naik turun.
“Kemarilah akan kupuaskan kamu. ” ucap Adi meminta Calista berbaring telentang, pahanya dilebarkan sehingga selangkangannya terbuka sangat lebar, dan menampilkan serambi lempitnya yang merah merekah sungguh sangat menggoda.
Calista bersiap menerima serangan di liang serambi lempitnya. Adi melesakkan wajahnya kedekat serambi lempit Calista, dia mulai menjilat, menghisap dan menusuk-nusukkan lidahnya disana.
“Awhh assh mass ughh. “desah Calista indah dan sexy.
“Mendesahlah terdengar sexy sayang. “Adi menyudahi aksi berciumannya dengan serambi lempit Calista, pria itu menyesapi leher jenjang Calista , lalu kembali berpagutan dengan bibir tipis sang wanita. Lidah mereka saling bertautan, hingga hampir kehabisan oksigen.
“Huh hahh. ” keduanya mengambil nafas.
Adi mengusap bibir Calista dengan ibu jarinya, dia juga memasukan jarinya ke mulut Calista dan langsung dihisap dengan liar…
Adi sangat suka dengan permainan dan keagresifan wanita muda itu, mereka sangat cocok dalam urusan ranjang..
Pria itu terus menciumi tubuh polos Calista hingga dada dan kembali menyusu hingga sekian menit, turun ke perut dan mengocok liang serambi lempitnya..
“Sudah basah sayang, apa mau dimasuki sekarang?” katanya menggoda.
Tubuh Calista menggelinjang, dia menekuk pahanya memberi akses untuk Adi… Pria itu merangkak dan mengungkung tubuh molek dibawahnya, mengarahkan rudalnya dilubang serambi lempit Calista… rudal itu sudah mengeras sempurna, dan siap melesak ke sarangnya…
Dia mulai menggesek-gesekkan lalu setelah dirasa pas…Jlebb… Adi mulai menggerakkan pinggulnya, setelah rudalnya melesak masuk dan terbenam sempurna, liang serambi lempit Calista masih sangat sempit meski sudah sering dia obok-obok dan masuki.
Pria itu berpegangan pada payudara montok dan kenyal milik Calista, membuat wanita itu blingsatan. Merem melek merasakan nikmatnya sodokan rudal Adi di liangnya. Tubuhnya bergerak naik turun, mengikuti hentakan rudall Adi. Kakinya mengangkang lebar, lalu diraih oleh Adi dan dinaikan ke atas bahunya..
“Arghh enak mas uhh. ” pekik Calista seperti tersengat aliran listrik.
“Sayang punyamu sangat besar, liang serambi lempitku terasa penuh uhhh. ” lenguhannya terdengar sexy. Adi terus menggenjotnya, kali ini temponya sangat cepat pria itu sudah tidak tahan, ingin memuncratkan lahar putihnya.
Hingga akhirnya… “Arghhhh aku keluar sayang!!” erangnya seperti binatang buas.. Crooot croot crooooots.
Bersambung… Tanpa sengaja Bayu melewati kamar adiknya Rima, disaat itu dia mendengar suara desahan. Seperti suara orang tengah merasa nikmat. Bayu mencoba memberanikan diri, dan membuka pintu kamar adiknya, alangkah kagetnya, dia melihat adiknya dalam keadaan telanjang dan jarinya tengan mempermainkan liang serambi lempit miliknya tanpa jembut..
Rima sangat kaget, kedapatan melakukan martub didalam kamar. ” Kakk, ahhhh….” Rima kaget melihat Bayu sudah berada di dalam kamarnya
Tiba – tiba di dalam otak Bayu yang sudah dipenuhi oleh nafsu, mendekati Rima ke arahnya dan sebelumnya menutup pintu kamar Rima.
” Waduh adikku ini ternyata suka main jari ya ” hardik Bayu pada Rima yang merasa cemas dengan ucapan Bayu padanya.
” Maksud kak Bayu ?” tanya Rima pada kakaknya yang menutupi
” Kamu harus membantuku menuntaskannya ” ucap Rima bagian sensitifnya dengan tangan.
“Pliisss kak, jangan laporin sama ibu dan bapak ” Rima memohon pada kakaknya itu.
” Gak bakalan kok, asalkan……” Bayu menghentikan ucapannya lalu mendekati adiknya itu.
” Asalkan apa kak ” tanya Rima yang memandang kakaknya itu yang tersenyum penuh tanda tanya.
” Asalkan ini….” kata Bayu, sambil menurunkan celana boxer plus cdnya membuat rudalnya yang beukuran besar tapu masih layu.
” Akhhhh……ihhhhhh” Rima menutup matanya melihat rudal kakaknya itu.
” Kamu harus memuaskan kakak, atau saya laporin perbuatan kamu sama orang tua kita ” ancam Bayu pada adiknya.
” Jangan kak, saya akan menuruti kemauan kakak ” ujar Rima.
Dengan pasrah Rima membiarkan Bayu menjamah tubuhnya yang putih bersih dan montok. Raba demi rabaan tangan nakal Bayu membuatnya menridning, ada aliran nikmat yang dirasakan dari sentuhan itu.
“ Coba kamu pegang rudalku yang sudah mulai tegang karena melihat kamu dalam mkeadaan telanjang”
Bayu memegang tangan adiknya dan menaruhnya di atas rudalnya yang mulai mengeras. Rima dapat merasakan rudal itu. Hal itu membuat lubang serambi lempitnya menjadi banjir oleh cairannya sendiri.
“ Hmm, kamu nakal banget sih kak!” elaknya pada Bayu.
Rasa ingin merasakan bagaimana rasanya rudal seorang kakak merangsek masuk kedalam liang serambi lempitnya. Mungkin karena masih dikuasai oleh nafsu dari permainan jarinya tadi.
” Kamu cantik dik” bisik Bayu di telinga Rima lalu mengecup telinga Rima. membuat gadis itu bergelinjang. Tanpa berlama – lama langsung mengulum bibirku yang telah menunggu lumatannya.
“Hmmm…..kak…..aku…” aku tak mampu melanjutkan ucapan karena Bayu begitu liarnya mengulum dan memilin lidahnya di dalam mulut.
Karena tak mampu lagi menahan godaan kakaknya, Rima membalas lumatan bibir Bayu dan berlabur dibibirnya. Saling memilin, saling memagut. Bayu nampak senang mendapat balasan dari adiknya itu.
“ Aahhh….eeemmmmpp dek….ssshhh….eemmm….
Lama mereka saling melumat akhirnya, Bayu menanggalkan pakaian yang melekat di tubuhnya.
Setelah dalam keadaan telanjang, diangkatnya tubuh Rima ke atas tubuhnya sambil duduk dikursi. Dani kembali melumat dan memagut bibir tipis adiknya.
Rima yang mendapat perlakuan demikian, membalasnya tak kalah hangatnya. Rima mengalungkan kedua tangannya ke belakang kepala Bayu sambil menikmati ciuman mereka berdua.
Bukan hanya itu, tangan Bayu tak tinggal diam. Tangan kekar miliknya menjamah seluruh tubuh Rima yang sensitif. Dia meraih kedua tetek yang yang bergelantungan turun tanpa melepaskan ciumannya.
“ Ssshhh,…aaahhh…Kak….mmmmpp…
Ciuman Bayu mulai menuju ke leher, kemudian ke tengkuk hingga akhirnya mendarat di kedua tetek. Bayu sangat suka mempermainkan kedua tetek itu. di jilat, diusap dan akhirnya mengemut putingnya yang kecil dan berwarna pink.
” Shhhh,,,,ahhhh………iseppp….oouhhh…kak Bayu…….” desah Rima merasakan isapan mulut Bayu di kedua teteknya secara bergantian.
Di putarinya puting dengan lidah, menyedot – nyedot puting tersebut. Rima kadang tertawa dalam hati melihat tingkahnya. Dia melihat Bayu bagaikan anak bayi yang tengah menyusu pada ibunya.
Bayu semakin liar membangkitkan gairah Rima. Sementara bibirnya menyusu, tangan kirinya turun ke bawah dan mempermainkan daging kecil yang berada di lubang serambi lempit yang basah.
“ Ssshhhh Ahhh…mmmpp..hhhmmpp..aahhh….
Sentuhan – demi sentuhan diberikan oleh Bayu pada adiknya itu. Begitu nikmat dirasakan sentuhan itu sehingga membuat Rima mendesah merasakan sensasi permainan mereka berdua.
“ Akkhhh…aaaahhhh,…ouuuhhh….hhhh….
Tak sadar Rima melebarkan kedua kakinya, dan mengarahkan rudal milik Bayu yang sudah tegak dan sangat mengeras di bawahnya.
Tubuh Rima yang menginginkan kemasukan rudal hebat milik kakaknya, tubuhnya menggeliat bagaikan cacing kepanasan.
Rima tak mampu lagi menahan lebih lama, Rima memegang rudal itu, lalu mengarahkannya ke lubang serambi lempitnya yang sudah sangat basah.
“ Ouuujjjjjjkkk,….ssshhh…aahhhhh…Daniii….
“ Ahhh…ahhhh…ahhhhh…masukin sekarang kak, aku ingin rasakan rudal kakak” bisiknya pada Bayu yang tersenyum kesenangan.
“ Kamu sudah ingin di obok – obokmu, sayang. Kamu sudah tidak tahan ingin merasakan tusukan rudal milikku” bisik Bayu ditelingan adiknya.
“ Ahhh….iya kak……aku ingin kamu segera menghentak – hentak rudal besar dan berurat itu…ahh….aku sudah tidak sabar menikmati goyangan hebatmu..ahh…ahhhh”
“ Jika itu keinginanmu, aku akan memuaskanmu sekarang juga…aahhh…ahhh.. Bayupun mulai menggejot tubuh Rima yang sedang berada diatas pangkuannya.
Rima yang ingin segera mendapatkan orgasme membalas setiap hentakan Bayu dengan perbuatan menaik turunkan tubuhku sehingga rudal itu terasa mentok di dalam lubang serambi lempit miliknya.
Ahhh…kak…..lebih…..aakkhh…….enaaakk…..ngghh ahhh…yeah “ suara lenguhan Rima merasakan setiap tusukan rudal Bayu di lubang serambi lempitnya.
Rima terus mendesah merasakan rudal besar berurat milik Bayu yang semakin cepat mengobok – ngobok lubang serambi lempit.
“ Akkkhh….kamu benar – benar seksi sayang, dalam keadaan seperti ini..
“ Kedua gunung kembar milik Rima ini begitu bagus untuk selalu dinikmati. Tetek yang begitu putih, mulus dan sangat menggoda” puji Bayu sambil terus menggenjot dari bawah.
Rima seperti orang kesetanan, semakin menggila merasakan rudal milik Bayu terasa seperti diremas – remas oleh lubang serambi lempit. Lubang serambi lempit Rima dapat menyedot – nyedot rudal yang masuk ke dalam.
“ Ooohhh…..ini gila dik….milikku seperti disedot….dan jepitanmu sangat enak” racau Bayu yang tidak berhenti menghentak – hentakkan pantatnya ke atas yang disambut dengan goyangan pantat Rima.
” Aku tidak ingin mencapai duluan, aku ingin kita sama – sama menuju puncaknya” desah Rima pada Bayu yang meremas kedua tetek miliknya.
Mungkin karena merasa akan memuntahkan lahar hangatnya, Bayu mengangkat tubuh Rima agar berdiri, sementara Rima sudah dua kali mengeluarkan cairan kenikmatan dari permainan mereka
“ Dik, aku ingin kakak menungging dan berpegangan pada meja makan” ujar Bayu pada Rima.
Rima hanya menuruti kemauan Bayu, karena memang tidak sabaran untuk menikmati kembali genjotan kakaknya.
Bleeesss Ahhhh…… Uuuhhh…aaahhh…..ssshhh…..rudalku sangat terasa dijepit betul oleh milikmu.
Ahhh…iya kak….ayo…lanjutkan…genjot akuu…genjot aku sampai kamu puas, sayang. racau Rima padakakaknya itu.
Tidak ada lagi batasan dan rasa takut, pada wajah Rima. Yang ada hanya rasa nikmat dan i gin mendapatkan orgasmenya kembali.
“ Ouuucchhh…yaaa….begitu…teruss….ahhh…ngghhh…
Bayu mempercepat goyangannya saat Rima sudah siap menerima hujaman rudal kakaknya yang besar dan berurat itu.
Rima semakin mendapatkan kenikmatan dari hujaman itu. Membuat tubuhnya mengejang – mengerang dan mendesah keenakan hingga akhirnya cairan ke tiganya kembali keluar. Ahhh…..ahhh…aku keluar lagi kak…ahhh…ahhh…nikmat sekali sodokan kamu kak…” Lenguh nikmat Rima dengan mata yang merem melek merasakan tusukan rudal Bayu di lubang serambi lempitnya.
“ Ayooo sayang…kita keluarin sama – sama…aku ingin keluar” Bayu mendesah panjang sambil terus menghentak pantatnya maju.
“ aaacchh ahhh…jerit Rima dan Bayu bersamaan disertai dengan penyatuan cairan di dalam rahim. Crot…crottt… crott… crotts…
Tembakan hangat cairan kental milik Bayu memenuhi lubang serambi lempit Rima. Bayu masih juga menggoyangkan pantatnya seakan tak ingin cairan miliknya mengalir keluar dari rahim milik Rima yang lemas.
Lima belas menit Bayu telah menggenjot adiknya itu didalam kamar. Rima melihat rudal Bayu masih tegak berdiri walaupun sudah beberapa kali memuntahkan laharnya.
“ Sekarang waktunya kita beristirahat. Aku merasa capek sekali setelah menggenjotmu berulang kali. Terimakasih banyak.!” ucap Bayu pada Rima sambil mencolek tetek yang puncaknya mengkilap.
“ Kamu telah memuaskanku hari ini “ seruku padanya.
“ Jika kamu menginginkannya, hubungi saja aku, sayang “ goda Bayu pada Rima yang duduk di kursi.
” Kakak, tidak akan lapor kepada ayah dan ibukan?” Rima bertanya pada Bayu yang memunguti pakaiannya.
” Jangankhawatir sayang, sekarang kau milikku ” jawab bayu lalu mengecup bibir tipis adiknya. Rima menyambutnya dengan rasa senang dan membalas lumatan kakaknya itu.
” Jangan pakai jari, ada aku sayang” Bayu mengerlingkan mata kepada adikknya itu.
” Iya, kak. rudal kakak enak banget ” puji Rima pada kakanya itu.
” Kak, boleh gak saya isep rudal kakak sebentar saja ” pinta Rima yang mendekati kakaknya dan langsung meraih rudal Bayu yang masih tegang.
” Hmmm, ternyata kamu nakal dik ” senyum Bayu pada adiknya yang sudah jongkok di bawahanya dan dengan cepat melahap rudal berurat milik kakaknya.
” Mbbbblllll…….mmlllleemmmmm” suara mulut Rima mengulum dan menghisap rudal Bayu
Kepalanya digeleng – gelengkan menambah sensasi nikmat ang dirasakan oleh Bayu. Bayu memegang belakang kepala Rima dan mendorong kedepan, membuat rudalnya meransek masuk ke dalam mulutnya.
Glleeek…..emmmbblleee…mmmblllllll” Rima seakan ketagihan dengan rudal kakaknya itu. Bayu yang tak mampu lagi menahan, mendorong – dorong pantatnya maju mundur, membuat rudalnya keluar masuk di dalam mulut Rima.
Hingga akhirnya pejunya kembali muncrat didalam mult Rima yang dengan cepat mengeluarkan rudal tersebut. Rima tidak berhenti, malah dia membersihkan cairan itu dengan lidahnya.
” Terima kasih kak ” ucap Rima setelah mengisap rudal kakaknya. Bayu hanya tersenyum senang. Ternyata adiknya doyang juga sama rudal
Adi berhasil memuntahkan cairan kentalnya di rahim Calista. Tubuhnya bergetar hebat, lalu ambruk di dada Calista. Calista pun sama,nafasnya terengah bagian bawahnya berkedut hebat, ini adalah pergulatan terpanjang yang sangat memuaskan, namun menguras tenaga.
Waktu sudah larut malam bahkan menjelang pagi, keduanya memutuskan untuk tidur. “Ahh leganya. “desis Adi,tangannya melingkar diperut rata Calista.
“Terima kasih selalu membuatku puas. “desah Calista tersenyum lega,meski nafasnya ngos-ngosan. Mereka terlelap dengan posisi berpelukan,memberikan rasa nyaman satu sama lain.
Di pabrik semua sedang sibuk bekerja, Adi dan Calista memang memiliki hari libur 3 hari. Dikarenakan Adi mandor di sana,hari ini hari terakhir liburan besok dia dan Calista sudah harus masuk bekerja.
“Selamat pagi pak. “sapa para karyawan sopan. Hari ini sang pemilik perusahaan datang sidak, dia sengaja ingin melihat kinerja para pegawainya.
“Pagi,kumpul di aula 10 menit lagi. “titahnya tegas.
Lelaki dengan rahang tegas, mata tajam seperti elang, kulit putih seputih susu ,bibir merah alami tinggi gagah seperti atlet volly, rambut cepak ditata sedemikian rupa, otot lengannya kekar usianya baru 26 tahun,pemuda sukses dengan segudang prestasi.
“Baik pak. “sahut semua mengangguk kompak.
Hingga 10 menit kemudian, semua sudah berkumpul di aula,semua dikumpulkan karena akan ada sesi tanya jawab.
“Rayhan Adi Saputra,itu nama saya apa kalian sudah pernah dengar sebelumnya?” pemuda itu memperkenalkan diri.
Semua pegawai saling lirik,ada yang mendongak karena ingin melihat wajah tampan itu dengan seksama,ada juga yang bingung dan bertanya-tanya siapa dia.
“Saya adalah pemilik pabrik ini, kebetulan saya menyukai mesin jahit dan dunia kain,jadilah saya mendirikan pabrik garment ini,tujuannya untuk menyalurkan hobi saya dan membuka lapangan pekerjaan,”sejenak dia menjeda kata-katanya karena para pegawai mulai riuh,mereka baru tahu owner dari tempat mereka bekerja ternyata masih sangat muda,”jadi apa sekarang kalian sudah tahu siapa saya?” pemuda itu bertanya.
Para pegawai mengangguk mantap,senyum mereka terkembang.. “Apakah kalian bahagia bisa bekerja disini? adakah yang terpuaskan karena hobinya telah tersalurkan?” bicaranya sangat santun.
Lagi-lagi para pegawai mengangguk karena sejatinya 80 persen pekerja disini mereka adalah penjahit,dan lebih memilih bekerja di pabrik tersebut. Di tempat ini fasilitas mesin dan peralatan lainnya sangat memadai,sehingga para pekerjanya senang.
Di pabrik ini,dikhususkan untuk memproduksi pakaian jadi dari jaket kemeja dan celana dan salam waktu dekat akan ada launching produk baru yaitu..tas berbahan dasar kain perca..
Rayhan sengaja menggunakan bahan tersebut, karena nilai jualnya mudah dan juga menarik minat pembeli,kebanyakan toko online dan juga koperasi kecil, guna memenuhi permintaan produsen rumahan.
Sementara di pabrik sedang ada sesi perkenalan dan tanya jawab,di kamar hotel Calista mengeluh lapar. Sebagai kekasih yang baik, Adi memesan layanan hotel. “Sayang aku lapar,semalaman tenagaku habis terkuras. “cicitnya meruncingkan bibir.
Cup.
Sebuah kecupan, mendarat di bibir tipis Calista.
“Bukankah kita sama-sama lelah sayang,kerja keras kita sangat memuaskan. “godanya kembali melumat bibir itu.
Mereka sudah berpakaian rapi,akan segera chek out sore nanti, kini sedang menunggu makan siang menjelang sore, makan siang yang terlambat..
Hingga bel pintu berdenting..
“Wah banyak sekali makanannya. “decak Calista.
“Supaya tenagamu terisi kembali,jadi saat liburan nanti kita bisa memecahkan rekor. “alis Adi naik turun.
Pria dan wanita itu sudah sama-sama mesum. Mereka makan dengan lahap,seolah baru saja buka puasa. Hingga semua makanan yang dipesan pindah ke perut keduanya.
“Ah kenyangnya. “decak Calista dan Adi,mereka memutuskan check out dan kembali ke rumah masing-masing.
“Bye sayang ketemu besok di pabrik. “katanya mendaratkan lumatan di bibir Calista,mereka terlibat perang lidah..
“Bye aku pasti rindu kamu malam ini. “bisik Calista ditelinga Adi, pria itu hampir saja tersulut apalagi Calista meremas lembut rudalnya.
“Ahh sayang jangan nakal dong. “keluh Adi sambil merengek.
“Aku tidak nakal sayang, ini salam perpisahan. “kilahnya mengedipkan mata Adi menarik tengkuk Calista lalu melumat bibirnya dengan rakus satu tangannya meremas buah dada Calista, sementara Calista melingkarkan tangannya dileher Adi,memperdalam pagutannya untuk saling mengucap salam perpisahan.
“Enghh uhhh ahh. “erang Calista disela pagutannya.
“Kenapa sayang,apa kamu menginginkannya?” Adi bertanya dengan suara serak. Keduanya sangat mudah tersulut jika sudah saling bersentuhan.
“Aku selalu menginginkannya tetapi kita ada dijalan dan ini di mobil sayang. “terang Calista ragu.
“Justru itu,kita coba suasana baru supaya vibes nya dapet sayang. “rengek Adi memohon.
“Ah kamu modus saja, jangan dimasukin ya kamu bebas ngapain asal jangan dimasukkan. “ucap Calista mengizinkan.
Adi mengembangkan senyumnya, pria itu langsung membuka kancing kemeja Calista dan menampakkan gundukkan kenyalnya yang menyembul karena BH nya tidak muat menampung semua.
Adi meremas dan memijit lembut,dia mengeluarkan isi BH tersebut lalu hap. mulutnya melahap payudara montok Calista dengan rakusnya.
“Owhh shhh uhhh,sayang ahh. “desah Calista meremas rambut Adi sambil membusungkan dadanya.
Adi fokus pada payudara montok itu,terus menyesapnya dan menggigit kecil pucuknya..
“Awhhh shh. “desahan Calista mulai terdengar.
Dia meremas-remas rambut Adi,sensasi lidah dan bibir Adi di payudaranya menghadirkan rasa terbakar. Calista mendorong mundur wajah Adi hingga terlepas dari payudaranya,”kenapa sayang?” pria itu bertanya.
“Aku tidak tahan sayang. “katanya mendesah,”baiklah kita lakukan satu ronde disini.”Adi menurunkan sandaran kursi,dia menutup kaca mobilnya dan menguncinya mobilnya menepi di depan halaman kosong. Adi menurunkan celananya,mengeluarkan rudalnya yang sudah menjulang tinggi.
“Naiklah sambut dia.”utas Adi meraih tubuh Calista. Wanita itu duduk diatas perut Adi,dengan mengarahkan kejantanan pria itu ke liangnya.
Bles Ahhh jleb”Ughhh sayang ahh. “hangat dan kesat. “racau Adi merem melek. Calista mulai bergoyang erotis diatas kejantanan Adi,dengan payudara bergoyang ke kiri dan ke kanan. Tangan nakal pria itu, langsung meraihnya meremas-remas dan menyesapnya.
Mereka melakukanya dengan cepat mengingat posisinya ada di pinggir jalan, bisa kapan saja, menjadi pusat perhatian. Calista mempercepat goyangannya,dibantu Adi yang mengangkat bokongnya hingga hujaman rudalnya semakin dalam.
“Awhh ahh ugh ugh ouhh. “erang Calista dan Adi bersahutan, hingga beberapa saat kemudian.
“Aku akan keluar sayang ahh ouhh. ” pekiknya,Adi pun terus menusuk-nusuk liang Calista hingga akhirnya…
“Arghhhh croot croot croot. “sebanyak tiga kali sperma kental milik Adi menyirami lembah Calista yang hangat, wanita itu menggelinjang,tubuhnya bergetar hebat dengan kewanitaan berkedut hebat..
“Hah huh hah ini nikmat sekali,sensasinya sangat enak. “racau Calista.
Hingga akhirnya mereka mengakhiri ronde perpisahan, padahal besok mereka juga bertemu, dan biasanya mencuri waktu untuk bersetubuh di ruangan Adi. Tetapi entah kenapa, mereka seolah tidak pernah bosan untuk terus berhubungan intim.
“Sudah tampan, muda pinter baik lagi duh jadi pengen muda lagi. “celetuk segerombolan ibu-ibu bagian potong.
“Iya tuh, andai anaku ada yang gadis tak suruh dinikahin pak bos, ihh kasep pisan. “timpal ibu-ibu lain, mereka kompak membicarakan sang CEO muda nan tampan itu.
Sesi tanya jawab sudah usai dan kini masa pengujian keterampilan mereka, jadikan semua berada di posisi masing-masing. Sesuai bidang dan keahliannya.
Bersambung… Malam harinya.. “Duh aku kok horney sih, mana mas Adi udah tidur lagi. “gerutu Calista memegangi area intimnya,wanita itu sedang menonton film panas jadilah tersulut. Tok-tok.. Suara pintu diketuk, membuatnya mengintip dari lubang kecil di pintu..
“Mas Boy mau ngapain dia.”gumamnya dibalik pintu.
Tok-tok.. Kembali pintunya diketuk..
Ceklek.
“Sayang emut ahh emm. “bibir Calista langsung diraup oleh Boy, mereka adalah partner ranjang.
“Ihh sabar donk, nggak bisa nafas nih. “protes wanita itu mengerucutkan bibirnya,membuat Boy games..
“Kamu sedang apa kenapa pakaianmu begini, pasti menyambut kedatanganku hem. “tangannya langsung meremas kewanitaan Calista yang sudah basah.
“Heh ini bahkan sudah basah,pasti kamu sedang horney dan pingin kan?”godanya menaik turunkan alisnya. Calista hanya tersenyum,matanya mengerling… Boy langsung mendorong tubuh sintal Calista keatas sofa,setelah mengunci pintu rumah Calista.
Dia melucuti atasannya menyisakan boxer,sementara Calista memang hanya mengenakan bra dan cd saja.Karena saat menonton film blue dia video call dengan Adi, dan mereka melakukan sexs call.
Calista menyunggingkan senyumnya,dia menyambut sentuhan hangat Boy,mereka kerap melakukannya di rumah Calista, itulah sebabnya dia tidak mengijinkan Adi kerumahnya…
Keduanya mulai menyatukan nafas,saling mengabsen rongga gigi masing-masing lidahnya terus bertautan.. Setelah beberapa saat,mereka menyudahi aksinya karena kesulitan bernafas..
Boy menyesap leher jenjang Calista,dia mengerutkan keningnya,”kenapa banyak kissmark nya disini?”Boy mengelus bekas merah dileher Calista dan hampir merata.
“Bukankah sudah biasa begini,kalau tidak mau ya sudah. “ucap Calista pura-pura merajuk,”eits jangan ngambek dong nanti aku makin cinta loh. “ujar Boy melanjutkan aksinya,kini dia membawa tubuh molek Calista keatas sofa membaringkannya di sana,dia melepaskan tali cd yang ada di samping,lalu benda kesayangannya nampak merekah indah minta untuk dimanjakan..
Boy baru saja kembali dari luar kota,dia adalah pebisnis muda usianya baru 25 tahun. Boy menggesek-gesekkan tangannya di belahan mis v Calista untuk pemanasan,supaya licin saat dimasuki meski sudah terasa basah.
Boy menciumi miss v itu,mengecupnya dan terus menjilatinya,”ahhh ughh ouh enak ahhh boy ohhh. “desah Calista meramaikan suasana.
Apalagi Boy mulai menarik dan menggigit kecil klitorisnya untuk dimainkan,tubuh molek Calista bergelinjang, dadanya membusung hingga tangan Boy sangat gatal melihat payudara super besar milik Calista menyembul keluar dari tempatnya.
Diraihnya penutup dua gundukan itu dan,dibuangnya ke sembarang arah,Calista kini telanjang bulat..duduk setengah bersandar dengan selangkangan dibuka lebar,membuat Boy panas dingin, gairahnya di ubun-ubun ingin sekali rudalnya dilesakkan, namun Calista bukan cewek sembarangan, dia akan selalu minta digenjot jika belum mencapai klimaks.
Tangan Calista menjambak rambut Boy ,kepalanya mendongak ke atas ketika klitorisnya kembali dimainkan oleh Boy.
Mulut Calista menganga seperti ikan kehausan, dia menahan nikmat hingga desahannya kembali keluar dari bibir sexynya.
“Ohh sayang, uhhh ahh Boy terus iya tusuk disitu ughh “Calista mengangkat bokongnya hingga miss v nya tepat berhadapan dengan wajah Boy pria itu semakin bergairah.. Pria itu terus menghisap dan menyesapi klitoris Calista, bibirnya berciuman dengan bibir mis v wanita itu.
Calista semakin melebarkan selangkangannya sendiri,matanya merem melek itu baru area intinya yang diserang bagaimana jika payudaranya sudah diunyeng-unyeng oleh Boy,wanita itu akan semakin kelojotan dan terbang ke awan.
Dan tentu saja rudal Boy sudah menjulang tinggi,tanpa ingin membuang waktu Boy mengarahkan kejantanannya kelubang surgawi Calista dengan posisi Calista duduk mengangkang di atas sofa.
Jleb slep blush
Suara rudal Boy melesak menembus dinding rahim Calista.
“Ahhh uhh ughh. “Calista mendesah panjang,ketika liangnya dimasuki rudal raksasa milik Boy, hampir satu minggu tidak bercinta tentu saja gairah Boy membara.
Calista mulai mengikuti gerakan Boy yang memaju mundurkan pinggulnya,Calista bergoyang erotis mengikuti hentakan rudal Boy.
“Ahh ini nikmat sekali sayang ahh ahh. “erang Boy seperti orang kesetanan. Dia menusuk-nusukkan kejantanannya dengan begitu cepat, karena sangat bernafsu.
Wajah Boy berada tepat di depan payudara montok Calista,Boy pun melumat habis puting coklat itu yang sudah mengeras, Calista melingkarkan tangannya di leher Boy sambil terus bergoyang,lidah Boy memainkan putingnya.
Dengan posisi duduk di sofa,alat kelamin mereka saling menyatu. “Ahh ughh Boy punyamu sangat besar uhh. “racau Calista merem melek.
Boy asyik menyusu sehingga menghiraukan desahan Calista, pria itu terus menyodok liang surgawi Calista sambil terus melahap buah dada montok Calista.
“Ahh uhh ouh ugh awhh ohh argghh. “desahan panjang Calista semakin membakar gairah Boy.
Suara mereka saling bersahutan dengan penyatuan pada posisi duduk,Calista sangat menyukai posisi ini, karena rudal jumbo Boy, akan melesak dan terbenam semua di liangnya.
“Arghh croot crot croot. “Boy memuntahkan cairan kentalnya yang disimpan selama seminggu.
“Tunggu sebentar sayang,sebentar lagi dia akan kembali bangun. “ucap Boy mengurut kejantanannya dia sudah croot, dan kini tugasnya membuat Calista crott.
Keesokan paginya.
“Boy bangun aku mau berangkat kerja. “ucap Calista menciumi wajah Boy yang kelelahan, mereka bergulat semalaman.
“Jangan bekerja puaskan aku seharian ini pliss. “matanya terpejam namun mulutnya merengek
“Tidak bisa aku sudah libur dan hari ini harus masuk,jika tidak bekerja siapa yang memberiku uang.”wanita itu pura-pura merajuk.
Boy mengerjapkan kelopak matanya,meski lengket dia meraih ponselnya dan seketika.. Bip,sebuah notif pesan masuk di ponsel Calista,wanita itu pun mengeceknya, lalu matanya membulat sempurna saat melihat nominalnya..
“Argg banyak banget Boy, ya ampun makasih ya.”ucapanya melumat bibir tebal Boy.
Cup.
“Jadi itu cukup untuk membayar waktumu seharian ini?”pria itu bertanya,sialnya Calista menggeleng.
“Tidak bisa Boy aku harus masuk, tidurlah nanti aku pulang lebih awal,akan kumanjakan rudalmu. “bisik Calista menggigit kecil cuping Boy.
“Nakal kamu ya? “ucap Boy merengkuh tubuh Calista, dan menekan tengkuknya. Mereka berciuman dengan sangat panas, melanjutkan yang semalam di kamar mandi karena Calista harus berangkat kerja.
“Arhghh croot croot. “kali ini mereka melakukannya dengan cepat,”terimakasih sayang kamu wanita terhebatku. “puji Boy meraih kimono. Calista hanya mengangguk dia bersiap ke pabrik.
Semua sudah berangkat dan berada di meja masing-masing. Ada yang di bagian pemotongan,pembuat pola,penjahitan dan perapihan.
“Cie yang habis liburan. “goda teman Calista,yang bernama Rena.
“Gimana tuh liburan bareng ayank. “timpal Ayu. Calista menggeleng geli,satu pabrik sudah tahu hubungan Calista dan Adi.
“Pastinya sangat menyenangkan dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. “cicit Calista memulai pekerjaannya.
Hingga waktu istirahat,mereka menghentikan pekerjaan Calista dan yang lainnya hendak ke kantin saat Adi melintas dan mengajak dirinya keruangannya.
“Sayang kita makan di ruangan,ini aku udah beli. “katanya menunjukkan paper bag berisi logo sebuah restoran,Calista mengangguk mengekor langkah Adi.
“Cie sweet banget sih ayangnya. “goda Ayu dan Rena.
Di Ruangan Adi,”bagaimana rasanya apa ini enak?” Adi menyuapkan makanan yang dibelinya
“Hem enak banget mas kamu kok pinter sih pilih restoran. “puji Calista mengelus dada Adi dan memilin putingnya dari balik seragam.
“Hey jangan bangunkan dia,nanti kamu kewalahan. “seloroh Adi membuat Calista mengulum senyum.
“Ayo makan dulu nanti kita olah raga sebentar. “Adi mengerling manja.
Hingga makanan mereka habis dan berpindah ke perut,Adi melirik jam dinding masih ada 20 menit tersisa,”sayang masih ada dua puluh menit aku mau mengunjungimu. “katanya mengelus paha mulus Calista.
“Kunci dulu pintu dan tutup jendelanya sayang. “ucap Calista sambil melepaskan cd dan mulai membuka kancing seragamnya.
Adi sudah kembali setelah menutup jendela dan mengunci pintu ruangannya,dia menurunkan celananya hingga paha,mengeluarkan kejantanannya yang sudah menjulang,hanya dengan melihat payudara Calista yang dikeluarkan dari wadahnya.
“Ahh sayang ini sungguh sangat besar,aku suka sekali. “Adi langsung meremas kecil, melahap buah dada besar tersebut,hingga Calista mendesah..
“Ahh ugh mas enak, uhh terus iya sesap lebih kencang ughh. “desahnya menggelitik indra pendengaran Adi
“Terus sayang desahanmu sangat indah.”kata Adi asyik menyusu.
Mereka selalu ingin berhubungan saat dekat. Calista terus menggigit bibir bawahnya supaya desahannya tidak keluar,dia membusungkan dadanya karena sensasi nikmat lidah dan bibir Adi dipucuknya.
Setelah puas menyusu Adi memposisikan dirinya duduk sementara Calista menaikan roknya cd sudah terlepas dengan posisi duduk dan saling berhadapan..
Blessss jleb. Kejantanan Adi melesak menembus dinding rahim Calista.
“Arghhh ini enak sekali sayang ughh. “erang Adi menekan bokong Calista supaya rudalnya terbenam sempurna. Calista merem melek, dan mulai bergoyang diatas kejantanan Adi.
Adi menghentakkan pinggulnya menusuk liang surgawi Calista. Hingga waktu dua puluh menit, dimanfaatkan dengan sangat baik oleh keduanya. Di Menit terakhir tempo sodokan Adi di liang Calista semakin cepat dan liar.
Plok plok jleb jleb slep slep bunyi dua alat kelamin yang saling bergesekan. Hingga Calista berteriak “Arghhh sayang ahh aku mau keluar!!” Adi justru semakin menekan rudalnya didalam liang Calista dan seketika….
“Ahhhh croot croot croot. “cairan kentalnya kembali meluncur pada kewanitaan Calista, namun tidak ada yang menetes sebab rudalnya menyumpal lubang intinya,hingga tidak ada celah sedikitpun..
“Hah hah huh. “nafas keduanya terengah,perjalanan dua puluh menit ternyata melelahkan ini… Namun keduanya selalu membuat satu sama lain puas.
Di pabrik semua sudah berdatangan, begitu juga dengan Calista wanita cantik itu sudah sangat bersemangat, tentu saja karena akan bertemu Adi.
“Hay ,seger bener nih. “goda Ayu.
“Ah kamu bisa saja. “dia tersipu mereka melangkah menuju keruangan.
“Eh kamu tahu tidak pak CEO kita ganteng dan muda keren abis pokoknya. “celetuk Ayu.
“Hem ,,iyakah?” angguk Calista. Dalam hati Calista sangat penasaran ingin tahu seperti apa… Hingga bel tanda mulai bekerja diperdengarkan…
“Semangat guys. ” ucap Calista kepada teman-temannya.
Mereka mengangkat tangan membentuk kode semangat…lalu fokus pada meja masing-masing. Saking fokusnya mereka bahkan tidak sadar saat Rayhan mendatangi ruangan tersebut.
“Selamat bekerja semuanya. ” ucap Rayhan ramah semua mendongak tak terkecuali Calista.
Set.
Keesokan paginya…
Seorang pria tampan sedang berjalan tergesa, langkahnya pasti. Dari arah pintu masuk Calista juga sedang terburu-buru wanita itu bangun kesiangan. Sambil menggerutu dia pun berlari tak melihat arah…
Hingga akhirnya..
Brakk, “aduh. ” ringisnya memegangi bahunya. Rayhan pun ikut meringis pasalnya dia yang ditabrak dari belakang.
“Kenapa ditengah jalan sih. ” gerutu Calista mengelus lembut bahunya.
“Maaf. “Calista mendongak dan….
“Astaga pak Rayhan!! maaf pak maaf saya nggak sengaja. ” sesalnya sudah lancang. Rayhan hanya tersenyum,” saya nggak papa kamu mana yang sakit?” tanyanya khawatir. Calista jadi kikuk sehingga tidak mampu bersuara.
“Heh kenapa diam saja apa ada yang sakit?” lembut suara Rayhan menghipnotis kesadaran Calista.
“Em, ti-tidak pak ti-tidak ada. ” sedikit terbata Calista menggaruk belakang kepalanya. Mereka sudah berkenalan kemarin Calista adalah pegawai tercantik sehingga Rayhan sudah menandainya…
“Pak saya duluan ya, sebentar lagi masuk. “pamit Calista, Rayhan mengangguk.
Setengah berlari Calista menuju ke ruang kerjanya Rayhan menatapnya dengan penuh kekaguman…. Body Goal justru terbilang Sexy dan semok….
“Cantik. “gumam Rayhan tersenyum sendiri.
Sesampainya di ruangan mesin.
“Hah huh hah. “Calista menghirup dan mengeluarkan nafasnya dengan kasar.
“Kenapa lo War. “tegur Ayu.
“Mepet, makanya lari eh jangan panggil Cal dong aku kan bukan Anwar. ” wanita itu mengerucutkan bibirnya membuat Ayu terkekeh.
“Sorry habisnya namamu Calista jadi aku panggil Cal, atau Ta?” katanya menggoda, “Ishh ya Calista lah. ” bibirnya sampai menjuntai melepas tasnya dan mulai memegang alat kerja.
Berbeda dengan Calista yang fokus bekerja Rayhan justru senyum-senyum sendiri pria itu mengingat momen yang baru saja terjadi…
“Calista, oh kamu cantik sekali. “gumamnya…
Pikirannya berkelana dia jadi membayangkan bagaimana jika dirinya dan Calista memiliki hubungan tanpa dia tahu Calista sudah memiliki kekasih…
“Aku harus gerak cepat aku sangat yakin wanita secantik Calista pasti banyak yang suka. ” katanya memikirkan sesuatu.
Hingga waktu istirahat datang.
Bip.
Sebuah notif pesan masuk ke ponsel Calista.
(Sayang ke ruanganku dong,aku h*rney nih) tulis Adi dalam pesannya.
Calista tersenyum dia juga rindu dengan rudal Adi.
(Aku datang, pastikan dia sudah menjelang dan siap menghunusku) balasnya dengan sangat frontal.
Berjalan tergesa, Calista menuju ruangan Adi. Namun saat hampir sampai di belokkan dirinya dibuat mematung karena Rayhan berdiri di hadapannya dengan senyuman yang begitu manis.
“Loh Calista,mau kemana bukankah ini waktunya istirahat?”Rayhan bertanya, membuat Calista kikuk…
“Em, itu pak mau ke ruangannya pak Adi, katanya beliau mau titip beli makan siang. “bohongnya sambil menunduk, Rayhan menyipitkan mata dia mulai tidak suka.
“Jangan biasakan seperti itu biar dia beli sendiri,sekarang kamu ikut saya ke kantin.”titahnya langsung menarik tangan lentik wanita itu.
“Loh pak, ini apa aduh nanti karyawan lain salah paham. “tutur Calista risih dan tidak enak, Adi pasti sudah menunggunya.
“Tidak akan.”suara tegas Rayhan membuat Calista pasrah, ternyata mereka tidak ke kantin melainkan menuju parkiran…
“Aduh pak ini mau kemana?”tanya wanita itu gusar?,”ke suatu tempat. “sahutnya santai.
“Pakai sabuk pengamannya. “ucap Rayhan, Calista hanya mengangguk.Sejujurnya hatinya bahagia sang bos mau berdekatan dengannya…
Sementara itu Adi justru sedang merasa tersiksa di ruangannya,pria itu sedang sangat ingin bercinta tetapi Calista tak kunjung datang, pintu ruangannya sengaja tidak di kunci karena dia ingin saat Calista datang bis langsung masuk, Adi sudah melepaskan celananya, dia duduk di sofa sambil memegangi terongnya yang sudah menjulang tinggi.
“Ahh Calista uhh cepatlah datang. “desahnya sambil terus mengurut Mister P -nya,tepat disaat dia memejamkan matanya..
Ceklek.
Pria itu membuka mata, dan betapa terkejutnya saat ada wanita yang masuk ke ruangannya..
“Kita mau apa disini pak?”tanya Calista.
“Menurut kamu mau apa?” Rayhan bertanya balik,membuat Calista mencebik,”ish pasti ya makan lah namanya juga restoran.”gerutu Calista.
“Itu kamu tahu. “astaga rasanya Calista kesal sekali..
Meja dengan dua kursi menyambut mereka,ternyata Rayhan sudah reservasi ini restoran langganannya.
“Duduklah. “hemm” sahut Calista cuek.
Wanita itu memindai sekitar,mewah sekali restonya batin wanita itu. Pelayan datang mencatat pesanan Rayhan, Calista pun pasrah dengan apa yang Rayhan pesankan untuknya… Calista dan Rayhan terlihat makan siang bersama.
Sedari tadi Rayhan terus mencuri pandang kepada Calista,pria itu sungguh terpesona dengan kecantikan wanita itu..
“Calista kamu sudah berapa lama kerja di pabrik ini?”tanyanya basa-basi. Rayhan membuka obrolan di sela-sela aktivitas mengunyahnya.
“Sudah dua bulan. “sahut wanita cantik itu datar. Sejak tadi Calista merasa kikuk, berada sedekat ini dengan Rayhan yang notabene seorang CEO. Rayhan mendengarkan sambil terus menyuapkan makanannya,pura-pura tidak terjadi apa-apa..
“Pak,saya nggak enak sama yang lain,bagaimana jika ada yang melihat dan mengira kita ada something.”gusar Calista.
“Jangan takut,tida ada yang berani. “tukas Rayhan fokus pada piringnya, Calista hanya mengangguk kecil.
Yang ada dipikirannya adalah Adi,bagaimana mungkin dia mengabaikan pria itu, duh mana tidak mengabarinya..
Calista memikirkan Adi,sedangkan yang dipikirkan dia justru sedang asyik bersama karyawati lain di ruangannya.. “Ahh shhh ughh kamu memang hebat hah hah. “racau Adi saat terongnya dilumat habis oleh mulut Silvy.
“Aku suka permainanmu,baru tahu kamu ternyata sudah lama menyukaiku.”desah Adi mengangkat bokongnya. Tangannya mendorong kepala Silvy, hingga terongnya masuk sampai ke tenggorokan.
Silvy terus memberikan kenikmatan pada junior Adi,dia ingin pria itu meliriknya dan juga mau menjadikannya wanita pemuas. Tidak peduli Adi sudah memiliki Calista sebagai kekasih,Silvy sudah memendam rasa sukanya dalam diam.
“Buka bajumu aku ingin melihatmu polos. “Pinta Adi dengan suara serak,dia merindukan tubuh molek Calista. Silvy mengangguk dia membuka seluruh kancing kemejanya,dan roknya dia naikkan hingga ke perut. Adi paham,apa yang harus dilakukannya,dia meraih bokong sintal Silvy dan meremasnya.
“Rupanya kamu sangat mulus dan sexy sayang.”bual Adi dengan mata berkabut.
Silvy naik keatas pangkuan Adi mengarahkan benda tumpul Adi di liangnya, sambil membusungkan dadanya,sehingga payudara montoknya tepat berada didepan wajah Adi.
Hap..
“Ahhh ughh ouhhh. “desah Silvy,saat payudaranya di lahap oleh Adi.
“Enak sekali uhh ohh. “erangnya manja,sambil bergelinjang. Hingga dalam satu kali hentakkan… Slup jlebbb “Arghh ahh ahh. “saat dua alat kelamin saling bertaut..
“Ohh Adi arghhh emphhh. “erang Silvy saat payudaranya diemut dengan brutal,dan kewanitaannya ditusuk – tusuk dengan kejantanan Adi.
“Ternyata kamu sangat nikmat Silvy. “pekik Adi mempercepat tusukannya.
Dia sudah sangat bergairah karena menunggu Calista.Silvy terus serambi lempitik menahan tubuh Adi yang terus menggempurnya dengan posisi duduk.
Adi memejamkan mata karena merasakan terongnya tembus hingga rahim Silvy,gelayar nikmat di tubuhnya mulai menguasai darahnya.
“Emphh ahh ahh uhh. “desah Silvy manja,menggigit bibir bawah supaya desahannya tidak keluar.Sambil terus menggeliat dan membusungkan dada.
“Cepat ahh ahh lebih dalam ughh. “Silvy mulai merasakan tubuhnya bergerak naik turun dengan sangat cepat karena mendapat tusukkan bertubi-tubi dari batang Adi.
Nafas Silvy mulai tersengal-sengal,kakinya terus diangkat tinggi di atas sofa. “ahh ahh ughh ouhh terus uhhh. “desahnya terus berpegangan pada lengan kokoh Adi, yang memompanya lebih cepat.
“Aku sudah tidak tahan arghhh. “lenguhan Adi terdengar sexy dengan semburan cairan kentalnya,crooot croot croot. Adi berhasil mencapai pelepasan pria itu mendekap erat tubuh molek Silvy sambil mengatur nafas.
“Terimakasih sayang,meskipun ini pertama kalinya kita berhubungan tetapi aku sangat puas kamu begitu menggairahkan.”puji Adi mencium kening Silvy. Tentu saja wanita itu sangat senang,dia pikir Adi sudah menginginkannya.
Adi beranjak dari sofa dan menuju kamar mandi di ruangannya,Silvy pun merapikan penampilannya setelah membersihkan area kewanitaannya,ada sedikit sperm4 Adi yang tercecer di area intimnya.
Setelah beberapa saat,Adi sudah dengan penampilannya Silvy Pun begitu.
“Kemarilah,”ucap Adi melambaikan tangan dia akan makan berdua dengan Silvy ternyata Calista makan diluar,dia baru saja mengirim pesan.
“Kita makan berdua masih ada 5 menit tersisa, jujur kamu luar biasa.. “puji Adi meremas payudara Silvy lalu menghisapnya sebentar sebelum mulai menyuapkan makanannya.
“Ahh ahh. “desah Silvy manja, payudaranya masih kencang dan besar tetapi tidak sebesar milik Calista.
“Kamu nakal mass. “imbuhnya dengan desahan kecil,tetapi tetap membusungkan dadanya karena Adi justru semakin menyedot habis payudaranya.
“Sudah emm mas ahh ahh. “Silvy menarik keluar putingnya dari mulut Adi,mereka harus secepatnya makan jika tidak waktu istirahat akan habis.
“Kapan-kapan lagi ya?”pinta Adi memohon.”tentu saja kapanpun kamu mau bisa menghubungiku. “sahutnya manja.
“Baiklah aku suka susumu manis nanti malam kamu kerumahku ya,aku mau yang seperti barusan. “Adi tersenyum sambil meremas payudara Silvy,yang belum dimasukkan ke wadahnya.
Silvy membenahi pakaiannya dan mengenakan br4 dengan benar,”iya nanti malam datanglah kamu bisa menikmati ini sepuasnya karena aku juga sangat menyukai terongmu yang besar dan perkasa. ”
Silvy sudah membenarkan posisi payudaranya,dan kini duduk dipangkuan Adi sambil di suapi makan, kadang dengan bibir kadang dengan tangan sungguh romantisme yang tanpa ba bi bu..
Adi menarik Silvy kedalam pelukannya,dia jadi kecanduan tubuh molek Silvy dan juga payudara nya,terbukti sejak tadi terus diremas-remas..
“Kenyal sekali,dan montok pas di mulutku. “Adi menaik turunkan alisnya.
Melumat bibir sexy Silvy dan juga ke leher jenjangnya.. Lalu mereka kembali fokus pada makan siangnya, sambil sesekali berciuman, Adi sepertinya sudah melupakan Calista karena Silvy.
Bersambung… Sementara itu… Dengan berlari kecil,Calista menuju ke ruangannya,Rayhan menurunkannya di depan loby supaya tidak terjadi kesalahpahaman..
Rayhan tertawa melihat betapa Calista kikuk di dekatnya,pria itu tahu tetapi entah kenapa daya pikat Calista sangat besar .. Membuatnya ingin terus dekat dengan wanita itu.
Bagi Rayhan dia sudah terpikat dengan kecantikan Calista pada saat pertemuan pertama,dia ingin memiliki Calista.
Melihat pesona seorang Rayhan tentu saja para perempuan akan berebut untuk bisa mendapatkannya,tetapi Calista justru cuek dan biasa saja,itu membuat Rayhan penasaran. Beruntung bel masuk belum bunyi,Calista datang tepat waktu.
“Hah huh. “wanita itu mengatur nafasnya dia berlarian sehingga ngos-ngosan.
“Dari mana lo?”tegur Ayu menatap heran.
“Dikejar guguk gue. “sahut Calista skenanya, tak berselang lama Rayhan lewat tentu saj dia mendengar ucapan Calista. Dalam hati terkekeh,dia disamakan dengan guguk.
Setelah Rayhan berlalu.
“Sialan lo ditanya beneran malah bercanda. “goda Ayu jahil.
Calista mengerucutkan bibirnya. Dan mulai mengerjakan pekerjaannya,dia bahkan tidak melirik ponselnya.
Adi sudah mulai bekerja,Silvy juga sudah kembali ke ruangannya penampilannya sudah rapi, tetapi bajunya kusut membuat teman satu ruangannya menatap heran.
“Sil kamu kenapa,kok bajumu kusut habis ngapain?”tanyanya, dia bernama Ine. Ine menatap Silvy dari atas hingga bawah,membuat Silvy risih.
“Kenapa menatapku begitu,bikin risih tauk. “protes wanita itu. Ine akhirnya mengangguk dan duduk kembali di kursinya,Silvy bernafas lega.
Karena tidak ada yang curiga dengan yang baru saja dia lakukan. Adi tersenyum sendiri, dia seperti melupakan Calista tetapi dalam lamunannya dia membandingkan antara Calista dan Silvy.
“Silvy sudah buka segel barusan lontong gue langsung masuk,beda dengan Calista masih sangat sempit apalagi akulah yang pertama. “gumam Adi mengetukkan jarinya di pelipis.
Rayhan terlihat bingung sendiri di dalam ruangannya,tetapi expresi wajahnya tak bisa dibohongi..
“Ah dia cantik dan sexy sungguh ingin memilikinya. “gumamnya menggoyang-goyangkan kursi kebesarannya.
Otaknya sudah dipenuhi dengan Calista. Hingga waktu pulang bekerja tiba..Lagi-lagi keberuntungan berpihak kepada Rayhan.. Calista sedang menunggu ojek di depan halte tidak jauh dari pabrik.
Tin..
Tin..
Rayhan sengaja membunyikan klakson dan membuka kaca mobilnya,wajah tampannya terpampang jelas..dengan kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya..
Sepanjang perjalanan pulang,Calista kembali kikuk dia bingung harus bicara apa.
“Apakah masih jauh?”karena tidak fokus Rayhan justru membawa Calista ke apartemennya.
“Loh pak ini kita mau kemana?”Astaga saya tidak fokus ini apartemen saya. “sesalnya namun karena sudah terlanjur dia pun meminta Calista untuk mampir.
Awalnya ragu,tetapi setelah dibujuk Akhirnya Calista setuju…
“Aku ambilkan minum dulu. “ucap Rayhan, mereka sudah berada di dalam apartemen.
Calista mengangguk jujur dia kagum dengan Rayhan,”ini “dia membuat Calista terjingkat. Hingga akhirnya minuman tersebut tumpah mengenai bajunya…
“Aduh maaf ,,yah baju kamu basah. “paniknya meraih tisu, dan mengelap bagian dada Calista yang basah,,sedetik kemudian Rayhan tersadar..
Deg..
“Ahh maaf. “lirihnya menunduk. Calista pun merah padam, dia malu setengah mati.
Mereka berdua menjadi canggung,Rayhan juga bingung tetapi dengan pakaian basah oleh minuman kaleng Rayhan yakin Calista tidak nyaman.
“Tunggu sebentar. “katanya beranjak.
“Ini pakailah di kamar tamu ada kamar mandi. “Rayhan mengarahkan Calista,dia menyerahkan kemejanya yang kepanjangan di tubuh Calista.
Hingga beberapa saat kemudian.. “Wow. “decak Rayhan dia fokus kepada warna bra Calista yang kontras warnanya… Isinya pun luar biasa besar…
Di Restoran acara makan malam hampir dimulai, tetapi sebelumnya Rayhan akan memberikan apresiasi kepada petinggi pabrik yang sangat kompeten. Sebuah kenaikan jabatan, tentu saja semua nampak senang dengan jantung berdebar-debar.
“Duh kira-kira gue dimainin nggak ya?” gumam Ayu pesimis.
“Hey optimis dong, Pak Rayhan memberikan apresiasi untuk semua bukan hanya petingginya.” terang Calista. Ayu mengangguk dengan senyum tengilnya, membuat Calista geli dan tepuk jidat.
“Neng , sepertinya Lo yang bakal naik jabatan deh, feeling gue sih.” celetuknya santai.
“Amin deh, biar Lo seneng.” tukas Calista kembali fokus pada Rayhan.
“Jadi malam ini, yang akan naik jabatan adalah…Rayhan Pun mengumumkan satu persatu orang yang mendapat jabatan baru, termasuk Adi, Calista ,Ayu Silvi dan lainnya, semua bertepuk tangan dan bangga untuk petinggi ada 10 orang yang disebutkan tadi.
Sementara karyawan yang biasa, mereka menggantikan jabatan 10 orang itu sebelumnya. Semua bahagia karena berganti jabatan. Hingga akhirnya suara riuh tepuk tangan menggema di ruangan tersebut. Semua orang sedang merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
“Terima kasih banyak Pak Rayhan, panutan kami pokoknya!!” teriak salah satu petinggi.
Pria itu hanya tersenyum simpul, dia menatap Adi yang terus melihat kearah Calista dengan tatapan memuja. Rayhan memperhatikan pria itu.
Sedari tadi fokus Adi kepada Calista, Silvy juga memperhatikan itu dia tahu fokus Adi, sedikit kecewa sebenarnya tetapi dia adalah yang kedua, jauh sebelum kedatangannya pria yang menjadi selingkuhannya itu adalah kekasih dari Calista.
Bukan hanya kaum Adam, dia yang wanita saja sangat kagum dengan pesona kecantikan Calista. Anggun, Elegan dan sexy asetnya menonjol atas dan bawah.
Para perempuan merasa iri, mereka memandang kepada diri mereka sendiri dan menjadi insecure, selain menang di fisik Calista juga ternyata sangat cerdas.
“Mari semua nikmati hidangannya, kalian juga boleh membungkusnya untuk dibawa pulang.” titah Rayhan mempersilahkan semuanya. Dengan raut kebahagiaan, mereka mulai menyantap hidangan yang tersedia.
“Wah ini enak sekali, memang Pak Rayhan seleranya tinggi.” ucap para karyawan, banyak yang mengangguk setuju.
“Selamat ya Yu sudah naik jabatan, cie.” goda Calista membuat Ayu merona.
“Lo juga selamat ya Neng, kita selalu satu Divisi meski jabatan Lo atasan gue hehehe.” seloroh Ayu sambil cengengesan.
“Selamat ya Calista, kamu memang pantas naik jabatan pemikiran kamu cerdas banyak ide darimu berkembang.” ucap Silvy tulus, Calista menghentikan tawanya dis menatap kearah wanita cantik tersebut.
Dengan senyum terpaksa, janda cantik itu mengangguk dan berucap”Terima kasih, Mbak Silvi juga hebat selamat juga atasan jabatan barunya.” katanya santai.
Lalu menyuap makanan ke mulutnya, Ayu melirik sinis entah mengapa melihat wajah sok Silvy membuat gadis itu muak.
Calista melirik Ayu dengan ekor matanya, wanita itu mengusap paha Ayu dari bawah meja. Ayu melirik sahabatnya, lalu merotasikan matanya.. Calista yang paham hanya mengedikkan bahu. Diantara obrolan mereka yang canggung, Adi dan Rayhan terus mengamati tiga wanita tersebut.
“Keknya dari tadi Adi ngelirik Lo mulu deh, padahal kan pelacurnya di depan Lo.” bisik Ayu ditelinga Calista.
Yang dibisikki menatap sekilas, tahu sedang diperhatikan. Setelah semua pulang tersisa Adi yang memang semobil dengan Silvi, wanita itu murung sejak tadi diam. Adi menjadi heran sendiri…
“Sayang, kenapa diam saja hem, apa kamu merasa nggak nyaman?” tanyanya menggenggam jemari Silvi dan mengecupnya, tangan satunya fokus dengan istri bundar.
Silvy menarik nafas panjang, dia menghembuskannya perlahan. Di satu sisi bangga bisa menjadi wanitanya Adi, di sisi lain statusnya adalah istri dari Boy dan sedang mengandung benihnya, tetapi dia mengatakan kebohongan demi untuk menjerat Adi, andai pria itu tahu apa yang akan terjadi padanya, sungguh hatinya sedang berperang sekarang..
Sayang, katakan kenapa murung?” imbuh Adi masih menggenggam jemari lentik Silvy.
“Aku cemburu, melihatmu menatap Calista dengan begitunya, aku iri melihat dia begitu anggun dan elegan, satu yang bikin aku insecure fisiknya sangat sempurna.” akunya jujur dengan suara berat.
Adi tertegun, sedari tadi dia memang fokus kepada Calista, jadi Silvy melihat itu semua, astaga rasanya dia sangat bersalah sekarang..
“Maaf Sayang, bukan bermaksud memperhatikannya, kamu juga ada di depannya aku memperhatikanmu, dan secara otomatis seperti sedang menatap dia.” terang Adi sedikit berkilah. Silvy menyipitkan mata, wanita itu memicing kearah Adi, membuat Adi bergidik sambil membuang pandangan.
“Aku sedang mengandung anakmu, tetapi kamu justru memperhatikan mantan kekasihmu, aku kecewa Sayang!!” pecah sudah kekesalan Silvi ,hormon kehamilannya membuat dia begitu sensitif.
“Maafkan aku sayang, sungguh aku nggak sengaja menatapnya plis jangan marah, Aku hanya mencintaimu.” pintanya dengan penuh permohonan. Silvy mana tahan, jika sudah mendengar rayuan gombal Adi, hatinya meleleh seperti es.
Adi yang gemas, menepikan mobilnya di bahu jalan, lalu lintas sudah lenggang dia langsung memiringkan badannya dan…
Cup.
Kecupan bertubi mendarat di bibir wanita itu yang cemberut, lambat laun menjadi panas dan liar. Tangan Adi menyusup di balik dres Silvy yang berbelahan dada rendah.
“Ahhh ahh empphh.” desis Silvy manja, Adi semakin bergairah meski bibirnya saling bertautan, tetapi tangannya bergerilya.
“Sayang Ahh ahh aku nggak tahan, kamu sedari tadi begitu sexy.” bisik Adi sensual, Silvy mengangguk dia juga sudah ingin dimasuki.
“Cepatlah pulang, kita ke rumahmu yang lebih dekat.” ucap Silvy membusungkan dadanya.
Adi mengangguk, pria yang sedang horny itu kembali melajukan mobilnya, mereka menuju ke rumah Selvi dan akan bercinta sepanjang malam.
Setelah beberapa saat, mobil terparkir cantik di garasi. Tanpa menunggu lagi, Adi langsung memepet tubuh Silvi ke arah tembok, setelah pintu tertutup dan dikunci pastinya.
“Ahh ahh, sabar sayang pelan-pelan.” Silvy merasakan brutalnya ciuman Adi, bibirnya sampai bengkak.
Adi langsung melucuti pakaian Silvy, dia mengeluarkan dua gundukannya dari dalam bra, mulutnya sigap melahap benda tersebut dengan dalam, Silvy membusungkan dadanya, Setelah beberapa saat Adi juga melepaskan pakaianya, sementara Silvy hanya mengenakan bra, saja bentuknya sudah tidak jelas, dia kemudian melepasnya dan kini telanjang bulat.
Adi membalikkan tubuh polos Silvy untuk menghadap tembok, bibirnya mulai menciumi leher jenjang wanita itu.Tak lupa juga meninggalkan banyak sekali kissmark disana.
“Ahh ughh ouhh, sayanghh leherku penuh dengan bekas merah seperti macan belang.” keluh Silvy manja.
Tetapi Adi justru semakin liar dan terus menyesapi leher jenjang Silvi, Adi juga meraba-raba seluruh bagian belakang tubuh wanitanya, pria itu menggigit kecil di leher Silvy.
Adi juga meminta Silvy untuk menungging,Karena kondisinya sedang hamil muda Adi takut melukai janinnya, saat menyodok dengan posisi berdiri menghadap ke tembok.
Wanita hamil itu pun menuruti keinginan kekasihnya, dia menungging tangannya berpegangan ke tembok, supaya tidak terjatuh saat Adi mulai menusuk-nusuknya dari belakang.
Hari itu aku baru saja pulang dari tamasya bersama teman – teman. Ku dapati rumah dalam keadaan sepi. Akupun langsung masukdan mencari ibu.
Adik – adikku juga tidak kulihat. Mungkin mereka pergi bermain. Aku menuju kamar ibu yang berada di belakang. Ibu pindah kamar setelah bercerai dengan bapak. Kamarnya terletak sendiri dekat dapur.
“ Aghh..aghh….teruss…pak…iya dorong….” aku mendengar suara ibu dari dalam kamar. Suara seperti orang tengah berhubungan intim.
“ Yess…jangan berhenti..ahh…ahh…” suara racau ibuku dari dalam kamar. Aku mendekati kamar ibu. Dan kulihat pintu kamarnya terbuka sedikit. Membuat celah untuk saya mengintip ke dalam.
Lewat sela – sela pintu kulihat ibu tengah ditindih oleh seorang laki – laki. Kulihat rudal laki – laki itu besar dan menyusup masuk ke dalam vagia ibu.
Kulihat ibu menggeleng – gelengkan kepala merasakan sensasi nikmat dari tusukan rudal laki – laki itu pada lubang serambi lempitnya.
“ Oh..my god…vegi mu enak banget…racau laki – laki itu terus menyetubuhi ibuku.
Dia semakin cepat menggerakkan naik turun pantatnya menindih tubuh ibuku yang berguncang mengimbangi permainan laki – laki itu.
Melihat adegan itu, tiba – tiba ada aliran aneh mengalir di tubuhku. Membuat aku menyentuh susu sebelah kiriku. Ku raba dan kuelus – elus dari luar. Ada rasa enak yang muncul dari remasan tanganku.
Sambil menyaksikan persetubuhan ibu dengan laki – laki itu, aku menjamah serambi lempitku. “Ahh..ahhh…” aku mendesah kecil saat tanganku meraba milikku yang ternyata basah.
“ Ayooo….pak…aghh..aghh…masukkan lebih dalam…ouhh..ahhh…aku keluarr” Ku dengar suara ibu menjerit keras.
Laki – laki itu semakin cepat memompa. Tusukan – tusukan rudal miliknya semakin cepat pula bersarang masuk di lubang serambi lempit ibu.
“ Aghhh….enak…ahh….aku..keluar…” jerit panjang laki – laki itu. Kulihat laki – laki itu mencabut rudalnya dari dalam lubang serambi lempit ibu. Kulihat rudal itu sangat besar dan panjang. membuat aku bergidik.
” Pak, kamu sangat hebat. lubangku tersa berdenyut hebat” puji ibuku yang meraih komtol laki – laki itu.
Digenggamnya, lalu ibu mulai mengocok dengan tangannya. Lidahnya menjulur dan perlahan menjilati kepala botak rudal yang mengkilap.
” Shhh….aahhhh….uuhhh…masukin kedalam mulutmu….ouuhhh” desah laki – laki itu. Dipegangnya kepala ibu lalu mendorong masuk rudalnya bersarang di dalam mulut ibu.
Ibu nampak senang, di menggeleng – gelengkan kepalanya, samil mempermainakn rudal laki – laki itu. Kepalanya maju mundur, pipinya kempang kempis menghisap rudal laki – laki itu.
” Shhh…..mulutmu enak banget….isaaaappppp” jerit laki – laki itu menekan kepala ibu hingga seluruh batang rudal miliknya terbenam seluruhnya di dalam mulut ibu. Nampak ibu seakan kesulitan bernafas. Mungkin karena ukuran rudal laki – laki itu yang begitu besar.
Ibu mengeluarkan rudal dari dalam mulutnya. Dia segera mendorong tubuh laki – laki itu duduk diatas kursi rias. Dengan cepat ibu duduk diatas pangkuan laki – laki itu sebelum dia memasukkan rudal ke dalam serambi lempitnya.
” Akkhhh…….aaaahhh….” ibu menjerit pelan saat rudal laki – laki itu meransek masuk kedalam lubang serambi lempit ibu.
Matanya terpejam seakan merasakan sensasi nikmat dari terobosan rudal yang menyesakki lubang serambi lempitnya.
Setelah rudal laki – laki itu terbenam sepenuhnya, ibu mulai bergoyang naik turung diatas pangkuan laki – laki itu. Sambil bergoyang, ibu menyodorkan susunya untuk diisap.
” Yesss….aooouh….ahh…..rudalmu enak….iseeppp….iya mainin putingku…ahhhh”racau ibu merasakan dua sensasi nikmat pada dirinya. Matanya merem melek merasakan kenikmatan tusukan rudal laki – laki itu dibarengi dengan isapan mulut di susunya secara bergantian.
Ibu bagikan cacing kepanasan terus bergoyang naik turun dipangkuan laki – laki itu yang memegang pinggul ibu dan membantunya bergoyang.
” Shhhhttt…aahhhh….uuuhhh……aku mau keluar…aahhh……..” jerit ibu tanpa berhenti bergoyang. Pantatnya kulihat di putar – putar.
” OOo…..aaaaaoouhhhh……aaaaaaaallhhh…….akuuuuu….tidak tahaan……crootiinnn…crooottinnn serambi lempitku” jerit ibu.
Kulihat laki – laki itu menekan pantat ibu bersamaan dengan mereka berkejat. Nampaknya ibu dan laki – laki itu mencapai orgasmenya bersamaan. Ibu memeluk kepala laki – laki itu, membuat wajah laki – laki itu terbenam diantara kedua susunya.
Kulihat ibu dan laki – laki itu tersenyum puas. Ibu berdiri dan turun dari pangkuan laki – laki itu. Nafasku naik turun, badanku terasa panas dingin melihat adegan persetubuhan ibu dengan laki – laki itu. serambi lempitku terasa berdenyut – denyut. Dan kurasakan basah oleh cairan lengket.
Laki – laki itu tersenyum pada ibuku. lalu mengambil celana panjang dan mengeluarkan dompetnya dari dalam kantong belakang. Ku lihat laki – laki itu memberikan ibu 5 lembar uang seratus ribuan. Akupun dengan cepat meninggalkan tempat aku mengintip. Takut nanti ketahuan oleh ibu dan laki – laki itu.
Aku berlari keluar rumah dan menuju ke rumah Risna yang tidak jauh dari rumahku. Ini kulakukan agar ibu tidak tahu kalau aku sudah memergokinya berhubungan dengan laki – laki itu.Setelah kurasa cukup lama aku pamit pulang.
“ Ibu, aku sudah pulang “ begitu berada di dalam rumah. Kulihat ibu baru selesai mandi.
“ He. Putri kamu sudah pulang nak “ Ibu menyapaku.
“ Bagaimana penelitian kamu ?” tanya ibu padaku. Aku tersenyum dan mendekati ibu. “ Alhamdulillah bu, semuanya lancar “ Aku menyalami ibu dan pamit untuk masuk ke dalam kamarku.
“ Putri..” panggil ibu yang hendak berlalu darinya
“ Ibu mengambil uang seratus ribu dan memberikan padaku. “ Nih buat belanja kebutuhan sekolah kamu, nak “ ibu menyerahkan uang tersebut. Aku tahu asal uang itu. Namun aku pura – pura tidak tahu.
“ Terima kasih ya bu “ mengucapkan terima kasih pada ibu lalu menuju masuk kamarku.
“ Ya, Allah. Aku tak menyangka kalau ibu terpaksa merelakan tubuhnya dinikmati oleh laki – laki hidung belang untuk mendapatkan uang” desahku di dalam hati.
“ Begitu beratkah beban hidup kami. Sampai – sampai ibu menjajakan tubuhnya agar kami tetap dapat bersekolah” terasa sesak dadaku ini.
Bersambung… Lidah saya di kemaluan Tante Nita. Akhirnya Tante mengerang dan berteriak, “Ahh… ahhh… ahhh… ehmmm… saya sampai.. terus Ndyyy… uhh… ahhh… aahhh…”
Saya merasakan ada cairan yang keluar dari kemaluan Tante, maka saya menghisap seluruh cairan tersebut sampai kering dan kemudian saya menelannya.
Karena melihat Tante Nita sedang merasakan sisa-sisa kenikmatannya maka saya bangkit dan mencium bibirnya, sedangkan tangan saya meremas payudaranya.
Lalu Tante Nita membuka matanya dan tersenyum nakal sambil berkata, “Endy, kamu kurang ajar sekali, bahkan dengan mama kawan baikmu pun kamu berani berbuat begitu.” Dengan terkejut saya berkata, “Tapi Tante, saya tidak bermaksud begitu, kan tante yang…” Belum selesai saya berkata Tante Nita memotongnya dan berkata, “Saya tahu kamu tidak bermaksud begitu tapi kamu sudah melakukannya jadi ya nggak apa-apa deh… tante suka dengan permainan kamu.
“ Lain kali kamu harus melakukannya dengan Tante lagi.
“ Kalau tidak.. Tante akan laporkan kamu sama yang lainnya!”
Lalu saya tersenyum dan berkata, “Tante nakal sekali, saya sampai terkejut, tapi Tante jangan khawatir, lain kali saya akan melayani Tante lagi, saya janji Nita.” “Kamu harus ingat janji kamu yah… sekarang kita harus berpakaian kembali, lalu kamu kembali ke teman kamu… kan kamu mau barbeque kan..?” kata Tante Nita kemudian yang sempat membuatku terkejut seperti sadar kembali kalau kami sudah meninggalkan acara pesta. Dengan cepat saya mulai membetulkan pakaian saya dan merapikan rambut saya sambil bertanya kepada Tante Nita, “Tante.., kita sudah pergi berapa lama sih..? Kalo ketahuan gimana, Tante..?” Dengan tenang Tante menjawab, “Kamu jangan khawatir, Tante akan mengaturnya supaya aman.
” Lalu kami pun kembali ke rumah Tante Nita yang baru meskipun dalam hatiku masih ada sedikit keraguan. Sesampainya disana, Tante berkata bahwa kami membongkar seluruh rumah untuk mencari kunci lemarinya sehingga memerlukan waktu setengah jam. Sambil bernafas lega, saya menoleh ke arah Tante Nita dan melihatnya tertawa, sungguh menggoda sekali.
Beginilah awal kisahku dengan Tante Nita yang merupakan mama dari kawan baikku. Di pesta barbeque bersama temanku, saya merasa sangat tidak tenang bahkan terasa ada yang ingin dikeluarkan.
Akhirnya saya pun melakukan masturbasi di kamar mandi, tentu saja sambil mengkhayalkan Tante Nita. Dalam hati saya tentu saja sangat ingin untuk melakukannya dengan Tante Nita, tetapi yah…
Hari ini sudah lewat 2 minggu sejak kejadian di malam pesta barbeque itu. Saya sendiri sudah tidak sabar dan frekuensi onani saya malah semakin meningkat, bahkan bisa tiga kali dalam satu hari. Tetapi siang harinya, ketika baru pulang dari sekolah, sesampai di rumah dan duduk di kursi sambil melepas sepatu, saya menggerutu, “Aduh, hari ini kok panas sekali…”Tetapi tiba-tiba saya mendengar pembantu saya berteriak, “Mas Endy ada telepon tuh..!”
Lalu sambil malas-malasan saya bangkit dan mengambil telepon sambil menjawab, “Halo..?” “Ini Endy yah..?” tanya orang lawan bicara saya.
Saya jawab, “Iya, disana siapa yah..?”
“Kamu udah lupa yah ama saya..?” dengan logat memancing.
Karena merasa dipermainkan, saya mulai emosi dan menjawab, “Disana siapa sih kalo nggak mo bilang lagi saya tutup teleponnya nih..!”
“Kok marah sih..? Nanti tante laporkan kamu lho dan nggak tante kasih kamu kenikmatan lagi.” kata lawan bicara saya lagi.
Mendengar kata-katanya yang terakhir tadi, saya jadi teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu dan saya langsung menjawab lagi, “Oh, ini Tante Nita yah..?
“ Sori Tante gua lagi nggak mood nih… Tante sih main-main aja…”
Lalu Tante Nita berkata “Nggak mood yah..? Jadi sama Tante juga nggak mood dong..? Tadinya Tante mo ajak kamu ke rumah Tante nih, abisnya lagi sepi nih tapi nggak jadi deh..” Dengan cepat saya memotong, “Bentar dulu Tante, kalo
Tante sih gua jadi mood lagi nih, emang teman saya (maksudnya anak Tante Nita yang menjadi teman baik saya) nggak ada di rumah yah..?” “Kamu tenang aja deh… pokoknya dari sekarang (saat itu jam 12:30) sampai nanti sore jam 5 kita aman deh jadi datang nggak..?” tanya Tante Nita. Tentu saja saya menjawab, “Jadi dong Tante.. bentar lagi saya kesana Tante, Tante tunggu yah..!”
Setelah itu, saya segera menutup teleponnya seperti tidak ingin menyia-nyiakan waktu.
Kemudian saya segera berlari ke kamar dan ganti baju, terus segera keluar rumah menuju rumah Tante Nita, karena dari rumahku ke rumah Tante Nita memerlukan waktu sekitar 15 menit jalan kaki.
Karena ingin cepat tiba disana, maka saya naik angkot (angkutan umum perkotaan) saja. Sesampainya di rumah Tante Nita, saya segera memutar ke belakang karena lewat pintu samping rumah Tante Nita lebih aman dan sepi. Kemudian dengan perlahan saya mengetuk pintu dan terdengar Tante Nita menjawab, “Iya, bentar…” lalu Tante Nita membuka pintu dan mempersilahkan saya masuk.
Di depan saya, Tante Nita berpakaian kaos oblong dan celana pendek putih. Berpenampilan seperti itu tentu saja sama dengan menampakkan BH dan CD-nya yang berwarna hitam secara sengaja kepada saya.
Dalam pikiran saya mungkin Tante Nita sengaja membuat saya terangsang, tetapi saya berusaha tetap tenang, yah.. stay cool deh pokoknya.
Setelah itu, Tante Nita menyuruh saya mengikutinya dan saya pun berjalan. Tetapi begitu melihat pinggulnya yang bergoyang, saya tidak tahan lagi, segera saya menarik Tante Nita dan menciumnya.
Tante Nita pun segera membalas ciumanku dan tangan saya segera bergerak untuk membuka bajunya. Bersamaan dengan itu, Tante Nita berkata, “Jangan di sini dong sayang..!” “Dimana Tante..?” tanya saya.
“Di kamar Tante aja…” kata Tante Nita.
Lalu saya pun segera menarik tangan Tante Nita dan berkata, “Jadi, tunggu apa lagi Tante..?” Setelah sampai di kamar Tante Nita, saya segera merebahkannya.
Di mata saya, Tante Nita tampak sangat anggun dan menggairahkan.
Dengan tidak membuang waktu lagi, saya segera menciumnya dan ciuman saya dibalas Tante Nita dengan hangat.
Sementara itu tangan saya segera bergerak aktif untuk meremas buah dada Tante Nita. Tiba-tiba Tante Nita mendorongku dan dengan terkejut saya bangkit, tetapi kemudian Tante Nita segera menarikku dan naik di atas tubuhku sehingga posisi saya sekarang adalah Tante Nita di atas tubuh saya.
Saya segera membuka baju Tante Nita sehingga tampaklah buah dadanya yang masih dibungkus oleh BH hitamnya.
Saat itu Tante Nita menunduk sehingga sekarang buah dadanya tampak di depan mataku dengan sangat jelas. Untuk menghemat waktu dan karena memang saya juga sudah sangat terangsang, maka saya segera melumat payudara Tante Nita dan melepas BH hitamnya. “Aduh enak sekali, ahhh… uh… sttt…” desahnya yang menandakan Tante Nita sudah terangsang.
Karena sudah terangsang maka Tante Nita segera melepas baju dan celana saya, sehingga saya hanya tinggal memakai CD saja. Kemudian saya berguling ke samping sehingga posisi saya sekarang di atas Tante Nita, lalu saya segera merangkak turun dan melepas celananya sehingga tampaklah pemandangan di depan wajah saya sebuah surga kenikmatan yang masih terbungkus oleh kain hitam.
Tanpa menunggu aba-aba darinya, saya langsung melepaskan CD-nya Tante Nita dan tampaklah kemaluan Tante Nita yang terawat dengan rapi. Sungguh sangat indah dan berbeda dengan yang pertama kali saya lihat dulu. Dengan perlahan saya menjilati permukaan serambi lempitnya dan Tante Nita pun segera mengerang. “Aduh, nikmat sekali… sungguh… geli tapi… ahhh… uhhh… terus Endy…”
Segera saya menaikkan permainan saya sehingga tidak lama kemudian Tante Nita pun menjerit, “Aduh saya sampai Ndyyy… segera keluar… ahhh…” Lalu saya segera menghisap bijian di kemaluan Tante Nita sehingga saat cairan kemaluan Tante Nita keluar, segera saya hisap habis dan menelannya. Dalam sisa kenikmatannya, Tante Nita berkata, “Endy… biarkan Tante Nita istirahat yah..?
Nanti Tante Nita baru melanjutkannya kembali.” Saya segera menjawab, “Iya Tante…” Setelah beristirahat 15 menit, Tante Nita mulai bangkit dan segera melepas CD saya. Tampaklah kemaluan saya yang masih dalam posisi setengah tiang. Tante Nita segera memasukkannya ke dalam mulutnya dan menjilatinya.
Di dalam mulut Tante Nita, kemaluanku segera mengeras hingga dalam posisi yang siap tempur. Tante Nita sungguh sangat berpengalaman dalam menjilati kejantanan pria yang dengan cara menghisap dan kadang-kadang menggigitnya dengan perlahan. Hal ini membuatku sangat terangsang. Karena sudah tidak tahan lagi, maka saya segera menarik tubuh Tante Nita ke atas dan dan membalikkannya.
“Tante Nita, saya sudah tidak tahan lagi, sekarang saya masukkan yah Tante..?” tanya saya yang sudah merasa sangat terangsang.
Tante Nita menjawab, “Terserah kamu Ndyy.., tapi hati-hati yah soalnya punya tante udah lama nih nggak digunakan..”
Dengan pelan dan hati-hati saya mengarahkan kepala kemaluan saya ke dalam lubang kemaluan Tante. Kepala kemaluan saya mulai menyentuh bibir kemaluan Tante Nita, lalu saya menekannya sehingga kepala kemaluan saya sudah terbenam ke dalamnya.
Tante Nita segera menjerit, “Aduh… sakit sekali… pelan-pelan Ndy…”
Tetapi saya sudah tidak peduli lagi, saya segera melanjutkan aksi saya dengan menekan kemaluaan saya lebih dalam lagi dan kepala kemaluan saya juga mulai terasa perih karena ini adalah pertama kali saya melakukan hubungan intim. Saya tetap menekan batang kemaluan saya sehingga tidak lama kemudian, seluruh kemaluan saya sudah terbenam dalam kemaluan Tante Nita.
Tante Nita lalu mengerang, “Aduh sakit sekali… biarkan tetap di dalam Endy, aduh… ahhh… ehmmm… uh…” Setelah terdiam hampir 5 menit, saya segera menggoyang pinggul saya dengan naik turun secara berirama dan Tante Nita pun mengimbanginya dengan goyangan pinggulnya yang membuat saya merasa sangat keenakan.
Tante Nita tiba-tiba mengejang secara tidak jelas, “Aduh… sakit sekali, tapi enak sekali, terus Endy…” Saya sudah tidak memperdulikan Tante Nita dan hanya terus memacu kemaluan saya untuk mencapai kenikmatan.
Tidak lama kemudian, setelah 8 menit, saya mendengar Tante Nita menjerit kembali, “Aduh… saya sampai Ndyyy… akan segera keluar nih…”
Saya menjawabnya, “Sebentar lagi Nita, sebentar lagi… saya juga hampir sampai nih…” Tidak lama, Tante Nita tiba-tiba mengejang dan saya merasakan ada cairan hangat di dalam kemaluan Tante Nita dan Tante Nita mengerang lagi, “Aduh… ahhh… aku sampai Endy… nikmat sekali…” Tidak sampai disitu, selang beberapa detik, saya merasa juga ada yang mendesak keluar dari kemaluan saya dan akan segera meledak.
Rupanya saya juga telah mencapai kenikmatan dunia dan saya menjerit, “Saya sampai Tante eh… ahhh… nikmat sekali” Lalu saya segera jatuh dan berbaring di samping tubuh Tante Nita sambil merasakan sisa kenikmatan yang telah kami capai berdua. Setelah beristirahat, kami melakukannya lagi 3 kali dalam tempo yang cepat. Tante Nita dan saya sama-sama mencapai puncak kenikmatan 3 kali.
Setelah mandi dan pikiran kami sudah tidak terpengaruh nafsu lagi, Tante Nita berkata padaku, “Tante Nita minta maaf Endy… tadi Tante Nita telah merenggut keperjakaan kamu… sungguh, Tante Nita minta maaf..” Tetapi saya segera berkata, “Tidak apa-apa Tante, saya rela kok menyerahkannya pada Tante, sungguh saya sangat menyukai permainan tadi. Tapi Tante Nita harus janji kalau Tante Nita lain kali harus memberikan kenikmatan yang sama lagi kepadaku..!”
Sambil tersenyum, Tante Nita berkata, “Iya… Tante sangat senang dengan permainan tadi, Tante janji, Tante bersedia melayani kamu lagi, tapi kamu juga harus membuat Tante merasa keenakan seperti tadi..” dan saya mengiyakannya.
Hubungan kami hampir berlangsung selama 2 tahun, tetapi kami melakukannya dengan cara-cara yang tradisional.
Cerita Sex Surga Dunia
Saya maupun Tante Nita tidak menyukai gaya-gaya yang terlalu berani seperti gaya anjing maupun yang lainnya. Hubungan kami sekarang meskipun belum diputuskan berakhir, tetapi kami hampir tidak pernah berjumpa lagi, karena saya sudah melanjutkan kuliah di luar kota yang tentu saja dengan anaknya Tante Nita.
Hubungan saya dengan Tante Nita sampai sekarang tetap menjadi rahasia kecil kami. Jika saya liburan dan pulang ke kampung halaman saya, Tante Nita selalu meminta bagiannya dan saya pun dengan senang hati melayaninya.