
Novel Wanita Penggoda – Teng, tenng, tenngg.. Bel masuk sudah berbunyi. Semua murid di SMA Suwoon berlarian ke kelas mereka. “Ciara. Kamu ikut saya ke kantor”. Ciara yg berlari bersiap ke kelas, terpaksa berbalik arah mengikuti wakil kepala sekolah.
“Ada apa pak?”. Ciara tak nyaman dengan pandangan pak Roan tua bangka ini. Pandangan ingin menerkam nya, bahkan saat bicara matanya tak lepas dari susu kenyal ciara.
Ciara yakin saat berlari tadipun, pak Roan pasti melihat susunya yang bergoyang. “Kamu kenapa memakali rok yang sangat pendek begini?”. Pak Roan mendekat ke arah Ciara sambil membawa rol panjang berbahan kayu.
“Hanya saya potong sedikit pak. Sekitar 2cm. Karena saya beli ukuran besar”. Ciara memang terpaksa membeli rok ukuran lebih besar dari ukurannya karena saat itu ukurannya tak tersedia, tak mau menunggu lama sehingga ia membeli yang lebih besar saja.
“Jangan bohong. Coba sini saya ukur, saya tau berapa ukuran aslinya”. Pak Roan menempelkan rol panjang itu di kaki Ciara. Dia mengukur ujung rok ke dengkul Ciara.
Novel Wanita Penggoda Ngocoks “Saya tidak mungkin salah. Kamu lihat ini, panjangnya lebih pendek dari standarnya”. Namun ada hal yang lebih mengejutkan bagi Ciara, bukan karena ditegur. tapi ujung rol yang tadi ada di ujung roknya kini berada tepat di tengah serambi lempitnya.
“Aahh… Pak”. Ciara mencoba menjauhkan rok pak Roan dari tubuhnya. Namun bukannya menjauhkan, pak Roan justru mulai menekan- nekan dan menggerakkannya.
Setelah puas, pak Roan berdiri menjauhkam rol itu dan ia ganti dengan tangannya. Awalnya tangan itu menyentuh paha kiri Ciara, sambil sedikit demi sedikit dia naikkan ke atas ke pangkal paha Ciara.
“Saya marah tentang rok kamu karena saya peduli. Lihat saja ini, serambi lempit kamu nyaris kelihatan. Saat diam saja bisa kelihatan apalagi saat jalan atau lari”. Pak Roan menjelaskan panjang lebar sambil jempolnya digesekkan ke tengah serambi lempit Ciara.
Merasa tak puas, pak Roan mengganti jempolnya dengan jari tengah, tetap menggesek- gesek sambil menekan itil Ciara.
“Aaaahhh… Aaahhh…..pak…. Aaaahhh….. Geli paa…aakkh”.
“Basah. serambi lempit kamu sepertinya basah Ciara. Biar saya cek”. Sambil memasukkan jari tengahnya di sela celana dalam menuju lubang serambi lempit Ciara, tangan kanannya meremas susu kenyal Ciara.
Jari Pak Roan semakin kencang mencolok serambi lempit basah Ciara. Saat jarinya seperti disedot, pak Roan sengaja mencabut jarinya.
“Sepertinya serambi lempit kamu tidak papa. Kamu bisa kembali ke kelas. Ingat jangan potong lagi rok kamu”. Pak Roan menepuk serambi lempit Ciara dari luar roknya. Saat Ciara berjalan keluar, pak Roan meremas pantat montok Ciara.
Sepanjang belajar sampai jam pulang, Ciara tak bisa fokus. Memikirkan hal tadi ditambah lagi serambi lempitnya yang tak berhenti berkedut membuat Ciara mumet.
Walaupun takut, tak bisa dipungkiri tiara merasa nikmat. Terkhususnya di bagian serambi lempit, bahkan susunya juga nikmat saat diremas- diremas.
“Haaahh, kenapa gak hilang si kedutnya”. Ciara yang sudah dirumah, berbaring sambil meraba bawahnya.
Basah dan geli.
“Udah ah, mending berendam aja. Biar lupa yang tadi”. Ciara segera menanggalkan semua pakaiannya dan berjalan ke dalam kamar mandi.
Segera setelahnya ia segera berendam di air hangat beraroma mawar. Tanpa sadar tangannya menyentuh puting susunya yang tegang.
“Aaahhh…. Aaahhh…. Aaahhh…. Ah enak”.
Semakin menjadi tangan Ciara mulai turun menyentuh serambi lempitnya. Dia mulai menggesek itilnya yang tegang. Ciara hanya meraba bagian luar bibir dan itil saja. Ia takut jika harus memasukkan jarinya. Namun hanya diluar saja tetap membuat Ciara sampai hinga orgasme.
“Aaahhh…. Geli banget. Enaaaaakkkk…. Aaggggghhhhhhh”.
Ciara sudah tak punya tenaga, sehingga ia memilih segera tidur setelah memakai bajunya.
*****
Mungkin karena pengalaman selama mandi kemaren, hari ini Ciara sampai bangun kesiangan.
Saat sampai di sekolah, Ciara sudah dihadang oleh satpam. Pak satpam hendak mengantar Ciara ke ruang BK, namun di tengah jalan dihadang oleh pak Roan.
“Ciara, kamu terlambat ya. Dan lagi apa- apaan rok kamu itu, kenapa semakin pendek?”.
“Tidak pak, rok saya sama seperti kemaren”. Ciara sudah takut karena pak Roan lagi- lagi membicarakan rok. Namun yang tak ia sadari, serambi lempitnya berkedut tak karuan saat pak Roan didepannya.
“Biar saya saja yang menyelesaikannya pak adit”. Kata pak Roan pada pak satpam ganteng itu.
“Baik pak”.
Pak Roan segera membawa Ciara ke kantornya, dengan alasan mendisiplinkan Siswi bandel. Tua bangka itu langsung mengunci kantornya dan berdiri tepat dibelakang Ciara.
Ciara yang takut tak berani bergerak sedikitpun. Terasa aneh di belahan pantatnya, ada benda tumpul yang keras sedang menusuk dan bergerak- gerak.
Pak Roan yang merasa mendapat angin, menghentakkan pinggulnyalebih keras ke pantat Ciara. Aneh tapi enak, Ciara bingung dengan suasananya.
“Karena kamu telat, maka saya akan memberikan pelajaran tambahan padamu seterusnya. Setelah selesai jam terakhir, kamu harus ke kantor saya setiap hari”. Dasar tua bangka mesum, ada saja alasannya.
“Apa pak pelajarannya?”.
“Kamu akan tau hari ini. Dan tenang saja, pelajaran ini akan menambah nilaimu di raport nanti”. Kali ini tangan pak Roan memegang pinnggang Ciara dan perlahan naik sampai di bawah susunya.
Ia mendorong- dorong tangannya keatas, sehingga susu Ciara yang besar jadi bergerak. Dan tak lama ia mulai meremas kedua bukit itu, sangat kenyal dengan puting yang sudah tegang.
Sehingga terlihat dari luar seragamnya, karena bra yang dipakai Ciara berbahan tipis.
“Apa ini, kenapa tegang begini?”. Pak Roan pura- pura polos sambil menekan dan menarik- narik puting Ciara.
“Aahh…. Pak, jangan pak….. Geli banget pak….. Udah pak, saya ahh… nggak tahan……… Aaahhh….ahhhh….aaahhhh”. Ciara tak bisa menyembunyikan rasa nikmat yang melandanya.
Mendapat respon begitu, membuat pak Roan semakin kurang ajar. Kali ini tangannya menjalar kebawah masuk ke balik rok Ciara. Mulai meraba dan mengusap bawah Ciara.
Ia mulai menekan- nekan itil Ciara dari luar celana dalam. Ciara makin kelojotan dibuatnya. Tak lama pak Roan memasukkan tangannya ke celana dalam Ciara.
Tangannya langsung bersentuhan dengan bibir bawah Ciara. Lalu jari- jari besar dan panjang itu membelah bibir bawah itu dan menemukan sesuatu sebesar kacang. Itu adalah itil, ia mulai menggesek dari pelan sampai cepat dan tak lupa ditekan- tekan.
Setelah puas pak Roan mulai mencubit lembut itil Ciara. Tentu hal itu membuat Ciara semakin kenikmatan, sangat nikmat.
“Aaahhhh…..aaahhh….. Enaaaak paaaak, enhhh…nhaaakkkk…… Aaaahhhhh……aaaaahhhh”. Namun mungkin karena takut, Ciara kembali memperoleh kesadarannya.
“Ssuu….sud…aaahhh paaak. Ttoo..tolong hen..ti…khaaaannn….aaaaahhhh”. Namun tubuhnya seperti merinding saking nikmatnya.
“Tidak bisa Ciara. Kita sudah mulai kelas tambahannya, jangan lupa ini menambah nilai kamu”.
Bukannya berhenti, pak Roan semakin menjadi menggesek Ciara. Namun tak lama ia berhenti dan beralih ke susu Ciara. Ia membuka kancing baju Ciara satu- persatu dan melepas baju Ciara. Ia juga melepas rok pendek Ciara, hingga kini hanya tersisa bra dan celana dalamnya.
“Udah pak, saya takut”. Ciara bicara sambil menutupi badannya.
“Tak perlu takut. Saya jamin nilai kamu yang terbagus karena kelas tambahan ini”.
Mungkin karena tergiur nilai atau gesekkan tangan pak Roan sangat memabukkan, Ciara tak lagi protes.
Kemudian pak Roan segera melepas bra dan celana dalam hitam Ciara. Ia mulai meremas dan menjilat ringan puting Ciara. Jilatannya turun kebawah hingga sampai di pusar Ciara.
Pak Roan menyibakkan bibir bawah Ciara, dan terlihatlah serambi lempit merah merona yang menggoda. Ia mulai menghirup aroma surga dari serambi lempit Ciara. Sama seperti menjilat puting ya tadi, pak Roan hanya menempelkan ujung lidahnya pada itil Ciara.
Pak Roan segera membimbing Ciara untuk duduk di meja kerjanya. Ia mengangkangkan kaki Ciara hingga pak Ron ppuas melihat lubang kenikmatan itu. Ia tak membuang waktu, ia segera menjulurkan lidah menjilati semua inci serambi lempit Ciara.
Sluuurrpp…..sluuurppp….sluuurppp…….. Aaahh sangat manis. serambi lempit kamu nikmat Ciara. Bagimana dalamnya ya, pasti lebih nikmat ya. Sluuurrpppp……sluuuurrrppp… Cuuuupp….cuuuppp”. Pak Roan semakin menjadi menjilati serambi lempit Ciara yang sudah basah dari tadi.
“Aaahhhh…..aaaahhhhhh……..aaaaaahhhhh phaaakkk…..eeeennaaaaakkkkkhhhhh….. Ji….laaattt lagi paaaaakkkk…. Saya aaahhhh saya maaauuuhhhh pipiiiisshhhh”. Ciara bahkan mengangkat pantatnya agar mulut pak Roan semakin menempel ke serambi lempitnya.
Pak Roan mulai memasukkan lidahnya ke lobang serambi lempit Ciara dan mengigit- gigit ringan itil Ciara.
Ciara tak kuat menahan kenikmatan yang ia rasakan sekarang. “Aaahhhh……..eemmmhhh…….aaaaahhhhh…..aaah pak aku mauuuu piiippiiissshhhhh…….aaaaaaggghhhhh…….AAAAAAHHHHHHH………”. Cairan cinta Ciara muncrat sangat banyak. Pak Roan bahkan sengaja menjauhkan wajahnya saat Ciara muncrat.
Cairan Ciara bahkan sampai membasahi baju Pak Roan. Ciara merasa sangat nikmat karena lidah pak Roan.
“Nikmat Ciara?”. Pak Roan bertanya sambil masih membelah menyentuh itil Ciara.
“Aahhhh….. I iiya pak, nikmat sekali”. Wajah Ciara sangat merah mengakui kenikmatan itu.
“Ini belum apa-apa sayang. Kamu akan merasakan kenikmatan yang lebih sebentar lagi”. Pak Roan segera menanggalkan segala pakaian yang terpasang di badannya.
Pak tua itu bugil sekarang. Ciara bahkan sampai melongo melihat rudal panjang dan besar pak Roan yang sudah menegang maksimal.
Pak Roan segera mengambil kondom di laci dan memakainya. Ia tak kuat lagi menahannya, tak ada lagi forplay. Ia akan segera menggenjot Ciara sampai lemas.
“serambi lempit kamu gak sabar saya entot ya, sampai kedut- kedut gitu”. Lagi, pak Roan membelai serambi lempit Ciara yang sialnya memang berkedut menanti aksi pak Roan.
Pak Roan segera menempelkan dan menggesek rudalnya ke tengah serambi lempit Ciara. Ciara merasa seperti disetrum. Rasa gelinya berkali lipat daripada dijilat tadi.
“Saya masukkan ya, saya jamin kamu akan suka sayang”. Pak Roan mengecup bibir Ciara sambil mendorong pinggulnya.
Baru kepalanya yang masuk, Ciara sudah teriak kesakitan. “Sakit pak….. Huu huu huu. Sudah pak, saaakkk…iiiitttt”.
“Tahan sayang”. Kemudian pak Roan memaksa masuk semua tongkat ajaibnya itu, agar tenggelam dalam sangkarnya.
Bleessss…..
Masuk semua kedalam lobang Ciara. Pak Roan menekan ke dalam agar lebih nikmat.
“AAAAHHHHHH…….shaa kkiiiiitt… Huuu huuu”.
Pak Roan mendiamkan pinggulnya menunggu Ciara beradaptasi dengan ukurannya. Ia merasa sangat senang karena mendapat perawan Ciara.
Saat dirasa Ciara mulai rileks dan merasa enak, ia mulai menggoyangkan pinggulnya. Mengeluar masukkan rudalnya di lobang serambi lempit Ciara. Aaahh sangat nikmat.
“Aaahhhh…. Eemmmmhhhh….. Aaaahhhh….. Aaaaaaahhhhhh…….paaaaakkkkk……..eeeennnaaaaakkkkk……aaaaaahhhhh”. Tak ada lagi sakit, yang ada hanya kenikmatan yang tiada tara.
“Aaahhh…..lobang perawan memang enak. Kamu suka saya aaahhhh…….. entot bukan sayang. serambi lempit kamu geli aaaahhhhh….. karena menyetubuhi kan Ciara?”. Pak Roan semakin menjadi menggerakkan pinggulnya menggempur Ciara.
“Aaahhhh……aaaahhhhh…..paaakkk geeellliiii. Ennhhaaaaakkkk…..laagiii paakk. Yang cepeeetttt”. Ciara
“Aaaaahhhhh…..paaakkkk…..Ciiiiaaaarraa….aaahhhh….mau pipiiisss…. Laaaggiiii……aaaaaahhhhh”.
“Keluarinhhh aaaahhhh……keluaariiinn sayaannghhhh”. Pak Roan tak kalah mendesah dengan Ciara. Pak tua itu sangat menikmati perkosaan yang dia lakukan.
“Oooohhhhh…..meemeeekkk eennnhhaaakkk…..”. Pak Roan semakin menjadi menggempur Ciara. Ia semakin menekan rudalnya kedalam serambi lempit Ciara.
Plokkk…plookk…plookkk….plokkk… Bunyi dua kemaluan yang saling beradu memenuhi ruangan wakil kepala sekolah.
Pak Roan yang tak tahan melihat Ciara menggelinjang kenikmatan, membelah bibir serambi lempit Ciara dan menggesek itil Ciara menggunakan jembutnya yang lebat.
“Aaahhhh…..paaaakkk…..Ciara gheeellliiii…..aaaaakkhhhh…….eemmmmhhhh…….aaaaaahhhhh…..oooohhhhh…oohhh….aaaaahhhhhh”.
“Aaakkkhhh…..apa nya aahhh…yang geli sayanghhhh….”. Pak Roan sengaja menggoda Ciara. Ia ingin Ciara bicara kotor padanya.
Ciara hanya diam saja, ia malu menjawab. Dan untungnya pak Roan tak memaksa, ia tau kalau Ciara belum terbiasa. sumber Ngocoks.com
“Ciiaaraa…aaaahhhh….saayaaaa maau keluar. Kaamu juga akhh kann…..”. Pak Roan menekan dan menggenjot Ciara semakin menjadi.
“Aaahhhh….paaaakkk…aaaahhh….aaahh…aaahhh..AAAAAKKKHHHHHHHH……”. Akhirnya Ciara mengeluarkan cairannya yang sangat banyak. Tentunya membuat rudal besar pak Roan menjadi hangat karena disiram cairan kental Ciara.
Tak lama, pak Roan juga mengeluarkan cairannya sangat banyak. Untungnya ia memakai kondom.
Pak Roan segera mencabut rudalnya dan menjilati serambi lempit Ciara. Ia membersihkan serambi lempit nikmat itu dengan lidah basahnya yang nakal.
“Aaahhh…aaaahhh….aaagghhhh…..aaahhhh…. Gelhiiii…..” Ciara mengangkat pinggulnya karena saat ini ia merasa sangat sensitif.
“Enak bukan Ciara?”.
Ciara hanya diam karena malu menjawabnya. Ia merasa sangat kenikmatan dengan adengan menyetubuhi barusan.
“Jawab Ciara. Dientot enak kan. Kamu suka saya entotin kan”.
“Ee..enak pak”. Muka Ciara memerah karena mengakui hal itu. Ia mengaku nikmat karena diperkosa oleh pak Roan barusan.
Setelahnya, pak Roan segera memakai pakaian nya dan juga menyuruh Ciara. Ia juga berpesan pda Ciara, bahwa ia akan sering memanggil Ciara. Untuk menyetubuhi tentunya.
“Saya akan sering memanggil kamu. serambi lempit ini akan saya entot terus”. Pak Roan bicara sambil meraba dan menggesek serambi lempit Ciara dari luar celana.
“Aaahh… Ii..iya pak”. Ciara lagi- lagi klojotan karena ulah pak Roan.
Bersambung… “Haaah, masih geli. Enak sih gelinya, pengen dipegang deh itilnya”. Ciara sibuk perang batin saat seorang guru menerangkan pelajaran didepan, pak Wahyu namanya. Masih muda dan tampan. Ting..
Tong…
Teng…
“Segini dulu untuk hari ini, silahkan ulangi pelajaran kalian di rumah ya”. Waktu jam pelajaran terakhir sudah habis, sehingga Ciara bisa cepat bertemu dengan kasurnya.
Sampai dirumah, Ciara segera mandi karena badannya sangat lengket. Ia juga ingin berendam untuk merilekskan badannya.
Entah kenapa, lagi- lagi Ciara mengingat aksi panasnya tadi. Ia merasa sangat nakal karena mendesah sangat banyak.
“Iiihhhh, aku malu”. Ciara bicara sendiri sambil memegang pipinya yang merah.
Tangan Ciara bergerak sendiri meraba susu dan serambi lempitnya. Tangan kanan Ciara mulai menarik- narik puting susu kanannya dan tangan kirinya mulai masuk kedalam bibir bawah itu dan membelahnya.
Ia mulai menggesek pelan itilnya yang lagi- lagi sudah mengeras.
“Aaahhh…. Ennaaakkk…. Aaahhhh….. Eeennnaaaakkk.. bangeeetthhhh….. Mee…meekk…aakuuu…geeelllliiii…..”. Kemudian Ciara mulai memasukkan jari tengahnya menirukan pak Roan tadi.
“Aahhh…inii..leebbhiihh…eeennnnaaakk…..aaahhhh…ddaariii…aahhh….pada digeseekk…..aaaahhhh”. Mungkin karena sudah sangat napsu, cairan Ciara keluar dengan cepat.
“Aaaahhhh…. Ternyata menyetubuhi itu enak banget ya. Jadi pengen dientot lagi deh. Nikmat banget serambi lempit aku rasanya, apa lagi tadi waktu itil aku juga digesek jembut pak Roan. Aaahhh…pengen lagi”.
Karena sudah mulai terasa kedinginan, Ciara segera membilas badannya dan segera tidur.
“jangan pak. Saya mohon. Jangan perkosa saya, saya gak mau aaaaa……”.
“Haaaahhh…hah hah hah. Untung cuma mimpi”.
“Aku nyesel karena menikmati perkosaan tadi. Bodoh kamu Ciara”. Ciara memukul pelan kepalanya karena merasa bodoh.
Ia tak percaya dirinya ingin diperkosa oleh lelaki lagi. Menikmati sodokan keras seorang pria tua dan juga menyerahkan mahkotanya.
“Udah ah, lanjut tidur lagi. Biar besok ga kesiangan”. Ciara melanjutkan tidurnya dan melupakan mimpinya. Sebelum tidur ia juga berjanji tak akan mengulangi kejadian basah disiang hari tadi.
*****
Ciara berlari tergesa masuk ke dalam kelasnya. Ternyata benar, dia telat karena semalam.
“Permisi pak, maaf terlambat”.
“Ya sudah silahkan masuk. Nanti kamu bicara dengan saya”. Pak Willy terlihat menyeringai melihat Ciara.
“Ba- baik pak”. Ciara takut setengah mati dengan pak Willy. Karena semua orang tau, guru olahraga ini adalah guru killer.
“Kalian bisa ganti baju dan segera ke kolam renang. Kita ada praktek renang hari ini”. Pak Willy segera meninggalkan kelas.
Para murid segera mengganti baju dengan baju olahraga. Ciara memakai baju kaos dan celana pendek , seragam olahraganya.
Segera bergegas ke kolam renang bersama teman- teman sekelasnya.
“Kalian silahkan berbaris, kita akan pemanasan dulu sebelum mulai praktek. Pemanasan yang benar”.
Pak Willy membantu para murid untuk melakukan pemanasan yang benar, agar mengurangi resiko saat praktek nanti.
Saat Ciara melakukan gerakan merukuk memegang lututnya, Pak Willy tiba- tiba suda berdiri di belakang Ciara.
Pak Willy mulai mengelus- elus paha Ciara dengan alasan membenarkan gerakan. Ciara yang dasarnya memang polos, membiarkan hal itu karena menurutnya seorang guru melakukan itu untuk membimbing murid.
Namun semakin lama, tangan Pak Willy semakin nakal. Dan anehnya Ciara mulai merasa panas akibat sentuhan sensual pak Willy.
Karena seperti mendapat lampu hijau, pak Willy semakin menjadi menggerayangi pantat ranum Ciara.
“Ganti gerakan selanjutnya”. Pak Willy memberi instruksi pada muridnya, gerakan kali ini membuat pak Willy semakin menjadi menggerayangi Ciara.
Masih dengan posisi merukuk memegang lutut namun kakinya dibuka lebar hingga pak Willy mulai meraba- raba paha dalam Ciara dekat pangkal pahanya.
Karena posisi tersebut, bibir kenikmatan Ciara menjadi tercetak oleh celana pendeknya. Pak Willy makin menjadi- jadi, ia mulai meraba kemaluan Ciara dengan sangat ringan.
Namun karena Ciara yang sudah nafsu, ia terkejut dan berdenyut. Pak Willy terus mengulang mengelus Ciara hingga ia tak sengaja melihat celana olahraga Ciara mulai basah.
Dengan seringai mesumnya, pak Willy terang- terangan mengelus panjang serambi lempit Ciara. Da setelahnya ia menyuruh para murid berdiri.
Masih dengan mengelus serambi lempit Ciara, pak Willy berbisik di telinga Ciara. ” Basah ya sayang, serambi lempitnya”.
Ciara susah payah menahan desahannya. Hingga saat Ciara bergetar ingin keluar, pak Willy langsung menghentikan tangannya.
Ciara kecewa sebenarnya, hampir saja keluar, tapi malah berhenti. Ia mencoba menutupi moodnya.
“Kalian bisa masuk ke ruang ganti dan ganti baju kalian. Segera”. Mendengar perintah pak Willy, para murid termasuk Ciara bergegas mengganti baju.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka sudah berkumpul di depan kolam renang. Pak Willy langsung mengarahkan mereka untuk masuk ke kolam.
Sepertinya Pak Willy berencana memberikan kelas mandiri pada mereka. Ia ingin fokus menikmati bibir bawah Ciara.
“Kalian bisa berlatih sendiri dulu. Setelah itu, kita akan ambil nilai praktek. Ada yang tidak bisa berenang?”.
Tak ada yang menjawab, Pak Willy langsung melanjutkan kalimatnya.
“Selain Ciara tidak ada ya. Kalau gitu Ciara akan saya ajari khusus. Kesini Ciara”. Pak Willy pintar sekali membuat alasan untuk menikmati Ciara.
Pak Willy segera mengajak Ciara ke kolam lain. Di sekolah Ciara ada tiga kolam besar, teman- teman Ciara beraktifitas di kolam 1 dan Pak willy serta Ciara berada di kolam 3.
Pak Willy sengaja melarang para siswa untuk memakai kolam 2, mereka hanya diperbolehkan memakai kolam 1. Untungnya kolam 1 itu sangat besar.
“Ayo kita masuk sayang”. Pak Willy terang-terangan menarik tangan Ciara agar segera masuk ke kolam. Ciara yang mungkin masih horny, hanya menuruti perkataan Pak Willy.
Pak Willy segera menyuruh Ciara memegang pinggir kolam dan mengangkat kakinya seperti terapung. Pak Willy memanfaatkan hal itu dengan mengelus paha Ciara.
Sembari memberikan instruksi, Pak Willy mulai mengelus dan meremas bokong sekal Ciara. Tak lama tanggannya menjulur mengelus serambi lempit Ciara. Sontak saja Ciara mendesah manja.
“Aaaaaahhhhh…..phaaakkk…aaaahhhhh”. pak Willy makin menjadi menggesek serambi lempit Ciara, sambil tangan satunya meremas susu Ciara.
“Keenakan banget ya serambi lempitnya digesek gitu”. Ciara tak berani menjawab, hanya desahan manja sebagai balasannya.
“Aahh…aahhhh..aaaaaahhhhh….aaahh”. Ciara gemetar hebat seperti ingin mengeluarkan cairan. Namun Pak Willy segera menghentikannya.
“Mau keluar?. Jangan pake tangan dong sayang. Pake rudal saya, biar saya tusuk serambi lempit kamu sampai gemetar gak tahan. Muah…”. Pak Willy berucap sambil mencium tengkuk putih mulus Ciara. Tangannya tetap meremas sambil menarik puting tegang susu Ciara.
“Saya entot serambi lempit kamu ya sayang”. Ciara tak menjawab, ia ingin tapi juga takut. Ciara menggelengkan sedikit kepalanya sambil menahan enak di putingnya.
“Kamu tidak bisa menolak Ciara, saya mendengar bahkan melihat kamu di entot habis- habisan sama wakil kepala sekolah”. Ciara yang mendengar itu tentu saja terkejut, takut jika pak Willy menyebarkannya.
“Jika kamu tak mau semua orang tau, bahkan ibu kamu, kamu harus terima saya rudalin. Hahaha”. Pak Willy mengancam Ciara dengan tangan yang masih memelintir puting susu Ciara.
“Kita menyetubuhi sampai kamu ketagihan rudal saya. serambi lempit kamu pasti bakalan berdenyut terus kalau bertemu saya setelah ini”. Pak Willy bicara seperti mengejek Ciara yang bilang tidak tapi sebenarnya mau.
Pak Willy langsung menelanjangi Ciara sampai bugil. Karna dibalik baju renangnya Ciara tidak memakai dalaman, sehingga mudah bagi pak Willy membuatnya bugil.
Pak Willy tak berpikir panjang menelanjangi Ciara karna ia yakin tidak ada yang akan melihat. Pak Willy lagi- lagi menggesek itil Ciara yang sudah tegang. sumber Ngocoks.com
“Aahh…ahh pak, udah pak jangan di gesek lagi. Geli pak, aaahhh……sssshhhhh…..hhmmmm…..aaaaahhhhh…….ssshhhh”. Ciara benar- benar merasa nikmat karena tangan Pak Willy.
Pak Willy langsung saja menggesek rudal besarnya di itil dan bibir serambi lempit Ciara. Ia sengaja melakukannya agar Ciara tak tahan dan memohon untuk di entot.
“Aahh…pak, jangan di gesekhh lagihh… Saya gak tahaaannn…..”. Ciara bicara sambil menggoyang pinggulnya seperti sedang menyetubuhi.
“Gak tahan kenapa sayang?. Saya gak ngerti kamu bilang apa”. Pak Willy tak henti menggesek kelamin mereka.
“Itu paaakkk… Udah paaaakk……”
“Kenapa sayang, udah apanya?”.
“Jangan digesek lagi pak, saya gak tahaann….. Gatel paaaakkhh, sayaaa….aaaahhhhh…..ssshhh….gatel bangethhss…paaaakkk”. Ciara benar- benar memperlihatkan wajah sange minta di genjot.
“Apa yang gatel?”. Pak Willy menggoda Ciara agar bicara kotor.
Awalnya Ciara hanya diam saja sambil menahan nafsu yang sudah naik. Tapi memang dasar Pak Willy, ia makin menjadi menggesek Ciara. Tentunya membuat Ciara makin gatal ingin dijejali rudal.
#####
Author Ngocoks juga jadi gatel nih. Pengen di gesek-gesek juga nih jadinya, ada yang sama gak.
Bersambung… “Hhmmmhhh…..udaaahh paaakkk…geeellliii banget paakk..aaaahhhh….aaaahhhh…..ssssshhhhh…..udah pak..saya mohon”. Sembari menolak, Ciara sibuk menggoyang pinggangnya sambil memperlihatkan wajah sangenya. Pak Willy bahkan membuka bibir serambi lempit Ciara agar lebih terasa menggesek liang kenikmatan Ciara.
Aahh…sungguh nikmat.
“Apa yang udah sayang…aaahhh…. Apanya yang geli…Saya nggak ngerti kalau kamu gak kasih tau”. Gesekkan antara dua kelamin itu makin menjadi dan tentunya makin nikmat.
“Itu pak, itu saya geli banget…. Aaaaahhhh……sssshhh…..aaagghhhhh…..aaahh aaahh aaahh baapaaakkk….”. Saat melihat wajah Ciara yang hampir nyampe, pak Willy langsung menghentikan gesekannya. Bahkan langsung menjauhkan kelamin mereka.
“Itu apa, hmm?”. Pak Willy kembali sibuk menggesek serambi lempit tembem Ciara agar makin nikmat.
“Itu pak… aaaaahhhh….. sshhh…. aahh… paaaakkk……itil saya geli pak….aaahhhh….gatel paaakkkk… Udaaahhh….. Paaaakkkkkkhhhhhhh”. Ciara benar- benar mabuk kepayang karena gesekkan batang berurat pak Willy.
“Tadi geli sekarang gatel?…aahhhh….sshh.. apa yang gatel sayang?. Hhmmm…ssssshhhh”. Pria itu semakin intens menggesek, membuat ia dan Ciara keenakan.
“Aaahhhh….paaakkkk….saya mohoon …..saayaaahhhh…..gakk taaahaaaann…. Ssssshhhh…. Gateeelll bangheeett paaaaakkkkhhh”. Ciara bahkan sampai menggelinjang menahan rasa yang sangat nikmat.
“Ya apa yang gatal sayaang … Kamu gak tahan apa?”. Pak Willy menggoda Ciara dengan menggesek serambi lempitnya lebih cepat lagi, dan tentunya membuat serambi lempit Ciara jadi makin gatal ingin segera dientot.
Ciara tak lagi bisa menahan gejolak ini, ia ingin segera digaruk oleh batang perkasa yang sedang menggeseknya ini. Ia tak lagi peduli jika disetubuhi gurunya sendiri dan di tempat yang terbuka. Yang Ciara inginkan adalah, ia bisa menuntaskan rasa gatal ingin di entot.
“Aaahhh….serambi lempit Ciara ahhh…. Gatel aahhh…. Paaakkk…. Ciara gak tahan aaahhh…. Pengen di aaahhh….entot pakkhhh….. ayo pak aaahhh Ciara udah gak aaahhh …. Tahan paaakkhhhhhh”. Dengan wajah merah menahan malu dan nafsu Ciara menyampaikannya pada pak Willy.
Pak Willy menyeringai mesum saat mendengar ucapan Ciara. Ia yakin akan menyetubuhi Ciara hari ini, tapi sebelum itu ia harus memulangkan muridnya yang lain.
Ia kembali menggesek serambi lempit Ciara dengan rudal besarnya.
“Kita akan menyetubuhi setelah ini sayang, sampai serambi lempit kamu gemetar aaaahhhh…… karena nikmat di entot. Sekarang itil kamu aaaaahhhh….akan sensitif karena saya gesek terus aaahhhh….”.
Pak Willy makin gencar menggesek kelamin mereka dan sampai akhirnya ia dan Ciara keluar sebelum menyetubuhi. Pria itu akan memulangkan seluruh siswanya sebelum menggarap Ciara.
“Tunggu sayang. Kamu akan semakin nikmat sebentar lagi”. Pak Willy segera memasukkan senjatanya dan berjalan ke kolam 1.
“Anak- anak, kita tidak akan mengambil nilai hari ini. Semua aka bapak hadirkan tanpa mengabsen. Kalian bisa pulang sekarang, bapak akan memberikan pelajaran tambahan pada Ciara karena ia benar- benar tak pandai berenang”. Tentu saja informasi ini sangat disukai oleh murid- murid. Mereka akan pulang cepat tanpa repot mengambil nilai praktek.
“Kalian segera ganti baju dan pulang. Tidak perlu melakukan penutupan”. Pria itu dengan sabar menunggu murid- muridnya pergi.
Tak butuh waktu lama, kolam renang sudah kosong. Hanya ada Pak Willy dan Ciara. Pria iu bergegas menutup akses kolam renang agar tidak ada yang bisa masuk. Kemudian ia segera berjalan ke kolam 3 dimana tempat Ciara berada.
Ciara masih berada di dalam kolam menenggelamkan diri sampai leher karena tak lagi memakai baju, ia sudah full naked dibuat pak Willy.
Pak Willy segera membuka seluruh penutup tubuhnya. Hingga Ciara dapat melihat senjatanya yang tegang dan keras, pria itu memasang kondom terlebih dahulu sebelum kembali masuk ke kolam.
“Saya pasti akan menyetubuhi kamu tanpa kondom, tapi tidak sekarang. Nanti saat kamu sudah tergila- gila di entot, saya akan melakukannya tanpa kondom sayang”. Pak Willy berkata panjang lebar sambil kembali membuka bibir kenikmatan Ciara dan mulai menggeseknya.
“Aaahhhh……paaaakkkk….aaaahhhh….sudahhhh..paakk sayaaahhh aaahhh…..tidak tahan….aaahhhhnnnn…..ssssshhhhhh”. Ciara juga ikut menggoyang pinggulnya karena tak tahan.
“Kamu ingin saya melakukan apa sayang aaahhh…..ini sangaattthhh nikmat……”. Pak Willy sebenarnya sudah tak tahan ingin memasuki Ciara, apa lagi saat melihat susu montok Ciara yang bergoyang mengikuti gerakan wanita itu.
“Ituuuhhh aaaaahhhh……paaakkkk. aaaaahh….paaaaakkkkkhhhhh……sssssssshhhhh…..hhhhhh……mmmmmhhhhh……”. Ciara bahkan tak bisa bicara dengan benar karena nafsunya yang sudah di ubun- ubun.
“Apa sayaaang….aaaahhh….kamu bilang sssshhhh…..sekarang…aaahhhhh”.
Ciara yang sudah dilanda nafsu, tak lagi bisa menahan gejolak gairah ingin disetubuhi.
“Entooothhh……aaaahh…ssshhh….. entot sayahhh paaaakkkk…… masukin… hhmmm…..rudal bapak ssshhh…..ke serambi lempit sayaaahhhhh”. Ciara mengungkapkannya sambil merem melek dan menggoyang pinggangnya. Tak lagi ada rasa malu saat ini, yang dirasakan Ciara hanya gatal yang sangat nikmat.
“Tentu sayang”. Pak Willy berucap sambil mengecup singkat bibir Ciara dan meremas susu kirinya.
Kemudian pria itu mengangkat kaki kiri Ciara ke pinggangnya dan mengarahkan senjatanya ke lubang kenikmatan Ciara.
Bless…aaaahhh
“Mentok sayang. Sshhhh….enak banget serambi lempit kamu aaaahhhh…. sempit sayang, rudal aku di remas serambi lempit kamu..aaaahhhh”. Pak Willy menggoyang pelan pinggulnya menikmati penyatuannya.
“Aaahhh….paaakkk enak banget terasa di serambi lempit Ciara aaahhhh… gatel pak serambi lempit Ciara. Entotin aaahh terus pak”. Tak ada lagi rasa malu, hanya kenikmatan yang sangat dirasakan Ciara sekarang.
Pak Willy menggoyang pelan pinggulnya menikmati jepitan Ciara. Sedikit- sedikit ia mulai menaikkan tempo menyodok siswinya.
“Aaahhh….aaaahhh….sssshhhh….mmmmhhh…aahh paaakkk…. gelii pakk, jangan gesekkhh itil saya pak aaahhh…”. Ciara yang kegelian karena itilnya lagi- lagi jadi sasaran gesekkan Pak Willy.
Jari- jari nya yang besar dan panjang itu dengan nakalnya menggesek itil Ciara yang semakin keras. Berkat itu, Ciara tak dapat menahan gerakan pinggangnya. Yang tentu saja membuat Pak Willy semakin nikmat di dalam sana.
“Aahh sayang, kamu sungguh nikmat. Aaahhh….ssshhhh…aaaggghhhh. kamu sangat hangat sayang, rudal saya sangat nyaman didalam sini aaahhh”.
Makin lama, makin cepat gerakan menyetubuhi pak Willy. Ia benar- benar beruntung karena dapat menikmati serambi lempit sempit milik Ciara. sumber Ngocoks.com
“Aahh pak aahhh saya gak kuat paaaaaaaahhhhh……aaaaaaahhhhhh… saya mau keluaaaarrrr……aaaaahhhh”. Tubuh Ciara menegang siap mengeluarkan cairannya.
“Keluarkan sayang. Aaaahhhh….hhmmmm”. Mendengar desahan Ciara, pak Willy makin menjadi menggoyang pinggulnya. Sampai akhirnya ia merasakan ada cairan yang cukup banyak keluar dari serambi lempit Ciara.
Badan Ciara tegang bukan main. Setelah keluar ia tak dapat menopang badannya sehingga dipeluk erat oleh pak Willy. Hal itu mengakibatkan rudal pak Willy yang masih keras makin tertancap di serambi lempit licin Ciara.
“Aaahhh”. Lagi- lagi ciara dibuat menggelinjang karena serangan pak Willy.
Tentunya pak Willy menikmati pemandangan Ciara yang lelah habis ia gempur. Ia bertekat akan membuat ciara basah tiap kali bertemu dengannya. Ia ingin serambi lempit Ciara berkedut bahkan hanya dengan bertatapan dengannya.
“Kita belum selesai sayang”. Sambil berbisik, pak Willy mengangkat Ciara untuk duduk dipinggir kolam. Ia langsung mengangkangkan kedua kaki Ciara dengan sangat lebar, hingga lobang serambi lempitnya sedikit terbuka.
Kepala pak Willy tepat berada di depan serambi lempit yang menggoda minta di lahap itu. Pak willy mendekatkan kepalanya perlahan ke lembah kenikmatan Ciara.
Pak Willy kemudian mengeluarkan lidahnya dan menjilat itil yang sedang sangat sensitif itu dengan sangat tipis, namun mampu membuat Ciara menggelinjang.
“Aaaahhhh”
Bersambung… Pak Willy kemudian mengeluarkan lidahnya dan menjilat itil yang sedang sangat sensitif itu dengan sangat tipis, namun mampu membuat Ciara menggelinjang. “Aaaahhhh”
Mendapat respon Ciara, pak Willy makin intens menjilati Ciara. Ia bahkan memasukkan itil yang sensitif itu ke mulutnya untuk diemut. Hal itu tentu membuat Ciara merasakan ngilu namun nikmat tak terkira hingga ia lagi-lagi akan keluar.
Guru mesum itu dapat dengan cepat tau Ciara akan keluar. Ia langsung menjauhkan wajahnya dan menggesek itil Ciara dengan jari nakalnya.
Tak perlu mengocok serambi lempitnya dengan memasukkan jari, cukup gesekan di itil sudah membuatnya nafsu minta ampun.
“Aaaahghh… Paaaakkk. Ahhhh.. sayaaahh.. keluar paaakkkk”. Makin kencang gesekan yang dirasakan Ciara dibawah sana.
Tak sampai 5 detik setelah berucap, Ciara mengeluarkan cairannya dengan sangat banyak. Bahkan seperti semprotan air. Pak Willy begitu senang saat cairan itu mengenai wajahnya.
“Aahh sayang, kamu sangat menggoda. Kamu sengaja menyiramnya ke wajah saya?. serambi lempit ini begitu nakal”.
“Aaahhh paaaakkk”. Kali ini pak Willy menampar serambi lempit Ciara dengan gemas.
“Harus diapakan serambi lempit nakal ini?. Hmm?”. Bukan serambi lempit Ciara yang nakal, tapi tangan pak Willy lah yang tak berhenti menggoda aset itu.
“Jawab Ciara, harus saya apakan serambi lempit ini?”. Makin menggila jari itu bertindak menggoda Ciara.
“Aaahhhh….paaaakkkk. udaaaahh….. Jangan di pegang lagi….. aaaaahhh paaakkk”. Pinggul Ciara tak berhenti bergerak karena nikmat.
“Jawab Ciara”.
“Aaahhh….. aaaahhh…. Jilat paakk.. aaaahhh tolong jilat serambi lempit Ciara..aaahhh”.
Langsung saja lidah yang kasar itu segera menjilat seluruh sisi serambi lempit tembem Ciara. Pak Willy bahkan memasukkan lidahnya ke lubang Ciara. Saat dirasa Ciara akan keluar pak Willy langsung menghentikannya.
“Aaahhhh paakk?”. Ciara sudah hampir keluar namun dibuat kecewa oleh pak Willy.
Sedang pak Willy langsung keluar dari kolam menuju ke arah Ciara. Ia langsung menarik Ciara ke depannya dan memasukkan rudalnya ke dalam serambi lempit Ciara.
“Aaahhh paaakkk. Aaahhh…pak pelan- pelan. serambi lempit Ciara ngilu aaahhh…aaahhh”. Begitu nikmat yang dirasakan Ciara sekarang. Ia bahkan tak menahan desahan dan ucapan vulgarnya.
Goyangan pinggul pak Willy yang makin lama makin gila membuat Ciara mabuk. Ia dengan sengaja menekan keras pinggulnya agar semakin dalam menusuk Ciara.
“Aaahhh….aaahhhh….sssshhhh…..hmmmm….aaahhh..paaakkk, dalam banget pak. Mentoookkkk….aaaahhhh”. Ciara bahkan tak bisa diam karena gesekan yang ia rasakan di dinding serambi lempitnya akibat rudal besar pak Willy.
“Aahhh…paakk..Ciara..aaahhh mau keluaar”.
“serambi lempit kamu enak banget sayang. Sempit aaahhh”. Ucapan pak Willy ntah kenapa membuat Ciara senang bukan main karena pujian.
“Bersama, bersama sayang. Aaahhhh”. Pak Willy makin cepat menggoyang pinggulnya menghujam Ciara dengan kenikmatan.
“Aaaaggghhh”. Teriakan mereka seiring dengan cairan mereka yang keluar, sangat banyak dan membuat Ciara lemas.
“Kita pulang sayang?”. Pak Willy bicara sambil membantu Ciara berdiri untuk bersih- bersih dan mandi.
“Iya pak”. Ciara sudah tak bertenaga karena ulah rudal pak Willy, namun serambi lempit nya masih berkedut seakan minta diserang lagi.
Pak Willy masih ingin menggenjot Ciara sampai ia puas, namun harus berhenti sekarang karena sudah mulai sore dan takut jika orang tua Ciara mencari ke sekolah.
*****
“Ayo naik, biar saya antar pulang”. Pak Willy sudah membuka pintu mobilnya agar Ciara segera masuk.
Mereka merasa aman dengan interaksi tersebut, karena hampir semua siswa dan guru sudah pulang.
Saat Ciara mencoba masuk, tangan nakal pria itu tak berhenti menggerayang. Ia menampar pantat sekal Ciara dengan gemas.
“Aaahh paak”. Bukannya marah, Ciara cukup senang diperlakukan seperti itu oleh gurunya. Mungkin saja yang dikatakan pak Willy tadi akan menjadi kenyataan, serambi lempit Ciara akan berkedut tiap kali bertemu dia.
“Ayo masuk sayang”. Ucapan itu disertai dengan remasan yang tak kunjung selesai di pantatnya.
Saat diperjalanan mengantar Ciara, lagi- lagi tangan kekar pria itu tak mau diam, kali ini rangannya menjelajah paha putih mulus Ciara.
Seakan tak puas, pak Willy menyuruh Ciara untuk mengangkat kakinya untuk mengangkang.
“Angkat kaki kamu sayang, biar bisa ngangkang”.
“Oke pak”. Ciara tanpa niatan menolak langsung mengangkang menghadapkan serambi lempit merah nya ke pak Willy.
“Tidak pakai celana dalam kan. Saya sengaja nyuruh kamu nggak pakai celana dalam biar saya bebas ngocok dan menggesek serambi lempit ini”. Ucap pria itu sambil jarinya mulai bekerja menyentil itil yang masih sensitif itu.
“Aaahhh paak hhhmm”. Baru itu saja serambi lempitnya sudah banjir.
“Enak sayang?. Suka serambi lempitnya dipegang cowok gini?”. Gesekan naik turunnya berganti dengan gesekan yang memutar dan menekan. Makin nikmat rasanya.
“Ahh enak pak, nikmat aahh. Saya aahh sukaaaa”. Ciara ikut menggoyang pinggulnya untuk mengurangi sensasi nikmat ini. Namu segera dilarang oleh pak Willy.
“Pinggulnya jangan gerak sayang, itu akan mengurangi nikmatnya. Kamu tidak boleh bergerak atau kita menyetubuhi lagi diluar dan dilihat banyak orang.
“Aaahh paak tapi Ciara nggak tahan aah, ini terlalu ahh nikmat. Ciara nggak aaah aaahh tahan aah paak. Ciara sukaaa”. Ciara sudah seperti dikuasai oleh guru tampan itu, ia dengan terang- terangan mengungkap perasaan suka saat serambi lempitnya disentuh tangan kekar lelaki.
“Jangan gerak sayang. Saya yakin setelah ini kamu tidak akan kuat saat bertemu saya. Saya akan tanya setiap hari keadaan serambi lempit ini, saya akan menguasainya”. Pak willy menatap intens Ciara yang sedang menikmati dan untungnya mereka berada di lampu merah. Sambil tangannya mencubit itil Ciara yang sudah mengeras.
“Aahhh paak aaahh enaaakk yeess Ciara nggak tahan”. Mendengar itu pak Willy langsung berhenti menyentuh serambi lempit Ciara yang tentunya membuat Ciara bingung.
“Sabar sayang, rumah mu masih jauh. kalau keluar sekarang nanggung”. Seakan tau arti dengan tatapan bingung Ciara, pak Willy langsung menjelaskan. sumber Ngocoks.com
Sudah beberapa saat, saat pria itu merasa Cuara sudah mulai biasa, iya tanpa aba- aba langsung memasukkan 2 jari nya dan dengan cepat mengocok serambi lempit Ciara.
“Aahh paaak aahh yang cepaatt aaaaahh”.
Pak Willy lagi- lagi menjauhkan tangannya dari serambi lempit Ciara, namun sekarang ia mendekatkan wajahnya setelah berhenti tepat didepan rumah Ciara yang mewah.
“Aaahh paak ini sangat nikmat aaahh aaahh”.
Pak Willy dengan konsentrasi penuh menjilati tiap jengkal serambi lempit Ciara, tak ada bagian yang terlewat darinya.
“Ciara, serambi lempit kamu sangat manis. Saya sangat suka sayang sllrrruupp slrruuupp”. Pria itu bahkan tak ada niatan berhenti bahkan saat melihat wajah tersiksa Ciara yang kenikmatan, pak Willy makin menjadi menjilati serambi lempit itu.
“Aahh paak aah itil Ciara, emut itil Ciara aaahhh. Kocok serambi lempit Ciara pak, pakai jari- jari besar itu aaahh”.
Ciara yang sudah kepalang tanggung, tidak mencoba menahan desahannya. Semakin dekat, desahannya semakin keras hingga dapat didengar sampai luar.
Sialnya, papi Ciara yang sedang berada di taman dekat pagar yang mendengar desahan itu. Ia segera berjalan menuju mobil dan mencoba mengintip, namun sayang tidak kelihatan karena kaca yang gelap. Matthias, papi Ciara tidak hilang akal. Ia berjalan kedepan mobil berharap dapat melihat keadaan dalam mobil.
Siapa sangka ternyata anak gadisnya lah yang sedang mengangkang dengan kepala seorang lelaki di depan selangkangannya yang membuat dia mendesah nikmat.
Bukannya marah dan membuka paksa mobil itu, papi Ciara segera masuk ke rumah dengan senyum smirk yang mencurigakan.
Bersambung… “Kamu baru pulang sayang?”. Matthias berpura- pura tidak tahu tentang kejadian tadi dan menyapa Ciara dengan nada lembut. Namun Ciara tak begitu dekat dengan papi nya, lebih tepat papi tirinya. Ya, maminya menikah lagi sekitar 3 tahun lalu dengan pria kaya yang ber umur 4 tahun lebih tua.
“Iya pi, Ciara naik dulu ya pi”.
“Kamu nggak makan sama papi dulu sayang?”. Matthias berusaha menahan Ciara untuk lebih lama didekatnya.
“Ciara mandi dulu ya pi, habis itu Ciara langsung turun untuk makan sama papi”. Ciara tak pernah menolak papi nya, entah kenapa. Apakah karna sang papi adalah pria matang yang sangat tampan?
Sementara matthias yang tau Ciara tak bisa menolaknya dengan gampang merayu wanita itu. Ia bahkan dengan yakin dapat melakukan yang dirasakan Ciara tadi, bahkan lebih.
****
Setelah selesai makan, Ciara masih membayangkan rasa yang ia rasakan bersama Pak Willy tadi. Tanpa sadar Ciara bahkan kembali membayangkan adegan panas dengan berbagai gaya yang dia lakukan tadi, yang ternyata kembali membuatnya berderkedut dibawah sana.
“Iiiihh kedut- kedut gitu serambi lempit aku karna bayangin yang tadi”. Ciara makin gelisah karena dirinya sendiri.
“Kenapa aku mikirin itu ya. Ih tapi kepikir terus aaahh”. Ciara memeluk gulingnya dan mengapit di antara pahanya. Ia menekan guling ke selangkangannya dan menekan ke serambi lempitnya.
“Ahhh, iiihh kok geli ya”. Ciara naik ke atas guling dengan posisi tengkurap dan mulai menggoyangkan pantatnya naik turun dan memutar seperti orang menyetubuhi. Bedanya kali ini ia menyetubuhi dengan guling kesayangannya.
“Aaahh enak ternyata serambi lempit digesek gini. Kalau tau gini, dari dulu udah aku coba aaahhh”. Ciara makin gencar menggesek serambi lempitnya ke guling.
Namun seperti tidak puas, Ciara membuka celana dan celana dalamnya sehingga ia telanjang bagian bawah. Ia mulai menggesek serambi lempit telanjangnya ke guling lagi.
Ciara sangat menikmati bagaimana serambi lempitnya tergesek dengan permukaan guling. Ia mulai berani, membuka bibir serambi lempitnya dan menempelkan itilnya ke guling untuk digesek. Aaah sangat nikmat.
Tak butuh waktu lama, badannya mulai menegang dan gerakan pinggulnya makin cepat sampai akhirnya Ciara orgasme dan membasahi gulingnya dengan cairannya sendiri.
Dua menit setelah menikmati orgasme nya, dengan posisi yang sama Ciara mengangkat pantanya dan mulai menggesek itil tegangnya dengan tangan kanannya.
“Aaahhh, enak banget digesek gini itilnya. Aaahh pengen digesekkin pak Willy lagi. Aaahh aaahh iiissshh aahh yeess enaak aahhh….”.
Satu jarinya masuk perlahan ke dalam lubang licin Ciara. Ciara mengeluar masukkan jarinya dengan cepat, saat ia merasa semakin geli, Ciara menambah satu lagi jarinya. Sekarang dua jarinya sedang membantunya untuk mencapai kenikmatan lagi.
“Aaahhh…hmmm..aaahhhh pak Willy entotin Ciara pak aaaahhhh…. yeesss…. aaahh…. enaaaakkk aaahhhh….sssshhhhh”.
Tak butuh waktu lama, hanya sekitar tiga menit Ciara lagi- lagi keluar, badannya menegang membusungkan pantatnya makin keatas, bahkan kali ini sampai muncrat banyak membasahi kasurnya.
“Aaahhh ssshhh aaahh enak banget aaahhh. Aku suka banget, aaahhh enakk aaahhh”. Ciara masih menenunggingkan pantatnya dan tetap menggesek itilnya sambil merasakan sisa- sisa orgasmenya tadi.
Sibuk menekan itilnya, tiba- tiba ada dua jari besar masuk dan mengocok lubang serambi lempitnya dengan cepat dan dalam.
“Aaahhh aaaahhh hhmn ssshhh aaah aaahhh sshh udah pi, aaahh paapiiii”. Ciara tak menyangka papinya akan mengocok serambi lempitnya saat ia melihat kebelakang, apalagi saat ini dia sedang nungging memamerkan pantat semoknya.
“Kenapa kaget sayang?. papi udah liat dari tadi, waktu kamu gesek- gesek ke guling, gesekkin itil ke guling sampai colmek juga papi liat dari tadi”. Kali ini Matthias menggerakkan jarinya seperti gunting di dalam lubang Ciara.
Ciara makin kelojotan karena gerakan jari- jari besar papi tampannya itu.
“Aaahh pii aaahhh enaaaakkk aaahhh aku keluaaarrr”. Matthias sengaja mencabut jarinya untuk melihat serambi lempit putrinya yang muncrat karna ulahnya.
“Kamu muncrat sayang. Sangat banyak. Slrrruuuupp”. Pria itu langsung menjilat serambi lempit Ciara dari itil sampai lubangnya dengan sekali sapuan. Ia mulai menggerak- gerakkan lidahnya dengan cepat untuk mengoda itil Ciara yang makin keras dan tegang.
“Aaahh serambi lempit kamu sangat enak sayang. Papi suka rasanya, papi juga suka sama serambi lempit yang muncrat kayak kamu tadi. Papi bersyukur karna liat kamu dikocok tadi”. Setelah menggombal panjang lebar, ia melanjutkan sapuan lidahnya di serambi lempit Ciara.
Sedang Ciara sedang tidak memiliki kekuatan untuk membalas ucapan papinya. Ia sedang kalang kabut karena kenikmatan lidah papinya.
“Aaahh pi aaahhh”.
“aaaahhh ini enak banget. Aahh papiiii”.
Matthias makin menjadi menjilat, menghisap, mengenyot serambi lempit Ciara yang makin basah dan sensitif.
“Slruuuppp, sluruuupp aahh sayang. Papi tak menyangka kamu sebinal ini, tau gitu harusnya dari dulu papi lakukan ya”. Pria itu melanjutkan ucapannya setelah menyedot cairan anak tirinya.
“Slruuuupp , menikmati serambi lempit kamu”.
Sedang Ciara sudah tidak sanggup untuk mengatakan apapun. Ia hanya ingin menuntaskan kenikmatan yang diberikan papinya ini. Papinya sangat lihai memainkan lidahnya di serambi lempit Ciara.
Ciara yakin papinya sudah memiliki jam terbang yang tinggi dalam hal menjilat serambi lempit wanita.
“Aahh… Papi sshhh… Mami aaahhh…..mami pasti suka tiap aahh…kali papi giniin aaahhh ssshhh yeeesss aahhh”. Entah kenapa Ciara sedikit iri dengan maminya, karena bisa sering merasakan jilatan papinya.
“Slrruuuup… Tidak sayang.. papi tidak pernah menjilat serambi lempit mamimu seperti ini. Slruuppp. Papi hanya menjilat sebentar agar basah dan bisa papi entot”.
“Papi hanya melakukan ini pada serambi lempit kamu sayang slruuupp muach”. Matthias menggombal sambil tak berhenti menjilat dan menciumi serambi lempit putrinya.
Ia menyudahi aksinya dan menyuruh Ciara terlentang dengan kaki yang terbuka lebar. Belum puas rasanya ia menghisap daerah sensitif itu.
“Sayang sekarang buka bibir serambi lempit kamu biar papi bisa liat itilnya”. Matthias mematap mata Ciara dengan intens yang berhasil membuat Ciara terhipnotis dan tersipu malu.
Tanpa ragu, Ciara langsung mengarahkan kedua tangannya ke bibir serambi lempitnya sambil semakin melebarkan kakinya agar sang papi dapat leluasa menikmati pemandangan indah.
“Sentuh itilnya dengan jari telunjuk kamu sayang. Cukup sekali saja”. Lagi- lagi seperti dihipnotis, Ciara langsung melakukan hal yang disuruh papinya.
Seperti disengat listrik, Ciara menbusungkan dadanya dan merasakan kedutan- kedutan yang semakin membuat ia sange.
“Aaahhh papii”. Pria matang yang tampan itu sangat menikmati pemandangan putrinya yang terangsang akibat ulahnya.
“serambi lempit kamu kenapa sayang. Kenapa kedut- kedut gini, hmm?”. Sang papi menyentuh itil itu dengan sangat ringan dan berhasil membuat Ciara makin menjadi.
“Aaahh papi jangan sssshhh”. Ciara sangat ingin dientot papinya saat ini. Ia ingin serambi lempitnya dihajar dengan rudal besar papinya. Ia ingin rudal pria yang dilaguminya sejak lama itu menggaruk- garuk serambi lempitnya yang gatal.
Ya, sudah lama Ciara memendam rasa pada papinya. Bukan rasa cinta, ia yang tak sadar ternyata sudah sering melihat papinya yang membuat nafsunya naik.
Tanpa dia sadari, Ciara ternyata cukup menyukai dunia seks. Ia sering membaca cerita erotis dan komik hentai dan vulgar. Namun ia merasa itu hanya selera bacaan saja. Walaupun setiap kali selesai membaca ia sering mengusap- usap serambi lempitnya dari balik celana.
Matthias sengaja mengacuhkan serambi lempit yang menggairahkan itu. Ia beralih meremas dada Ciara yang masih tertutup kaosnya. Beruntung Ciara tidak menggunakan bra sehingga Matthias bisa memainkan puting Ciara dari balik baju.
Tentu tak puas, Matthias mengangkat baju Ciara sampai leher dan mulai lagi meremas- remas susu kenyal itu.
“Hmm sayang, bukan serambi lempit saja yang menggiurkan ya. Susu dan puting kamu juga menantang papi. Gadis nakal”. Ia langsung memasukkan puting merah muda yang sudah tegang dari tadi ke dalam mulutnya. Ia berikan gigitan- gigitan kecil di kedua putingnya.
Sampai akhirnya Ciara lagi- lagi mengeluarkan cairan karena perbuatan papinya.
“Kamu sungguh binal sayang. Hanya karena papi gigit saja kamu sampai keluar”. Matthias kembali memfokuskan dirinya ke serambi lempit dan itil yang minta diemut dan digigit itu.
“Buka lagi serambi lempitnya sayang. Papi masih belum puas melihat itil nakal ini”. Kepalanya semakin dekat dengan serambi lempit anaknya. Ia mulai meniup itil Ciara yang tentu membuat Ciara makin kelojotan.
“Aaahhh…..jangan papi. Jangan tiup aaahhh itil Ciara aaahhhh”. sumber Ngocoks.com
Slrruuppp… Ciara langsung terkesiap akibat aksi tiba- tiba papinya. Pria itu langsung menjilat dan menghisap itil Ciara dengan kuat. Ciara merasa itilnya akan makin bengkak karena ulah sang papi.
“Aaahh….papi… Ciara keluaaaaarrrr sssshhhh”. Mendengar itu Matthias langsung mengangkat kepalanya dan menggesek itil Ciara dengan jarinya dan dengan tempo yang sangat cepat.
“Aaaahhhh….ssshh…aaahhh…aaaahhh”. Ciara muncrat sangat banyak, bahkan cairannya seperti air mancur yang sampai membasahi ujung kasurnya dan tentu saja sangat banyak.
“Oohh sayang, kamu sangat pintar menggoda papi. Papi sangat suka wanita yang muncrat seperti kamu”. Ia berucap dengan tangan yang mengusap seluruh permukaan serambi lempit Ciara dengan gerakan memutar yang tentunya lagi- lagi membuat Ciara sange.
“Aaahh…papi tolong. Ciara aaahhh….hmm… ssshh…. Ciara nggak kuat piii”. Goyangan pinggulnya seirama denga gerakan tangan sang papi yang menggoda.
“Nggak kuat apa sayang, papi harus apa”. Pertanyaan yang memancing itu disertai dengan gerakan tangan yang makin intens.
“Aaahhh… Tolong ennn….aaahhhh…..entot Ciara papi aaaaahhhh”. Tiba- tiba tangan yang memabukkan itu berhenti dan menjauh dari serambi lempit Ciara. Ciara bingung dengan kelakuan papinya.
“Papi tidak akan menyetubuhiin serambi lempit nakal itu hari ini”. Matthias bicara sambil menjilat seluruh jarinya yang tadi menggoda Ciara. Lalu ia segera membuka baju Ciara dan pergi meninggalkan Ciara yang masih mematung.
****
Ciara benar- benar membuat ku gila. Ia bahkan membuat ku tegang sangat maksimal.
Untung saja aku bisa menahannya. Aku harus beli obat kb dulu untuk Ciara agar kami bisa bermain sampai puas.
Bersambung… “haaahhh”. “Haaahh”.
Ciara gelisah di atas kasur empuknya. Berkat sang papi, sekarang Ciara tidak bisa tidur. Bukan karna hal yang dilakukan papinya, tapi karna sang papi sengaja menggantung kenikmatan Ciara.
Saat akan keluar, pria itu sengaja menarik tangannya yang sedang menggoda lobang Ciara.
“Iihh, karna papi nih. Aku gak bisa tidur jadinya kalau digantung gini”. Ciara mulai lagi menggesek itilnya karna hasrat yang masih menggantung.
“Hmmm…ssshhhh…aaaahhh…. Nggak puas aaahhh….. Aku mau aahh..dijilat papi lagi aaahhh”.
Ciara mencoba segala cara agar hasratnya tersampaikan. Cukup lama ia menggesek, mencubit dan mengocok serambi lempitnya.
“Aaahhh….aaahhh….sshhhh…..hmmm….aaaaggghhhh. hahh..hahh…capeeek”. Ciara bahkan tak bisa menutup kakinya yang masih mengangkang karena kelelahan mengocok serambi lempitnya.
Ia memilih langsung tidur dari pada mengenakan pakaian. Sekarang Ciara tidur dengan keadaan telanjang bulat dan hanya ditutupi oleh selimut tebalnya.
****
Kreeekk
Jam 8 pagi pintu kamar Ciara tiba- tiba dibuka dari luar. Orangyang membukanya tentu saja sang papi. Ia segera mengunci pintu kamar tersebut dan melangkah mendekati Ciara. Ia meletakkan barang bawaannya di atas nakas samping kasur Ciara.
Tanpa lama, ia Matthias segera menyibakkan selimut yang menutupi tubuh polos Ciara.
“Oohh sayang, kamu sangat menggoda bahkan dalam keadaan tidur telungkup begini”. Senyum yang menyeramkan makin mengembang di wajah tampan Matthias.
Seolah tak tahan, ia segera duduk diantara dua kaki Ciara yang ia lebarkan. Ia mulai meremas pantat sintal Ciara. Ia meremas makin kuat hingga membuat Ciara merintih.
“Aggghhh…..hhhmm…”. Tidur Ciara mulai terganggu karna aktivitas nakal papinya.
Matthias tentu tak puas hanya memainkan pantat Ciara. Ia kemudian menyibakkan bongkahan pantat Ciara dan mencari lubang serambi lempitnya. Ia langsung mendekatkan wajahnya sambil menjulurkan lidah menjilat lubang kenikmatan Ciara.
Bukan hanya menjilat, ia juga mencolok dengan lidahnya itu. Seperti memenyetubuhi serambi lempit Ciara dengan rudalnya.
Pria tampan itu benar- benar puas mengerjai serambi lempit Ciara. Bahkan kelakuannya itu sampai memaksa Ciara bangun dari tidur nyenyaknya.
“Mmmmmhhh.. mmmhhh….. aaaahhhh……. aaaahhhh…. papi. Papi tunggu dulu aaaahhhh…….ssshhhhh…..hhhhhmm…….aaaaahhhhh….papii aaahhh.. aahh…aahh…papi lagi aaahhh….sshhh….enaaaakkkkk aaaggghhh”. Ciara tetap menelungkup sambil menggelinjang akibat ulah papinya.
“Papi nggak tahan sayang, serambi lempit nakal kamu papi entot ya. Papi udah bener- bener nggak tahan”. Tanpa aba- aba Matthias langsung menggesek rudal nya yang sudah sangat tegang dan membelah serambi lempit Ciara dari selah pantatnya.
“Aaaahhh….papi”. Ciara merasa ada yang aneh dan menyengat seperti dialiri listrik. Ia merasa yang dilakukan papinya berkali lipat lebih menggelitik daripada yang dilakukan Pak Roan dan Pak Wlly.
“Hmm sayang, papi masukkin ya”. Matthias mendorong pinggangnya sedikit demi sedikit setelah mempaskan posisi rudalnya tepat di tengah lubang serambi lempit Ciara yang banjir karena godaannya.
“Aaaahhh….aaaahhh……aaaaaagggghhhhhhh…paaapiiiiii”. Ciara membelalakan matanya saat Matthias masuk dengan sempurna ke dalam serambi lempitnya.
“ssshhh….ooooohhhhh sayang. serambi lempit kamu enak banget. Aaaahhh… harusnya dari dulu papi entotin kamu. Aaaaahhhh….. biar papi yang dapetin perawan kamu aaagghhhh”. Matthias mulai menggerakkan pinggulnya menggesek dinding serambi lempit Ciara lebih intens.
“Aaahh….ssshhhh….papi aaaaahhhh”. Hanya butuh beberapa sodokkan dari Matthias berhasil membuat Ciara keluar dengan sangat banyak hingga membuat rudal papinya basah kuyup.
“Kamu keluar sangat banyak sayang. rudal papi sampai hangat kamu siram sayang”. Ia berbicara sambil menggoda Ciara dengan menelunsupkan tangannya mengganggu susu Ciara yang tertekan badannya ke kasur.
“Aaaahhh…papi”.
“Kenapa sayang, hmm?”.
“Enak sayang, papi entot?”. Matthias mulai menggerakkan pinggulnya lagi menggenjot putri sambungnya itu.
“Aaaahh…..sssshhh……aaaaahhhh…..eennaaaakkkk papi……ennaaakkk aaahhh….”. Ciara mengangkat pantanya yang menyebabkan rudal Matthias makin masuk sampai mentok di serambi lempit Ciara.
“Lebih enak mana dari pada laki- laki yang jilatin serambi lempit kamu kemaren sayang, saat dimobil?”. Hentakan rudal Matthias makin cepat menggesek menghantam serambi lempit Ciara.
“Lebih aaahhhh……enaakk papii aaaggghhhh”. Sekarang Ciara ikut menggoyang pinggulnya dengan gerakan memutar sambil menunggingkan pantatnya.
“Kenapa sayang aaaahhh?”. Matthias bertanya seolah minta penjelasan kenapa entotannya lebih enak dari pada pria itu.
“Dan dia siapa sayang, hmm?”.
“Dia aaahhh…..guru olahraga Ciara pii aaaahhhh…….hhhmmm……sssshhhhh…aaaaahhhh…. dientot papi ahhhh lebih terasa aaahhhh…..”.
“Kenapa sayang?, aaahhhhh…. kamu dientot pakai kondom?”. Matthias memelankan genjotannya karena penasaran dengan cerita anaknya.
“Aaaahhh….aaahh..ii..iya pii”. Ciara tak peduli jika papinya tau semua hal yang pernah terjadi padanya. Yang penting entotan Matthias tidak berhenti.
“Pantas saja aaahh. kamu tau sayang, saat ini papi tidak pakai pelindung apapun. rudal papi langsung menyentuh serambi lempit nakal kamu”. Pria itu sengaja menghentikan kegiatannya dan berbisik di telinga Ciara yang membuatnya merinding.
“Aaahh…papiii..?”.Ciara terkejut dengan penjelasan papinya. Mungkin itu yang membuatnya merasa menyetubuhi kali ini jauh lebih enak dari pada saat dia menyetubuhi dengan dua orang gurunya.
“Tenang sayang, papi tidak akan mengambil resiko. Papi masih mau menikmati serambi lempit gatal ini dalam waktu yang lama”. Setelahnya Matthias langsung menyambar bungkusan yang ia bawa tadi dengan rudal yang masih di dalam serambi lempit Ciara. sumber Ngocoks.com
Bungkusan itu ternyata adalah obat pencegah kehamilan yang sengaja Matthias beli pagi- pagi sekali sebelum ke kamar Ciara untuk menyetubuhi. Ia sengaja membeli cukup banyak karena ia akan menghabiskan banyak waktu untuk memenyetubuhii Ciara kedepannya.
“Makan ini sayang, obat pencegah kehaliman. Ini minumnya. Papi membeli obat yang bisa diminum bahkan setelah kita menyetubuhi dengan sangat nikmat dan lama”. Matthias meraih sebotol air minum diatas nakas dan memberikannya pada Ciara.
gleeekk…..
gleeekk….
Ciara langsung saja menenggak obat itu dengan cepat. Ia juga tak mau kegiatan panas mereka berhenti ditengah jalan, padahal entotan kali ini lebih nikmat.
Setelah melihat Ciara menutup botol air itu, Matthias langsung menggerakkan pinggul nya dengan sangat cepat sampai membuat badan Ciara naik turun dan menghasilkan suara nyaring dari pertemuan kulit mereka.
plloookkk
plloookkk
plloookkk
plloookkk
“Aaahh… paappiiii aaaahhhh…..ssshhhh….mmmhhh aaaahhhh….eeennnaaakkk papiii…. lagi yang keras aaahh….entot yang cepat papi aaahh…. serambi lempit Ciara aaahh eenaak dientot paapii…aaahh”. Mendengar itu, Matthias makin keras dan dalam memenyetubuhi serambi lempit Ciara.
“Aaahhh….paaappppiiii aaahhh…..eeennaaaakkk….aaahhh….papi mentok papi aaahhhh aku keluar aahhh…”. Setelah heboh dengan dengan desahannya, Ciara lagi- lagi keluar. Matthias segera mengangkat pinggul Ciara menjadi posisi doggy style dan menggenjot lebih kuat dan saat ia merasa serambi lempit Ciara meremas rudalnya lebih kuat, ia segera menariknya dan diganti dengan tiga jarinya.
Ia segera mengocok dan mengobel serambi lempit Ciara dengan sangat cepat sampai berbunyi basah dibawah sana.
“Aaaahhh….papi aaahh…. lebih cepat aaahhh papi…. aahhhh keluar aaahhh keluaaarrrrrr”. Ciara menyemburkan cairannya dengan sangat banyak . ia muncrat dan squirt, bahkan sampai membasahi kasurnya. Setelahnya ia kembali tengukurap rata dengan kasur karena lemas.
Matthias membalikkan badan Ciara, dan menyodorkan rudalnya ke depan muka Ciara.
“Dia masih tegang sayang”.
Bersambung… Slruupp…slruupp….slruppp Kepala Ciara sibuk maju mundur menyepong pedang panjang besar dan berurat milik papinya. Sedang sang papi merem melek karena mulut dan lidah anaknya yang nikmat walaupun masih kaku.
Terlihat gadis cantik itu tengah puas membuat papinya nikmat. Ia sangat fokus menghisap dan menjilati rudal besar dan nikmat itu. Ia menjilati seluruh rudal besar itu dari pangkal sampai ujungnya.
“Ooohhhh…..aaaahhhh….ssshhhh sayang aaahh. Gadis papi pinter banget nyepong rudal aaahhh. Mulut kamu gak kalah enak sama serambi lempit sempit kamu sayang aaaahhhh”. matthias mengelus lembut puncak kepala Ciara.
Namun sang papi segera menarik Ciara berdiri dan menyuruhnya duduk di pangkuannya. Posisinya saat ini Matthias sedang bersandar di sandaran dipan kasur dan Ciara duduk diatasnya.
“Masukkin sayang. Sekarang giliran kamu yang entot papi”.
“Iya pi”. Ciara segera memegang rudal besar yang tegang itu dan diarahkan ke serambi lempitnya yang sudah kembali banjir.
“Aaahhh…papiii”. Ciara mendesah manja saat kepala rudal papinya masuk perlahan ke lubang Ciara. Ia mendorong pinggulnya dengan pelan agar serambi lempitnya lebih menelan kontong sang papi.
“AAAAAHHHHHHH”. Ciara tiba-tiba mendesah kuat saat merasakan hentakan kuat dari bawah. Matthias tak sabar dengan gerakan lambat yang dilakukan Ciara yang membuat rudalnya makin tegang dan juga geli.
“Aaaahhh papi, ngiluuu aaaahhhh”. Sang papi tak mendengar keluhan anaknya. Tangannya membantu mengerakkan pinggul Ciara maju mundur.
Aaaahhh ini sangat nikmat. Aku baru tau kalau posisi menyetubuhi kayak gini akan senikmat ini. rudal papi masuk dalam banget di serambi lempit aku. Kayaknya sampai ngentuh rahim aku deh, aaahhh.
“Aaahh papi enaaakkk…serambi lempit aku aaahhh….enak banghh aaahh……banget papi aaaahhhh”.
Tapi makin lama menyetubuhi dengan kecepatan pelan gini bikin serambi lempit aku makin gatel. Aku gak tahan sama gatelnya, serambi lempit aku gatel banget.
“Aaaahhh…..aaaahhhh…..ssshhh….papi, serambi lempit Ciara…serambi lempit Ciara gatel aaahhh banget ssshhh…”. Ciara memperlihatkan wajahnya yang kepalang tanggung sange. Ia mencoba menggerakkan pinggulnya lebih cepat, namun dengan segera tangan kekar itu menahannya.
“Aaaahhh papii…Ciara nggak tahan pi aaahhh….. gatel banget aaahh… papiii…”. Ciara mulai merengek karena papinya masih menahan gerakan pinggulnya.
“Kamu mau papi ngapain sayang, aahh?”. Matthias makin menjadi menggoda gadisnya. Ia menggerakkan pinggul Ciara dengan gerakan memutar dan tetap dengan tempo pelan.
Ia senang saat Ciara merengek minta di genjot dengan keras dan cepat. Anak tirinya itu sudah seperti wanita binal saat ini.
Tak tega dengan wajah tersiksa dan empotan serambi lempit Ciara yang makin kencang, pria tampan itu menghentakkan pinggulnya ke atas dengan sangat keras. Bahkan ia merasa menyentuh bagian terdalam serambi lempit gadis kecilnya itu.
“Aahh papii…. aaahhhh…. aaahhh…ssshhh….. uuuhhh papi eennaaakkk…. Banget dientot papiii….”. mata Ciara nyaris terbalik saking nikmatnya entotan sang papi. Entotan yang keras dan cepat yang buat Ciara sampai mabuk kepayang.
serambi lempit nya terus di gempur oleh sang papi sampai akhirnya Ciara menyentakkan tubuhnya dan menekan pinggulnya. Ciara keluar lagi dengan deras, cairannya seperti memandikan rudal raksasa papi tampan nya.
“Ooh sayang, hangat banget rudal papi rasanya. serambi lempit kamu makin remes rudal papi sayang, enak banget aaahh”. Matthias mendiamkan senjatanya didalam Ciara untuk memberikan waktu pada bayi seksinya itu.
Wanita itu berencana akan disana selama 2 sampai 3 minggu. Selama waktu itu, hari- hari mereka akan dipenuhi dengan erangan dan desahan karena tegur sapa kelamin.
“Aaahh… Papi.. enak banget haaahhh…. serambi lempit Ciara aaahh… Dientot papi bikin aahh… Ciara nikmat”. Ciara masih merebahkan kepalanya di dada bidang sang papi sambil menikmati orgasmenya.
Cukup lama, Matthias menatap wajah Ciara yang sudah mulai tenang. Ia segera mengangkat tubuh Ciara dan membuatnya berdiri. Ia menyuruh Ciara berbalik dan sedikit menungging. Lalu gesekan benda tumpul terasa membelah dan menggesek bagian dalam serambi lempit Ciara. Itil Ciara yang tegang makin sensitif karena sapaan rudal besar kesukaannya.
rudal papinya menggosok dalam waktu lama, dengan kecepatan yang makin lama makin cepat yang lagi- lagi membuat Ciara squirt. Cairannya menggenang membasahi lantai kamar Ciara.
Jleebb…
Aaahhh..
Matthias langsung memasukkan rudalnya setelah serambi lempit Ciara bocor karena ulahnya.
“Aaahh….papi aahh.. pelaaahhn…aaahhh… Pelan- pelan papi aaahhh…. serambi lempit Ciara masih sensitif aaahhh….. “. Ciara kelojotan menerima serangan yang tak kunjung berhenti karena papinya.
Seperti tak peduli, kali ini tangan kiri Matthias mencari itil sensitif Ciara dan mulai menarik- nariknya. Setelahnya ia menggesek memutar dan menekan- nekan itil nakal itu.
Sembari memenyetubuhii Ciara, ia menyuruh anaknya berjalan ke arah balkon. Ciara yang awalnya pasrah dan ikut saja mulai menghentikan langkahnya. Ia takut jika aktivitas mereka dilihat pekerja rumahnya.
“Aahhh…ssshh…hmmm..aahh…papi mau kemana?”.
“Jalan terus sayang aaahhh”. Tangan Matthias tak berhenti mengganggu itil Ciara.
“Aahh papi… Jangan keluar aaahh… Banyak aaahh banyak orang aaahhh…..”.
“Gak ada orang di rumah kita hari ini sayang. Papi suruh mereka pulang semua. Aaahh…. Papi bahkan kasih uang tambahan sayang”.
“Papi nggak mau ada yang ganggu papi nikmatin kamu”.
“Aaahhh…”. Jilatan basah terasa di telinga Ciara tepat setelah penjelasan sang papi.
Tanpa menunggu respon putrinya, Matthias langsung membuka pintu balkon dan menuntun Ciara melangkahkan kaki dengan posisi mereka yang masih menyatu.
Ia segera mengarahkan tangan Ciara untuk memegang pagar pembatas. Setelahnya tanpa aba- aba ia langsung menggenjot Ciara dengan cepat. Gerakan pinggulnya bakan lebih cepat dari yang sebelumnya.
“Aaahh….papi aaahh… Enak papi aaahh…. Nikmat banget entotan papi… Aaahh….sssshhh uuuh papi aaaahhh….”. Ciara tak dapat menahan volume suara desahannya. Ia sudah tak peduli jika ada orang yang melihat aktivitas ini.
menyetubuhi dengan papi nya benar- benar surga dunia. Entotan yang ingin terus Ciara rasakan, sangat nikmat dan candu. sumber Ngocoks.com
“Aaahh enak sayang. Di rudalin papi enak sayang?”. Ia bertanya sambil tetap menjaga tempo pinggulnya yang cepat dan kedua tangan yang bekerja keras.
Tangan kirinya tetap menarik- narik dan menggesek itil Ciara dan tangan kanan yang meremas susu montok Ciara. Puting tegang yang berwarna pink kecoklatan juga tak luput dari serangan jari- jari nakalnya.
“Aaahhh…. Enaahhkk…aaahhh enak banget papi aaaaahhh….. Ciara mau dientot papi terus aaaahhh…”. Susu motok Ciara ikut bergerak naik turun dengan cepat karena ulah papinya.
Matthias menarik sudut bibirnya saat mendengar jawaban putrinya. Ia akan menguasai serambi lempit sempit ini dengan rudalnya. Ia akan keluar masuk sesuka hatinya.
“Aaahh….. Papi…aaahh.. Ciara mau keluar lagi aaahhh…. Papi aaahhh….”. Tubuh Ciara gemetar menandakan ia akan segera crott.
“Sabar sayang, tahan dulu. Papi mau keluar juga aaahh”.
“Aahh… Papi, Ciara gak tahan papi aaaahh…sshh uuhhhh aaahhh hmmmsss”.
“Tahan sayang, atau papi hukum”. Matthias menggeram sambil menggerakan pinggulnya yang mulai bergerak tak beratur.
“Aaahh… Sayang aaahhh…. Papi keluaaarrr ssshhhh”. Matthias menghentakkan pinggulnya saat mengeluarkan banyak sperma di dalam serambi lempit Ciara.
“Aaahhhh…..papiii…..”. Ciara berteriak mendesah merasakan semprotan papinya. Ia langsung keluar saat menerima semprotan pertama papinya. Bahkan sampai semprotan ke empat dan terakhir papinya, ia masih mengejang mengeluarkan cairannya.
Aaahhh….
Sangat nikmat
Bersambung… Lengan kuat berurat terlihat melingkat di pinggang ramping Ciara yang terlelap. Dua manusia berbeda kelamin yang sedang telanjang itu terlihat kelelahan dan menikmati hasil kerja keras mereka tadi. Mereka melakukan aktivitas dewasa itu dengan durasi yang cukup lama dan dengan banyak ronde. Wajar saja jika mereka kelelahan sekarang.
” papiii, Ciara lapeeerr”. Ciara merengek pada papinya saat mereka berdua mendengar suara perut keroncongan Ciara.
“Papi pesen ya sayang. Kamu mau apa, pilih dulu pakai hp papi. Papi mau mandi dulu, papi harus ke kantor sekarang”. Dengan senyum nya yang begitu tampan, ia bicara dan menatap Ciara dengan penuh Cinta.
“Papi ngapain ke kantor?. Ciara sendiri dong di rumah”. Ciara bicara dengan nada manja dan merengek pada papinya. Nada yang begitu menggoda bagi sebagian pria.
“Ada masalah di kantor papi sayang”. Matthias bicara dengan lembut menenangkan Ciara.
“Ya udah deh pi”. Ia terpaksa mengalah pada kantor sang papi. Jika keras kepala, bisa- bisa uang jajannya dipotong. Jangan sampai.
Tanpa bicara lagi, Matthias pergi ke kamarnya untuk siap- siap. Sedangkan Ciara masih memilih makanan yang akan ia pesan.
####
Sambil menunggu pesanannya datang, Ciara mulai membuka aplikasi cerita dewasa. Ia membuka sebuah cerita tentang wanita muda. Ada chapter dimana wanita itu juga tengah menunggu makanan yang dipesan.
Saat pesanan itu datang, dengan berani wanita itu mengambilnya dengan balutan handuk yang menutupi tubuhnya. Sebenarnya tidak menutupi seluruh tubuh. Hanya menutupi setengah dada dan pahanya. Bahkan puting susu dan serambi lempitnya nyaris terlihat.
Dengan birahi yang sudah memuncak wanita itu menggoda pria yang mengantar makanan dengan tubuh seksinya. Dengan berani wanita itu membuka sedikit handuknya hingga mempertontonkan puting tegangnya pada sang kurir.
Belum sadar, pria itu dikejutkan lagi dengan tangan wanita itu yang meraih tangannya kemudian dengan cepat ia langsung saja menyentuhkan telapak tangan pria tepat ke tengah- tengah serambi lempit basahnya.
Ciara yang membaca chapter itu tiba- tiba jadi sange lagi. Padahal ia sudah lelah karena gempuran tak berhenti papinya.
“Iih kayaknya enak deh digrepe- grepe orang nggak dikenal. Aku juga pengen kayak di chapter ini, tapi takuut.”
“Iih, aku pengen banget itil aku dimainin kayak gini. Pasti cepet banget ya keluarnya, apa lagi kalau tambah dientot.. aaahhh”
Ding… Dong
Ding… Dong
“Ooh udah dateng mas nya. Gak usah pake baju kali ya, mungkin aja masnya mesum trus sangean kan plus berani juga. Biar langsung grepe aku tanpa dipancing. Hihihi…..”
“Ooh iya duitnya lupa. Banyak juga ya ditinggalin papi, aku pesen banyak juga sih.”
Ding… Dong
Ding… Dong
“Iya mas, sebentar”.
“Iih mas nya gak sabaran deh. Apa lagi kalau liat aku gini yaa… Hehe”.
Untung aja tadi aku udah bilang ke mas nya buat langsung masuk aja, kalau gak kan aku harus bukain pagarnya dulu. Mana setengah telanjang lagi.
“Maaf lama ya mas, saya lagi mandi jadi nggak kedengaran”. Pas banget kaya yang aku pikirin. Masnya cuma liat wajah aku bentar aja, terus fokus ke badan aku apa lagi paha sama susu aku yang hampir liatin putingnya. Udah gitu masnya keliatan mesum lagi.
“A.. gapapa dek, saya gak buru- buru kok”. Dia tetap aja liatin susu aku.
Aku goda aja kali yaaa. iih nakal banget ya aku. baru dipegang beberapa orang aja padahal, hehehe.
aku sengaja menyenggol ikatan handukku agar sedikit longgar dan saat aku gerak. Benar saja, saat aku mencoba mengambil bungkusan makanan dari tangan mas nya, handuk yang aku pakai hampir lepas dan membuatku telanjang bulat.
“Aaahh”. Aku sengaja menjerit dengan sedikit desahan sambil mengangkat handukku lebih tinggi. Sehingga aset ku yang sangat menggiurkan itu menyapa nya dengan malu- malu.
“Ahh maaf ya mas. Jadi gak sopan di depan mas nya”. Entah kenapa aku suka dengan pandangan mas ini yang seakan menelanjangi aku. Bikin serambi lempit aku banjir aja deh.
“Ooh gak papa kok dek. Saya gak keberatan sama sekali”. Dia bahkan tidak menatapku sedikit pun, sibuk menatap lapar serambi lempit imut ini.
“iih mas nya bisa aja deh”. Aku dengan berani menyentuh lengan kanan mas itu. Uuuh sangat kokoh, pasti enak kalau digesek ke serambi lempit deh.
Aku yang emang udah sange karena situasi ini, tidak memerhatikan paha ku yang ternyata udah dialiri semacam air. Berbeda dengan mas itu, ia kelihatan sangat fokus menatap paha ku yang tiba- tiba basah.
Karena terjebak di situasi yang mendebarkan begitu membuat aku makin banjir dan makin membuat mas itu bernafsu menatap bagian bawah ku. Aku juga melihat tonjolan yang cukup besar di balik celana jeans nya. Iiih mas nya tegang karena aku niih.
“Mau saya bantu tarok di dalam aja gak dek. Karna kan tangannya sibuk tuh, megangin handuk yang nutupin itu…”. Kayaknya si mas sadar deh aku goda, ia menatap susuku yang nyaris keluar tanpa malu- malu.
“boleh deh mas, kalau mas nya nggak keberatan. Saya lagi sibuk nih, soalnya”. Aku juga dengan makin berani menggerakkan tangan ku yang ujung- ujungnya membuat susuku yang montok itu bergoyang.
Aku dengan sengaja berjalan lebih dulu sengaja memamerkan pantat ku yang bohay. Biar masnya makin menggila. sumber Ngocoks.com
“Tarok disini aja mas…”. Aku dengan gerakan yang sedikit slow membalikkan badan yang ternyata hampir berdempetan dengan mas nya. Belum sempat aku melanjutkan ucapan ku, tangannya yang besar dan lebar itu dengan berani langsung mengelus serambi lempit ku yang basah. Bukan susu atau pantat, tapi langsung serambi lempit aku loh yang dia sentuh.
“Udah basah banget ya serambi lempitnya. Dari tadi manggil- manggil nih serambi lempitnya. Pengen di entot ya, sampai kayak lacur gitu godainnya”. Tanpa waktu lama, tangannya langsung menggesek itil dan menusuk lubangku pakai dua jarinya yang besar dan panjang- panjang. Uuhh benar- benar nikmat.
“Aaaahh…. maaass… enak banget aaahh…. colok terus aaahh…. colok terus mas serambi lempit aku iisshh aaaahhh”.
“Enak ya dek, serambi lempitnya dicolok- colok orang gak dikenal gini”. Makin cepat jari- jari mas itu mengocok dan menggesek itil aku. Aduuh rasa nikmatnya sampai bikin aku pusing.
“Aaahh iya mas, enak banget. Cepatin lagi mas tangannya, aku mau keluar aaahh… aaahh.. ssshhh.. uuuhh… enaaaakkkk”. Tanganku yang tadi menahan handuk sudah berpindah meremas susuku sendiri, dan tentunya aku sekarang jadi telanjang bulat di depan mas itu dengan handuk yang tergeletak di lantai.
Baru aja si mas mau masukkin puting aku ke dalam mulutnya, telepon genggamnya bunyi. Aku lihat namanya, boss. Tanpa babibu si mas langsung menarik tangannya dari serambi lempitku yang sialnya sebentar lagi mau croot dan menjawabnya dengan cepat.
“Nanti kita lanjut ya sayang. Sorean mas kesini lagi, buat menyetubuhi”. Aku yang awalnya bingung, langsung mengambil hp si mas yang kebetulan udah nganggur dan mengetik nomor telfon ku.
“Telfon ya mashh”. Dengan suara manja dan mendesah aku mengingatkan masnya. Dan di balas dengan elusan ringan di serambi lempitku yang buat aku menggelinjang.
“Pasti”.
Bersambung… Ciara yang sudah kepalang tanggung mencoba mencari hal yang bisa ia gunakan untuk nafsunya. Salahnya tidak membeli dildo dan vibrator, padahal dua benda itu bisa dia gunakan untuk membantunya kali ini. haaahh “Iiihh, ini gak bisa aku tahan. Gimana cara nuntasinnya ini. Kangen papiii”. Sibuk menggerutu, Ciara mendapat ide gila berkat film biru yang ia tonton beberapa hari lalu. Ia mulai mendekat ke arah meja makan yang tepat didepannya.
Ia agak takut sebenarnya, tapi ingin mencoba karena penasaran dan lagi sange. Sange beerat malah. Ciara sengaja melapisi asetnya dengan handuk yang ia pakai, lalu mulai ia gesek-gesek manja ke sudut meja. Terasa ngilu namun nikmat.
“Aaah enaaakk hhhaahh iisshh”. Ciara tampak tak tahan dengan gesekan di serambi lempitnya. Ia makin mengencangkan goyangan pantatnya.
Itilnya yang sudah makin bengkak seperti meminta lebih padanya. Hingga akhirnya Ciara melepas handuk yang melapisi serambi lempitnya. Ia mulai menempelkan serambi lempit telanjangnya ke sudut meja yang lancip dan juga dingin.
Aaahh keras, seperti menggesek ke rudal..
Kali ini Ciara membayangkan serambi lempitnya di gesek oleh rudal besar mas delivery tadi. Ia ingin serambi lempitnya dirasakan oleh banyak pria dengan rudal besar dan berurat.
Ciara yang awalnya terlihat polos nyatanya adalah gadis binal yang haus sodokan rudal, setelah pertama kali rudal pak Roan masuk ke serambi lempitnya.
“Aaahh sshh aaahh mau rudal, Ciara mau aaahh di rudalin cowok aaahhh. Ngen aahh ngentoootttt….” Cairan Ciara sudah membasahi ujung meja makan, bahkan sampai menetes ke lantai saking banyaknya.
Di saat gesekan di serambi lempitnya makin intens ia buat, hp Ciara tiba- tiba berdering.
“Aahh hhhaahh iihh siapa aah yang telfon ssiih. Ganggu aahh ganggu ajaa”. Awalnya Ciara mengabaikan panggilan itu, sampai pada panggilan ke tiga, akhirnya Ciara mengangkatnya dan terlihat nomor tak dikenal.
“Haloohhh”. Masih menggesek pelan serambi lempitnya, Ciara menjawab panggilan tersebut.
“Halo mbak, saya tadi nganter paket. Karna gak ada orang jadi saya taro di depan pintu ya mbak. Saya buru- buru”.
“Ooh iya mas, makasih yaa”. Ciara langsung mematikan panggilan suara tersebut dan kembali menggesekkan serambi lempitnya.
Tapi lagi- lagi kesenangannya diganggu. Kali ini pengganggu itu adalah papinya Matthias.
“Haloo papiihh”. Ciara sengaja menjawab panggilan papinya dengan sedikit mendesah. Ia ingin menggoda papinya agar pria tersebut juga sange seperti dirinya.
“Ia sayang. Kenapa mendesah gitu, lagi sange yaa?”.
“Aahh iya pii, Ciara lagi gesekkin serambi lempit. Enak banget aaahhh sshh”.
Tiba- tiba panggilan suara itu berubah menjadi panggilan video. Sepertinya pria matang itu ingin melihat serambi lempit Ciara yang sudah basah karena di gesek.
“Kamu gesek ke mana sayang. Papi mau lihat”.
“Aahh ke aahh ke meja piihhh”. Ciara mengarahkan kameranya ke bawah sehingga sang papi dapat dengan jelas serambi lempitnya yang menempel di ujung meja. Lengkap dengan cairan yang membasahi mejanya.
“Kamu menggoda papi ya sayang?”. Senyum smirk kembali menghiasi wajah tampan papi Ciara.
“Aaahh…aaahhh sssshhh aaahhh… papi aahhh……papi aaahhh…… serambi lempit Ciara enak bangeeeetthhh aaaaahhhhh…. Ciara sshh… Ciara mau keluaaaarrrrr sssshhh”. Ciara tampak kelojotan karena geloombang orgasmenya. ia sengaja menjauhkan serambi lempitnya dari meja hingga cairannya menyemprot dengan keras ke meja makan itu.
“Uuuhh…ssshhh…uuuuhhh papiii…. enak bangeettthh sssshh”. Ciara masih gemeter merasakan puncak kenikmatannya dengan sensasi baru. serambi lempit yang di gesek ke meja sangat nikmat rasanya.
“Ooh sayang, serambi lempitnya geli banget ya. Papi pengen menyetubuhiin serambi lempit nakal kamu. Manggil- manggil rudal papi terus ya, serambi lempit enak”. Ciara yang mendengarnya terrsenyum lemah karena orgasmenya tadi.
“Sayangnya papi, sekarang ambil paket yang ada di depan ya. Itu papi yang kirim khusus buat kamu”. Mendengar perintah sang papi, Ciara langsung pergi ke depan tanpa menutup tubuh polosnya dan cairan yang masih mengalir di pahanya.
“Iiih papi ngirim apa ya?, aku jadi ga sabar nih pengen buka”. Ciara setengah berlari menuju ke meja makan. Sebelum membuka paketnya, Ciara menyandarkan hpnya di kotak tisu agar sang papi juga melihat.
“Papi Ciara buka yaa”. Dengan nada manja, Ciara seperti meminta izin pada sang papi.
“Iya sayang. Papi yakin kamu pasti suka banget”.
Ciara dengan antusias membuka kotak paket tersebut, ia tak sabar melihat isi dalamnya. Namun, saat membukanya Ciara cukup terkejut dengan kejutan yang diberikan papinya.
“Papiihh iiihhh. Papi nakal deeehh”. Ciara mengangkat vibrator yang seperti mic dan dapat bergetar dan sebuah dildo besar yang mirip dengan rudal sang papi lengkap dengan urat- uratnya. Hanya berbeda pada diameter dan panjangnya, rudal Matthias masih menang.
“Suka kan sayang. Masih banyak loh itu. Papi langsung pilihin buat kamu tadi, yang bisa puasin serambi lempit nakal papi itu”. Senyum mesum tak lepas dari wajah Matthias saat menjelkan pada gadisnya.
“Papi beli rudal- rudalan itu buat nyodok serambi lempit kamu kalau lagi sange gini. Apalagi kalau gak ada papi kan sayang”. Benar- benar menggoda Ciara nada suara Matthias.
“Ia papi, Ciara suka banget sama hadiah papi. Ciara yakin semua ini akan sering keluar masuk serambi lempit Ciara”. Ciara juga tak mau kalah, ia menggoda papinya dengan menggoyangkan susunya yang besar naik turun.
Sementara di ruangan Matthias
Matthias terlihat tersenyum sambil seperti membayangkan sesuatu. Ia teringat pada saat membeli mainan sex untuk Ciara. Ia dengan sengaja pergi ke toko sex toys untuk membeli hadiah itu.
FLASHBACK ON
Banyak mainan sex yang berjejer dan tersusun di sepanjang toko tersebut. Ingin rasanya Matthias membeli semua jenis untuk memuaskan serambi lempit putrinya. Namun, setelah banyak pertimbangan, Matthias kembali mengitari toko itu untuk mencari yang paling cocok.
“Mau cari apa mas?. Banyak jenisnya loh, buat cowok juga ada”. Seorang wanita dengan pakaian ketat dan terbuka mendekati Matthias sambil bertanya dengan nada manja dan menggoda.
“Saya mau cari sex toys yang bisa muasin cewek”. Matthias berkata dengan pandangan memindai dari atas sampai bawah penampilan wanita itu. Hingga terbesit ide gila di kepalanya.
“Mau saya kasih rekomendasi massh”. Tanpa permisi, ia langsung menarik tangan Matthias ke deretan dildo dengan berbagai ukuran.
“Semua dildo yang disini best seller loh mas. Banyak wanita yang bolak balik beli ini, dengan berbagai ukuran tentunya”.
“hmm, kalau gitu pilihkan ukuran yang paling besar”. Dengan cepat wanita itu mencari dildo dengan ukuran yang besar. yang mana, ternyata berada di rak paling bawah. hingga wanita itu merunduk dan menunggingkan pantatnya ke arah Matthias.
Dengan rok super mini itu, g sring yang dia pakai langsung terlihat dan bongkahan pantat mulusnya langsung menyapa Matthiass. Sedang Matthias terlihat tersenyum penuh arti. Ia sedang menyusun strategi untuk melancarkan idenya tadi.
“Yang ini gimana mash. Ini enak banget lo kalau udah masuk serambi lempit, walaupun gak akan seenak rudal masnyaah”. Wanita itu menekan tombol yang ada di dildo itu hingga membuat rudal palsu itu bergerak berputar.
“Hmm, kayaknya cukup ya. Untuk merangsang wanita”. Matthias menatap wanita itu dengan pandangan yang mesum lalu melanjutkan ucapannya.
“Tapi saya harus tes dulu. Emang beneran enak atau cuma bualan kamu aja”. Wanita itu cukup bingung dengan ucapan Matthias, ia melihat kiri kanan dan tidak mendapati seorang pun disamping Matthias.
“Aaahh massshhh”. Belum sempat membalas ucapan pria itu, terasa sapuan lembut di serambi lempitnya yang ternyata adalah tangan Matthias. wanita itu diketahui bernama july. Tangan besar Matthias mengusap seluruh permukaan serambi lempit July yang tertutup hanya dengan CD jaring- jaring yang tipis.
Matthias langsung menyingkirkan kain CD yang menutup serambi lempit July ke arah samping dan langsung saja mengarahkan dildo besar itu tanpa menunggu pelumas keluar dari lubang July.
“Aaakkhh maasss…. serambi lempit aku periiihh. Pelan aaahh… Pelan- pelan masshh”. Namun Matthias seperti tak mendengar, ia makin gencar menggerakkan mainan di tangannya menggesek serambi lempit bagian dalam July. Ia begitu senang dan bergairah saat melihat July menggeliat merasakan perih dan nikmat bersamaan.
“Enak sayang, serambi lempit kamu dikerjain orang gak dikenal gini, hmm”. Matthias bertanya sambil kedua tangannya sibuk mengerjai July. Tangan kiri yang sibuk dengan dildo di serambi lempit dan tangan kirinya sibuk meremas susu dan menarik puting susu July yang tercetak jelas di kaus putih ketatnya. Ia tau jika July tidak pakai bh saat berbicara tadi.
“Aaahh enak masshh, enak bangethh. Aku pengen dirudalin kamu. Aku pengen rudal kamu yang nyodok aku, aaahhh jangan dildo massshh aaaahhh”. July benar- benar ingin dientot oleh pria tampan dan membuatnya nafsu didepannya ini. Ia yakin jika rudal pria ini lebih besar dari dildo yang menyumbat serambi lempitnya.
“Maasshh aaahh… ssshhh aahh entotin aku plisss aaaaahhh ssshhh aaaaahhhh….”. July sedikit malu saat memohon untuk dientot oleh pria asing yang sialnya sangat tampan.
“Mau ini?”. Dengan senyum mengejek, Matthias mengeluarkan rudal besarnya yang sudah tegang sempurna dan memperlihatkannya pada July.
“Iaaahhh masss.. aaahhh….aaahhh… ssshhhh…. AAAAGGGGHHHH….. SSSSHHHH…. AAAAHHHH”. July berteriak saat tiba- tiba caritannya keluar dengan deras akibat godaan Matthias. serambi lempitnya bocor dengan banyak cairan yang menggenang di lantai.
Matthias sedikit terkejut dengan teriakannya dan melirik kiri dan kanan. Namun tidak ada yang peduli dengan kegiatan mereka. Tak lama, Matthias melihat sepasang manusia juga melakukan kegiatan panas yang mereka lakukan.
Matthias langsung menyimpulkan bahwa melakukan sex di toko ini adalah hal yang lumrah dan didukung dengan keadaan toko yang memang tertutup dan tidak terlihat sedikitpun dari luar. Orang yang ingin belanja ke toko itu pun harus melakukan reservasi.
Karena kondisi sekitar yang aman, Matthias segera menekan bahu July dan menyuruhnya jongkok. Ia segera mengarahkan rudal nya ke mulut mungil July. Dengan cekatan July mampu membuat papi tampan Ciara itu merem melek. July sibuk menyepong Matthias dengan dildo yang masih berada di dalam serambi lempitnya dan terlihat masih mengobok- obok serambi lempit July.
Matthias sepertinya tidak tahan, ia menyuruh July berdiri berhadapan dengannya. Ia melebarkan kaki July dan mengarahkan rudalnya tepat ke lubang serambi lempit July yang sudah basah karena ulahnya.
“Aaaahhhh….. masshhh enaaakkk ssshhh”. Benar- benar nikmat yang dirasakan July. Padahal baru kepala rudal itu yang masuk, belum apa- apa sebenarnya. Tapi sudah terasa sangat nikmat menembus serambi lempitnya.
Matthias segera menaikkan baju kaus July, menjilat dan menggigit susu dan putingnya. July yang sudah berda dipuncak nafsu segera melumat habis bibir tebal Matthias. Pria itu juga tak kalah ganas membalas ciuman July.
“Nungging sayang. Saya rudalin dari belakang”. Setelahnya, Matthias langsung menyodok serambi lempit basah July dengan kecepatan tinggi.
“Aaahhh…aaahhh… maassshhh… ssshhh… uuhhh… aaahhh ssshhh uuhh masss enak banget aaahhh entotan kamuu aaahh maaassss”. July mulai meracau tak jelas karena entotan yang dilakukan Matthias.
“Ahh sayang, serambi lempit kamu enak. Empotan serambi lempit kamu terasa di rudal saya aahh”. Matthias makin cepat menyodok serambi lempit July dan tangannya sibuk meremas susu July.
“Aaahh serambi lempit nya enak dan susunya besar. Tapi jauh kalah sama serambi lempit Ciara yang rapat dan susu Ciara yang lebih besar dan kenyal”. Matthias membatin saat menggenjot July dengan kecepatan yang makin tinggi.
“Aaahh masss… kamu cepet aahh banghhh… bangett aaahhh…. aaahhh.. AAAAAHHHHH… MAAASSSSHHH AKU KELUAAARRGGGGG AAAAHHHHHH……”. July kelojotan saat orgasme keduanya datang, ini beribu kali lebih nikmat daripada yang pertama tadi.
“Saya juga sayang aaahhh…. ssshhh”. Matthias menghentakkan Pinggulnya dengan kencang dan membuat rudalnya makin dalam di lubang July. Ia mengeluarkan cairannya di dalam serambi lempit July dengan empat kali hentakkan. Matthias menarik rudalnya yang sudah mulai lemas dan langsung membuka baju July. Seolah tanpa persaan ia langsung saja mengelap rudalnya dengan baju itu dan melirik July.
“Gak papa kan?”. Ia bertanya tanpa berhenti mengelap selangkangannya.
“Ia mashh gapapa kok”. Dengan senyuman malu- malu, July mempersilahkan Matthias menggunakan kausnya dengan semaksimal mungkin.
“Maashh, kamu keluarnya banyak banget niih di serambi lempit akuuhh”. July meraba serambi lempitnya dan memperlihatkan cairan Matthias yang lengket di tangannya.
“Jangan dikeluarin, masukkin ke serambi lempit kamu semua. Itu hadiah dari saya, dan juga dildonya”. Matthias mengembalikan baju itu pada July yang sibuk memasukkan peju Matthias yang mengalir keluar serambi lempitnya.
Wanita itu langsung mengambil bajunya dan langsung saja mengenakannya. Ia dengan senyum menggoda menatap Matthias, July bahkan tak risih mengenakan baju yang jadi bekas lap oleh Matthias.
Lalu Matthias langsung meminta segala jenis sex toys yang menarik dan dapat memuaskan tuan putri cantiknya.
FLASHBACK OFF
“kamu lihat vibrator di sana sayang?”. Matthias seolah tersadar dari lamunannya langsung menyuruh gadisnya mencari vibrator yang berbentuk mirip dengan dildo namun ada bagian depan yang berfungsi untuk memanjakan itil.
“Ini papihh?”. Ciara menunjukkan vibrator itu ke hpnya yang masih tersambung panggilan video.
“Ia sayang. Sekarang duduk di kursi sambil ngangkang ya. Jangan lupa serambi lempitnya liatin ke papi”.
“Udah piihh”. Dengan menurut, Ciara mengangkang dan memamerkan serambi lempitnya yang masih kuyup karena tadi.
“Sekarang masukkin ke serambi lempit Ciara. Bagian depannya pas in ya sama itil tegang kamu. Papi pengen kamu tambah sange sayang”. Senyum mesum tak hilang- hilang dari wajah tampan sang papi.
“Aaahh papi… enaaak lubang Ciara dimasukkin inihh”. Pinggul Ciara sudah naik turun saat vibrator itu baru masuk dan menyentuh itilnya. sumber Ngocoks.com
“serambi lempit kesayangan papi lagi sensitif banget ya, karena digesek tadi. Setelah ini tambah enak sayang. Kamu liatkan tambol yang di bagian bawah situ, coba naikkan sampai paling atas ya”. Matthias seperti menahan tawa saat berbicara dengan putrinya. Ia sengaja menyuruh menyetel ke level paling tinggi agar Ciara teriak keenakan.
“AAAHHH…. AAAHHH….. PAPIIIIIHHHHH… AAAAHHH…. SSSHHH AAAHHH AKU KELUAAARRRRGGGG AAAAHHHHH”. Hanya butuh tiga kali getaran, Ciara langsung keluar muncrat hampir mengenai hpnya.
“Waaahhh sayang, pemandangan yang indah. Kamu keluar nggak sampai lima menit”.
“Iiihh papiihh… hhhaaahhh…haaahhh… aahhh… Ciara udah sensitif banget tauuuhh haaahh”. Pinggul Ciara masih gemetar meresapi kenikmatannya barusan.
“Sayang, papi malam ini nggak pulang ya. Jadi paket itu yang nemenin kamu malam ini okee?’. Hilang wajah mesumnya, Matthias berbicara dengan nada dan mimik muka yang sangat manis.
“Iya piihh”. Setelah bercakap beberapa menit dengan masih menjurus ke hal- hal mesum, akhirnya panggilan video itu berakhir.
Ciara dengan cepat membersihkan kekacauan yang dibuatnya dan membawa hadiah dari papinya ke kamar, tak lupa dengan handuk yang sudah ikut basah. Ia akan menunggu panggilan dari pria delivery tadi.
Bersambung… Sekitar jam 8, Ciara selesai makan malam dan masih menunggu telpon dari pria tadi. Pria yang tadi siang baru dikenalnya dan langsung mengobok serambi lempitnya. “Iiihh kok masnya gak nelpon aku sih, aku kan masih pengen. Tadi dia bilang mau kesini buat menyetubuhiin aku”. Ciara kesal mengingat janji pria itu tadi siang, namun sampai sekarang tak ada kabar.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, begitulah keadaan yang dirasakan Ciara saat ini. Pria yang ia tunggu dari tadi, akhirnya menelponnya. Tak tanggung-tanggung, ia langsung melakukan panggilan video. Dengan tergesa Ciara menjawab panggilan itu dengan senyum manis dan nada manja yang menggoda.
“Iiih maasshh, lama banget ngehubungin aku nya”. Ciara bicara dengan cemberut membuat pria di seberang telepon gemas.
“Maaf ya, mas baru balik dari kerja sayang”.
“Iya deh. Tapi mas, aku belum tau loh nama mas siapa. Kan ga enak ngobrol gatau nama”. Ciara bangun dari tidurnya dan bersandar di sandaran kasurnya, ia sibuk mengobrol dengan suara manjanya.
“Dion, nama mas Dion”.
“Aku Ciara mas”.
“Tapi mas gak jadi kesini yaa?. Tadi kan katanya mau ke rumah aku lagiihh sshh”. Entah mungkin karena membayangkan kejadian tadi siang dengan Dion, tiba- tiba saja Ciara mendesah dan jadi sange.
Dion melihat kejanggalan di wajah dan gerakan Ciara. Seperti orang yang menahan sesuatu, tapi dengan wajah yang memerah, entah malu atau sange. Pria itu terus memperhatikan wajah Ciara dengan serius, sementara Ciara menjadi malu karena seperti ketahuan sange oleh pria.
“Kenapa sayang, serambi lempitnya geli yaa”. Dengan gamblang Dion langsung bertanya pada Ciara karena gelegatnya.
“Iiih massshh. Tau aja deeh. serambi lempit aku pengen mash nih. Tapi mas malah gak kesini”. Karena sudah ketahuan, Ciara tak malu- malu mengelus serambi lempitnya walaupun tidak kelihatan oleh pria di seberang telepon.
“Maaf ya sayang. kerjaan mas ternyata lebih banyak di toko, mas harus mengawasi toko dan mengantar pesanan juga. Karyawan mas yang biasanya mengantar pesanan tidak masuk dan karyawan yang ada di toko hanya perempuan.
Jadi ya gitu deh”. Ciara baru tau jika Dion adalah pemilik dari restorant tempatnya memesan makanan tadi. Ciara memang sengaja memesan makanan rumahan dengan alasan malas memasak.
“Tapi kan yang nelpon mas tadi nama kontak nya boss. Aku bingung nihh”. CIara bingung dengan cerita Dion yang mengatakan jika dia owner, tapi ditelepon boss.
“Itu owner restoran sebelum mas sayang. Ayahnya mas, mas kasih nama boss kontak nya. Gak mungkin kan boss besar yang manggil, mas abaikan aja”. Dion ternyata cukup sabar menghadapi Ciara yang banyak tanya. Cowok ideal nih, eheemm.
“Tapi aku gantung nih. rudal mas juga udah tegang kan tadi waktu ngobok- ngobok serambi lempit aku. Aku yakin deh rudal mas udah ga sabar masuk ke lobang akuuhh”.
“Iya sayang, mas dari tadi juga sebenarnya udah pengen nyodok kamu. Sekarang juga rudal mas udah tegang banget, padahal kamu masih pakai baju”. Dion mengalihkan kamera hpnya menjadi kamera belakang. Memamerkan rudal besar yang berurat dan terlihat sangat tegang.
“Maaauuuhh, gede bangethh. Plis masukkin ke lobang aku. Entotin serambi lempit aku massshhh aahhh”. Ciara meremas susunya dengan sensual masih tertutup baju.
“Buka bajunya sayang hhahhh”. Dion kembali menggunakan kamera depan sambil mengocok rudalnya.
“Iyaahh mash. Tapi mas juga buka yaah”. Ciara mengambil stand holder hp dan menaruhnya tepat disebelah kasurnya. Setelah tadi melihat anggukan dari Dion, Ciara membuka tangtopnya dengan gerakan yang sengaja dipelankan sampai sepasang susu besar dengan puting yang sudah mengeras tampak menggantung indah di mata Dion.
Tak tanggung- tanggung, Ciara berdiri mempelorotkan celana pendek tipisnya dan memperlihatkan celana dalam seksi berwarna merah terang. Ia juga langsung melepas CD nya dan sekarang menampilkan tubuh bugilnya dengan kaki yang sengaja ia lebarkan ke kamera.
Ciara benar- benar ingin menggoda Dion dengan maksimal. Ia akan membuat Dion tak tahan dan bergegas ke rumahnya agar bisa keluar masuk serambi lempitnya sampai puas.
“Uhh sayang, kamu menggoda mas yaa. Sampai serambi lempitnya kedut- kedut gitu. Pengen mas jilatin”. Mata Dion sedikit pun tak berpaling dari pemandangan indah yang sengaja dipamerkan Ciara.
“aaahh masshh. Aku nggak tahan niihh”. Ciara bicara sambil tetap melebarkan kakinya ke arah kamera hp dan menggoyang pinggulnya.
“Aaahh… aahhh ssshhh. Aku basah sayangghh”. Memang terlihat ada cairan yang sedikit mengalir keluar lubang serambi lempit Ciara. Ia terlihat sudah dipuncak nafsu.
“Sayang, ambil vibrator dibelakang kamu”. Saat Dion mengedarkan pandangan ke kamar Ciara, ia melihat berbagai sex toys di atas kasur Ciara. Itu juga berkat Ciara karena menaruh hpnya di stand holder, hingga isi kamar yang awalnya tak terlihat, kini terlihat jelas dimata Dion.
“Yang mana maaass?”.
“Dildo aja sayang. yang gede ya, gesek- gesek ke itil kamu”. Dion mulai mengocok rudalnya naik turun dengan ritme yang sangat pelan.
“Aaahh… aahh.. masshh.. aahh..sshhh”. Itil aku geli banget sayaanghh aahh”. Ciara makin cepat menggesek itilnya, ia sengaja tak memasukkan ke dalam serambi lempitnya. Ia ingin mengikuti perintah Dion agar makin nikmat dan menggairahkan.
“Sekarang idupin dildonya sayang. level satu aja dulu, getaran”. Untung saja sambil menunggu panggilan dari Dion, Ciara sibuk mencoba hadiah dari papinya ini. Hingga saat disuruh Dion kini, ia tau bagaimana cara menggunakan dildo itu dengan benar.
“AAGHH… AAHHH SSHH……. maaasshh…. enak masss, getarannya enak aaahhh…. enak bangett masshh itil akuuu aahhh… aaahh….. AAAAGGHHHH MAAASSHH AKUUHH AAHH KELUAR MASSSHH”. Dion terkejut melihat Ciara yang cepat mencapai orgasmenya. Belum lagi Ciara sampai muncrat, uuh wanita idaman.
“Waaw sayang, kammu muncrat banyak banget. Muka mas pengen kena muncratan kamu aahh. Kamu binal sayangg”.
“Aaahh masss, enaakk aaahh hhah hah hhaahh. serambi lempit aku baru diliatin mas aja udah puas banget, apa lagi dimainin masshh haahh”. Pinggul Ciara masih bergetar menikmati orgasmenya tadi. Sangat nikmat saat dilihat orang begini.
“Sekarang masukkin dildonya ke lubang kamu ya.Bayangin rudal mas yang masuk dan genjot serambi lempit kamu”. Dion terus memberikan perintah pada Ciara sambil tangannya tak henti mengocok rudal besar yang berurat itu.
“Aaahhh… aaahhh masss ssshhh aaahhh…. uuuuhhh ssshhhh enhaaakkhhh massss. enaakkhh bangettthh masss. rudallhh masss masuk serambi lempit aku aaahh massss”. Ciara mengikuti kata- kata Dion, ia membayangkan jika saat ini sedang dientot oleh rudal besar Dion.
“Aaahh sayang, serambi lempit kamu sempit banget. Enaak sayang hahhh. Kamu jepit rudal mas kenceng sayang. Tambah jadi level maksimal sayang, gerakannya”. Dion juga sibuk membayangkan keluar masuk serambi lempit Ciara. Sedang Ciara segera menaikkan level dildo itu seperti kata Dion.
“Aaahhh mass…. aaahhh aaahhh sshhh. Maasshh rudal mas ngobok serambi lempit aaahh serambi lempit akuuhh aaahhh aaahhh…… “. sumber Ngocoks.com
“Mas cepetin ya sayang. Mas suka nyodok serambi lempit kamu sampai mentok.” Ciara dan Dion kompak menggerakkan tangan mereka makin cepat.
“Aaahh…aahh…. aahh… ssshh…. maassshhh enahhkk aahhh maaasss mau rudal aaahh…aaaahhh…” Sodokan dildo makin cepat berada di serambi lempit Ciara. Ia juga makin kelojotan menunggu orgasmenya sampai.
“Ssshhh sayang. aahhh…. enak banget serambi lempit kamu, mas crot didalam yaa. Mas pengen serambi lempit aahh serambi lempit…”.
“Maaasssh aaaaahhh….. AAAGGHHH AAAAHHHH SSSHHH MAAASSSHHH…… MAU rudal AAAHHH AAAAHHH….” Ciara dan Dion mencapai orgasme dengan waktu yang sama. Ciara lagi- lagi mucrat dengan banyak. Sedang Dion sengaja membiarkan cairannya berserakan di kasurnya.
“Haahh.. mas, aku capek. Baru mas liat aja udah dua kali aku muncratnya. Haaaahh”. Ciara sudah lemas tak ada tenaga dengan kaki yang masih mengangkang dan memperlihatkan serambi lempitnya yang banjir karena ulah sendiri.
“Sayang. Mas masih belum puas, mas harus ngerasain serambi lempit kamu langsung”. Dion kembali mengocok rudalnya sambil menatap serambi lempit Ciara dengan pandangan mesum dan lapar.
“Maas, rumah aku kosong. Cuma aku sendiri dirumah. Aku mau dientot mas, serambi lempit aku pengen dimasukkin rudal mas Dion. Entot aku ya mas”. Ciara terdengar seperti cewek binal yang memohon untuk dientot.
“Mas jalan sekarang sayang”. Dion langsung mematikan panggilan videonya dan bergegas ke rumah Ciara dengan mobilnya.
“Yeess, dientot mas Dion. serambi lempit, kamu kok nakal banget sih. Baru ngebayangin menyetubuhi sama mas Dion langsung kedut- kedut gitu iiihh”. Ciara tidur telentang mengumpukan energi dan menunggu Dion untuk menggempurnya.
Bersambung… Ting
Tong
Ting
Tong
“MAAASSS”. Ciara langsung berlari dari kamarnya dan mengintip dari jendela. Saat membuka pintu, Ciara langsung menarik Dion dan langsung memeluknya, seperti kekasih yang sudah lama memendam rindu.
Ia sedikit menyembunyikan tubuhnya dari luar karena masih bugil dan satpam yang tadi disuruh isirahat, kembali disuruh menjaga rumah saat malam oleh papinya.
“Hai sayang. Muaahh muachh muacchh…..”. Sedang Dion , setelah berpelukan sebentar, ia segera mengurai pelukan mereka dan langsung melahap bibir Ciara dengan ganas. Ia dengan cepat langsung memutar posisi dan menyandarkan Ciara ke pintu rumah yang sudah tertutup.
“Sayang, susu kamu gede banget sih. Puting nya juga udah tegang banget nih. Bikin mas tambah nafsu aja”. Setelah mencicipi bibir Ciara, kedua tangan Dion meremas dengan gemas susu Ciara. Ia juga memelintir dua puting susu Ciara yang sudah sangat tegang menantang untuk dihisap.
Tentu saja, tanpa menunggu lama Dion segera menjilati seluruh bagian susu kiri Ciara kecuali putingnya. Ia sengaja melewatkan bagian itu untuk menggoda Ciara. Tangan kanannya juga berhenti mengganggu puting kanan Ciara.
“Aaahhh… mass, putingnya aahh… Putingnya jilatin mass. Jangan dilewatin terus dongghh aaahhh”.
“Maaasss, jilatin putingnya aahhh… aku mohon masshhh ssshhh….”. Karena tak didengar oleh Dion , Ciara mulai memohon putingnya untuk disentuh oleh lidah basah Dion .
Dion senang mendengar permohonan Ciara yang seperti jalang. Ia dengan rakus menjilat, menghisap dan menggigit kedua puting susu Ciara bergantian dengan sangat rakus.
“Aaahh…. mas aahhh… jangan keras- kerashh aaahhh…. enak aaahhh… massshhh aaahhh…. enaaakkkk”. Ciara menekan kepala Dion agar makin menempel ke dadanya.
Sambil tetap menikmati puting Ciara, tangan kiri Dion yang bebas merayap ke paha Ciara yang polos tak tertutup apapun.
“Basah banget sayang, serambi lempitnya. Jari mas langsung kesedot masuk nih”. Dion langsung memasukkan dua jarinya setelah merasakan sedotan dari serambi lempit becek Ciara.
“Aaahh…. aaahhh… ssshhh maaassss…. Jari mas aaahhh en aaahhh enaaakkkhhh… panjang aaahh…. bangethhh sayang enggghhh”. Saat melihat Ciara yang mulai gemetar, Dion langsung mencabut jarinya dan menjauhkan mulut serta tangannya dari susu dan serambi lempit Ciara.
“Maasshh…. kok ber– uuuhhhh… ennggghhh maaassshhh aaaahhhh…..”. Belum tuntas protesan Ciara, lidah Dion langsung menjilat serambi lempit Ciara dari lubang sampai itilnya. Pria itu bahkan langsung menyedot dan menggigit itil Ciara dengan keras.
Sssuurrhhh
sssuurrhhh
“Aaaahhh massshh… akhhh akuhhh keluarrrrhhh aaahhh…..”. Lutut Ciara melemah karena orgasme gila yang baru saja ia rasakan. Untung untuknya Dion langsung menangkapnya dan kembali menyuruh Ciara berdiri.
“serambi lempit nakal. Siapa yang nyuruh kamu keluar, hmm?. slruup slruupp muach sslllppp”.
“Aaaahhh massshhh udah massshh…. berhenti dulu aaahhh… saayanghhh aaahh…. udahhh uuuuhh aaahhh maasssshhh”. Ciara kaget karena lidah Dion yang keluar masuk lubangnya dan juga menjilati itilnya dengan ganas.
Berkat serangan memabukkan Dion , Ciara menggoyangkan pantatnya ke bibir Dion . Ia yang sedang berdiri menekan- nekan serambi lempitnya agar makin menempel pada bibir Dion . Tentu saja Dion tak menolak. Mana ada pria yang menolak sodoran serambi lempit gratis, kecuali….
“AAAGGHHHH….MAAAASSSSSSHHH….”. Lagi- lagi Ciara keluar sampai banjir, ia masih menggelinjang menggoyangkan pinggulnya menikmati.
“Kamu berani ya. serambi lempit kamu keluar sampai dua kali di mulut mas, padahal belum mas izinin”. Dion berdiri memegang bahu Ciara dan menatapnya dengan nafsu, ia tersenyum mesum kemudian melanjutkan ucapannya.
“Kamu dan serambi lempit nakal kamu bakal mas hukum sampai kamu mohon- mohon”. Dion langsung menggendong Ciara ala koala, serambi lempit basahnya menempel tepat di perut keras Dion dan tentunya membasahi baju Dion .
Setelah diberitahu Ciara dimana kamarnya, pria mesum yang tampan itu dengan pasti melangkah masuk. Ia membaringkan Ciara dan segera membuka bajunya, ia sudah tak tahan menggempur Ciara apalagi setelah melihat tubuh bugil Ciara yang mulus.
“Maasshh gede banget rudal mas. Masukkin serambi lempit aku mas, sekarang aaahh…”. Ciara melebarkan kakinya dan membuka bibir serambi lempitnya menampilkan itil yang keras dan lubang pink nya yang sangat banjir.
Tanpa membalas, Dion duduk diantara kaki Ciara dan mengarahkan rudalnya tepat menyentuh lubang surga dunia itu.
“Aaahh masss… masukkin eenggghh”. Namun, Dion ingin mempermainkan nafsu Ciara. Ia hanya menggesekkan kepala rudalnya di semua bagian serambi lempit Ciara. Mulai dari lubangnya hingga itil Ciara.
Ciara yang sudah makin nafsu menggerakkan pinggulnya menggesek rudal keras Dion lebih intens. Ia sudah diujung nafsu dan masih dipermainkan oleh Dion .
“Mass aahhh…. Geli masss en…aaahh enaaaaakkk masss. Hukum aku aahhh massshh… Pliss”. Ciara tetap menggoyang pinggulnya dengan cepat, kadang kiri kanan, kadang naik turun bahkan ia sampai Menggerakkan pinggulnya memutar demi memasukkan rudal Dion ke serambi lempitnya.
“serambi lempit kamu basah banget sayang. Sange banget digesek- gesek gini ya pake rudal cowok. Atau kamu emang suka ngeliatin serambi lempit kamu ke cowok- cowok haa?”. Dion berkata sambil tetap menggoda serambi lempit Ciara.
“Uuhh massshh….. Aaahhhh ssshhhh aaahhh….aaahhh engghhh”.
“Jawab. Kamu suka diliatin cowok serambi lempitnya?. Hmm”. Dion memasukkan sedikit kepala rudalnya, benar- benar hanya sedikit yang tentunya membuat Ciara makin menggila.
“Aaahh ssshhh iyhhh… Iyaaaahhhh maaassshh…. Aku suka diliatin cowok aaahhh memeaaahhh serambi lempitnyaa uuuhhh maaaasss….AAAGGGHHHH MAAASSSSS AKU KELUAAAAHHHHH….. Maaasssss”.
Jleb
Suuurrrhhhh
Saat mendengar teriakan Ciara, tanpa aba- aba Dion langsung memasukkan rudalnya sampai pangkal ke serambi lempit Ciara. Sontak Ciara langsung menyemburkan cairannya saat rahimnya dihantam benda tumpul yang sangat nikmat.
Ciara langsung kelojotan merasakan sensasi orgasme yang sangat nikmat dan belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dion tersenyum miring saat melihat wajah kenikmatan Ciara yang mencapai orgasme tanpa harus ia genjot. Dion memang sengaja menunggu sampai Ciara akan crot, dan langsung memasukkan rudalnya dengan keras. Aaahh nikmat.
“Mas belum menyetubuhi kamu tapi kamu udah keluar aja sayang”. Dion berkata sambil keremas dan menarik- narik puting susu Ciara.
“Ooohhh…. Masss enak banget aaaaahhh….. Aku belum pernah cobain aaahh kayak gini aaahhh”.
Dion menggerakkan pinggulnya dengan tempo cepat, ia sengaja ingin menaikkan nafsu Ciara lagi. Ia menggempur lubang Ciara sangat cepat dan sengaja menghentakkan pinggulnya sangat dalam, hingga membuat rudalnya makin dijepit erat.
“Aahh kamu belum mas apa- apain udah keluar sebanyak itu hmm. Emang dasar serambi lempit lacur ya, dimasukkin rudal langsung keluar aahh”. Jepitan yang dirasakan Dion makin menjadi, ia dengan cepat berpikir bahwa Ciara menikmati dan makin nafsu jika menyetubuhi dengan kata- kata vulgar.
“Kenapa serambi lempitnya nambah jepit. Suka ya dibilang lacur, hmm?. Jawab”.
“Aahh…. Sshhh aaaahh iyaaahhh aaahh masss….. Aku aaahhh sukaaaahhhh”. Entah kenapa, Ciara sangat suka jika pasangan yang memenyetubuhiinya berkata- kata kotor dan vulgar.
“Dasar lonte, nih rasain dirudalin kasar”. Dion dengan kasar dan brutal menggenjoti Ciara, ia menekan lutut Ciara sampai menyentuh susunya. Anehnya, Ciara makin keras mendesah dan meraih satu tangan Dion yang ia arahkan ke itilnya. Dion yang faham langsung mencubit itil Ciara dengan cukup keras.
“Aaahhh ssshh mass… Cubit lagi aaahh itil Ciaraa aaaahhh…. Masss….aaahhh yang ssshhh kenceng entot aaahhh serambi lempit Ciaraaahhh. serambi lempit Ciara punya masss…. Enggghhhh aaahhh maaasss enaaaakkkk…”.
“Emang dasar lonte. Kamu suka kan kalau itil kamu dimainin gini sama cowok- cowok haaa!!. Heh lonte, udah berapa rudal yang keluar masuk serambi lempit kamu sshhh?”.
Dion sedikit pun tak mengurangi tempo menggenjot Ciara saat bertanya dengan vulgar, ia tetap dengan power full dan tangan yang menggerayangi itil dan susu Ciara yang membuat Ciara makin susah untuk bicara.
“Aahh sshh…..aaahhh masss aaahhh barruuhh aaahhh…. Baruuu empat aaahh massshh aaahhh masss enaaakk aaaahhh”. Mata Ciara hampir terbalik saking nikmatnya entotan yang dilakukan Dion , Pria ini memberikan sensasi menyetubuhi yang berbeda. Ciara yakin pria ini juga sudah berpengalaman dalam hal permenyetubuhian.
“Sshhh kenapa dikit, harusnya serambi lempit lonte itu udah entot sama banyak rudal aahhh. Yang masuk tanpa kondom berapa?”. Dion sengaja terus bicara kasar dan kotor karena Ciara makin bernafsu, begitu pun dengan dirinya sendiri.
“Aahh dua aahh dua orang mas. Mas Dion sama papihh aaahh akuuu”.
“Hahaha dasar lacur gila. Lebih enak dientot tanpa kondom kan, kamu harus tolak orang aaahh yang menyetubuhiin kamu pakai kondom sshhh”. sumber Ngocoks.com
“Mas aahh gak marah aaahh aku dien ssshhhh dientot cowok lainnhhh aaaahhh”. Ciara menancapkan kukunya di lengan Dion karna tempo entotan Dion makin brutal, begitupun dengan gesekan di itilnya.
“Nggak sayang, serambi lempit lonte kamu harus dirasain banyak rudal cowok. Mas bahkan pengen liat kamu diperkosa cowok secara langsung. Tapi ingat aaahhh, kalau mas minta, kamu harus langsung kasih ‘serambi lempit ini (menghentak makin keras dan dalam)’ ke mas aahh. Kamu harus ingat, kamu itu lacurnya mas”.
“Aaahhh…. Aaahhh massshhh enaaakkk aaahhh iyaaahh massss aaahhh aku lacurnya aaaggghhh masss sshhh…. serambi lempit aku punya aaahh maaassshhh……. Aaahhh maasss akuu keluaaarrrgghhhhh”.
“Bareng sayang aaaaahh ssshhh enaaaakk aaaahh serambi lempit lacurrr aaaahhh”.
Croot croot croot
Suuurrhh srruuhhh
Mereka berdua keluar bersamaan di dalam serambi lempit Ciara, Dion bahkan tak berpikir untuk crot di luar. Ia harus crot didalam serambi lempit Ciara yang hangat dan sempit.
“Aahhh aaahhh ssshh maassshhh aku aaahh capekk haaahhh….. Enaaakk bangett aaahh dientot masss aaahhh”.
“Kita belum selesai sayang, mas gak puas cuma satu kali ajaa”. Dion meremas manja susu Ciara, ia ingin Ciara kembali bernafsu. Ia sudah berbaring dibelakang Ciara yang menyamping ke kiri.
“Aahh maasss. Istirahat bentar yaa, nanti terserah mas aku mau diapain hahhh”.
“Oke deh kita istirahat dulu. Tapi sayang, mas minta maaf ya tadi bilang kamu lonte. Mas suka ngomong vulgar kalau lagi menyetubuhi, apa lagi menyetubuhiin serambi lempit super enak punya kamu nih”. Dion bicara panjang lebar sambil membelai serambi lempit sensitif Ciara, ia juga menyentil itil Ciara.
“Eeenngghhh maasss… Gapapa mass, Ciara suka dikatain sama mas. Ciara makin nafsu karna kata- kata mas tadi”. Ciara berbalik menatap Dion dan memeluknya posesif. Ia segera terlelap di dada bidang Dion . Begitupun dengan pria itu, Dion membalas pelukan Ciara. Membiarkan wanita sexy itu mengisi energi untuk ia entot nanti.
Bersambung… Matahari baru memperlihatkan setengah dirinya pada dunia, namun lapangan SMA Suwoon sudah dipenuhi oleh siswa- siswi yang berbaris menunggu keberangkatan. Ya hari ini rencananya, mereka akan melakukan study tour selama empat hari tiga malam di kota B.
Seluruh siswa dan siswi kelas X sampai XII wajib mengikuti kegiatan ini, tak heran Ciara juga ikut berbaris bersama teman-temannya.
“Kamu cantik banget gak pakai baju seragam gini Cia”. Rachel menggoda Ciara yang terlihat memang cantik menggunakan rok cowl berwarna hitam yang sekitar lima cm lebih tinggi dari lututnya yang ia padukan dengan Turtleneck lengan panjang warna putih yang tidak terlalu tipis dan juga terlalu tebal. Ciara juga sengaja mengikat tinggi rambutnya model kuncir kuda.
“Ia loh, padahal gak lebay loh dandanan Ciara, tapi kok keliatan seksi banget ya”. Amanda juga ikut menimpali ucapan temannya.
“Iiihh kalian jangan gitu dong. Aku malu nih, kalian kan ju-“.
“Ciara, kamu dipanggil sama pak Roan. Ditunggu di kantornya”. Seorang siswa tampan yang sekelas dengannya berbicara dengan mata yang jelalatan menatap dada Ciara. Ia menyentuh punggung Ciara saat bicara dan mengelusnya. Senyuman mencurigakan seketika terbit di wajah tampannya.
“O-ooh gitu ya. Ya udah deh, aku pergi sebentar ya”. Ciara segera pergi dengan puluhan kemungkinan yang ia pikirkan.
“Liat gak mata kak Raka tadi kemana? Hihihi, centil”. Amanda berrbisik pada Rachel. Mereka dengan jelas melihat bagimana mata lapar Raka menatap lekat kedua susu montok Ciara.
“Liat lah, dia keliatan pengen banget ya. Apalagi kan Ciara ..”.
“Ssstt, jangan keras- keras nanti yang lain tau loh”. Amanda langsung membungkam mulut Rachel yang kadang tanpa vilter.
Sedangkan Ciara bergegas menemui pak Roan yang sepanjang jalan merapikan bajunya. Ia juga mengangkat sedikit roknya, apalagi mengingat pertama kali kejadian dengan pak Roan.Membayangkan itu,wajah putih Ciara tiba- tiba memerah dan ia merasakan lembab di serambi lempitnya.
“Dasar serambi lempit mesum”. Ciara bergumam sambil sedikit membelai serambi lempitnya. Ia pun sebenarnya senang saat dipanggil oleh pak Roan. Terlepas apapun yang akan dilakukan pak Roan.
Tok
Tok
Tok
“Permisi pak”.
“Masuk saja Ciara”. Ciara kaget kepala sekolahnya tau dia yang mengetuk pintu. Ia bahkan belum menyebutkan nama.
“Bapak panggil Ciara ya?”. Ciara berjalan mendekat ke meja Pak Roan dan segera saja membuat pria tua itu berdiri dan berjalan mendekat ke arahnya.
“Sudah berapa hari saya puasa nyentuh kamu Ciara?”.
“Aaahhh paaakkhh sshhh”. Ciara kaget karena tangan Pak Roan dengan tiba- tiba langsung menyentuh serambi lempitnya dari samping sisi CD nya. Pak Roan dengan tergesa menyingkirkan kain CD yang menutupi serambi lempit Ciara ke samping kiri.
Ia memasukkan dua jarinya mengobok lubang Ciara. Kadang ia mengeluarmasukkan jarinya, kadang ia menggerakkan jarinya seperti gunting , ia juga menggerakkan jarinya seperti menggaruk dinding serambi lempit Ciara.
Tentu saja karena jari- jari pak Roan itu membuat tubuh Ciara menggelinjang dan membuat susunya ikut bergerak mengikuti irama. Pak Roan juga menekan- nekan itil Ciara menggunakan jempolnya. Ia juga menekan dengan memutar jari jempolnya.
“Aaahh paaakk… sshhh aaahhh enaaakkhhh aaahh…. paaakkk Ciara mau keluar pak ssshhh aaaaaggghhh”. Pak Roan langsung menarik tangannya yang menjamah serambi lempit Ciara, tentu membuat Ciara bete bukan main.
“Aaahh paakk Ciara mau keluar”. Ia bicara dengan nada manja dan jengkel. Sedang pak Roan meninggalkan Ciara dan menuju mejanya. Lebih tepat laci di mejanya, ia mengambil sesuatu dan kembali mendekati Ciara.
Ia segera melebarkan kaki Ciara, membuatnya mengangkang dan memperlihatkan egg vibrator dan mendekatakan ke serambi lempit Ciara.
“Bapak masukkin ya, biar enak serambi lempit kamu. Kan selama perjalanan bapak gak bisa muasin kamu”. Pak Roan segera memasukkan ke serambi lempit Ciara dan menghidupkannya di level satu. Vibrator itu juga merangsang itil Ciara yang makin keras.
“Aaahh paakkk…. geli pakkk serambi lempit Ciara aaahhhh”. Ia menggoyang pinggulnya merasakan getaran vibrator yang menggelikan.
Namun pak Roan segera menghentikan getarannya, ia berkata tak akan seru jika Ciara langsung keluar. Ia juga menjanjikan pada Ciara bahwa muridnya ini akan menyukai sensasi ingin keluar didepan banyak orang.
Ciara segera berjalan keluar menuju lapangan tempat teman- temannya berkumpul, yang kebetulan sedang bersiap masuk ke dalam bus. Ciara terpaksa duduk di kursi bagian belakang terpisah dari dua temannya. tak jauh, Rachel dan Amanda berada tepat di depan Ciara.
Sedangkan Ciara duduk berdua dengan Raka yang entah kenapa juga terpisah dengan teman- temannya. “Ciara, kamu laper gak, kak Raka mau?”. Amanda menyodorkan sebungkus roti yang sudah sedikit usak dimakan Rachel.
“Enggak manda, aku masih kenyang. Kan tadi aku dipaksa sarapan sama papih… engghh”. Ciara tiba- tiba merapatkan kakinya karena vibrator yang berada di serambi lempitnya tiba- tiba bergetar.
“Nggak manda. Kamu kenapa Cia, kayak gak nyaman gitu?”. Bukan Amanda yang bertanya melainkan Raka yang mendapati Ciara mendesah pelan dan tangannya yang dengan perlahan mengelus paha Ciara yang hanya setengah tertutupi rok.
Amanda yang melihat interaksi mereka mengalihkan pandangan dan kembali fokus kedepan. sementar Raka yang merasa mendapat angin, makin menjadi mengelus pada Ciara, ia bahkan dengan berani mengelus paha Ciara bagian dalam. Siapa sangka tangannya merasakan getaran saat menyuntuh Ciara.
“Ini apa hmm?”. Raka berbisik di telinga Ciara dan sedikit menggigitnya. Sedangkan tangan kirinya menangkup semua serambi lempit Ciara dengan telapak tangannya dan sedikit menggerak- gerakkannya.
“Aaahh… kak Rakaaahh engghh”. Ciara kaget karena Raka dengan berani langsung menyentuh serambi lempitnya yang sedang dirangsang vibrator. Ciara memegang pergelangan tangan Raka yang menggesek serambi lempitnya.
“Enak kan, kakak sentuh gini, hmm”. Raka bahkan mengecup pipi kiri Ciara untuk makin menggoda Ciara.
“Aahh… sshh iyahh aahh iyah kakak haaahhh”. Ciara mendesah dengan suara pelan, ia takut ketahuan sedang melakukan aktivitas mesum dengan Raka.
“Kamu nakal banget Cia. Kakak gak nyangka loh kamu bakalan pakai vibrator di bus. Kamu tambah sange ya kalau didekat orang rame gini”. Raka lalu mengalihkan tangannya dari serambi lempit ke susu Ciara yang sudah membusung.
“Tambah juga gak paka BH, cuma pakai body tape. dibuka aja ya tapenya, lihat nih puting kamu udah gak ketutup sayang”. Raka meremas susu Ciara yang besar dan kenyal ditambah tanpa penutup. Raka menyuruh Ciara melihat dadanya, dan memang benar, puting susu Ciara sudah tercetak di bajunya yang cukup ketat dan tak begitu tebal.
Raka dengan bakal, menarik-narik kedua puting Ciara bergantian yang membuat tubuh Ciara menggelinjang kenikmatan. Belum lagi getaran vibrator yang makin lama makin meningkat.
“Aaahh… kakak janganhh ssshh…. Cia gak bisa nahan suara kak…”. Ciara berbisik sambil menggigit bibir bawahnya dan tentu makin seksi dimata Raka.
Pria yang sudah tak tahan menahan gemas pada puting Ciara, segera memasukkan tangannya ke balik naju Ciara dan meremas susu Ciara dengan intens bergantian. puas meremas, ia membuka tape yang menutup puting Ciara dan berhasil membuat Ciara terperanjat.
“Janganhh kakkhh”. Ciara memandang Raka dengan mata sayu yang nafsu, Sedang Raka tak mendengar perkataan Ciara. Jemarinya sibuk melepas tape di kedua susu Ciara. Setelah berhasil, ia memperlihatkan tape yang sudah lepas ke Ciara.
“Iiihh kakak, kenapa dilepas siih. Kan Ciara susah kalau keliatan orang lain”. Ciara protes dengan nada manja dan bersandar di dada bidang Raka. Vibrator yang bersarang di serambi lempitnya juga susah berhenti bergetar, mungkin pak Roan kasihan?, entahlah.
“Gapapa sayang. Biar tambah seksi, kakak suka banget liatnya”. Raka bicara sambil menyentuh puting kiri Ciara. Lalu dengan kecepatan kilat, ia mengisap puting kiri Ciara hingga basah dan sedikit tembus pandang. Orang- orang yang fokus melihat puting Ciara akan melihat puting tegang yang berwarna pink kecoklatan.
“Aaahh kakak iihh, keliatan nih jadinyaa~~”. Ciara pura-pura merajuk sambil memukul pelan tangan Raka.
“Gapapa, biar orang tau kamu tuh seksi dan sangean”.
“Iiih kak Raka mesum”. Ciara kembali bersandar di dada Raka, tak lama vibrator itu kembali bergetar dengan kencang. lebih dari level sebelumnya.
“aahh… sshhh”. Ciara menutup mulutnya dengan telapak tanggannya dan tangannya yang bebas meremas ujung lengan baju Raka.
“Kenapa Cia?”.
“Vibratornya kakhh sshhh”. Ciara menggelinjang menggerakkan pinggulnya.
“Kamu nakal, kenapa pakai vibrator kalau gak tahan. Mana remote nya, biar kakak matiin dulu”. Raka sebenarnya suka melihat Ciara menggelinjang menahan nafsu begini, tapi ia takut Ciara malu jika ketahuan oleh orang- orang.
“Bukan Ciara yang masukkin. Remote nya juga gak sama Cia aahh”.
“terus sama siapa?”.
“Pak Roanhh. Tadi pak Roan yang masukkin, waktu aahh kakak bilang Cia dipanggil sshh”.
“Pak Roan?…. Kamu bener- bener nakal yaa”. Raka mencubit dagu Ciara lalu mengecup bibi Ciara dengan singkat.
“Pernah menyetubuhi sama pak Roan juga?”. Ia berbisik di telinga Ciara.
“sshh… hmm pernah”. Ciara mengangguk lalu menjawab pertanyaan Raka. Ia merasa tak perlu menutupinya, karena Raka juga adalah pemuda yang mesum dan nakal.
“Kakak juga mau, nanti kakak tidur di kamar kamu yaa”. Raka bicara dengan tangannya yang sengaja menekan vibrator di serambi lempit Ciara yang nyaris membuat Ciara berteriak.
“kak Raka~” Ciara mencubit lengan Raka yang hanya dibalas cengiran oleh pria itu.
Tak lama settelahnya, mereka tiba di kawasan study tour. Mereka terlebih dahulu menuju kamar masing- masing yang sudah di reservasi di hotel itu. Hotel bintang lima dengan banyak kamar yang cocok untuk semua rombongan SMA Suwoon. sumber Ngocoks.com
Mereka boleh memilih untuk sendiri atau berdua dengan teman, bahkan juga boleh memilih kamar. Ciara sendiri disuruh memilih kamar dengan type suite room. Sang papi sengaja memilih salah satu kamar terbaik untuk putri tercintanya.
Ciara lagi-lagi jadi yang terakhir keluar dari bus. saat Ciara sibuk mengambil tasnya di bagian atas tempat duduknya yang cukup tinggi, tiba-tiba ada seseorang yang membantunya. Bukan Raka, karna pria itu dipanggil oleh kepala sekolah, untuk mengurus kamarnya.
Yang membantu Ciara ternyata adalah pak Randi sang satpam tampan di sekolahnya. di SMA Suwoon, para satpam adalah seorang ahli keamanan. Mereka adalah ahli yang berada dibawah perusahaan keamanan Suwoon, mereka juga adalah ahli yang disewa menjadi bodyguard untuk orang-orang kaya.
“Ciara, kenapa gak turun?”. Pak Randi yang tampan itu tiba-tiba sudah berada dekat dengan Ciara, hanya berjarak sekitar dua jengkal.
“Aduhh kaget. Pak Randi ngagetin Ciara~”.Ciara berucap dengan tangan yang mengelus dada menenangkan detak jantungnya karena terkejut.
“Haha Maaf maaf, kamu kenapa gak turun?”.
“Ini pak. Ciara gak bisa ambil tasnya. Tadi kak Raka yang bantuin, tapi Ciara ditinggal”. ia memajukan bibirnya dan tentu saja terlihat imut dan menggoda di mata pak Randi.
“Biar saya yang bantu”.
“Makasih pak, bapak baik banget deh”. Ciara memperlihatkan deretan giginya yang rapi saat mengucap terimakasih pada pak Randi.
“Ciara…. ini kenapa”.
“Iya pakhh aaahhh…. bapakkhh”. Pak Randi mengelus puting Ciara yang basah karena ulah Raka tadi dengan ibu jarinya, sontak membuat Ciara mendesah panjang.
“Bapak pikir kotor loh, karena ada warna coklat gini. Ternyata bukan yaa…”. Sambil bicara, pak Randi tetap mengelus puting susu Ciara.
“Aaahhh…Bapakhhh”.
Bersambung… “Aaahhh….. bapakkhhh”. Tangan Pak Randi yang makin gencar mengelus dan menarik- narik puting Ciara membuat gadis itu makin kelojotan. Ia masih sange karena rangsangan dari Pak Roan dan Raka tadi, sekarang ditambah dengan tanga nakal Pak Randi yang tak mau berhenti.
“Kenapa cantik. Kok sampai kelojotan gitu?. Padahal gak bapak apa-apain loh. Kamu lagi gak enak badan ya?”. Pak Randi pura-pura polos sambil tetap meraba sambil meremas- remas susu Ciara yang makin keras karena nafsunya yang makin naik.
“Aaahhhh bapaaaakkk……ssssshhhhh Cia gak kuat aaahh.. jangan mainin susu Cia pak. Cia gak tahan, gatel banget aaahhh uuhhh”. sambil meracau Ciara juga menggerak- gerakkan pinggulnya, berharap lembahnya yang sudah lembab itu bisa digesek oleh celana dalam tipisnya.
Tapi bukannya mereda, serambi lempit Ciara makin geli dan gatal. Ciara bahkan mencoba menggesekkan serambi lempitnya ke tangan Pak Randi. Namun pria itu sepertinya sadar dengan gelagat Ciara, karena ia mencoba menjauhkan tangannya yang bebas dari tubuh Ciara.
“Gatel kenapa Ciara, apanya yang gatel hmm?. Mau bapak apain?”. Sengaja pria itu hanya menyentuh susu Ciara, padahal tangannya benar- benar tak tahan untuk menyentuh benda basah nan menggiurkan dibawah sana.
“Aaahhh…. ssshhhh bapak aahhhhhh…… itu nngghh serambi lempit sshhh….. serambi lempit Cia gatel aaahhh banget pakkhhh….. gesek aaahh gesek serambi lempit aaahhh Ciaaa paaakkhhh…. Cia aaahhh mohhooonnnhhh”.
Ciara langsung menarik tangan kanan Pak Randi yang masih parkir di susunya menuju serambi lempitnya. Ia sudah tak tahan ingin disentuh pria. Bahkan saat mengarahkan tangan Pak Randi, serambi lempit Ciara tak berhenti berkedut membayangkan tangan besar itu memelai serambi lempit gatalnya.
“Ooohh ini. Ini ya yang gatel”. Pak Randi menangkup serambi lempit Ciara di semua permukaan telapan tangan Ciara. Dengan gemas ia malah meremas serambi lempit Ciara yang pastinya makin membuat Ciara uring- uringan.
“Aaahhh… Ssshhh paaakkhhh”. Ciara mecoba melepaskan serambi lempitnya dari remasan pak Randi dengan menggoyang pinggulnya. namn bukannya terlepas, yang ada serambi lempit Ciara malah makin gatal berkat gesekan antara tangan dan serambi lempitnya.
“serambi lempit lontenya gatal hanya karena saya mainin puting kamu ya?. padahal belum serambi lempitnya lo yang dimainin tangan nakal saya. Mungkin bakalan bocor ya sayang. Kalau kena rudal saya gimana?”. Pak Randi mulai memaju mundurkan tangannya menggesek serambi lempit Ciara. Ia mencium sekilas pipi Ciara dan menjilatnya.
“Aaahhh…. ssshhh nnggghh mancur paakkhhh…. serambi lempit aaahh Ciara sshhh bakal mancur kalauu ssshhh kena rudal aahh bapakkhhh…..”. mendengar perkataan vulgar Ciara, Pak Randi langsung melumat ganas bibir Ciara. Pria tampan itu memojokkan Ciara hingga pantat besarnya berbenturan dengan seat bus.
cup… cup… cup… slruupp slrupp slruupp
Ciuman mereka terasa sangat panas dan menuntut, makin nikmat ciumannya tak terasa kaki kiri Pak Randi sudah berada tepat di antara kaki Ciara. Yang artinya kaki kekar itu siap menggesek aset Ciara yang sudah amat basah.
Ciara yang merasakan ada sesuatu di antara kakinya sontak saja menempelkan serambi lempitnya dan menggoyangkan pinggulnya maju mundur seperti ia menyetubuhi dengan rudal besar. Kali ini ia menyetubuhi dengan kaki pak Randi yang masih sibuk menggigit bibirnya.
“Aaahhh paakk sshhh…. serambi lempit Cia aaahhh mau ssshhh pipiss hhhhh….. Aaaahhhh aaahhhh AAGGHHHH”. Ciara mendesah keras karena pak Randi tiba- tiba juga ikut menggerakkan kakinya menggesek serambi lempit Ciara.
“serambi lempitnya kedut- kedut ya. serambi lempit nakalnya gak tahan mau muncrat ya sayang”. Makin cepat gerakkan tangan pak Randi membantu pinggul Ciara bergerak sambil tanggannya meremas kuat pantat montok si gadis.
“Aaahhh….aaahhh.. ssshhh cia nggak kuat aahh….nggghhh paakkk. Cia aahhh…. Cia mau muncrat”. Mendengar itu pak Randi memegang tangan Ciara agar mengangkat roknya, dan ia segera berjongkok bersitatap dengan serambi lempit Ciara yang sudah dari tadi menggodanya.
Ia pinggirkan g string Ciara untuk melihat dengan jelas serambi lempit Ciara yang indah dan terlihat sudah meneteskan cairan. Tangannya membuka bibir serambi lempit dan menyentuh itil besar Ciara. Pak Randi memasukkan 2 jari besar dan panjangnya langsung ke lubang Ciara dan segera menyodoknya.
“Loh kamu emang binal ya Ciara. Pakai vibrator waktu study tour”. Tangan kiri pak Randi yang bebas menggesek dan mencubit itil Ciara yang sudah keras dan menggoda. Ia bukannya mengeluarkan vibrator itu, tapi makin menekannya di dalam serambi lempit Ciara.
Sibuk mengobok lubang Ciara, vibrator itu tiba- tiba bergetar dengan level paling tinggi dan memancing tangan pak Randi untuk makin kurang ajar pada serambi lempit Ciara.
“Aahhhh ssshhhh….. Pak Cia aaahhh mauhhhh aahh….. Ahhh….. AAAAAGGHHH AAAAHHHH SSSHHH…. NGGGHHH CIA KELUAAARRRRHHHHHH……AAAAHHHHH”. Bukannya berhenti, pak Randi makin menjadi memainkan serambi lempit Ciara hingga ia tak berhenti mancur. serambi lempitnya terasa begitu tersiksa namun nikmat karena tangan pak Randi.
“Waaaahhh…. sayang, kamu sengaja hidupin vibratornya ya pas lagi saya kocok gini serambi lempitnya. Dasar lonte”. Sambil menggoda CIara, tangannya masih membelai mengocok serambi lempit CIara yang sampai dua menit masih mengeluarkan cairan walau tidak muncrat lagi.
“Aaahhh… sshhh bukan aahh bukan Ciara yang shhh…. masukkin paaakkkhhhh. Aaaahhh udahh aaahhh paaakkk serambi lempit Ciaa sssshhh ngiluuhhhhh nnggghhhh”.
Ciara mencoba menjauhkan tangan Pak Randi dari serambi lempitnya, namun tentu saja itu usaha yang percuma. Karena kini pak Randi sudah berdiri dan menahan kedua tangan Ciara ke belakang. Jadi posisi Ciara kini terlihat membusung memberikan susunya pada pak Randi untuk dijamah.
Masih terbungkus baju tidak menghalangi niat pak Randi untuk menghisap dan mengemut puting susu Ciara yang sudah keras dan menantang. Ciara lagi- lagi harus merasakan siksaan yang nikmat dari tangan dan mulut seksi pak Randi.
Tiba- tiba pak Randi menghentikan rangsangan pada tubuh Ciara. Bahkan dengan sengaja ia berdiri berjarak sekitar 5 jengkal dari tubuh Ciara. Gadis yang sudah kembali terangsang itu tentu saja melihat pak Randi dengan tatapan bingung dan melas.
“Aaaahhh paaakkk~~”. Ciara mencoba berjalan sedikit mendekan ke arah Pak Randi sebagai permintaan agar kembali di sentuh pria itu. sumber Ngocoks.com
“Kenapa sayang, hhhmmm?”. Jahilnya, Pak Randi sengaja menjaga jarak dengan Ciara untuk menggoda gadis mungilnya itu. (walau dibeberapa bagian tidak mungkin mungil yaa )
“Cia mau dimainin lagi hikss…”. Wajahnya mulai memerah karena hasrat yang belum tersalurkan dengan utuh.
“Apa yang mau dimainin lagi hmm?”. Bukannya berhenti, pria tampan itu malah makin menjadi menggoda Ciara dengan tatapan tajam dan suara berat yang serak. Ia sengaja menahan nafsuya untuk memenyetubuhii Ciara karena masih ingin menggoda Ciara.
Padahal benda besar dan berurat dibalik celananya sudah mengacung dengan sempurna tak sabar dijepit bibir Ciara. Bibir bawah tentunya.
“serambi lempit sama susu Cia mau dimainin tangan bapak lagiihh. Hiikksss … Cia mohonhhh”.
“serambi lempitnya gatal lagi?, mau di maiinin lagi serambi lempit lontenya, hmm?”. Kali ini pak Randi duduk di hand seat bus yang empuk, berseberangan dengan posisi berdiri Ciara yang sedang menggesek serambi lempitnya sendiri.
“Iyaaa aaaahhhh…..”.
Bersambung… “Buka celana dalamnya sayang”. Tanpa pikir panjang, Ciara langsung membuka CDnya sesuai perintah Pak Randi. Ia cukup tergesa karena serambi lempitnya sudah tak sabar jembali dilecehkan.
“Sekarang buka roknya. Baju kamu juga angkat ke atas ya. Liatin susu gede kamu lonte”. Makin semangat, Ciara benar-benar menuruti semua kemauan pak Randi. Demi serambi lempitnya yang makin hari makin gatal, Ciara akan menikmati semua pelecehan daru kaum pria. Apapun itu.
“Sekarang buka serambi lempitnya yang gatal itu. Liatin ke saya mana serambi lempitnya yang mau dimainin lagi sayang”. Terlihat tonjolan keras di celana pak Randi. Benda tumpul yang nikmat itu sudah tak sabar keluar persembunyian dan masuk sarang Ciara.
“Nggghhh…..paakkhh”. Ciara sangat sange sampai mendesah hanya dengan membuka bibir serambi lempitnya saja. Lalu pak Randi menyuruh Ciara duduk di hand seat seperti dirinya. Pria itu juga menyuruh Ciara mengangkang dan tetap membuka serambi lempitnya lebar.
“Ternyata kamu sangat liar ya Ciara. Dasar lonte”. Bukannya tersinggung, cairan malah menetes dari serambi lempit Ciara karena perkataan pak Randi yang memanggilnya lonte. (Kayaknya cewek-cewek yang serambi lempitnya gampang gatal kayak aku gini kalau dibilang serambi lempit lonte, juga bakal banjir deh serambi lempitnya).
Melihat cairan yang menetes dari serambi lempit Ciara, pak Randi makin menjadi menggoda Ciara. Yang akibatnya cairan ciara makin menetes, hampir seperti pipis.
“Kamu keluar cuma karena saya bilang lonte?. Kamu memang pelacur gatal ya. serambi lempit kamu kedut-kedut cuma karena omongan saya, padahal belum saya mainin, belum saya siksa serambi lempit kamu”.
“Aaahh….sshhh bapaakk aaahhh…. Ciara aaahhh nggak ssshh…. Kuat. Pleasee aaahh…. serambi lempit Cia aahhh gatel banget mmhhh aaahhh….”. Ciara bergerak seperti menyodorkan serambi lempitnya yang terbuka pada pak Randi. Ia tak sabar ingin dientot sampai gila oleh rudal besar pak Randi yang sudah meronta.
“Sekarang kamu bayangin Cia, bayangin saya mendekat ke arah kamu. Telunjuk kanan saya mencolek itil kamu yang udah keras itu, terus saya jongkok tepat di depan serambi lempit lonte kamu. Saya jilat slruuppp slrruuupp slluuurrpp. Saya masukkin lidah saya ke lubang serambi lempit kamu yang sempit, saya jilat lagi sllrruupp slrruupp.
Oohh cairan kamu manis sayang. Saya masih belum puas, saya emut itil kamu pelan-pelan. Saya emut lagi, lalu saya gigit nggghhh”.
“AAAHHH…. AAAHHH SSSHHH CIA KELUAAAAHHHRRGG AAAAHHHHH….. NNGGGHHSSSS AAAAHHH….”. Ciaea squirt karena imajinasinya.
“Waaaww. Squirt, kamu squirt sayang. Slrruuppp”. Pak Randi langsung menjilati serambi lempit Ciara yang squirt itu yang pasti saja membuat cairan Ciara makin membanjir keluar. Bahkan sampai membasahi muka tampan pak Randi.
“Aahhh ssshhh aaahhh….. Cia aahh… Keluar sshhh lagiiihhh aaaahhh…..”.
Masih tetap menjilati serambi lempit Ciara, tangan pak Randi mulai menjalar meremas memilin susu dan puting Ciara yang juga sudah keras seperti itilnya.
Cia sudah tak punya tenaga untuk melawan. Sebenarnya serambi lempitnya masih ngilu karena pelepasannya tadi. Tapi mulut pak Randi lagi-lagi menaikkan birahinya. Ia ingin rudal. Cia ingin dirudali sekarang. Dientot dengan keras dan bergairah.
“Aaahhh paaakk ssshh….. Aaahhh cia mau sshh dientothh…. Aaahhh… Cia gak tahan sshhh”. Mendengar itu, pak Randi mengangkat kepalanya dan menatap Ciara dengan mata yang penuh kabut gairah.
Ia segera menaikkan hand seat yang diduduki Ciara dan menguruhnya nungging. Ia masih ingin bermain-main dengan serambi lempit Ciara. Pria itu ingin Ciara makin memohon untuk dientot rudal besarnya.
Jilatan demi jilatan terus dihujaninya pada serambi lempit Ciara. Saat Ciara ingin keluar, ia segera menghentikan aksinya dan membuat Ciara memohon serta menggoyangkan pantatnya, minta dijilat.
“Aahhh…. Paaakkk cia mauuhh sshh… Keluaaarr… Jilat lagiii aaahhh…..”. Sekitar 3 menit, ia kembali menjilat serambi lempit Cia.
Lagi dan lagi Ciara merasa ingin keluar, namun sayangnya saat ia ingin membuat Ciara keluar, pak Randi menerima telfon dari kepala tim keamanan. Tanpa ba bi bu ia langsung berlari keluar dan berkata ada urusan pada Ciara. Ciara sedikit kecewa, namun ia juga mengerti karena pak Randi dipanggil karena pekerjaan.
Namun…
Blesss
“AAAHHHHHH…….”. lagi-lagi squirt.
****
Seorang pria paruh baya mengintip aktivitas Ciara dan pak Randi di bus yang ia supiri. Ya, pria yang mengintip hal mesum itu adalah pak Badrun supir sekolah. Ia dengan cepat membuka celananya dan keluarlah rudal hitam besar dan panjang serta berurat, kesukaan Ciara.
Ia mengocok rudalnya dengan cepat karena nafsu yang diujung tanduk melihat serambi lempit merah merekah Ciara. Ia membayangkan jika rudalnya keluar masuk menghajar serambi lempit Ciara. Aaahh nikmat.
Saat sibuk mengintip dan mengocok, tiba-tiba pak Randi berlari keluar bus dan meninggalkan Ciara yang masih menungging memamerkan serambi lempitnya. Tanpa lama-lama pak Badrun langsung mendekati Ciara dan menghujam serambi lempit Ciara dengan rudalnya.
Novel Toxic Relationship
“AAAAAHHHHH……”. Squirt. Pak Badrun langsung menarik rudalnya dari serambi lempit Ciara saat merasakan ada yang mendesak dari serambi lempitnya. Sekali hentakan yang dilakukan pak Badrun langsung memancing cairan Ciara untuk keluar. serambi lempitnya yang dari tadi sudah mendambakan rudal langsung histeris merasakan rudal pak Badrun
“Mancur… serambi lempit lonte mancur”. Pak Badrun langsung kembali memasukkan rudalnya ke serambi lempit Ciara. Sementara Ciara yang masih kelojotan, makin menjadi karena serangan kembali pak Badrun. serambi lempitnya kembali menyembur, mengeluarkan cairan nikmat.
“AANJIINGGG… serambi lempit NGEMPOOOOTT”. Teriak pak Badrun